Kalau Jakarta Punya MRT, Bangkok Punya BTS Skytrain yang Telah Mengular 20 Tahun

Kini hampir setiap belahan negara menyediakan transportasi massal yang memudahkan perjalanan baik bagi masyarakatnya maupun pelancong yang bertandang ke negara tersebut. Kalau di Jakarta punya CommuterLine, Moda Raya Terpadu (MRT) dan Lintas Rel Terpadu (LRT), Bangkok juga punya transportasi massal berupa MRT dan Bangkok Mass Transit System (BTS) Skytrain.

Baca juga: Warna Warni Taksi di Bangkok Ternyata Merupakan ‘Kode’

BTS ini dioperasikan oleh BTS PCL di bawah konsesi Administrasi Metropolitan Bangkok (BMA). BTS dibangun sejak 20 tahun silam dan memiliki 44 stasiun yang terdiri dari dua jalur yakni Jalur Sukhumvit dengan rute ke arah utara dan ke arah timur berakhir di Mo Chit dan Samrong serta jalur Silom yang melintas Jalan Silom dan Sathorn.

Kemudian melalui kawasan pusat bisnis di Bangkok dan berakhir di Stadion Nasional dan Bang Wa. BTS ini kemudian dikenal secara resmi sebagai kereta api melayang dalam rangka memperingati Ulang tahun Raja ke-6.

Stasiun BTS Skytrain ternyata terhubung dengan kereta Bandara Suvarnabhumi sehingga memudahkan pelancong yang akan berwisata ke kota Bangkok. Untuk tarifnya, berkisar antara 15-50 Baht atau sekitar Rp7 ribu-Rp25 ribu tergantung jarak dan tujuan yang mana pelancong biasanya menggunakan tiket sekali jalan.

Pembelian tiketnya pun bisa melalui vending machine ataupun langsung di loket dengan petugas. Tenang, bagi yang tak bisa bahasa Thailand, pada tiket terdapat bahasa Inggris sehingga memudahkan pelancong mengetahui tujuan mereka.

Di setiap gate tap in, akan ada petugas yang siap membantu penumpang bila kesulitan mentap tiket mereka dan membantu memeriksa barang bawaan. Stasiun BTS Skytrain dihiasi dengan berbagai iklan baik dinding maupun tiang-tiangnya.

Bangku di dalam kereta BTS sendiri berwarna kuning dan sangat empuk. Petunjuk jalan dan peta terpampang jelas di atas pintu untuk memudahkan penumpang melihat tujuan mereka. Apalagi ketika stasiun yang dilewati peta tersebut tandanya akan berubah menjadi merah dan stasiun yang belum dilewati akan berwarna hijau.

Baca juga: Kumuh di Luar, Ciamik di Dalam. Inilah Stasiun MRT Caojiawan

Bagian tengah kereta ada yang dikosongkan dan satu sisi tidak terdapat bangku untuk memudahkan penyandang disabilitas dengan kursi roda. Waktu tunggu keretapun tak jauh berbeda dengan MRT yakni 10-15 menit

Fase II MRT Jakarta Diprediksi Selesai Tahun 2024

Proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase II diperkirakan akan selesai tahun 2024 dan mulai beroperasi 2025 mendatang. Namun banyak pertanyaan muncul, bagaimana saat ini progres pengerjaan MRT Jakarta fase II tersebut?

Baca juga: MRT Jakarta Segera Luncurkan QR Code untuk Tiket, Provider Uang Elektronik Mulai Bersaing

Ternyata saat ini proyek MRT fase II dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju Kota terus berjalan. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan nantinya ketika beroperasi perjalanan dari Lebak Bulus menuju Kota dengan headway lima menit maka kereta tiba hanya membutuhkan waktu 45 menit.

Sabandar mengatakan, estimasi pada 2025 mendatang, MRT Jakarta bisa mengangkut penumpang sebanayk 551.200 penumpang per harinya. Hal ini berdasarkan desain Basic Engineering Design fase II.

“Jalurnya dibuat sedalam 17-36 meter di bawah tanah. Dengan rel R54 yang memiliki lebar jalur 1067 mm. Jarak antar stasiun dibuat sekitar 0,6-1 km,” jelas Sabandar.

Dia menyebutkan untuk dana MRT fase II sebesar Rp22,5 triliun yang dibantu oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).

“Nanti tinggal kita cari siapa yang mau bantu pembiayaan, mungkin JICA. Kita maunya sih JICA biar satu line sekalian,” kata Sabandar.

Dia menambahkan, untuk pembangunan fase II ini banyak yang unik dari pengerjaan proyeknya yakni adanya jalur bertingkat di bawah tanah. Untuk Stasiun BHI sampai dengan Harmoni akan sejajar sedangkan dari Stasiun Harmoni sampai Glodok akan bertingkat, Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar bahkan berada empat lantai dibawah tanah.

“Ini karena menyempit disekitar Harmoni, jadinya jalur kita tidak kanan kiri tapi bertingkat di bawah tanah. Masuk Sawah Besar sampai Kota balik lagi sejajar kana kiri,” kata Sabandar.

Dari 5,8 km jalur yang dibuat akan melewati tujuh stasiun mulai dari Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota. Sabandar menambahkan, terkait depo yang akan berlanjut ke Ancol Barat dari Kota saat ini masih dalam tahap desain.

Desain tersebut akan selesai pada November dan perencanaan anggaran yang dibutuhkan juga sudah ada. Sementara itu untuk lelang paket proyek, dari lima paket ada satu paket sudah selesai pembangunannya, yaitu CP 200 alias pembangunan gardu dan transmisi kelistrikan bawah tanah MRT sudah selesai semua pembangunannya.

Baca juga: Depo di Ancol Barat, MRT Jakarta Fase II Punya Tujuh Stasiun

“CP200 kita udah 100 persen, masih on going 2024 selesai sampai Kota. Paket lainnya masih jalan proses lelang,” jelas William.

Pelelangan yang dilakukan termasuk pada proyek CP201, hingga CP203 yang membangun jalur Bundaran HI ke Stasiun Kota. Dia menegaskan bulan April tahun depan ketiga proyek ini sudah berjalan.

INACA Punya Pengurus Baru, Targetkan Membangun Konektivitas di Seluruh Daerah

Rapat Umum Anggota (RUA) Tahunan 2019 Indonesian National Air Carrier Association (INACA) mengusung tema “Providing Better Public Communication of National Aviation Industry Environment”. Dalam RUA ini, banyak hal yang dibahas seperti pemilihan kepengurusan INACA 2019-2022 mendatang hingga lima Bali baru yang menjadi super prioritas.

Baca juga: Klarifikasi INACA, “Harga Avtur Tidak Berpengaruh Langsung Pada Tingginya Harga Tiket Pesawat”

Adapun pengurus INACA periode 2019-2022 yakni Denon B. Prawiraatmadja (WhiteSky Aviation) terpilih sebagai Ketua Umum INACA 2019-2022, Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto, Ketua Penerbangan Berjadwal Wuri Septiawan (AirAsia Indonesia), Ketua Penerbangan Tidak Berjadwal Arif Wibowo (AirFast Indonesia), Ketua Penerbangan Kargo Muhammad Ridwan (My Indo Airlines). Denon selaku ketua baru INACA mengatakan pihaknya akan ikut mensukseskan penerbangan Indonesia. Di mana asosiasi punya peran dalam mensukseskan program pemerintah sekarang terkait transportasi udara seperti konektivitas di seluruh tanah air.

“Program utama yakni membangun konektivitas bukan hanya kota besar di pusat melainkan bagian tengah dan timur,” kata Denon yang ditemui usai RUA di Hotel Borobudur, Kamis (30/10/2019).

Dia mengatakan, konektivitas udara memegang peran penting dalam menghubungkan masyarakat Indonesia serta mendukung pergerakan perekonomian Indonesia serta visi pemerintah dalam menggerakkan sektor industri pariwisata nasional. Seperti saat ini, lima Bali baru yang menjadi super prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Likupang dan Labuhan Bajo mulai dikembangkan.

INACA dalam hal pengembangan lima Bali baru tersebut mengaku tidak akan berjalan sendirian sehingga harus bersinergi dengan banyak pihak seperti Kementerian Pariwisata, Pemda setempat dan yang lainnya.

“Untuk pengembangan ini tidak akan berjalan masing-masing. Sinergi stakeholder, bukan hanya tanggung jawab INACA tetapi semua kementerian yang terlibat. Sinergi ini gimana cara kita bisa selesaikan,” kata Wuri Setiawan, Ketua Penerbangan Berjadwal yang ditemui KabarPenumpang.com, Kamis (30/10/2019).

Dia menjelaskan bahwa dalam pengembangan ini selain Kemenhub, pihaknya juga berharap Pemda di lima Bali baru tersebut mengadakan event untuk lebih memperkenalkan daerah mereka. Sebab bukan hanya wisatawan mancanegara saja, tetapi wisatawan dalam negeri pun tidak sepenuhnya tahu daerah Indonesia.

“Karena hal ini maka INACA rangkul semua potensi yang ada untuk duduk bersama baik Kementerian Pariwisata, Pemda, UMKM atau siapapun yang akan bangun kemajuan daerah itu,” jelas Wuri.

Dia bahkan menambahkan, kehadiran inflight magazine atau majalah dalam penerbangan yang disediakan setiap maskapai juga turut membantu dalam mengenalkan lima Bali baru tersebut.

 Baca juga: Ditjen Perhubungan Udara: “Maskapai Asing Jangan Hanya Mengambil Rute Gemuk Saja”

“Mandalika salah satu contohnya, dalam majalah pesawat kita bisa membaca itu ada dimana dan ada apa didalamnya. Jadi semua sama-sama saling bantu promosi. Kita semua bergerak dan kami yakin dengan kerja sama pasti bisa,” tambah Wuri.

Bertarung Melawan Waktu, Inilah Kesibukan di Jeda Penerbangan yang Padat

Bayangkan Anda sedang berada di terminal keberangkatan di suatu bandara, dimana Anda bisa sedikit bersantai sembari menunggu gerbang keberangkatan di buka, menikmati kopi, dan memainkan ponsel. Namun pernahkah terbesit di benak Anda betapa sibuknya kru maskapai dan bandara manakala Anda menikmati waktu tunggu di terminal keberangkatan? Di rentang waktu antara pesawat tiba dan kembali harus menerbangkan penumpang, sejatinya itulah waktu krusial bagi pihak maskapai dan petugas bandara.

Baca Juga: Ini Dia, Para Pekerja Ground Support System di Bandara

Kira-kira, apa saja yang dilakukan oleh mereka di rentang waktu tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini, KabarPenumpang.com melansir dari laman cntraveler.com, dimana perhitungan tiap menit di masa-masa ini sangatlah berharga – mengingat pesawat harus kembali mengudara dengan jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya. Di sini, laman sumber mengambil contoh maskapai SAS Scandinavia Airlines yang ada di Stockholm Arlanda Airport, Swedia.

Pukul 09.00: Pesawat Airbus A320 SAS dengan nomor penerbangan SK1416 dari Copenhagen mendarat di Stockholm dan setibanya pesawat di terminal, petugas bandara dan kru maskapai langsung dengan sigap mempersiapkan untuk penerbangan selanjutnya – SK535 menuju Dublin.

Setelah pesawat terparkir, pilot akan mematikan kedua mesinnya dan daya listrik yang ada di pesawat mulai dipasok dengan menggunakan Ground Power Unit (GPU).

Pukul 09.03: Sesaat setelah penumpang keluar dari kabin, petugas kebersihan akan masuk ke dalam pesawat untuk memulai tugasnya – membersihkan keseluruhan kabin, mengeluarkan sisa-sisa katering di dalam pesawat, mengosongkan tangki toilet, mengisi ulang air, hingga membongkar-muat kargo dan bagasi penumpang.

Pukul 09.18: Bahan bakar pesawat mulai diisi guna memenuhi kebutuhan penerbangan selanjutnya.

Pukul 09.20: Kru kokpit penerbangan SK535 akan mulai melakukan walk-around untuk memeriksa apakah penerbangan sebelumnya meninggalkan masalah yang tidak tercatat di catatan riwayat penerbangan – sementara kru kabin akan memeriksa semua instrumen keselamatan dan katering.

Patut diketahui, biasanya pilot dan kru kabin akan mulai berganti shift setelah beberapa kali melakukan penerbangan dalam satu hari – tidak berganti shift dalam sekali penerbangan.

Pukul 09.22: Setelah semua persiapan guna melakoni penerbangan selanjutnya rampung, maka proses boarding penumpang mulai dilakukan.

Baca Juga: “Zero Mistake dan Tahan Tekanan,” Jadi Keharusan Bagi Petugas Menara ATC

Pukul 09.31: Petugas darat akan memberikan tenggat waktu untuk menunggu penumpang connecting flight. Jika hingga pada waktu yang ditentukan penumpang tidak kunjung datang, maka petugas berhak untuk mengeluarkan bagasi penumpang terkait dan menyerahkannya ke pihak terminal.

Pukul 09.35: Pilot akan meminta akses kepada pihak ATC untuk memberangkatkan SK535, dan setelah mendapat persetujuan, pesawat akan mulai melakukan push-back dari apron untuk mengopeasikan penerbangan selanjutnya menuju Dublin.

Wah, ternyata sesibuk itu ya kru penerbang dan petugas darat!

Akibat Ledakan Tabung Gas Saat Memasak, 70 Orang Tewas di Dalam Kereta Tezgam Express

Sebanyak 70 orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah kebakaran terjadi di kereta penumpang di Pakistan. Kebakaran kereta ini terjadi akibat ledakan tabung gas lantaran ada penumpang yang memasak makanan mereka di atas kompor pada Kamis (30/10/2019) pagi.

Baca juga: Saat Kembang Api Beraksi, 60 Orang Tewas Tertabrak Kereta Saat Festival Dussehra

Penumpang yang tewas dan luka-luka sebagian besar karena mencoba turun dari kereta untuk melarikan diri dari api. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman theguardian.com (31/10/2019), dalam sebuah rekaman, menunjukkan tiga gerbong kereta dilalap api dan asap keluar dari sela-sela jendela serta saksi mata mengatakan mendengar penumpang terjebak menangis dan menjerit. Menteri kereta api Rashid Ahmed mengatakan, sebagian besar penumpang tewas karena melarikan diri untuk menghindari api.

“Dua kompor meledak ketika seseorang sedang memasak untuk sarapan. Padahal membawa tabung gas dalam kereta api adalah hal yang ilegal sebab dilarang dalam aturan,” kata Rashid.

Insiden tersebut terjadi di kereta Tezgam Express yang melakukan perjalanan dari kota-kota Karachi dan Rawalpindi yang kala itu tengah melintas Provinsi Punjab. Asisten komisaris kota Multan, Mansoor Ahmed membenarkan jumlah korban jiwa mencapai 70 orang dan 40 diantaranya terluka bahkan kritis.

Diketahui, pada Kamis sore, para petugas penyelamat mulai membersihkan reruntuhan yang hangus untuk pencarian korban. Sembilan orang dengan luka bakar dibawa ke rumah sakit di distrik Multan.

Bahkan karena banyaknya korban, Mansoor mengonfirmasi bahwa rumah sakit di distrik Raim Yar Khan juga tak bisa mengakomodasi jumlah korban sehingga harus dibawa ke distrik Multan yang berjarak tiga jam perjalanan.

“Sangat sedih dengan tragedi mengerikan dari kereta Tezgam. Belasungkawa saya sampaikan kepada keluarga korban dan doa untuk pemulihan yang cepat dari yang terluka. Saya telah memerintahkan penyelidikan segera untuk diselesaikan atas dasar mendesak,” kata Perdana Menteri Pakistan Imran Khan melalui cuitan di akun Twitternya.

Baca juga: Hari ini 31 Tahun Lalu, Terjadi Kecelakaan Kereta Terbesar di India, Tewaskan 140 Orang!

Insiden di kereta api biasa terjadi di Pakistan, di mana korupsi, salah urus, dan kurangnya investasi telah menyebabkan kereta api menurun selama beberapa dekade terakhir. Kepadatan juga sering menjadi masalah keamanan. Pada Juli, sedikitnya 23 orang tewas di distrik yang sama ketika sebuah kereta penumpang dari kota Lahore di bagian timur Pakistan menabrak kereta barang yang berhenti di persimpangan.

Loganair Operasikan Penerbangan Berjadwal Tersingkat di Dunia, 90 Detik Saja!

Mungkin beberapa dari Anda masih ingat dengan landasan udara Kegata yang ada di Papua sana. Bagi Anda yang lupa, landasan udara ini tercatat sebagai salah satu yang ekstrem, mengingat landas pacunya hanyalah sepanjang 400 meter dan berada di atas ketinggian pegunungan Papua. Selain terkenal karena landas pacunya, landasan udara Kegata ini juga mahsyur karena waktu terbangnya yang amat sangat singkat – menuju Desa Apowo dengan waktu mengudara 73 detik saja!

Baca Juga: Landasan Udara Kegata, Bertengger di Atas Indahnya Pegunungan Papua

Ngomong-ngomong soal waktu penerbangan tersingkat, ternyata ada juga penerbangan lain yang memiliki waktu perjalanan kurang dari dua menit, yaitu penerbangan dari Papa Westray menuju Westray di Skotlandia. Anda semua tahu berapa durasi perjalanannya? Hanya 90 detik! Singkat sekali, bukan?

Ya, penerbangan berjadwal ini dilayani oleh Loganair, sebuah maskapai regional asal Skotlandia yang bermarkas di Bandara Glasgow. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (30/10), durasi perjalanan 90 detik tersebut terhitung sejak pesawat take-off hingga landing. Sejatinya, jarak yang terbentang antara Papa Westray dan Westray ini sendiri hanya 1,7 mil saja, atau yang setara dengan 2,8km.

Jika waktu 90 detik tersebut sudah termasuk take-off dan landing, maka waktu penerbangannya sendiri tentu kurang dari 90 detik. Tercatat, waktu di udara untuk penerbangan ini sendiri hanyalah 47 detik saja, tapi waktu tersebut bisa menjadi lebih lama, tergantung dari arah dan kekuatan angin.

Di dalam sebuah video yang pernah direkam ketika Loganair ini tengah menghubungkan Papa Westray dan Westray, Anda bahkan bisa melihat destinasi penerbangan sejurus sesaat setelah pesawat berada di udara.

Baca Juga: ATR-72 600, Pesawat Tercanggih Untuk Penerbangan Perintis Nasional

Mengingat ini hanyalah penerbangan jarak pendek, maka Anda jangan berharap akan menggunakan pesawat jet, ya! Karena sejatinya Loganair hanyalah menggunakan pesawat propeller, Britten-Norman BN-2 Islander.

Adapun alasan di balik hadirnya penerbangan jarak pendek ini adalah karena kondisi laut yang memisahkan dua destinasi ini terkenal ‘ganas’. Sehingga orang-orang lebih memilih untuk menggunakan pesawat ketimbang harus mengarunginya.

Kurangi Emisi, Pemerintah Sydney Bakal Ganti 8000 Bus Diesel Menjadi Bus Listrik

Mengurangi emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim kini semakin marak dilakukan hampir semua negara di dunia. Salah satunya Australia yang mulai mengurangi emisi karbon dengan mengganti bus berbahan bakar diesel menjadi listrik.

Baca juga: Giliran Bus Otonom EasyMile EZ10 Diuji Coba di Australia

Hal ini terlihat dari Pemerintah Negara Bagian NSW (New South Wales), yang berencana mengganti delapan ribu armada bus di Sydney. Penggantian ini bukan hanya mengurangi emisi tetapi salah satu kebijakan nyata menuju nol emisi tahun 2050 mendatang.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari thedriven.io (28/10/2019), Menteri Transportasi NSW Andrew Constance mengatakan, akan mencari kontrak baru untuk penyediaan dan pengoperasian sistem bus umum di Sydney. Di mana sebuah langkah menuju ke bus listrik dan secara substansial mengurangi kerusakan lingkungan dari jejak jaringan transportasi umum.

“Beralih ke armada bus sepenuhnya listrik akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam hal mengurangi polusi udara dan kebisingan. Sebagai bagian dari proses ini, kami akan menantang industri untuk memulai transformasi ambisius dari armada bus kami dari partikulat yang mengeluarkan diesel ke bus emisi nol,” kata Constance.

“Pengalaman kota-kota Eropa terkemuka lainnya menunjukkan bahwa transisi cepat ke bus tanpa emisi adalah mungkin, dan saya telah meminta Transport kepada NSW untuk bekerja dengan operator dan pemasok bus untuk mengembangkan rencana untuk mentransmisikan armada kami sebagai bagian dari proses tender,” tambah Constance.

Dia mengatakan, nol emisi bus menjadi standar dengan manfaat biaya lingkungan, kesehatan dan operasional signifikan. Sebab kota-kota seperti London, Amsterdam dan Paris sudah melakukan perubahan tersebut dan Sydney layak mendapat hal yang sama.

Diketahui pemerintah NSW saat ini mengontrak 13 opeator bus di seluruh Sydney untuk melayani wilayah metropolitan Sydney. Sebagian besar kontrak ini bisa diperpanjang antara sekarang dan tahun 2020.

“Saya menantang operator transportasi umum terkemuka dunia untuk mengajukan penawaran ke 13 wilayah kontrak bus Sydney selama tiga tahun ke depan yang mencakup tiga wilayah yang tersisa,” jelas Constance.

Dia menambahkan kontrak baru ini merupakan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memperbarui armada bus tua Sydney dan memanfaatkan teknologi baru untuk mengurangi dampak bus terhadap kesehatan dan lingkungan kota. Tak hanya itu, penggantian armada bus diesel ke listrik pun untuk mengurangi kebisingan selain polusi udara.

“Mengalihkan semua bus Sydney dari diesel ke all-electric akan berdampak penting pada permintaan listrik NSW, yang diperkirakan berada dalam urutan kenaikan 5 hingga 10 persen. Ini dapat memberikan dorongan untuk pembangkit listrik tenaga angin dan matahari di negara bagian tersebut, dengan anggapan pemerintah NSW memilih untuk sumber listrik dari proyek energi terbarukan,” kata dia.

Baca juga: Operasikan 400.000 Unit, Populasi Bus Listrik Terbesar Masih di Cina

Diketahui, saat ini layanan antar-jemput bus listrik yang sukses telah beroperasi di bandara Sydney dan Brisbane, yang menegaskan manfaat biaya dan keandalan bus listrik daripada bus diesel tradisional.

Rayakan Halloween, Inggris Buka Tur Kereta dan Kanada Gelar “Bus Hantu”

Halloween diperingati setiap tanggal 31 Oktober dan merupakan suatu perayaan yang bisa dijumpai di sejumlah negara untuk memperingati Hari Raya Semua Orang Kudus di Kekristenan Barat. Hallowen biasanya diramaikan dengan kegiatan Trick or treat dan pesta kostum horor yang menyeramkan.

Baca juga: Hantu di MRT Singapura Sukses Ramaikan “Halloween Horror Night”

Nah pada masa Halloween masyarakat London bisa naik kereta di sepanjang jalur bawah tanah yang tak lagi digunakan. Bagian dalam kereta ini didekorasi horor untuk menambah kesan Halloween. Dilansir KabarPenumpang.com dari mylondon.news (24/10/2019), kereta tersebut akan mulai berjalan dari Stasiun Ongar Railway di Essex ke North Weald di sepanjang jalur Central Line yang sudah ditinggalkan sejak tahun 1994.

(www.simcoe.com)

Kereta Halloween ini mulai berjalan pada tanggal 26, 27, 30 dan 31. North Weald dibayangkan kembali sebagai North Weird di mana ada burung hantu, seorang pelukis wajah, pendongeng, disko dan minuman. Ada kereta uap yang menyeramkan dan melakukan perjalanan kecil ke Hutan Epping.

Selain itu penumpang kereta Halloween akan bergabung dengan karakter film Tim Burton, The Nightmare Before Christmas serta seorang pesulap. Uniknya lagi, kostum dan riasan penumpang akan diberikan hadiah bila itu sangat menakutkan. Bagi masyarakat yang datang dari London dari daerah pinggiran akan mendapat bus antar jemput dari Stasiun Epping Tube, di ujung Central Line.

Kereta ini berjalan di berbagai waktu sepanjang hari yang ditentukan. Tak hanya itu, pusat komunitas Barrie di Kanada menghadirkan tur bus hantu yang membawa semangat Halloween di dalamnya. Bus ini beroperasi di kota Barrie pada 22-24 Oktober kemarin.

Ghost bus atau bus hantu sudah enam tahun hadir untuk membawa kegembiraan Halloween dan bisa dinaiki secara gratis. Pada perjalanannya beberapa waktu lalu ada tiga kota yang disambangi bus hantu ini yakni East Bayfield (22 Oktober), Allandale (23 Oktober) dan Holly (24 Oktober).

“Tur telah berkembang menjadi salah satu acara tahunan kami yang paling populer. Ini cara yang bagus bagi keluarga untuk mendapatkan semangat Halloween. Staf transit dan rekreasi mencoba meningkatkan standar setiap tahun dan memperkenalkan elemen seram baru untuk menjaga gairah tetap hidup,” kata penyedia rekreasi kota Alex Malmsten yang dikutip dari simcoe.com (21/10/2019).

Selain bus, berbagai kegiatan bertema Halloween dihadirkan untuk anak-anak dari segala usia. Bus akan tetap ada sehingga peserta diundang untuk menikmatinya dan tak lupa untuk menggunakan kostum. Orang tua yang mengantar anaknya diminta untuk menggunakan kebijaksanaan mereka ketika memutuskan apakah akan memasuki bus bersama anak atau tidak.

Baca juga: Silverpilen, Legenda Kereta Hantu Milik Warga Stockholm

Bus itu berada di sisi yang lebih lembut dari menakutkan, jika dibandingkan dengan rumah hantu yang khas dan mungkin terlalu menyeramkan untuk beberapa peserta. Tahun lalu ada delapan ribu orang berpartisipasi dalam tur bus hantu ini. Diketahui acara tur dan kegiatan lainnya berlangsung dari pukul 17.00 hingga 19.30 malam setiap hari waktu setempat.

Skak Mat! Boeing Kedapatan ‘Membual’ Ketika Pasarkan 737 MAX

Sebuah fakta mencengangkan hadir di dalam tubuh manufaktur kedirgantaraan terbesar di Amerika, Boeing, dimana sistem anti-stall yang terpasang di varian 737 MAX dapat menimbulkan bencana apabila pilot tidak meresponnya dalam kurun waktu 10 detik. Fakta ini berimplikasi pada ‘bualan’ pihak Boeing yang mengatakan bahwa pilot tidak memerlukan pelatihan tambahan untuk mengoperasikan varian teranyar dari seri 737 ini.

Baca Juga: ‘Penyakit Menahun,’ Boeing Dinilai Kurang Transparan di Setiap Kecelakaan

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman irishtimes.com (31/10), fakta ini tesaji manakala CEO Boeing, Dennis Muilenburg memberikan keterangan di hadapan Kongres untuk kedua kalinya pasca kecelakaan dua unit 737 MAX 8 milik Lion Air dan Ethiopian Airlines. Fakta yang terpapar dari mulut Dennis juga menyebutkan bahwa sebenarnya Boeing bisa saja membuat pesawat terkait menjadi lebih aman untuk dioperasikan, seandainya pihak perusahaan tidak terburu-buru dalam pengembangannya. Ya, Boeing memang terkenal selalu bersitegang dengan rivalnya, Airbus dalam urusan pengembangan pesawat.

Ketua Komite Demokrat, Peter DeFazio mengatakan isi dokumen milik Boeing memaparkan bahwa para pilot tidak memerlukan pelatihan khusus untuk bisa menerbangkan varian 737 MAX.

“Pelatihan via simulator akan meningkatkan waktu dan biaya pembelian pesawat secara substansial,” ucap Peter.

Pada dokumen tersebut juga tercatat bahwa pihak Boeing membebankan bea senilai US$1 juta kepada pihak Southwest Airlines yang meminta agar pilotnya mendapatkan pelatihan terlebih dahulu sebelum membeli varian 737 MAX. Jika dikonversi, maka besaran bea yang harus dibayar pihak Southwest Airlines untuk bisa mendapatkan pelatihan adalah berkisar Rp 14 miliar.

Baca Juga: Kasus Boeing 737 MAX: Joint Authorities Technical Review Lakukan Kritik Sertifikasi Pada FAA

Dari sini saja kita bisa menyimpulkan, apabila memang pihak Boeing memiliki niatan untuk terus mempertahankan tahtanya sebagai penguasa lini udara, maka seharusnya perusahaan sudah mencantumkan pelatihan kepada para pilot di dalam paketan pembelian pesawat – atau paling tidak melebihkan harganya sedikit untuk bea pelatihan, bukannya malah menjadikan pelatihan terhadap pilot sebagai opsi yang dijual terpisah.

Jika kasusnya sudah seperti ini, pihak Boeing sendiri yang malah menjadi rugi. Selain harus rela melihat varian 737 MAX grounded di seluruh dunia, pihak perusahaan juga mesti rela harga saham dan reputasinya anjlok.

Terima A330-300CEO eks Thai Lion, Batik Air Resmi Masuki Pasar Widebody Full Service

Dalam beberapa bulan terakhir, Lion Air Group diramaikan dengan berita kedatangan armada barunya berupa pesawat Airbus A330-900NEO yang didatangkan langsung dari Toulouse, Perancis untuk memperkuat lini Lion Air dan Thai Lion. Nah, masih di seputaran Airbus A330 series, Batik Air sebagai maskapai full service dari Lion Air Group telah mewartakan pesawat barunya, yaitu A330-300CEO dengan kode registrasi PK-LDY.

Baca juga: Hadir dengan Beragam Fitur Terbaru, Kenapa Penjualan A330neo Masih Lesu?

Meski bukan pesawat yang baru dikeluarkan dari pabrik, namun operasional A330-300CEO merupakan babak baru bagi Batik Air, pasalnya selama ini maskapai ini hanya menggunakan jenis pesawat narrow body jenis A320 dan Boeing 737 NG series. Dengan masuknya pesawat widebody full service di Batik Air, maka secara langsung akan berhadapan dengan Garuda Indonesia yang juga mengoperasikan pesawat sejenis untuk rute internasional.

Uniknya, A330-300 PK-LDY ibarat ‘tukar guling’ dengan Thai Lion, dimana Thai Lion belum lama ini mendapatkan A330-900NEO. Dikutip dari planespotters.net, disebutkan sebelum diterima Batik Air, PK-LDY adalah pesawat yang dioperasikan oleh Thai Lion dengan registrasi HS-LAI. Bahkan sebelumnya lagi, pesawat ini sempat digunakan Batik Air Malaysia dengan registrasi 9M-LFD.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) pada

Meski begitu, Batik Air A330-300CEO tergolong pesawat dengan usia yang sangat muda (2 tahun) sejak diluncurkan dari Toulouse.

Di tangan Batik Air, A330-300CEO akan melayani penumpang dengan dua kelas, yaitu terdiri dari 18 kelas bisnis dan 374 kelas ekonomi. Pesawat ini mampu melayani berbagai sektor pasar, mulai dari penerbangan berdurasi 60 menit hingga penerbangan yang membutuhkan waktu 15 jam, menjadikan pesawat ini sebagai pesawat jarak jauh tanpa mengesampingkan operasional.

Baca juga: Layani Umrah 2019, Airbus A330-900NEO Lion Air Lakukan Penerbangan Perdana ke Arab Saudi

Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air Group menyebut, bahwa pesawat ini akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan rute internasional. “Pengoperasian Airbus 330-300CEO akan memberikan nilai tambah kepada tamu antara lain penerbangan ibadah (umrah) non-stop yang direncanakan dari Medan, Jakarta, Solo, Makassar ke Madinah dan Jeddah. Selain itu, Batik Air juga mempersiapkan ekspansi pasar wisata ke Asia, Australia dan negara lainnya,” ujar Danang dalam pesan tertulis.