Dubai Kian ‘Cerdas,’ Hadirkan Layanan WiFi Gratis di Taksi dengan Portal Khusus Penumpang

Penyediaan akses free WIFi di taksi rasanya tak terlalu memberi nilai tambah bagi pemumpang, terlebih bila taksi melayani rute kota megapolitan yang bertabur koneksi wireless broadband sangat baik. Manfaat yang paling terasa palingan hanya meminilkan kuota data di smartphone. Namun tidak demikian dengan layanan free WiFi pada taksi di Dubai, Uni Emirat Arab. Layanan free WiFi yang ditawarkan disini mencakup jalur apliasi khusus yang memberi value added service tersendiri bagi penumpang.

Baca juga: Transport for London Lacak Pergerakan Penumpang via Jaringan WiFi

KabarPenumpang.com melansir dari laman gulfnews.com (5/9/2019), kehadiran WiFi gratis pada taksi ini merupakan implementasi inisiatif Taksi Tech (taksi dengan teknologi) yang dimulai oleh Roads and Transport Authority (RTA) Dubai. Kehadiran taksi dengan teknologi ini untuk mendorong digitalisasi layanan taksi di Dubai.

Adanya taksi dengan teknologi juga melibatkan penyediaan internet WiFi gratis di taksi dan paket layanan digital bagi penumpang taksi. Selain itu layanan digital tersebut juga mendukung smart city drive yang baru-baru ini meluncurkan layanan taksi e-hailing ‘Hala’ bersama dengan aplikasi Careem.

“Inisiatif ini menyoroti upaya RTA untuk memberi peringkat Dubai kota paling cerdas di seluruh dunia. Inisiatif ‘Taksi Tech’ menyediakan WiFi gratis di semua taksi yang memungkinkan penumpang untuk terhubung ke layanan melalui jaringan WiFi UAE menggunakan smartphone mereka, “kata Khaled Al Awadi, Direktur Sistem Transportasi di Badan Transportasi Umum RTA.

Dia mengatakan, nantinya setelah terhubung, penumpang bisa masuk ke www.taxiconnect.ae untuk mengakses berbagai layanan digital melalui sebuah opsi. Sehingga memungkinkan penumpang ‘berkomunikasi’ dengan pengemudi menggunakan interpretasi instan dari bahasa penumpang ke bahasa yang dipilih pengemudi (translator) dan terlihat dalam tampilan layar meter.

Inisiatif taksi dengan teknologi juga memungkinkan penumpang untuk melacak jalur perjalanan dan berbagi peta dengan kerabat atau rekannya. Opsi lainnya menjelaskan penumpang bisa melihat nilai tukar pasar saat ini untuk mengkonversi berbagai mata uang ke dirham UEA.

Selain itu, penumpang juga dapat mengklik opsi lain untuk menilai kinerja pengemudi dan menangkap layar meteran taksi di ponsel mereka. Ikon lain dirancang untuk mengukur kepuasan atau kebahagiaan penumpang dengan layanan ini.

Baca juga: Bagaimana sih Cara Kerja WiFi OnBoard? Cek Jawabannya di Sini!

“Inisiatif ini adalah yang pertama dari jenisnya di seluruh dunia. Ini menawarkan berbagai layanan digital konsolidasi di bawah satu tautan. Ini melambangkan kegigihan Pemerintah Dubai untuk merealisasikan inisiatif Smart City serta beberapa tujuan strategis RTA yaitu Smart Dubai, People Happiness dan Advance RTA,” kata Al Awadi.

Sokong Mobilitas di Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Uji Coba Taksi Otonom Pertama di Dunia

Perkembangan sektor transportasi belakangan ini – khususnya transportasi darat bisa dibilang cukup menunjukkan geliat yang signifikan. Selain mulai bermunculannya mode berbasis tenaga listrik di jalanan dewasa ini, belakangan para ahli tengah memantapkan konsep dari Autonomous Vehicle (AV) yang kelak diharapkan dapat mengganti peran dari kendaraan konvensional. Nah kini, pemberitaan terbaru terkait moda otonom ini datang dari Jepang, dimana kehadiran kendaraan jenis ini di jalanan menjadi sorotan media.

Baca Juga: Jelang Olimpiade Musim Panas 2020, Bandara Haneda Tingkatkan Kapasitas Penerbangan

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk (28/8), sebuah taksi otonom di Tokyo, Jepang berhasil mengantarkan penumpang untuk pertama kalinya. Momentum ini menjadi prestisius mengingat ini merupakan kali pertama moda otonom berbaur dengan kendaraan konvensional sembari membawa penumpang – mencatatkan tonggak sejarah penting dalam peradaban transportasi dunia.

Berbeda dengan kebanyakan taksi, kali ini penumpang lah yang dibayar oleh operator taksi untuk menjadi ‘kelinci percobaan’ dari teknologi yang dipasok oleh perusahaan teknologi robotika, ZMP dan operator taksi Hinomaru Kotsu. Kedua perusahaan ini dikabarkan menjalin kerja sama untuk mengembangkan teknolosi taksi otonom di masa yang akan datang.

Dalam uji coba memboyong penumpang perdana yang digelar pada minggu kedua bulan September ini, taksi otonom menempuh jarak sejauh 5,3 km, menghubungkan Chiyoda Tokyo dengan Roppongi Hills, sebuah kawasan hiburan populer di Ibukota Jepang.

“Manuver yang dilakukan oleh taksi (otonom) ini benar-benar mulus, saya sampai lupa bahwa yang sedang saya naiki adalah taksi otonom,” ujar salah seorang penumpang yang sudah merasakan teknologi ini.

Duo perusahaan pengembang ini berharap, project yang sebagian didanai oleh Pemerintah Jepang ini tidak menemui kendala yang berarti dan bisa mulai mengambil jatah di jalanan pada tahun 2020 mendatang.

Baca Juga: Sambut Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Siap Hadirkan Layanan Free WiFi di Seluruh Armadanya

Usut punya usut, kendaraan otonom ini akan diplot untuk mengangkut para atlet dari mess menuju ‘medang perang’ yang akan berjuang pada perhelatan Olimpiade Musim Panas 2020 yang akan diselenggarakan pada 24 Juli hingga 9 Agustus 2020. Jika benar adanya, maka taksi otonom ini akan bersanding dengan sejumlah teknologi baru nan fungsional yang ada di dua bandara utama Jepang – Narita dan Haneda dalam upayanya meningkatkan pengalaman serta kenyamanan para atlet yang tiba di sana.

Namun kembali lagi, apakah sertifikasi terkait moda otonom ini dapat dengan mudah diluncurkan oleh pemangku kepentingan setempat?

 

Bajaj Masuk Peron di Stasiun India, Pengemudi Diamankan Petugas

Dalam sebulan, stasiun di India kehadiran kendaraan tak diundang di peronnya. Mungkin kalau sepeda lipat atau kursi roda tak masalah, Tetapi ini sebuah kendaraan roda tiga alias Bajaj atau autorickshaw yang sengaja berhenti di peron.

Baca juga: Ini Baru Dahsyat! Bajaj di India Angkut 24 Penumpang dan Jadi Viral

Aneh? Memang, tetapi ini terjadi di atas peron Stasiun Palghar, India. Pengemudi Bajaj bernama Pintu Srivastava yang ditangkap pada Rabu (4/9/2019) oleh petugas keamanan dan dibebaskan pada Kamis (6/9/2019) mengaku melaju dan berhenti diperon untuk membantu seorang penumpang tua yang mengaku gelisah.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman timesofindia.com (6/9/2019), Srivastava mengaku dirinya tengah menunggu diluar stasiun dan kemudian melajukan Bajajnya ke peron 1 setelah seorang pedagang memberitahukannya ada pria tua yang mengeluh gelisah di peron. Dia menjemput pria itu untuk membawanya ke rumah sakit terdekat agar mendapat perawatan

Penumpang tua itu penduduk Mumbai yang akan kembali ke rumah setelah mengunjungi rumah leluhurnya di Mastan untuk festival Ganesha. Saat itu, layanan kereta terkena dampak karena hujan lebat, pria tua yang telah berdiri di peron selama beberapa jam mulai merasa tidak sehat.

Anggota keluarganya kemudian membaringkan pria tua tersebut di bangku. Ketika melihat hal itu, seorang pedagang kemudian memanggil Srivastava dan memintanya untuk membantu. Srivastava, yang pertama dalam antrian menunggu penumpang, melaju langsung ke peron.

Pengawas stasiun, Milind Kirtikar, yang mengetahui tentang penumpang itu, memanggil seorang perawat dari Ruang Medis Darurat dan penumpang itu dibawa ke rumah sakit pedesaan Palghar dengan mobil. Bajaj yang dikemudikan Srivastava menjadi tersebar karena para penumpang mengambil fotonya di peron sebab Stasiun Palghar tidak memiliki CCTV.

Berdasarkan gambar-gambar itu, RPG Palghar mendaftarkan sebuah kasus berdasarkan Bagian 154 dari Undang-Undang Kereta Api karena membahayakan keselamatan orang yang bepergian dengan kereta api dengan tindakan terburu-buru atau lalai dan berdasarkan pasal 159 karena ketidaktaatan pengemudi atau kondektur terhadap arahan seorang petugas kereta api.

Baca juga: Di India, Suzuki Ertiga Hadir Dalam ‘Setelan’ Taksi Lho!

Untungnya Srivastava bebas dengan jaminan. sebelum kejadian ini, pada bulan lalu, seorang pengemudi Bajaj bernama Sagar Gawad juga ditangkap petugas keamanan karena mengendarai kendaraannya di peron di Virar untuk membantu seorang wanita hamil. Pengemudi ini juga ditangkap dan kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Sterilisasai Jalur Busway Turun 4 Persen, TransJakarta dan Dirlantas Polda Metro Jaya Pasang ETLE

Kamera sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) akan di pasang di jalur TransJakarta. Pemasangan ETLE ini, PT Transportasi Jakarta bekerjasama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di 12 koridor jalur TransJakarta.

Baca juga: SPIONAM, E-Tilang dan E-Ticketing, Aplikasi Baru dari Kementerian Perhubungan

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono mengatakan, dari data evaluasi tahun 2016 lalu, telah terjadi penurunan tingkat sterilisasi jalur Jakarta sebanyak empat persen dari yang sebelumnya 55 persen menjadi 51 persen di tahun 2018. Agung menyatakan, dengan pemanfaatan teknologi yang sudah dijalankan dengan baik di Dirlantas Polda Metro Jaya sangat penting untuk menimbulkan efek jera ataupun penertiban dan kemanan di jalan raya.

“Kita tidak bisa mengandalkan petugas dilapangan yang tidak 24 jam,” kata Agung yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Senin (9/9/2019).

Dia menambahkan, ETLE sangat efektif dan dirinya ingin TransJakarta turut membantu pemanfaatan teknologi tersebut untuk mengurangi kemacetan, meningkatkan kelancaran dan ketertiban laju busway serta lalu lintas secara umum.

“ETLE mampu memberikan akurasi pencatatan dengan nyata, sehingga bukti pelanggaran tidak dapat terelakkan lagi,” ujar Agung.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, dengan pemasangan ETLE maka pihak kepolisian akan melakukan penindakan terhadap pengendara. Dia menjelaskan, pengguna kendaraan selain TransJakarta yang masuk ke jalur itu akan dilakukan penindakan baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Jadi seluruh kendaraan apakah roda dua, roda empat atau sebagainya, nanti yang masuk ke jalur busway terekam sama kamera ETLE atau petugas disana kita laksanakan penindakan,” kata dia.

Yusuf menjelaskan, untuk proses penindakan terhadap pelanggar akan dilakukan secara manual dan sistem tilang eletronik.

Agung menambahkan, kerja sama akan dilakukan dari persiapan pengadaan, pemasangan dan integrasi sistem elektrnik. Pemasangan ETLE ditargetkan selesai di akhir bulan September 2019 dan pemberlakuan tilang mulai 1 Oktober 2019.

Baca juga: 10 Peraturan Lalu Lintas Unik Ini Siap Membuat Anda Kernyitkan Dahi

Dengan penerapan ETLE ini Kami berharap busway dapat kembali seperti mandat awalnya dimana jalur khusus yang steril 100 persen untuk keamanan dan kenyamanan warga DKI menggunakan Transportasi publik. Dari 12 koridor ini, pihak TransJakarta juga tidak memberitahukan titik mana saja akan dipasangan kamera tersebut, ini dilakukan agar pengendara sadar ada kamera di jalur busway.

KRD Kelud Ekspres – Pamor Pudar Lantaran Harga Tiket Dianggap ‘Kemahalan’

Para pendaki pasti kenal dengan Gunung Kelud yang ada di Jawa Timur. Gunung yang berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang ini, namanya digunakan sebagai nama sebuah kereta api yakni Kereta Rel Diesel (KRD) Kelud Ekspres.

Baca juga: KA Purbaya – “Kereta Cepat” Tempo Doeloe dengan Karcis Kartu Domino

KRD ini mengular dari Surabaya menuju Blitar dan sebaliknya tersebut dilengkapi dengan fasilitas AC. Penumpang yang naik pun mendapatkan kursi untuk duduk alias tak ada penumpang yang berdiri.

KRD Kelud Ekspres mulai beroperasi sejak 13 Agustus 2012 lalu dan diresmikan di Staisun Gubeng, Jawa Timur oleh Bambang Susantono Wakil Menteri Perhubungan bersama Tunjung Inderawan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub dan Saifulah Yusuf Wakil Gubernur yang kala itu menjabat. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, KRD ini menjadi pendamping KA ekonomi Rapih Dhoho.

Bahkan KRD Kelud Ekspres bisa dijadikan peralihan penumpang yang tidak mendapatkan kursi di KA Rapid Dhoho. Memiliki 308 kursi kereta diesel yang satu ini memiliki warna yang cukup mentereng serta mendominasi yakni merah dan putih.

Sayangnya KRD kelud Ekspres ternyata memiliki tarif kereta yang cukup mahal dibandingkan KA Rapih Dhoho yakni dari Blitar ke Surabaya Rp50 ribu untuk jarak terjauh. Jarak menegah tarifnya Rp30 ribu dan jarak pendek seperti Dari Blitar-Tulungagung atau Blitar-Kediri dikenakan ongkos Rp20 ribu.

Bisa dikatakan, ini menjadi moda transportasi yang diidamkan tetapi tidak dengan tarifnya yang dianggap tidak ‘nyaman’ untuk kantong masyarakat Jawa Timur. Karena hal ini, kerap kali KRD Kelud Ekspres sepi penumpang bahkan kosong. Sehingga banyak masyarakat yang memilih transportasi lain dengan harga yang murah.

Dengan okupansi yang rendah, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengalami kerugian dalam pengoperasian KRD Kelud Ekspres. Sehingga awal tahun 2013, relasi kereta ini ditutup. Dulu sebelum dikenakan tarif, KRD Kelud Ekspres digunakan untuk perbantuan angkutan Lebaran dan gratis.

Baca juga: KRD Bumi Geulis – Kenangan Rute Bogor-Sukabumi yang Kini Jadi Rail Clinic

Setelah okupansi yang tak sesuai dengan target, KRD ini kemudian dibawa ke Sumatera Utara untuk dijadikan rangkaian sementara KA Bandara Railink yang melayani Bandara Internasional Kualanamu ke Medan. Kemudian setelah rangkaian kereta api baru datang dari Korea Selatan, sebagian rangkaian kereta api dibalikan ke Jawa dan beroperasi menjadi Kereta api Sriwedari Solo-Yogyakarta pp dan sebagian lagi masih berada di Sumatra Utara dan beroperasi sebagai Kereta api Sri Lelawangsa Medan-Binjai.

Lontarkan Ujaran Berbau Rasisme, Penumpang British Airways Dipecat dari Pekerjaannya!

Berhati-hatilah dalam bertutur kata, karena salah sedikit saja, mungkin sesuatu yang buruk siap untuk menimpa Anda. Seperti halnya penumpang British Airways yang satu ini, dimana pria yang disinyalir bernama Peter Nelson ini tengah berada di dalam penerbangan langsung jarak jauh yang diperkirakan memakan waktu perjalanan 12 jam lamanya. Ketika ia dibangunkan untuk sarapan oleh awak kabin, bukannya terima kasih yang dilontarkan melainkan umpatan yang kabarnya membuat pria ini dikeluarkan secara tidak hormat dari pekerjaannya. Duh!

Baca Juga: Ada 9 Hal dari Penumpang Yang Tak Disukai Oleh Awak Kabin

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman viewfromthewing.com (7/9), seorang penumpang yang berprofesi sebagai konsultan IT tengah berada di dalam penerbangan British Airways rute London Heathrow menuju Rio de Janeiro (Brasil) pada Juni tahun 2018 lalu terpaksa menanggung denda ribuan dollar Amerika karena mengungkapkan kalimat makian berbau rasisme terhadap awak kabin yang membangunkannya – Sima Patel-Pryke.

Kala itu, Peter yang tengah dalam lawatan bisnisnya menuju Brasil dengan membawa bendera GlaxoSmithKline – tempatnya bekerja. Perjalanan 12 jam agaknya membuat Peter bosan dan memutuskan untuk beristirahat. Ketika Sima membangunkan Peter untuk sarapan, pria yang diduga menenggak minuman keras sebelumnya ini malah berteriak dan memaki.

“Anda pikir orang Asia seperti Anda itu lebih baik dari kami? Saya tidak ingin banyak dilayani oleh Anda. Saya telah membayar upah Anda selama lebih dari 20 tahun terakhir!”

Sima yang kaget langsung berjalan mundur dari First Class – kelas diduduki oleh Peter dan awak kabin lain yang mendengar makian tersebut langsung mengambil ancang-ancang untuk mengamankan Peter dengan menggunakan kabel ties – walaupun pada akhirnya itu tidak terlalu perlu.

Dari umpatannya tersebut, Peter sudah dengan sangat jelas ingin dilayani oleh ‘gadis berkulit putih’ dan tidak ingin melihat Sima lagi.

Singkat cerita, kasus ujaran berbau rasisme ini berbuntut panjang hingga sampai ke meja hijau. Hingga pada minggu pertama bulan September ini, hakim memutuskan keputusan yang bulat dan mendakwa Peter dengan tuduhan pelecehan yang semakin diperparah dengan penyertaan rasisme.

Baca Juga: Inilah yang Diharapkan Seorang Awak Kabin dari Penumpang!

Sebenarnya, hukuman yang diterima Peter bisa dibilang tidak terlalu berat – hanya membayar denda sejumlah £2.000 atau yang berkisar Rp34,4 juta dengan rincian: £1.500 untuk biaya persidangan dan £500 sisanya sebagai kompensasi terhadap Sima. Namun satu yang membuat napas Peter seolah disekap oleh bantal adalah: ia kehilangan pekerjaannya.

Pasca kasus ini mengeluarkan putusan, Peter dan keluarganya mempertimbangkan untuk meninggalkan Inggris dan kembali ke Selandia Baru – kampung halamannya.

 

 

Pilot Tak Datang, Penumpang EasyJet Akhirnya Terbangkan Pesawat

Seorang ayah yang juga penumpang maskapai EasyJet baru-baru ini menawarkan diri untuk menerbangkan pesawat maskapai itu menuju ke Alicante di Spanyol dari Manchester di Inggris. Pria bernama Michael Bradley tengah melakukan perjalanan bersama keluarga kecilnya ketika pesawat yang ditumpangi mengalami delay atau terlambat selama dua jam karena ternyata tidak ada pilot yang akan menerbangkan.

Baca juga: Orang Tuanya Dalam Pesawat yang Diterbangkan, Pilot Jetstar Menyapa Spesial dari Kokpit

KabarPenumpang.com melansir laman foxnews.com (6/9/2019), awal mengajukan diri untuk menerbangkan pesawat EasyJet dikarenakan melihat penumpang lain yang frustasi akibat keterlambatan tersebut. Bradley sendiri seorang pilot yang sedang tidak bertugas untuk menikmati liburannya.

Dia menghubungi pihak EasyJet dan menawarkan bantuan untuk menerbangkan pesawat tersebut ke Alicante dan mengatakan memiliki lisensi penerbangan dan kartu identitas. Pihak EasyJet yang mendapat tawaran tersebut tidak langsung menjawab dan mengatakan akan menelpon Bradley kembali.

“Tiga puluh delapan detik kemudian pihak EasyJet menghubungi saya dan berkata tolong untuk menerbangkan pesawat tersebut ke Alicante,” ujar Bradley.

Dia kemudian memberi pengumuman pada seluruh penumpang jika dirinyalah yang akan menerbangkan pesawat tersebut. Para penumpang bersorak atas tawaran Bradley dan mengabadikan momen tersebut.

Demi menerbangakan pesawat tersebut, Bradley harus berpisah sejenak dengan anak dan istrinya yang duduk di kursi 15. Adanya pengumuman yang disampaikan Bradley tersebut membuat salah satu penumpang mengatakan dirinya beruntung karena satu dari mereka seorang pilot.

Sebab jika tidak, maka penerbangan tersebut akan dibatalkan. Adanya bantuan dari Bradley, membuat maskapai EasyJet mengucapkan terima kasih karena penerbangan ke Alicante dapat berangkat.

“Kami berterima kasih kepada pilot yang sedang melakukan liburan dari Manchester ke Alicante pada 2 September bersama keluarganya dan mengajukan diri untuk mengoperasikan penerbangan,” ujar Juru bicara EasyJet.

Baca juga: Bruce Dickinson, Pentolan Iron Maiden yang Menyandang Lisensi Pilot Pesawat Komersial

Juru bicara tersebut juga mengatakan bahwa penerbangan ini sudah sesuai dengan peraturan, sebab EasyJet tidak akan sembarangan dalam menentukan siapa yang akan menerbangkan pesawat.

“Ini seluruhnya sesuai dengan peraturan karena dia memiliki lisensi dan ID. Keselamatan penumpang selalu menjadi prioritas kami,” tambahnya.

Direksi Air China Sebut Tak Akan Akuisisi Cathay Pacific

Kendati RUU Esktradisi yang selama ini menjadi ‘biang kerok’ dari demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Hong Kong dalam kurun waktu beberapa bulan ke belakang ini sudah dicabut, namun kabar terakhir menyebutkan bahwa demo masih saja terjadi di bagian terluar dari Negeri Tirai Bambu ini. Terlepas dari demo yang masih berlangsung hingga minggu kedua bulan September ini, nama Cathay Pacific sebagai flag carrier Hong Kong masih menjadi sorotan berbagai media – terlebih karena sahamnya yang terus merosot.

Baca Juga: Bantu Cathay Pacific Lewati “Turbulensi,” Qatar Siap Tingkatkan Kepemilikan Saham

Pada pemberitaan sebelumnya, disebutkan bahwa salah satu stakeholders dari saham Cathay Pacific, Qatar Airways siap untuk menambah saham mereka di tubuh flag carrier tersebut – dengan dalih untuk membantu Cathay Pacific keluar dari ‘turbulensi’. Dari pernyataan Qatar yang akan menambah porsi sahamnya, Air China menunjukkan gelagat yang agaknya tidak terlalu senang dengan ide tersebut. Tidak hanya Air China, Swire Pacific yang juga memiliki saham di Cathay ini juga menunjukkan sikap serupa.

Terindikasi ‘sirik’ dengan Qatar, pihak Air China pun melontarkan pernyataan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengambil alih kepemilikan dari Cathay Pacific. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh direktur non-eksekutif Air China, Stanley Hui.

“Sejauh apa yang saya tahu, itu (mengambil alih Cathay) tidak ada di dalam agenda, tidak mungkin,” tutur Stanley.

Diwartakan KabarPenumpang.com dari Reuters (9/9), Air China merupakan pemegang saham terbesar kedua setelah Swire Pacific Ltd. yang bercokol di angka 45 persen. Air China sendiri memiliki saham sebesar 30 persen di tubuh Cathay Pacific, diikuti oleh Qatar Airways di angka 10 persen.

Padahal, menurut para analis, bukan tidak mungkin rupanya jika Air China mengambil alih sisa saham Cathay Pacific di masa yang akan datang – mengingat saham dari flag carrier Hong Kong ini sendiri tengah jatuh-jatuhnya pasca demonstrasi besar-besaran RUU Ekstradisi.

Menanggapi pernyataan analis ini, pihak Air China menolak untuk berkomentar.

Baca Juga: Diterjang Badai “RUU Ekstradisi,” Sampai Kapan Cathay Pacific dapat Bertahan?

Sebelumnya, saham Cathay Airways turun lebih dari empat persen per tanggal 12 Agustus 2019. Angka tersebut mendekati saham terendah perusahaan dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Saham Cathay Pacific anjlok ke level 9,82 dollar Hong Kong pada sesi awal perdagangan. Ini merupakan level terendah sejak Oktober 2018 dan hampir mencapai level terburuk sejak krisis keuangan global pada 2009.

 

Boeing Apes (Lagi)! Pintu 777X ‘Meledak’ Saat Uji Final Load, Jadwal Terbang Perdana Ikut Molor

Ketika tengah berupaya bangkit dari jurang keterpurukan’737 MAX’, produsen kedirgantaraan terkemuka asal Negeri Paman Sam, Boeing nyatanya harus kembali menelan pil pahit setelah pihak manufaktur pesawat menangguhkan uji final load dari varian 777X yang dijadwalkan pada Jumat (6/9) kemarin.

Baca Juga: Gunakan Sayap Lipat nan Unik, Akankah Boeing 777X Jadi Pesawat Paling Efisien?

Uji final load ini merupakan bagian dari proses sertifikasi pesawat yang diawasi oleh inspektur dari Federal Aviation Administration (FAA). Tujuan dari uji ini adalah untuk “memuat pesawat dan mengudara melampaui beban operasional normal,” ujar salah seorang juru bicara dari Boeing. Dan sialnya, karena atu dan lain hal, Boeing terpaksa harus menangguhkan uji penerbangan itu.

“Selama pengujian statik final load Boeing777X, tim menghadapi masalah yang mengharuskan tes ditangguhkan,” tandasnya, dikutip KabarPenumpang.com dari laman channelnewasia.com (8/9).

“Kondisi pengujian jauh melampaui beban yang diharapkan dalam layanan komersial. Pengujian ini sedang ditinjau dan tim bekerja untuk memahami akar permasalahan.” lanjut pihak Boeing.

Menurut salah satu sumber yang indentitasnya tidak ingin dibongkar mengatakan pintu pesawat ‘meledak’ ketika pengujian tengah berlangsung. Ia melanjutkan bahwa kejadian semacam ini sangat jarang terjadi ketika uji final load.

Akibat dari insiden ini, Boeing 777X yang seharusnya lepas landas untuk pengujian penerbangan perdananya pada musim panas tahun 2019 ini, harus ditunda hingga sekiranya awal tahun 2020 mendatang. Hal ini lantaran pihak Boeing juga menemukan masalah pada mesin General Electric (GE) yang digunakannya.

Ketika dikonfirmasi, pihak Boeing masih enggan memberikan komentar apakah akan ada kemunduran dalam proses uji coba pra penerbangan komersial ini.

Baca Juga: Wow! Mesin Boeing 777X Lebih Besar dari Body 737

Menurut FAA, selama pengujian ini, pesawat akan ditempatkan di bawah tekanan ekstrim untuk memverifikasi kekuatan strukturalnya. Korelasinya dengan operasi komesial adalah pihak Boeing ingin memastikan bahwa varian 777X ini mampu beroperasi secara aman bahkan ketika pihak maskapai penggunanya melanggar apa yang sudah dibataskan oleh Boeing – semisal dari segi beban angkut dan lain-lain.

“Kini FAA tengah menganalisis masalah yang muncul selama pengujian struktural pesawat ini,” ujar pihak FAA dalam sebuah keterangan.

 

Jepang Diterjang Badai Faxai, Berimbas ke Penerbangan di Bandara Narita dan Haneda

Jepang kembali diterjang bencana alam yang berdampak pada kehidupan warga di sana. Badai Faxai yang kembali ‘menyambangi’ Negeri Sakura ini dikabarkan menjadi yang paling kuat dalam enam dekade terakhir. Salah satu kota yang paling terdampak dari Badai Faxai ini adalah Tokyo, dimana angin berkecepatan 216 km per jam menghantam 290.000 rumah di sana dan mengacaukan jaringan transportasi di sana. Tidak hanya itu, sekitar 5.000 orang yang tinggal di Chiba dan prefektur Kanagawa dihimbau untuk mengungsi.

Baca Juga: Hadapi Petir, Es dan Angin Kencang, Pesawat Sejatinya Telah Dirancang Untuk Kondisi Ekstrim

Pada Senin (9/9) dini hari, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan oleh otoritas setempat terkait Badai Faxai ini, tapi sekitar 864.000 rumah kehilangan daya listriknya – termasuk yang ada di kota Kamogawa, sebelah Timur Tokyo. Lalu, jika tadi disinggung tentang jaringan transportasi yang terdampak badai ini, bagaimana kondisi di Bandara Haneda dan Narita yang masing-masing berada di Tokyo dan Chiba?

Sebelumnya, sedikit sejarah tentang badai ini adalah Faxai digunakan untuk menamai empat siklus badai yang terjadi di sebelah barat laut Samudera Pasifik. Faxai sendiri merupakan nama depan seorang wanita Laos. Namun sayang, identitas dari Faxai ini tidak bisa digali lebih dalam.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (8/9), dua penerbangan Singapore Airlines (SIA), SQ630 dari Singapura menuju Tokyo Haneda dan SQ639 dari Tokyo Haneda menuju Singapura terpaksa di-reschedule. Dikabarkan, SQ630 yang dijadwalkan berangkat pada pukul 17.05 waktu setempat diundur keberangkatannya jadi 01.05 keesokan harinya. Sementara untuk SQ639 yang dijadwalkan bertolak pada pukul 02.25 waktu setempat harus mengalami delay hingga pukul 11.03 dan dijadwalkan tiba di Singapura pada pukul 16.37 di hari yang sama.

“Selain dua penerbangan tersebut, semua penerbangan SIA yang menuju ke Haneda dan Narita beroperasi seusai jadwal,” ujar pihak maskapai.

“Karena situasinya yang masih tidak pasti, Singapore Airlines memantau situasi dengan seksama dan pelanggan juga dapat memeriksa situs web dan platform media sosial kami secara teratur untuk mendapatkan pembaruan,” tandas SIA.

Baca Juga: Ini Dia! Alasan Kenapa Pesawat Harus Terbang Tinggi!

Mengutip dari bbc.com (9/9), Badai Faxai ini juga telah membuat 100 penerbangan di Tokyo dibatalkan.

Jika dilihat dari laman FlightStats dan OAG, tampak dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jepang (Haneda dan Narita) menuju Jakarta mengalami keterlambatan. GA9353 yang dijadwalkan berangkat dari Tokyo Haneda (HND) menuju Jakarta (CGK) pada pukul 10.15 waktu setempat dijadwal-ulang untuk bertolak pada pukul 13.10. Sedangkan GA9153 yang dijadwalkan bertolak dari Narita (NRT) menuju Jakarta (CGK) pada pukul 11.05 waktu setempat molor menjadi pukul 11.25 waktu setempat.