Di Yerusalem sebuah halte bus tua diubah menjadi perpustakaan jalanan dan pertama kali dibuka dengan tiga bahasa . Perpustakaan ini letaknya di Abu Tor yang memiliki lingkungan campuran Arab-Yahudi. Disebut dengan tiga bahasa karena buku di perustakaan tersebut ditulis dalam bahasa Inggris, Ibrani dan Arab.
KabarPenumpang.com merangkum jpost.com (5/4/2021), kehadirannya dimulai saat penguncian atau lockdown perama akibat virus corona ketika Lauri Donahue mulai mengirim buku ke Gaza dan buku tambahan yang akan dikirim dihentikan karena pandemi. Karena tak ingin terbuang percuma dirinya mengirim ke grup WhatsApp di lingkungan Abu Tor dan bertanya apakah ada yang menginginkan buku.
Tak hanya itu, Lauri juga mengirim ke beberapa orang yang tinggal sekitar seratus meter dari rumahnya. Karena selama beberapa minggu mengantar ke rumah tetangga, dia kemudian mencari cara lain yakni bekerja sama dengan Good Neighbours yang merupakan kelompok mengatur kegiatan antar agama dan penduduk di Abu Tor.
Dalam kerja sama tersebut, kelompok itu menginginkan perpustakaan jalanan kira-kira selusin yang tersebar di seluruh Yerusalem dan sepakat lokasinya berada di taman lingkungan. Setelah persetujuan, kelompok itu membawa arsitek bernama Matti Rosenshine untuk merancang perpustakaan dari halte bus tua. Buku tersebut dikirim pada Januari 2020 dan perbaikannya sebagai perpustakaan jalanan hampir selesai.
“Keseluruhan konsep di balik proyek ini adalah penggunaan kembali halte bus yang sudah ada daripada menciptakan sesuatu yang baru dan menjadi seefisien mungkin. Ini melibatkan pembuatan papan buletin bercat hijau dikombinasikan dengan rak berwarna kuning bagus dibagi menjadi tiga bagian yakni Inggris, Arab dan Ibrani. Idenya adalah memiliki rak rendah untuk anak-anak,” kata Rosenshine.
Dia menambahkan bahwa proyek selanjutnya adalah mendirikan atap tahan cuaca di atas bekas halte bus, dan kemudian menempatkan tanaman di sisi bangunan yang akan tumbuh untuk memberi keteduhan. Selain itu akan ada tanda dalam ketiga bahasa dengan nama perpustakaan “Pemberhentian Buku Abu Tor“.
Perpustakaan Abu Tor juga unik karena semua perpustakaan jalanan lainnya di Yerusalem berada di lingkungan Yahudi, kecuali satu di lingkungan Arab di Beit Safafa. Nofar Kahana, koordinator Proyek Tetangga Baik mengatakan, ini perpustakaan pertama dalam komunitas bersama dan pentingnya perpustakaan itu berada di taman yang dikunjungi semua orang tempatnya strategis. Perpustakaan Abu Tor menunjukkan pentingnya perpustakaan jalanan ke Yerusalem.
DC-8 mungkin tak se-fenomenal Boeing 747 ataupun Airbus A380. Namun, di masanya, pesawat buatan McDonnell Douglas Aircraft itu disebut sebagai pesawat paling fenomenal di dunia. Sayangnya, setelah 14 tahun diproduksi atau tepatnya pada tahun 1972, pesawat quad jet ini akhirnya diputuskan pabrikan stop produksi.
Akan tetapi, siapa sangka, setelah 63 tahun produksi atau 49 tahun stop produksi, pesawat ini masih terus digunakan oleh beberapa operator di dunia, salah satunya NASA. Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut diketahui bukan menggunakan pesawat tersebut untuk test crash, mengingat usianya sudah sangat tua, melainkan mengandalkannya untuk laboratorium terbang canggih.
Berbasis di Gedung NASA 703 Armstrong di Palmdale, California, Amerika Serikat, laboratorium terbang canggih ini mengumpulkan data untuk eksperimen dalam mendukung proyek-proyek ilmiah yang melayani komunitas ilmiah dunia, seperti lembaga federal, negara bagian, akademisi dan komunitas ilmiah dari seluruh penjuru dunia.
Secara empiris, ada tiga alasan mengapa NASA masih menerbangkan pesawat pesaing Boeing 707 ini, tak lain dan tak bukan untuk menjalankan tiga misi utama, yaitu pengembangan sensor, verifikasi sensor satelit, dan studi penelitian dasar tentang permukaan dan atmosfer Bumi.
Data yang dikumpulkan oleh pesawat, yang dioperasikan bersama oleh NCAR-NASA Deep Convective Clouds and Chemistry stud Program Sains Lintas Udara NASA dan Pusat Pendidikan dan Penelitian Suborbital Nasional (NSERC) di University of North Dakota ini, dengan penginderaan jauh telah digunakan untuk studi ilmiah lintas disiplin ilmu, seperti arkeologi, ekologi, geografi, hidrologi, meteorologi, oseanografi, vulkanologi, kimia atmosfer, ilmu kebumian, dan biologi.
DC-8 diketahui memiliki kemampuan dasar yang cukup mumpuni untuk dijadikan pesawat penelitian atau laboratorium terbang canggih. Disebutkan, pesawat ini memiliki jangkauan terbang sejauh 5.400 mil laut dan dapat terbang di ketinggian mulai dari 1.000 hingga 42.000 kaki selama 12 jam, meskipun sebagian besar misi sains rata-rata enam hingga 10 jam.
Lebih dari itu, DC-8 juga disebut mampu membawa 30.000 pon instrumen dan peralatan ilmiah, sesuatu yang sangat krusial tentunya karena menyangkut keberhasilan penelitian laboratorium terbang.
Secara umum, pesawat DC-8 yang digunakan NASA untuk laboratorium terbang ini tentu berbeda dengan DC-8 lainnya yang saat ini tinggal tersisa sembilan unit di dunia (termasuk DC-8 NASA).
Dilansir laman resmi NASA, pesawat telah mendapat banyak modifikasi untuk mendukung penelitian ilmiah, seperti port instrumen zenith dan nadir, port jendela yang dimodifikasi untuk pemasangan instrumen dan probe, antena eksternal dipasang, mount pylon instrumen, jendela optik dari berbagai bahan, tabung pengiriman droponde, probe pengambilan sampel udara dan aerosol, serta modifikasi lainnya.
Laboratorium terbang DC-8 juga menggabungkan serangkaian pesawat operasional dan sistem data yang dapat disesuaikan dengan misi atau instrumen sains tertentu. Ini termasuk radar cuaca, GNSS, altimeter radar, sensor untuk merekam suhu udara total, tekanan sekitar, dan kelembaban relatif, generator kode waktu (NTP dan IRIG-B), video, dan sistem perekaman digital, akuisisi data, distribusi, dan sistem perekaman, Ethernet LAN dengan server, dan tampilan berbasis web.
Thai Airways terus berinovasi semata demi bertahan hidup. Terbaru, maskapai pelat merah Thailand ini mulai merambah ke pasar ritel dengan menjual makanan khas pesawat ke jaringan supermarket atau gerai 7-Eleven di seluruh penjuru Negeri Gajah Putih.
Menurut kepala katering Thai Airways, Warangkana Luerotewong, seperti dikutip dari Simple Flying, makanan khas pesawat yang dijual Thai Airways termasuk ayam biryani -mewakili menu halal- dan nam phrik long ruea (pasta cabai udang dengan daging babi manis dan ikan renyah). Keduanya merupakan menu andalan maskapai.
Selain itu, Thai Airways juga berencana menjual saus salad minyak biji teh di supermarket besar bahkan tak menutup kemungkinan untuk mengekspornya di masa mendatang.
Meski tak disebutkan detail harganya, namun, besar kemungkinan Thai Airways akan menjualnya dengan harga terjangkau, mengingat segmen pasar dari makanan itu sendiri yang berada di kelas menengah sampai ke bawah.
Rencananya, sajian makanan pesawat khas Thai Airways akan tersedia di seluruh toko 7-Eleven mulai 15 April mendatang, bertepatan dengan liburan Songkran atau Tahun Baru Nasional Thailand berdasarkan perhitungan kalender kuno.
Bila berkaca pada pengalaman sebelumnya, terobosan ini dinilai akan disambut masyarakat luas yang rindu sajian-sajian khas penerbangan.
Pada September tahun lalu, Thai Airways mulai terjun ke berbisnis restoran dengan menghidangkan menu-menu khas penerbangan (in flight meals). Maskapai nasional Thailand itu mengaku, bisnis restoran yang dijajaki merupakan upaya untuk membantu para staf agar tetap bisa berpenghasilan sekalipun hanya sebagian kecil dari jumlah karyawan yang ada.
Restoran buka mulai pukul 7 pagi waktu setempat. Sebelum pukul sembilan, pengunjung hanya bisa memesan berbagai hidangan roti khas penerbangan Thai Airways. Barulah setelah jam sembilan, pengunjung bisa mencicipi berbagai menu internasional yang biasa disuguhkan, seperti Caesar Salad, Japanese yakisoba, dan shwarma kebabs dengan harga cukup terjangkau mulai £2 atau Rp38 ribuan (kurs Rp 19.044).
Tak hanya menyuguhkan sajian khas penerbangan, restoran Thai Airways juga menghadirkan nuansa persis layaknya di pesawat, seperti kursi pesawat berwarna-warni khas Thai Aiways, meja yang dibuat dari suku cadang pesawat, hingga desain interior restoran itu sendiri. Menariknya, pengunjung juga dapat menikmati pilihan kursi first class ataupun economy class dengan berbagai layanan unggulan yang ditawarkan.
Sebelum memulai bisnis restoran dengan konsep seperti di atas, Thai Aiways sebetulnya sudah mulai menjual sajian khas penerbangan. Hanya saja, layanan tersebut terbatas pada layanan take away, bukan untuk disajikan langsung di restoran seperti yang sekarang dihadirkan.
Saat ini, Thai Airways masih menunggu sidang kebangkrutan atau pailit. Meski demikian, santer dikabarkan bahwa pemerintah akan mengambil alih Thai Airways dan mencegah maskapai bangkrut. Guna menekan angka dana talangan, pemerintah akan menjual beberapa pesawat maskapai serta mengurangi jumlah karyawan hampir setengahnya secara bertahan sampai empat tahun ke depan.
Kejadian penumpang didepak dari penerbangan karena tidak menggunakan masker terus saja berulang. Belum lama ini seorang anak berusia dua tahun dengan ibunya yang tengah hamil berserta kakak dan ayahnya akan bepergian dari Florida menggunakan Spirit Airlines.
Namun gadis cilik tersebut tidak menggunakan masker dan semua penumpang dalam penerbangan ke Atlantic City itu terpaksa turun dari pesawat sebelum diizinkan kembali ke pesawat. Dalam sebuah video yang diposting di media sosial, memperlihatkan awak kabin tengah berbicara dengan kepala keluarga tersebut.
Di mana saat itu anak mereka yang berusia dua tahun duduk dipangkuan sang ibu yang tengah hamil sembari makan yogurt. Ketika awak kabin berbicara, sang ayah menurunkan maskernya untuk berbicara dengan awak kabin itu. Dalam video, pria itu kembali menaikkan maskernya dan awak Spririt hanya mengangguk dan mengatakan, “Dia tidak memakai masker.”
“Bayi?”, kata sang ibu yang dikutip KabarPenumpang.com dari nypost.com (5/4/2021).
Karena masalah ini, kemudian penumpang wanita yang duduk disebelah mereka menunjukkan banyak anak yang tidak menggunakan masker.
“Kamu telah duduk di sampingku. Apakah saya memakai masker sepanjang waktu? Apakah saya memakai masker sepanjang waktu semua orang? ” kata sang ayah.
Aku akan memastikan dia memakainya. Semuanya akan baik-baik saja,” kata seorang pria yang tampaknya merekam interaksi tersebut. Sang ibu membantah, “Dia hanya seorang anak dan berusia 2 tahun.”
“Itu bukan pilihanku. Anda harus mengambil barang-barang Anda dan turun,” desak pekerja maskapai itu, berulang kali mengatakan bahwa keluarga tersebut” tidak mematuhi kebijakan masker.
“Kita sudah selesai berbicara. Pilot ingin Anda turun, jadi Anda harus turun,” katanya.
Sang ibu terus memohon dan mengatakan putrinya masih bayi dan baru menginjak dua tahun pada dua bulan lalu. Namun awak kabin itu mengancam memanggil polisi sebelum pergi. Video lain menunjukkan semua penumpang sedang berkemas saat sang ayah memberi tahu seseorang, “kapten baik-baik saja dengan itu, seluruh pesawat baik-baik saja dengan itu tetapi ada satu orang Afrika-Amerika yang tidak setuju dengan itu.”
Ia juga mencatat bahwa istrinya sedang hamil, putrinya baru berusia dua tahun, dan putranya, yang duduk di dekatnya, memiliki kebutuhan khusus dan mengalami kejang. Video ketiga menunjukkan polisi di jalan menuju keluar dari pesawat, dengan seorang petugas wanita mendengar mengatakan “Merekalah yang menjadi masalah” saat keluarga itu berjalan lewat.
Polisi Orlando mengatakan mereka dipanggil sebelum tengah hari pada hari Senin tentang gangguan umum di dalam penerbangan Spirit dari bandara. Perwakilan Spirit bersikeras bahwa orang tua yang melanggar kebijakan menutupi wajah maskapai, dan pelanggaran mereka tidak tertangkap kamera.
“Mereka diberi peringatan dan diizinkan naik kembali ke penerbangan dan melanjutkan ke tujuan mereka,” kata perwakilan itu.
Beberapa postingan media sosial mengklaim bahwa seorang awak kabin, yang dikatakan juga terlibat dalam pertengkaran itu, dikeluarkan dari penerbangan dan “dikawal” oleh polisi, mengutip video yang menunjukkan dia berjalan di terminal dekat beberapa polisi.
Seorang juru bicara Spirit menjelaskan bahwa karyawan tersebut sebenarnya baru saja pergi karena pergantian kru.
“Satu-satunya hal yang terjadi dengan awak kabin adalah bahwa setelah dua jam penundaan ada pergantian awak yang diperlukan dan seseorang menangkap polisi yang datang ke gerbang karena situasi umum mengunci ruang pertemuan pada saat yang sama dengan pramugari ini. pergi ke tugas berikutnya,” kata juru bicara Field Sutton New Jersey 101,5.
Spirit mengharuskan semua penumpang memakai penutup wajah di atas hidung dan mulut mereka, kecuali saat makan atau minum. Anak-anak di bawah usia 2 tahun dibebaskan.
Pada hari ini, 72 tahun lalu, bertepatan dengan 6 April 1949, helikopter Sikorsky S-51 berhasil mencetak rekor dunia untuk penerbangan helikopter terjauh.
Ketika itu, helikopter yang dikemudikan oleh penjaga pantai Amerika Serikat (AS), Stewart Ross Graham dan kru Robert McAuliffe, terbang dari Coast Guard Air Station, Elizabeth City, New York, AS, ke Port Angeles Coast Guard Air Station di Negara Bagian Washington, via San Diego, California, sejauh 6.035 km. Perjalanan itu ditempuh selama total 57.6 jam atau sekitar 10 hari.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa helikopter Sikorsky S-51 sangat mumpuni untuk terbang jauh dari sekedar batas terbang maksimum yang telah ditetapkan pabrikan.
Dikutip dari allhands.coastguard.dodlive.mil, sebelum berhasil terbang jauh dan mencetak rekor dunia, kehadiran helikopter sebagai moda transportasi udara selain pesawat belum begitu diterima. Pembuktian bahwa helikopter aman oleh Stewart Ross Graham, yang juga seorang pilot helikopter Angkatan Laut, dimulai ketika melakukan patroli antisubmarine warfare (ASW) helikopter pertama pada Januari 1944.
Prototipe helikopter komersial Sikorsky S-51 degan nomor registrasi NX92800 sedang melakoni uji terbang antara Bridgeport dan East Hartford, Connecticut, 1946. Foto: Sikorsky Historical Archive
Kampanye helikopter aman Graham pun berlanjut saat ia didaulat menjadi pilot uji pertama Angkatan Laut di pusat uji NAS Patuxent River sebagai Head of Rotary Wing Development. Di sini, Graham kemudian mendirikan Rotary Wing Development Unit di Coast Guard Air Station, di Elizabeth City, pada Juli 1946. Tujuannya adalah membuat helikopter canggih.
Setelah lama berproses, Graham dan tim, yang terdiri dari perangcang helikopter kenamaan dunia, Igor Sikorsky, berhasil membuat helikopter tangguh Sikorsky HNS-1, lengkap dengan berbagai instrumen pendukung operasi SAR.
Helikopter Sikorsky S-51 dengan nomor registrasi NC92813, Los Angeles Airways, tengah mengoperasikan penerbangan komersial di Los Angeles, California, 1947. Foto: Los Angeles Times
Agar lebih meyakinkan, uji coba helikopter ini pun melibatkan sang desainer helikopter tersebut, Igor Sikorsky. Bersama Graham, helikopter perlahan mengangkat Sikorsky melalui seutas tali panjang. Singkatnya, uji coba pun berhasil. Meski militer AS dan masyarakat belum sepenuhnya percaya, namun, penerbangan demonstrasi itu berhasil membuka mata hati mereka bahwa helikopter aman ditumpangi.
Setelahnya, Graham terus melakukan beberapa aksi penyelamatan bersama helikopter, seperti melakukan operasi SAR di pantai Kitty Hawk, memulai layanan pos udara helikopter pertama antar desa terisolir di North Carolina, serta evakuasi medis malam pertama dengan helikopter pada tanggal 5 Desember 1947. Padahal, ketika itu, helikopter belum dilengkapi dengan instrumen untuk terbang malam, sampai helikopter Sikorsky S-51 lahir.
Aksi heroiknya kemudian berlanjut pada 24 Maret 1949. Ketika itu, Graham melakukan penerbangan sejauh 6.035 km dari Elizabeth City, New York, AS, ke Port Angeles Coast Guard Air Station di Negara Bagian Washington, via San Diego, California. Setelah 10 hari lebih, Sikorsky S-51 akhirnya tiba pada 6 April 1949 dan mencatat rekor dunia penerbangan helikopter terjauh.
Sikorsky S-51 diketahui mampu melesat hingga kecepatan 198,2 kilometer per jam, sejauh 442,6 kilometer, dengan ketinggian maksimum 4.511 meter. Disebutkan, Sikorsky S-51 memiliki berat kosong 1.837 kg dan berat lepas landas maksimum 2.494 kg. Kapasitas bahan bakar helikopter ini mencapai 378,5 liter, didukung mesin penggerak langsung Pratt & Whitney Wasp Jr. yang dilengkapi air-cooled dan supercharged. Mesin ini memiliki rasio kompresi 6: 1 dan diberi nilai 450 tenaga kuda pada 2.300 rpm.
Bepergian tapi untuk bekerja alias perjalanan dinas apakah ini membuat seseorang stres? Jawabannya bisa iya dan tidak. Ini karena perjalanan dinas akan membuat jauh dari keluarga untuk waktu yang cukup lama.
Bahkan ketika dalam pekerjaan itu Anda diharuskan melakukan perjalanan udara yang berarti menghabiskan waktu untuk menunggu di bandara. Selain itu tempat yang sempit bisa membuat bosan bahkan menangis.
Tetapi perjalanan dinas juga bisa menjadi menyenangkan dan stres pun bisa dihilangkan. Dilansir KabarPenumpang.com dari minutehack.com (11/3/2021), berikut beberapa tips yang bisa membuat Anda tenang aman dan terhindar dari stres ketika melakukan perjalanan dinas.
Siapkan semua
Sebelum melakukan perjalanan dinas atau bisnis, pastikan semua dokumen yang dibutuhkan dibawa dan tersusun dengan teratur. Bila bepergian keluar negeri, cek paspor apakah masih bisa digunakan alias belum kadaluarsa. Sebisa mungkin Anda juga menyiapkan asuransi baik untuk keadaan darurat seperti kesehatan.
Selain berkas dan dokumen, tak lupa persiapkan kebutuhan pribadi sebelum bepergian jauh-jauh hari. Isi perangkat elektronik sebelum bepergian, simpan pengisi daya cadangan dan peralatan mandi di tas tangan.
Perjalanan yang menyenangkan
Bila Anda stres dalam perjalanan karena mabuk, bawa obat anti mabuk yang sesuai dengan kebutuhan. Beberapa orang membawa permen jahe atau papermint untuk meredakan perut mual. Selain menghilangkan rasa mual, permen juga membantu Anda membuka telinga yang mendapat tekanan di dalam pesawat karena perbedaan ketinggian.
Bila Anda memiliki fobia takut terbang atau naik kereta api, baiknya konsultasikan ke dokter dan meminta obat agar selama perjalanan Anda merasa tenang. Selain obat, Anda juga bisa mengoleskan minyak dengan wangi yang menenangkan seperti lavender di pelipis dan pergelangan tangan.
Nikmati perjalanan
Saat bepergian untuk bekerja, cobalah untuk bersantai dan buat semenyenangkan mungkin dengan membawa buku untuk dibaca, buku teka teki silang untuk diselesaikan atau mendengarkan lagu. Jika Anda dalam penerbangan jarak jauh, manfaatkan hiburan dalam penerbangan dan tonton film yang membangkitkan semangat untuk mengalihkan ketakutan Anda. Tak lupa untuk membawa foto keluarga tercinta saat bepergian dan luangkan waktu untuk menghubungi mereka sesering mungkin selama dinas.
Pada hari ini, 54 tahun lalu, bertepatan dengan 6 April 1967, maskapai Trans World Airlines (TWA) resmi menjadi maskapai pertama di Amerika Serikat (AS) yang seluruh armadanya ialah pesawat jet. Jet pertama yang masuk dalam barisan armadanya ialah quad jet Convair 880.
Dilansir TWA Museum, sebelum menikmati keuntungan besar dari peremajaan armada, maskapai yang berdiri pada 16 Juli 1930, di Kota New York, AS, tersebut cenderung biasa-biasa saja. Tak ada gebrakan yang menonjol dari TWA sejak awal kemunculannya.
Bahkan, TWA terus berada di bawah bayang-bayang Pan Am yang menguasai rute antar benua, sesuatu yang mestinya turut diramaikan TWA yang mengusung konsep penerbangan serba trans, seperti transatlantik, transpasifik, trans-benua, trans-negara, dan lain sebagainya.
Di masa awal perusahaan berdiri, TWA mengandalkan DC-3 sebagai armada utamanya. Seiring perkembangan teknologi, TWA awalnya sempat didesak oleh para pilot untuk membeli pesawat Boeing Stratoliner, pesawat dengan kabin bertekanan pertama di dunia. Tujuannya, agar TWA bisa membawa penumpang terbang lebih tinggi untuk pengalaman terbang baru yang lebih mengesankan.
Tetapi, sang pemilik baru TWA, Howard Hughes, justru berpikir lebih dari sekedar Boeing Stratoliner, hingga akhirnya pilihan pun jatuh pada pesawat Lockheed Constellation (Connie). Bersama pesawat ini, TWA pelahan mulai berkembang, seperti memulai layanan internasional terjadwal pada 5 Februari 1946 hingga memulai layanan kargo transatlantik terjadwal yang pertama pada 30 Oktober 1947.
Sejak saat itu, TWA benar-benar mendominasi di pangsa pasar domestik maupun internasional, bersaing ketat dengan Pan Am yang mulai panik. Pada tanggal 30 Oktober 1955, TWA terus upgrade pesawat dengan menggunakan Lockheed Super G-Constellations ke dalam layanan internasional dari Los Angeles ke London.
Sayangnya, tak lama kemudian, Pan Am justru mulai menggunakan pesawat jet Boeing 707, yang ketika itu justru tak diminati TWA. Padahal, pesawat jet sudah mulai menyita perhatian publik sejak pesawat jet pertama di dunia, De Havilland Comet, diluncurkan pada 1949, disusul Boeing 707 pada 1954. Alhasil, TWA pun ditinggal penumpang.
Sadar era pesawat jet sudah mendominasi, TWA mulai memesan pesawat jet dan kedatangan jet pertamanya, Boeing 707 pada Januari 1959, disusul Convair 880 tak lama setelahnya. TWA kemudian memulai layanan jet pertama bersama Convair 880 pada 12 Januari 1961, melayani rute domestik. Perlahan tapi pasti TWA kembali dapat tempat di hati penumpang.
Tak ingin kehilangan momentum, TWA terus mengupgrade armadanya. Terutama ketika Golden Age of air travel atau masa-masa kejayaan perjalanan udara dimulai pada tahun 1960-an.
Sejak April 1964, TWA mulai kedatangan pesawat jet baru, dimulai dari 16 Boeing 727, 20 DC-9, serta memesan 12 Boeing 747. Itu kemudian dilengkapi dengan pensiunnya Lockheed Constellation pada 6 April 1967 dan mengukuhkannya sebagai maskapai pertama di AS yang seluruh armadanya ialah pesawat jet.
Pada tanggal 1 Agustus 1969 TWA meresmikan layanan transpasifik dan keliling dunia. Ini terus berjalan sampai setidaknya tahun 70-80an, sampai akhirnya bangkrut pada 1992.
Mungkin generasi sekarang akan sedikit asing ketika mendengar nama Fokker, padahal Fokker adalah salah satu merek pesawat yang pernah eksis menghiasi dunia aviasi dalam negeri. Mereka akan lebih familiar dengan nama besar seperti Boeing dan Airbus. Pada era 80/90-an, pesawat ini erat kaitannya dengan maskapai Merpati Nusantara, karena pada jamannya, maskapai yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pemerintah ini pernah menggunakan 32 armada Fokker yang terdiri dari 4 jenis, yaitu 3 pesawat Fokker 100, 2 pesawat Fokker F27 Mk500, 22 pesawat Fokker F28 Mk4000, dan 5 pesawat Fokker F27 Mk500F.
Serupa dengan Boeing, nama Fokker pun diambil dari penemunya, seorang insinyur Belanda bernama Anthony Herman Gerard Fokker. Pria berkebangasaan Belanda-Amerika ini terlahir di Blitar, Jawa Timur pada 6 April 1890, dimana ayahnya, Herman Fokker Sr merupakan seorang pemilik perkebunan kopi milik Belanda. Ketika menginjak usia 4 tahun, Ia dipulangkan ke Amsterdam, Belanda untuk mengenyam bangku pendidikan yang lebih layak ketimbang di negeri jajahan.
Fokker kecil terkenal amat akrab dengan alam sehingga ia tidak terlalu tertarik dengan dunia pendidikan formal di sekolahan. Hingga pada suatu saat, Ia bersama temannya, Frits Cremer meninggalkan sekolah dan membuat ban anti bocor. Namun sayangnya, paten atas penemuannya tersebut sudah dimiliki oleh seorang berkebangsaan Perancis. Melihat masa kecilnya saja sudah bisa menciptakan suatu inovasi, walaupun sudah didahului oleh orang lain, tidak heran jika orang seperti Fokker di depannya menjadi seorang yang berpengaruh di dunia penerbangan.
Melihat potensi dari anaknya, sang ayah lalu mengirimnya ke Jerman untuk mempelajari bidang otomotif ketika ia menginjak usia 20 tahun. Lagi, Fokker tidak betah mengenyam bangku pendidikan formal dan pindah ke Mainz untuk masuk sekolah mengemudi. Bukannya belajar tentang cara mengemudi, Fokker justru menerima ilmu tentang konstruksi pesawat terbang dan cara menerbangkannya.
Ilmu tersebut menarik perhatiannya dan beberapa murid lain, namun karena fasilitas yang menunjang pembelajaran tentang konstruksi pesawat terbang kurang memadai, maka dari itu Fokker bersama temannya, Franz van Daum memutuskan untuk keluar dari sekolah mengemudi tersebut dan berencana untuk merakit sebuah pesawat terbang sendiri.
Sumber: thefamouspeople.com
Disokong dana oleh orang tuanya dan Franz van Daum, Fokker lalu merancang pesawat pertamanya yang diberi nama Spin. Dalam uji coba pertamanya, Fokker mesti mengigit jari karena pesawat rancangannya yang dikemudikan oleh Franz van Daum menabrak pohon dan hancur berkeping-keping. Tidak lantas patah arang, Fokker kembali merancang ulang Spin dengan menggunakan mesin yang sama dengan rancangan sebelumnya, karena ia menganggap mesin tersebut masih bisa digunakan.
Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak kepadanya dan memaksa Fokker kembali menyaksikan sahabat sekaligus penyokong dana proyek tersebut menabrak hingga menghancurkan pesawat rancangannya. Sejak saat itu, Fokker memutuskan untuk tidak bekerja sama lagi dengan Franz van Daum. Belajar dari kegagalan, Fokker bekerja dan belajar menerbangkan pesawat sendiri. Terbukti, dalam uji coba yang dipraktikan langsung oleh Fokker, ia berhasil terbang secara mulus.
Kabar baik itupun lalu diberitakan kepada orang tuanya dan meminta kepada sang ayah untuk bisa membantunya mengurus perijinan untuk bisa unjuk gigi di acara ulang tahun Ratu Belanda yang diadakan di Haarlem, Belanda. Akhirnya momen yang dinantikan Fokker terjadi pada 1911, dimana ia berhasil mengudara di Amsterdam dan Ia melihat ada peluang bisnis baru di situ.
Setahun berselang, Fokker lalu mendirikan perusahaan dengan fokus menjual pesawat dan memberi pelajaran tentang cara mengudara yang diberi nama Fokker Aeroplanbau. Perusahaan tersebut ia dirikan di Jerman dengan modal yang ia kumpulkan dari ajang Joy Flight ketika Fokker unjuk gigi di Belanda tahun 1911.
Sumber: airliners.net
Fokker mulai kebanjiran order ketika Perang Dunia I pecah, dimana ia menjual kurang lebih 4000 armada. Keuntungan yang ia terima itu belum termasuk sekitar 40 jenis rancangannya yang dibuat oleh pabrik-pabrik pesawat terbang yang lain. Dalam pesawat yang ia rancang untuk militer Jerman tersebut, Fokker menonjolkan mekanisme terminasi yang memungkinkan pilot menembakkan senapan dengan baling-baling pemutar. Ketika digabungkan ke Fokker Eindecker yang terkenal, penggunaan mesin kendali tangkai dorong itu menuju pada fase superioritas udara Jerman yang dikenal sebagai Fokker Scourge.
Sepulangnya Fokker ke Belanda pasca Perang Dunia I, Ia mendirikan N.V. Koninklijke Nederlandse Vlietuigenfabriek Fokker di Amsterdam Utara pada tanggal 21 Juli 1919 yang kini lebih dikenal sebagai Fokker. Ia lalu merancang Fokker F.2, pesawat penumpang pertama, disusul dengan Fokker F.VII yang disinyalir menjadi armada yang cukup laris untuk kelas pesawat penumpang. Fokker F.VII menorehkan tinta emas manakala maskapai raksasa asal Belanda, KLM berhasil menguasai seluruh jangkauan penerbangan di Eropa.
Sayangnya, penyakit pneumococcal meningitis berhasil menghentikan karirnya di dunia aviasi untuk selamanya. Anthony Fokker meninggal dunia di New York, 23 Desember 1939 yang secara otomatis, Ia tidak perlu bersedih karena melihat pabrik pesawatnya diluluh lantakkan pada masa Perang Dunia II. Perusahaan Fokker sendiri dinyatakan bangkrut pada tahun 1996. Selamat Jalan, Cak Fokker!
Sepertinya terkait sejarah kereta api di Indonesia tak lepas dengan Staatsspoorwegen (SS) yang merupakan nama perusahaan kereta api di Hindia Belanda. Ternyata, SS punya nama lengkap Staatsspoor- en Tramwegen in Nederlandsch–Indië (SS en T). Perusahaan ini didirikan pada tanggal 6 April 1875 berdasarkan pengesahan.
Kemudian pada kemerdekaan Indonesia tahun 1945, SS menjadi salah satu perusahaan yang dipindahkan ke Kereta Api Indonesia saat ini. KabarPenumpang.com mengutip dari wikipedia.com, latar belakang kehadiran SS adalah merujuk pada Verslag der Handelingen van Staten-Generaal atau Laporan Prosiding Jenderal Serikat.
Yang mana ada dua usulan penyambungan dua jalur KA Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS )yang diperpanjang ke Surabaya dan berlanjut ke Pasuruan. Kemudian jalur dari Depok ke wilayah timur Kabupaten Bogor yang dikatakan subur.
Proposal penyambungan dua jalur ini dibuat oleh PP van Bosse dihadapan Parlemen Belanda November 1873. Ini juga sekaligus mengevaluasi dua jalur kereta api NIS dari Batavia menuju ke Buitenzorg dan Samarang ke Vorstenlanden yang beroperasi sejak 21 Mei 1873.
Sayangnya saat itu NIS mengalami defisit setoran modal sejak beroperasinya dua jalur KA yang dibangun itu. Bahkan perseroan ini beberapa kali diancam bangkrut. Meski Pulau Jawa disebut sebagai pulau paling maju di Hindia Belanda, tetapi akses transportasi masing sangat terbatas.
Hal ini karena masih menggunakan moda jalan raya yang didukung gerobak, kereta kuda dan sampan untuk menyeberangi sungai. Mahalnya ongkos transportasi dengan moda tersebut, hasil pertanian dan perkebunan yang dijual ke kota besar tidak laku karena tidak lagi higienis.
Hingga akhirnya diberlakukan Staatsblad No.141 atas permintaan pener PP van Bosse yakni Fransen van der Putte dan Baron van Goldstein. Kemudian pemerintah kolonial secara resmi turun tangan untuk membangun jalur kereta api dan perusahaan dibentuk yang kemudian dikenal dengan Staatsspoorwegen Nederlandsch-Indië.
Untuk diketahui, rel yang dioperasikan SS dalam tiga rel sempit yakni 1,067 mm (3 kaki 6 inci) , 750 mm (2 kaki 5 1⁄2 inci) dan 600 mm (1 kaki 11 5⁄8 inci). Trek 1.067 mm untuk jalur kereta api berat, sedangkan trek 750 dan 600 mm hanya digunakan untuk jalur trem.
All Nippon Airways (ANA) tak kehabisan akal melihat banyak pesawatnya yang digrounded akibat penerbangan sepi. Belum lama ini, maskapai asal Jepang itu menyulap salah satu Boeing Triple Sevennya menjadi restoran. Harga menyantap sajian makanan di sini tak tanggung-tanggung, mencapai US$540 atau sekitar Rp7,8 juta (kurs 14.525) untuk paket makanan di first class untuk sekali makan.
Laporan Nikkei Asia, seperti dikutip Simple Flying, kendati mahal, setiap hari restoran pesawat Boeing 777-300ER ANA selalu diminati pengunjung. Bahkan, maskapai harus menambah kapasitas pengunjung restoran sejak pertama kali di buka sampai saat ini, saking tingginya animo masyarakat.
Setiap harinya, tak kurang dari 56 orang berebut untuk mendapatkan kesempatan pengalaman makan di restoran pesawat ANA. Sebagaimana di pesawat, restoran pesawat ANA juga ditawari dalam setidaknya dua varian, first class dengan biaya US$540 atau sekitar Rp7,8 juta (kurs 14.525) dan kelas bisnis dengan biaya US$250 atau sekitar Rp3,6 juta (kurs 14.525).
Di kedua kelas itu, pengunjung restoran pesawat ANA akan ditawari satu dari tiga pilihan menu, yaitu sajian Japanese-style, Western-style beef, dan Western-style fish, lengkap dengan sampanye khas Jepang andalan ANA.
Tak disebutkan dengan jelas dimana sajian makanan dibuat. Tetapi, besar kemungkinan sajian dibuat di tempat lain, baru kemudian dibawa ke restoran pesawat ANA saat masih hangat dan dihangatkan kembali -bila perlu- sebelum disajikan penumpang.
Pengunjung restoran pesawat ANA juga mendapat pelayanan dari chef agar sajian makanan lebih pas di lidah. Foto: ANA
Meski tak semudah makan di restoran yang ada di pusat kota, pengujung restoran pesawat ANA mengaku sangat menikmati sensasi makan di sana. Banyak dari mereka mengaku tak bisa menggambarkan dengan kata-kata apa yang dirasakan selama menyantap sajian makanan, baik di kursi first class maupun kelas bisnis.
Selain itu, kendati restoran pesawat ANA tidak terbang, setiap pengujung tetap mendapatkan pelayanan maksimal dari pramugari layaknya penerbangan sungguhan.
“Pesawat Boeing 777-300ER yang digunakan pada penerbangan internasional ANA diparkir di Bandara Haneda dan menjadikannya restoran untuk waktu yang terbatas. Selain menikmati makanan dalam pesawat first class dan kelas bisnis yang ditawarkan pada rute internasional jarak jauh, ana unik menu minuman, termasuk sampanye dan anggur, akan disiapkan, dan pramugari akan menyambut Anda seperti penerbangan sungguhan,” kata juru bicara ANA.
ANA tentu bukanlah yang pertama melakoni konsep seperti ini. Sebelumnya, Singapore Airlines pernah menawarkan program makan siang mewah di pesawat Airbus A380, dimana pesawat diubah menjadi restoran secara temporer.
Dilansir situs resmi perusahaan, Singapore Airlines (SIA) membanderol makan siang selama tiga jam di kabin kelas ekonomi Airbus A380 hanya sebesar US$50 atau sekitar Rp750 ribu (kurs 14.800) sampai menikmati makan siang mewah di ultra first-class suites A380 SIA dengan mahar sebesar $600 atau sekitar Rp9 juta (kurs 14.800).