Jepang Kembangkan Helikopter yang Mampu Tembus Kecepatan 500 Km Per Jam!

Peneliti Jepang sedang mempelajari desain baru untuk helikopter majemuk yang mampu mengudara pada kecepatan tinggi – kabarnya hingga mencapai 500 km per jam. Konsep yang tengah dikembangkan oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) ini juga menyantumkan sepasang baling-baling kecil pada bagian ujung sayap dengan posisi yang agak miring ke bawah. Fungsinya, adalah untuk menambah kecepatan dari helikopter itu sendiri.

Baca Juga: Helikopter Kursi Tunggal Ini Dibandrol Hanya US$20 Ribu

“Berbeda dengan baling-baling helikopter lain seperti yang ada pada Airbus Helicopters Racer, baling-baling yang bertenaga listrik yang kami gunakan ini akan memberikan kontrol anti-torsi dan lebih terarah,” ujar pihak JAXA, dikutip KabarPenumpang.com dari laman flightglobal.com.

Nantinya desain akhir dari helikopter kembangan JAXA ini akan tampak berbeda dengan kebanyakan helikopter, dimana Anda akan melihat lebih banyak baling-baling yang berfungsi untuk meningkatkan kecepatan dari moda ini. Dalam blueprint, JAXA menggambagkan helikopter akan dilengkapi dengan empat baling-baling – atas, kiri dan kanan, serta belakang.

Namun baling-baling yang berada di belakanglah (ditenagai oleh turboshaft engine konvensional) yang akan memegang porsi besar untuk meningkatkan kecepatan dari helikopter ini.

“Target kami adalah untuk menguji coba prototipe dari moda ini dan menembus kecepatan maksimum 270 knots (500 km per jam)– kecepatan yang dua kali lipat lebih cepat ketimbang helikopter biasa, dan tentu saja dengan mesin yang dua kali lipat lebih banyak,” ungkap pihak JAXA.

“Secara umum, jika Anda ingin mencapai kecepatan yang dua kali lebih cepat, Anda akan membutuhkan delapan kali daya dorong jika drag co-efficiency pesawat tetap sama,” lanjutnya.

Selain masalah kecepatan, JAXA juga diketahui tengah mempelajari tentang “low drag” termasuk penggunaan baling-baling utama yang berada di tengah atas pesawat. Jadi kelak, helikopter ini tidak hanya bisa terbang dengan kecepatan yang fantastis, melainkan juga dapat terbang rendah. Keren, ya!

Baca Juga: Mengenal Jasa Penerbangan Charter di Indonesia

Menurut pihak JAXA, helikopter ini akan memasuki masa uji coba pada tiga tahun mendatang dengan model skala – tidak dengan prototipe.

“Kebahagiaan kami akan tercapai ketika kami dapat melayani masyarakat dengan optimal,” tutup pihak JAXA.

 

Penerbangan Komersial Terjadwal Ternyata Sudah Dimulai 100 Tahun Lalu

Penerbangan penumpang internasional terjadwal pertama berangkat pada 25 Agustus 1919 atau sudah terjadi sejak seratus tahun lalu. Layanan udara penumpang internasional reguler perdana ini menghubungkan London dan Paris.

Baca juga: 50 Tahun Sejak Terbang Perdana, Inilah ‘Jejak’ Supersonik Concorde yang Selalu Dikenang

Pada saat itu, penerbangan internasional dianggap masih baru dan dioperasikan oleh Air Transport & Travel Ltd (AT&T) yang merupakan cikal bakal British Airways (BA). Pesawat lepas landas dari Hounslow Heat yang kini menjadi Bandara Heathrow di Inggris.

Selama seratus tahun, penerbangan internasional telah banyak berubah dan jika dirunut dari 1919 ternyata tahun itu merupakan penuh aksi untuk tonggak penerbangan. KabarPenumpang.com merangkum cnn.com (26/8/2019), tepatnya pada 15 Juli 1919 penerbang asal Inggris John Alcock dn Arthur Brown menyelesaikan penerbangan translatik nonstop pertama mereka.

Ini penerbangan yang membuka jalan bagi rute populer London ke New York. Penerbangan pada seratus tahun lalu menjadi momen besar bagi para petualang yang pemberani dan penerbangan berpengalaman. Apalagi penerbangan kala itu juga untuk mendukung angkutan surat dan paket yang mana mewakili era baru dalam penerbangan komersial.

Dalam era ini poster pemasaran AT&T yang menggambarkan landmark terkenal di kota masing-masing yakni Katedral St Paul di London dan Menara Eiffel di Paris. Ini merupakan iklan glamor yang menekankan frekuensi layanan baru sebab berangkat setiap hari dan tampak agak luar biasa kala itu.

Paul Jarvis seorang kurator lama di BA Heritage Collection berbicara tentang bukunya “British Airways: 100 Years of Aviation Posters” pada tahun 2018, mengatakan pemasaran layanan udara penumpang pertama adalah penting. “Pada momen tersebut adalah penting untuk membujuk orang untuk terbang. Ada cukup banyak orang yang mengira terbang hanyalah iseng saja,” kata Jarvis.

Layanan penerbangan komersial London-Paris kala itu menggunakan pesawat De Havilland DH4A H-EAJC yang dibuat untuk  pada fase Perang Dunia Pertama dan ditata kembali menjadi pesawat sipil yang terbang melintas Selat Inggris dalam waktu dua jam 30 menit. Pesawat ini didukung oleh mesin piston Rolls Royce Eagle tunggal.

Pesawat kecil tersebut tak bisa memuat banyak orang, yakni hanya 14 penumpang dan kargo yang diangkat terbatas. Penerbangan perdana dipiloti oleh Veteran RAF Lt EH Bill Lawford, penerbangan perdana saat itu hanya dengan satu penumpang yakni George Stevenson-Reece, seorang jurnalis juga mengangkut bahan kulit, dua belibis dan beberapa botol krim Devonshire.

Kala itu tiket perjalanan 20 guinea atau £21 dan bila dihitung pada masa kini sekitar £1000. Tahun 1920, maskapai penerbangan Belanda KLM mulai melayani rute London-Amsterdam yang memicu bangkitnya penerbangan komersial di Eropa dalam dekade 20-an

Baca juga: Hari Ini 80 Tahun Lalu, Boeing 314 Pan Am Lakukan Penerbangan Berjadwal Perdana Trans-Atlantik

Sejarahwan Rolls Royce, Petter Collins mengatakan bahwa ada perubahan pola pikir yang menyebabkan orang-orang menggunakan penerbangan sebagai moda transportasi umum. “Meskipun ada penerbangan terjadwal dan penerbangan terus berkembang, namun saat itu penggunanya hanya sebatas orang kaya,” Kata Peter.

Jelang Operasional Akhir September, Bandara Beijing Daxing Libatkan 9.000 Penumpang Untuk Uji Coba

Jika tepat sasaran, maka di akhir bulan September ini Cina bakal punya satu bandara baru yang kelak akan menjadi ‘gerbang baru’ pelancong yang hendak berkunjung atau meninggalkan salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia ini. Guna melancarkan pengoperasiannya kelak, Pemerintah kota Beijing bersama dengan Otoritas Penerbangan Sipil Cina mengumpulkan sekira 9.000 penumpang pada akhir pekan lalu guna menjalankan uji stress di Beijing Daxing International Airport yang dilengkapi dengan empat landas pacu ini.

Baca Juga: Di 2019, Cina Siap Operasikan Bandara Internasional Terbesar di Dunia!

Menurut kantor berita setempat, Xinhua, terdapat kurang lebih 8.868 sukarelawan yang membawa sekitar 5.600 tas dan koper – dimana pihak pemerintah Beijing dan otoritas bandara berupaya untuk memetakan potensi masalah yang sekiranya akan terjadi ketika ada 140 penerbangan harian (datang dan berangkat) beroperasi secara komersial kelak. Selain itu, para pemangku kepentingan tersebut juga berupaya untuk mempersiapkan lonjakan penumpang yang melulu terjadi ketika Tahun Baru Imlek terjadi.

Sumber: menafm.com

Masih lekang dalam ingatan dimana pada perayaan Tahun Baru Imlek tahun 2018 silam, ratusan juta penduduk Cina yang biasa mudik ke kampung halaman memenuhi semua akses transportasi – mulai dari angkutan darat, kereta, hingga udara. Berupaya untuk memecah konsentrasi publik, wajar adanya jika otoritas Cina daratan berupaya untuk mempercepat pembangunan dari bandara yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari satu juta meter persegi ini.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman asiatimes.com (4/9), uji coba kelancaran operasi ini melibatkan tidak hanya ribuan penumpang saja, melainkan juga 200 difabel, 208 check-in counter, 31 security check channel, 42 konveyor belt untuk bagasi, 51 gerbang keberangkatan, dan lebih dari empat maskapai kenamaan asal Negeri Tirai Bambu – China Southern Airlines, China Eastern Airlines, Xiamen Air, China United Airlines, dan beberapa lainnya.

Sumber: menafm.com

Beragam teknologi mutakhir juga turut diuji coba pada kesempatan tersebut, mulai dari facial recognition hingga teknologi pelacak bagasi penumpang secara real-time yang menggunakan frekuensi radio. Penyematan teknologi ini tidak lepas dari target otoritas bandara yang akan menjadikan Beijing Daxing International Airport sebagai smart airport dan roda penggerak vital penerbangan di kawasan Asia dan global.

Baca Juga: Perayaan Imlek di Cina, Ratusan Juta Orang Mudik Padati Berbagai Moda Transportasi

Ketika sudah beroperasi kelak, nantinya Beijing Daxing International Airport akan bersanding dengan Beijing Capital International Airport yang belakangan ini santer dikabarkan sudah menjadi bandara tersibuk kedua di dunia, menyusul Hartsfield–Jackson Atlanta International Airport yang bercokol di posisi pertama.

 

May Day! Bandara Newark ‘Diteror’ Awak Kabin Alaska Airlines dan Dua Orang Tak Dikenal

Apa jadinya jika salah satu bandara tersibuk di dunia, Newark Liberty International Airport dihebohkan dengan isu teror? Wah, tentu saja suasana di bandara akan menjadi sangat kacau, ya! Nah, pada hari Senin (2/9) kemarin, ilustrasi di atas benar-benar terjadi – bukanlah latihan evakuasi atau yang lainnya, dimana seorang awak kabin Alaska Airlines secara tiba-tiba meminta semua penumpang untuk melarikan diri karena ada situasi bahaya. Saking seriusnya, si awak kabin ini sampai-sampai menarik tuas darurat untuk menandakan bahwa apa yang ia lontarkan tersebut benar adanya.

Baca Juga: Inilah Alasan Perlunya Dua Kali Skrining Keamanan di Bandara

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbadgai laman sumber, insiden ini terjadi pada pukul 20.30 waktu setempat, dimana bandara tengah sibuk-sibuknya. Tepatnya, insiden yang menyulut ketakutan para calon penumpang ini terjadi di Terminal A Newark Liberty International Airport.

“Evakuasi!” teriak salah satu awak kabin dari Alaska Airlines tersebut.

Sontak para calon penumpang yang ada di Terminal A lari pontang-panting tanpa tahu juntrungan – ada yang berlari keluar, ada yang bersembunyi di kolong bangku, dan lain-lain. Rata-rata, para penumpang meninggalkan barang bawaannya begitu saja dan lebih mementingkan keselamatan diri mereka.

“Saya bersembunyi di bawah bangku bandara, karena saya pikir itu adalah teroris bersenjata yang siap menembak kapan saja,” ujar salah satu penumpang yang ada di Terminal A Newark Liberty International Airport.

“Kala itu, kami semua beranggapan bahwa Terminal A sudah dikuasai oleh teroris bersenjata,” lanjutnya.

Singkat cerita, pihak kepolisian dan pasukan bersenjata khusus Amerika Serikat, SWAT tiba di lokasi untuk mengindentifikasi apa yang sebenarnya telah terjadi. Atas insiden yang masih dalam penyelidikan ini, pihak kepolisian mengamankan dua orang yang dinilai mencurigakan dan seorang awak kabin yang melontarkan seruan evakuasi tersebut.

Setelah melewati penyidikan, otoritas keamanan yang menangani kasus ini mengambil kesimpulan bahwa awak kabin Alaska Airlines tersebut mengidap bipolar dan mereka masih mendalami kasus ini.

Baca Juga: Bandara di AS Kian Ketat, TSA Wajibkan Pemeriksaan Terpisah Pada Perangkat Elektronik

Sementara itu, otoritas bandara dan pihak Alaska Airlines menyebutkan ada sekira 200 penumpang yang terdampak akibat insiden ini dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Kami meminta maaf atas pengalaman tidak menyenangkan yang terjadi pada penumpang di Terminal A Newark Liberty International Airport. Di Alaska Airlines, penumpang merupakan prioritas tertinggi dan hingga saat ini kami bekerja sama dengan pihak kepolisian masih mendalami kasus ini,” tulis pihak Alaska Airlines dalam sebuah pernyataan tertulis.

 

 

[Video] Boeing 777 Royal Flight Tabrak A330 Milik Aeroflot, Siapa yang Salah?

Dua pesawat wide-body beda perusahaan, Airbus A330 dan Boeing 777-300ER dikabarkan mengalami tabrakan ketika tengah melakukan taxi di Moskow, pada Selasa (3/9) kemarin. Pesawat Airbus A330 yang dioperasikan oleh maskapai Aeroflot ‘disenggol’ oleh Boeing 777-300ER yang dioperatori oleh Royal Flight. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun cidera akibat insiden ini – hanya saja kedua pesawat mengalami kerusakan yang cukup parah pada bagian sayapnya.

Baca Juga: Tak Hanya Tabrak Tiang, Pesawat Juga Saling Bertabrakan di Apron dan Landas Pacu

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman samchui.com (5/9), Airbus A330 dengan nomor registrasi VQ-BMY yang dioperatori oleh Aeroflot SU202 dijadwalkan untuk melakukan penerbangan Moscow Sheremetyevo menuju Beijing tanpa sengaja ditabrak oleh Royal Flight dengan nomor registrasi pesawat VP-BKG. Menurut laman Flight Global, pesawat Boeing 777 milik Royal Flight tengah melakukan towing sebelum menabrak Aeroflot.

Pasca tertabrak, tampak bagian sayap sebelah kiri dari pesawat ini mengalami kerusakan. Hal ini tampak dari video yang berhasil diabadikan penumpang dari dalam pesawat yang menunjukkan flap sebelah kiri dari pesawat Aeroflot beberapa menit setelah kejadian.

Dalam video berdurasi 21 detik yang diunggah ke media sosial Twitter tersebut, tampak bagian flap dari Aeroflot rusak. Sementara itu rivalnya, Royal Flight, tampak tidak mengalami kerusakan yang berarti.

Baca Juga: Pilot Salah Pilih Landasan, Tabrakan Maut Nyaris Terjadi di Bandara JFK, New York

Menurut pihak Aeroflot, kala itu pesawat tengah mengangkut 229 penumpang dan dikabarkan tidak ada yang mengalami cidera. Pasca kejadian, penumpang dievakuasi keluar dari pesawat dan diterbangkan kembali dengan menggunakan pesawat lainnya.

Jika sudah seperti ini, siapa yang patut disalahkan?

 

Hong Kong ‘Sulap’ Bus Tua Menjadi Perpustakaan dan Ruang Kelas

Bus tua dan usang serta masuk masa pensiun tak selalu menjadi barang rongsok tak berguna ataupun harus dibuang ke tempat sampah. Sebab bus-bus tua ini juga bisa dikaryakan menjadi tempat edukasi dan pusat pembelajaran interaktf bagi anak-anak sekolah.

Baca juga: Setelah Pesawat dan Kereta, Kini Giliran Bus Tingkat yang’ Disulap’ Jadi Hotel

Di Hong Kong (HK), di bawah program Used & Retired Bus yang digagas oleh perusahaan bus yang mengoperasikan layanan waralaba dan hadir sejak akhir 2016, dilakukan upaya memberdayakan armada bus biasa maupun bus tingkat untuk disumbangkan ke sekolah-sekolah dan organisasi non pemerintah. Salah satu sekolah yang mendapat bus ini adalah SD Buddha Chi King.

Yang mana bus pensiun itu berubah menjadi perpustakaan dan pusat pembelajaran. Meski diubah menjadi tempat yang edukatif, fitur asli seperti setir dan pegangan tangan tetap dipertahankan.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari opengovasia.com (4/5/2019), sebanyak 24 unit bus sudah disumbangkan dan dimodifikasi dengan berbagai bentuk selain perpustakaan juga sebagai ruang kelas. Para pendidik percaya, bus yang diubah memberikan suasana belajar yang unik dan inspiratif.

Kepala Sekolah Buddha Chi King bahkan memuji program ini sebagai hal yang menarik dan mendidik. Sebab modifikasi bus tua dan penambahan elemen teknologi baru memungkinkan masyarakat muda untuk menyadari nilai daur ulang dan menjadi sebuah pelajaran penting untuk disampaikan pada generasi muda.

Kehadiran bus “daur ulang” ini juga mendapat pujian serta penghargaan untuk keunggulan lingkungan yang diselenggarakan oleh Komite Kampanye Lingkungan bekerja sama dengan Departemen Perlindungan Lingkungan dan sembilan organisasi lainnya, mendorong sektor bisnis dan swasta untuk bersama-sama memerangi perubahan iklim. Upaya transportasi hijau perusahaan yang memenangkan penghargaan termasuk memasang lebih banyak panel surya di atap double decker, menandai peningkatan cakupan area 40 persen dibandingkan dengan bus generasi pertama.

Panel surya ini mengubah energi matahari menjadi listrik untuk menyalakan sistem ventilasi yang mendinginkan bus ketika di parkir. Sistem ini juga membuat bus hemat bahan bakar dan ketika mesin mati, daya yang ditaangkap akan menggerakkan motor ekstraksi yang terletak di bagian atas.

Bisa dikatakan, ini mengurangi suhu sekitar delapan hingga sepuluh derajat Celcius serta mengurangi konsumsi bahan bakar sampai tiga persen. Namun, tak hanya bus saja yang ditingkatkan fasilitasnya, halte pun dibuat menjadi lebih hijau yang mana atap ratusan halte tanpa listrik dilengkapi dengan sistem panel surya.

Nantinya selain mendukung aliran listrik untuk menyalakan lampu dan juga perangkat anti nyamuk. Perusahaan ini juga telah memasang tiang penghenti bus surya pertama yang menghadirkan bola lampu bertenaga surya dengan sensor otomatis, yang berarti mereka secara otomatis menyala dalam gelap.

Baca juga: Baterai Bekas dari Bus Listrik Digunakan Untuk Simpan Energi dari Panel Surya Gedung

Penumpang kemudian dapat memperoleh informasi rute bus pada siang dan malam hari. Inisiatif seperti program ini memajukan tujuan teknologi ramah lingkungan Hong Kong dan membawanya selangkah lebih dekat untuk menjadi kota yang lebih hijau.

Antar Istri ke Gate Keberangkatan Bandara Changi, Pria Ini Harus Meringkuk di Hotel Prodeo

Beli tiket pesawat, tapi tidak untuk terbang ke suatu destinasi? Ya, fenomena ini memang tengah hangat-hangatnya menjadi topik perbincangan di kalangan warga Singapura. Pasalnya, banyak ‘calon penumpang’ di negeri tetangga ini yang menjadikan Changi International Airport sebagai ‘destinasi wisata’, bertemu dengan artis favorit, atau hanya sebagai tempat pertemuan terakhir dengan orang tercinta. Walhasil, bagi mereka yang kedapatan masuk ke area bandara ini bukan untuk mengudara akan dikenakan hukuman kurungan.

Baca Juga: Hanya Demi Masuk Bandara Changi, Puluhan ‘Calon Penumpang’ Rela Beli Tiket Tanpa Niat Mengudara!

Sama halnya seperti pria berusia 27 tahun yang kedapatan membeli tiket pesawat tanpa pernah ada niatan untuk pergi ke suatu destinasi – hanya untuk masuk ke dalam transit area Changi International Airport saja. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman people.com (4/9), kejadian ini sendiri terjadi pada Minggu (25/8) kemarin, dimana seorang pria berusia 27 tahun digeruduk pihak keamanan Changi International Airport.

Ketika diperiksa, pria yang identitasnya disamarkan ini berdalih memberli tiket pesawat hanya untuk mengantarkan istrinya saja sampai di gerbang keberangkatan. Padahal, tindakannya ini sudah jelas-jelas dilarang oleh pihak bandara maupun petugas keamanan.

“Kami mengamankan seorang pria di Changi International Airport karena kedapatan menyalahgunakan tiket penerbangan,” tulis Kepolisian Singapura dalam sebuah pernyataan resmi di laman media sosial Facebook.

“Dari hasil penyelidikan, pria ini masuk ke area transit Changi International Airport hanya untuk mengantarkan istrinya saja – tidak ada niatan sama sekali untuk terbang meninggalkan Singapura,” tambahnya.

Sebagaimana yang sudah diberitakan sebelumnya, orang-orang yang kedapatan ‘menerobos’ masuk area transit Changi International Airport tanpa ada niatan untuk melakukan perjalanan udara akan dikenakan sanksi sebesar SG$20.000 dan hukuman maksimal dua tahun penjara.

Kenapa Tidak Boleh ‘Berkeliaran’ di Bandara?
Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, “Mengapa mereka yang sudah membeli tiket dan tidak berniat untuk terbang, tidak boleh berkeliaran di sekitaran bandara? Toh sebenarnya pihak bandara tidak terlalu dirugikan terhadap adanya kasus seperti ini,”

Sumber: pinterest

Memang, bandara tidak sepenuhnya merugi ketika ada orang yang ingin masuk ke dalam bandara hanya untuk mengantarkan seseorang, atau hanya untuk berjalan-jalan di dalamnya – terlebih di bandara sekelas Changi, dimana pusat perbelanjaan terbaik se-Jakarta Raya saja masih kalah keren dibandingkan bandara tersebut.

Namun apa jadinya jika orang yang membeli tiket tersebut merupakan seorang teroris? Berapa kerugian yang harus ditanggung oleh pemangku kepentingan terkait apabila skema ini terjadi?

Baca Juga: Changi Stopovers, Siap Manjakan Penumpang Transit Jelajahi Singapura

Selain itu, status sebagai “protected places” yang tersemat di setiap bandara di Asia Tenggara ini juga harus ditegakkan. Risikonya, hanya penumpang yang hendak bepergian, baru datang, atau sedang transit saja yang boleh ‘berkeliaran’ di dalam bandara.

“Diperlukan tindakan khusus untuk mengontrol pergerakan dan perilaku orang demi alasan keselamatan dan keamanan publik,” jelas petugas kepolisian menjawab pertanyaan di atas.

 

[Video] Kuda Mini Masuk Kabin, Jadi ‘Penumpang’ Unik di Penerbangan American Airlines

Jika melihat anjing atau kucing sebagai satwa pendukung emosi penumpang selama penerbangan agaknya masih menjadi suatu hal yang wajar. Namun apa jadinya jika satwa pendukung emosi penumpang ini adalah seekor kuda? Tapi tenang saja, kuda yang satu ini bukanlah jenis kuda seperti pada umumnya, melainkan berjenis American Miniature Horse – kuda peranakan yang dapat Anda temui di berbagai negara.

Baca Juga: Lirik Wanita Lain, Penumpang American Airlines Pukul Suami Pakai Laptop!

Kembali ke topik satwa pendukung emosi penumpang ini, dikutip dari laman thesun.co.uk (2/9), penumpang American Airlines di rute penerbangan Chicago menuju Omaha dikejutkan dengan kehadiran seekor kuda mungil yang dibawa oleh salah seorang penumpangnya. Tentu saja kejadian ini menjadi unik, karena sangat jarang sekali ada seorang penumpang yang turut serta membawa kuda kesayangannya sebagai satwa pendukung emosi.

Di dalam sebuah video yang diunggah salah seorang penumpang ke laman Youtube, tampak seekor kuda berukuran mini tengah berjalan menyusuri lorong kabin bersama seorang wanita berperawakan bongsor.

Saking enggannya melewatkan pemandangan unik ini, banyak penumpang yang sampai-sampai mengabadikan momen ini dan mengunggahnya ke laman media sosial masing-masing.

“Saat ini, kami terbang bersama anggota militer, sebuah keluarga kecil dengan anak balita, dan seekor kuda…” tulis salah satu penumpang dalam akun Twitter pribadinya.

Sumber: Metro.co.uk

Sementara itu, pengguna Twitter lain yang juga menjadi penumpang dari American Airlines di rute penerbangan Chicago menuju Omaha, @AmberleyBabbage, mencuitkan: “Ada seekor kuda kecil di antrean check-in bandara, dan saya sangat penasaran terhadap hal tersebut #ORD”

Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata kuda yang bernama Flirty ini memiliki akun Instagram dan Twitternya sendiri – layaknya hewan-hewan menggemaskan lain yang juga memiliki akun media sosialnya masing-masing.

Baca Juga: Alami Kelainan Genetika, Ibu dan Balitanya ‘Diusir’ dari Penerbangan American Airlines

“Kemarin, saya dan Flirty terbang dan mendapatkan banyak pengalaman menyenangkan. Selama perjalanan, Flirty merasa sangat bahagia dan bertingkah layaknya seekor kuda yang sudah sering mengudara,”

Dan uniknya lagi, ini bukanlah kali pertama Flirty bersama ‘majikannya’ mengudara – melainkan yang ketiga kali, dan dari ketiga penerbangan tersebut, Flirty tidak pernah menunjukkan tanda-tanda gelisah atau tidak nyaman dengan suasana di bandara maupun di kabin.

 

Setelah 36 Tahun! American Airlines Pensiunkan 26 Unit McDonnell Douglas MD-80

Salah satu maskapai kenamaan asal Negeri Paman Sam, American Airlines dikabarkan baru saja mengakhiri masa pengoperasian pesawat narrow-body rakitan McDonnell Douglas, MD-80. Pesawat yang juga beken dengan nama Super 80 ini telah menerbangkan jutaan penumpang dan karyawan American Airlines selama kurang lebih 36 tahun terakhir – dan kini pesawat kembangan dari DC-9 ini tidak akan lagi menggunakan livery American Airlines.

Baca Juga: DC-9/MD-80, Pesawat Penumpang yang Mampu Melakukan Self-Pusback!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pihak maskapai tidak hanya mem-pensiun-kan satu unit MD-80 saja, melainkan 26 unit sekaligus pada Rabu (4/9) kemarin. Agar supaya acara perpisahan dengan salah satu armada dedengkot di American Airlines ini terasa lebih berkesan, pihak maskapai mengijinkan para awak kabin dan pilot untuk menuliskan surat perpisahan kepada sang burung besi. Dikabarkan, pesawat ini mulai mengabdi kepada American Airlines sejak tahun 1983.

“Saya berdiri di sini untuk mengapresiasi waktu 27 tahun bersama pesawat ini,” ujar salah satu pilor American Airlines, Capt. Greg Kunasek.

“Saya dan barisan pilot yang ada di sini telah menjelajahi angkasa lebih dari 38.000 mil dengan menggunakan MD-80,” lanjutnya dalam pidato perpisahan.

Bak sahabat lama yang harus berpisah, Capt. Greg merasa berat untuk melepaskan MD-80 pergi dari tubuh American Airlines.

“Bagi kami, MD-80 memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan maskapai dan amat berat bagi kami untuk melepaskannya,” tutur Capt. Greg.

“Namun inilah kehidupan, semuanya harus bergulir sebagaimana mestinya – ada banyak hal yang datang dan pergi. Namun saya sangat bangga bisa menerbangkan MD-80 dan menjadi bagian dari American Airlines,” imbuhnya.

Menurut laman fox4news.com (4/9), pesawat ini nantinya akan diterbangkan menuju Roswell, New Mexico dan menghabiskan masa tuanya di boneyard – sebutan untuk kuburan pesawat.

Ngomong-ngomong soal MD-80, kurang lengkap rasanya jika tidak membicarakan kakak kandung dari pesawat ini – McDonnell Douglas DC-9.

Baca Juga: DC-9 Garuda Indonesia, Andalan Penerbangan Jet Domestik Era 80-an

Bagi Anda para pecinta sektor aviasi, pasti tidak asing lagi dengan jenis pesawat yang juga pernah mengabdi untuk maskapai plat merah, Garuda Indonesia ini. Pesawat yang diproduksi pada rentang tahun 1965 hingga 1982 ini menembus angka produksi total 976 unit yang tersebar di seluruh dunia. Sebagai informasi tambahan, McDonnell Douglas DC-9 merupakan dasar dari pembuatan MD-80, MD-90, hingga Boeing 717.

Di tangan Garuda Indonesia, karir dari DC-9 bisa dibilang cukup gemilang, karena mampu menghubungkan beberapa kota di Tanah Air – kendati di awal debutnya, nama DC-9 langsung melejit lantaran menjadi pesawat pertama dari Indonesia yang dibajak di luar negeri dalam peristiwa “Woyla”di tahun 1981.

So long, McDonnell Douglas MD-80!

Kereta Komuter Hantam Truk di Yokohama, Satu Orang Tewas dan Puluhan Luka-Luka

Satu orang pria tewas dan 30 lainnya luka-luka akibat kereta komuter berkecepatan tinggi menabrak sebuah truk dan tergelincir di Yokohama pada Kamis (5/9/2019). Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 11.40 waktu setempat di persimpangan jalur Keikyu antara stasiun Kanagawa-Shimmachi dan Nakakido.

Baca juga: Terpleset diantara Peron dan Kereta Api, Kaki Seorang Wanita Harus Diamputasi

Tiga gerbong dalam rangkaian kereta tergelincir dan truk yang tertabrak itu terbakar. Dalam kecelakaan ini pria yang tewas diduga adalah pengemudi truk yang kemungkinan terperangkap di bawah kereta. Sedangkan satu dari 30 orang cedera adalah wanita berusia 20 tahun yang mengalami luka serius.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman bangkokpost.com (5/9/2019), operator kereta api Keikyu Corp mengatakan, kereta berjalan dari Aoto di Tokyo ke Misakiguchi di prefekur Kanagawa dan saat itu, kereta bisa saja melaju dengan kecepatan 120 km per jam. Sebuah perusahaan transportasi di Katori, Prefektur Chiba, mengatakan yakin truk itu dari armadanya dan sopir itu membawa buah dari Yokohama ke Narita, sebelah timur Tokyo.

Seorang pria yang berhasil menyelamatkan diri melalui jendela mengaku dirinya berpikir akan mati. Dia mengatakan dia mendengar pria lain berteriak, “Hati-hati” sebelum kecelakaan.

Tabrakan itu membuat adanya gumpalan asap hitam terlihat naik ke udara setelah insiden  dan gerbong pertama kereta diangkat dari rel. Gerbong merah itu bersandar di jalur paralel dengan jendela depannya pecah. Tak hanya itu, buah berwarna kuning berserakan di sepanjang rel dan di tempat lainnya, sementara tiang logam di sebelah rel itu bengkok parah.

“Saya mendengar seperti ada ledakan, tanah bergemuruh, dan jendela rumah saya bergetar,” kata Mika Fujita, 59, yang tinggal di daerah itu.

Fujita melihat seorang pria yang mengatakan dia berhasil melarikan diri dari gerbong kereta pertama. “Saya tidak bisa berhenti gemetaran karena efek ledakan besar,” kata pria itu.

Baca juga: Hari ini 31 Tahun Lalu, Terjadi Kecelakaan Kereta Terbesar di India, Tewaskan 140 Orang!

Fujita juga mengatakan dia melihat seorang wanita lain berbicara di ponselnya sambil terisak-isak tak terkendali. Untuk menangani kecelakaan ini, pemerintah mendirikan posko penghubung di kantor perdana menteri untuk mengawasi respons terhadap kecelakaan itu, sementara Dewan Keselamatan Transportasi Jepang mengirim penyelidik kecelakaan kereta api ke lokasi.