“Safe Bus,” Perangkat Keamanan di Bus Sekolah dengan Teknologi Kecerdasan Buatan

Sebuah perangkat yang dilengkapi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan baru saja dihadirkan untuk meningkatkan kemanan bus sekolah di Dubai. Perangkat pintar bernama ‘Safe Bus’ tersebut dibuat oleh Almas Robotics yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk melacak penumpang di bus sekolah.

Baca juga: Hitachi Luncurkan EMIEW3, Robot Pintar di Bandara Dengan Artificial Intelligence

Kehadiran Safe Bus ini juga bertujuan untuk meningkatkan standar keselamatan di Uni Emirat Arab (UEA). Perangkat yang berukuran tidak terlalu besar tersebut terhubung ke beberapa sensor yang dipasang pada pintu bus untuk memantau pergerakan penumpang dan mencatat jumlah penumpang, baik yang masuk atau keluar bus.

(Zawya.com)

KabarPenumpang.com merangkum laman zawya.com (3/9/2019), teknologi Safe Bus akan aktif secara otomatis ketika pengemudi menghidupkan mesin bus dan perangkat akan membaca pergerakan dalam satu detik. Ketika tiba di tujuan, pengemudi akan mematikan mesin bus, disini perangkat tersebut akan menyelesaikan pemeriksaan untuk menentukan apakah jumlah penumpang yang turun sama dengan yang naik di awal.

Ketika jumlah tidak sesuai, maka, perangkat akan membunyikan alarm dan mengirim pesan singkat (SMS) ke pengemudi dan perusahaan transportasi. Hal ini kemudian membuat pengemudi mengecek lagi penumpang dalam bus.

Solusi ini pun bertujuan untuk mencegah kasus anak-anak yang tertinggal di dalam bus sekolah. Selain itu perusahaan bermaksud untuk menjaga biaya perangkat tetap terjangkau dalam upaya untuk mendorong adopsi teknologi penyelamatan jiwa.

“Kami memiliki harapan tinggi untuk perangkat ini karena membawa konsep baru ke pasar yang menangani masalah serius dengan cara yang inovatif dan tanpa batas. Percakapan kami dengan sekolah dan perusahaan transportasi sejauh ini cukup menggembirakan, dan kami berharap suatu hari dapat melihat perangkat ini digunakan di setiap bus sekolah di UEA,” kata Almas Robotics Founder dan CEO Eng Fahim Almas.

Awal tahun ini, Almas Robotics meluncurkan Robot Pendidikan M Pertama dan M Kedua yang merupakan serangkaian unik lengan robot cetak 3D serbaguna yang dirancang untuk mengangkat benda-benda ringan dan mengajarkan anak-anak tentang dasar-dasar robotika. Seri ini dinamai HH oleh Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA dan Penguasa Dubai, yang menginspirasi Almas untuk mengejar mimpinya membangun sebuah perusahaan yang merancang solusi yang menguji batas-batas inovasi dan meningkatkan kehidupan masyarakat.

Baca juga: Angkut Bagasi Penumpang, Bandara Internasional Dallas-Forth Worth Gunakan Robot FLEET

“Pendidikan adalah area fokus utama untuk Robotika Almas dan kami memiliki rencana besar untuk bekerja dengan sekolah-sekolah di UEA untuk memperkenalkan anak-anak ke dunia robotika yang menarik, percetakan 3D dan kecerdasan buatan melalui lokakarya interaktif,”tambahnya.

KA Kiansantang – Tak Pernah Beroperasi dan Batal Gantikan KA Cianjuran

Kiansantang seorang prabu yang merupakan anak dari Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja dengan Nyi Subang Larang. Nah nama Kiansantang ini dipakai untuk nama sebuah kereta oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dioperasikan oleh Daerah Operasional (Daop) II Bandung.

Baca juga: KA Banyubiru Ekspres – Mati Karena Uzur dan Kalah Saing dengan Transportasi Lain

KA Kiansantang rencananya akan mengular direlasi Kiaracondong menuju Cianjur PP dengan meminjam rangkaian kereta Kahuripan yang tidak beroperasi di siang hari. Bahkan rangkaian kereta ini sudah diujicobakan melintas Padalarang – Cianjur.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, KA Kiansantang rencananya akan dioperasikan pada 11 Maret 2014 setelah peluncuran kereta api Siliwangi jurusan Cianjur – Sukabumi. Sayangnya peluncuran kereta ini diundur karena masih memerlukan persiapan.

Bila KA Kiansantang ini sudah beroperasi, nantinya akan melengkapi rute jalur tengah yang sudah ada saat ini. Apalagi sebelumnya sudah diluncurkan KA Pangrango jurusan Bogor, kemudian kemarin diluncurkan KA Siliwangi yang melayani rute Cianjur – Sukabumi, dan akhirnya KA Kiansantang akan menyambung rute Cianjur – Bandung.

Kereta ini juga akan menggantikan KA Cianjuran yang tak lagi beroperasi sejak April 2013, dimana layanannya dihentikan karena KA lokal itu tidak ada kontrak PSO antara PT KAI dan pemerintah. KA Cianjuran melaju di jalur relasi Cianjur menuju Padalarang. KA Cianjuran merupakan rangkaian kereta api bisnis dua rangkaian yang ditarik oleh sebuah lokomotif BB 301 atau BB 304.

Kereta api ini melewati beberapa stasiun kecil, di antaranya Tagog Apu, Cipatat, Rajamandala, Cipeuyeum, Ciranjang, Selajambe, Tipar, Maleber. Dalam perjalanannya rangkaian kereta ini harus melalui kontur berat menanjak, seperti di Rajamandala-Tagogapu-Cipatat.

Masyarakat lokal banyak yang menjuluki kereta api ini dengan nama “Argo Peuyeum”, sebab banyak digunakan penumpangnya untuk mengangkut peuyeum (tape) dari daerah Cipeuyeum, Ciranjang, dan Cipatat ke Bandung. Kereta bisnis ini berangkat dari Stasiun Cianjur setiap hari menuju Stasiun Padalarang dengan rute empat kali sehari dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Baca juga: KA Rajawali – Yang Telah Berhenti Beroperasi dan ‘Dilebur’ ke KA Harina

Sebelumnya, jalur ini merupakan jalur yang menghubungkan Kota Bandung dengan Kota Sukabumi, tetapi karena Terowongan Lampegan yang berada di desa Cibokor, Gunung Keneng, Cianjur, Jawa Barat runtuh pada 8 Februari 2001, maka jalur Bandung-Sukabumi pun ditutup, namun saat ini Terowongan Lampegan sudah selesai di renovasi oleh PT KAI.

Sayangnya, meski begitu, KA Kiansantang yang berencana dioperasikan Maret 2014, hingga kini sudah lima tahun berlalu bahkan tak pernah terlihat mengular dan beroperasi. Entah kapan PT KAI akan merealisasikan KA Kiansantang ini.

Kapal Ferry Elektrik “Ellen” Resmi Berlayar di Perairan Denmark

Elektrik ferry atau kapal ferry yang menggunakan tenaga listrik baru saja berlayar perdana melintasi perairan antara Pelabuhan Soby dan Fynshav, yang terletak di Pulau Aero dan Als di selatan Denmark. Ferry listrik bernama Ellen ini dikembangkan oleh proyek E.U. Horizon 2020 dan menjadi ferry pertama di dunia yang memiliki paket baterai dengan energi yang cukup untuk operasi sehari-hari maupun keadaan darurat.

Baca juga: e-Oshima, Kapal Ferry Bertenaga Listrik dengan Baterai Sejenis di Boeing 787 Dreamliner

Dilanir KabarPenumpang.com dari maritime-executive.com (17/8/2019), untuk menjalankan kapal ferry ini dilengkapi dengan baterai berkapasitas 4,3MWh yang dipasok oleh Leclanché dari Swiss dengan menggunakan sel-sel baterai lithium-ion G-NMC berenergi tinggi. Baterai pada kapal ferry ini telah dilengkapi fitur keselamatan yang unik, termasuk desain laminasi bi-seluler dan pemisah keramik. Menurut pihak pengembang, kapasitas pengisian daya tinggi memecahkan rekor 4,4 MW.

Sistem baterai dibagi menjadi 20 unit, masing-masing terhubung ke konverter terpisah yang mengendalikan output energi. Elekrtik ferry Ellen mampu membawa 30 mobil dan 200 orang. Untuk mengurangi bobot, area penumpang feri berada di level yang sama dengan dek mobil.

Pintu rampa terbuat dari aluminium, bukan baja, dan perabot kapal terbuat dari kertas daur ulang dan bukan kayu. Ellen mampu berlayar sejauh 22 mil laut (sekitar 25,3 mil).

Leclanche mengatakan elektrik ferry Ellen diharapkan akan beroperasi penuh dalam beberapa minggu ke depan. CEO Leclanche, Anil Srivastava menggambarkan kapal itu sebagai “pelopor era baru di sektor kelautan komersial.” Ia menambahkan bahwa selama satu tahun, ferry akan menyumbang pengurangan dua ribu ton karbon dioksida, 2,5 ton partikel dan 1,4 ton sulfur dioksida.

Pengembangan feri listrik seperti Ellen datang pada saat Organisasi Maritim Internasional (IMO) sedang mempersiapkan aturan baru yang berkaitan dengan emisi sulfur oksida. Pada Januari 2020, IMO akan melarang pengiriman kapal menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur lebih tinggi dari 0,5 persen, dibandingkan dengan tingkat 3,5 peren saat ini.

“Proyek ini menunjukkan bahwa hari ini kita dapat mengganti penggerak termal bahan bakar fosil dengan energi bersih, dan dengan demikian berkontribusi pada pemanasan global,” kata Lecvano’s Srivastava.

Ini adalah contoh terbaru dari teknologi inovatif yang mendukung bentuk transportasi skala besar. Danfoss Editron menyuplai drivetrain listrik sepenuhnya. Sistem EDITRON perusahaan terdiri dari dua motor penggerak 750kW dan dua motor pendorong 250kW, yang keduanya menjalankan keengganan sinkron dibantu teknologi magnet permanen dan dikendalikan oleh inverter DC/AC.

Baca juga: “The Ampere,” Kapal Ferry Bertenaga Listrik Pertama di Dunia!

Perusahaan juga menyediakan sistem manajemen daya kapal dan mengirimkan stasiun pengisian daya di darat dan lengan pengisi daya untuk baterai ferry. Danfoss Editron telah menyediakan peralatan tenaga listrik untuk Tellus.

Juga di Swedia, proyek ElectriCity Gothenburg akan mengubah ferry yang ada menjadi tenaga listrik sebagai bagian dari proyek ElectriCity. Layanan ferry serba listrik akan menambah layanan bus listrik kota yang ada.

 

Hipotesa Misteri MH370 Berlanjut, Peneliti Percaya Pesawat Telah Dibajak dan ‘Enggan’ Ditemukan

Kendati sudah lebih dari lima tahun menghilang, namun hingga saat ini masih banyak saja peneliti yang penasaran dengan hilangnya Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370. Beragam asumsi dan spekulasi terus bermunculan di media setiap harinya – mulai dari asumsi bahwa pesawat ini sengaja ditenggelamkan oleh pilot karena satu dan lain hal, hingga isu pembajakan yang hingga kini dipercaya sebagai variabel paling kuat yang menyebabkan pesawat berjenis Boeing 777-300 ini raib begitu saja tanpa ada bekas.

Baca Juga: Hipotesa Baru Misteri MH370: Kopilot Sempat Ambil Kendali Penuh dan Arahkan Pesawat Kembali ke Malaysia

Pada pemberitaan sebelumnya, disebutkan bahwa seorang peneliti bernama Christine Negroni menemukan sebuah fakta bahwa kopilot Fariq Hamid sempat mengambil alih kemudi pesawat selama 30 menit lamanya. Ketika itu, kopilot Fariq berusaha untuk melakukan manuver Return to Base menuju Malaysia – tempat pesawat ini take-off. Namun ketika pesawat sudah heading menuju Negeri Jiran, MH370 kembali memutar arah dan sejak saat itu, MH370 tidak pernah lagi terlihat di radar.

Pemberitaan terbaru soal MH370 ini dikutip KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (28/8) menyebutkan bahwa MH370 memang dengan sengaja dibajak dan dibawa menuju suatu tempat yang sangat jauh dari destinasi seharusnya, Beijing. Asumsi ini dikalkulasikan dan dihitung dengan menggunakan residu ‘komunikasi’ antara MH370 dengan satelit perusahaan telekomunikasi asal Inggris, Inmarsat.

Dari data yang terpapar, tampak MH370 ini keluar sangat jauh dari rute yang seharusnya dilintasi, dan sempat terbang di atas Selat Malaka. Lalu pesawat juga tampak terus mengudara ke arah selatan (Samudera Hindia), dan terakhir pesawat tampak di atas Samudera Hindia – tepatnya di sebelah barat Perth, Australia.

Banyak peneliti yang juga mengamati ‘komunikasi’ antara MH370 dan satelit Inmarsat beranggapan bahwa pesawat kehabisan bahan bakar di titik terakhir tersebut. Mereka juga mempercayai bahwa pesawat ini sudah dibajak oleh seseorang – entah itu adalah awak pesawat, penumpang, atau bahkan seorang penumpang gelap.

Tapi satu yang pasti, pembajak ini enggan bangkai dari MH370 ditemukan.

Baca Juga: (Lagi) Hipotesa Baru Misteri MH370: Pesawat Diduga Kehilangan Tekanan Kabin

Untuk memperkuat pernyataan di atas, pakar penerbangan David Gleave dari Loughborough University menganalisis profil psikologis orang yang membajak pesawat tersebut.

“Bayangkan jika Anda adalah pembajak MH370, dan tidak ingin pesawat ini ditemukan, maka Anda akan menerbangkan pesawat ini jauh dari daratan,” tutur David.

Semakin dekat pesawat dengan daratan, maka semakin mudah pula proses pencarian dan evakuasi dilakukan. Namun ketika bangkai pesawat ini karam di tengah lautan, atau bahkan samudera, sangat besar kemungkinan pecahan pesawat sudah tersebar atau bahkan menghilang di dasar laut.

Lecehkan Pramugari Scoot, Pria India Divonis 2 Tahun Penjara dan Hukuman Cambuk

Vijayan Mathan Gopal, 39 tahun dinyatakan bersalah pada Senin (5/8/2019) karena telah menganiaya dan melecehkan seorang pramugari dalam penerbangannya dari India ke Singapura dua tahun lalu. Pria yang merupakan warga negara Singapura keturunan India ini melakukan perjalanannya dengan maskapai berbiaya rendah, Scoot pada 2 November 2017.

Baca juga: Pasca Pelecehan Pada Awak Kabin, EVA Air Siap ‘Banned’ Penumpang yang Berperilaku Tak Pantas

Dia divonis dua tahun penjara, denda, hukuman cambuk atau kombinasi hukuman atas tiga tuduhan yakni memegang lengan, menyentuh wajah, menangkup wajah dengan tangan dan meletakkan tangannya di paha serta pantat pramugari Scoot. Dilansir KabarPenumpang.com dari channelnewsasia.com (5/8/2019), pramugari yang tidak disebutkan identitasnya tersebut mengatakan, Vijayan adalah orang terakhir yang naik ke pesawat, tercium bau alkohol dari dirinya dan ritsleting celana dalam keadaan terbuka.

Vijayan Mathan Gopal

Saat itu, Vijayan masih bisa berjalan ke kursinya dan memberikan boarding pass ketika diminta pramugari. Namun setelah lepas landas, korban melihat pelaku tengah berselisih dengan pramugari lainnya di lorong.

Karena korban bertanggung jawab atas awak kabin lainnya, di mendekati mereka dan mendapati bahwa keduanya tengah berdebat karena Vijayan tak mau membayar setelah memesan makanan dan anggur merah. Dia menenangkan lelaki itu dengan menyetujui untuk menyajikan makanan sebelum pembayaran dilakukan, bertentangan dengan kebijakan Scoot, tetapi Vijayan menolak makanan itu, mengklaim pramugari lainnya tidak sopan kepadanya.

Korban menugaskan seorang awak kabin untuk pergi ke Vijayan sementara dia memberikan perhatiannya pada keadaan darurat medis dengan seorang penumpang yang merasa akan pingsan dan kekurangan oksigen. Sementara kondisi ‘gawat’ sedang berlangsung, Vijayan berulang kali menekan tombol lampu panggil untuk meminta bantuan dan ingin korban merawatnya.

Setelah seorang pramugari datang untuk membantu penumpang yang sakit, korban pergi ke Vijayan dan mengatakan kepadanya dengan tegas untuk tidak menekan lampu panggil lagi. Tiba-tiba, Vijayan bertanya di mana dia tinggal dan menyentuh wajahnya, membelai dahinya ke dagunya dan berkata: “Kamu sangat cantik.”

Dia kemudian menangkupkan wajahnya dengan kedua tangan.

Korban bersaksi selama persidangan bahwa ini membuatnya merasa “marah, tidak nyaman dan sangat jijik”, tetapi dia tidak bisa mendorongnya pergi karena dia seorang penumpang.

Dia bersandar dan mengangkat suaranya, berkata: “Tuan, tuan, tuan.”

Dia menjawab: “Jangan marah kepadaku”, dan “Aku bos dari penerbangan ini.”

Korban mencoba berdiri tetapi Vijayan terus meraih lengan kanannya. Ketika dia mencoba lagi, dia meletakkan tangannya di paha kanannya dengan kekuatan besar. Ketika dia akhirnya berhasil bangkit dengan meraih sandaran lengan, dia merasakan Vijayan menyentuhnya dengan meletakkan telapak tangannya di pantat kirinya.

Korban melaporkan kejadian itu kepada kapten pesawat, yang mengamati bahwa dia terguncang. Setelah pesawat mendarat di Singapura sekitar jam 8 pagi pada tanggal 2 November 2017, korban mengajukan laporan ke Scoot dan juga ke polisi bandara.

Vijayan dalam pembelaannya membantah melakukan tindakan tersebut terhadap korban dan menuduh bahwa korban telah mengarang insiden tersebut untuk menekan fakta bahwa ia telah mengadu terhadap pramugari lainnya karena “layanan buruknya”.

Baca juga: [18+] Hampir Separuh Pramugari di Jerman Pernah Alami Pelecehan Seksual!

Hakim Distrik Salina Ishak menyatakan dia bersalah atas ketiga dakwaan kriminal kepada pramugari. Tuduhan itu dibacakan dengan bagian di bawah Tokyo Convention Act, yang menyatakan bahwa kejahatan apa pun yang terjadi pada pesawat yang dikendalikan Singapura akan merupakan pelanggaran di bawah hukum Singapura. Vijayan akan kembali ke pengadilan untuk mitigasi dan hukuman pada 28 Agustus 2019.

Ini Dia Pemandangan Lima Situs Warisan Dunia UNESCO yang Bisa Dinikmati dari Dalam Kereta

Bagi Anda yang kebetulan hendak merencanakan liburan atau bulan madu di luar negeri, agaknya menjajal jaringan perkeretaapian di destinasi tujuan menjadi salah satu opsi yang patut Anda coba. Selain dapat menikmati pemandangan yang terhampar bersama orang tercinta, tapi ternyata ada sejumlah situs warisan dunia UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) yang dapat Anda lihat dari dalam si ular besi. Wah, tentu saja ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, ya!

Baca Juga: Mau Cari yang Halal? Ini Dia Lima Destinasi Wisata di Eropa yang Muslim-Friendly

Tidak usah berlama-lama lagi, berikut adalah pemandangan lima situs warisan dunia versi UNESCO yang dapat Anda nikmati dari dalam kereta, dikutip KabarPenumpang.com dari laman goodhousekeeping.com.

Kereta Bernina Express, St Moritz

Bernina Express Train. Sumber: Getty Images

Dimulai dari Benua Biru, Eropa, dimana situs warisan dunia versi UNESCO ini jatuh kepada kereta Bernina Express. Dari dalam kereta yang didominasi warna merah ini, Anda bisa melihat hamparan pegunungan Alpine yang masuk ke dalam teritorial Swiss. Kereta ini sendiri mengular dari Stasiun Moritz yang ada di Swiss dan berakhir di Tirano, Italia.

Diocletian Place, Kroasia

Diocletian Palace. Sumber: Getty Images

Diocletian Place atau yang biasa disebut sebagai Istana Diokletianus ini terletak di City of Split, Kroasia. Sebagai destinasi wisata yang merangkap peran sebagai situs warisan dunia versi UNESCO, Istana Diokletianus ini kini bisa Anda lihat dari dalam kereta dengan menggunakan kereta inter-city dari kota Zagreb.

Pegunungan Himalaya

Sumber: Getty Images

Bagaimana caranya menikmati keindahan pemandangan gunung Himalaya tanpa harus mendakinya? Jawabannya adalah dengan menggunakan kereta! Dengan menggunakan Darjeeling Himalayan Railway – atau yang lebih dikenal sebagai Toy Train (dijuluki ini karena menggunakan konfigurasi gauge 2 kaki), Anda bisa menikmati pemandangan Pegunungan Himalaya yang terkenal.

Selain itu, Anda juga bisa melihat stasiun tertinggi di India, Ghum Railway Station.

Baca Juga: Intip Yuk 10 Tujuan Wisata Favorit Versi Pinterest!

Banff National Park, Kanada

Sumber: Getty Images

Para pecinta alam agaknya tidak boleh melewatkan kesempatan mengular dengan menggunakan kereta Rocky Mountaineer yang ada di Kanada sana, karena tidak hanya pemandangan dari Banff National Park saja yang tersaji untuk Anda – pun halnya dengan Jasper National Park, Yoho National Park, dan Kootenay National Park.

Machu Picchu, Peru

Sumber: Getty Images

Siapa di sini diantara Anda yang tidak tahu Machu Picchu? Ya, lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m di atas permukaan laut ini kini dapat Anda nikmati hanya dari dalam kereta saja. Dengan menggunakan Inca Rail, kereta wisata yang memang sengaja disediakan untuk menikmati keindahan Machu Picchu, anda dapat melihat situs warisan dunia versi UNESCO sembari menenggak minuman dan menyantap penganan yang disediakan oleh operator kereta.

 

Shamsubahrin Ismail – Eks Terdakwa Kasus Pencucian Uang yang Hina Ojol Indonesia

Minggu lalu, jagat sosial media Indonesia dihebohkan dengan pernyataan seorang tokoh Malaysia yang mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara miskin karena banyak orang yang bepergian dengan menggunakan ojek online (ojol). Disinyalir, omongan Shamsubahrin Ismail tersebut dilontarkan sebagai bentuk penolakan Negeri Jiran terhadap masuknya GoJek. Bos dari taksi Big Blue Malaysia ini pun mendapat kecaman besar-besaran dari “Pasukan Hijau” Tanah Air yang menggeruduk Kedutaan Besar Malaysia di bilangan Kuningan, Jakarta.

Baca Juga: Aplikasi ‘e-hailing’ Bantu Pengemudi Taksi Dapatkan Penumpang di Bandara Kuala Lumpur

Dari ujarannya saja sudah jelas, bahwa GoJek akan membawa pengaruh besar terhadap sektor transportasi darat Malaysia – dan pria bergelar Datuk ini tidak ikhlas jika pasarnya direbut begitu saja oleh GoJek yang notabene adalah ‘pemain baru’ di Malaysia. Selayaknya orang yang hanya berani berkoar-koar di sosial media, tekanan dari pengemudi GoJek Indonesia pun membuat nyali pria berkepala botak ini pun ciut – akhirnya ia meminta maaf atas pernyataannya yang sudah kadung viral di Tanah Air.

Seolah tidak kapok dengan kasus ‘penghinaan’ yang membelitnya ini, Shamsubahrin Ismail kembali berulah dengan melontarkan pernyataan yang menyinggung Pemerintah Indonesia.

“Rakyat Indonesia tak salah, kalau dikatakan miskin. Yang salah itu adalah kerajaan Indonesia, pemerintah Indonesia yang salah,” ujarnya dalam video viral yang diunggah oleh akun Instagram @lambe_turah.

Mengutip dari laman detik.com, Shamsubahrin Ismail melanjutkan bahwa pemerintah Malaysia tidak perlu mengikuti apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia mengizinkan GoJek atau Grab. Ia menyinggung bahwa pengemudi ojek online tak punya gaji tetap.

“Pemerintah di Malaysia mengikuti kesalahan yang dilakukan pemerintah Indonesia. Kenapa harus kita membiarkan anak muda kita Malaysia bekerja tanpa gaji tetap, untuk membawa Grab, untuk membawa Gojek,” ujarnya.

Wah, memang benar-benar menaikkan pitam orang Indonesia saja ya Shamsubahrin Ismail ini!

Tapi tahukah Anda bahwa ia bukanlah seorang pengusaha bersih yang bebas dari kasus hukum. Mengutip dari laman sumber lain, Shamsubahrin Ismail ternyata merupakan terdakwa dari 17 kasus pencucian uang (money laundering) dan 5 kasus penipuan terhadap Ketua Eksekutif National Feedlot Corporation Sdn Bhd (NFC) Mohamad Salleh Ismail.

Dikutip KabarPenumpang.com dari msn.com, pada 18 Mei 2015, Shamsubahrin Ismail mendapat hukuman ganda atas perbuatannya. Pengadilan Sesi Kuala Lumpur memutuskan dia bersalah dengan hukuman penjara delapan tahun atas 5 kasus penipuan. Bukan itu saja, pengadilan juga menetapkan hukuman lima tahun penjara atas 17 kasus pencucian uang.

Baca Juga: Wajib Selfie, Jadi Syarat Naik Grab di Malaysia

Belum selesai. Shamsubahrin Ismail juga harus membayar denda sebesar RM611.895,94 (sekitar Rp2,1 miliar) sesuai dengan Pasal 55 (2) UU Anti Pencucian Uang dan Pembiayaan (AMLATFA) untuk sejumlah properti yang dibubarkan dan dibayar dalam waktu tiga bulan.

Wah, jika melihat dari track recordnya, agaknya emosi warga Indonesia tidak perlu tersulut mendengar pernyataan Shamsubahrin Ismail – mengingat dirinya adalah seorang yang tidak bersih dari catatan hukum.

 

(Lagi) Hipotesa Baru Misteri MH370: Pesawat Diduga Kehilangan Tekanan Kabin

Beragam konspirasi yang menyelimuti hilangnya Malaysia Airlines MH370 memang masih belum terungkap kebenarannya hingga kini. Kasus ini semakin pelik untuk ditelisik, mengingat eksistensi dari black box yang juga tidak kunjung ‘muncul ke permukaan’. Walhasil, spekulasi liar maupun terstruktur mulai berkembang di masyarakat – terakhir, seorang peneliti Christine Negroni menyebutkan bahwa kopilot sempat mengambil alih penuh kendali pesawat selama kurang lebih 30 menit.

Baca Juga: Hipotesa Baru Misteri MH370: Kopilot Sempat Ambil Kendali Penuh dan Arahkan Pesawat Kembali ke Malaysia

Dalam bukunya yang berjudul “The Crash Detectives”, Christine kembali melemparkan sebuah asumsi bahwa bisa saja kegagalan kelistrikan yang terjadi di dalam Boeing 777-300 milik Malaysia Airlines ini disebabkan oleh adanya ‘cacat produksi’ yang mengakibatkan air rembes dan merusak jaringan kelistrikan pesawat. Christine menambahkan, tidak menutup kemungkinan hal ini menjadi penyebab turunnya daya listrik di dalam pesawat dan gangguan komunikasi pada MH370.

“Pesawat rilisan Boeing ternyata rentan bocor yang mengalir ke electronic bay,” tutu Christine, dikutip KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (3/9).

Christine mengklaim bahwa untuk sebagian model pesawat Boeing seperti 747, 777, dan 767, dapur pesawat (galley) berada tepat di atas ruangan yang erat kaitannya dengan sistem kelistrikan pesawat, atau yang biasa disebut Equipment and Electronic Bay (E&E Bay).

E&E Bay. Sumber: istimewa

“Pada Qantas Flight 2 aliran air yang dihasilkan dari pengoperasian dapur pesawat mengalir ke daerah ini (E&E Bay), dan kejadian ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi,” lanjut Christine.

“Selama penyelidikan berlangsung, Australian Transport Safety Bureau (ATSB) mendapati peralatan kelistrikan pesawat tergenang oleh air, melebihi batas yang sudah didesain sebelumnya oleh pihak pabrikan pesawat,” ujar Christine menjelaskan kasus air rembes yang terjadi pada maskapai Qantas Flight 2.

Tidak hanya satu, melainkan empat pesawat Boeing dan satu unit Airbus yang didapuk mengalami ‘penyakit’ yang sama dengan Qantas Flight 2.

Baca Juga: Empat Tahun Pasca Hilangnya MH370, Malaysian Airlines Rilis Laporan Investigasi

“Itu tentu saja akan membahayakan keselamatan penerbangan,” tandas Christine.

Melalui jalur hipotesa ini, Christine mencetuskan hipotesa baru terkait hilangnya MH370:

“Rembesan air menuju E&E Bay ini bisa saja mematikan sistem kelistrikan pesawat – tidak terkecuali tekanan di dalam pesawat yang melumpuhkan sang pilot dan kopilot,”

 

Setelah Delapan Tahun, ANA Kembali Buka Penerbangan Langsung dari Tokyo-Perth

Pelancong Jepang telah melihat sekilas drawcard paling ikonik, quokka, sebelum mereka pergi ke Australia. Gambar quokka dan lanskap Australia Barat telah diplester di Tokyo untuk mempromosikan Perth sebagai tujuan wisata yang menarik menjelang penerbangan langsung perdana antara kedua kota.

Baca juga: 22 Januari 2019, Garuda Indonesia Terbang Langsung ‘One Way’ dari London ke Denpasar

All Nippon Airways (ANA) membuka rute baru dari Bandara Narita, Tokyo, Jepang ke Perth di Australia dengan penerbangan langsung setelah delapan tahun (ANA pernah melayani penerbangan langsung ke Perth pada 2011 silam-red). Penerbangan pertama ini berangkat dari Bandara Narita, Jepang Minggu pagi kemarin sekitar pukul 10.00 waktu tiba sekitar pukul 20.00 waktu Perth, Australia.

Penerbangan perdana  ini mengangkut 184 penumpang termasuk Menteri Pariwisata Paul Papalia dan Duta Besar Australia untuk Jepang Richard Court. Pesawat kemudian akan berangkat dari Perth pada pukul 21.45 untuk tiba di Tokyo pukul 08.25 pagi keesokan harinya dan membawa hasil bumi Western Australia (Australia Barat) yang segar, dengan perut bagian bawah pesawat diisi dengan 2,5 ton alpukat, 2,6 ton bunga segar dan 1,5 ton daging dingin.

Quokka

KabarPenumpang.com merangkum dari laman perthnow.com.au (1/9/2019), penerbangan ke Perth menjadi kota kedua di Australia yang dilayani ANA setelah Sydney. Sebelum take off, penumpang dari penerbangan yang tiketnya terjual habis ini diberikan quokkas mainan mewah untuk mempraktikkan keterampilan selfie-taking mereka dan tiket gratis untuk bepergian ke Pulau Rottnest.

Perdana Menteri Mark McGowan mengatakan ia telah berusaha untuk membuka rute ini sejak ia menjabat pada tahun 2017.

“Akses penerbangan langsung baru seperti ini sangat penting untuk membuka potensi wisata Australia Barat,” kata dia.

Adanya rute baru penerbangan langsun ANA ini, menjadi promosi terbaru di Jepang dan Keisei Skyliner, kereta berkecepatan tinggi yang mencapai kecepatan hingga 160 km per jam yang mengangkut penumpang ke Bandara Narita memiliki citra quokka besar di bagian luarnya, menjadikannya quokka tercepat di bumi ikut ambil bagian di dalamnya.

ANA adalah maskapai penerbangan pertama yang terbang antara Perth dan Jepang dengan waktu perjalanan sembilan jam dan harga tiket mulai dari $861 untuk ekonomi hingga $3521 untuk bisnis. McGowan mengatakan lebih dari tiga tahun diperkirakan penerbangan akan membawa sekitar 76 ribu pengunjung baru dari Jepang, memberikan dorongan $175 juta untuk perekonomian negara.

“Sebagai bagian dari komitmen pemerintah saya untuk meningkatkan pariwisata di negara bagian kami, kami ingin mengisi pesawat, hotel, restoran, dan kafe kami, dan membuat orang mengunjungi Australia Barat untuk membantu merangsang ekonomi dan menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Menteri Pariwisata Paul Papalia mengatakan penerbangan perdananya bertepatan dengan dimulainya musim bunga liar di Australia Barat, yang merupakan kegiatan wisata populer bagi pengunjung Jepang.

“Faktanya, Australia Barat menawarkan segala yang dicari oleh turis Jepang di tujuan liburan, makanan, anggur, masakan lokal dan produk lokal, serta garis pantai, alam, dan margasatwa kelas dunia,” katanya.

Baca juga: Dari 17 Kota Asia, ANA Hadirkan Program Penawaran Terbatas “HELLO BLUE SALE”

Penumpang pada penerbangan perdananya akan tiba di Bandara Perth pada Minggu malam menuju Welcome to Country dan Matagarup Bridge dan Stadion Optus akan menyala biru untuk menandai kesempatan tersebut. ANA akan mengoperasikan layanan harian antara Perth dan Jepang dengan Boeing 797-8 Dreamliner, yang memiliki total 184 kursi, termasuk 32 kursi kelas bisnis.

Resmi, Tarif Ojol Naik di Seluruh Indonesia, Ini Dia Kisarannya!

Ojek online (ojol) kini mulai resmi menggunakan tarif baru di seluruh Indonesia dimana sebelumnya dilakukan uji coba sejak 1 Mei 2019 kemarin di delapan kota termasuk Jabodetabek. Kemudian mulai diperluas ke kota-kota lainnya.

Baca juga: Tarif Baru Ojol Berlaku 1 Mei di Lima Kota, GoJek dan Grab Ikut Aturan Pemerintah

Dengan tarif baru ini, Grab dan GoJek mulai menerapkan sesuai dengan zonasi di seluruh Indonesia yang mengatur tarif batas atas dan batas bawah. Penentuan tarif tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan No.348/2019 yang merupakan turunan atas Permenhub No.12/2019.

Dalam keputusan ini, ada dua komponen penyusun tarif ojol yakni biaya langsung yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan dan biaya tidak langsung yang ditetapkan aplikator dengan besaran maksimal 20 persen dari total biaya langsung. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, ada tiga zona dalam pembagian tarif tersebut yakni Zona I (Sumatra, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek), Zona II (Jabodetabek) dan Zona III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya).

Adapun tarif di tiga zona ini yakni Zona I: Rp1850 – Rp2300 per km dengan biaya minimal Rp7 ribu – Rp10 ribu, Zona II: Rp2 ribu – Rp2500 per km dengan biaya minimal Rp8 ribu – Rp10 ribu, Zona III: Rp2100 – Rp2600 dengan biaya minimal Rp7 ribu – Rp10 ribu.

Tarif tersebut mulai diterapkan di seluruh wilayah operasi ojol, di mana Grab adalah 224 kota dan GoJek 221 kota. Dengan adanya kebijakan tarif baru ojol ini akan berdampak pada pengemudi, kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi.

“Dari order turun, (tapi) pendapatan naik. Karena ada rasionalisasi tarif. Berdasarkan kepmen kenaikan enggak begitu tinggi dan tarif sudah melalui proses serta justifikasi operator yang sudah ada. Saya sudah diskusikan dengan asosiasi pengemudi. makanya ada tarif zona 1-3,” ujar Budi.

Budi Setiyadi mengatakan setelah dilakukan uji coba tahap satu dan tahap dua maka Kemenhub memutuskan untuk memberlakukan tarif secara penuh di seluruh Indonesia. Pemberlakuan tarif ini sudah sepengetahuan Grab dan GoJek serta pengemudi.

“Pengawasannya saya melayangkan surat pada dinas Perhubungan Provinsi untuk mengawasi tarif,” jelas Budi Setiyadi.

Baca juga: Dari 5 Kota, Pemberlakuan Tarif Baru Ojek Online Kini Diterapkan di 20 Kota

Nantinya setelah ini, Budi Setiyadi mengatakan, akan melakukan survei tingkat kepuasan masyarakat, penghasilan pengemudi dan efektifitas aturan. Kemudian Kemenhub juga akan kembali mengevaluasi tarif tersebut setelah tiga bulan berjalan tepatnya Desember 2019 ini. Belum diketahui apakah nantinya tarif mengalami kenaikan, penurunan atau tetap.