Penumpang Ngaku Bawa Bahan Peledak, Ternyata Isi Tasnya ‘Teh Hitam’

Pada Kamis malam (25/2/2021) seorang pria membuat semua penumpang di dalam Taiwan High-Speed ​​Rail (THSR) ketakutan. Pasalnya pria tersebut mengaku membawa bahan peledak dan ternyata yang ada di dalam tasnya adalah teh hitam. Pria bermarga Lin kemudian menjadi tersangka ketika polisi menerima laporan dari pusat kendali THSR pukul 22.20 waktu setempat.

Baca juga: Gara-Gara Takut Tertinggal Kereta, Pria Ini Laporkan Adanya Bom

Di mana dalam laporan tersebut ada seorang pria berusia 40-an yang naik kereta No.857 di Stasiun Tainan menuju Stasiun Zuoying Kaohsiung. Pria itu kemudian memberitahukan kepada kondektur bahwa dirinya membawa peledak di dalam kereta.

Isi kotak kartonnya termasuk dua karton teh hitam (taiwannews.com.tw)

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman taiwannews.com.tw (26/2/2021), karena laporan tersebut tim SWAT dari Kepolisian, petugas pemadam kebakaran dan ahli bahan peledak dari Biro Investigasi Kriminal (CIB) bergegas ke Stasiun Zuoying dan mengevakuasi penumpang dari daerah tersebut. Ketika tersangka, bermarga Lin, turun dari kereta dan naik ke peron di Zuoying pada pukul 22.30, dia berseru, “Ada bahan peledak di dalam!”.

Dia kemudian menjatuhkan kotak karton ke platform dan kemudian pakar bahan peledak segera menutupi kotak itu dengan selimut penekan bom. Polisi mengalami ketegangan yang tegang dengan pria itu dan mereka berkomunikasi dengannya selama lebih dari 30 menit.

Sekitar pukul 23.10, ketika Lin tampak lengah, petugas bergegas ke depan, menjatuhkannya ke tanah dan menahannya. Karena kehati-hatian, petugas sekitar pukul 24.05 menggunakan mesin sinar-X untuk memindai kotak yang ditinggalkan di peron oleh tersangka tetapi tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.

Setelah memastikan tidak ada bahan peledak di dalam kotak, mereka membukanya dan hanya menemukan pakaian dan dua karton kecil teh hitam. Kondektur mengatakan kepada polisi bahwa menurutnya Lin bertingkah mencurigakan dan bertanya apakah dia membutuhkan bantuan. Saat itulah Lin tiba-tiba berteriak, “Saya membawa bahan peledak.”

Baca juga: Bom di Kereta Bawah Tanah, Lumpuhkan Transportasi Metro di St. Petersburg

Polisi mengatakan bahwa Lin tampaknya dalam kondisi mental yang buruk dan memiliki riwayat perawatan medis untuk penyakit mental. Menurut polisi, tersangka dan saksi masih menjalani pemeriksaan terkait kejadian tersebut hingga Jumat pagi (26/2/2021). Setelah pemeriksaan selesai, Lin akan dipindahkan ke kantor kejaksaan untuk diperiksa karena melanggar Pasal 305 KUHP karena mengancam dan membahayakan keselamatan publik.

AirAsia Food Siap Bersaing di Segmen Layanan Antar Makanan Online

Satu tahun sudah Covid-19 menjadi pandemi di dunia dan membuat industri penerbangan serta pariwisata masih belum bisa menarik banyak penumpang maupun pelancong untuk bepergian. Bahkan membuat beberapa maskapai di dunia berhenti operasi sementara. Namun meski begitu, demi membuat para pekerjanya kembali melakukan aktivitas, maskapai melakukan berbagai inovasi.

Baca juga: AirAsia Buka Restoran Darat di Mall Kuala Lumpur dengan Menu di Penerbangan

Salah satunya adalah maskapai berbiaya hemat milik Malaysia AirAsia yang kini merambah layanan pengantaran makanan. Maskapai ini menghadirkan produk barunya yakni AirAsia Food yang sudah diluncurkan pada awal Maret ini di Malaysia.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Tony Fernandes (@tonyfernandes)


Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, CEO AirAsia Tony Fernandes bahkan turun tangan sendiri dalam pengantaran makanan ke pelanggan. Sehingga bagi warga Malaysia yang beruntung dan menggunakan aplikasi tersebut bisa saja bertemu dengan sang CEO ini.

Dia juga mengunggah foto ketika mengantar makanan ke akun Instagram pribadinya dan beberapa pelanggan mengaku melihat sekilas Tony saat mengantar makanan pesanan mereka. Pada awal kehadirannya, ada program menarik dari AirAsia Food yakni menyediakan hadiah berupa makanan gratis selama sebulan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Tak hanya di Malaysia, AirAsia Food pun membentangkan sayap layanan antar makanannya ke Singapura. Bahkan maskapai ini juga berencana hadir di Indonesia, Filipina serta Thailand sebelum akhir tahun 2021. Saat ini setelah merambah ke Singapura, layanan tersebut masih dalam tahap pengenalan.

Jika di Malaysia, AirAsia Food menawarkan pengiriman gratis dalam radius 15 km dari Klang Valley di Kuala Lumpur. Di Singapura, AirAsia Food menawarkan pengiriman gratis selama dua minggu untuk pesanan dalam jarak delapan kilometer. Peluncuran di Singapura dilakukan pada awal minggu ini dan AirAsia Food sudah bekerja sama dengan 24 gerai.

“AirAsia dalam hal ini harus bertarung dengan pemain-pemain mapan yang sudah ada sebelumnya. Sejauh ini, AirAsia Food sudah memiliki 500 pengendara dan 300 operator makanan lainnya sedang dalam proses untuk bergabung,” kata Lim Ben-Jie, kepala e-commerce untuk aplikasi AirAsia.

Baca juga: AirAsia Buka Restoran Darat di Mall Kuala Lumpur dengan Menu di Penerbangan

Pemesanan dapat dilakukan di situs web AirAsia Food atau melalui aplikasi supernya, di mana penerbangan juga dapat dipesan di sana. Ada tiga platform layanan pengiriman makanan utama di Singapura, yakni GrabFood, Foodpanda, dan Deliveroo. Mereka mengenakan tarif antara 25 dan 35 persen. Lim memperkirakan bahwa layanan AirAsia Food dapat menghasilkan rata-rata hingga SGD700 seminggu jika mereka mengirimkan sepuluh pesanan per hari selama enam hari seminggu.

Asyik Manis Duduk di Atas Kereta, Kucing ini Bikin Keberangkatan Kereta Tertunda 2,5 Jam

Kelakuan binatang terkadang sering diluar nalar manusia yang bisa membuat kagum, takut, mengesalkan hingga berbagai hal lainnya. Contohnya seperti angsa masuk stasiun, burung masuk kabin pesawat dan ini sering terdengar ceritanya bahkan beberapa kali terjadi secara nyata hinga banyak media yang menceritakannya.

Baca juga: Seekor Siput di Jepang Bikin 12 Ribu Penumpang Kereta Mengalami Penundaan, Kok Bisa?

Seperti seekor kucing yang baru-baru ini naik ke atas kereta cepat di Stasiun Euston London. Saat itu kucing tersebut duduk di atas kereta Avanti West Coast setengah jam sebelum keberangkatannya pada Selasa (2/3/2021) malam. Namun ketika kereta akan berangkat petugas mencoba membujuk kucing itu turun.

Karena tak mau turun setelah dibujuk, kereta dengan kecepatan 201 km per jam tersebut tidak bisa melaju di rel demi keselamatan si kucing. Padahal saat itu kereta Avanti West Coast dijadwalkan berangkat ke Manchester. Hal ini kemudian membuat kereta dihentikan dari layanan dan digantikan yang lain dengan sedikit penundaan.

Meski penumpang bisa melanjutkan perjalanan mereka, kucing tetap diam di atas kereta. Bahkan setelah menghindari dashboard berkecepatan tinggi di utara kucing tetap berada di dekat saluran udara 25 ribu volt yang menggerakkan kereta.

KabarPenumpang.com melansir dari laman mirror.co.uk (4/3/2021), akhirnya setelah dua jam setengah, kucing itu memutuskan berpindah tempat. Menurut staf di stasiun, kucing itu terlihat “sombong”. Masih belum diketahui bagaimana kucing itu mencapai puncak kereta, kata staf kereta api yang bingung.

“Kami sering harus berurusan dengan burung di dalam stasiun, tetapi selama saya di sini, ini adalah kucing selancar kereta pertama! Syukurlah rasa ingin tahu tidak membunuh kucing ini dan kami senang kucing ini terhindar dari menggunakan salah satu dari sembilan nyawa berkat tindakan cepat dari tim stasiun dan staf Avanti West Coast yang mengatur agar penumpang naik ke kereta yang berbeda untuk perjalanan. Penyelamatan terjadi” kata Joe Hendry, manajer stasiun Kereta Jaringan untuk Euston.

Sebuah klip video yang direkam oleh seorang penumpang di kereta yang berdekatan menunjukkan kucing itu berjalan melintasi atap kereta sebelum melompat dan berlari ke tempat yang aman.

Baca juga: Viral! Dua Ekor Ayam Ikut Rasakan Fasilitas MRT Setelah Pembatasan Covid-19

“Saya sedang menuju rumah ketika saya melihat keluar jendela dan melihat seekor kucing berjalan di sepanjang atap. Saya menontonnya selama beberapa menit dan tertawa, jika saya jujur! Saya sangat bingung bagaimana kucing itu naik ke sana – jelas Anda melihat burung di atas sana sepanjang waktu, tetapi tidak pernah seekor kucing! Tentu saja, begitu aku mengeluarkan ponselku, kucing itu mulai menghilang. Keretaku kemudian pergi terlambat lima menit karena kucing itu,” kata Kyle Evans seorang penumpang.

Lagi, Dunia Aviasi Meradang Gegara Teror Sinar Laser!

Teror sinar laser lagi-lagi terjadi di dunia aviasi. Kali ini menimpa ambulans udara di Cardiff, Wales. Tidak tanggung-tanggung, teror laser yang terjadi saat petugas menangani pasien darurat itu sampai mencederai salah satunya, dimana pengelihatan menjadi kabur dan migrain hebat.

Baca juga: Green Laser Pointer 303, Teror Baru Untuk Dunia Aviasi

Dilansir dailypost.co.uk, tidak diketahui secara pasti motif oknum tersebut melakukan hal itu. Yang jelas, jika dilihat dari kronologinya, memang terdapat unsur kesangajaan. Buktinya, ketika laser mengenai mata petugas dan membuatnya terkapar, teror laser sudah tak ada lagi, pertanda bahwa tersangka melarikan diri.

Insiden bermula saat helikotper ambulans udara Wales melintas di atas langit Heath, Roath Park, dan Roath Recreation Ground, Cardiff, sekitar pukul 21.30 waktu setempat, pada Minggu, 28 Februari lalu.

Saat mengudara dan berada di posisi tak terlalu tinggi, tiba-tiba sinar laser menyelinap masuk ke dalam dan mengenai mata petuugas. Sontak, ia langsung merasa mengerang kesakitan sambil menutupi matanya dan mengaku pengelihatannya kabur serta mengalami migran hebat. Sejurus kemudian, ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Juru bicara Kepolisian Wales Selatan mengatakan, “Kami sedang menyelidiki sinar laser yang diarahkan ke Ambulans Udara Wales yang menyebabkan cedera pada seorang anggota awak.”

Pihak kepolisian juga mengingatkan bahwa penggunaan laser bukan pada tempatnya, seperti menyinari kendaraan bergerak, pesawat, helikopter, sangat berbahaya. “Laser dapat menyilaukan, mengalihkan atau membutakan mereka yang mengendalikan pesawat (helikopter).”

“Dengan menyebabkan gangguan atau, dalam beberapa kasus, kerusakan mata jangka pendek atau panjang, serangan laser bisa berujung fatal,” tambahnya.

“Kami menangani insiden semacam ini dengan sangat serius dan akan menuntut siapa pun yang melakukan pelanggaran ini. Hukuman untuk pelanggaran tersebut adalah hukuman penjara maksimal lima tahun atau denda tidak terbatas atau keduanya,” pungkasnya.

Teror sinar laser di dunia aviasi juga pernah menimpa Indonesia. Sedikitnya, pada 2017 lalu, General Manager Makassar Air Trafic Service Center (MATC) Perum Lembaga Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav Indonesia, Novy Pantaryanto, mengungkapkan ada kurang lebih sekitar 50 serangan laser terjadi di Makassar. Jumlah tersebut mungkin akan lebih besar bila dilihat dalam skala nasional.

Baca juga: Ilmuwan AS Temukan Teknologi Penangkal Teror Sinar Laser pada Kaca Kokpit

Meski tak sampai berujung pada kecelakaan, namun, itu hanyalah masalah waktu. Bila teror laser terus berlanjut, bukan tak mungkin akan ada kecelakaan yang diakibatkannya.

Namun, avgeek tak perlu khawatir. Sebab, ilmuan sedang berjuang untuk mencari solusi atas teror sinar laser. Satu di antaranya bahkan sudah berhasil menemukan penangkal sinar laser pada kaca kokpit dan bisa juga diaplikasikan ke bidang kaca lainnya di mobil dan tempat-tempat lain.

Hari ini, 171 Tahun Lalu, Jembatan Kereta Britannia Dibuka untuk Umum

Pada 5 Maret 1850 sebuah jembatan yang melintasi Selat Menai, yang memisahkan antara Pulau Anglesey dan daratan Wales resmi dibuka untuk umum. Jembatan ini bernama Britannia yang awalnya dirancang dan dibangun oleh insinyur kereta api terkenal Robert Stephenson sebagai jembatan tubular dari bentangan kotak persegi panjang untuk lalu lintas kereta api.

Baca juga: Jembatan Brooklyn, Inilah Jembatan Gantung Tertua di Amerika Serikat

Di mana ini penting untuk menghubungkan rute kereta api Chester dan Holyhead sehingga memungkinkan adanya perjalanan langsung antara London dan Pelabuhan Holyhead hingga fasilitas laut ke Dublin di Irlandia. Peletakan batu pertama untuk fondasi Jembatan Britannia ini pada 10 April 1846 yang juga menandai dimulai secara resmi pekerjaan konstruksi.

Jembatan Britannia masa lalu (wikipedia)

KabarPenumpang.com menghimpun wikipedia.com, insinyur residen untuk konstruksi struktur adalah insinyur sipil Edwin Clark, yang sebelumnya membantu Stephenson dalam melakukan kalkulasi tegangan struktural kompleks yang terlibat dalam proses desainnya. Dalam pembangunan Jembatan Britannia ini ternyata aspek konstruksinya merupakan hal baru di masa itu.

Bahkan membuat Stephenson kehilangan waktu tidur pada satu tahap proyek tersebut. Sebab pekerjaannya tidak selalu berjalan mulus, di mana salah satu tabung diduga hampir tersapu kelaut. Sehingga akhirnya tabung-tabung tersebut dipindahkan ke tempatnya antara Juni 1849 dan Februari 1850.

Hingga akhirnya pada 5 Maret 1850, Stephenson memasang sendiri paku keling terakhir dari struktur yang menandai penyelesaian resmi jembatan. Pengerjaan jembatan ini sendiri secara keseluruhan menghabiskan waktu selama tiga tahun.

Kemudian pada 18 Maret 1850, satu tabung dibuka untuk lalu lintas kereta api. Pada 21 Oktober tahun itu, kedua tabung telah dibuka untuk lalu lintas. Pada masanya, Jembatan Britannia adalah sebuah struktur “magnitude dan singular novelty”, panjangnya jauh melebihi baik jembatan besi cor maupun balok pelatuk kontemporer.

Bahkan pada masa itu seorang insinyur terkenal Isambard Kingdom Brunel yang juga saingan serta teman Stephenson mengatakan, jika jembatan tersebut berhasil maka semua jembatan yang dibuatnya adalah kegagalan. Jembatan Britannia dihiasi empat singa besar yang dipahat dengan batu kapur oleh John Thomas.

Maret 1966, Jembatan Britannia menerima status terdaftar Grade II dan sebuah kebakaran dahsyat pada Mei 1970 menyebabkan kerusakan parah. Setelah penyelidikan ditemukan bahwa kerusakan pada tabung sangat luas seihngga tidak diperbaiki secara realistis.

Berdasarkan penemuan ini, diputuskan untuk membongkar tabung untuk menggantinya dengan dek baru pada tingkat yang sama dengan trek aslinya. Dengan pengecualian substruktur batu asli, struktur tersebut sepenuhnya dibangun kembali oleh Cleveland Bridge & Engineering Company.

Baca juga: Jembatan Sungai Yalu – Jembatan Kereta Penghubung Cina dan Korea Utara

Struktur atas jembatan baru ini akan mencakup dua dek yakni dek rel bawah yang didukung oleh lengkungan baja dan dek atas yang dibangun dari beton bertulang, untuk membawa jalan baru yang melintasi selat tersebut. Setelah dek jalan atas dipasang dan pada Juli 1980, lebih dari sepuluh tahun setelah kebakaran, yang baru penyeberangan jalan selesai, dan secara resmi dibuka oleh Pangeran Wales, membawa satu bagian jalan raya dari jalan A5 (sekarang A55).

Kembali ke Lockdown Level Satu, Afrika Selatan Larang Makanan dalam Penerbangan Domestik

Setelah beberapa minggu berturut-turut jumlah kasus Covid-19 baru menyusut, Afrika Selatan kembali ke lockdown (penguncian) level satu. Meski begitu untuk mengurangi peningkatan infeksi baru, pemerintah ingin mendorong kepatuhan yang lebih baik terhadap penggunaan masker di pesawat.

Baca juga: Kedua Kalinya Thailand Larang Makanan dan Minuman di Penerbangan Domestik

Pemerintah juga kini telah melarang segala bentuk katering atau mengonsumsi makanan di dalam penerbangan domestik dan hanya air kemasan yang diizinkan. Bahkan penumpang pun tak diperbolehkan membawa makanan apa pun selama penerbangan domestik.

KabarPenumpang.com melansir simpleflying.com (2/3/2021), larangan makan tersebut membuat Afrika Selatan mengikuti jejak Thailand yang sudah lebih dahulu melarang makanan di penerbangan domestik. Sebelumnya, maskapai penerbangan diizinkan menawarkan makanan kemasan selama produksinya sejalan dengan protokol Covid yang telah ditetapkan.

Selain itu, penerbangan domestik harus mematuhi jam malam Afrika Selatan. Ini sekarang berlangsung dari tengah malam hingga 04.00 pagi sejak negara itu kembali ke penguncian level satu pada hari Minggu. Mereka yang bepergian dengan penerbangan internasional di luar jam-jam tersebut harus dapat memberikan tiket pesawat yang valid berdasarkan permintaan.

Peraturan yang diperbarui bertujuan untuk mendukung kepatuhan yang lebih baik terhadap pemakaian masker di penerbangan. Sementara maskapai penerbangan pasti akan menyambut arus kas tambahan saat ini, setidaknya satu maskapai penerbangan mendukung inisiatif untuk memerangi lebih lanjut penyebaran virus corona.

“Tidak memiliki katering di dalam pesawat memang mencuri dari pengalaman penumpang kami dan ini adalah aliran pendapatan yang kami sukai selama masa sulit ini. Namun, tidak menawarkan katering adalah hal yang tepat untuk dilakukan saat ini, dan kami mendukung keputusan pemerintah untuk regulasi yang ketat,” Kirby Gordon, Kepala Pemasaran di FlySafair.

Maskapai yang menerbangakan pesawatnya dengan tujuan domestik ini akan memberikan sanksi bagi penumpang yang tidak mengenakan masker dengan mendenda hingga $7 ribu. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh maskapai penerbangan, produsen pesawat, dan entitas pemerintah menunjukkan bahwa risiko penularan virus di dalam pesawat sangat kecil.

Baca juga: Perangi Obesitas pada Anak-anak, Inggris Larang Makan di Kereta

Salah satu studi serupa dilakukan oleh Departemen Pertahanan AS (DoD) bekerja sama dengan United Airlines pada Oktober tahun lalu. Studi DoD menemukan bahwa ketika penumpang memakai masker, risiko penularan adalah 0,003 persen dan penumpang harus terbang selama 54 jam terus menerus untuk menghadapi risiko infeksi.

Israel Berlakukan Paspor Vaksin Covid-19, Akankah Diikuti Negara Lain?

Vaksin sepertinya akan menjadi kotak pandora bagi para pebisnis dan pelancong yang akan bepergian. Bahkan Israel, sudah memberikan izin masuk hijau atau paspor vaksin bagi mereka yang sudah mendapatkan dua dosis vaksinasi Covid-19. Izin ini dikeluarkan oleh pemerintah sehingga semua orang Israel hanya menunjukkan data pribadi dan tanggal vaksin.

Baca juga: Singapore Airlines Hadirkan Layanan Verifikasi Digital Covid-19 yang Juga Bisa Jadi ‘Paspor Vaksin’

Bahkan paspor vaksin ini juga bisa digunakan untuk masuk ke gym, hotel dan konser. Sehingga bagi tiga juta orang Israel ini adalah tiket untuk kembali ke keadaan normal.

“Akhirnya! Sepanjang jalan di dalam mobil, saya menyanyikan” Hidup kembali! Kembali ke kenyataan,” ujar seorang penonton konser Israel

Dilansir KabarPenumpang.com dari cbsnews.com (3/3/2021), meski Israel sudah mengeluarkan izin masuk atau paspor vaksin bagi mereka yang sudah di vaksinasi, namun hal ini masih dalam pertimbangan bagi Inggris dan pemerintahan negara lain termasuk Amerika Serikat. Di mana mereka tengah mempertimbangkan sertifikat kekebalan Covid-19 serupa untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata, bisnis dan perhotelan mereka.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan negaranya sedang mencari opsi dengan cermat.

“Kami belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Kami tidak pernah terpikir untuk memiliki sesuatu yang harus Anda tunjukkan saat pergi ke pub atau teater. Jadi, ada masalah yang dalam dan kompleks yang perlu kami gali,” Kata Johnson.

Beberapa ahli memperingatkan masalah etika, seperti potensi diskriminasi terhadap orang yang tidak menginginkan vaksin dan mereka yang tidak bisa mendapatkannya karena alasan medis atau karena tidak cukup persediaan. Clare Wenham, asisten profesor kebijakan kesehatan global di London School of Economics, mengatakan privasi data adalah masalah lain.

“Apakah itu akan menjadi sesuatu yang digital yang melacak Anda? Dan itu jelas membuka berbagai percakapan yang berbeda tentang keamanan data Anda, misalnya,” katanya.

Meskipun minat tinggi untuk kembali normal, Wenham mengatakan pemerintah harus mempertimbangkan dengan hati-hati potensi jebakan paspor vaksin sebelum menerapkannya.

“Pemerintah seharusnya tidak terburu-buru. Saya pikir ini kotak Pandora dan berpikir itu adalah lereng licin untuk mengatur kehidupan oleh status kesehatan Anda,” kata Wenham.

Baca juga: Tak Perlu Bawa Surat Hasil Test Covid-19 atau Vaksin, Emirates Gandeng IATA Hadirkan Travel Pass

Ketika pemerintah memperdebatkan sertifikat kekebalan atau vaksin, bisnis terus maju. Beberapa kapal pesiar dan maskapai penerbangan telah mengumumkan bahwa para pelancong memerlukan bukti imunisasi untuk naik. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa mereka menentang mewajibkan vaksin untuk perjalanan, selama pasokan vaksin global terbatas dan kemampuan mereka untuk menghentikan penyebaran virus belum jelas.

Bak Cerita Novel, Kisah Cinta Pramugari Pan Am dan Anggota CIA di Pesawat Bikin Gemes

Cinta bisa terjadi dimana saja, tak terkecuali di pesawat. Seperti yang dialami pramugari Pan American World Airways atau bisa disebut Pan Am, Jocelyne, dengan anggota Badan Intelijen Nasional Amerika Serikat (CIA), Tyler Harding.

Baca juga: Romantis Berujung Pahit, Pramugari China Eastern Airlines Justru Dipecat Setelah Dilamar di Udara

Dilansir CNN International, kisah cinta keduanya terjadi pada tahun 1970 silam. Saat itu, kekhawatiran adanya pembajakan pesawat pasca peristiwa 6 September 1970, dimana tiga pesawat komersial dibajak dan diarahkan ke Amerika Serikat (AS) sekalipun akhirnya gagal, membuat program keamanan udara kembali digalakkan.

Program tersebut mengatur adanya petugas keamanan (Air Marshall), entah itu dari FBI ataupun CIA, minimal dua orang di setiap perjalanan pesawat.

Jocelyne saat masih muda dan menjadi pramugari aktif Pan Am. Foto: Jocelyne Harding

Tibalah saat dimana Jocelyne dan Tyler ditugaskan di penerbangan yang sama. Sayangnya, first impression keduanya tidak begitu mulus. Betapa tidak, saat penumpang dan kru sudah siap terbang, Tyler justru datang terlambat. Hal itu membuat Jocelyne, yang saat itu menjabat sebagai purser, kesal bukan kepalang. Tak ayal, begitu Tyler tiba, ia memasang wajah masam.

Di awal perjalanan dari Paris ke Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK), Jocelyne masih begitu kesal untuk melayani Tyler sebagaimana penumpang pada umumnya. Tetapi, sikap genit Tyler rupanya membuat pramugari berusia 23 tahun itu kepincut.

Terlebih, ketika melihat Tyler yang mengenakan setelan jas dari dekat, ia baru menyadari betapa gagah, rapi, ganteng, dan manisnya Tyler. Alhasil, ia pun jadi canggung dibuatnya.

Ketika itu, ia sama sekali belum berpikir bahwa ia akan berpacaran bahkan menikah dengannya. Selain Tyler begitu tampan, pramugari lain -utamanya pramugari dari Swedia- banyak yang lebih cantik dan cerdas dibanding dirinya. Jika ia bersaing dengan mereka untuk mendapatkan Tyler, sudah pasti kalah telak.

Kartu tanda pramugari Jocelyne. Foto: Jocelyne Harding

“Saya bekerja dengan beberapa gadis Swedia dan gadis-gadis Swedia benar-benar menakjubkan. Saya bahkan tidak berpikir untuk bersaing dengan mereka,” jelasnya, merendah.

Seiring berjalannya waktu, Jocelyne mulai tergoda untuk mengenal Tyler lebih jauh, berubah dari stigma awal dimana Tyler hanya ingin kenal lebih dekat dengan pramugari lain melalui dirinya. Sebab itu ia terus menerus menggodanya.

Puncak rasa penasaran pramugari berdarah Perancis-Kanada itu terjadi usai penumpang dan Tyler menyantap hidangan. Ketika itu, Jocelyne berjalan melewati lorong dan melirik Tyler dan berkata di dalam hatinya, “Seperti apa ya kalau saya menikah dengannya.” Namun, ia langsung mengubur impian itu dalam-dalam karena ia belum mengenalnya lebih jauh.

Jocelyne dan Tyler kini sudah behagia bersama tiga anak dan lima cucu serta menetap di AS. Foto: Jocelyne Harding

Kisah cinta antara pramugari Pan Am dan anggota CIA pun akhirnya dimulai ketika Jocelyne menuangkan kopi untuk Tyler. Tetapi, pesona Tyler di balik mata birunya membuat Jocelyne hilang kesadaran dan tanpa sengaja menumpahkan kopi ke pakaian Tyler.

Baca juga: Cinta Bersemi di Udara, Pramugari dan Pilot Saling Mengerti Pekerjaan Masing-masing

Anggota CIA asal Alexandria, Virginia, AS, itu pun mengajak Jocelyne berkencan sebagai syarat permohonan maaf. Jocelyne tak mengiyakan, tetapi raut wajah dan sinar matanya tidak bisa bohong.

Sampai di sini, sebetulnya Jocelyne belum mengetahui bahwa Tyler merupakan anggota CIA. Ia baru mengetahui fakta itu ketika Tyler mengajaknya menikah di suatu malam. Saat ini, pasangan tersebut tinggal di AS dan telah bahagia dengan tiga anak dan lima cucu.

Usai Flight to Nowhere, Qantas Luncurkan “Flight Mystery,” Apa Itu?

Setelah sukses jalankan penerbangan tanpa tujuan atau flight to nowhere, Qantas belum lama ini meluncurkan flight mystery atau penerbangan misterius. Sebagaimana namanya, flight mystery ialah penerbangan yang merahasiakan tempat tujuan. Tak hanya itu, setibanya di lokasi tujuan, Qantas juga mengatur agenda penumpang sampai kembali ke bandara semula. Mirip seperti paket tour, bukan?

Baca juga: Foto-foto Menakjubkan Penerbangan Tanpa Tujuan Boeing 787 Qantas Selama 8,5 Jam

“Pelanggan kami memberi tahu kami bahwa ke mana mereka boleh dan tidak bisa melakukan perjalanan di Australia telah menjadi misteri akhir-akhir ini,” kata Chief Customer Officer (CCO) Qantas, Stephanie Tully.

“Selain membantu membawa lebih banyak orang kembali bekerja, penerbangan misterius ini adalah cara lain untuk mendukung operator pariwisata di wilayah regional khususnya, yang sangat terpukul oleh beberapa gelombang pembatasan perjalanan,” lanjutnya, seperti dikutip dari Simple Flying.

Penerbangan misterius Qantas nantinya akan tersedia di tiga kota, Sydney, Brisbane, dan Melbourne. Brisbane akan memulai keberangkatan penerbangan misterius terlebih dahulu pada tanggal 27 Maret, disusul Sydney pada 18 April, dan Melbourne pada hari Sabtu, 1 Mei 2021. Seluruhnya menggunakan pesawat Boeing 737-800.

Meski tak memberi tahu tujuan penerbangan misteri ini, tetap Qantas memberi tahu kluenya ke para penumpang; seperti informasi untuk membawa sandal jepit, pakaian ganti, dan lain sebagainya. Maskapai nasional Australia itu juga memberi klue lain dimana penerbangan dari masing-masing kota menuju ke sebuah tempat sejauh dua jam perjalanan.

Alih-alih mendapat petunjuk yang mengarah ke tempat dimana penerbangan misterius Qantas menuju, calon penumpang malah dibuat makin penasaran. Secara teori, penerbangan dua jam dari kota masing-masing mungkin akan mengarah ke sedikit tempat.

Selain itu, Qantas juga memberikan klue bahwa mereka akan mengajak penumpang menuju daerah tropis, erat dengan air asin, dan makan siang di sepanjang pantai. Itu berarti, menurut calon penumpang, beberapa tempat seperti Cairns, Noosa, dan Hamilton Island adalah tujuannya.

Untuk keberangkatan dari Brisbane, penerbangan dua jam akan mengarah ke suatu tempat bernuansa pedesaan, makanan dan wine rumahan, dan alam terbuka yang menyenangkan. Klue tersebut setidaknya mengantarkan calon penumpang pada pedalaman Queensland, New South Wales, Mildura, dan Griffith.

Sedangkan keberangkatan dari Melbourne, Qantas menyebut penumpang akan dibawa ke alam bebas yang menakjubkan, harus berjalan kaki menuju lokasi, makanan dan wine rumahan, serta pasar tani yang seluruhnya fresh alias baru dipanen dari para petani lokal. Klue itu setidaknya mengantarkan netizen terbayang ke Hobart dan Salamanca.

Baca juga: Korean Air Batalkan Program Flight to Nowhere, Gegara Covid-19?

Selama di lokasi tujuan, Qantas mengatur seluruh aktivitas penumpang sampai kembali ke bandara untuk penerbangan pulang menuju kota keberangkatan awal. Seluruh aktivitas tersebut, termasuk makan, minum, dan games, sudah include tiket.

Harga tiketnya sendiri dibanderol AU$737 atau sekitar Rp8,2 juta (kurs 11.075) untuk kursi kelas ekonomi dan AU$1579 atau sekitar 17,5 juta (kurs 11.075). Seluruh tiket mulai dijual pada 4 Maret mendatang. Tertarik mencoba?

Inilah Six Pack, Enam Instrumen Dasar Penerbangan, Pilot Pemula Wajib Tau!

Pilot wannabe tentu sudah terbayang bahwa ada begitu banyak panel di kokpit yang terbagi ke dalam dua instrumen, yaitu flight instrument (instrumen penerbangan) dan flight control (kontrol penerbangan). Masing-masing dari dua itu tentu fungsinya cukup krusial terhadap keselamatan penerbangan.

Baca juga: 5 Kesalahan Populer Pilot Pemula Saat Taxi, Nomor Tiga Butuh Insting Tajam

Di antara banyak instrumen, dalam hal ini instrumen penerbangan, setidaknya, ada enam instrumen penerbangan dasar atau biasa disebut ‘six pack’ yang harus dikuasai pilot pemula dan tentu saja pilot senior.

Meski pesawat modern sudah menggunakan glass cockpit atau electronic cockpit, yaitu kokpit yang instrumen-instrumennya berupa layar monitor yang menampilkan berbagai informasi secara terkomputerisasi, tetapi bukan berarti pilot wannabe melupakan ‘six pack’ bukan? Dikutip dari aviatorshq.com, berikut enam instrumen dasar penerbangan.

1. Altimeter

Altimeter adalah suatu instrumen yang dipakai untuk mengetahui ketinggian pesawat terhadap suatu landasan atau tinggi pesawat terhadap permukaan laut.

Altimeter atau pengukur tinggi yang kita bicarakan dikenal dengan nama barometer altimeter atau pressure altimeter. Pressure altimeter sebetulnya adalah sebuah barometer atau pengukur tekanan atau pengukur perbedaan tekanan yang hasil pengukurannya dinyatakan dalam satuan panjang bukan dalam satuan tekanan (feet).

Untuk dapat menggunakan altimeter dengan baik adalah penting untuk mengetahui prinsip bekerjanya dan efek dari pada tekanan barometrik pada altimeter.

2. Indikator Kecepatan Udara (Pitot Static System)

Airspeed Indicator atau Indikator Kecepatan data mungkin tak asing bagi avgeek di Indonesia. Sebab, ini kerap dihubungkan dengan penyebab kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX Lion Air JT610.

Indikator kecepatan sendiri adalah bagian dari sistem instrumen pitot-static. Tabung pitot adalah alat pengukur tekanan pada aliran fluida untuk menentukan kecepatan dari pesawat udara serta kecepatan udara dan gas.

Tabung ini merekam tekanan pada sayap dan permukaan bagian depan pesawat. Data ini kemudian dibandingkan dengan data tekanan yang didapat dari static-port pada bagian lain pesawat.

3. Indikator Kecepatan Vertikal (Sistem Statis Pitot)

Vertical Speed Indicator atau Indikator Kecepatan Vertikal Instrumen ini menampilkan kecepatan pendakian/penurunan pesawat setiap waktu (dinyatakan dalam feet/minute). Jika bernilai positif, artinya pesawat sedang melakukan pendakian (climbing), sebaliknya jika negatif artinya pesawat sedang menurun (descending).

4. Attitude Indicator

Attitude Indicator atau biasa juga dikenal sebagai Gyro Horizon atau Artificial Horizon adalah instrumen yang berfungsi untuk menunjukkan letak pesawat terhadap garis horison. Instrumen ini dapat memberi informasi ketinggian nose pesawat terhadap garis horison saat sedang mengudara sehingga dapat menghindari peristiwa stall akibat nose yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Baca juga: Inilah Para Pengguna Augmented Reality di Industri Dirgantara

5. Heading Indicator (Gyroscopic System)

Heading Indicator atau Giro Direksi merupakan instrumen yang menunjukkan heading dari pesawat relatif terhadap arah utara berdasarkan letak geografis dari bumi. Instrumen ini dikalibrasi berdasarkan arah utara kutub magnet bumi (dari Magnetic Compass) untuk meningkatkan kepresisian penunjukan arah.

Pada pesawat-pesawat jet saat ini, Heading Indicator digantikan oleh HSI (Horizontal Situation Indicator) yang selain menampilkan informasi heading juga menampilkan informasi navigasi (VOR/ILS).

6. Turn Indicator (Gyroscopic System)

Turn Indicator menampilkan pergerakan aileron dan rudder yang digunakan untuk membelokkan pesawat.