Lima Penerbangan Terpanjang di Dunia Tahun 2021, Semuanya Libatkan Asia-AS

Lanskap penerbangan telah banyak berubah sejak pandemi Covid- 19, termasuk banyak rute jarak jauh yang ditangguhkan. Namun seiring waktu, penerbangan mulai pulih dan beberapa darinya mencatatkan diri sebagai penerbangan terpanjang di dunia, setidaknya sepanjang tahun 2021.

Baca juga: Penerbangan Terpanjang di Dunia Singapore Airlines Beroperasi Lagi, Malah Bakal Lebih Panjang

Menariknya, lima daftar teratas penerbangan terpanjang di dunia semuanya melibatkan rute-rute dari Asia dan Amerika Serikat (AS). Lantas, rute mana saja? Dikutip dari Sam Chui, berikut daftar lima penerbangan terpanjang di dunia tahun 2021 atau bukan tak mungkin juga dibilang sebagai rute terpanjang di dunia selama pandemi Covid- 19.

1. New York JFK-Singapura, Singapore Airlines SQ23

Singapore Airlines memang tak pernah lepas dari pemberitaan. Terlebih soal penerbangan terpanjang di dunia. Di tahun 2021 ini, penerbangan 15.346 km dari Singapura ke Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK), New York, AS menempati posisi pertama daftar penerbangan terpanjang di dunia.

Penerbangan dengan waktu tempuh 18 jam 50 menit yang dimulai pada 9 November 2020 itu dilayani Singapore Airlines menggunakan pesawat Airbus A350-900ULR (Ultra Long Range).

2. Los Angeles-Singapura, Singapore Airlines SQ37

Penerbangan perdana di rute ini terjadi pada 2 November 2018. Pesawat yang digunakan pun sama dengan penerbangan Singapore Airlines SQ23 New York JFK-Singapura, yaitu A350-900ULR. Kadang kala, SIA juga menggunakan A350-900.

Pada rute ini, waktu tempuhnya berjarak sejam dengan rute penerbangan terpanjang di dunia, sebagaimana disebutkan di atas, yaitu total 17 jam 50 menit sejauh 14.144 km.

3. San Francisco-Bengaluru, Air India AI176

Di urutan ketiga daftar penerbangan terpanjang di dunia memang tidak melibatkan Singapura. Tetapi, melibatkan negara Asia lainnya, India. Rute San Francisco-Bengaluru Air India AI176 pertama kali beroperasi pada 9 Januari 2021.

Rute dengan jarak dan waktu tempuh 14.004 km dan 17 jam 45 menit ini dilayani menggunakan pesawat Boeing 777-200LR (Long Range).

Baca juga: Emirates Luncurkan Penerbangan Terpanjang di Dunia Pasca Lockdown

4. New York JFK-Manila, Philippine Airlines PR127

Masih dari Asia, rute New York JFK-Manila Philippine Airlines PR127 masuk dalam daftar penerbangan terpanjang di dunia tahun 2021. Penerbangan yang pertama kali dihelat pada 29 Oktober 2018 menempuh jarak 13.712 km selama 16 jam 40 menit menggunakan pesawat Airbus A350-900.

5. San Francisco-Singapura, Singapore Airlines SQ33

Bertengger di urutan kelima daftar penerbangan terpanjang di dunia tahun 2021, San Francisco-Singapura Singapore Airlines SQ33 ditempuh selama 17 jam 35 menit. Penerbangan yang pertama kali beroperasi pada 23 Oktober 2016 ini menggunakan Airbus A350-900ULR, menempuh jarak sejauh 13.593 km.

Emirates-Qantas Jalin Kemitraan, Dua A380 Terbang Formasi Rendah di Atas Sydney Harbour

Delapan tahun sudah Qantas dan Emirates menjalin kemitraan. Di sela-sela pertemuan tahunan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) baru-baru ini, keduanya juga melanjutkan kemitraan tersebut sampai lima tahun ke depan atau 2028 mendatang. Namun, kesepakatan itu tak dibarengi dengan aksi spesial dua Airbus A380 maskapai di atas Sydney Harbour seperti pada tahun 2013 silam.

Baca juga: Setelah Qantas, Emirates Berpotensi Batalkan Pesanan Airbus A380

Ketika itu, dua maskapai komersial terbesar Qantas dan Emirates menggelar aksi yang bisa dibilang sekali seumur hidup. Setidaknya untuk warga Australia yang menyaksikannya. Saat itu, pesawat terbang rendah berdampingan dan membentuk formasi di atas Sydney Harbour.

Dilansir Simple Flying, kedua pesawat itu lepas landas dari Bandara Sydney, melaju ke Longreef di Pantai Utara Sydney sebelum melanjutkan ke Watson’s Bay, dan terbang ke Sydney Harbour. Selama penerbangan keduanya membentuk formasi dimana A380 Qantas terbang di ketinggian 1.500 kaki dan A380 Emirates sedikit lebih tinggi serta saling berdekatan.

Setelahnya, pesawat terbang ke Gladesville Bridge, putar balik kembali ke Sydney Harbour, dan kembali ke bandara.

Walau terlihat mudah, tetapi, penerbangan formasi rendah keduanya butuh persiapan khusus berhari-hari dan mendapat persetujuan bukan hanya dari otoritas penerbangan Australia tetapi juga Uni Emirat Arab. Semua dilakukan semata untuk mempertontonkan aksi menakjubkan kepada publik.

“Ada sejumlah besar perencanaan yang diperlukan untuk memungkinkan hal ini, termasuk meminta persetujuan dari regulator keselamatan di Australia dan Uni Emirat Arab,” kata juru bicara Qantas.

“Pilot dari kedua maskapai telah melakukan puluhan sesi pelatihan simulator khusus sejak Januari tahun ini. Pilot Emirates datang ke Australia awal bulan ini untuk melakukan sesi bersama di simulator A380 Qantas di Sydney dan melakukan beberapa latihan lagi selama beberapa hari terakhir,” lanjutnya.

Sayangnya, langit tak mendukung. Alih-alih mendapat view langit biru cerah, aksi dua pesawat itu diselimuti awan mendung. Beruntung, itu tak menyurut semangat masyarak untuk hadir langsung di lokasi-lokasi yang diterbangkan A380 Qantas dan Emirates.

Terbang rendah di atas Sydney Harbour sepertinya sudah menjadi kebiasaan tersendiri di Australia. Pada tahun 2015 lalu, A380 Qantas melakukan hal demikian. Setahun yang lalu, maskapai nasional Australia itu kembali melakukannya pada penerbangan Boeing 747-400 yang terakhir sebelum dikirim ke Gurun Mojave.

Baca juga: (Video) Pesawat C-17 Globemaster AU Australia Terbang Meliuk-liuk Nyaris Tabrak Gedung

Awal tahun ini, pesawat Boeing 737-800 Regional Express (Rex) juga terbang rendah di atas Sydney Harbour dan pusat kota sebagai ajang promosi atas hadirnya jet baru maskapai.

Kemitraan Qantas dan Emirates membawa banyak keuntungan bagi keduanya. Untuk para pelanggan Emirates, kesepakatan ini akan memberikan akses ke lebih dari 55 penerbangan tujuan Australia, dan para pelanggan Qantas akan dapat terbang dengan Emirates ke Dubai dan mengakses lebih dari 50 kota di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Utara.

Spanyol Luncurkan Kereta Cepat London-Paris dan Spanyol-Inggris

Spanyol berencana meluncurkan kereta cepat internasional antara dari London, Inggris, ke Paris, Perancis. Rute ini sebelumnya sudah eksis dilayani oleh kereta cepat Eurostar, yang menghubungkan London, Inggris dengan Paris serta Marseille, Perancis, Brussel, Belgia, dan Amsterdam serta Rotterdam, Belanda.

Baca juga: Hari ini 40 Tahun Lalu, Kereta Cepat TGV Kebanggaan Perancis Meluncur Perdana

Melalui perusahaan kereta api nasional, Renfe, Spanyol bertekad menggunakan 100 persen teknologi dalam negeri dan akan memulai debutnya dengan tujuh kereta dalam satu rangkaian. Sayangnya tak ada keterangan lanjutan berapa kecepatan dan waktu tempuh kereta cepat Renfe ini, apakah melampaui kereta cepat Eurostar atau tidak.

Pada fase kedua, layanan dapat diperluas ke tujuan favorit lainnya di Perancis dan internasional, sebagaimana Eurostar. Tak menutup kemungkinan, Renfe akan membuka layanan kereta cepat Spanyol-Inggris di masa mendatang.

Laporan Euronews, rencana KAI-nya Spanyol itu disambut baik oleh Eurotunnel. Anak perusahaan dari grup Getlink, perusahaan publik asal Eropa yang mengelola dan mengoperasikan Terowongan Channel atau Channel Tunnel antara Inggris dan Perancis, berjanji akan membantu merealisasikan rencana itu.

Meski begitu, layanan kereta cepat Spanyol – Inggris oleh Renfe masih jauh panggang dari api. Perusahaan akan fokus pada layanan kereta api cepat London ke Paris terlebih dahulu.

Pada masa pra pandemi, misalnya pada tahun 2019, Eurostar mengangkut sekitar tujuh juta penumpang dari dan ke London – Paris sepanjang tahun. Kereta Eurostar dipilih karena bisa mengantarkan penumpang sampai ke pusat kota Paris dalam tiga jam 16 menit, dengan kecepatan 300 km per jam.

Waktu tempuh itu jauh lebih cepat dibanding naik pesawat dengan durasi penerbangan, dari mulai datang dua jam sebelum penerbangan, penerbangan itu sendiri, sampai mendarat dan menuju terminal kedatangan, butuh 5 jam 40 menit. Ditambah lagi, penumpang butuh biaya taksi atau bus, karena Bandara Paris-Charles de Gaulle cukup jauh dari pusat kota.

Sedangkan bila naik kereta cepat Eurostar, penumpang tak perlu repot-repot demikian mengingat stasiun di Paris berada di pusat kota. Berbagai hal menarik inilah yang juga ingin dimaksimalkan oleh Renfe, meski diakui atau tidak itu tak akan mudah mengingat Eurostar sudah melayani rute London ke Paris sejak tahun 1994. Pastinya sudah banyak royal customer Eurostar, bukan?

Baca juga: Eurostar Hadirkan Sistem Pemindaian Wajah, Penumpang Lintas Negara Tak Perlu Perlihatkan Tiket dan Paspor

Keputusan Renfe untuk masuk ke pasar layanan kereta cepat London ke Paris datang menyusul ekspansi bisnis oleh perusahaan kereta api nasional Perancis, SNCF. KAI-nya Perancis itu belum lama ini meresmikan jalur Ouigo antara Madrid dan Barcelona pada musim semi lalu.

SNCF bersama konsorsium Perancis total menginvestasikan sekitar 600 juta euro demi mengambil ceruk pasar perkeretaapian antara kedua kota itu.

 

Lebih Cepat dari Jadwal, Sydney Trains Berhasil Mencapai Nol Emisi

Jaringan kereta api di negara bagian New South Wales (NSW), Australia, kini berubah menjadi seratus persen bersih tanpa emisi empat tahun sebelum tanggal target melalui kesepakatan energi terbarukan. Perkembangan ini mengartikan bahwa jaringan itu menjadi pertama di Australia yang melakukan transisi seperti ini.

Baca juga: Pulau Shakalin di Rusia Akan Dilayani Kereta Hidrogen

KabarPenumpang.com melansir laman railway-technology.com (21/10/2021), sebelum menjadi nol emisi, diketahui bahwa pemerintah NSW menandatangani perjanjian empat tahun dengan Red Energy milik Snowy Hydro untuk pasokan listrik agar memberi daya pada jaringan di proyek tersebut. Perjanjian ini akan membuat Red Energy membeli sertifikat energi terbarukan atas nama Sydney Trains.

Sydney Trains dan NSW TrainLink saat ini dikatakan menyumbang hampir 1,3 persen dari konsumsi listrik negara bagian. Menteri Transportasi dan Jalan NSW Rob Stokes mengatakan, operator kereta api mereka telah mencapai target nol emisi 2025 dengan menjadi jaringan kereta api pertama di Australia yang beralih ke energi yang sepenuhnya hijau.

“Transportasi adalah salah satu konsumen energi terbesar, dan kami berinvestasi dalam energi terbarukan untuk masa depan yang lebih hijau bagi pelanggan dan negara kami,“ ujar Stokes.

Dia mengatakan, lebih dari 3.200 layanan kereta terjadwal setiap hari kerja. Di mana jaringan kereta komuter bukan hanya sumber kehidupan vital NSW, tetapi memimpin transisi Australia ke jaringan transportasi umum tanpa karbon.

“Melalui perjanjian ini, Sydney Trains telah mempercepat tujuan awal kami untuk mencapai nol emisi bersih pada tahun 2025 menjadi kenyataan yang segera dan lebih hijau, menempatkan kereta api di garis depan tindakan Pemerintah NSW dalam pengurangan emisi,“ ujar CEO Sydney Trains Matt Longland.

Longland mengatakan, kontrak pasokan listrik mereka sebesar seratus persen terbarukan mulai saat ini hingga akhir tahun keuangan. Dia menyebutkan, bahwa pihaknya bersiap ke pasar untuk menguji solusi guna mempertahankan komitmen terhadap energi terbarukan di masa depan.

Sydney Trains bertujuan untuk meminimalkan konsumsi energinya setidaknya sepuluh persen pada tahun 2025. Ini akan dicapai melalui peningkatan pencahayaan, optimalisasi operasi kereta api, serta pembangkit energi surya di 27 lokasi di seluruh jaringan.

Baca juga: Desiro ML Cityjet Eco, Kereta Bertenaga Baterai Elektro-Hybrid dari Siemens Mobility

Bulan lalu, Transport for New South Wales memberikan perpanjangan kontrak kepada usaha patungan RailConnect NSW untuk 56 mobil penumpang dek ganda tambahan untuk armada Mariyung. Konsorsium RailConnect NSW adalah perusahaan patungan yang terdiri dari Hyundai Rotem Company, Mitsubishi Electric Australia, dan perusahaan CIMIC Group UGL. Setelah dikirimkan, Armada Antar Kota Baru akan bertambah menjadi 610 gerbong.






















Gokil, Boeing 747 Bekas Eva Air Dijual Rp500 Ribuan!

Pada umumnya, pesawat memang dijual dengan harga yang tak murah dan pembelinya sudah pasti harus merogoh kocek miliaran hingga triliunan rupiah. Namun, apa jadinya kalau sebuah pesawat, terlebih pesawat widebody quadjet tersukses di dunia, Boeing 747, dijual dengan harga mulai dari Rp500 ribuan atau €29.95?

Baca juga: Percaya atau Tidak? Airbus A380 Dijual Rp415 Ribu!

Bisnis pesawat purna tugas lama-kelamaan semakin diminati. Sebab, 6.000 pesawat dalam 20 tahun mendatang akan mencapai akhir jam terbangnya. Lantas pesawat tua dibuang ke mana? Sebagian mungkin bakal dibuang ke kuburan pesawat di Gurun Mojave, sebagian lagi didaur ulang dan dibuat jadi barang berharga.

Melihat hal itu, riset di Eropa coba mencari teknik pembuangan yang paling ekonomis dan ramah lingkungan. Hal itu dikarenakan pesawat dibuat dari 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium. Jadi, terlalu sayang untuk dibuang begitu saja, selain untuk menyelamatkan lingkungan.

Valliere Aviation, salah satu raksasa daur ulang pesawat tua di Eropa, mengerti betul betapa menggiurkannya pesawat tua. Biasanya pesawat tua dihancurkan, dibersihkan dari komponen radioaktif sesuai panduan hijau Eropa, diklasifikasikan, dan diteliti bagian mana saja yang masih bisa dipertahankan, seperti suku cadang berharga, roda pendaratan, mesin, dan peralatan avionik.

Semua itu untuk dijual kembali di pasar suku cadang internasional. Namun, itu bukan bisnis satu-satunya.

Di Eropa, tepatnya di Jerman, pesawat purna tugas dibongkar dan dijadikan souvenir atau gantungan kunci oleh Aviationtag. Salah satu produk souvenir atau gantungan kunci perusahaan tersebut datang dari pesawat legendaris Boeing 747 B-16411 bekas Eva Air.

Melalui situs aviationtag.com, perusahaan yang berbasis di Cologne, Jerman, itu selain hendak menyelamatkan lingkungan dengan menghindari penumpukan pesawat-pesawat bekas yang jumlahnya jutaan di dunia, mereka juga melihat minat tinggi para pecinta penerbangan untuk mengabadikan pesawat favoritnya sekalipun dalam bentuk yang lebih kecil; tak terkecuali Queen of the Skies B-16411 Eva Air.

Gantungan kunci dari Boeing 747 Eva Air itu sendiri dijual dengan harga cukup terjangkau, sebesar Rp500 ribuan (kurs 16.410). Cukup mahal memang bila dibanding dengan pesawat superjumbo dari Airbus, A380, yang dijual seharga Rp415.000 atau €27.95. Namun, harga segitu sebetulnya masih masuk akal bila dilihat dari rekam jejak dan nama besar pesawat.

Menurut data ch-aviation.com, Eva Air memesan pesawat dengan nomor seri 29111 ini pada Desember 1996. Penerbangan pertamanya dilakukan pada 7 April 1998 dan dikirimkan 20 hari kemudian.

Baca juga: Koper Bekas Badan Pesawat Boeing 747 Dijual Rp38 Juta! Berminat? Cuma Ada 150 di Dunia

Setelah nyaris 20 tahun, pesawat tersebut menjalani penerbangan terakhir pada Agustus 2017 dari Hong Kong ke Taipei.

Pesawat kemudian diterbangkan ke San Bernardino, tak jauh dari Los Angeles, California, AS. Pesawat kemudian dibongkar bagian per bagiannya mulai Juni 2020. Kini, bagian-bagian dari pesawat ikonik Boeing 747 Eva Air itu bisa dimiliki avgeeks di seluruh dunia dengan mendapatkannya di Aviationtag.

Taman Martha Tiahahu di Blok M Jadi “Taman Literasi”

Taman Martha Tiahahu yang terletak disekitar komplek atau pusat perbelanjaan dan terminal bus Blok M, merupakan salah satu taman terluas di Jakarta Selatan, dengan luas 20.960 m2. Dengan hamparan rumput hijau, air mancur, tugu, kolam besar, air mancur, kandang ayam jago, burung dara dan rumah kompos, menjadikan taman ini lumayan khas menjadi pemandangan yang apik di sekitar kepadatan area Blok M.

Baca juga: PT KCI Gandeng PPD Hadirkan Bus Integrasi dari Stasiun Sudirman ke Gambir dan Blok M

Dan Taman Martha Tiahahu kini menjadi sebuah ‘taman literasi,’  hal ini dikatakan Direktur utama PT Integrasi Transit Jakarta Aidin Barlen bahwa revitalisasinya akan berkolaborasi dengan komunitas. Dia menyebutkan kondisi taman ini setelah direvitalisasi akan mendapat nilai tambah.

“Luas sembilan ribu meter akan diubah menjadi ruang publik dan ruang hijau yang nantinya aktif mewadahi masyarakat dan mendukung bertransit. Kita sudah ada konsep dan fasilitas yang disediakan seperti ruang diskusi, ruang belajar, galeri dan lainnya. Ini akan mulai beroperasi kembali tahun 2022 mendatang,” ujar Aidin dalam groundbreaking.

Dia menambahkan, pembangunan revitalisasi taman tersebut akan memakan waktu konstruksi selama delapan bulan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kota Jakarta adalah tempat literasi literatur berkembang.

“Pembangunan ini tidak ada yang kebetulan. Maha mengatur sudah mengaturnya sehingga ini menjadi rangkaian cerita. Kita memilih tempat ini karena ketersambungannya dengan MRT Jakarta, TransJakarta dan pusat kegiatan anak muda. Selain itu, dipilihnya tempat ini, harapannya menjadi satu taman yang menumbuhkan minat baca,” uja Anies.

Dia menyebutkan, Taman Martha Tiahahu ini akan menjadi taman yang menumbuhkan minat tukar pikiran, gagasan untuk memajukan peradaban bangsa ini. Selain itu, tanggung jawabnya tidak kecil tetapi besar. Karena Indonesia memiliki bahasa yang amat kaya.

“Kita harus perkaya, semoga dengan adanya taman literasi ini, kekayaan bahasa Indonesia akan tumbuh lagi. Tapi tak kalah penting, kita libatkan penggiat literasi,” ungkap Anies.

Baca juga: TransJakarta Mulai Uji Coba Komersial Bus Listrik Rute Balai Kota-Blok M

Dia menambahkan, tempat ini juga diharapkan menjadi simpul yang memiliki tujuan sosiologis, transformatif serta tidak dipandang dari angka banyaknya orang yang datang atau uang yang dikeluarkan. Tetapi menjadi platrofm transformasi kota Jakarta dan menjadi tempat kumpul generasi baru.






















Hong Kong Punya Bus Wisata Unik untuk Penumpang ‘Insomnia’

Tidur menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia untuk bisa merelaksasikan tubuh setelah lelah beraktivitas seharian. Namun, banyak juga orang yang tidak bisa langsung tidur dikarenakan berbagai hal dan ini membuat tubuh menjadi lelah dan mudah diserang berbagai penyakit.

Baca juga: Mirip Sleeper Bus, Begini Desain Tempat Tidur Double Decker ‘Hotel Udara’ di Pesawat

Dari kasus di atas, Hong Kong menghadirkan tur bus unik, yaitu memungkinkan penduduk yang haus perjalanan dan kurang tidur menjadikannya sebuah alternatif dan menganggap ini sebagai tempat untuk tidur meski hanya sebentar. Perjalanan dengan bus tingkat reguler tersebut menempuh jarak 76 km (47 mil) dan ditempu selama waktu lima jam.

KabarPenumpang.com melansir afar.com (26/10/2021), perjalanan di sekitar wilayah Hong Kong dimaksudkan untuk menarik orang-orang yang mudah terbuai oleh perjalanan panjang. Ini terinspirasi oleh kecenderungan para komuter yang lelah untuk tertidur di angkutan umum.

“Ketika kami sedang melakukan brainstorming tur baru, saya melihat postingan media sosial dari teman saya yang mengatakan bahwa dia stres dengan pekerjaannya, dia tidak bisa tidur di malam hari,” kata Kenneth Kong, manajer pemasaran dan pengembangan bisnis Ulu travel, selaku penyelenggara bus wisata.

Kong menjelaskan, saat dirinya bepergian dengan bus, dia bisa tidur dengan nyenyak. Postingan ini kemudian menginspirasi mereka untuk membuat tur tersebut dan memungkinkan penumpang hanya tidur di bus.

“Tapi ketika dia bepergian dengan bus, dia bisa tidur nyenyak. Postingannya menginspirasi kami untuk membuat tur ini yang memungkinkan penumpang hanya tidur di bus,” kata Kong.

Tarif tiketnya antara $13 hingga $51 per orang, tergantung pada kursi yang mereka pilih di dek atas atau bawah. Goodie bag untuk penumpang termasuk penutup mata dan penutup telinga untuk tidur yang lebih nyenyak. “Sleeping Bus Tour” pertama Sabtu lalu terjual habis seluruhnya.

Beberapa penumpang datang dengan persiapan, membawa selimut sendiri dan mengganti sepatu mereka dengan sandal, sementara yang lain membawa bantal perjalanan.

“Saya menderita insomnia, jadi saya di sini untuk mencoba tidur,” kata Anson Kong, 25 tahun, salah satu penumpang dalam tur bus pertama.

Dia mengatakan bahwa tur itu ide yang bagus dan “lebih menarik” dari yang diharapkan. Pada tur hari Sabtu (23/10/2021), bus berhenti sehingga penumpang dapat mengambil foto di tempat-tempat indah di Pulau Lantau kota. Salah satunya adalah area perawatan pesawat di dekat bandara Hong Kong, di mana penumpang dapat berfoto selfie dengan latar belakang pesawat.

Penumpang lain, Marco Yung, mengatakan bahwa dia bergabung dengan tur itu karena dia biasanya tertidur dalam perjalanan bus jarak jauh, dengan mengatakan bahwa ini adalah “kesempatan besar” untuk tidur. Kecenderungan untuk tertidur di transportasi umum adalah sejenis pengkondisian, menurut Dr. Shirley Li, peneliti utama dari Sleep Research Clinic and Laboratory di University of Hong Kong.

“Orang-orang di Hong Kong tidak punya cukup waktu untuk tidur. Itulah mengapa kita harus menggunakan waktu lain untuk tidur, yang merupakan perjalanan sehari-hari kita, terutama ketika kita bepergian dengan transportasi umum,” kata Li.

Baca juga: Naik Bus dengan Pod Tidur di Jepang Lebih Murah daripada Naik Shinkansen

“Bagi sebagian orang, mereka mungkin cenderung mengasosiasikan transportasi umum dengan tidur mereka. Dan itulah mengapa mereka lebih mudah tertidur di bus, ”katanya.

Kereta Ikonik Melaju Saat Tim Baseball Astros Home Run dan Pluit Cho Cho!” Berbunyi

Seorang pria yang dikenal dengan sebutan Bobby Dynamite merupakan seorang petugas kereta Astros di Minute Maid Park, Texas, Amerika Serikat . Dia menggerakkan kereta ikonik dan meniup pluit selama 21 musim bersama Houston Astros. Bernama asli Bobby Vasquez, pria gemuk tersebut sudah melakukan pekerjaannya sejak tahun 2001.

Baca juga: Kereta Ikonik ”Katak Hijau” Dipindah ke Tempat Kelahiran Hachiko

Kereta ikonik yang dikemudikannya adalah replika lokomotif uap General 4-4-0 yang menampilkan jeruk plastik sebagai tanda yang senama dengan stadion. Dia akan memulai pertunjukannya setiap kali tim baseball Astros melakukan home run. Bobby akan melajukan kereta dan mengaktifkan pluit untuk para penggemar dengan bunyi “Cho cho!”

“Saya tidak akan menukarnya dengan sesuatu di dunia ini,” kata Bobby.

Pria 41 tahun ini awalnya hanya magang di Astros dan melajukan kereta serta meniup pluit setiap kali tim baseball itu mengambil disiplin di inning pertama, memukul home run dan memenangkan pertandingan. Siang harinya dia bekerja di surat kabar di Deer Park.

“Pada malam hari saya bisa datang ke sini dan menjadi ‘Bobby Dynamite’ dan mengemudikan kereta dan bersorak untuk Astros dan membantunya tetap keras di stadion baseball. Saya sama sekali tidak melupakan betapa beruntungnya Saya harus melakukan apa yang saya lakukan,” ungkap Bobby.

Kursi Crawford di bawah kereta adalah tempat yang sangat panas untuk menangkap bola house run, namun Bobby mengatakan hanya satu dinger yang membuat keretanya penyok. Dia mengatakan ketika pandemi Covid ini terjadi pada 2020, menjadi musim paling nyata tanpa pemain atau penonton di stadion baseball.

“Saya telah menjauhkan diri secara sosial dalam bisbol selama 20 tahun terakhir, jadi berada di sana sendirian seharusnya tidak menjadi masalah besar,” kata Bobby.

Baca juga: Serba-Serbi Trem San Francisco yang Melegenda bin Ikonik

Kereta Minute Maid dimodelkan setelah lokomotif era 1860-an. Lapangan baseball ini dibangun di tempat yang dulunya merupakan Union Station di Houston. Kereta api memberi penghormatan kepada sejarah kereta api metropolis dan pengaruh vitalnya pada peningkatan Houston. Mesin kereta api juga dapat ditampilkan dalam stempel resmi Kota Houston. Harapan Bobby minggu ini sangat sibuk ketika Braves datang ke kota. “Cho Cho!”






















Boeing Pusing Lagi: 737 MAX ‘Sembuh’, 787 Dreamliner ‘Sakit’

Belum selesai merayakan keberhasilan 737 MAX lolos sertifikasi ulang dan comeback melayani penumpang, raksasa manufaktur dirgantara asal Amerika Serikat (AS), Boeing, kembali dipusingkan dengan persoalan lain. Rabu lalu, perusahaan mengaku hanya memproduksi dua 787 Dreamliner per bulan. Itu pun tidak dikirim ke operator manapun. Alhasil, tak ada uang yang didapat.

Baca juga: Demi Hemat Uang, Mantan Pilot Boeing 737 MAX Didakwa Bohongi FAA-Sebabkan Kecelakaan

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mulai mengizinkan Boeing 737 MAX kembali melayani penumpang pada 18 November 2020, disusul regulator penerbangan sipil lainnya di Kanada, Brasil, Panama, Meksiko, Eropa, Cina, Malaysia, Singapura, dan India, beberapa waktu kemudian.

Belum genap tiga bulan, Boeing 737 MAX sudah berhasil mencatat 2.700 penerbangan penumpang dan 5.500 jam terbang bersama berbagai maskapai.

CEO Boeing, Dave Calhoun, mengungkapkan pihaknya sudah bekerja amat keras untuk memastikan retrofit 737 MAX aman.

Business Insider melaporkan, Boeing telah melalui proses perbaikan selama 400 ribu jam, 1.400 tes dan pengecekan, serta lebih dari 3.000 jam terbang pesawat 737 MAX. Hasilnya, Boeing mengklaim permasalahan software flight control -yang menjadi penyebab dua kecelakaan MAX- telah diselesaikan dengan baik.

Seiring kepercayaan publik terhadap 737 MAX, laporan CNN Internasional, Boeing mulai menambah produksi pesawat tersebut menjadi 19 unit per bulan pada kuartal ketiga, naik dari 16 unit per bulan pada kuartal sebelumnya. Boeing menargetkan produksi pesawat 737 MAX bisa mencapai 31 unit per bulan pada awal 2022.

Boeing juga mengaku sudah mendapat pesanan sebanyak 679 pesawat 737 MAX. Namun, itu belum menggantikan 1.000 pesanan yang dibatalkan pelanggan selama pesawat itu digrounded. Diperkirakan, sebagian besar pesanan pesawat itu akan dikirim pada akhir 2022.

Ini tentu menjadi kepuasan tersendiri bagi Boeing, mengingat 737 MAX sudah menguras kocek perusahaan sangat dalam untuk perbaikan sana sini, ditambah kehilangan begitu banyak pendapatan lantaran maskapai di seluruh dunia ramai-ramai membatalkan pesanan pesawat itu. Tak ada operator yang ingin membeli dan menerima pesawat yang digrounded selama 20 bulan itu.

Selesai satu masalah, masalah lain menunggu. Boeing ternyata masih dipusingkan dengan persoalan 787 Dreamliner.

Baca juga: Tak Percaya Boeing, FAA Inspeksi Langsung Pesawat Boeing 787 Dreamliner Soal Cacat Produksi

Juli lalu, Boeing menghentikan pengiriman pesawat itu setelah FAA menyatakan badan pesawat tidak memenuhi standar. Temuan FAA ini memang tak membuat pesawat yang sudah beroperasi bersama maskapai ditarik alias di-grounded. Tetapi, Boeing dilarang melakukan pengiriman pesawat ke klien.

Itu sebab, Rabu lalu, Boeing mengaku hanya memproduksi dua pesawat Boeing 787 Dreamliner per bulan, turun drastis dari lima unit per bulan. Saat ini, setidaknya ada 105 unit pesawat 787 Dreamliner yang selesai dibangun tetapi mangkrak alias tak dikirimkan ke siapapun. Boeing memprediksi bakal merogoh kocek US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun (kurs 14.219) untuk perbaikan.


Paling Murah, Garuda Indonesia Tawarkan Tes PCR Rp260 Ribu!

Garuda Indonesia melalui anak usahanya Aero Globe Indonesia, bekerja sama dengan KPH Lab (Kartika Pulomas Hospital Laboratories), menawarkan tes PCR dan rapid antigen dengan harga super murah, masing-masing Rp260 ribu dan Rp45 ribu. Kedua tes Covid-19 itu bisa didapat di seluruh jaringan Rumah Sakit dan Klinik KPH Lab yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca juga: Kapasitas Penumpang Pesawat Boleh 100 Persen tapi Wajib PCR, Pengamat: Mungkin Stok Masih Banyak

Lebih lanjut, promo khusus tes Covid-19 tersebut berlangsung hingga 31 Desember 2021 dan berlaku bagi seluruh penumpang domestik dan internasional, dengan periode pembelian tiket dan periode penerbangan 20 September 2021 hingga 31 Desember 2021.

Untuk mendapatkan harga khusus tersebut para pengguna jasa dapat melakukan pemesanan tes Covid-19 sesuai dengan preferensi di kantor penjualan Garuda Indonesia ataupun melalui Whatsapp Service Aero Globe Indonesia (AGLine) di nomor +62 877 7746 1807 untuk selanjutnya mendapatkan service voucher yang dapat ditukarkan di klinik penyedia layanan yang bekerja sama dengan Garuda Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, program harga khusus tersebut selain merupakan upaya maskapai untuk memberikan nilai tambah layanan penerbangan bagi para penumpang yang akan melaksanakan perjalanan di masa pandemi ini, juga merupakan bentuk komitmen Garuda Indonesia untuk mendukung langkah percepatan penanganan pandemi yang dilaksanakan Pemerintah.

“Di tengah langkah penanganan pandemi melalui sejumlah penyesuaian ketentuan persyaratan perjalanan, promo khusus tes Covid-19 ini menjadi wujud komitmen kami untuk senantiasa hadir, memberikan kemudahan aksesibilitas layanan penerbangan bagi masyarakat yang akan merencanakan perjalanan di era kenormalan baru ini,” jelasnya.

“Bagi kami, menghadirkan layanan penerbangan yang aman, nyaman dan terpercaya bagi seluruh pengguna jasa adalah prioritas kami,” tambahnya, melalui keterangan resmi perusahaan.

Sayangnya, PCR dan antigen murah dari Garuda Indonesia tidak ada keterangan berlaku berapa hari, entah itu 2 x 24 jam atau 3 x 24 jam, sebagaimana aturan baru dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 27 Oktober 2021 menetapkan tarif tertinggi tes RT PCR pada harga Rp275 ribu untuk daerah di Jawa-Bali, dan Rp300 untuk daerah luar Jawa-Bali mulai 16 Agustus 2021.

Penurunan tarif tertinggi itu terhitung merupakan perubahan tarif ketiga. Kemenkes pada 16 Agustus lalu menetapkan tarif tertinggi tes RT PCR pada harga Rp495 ribu untuk daerah di Jawa-Bali, dan Rp525 ribu untuk daerah luar Jawa-Bali.

Baca juga: Catat! Mulai 12 Juli Hanya Hasil PCR dari 742 Lab yang Bisa Dipakai untuk Naik Pesawat

Patokan harga terhitung turun dari harga awal yang ditetapkan Kemenkes pada 5 Oktober 2020 lalu dengan batasan tarif tertinggi Rp900 ribu untuk pemeriksaan RT PCR. Batasan tarif tersebut berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan RT-PCR atas permintaan sendiri atau mandiri.

Tes PCR menjadi syarat penumpang pesawat untuk rute domestik Jawa dan Bali belakangan menjadi polemik di masyarakat. Banyak yang berpendapat aturan tersebut hanya untuk kepentingan bisnis semata, bukan tulus ikhlas menekan laju penyebaran Covid-19.