KRL Rusak Dilangsir oleh ‘Sang Penolong’

Ada pemamdangan tak biasa di area luar Depo KRL Depok. Biasanya banyak KRL yang hilir mudik masuk dan keluar untuk melalukan perjalanan reguler mengantar penumpang hingga ke tujuan. Tapi langsiran kali ini sangat berbeda dari biasanya. Beruntung ada beberapa Railfans yang tidak sengaja mengambil momen tersebut dari atas jembatan penyebrangan. Karena uniknya langsiran ini, mereka pun tak mau menyia-nyiakan momen itu.

Baca juga: Railfans Harus Tahu, Ini Jawaban Mengapa Jalur 1 atau 2 di Stasiun KRL Terkadang Berlawanan Arah

Kedatangan Kereta Penolong ke Depo KRL Depok
Berawal dari kedatangan ‘Sang Penolong’ alias Kereta Rescue (NR), Senin (3/1) yang merupakan rangkaian kereta penolong warna kuning ini berjalan dari Depo KRL Bukit Duri menuju Depo KRL Depok dengan membawa satu gerbong mengangkut mesin dan peralatan lainnya untuk KRL. Layaknya jasa antar paket, NR ini mengirim peralatan pada siang hari.

Berpikir bahwa NR tersebut akan kembali lagi ke Depo KRL Bukit Duri, ada Railfans yang menunggu di beberapa lokasi spot untuk mengabadikan NR yang akan lewat. Menunggu hingga sore menjelang, NR ini tidak kunjung lewat untuk kembali. Merasa sudah terlalu lama akhirnya mereka pun meninggalkan lokasi, karena momen yang mereka tunggu tidak datang – datang.

Sudah Ada Titik Terang Untuk Dibuang
Keesokan harinya saat siang menjelang ada beberapa Railfans yang mencoba iseng untung melongok Depo KRL Depok, tentu saja dari atas jembatan penyebrangan. Iseng – iseng mengambil gambar, ternyata apa yang mereka dapatkan membuahkan hasil. KRD NR yang mereka kira akan kembali ke Depo KRL Bukit Duri, saat itu sedang lakukan gerakan langsir. Gerakan langsir ini tak sendirian, melainkan membawa rangkaian KRL tak lain dan tak bukan yaitu KRL yang akan dikonservasi (ke tempat pembuangan). Sontak Railfans pun tak mau ketinggalan momen luar biasa ini.

Gerakan langsir KRD NR membawa rangkaian KRL ‘rongsok’ ini dimaksudkan untuk menyusun rangkaian dengan KRL lainnya yang ikut dibawa untuk konservasi. Berpindah dari jalur satu ke jalur lainnya, itulah yang dilakukan KRD NR ini. Ternyata ada maksud kedatangan KRD NR ini mampir ke Depo KRL Depok. Karena selain membawa peralatan untuk KRL, NR ini juga melakukan langsiran KRL yang akan dikonservasi.

Baca juga: Tradisi Penumpang KRL Jika di Stasiun Manggarai

Banyak langsiran KRL yang diabadikan oleh Railfans beberqla diantaranya adalah seri 8500 dan seri 1000. Sudah ada titik terang KRL – KRL dilangsir, karena tak lama lagi akan diproses perjalanan menuju ‘persitirahatan terakhir’ menuju Stasiun Pasirbungur yang ada di wilayah Daop 3 Cirebon. Kira–kira kapan berangkat ke Stasiun Pasirbungur, tunggu artikel berikutnya, ya. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















AirAsia Group Bakal Ganti Nama Jadi Capital A, Begini Alasannya

AirAsia Group Bhd, holding maskapai AirAsia, akan berganti nama menjadi Capital A Bhd. Direksi dan komisaris saat ini sudah meminta persetujuan para pemegang saham dan akan disahkan dalam rapat umum luar biasa (RUPSLB) pada 27 Januari mendatang.

Baca juga: Sebelum ‘All-Airbus,’ Ternyata AirAsia Pernah Operasikan ‘All-Boeing,’ Termasuk Boeing 747 

Sejak AirAsia berdiri pada tahun 1993, perusahaan telah bertransformasi menjadi lebih dari sekedar maskapai penerbangan. Saat ini, group AirAsia melihat jalan cerah di depan dan optimis akan terus berkembang sebagai perusahaan atau penyedia jasa ride hailing dan super app dengan tetap memperkuat bisnis utama sebagai airline.

Hal itulah yang mendasari digantinya nama AirAsia Group Bhd menjadi Capital A Bhd. Semua demi masa depan perusahaan yang lebih cerah dengan semangat dan nama baru.

“Perubahan struktural ini akan membantu memfasilitasi proyeksi pertumbuhan yang kuat dalam portofolio bisnis kami,” kata AirAsia Group dalam sebuah surat ke bursa saham Malaysia dan para pemegang saham, seperti dilaporkan media lokal Free Malaysia Today.

“Kami percaya bahwa nama perusahaan baru akan semakin meningkatkan dan sejalan dengan tujuan kami untuk menghubungkan orang dan mengubah kehidupan” tambahnya.

“Ini juga akan mengatur nada untuk grup saat berkembang ke cakrawala baru dan menghilangkan kekhawatiran menjadi grup yang secara intrinsik merupakan maskapai penerbangan,” lanjutnya.

RUPSLB sendiri akan dilaksanakan secara virtual pada 27 Januari pukul 15.00, mengingat kasus aktif virus Corona kembali meningkat seiring munculnya varian Omicron.

Agenda utamanya adalah mendengarkan masukan dari para pemegang saham terkait rencana perubahan nama perusahaan dari AirAsia Group Bhd menjadi Capital A Bhd. Selain itu, para pemegang saham juga akan melakukan voting yang difasilitasi oleh Tricor Investor & Issuing House Services Sdn Bhd melalui situs web TIIH.

“Usulan tersebut, jika disetujui oleh pemegang saham, mulai berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Pemberitahuan Pendaftaran Nama Baru oleh CCM kepada perseroan,” jelasnya.

Meski berusia tak lebih tua dibanding maskapai penerbangan nasional Malaysia, Malaysia Airlines, AirAsia adalah maskapai terbesar di Malaysia dari segi jumlah armada dan tujuan. AirAsia Group diketahui mengoperasikan penerbangan domestik dan internasional terjadwal ke lebih dari 165 tujuan di 25 negara.

Baca juga: AirAsia Klaim Jadi Operator Airbus Pertama yang Gunakan TaxiBot, Benarkah?

Tak hanya di Malaysia, AirAsia Group juga mempunyai entitas bisnis di negara lain, seperti Thai AirAsia (berbasis di Bandara Internasional Don Mueang), Indonesia AirAsia (berbasis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta), Filipina AirAsia (berbasis di Bandara Internasional Ninoy Aquino), dan AirAsia India (berbasis di Bandara Internasional Kempegowda Bengaluru).

AirAsia Group juga memiliki maskapai penerbangan jarak jauh berbiaya rendah bernama AirAsia X yang terbang ke 29 tujuan global dengan armada 18 pesawat Airbus A330-300.

Setahun Beroperasi, Bandara Berlin Brandenburg Laporkan 50 Bird Strike Gegara Bangunan Kaca

Setahun beroperasi secara komrsial, Bandara Berlin Brandenburg melaporkan telah terjadi 50 kali bird strike di sekitar bandara. Namun, perlu dicatat, ini tidak melulu melibatkan pesawat, melainkan bird strike tunggal alias burung yang menabrakkan diri ke bangunan kaca gedung Terminal 1 bandara.

Baca juga: Cegah Bird Strike, Bandara Schiphol Belanda Kerahkan Puluhan Babi

Akan tetapi, jumlah 50 burung yang ditemukan mati di sekitar Terminal 1 bandara bisa saja lebih banyak, mengingat burung yang tertabrak bangunan jumlahnya lebih banyak. Namun, banyak dari mereka yang sanggup bangkit dan terbang kembali.

Fenomena bird strike ke bangunan kaca memang bukan hanya terjadi di Bandara Berlin Brandenburg. Laporan Bandara Berlin Brandenburg yang dikutip Simple Flying, sedikitnya 1.000 bird strike atau burung mati ditemukan di sekitar “Mainz Football Arena” Stuttgart dalam kurun waktu satu tahun.

Sementara itu, petugas Bavarian State Office for the Environment menemukan sekitar 200 burung di sekitar kantornya.

Menurut penelitian NGO Royal Society for the Protection of Birds yang berbasis di Inggris, Wales, dan Skotlandia, fenomena burung menabrak bangunan kaca di Jerman disebabkan karena pantulan pepohonan dan langit tanpa bisa disadari. Hal ini menyebabkan sang burung gegar otak dan mengalami luka dalam parah.

Bandara Berlin Brandenburg sendiri percaya beberapa faktor berkontribusi terhadap jumlah bird strike yang lebih rendah daripada rata-rata. Ini termasuk kurangnya area hijau di balik kaca, posisi terminal yang berlawanan dengan arah migrasi burung, dan lingkungan bandara.

Walau mencatat rata-rata bird strike lebih rendah dari bangunan kaca lain di Jerman, namun, tetap saja, 50 bird strike masih terlalu banyak untuk ukuran bandara. Mungkin saat ini tidak membahayakan penerbangan, tetapi, ke depan bukan tak mungkin bird strike melibatkan pesawat dan membahayakan penerbangan.

Sekalipun tidak fatal, tetap saja, biaya kerugian yang ditanggung maskapai akibat bird strike tidak bisa dianggap remeh.

Saat ini, otoritas bandara sedang melakukan langkah-langkah pencegahan dengan menempatkan foil di dinding kaca.

Pada tahun 1912, pesawatnya bertabrakan dengan burung camar di Long Beach, California yang menyebabkan masalah besar pada pesawatnya. Pesawat Rodgers jatuh dan ia pun tenggelam. Dalam catatan International Bird Strike Committee, sekitar US$1,2 miliar setiap tahun digelontorkan maskapai untuk memperbaiki pesawat akibat bird strike.

Tabrakan dengan kawanan burung atau bird strike pada umumnya memang kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas.

Begitu juga menjelang landing. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter. Di Amerika, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara.

Baca juga: Cara Jitu Cegah Bird Strike di Sekitar Bandara, Kerahkan Robot Pemotong Rumput

Selain itu, Administrasi Penerbangan Federal AS atau FAA juga memperkirakan bahwa penerbangan di AS mengalami kerusakan sekitar US$400 juta atau Rp5,4 triliun setiap tahun akibat serangan burung dan lebih dari 200 korban tewas sejak 1988.

Meskipun kuantitas tabrakan burung dengan pesawat masih sangat debatable (ada yang mengkategorikan masih tergolong tak terlalu sering terjadi dan sebaliknya), namun faktanya, antara 1990 hingga 2015 ada 160.894 insiden tabrakan dengan burung di AS. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 0,25 persen yang mengakibatkan kecelakaan.

Pelancong yang Naik Kapal Pesiar ke Arab Saudi Bisa Ajukan Visa Elektronik

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada hari Minggu (2/1/2022) melalui Twitter mengatakan, bahwa visa elektronik akan dikeluarkan bagi pelancong yang tiba di Arab Saudi melalui kapal pesiar. Kementerian juga mengatakan, bahwa aplikasi dapat diajukan melalui platform elektronik.

Baca juga: Dembell Motorhome, Desain ‘Kapal Pesiar’ dengan Sasis Mercedes Tiga Gandar

Untuk mengajukan visa elektronik ini, para pelancong memerlukan bukti pembelian tiket kapal pesiar. Kemudian aplikasi akan diproses sebelum visa tersebut dikeluarkan melalui platform kedutaan kementerian. Untuk diketahui, pariwisata memainkan peran penting dalam rencana visi 2030 Kerajaan untuk diversifikasi ekonomi.

KabarPenumpang.com melansir arabnews.com (4/1/2022), adanya hal tersebut mengakibatkan otoritas Saudi berencana untuk berinvestasi hingga $200 miliar dan menyambut 100 juta pengunjung pada tahun 2030. Visi tahun 2030 sendiri memiliki tujuan untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto hingga sepuluh persen.

Selain itu, strategi Kerjaan juga melibatkan lapangan kerja dan pembangunan fasilitas pariwisata tambahan salah satunya hotel. Bulan lalu, University of Prince Mugrin yang berbasis di Madinah menandatangani kesepakatan dengan Cruise Saudi, afiliasi dari Dana Investasi Publik, untuk melatih kader nasional di bidang pariwisata.

Berdasarkan kesepakatan itu, pemuda Saudi akan ditawari program profesional di berbagai spesialisasi pariwisata. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan tenaga kerja lokal di sektor industri pelayaran, pariwisata dan perhotelan. Cruise Saudi bertujuan untuk menciptakan 50 ribu pekerjaan langsung dan tidak langsung pada tahun 2035.

Demikian pula, Saudia, maskapai nasional Kerajaan, menandatangani perjanjian November lalu dengan MSC Cruises dan Cruise Saudi untuk menyediakan 20 ribu kursi pada penerbangannya dari Eropa dan Amerika Utara ke Jeddah. Personel militer dan pegawai negeri bekerja sepanjang waktu di Pusat Operasi Laut Merah Jeddah untuk menyediakan kapal pesiar wisata dengan izin masuk.

Baca juga: Mau ke Arab Saudi? Kini Tak Perlu Lagi Karantina, Asalkan….

Pusat multi agen membantu pemilik kapal pesiar asing dan agen lokal dalam bahasa Arab dan Inggris, memungkinkan mereka untuk memasuki perairan Saudi. Cmdr. Hasan Al-Asmari, manajer pusat mengatakan, itu datang sebagai bagian dari rencana Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk memperkuat pariwisata melalui kegiatan bahari.

Istana Osaka dan Universal Studio Jepang Akan Terhubung dengan Kapal Ferry Awal Musim Semi 2023

Moda transportasi laut maupun sungai saat ini mulai kembali merangkak naik setelah sebelumnya merosot karena pandami Covid-19. Ini terlihat dari mulai kembali beroperasinya kapal pesiar dan perusahaan kapal ferry yang juga membuka layanan terbaru mereka.

Baca juga: Gunakan Mesin Wartsila 31, Kapal Ferry di Jepang Sangat Efisien dan Ramah Lingkungan

Seperti di Jepang yang mana nantinya akan ada layanan kapal ferry untuk menghubungkan Istana Osaka dan Universal Studio Jepang. Kedua destinasi yang banyak dikunjungi pelancong tersebut berada di kota Osaka.

Meski begitu, layanan ferry ini tidak langsung beroperasi dan direncanakan mulai awal musim semi 2023. Sebagaimana diwartakan KabarPenumpang.com dari laman the-japan-news.com (3/1/2022), kehadiran layanan ferry pada dua destinasi populer di Osaka tersebut juga untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan menghubungkan tempat-tempat wisata populer kota dengan perahu.

Rencana layanan ferry, dipelopori oleh Hotel New Otani Osaka yang berharap ini akan digunakan pelancong yang berkunjung ke Jepang setelah krisis Covid-19 terkendali. Mereka juga berharap layanan ferry menjadi daya tarik baru seiring kota bersiap untuk sebuah pameran yang dijadwalkan tahun 2025 mendatang.

Untuk diketahui, sebelum pandemi virus corona, sekitar 12 juta orang mengunjungi kastil dan lebih dari 14 juta orang mengunjungi taman hiburan setiap tahun. Keduanya adalah tempat populer yang mewakili kota, tetapi untuk sampai ke USJ di dekat Pelabuhan Osaka dari kastil di bagian tengah kota, perlu menggunakan beberapa kereta atau bus.

Jarak lurus antara benteng dan USJ sekitar sembilan kilometer. Hotel, yang terletak di dekat kastil, mencatat bahwa pengunjung dapat dengan mudah mengakses dua tempat dengan layanan ferry melalui saluran seperti sungai Neya, Tosabori dan Dojima di kota.

Pemerintah Prefektur Osaka saat ini sedang membangun dermaga ferry di Osaka Castle Park, yang akan selesai pada musim semi 2023, dan rencananya akan menggunakan dermaga tersebut untuk menjadikannya operasi reguler. Hotel dan pemerintah prefektur telah mencapai kesepakatan tentang layanan ferry dan akan memilih operator.

Selain itu juga akan menyelesaikan rencana operasi dan rute terperinci. Ada kemungkinan bahwa hotel lain di kota, seperti Rihga Royal Hotel Osaka yang terletak di sepanjang sungai, akan berpartisipasi dalam rencana tersebut.

Baca juga: KMP Kaldera Toba Lengkapi Transportasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas

“Berada di kapal ferry, orang bisa bersantai dan menikmati pemandangan kota dalam perjalanan menuju USJ. Kami ingin menambah nilai pada layanan transportasi untuk menangkap permintaan orang kaya, yang kami targetkan sebagai pelanggan kami,” kata pejabat senior Hotel New Otani Osaka.

Ini Ternyata Kerjaan Admin Media Sosial Perusahaan Otobus

Media sosial saat ini berkembang begitu pesat dan membuat banyak hal menjadi lebih modern dibandingkan yang lalu. Seperti perusahaan otobus (PO) yang kini juga menggunakan media sosial untuk menarik pelanggan. Bahkan mereka juga membuat fanpage di Facebook untuk memudahkan para pecinta bus untuk saling berbagi cerita.

Baca juga: Dibekali Pelatihan Khusus, Inilah Rincian Tugas Pramugari Bus AKAP Premium

Jumlah orang yang mengikuti fanpage pun tak sedikit dan biasanya hingga ratusan ribu orang. Tujuannya jelas, untuk memberikan informasi bagi khalayak umum tentang perusahaan otobus tersebut. Mulai dari trayek, jam keberangkatan armada, harga tiket, sampai serba-serbi lainnya.

Ignatius Rendy, seorang yang pernah menjadi admin fanpage Facebook “EKA Cepat Fans Club”, mengatakan bahwa dirinya bisa menjadi salah satu admin karena sering naik bus tersebut (Bus Eka). Perlu diketahui, bus Eka merupakan salah satu PO yang berbasis di Jawa Timur dengan jalur trayek Surabaya, Solo, Jogja, Semarang, bahkan sampai Bandung.

“Awalnya saya memang sering naik bus Eka, dari situ mulai dekat dengan crew bus dan bahkan mandor bus tersebut. Karena kedekatan dengan crew dan mandor bus Eka, saya jadi paham jam keberangkatan, bahkan sampai driver-driver yang bertugas pada jam tersebut,” ujar Rendy.

Rendy mengaku bahwasanya banyak rekan-rekan semasa kuliahnya yang bahkan sampai menanyakan jadwal keberangkatan bus eka kepada dirinya. Memang, seorang admin medsos fanpage sebuah PO haruslah memiliki pengetahuan yang menyeluruh tentang PO tersebut. Hal ini dikarenakan jika ada anggota grup yakni penumpang yang bertanya, maka para admin sigap menjawab dengan jawaban yang tepat.

“Kalau untuk manfaatnya, sudah pasti menambah teman-teman baru. Selain itu yang terpenting saya tau update-update isu terkini karena biasanya info saya dapat langsung dari crew bus. Bahkan dengan saya sebagai admin facebook berbagi info seperti info jam keberangkatan kepada penumpang, dengan sendirinya saya semakin hapal jam-jam keberangkatan bus Eka,” ujar Rendy.

Tak jarang fanpage sebuah perusahaan otobus bahkan menjadi media penyambung antara penumpang dan manajemen perusahaan otobus. Semisal ada komplain atau ketidaksesuaian dalam pelayanan, justru fanpage perusahaan otobus-lah yang pertama dicari oleh seorang penumpang. Ya meskipun fanpage tersebut belum tentu resmi.

Baca juga: Inilah Deretan Fasilitas Nyaman di Bus AKAP, Siap Memanjakan Bus Mania

Hal ini dikarenakan, biasanya orang kantor sebuah perusahaan otobus juga menjadi anggota dalam fanpage perusahaan otobus tempatnya bekerja. Jadi bisa mengetahui keluhan penumpang dan hal-hal yang terjadi di lapangan. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)






















Singapore AirShow 2022 Tertutup Bagi Publik! Hanya Diikuti Undangan dan Delegasi Perusahaan

Sempat simpang siur, Singapore AirShow 2022 dipastikan bakal digelar pada 15 – 18 Februari di Bandara Changi, Singapura. Begitu laporan Straits Times dari sumber anonim yang mengaku dekat dengan pameran kedirgantaraan terbesar di Asia dan kedua terbesar di dunia setelah Le Bourget di Perancis, itu.

Baca juga: Di Farnborough AirShow Virtual, Boeing Ungkap Keterlibatan Etihad Boeing 787-10 Sebagai ecoDemonstrator

Kabar buruknya adalah, Singapore AirShow 2022 akan ditutup bagi publik. Alasannya tentu klasik, menghindari potensi penyebaran virus Corona di negara yang selama ini dikenal ketat dalam melakukan langkah-langkah pencegahan tersebut.

Meski panitia penyelenggara dan pemerintah Singapura tahu betul potensi ekonomi dalam perhelatan ini saat gelaran ditutup atau dibuka bagi publik, tetapi, mereka tidak mempunyai pilihan lain kecuali mengambil risiko terendah dari ancaman penularan virus Corona.

Praktis, Singapore AirShow 2022 hanya akan diikuti oleh para tamu undangan dan delegasi perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi. Ditargetkan, ada setidaknya 10 ribu pengunjung dalam pameran tahun ini, jauh dibanding pameran tahun 2020 lalu yang menyentuh 30 ribu pengunjung.

Karena ditutup bagi publik, Singapore AirShow 2022 juga kemungkinan besar tidak meniadakan pertunjukan udara yang biasanya digelar di akhir pekan dan melibatkan tim aerobatik Angkatan Udara (AU) kenamaan dunia, seperti tim aerobatik Angkatan Udara (AU) Korea Selatan, Black Eagles dan tim aerobatik TNI AU, Jupiter Aerobatic Team (JAT).

Kendati ditutup bagi publik, panitia penyelenggara berikrar untuk tetap ketat dalam menerapkan protokol kesehatan, salah satunya wajib vaksinasi dua dosis bagi para tamu undangan dan delagasi perusahaan.

Sayangnya, informasi kegiatan penting lainnya seperti Singapore Airshow Aviation Leadership Summit (SAALS), program Airshow yang melibatkan 300 pejabat pemerintah, otoritas penerbangan sipil, operator bandara dan eksekutif maskapai dari seluruh dunia, belum dapat dikonfirmasi bakal digelar atau tidak. Pada pameran tahun 2020 lalu, event tersebut batal digelar. Namun, AirShow terbuka bagi publik.

Apakah tahun ini sebaliknya, dimana Singapore AirShow 2022 tertutup bagi publik namun terbuka seluas-luasnya bagi para tamu undangan dan delegasi perusahaan dirgantara dunia, atau akan sama seperti tahun sebelumnya, semua itu belum dapat dipastikan panitia penyelenggara.

Singapore AirShow memang menjadi gelaran yang paling dinanti-nanti bagi produsen dirgantara di seluruh dunia. Jangan tanya nilai transaksi yang berhasil dicapai sepanjang gelaran ini dihelat, sudah pasti sangat tinggi nilainya.

Baca juga: Di Singapore AirShow 2020, Airbus Pamerkan MAVERIC, Desain Pesawat yang Mampu Hemat 20 Persen Bahan Bakar

Indonesia, melalui PT Dirgantara Indonesia (DI), pernah merasakan pundi-pundi rupiah yang datang dari gelaran ini.

Empat tahun yang lalu, PT DI turut serta dalam pameran Internasional Singapore Airshow 2018 yang dibuka di Changi Exhibition Centre, Singapura. Ketika itu, PT DI berhasil meneken kerangka kerja sama pemesanan 79 pesawat N219 Nurtanio dengan sejumlah perusahaan ataupun instansi.

Lama Tak Terbang, Pilot Qantas Lepas Landas dengan Posisi Rem Parkir Pesawat On

Maskapai Qantas menemukan banyak pilotnya yang sudah lama tak terbang gegara pandemi Covid-19 melakukan berbagai kesalahan saat mengoperasikan pesawat. Salah satunya ialah pilot dilaporkan lepas landas dengan rem parkir pesawat atau park brake di posisi on. Selain tenaga saat meluncur di runway jadi tidak maksimal, tentu saja itu berbahaya.

Baca juga: Nasib Pilot Gegara Corona, Tetap Harus ‘Terbang’ Tanpa Dibayar

Selain itu, dalam sebuah memo internal Qantas yang bocor ke media Sydney Morning Herald dan The Age, pilot juga diketahui salah mengidentifikasi altitude sebagai airspeed.

Termasuk di dalamnya, memo itu juga menyebut bahwa hal berbahaya lainnya juga terjadi seperti sakelar pada panel kokpit berada di posisi yang salah dan exterior inspection events.

Menaggapi hal tersebut, heads of Qantas fleet operations, Alex Scamps, mengatakan, pandemi virus Corona telah “menciptakan situasi di mana pilot ahli kehilangan sentuhan dan mengalami penurunan kapasitas kognitif”.

“Dikombinasikan dengan pengurangan penerbangan melintasi jaringan, kami mengenali efek aliran untuk fokus awak pesawat dan keakraban dengan operasi,” tambahnya.

“Rutinitas yang dulunya diselesaikan dengan sedikit usaha sekarang menghabiskan lebih banyak waktu dan mengalihkan perhatian dari menerbangkan pesawat,” lanjutnya.

Juni lalu, pilot Boeing 787 Dreamliner Qantas melakukan hal ceroboh yang sebetulnya sangat mudah dihindari. Usai lepas landas, pilot melaporkan bahwa landing gear tidak dapat masuk ke dalam bodan pesawat dan memaksa penerbangan turn around. Setelah dicek, ternyata pin removed before departure belum dicabut.

Tak lama kemudian, ada lagi insiden dimana pilot kehilangan kesadaran situasional saat melakuka approach landing. Meski tak berakibat fatal, namun, kesalahan kecil seperti ini wajib dihindari.

Sebetulnya, tak hanya Qantas, saat ini pilot-pilot di seluruh maskapai dunia juga mengalami hal yang sama, kehilangan kemampuan terbaik dalam menerbangkan pesawat, baik dari sisi teknis maupun non teknis, seperti kemampuan membaca situasi, memecahkan masalah, dan insting tajam dalam mengambil keputusan.

Baca juga: Curhat Pilot Senior Akibat Pandemi, Jam Terbang Rendah, Serba Lupa, dan Seperti Pertama Kali Terbang

Dalam kondisi tersebut, tak ada cara lain kecuali mengupgrade skill. “Pilot harus sering latihan dan meng-upgrade skill untuk dapat terus terbang,” kata Brian Strutton, salah seorang anggota British Airline Pilots Association (BALPA) yang menaungi seluruh pilot di Inggris.

Pilot juga harus tes ulang lisensi kecakapan berkomunikasi, kemampuan evakuasi saat terjadi kebakaran, kemampuan bekerja secara tim antara pilot dan kopilot, dan berbagai kemampuan lainnya, termasuk kemampuan untuk terbang baik di siang hari dan malam hari, pilot pesawat komersial juga perlu melakukan tiga kali take-off dan pendaratan di malam hari dalam 90 hari terakhir yang juga harus terus di-upgrade.

Bagaimana Bandara Diuji Coba Sebelum Melayani Pesawat? Ini Jawabannya

Sebelum beroperasi, pesawat melalui serangkaian tes panjang, melelahkan, dan mahal. Outputnya tentu tingkat keselamatan dan keamanan tinggi. Begitu juga dengan bandara, sebelum melayani penumpang, kargo, dan pesawat, bandara terlebih dahulu diuji coba. Tetapi, dengan luas dan sistem se-kompleks itu, bagaimana bandara diuji coba?

Baca juga: Begini Proses Sertifikasi Pesawat Baru, Panjang dan Mahal

Umumnya, sistem dan infrastruktur bandara melewati berbagai uji coba sebelum dibuka untuk maskapai dan publik. Namun, tetap saja, ketika dibuka, hampir tak ada bandara atau terminal bandara yang mulai melayani penumpang beroperasi tanpa ada sedikit pun masalah.

Sebab, sulit untuk memprediksi semua yang berpotensi salah dalam sistem yang begitu kompleks seperti bandara.

Namun, beberapa masalah, seperti masalah besar yang berujung pada ‘bencana’ bagi maskapai dan penumpang saat pembukaan Terminal 5 Bandara London Heathrow pada tahun 2008 dimana maskapai British Airways membatalkan hampir 40 penerbangan, dapat dikurangi melalui simulasi dan pelatihan.

Kendati, sekali lagi, sulit untuk memprediksi semua yang berpotensi salah dalam sistem yang begitu kompleks dan menghindari masalah, tetap saja, ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan operator bandara agar terhindar dari masalah dan memastikan segalanya lancar saat terminal atau bandara mulai dioperasikan.

Saat ini, ada banyak perusahaan teknologi global yang membantu mensimulasikan pergerakan penumpang dan barang melalui software yang dirancang khusus. Namun, beberapa bandara sampai melakukan lebih, semata demi menghindari kesalahan saat bandara mulai melayani penumpang. Salah satunya Bandara Berlin Brandenburg Willy Brandt.

Dilansir Simple Flying, bandara yang baru dibuka pada Oktober tahun 2021 lalu tersebut diketahui mengerahkan 9.000 relawan untuk berkeliaran di bandara bak penumpang sungguhan. Relawan-relawan tersebut dikerahkan sebagai subjek uji coba selama total 28 hari.

Umumnya, masing-masing dari relawan diberikan tugas tertentu agar tercapainya tujuan pengujian bandara, seperti bertindak sebagai penumpang reguler, check-in, security, boarding, cancel flight, dan sebagainya. Mereka diminta untuk memberikan feedback dan menemukan berbagai kekurangan pada bandara tersebut.

Layanan terpenting dari yang penting seperti ATC juga tak luput dari objek uji coba. Di sini, melalui software khusus, ATC diuji coba, disimulasi, pelatihan, dan pemeriksaan untuk waktu yang cukup lama sampai menjelang bandara beroperasi secara resmi.

Bandara Berlin Brandenburg Willy Brandt diketahui juga menggunakan perangkat pelatihan yang disebut Smart Trainer. Perangkat ini meniru badan pesawat untuk melatih operator ramp, pemadam kebakaran, dan maintenance engineer seolah-olah di kondisi nyata.

Baca juga: Arab Saudi Pamer Desain Bandara Baru Mirip Fatamorgana di Tengah Padang Pasir

Begitu juga dengan runway bandara, itu tak luput dari objek yang harus diuji coba. Biasanya, cara menguji coba runway dengan melakukan uji coba menggunakan pesawat sungguhan tanpa penumpang. Tentu saja bobot pesawat, termasuk jenis dan tipenya, sudah disesuaikan dengan kemampuan runway yang didesain para insinyur.

Di Amerika Serikat (AS), uji coba runway dan taxiway tidak hanya dilakukan dengan pesawat sungguhan, tetapi juga dengan kendaraan uji khusus setara bobot dua pesawat terbesar di dunia, Antonov An-225 Mriya. Ini ditujukan untuk menguji perkerasan atau tingkat ketahanan runway dan taxiway dalam menahan berat ekstrem.

Akhirnya, Kapal Ferry Bertenaga Hidrogen Pertama di Dunia Mulai Beroperasi di Teluk San Francisco

Lebih dari satu abad, penduduk telah melakukan perjalanan di sekitar Teluk San Francisco, California di Amerika Serikat dengan kapal ferry. Di mana sebagian besar kapal ferry tersebut menggunakan tenaga diese. Namun saat ini, banyak negara yang mulai mengurangi emisi karbon mereka dan mengganti bahan bakar diesel dengan energi terbarukan.

Baca juga: “Sea Change” – Kapal Ferry Bertenaga Hidrogen Pertama yang Meluncur di Amerika Serikat

Salah satunya All American Marine yang akhirnya meluncurkan dan mengoperasikan kapal ferry penumpang pertama mereka “Sea Change” dengan menggunakan tenaga hidrogen. Kapal tersebut diluncurkan di Teluk San Francisco dan tidak ada emisi satupun yang dihasilkan alias nol emisi karbon.

Sebab, Ron Willie, presiden perusahaan All American Marine mengatakan, saat Anda benar-benar menggunakan hidrogen untuk menghasilkan listrik, maka satu-satunya produk sampingan adalah air panas. Sehingga tidak akan ada emisi yang dihasilkan alias nol emisi yang dihasilkan oleh kapal ferry bertenaga hidrogen tersebut.

Dia menambahkan, pelayaran berbasis kelautan, sebagian besar adalah pelayaran internasional. Ini merupakan salah satu rahasia perubahan iklim yang kotor dan tidak sedikit. Hal tersebut menyebabkan sekitar tiga persen dari semua emisi gas karbon dioksida global yang lebih dari emisi CO2 yang dihasilkan oleh industri penerbangan.

KabarPenumpang.com melansir dari laman cbsnews.com (28/12/2021), untuk diketahui, kapal ferry bertenaga hidrogen yang lebih besar sekarang sedang dibangun di Eropa dan teknologi tersebut akhirnya dapat diterapkan pada kapal kontainer. Meski begitu, ada sisi negatifnya yakni jika hidrogen bocor selama produksi dan keluar dari tangki, itu akan berkontribusi pada pemanasan global.

“Ada banyak harapan dan janji di sekitarnya, tetapi agar benar-benar bergerak maju agar iklim terlindungi dan kita perlu memahami apa sebenarnya potensi kebocoran itu,” kata Amanda Leland, direktur eksekutif Dana Pertahanan Lingkungan.

Baca juga: Australia Bangun Kapal Ferry Berbahan Bakar Hidrogen Untuk Kurangi Emisi

Untuk diketahui, All American Marine bangga bahwa masa depan yang lebih bersih sedang di bangun di Amerika.

“Benar-benar berpikir itu akan menjadi pengubah permainan saat segala sesuatunya bergerak maju,” kata Willie.