‘Raja Garbarata’ Indonesia Menangkan Tender Pengadaan di Bandara Don Mueang Thailand

PT Bukaka Teknik Utama yang merupakan bagian dari Kalla Group dikabarkan baru saja memenangkan kontrak senilai US$7,5 juta atau yang berkisar Rp100 miliar untuk pembangunan 33 garbarata atau yang akrab disebut dengan sky bridge. Tidak hanya garbarata, PT Bukaka Teknik Utama juga kabarnya akan membangun tiga jalur pejalan kaki untuk pengunjung di Bandara Internasional Don Mueang di Bangkok, Thailand.

Baca Juga: Duel Garbarata dan Tangga Manual: Siapa Yang Akan Menang?

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (22/10), adapun kontrak kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Operasi dan Sumber Daya Manusia PT Bukaka Teknik Utama, Saptiastuti Hapsari pada Selasa (22/10) kemarin di hadapan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Thailand, Ahmad Rusdi dan Direktur Pelaksana Bankexim Indonesia, Dikdik Yustandi.

Jika tidak meleset, pembangunan garbarata dan jalur pejalanan kaki ini akan rampung dalam waktu satu tahun, dengan pengerjaan pertama dilakukan pada bulan Januari 2020 mendatang.

“Kerjasama dengan otoritas Bandara Internasional Don Muean Thailand diharapkan akan berlanjut hingga masa depan dan diharapkan dapat membantu meningkatkan kerja sama bilateral dalam perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Thailand,” ujar pihak perusahaan dalam sebuah pernyataan tertulis.

Selain bisa memperkuat hubungan bilateral antar dua negara, Duta Besar Indonesia di Thailand juga mengharapkan agar hubungan bisnis dan kerja sama antara dua negara ini semakin terjalin dengan erat.

Seperti yang diketahui, PT Bukaka Teknik Utama bukanlah pemain baru dalam urusan produksi garbarata, dimana perusahaan ini sudah lebih dari 40 tahun berkutat dengan ‘tangga eksklusif’ menuju pesawat ini dan mengekspornya hingga ke Singapura, Malaysia, Hong Kong, Jepang, India, Chili, dan Bangladesh.

Baca Juga: Ternyata! Penggunaan Garbarata Penuh Perhitungan dan Terjadwal

Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa garbarata kerap dianggap lebih prestisius ketimbang menggunakan tangga biasa menuju pesawat. Kenapa? Sebagaimana yang sudah pernah diberitakan sebelumnya, dengan menggunakan garbarata, Anda tidak akan terlalu bising mendengar raung bunyi mesin pesawat, dan tidak perlu berpanas-panasan di apron karena garbarata dilengkapi dengan pendingin ruangan.

Jadi, tidak heran kan mengapa garbarata lebih disukai oleh para pelancong?

‘Penyakit Menahun,’ Boeing Dinilai Kurang Transparan di Setiap Kecelakaan

Tragedi jatuhnya Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air pada Oktober 2018 silam yang disusul oleh Ethiopian Airlines lima bulan berselang tentu masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban yang ditinggalkan. Sikap Boeing yang seolah tidak serius dalam menyantuni keluarga korban menjadi salah satu pemicu aksi penuntutan kepada pihak perusahaan.

Baca Juga: Inilah Alasan, Mengapa Boeing Menggunakan Angka 7 di Produk Jet Komersialnya

Dua kecelakaan yang menewaskan setidaknya 346 orang ini tentu menjadi faktor kuat yang melatarbelakangi merosotnya nilai saham dari perusahaan, hingga hilangnya kepercayaan dari pihak maskapai dan penumpang. Ya, ‘pekerjaan rumah’ Boeing tidaklah mudah di sini, dimana perusahaan harus melakukan perbaikan pada sistem Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) – yang dipercaya sebagai biang kerok dari jatuhnya dua varian 737 MAX 8, mendapatkan sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA) agar varian di atas bisa kembali mengudara, dan satu yang paling penting, mengembalikan kepercayaan pihak maskapai dan penumpang.

Salah satu tuntutan pihak keluarga sebenarnya tidaklah terlalu sulit, yaitu meminta agar pihak Boeing lebih transparan lagi dalam mengungkapkan kasus kecelakaan yang melibatkan armadanya. Sebenarnya, tuntutan semacam ini sudah direkomendasikan oleh eks ketua dari National Transportation Safety Board (NTSB), Jim Hall. Ya, Jim bukan kali ini saja menetaskan rekomendasi semacam ini, melainkan sudah sejak tiga dekade ke belakang, dimana pada 12 Agustus 1985, Boeing 747 milik Japan Airlines Flight 123 jatuh di Gunung Takamagahara akibat kesalahan struktural pesawat.

“Menurut saya, Boeing tidak transparan mengungkapkan informasi faktual terkait suatu kecelakaan,” ujar Jim, dikutip KabarPenumpang.com dari laman washingtonpost.com (28/10).

Menanggapi pernyataan dari Jim tadi, pihak Boeing melalui juru bicaranya, Gordon Johndroe mengamini statemen tersebut.

“Kami tahu kami harus lebih transparan tentang informasi (terkait kecelakaan),” ucap Gordon.

“Boeing telah berkoordinasi secara maksimal dengan investigator kecelakaan guna mengetahui penyebab utama dari suatu kecelakaan, dan kami berkomitmen untuk membagikan data yang kami peroleh guna mendukung peningkatan keselamatan di bidang transportasi,” sambungnya.

Baca Juga: Beberapa Hal Yang Terlupakan dari Nama Besar Boeing

Jika ditelisik lebih dalam lagi, Boeing memang tidak secara gamblang menyebutkan penyebab kecelakaan dari 737 MAX 8 hingga saat ini, dan mereka selalu mengatakan untuk memperbaiki kesalahan agar varian terkait bisa kembali mengudara.

Akankah Boeing lebih transparan kedepannya?

Liburan di Bangkok? Ini Tips dari Tourism Authority of Thailand Biar Tak Salah Arah!

Negeri Gajah Putih, menjadi salah satu pilihan destinasi pelancong mancanegara. Tak hanya tempatnya yang indah dengan berbagai pantai, keramahan khas orang Asia Tenggara dan makanannya yang bercita rasa tinggi pun menjadi incaran pelancong.

Baca juga: Warna Warni Taksi di Bangkok Ternyata Merupakan ‘Kode’

Bahkan penampilan para ‘Ladyboy’ pun seperti dinanti pelancong untuk melihat penampilan mereka ketika berpentas. Nah, sebagai orang awam yang pertama kali mengunjungi Thailand, KabarPenumpang.com merangkum dari thailand-business-news.com (29/10/2019), Tourism Authority of Thailand (TAT) menawarkan tips perjalanan pelancong mancanegara agar merasakan kenyamanan yang menyenangkan ketika tiba di negeri mereka.

#1 Transportasi
Permulaan awal dari Bandara Internasional Don Mueang atau Bandara Internasional Suvarnabhumi. Dari sini TAT merekomendasikan pelancong untuk menggunakan taksi resmi dari bandara meski harga sedikit lebih mahal dari taksi lain.

Kalaupun mau yang lebih murah bisa mencari taksi metred atau melakukan pembayaran per meter dan ditambah dengan 50 Baht di kios resmi yang letaknya di luar gerbang kedatangan. Bahkan disarankan untuk tidak menggunakan transportasi lainnya karena bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi pelancong.

#2 Pemandu wisata
Bila tidak mau repot karena masalah bahasa dan tidak mengerti tempat-tempat wisata, pelancong bisa menggunakan pemandu wisata. TAT mengatakan agar pelancong menggunakan pemandu dari agen wisata atau fasilitas pemandu dari layanan hotel tempat menginap dibandingkan dengan tawaran orang lokal di depan hotel, tempat wisata atau lainnya. Jangan lupa untuk meminta tanda terima pemesanan, nama pemandu serta detail layanan yang ditawarkan sebelum menyelesaikan perjanjian apapun.

#3 Kuliner
Sebagai pelancong, pastinya wisata kuliner tak akan mungkin dilewatkan. Apalagi daerah baru makanan yang dicoba juga pasti berbeda dari biasanya. Nah, untuk ini pelancong bisa mengunjungi kedai makanan yang ramai dengan pelanggan lokal Thailand.

Kemudian biasanya tempat makan tersebut juga selalu menggunakan bahan-bahan yang fresh alias segar dan tidak ada lalat yang hinggap. Sebelum makan bila mendapat piring atau mangkok kosong untuk menempatkan makanan, lap dengan tisu, sendok garpu juga tak lupa di lap. Sebab ini biasa dilakukan oleh penduduk lokal.

Makanan Thailand sendiri merupakan masakan dengan bumbu yang khas bahkan bisa menjadi obat pencahar alami. Masakan Thailand ini biasanya pedas dan panas yang selalu dihidangkan dengan nasi. Sedangkan yang tidak suka pedas bisa mencoba makanan lain.

Baca juga: Thailand Canangkan Kereta Peluru Trans-ASEAN, Hubungkan Cina, Laos, Malaysia dan Singapura

Bumbu makanan Thailand biasanya menggunakan asam, kelapa segar, jahe dan kunyit. Tom Yum, makanan pedas asam serta salad pepaya salah satu makanan yang bisa menjadi pencahar alami dengan campuran rempah-rempah itu.

Hadapi Penumpang yang Seenaknya Turunkan Sandaran Kursi, Orion Bus Punya Ide Cemerlang

Kerap kali menggunakan moda transportasi seperti bus dan pesawat, kenyamanan menghilang ketika penumpang di depan Anda mulai menurunkan sandaran kursi. Tak hanya kenyamanan tetapi ruang pribadi pun berkurang untuk menggerakkan tubuh.

Baca juga: Jangan Lupa, Ada Aturannya Saat Turunkan Sandaran Kursi Pesawat

Apalagi tidak tahu kapan mereka yang menurunkan sandaran tersebut akan berhenti bersandar. KabarPenumpang.com melansir laman japantoday.com, salah satu solusi untuk tidak menurunkan sandaran kursi adalah ‘menghilangkan’ fungsi berbaring dan membuat penumpang bus mau tak mau harus duduk tegak.
Ini membuat penumpang dipaksa untuk duduk tegak selama perjalanan apalagi bila memakan waktu cukup lama yakni 15 jam seperti dari Fukuoka ke Tokyo. Namun bus yang dioperasikan oleh Orion Jepang ternyata mengejutkan dengan menemukan respon cerdas untuk menghadapi masalah dimana penumpang depan menurunkan sandaran kursi mereka.

Sebab Orion melakukan perubahan yang signifikan dalam bus malam mereka, dimana sudah menurunkan sandaran kursi penumpang secara penuh sebelum mereka masuk ke bus. Ini membuat keseluruhan lebih menyenangkan secara psikologis.

Bahkan bagi penumpang mereka akan merasakan kenyamanan dengan konfigurasi tersebut dan bisa meletakkan barang mereka di ruang bagasi atas kursi tanpa harus memangku atau meletakannya di dekat kaki. Dengan memulai tempat duduk dengan cara ini, efek mentalnya bukanlah ketika orang di depan Anda bersandar mereka melanggar batas ruang Anda.

Tetapi alih-alih, jika ia menyesuaikan kursi ke apa pun selain sandaran maksimum, Anda mendapatkan ekspansi ke wilayah Anda. Ada satu alasan lagi Orion Bus mengatur kursinya dengan cara ini, yakni mengetahui betapa jengkelnya beberapa pelancong dapat mengatasi kursi malas, beberapa penumpang yang ekstra perhatian merasa tidak nyaman dengan membaringkan kursi mereka sama sekali.

Baca juga: Ternyata, Sandaran Kursi Mobil Sudah Ada Sejak 1930-an

Memang, ini adalah hal kecil, tetapi sedikit membantu ketika Anda akan berada dekat dengan sekelompok orang asing selama beberapa jam perjalanan.

Bingung Pilih Kereta atau Pesawat Ketika Berlibur ke Eropa? Simak Ini!

Melancong ke Eropa bisa banyak mengunjungi negara-negara yang tersebar di benua ini. Untuk mengunjunginya pun Anda bisa menggunakan hampir semua moda transportasi baik darat maupun udara.

Baca juga: 10 Tips Menikmati Perjalanan dengan Kereta di Eropa

Namun karena berdekatan inilah yang membuat pelancong bingung, antara naik pesawat atau kereta api. Sebab banyak hal yang harus dipikirkan seperti waktu, dana dan lainnya ketika ingin berkeliling Eropa. KabarPenumpang.com merangkum thetravel.com, berikut ini alasan yang tepat memilih kereta api atau pesawat untuk berkeliling Eropa.

1. Pesawat lebih cepat dari kereta api
Tergantung dari mana Anda bepergian, tapi seringkali dengan pesawat lebih cepat daripada kereta api. Jika Anda punya waktu sedikit baiknya minimalkan waktu sebanyak mungkin. Tapi bila hanya menempuh jarak yang pendek lebih cepat untuk mengunakan kereta api dan menghindari menghabiskan waktu di bandara.

2. Kereta bisa menikmati pemandangan
Pemandangan dengan menggunakan pesawat hanya akan melihat awan dan pemandangan yang jelas akan terlihat ketika akan mendarat. Tetapi dengan kereta api, banyak pemandangan yang bisa dilihat diluar jendela. Pemandangan sawah, pedesaan atau pegunungan yang tertutup salju. Bahkan beberapa pelancong memilih kereta api hanya untuk menikmati pemandangan.

3. Bandara punya lebih banyak fasilitas daripada stasiun
Naik kereta tidak butuh waktu lama atau hanya menghabiskan waktu sedikit di stasiun. Apalagi fasilitas yang ada hanya sedikit bila dibandingkan dengan bandara. Sebab ketika menghabiskan waktu lama di bandara, pelancong bisa menikmati fasilitas yang disediakan untuk menunggu penerbangan meeka.

4. Tak perlu lewati keamanan ketat
Ketika naik kereta api, pelancong tak perlu melewati keamanan yang ketat seperti di bandara. Memang, masih ada pemeriksaan tetapi tidak seektrem bandara yang harus mengeluarkan semua cairan agar dipisahkan satu kantung transparan. Bila naik kereta, pemeriksaan keamanan pun cukup singkat.

5. Pesawat lebih murah untuk perjalanan jarak jauh
Secara umum untuk perjalanan jarak jauh, bepergian dengan pesawat lebih murah meskipun perjalanan singkat dengan kereta mungkin lebih murah, biasanya akan dikenakan biaya lebih banyak untuk bepergian dengan kereta jika Anda bepergian dari satu sisi Eropa ke yang lain.

6. Naik kereta api tidak ada biaya overweight atau kelebihan beban
Bila di kereta aturan terkait bagasi lebih santai dibanding pesawat. Ini terutama berlaku di kereta api di Eropa. Meski ada pembatasan bagasi di kereta tetapi tidak terlalu diperiksa ketat.

7. Pesawat punya ruang bagasi lebih besar
Meski ruang kursi untuk bergerak tidak besar, tetapi untuk barang, penumpang bisa meletakkannya di bagasi atas kepala. Bahkan tas tangan atau barang yang di jinjing masih bisa diletakkan di bawah kursi. Bila di kereta penumpang harus meletakkan barang di ruang penyimpanan koper dan terkadang warna koper atau tas banyak yang sama dan bisa membuat bingung.

8. Kereta Lebih Punya Fleksibilitas 
Kereta memiliki jenis kelas yang berbeda seperti pesawat, dimana kelas satu akan lebih nyaman dibanding kelas lain. Namun kereta memiliki ruang kaki dan kursi yang cenderung lebih luas sehingga ruang gerak lebih banyak.

9. Pesawat lebih aman
Transportasi udara lebih aman dibandingkan dengan yang lainnya. Meski langkah-langkah keamanan di bandara mengganggu, tetapi pada akhirnya membantu membuat perjalanan udara lebih aman. Perjalanan kereta api tidak memiliki prosedur penyaringan intens yang sama, jadi Anda harus bertanya-tanya apakah, dari sudut pandang keamanan, itu sama amannya dengan terbang.

Baca juga: Mau Cari yang Halal? Ini Dia Lima Destinasi Wisata di Eropa yang Muslim-Friendly

10. Kereta tidak tertunda cuaca
Penerbangan kerap kali terganggu dan salah satu faktornya adalah cuaca sehingga penumpang terlambat untuk berangkat. Tapi untuk kereta sepertinya kemungkinan terlambat karena faktor cuaca sangat kecil meski ekstrem.

Ternyata Penerbangan (Rute) Terpendek Airbus A320 Ada di Indonesia

Koneksinya yang sudah mendunia dan belakangan ini juga tengah digandrungi oleh sebagian kalangan membuat sektor kedirgantaraan global semakin menarik untuk dibahas. Jika beberapa waktu yang lalu sudah pernah dibahas tentang rute penerbangan terpendek dari Airbus A380 yang dioperasikan oleh Emirates (dari Dubai ke Muscat, jaraknya hanya 350km), lalu, bagaimana dengan rute penerbangan terpendek dari varian Airbus A320? Apakah jaraknya sama dekat dengan A380?

Baca Juga: Emirates Operasikan A380 dengan Rute Terpendek di Dunia, Jaraknya Setara Jakarta – Pangandaran!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (25/10), siapa sangka bahwa penerbangan terpendek di dunia dari varian A320 ada di Indonesia, lho! Bisakah Anda menebaknya? Ya, penerbangan terpendek A320 ini dioperasikan oleh maskapai berbiaya rendah asal Malaysia, AirAsia yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali dan Bandara Internasional Praya di Lombok.

Jarak yang terbentang antara Bali dan Lombok ini hanya terpaku 122km saja, dan rute penerbangan A320 terpendek di dunia 15 hingga 25 menit saja. Cepat sekali, bukan? Dibandingkan dengan menggunakan kapal laut, jarak antara Bali dan Lombok ditempuh dalam waktu dua hingga lima jam perjalanan.

Tidak hanya dioperasikan oleh Airbus A320 milik AirAsia saja, ternyata penerbangan dari Bali menuju Lombok ini juga dioperasikan oleh tiga maskapai lainnya – tentu dengan varian pesawat yang berbeda. Ada Lion Air yang terbang dengan menggunakan Boeing 737, Garuda Indonesia dengan ATR-72 dan Boeing 737, serta Wings Air yang menggunakan varian ATR-72.

Adapun harga yang ditawarkan oleh pihak AirAsia untuk rute penerbangan ini juga terbilang cukup murah, yaitu berkisar antara Rp260.000 hingga Rp313.000 (ketika peak season). Mungkin rute penerbangan ini agaknya membuat Anda terheran-heran, “mengapa AirAsia bisa melayani rute terpendek semacam ini?”

Baca Juga: Airbus Rencanakan Upgrade Mesin Untuk Varian A320

Jawabannya sederhana, tidak mungkin pihak maskapai membuka satu rute penerbangan jika tidak melakukan beragam riset terlebih dahulu. Pun dari segi payload, dimana pihak AirAsia sudah bisa mendapatkan keuntungan walaupun hanya mengangkut sedikit penumpang. Namun skema sepi penumpang agaknya merupakan hal yang jarang terjadi, mengingat wisatawan mancanegara yang datang ke Bali biasanya ingin sekalian mengambil ‘paket wisata’ juga ke Lombok.

e-Paspor Indonesia Sah Bersertifikat “Public Key Directory” dari ICAO

Paspor biometrik atau elektronik paspor (e-paspor) merupakan jenis paspor yang memiliki data biometrik sebagai salah satu pengamanannya. Biasanya data biometrik ini tersimpan dalam bentuk chip yang tertanam pada paspor.

Baca juga: Mudahkan Pelancong Asing, Jepang Hadirkan Gerbang Pemindai Otomatis di Bandara Narita

Dengan paspor biometrik, pelancong yang akan bepergian lebih dimudahkan, bahkan beberapa negara tidak lagi memerlukan visa ketika sudah menggunakan e-paspor tersebut. Paspor biometrik sendiri sudah diadopsi oleh Malaysia sejak tahun 1998 lalu dan diikuti 60 negara lain pada 2008 dan 120 negara pada 2017.

Bahkan baru-baru ini, Indonesia yang sudah mengeluarkan paspor biometrik mendapat sertifikat Public Key Directory (PKD) dari International Civil Aviation Organization (ICAO). Dilansir KabarPenumpang.com dari biometricupdate.com (2/10/2019), sertifikat ini diterima oleh Direktur Jenderal Imigrasi Indonesia Ronny F Sompie dari Sekretaris Jenderal ICAO Fang Liu di kantor pusat di Montreal minggu lalu.

Bisa dikatakan dari ratusan negara yang menggunakan paspor biometrik, Indonesia satu dari 69 negara yang mendapat sertifikat PKD tersebut. Sehingga pertukaran informasi untuk penyeberangan batas lebih mudah meski baru 69 negara.

Saat ini di Indonesia baru ada beberapa kantor imigrasi yang mengeluarkan paspor biometrik seperti di Bandara Soekarno-Hatta, Tanjung Priok, Surabaya dan Batam. Pihak Imigrasi akan menambah empat kantor lain yang bisa mengeluarkan paspor biometrik di tahun 2019 ini dan semua kantor di 2024 mendatang.

Sayangnya diketahui, sempat ada dugaan cacat privasi kritis dalam paspor biometrik. Hal ini diidentifikasi oleh sekelompok peneliti dari Universitas Luxemburg. Ross Horne, Profesor Sjouke Mauw, kandidat PhD Zach Smith dan mahasiswa Master Ihor Filimonov menemukan kerentanan yang memungkinkan peralatan pemindaian perangkat yang tidak resmi mendapatkan akses ke informasi paspor biometrik.

“Dengan perangkat yang tepat, Anda dapat memindai paspor di sekitarnya dan mengidentifikasi kembali pemegang paspor yang diamati sebelumnya, melacak pergerakannya. Jadi, pemegang paspor tidak terlindungi dari pergerakannya dapat dilacak oleh pengamat yang tidak sah,” jelas Horne.

Taktik ini memiliki beberapa batasan, sehingga hal itu tidak memiliki akses ke semua informasi penting paspor, seperti rincian biometrik yang disimpan dalam chip, tetapi masih dalam kompromi privasi pemegang paspor.

Baca juga: Senyum Anda Tak Dibutuhkan Saat Pemindaian Wajah di Bandara

“Karena sebagian besar paspor saat ini menggunakan standar yang sama, kelemahan keamanan ini berpotensi berdampak global,” lanjut Horne.

Pelanggaran keamanan ini jelas merupakan pelanggaran terhadap undang-undang GDPR (General Data Protection Regulation)  dari Uni Eropa yang memaksa organisasi dan pemerintah di Eropa untuk melindungi data pengguna, dokumen, dan privasi online. Namun, dugaan cacat tersebut dibantah oleh ICAO.

Jijay! Ada Penumpang Pesawat Tinggalkan Urin di Kantung Plastik

Anda masih ingat dengan kasus seorang Ibu yang mengganti popok bayinya di bangku pesawat? Nah, kali ini ada kasus yang lebih menjijikan, dimana ada seorang penumpang pesawat yang entah bagaimana caranya buang air kecil di dalam sebuah kantong plastik. Dari sini saja, tentu Anda sudah mulai bertanya-tanya, “Kenapa ia tidak menggunakan toilet?”. Tidak cukup sampai di situ, alih-alih membuang kantong plastik berisi urin ini, si penumpang malah membiarkannya tergantung begitu saja di bagian meja lipat bangku penumpang. Hiii!

Baca Juga: Sepasang Penumpang ini Bikin Heboh Instagram Karena Lakukan Pedicure Selama Mengudara

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (10/10), dalam sebuah foto yang sudah kadung viral di jagad Instagram ini tampak sebuah kantong plastik bening yang berisikan cairan berwarna kuning yang diduga kuat sebagai urin. Kantong plastik tersebut tampak diikatkan pada meja lipat dalam keadaan terbuka. Selain kantong plastik berisi urin, tampak pula sebelah sandal hotel berwarna putih yang ditinggalkan begitu saja. Walhasil, akun @passengershaming di Instagram dihujani oleh komentar para warganet.

“Sekantong urin dan sebelah sandal pada hari Rabu,” tulis akun @passengershaming di kolom caption.

Pada postingan yang diunggah pada tanggal 9 Oktober kemarin ini, setidaknya sudah ada lebih dari 1.000 warganet yang mengomentari terkait unggahan ini, dan mendapatkan lebih dari 8.000 likes.

“Itu sangat menjijikan!” ujar akun @vrsixlos.

Baca Juga: Kabin Jetstar JQ284 Kena “Teror” Popok dan Kotoran Balita

“Itu sangatlah jorok, saya tidak paham dengan orang-orang semacam ini. Ada banyak sekali toilet di dunia ini, termasuk di dalam pesawat,” sambung @tantansgram di kolom komentar.

@mrslynda11 menambahkan, “pihak maskapai harus melarang penumpang ini untuk mengudara lagi,”

Sayangnya, tidak diketahui lebih lanjut terkait siapa penumpang yang telah meninggalkan ‘buah tangan’ menjijikan ini, atau di maskapai mana kantong plastik ini ditemukan, namun satu yang pasti, ini amatlah jorok.

Dikira Sama dengan Pintu Lift, Penumpang Ini Lempar Bungkus Makanan untuk Tahan Pintu Kereta

Jangan pernah berpikir bahwa pintu kereta sama dengan pintu lift yang bisa dengan mudahnya terbuka ketika menahannya dengan sesuatu. Baru-baru ini seorang penumpang kereta di Vancouver mencoba menahan pintu kereta yang akan menutup dengan melemparkan bungkusan makanan.

Baca juga: Duh! Penyandang Tiga Medali Emas Paralympian Games Terjebak di Pintu Kereta

Sayangnya karena tidak memiliki sensor seperti elevator (lift), pintu tetap saja menutup. Dilansir dari narcity.com (28/10/2019) oleh KabarPenumpang.com, kejadian diunggah oleh TransLink yang mendapat kirimin foto dari salah seorang penumpang dan menjadi hiburan warganet.

Dalam postingan tersebut dikatakan, seorang penumpang yang terlambat naik kereta pada Kamis (24/10/2019) kemarin putus asa. Kemudian melemparkan bungkus makanan Tim Hortons untuk menahan pintu dan membukanya. Sayangnya hal itu menjadi bumerang bagi penumpang tersebut, sebab bukannya membuka tetapi pintu tertutup dan bungkus makanan tersebut tersangkut di pintu kereta.

Translink yang memposting itu memberikan caption yang lucu, “Platform Stasiun SkyTrain Granville Station 06.50 malam pada 24 Oktober, Penumpang berlari ke SkyTrain yang akan berangkat dan dalam keadaan putus asa untuk naik kereta. Anda melempar tas @timhortons di pintu penutup dengan harapan seperti pintu lift terbuka dan naik. Tetapi Tim Hortons Anda yang akan tiba ditujuan, semoga kita dapat terhubung,” ujar postingan tersebut.

Sebenranya unggahan dari TransLink tersebut adalah untuk memberikan peringatan bagi penumpang bahwa taktik tersebut tidak berfungsing. Bahkan akan membuat Anda malu karena melakukan hal itu dan menjadi omongan ketika diunggah pada media sosial.

“Pengingat untuk pelanggan yang membawa Tim dan non-Tim: Kami ingin Anda memiliki perjalanan yang aman dan menyenangkan. Itu berarti melambat, jangan lari ke kereta (yang lain segera hadir!), Bertahan, dan ikuti etiket transit karena keamanan adalah hal mendasar dan itu dimulai dari Anda,” tulis TransLink lagi.

Baca juga: Pintu Kereta Shinkansen Terbuka Saat Melaju 280 Km Per Jam!

Meski menjadi bahan lelucon yang cukup bagus bagi warganet, tetapi ini juga digunakan untuk mengingatkan penumpang agar datang tepat waktu dan mengikuti aturan transit. Memaksa masuk ke pintu itu berbahaya dan baiknya tunggu kereta berikutnya. Diketahui TransLink BC dinobatkan sebagai salah satu sistem transit terbaik di Amerika Utara dan bahkan mengalahkan kota-kota besar Kanada lainnya.

Nikmati Grand Canyon dengan Kereta Vintage Super Mewah yang Bisa Disewa

Menikmati keindahan salah satu keajaiban dunia Grand Canyon dengan naik kereta bukanlah mimpi. Apalagi kereta yang digunakan merupakan kereta tahun 1940-an dan 1950-an yang sangat mewah namun masih terawat.

Baca juga: Enam Kereta dengan Perjalanan Paling Romantis Bersama Pasangan

Kereta ini bernama The Rail Baron Charter yang bisa disewa secara pribadi untuk menikmati keindahan Grand Canyon bersama keluarga atau kerabat. KabarPenumpang.com merangkum laman prnewswire.com (28/10/2019), tiga kereta tua yang dijalankan ini bisa disewa untuk acar khusus seperti pernikahan, pertemuan keluarga, ulang tahun, reuni atau acara apapun.
Dalam satu rangkaian ada lima kereta yang ditarik terdiri dari The Kansas, dimana kereta ini memiliki ruang terbuka di bagian belakang. The Utah, yaitu kereta yang berisikan salon, kafe atau lounge untuk dinikmati penumpang.

Lalu ada California, ini adalah ruang kereta dengan tempat tidur dan menjadi yang pertama untuk charter (sewa) dari Williams ke Grand Canyon pada 1 November 2019 mendatang. Selain itu ada dua kereta bersejarah lain yang bisa di charter yakni The Santa Fe yang dilengkapi dengan ruang tamu mewah, lounge dan kafe.

Selain itu Max Biegert adalah kereta yang dilengkapi dengan ruang tamu mewah serta platform belakang yang terbuka. Untuk menikmati perjalanan, penyewa juga bisa memilih mesin-mesin diesel tradisional atau mesin uap yang luar biasa sebagai lokomotif penarik kereta.

Lima kereta ini bisa menampung 200 orang karena memiliki banyak ruang tamu dan kamar tidur serta dapur dalam satu rangkaian. Sebenarnya Grand Canyon Railway bukanlah sebuah kereta wisata atau museum peninggalan (sejarah) sebab ini adalah sebuah kereta penumpang yang berfungsi sehari-hari membentang sepanjang 65 mil atau 104 km dari Williams.

Rute Grand Canyon sendiri melalui Rute 66 yang bersejarah hingga beberapa langkah dari Lingkar Selatan Grand Canyon. Untuk menikmati kereta ini, saat meyewa, sudah termasuk dengan dukungan dari teknisi, brakeman, kondektur dan petugas layanan penumpang yang akan memenuhi kebutuhan.

Baca juga: Rocky Mountaineer, Kereta Wisata yang Akan Bawa Anda Menempuh Perjalanan Romantis

Bahkan koki pribadi pun disiapkan untuk melayani makanan penumpang yang menikmati perjalanan itu. Kereta ini dilengkapi dengan berbagai interior mewah dan seperti era masa lampau, berikut televisi dan radio. Untuk sekali perjalanan harga sewa untuk 200 orang atau keseluruhannya $32 ribu (Rp448 juta) atau utuk per orang sekitar $160 (Rp2,2 juta).