Antisipasi Serangan Teror dan Bom Bunuh Diri di Stasiun, Singapura Gelar Simulasi Libatkan 120 Orang

Ada baku tembak dan ledakan bom di stasiun SMRT tampines West, Singapura pada Minggu (27/1/2019) kemarin tapi tak membuat panik penumpang. Sebab, ini bukanlah kejadiannya nyata melainkan adalah sebuah simulasi dari serangan teror yang melibatkan dua pria bersenjata dan seorang pembawa bom bunuh diri. Baca juga: Setelah X-Ray, Kini Giliran Robot Patroli Hadir di Stasiun MRT Singapura Dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (27/1/2019), simulasi ini sendiri disebut sebagai latihan Quicksand dan merupakan latihan kontingensi angkutan umum yang dilakukan oleh Singapore Police Force (SPF) yang dibantu oleh Angkatan Pertahanan Sipil Singapura, Otoritas Transportasi darat dan Transit SBS. Dalam simulasi ini melibatkan 120 orang dan pengamat dari agensi ikut andil dalam latihan tersebut. Simulasi ini dimulai sekitar pukul 13.00 waktu Singapura dengan dua pria bersenjata dan seorang pembawa ransel besar memasuki stasiun MRT. Kemudian baku tembak terjadi saat pihak keamanan stasiun mencoba menahan pria bersenjata tersebut. Tiga penumpang stasiun berlindung di dinding dan melaporkan serangan ke polisi melalui SMS ke 71999. Dalam simulasi satu penumpang ditembak dan dua lainnya melakukan pertolongan pertama kepada korban. Kemudia pria ketiga yang menggunakan jaket membuntuti para pria bersenjata dan tiba di peron stasiun tanpa di sadarai. Dia meledakkan bom yang terpasang di rompinya, tetapi untungnya penumpnag sudah dievakuasi untuk meminimalisir korban. Simulasi anti teror tersebut berlangsung selama 45 menit. Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Masagos Zulkufli yang ikut mengamati simulasi Quicksand mengatakan, hal ini penting untuk dilakukan baik dengan meminta lembaga kerja sama untuk menjalankan latihan seperti itu atau mengingatkan masyarakat bahwa serangan teror dapat terjadi kapanpun. “Negara kita (Singapura-red) merupakan hadiah bagi setiap teroris untuk dibanggakan, kita rentan dan oleh karena itu harus dipersiapkan sebanyak mungkin. Bahkan dalam mencegah para pelaku seperti membentuk basis di Singapura untuk indoktrinasi dan pandangan ekstrem, kita harus melakukan yang terbaik,” kata Masagos. Simulasi serangan teror ini merupakan bagian dari SGSecure, merupakan gerakan kesadaran terorisme nasional dan bertujuan untuk meningkatkan kesiapan keamanan dan tanggapan bersama antara Home Team, operator transportasi umum dan masyarakat melalui simulasi serangan teror di stasiun MRT. Komandan Komando Keamanan Transportasi Umum dan Asisten Komisaris Polisi Koh Wei Keong mengatakan hub transportasi umum memiliki lalu lintas manusia yang tinggi dan menjadi target teroris. “Latihan ini menunjukkan bahwa ketika masyarakat dipersiapkan, dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan, itu dapat membantu menyelamatkan nyawa,” kata Keong. Area stasiun MRT di Singapura pernah diindikasikan sebagai sasaran terorisme berdasarkan informasi intelijen. Baca juga: Tak Hanya Satu, Ada 4 Stasiun MRT Singapura yang Terkenal Angker Polisi menyarankan bahwa dalam skenario serangan teror, masyarakat harus memasukkan informasi seperti jumlah penyerang, perincian seperti peralatan mereka dan seperti apa penampilan mereka, dan lokasi serangan, dalam SMS mereka kepada polisi.

Di Penerbangan Jarak Jauh, Qantas Canangkan Sensasi Bersepeda dan Relaksasi Lewat Virtual Reality

Maskapai asal Negeri Kangguru, Qantas Airways pada 28 Januari lalu mengatakan bahwa pelanggan meminta inovasi di dalam penerbangan seperti sepeda olahraga dan relaksasi via Virtual Reality (VR) untuk menghabiskan waktu penerbangan non-stop selama 20 jam dari Sydney ke London. Ya, memang penat rasanya jika harus menghabiskan waktu selama kurang lebih 20 jam di pesawat hanya dengan duduk saja – hal seperti ini akan membuat tubuh menjadi cepat lelah. Baca Juga: Terima Airbus A350-900ULR, Singapore Airlines Siap Terbang ke New Jersey Non-Stop Dikutip KabarPenumpang.com dari laman the-japan-news.com (28/1/2019), menanggapi hal ini, pihak Qantas berencana untuk memesan pesawat jet Airbus SE A350 atau Boeing Co 777X, dimana kedua pesawat ini mampu mengoperasikan rute penerbangan komersial terpanjang di dunia pada akhir tahun 2019 mendatang – dengan layanan pertamanya yang dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2022. Menurut Qantas, soal kesehatan dan kesejahteraan penumpang selama menempuh perjalanan 17 jam non-stop dari Perth ke London merupakan hal yang perlu diperhatikan secara lebih. Ini terlihat dari riset kelompok dan survei terhadap kepuasan pelanggan yang dilakukan oleh pihak maskapai. Berbagai macam saran diterima Qantas, termasuk penyediaan ruang untuk olahraga ringan selama penerbangan, penyediaan headset nirkabel untuk meminimalisir kebisingan, hingga penyediaan kafe yang menyajikan makanan dan minuman ringan, baik yang beralkohol maupun non-alkohol. “Ya, pelanggan kami memiliki beberapa ide imajinatif yang luar biasa, dan itu semua merupakan tantangan yang menarik bagi kami, dan itu dapat membantu kami untuk berpikir out of the box,” ujar perancang industri Qantas, David Caon. “Ini sedikit banyaknya akan berpengaruh terhadap pengalaman penumpang di masa yang akan datang,” tandasnya singkat. Baca Juga: Jaga Kesehatan Penumpang di Penerbangan Jarak Jauh, Singapore Airlines Gandeng Canyon Ranch Berbeda dengan rival Qantas, Singapore Airlines yang lebih memilih untuk ‘mempekerjakan’ merek kesehatan, Canyon Ranch untuk meracik makanan sehat dan memandu para penumpang untuk melakukan latihan peregangan selama melakukan penerbangan jarak jauh non-stop. Adapun rute yang dilayani oleh flag carrier Singapura ini adalah Singapura – New York, dimana perjalanan tersebut memakan waktu selama kurang lebih 19 jam.  

Kekurangan SDM, Perkeretaapian Jepang Siap Adopsi Sistem Robotika dan Kecerdasan Buatan

Ketika industri kereta api dihadapkan dengan masalah kekurangan sumber daya manusia, sebuah inovasi tengah diupayakan untuk mengeksplorasi cara-cara pengadopsian sistem robotika dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligent atau AI). Sebanyak tujuh penyedia layanan kereta api yang tergabung di dalam Japan Railways Group telah melihat bahwa penggabungan SDM dan sistem robotika ini dapat dimanfaatkan di sejumlah sektor, sebut saja sistem operasi kereta dan bagian pemeliharaan. Baca Juga: Minimalisir Tenaga Manusia, Jepang Mulai Kembangkan Puluhan Robot di Stasiun Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman borneobulletin.com.bn (31/1/2019), langkah ini dianggap efisien mengingat adanya peningkatan dari segi jumlah penumpang, terutama di kota-kota besar. Tidak menunggu waktu lama, pada tanggal 7 Januari 2019 kemarin, pihak JR East langsung menguji coba armada kereta otonomnya dan uji coba tersebut bisa dibilang cukup berhasil. JR East merencanakan untuk memulai implementasi praktis dari kereta otonom ini pada tahun 2027 mendatang. Selain tuntutan perkembangan jaman, alasan lain yang dilontarkan oleh JR East dalam menghadirkan kereta otonom ini adalah karena mereka kekurangan SDM yang kompeten. Penyusutan jumlah tenaga kerja ini tampak jelas dari Statistika Kereta Api di Kementerian Infratruktur, Pertanahan, Transportasi, dan Pariwisata, dimana pada tahun fiskal 2005, tercatat sekitar 100.000 tenaga kerja, dan angka tersebut turun di tahun fiskal 2016 dengan angka 85.000 tenaga kerja. Data lain juga menyebutkan bahwa rataan tenaga kerja yang pensiun adalah 3.000 orang per tahun, atau dua kali lipat dari besaran pekerja yang mendaftarkan diri untuk bergabung bersama JR East. Guna menunjang masa transisi dari perusahaan penyedia jasa layanan kereta api di Jepang ini, Tokyu Corp mulai bergerak untuk memasarkan sejumlah inovasi yang mampu menyanggupi requirements yang dibutuhkan oleh mereka – seperti perangkat robot untuk pemeriksaan pemeliharaan sistem kelistrikan. Baca Juga: Robot AI Mudahkan Pelancong Asing dan Lokal di Stasiun Osaka Belum lagi sistem robotika yang dipekerjakan di stasiun, seperti robot yang ditugaskan untuk membersihkan lantai stasiun, hingga penunjuk informasi yang akan memudahkan para penumpang untuk ‘berkelana’ di dalam bangunan stasiun. Kembali lagi, semua sistem robotika ini dihadirkan pihak manajemen kereta api Jepang bukan semata-mata untuk pamer inovasi, melainkan diterpa masalah SDM dan – tuntutan perkembangan teknologi yang semakin maju.  

Sah! Bandara Internasional Narita Perpanjang Durasi Pengoperasian Landas Pacunya

Bandara Internasional Narita di Jepang telah mengumumkan rencana untuk memperpanjang jam operasional salah satu landasan pacunya. Upaya ini ditempuh dalam rangka efisiensi operasional untuk take-off dan landing pesawat-pesawat dengan rute penerbangan menuju Negeri Sakura. Menurut rencana, landas pacu utama di Bandara Internasional Narita ini akan beroperasi hingga tengah malam, terhitung sejak bulan Oktober 2018 kemarin. Baca Juga: Baru Pertama ke Tokyo? Jangan Bingung, Ikuti Tips Ini Agar Tidak Keder! Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (29/1/2019), penerapan kebijakan baru ini memungkinkan bandara unuk menerima para delegasi Olimpiade dan Paralimpiade Musim Panas 2020, dimana Jepang terpilih menjadi tuan rumah dari perhelatan olahraga akbar ini. Proposal mengenai perpanjangan masa pengoperasian dari landas pacu ini juga telah disetujui oleh kota Yokoshibahikari dan kota Sammu di Prefektur Chiba, bersama dengan sembilan kota tetangga. “Tidak bisa dihindari. Saya akan mencoba menjelaskan sejumlah hal kepada penduduk di kota terkait perpanjangan durasi pengoperasian landas pacu ini,” tutur Walikota Yokoshibahikari, Haruhiko Sato. Sebelumnya, warga yang tinggal di sekitar landas pacu sempat menentang kebijakan perpanjangan durasi landas pacu ini dengan alasan kenyamanan. Namun setelah melewati sejumlah negosiasi hingga menemukan kesepakatan, akhirnya warga tersebut mengijinkan pihak bandara untuk menerapkan kebijakan tersebut – dengan jaminan pengurangan tingkat kebisingan yang dijanjikan oleh pihak bandara. Adapun perjanjian hitam di atas putih ini akan sesegera mungkin ditandatangani oleh sembilan kota tersebut, kementerian infrastruktur, dan tentu saja Bandara Internasional Narita tentang perpanjangan durasi pengoperasian landas pacu sepanjang 4.000 meter ini. Data resmi pada tahun 2016 menunjukkan bahwa Bandara Internasional Narita mengelola hampir 50% dari lalu lintas penumpang internasional di negara itu dan 60 persen dari lalu lintas kargo udara internasionalnya. Guna mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang yang diperkirakan akan terus mengalami peningkatan di masa yang akan datang, Bandara Internasional Narita berencana untuk membangun landas pacu ketiganya pada tahun 2020 mendatang. Baca Juga: Pasar LCC Meningkat, Bandara Internasional Narita Siap ‘Upgrade’ Kapasitas Terminal 3 Bandara Internasional Narita sendiri berperan sebagai hub dari Japan Airlines, All Nippon Airways (ANA), dan Nippon Cargo Airlines. Selain itu, sejumlah maskapai berbiayta rendah seperti Jetstar Jepang, Peach dan Vanilla Air juga menggunakan bandara ini sebagai hub mereka. Dengan diperpanjangnya durasi pengoperasian landas pacu Bandara Internaisonal Narita ini, bukan tidak mungkin jika flag carrier Garuda Indonesia akan meningkatkan jumlah penerbangannya menuju bandara tersebut.

Duh! Penumpang Norwegian Cruise Dapati Awak Kapal Tengah Lakukan Adegan Ranjang

Apa yang akan Anda lakukan ketika secara tidak sengaja memergoki dua sejoli tengah berhubungan seksual di hadapan mata Anda? Tentu saja yang pertama Anda rasakan adalah kaget, selanjutnya? Biarlah Anda yang tentukan cerita selanjutnya! Tapi inilah yang menimpa sepasang paruh baya yang tengah bepergian dengan menggunakan Norwegian Cruise beberapa waktu yang lalu. Bukan penumpang yang mereka lihat tengah berhubungan intim, melainkan kru kapal itu sendiri. Baca Juga: Istilah ‘Chikan’ Masuk Kamus Internasional Berkat Tingginya Angka Pelecehan Seksual di Kereta Jepang Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (22/1/2019), adalah Bobby, 64 tahun dan Mary Jackson, 62 tahun yang tengah berada di dalam pelayaran dari Singapura menuju Thailand secara tidak sengaja memergoki seorang kru kapal yang tengah berhubungan intim dengan seorang wanita yang tidak mereka ketahui di kamarnya. “Saya ngeri, apa yang saya lihat waktu itu sangat tidak menyenangkan,” tutur Ny. Mary Jackson. “Saya melihat seorang pria dan wanita tengah berhubungan intim di kamar yang sudah kami tandai sebelumnya,” lanjutnya singkat.
Bobby dan Mary Jackson. Sumber: Daily Mail
Sontak setelah melihat adegan dewasa tersebut, Ny. Jackson langsung menutup kembali pintu kamar tersebut dan tidak lama berselang ada seorang awak kapal yang menghampiri Ny. Jackson. Ia langsung melaporkan apa yang baru saja ia lihat dan ‘Eugene’ langsung melaporkan keluhan Ny. Jackson kepada atasannya. “Kami bukan orang yang terlalu sopan, tapi ini merupakan hal yang sangat konyol bagi kami,” tandas Ny. Jackson. Kendati konyol di pandangan Ny. Jackson, namun sebenarnya apa yang barusan ia lihat itu hanyalah menambah kekesalannya saja pada perjalanan yang ia idam-idamkan tersebut. Pasalnya, seluruh penumpang kapal Noregian Cruise dipaksa menunggu selama kurang lebih setengah jam di Marina Bay Singapura karena masalah teknis dari pihak penyedia jasa layanan. Baca Juga: Duh! Pilot Delta Airlines Kirim Pesan ‘Menggoda’ Kepada Penumpang via Aplikasi Grindr Dikabarkan, Ny. Jackson sempat mengalami sakit pasca melihat kejadian tersebut – entah dilatarbelakangi oleh hal yang membuatnya terkejut itu atau memang kondisi fisiknya yang kurang sehat kala itu. Atas ketidanyamanan yang menimpa Ny. Jackson bersama suaminya ini, pihak Norwegian Cruise lalu memberikan kompensasi berupa voucher berbelanja di dalam kapal senilai US$180 atau yang setara dengan Rp2,5 juta kurs sekarang.    

Penguasa Jalur Selatan, PO Budiman Punya Aturan Ketat

Menikmati pemandangan jalur selatan yang memiliki tikungan tajam akan dirasakan pelancong ketika menggunakan bus atau kendaraan pribadi. Karena, jalur selatan sendiri mulai menampakkan tantangannya seusai dari pintu tol Cileunyi. Dimana setelah melalui dataran tinggi Bandung Raya, pelancong dan pecinta bus atau biasa disebut busmania akan merasakan jalur menanjak dan menurun yang terbilang curam. Baca juga: “Debby,” Sebutan Kesayangan untuk Bus PO Deborah Rute Depok – Lebak Bulus Jalur yang terkenal adalah Nagrek dan Gentong (berada di Tasikmalaya Kabupaten). Mungkin tak banyak perusahaan otobus (PO) yang meluncurkan armadanya melalui jalur ini. Namun ada satu PO bus asal Tasikmalaya yakni PO Budiman yang mampu melewati jalur ini. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, armada PO Budiman sendiri lebih dikenal para busmania adalah bus cepat Budiman. PO Budiman sendiri didirikan sejak tahun 1992 oleh Saleh Budiman. Awalnya PO Budiman hanya memiliki empat armada yakni Mercedes Benz OF 1113 dengan mesin yang berada di depan. Keempat armada ini diberi nomor sesuai urutannya yakni OF 001, OF 002, OF 003 dan OF 04. Namun kini keempat bus pertama yang digunakan oleh PO itu sudah tua dan tertinggal dan tidak dijual untuk mengenang sejarah awalnya. Berjalan hampir 27 tahun, kini bus yang bisa dikatakan penguasa jalur selatan Jawa Barat ini sudah memiliki 700 armada yang tersebar di Pulau Jawa. PO Budiman kini sudah menggunakan Mercedes Benz 1518/XBC EURO3 dengan body RS Evolution dan beberapa menggunakan karoseri Adi Putro New Travego. Tak hanya itu, armada bus ini juga menggunakan karoseri dari Laksana dan sudah menggunakan AC dengan formasi kursi 2-3. Namun, PO Budiman sendiri kini sudah diwariskan kepada Dede Sudrajat yang merupakan putra kedua Saleh Budiman. Bus ini sendiri masih melayani trayek yang cukup berat yakni Pangandaran menuju Bandung dan sebaliknya. Tak berbeda jauh dari PO lainnya yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpangnya, PO Budiman sendiri dikenal dengaan peraturan yang ketat dan positif. Salah satunya adalah dilarang merokok dalam armada dan ini berlaku untuk semua penumpang tak terkecuali pengemudi dan kondektur. Baca juga: PO Sinar Jaya, Tawarkan Kenyamanan dengan Harga Bersahabat Bagi umat muslim yang menjadi penumpang armada bus ini diwajibkan untuk melaksanakan sholat. Bahkan pengemudi dihimbau untuk mampir ke masjid terdekat untuk melaksanakan sholat sebelum melanjutkan perjalanan. Trayek PO Budiman sendiri dari Tasikmalaya ke berbagai kota di Pulau Jawa yakni Serang, Jakarta, Bogor, Depok, Yogyakarta, Sukabumi, Semarang, Wonosobo, Bandung, Pangandaran dan beberapa kota lainnya. Mungkin beberapa armada bus tidak mempermasalahkan tatto pada tubuh pekerjanya, tetapi PO Budiman tidak memperbolehkan hal tersebut. Tak hanya itu ada satu hal yang unik, bila armada bus memiliki body yang unik, PO Budiman hanya berwarna abu-abu biasa dan tulisan Budiman berwarna-warni seperti pelangi.

Tidak Sesuai Gambar, Inilah yang Disajikan Emirates Kepada Penumpang!

Apa yang akan Anda lakukan jika saat Anda kelaparan dan memutuskan untuk memesan makanan di dalam sebuah pesawat, namun makanan yang datang sama sekali jauh dari apa yang Anda bayangkan? Tentu Anda akan kesal, bukan? Baca Juga: Tidak Puas Dengan Popso Nasi Goreng Parahyangan, Penumpang Layangkan Petisi ke PT KAI dan PT RMU Ya, kurang lebih hal seperti inilah yang menimpa salah satu penumpang dari maskapai asal Timur Tengah, Emirates, dimana seorang penumpang yang tengah dalam perjalanan dari Dublin menuju Brisbane disuguhi makanan yang sangat berbeda dengan yang ada di foto. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (31/1/2019), adalah Paul Carline yang kecewa terhadap makanan yang ia terima dari pihak Emirates. Di dalam selembaran yang menampilkan varian makanan, Paul memutuskan untuk memesan Cajun Chicken Sandwich. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya penganan yang dipesan Paul datang dan ia langsung kaget ketika melihat makanan yang datang sangatlah jauh dengan apa yang digambarkan oleh pihak Emirates dalam selembaran tersebut. Merasa kesal dengan pelayanan yang Paul dapatkan, ia langsung berinisiatif untuk mengambil foto dan membagikannya di laman Facebook pribadinya. Ini merupakan tanggapan yang Paul lakukan untuk memberi tahu orang lain bahwa pelayanan yang diberikan oleh maskapai Emirates tidaklah prima. “Tidaklah seburuk makanan yang diberikan Emirates kepada saya saat melakoni perjalanan dari Dubin menuju Brisbane,” tulis Paul dalam laman Facebooknya. Di dalam selembaran yang Paul lihat, Cajun Chicken Sandwich yang ia pesan tersebut tercantum deskripsi, “Cajun ayam dan keju,” yang dibalut oleh roti gulung. Namun makanan yang tiba ke Paul sama sekali berbeda dengan apa yang dituliskan oleh pihak Emirates – hanyalah roti burger tipis, sebuah keju lembaran, dan sepotong ayam berukuran mini pada bagian tengahnya. Sontak, setiap pengguna Facebook yang melihat unggahan Paul ini ‘menelurkan’ komentar sinis terhadap roti sandwich tersebut. “Apa itu?! Terlihat seperti beberapa iris keju berjamur,” tulis salah seorang netizen di kolom komentar. “Lalu, dimanakah letak ayamnya,” tanya pengguna Facebook lain. Dari sekian banyak komentar yang masuk, Paul menanggapi salah satu pertanyaan netizen. “Saya tidak bisa menyebut ini sebagai makanan. Bahkan ini (Cajun Chicken Sandwich) tidak akan mampu mengisi lubang di gigi saya,” kata Paul. Baca Juga: Sajian Makanan di Pesawat Wajib Ekstra Bumbu, Inilah Alasannya! Tapi tidak sedikit juga yang menganggap unggahan Paul ini hanyalah sekedar ajang untuk mencari sensasi. “Terlihat seperti Anda telah menggigit ayamnya terlebih dahulu, Anda adalah seorang pembohong!” Terlepas dari komentar para netizen tersebut, kejadian seperti ini bisa dianggap sebagai satu teguran terhadap pihak maskapai agar mereka bisa lebih memperhatikan standar penyajian kepada para konsumennya.  

Gawat! Akses Data Divisi Pesawat Komersial Airbus Berhasil Diretas

Grup kedirgantaraan asal Benua Biru, Airbus, dikabarkan mengalami serangan cyber pada Rabu (30/1/2019) kemarin. Serangan ini berimbas pada akses tidak sah ke data yang ada di divisi pesawat komersial mereka. Hingga saat ini, masih belum diketahui secara detail, siapa yang telah berusaha untuk meretas data di raksasa manufaktur pesawat tersebut, namun salah satu juru bicara dari Airbus mengatakan, insiden ini tidak berdampak terhadap operasi komersial di tubuh Airbus sendiri. Baca Juga: Gandeng Airbus, Facebook Akan Jalani Proyek Penyiaran Internet dari Udara Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Colin Bastable selaku CEO dari Lucy Security mengatakan bahwa Airbus harus sesegera mungkin untuk mengambil tindakan pasca insiden ini. Sementara itu, para ahli dari Airbus diketahui tengah meneliti secara menyeluruh insiden percobaan peretasan data ini. “Sedang diselidiki secara menyeluruh oleh para ahli Airbus” ujar juru bicara Airbus. “Investigasi sedang berlangsung untuk memahami apakah ada data spesifik yang ditargetkan,” lanjutnya. Divisi pesawat komersial Airbus sendiri berisikan sekitar 10.000 orang Inggris, yang terbagi ke dalam dua lokasi. Namun pihak Airbus sendiri menyebutkan bahwa hanya sektor Eropa saja yang terdampak serangan cyber ini. “Kami tahu beberapa data pribadi diakses,” ujar pihak Airbus. “Sebagian besar kontak profesional dan rincian identifikasi TI dari beberapa karyawan Airbus di Eropa,” imbuhnya. Perusahaan pembuat jet komersial, pesawat militer, dan material kedirgantaraan lainnya ini bekerja sejalan dengan General Data Protection Regulation (GDPR) Uni Eropa yang mengharuskan perusahaan untuk melaporkan serangan tersebut dalam waktu 48 jam setelah temuan pertama. Insiden “akses tidak sah ke data” seperti ini menimbulkan kecurigaan tentang spionase industri kedirgantaraan yang dijalankan oleh Airbus. Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa nama Airbus di sektor kedirgantaan internasional sudah tidak bisa diragukan lagi. Baca Juga: Kendati Produksi Dihentikan, Airbus A380 Tetaplah Fenomenal Perkembangan sayap bisnis yang tengah digenjot perusahaan, hingga kerja sama dengan sesama manufaktur pesawat. Mungkin hal inilah yang membuat sebagian orang iri terhadapnya dan berusaha untuk berlaku curang kepadanya – dengan cara meretas. Tidak menutup kemungkinan juga jika insiden ini merupakan upaya untuk mengambil data pribadi seorang pegawai Airbus (target individu), untuk masuk ke dalam jaringan perusahaan untuk eksploitasi lebih lanjut.

Prambanan Ekspres, KRD Pertama yang Gunakan Aplikasi KAI Access untuk Pembelian Tiket

Prambanan Ekspres atau yang sering disebut Prameks relasi Yogyakarta-Solo-Kutoarjo PP tersebut, kini tiketknya bisa dibeli melalui aplikasi KAI Access. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghadirkan kemudahan ini untuk meningkatakan pelayanan kepada masyarakat yang menggunakan kereta rel diesel (KRD) itu. Baca juga: Kereta Lokal Daerah Seperti Tak Terurus, Bahkan Terkesan Diabaikan PT KAI Bisa dikatakan KA Prameks merupakan KRD pertama yang pembelian tiketnya melalui aplikasi. Sebab kereta Bandung Raya yang merupakan kereta komuter masih menggunakan kereta ekonomi biasa meski tiketnya bisa dibeli melalui aplikasi yang sama. Pembelian tiketnya sudah bisa dibeli per hari ini yakni 1 Februari 2019 sehingga penumpang tak lagi perlu membeli di loket stasiun. Cara pembeliannya pun mudah, bagi pengguna baru wajib mengunduh aplikasi KAI Access dan mendaftarnya. Bila sudah memiliki aplikasi, akan lebih mudah dengan memilik menu kereta lokal.
KAI Access layanin pembelian tiket KA Prameks (KabarPenumpang.com)
Dilansir KabarPenumpang.com dari kai.co.id (31/1/2019), pemesanan tiket KA Prameks dapat dilakukan tujuh hari hingga lima menit sebelum keberangkatan. Pembelian tiket KA Prameks dalam satu kali transaksi hanya satu tiket dan dalam satu hari dibatasi maksimal 15 kali transaksi per hari melalui aplikasi. Pembelian tiket ini akan berbeda ketika penumpang datang langsung ke loket stasiun, maka berlaku satu orang bisa memesan hingga empat tiket. Setelah berhasil melakukan transaksi pembelian tiket KA, maka nama dan nomor ID pemilik akun akan muncul di data e-ticket. Perlu diketahui juga bahwa anak usia tiga tahun sudah wajib membeli tiket. Untuk pembayaran, cukup melalui dompet elektronik (e-wallet). Sedangkan batas waktu pembayaran transaksi tiket tergantung dari masing-masing dompet elektronik (e-wallet) yang dipilih. Bagi calon penumpang KA Prameks yang akan melakukan pembatalan dan ubah jadwal hanya dapat dilakukan di loket stasiun. Dan bagi penumpang yang sudah melakukan proses ubah jadwal pembatalan di loket maka e-tiket pada aplikasi KAI Access dinyatakan tidak berlaku dan tidak valid. Untuk melakukan proses boarding, penumpang cukup menunjukkan e-tiket (bukti transaksi) di menu My Trips aplikasi KAI Access dengan memilih halaman Local Train dan petugas akan melakukan proses boarding dengan scan QR code pada e-tiket dan validasi visual mencocokan e-tiket dengan bukti identitas asli penumpang. Di atas KA, penumpang yang menggunakan e-tiket akan diperiksa oleh Kondektur, dan masing masing penumpang diperiksa dengan cara menyetuh layar smartphone untuk memastikan barcode penumpang berdetak dan e-tiket sesuai dengan perjalanan kereta apinya. Baca juga: KA Komuter Prameks, Rencana Hingga Ke Sragen dan Pembangunan Jalur Listrik Yogya-Solo “Layanan pemesanan tiket KA Prameks melalui aplikasi KAI Access ini kami berikan kepada pelanggan setia kereta api sebagai wujud konkret bahwa KAI selalu mendengar masukan dari konsumen. Kami berharap bertambahanya kemudahan pemesanan tiket ini menjadikan moda kereta api sebagai pilihan utama masyarakat pelaju dari Yogya, Solo, dan Kutoarjo,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.

Body Shaming di Pesawat, Wanita ini Dikatakan Punya Berat Dua Ton

Seorang wanita turun meramaikan jejaring sosial Facebook dengan sebuah unggahan surat terbuka yang ditujukan kepada seorang pria yang diduga mempermalukan dirinya dalam sebuah penerbangan Delta Airlines pada pertengahan Januari 2019 kemarin. Di dalam unggahan yang sudah dihapus tersebut, seorang penumpang yang bernama Katie Kiacz bercerita bahwa seorang penumpang pria telah melontarkan ujaran yang mengandung body shaming kepada dirinya. Baca Juga: Pilu! Inilah Curhatan Savannah Phillips, Penumpang Pesawat yang di Bully Karena Tubuhnya Cerita ini berawal ketika Katie tengah berada dalam penerbangan dari Orlando menuju Detroit dengan menggunakan maskapai asal Negeri Paman Sam, Delta Airlines. Ketika tengah mengudara, ia melihat seorang pria yang tidak ia kenal sedang menulis pesan teks kepada rekannya yang berisikan ‘hinaan’ terhadap berat badan Katie. Sekilas. Katie melihat bahasa pria ini mendeskripsikan Katie dengan sebutan ‘wanita dua ton’. “Kepada pria yang berada di dalam penerbangan Delta Airlines Flight DL1723, Anda telah menyebut saya sebagai ‘wanita dua ton’ dan memberi tahu rekan Anda melalui pesan teks,” tulis Katie dalam laman Facebooknya, dikutip KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (29/1/2019). “Tidakkah Anda tahu bahwa itu merupakan suatu hal yang buruk?” lanjut Katie kesal kepada pria yang mengejeknya tersebut. Katie lalu mengklarifikasi kepada pria tersebut bahwa, “saya baru saja melahirkan,” Setelah mendapatkan ‘teguran’ langsung dari Katie, pria yang disinyalir duduk di samping Katie tersebut langsung pergi ke kamar mandi lalu meminta kepada awak kabin untuk memindahkan tempat duduknya secara diam-diam. “Saya sangat senang dia bisa pindah tempat duduk,” ujar Katie. Alih-alih meminta maaf atau mencoba untuk mengklarifikasi ejekannya tersebut, pria ini lebih memilih untuk diam selama sisa penerbangannya menuju Detroit. Melanjutkan pernyataan terbukanya tersebut, Katie mengatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan klarifikasi dari si pria, atau Katie tidak akan meminta sepeserpun uang dari kocek si pria, melainkan dirinya hanya ingin publik tahu bahwa ungkapan body shaming itu sangatlah tidak baik. Baca Juga: Inilah Beberapa Tipe Penumpang Pesawat, Anda Masuk Kategori Yang Mana? “Jika setelah dikonfrontasi Anda masih beranggapan bahwa Anda tidak merasa bersalah, maka Anda tidak perlu meminta maaf,” tulisnya dalam pernyataan terbuka tersebut. Di akhir cerita, Katie membubuhkan frasa, “panggil atau tegur dia,” yang ditujukan bagi para korban body shaming ketika mendengar sebuah pernyataan yang menyinggung mereka. Ia hanya ingin setiap orang untuk lebih berhati-hati sebelum berbicara. Sebelum dihapus, unggahan Katie ini dibagikan lebih dari 102.000 kali dengan sekira 85.000 komentar yang semuanya mendukung aksi Katie dalam memerangi masalah body shaming ini.