Mau Jadikan Stasiun Kelas Dunia, Peron di “Amritsar” Justru Tak Dilengkapi Atap

Stasiun kereta Amritsar di India memiliki dua peron (platform) baru yakni enam dan tujuh yang dibangun oleh Indian Railways beberapa bulan lalu. Meski tergolong baru, anehnya tidak ada upaya apapun yang dilakukan pihak kereta api untuk membuat fasilitas di peron tersebut, padahal stasiun ini dicanangkan sebagai stasiun kelas dunia. Bahkan bangunan untuk tempat penumpang berdiri dan beristirahat pun tidak ada. Akibatnya para penumpang harus rela terpapar dan tak terlindungi oleh cuaca yang tidak bersahabat di kala panas terik atau hujan.

Baca juga: Stasiun Gorakhpur, Punya Peron Terpanjang di Dunia

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman tribuneindia.com (26/8/2019), seorang penumpang bernama Dhruv Mehra mengatakan, saat musim panas dan matahari tengah terik, penumpang harus berjuang untuk bertahan. Dia mengatakan, ini dilakukan penumpang di peron baru karena tidak ada tempat untuk berlindung.

“Pihak berwenang belum menyediakan pengaturan untuk air minum dan kamar mandi di kedua peron. Ini, terlepas dari kenyataan bahwa stasiun kereta api dikategorikan sebagai stasiun kereta api kategori-A dan Kementerian Kereta Api telah mengumumkan untuk meningkatkan ke stasiun kelas dunia,” ujar penumpang lain bernama Shobhit.

Shamsher Singh, seorang penumpang yang bepergian dengan menggunakan kereta Amritsar – Chandigarh mengaku kereta tersebut lebih banyak berhenti di kedua peron tersebut. Tetapi hanya ada jembatan kecil selebar satu kaki untuk masuk dan keluar penumpang di kedua peron. Dia mengaku, ketika kedatangan dan keberangkatan kereta api dan tiba-tiba ada penumpang yang terburu-buru, situasi ini meperlihatkan seperti kereta akan diserbu.

“Seharusnya ada kebutuhan untuk jalan keluar dan masuk untuk membersihkan platform dari serbuan penumpang dengan cepat. Platform ini hanya bisa digunakan untuk menurunkan penumpang yang umumnya tidak terburu-buru,” kata Singh.

Menurutnya, pengaturan tempat duduk yang tidak memadai adalah penyebab lain kekhawatiran bagi anak-anak dan lansia.

Baca juga: Lima Fakta Unik Seputar Indian Railways – Namanya Tak Melulu Buruk

Kepala Stasiun Amritsar, Amrit Singh mengatakan kolom-kolom itu akan didirikan dan bangunan kecil akan segera dipasang. Dia menambahkan bahwa lampu sudah dipasang dan toilet tidak akan dibangun di atas peron sesuai kebijakan Kereta Api.

Wanita Kerap Jadi Korban di Moda Transportasi Online? Ini Fitur Keselamatan yang Bisa Digunakan

Penumpang wanita seringkali menjadi korban kejahatan dan pelecehan seksual baik di kendaraan umum ataupun transportasi berbasis online. Bahkan seorang wanita baru-baru ini berbagi pengalamannya yang mengerikan di tangan seorang sopir taksi Uber di Bengaluru, India. Persisnya sopir dituduh mengancam akan merobek pakaian si penumpang jika dia tidak meninggalkan taksi.

Baca juga: Gogoro Smartscooter, Skuter Listrik Canggih Berbasis Aplikasi Online

KabarPenumpang.com melansir laman yahoo.com (3/9/2019), kasus di atas terjadi  setelah sang sopir mengatakan kepada penumpangnya bahwa sebagai ia adalah wanita berpendidikan dan tidak boleh keluar ‘minum’ bersama teman-temannya. Atas kejadian tersebut, penumpang wanita mengeluh dan menekan tombol darurat yang kemudian membuat tim Keselamatan Uber memanggil pengemudi untuk menanyakan hal yang terjadi.

Penumpang wanita itu juga memposting masalahnya di media sosial dan Uber merespons dengan secara permanen mencabut akses pengemudi di aplikasi. Karena hal ini, pihak taksi yang berbasis aplikasi terus menerus mendapat kecaman karena tidak bisa memastikan keselamatan penumpangnya.

Hal ini kemudian membuat Mahkamah Agung setempat meminta pemerintah pusat untuk mengatur layanan agregator agar taksi berbasis aplikasi ini lebih bertanggung jawab pada keselamatan penumpangnya terkhusus penumpang wanita.

Mahkamah Agung India yang dipimpin oleh Hakim SA Bobde juga telah meminta Pemerintah untuk mempertimbangkan agar ada undang-undang untuk mengatur layanan taksi berbasis aplikasi dan memastikan keselamatan penumpangnya. RUU Kendaraan Bermotor (Amandemen) 2019 yang baru, juga telah memberi kekuasaan kepada Pemerintah untuk membuat aturan untuk mengatur perusahaan taksi agregator seperti Ola dan Uber.

RUU ini juga mengidentifikasi agregator taksi sebagai kategori terpisah. Sesuai dengan RUU yang baru, agregator akan diberikan lisensi dari pemerintah. Sementara platform agregator taksi Uber dan Ola telah membuat perjalanan mereka jauh lebih nyaman, meski ada juga banyak insiden yang telah mengangkat masalah keamanan, terutama untuk pelancong wanita.

Walaupun Uber dan Ola berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan layanan mereka, seperti memastikan taksi tidak dikemudikan oleh penjahat, akhirnya keduanya memasukkan fitur-fitur keselamatan pada aplikasi mereka.

Berikut ini fitur keselamatan penumpang dalam perjalanan dengan taksi berbasis online yang dibuat oleh Uber dan Ola.

Ola
Project Guardian
Ini Sistemad pemantauan waktu nyata yang diluncurkan oleh Ola pada bulan September, tahun lalu, sebagai bagian dari program Keselamatan Jalan, dimana Ola Guardian akan melacak semua perjalanan yang sedang berlangsung, berdasarkan indikator seperti penyimpangan rute, di tengah jalan atau tidak terduga berhenti, waktu perjalanan. Berdasarkan indikator-indikator ini, pemicu keselamatan akan diaktifkan untuk mengingatkan Tim Tanggap Keselamatan Ola.

24 x 7 dukungan pelanggan
Pelanggan dapat memilih untuk menjangkau pusat dukungan pelanggan selama 24 jam dalam seminggu. Melalui sistem dalam aplikasi, atau melalui dukungan telepon atau semua pegangan media sosial Ola, di mana seorang eksekutif akan siap untuk membantu mereka dalam bahasa pilihan mereka

OTP untuk memulai perjalanan
Mitra pengemudi tidak dapat memulai perjalanan sampai OTP yang dibagikan oleh pelanggan dimasukkan dalam aplikasi. Fitur OTP ini tidak hanya memastikan bahwa pelanggan menaiki taksi yang ditugaskan ,tetapi juga mencegah peniruan pengemudi.

Verifikasi latar belakang
Pengemudi diverifikasi latar belakangnya dan juga harus melalui verifikasi polisi sebelum mereka dipekerjakan.

Umpan balik
Memungkinkan pengguna untuk memberi peringkat pengemudi berdasarkan layanan mereka dan pengalaman mereka.

Tetap lebih aman
Ini adalah fitur peta google yang akan memberi tahu pengendara taksi dan mobil jika kendaraan mereka keluar jalur.

Berbagi detail perjalanan
Memungkinkan pengendara untuk berbagi detail perjalanan dengan lima teman dan kerabat.

Tombol darurat
Ini memungkinkan penumpang untuk memberi tahu tim respons, ruang kendali polisi dan nomor darurat penumpang yang telah ditentukan. Sehingga bila terjadi sesuatu, tim akan segera bertindak

Baca juga: Tekan Jumlah Kendaraan Pribadi, India Hadirkan Bus Berbasis Aplikasi

Fitur masking angka
Nomor penumpang dilindungi dari pengemudi untuk meningkatkan keselamatan dan privasi pengendara. Untuk ini, perusahaan menggunakan solusi cloud telephony, yang mengirimkan nomor terenkripsi kepada pengemudi sehingga nomor penumpang tidak terlihat. Pengemudi secara otomatis dialihkan ke penumpang melalui nomor yang dienkripsi.

Pengemudi wanita
Ola telah melatih lebih banyak pengemudi wanita untuk mengambil alih perjalanan dan menyediakan lingkungan yang lebih aman bagi penumpang wanita

Uber
Tombol SOS
Uber menghadirkan tombol SiD far memudahkan penumpang memanggil polisi ketika keadaan darurat.

Kirim status
Penumpang bisa membagikan rincian perjalan mereka seperti foto pengemudi, nomor di plat dan GPS langsung dengan lima kontak yang ditentukan sebelumnya.

Rate pengemudi
Penumpang bisa memberikan penilaian pada pengemudi dalam setiap perjalanannya. Ini akan memungkinkan penumpang selanjutnya memeriksa peringkat pengemudi sebelum mengonfirmasi perjalanan.

ID asli
Uber memiliki fitur pengecekan ID pengemudi dengan mengharuskan mereka mengirim selfie secara berkala ke perusahaan. Ini dilakukan untuk pencocokan pengemudi dengan data yang dimiliki perusahaan.

Pilih rute yang biasa
Pastikan pengemudi menggunakan rute yang biasa Anda lalui. Jika berada di kota baru, bawa peta dan catatan penting untuk mengetahui keberadaan Anda dengan jelas.

Jangan tidur
Bila naik taksi, baiknya tidak tidur untuk menghindari hal yang tidak diinginkan apalagi dimalam hari.

 

India Resmikan Terowongan Kereta Listrik Tepanjang, 6.700 Meter!

Jaringan perkeretaapian India agaknya bakal menikmati infrastruktur baru di salah satu jalur mereka. Tidak hanya menyandang sebagai infrastuktur baru, melainkan terowongan kereta beraliran listrik ini digadang-gadang sebagai yang terpanjang di India. Bersama dengan Kementerian Kereta Api, Indian Railways sukses membangun terowongan kereta beraliran listrik yang memiliki panjang 6.700 meter ini hanya dalam rentang waktu kurang dari dua tahun!

Baca Juga: Indian Railways Gunakan WhatsApp Untuk Pemberitahuan Pada Penumpang

Terowongan yang terletak di antara Stasiun Cherlopalli dan Stasiun Rapuru ini diresmikan berbarengan dengan jalur kereta listrik yang mengular dari Venkatachalam menuju Obulavaripalli di Andhra Pradesh. Kembali ke tanggal 25 Juni kemarin, dimana dua rangkaian kereta barang sukses melintasi terowongan ini, dimana itu menjadi penanda pengoperasian skala penuh dari terowongan dan jalur kereta listrik anyar tersebut.

Dibangun dengan mahar Rs437 crore atau yang setara dengan Rp859,1 miliar, terowongan ini dilengkapi dengan 44 trolley refuges dan 14 lorong penghubung terowongan dengan desain tapal kuda. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman financialexpress.com, terowongan ini adalah game-changer untuk operasi pengiriman di zona ini karena memungkinkan layanan pengiriman di jalur Pelabuhan Obulavaripalli-Venkatachalam-Krishnapatnam yang memiliki bentang jarak hampir 113 km.

Mengenai spesifikasi, terowongan dengan jalur lurus 6.600 meter ini memiliki tinggi 6,5 meter dengan ketebalan 300 mm dan jarak 10 meter antar lampu yang menerangi terowongan ini.

Lalu untuk rute Venkatachalam dan Obulavaripalli, beberapa fakta unik juga tersaji di dalamnya, mulai dari kereta yang mengular dibawah 60 jembatan, melintasi 146 jembatan, dan melewati dua terowongan.

Baca Juga: Lima Fakta Unik Seputar Indian Railways – Namanya Tak Melulu Buruk

Dibangun dengan dana Rs1.993 crore, rute baru ini dipercaya mengurangi jarak tempuh hingga 72 km dan memudahkan lalu lintas di bagian Obulavaripalli-Renigunta-Gudur. Selain memfasilitasi pengoperasian kereta api barang di rute Obulavaripalli-Venkatachalam-Krishnapatnam Port, jalur baru ini juga akan menyediakan jalur terpendek untuk rute kereta api Chennai-Howrah dan Chennai-Mumbai.

Jalur ini juga akan mengurangi kemacetan baik kereta penumpang maupun kereta barang di bagian Vijayawada-Gudur-Renigunta-Guntakal.

 

Totalitas Horor, Jepang Hadirkan Taksi ‘Berhantu’ di Osaka Tiap Musim Panas

Urusan yang berbau mistis bukan hanya lekat  di republik ini saja, faktanya naik taksi dengan kesan mistis kini dapat dirasakan di Negeri Sakura. Pasalnya setiap musim panas, Taksi Milight menghadirkan satu dari 642 armadanya untuk digunakan sebagai Taksi ESP selama musim panas terik di bulan Agustus.

Baca juga: Liburan ke London Saat Musim Panas? Jangan Lupa Naik Cool Cab

Taksi berhantu ini menjelajah jalan-jalan Osaka selama musim panas yang terik kemarin, tepatnya pada periode 16 – 31 Agustus 2019. Taksi ESP ini seperti taksi yang diberi kutukan cincin roh dan berkeliaran di jalan-jalan kota untuk mencari jiwa (penumpang) yang cukup berani menggunakannya ketika butuh moda transportasi.

(Soranews24.com)

Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman soranews24.com (28/8/2019), ini adalah tahun kedua Taksi Milight menjalankan Taksi ESP selama musim panas. Hal tersebut seperti kebiasaan di Jepang yang menghadirkan kisah menakutkan dan bisa membuat seseorang merinding setiap menaikinya.

Karena hanya ada satu taksi, maka tidak bisa dipesan dan hanya bisa dinaiki penumpang ketika kebetulan melintas satu daerah. Penumpang bisa dengan mudah membedakannya dengan taksi biasa, yakni ada plakat magnet berdarah di pintu yang bertuliskan ‘ESP’ (reikan, gambar di bawah) taksi.

Pengemudi yang berdandan seperti Sadako dengan rambut panjang akan penumpang jumpai ketika masuk ke Taksi ESP. Selain itu hiasan yang tak biasa juga hadir di dalam taksi dan bisa dikatakan Anda sebagai penumpang berada dalam perjalanan yang menyeramkan.

(Soranews24.com)

Biar kesan seram makin terasa, musik seram pun diputar melalui speaker selama perjalanan, adapula lentera yang terlihat menjuntai di bagian belakang kursi penumpang. Menurut legenda, lentera itu tampaknya berisi “sesuatu seperti jiwa” yang dikumpulkan dari tempat hantu terkenal di Osaka.

Karena kehadiran lentera, beberapa kejadian supranatural dikatakan terjadi sebelum taksi berangkat. Detailnya tidak diketahui, tetapi situs web Milight menguraikan serangkaian aturan untuk calon penumpang.

Jika fenomena psikis terjadi di dalam mobil, Milight tidak akan bertanggung jawab atas alasan apa pun. Fotografi tidak dianjurkan dan bila Anda tidak dapat menangani ketakutan, harap beri tahu pengemudi Anda.

Baca juga: Unik, di Taiwan Ada Museum Taksi yang Dibuka Temporer

Meski kehadirannya yang unik, tarif taksi horor ini persis sama dengan taksi Milight biasa dan karena ini adalah Jepang, tidak perlu memberi tip kepada pengemudi yang menjadi ‘mayat hidup.’

Tukar Botol Bekas, Dapat Tiket Bus Suroboyo Gratis!

Belakangan ini, aksi pengurangan sedotan plastik di Indonesia memang benar-benar tengah digalakkan. Sebut saja ketika Anda membeli kopi di kedai-kedai kopi kekinian tertentu, Anda tak akan mendapatkan lagi sedotan plastik dan mau tidak mau, Anda harus meminumnya langsung. Ini dikarenakan tingkat polusi sampah plastik di laut Indonesia sudah masuk ke level yang sangat mengkhawatirkan.

Baca Juga: Redbus dan Bosbis, Dua Apikasi Pembelian Tiket Bus AKAP Online

Ya, Indonesia merupakan pencemar laut kedua terbesar di dunia, menyusul Cina yang berada di puncak klasemen. Mengingat kondisinya yang sudah tidak bisa ditolerir lagi, wajar adanya jika sejumlah orang kreatif di luar sana berupaya untuk mengurangi jumlah polusi sampah plastik di lautan. Satu yang belakangan ini tengah hangat diperbincangkan oleh banyak pihak adalah kebijakan Suroboyo Bus untuk menggratiskan bea menggunakan bus low deck tersebut. Tapi, ada syaratnya!

Foto: Tribunnews.com

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, para penumpang bisa membawa sampah plastik dan mengkonversinya menjadi tiket perjalanan dengan menggunakan Suroboyo Bus. Adapun jumlah sampah plastik yang harus dibawa untuk ditukarkan menjadi tiket adalah: 3 botol minum sekali pakai berukuran besar, atau 6 botol berukuran sedang, dan atau 10 gelas plastik yang sudah di bersihkan.

“Ini adalah solusi yang sangat cerdas. Biasanya kalau minum dengan botol sekali pakai langsung dibuang, sekarang jadi di simpen buat di kumpulin,” kata salah satu warga Surabaya, Fransiska Nugrahepi, dikutip dari laman netz.id (13/8).

Sejak diberlakukannya ‘promosi’ semacam ini, petugas transportasu Surabaya, Franki Yuanus mengatakan bahwa sudah ada lebih dari 16 ribu orang datang ke terminal untuk menukarkan sampah plastik dengan tiket bus.

“Masyarakat meresponnya dengan baik,” ujar Franki.

Baca Juga: Bus AKAP Rambah Aplikasi Online

Namun jika ditelaah lebih jauh lagi, hadirnya program semacam ini bukan hanya akan menurunkan tingkat pencemaran lingkungan di Kota Pahlawan saja, melainkan juga dapat mengurangi kemacetan.

Ya, semakin banyak warga yang datang menukarkan sampah plastik, maka semakin banyak juga warga yang berkendara dengan menggunakan bus atau moda transportasi umum. Semakin banyak warga yang naik bus, maka semakin lengang juga jalanan di kota yang lekat dengan sejarah buaya dan ikan hiu ini.

Wah, inovatif sekali ya! Apa jadinya jika regulasi serupa diterapkan juga oleh TransJakarta?

 

KA Purbaya – “Kereta Cepat” Tempo Doeloe dengan Karcis Kartu Domino

Nama KA Purbaya terasa asing dalam benak netizen, lantaran kereta yang menghubungkan Purwokerto dan Surabaya ini memang sudah tak beroperasi sejak lama. Nama kereta ini diambil dari gabungan dua nama kota keberangkatan dan tujuan akhirnya. Pada masa jayanya, KA Purbaya lumayan laris digunakan, terutama pada periode 1980-an hingga 1990-an.

 Baca juga: Setiap Nama Kereta Ternyata ada Filosofinya

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, KA Purbaya sendiri hanya mengangkut penumpang untuk kelas ekonomi yang jauh dari kata nyaman bila dibandingkan kelas ekonomi masa kini. Pada masa kejayaannya, KA yang beroperasi pada awal 1970 ini jelas tidak dilengkapi pendingin udara dan hanya menggunakan kipas angin, itupun konon sering tidak menyala.

Kursi hijau yang keras sepertinya tak layak untuk digunakan dan mencari tempat duduk pun harus berebut saat itu. Pada masa kejayannya, KA Purbaya menjadi kereta ekonomi jarak jauh yang juga memiliki waktu tempuh 12 jam. Dimana saat mengular, kereta ini berangkat jam 06.00 pagi dari Purwokerto dan tiba di Surabaya sekitar pukul 17.30.

Berdasarkan catatan sejarah, Kereta ini berhenti di sejumlah stasiun, baik di stasiun besar atau kecil, diantaranya Stasiun Walikukun, Wojo, Cepiring, Brambanan, Maguwo dan Yogyakarta. Meski disebut Kereta Api Cepat Purbaya setiap akan berangkat, tetapi ketika ada kereta-kereta yang kelasnya lebih tinggi, KA Purbaya harus berhenti menunggu persilangan.

Tiket kereta ini pun terbilang cukup murah kala itu, yakni Rp4500 dari Purwokerto-Surabaya atau sebaliknya, dan Rp3 ribu dari Yogyakarta-Purwokerto atau sebaliknya. Tiketnya pun saat itu masih serupa ‘kartu domino’ yang keras, kaku berwarna merah dan kecil.

Namun meski kereta ekenomi, KA Purbaya juga dilengkapi dengan gerbong restorasi yang menghadirkan menu makanan yang terkenal enak, terutama nasi gorengnya. Tak beda dengan kereta pada zaman itu, maka penjual makanan, pengamen dan pengemis pun ikut berlalu lalang di dalam kereta ini.

Baca juga: KA Banyubiru Ekspres – Mati Karena Uzur dan Kalah Saing dengan Transportasi Lain

Sayangnya kereta ini tak lagi beroperasi sejak Januari 2002 karena tak lagi bisa diandalkan sebagai kereta ekonomi cepat. Kemudian digantikan oleh KA Logawa yang sebelumnya sudah mendampingi KA Purbaya sejak tahun 1999 hingga 2002 dan kini melayani relasi Purwokerto hingga Jember.

Hari Pelanggan Nasional, Maskapai Indonesia Beri Diskon, Sapa Penumpang Hingga Ganti Logo Boarding Pass

Hari Pelanggan Nasional yang diperingati 4 September 2019 kemarin, membuat jajaran direksi berbagai moda transportasi baik darat maupun udara langsung menyapa dan berinteraksi dengan pengguna jasa. Di moda udara, maskapai Garuda Indonesia, Citilink dan Lion Air menghadirkan beberapa hal menarik yang bisa langsung dinikmati penumpang.

Baca juga: Garuda Indonesia Update Fitur Aplikasi “GIA Mobile,” Kini Ada Voice Command dan Virtual Assistant

Apa saja sih yang dihadirkan dan dipersembahkan maskapai-maskapai ini saat Hari Pelanggan Nasional? Berikut ini KabarPenumpang.com merangkum berbagai hal menarik yang diberikan oleh maskapai-maskapai tersebut.

(kumparan)

Garuda Indonesia
Sapa Pelanggan“, di sini Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara bertegur sapa dengan para penumpang maskapai dan membagikan souvenir kepada penumpang GA 830 rute Jakarta – Singapura di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tak hanya itu, bagi dua orang penumpang kelas ekonomi GA 830 diberikan kursi kelas bisnis secara cuma-cuma.

“Bagi Garuda Indonesia, pelanggan merupakan sumber kekuatan dan semangat dalam menjalankan tugas. Kami menyadari bahwa kesempurnaan layanan dan kepuasan pelanggan merupakan salah satu strategi terkuat dalam bertahan pada situasi industri yang kian kompetitif seperti sekarang ini,” kata Ari yang dikutip dari siaran pers (4/9/2019).

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Pelanggan Nasional tersebut, sebelumnya Garuda Indonesia juga telah melaksanakan program “Direksi Melayani” pada penerbangan GA 714 rute Denpasar – Sydney dan GA 715 rute Sydney – Denpasar. Berbeda dengan penerbangan Garuda Indonesia lainnya, pada kedua penerbangan tersebut jajaran Direksi Garuda Indonesia yang dipimpin oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara melayani langsung para pengguna jasa selama penerbangan tersebut.

Program “Direksi Melayani” tersebut merupakan yang pertama kali dilaksanakan pada rute penerbangan internasional setelah sebelumnya melaksanakan program yang sama pada penerbangan domestik rute Jakarta – Denpasar pada akhir 2018 yang lalu. Adapun penerbangan GA 714 dan GA 715 dipilih mengingat bahwa rute Denpasar – Sydney pp ini merupakan rute yang paling diminati tidak hanya untuk penumpang Indonesia namun juga wisatawan asing.

Lion Air
Maskapai terbesar di Indonesia ini pada Hari Pelanggan Nasional, mengumumkan program spesial bertajuk “terbang bareng Lion Air” pada beberapa rute penerbangan domestik khusus dari dan menuju Banjarmasin – Bandar Udara Internasional Syamdudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (BDJ) efektif 04 September 2019 sampai batas waktu yang belum ditentukan. Langkah ini sebagai bagian upaya Lion Air untuk menawarkan salah satu destinasi favorit di Indonesia bagian Tengah dan mengakomodir traveling ke Kalimantan Selatan.

Tak hanya itu, Lion Air juga menghadirkan tarif promo sekali jalan (one way) sampai dengan 50 persen dibawah tarif normal tersedia di rute yang ditawarkan kepada pebisnis dan wisatawan (travelers), antara lain dilayani melalui Makassar – Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan (UPG), Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK), Surabaya – Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur (SUB), Yogyakarta – Bandar Udara Internasional Adisutjipto (JOG); Semarang – Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Jawa Tengah (SRG), Majalengka – Bandar Udara Internasional Kertajati, Jawa Barat (KJT), Denpasar – Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Badung, Bali (DPS), Mataram – Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok Praya, Nusa Tenggara Barat (LOP), Balikpapan – Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kalimantan Timur (BPN), Manado – Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Sulawesi Utara (MDC).

Lion Air juga memberlakukan harga jual tiket spesial dari tarif dasar batas atas (basic fare), akan diterapkan pada waktu (jam-jam) keberangkatan (schedule time departure), jumlah kursi terbatas dan mengikuti syarat dan ketentuan.

Citilink
Berbeda dengan Garuda Indonesia dan Lion Air, maskapai berbiaya hemat (LCC) ini justru menampilkan logo baru di boarding passnya. Pada boarding pass lama, dominasi warna putih dan tulisan Citilink di sudut kiri atas. Kini desain baru terlihat lebih classy dan segar dimana meski masih didominasi warna putih, nuansa hijau khas Citilink Indonesia dibuat memiliki satu bagian tersendiri tepat di bagian atas. Di sudut kiri atas bidang berwarna hijau tersebut kemudian disematkan tulisan Citilink dengan menggunakan warna putih.

Sejajar dengan nama Citilink, ada tiga simbol yang menunjukkan prestasi maskapai berbiaya hemat ini dalam dunia aviasi. Antara lain Traveler Choice Award 2018 versi TripAdvisor, maskapai bintang empat versi Skytrax dan juga sebagai maskapai berbiaya hemat versi Airlines Passenger Experience Association (APEX). Sementara itu, pada bagian bawah boarding pass, tepat di sebelah kiri, kamu akan menemukan jumlah miles yang telah terkumpul. TPada bagian belakanjuga akan menemukan QR Code yang bisa di-scan oleh penumpang.

Juliandra Nurtjahjo, Direktur Utama Citilink Indonesia menuturkan bahwa hadirnya desain baru dalam boarding pass ini menjadi wujud nyata misi Citilink untuk dapat menjadi digital airlines di Indonesia. Adanya inovasi baru ini akan memudahkan berbagai pihak yang ingin melakukan promosi yang menyasar para pengguna layanannya.

Baca juga: Hemat Devisa, GMF dan Lion Air Group Bangun Delapan Hanggar Perbaikan di Bandara Hang Nadim

“Citilink punya visi menjadi airlines digital pertama di Indonesia, bukan semata-mata ikut tren, tetapi kita juga ingin mendorong terjadinya efisiensi. Efisiensi bukan hanya akan dirasakan oleh kami sebagai penyedia layanan tapi juga mitra bisnis dan pelanggan. Melalui inovasi kali ini, Citilink menghadirkan boarding pass yang menyediakan media komunikasi dan juga promosi bagi mitra bisnis Citilink,” katanya.

Gaet Musisi Asal Seattle, Singapore Airlines Rilis Video Super Kreatif di Airbus A350!

Singapore Airlines merayakan penerbangan non-stop perdananya dari Changi ke Seattle sebagai bagian dalam kampanye pemasaran yang bisa dibilang tidak dan sangat kreatif. Maskapai ini meminta keterampilan produser musik muda yang berbasis di Seattle, Chong the Nomad, untuk membuat video musik dengan menggunakan suara dari Airbus A350-900.

Baca Juga: Cek Sekarang! Singapore Airlines Larang MacBook Pro Jenis Tertentu Masuk Kabin

Singapore Airlines meluncurkan proyek media terbarunya ini untuk merayakan peluncuran penerbangan Singapore Changi-Seattle non-stop pada minggu pertama September ini. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman SimpleFlying.com (3/9), pihak maskapai pertama kali melemparkan desas-desus tentang rute baru dari Singapura ke Seattle pada bulan Oktober silam.

Rute ini dioperasikan oleh Airbus A350-900 milik Singapore Airlines, yang juga akan segera membuka rute penerbangan dari Singapura ke Wellington via Melbourne. Model pesawat yang digunakan Singapore Airlines ini memang terbukti sangat populer karena kapabilitasnya untuk melayani rute penerbangan jarak jauh. Diketahui, Singapore Airlines telah memesan total 67 unit Airbus A350 sejauh ini.

Mengingat ini bukanlah pembukaan rute penerbangan biasa, maka dari itu Singapore Airlines seolah ingin membuatnya semakin spesial. Menggandeng Chong the Nomad, adapun alasan pihak maskapai memilih musisi ini karena Seattle merupakan gudangnya musisi-musisi berbakat – mulai dari Jimi Hendrix, Nirvana, Pearl Jam, dan yang baru-baru ini tengah naik daun, Macklemore. Menimbang hal ini, akhirnya Singapore Airlines mencomot Chong the Nomad.

“Dengan diluncurkannya penerbangan non-stop perdana kami ke Seattle, kami ingin bersenang-senang dan memberikan penghormatan kontemporer kepada penumpang dengan membuat trek musik yang sangat unik,” ujar Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Senior Singapore Airlines, Campbell Wilson.

Baca Juga: Ikuti Singapore Airlines, Garuda Indonesia Larang Penumpang Bawa MacBook Pro

Dalam video berdurasi 1.40 yang diunggah ke Youtube dengan judul “Seattle Sounds Even Better Now” ini, Anda dapat melihat bagaimana Chong the Nomad membuat beragam suara dari Airbus A350 dan menggabungkannya menjadi sebuah kesatuan musik yang sangat unik – mulai dari roda depan, sabuk pengaman, notifikasi di dalam kabin, hingga alat makan yang disajikan awak kabin di dalam video tersebut. Benar-benar kreatif!

Penasaran dengan campaign video milik Singapore Airlines terbaru ini? Silakan klik video di bawah ini!

 

(Video) Kursi Pesawat Dekat Jendela Paling Kotor Diantara yang Lainnya

Banyak pelancong yang berbondong-bondong memilih duduk di kursi dekat jendela ketika di pesawat. Padahal ternyata itu adalah pilihan yang buruk bagi Anda sebagai penikmat keindahan langit dari dalam pesawat.

Baca juga: Meski Terlihat Bersih, Kursi dan Meja Lipat di Kabin Pesawat Dipenuhi Bakteri

Pasti muncul pertanyaan kenapa? Ini karena sebuah video belum lama muncul tentang kotornya kursi dekat jendela. Video ini viral dengan menunjukkan saat dirinya tengah membersihkan sandaran kepala dari kursi dekat lorong, kursi tengah dan dekat jendela.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (4/9/2019), video tersebut memperlihatkan hal yang sangat mengkhawatirkan dimana kebersihan ketiga kursi tersebut berbeda. Bahkan kursi dekat jendela ternyata menghasilkan kotoran paling banyak.

Video ini memperlihatkan seorang perempuan yang naik maskapai Air Canada dan tengah membersihkan kursi debgan pembersih sanitasi berbasis alkohol. Dia mulai membersihkan dari bagian lorong hingga kursi dekat jendela yang ternyata hasilnya jauh lebih hitam dari kursi lainnya.

Kursi tengah menjadi terkotor kedua dan kursi dekat lorong berada diurutan ketiga. Seorang model bernama Naomi Campbell menganjurkan membersihkan kursi saat penumpang akan duduk.

Dalam video lain, Naomi yang menggunakan sarung tangan lateks memegang tisu antibakteri. Dia mulai membersihkan semuanya di sekitar kursi kelas bisnis pada penerbangan Qatar Airways.

“Ini yang saya lakukan di setiap pesawat yang saya naiki,” Naomi menjelaskan ketika dia menangkap kuman.

Sebuah studi oleh Insurancequotes.com tahun lalu menunjukkan meja nampan memiliki 11.595 unit pembentuk koloni kuman (CFU), menjadikannya area paling kotor kedua yang biasa digunakan pesawat. Pertama adalah tombol flush pada dudukan toilet, yang memiliki lebih dari 95.000 CFU.

Sementara itu, di bandara, tempat paling kotor adalah kios check-in sendiri, menurut penelitian oleh Quotes Asuransi. Ini mengharuskan penumpang untuk menggunakan layar.

Kios check in mandiri berisi rata-rata 253.857 CFU (bakteri dan sel jamur per inci persegi). Faktanya, hanya satu layar check-in mandiri yang mencatat lebih dari satu juta CFU.

Baca juga: Waduh! Air Panas Dalam Penerbangan Ternyata Berasal dari Saluran yang Sama dengan Toilet

Video viral yang mengejutkan telah menangkap seorang penumpang pesawat dalam penerbangan Qatar Airways melakukan gerakan yang agak tidak higienis. Klip menunjukkan selebaran pria bersin ke selimut maskapai penerbangannya dan kemudian menyeka hidungnya.

Jelang Operasional Trem di Sydney, Pejalan Kaki, Pesepeda dan Pengendara Motor Harus Berbagi Jalur

Sydney akan memiliki trem alias light rail yang mulai menguluar di jalanan pusat kota pada bulan Desember mendatang. Trem sepanjang 67 meter ini akan melintas melalui jantung kota Sydney di sepanjang George Street secara teratur setiap empat menit di setiap arah dari jam 5 pagi sampai 1 pagi waktu setempat.

Baca juga: Nantikan Kehadiran Light Rail, George Street di Sydney Akan Terdampak Paling ‘Parah’

KabarPenumpang.com melansir laman smh.com.au (2/9/2019), kehadiran trem ini kemudian menimbulkan pertanyaan terkait aturan bagi para pejalan kaki, pengendara sepeda dan sepeda motor. Bagaimana caranya agar para pengguna jalan bisa melintas di jalur trem tersebut dengan aman?

Polisi telah lebih aktif dalam memperingatkan pengendara sepeda agar tidak naik di sepanjang jalur trem, dan pejalan kaki mengabaikan tanda-tanda di sepanjang rute kereta ringan, terutama di CBD (Central Business Distric). Pasalnya jalur kereta ringan Inner West di sepanjang Hay Street di Haymarket telah menjadi rute usang bagi para pengendara sepeda yang melintasi ujung selatan CBD selama bertahun-tahun.

Sumber: 1688.com.au

Namun agen transportasi negara bagian New South Wales mengatakan rambu-rambu “larangan masuk” membatasi akses bagi pengendara sepeda dan pengendara motor ke jalur trem. Penalti karena tidak mematuhi rambu-rambu larangan masuk adalah denda $114, selain itu ada juga denda $268 untuk pengendara sepeda yang memasuki trem, yang terlarang di bawah aturan jalan. Jalur trem ditandai di sisi kiri rel dengan dua garis paralel, atau struktur seperti pagar.

“Seperti aturan yang ada untuk kereta ringan Inner West, pengendara sepeda tidak akan diizinkan untuk mengendarai sepeda di dalam CBD dan koridor kereta ringan Tenggara karena masalah keselamatan yang timbul dari berbagi koridor dengan trem yang bergerak,” kata Transport for NSW.

Pengendara sepeda akan diizinkan untuk menyeberangi koridor kereta ringan baru melalui CBD jika mereka memasuki jalan masuk di George Street. Bahkan mereka akan diizinkan untuk membawa sepeda ketika bepergian sebagai penumpang di trem, kecuali staf menentukan pada waktu sibuk bahwa itu tidak dapat untuk dilakukan.

Pendapat berbeda diutaraka pejabat transportasi yang mengingatkan pengendara sepeda untuk turun saat mereka melintasi jalur trem, atau naik di sudut untuk menghindari roda terjebak di trek.

Sementara didorong untuk menyeberang jalan di tempat penyeberangan yang ditentukan, pejalan kaki diizinkan untuk melintasi jalur trem di titik mana pun di sepanjang jalur asalkan lebih dari 20 meter dari sinyal lalu lintas terdekat. Hal ini untuk menghindarkan para pejalan kaki dari denda jaywwalking.

Pejalan kaki akan diizinkan untuk berjalan di jalur kereta ringan di bagian yang disebut boulevard George Street antara Bathurst dan Hunter Street di CBD. Denda yang akan dikenakan bagi pejalan kaki yang melanggar adalah $76. Tim proyek untuk kereta ringan akan memutuskan konfigurasi kondisi jalan ruang akhir dan rambu peraturan yang diperlukan.

Baca juga: Di 2027, Jerman Bakal Operasikan Jalur Trem Terpanjang di Tanah Bavaria

Diketahui, trem akan menjadi moda transportasi yang lebih teratur dengan panjang jalur 12,7 km dari Circular Quay ke Randwick yang dibuka pada Desember 2019 dan jalur ke Kingsford pada Maret mendatang. Nantinya kehadiran trem bisa menjadi pengingat pengendara sepeda dan pejalan kaki yang harus berbagi tempat untuk melintas di ruang yang semakin padat.