Dewi Mazu Tertangkap Kamera Tengah Bepergian Naik Kereta Cepat di Cina

Agaknya, hanya di Cina dimana seorang Dewi bisa menunggangi ular besi untuk bepergian. Tapi jangan salah tafsir dulu, di sini, bukanlah seorang wanita yang bernama Dewi atau Dewi (God) dalam bentuk yang sesungguhnya, melainkan sebuah patung Dewi Mazu yang tertangkap kamera tengah duduk anteng di dalam sebuah rangkaian kereta yang mengular dari Fujia, Putian menuju Jiangsu, Kunshan beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: 10 Fakta Seputar Kereta Cepat di Cina

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman shanghai.ist (9/9), patung Dewi Mazu berukuran seperti manusia ini kedapatan menaiki layanan kereta cepat dengan menggunakan jubah berwarna kuning terang dengan mahkota yang tampak sangat berat. Dalam perjalanannya ini, Sang Dewi dikawal oleh beberapa orang yang siap mengangkutnya keluar dan masuk kereta – juga untuk bermobilisasi.

Menurut kabar yang tersiar, Dewi Mazu ini tengah dalam perjalanan untuk ‘menghadiri’ suatu acara. Uniknya lagi, perjalanan Dewi Mazu ini juga dikenakan biaya, lho! Karena ia duduk di salah satu bangku di dalam gerbong, jadi Ia pun harus membayar tiket seharga manusia. Dalam tiketnya, nama penumpang berupapatung jelas tidak ditulis Dewi Mazu, melainkan Lin Mo – nama asli dari Dewi Mazu.

Dalam kebudayaan Cina dan beberapa wilayah di Asia Tenggara, nama Dewi Mazu sangat mahsyur dan menjadi kepercayaan bagi mereka yang beriman kepadanya. Ia dipercaya sebagai Dewi penjaga lautan, dimana para nelayan dan pelaut berdoa untuk keselamatan dan hasil panen yang baik kepadanya.

Mengutip dari laman sumber lain, sosok Dewi Mazu ini sebenarnya merupakan seorang ‘orang pintar’ di desa nelayan Meizhou Island, bagian dari Putian yang hidup pada abad ke-10. Dan pasca berpulangnya Sang Dewi, ia dihormati dan dianugerahi banyak gelar oleh Dinasti di Cina; seperti Sun Ji Fu Ren (Nyonya Agung yang Memberikan Pertolongan yang Sangat Dibutuhkan) yang diberikan oleh Kaisar Gao Zong dari Dinasti Song pada tahun 1155, “Bunda Suci dari Surga di Langit” yang diberikan tahun 1417 oleh Kaisar Yongle dari Dinasti Ming, hingga “Bunda Suci di Surga”, gelar yang diberikan oleh Kaisar Daoguang pada tahun 1839.

Baca Juga: [Bagian 1] Fakta Unik Kereta Cepat di Cina – Punya Jaringan Terbesar di Dunia dan Angkut 2 Juta Penumpang Per Hari

Sebelumnya, Dewi Mazu ini juga sempat tertangkap kamera tengah mengudara dari Cina menuju Malaysia di Business Class salah satu maskapai yang disamarkan.

Wah, ternyata Sang Dewi gemar plesiran juga ya!

 

 

Eksplorasi Sektor Kargo, Garuda Indonesia Group Luncurkan “Tauberes”

Garuda Indonesia sebagai maskapai plat merah Tanah Air ternyata tidak melulu menaruh fokus pada pelayanan terhadap penumpang saja. Ceruk bisnis di sektor kargo pun tak pelak menjadi sasaran Garuda Indonesia untuk mengembangkan sayap bisnisnya.

Baca Juga: ‘Belanja’ ke Cina, Garuda Indonesia Datangkan Drone Untuk Angkutan Kargo

Nah, jika beberapa waktu yang lalu Garuda Indonesia sempat menetaskan pernyataan untuk menggunakan drone dalam urusan kirim paket, kini flag carrier Indonesia melalui lini usaha layanan logistik kargo udara PT Garuda Tauberes Indonesia (GTI) meluncurkan terobosan sebuah aplikasi digital “tauberes” yang merupakan aplikasi digital pertama di Indonesia yang menghubungkan layanan kargo udara dengan agen pengiriman barang kepada masyarakat (end customers).

Pada acara launching aplikasi “tauberes” yang bertempat di Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (11/9), Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia, Mohammad Iqbal mengatakan bahwa hadirnya aplikasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Garuda Indonesia Group dalam menyediakan inovasi layanan digital yang menjawab kebutuhan pengguna jasa dalam urusan pengiriman barang secara cepat, tepat, dan efisien serta adaptif.

“Mengusung konsep smart logistic services, hadirnya aplikasi ini diharapkan dapat menjadi pilihan tersendiri bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pengiriman barang secara online dengan basis layanan kargo udara yang terpercaya mulai dari akurasi waktu pengiriman, keamanan paket, hingga tarif yang kompetitif,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Tauberes Indonesia (GTI), Albert Burhan mengatakan bahwa “tauberes” ini didesain sebagai one-stop logistic solution, dimana pengguna tidak hanya dapat mengirim paket atau menggunakan jasa kargo udara saja, melainkan pengguna juga dapat berbelanja secara online.

“Tauberes sendiri memiliki fitur real-time tracking, dimana pengguna bisa dengan mudah memonitor pergerakan paket. Tidak hanya ketika berada di darat, melainkan paket juga dapat di-track ketika tengah berada di udara (di dalam pesawat),” jelas Albert.

Baca Juga: Fokus di Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua, Inilah Tantangan Operasional Drone Kargo Garuda Indonesia

Melalui aplikasi ini juga, para pengguna dapat memilih penyedia jasa pengiriman barang yang telah bekerjasama dengan “tauberes”, diantara lain: J&T Express, Lion Parcel, Aero Express, SAP dan Si Cepat. Untuk metode pembayarannya pun dapat dilakukan dengan dua cara; tunai maupun melalui platform LinkAja.

Aplikasi “tauberes” ini berbasis Progressive Web Application (PWA), dimana pengguna akan mendapatakan keleluasaan dalam menggunakan apps ini di mobile device. Bagi Anda para pengguna iOS maupun Android, bisa mengunduh “tauberes.in” melalui gadget masing-masing.

 

“Sunrise Project,” Qantas Bakal Sabet Gelar Penerbangan Langsung Terlama di Dunia

Di era yang sudah serba maju seperti sekarang ini, bukan tidak mungkin untuk mengudara dari satu kota menuju kota lainnya di belahan bumi lain hanya dengan menggunakan satu kali penerbangan saja. Sebut saja rekor penerbangan langsung terjauh di dunia saat ini dipegang oleh Singapore Airlines yang menghubungkan Newark Liberty International Airport (EWR) dan Singapore Changi Airport (SIN) dengan total durasi perjalanan kurang lebih 18 jam.

Baca Juga: Long Haul Low Cost Carriers, Solusi Terbang Jarak Jauh Tanpa Harus Kuras Dompet!

Ternyata, ada maskapai lain yang ingin mencatatkan namanya sebagai moda pengangkut yang memiliki durasi penerbangan paling lama di dunia, menyaingi maskapai berkode SIA tersebut. Adalah The Flying Kangaroo, maskapai asal Australia ini dikabarkan akan menguji coba daya tahan penumpang ketika melakukan perjalanan selama 19 jam lamanya di udara. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman forbes.com (28/8), rencananya Qantas akan menguji coba penerbangan dari New York dan London menuju Sydney ini pada musim gugur mendatang.

Proyek yang bertajuk “Sunrise Project” ini akan melibatkan tiga unit Boeing 787-9 untuk melakoni perjalanan ultra long haul flight ini.

“Penerbangan uji coba ini digunakan untuk mengumpulkan data terkait kesehatan dan kesejahteraan penumpang dan awak pesawat selama penerbangan,” tulis pihak Qantas dalam sebuah siaran pers.

Namun alih-alih menerbangkan penumpang dengan kapasitas selayaknya bangku yang ada di Boeing 787-9, pihak Qantas hanya akan mengangkut 40 penumpang saja – termasuk awak kabin. Ini ditujukan agar penumpang bisa beradaptasi dengan zona perbedaan waktu, dan mereka juga dapat mengatur tata pencahayaan lampu di kabin.

Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Tiket Penerbangan Langsung Jarak Jauh Lebih Mahal

Tidak seperti penerbangan biasa, kelak Qantas akan melengkapi penumpang dengan sensor untuk mengukur porsi tidur, asupan makanan dan minuman, hingga jumlah gerakan penumpang di dalam kabin – karena jika boleh diklasifikasikan, mengudara selama lebih dari ¾ hari merupakan salah satu hal ekstrem yang pernah ada. Maka dari itu, pihak Qantas juga tidak ingin mengambil risiko dari potensi dihadirkannya rute penerbangan ini kelak.

Kelak, hasil dari uji penerbangan yang direncanakan pada bulan Oktober 2019 mendatang ini akan ditelaah lebih lanjut oleh Charles Perkins Centre, Sydney dan Monash University bersama dengan CRC for Alertness, Safety and Productivity.

 

Tambah Ruas Ganjil Genap, MRT Jakarta Optimis Jumlah Penumpang Meningkat

Aturan ganjil genap yang mulai berlaku di 25 ruas jalan pada Senin (9/9/2019) terhadap kendaraan roda empat, membuat penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) meningkat. Namun Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar belum bisa mengevaluasi secara keseluruhan karena perluasan ganjil genap baru berjalan satu hari.

Baca juga: PT MRT Jakarta dan PT KCIC Lakukan Kerja Sama Transfer of Knowledge

“Dibanding minggu lalu ada peningkatan, jadi kita lihat berapa angka rata-rata penumpang di hari Senin kemarin 87 ribu dan biasanya bila hari Senin sekitar 70 ribu sampai 80 ribu penumpang saja,” kata Sabandar yang ditemui di kantor pusat MRT Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Dia mengatakan, pada hari pertama perluasan ganjil genap tersebut peningkatan sebanyak 5 ribu sampai enam ribu penumpang. Sabandar menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi jumlah penumpang dalam satu minggu hingga satu bulan kedepan.

“Saya harus lihat satu minggu ke depan seperti apa, satu bulan ke depan seperti apa. Dampak dari ganjil genap itu cukup signifikan. Dan memang kita ingin ajak masyarakat untuk daripada bermacet-macet di wilayah yang tidak ganjil genap. Naik MRT sepanjang Lebak Bulus-Bundaran HI paling aman dan enak, 30 menit sampai,” kata Sabandar.

Dia mengatakan, untuk mengantisipasi penambahan penumpang, pihaknya mendorong perkembangan integrasi MRT dengan moda transportasi lainnya. Tetapi kedepannya bila penumpang menembus 170 ribu perhari yang akan tercapai sekitar dua samapi tiga tahun kedepan maka akan ada penambahan armada.

Bahkan pihak MRT Jakarta menargetkan akan ada mampu mengangkut penumpang 100 ribu perhari hingga akhir tahun. Division Head Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengatakan, target ini bisa tercapai dengan adanya peraturan ganjil genap di kasawan Jalan RS Fatmawati Raya, Jakarta Selatan.

Baca juga: Dorong Antikorupsi, KPK dan MRT Jakarta Tempel Stiker “Berani Jujur Hebat” di Kereta Prioritas

Selain itu untuk pembangunan fase 2 saat ini Sabandara mengatakan, CP200 sudah berjalan 60 persen dan direncanakan akhir tahun 2019 selesai. Sedangkan CP201 masih dalam proses lelang dan akan diumumkan pada akhir 2019.

“CP202, CP203 juga mulai lelang dan diumumkan, CP204, CP205 kita mulai lelang tahun depan dan full force kita tahun depan. Semua on schedulle,” tutupnya.

Takut Kena Tilang Elektronik? Yuk Pantau Keberadaan Kamera ETLE via Waze

Dengan diberlakukannya tilang elektronik lewat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), banyak pengendara lalu lintas yang bertanya, ruas jalan mana saja kah yang kini telah dipasangi kamera tilang elektronik tersebut? Maklum dari kabar yang ramai di media sosial, Polda Metro Jaya dikabarkan terus menambah kamera ETLE. Nah, selain memantau informasi lewat pemberitaaan, ada baiknya pengendaraa yang budiman memantau keberadan kamera ETLE lewat aplikasi.

Baca juga: Sterilisasai Jalur Busway Turun 4 Persen, TransJakarta dan Dirlantas Polda Metro Jaya Pasang ETLE

Persisnya aplikasi Waze Indonesia kini bisa memberikan titik-titik adanya Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau kamera dengan sistem tilang elektronik. Wakil Direktur Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP I Made Agus Prasatya mengatakan, pemberitahuan informasi lokasi kamera ETLE melalui aplikasi Waze itu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan meminimalisir pelanggaran yang terekam kamera.

Dia mengatakan ETLE tidak hanya berupa penegakkan hukum tetapi ada unsur preventif dan edukasi sehingga terwujudnya budaya tertib lalu lintas.

“Para pengendara akan mendapatkan pemberitahuan melalui aplikasi Waze ketika melintasi ruas jalan yang terpasang kamera ETLE. Aplikasi Waze pun dapat mendeteksi lokasi 12 kamera ETLE yang terpasang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin. Tidak hanya (mendeteksi) satu (kamera ETLE) alam aplikasi Waze, tapi semua titik kamera terdeteksi dan tereksplorasi dalam layar,” kata Made yang dikutip dari kompas.com.

Saat ini diketahui ada 12 kamera ETLE yang dipasang pada sepuluh titik di Jakarta dan dilengkapi fitur canggih. Penerapan kamera fitur terbaru ini sendiri ternyata sudah berlaku sejak 1 Juli 2019 kemarin.

Berbeda dengan peranti lunak navigasi umumnya, Waze memberikan informasi dan peta berdasarkan masukan komunitas pemakainya. Informasi terkait kecelakaan, kemacetan, polisi dan bahaya berdasar kondisi nyata yang dilaporkan pengguna. Para Wazer atau sebutan pengguna Waze bisa melakukan pemutakhiran peta, penambahan tempat dan jalan baru termasuk mengkondisikan aturan dan alur lalu lintas di setiap jalan serta persimpangan.

Bahkan kamera-kamera ini memiliki jenis dan fungsi yang berbeda yakni ANPR (Automatic Number Plate Recognition) yang dapat mendeteksi jenis pelanggaran marka dan lampu lalu lintas. Jenis kamera kedua adalah kamera check point yang dapat mendeteksi jenis pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk keselamatan, dan penggunaan ponsel oleh pengemudi mobil. Sementara itu, jenis kamera yang terakhir adalah kamera speed radar yang dikoneksikan dengan kamera check point untuk mendeteksi kecepatan kendaraan yang melintas.

Baca juga: Auckland Transportation Mulai Pasang CCTV di Jalur Bus Pusat Kota

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, uniknya, Waze memiliki tampilan berbeda dengan ikon yang mengikuti musim atau peristiwa seperti Natal, Paskah, Hallowen dan lainnya. Ikon baru akan muncul di peta dan memberikan poin tertentu jika pengemudi melewati jalur tersebut. Waze sendiri terhubung dengan Facebook, Foursquare dan Twitter.

Waze Ltd didirikan untuk pertama kali tahun 2008 lalu di Israel oleh Uri Levine, ahli perangkat lunak Ehud Shabtai dan Amir Shinar. Waze sendiri merupakan gabungan dari aplikasi navigasi dengan jejaring sosial dan permainan online. Waze kemudian diakuisisi oleh Google pada Juni 2013 untuk membantu dalam dunia bisnis pemetaan yang sebelumnya dimiliki Google.

PT KCIC: Akhir 2019 Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Tembus 53 Persen

Banyak yang bertanya-tanya sudah sudah sampai manakah proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung. Ternyata progres pembebasan lahan sudah 99 persen dan sisa satu persen di daerah Karawang, Bandung serta Bekasi dengan total luas enam hektar.

Baca juga: Mulai Mengular 2021, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gunakan Kereta Generasi Baru CR400AF

“Sekarang sudah 99 persen dan tinggal satu persen di daerah Karawang, Bandung dan sebagian kecil di Bekasi. target pembebasan lahan tersebut dalam satu hingga dua bulan ini sudah harus selesai sehingga pihaknya bisa melanjutkan pembangunan trek kereta dan dapat mengoperasikan kereta cepat sesuai jadwal, yakni pertengahan tahun 2021,” ujar Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra kepada wartawan di kantor MRT, Selasa (10/92019).

Dia mengatakan, ada beberapa kendala yakni adanya proses konsinyasi dalam UU No.2/2012. Sehingga bila ada warga yang keberatan pihaknya siap ke pengadilan dan bila tidak puas kasusnya dibawa ke Mahkamah Agung dan harus dilewati satu persatu tahap tersebut.

Meski begitu, saat ini progres konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 32,8 persen dari target 53 persen hingga akhir tahun 2019. Angka ini menjelaskan keseluruhan proyek tersebut untuk menyambut operasi di 2021 mendatang.

Chandra menambahkan, saat ini sudah ada satu dari 13 tunnel yang tembus dalam proyek tersebut. Sehingga kereta cepat Jakarta-Bandung akan segera memasuki capaian baru dimana girder pertama dari struktur elevated kereta cepat akan segera di instalisasi. Pemasangan ini akan menjadi langkah baru bagi proses pembangunan dimana struktur elevated akan mendominasi lebih dari 60 persen dari keseluruhan trase sepanjang 142,3 km.

“Tunnel Boring Machine kereta cepat yang akan menembus jalan tol Jakarta–Cikampek untuk proses konstruksi Tunnel 1 di Halim juga akan segera beroperasi dalam waktu dekat ini. Sejalan dengan pembangunan yang terus dilakukan secara progresif, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung secara paralel sedang mempersiapkan sistem operasi dan perawatan sarana dan prasarana,” tambahnya.

Saat ini pihak KCIC masih mempersiapkan sumber daya manusia mulai dari struktur organisasi hingga jumlah personil untuk di masa mendatang. KCIC sendiri menargetkan akan melibatkan 1700 personil ketika kereta cepat beroperasi.

Baca juga: PT MRT Jakarta dan PT KCIC Lakukan Kerja Sama Transfer of Knowledge

Diketahui, nantinya akan ada empat stasiun dalam jalur kereta cepat Jakarta-Bandung, saat ini yang tengah dalam pengerjaan adalah Stasiun Halim.

“Stasiun ada empat, Halim sudah mulai kontruksi, semua sudah mulai, tapi karena dari bawah dulu, naik satu-satu. Target operasi harus stasiun jadi,” tambah Chandra.

Tak Bisa Duduk Disamping Sang Pacar, Penumpang ini Siram Air Panas ke Pramugari AirAsia

Kendati ada pepatah yang mengatakan bahwa “Pelanggan adalah Raja”, namun bukan berarti Anda bisa bersikap seenaknya. Selalu menjaga sikap dimana pun Anda berada merupakan satu poin mutlkak yang harus Anda terapkan terhadap siapapun. Jangan sampai seperti penumpang Thai AirAsia yang satu ini, dimana ketika ia merasa kesal tehadap pelayanan awak kabin (pramugari) yang dinilai tidak sesuai, penumpang ini tega melemparkan cup mie instan yang berisi air panas ke arah pramugari malang ini.

Baca Juga: Tak Dapatkan Pepsi dalam Penerbangan, Wanita ini Mengamuk!

Diwartakan KabarPenumpang.com dari laman indiatoday.in, seorang pramugari AirAsia, Nuralia Mazlan membagikan pengalaman yang dilihatnya ini di Quora, semacam jejaring sosial tanya jawab asal Amerika Serikat.

“Apa hal paling memalukan dari awak kabin yang pernah Anda lihat selama penerbangan?” tanya Nuralia di Quora.

Singkat cerita, Nuralia membagikan pengalaman yang pernah dilihatnya secara langsung, dimana rekan sesama pramugari mendapat teguran dari seorang penumpang wanita bergaris keturunan Tionghoa. Kala itu, wanita ini mengamuk karena pelayanan dari pramugari AirAsia kurang berterima di akal sehatnya.

Akar masalahnya padahal sangatlah sederhana: Penumpang wanita ini tidak terima tempat duduknya terpisah dengan pacarnya. Padahal kala itu, penerbangan tengah penuh dan tidak ada penumpang lain yang mau bertukar tempat duduk dengannya.

Kesal karena pelayanan pramugari ini tidak berterima, akhirnya penumpang wanita yang identitasnya disamarkan ini melemparkan cup mie instan berisikan air panas tepat ke arah awak kabin berdarah Thailand tersebut.

Usut punya usut, penumpang wanita ini kesal karena sang pramugari seolah tidak punya kuasa untuk menukar bangku salah satu penumpang dengan dirinya. Dan insiden pelemparan air panas ke arah pramugari AirAsia ini diklaim sebagai bentuk kekecewaannya terhadap pelayanan pihak maskapai.

Tidak berhenti sampai di situ, gangguan di dalam penerbangan ini masih terus berlanjut dengan pihak pria (pacarnya) dan wanita ini masih bersikukuh untuk bisa duduk bersebelahan – dimana sang pria mengancam untuk meledakkan pesawat tersebut jika tidak ada yang mau bertukar tempat duduk dengannya. Wah, bucin (budak cinta-red) sekali ya pasangan ini!

Baca Juga: Phobia Pada Bayi, Penumpang Delta Airlines Mengamuk di Kabin

Singkat cerita, kedua pasangan ini diamankan oleh petugas seketika mendarat dan dilarang untuk mengudara bersama AirAsia lagi selamanya! Nah kan, itulah salah satu akibat jika Anda tidak menjaga sikap!

Setelah didalami, ternyata insiden ini terjadi pada akhir  tahun 2014 silam di penerbangan Thai AirAsia dari Bangkok menuju Nanjing, Cina.

PT MRT Jakarta dan PT KCIC Lakukan Kerja Sama Transfer of Knowledge

PT MRT Jakarta dan PT KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) baru saja menandatangani nota kesepahaman dalam hal pengembangan kompetensi. Keduanya bersepakat untuk saling melakukan transfer of knowledge yang berkaitan dengan pemeliharaan kereta dan operasionalnya yang mencakup pengembangan sumber daya manusia, inovasi serta strategi pengembangan TOD (Transit Oriented Development) dan bisnis non kereta lainnya.

Baca juga: Mulai Mengular 2021, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gunakan Kereta Generasi Baru CR400AF

“MRT dan KCIC merupakan pionir perkeretaapian modern di Indonesia sehingga ini merupakan kesempatan besar baik bagi KCIC maupun MRT untuk saling belajar mengenai sistem satu sama lain,” ujar Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra saat melakukan MoU dengan MRT Jakarta.

Chandra mengatakan, MRT terbukti mampu menjawab ekspektasi publik setelah beroperasi secara komersial sejak Maret 2019 baik dari kualitas pelayan operasi maupun dampak yang dihadirkan kepada masyarakat. Perubahan yang ada saat ini, mampu meningkatkan wajah transportasi massal.

“Jadi tugas kita menghadirkan transportasi massal yang efektif, aman, nyaman dan lainnya. KCIC persiapkan kereta cepat dan belajar dari MRT yang mulai diekspektasi ke publik sejak 2015,” tambah Chandra.

Dia menambahkan, KCIC merupakan kereta cepat antar kota dengan lintasan baru dan juga menghidupkan kawasan baru untuk membantu produktivitas masyarakat yang ada di jalur tersebut. Chandra menyebutkan, kereta cepat mengadopsi teknologi baru dan belum pernah ada di Indonsia.

Selain mempelajari sistem operasional, KCIC juga mempelajari terkait TOD disepanjang jalur baru. Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, untuk bekerja sama ini, ada proses yang cukup panjang terkhusus untuk tim teknis dengan kegiatan konkret antara MRT dan KCIC.

“Kita jadi pionir MRT bawah tanah dengan city transport. Sedangkan KCIC di kereta cepat. Kita memiliki kepentingan yang sama dimana Indonesia mendorong pengembangan transpor publik berbasis rel,” kata Sabandar.

Baca juga: Dorong Antikorupsi, KPK dan MRT Jakarta Tempel Stiker “Berani Jujur Hebat” di Kereta Prioritas

Dia mengatakan, pihak MRT memiliki pengalaman membangun sistem operasi hingga komersial saat ini.

“Dua tahun ini, kami siap storing knowledge sebelum KCIC beroperasi 2021,” jelasnya.

KRD Cepu Ekspres – Pernah Jadi Idola Transportasi Warga Blora

Meluncur di rel sejak 25 Agustus 2011, kereta api Cepu Ekspres menggunakan rangkaian kereta rel diesel Indonesia (KRDI) buatan PT INKA. Kereta Cepu Ekspres merupakan kereta api komuter ekonomi AC relasi Surabaya Pasar Turi ke Semarang Poncol dan sebaliknya.

Baca juga: KRD Bumi Geulis – Kenangan Rute Bogor-Sukabumi yang Kini Jadi Rail Clinic

Awal beroperasi, sejak 25 Agustus sampai 9 September 2011, tarif kereta ini di gratiskan dan ketika masa itu selesai, tarif yang dikenakan pada penumpang yakni Rp50 ribu untuk sekali perjalanan. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, kereta relasi Surabaya Pasar Turi-Semarang Poncol ini, memulai perjalanan perdananya hanya sampai Stasiun Bojonegoro yang juga berhenti di Stasiun Tandes, Lamongan dan Babat ketika masih menggunakan satu rangkaian.

Setelah menambah armada menjadi dua dan diberlakukan Gapeka 2014, kereta ini diperpanjang hingga Semarang Poncol. Jam berangkat dari Stasiun Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 09.15 dan tiba di Stasiun Semarang Poncol pukul 15.40 atau sekitar 6,5 jam perjalanan.

Meski sudah dilengkapi dengan pendingin udara, kursi Cepu Ekspres terlalu tegak seperti naik bus. Tetapi perjalanan dengan Cepu Ekspres yang mengular di rel lebih lancar dibandingkan dengan menggunakan bus. Sayangnya Cepu Ekspres harus berhenti beroperasi sejak 4 Oktober 2016 dan digantikan oleh KA Ambarawa Ekspres.

PT KAI mengatakan, penghentian pengoperasian Cepu Ekspres karena akan diilakukan perbaikan pada rangkaian kereta tetapi tidak jelas akan dioperasikan kembali atau tidak. Penghentian ini juga dikarenakan kereta sudah dianggap ‘tua’ oleh PT KAI,  argumennya adalah kereta sudah beroperasi sejak 2011 hingga 2016.

Bisa dikatakan KA Cepu Ekspres merupakan idola transportasi warga Blora wilayah selatan yang sulit mengakses transportasi umum lainnya menuju ke kota-kota besar. Sebelum mengakhiri perjalanannya di Oktober 2016, Cepu Ekspres sempat naik tarif hingga dua kali yakni Rp60 ribu dan Rp70 ribu di rentang waktu 2014-2016.

Baca juga: Kereta Lokal Daerah Seperti Tak Terurus, Bahkan Terkesan Diabaikan PT KAI

Saat masih mengular, Cepu Ekspres melaju dikecepatan 60-70 km per jamnya. KA ini melintas di Stasiun Surabaya Pasar Turi, Stasiun Tandes, Stasiun Lamongan, Stasiun Babat, Stasiun Kapas, Stasiun Bojonegoro, Stasiun Cepu, Stasiun Randublatung, Stasiun Kradenan, Stasiun Jambon, Stasiun Ngrombo, Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Semarang Poncol.

Meski Dianggap Tak Sehat, Tapi Inilah 5 Maskapai yang Punya Makanan Terbaik di Seluruh Dunia

Makanan pesawat memang bukanlah makanan yang segar dan disajikan setelah dipanaskan terlebih dahulu. Apalagi tampilan makanan pesawat yang tidak menarik meski rasa sudah sesuai dengan lidah pelancong. Bahkan membuat pelancong seringkali kecewa dengan tampilan dan rasa yang kurang menarik dari makanan.

Baca juga: Era 40 dan 50-an, Jadi Masa Keemasan Sajian Makanan di Kabin Pesawat

Tetapi soal rasa tentunya bersifat subyektif, KabarPenumpang.com merangkum dari laman makemytrip.com, disebutkan setidaknya ada lima maskapai layanan penuh (full service) yang menyediakan makanan penggugah selera terenak bagi penumpang pesawat. Berikut ini lima makanan maskapai terbaik dari seluruh dunia.

Austrian Airlines
Memiliki sembilan menu berbeda secara ekslusif seperti Schnitzel hingga tapas dari perusahaan catering DO & CO ala carte, Austrian Airlines menghadirkan makanan dalam penerbangan ke tingkat yang lebih baru. Karena hanya ada sejumlah menu DO & CO ala arte yang tersedia per penerbangan dengan pemesanan 24 jam sebelum berangkat.

(makemytrip.com)

Lufthansa Airline
Maskapai milik Jerman ini memiliki standar dalam makanan yang disediakan pada penerbangan mereka. Menyajikan makanan berlapis indah, kaya rasa dan nutrisi, makanan ini juga menawarkan makanan khusus bagi penderita diabetes, vegetarian, penumpang dengan alergi makanan dan mengikuti keyakinan agama tertentu. Jika Penumpang akan melakukan upgrade makanan, ada berbagai pilihan seperti hidangan Mediterania, Catch of the Day, Bento Box Jepang dan rasa Asia tersedia. Makanan ini pun bisa dipesan dalam 24 jam sebelum Anda melakukan penerbangan baik untuk domestik maupun internasional.

Singapore Airlines
Maskapai yang satu ini sebelum menyajikan makanan dalam kabin mereka, ternyata sudah melakukan uji coba berbagai jenis masakan dalam penerbangan. Mereka mensimulasikan dalam kabin bertekanan selama berjam-jam. Dari makanan bayi, anak-anak hingga makanan rendah lemak. Untuk menikmati berbagai pilihan ini, pelancong bisa mengajukan pemesanan mereka melalui layanan Book The Cook 24 jam sebelum naik dan menikmati salah satu makanan yang Anda pilih ketika dalam penerbangan.

(makemytrip.com)

Emirates Airlines
Maskapai penerbangan mewah ini menyajikan makanan yang terinspirasi dari berbagai tujuan dan memiliki lounge di atas pesawat untuk membuat seluruh pengalaman kuliner Anda sedikit lebih menarik! Menawarkan makanan lezat, anggur berkualitas dan menu koktail. Bisa dikatakan ini memang salah satu maskapai terbaik untuk makanan dalam penerbangan.

Baca juga: Yakin Sehat? Ini Rahasia Makanan di Pesawat Kata Mantan Pramugari

(makemytrip.com)

Turkish Airlines
Juga menggunakan jasa catering DO & CO ala carte, Turkish Airlines adalah pesaing yang setara dan kuat untuk penghargaan makanan maskapai penerbangan terbaik. Dengan citarasa pemenang penghargaan dan masakan dunia, maskapai ini siap untuk memuaskan semua keinginan Anda. Koki ahli membuat setiap hidangan dengan bahan-bahan segar dan menyiapkan beberapa hidangan khas termasuk shish kebab, karnıyarık, mantı, dan imam bayıldı. Tidak hanya itu, maskapai ini juga mengakomodasi kebutuhan diet khusus penumpang di dalam pesawat.

Nah, kalau Garuda Indonesia bagaimana ya? Apa makanan yang disajikan sudah sesuai dan cukup menarikkah bagi Anda penikmat penerbangan?