Pada akhir Maret 2019, MRT Jakarta dijadwalkan mulai operasi penuh. Serangkaian uji coba penuh telah dilakukan untuk memantapkan layanan kereta komuter bawah tanah pertama di Indonesia ini. Nah, sebagian dari Anda mungkin bertanya, bagaimana cara pembayaran saat naik MRT Jakarta?
Baca juga: Awak Media Coba MRT Jakarta, Perjalanan Terlambat 10 Menit dan Tiba Tepat Waktu di Stasiun Akhir
Selain nantinya dapat menggunakan kartu tap seperti e-money, PT MRT Jakarta juga menghadirkan kartu khusus, seperti halnya PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang merilis kartu multi trip dan kartu sekali jalan.
Kartu yang akan digunakan MRT Jakarta bernama Kartu Jelajah, yakni kartu dengan uang elektronik yang bisa digunakan disemua stasiun MRT. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin mengatakan, untuk ‘menemani’ Kartu Jelajah, kartu uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank juga bisa digunakan penumpang nantinya.
“Kami masih menunggu persetujuan dari Bank Indonesia,” ujar Kamaludin yang dikutip KabarPenumpang.com dari thejakartapost.com (4/2/2019).
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, nantinya pada 12 Maret 2019 uji coba secara penuh yang bisa dirasakan masyarakat akan ada penggunaan Kartu Jelajah secara resmi.
“Kita akan uji coba untuk masyarakat yang sudah mendaftar di website MRT Jakarta dengan kartu. Tapi ini kartu sementara, sebelum kartu yang akan digunakan setelah MRT beroperasi pada akhir Maret 2019 ini,” ujar William.
Kamaludin menambahkan, setiap masyarakat yang akan mengikuti uji coba kereta MRT tidak semuanya melalui Bundaran HI, melainkan akan naik dari setiap stasiun MRT.
“Masyarakat yang akan ikut uji coba nantinya akan dibagi-bagi sesuai daerah terdekat mereka yakni di semua stasiun. Sehingga tidak hanya naik dari Bundaran HI saja. Kita lakukan ini juga untuk uji coba fasilitas di semua stasiun,” kata dia.
Ada 13 stasiun MRT Jakarta akan mulai beroperasi pada Maret 2019 mendatang. Saat ini jalur sepanjang 16 km tersebut sudah dilakukan uji coba selama 24 penuh oleh kereta MRT dengan otomatis. Uji coba dengan operasional emergency akan mulai pada 27 Februari 2019 hingga 11 Maret 2019.
Dalam uji coba tersebut akan melibatkan pemadam kebakaran dan petugas serta karyawan gedung sekitaran stasiun MRT Jakarta. Sementara itu, pembangunan MRT tahap kedua harus ditunda, menunggu persetujuan dari Sekretariat Negara Fase kedua, menghubungkan lingkaran lalu lintas Hotel Indonesia ke Stasiun Kota di Jakarta Barat, telah didorong mundur dari rencana awal untuk mulai bekerja pada Desember 2018.
Baca juga: MRT Jakarta Buka Naming Right Tahap 2, Semua Perusahaan Indonesia Bisa Ambil Bagian
Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, keterlambatan persetujuan Sekretariat Negara terkait dengan masalah tata guna lahan terkait wilayah Medan Merdeka di Jakarta Pusat. Manajemen juga mempertimbangkan apakah akan menawarkan mobil penumpang khusus wanita di MRT.
Terowongan kereta api tua tak hanya ada di Indonesia, di Australia tepatnya di Gold Coast juga ada satu terowongan tua yang sudah dibangun sejak tahun 1888. Terowongan kereta api ini bernama Ernest Junction di Molendinar yang merupakan sisa kejayaan kereta South Coast yang menghubungkan antara Brisbane dan Gold Coast hingga 1964.
Baca juga: Hanya Cerita yang Tersisa dari Terowongan KA Wilhelmina di Pangandaran
Kini, terowongan tersebut sering dikunjungi oleh para bikers dan kelompok klandestin Gold Coast, kemudian dirapikan oleh penduduk serta seniman tempat untuk menjadi lebih baik lagi. Dirangkum KabarPenumpang.com dari abc.net.au, Judith deBoer mengatakan, dirinya pernah melewati terowongan tersebut dimasa mudanya.
“Saya biasanya naik kereta api dari Brisbane ke Southport pada waktu Natal untuk mengunjungi bibiku dan saya menyadari itu melalui terowongan ini,” kata dia.
Hingga lima tahun lalu Judith dan sang suami Ted, mencari lokasi untuk konser musik dan membayangkan terowongan untuk tempatya. Kemudian dirinya menuju ke Ernest Junction dan saat itu, terowongan sepanjang 110 meter tersebut di kedua pintu masuk sudah ditumbuhi rumput-rumput luar.
Bagian dalamnya digenangi lumpur semata kaki, banyak kaleng cat semprot bekas dan sampah yang berserakan. Keduanya kemudian ke bagian cagar budaya dan meminta bantuan masyarakat untuk membersihkan terowongan tersebut.
Setiap minggu mereka memotong rumput, membersihkan sampah dan kini terowongan tersebut menjadi aset bagi beragam komunitas. Dimana kini dinding terowongan sudah penuh dengan coretan hasil lukisan semprot dengan pesan yang baik dan terowongan tetap bersih.
“Kami tidak menyebut karya mereka sebagai grafiti dan itu satu-satunya tempat di Gold Coast, atau saya pikir di Queensland tenggara, di mana mereka benar-benar dapat membuat dan tidak mendapat masalah. Semua usaha kreatif dipersilakan. Banyak syuting, hal-hal indah terjadi di sini,” kata Judith.
Bahkan seorang fotografer Ness Stretton yang dulunya menaiki motorcross untuk melewati terowongan di masa mudanya, kini menggunakan Ernest Junction sebagai latar belakang fotografinya
“Anda dapat melakukan hal-hal di siang hari yang biasanya hanya bisa Anda lakukan di malam hari seperti pemintalan wol baja,” kata Ness.
Bahkan universitas menggunakan untuk latihan membuat film dan banyak fotografer independen membawa model ke tempat itu untuk pemotretan. Diketahui, jalur kereta api yang satu ini pernah digunakan kereta South Coast untuk mengangkut penumpang dan barang dan ditutup tahun 1964 lalu.
Peter Jones seorang sejarawan mengatakan, terowongan ini adalah salah satu sisa jalur kereta api dan Stasiun Nerang ada di museum Mudgeeraba. Dia mengatakan jalur kereta terputus karena berat kereta terus meningkat dan duluar dari rekayasa pembuatan rel.
Terowongan tersebut telah ditempatkan di Gold Coast Heritage Register, tetapi Judith deBoer, dan sekelompok penduduk setempat yang berkomitmen, sekarang menginginkannya ditempatkan pada Daftar Warisan Budaya Queensland untuk memberikan lapisan perlindungan lain dari pengembangan di masa depan di Molendinar. Anggota Dewan Divisi, Dawn Crichlow, mengatakan terowongan itu memiliki dua pemilik dan diperlukan kesepakatan.
Baca juga: “Terowongan Cinta” di Ukraina, Salah Satu Jalurnya Menuju Pangakalan Militer Rahasia
“Kami punya masalah sebelumnya karena setengah dimiliki oleh dewan dan setengah dimiliki oleh negara. Sekarang negara dengan senang hati menyerahkannya kepada dewan dan dewan telah mendukung ke Daftar Warisan Budaya. Aku merasa sangat percaya diri,” ujar Dawn.
Friends of the Ernest Junction Tunnel berharap terowongan itu akan ditambahkan ke Daftar Warisan Queensland pada pertengahan 2019.
Penerbangan langsung jarak jauh Jakarta – London kini menjadi kebanggan bagi maskapai nasional Garuda Indonesia, dengan armada Boeing 777-300ER (Extended Range), penerbangan Jakarta – London dapat ditempuh dalam 16 jam 45 menit. Untuk melayani rute jarak jauh tersebut, Garuda Indonesia menawarkan kursi di kelas bisnis dan kelas ekonomi.
Baca juga: 22 Januari 2019, Garuda Indonesia Terbang Langsung ‘One Way’ dari London ke Denpasar
Di kelas bisnis berkapasitas 26 kursi, sementara kapasitas di kelas ekonomi dengan 367 kursi. Yang menjadi tantangan saat ini adalah, tingkat kerisian dalam penerbangan 3x seminggu ini, load factor harus memadai agar didapat keuntungan dalam penerbangan yang tanpa transit ini.
Nah, guna memaksimalkan tingkat keterisian kursi, sekaligus juga menawarkan kenyamanan ‘lebih’ bagi penumpang di kelas ekonomi, Garuda Indonesia baru-baru ini membuat terobosan dengan menghadirkan inovasi layanan baru yang disebut ESCort (Economy Sleeping Comfort) dan Premium untuk rute Jakarta-London serta Bali-London. Apa saja sih yang didapat dengan memilih dua kelas ini?
Layanan ESCort dihadirkan untuk penumpang dengan pengalaman yang lebih nyaman selama penerbangan jarak jauh. Dimana penumpang bisa berbaring di satu baris kursi (terdiri dari 3 kursi) kelas ekonomi yang ditambahkan dengan kasur matras, bantal dan selimut yang dipilih secara khusus.
Tak hanya itu, penumpang juga diberikan bagasi gratis hingga 40 kg, pelayanan yang didapat pun setara kelas bisnis yakni makanan, perlengkapan, penanganan bagasi, voucher WiFi senilai US$5 atau Rp696 ribu. Kemudian juga akan mendapat miles khusus sebanyak 200 persen dari yang biasanya didapat di kelas-kelas lainnya.
Sedangkan untuk layanan Premium penumpang tetap duduk di kelas ekonomi, namun ruang kursi lebih luas. Untuk ukuran berat barang bagasi, pelayanan dan lainnya juga hampir sama dengan kelas ESCort. Tetapi yang berbeda adalah miles yang didapat yakni 150 persen.
“Pelayanan yang mulai dihadirkan pada Selasa (5/2/2019) merupakan layanan baru dan merupakan terobosan bagi maskapai dserta bagian dari upaya untuk memenuhi permintaan pelanggan sambil tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat di antara perusahaan penerbangan,” kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan mengatakan yang dikutip dari thejakartapost.com (5/2/2019).
Baca juga: Mulai 13 Desember, Garuda Indonesia (Kembali) Buka Penerbangan Langsung Jakarta-London
Ikhsan mengatakan, Garuda akan terus menjadi kreatif dan inovatif dalam merebut pasar terutama untuk rute London. Layanan telah tersedia untuk pemesanan melalui semua saluran langsung maskapai, termasuk situs web, aplikasi seluler dan call center, sejak 26 Januari dengan sekitar 24 kursi yang tersedia untuk ESCort dengan harga Rp28 juta (U$2.001) ke atas, dan 30 kursi tersedia untuk ekonomi Premium, dengan harga mulai dari Rp21 juta.
Namun, beberapa netizen justru mempertanyakan aspek safety pada tiga kursi yang disatukan sebagai ‘tempat tidur,’ meski penumpang diberi alas berupa matras, tapi bagaimana dengan safety belt-nya? Sebab meski dalam posisi tidur safety belt dianjurkan tetap harus dipasang untuk mengantisipasi dampak turbulensi yang bisa datang sewaktu-waktu.
TransMilenio merupakan desain yang dicontoh oleh TransJakarta yang kini berseliweran meluncur di jalanan Ibu Kota Jakarta. Bus Rapid Transit (BRT) yang sukses di Bogota Kolombia ini hingga Juni 2007 lalu melayani delapan jalur yakni Av. Caracas, Calle 80. Av. Autopista Norte, Av. Jiménez, NQS (“Norte Quito Sur”), Calle 13, Av. de las Américas, dan Av. Suba.
Baca juga: Yuk Mampir di Halte Karet, TransJakarta Siapkan Mushola Untuk Calon Penumpang
Dirangkum KabarPenumpang.com dari Wikipedia, TransMilenio meluncur di Bogota sejak Desember 2000 dan terbagi atas tujuh fase. Dimana fase ke 3 pada Agustus 2007 dengan koridor 10 dan Av. El Dorado masih harus dikontrak.
TransMilenio sendiri punya halte unik yang berada di tengah jalan utama, yang di kemudian hari diikuti oleh desain halte TransJakarta. Dimana penumpang naik ke halte dengan membayar karcis kemudian menunggu kedatangan bus yang mana pintu kaca akan terbuka saat bus tiba.
Bus yang digunakan TransMilenio menggunakan mesin diesel yang dibeli dari pabrik perusahaan Kolombia-Brasil Marcopolo-Superior, Jerman (Mercedes Benz) dan yang berbasis di Skandinavia seperti Volvo serta Scania. Agustus 2007, TransMilenio kini memiliki 1.027 armada bus dan tarif sekali menggunakan BRT ini 1400 peso atau US$0,70.
(Wikipedia)
Tak hanya itu pada tahun 2007, BRT ini sudah menggunakan kartu yang tinggal di scan untuk pembayaran bernama Mifare. Saat peluncuran perdana kartu pembayaran ini ada masalah dan bisa diatasi dengan baik sehingga sistem pembayaran berjalan dengan baik.
Seperti halnya TransJakarta yang memiliki bus pengumpan (feeder), maka TransMilenio juga memiliki bus pengumpan berwarna hijau, sedangkan TransMilenio berwarna merah dan tidak ada biaya tambahan untuk menggunakan bus tersebut. Meski halte bus TransMilenio ini mudah diakses dan memiliki jalur pejalan kaki, tetapi jalur untuk difabel tidak ada. Bahkan tahun 2004 lalu sudah ada aturan untuk memberikan kemudahan bagi difabel tetapi belum terlaksana.
Pada Mei 2006, jalur TransMilenio berubah drastis dengan penambahan beberapa bagian. Dimana rutenya menerapkan kombinasi nomor dan huruf untuk penamaannya dan mengatasi kurangnya informasi. TransMilenio memberikan petunjuk interaktif yang meliputi rute, halte, jalur terdekat dan kombinasi rute.
Ada 26 rute dari pusat kota ke bandara sisi barat dan sepuluh koridor dari pusat kota ke selatan. Sencillas, merupakan halte layanan lokal, terletak setiap 500 meter. De transferencia (Transfer), tempat berpindah jalur dalam suatu terowongan.
Sin intercambio (Non transfer), bukan tempat transfer dari jalur utara-selatan ke jalur selatan-utara, terletak di sepanjang Autopista Norte. Intermedias (Penghubung), layanan meliputi pengumpan dan jalur utama dan Cabecera (Portal), dekat pintu masuk kota.
Baca juga: 15 Tahun Beroperasi, TransJakarta Targetkan 236 Rute di Akhir Tahun 2019
Sebagai tambahan bagi pengumpan dan bus gandeng, bus antarkota dari area metropolitan juga tiba di stasiun ini. Semua stasiun memiliki papan elektronik yang memberi jadwal kedatangan bus dan peta sistem. Terdapat juga stasiun yang memberikan layanan pendamping bagi penumpang. TransMilenio memiliki 114 halte yang tersebar di berbagai area kota
Membawa hewan piaraan ke dalam penerbangan mungkin diperbolehkan oleh beberapa maskapai. Biasanya hewan piaraan maupun hewan pembantu penghilang trauma ini memiliki izin dari pihak maskapai dan otoritas bandara. Tetapi apa jadinya jika yang dibawa adalah satwa liar dan merupakan yang dilindungi?
Baca juga: Nekad! Penumpang Paruh Baya Selundupkan Tikus “Gerbil” di Dalam Rok
Baru-baru ini, di India ditemukan seekor anak macan tutul berusia satu bulan yang disembunyikan dalam tas penumpang di penerbangan internasional dari Thailand ke India. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman abc.net.au (3/2/2019), anak macan tutul betina tersebut ditemukan di Bandara Chennai oleh petugas keamanan yang bertindak karena mendapat informasi.
Awal penangkapannya yakni saat seorang pria berjalan dengan mencurigakan. Kemudian terdengar suara samar-samar asalnya dari dalam tas yang baru diambil di claim bagasi kargo Bandara Chennai. Tas tersebut diperiksa petugas dan ditemukan sebuah keranjang plastik berwarna merah muda dengan seekor anak macan tutul di dalamnya. Anak macan tutul seberat 1,1 kg tersebut memperdengarkan suara gemetar dan tampak sangat lemah.
“Petugas bea cukai yang menemukan anak macan tutul tersebut kemudian memberikan satu botol susu kepada para petugas yang menangani satwa liar tersebut hingga petugas Biro Pengendalian Kejahatan Margasatwa tiba,” ujar Komisaris Bea Cukai Bandara Chennai Rajan Chaundhary.
Bayi satwa liar dan pria berusia 45 tahun tersebut diserahkan kepada Departemen Kehutanan Tamin Nadu untuk ditindak lebih lanjut lagi. Chaundhary mengatakan anak maca tutul itu akan diamankan dan dikarantina kembali di Taman Zoologi Aringa Anna setelah mengalami masa yang berat.
Saat ini pihak berwenang tengah menyelidiki penumpang yang membawa anak macan tutul tersebut, apakah penumpang itu merupakan bagian dari jaringan penyelundupan internasional. Diketahui, kejahatan terhadap satwa liar telah marak dan bertumbuh menjadi area signifikan dari kejahatan transnasional terorganisir.
Baca juga: Selundupkan Bayi Boa, Seorang Penumpang Terancam Pidana Denda!
Nilai penjualan dari penyelundupan tersebut ditaksir bernilai hingga Rp29 miliar per tahun di seluruh dunia dan pihak berwenang di Thailand telah berupaya untuk menindak perdagangan tersebut.
Setelah pada 9 Januari lalu penyanyi Abdul melantunkan dua lagu secara akustik di ketinggian 35 ribu kaki. Rencananya dalam memeriahkan momen Valentine pada 14 Februari 2019, Garuda Indonesia akan kembali menggelar GIAcoustic. Mengusung tema “Love is in The Air,” Garuda Indonesia menghadirkan penyanyi Andien dan Tompi pada pesawat rute Jakarta – Denpasar nomor penerbangan GA 4182 yang berangkat pada pukul 12.35 WIB.
Baca juga: Abdul “Indonesian Idol” Tampil Live di Ketinggian 35 Ribu Kaki
Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dalam siaran pers mengungkapkan, “Sejalan dengan animo masyarakat yang tinggi atas gelaran GIAcoustic ini, maka Garuda Indonesia pada momen hari valentine mendatang kembali menghadirkan hiburan live music acoustic yang kali ini dimeriahkan oleh Andien dan Tompi”.
“Hadirnya Andien dan Tompi dalam pagelaran GIAcoustic ini tentunya kami harapkan dapat menghadirkan nuansa berbeda khususnya bagi pengguna jasa yang ingin menikmati momen hari valentine di pesawat melalui lantunan music acoustic lagu-lagu kenamaan karya Andien dan Tompi” tambah Ari.
“Sejumlah penyempurnaan konsep gelaran GIAcoustic ini telah kami lakukan untuk memastikan aspek kenyamanan penumpang tetap terjaga, baik dari fitur teknologi penunjang hingga konsep performance yang lebih interaktif” jelas Ari.
Hadirnya GIAcoustic ini merupakan komitmen berkelanjutan maskapai dalam menghadirkan “The New Flight Experience” kepada pengguna jasa yang sekaligus memberikan nilai tambah tersendiri kepada pengguna jasa ketika menggunakan layanan penerbangan Garuda Indonesia sebagai maskapai full service.
Baca juga: Ternyata, Mendengarkan Musik Memiliki Banyak Manfaat Selama Perjalanan
Adapun layanan live music akustik tersebut telah melalui serangkaian assesment dalam memastikan aspek safety dan security yang tetap terjaga. Hal tersebut sejalan dengan komitmen maskapai dalam menghadirkan upaya peningkatan layanan yang sejalan dengan aspek ketaatan regulasi dan safety.
Promo wisata ke luar negeri sudah jamak di dengar sehari-hari, mulai dari promo wisata ke Asia, Eropa, Amerika dan Timur Tengah, menjadi andalan biro-biro perjalanan untuk memikat hati pelanggan. Namun, kali ini ada promo wisata ke luar negeri yang tidak biasa, yaitu berupa tawaran paket wisata ke Rusia untuk melihat langsung proses peluncuran roket antariksa berawak Soyuz MS-12 di Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan.
Baca juga: Pratiwi Pujilestari Sudarmono – Calon Astronot Pertama Indonesia yang Terpaksa Mengubur Asanya Ke Luar Angkasa
Soyuz MS-12 sendiri merupakan roket yang dikirim ke ruang angkasa untuk memasok logistik untuk kebutuhan stasiun ruang angkasa International Space Station (ISS). Sang penggagas dan pelaksana promo unik ini adalah Antarexxa, perusahaan startup asal Indonesia yang fokus pada edukasi luar angkasa. Dan promo wisata ini pun diberi label “Promo Tour: Introduction to Russian Space Industry.”
Karena jadwal peluncuran terbilang ketat, maka kesematan ikutan promo ini pun terbatas, waktunya telah ditetapkan, yaitu berangkat dari Jakarta pada 6 Maret dan pulang 15 Maret 2019 dari Moskow, Rusia. Dikutip dari laman Instagram, paket perjalanan selama 9 hari ini mencakup kunjungan ke Russian Space Industry selama 3 hari di Moskow, kemudian 6 hari di Baikonur.
Baca juga:Virgin Galactic Sukses Terbangkan (Kembali) Pesawat Bertenaga Roketnya ke Antariksa
Biaya yang dipatok untuk bisa menikmati paket ‘luar angkasa’ ini mulai US$3.400 khusus untuk warga Indonesia. Selain menyuguhkan momen peluncuran roket, promo wisata ini juga diisi dengan kunjungan ke museum antariksa dan melihat langsung aktivitas kosmonot di Baikonur. Lepas dari jadwal perjalanan di Maret, Antarexxa juga menyiapkan paket tour antariksa di 6 Juli dan 25 September 2019.
Citilink menerima transferan sebanyak dua pesawat ATR72-212 dari PT Garuda Indonesia. Kedua pesawat ATR yang ditransfer tersebut melalui mekanisme sub-sublease atau menyewakan.
Baca juga: Angkut Petugas dan Bantuan Kemanusiaan, Garuda Indonesia Terbangkan ATR-72 600 Ke Palu
Gerry Soedjatman, Sekretaris Jaringan Penerbangan Garuda Indonesia mengatakan, pesawat jenis ATR lebih ideal dan tepat bila dioperasikan oleh maskapai dengan layanan minimun atau no frills. Sebab bila digunakan pada maskapai layanan penuh atau full service, akan membuat biaya tambahan.
“Kedua maskapai tersebut memiliki perbedaan struktur biaya dan pendapatan. Additional services akan mengakibatkan additional costs, dan itu sangat memudahkan terjadinya cost overrun untuk pengoperasian pesawat sekelas ATR,” kata Gerry.
Menurutnya, dengan cara transfer pesawat ATR ke Citilink cukup efektif jika dioperasikan dan berharap ATR lain yang digunakan Garuda Explore dilakukan spin-off menjadi maskapai sendiri atau dialihkan keselurahannya ke Citilink. Diketahui pada 11 Desember 2018 kemarin, kedua perusahaan penerbangan tersebut menandatangani perjanjian sub sewa lanjutan terkait ATR72-212 A MSN 1422 dan MSN 1438.
Awal pelaksanaan sub sewa ini sendiri lanjutan dari pesawat yang ditandai dengan penandatanganan sertifikat penerimaan oleh Citilink pada 29 Januari 2019 kemarin. Sehingga pada hari yang sama juga pesawat akan mulai dioperasikan oleh Citilink.
“Transfer armada ini diproyeksikan dapat memperbaiki kinerja operasional Perseroan secara keseluruhan dengan melakukan optimalisasi terhadap armada yang masih dimiliki oleh perseroan,” ujar Pjs VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia, M.Ikhsan Rosan yang dikutip KabarPenumpang.com dari liputan6.com.
Dengan adanya pentransferan dua armada ATR tersebut, Citilink juga harus memikirkan para pilot dan kru Garuda yang mengoperasikannya. Dikarenakan, biasanya perpindahan pesawat sendiri juga diikuti oleh kru penerbangan tersebut. Gerry menambahkan, pilot senior yang sudah lama mengabdi di Garuda belum tentu bersedia untuk berpindah ke Citilink.
Baca juga: Wings Air Resmi Buka Rute Makassar – Maumere – Labuan Bajo dengan ATR-72
“Harus dilihat lagi kontrak kerja dan peraturan kerja bersamanya,” ujarnya. Kedua pesawat tersebut merupakan tahap awal dari total 16 unit ATR 72-600 milik induk usahanya yang akan dialihoperasikan.
Selain penghapusan fasilitas free baggage allowance pada maskapai berbiaya rendah (Low Cost Carrier), dunia penerbangan komersial di Tanah Air belakangan juga tengah dihadapkan pada naiknya harga tiket pesawat secara umum. Tekanan dari harga tiket pesawat dan penguragan fasilitas pada bagasi, sedikit banyak mulai berdampak pada demand penumpang.
Baca juga: Kenali Dua Jenis Bahan Bakar Pesawat Yuk!
Ketua Ketua Indonesia Nasional Air Carrier Asociation (INACA) Ari Askhara, di situs kompas.com (15/1/2019) pernah menyebut bahwa tingginya harga avtur jadi faktor utama para maskapai menaikan harga tiketnya. “Biaya pengeluaran sebuah maskapai didominasi untuk pembelian bahan bakar. Komposisinya itu untuk fuel itu 40 sampai 45 persen di biaya operasional kita,” ujar Ari yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia.
Ari menambahkan, selain avtur komposisi terbesarnya adalah biaya leasing pesawat. Setelah itu, ada biaya perawatan pesawat dan gaji pegawai. “Struktur cost, itu banyak variabel, itu tergantung volatilitas kondisi market internasional karena pembayaran dalam bentuk dolar AS,” kata Ari. Ari menilai jika Pertamina bisa menurunkan harga avtur para maskapai juga bisa menurunkan harga tiket pesawatnya.
Dan atas isu yang berkembang, pihak INACA dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (4/2/2019), memberikan penjelasan dan klarifikasi atas kenaikan harga tiket pesawat tersebut. INACA memastikan bahwa pihaknya tidak pernah bermaksud untuk menyudutkan pihak-pihak tertentu.
Adapun keterangan yang disampaikan sepenuhnya bertujuan untuk memberikan edukasi dan penjelasan terhadap masyarakat atas kondisi perkembangan industri penerbangan nasional dewasa ini. “Mewakili seluruh anggota INACA, kami mohon maaf bila ada statemen dari INACA, atau anggota INACA lainnya yang menyampaikan tentang peningkatan harga tiket, dan dikaitkan dengan harga avtur sehingga hal tersebut menjadi polemik,” ujar Ari dalam siaran pers.
Ditambahkan, INACA memastikan bahwa harga avtur tidak secara langsung mengakibatkan harga tiket pesawat menjadi lebih mahal. Beban biaya operasional penerbangan lainnya seperti leasing pesawat, maintenance dan lain laln memang menjadi lebih tinggi ditengah meningkatnya nilai tukar dollar Amerika Serikat.
Baca juga:Ini Nih Yang Perlu Diketahui Seputar Tangki Bahan Bakar Pesawat!
Sebagai Lembaga nirlaba yang beranggotakan 34 maskapai penerbangan di Indonesia, INACA berkomitmen akan terus menjaga hubungan baik dengan semua pihak, baik relasi bisnis maupun relasi non bisnis. INACA akan terus membangun hubungan yang konstruktif dengan seluruh stakeholder untuk kesinambungan bisnis penerbangan dan untuk terus melayani masyarakat yang akan bepergian dengan pesawat terbang.
Laboratorium inovasi digitalnya yang disebut KrisLab diluncurkan pada hari Selasa (29/1/2019) oleh Singapore Airlines. Laboratorium ini dihadirkan untuk memberikan karyawan ruang kerja kolaboratif untuk mengembangkan ide-ide kreatif.
Baca juga: Jadi “Penumpang Gelap,” Burung Myna Masuk Kabin A380 Singapore Airlines dan Ikut Terbang 12 Jam
Singapore Airlines mengatakan, para karyawan tersebut dapat mengajukan proposal dan diinformasikan dalam waktu lima hari kerja jika telah sampai pada tahap prototipe.
“Setelah ide disetujui, dana awal bersama dengan keahlian yang disediakan oleh tim lab inovasi digital disediakan untuk membantu mengembangkannya menjadi prototipe, sebelum pindah ke tahap implementasi,” ujar SIA yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (29/1/2019).
Hingga saat ini pihak SIA sendiri mengaku telah menerima 180 pengajuan dan sudah ada 50 diantaranya yang disetujui untuk maju ke tahap prototipe. Beberapa proyek termasuk aplikasi mobile dengan pewarnaan Augmanted Reality (AR) untuk anak-anak dan solusi pelacakan inventaris.
Adapun inovasi lain yang tengah dieksplorasi melibatkan penggunaan teknologi realitas virtual untuk memungkinkan perancangan atau mengubah konsep desain kabin masa depan dengan cepat.
“Faktanya, kami mendorong semua staf, dimana pun Anda berada, namun Anda pikir idenya bisa menyentuh, untuk mengirimkan ide karena kami pikir tidak ada ide yang terlalu kecil. Setiap ide berharga untuk dijelajahi,” ujar CEO SIA Goh Choon Phong.
Dia mengatakan, untuk mengembangkan idenya, para karyawan dapat bekerja dengan komunitas eksternal seperti perusahaan baru atau lembaga penelitian. Goh berharap ide-ide tersebut akan membantu SIA dalam semua aspek operasional maskapai, baik itu pelayanan pelanggan, pemeliharaan prediktif dan sumber daya manusia.
Diketahui, KrisLab sendri adalah bagian inovasi digital SIA yang sudah diluncurkan tahun lalu untuk membantu perusahaan menuju maskapai penerbangan digital terkemuka di dunia. SIA sejak saat itu sudah bekerja dalam empat bidang yakni pemeliharaan budaya digital dalam organisasi, memperbaiki infrastruktur IT, meningkatkan kemampuan pengiriman IT dan bermitra dengan komunitas eksternal dan industri.
Baca juga: Marak Penipuan ‘Bagi-Bagi’ Tiket Gratis, Singapore Airlines Himbau Pelanggan Lebih Waspada
Laboratorium ini dirancang oleh mahasiswa LASALLE College of the Arts melalui kompetisi desain, dan secara resmi diluncurkan oleh Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing.