Sebuah kasus unik datang dari negara tetangga, Singapura, dimana oknum kepolisian di sana menahan sejumlah ‘calon penumpang’ akibat mereka membeli tiket pesawat tanpa ada niatan untuk terbang sama sekali. Dengan kata lain, mereka membeli tiket pesawat hanya untuk bisa masuk ke area Bandara Internasional Changi. Ternyata, kasus seperti ini bukan hanya terjadi sekali atau dua kali saja, melainkan total sudah ada 33 orang yang ditahan pihak kepolisian setempat dalam kurun waktu sembilan bulan ke belakang.
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (2/9), ada banyak alasan yang melatarbelakangi aksi aneh nan unik semacam ini. Sebuah laporan menyebutkan ada seorang pria berusia 27 tahun yang dengan sengaja membeli tiket pesawat hanya untuk bisa masuk ke area boarding untuk mengantarkan istrinya yang hendak pergi.
Ada juga seorang wanita berusia 20 tahun yang rela membeli tiket pesawat agar bisa masuk ke area transit dan bertemu dengan boyband Korea favoritnya – sama, padahal wanita muda ini tidak ada niatan sama sekali untuk terbang.
Saking seringnya kasus serupa terulang, pihak kepolisian Singapura sampai-sampai membuat pernyataan di laman jejaring sosial Facebook yang berisikan: “Pihak kepolisian ingin mengingatkan kepada semua penumpang bahwa area transit Bandara Changi ditetapkan sebagai Protected Places. Penumpang yang memasuki area transit dengan boarding pass hanya boleh berada di sana untuk tujuan bepergian ke destinasi berikutnya. Bagi siapa saja yang menyalahgunakan boarding pass mereka untuk masuk ke area transit, tanpa niat untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya, bertanggung jawab atas pelanggaran di bawah Undang-Undang Perlindungan Infrastruktur.”
Menurut pihak kepolisian, bagi siapa saja yang kedapatan menyalahgunakan boarding pass mereka, akan dikenakan sanksi denda $20.000 SGD (Rp204,3 juta kurs Rp10.216) atau masa kurungan maksimal dua tahun.
Ternyata kasus ini sedang naik daun di Singapura. Sepanjang tahun 2018 saja, sudah ada 40 orang yang diamankan pihak kepolisian karena menyalahgunakan boarding pass mereka. Kini baru sembilan bulan tahun 2019 berjalan, sudah ada 33 kasus penyalahgunaan boarding pass penumpang – bukan tidak mungkin jika angka tersebut terus meningkat hingga akhir tahun.
Bagi warga Ibukota, MRT Jakarta masih menjadi satu moda transportasi yang cukup dinilai efektif dalam mengakomodasi penumpang – khususnya dari daerah Selatan Jakarta menuju Pusat. Kendati belum terbentuk pasarnya sendiri, namun tidak menutup kemungkinan jika di masa yang akan datang, MRT Jakarta akan digandrungi layaknya Commuter Line Jabodetabek yang selalu ‘disemuti’ penumpang kala peak hours.
Berbanding terbalik dengan Singapura yang jaringan MRT-nya sudah menyebar ke hampir seluruh pelosok wilayah. Meskipun begitu, bukan berarti penumpang MRT di Singapura akan bisa begitu saja diterima oleh benchmark perkeretaapian dunia, Jepang. Ya, ada perbedaan adab dan kebiasaan dari penumpang di kedua negara ini – mulai darimenggunakan ponsel ketika sedang mengular hingga bersolek di dalam kereta.
Wah, kira-kira apa saja ya poin dari penumpang MRT Singapura yang tidak bisa berterima di Jepang? Berikut KabarPenumpang.com sarikan lima poin tersebut, dilansir dari laman asiaone.com.
Anti Berlari Untuk Kejar Kereta Jika di Singapura tradisi berlari untuk mengejar kereta merupakan suatu pemandangan yang lumrah dilihat, maka tidak dengan di Negeri Sakura sana. Mengingat jaringannya yang sama-sama luas, orang Jepang akan lebih santai menanggapi kejadian seperti ini. Mereka akan senantiasa menunggu kereta selanjutnya – ketimbang harus berlari-lari mengejar kereta.
Bersolek di Kereta Jika Anda kaum Hawa membutuhkan waktu yang agak lama untuk bersolek sebelum berangkat ke kantor, pastikan Anda melakukannya di rumah, ya! Karena jika Anda bersolek di dalam jaringan MRT Jepang, maka siap-siap menjadi buah bibir penumpang yang ada di dalamnya.
Mendengarkan Musik Keras-Keras di Dalam Kereta Mendengarkan musik memang merupakan aktifitas yang dapat dengan ampuh membunuh waktu, namun tidak dengan penumpang MRT di Jepang, dimana mereka akan lebih memilih untuk melakukan power-nap di dalam kereta ketimbang dengar musik. Hayo, siap-siap jadi pusat perhatian deh kalau Anda mendengarkan musik di dalam MRT Jepang!
Bertelepon Ria Sebenarnya ini masih berhubungan dengan poin di atas, dimana para penumpang MRT Jepang amat menghargai kesunyian. Nah, masalahnya adalah, hal tersebut berbanding terbalik dengan apa yang ada di Singapura – dimana penumpang bisa dengan bebas membicarakan bisnis mereka walaupun tengah berada di dalam kereta.
Makan Tempat!
Budaya saling menghargai di Jepang sangatlah tinggi, bahkan sampai ke urusan tempat duduk. Mereka rela duduk berhimpit-himpitan agar bisa menampung lebih banyak penumpang, tidak seperti di Singapura, dimana penumpang yang duduk seolah tidak perduli dengan kenyamanan penumpang di sebelahnya.
Manufaktur pesawat asal Negeri Beruang Merah, Irkut agaknya bakal berupaya untuk merangsek masuk ke jalur persaingan dan bersanding bersama dua raksasa yang sudah terlebih dahulu memiliki pasarnya masing-masing, Boeing dan Airbus. Mengambil fokus di pesawat narrow body, di sini Irkut MC-21 300 siap untuk menjadi pesaing utama dari varian pesawat serupa milik Boeing dan Airbus, 737 MAX dan A320neo.
Kendati dipastikan bakal menemui tembok tebal nan tinggi untuk meruntuhkan kedigdayaan dua merk dagang tersebut, namun Irkut tetap optimis untuk melangkah maju dengan cara menempatkan salah satu model pesawatnya di pagelaran MAKS Moscow Air Show pada akhir Agustus kemarin. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman paxex.aero (29/8), seat-configuration dari MC-21 300 tampak tidak terlalu berbeda jauh dengna dua rivalnya – dua konfigurasi kelas.
Hanya saja, lebar kabin dari MC-21 300 ini sedikit lebih lega ketimbang pesawat single-aisle rilisan Airbus, dimana pesawat Rusia ini memiliki lebar kabin 4,05 meter – lebih seperempat meter dari varian A320. Dengan ukurannya ini, kabin Irkut MC-21 didapuk sebagai yang terlega di kelasnya dan diharapkan mampu memberikan kenyamanan lebih kepada penumpang.
Pesawat percontohan ini menampilkan tata letak kelas ekonomi yang mencapai 163 bangku penumpang, dimana masing-masing bangku berukuran 18-18,5” dan lebar gangway mencapai 20-22”. Sementara itu lebar gangway ini cukup untuk dilewati oleh troli katering dan oleh satu orang lainnya – tidak seperti gangway pada pesawat lain, dimana penumpang atau awak kabin yang hendak ‘menyalip’ troli katering ini harus minggir terlebih dahulu.
Selain itu, kelengkapan di dalam kabin yang akan meningkatkan pengalaman penumpang juga tidak luput dari perhatian Irkut. Sistem pencahayaan LED di dalam kabin, layar hiburan, serta port USB type A juga tersemat untuk memanjakan penumpang. Bahkan, konon kabarnya, penumpang juga dapat mengakses fasilitas wi-fi gratis selama penerbangan – kendati pihak Irkut masih enggan menyebutkan siapa yang menjadi vendor untuk urusan ini.
Tidak dijelaskan secara rinci kapan pesawat ini bisa masuk ke layanan reguler, tapi satu yang pasti, Irkut MC-21 300 harus terlebih dahulu mendapatkan sertifikasi dari otoritas penerbangan Rusia dan Baran Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA) sebelum memulai penerbangan mengangkut penumpangnya.
Sektor kedirgantaraan global yang semakin berkembang belakangan ini agaknya akan mengalami sedikit pergeseran pasar, dimana CEO Lufthansa memprediksi bahwa di masa yang akan datang, ‘pemain inti’ dari sektor ini dipegang oleh rute penerbangan jarak pendek – menengah ketimbang rute penerbangan jarak jauh. Pernyataan ini semakin diperkuat oleh prediksi Carsten Spohr, sang CEO Lufthansa, mengenai sedikitnya maskapai yang akan berbagi pasar di rute utama penerbangan internasional – hanya berkisar 12 maskapai saja.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman voanews.com (20/9), Carsten memperkirakan hanya akan ada 12 maskapai yang nantinya akan berbagi pasar, “tiga di Amerika Serikat, tiga di Cina, tiga di Negara Teluk (Timur Tengah), dan tiga sisanya di Eropa,” ujar Carsten tanpa menyebutkan secara rinci merk dagangnya.
Tidak lain dan tidak bukan, penyebab menurunnya angka ini adalah karena krisis ekonomi global, dimana ekor dari krisis ini juga turut menghantam sektor kedirgantaraan. Kepala eksekutif Lufthansa memperingatkan bahwa setiap krisis ekonomi yang akan terjadi di masa depan dapat menghantam maskapai penerbangan – Eropa khususnya, tetapi memperkirakan penurunan dapat “mempercepat” proses merger dan akuisisi.
“Jika ada satu aspek positif terhadap perataan ekonomi global, dan tentunya juga akan berdampak bagi semua maskapai – tidak terkecuali bagi Lufthansa – Itu akan mempercepat proses konsolidasi,” tambah Spohr.
Bangkrutnya maskapai barbiaya rendah asal Negeri Bavaria beberapa waktu yang lalu, Air Berlin dan Germania memungkinkan Lufthansa untuk membeli rute penerbangan dua maskapai ini. Dengan kata lain, Lufthansa akan juga bermain di ‘pasar bawah’ kelak, jika mereka akan mengakuisisi dua maskapai tersebut.
Jika berangan-angan, di sini tampak jelas bahwa pihak Lufthansa ingin memegang peranan aktif dalam urusan konsolidasi di sektor aviasi, yang diharapkan dapat mengembalikan keuntungan Lufthansa yang sempat turun 70 persen pada kuartal kedua.
“Persaingan harga unik” dengan maskapai berbiaya rendah asal Irlandia, Ryanair merupakan salah satu penyebab anjloknya keuntungan Lufthansa.
Sebelumnya juga, Lufthansa telah menghapuskan rute penerbangan Munich – Bangkok dari layanan karena memiliki margin keuntungan yang tipis.
Kereta api Banyubiru Ekspres relasi Semarang-Solo-Yogyakarta ini mulai beroperasi 19 Desember 2008 lalu. Ketika mengular, kereta ini menggunakan kereta rel diesel tipe DMU atau Diesel Multiple Unit yang dirancang oleh PT INKA.
Awal mula pengoperasiannya kereta api semula melewati jalur selatan yang kemudian dialihkan ke jalur utara di wilayah Jawa Tengah. Semula KA Banyuwbiru melewati rute Stasiun Telawa, Salem dan Gundih selepas Stasiun Brumbung di Demak. Kemudian rutenya diubah menjadi lewat Stasiun Brumbungan, Ngrombo, Gambringan dan Gundih.
Adanya pengalihan rute tersebut untuk meningkatkan kepadatan penumpang yang berlaku efektif per 1 Juli 2010 dan dimaksudkan untuk membidik calon penumpang yakni para pekerja yang berasal dari wilayah Cepu, Blora dan Bojonegoro. Saat masih beroperasi KA Banyubiru melayani dua kali perjalanan yakni 06.20 WIB dari Stasiun Poncol Semarang tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta pada pukul 10.28 WIB dan 14.55 WIB dari Stasiun Tugu Yogyakarta tiba di Stasiun Poncol Semarang pada pukul 18.48 WIB.
Tiketnya pun terbilang murah yakni Rp24 ribu sekali jalan dari Semarang menuju Yogyakarta dan menempuh waktu sekitar 3 jam 11 menit. Sedangkan tiket dari Semarang-Ngrombo Rp16 ribu per orang dan Rp16 ribu dari Semarang menuju ke Solo.
KA Banyubiru sendiri merupakan rangkaian kereta api kelas bisnis yang dioperasikan oleh Daop IV Semarang untuk relasi Semarang Poncol-Solo-Yogyakarta. Melaju dengan empat gerbong setiap rangkaiannya, KA Banyubiru mampu menampung penumpang sebanyak 450 orang. Sayangnya KA Banyubiru tidak lagi dioperasikan alias pensiun untuk tujuan Semarang-Solo.
Hal ini dikarenakan kondisi kereta yang sudah rusak dan tua hingga tingkat okupansi yang rendah. Bahkan sempat berhenti beroperasi tahun 2011 karena mengalami kerusakan mesin.
Kendala suku cadang yang harus didatangkan dari luar negeri membuat KA Banyubiru berhenti operasi sementara. Saat berhenti sementara Daop IV Semarang sempat akan mengalihfungsikan untuk KA Kaligung karena tingkat okupansi layanan Semarang-Tegal yang lebih tinggi.
Namun tak jadi, hingga akhirnya PT KAI menutup secara resmi relasi KA Banyubiru pada 25 Juli 2013 karena kalah bersaing dengan moda transportasi lainya dan kondisi rangkaian yang sudah uzur. Meski tak lagi beroperasi, relasi KA Banyubiru kini digantikan oleh KA Kalijaga yang beroperasi relasi Semarang-Surakarta.
Kereta berkecepatan tinggi yang akan menghubungkan Las Vegas dan Los Angeles sepanjang 435 kilometer akan segera diselesaikan sekitar tahun 2023 mendatang. Menurut Virgin Train, kereta ini sudah lama ditunggu-tunggu kehadirannya.
KabarPenumpang.com melansir laman fox5vegas.com (30/8/2019), Virgin Trains berspekulasi sekitar 12 juta orang dapat melakukan perjalanan pada sistem setiap tahunnya. Mereka mengumumkan akan memulai konstruksi pada fase pertama di tahun 2020 dengan jarak 180 mil atau 289,6 km dari Victorville, California ke Las Vegas.
Perjalanan kereta ini nantinya akan memakan waktu tempuh 75 hingga 90 menit sekali jalan dengan biaya yang ditetapkan pada penumpang sekali jalan yakni US$60 atau setara dengan Rp850 ribu. Untuk investasi ini, perusahaan berencana menghabiskan US$4 miliar atau Rp56,72 triliun dari uang pribadinya. Saat ini, transportasi umum darat yang menghubungkan Los Angeles dan Las Vegas dilayani oleh jaringan bus dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.
Diketahui, rencana kereta berkecepatan tinggi ini diperkenalkan kepada publik tahun 2004 lalu di bawah Express West yang merupakan sekelompok investor swasta. Rencana pembangunan koridor ini kemudian disetujui oleh pejabat transportasi federal meski proyek tersebut tidak pernah membuahkan hasil.
Hingga akhirnya Virgin Trans Amerika Serikat mengakuisisi Express West dan proyek tersebut pada April 2019 kemarin. Pejabat perusahaan mengatakan, Virgin Trains akan terus membangun rel dan menambahkan pemberhentiannya lebih dekat ke daerah Los Angeles.
Meski begitu, prosesnya akan membutuhkan bertahun-tahun penelitian dan persetujuan federal tambahan. Tidak ada kata di mana di Lembah stasiun kereta api dapat dibangun, tetapi perusahaan merencanakan situs dekat dengan Strip.
“Ini berbicara banyak tentang kepercayaan bahwa kepemimpinan perusahaan telah di tujuan Las Vegas,” kata Komisaris James Gibson dari Clark County.
Pejabat Virgin Trains memberi tahu pemerintah daerah beberapa bulan yang lalu tentang rencana cepat untuk memulai pembangunan.
“Antara 30 dan 35 persen dari pengunjung yang datang ke Clark County berkendara ke sini,” kata Gibson, mencatat masuknya lebih banyak wisatawan dengan Kedatangan Raiders musim gugur 2020 dan ribuan kamar hotel baru sedang dibangun.
Setelah pada pemberitaan terakhir disebutkan bahwa pilot Malaysia Airlines MH370 sempat mengurangi tekanan di dalam kabin sebelum akhirnya ‘menjatuhkan’ pesawat bermuatan 227 penumpang di sekitaran Samudera Hindia, kini sebuah hipotesa baru kembali terungkap, dimana para peneliti mendapati kopilot sempat menerbangkan pesawat sendiri selama 30 menit. Kendati ini sifatnya masih dugaan, namun satu hal yang patut dipertanyakan terkait munculnya spekulasi ini, “Apa yang dilakukan oleh Capt. Zaharie Shah (pilot) ketika penerbangan diambil alih oleh kopilot Fariq Hamid?”
Pada bulan Juni 2019 kemarin, para pakar yang meneliti misteri terbesar di dunia dirgantara ini melempar spekulasi bahwa Capt. Zaharie Shah dengan sengaja menurunkan tekanan udara di dalam kabin (depressurisation) dan membawa pesawat berjenis Boeing 777-200 ini jauh keluar jalur guna menghabiskan bahan bakar. Jika bahan bakar pesawat habis, maka setidaknya bercak avtur yang sejatinya adalah senyawa minyak tidak akan terlihat di laut (minyak dan air tidak akan pernah bisa menyatu).
Spekulasi lain yang muncul adalah pilot yang sebelumnya sudah terkenal sebagai pribadi yang bermasalah dan kesepian ini dengan sengaja menukikkan pesawat ke Samudera Hindia.
Spekulasi Terbaru
Kini, penyelidik kecelakaan udara terkemuka, Christine Negroni mengatakan bahwa dirinya bisa dengan tepat menentukan kapan pesawat yang terbang dari Kuala Lumpur International Airport menuju Beijing Capital International Airport pada 8 Maret 2014 ini hilang dari pengawasan menara pemantau – bahkan ia juga menyebutkan bahwa mungkin saja temuannya ini mengindikasikan bahwa pesawat sempat diambil alih sepenuhnya oleh kopilot Fariq Hamid.
Christine Negroni. Sumber: istimewa
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (1/9), dalam bukunya yang berjudul “Tha Crash Detectives”, Christine menyebutkan bahwa pesawat secara mendadak mengalami depressurisation ketika Capt. Zaharie Shah tidak berada di dalam kokpit. Christine mengklaim bahwa pesawat sempat berbalik arah dan ini membuktikan bahwa jalur penerbangan tersebut berada di bawah kendali kopilot Fariq Hamid. Pasalnya, di sini, Fariq mengarahkan pesawat menuju sebuah ‘destinasi’ yang sudah tidak asing lagi.
“Pada pukul 01.52 waktu setempat, Fariq mengarahkan pesawat kembali menuju Malaysia dan Penang,” tulis Christine dalam bukunya tersebut.
“Di sini dapat disimpulkan bahwa kopilot Fariq mengambil keputusan lain (red: kembali menuju Malaysia) yang mungkin diambilnya dalam kondisi hipoksia (red: kondisi kurangnya pasokan oksigen di sel dan jaringan tubuh untuk menjalankan fungsi normal tubuh),” tambahnya.
Pesawat Sempat Balik Arah?
Christine menambahkan, dalam kondisi yang sudah minim oksigen, kopilot Fariq masih sempat berupaya untuk mendaratkan pesawat di Langkawi International Airport – tempat yang sudah tidak asing lagi bagi sang kopilot. Diketahui, Langkawi International Airport merupakan tempat dimana Fariq mengemban ilmu penerbangan.
“Terlebih, landas pacu di Langkawi International Airport itu lebih panjang sekira 2000 kaki ketimbang yang ada di Penang, jadi mungkin menurutnya, akan lebih aman untuk mendaratkan pesawat di sana,” terang Christine.
“Selain itu, kami menduga bahwa pendaratan di Langkawi tidak akan berjalan mulus – pertama karena kurangnya pasokan oksigen di dalam pesawat, kedua karena pesawat masih mengangkut banyak bahan bakar,” imbuhnya.
Namun ketika pesawat sudah mengarah kembali menuju Malaysia, MH370 tidak menunjukkan tanda-tanda akan mendekati bandara dan lalu hilang begitu saja dari radar pemantau. Mungkin di titik ini, Capt. Zaharie Shah telah mengambil alih kemudi dan melanjutkan misi “jahatnya” untuk mencelakakan semua isi pesawat dengan nomor registrasi 9M-MRO ini.
Menikmati perjalanan tanpa lagi memikirkan tarif taksi yang membengkak karena macet sepertinya tak akan lagi dirasakan oleh masyarkat di Jepang ataupun para pelancong yang tengah bepergian ke negara tersebut. Pasalnya awal Oktober mendatang, operator taksi Jepang akan mulai menawarkan harga yang telah ditetapkan.
Penetapan harga ini sendiri akan ditampilkan secara penuh pada aplikasi ketika pelanggan menggunakan aplikasi pemesanan taksi di ponsel pintar mereka. Perusahaan taksi utama Jepang berharap adanya penetapan harga dari awal ini untuk membendung penurunan jumlah penumpang yang menggunakan taksi.
Operator juga meyakinkan bahwa, dengan adanya penetapan tarif di awal, penumpang yang terjebak kemacetan lalu lintas tidak akan menambah pembiayaan mereka. Langkah ini sendiri didukung pemerintah karena sudah mencabut larangan tarif yang telah ditetapkan tahun ini dalam upaya meningkatkan transparansi bagi calon pelanggan seperti pelancong dan penduduk yang tidak memiliki SIM.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nikkei.com (27/8/2019), operator taksi di area Tokyo, seperti Nihon Kotsu, Daiwa Motor Transport dan Kokusai Motorcars, serta rekan-rekan di Osaka dan Nagoya, telah mengajukan permohonan untuk menggunakan kerangka kerja tersebut. Untuk mendapatkan harga yang sudah ditetapkan penumpang memasukkan rute keberangkatan dan tujuan dalam aplikasi.
Nantinya jika sudah tertera jelas penumpang bisa menerima atau menolak untuk memilih taksi. Sehingga bila penumpang menerima harga tersebut, mereka tidak akan membayar biaya tambahan ketika jalanan yang dilalui tiba-tiba macet.
Tarif akan tergantung pada jarak yang harus ditempuh, serta waktu dan hari dalam seminggu. Tingkat preset datang dalam 0,6 persen dari tarif meteran dalam percobaan 2017 oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata.
“Pelanggan akan lebih bahagia jika mereka tahu rute apa yang mereka ambil dan berapa yang akan mereka bayar,” kata Ketua Nihon Kotsu Ichiro Kawanabe.
Bisa dikatakan, penetapan harga sejak awal ini, Jepang seperti mengikuti beberapa perusahaan transportasi online yang ada di Indonesia yakni Grab dan GoJek (GOCar). Sistem ini, selain memudahkan, penumpang juga membayar dengan pasti berapa uang yang akan mereka keluarkan untuk tiba ditujuan.
Barang asli tapi palsu saat ini semakin masif pemasarannya, pihak pemalsu merek kian lihai dan lebih teliti dalam memalsukan produk fesyen dari merek-merek ternama. Alhasil banyak pembeli yang sulit untuk membedakan mana barang yang asli dan mana barang yang palsu. Nah, sebuah startup di New York meyebutkan telah memiliki teknologi yang bisa mengidentifikasi keaslian sebuah barang melalui aplikasi kamera pada smartphone.
KabarPenumpang.com melansir dari thejakartapost.com (5/9/2017), bahwa solusi dari Entrupy adalah kamera mikroskop genggam yang memungkinkan seseorang dengan menggunakan smartphone bisa memeriksa aksesoris mewah dalam hitungan menit. Sejak layanan ini diluncurkan satu tahun yang lalu, perusahaan mengatakan bahwa ketepatan untuk mengeceknya telah meningkat menjadi lebih baik hingga 98 persen untuk 11 merek termasuk Louis Vuitton, Chanel dan Gucci.
Tag holografik, microprinting hingga tenunan yang menjadi kain telah digunakan oleh label rumah mode papan atas selama bertahun-tahun untuk membangun keaslian produk mereka. Menurut Visiongain yang berbasis di London, pembuat pakaian akan menghabiskan $6,15 miliar untuk teknologi anti pemalsuan pada tahun 2017, namun keinginan belanja internet dan semakin populernya dealer bekas membuat perang melawan palsu lebih keras.
“Bahkan 10 tahun yang lalu, seorang wanita yang akan membeli tas bekas akan tahu betul bahwa Chanel, Gucci dan Prada tidak menjual di pinggir jalan. Tapi sekarang, dengan begitu banyak perdagangan sah dan tidak sah yang terjadi secara online, sangat sulit bagi konsumen untuk membedakannya,” kata direktur Fashion Law Institute di Fordham University New York Susan Scafidi.
Isu ini tersorot tahun lalu saat Koalisi Anti Korporasi Internaional menangguhkan keanggotaan penjual online terbesar Cina, Alibaba Holding di tengah kritik keberadaan pasar ecommerce. Namun dengan adanya ini, justru pendiri Alibaba, Jack Ma tidak peduli saat dirinya mengungkapkan bahwa tiruan buatan Cina bisa menawarkan kualitas yang lebih baik daripada yang aslinya.
Dengan adanya teknologi baru dari Entrupy ini, menjelaskan bahwa aplikasi kameranya bisa memperbesar objek 260 kali dari fitur yang tak terlihat mata manusia dan menjadi tanda keaslian suatu produk. Perangkat ini terlihat seperti senter besar dengan koneksi nirkabel dan disewakan di awal seharga US$299. Sejauh ini, sekitar 160 nama-nama industri, termasuk pegadaian, pedagang grosir dan penjual online telah terdaftar.
Pendiri Entrupy Vidyuth SrinivasanSrinivasan dan dua peneliti New York University, Ashlesh Sharma dan Lakshminarayanan Subramanian, memulai Entrupy pada tahun 2012. Sebuah terobosan dalam algoritma pada kompetisi sains yang disebut ImageNet sangat meningkatkan kemampuan mesin untuk mengidentifikasi objek sehari-hari dalam foto dengan menggunakan kumpulan data masif untuk menemukan pola.
Ini adalah saat-saat penting untuk teknologi pembelajaran mendalam yang juga mendukung mobil yang mengemudikan diri dan perangkat lunak pengenalan suara yang lebih baik. Dengan bantuan dari Yann LeCun, direktur penelitian kecerdasan buatan Facebook Inc dan investor malaikat di Entrupy, Srinivasan dan rekan-rekannya memulai dengan memikirkan bahwa komputer dapat dilatih untuk melihat gambar barang mewah dan mengekstrak sejenis genom, esensi dari, katakanlah, tas tangan Fendi atau Hermes.
Database Entrupy sekarang memiliki puluhan juta foto dari sekitar 30.000 tas dan dompet yang berbeda. Perangkat lunak ini belajar saat klien mengupload gambar baru. Srinivasan mengatakan bahwa Entrupy tidak memiliki hubungan dengan merek fesyen mana pun yang mereka autentikasi. LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton Se dan pembuat barang mewah lainnya memilih untuk tidak mengakui bahwa ada pasar bekas untuk barang dagangan mereka. Entrupy pada bulan Juli lalu berhasil mendapat sokongan dana US$2,6 juta dari Digital Garage Inc. yang berbasis di Tokyo dan Daiwa Securities Group Inc.
Kucuran dana tersebut akan digunakan untuk merancang kamera yang lebih cepat dan lebih portabel dan menambahkan lebih banyak merek ke daftar Entrupy, “Teknologi ini bekerja dengan baik dalam segala hal kecuali berlian dan porselin, karena bersifat refraksi dan kami menggunakan analisis optik,” kata Srinivasan. “Kami sudah mengujinya pada onderdil mobil, telepon, charger, headphone, jaket, sepatu, bahkan minyak mentah,” ujar Srinivasan
Bandara Changi Singapura, bukan hanya dikenal sebagai hub penerbangan terbesar di Asia. Tetapi juga menjadi salah satu tempat rekreasi bagi warga Singapura untuk menikmati liburan mereka. Bahkan Bandara Changi juga digunakan untuk tempat nongkrong baik di kantin karyawan ataupun hanya duduk-duduk melihat pesawat yang mendarat.
Selain itu Skytrain yang ada pun dimanfaatkan untuk mengisi kekosongan warga Singapura dalam liburan mereka. Mungkin di negara lain, jarang warganya yang ke bandara untuk menikmati berbagai fasilitas yang ada.
Skynet (www.citylab.com)
KabarPenumpang.com merangkum laman citylab.com (28/8/2019), mungkin banyak pertanyaan bagi pelancong tentang kenapa warga Singapura senang menjadikan bandara mereka sebagai tempat rekreasi? Ternyata salah satunya karena banyak warganya yang tinggal relatif dekat dengan bandara. Apalagi Changi terbuka untuk umum tanpa batasan.
Tak hanya itu, untuk tiba di Changi, warga sekitar bisa menikmati aksesibilitas yang mudah yakni MRT ataupun bus. Changi sendiri bisa dicapai dari pusat bisnis hanya dengan waktu 30 menit dan dengan tarif yang cukup murah bila menggunakan kendaraan umum yakni S$1,84 atau sekitar Rp18 ribu.
Apa saja yang bisa dinikmati oleh warga dan pelancong yang tiba di bandara baik yang transit atau yang mengunjungi Singapura? Dengan memiliki empat terminal, bandara yang menjadi bandara terbaik tujuh tahun berturut menurut Skytrax ini dilengkapi mall, ritel, hotel dan tempat makan.
Bahkan baru-baru ini dibuka Bandara Jewel Changi yang dirancang oleh Moshe Safdie dan timnya. Jewel Changi ini merupakan kubah yang didalamnya ada hutan hujan empat lantai yang disebut hutan lembah subur, area duduk pengunjung yang sejuk karena ada dua ribu pohon dan seratus ribu semak disekitarnya.
Giant mirror (www.citylab.com)
Daya tarik terbaru warga dan pelancong adalah kehadiran Rain Vortex tujuh lantai yang merupakan air terjun indoor tertinggi di dunia. Ditingkat atas ada Canopy Park dimana jembatan kaca, labirin hedge, bunga yang dipicu sensor gerak agar mekar ketika pelancong berjalan dan Skynet yang bisa digunakan untuk bersantai.
Kolam renang di puncak gedung, bioskop, instalasi seni kinetik, taman bunga matahari, seluncuran raksasa tertinggi di dunia yang ada di bandara, taman kupu-kupu hingga food court bisa membuat setiap pelancong ataupun warga Singapura yang mengunjungi Changi bersama keluarganya nyaman.
“Orang Singapura memiliki ketertarikan yang kuat terhadap bandara. Saya pikir itu dimulai dengan fakta bahwa fasilitas hiburan di bandara dapat dinikmati secara gratis selama berjam-jam, dapat diakses dengan transit, dan tentu ber-AC. Itu tradisi yang bertahan sampai saat ini,” kata Moshe Safdie.
Padahal di Singapura ada Marina Bay Sands, tetapi ternyata getarannya tidak terlalu fantastis dan warga Singapura lebih betah menikmati Bandara Changi. Charu Kotate, kepala sekolah di Safdie Architects di Singapura mengatakan, pengunjung dapat berkeliaran di tengah pepohonan yang dipilih agar terasa akrab bagi penghuninya.
Selain kemegahan arsitektur ruang, ada alasan lain mengapa begitu banyak orang di Bandara Changi tampak bersenang-senang. Tidak seperti bandara AS, di mana penumpang disalurkan melalui jalur pemeriksaan keamanan yang besar, di Singapura pemeriksaan keamanan dilakukan di gerbang keberangkatan individu sebelum lepas landas dengan jalur keamanan pendek hanya terdiri dari Anda dan penumpang yang naik pesawat Anda.
Itu juga memungkinkan penumpang untuk bergaul dengan masyarakat umum di area umum yang luas di dalam terminal. Ditambah lagi fakta bahwa Singapura memiliki kebijakan visa yang relatif longgar, dan bahkan mungkin bagi para penerbang dengan singgah singkat untuk keluar dari keamanan dan melihat Jewel.
“Kekuatan bandara Changi ada pada desain, bandara adalah tempat pertemuan antara pengunjung dan warga. Itu ide baru, bahwa Anda menciptakan sesuatu yang benar-benar menciptakan hubungan antara penumpang maskapai dan penduduk Singapura, “kata Safdie.
Gagasan bahwa bandara dapat menjadi antarmuka sosial antara penduduk setempat dan wisatawan adalah sesuatu yang tidak biasa di dunia pasca-9/11 perjalanan udara, yang telah melihat pengalaman bandara menjadi semakin menegangkan dan melemahkan. Dengan membubarkan garis keamanan dan meningkatkan area untuk bermain di antaranya, penumpang yang melewati Changi didorong untuk bersantai dan menikmati berinteraksi dengan tempat itu, alih-alih dilarikan ke gerbang berikutnya.
Minggu pertama dibuka, lebih dari setengah juta penduduk Singapura mengunjungi Jewel. Bagi Safdie, kerumunan penduduk setempat itu berfungsi sebagai bukti daya tarik yang abadi dan unik.
“Keluarga demi keluarga seluruh keluarga dari kakek-nenek hingga bayi-bayi mengagumi tempat itu. Ada kesenangan nyata yang dimiliki orang-orang,” tambahnya.