Hal menarik lagi-lagi ditemukan dalam kabin pesawat, tetapi bedanya kali ini berada di ruang kokpit tempat pilot dan kopilot mengemudikan pesawat. Ya, seekor burung hantu bertengger manis di kursi sang pilot dalam pesawat Jet Airways Boeing 777.
Baca juga: Jadi “Penumpang Gelap,” Burung Myna Masuk Kabin A380 Singapore Airlines dan Ikut Terbang 12 Jam
Pesawat tersebut diketahui tengah parkir sejak semalam di Bandara Mumbai, India. Kemudian saat para teknisi yang saat itu tengah mengecek kesiapan pesawat, dikejutkan dengan penemuan seekor burung hantu yang duduk manis di kokpit Senin (4/2/2019) pagi.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman latestly.com (7/2/2019), petugas yang biasa mengecek kesiapan pesawat untuk operasional sehari-hari mengatakan, buruh hantu bermata lebar dengan bulu putih bercampur krem tersebut bertengger nyaman di sebelah kursi pilot. Petugas bandara mengatakan, saat mereka mendekati burung itu untuk dilepaskan, tidak terlihat perlawanan dan tidak berisik.
Namun, sebelum dilepas ke alam, para petugas berselfie ria dengan burung hantu tersebut. Sebelumnya bahkan Jet Airways sendiri dikabarkan kemerosotan di keuangannya. Bahkan dengan kehadiran burung tersebut yang tiba-tiba dihubungkan dan menjadi sebuah pertanda baik.
Sebab burung hantu dianggap pertanda baik dan karyawan berharap kejadian ini merupakan hal baik juga bagi maskapai. Burung hantu yang dianggap pertanda baik ini pun akhirnya dilepaskan dengan hati-hati dan dikawal petugas bandara.
Diketahui bandara Mumbai terletak dekat dengan daerah kumuh dan burung menjadi lebih mudah mengunjungi daerah tersebut. Burung-burung itu, bagaimanapun merupakan ancaman bagi pendaratan dan tinggal landas di bandara.
Sebelum burung hantu, beberapa waktu lalu ditemukan seekor burung Myna dalam penerbangan menuju London. Burung tersebut diperkirakan berada di dalam kabin Singapore Airlines selama 12 jam dalam penerbangan langsung tersebut.
Baca juga:Gara-Gara Ikan, Mahasiswi Ini Dikawal Bak Kriminal Saat Masuk Pesawat
Burung Myna itu ditemukan di kelas bisnis maskapai Singapura tersebut. Untungnya burung Myna itu bertengger diatas kursi yang tidak di duduki dan awak kabin mencoba menangkapnya dengan bantuan beberapa penumpang. Burung Myna ini viral di Facebook dan dikirim ke pihak karantina bandara London untuk diamankan setelah pesawat mendarat.
GoJek yang sudah merambah ke negara tetangga Singapura, baru-baru ini salah seorang pengemudinya di panggil oleh Land Transport Authority (LTA). Pemanggilan tersebut atas pengaduan seorang penumpang yang mengatakan dirinya di sandera dan harus melewati Electronic Road Pricing (ERP) dan membayarnya kepada pengemudi.
Baca juga: GoJek Kalah Saing, Grab Maju Selangkah Hadirkan Fitur Asuransi
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (4/2/2019), LTA memanggil Kamaruzzaman Abdul Latiff untuk melakukan penyelidikan insiden tersebut. Tak hanya itu penumpang perempuan tersebut juga dipanggil untuk memberikan penjelasan yang lengkap terkait masalah pengaduan tersebut.
Awalnya Kamaruzzaman berbagi video durasi tujuh menit di Facebook Komunitas GoJek Singapura. Dalam video tersebut Kamaruzzaman tengah membawa penumpang seorang wanita yang kesal karena jalan yang dilalui tak bisa menghindari jalur ERP.
Wanita tersebut menelepon seseorang dan terdengar dari pengeras suara dan mengatakan, “Anda tidak punya hak mengambil sanderanya. Anda menyebabkan dia kehilangan kebebasannya,” ujar seseorang yang ditelepon wanita tersebut.
Kamaruzzaman sendiri mengatakan dirinya lebih suka menyelesaikan masalah tersebut di kantor polisi. Hingga mobil yang dikendarainya berhenti di Lorong 4 Toa Payoh dan berbicara dengan petugas Certis Cisco. Saat itu penumpang wanita berteriak dan mengklaim dirinya sengaja dikunci Kamaruzzaman di dalam mobil.
Hingga Kamaruzzaman menjelaskan bahwa mobil yang dikemudikannya tersebut memiliki pintu dengan kunci otomatis. Kemudian hal tersebut ditanggapi oleh pihak GoJek Singapura yang mengatakan pihaknya tengah bekerja sama dalam investigasi tersebut dengan LTA secara berkelanjutan.
LTA sendiri mengatakan melakukan penyelidikan dengan memanggil pengemudi dan penumpang untuk mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam dan mendengar pernyataan mereka masing-masing. Diketahui video tersebut disebar ke Facebook pada 31 Januari 2019 dimana Kamaruzzaman berpikir untuk membeberkannya karena dirinya telah dituduh.
“Ia terus mengatakan bahwa saya mencoba menipu dia. Saya memintanya untuk memberi tahu saya jika dia tahu cara menghindari ERP, tetapi dia tidak bisa mengarahkan saya,” aku Kamaruzzaman.
Dalam pemanggilan yang dilakukan LTA, Kamaruzzaman diwajibkan menghadiri wawancara tersebut dengan asisten manajer untuk penyelidikan dan banding dari divisi lisensi bus LTA. Dalam surat tersebut, Kamaruzzaman diharapkan hadir pada 7 Februari 2019 pukul 10.00 pagi waktu setempat dengan membawa alat perekam, hasil rekaman dan bukti lainnya.
Baca juga: LTA Singapura Tambah 17 Rangkaian Metro MRT Untuk North East Line dan Circle Line
“Menurut pedoman, perangkat semacam itu tidak boleh memiliki fungsi perekaman audio sehingga percakapan penumpang tidak direkam. Pedoman ini melengkapi Pedoman Penasihat Komisi Perlindungan Data Pribadi tentang rekaman di dalam kendaraan, menurut LTA,” ujar pernyataan LTA.
Jika Anda tengah merencanakan liburan dan mencari sesuatu yang unik untuk dilakukan di Amsterdam, Belanda, mungkin ada baiknya Anda untuk memasukkan hotel unik ini ke dalam list itinerary Anda. Alih-alih memiliki desain arsitektur yang unik atau pelayanan yang prima, Corendon Village Hotel menggunakan Boeing 747-400 sebagai daya tariknya. Yang dipilih adalah Boeing 747-400 eks KLM dengan registrasi PH-BFB yang kondang dengan nama pada livery-nya “City of Bangkok.”
Baca Juga: Di Bahrain, Bakal Ada Sosok Boeing 747 di Bawah Permukaan Laut
Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Boeing 747 milik KLM ini dipindahkan dari Bandara Internasional Schiphol Amsterdam menuju sebuah hotel yang letaknya tidak terlalu jauh dari bandara tersebut. Armada ini, yang telah memasuki masa pensiunnya dari dunia kedirgantaraan global, harus berjalan sejauh 7,8 mil atau yang setara dengan 12,5 km sebelum tiba di tempat ‘peristirahatannya yang terakhir’.
Menurut laporan dari Associated Press, setibanya Boeing 747 tersebut di hotel, sang pemilik hotel langsung mengambil alih hak milik dari pesawat tersebut dan menggunakannya sebagai sarana untuk menarik tamu hotel.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama, Boeing 747 merupakan salah satu pesawat penumpang berukuran besar yang dilengkapi oleh dua dek kabin. Ini memungkinkannya untuk mengangkut lebih banyak penumpang ketimbang armada lain yang hanya memiliki satu dek kabin. Tergantung pada versinya, Boeing 747 dapat mengangkut antara 416 penumpang dan 660 penumpang. Berat dari armada ini sendiri mencapai 150 ton.
Terang saja, memindahkan sebuah pesawat dengan berat yang fantastis tersebut bukanlah perkara mudah. Menurut laporan, para petugas yang terjun langsung dalam pemindahan armada Boeing 747 ini perlu meletakkan sejumlah plat baja di atas ladang guna memudahkan mereka untuk memindahkan pesawat tersebut. Lebih lanjut, seorang juru bicara mengatakan bahwa mereka akan menutup sejumlah ruas jalan pada hari Jumat (8/2/2019) guna melancarkan proses pemindahan si burung besi ini.
Baca Juga: Peringati Ultah ke-100, British Airways ‘Dandani’ Boeing 747-400 dengan Livery BOAC
Hingga berita ini diturunkan, pihak hotel masih enggan berkomentar mengenai rencana apa yang selanjutnya akan dilakukan terhadap armada Boeing 747 milik KLM ini – apakah hanya dipajang begitu saja, atau mungkin akan dipermak menjadi sebuah hotel? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya!
Ribuan penumpang Turkmenistan Airlines dikabarkan ‘terdampar’ ketika regulator udara secara tiba-tiba mendaratkan armada dari flag carrier Turkmenistan ini. Diketahui, maskapai ini telah dilarang mengudara ke dan dari mana saja di kawasan Uni Eropa terkait masalah keamanan. European Aviation Safety Agency (EASA) terpaksa menempuh jalur ini di tengah kekhawatiran tentang standar keselamatan yang diterapkan oleh pihak maskapai.
Baca Juga: Dua Hari Tanpa Akomodasi dan Makanan, 200 Penumpang British Airways Terlantar di Bandara
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (5/2/2019), Turkmenistan Airlines sendiri beroperasi dari Heathrow dan Birmingham, tidak akan diizinkan mengudara di atas Uni Eropa sampai konfirmasi diterima bahwa pihak maskapai memenuhi standar keselamatan internasional.
“Dalam upaya penegakkan hukum, Otoritas Penerbangan Sipil Inggris diharuskan untuk menarik izin terbang dari Turkmenistan Airlines untuk beroperasi di Inggris sambil menunggu restorasi EASA atas persetujuan mereka dalam hal memenuhi standar keamanan udara internasional,” tulis pemberitahuan mengenai pelarangan pengoperasian tersebut.
“Ini berarti penerbangan Turkmenistan Airlines dari Amritsar ke Birmingham dan Heathrow, dan New Delhi ke Heathrow, yang terbang melalui Ashgabat, tidak memiliki izin untuk melanjutkan penerbangan mereka; penumpang yang terkena dampak disarankan untuk menghubungi pihak Turkmenistan Airlines untuk meminta kejelasan lebih lanjut,”
Alhasil, tercatat ribuan penumpang yang ‘terdampar’ di sejumlah bandara pada Senin (4/2/2019), terpaksa menghadapi kekacauan dalam perjalanan mencapai tujuan mereka. Turkmenistan Airlines sendiri membuka jadwal penerbangan lima kali dalam seminggu dari Birmingham ke Ashgabat, sedangkan untuk rute penerbangan menuju Heathrow, pihak maskapai membuka jadwal penerbangan sekali seminggu.
Baca Juga: Akibat Tas Make Up Lolos dari Alat Pemindai, 700 Penumpang Terdampar di Bandara Munich
Maskapai penerbangan berbiaya murah ini sangat populer di kalangan penduduk ‘Punjabi’ di Inggris, dimana para penumpang mampu mendapatkan tiket dengan harga yang lebih murah ke India berkat pemberhentian sementara (transit) di Turkmenistan.
Otoritas penerbangan Inggris, Civil Aviation Authority (CAA) menyarankan kepada para penumpang yang terdampar untuk melakukan pemesanan ulang tiket mereka dengan menggunakan maskapai lain, agar mereka bisa segera tiba di tujuan. CAA sendiri telah mendaftarkan sejumlah operator yang berpotensi menawarkan ‘tumpangan’ kepada para penumpang yang terdampar ini, termasuk Air India, British Airways, Virgin Atlantic, Turkish Airlines dan Jet Airways.
Fasilitas WiFi gratis kini sudah hadir di stasiun lintas Jakarta Kota-Bogor. Kehadirannya ini untuk memudahkan penumpang mengakses internet dengan mudah. Pada tahap awal tersebut, jaringan WiFi gratis sudah bisa digunakan 100 persen untuk lintas Jakarta Kota-Bogor.
Baca juga: 400 Spot WiFi Gratis “Google Station” Telah Terpasang di India
VP Humas PT KCI Eva Chairunissa mengatakan, fasilitas ini hasil kerjasama antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) I Jakarta dengan PT Pulau-Pulau Media (PPM). Perusahaan tersebut juga mengelola monitor PID di KRL yang bekerja sama dengan PT KCI.
(Megapolitan kompas)
“WiFi gratis ini sudah bisa diakses oleh penumpang per 16 Januari 2019. Penumpang stasiun lintas Jakarta Kota-Bogor bisa mengakses WiFi dan untuk stasiun lainnya masih perlu penyempurnaan dan akan dilakukan pada tahap berikutnya,” ujar Eva yang dihubungi KabarPenumpang.com, Kamis (7/2/2019).
Eva menjelaskan, WiFi gratis ini baru bisa dinikmati penumpang di area peron dan sekitarnya. Sebab WiFi tersebut belum dapat menjangkau seluruh stasiun karena masih dilakukan penyempurnaan. Tak hanya itu, kapasitas kuota pada WiFi gratis ini diberikan unlimted alias tanpa batasan.
Bagaimana sih caranya agar penumpang bisa menggunakan WiFi gratis tersebut? Ternyata ada sekurang-kurangnya lima tahap untuk menggunakan WiFi gratis tersebut. Pertama, penumpang harus mengunduh LINIPOIN kemuidan membuat akun pribadi dengan alamat email atau akun Facebook.
Kemudian pengguna harus memasukkan data diri lengkap seperti nama, tanggal lahir, pekerjaan, alamat email dan password serta mendaftarkan nomor telepon yang akan dipakai untuk mengakses WiFi. Nantinya setelah itu akan ada kode registrasi yang dikirim melalui pesan singkat ke nomor telepon pengguna.
Baca juga: Di India, Layanan WiFi Gratis di Kereta Juga Dapat Dinikmati oleh Warga Sekitar
Jangan lupa aktifkan WiFi pada ponsel pintar dan kemudian klik koneksi Free WiFi LINIPOIN. Masukkan nomor telepon yang teregistrasi dan empat angka dari kode unik akan dikirim melalui aplikasi LINIPOIN. Selanjutnya klik connect dan WiFi gratis berhasil digunakan.
Untuk saat ini, aplikasi LINIPOIN untuk mengakses WiFi gratis baru bisa dinikmati pengguna ponsel Android dan untuk pengguna iOS masuh dalam tahap selanjutnya.
Media sosial dewasa ini sudah mengalami pergeseran fungsi. Memang, dulu media sosial hanya dijadikan instrumen untuk ‘memamerkan’ aktifitas keseharian mereka, namun kini, media sosial sudah mengambil alih fungsi promosi – sebut saja dalam ajang jual beli barang. Lalu ditinjau dari segi lain, media sosial juga kini sudah berperan sebagai penyebar berita yang sangat andal – terlepas itu dari berita hoax atau nyata, namun yang satu ini, tidak bisa dianggap sepele.
Baca Juga: Manfaatkan Medsos Sebagai Wadah Promosi, Tokyu Corp. Sukses Jaring Banyak Wisman
Salah satu contoh dari poin terakhir fungsi media sosial sebagai penyebar berita adalah kegagalan sistem IT di Bandara Internasional Gatwick, Inggris pada pertengahan bulan Agustus 2018 silam. Amarah penumpang yang geram dengan insiden ini ditumpah-ruahkan melalui berbagai platform media sosial, dan voila! – berita tersebut menjadi viral. Lalu berdasarkan contoh di atas, pertanyaan muncul, “Seberapa besar pengaruh media sosial terhadap perkembangan sebuah industri aviasi – misalnya?”
Untuk menjawab pertanyaan ini, KabarPenumpang.com melansir dari laman airport-technology.com (5/2/2019), dimana CEO dan CTO dari Orlo (sebelumnya perusahaan manajemen media sosial SocialSignIn), Ben Nimmo mengatakan bahwa media sosial adalah sebuah wadah yang akan menampung setiap orang untuk mengeluh atau untuk mencari informasi terbaru.
“Sebut saja Twitter, media sosial yang sudah dipatri sebagai tempat ‘berita yang diberitakan’,” tutur Ben.
“Sudah tidak bisa dipungkiri lagi jika media sosial memegang peranan yang sangat besar dalam penyebaran informasi tentang sebuah krisis atau gangguan,” tandasnya singkat.
Di lain pihak, International Air Transport Association’s (IATA) menyebutkan bahwa ada tiga poin pendorong untuk menjalin komunikasi di balik evolusi media sosial. Pertama adalah konektivitas (sepertiga populasi dunia secara aktif menggunakan berbagai macam platform media sosial), lalu yang kedua mobilitas (diperkirakan pada tahun 2020, sekitar 80 persen orang dewasa secara global akan memiliki smartphone pribadi), dan yang terakhir adalah streaming video (ambil contoh Facebook Live, dimana pengguna dapat menyiarkan secara langsung insiden yang tengah terjadi di suatu lokasi).
Sementara untuk Twitter, IATA mengkategorikan media sosial ini sebagai layanan ‘micro-blogging’ yang paling banyak digunakan. Selain tersedia dalam berbagai varian bahasa, para pengguna Twitter juga dapat melaporkan sebuah insiden secara langsung. IATA juga mencatat bahwa cuitan dari korban selamat pada sebuah insiden atau saksi mata dari sebuah kejadian mampu dilihat oleh puluhan ribu pengguna Twitter di seluruh dunia, ‘termasuk para jurnalis yang senantiasa memantau aktifitas di Twitter,”
Baca Juga: Antara Garuda Indonesia, Berita Hoax, dan Media Sosial
Tidak berhenti sampai di situ, media sosial juga, tambah Ben, dapat dijadikan sebagai garda terdepan oleh sebuah organisasi untuk bekerja secara proaktif – ajang kampanye menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan.
Ya, kadung digandrungi oleh banyak orang, sampai-sampai sebuah survei yang dilakukan oleh Société Internationale de Télécommunications Aéronautiques (SITA) pada tahun 2017 silam menunjukkan bahwa sebanyak 74 persen penumpang menginginkan update informasi terbaru dari dunia penerbangan melalui aplikasi seluler – yang ujung-ujungnya merujuk pada media sosial.
Gembar-gembor mengenai produksi mobil hasil rakitan siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan dari seluruh penjuru Indonesia, Esemka kini tengah menjadi sorotan – terutama menjelang Pilpres 2019. Tercatat, sudah ada beberapa varian dari produk Esemka sendiri, sebut saja Esemka Rajawali (SUV), Esemka Rawajali R2, Esemka Digdaya I (Pick-Up Double Cabin), Esemka Bima 1.5 (tengah dirakit oleh SMK Negeri 6 Malang), hingga Esemka Pasti (model MPV hasil kerja sama dengan Subaru).
Baca Juga: Bus Listrik Untuk TransJakarta, Antara Harapan dan Realita
Ngomong-ngomong soal mobil rakitan dalam negeri, pernahkah Anda mendengar nama Mobil Maleo? Bagi yang belum tahu, Mobil Maleo merupakan mobil produksi nasional perdana yang dkembangkan bersama dengan produsen mobil legendaris asal Inggis, Rover. Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, pengembangan mobil yang dibidani oleh Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng (BJ Habibie) ini rencananya akan mengaspal pada tahun 1994 dan diproduksi massal tiga tahun berselang.
Mengutip dari goodnewsfromindonesia.id, menurut rencana, pihak Rover akan mengirim mobil tersebut langsung dari pabriknya di Inggris dengan platform mobil sedan Rover, dan oleh Indonesia nantinya akan dirancang bangun dengan komponen-komponen dalam negeri yang dikembangkan oleh sejumlah perusahaan lokal, seperti Pindad, IPTN, INTI, LEN, dan Krakatau Steel.
Adapun sedan yang menggunakan mesin berkapasitas 1.200CC ini direncanakan menggunakan komponen lokal sebanyak 60 persen dan dibanderol dengan harga Rp25 juta kala itu. Sebagai salah satu orang yang berperan penting dalam pengembangan Maleo, BJ Habibie yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Riset Teknologi (Menristek) memiliki visi untuk mengubah penggunaan bahan bakar bensin menjadi hidrogen di masa yang akan datang.
Lebih lanjut, BJ Habibie juga pernah menyampaikan bahwa Maleo akan menggunakan engine dari Ford dan General Motor untuk menggarap engine yang bisa dikendalikan secara elektrik – kendati penerapannya baru terjadi di Indonesia baru-baru ini, tapi ternyata wacana untuk membangun Electric Vehicle (EV) sudah ada dari tahun 1990-an ya!
Baca Juga: Palembang Dapat Bantuan Mobil Listrik Hidrogen, Ini Dia Bedanya dengan Mobil Listrik Biasa!
Proyek pengembangan Maleo semakin santer terdengar, terlebih ketika proyek ini sudah mendapatkan ‘restu’ dari Komisi X DPR RI. BJ Habibie yang terkenal memiliki otak sangat encer ini terus mengembangkan proyek mobil nasional ini, sampai-sampai ia melakukan kajian iptek guna merealisasi hadirnya Maleo di jalanan.
Namun sayang, rezim orde baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto yang jatuh pada tahun 1998 pun turut menenggelamkan hasrat BJ Habibie untuk membawa Maleo mengaspal di Bumi Pertiwi. Sempat juga tersiar kabar bahwa dana yang harusnya dialirkan untuk pengembangan mobil Maleo ini tersedot oleh proyek mobil nasional Timor yang tengah dikembangkan oleh anak bungsu dari Presiden Soeharto, Tommy Soeharto.
Raksasa manufaktur kedirgantaraan asal Eropa, Airbus baru saja mendapatkan sertifikasi Extended-range Twin-engine Operational Performance Standards (ETOPS) untuk armada A330-900-nya. Sertifikasi ETOPS 285min ini sendiri diperoleh Airbus dari European Aviation Safety Agency (EASA), dimana memungkinkan armada A330-900 mengudara selama empat jam 45 menit (285 menit) hanya dengan menggunakan satu mesin saja. Ini merupakan skema tanggap darurat semisal A330-900 mengalami kerusakan mesin.
Baca Juga: ETOPS – Sertifikasi Darurat Pesawat Twin Engine Agar Layak Mengudara dengan Satu Mesin
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman australianaviation.com.au (5/2/2019), sebelumnya, Airbus menggunakan ETOPS 180min untuk armada A330-nya, namun kini diperpanjang hingga 285min dengan pertimbangan, “penerbangan tak terbatas,”
“Sementara itu, operator yang terbang pada rute yang ada (saat ini diterbangkan oleh armada ETOPS 180min) akan dapat melintasi jalur yang lebih lurus, lebih cepat dan lebih efisien bahan bakar, dan juga memiliki akses ke lebih banyak – dan mungkin armada dapat dilengkapi dengan perlengkapan yang lebih baik,” lanjut pihak Airbus.
Lalu, siapakah maskapai yang beruntung mendapatkan armada A330-900 yang sudah tersertifikasi ETOPS 285min perdana ini? Bukanlah nama maskapai besar yang muncul, melainkan flag carrier Portugal, TAP Air Portugal. Ya, TAP Air Portugal menjadi maskapai pertama yang menerima pengiriman keluarga pesawat A330neo setelah menerima A330-900 CS-TUB di markas Airbus di Toulouse pada akhir November kemarin.
Maskapai ini diketahui memiliki jumlah pesanan armada A330-900 sebanyak 21 armada, dengan konfigurasi 34 kursi kelas bisnis, 96 kursi ekonomi plus dan 168 kursi kelas ekonomi dengan total 298 kursi.
Baca Juga: Kreatif! Pilot ini Sulap Bangkai Airbus A330 Menjadi Sebuah Museum
Diluncurkan di Farnborough Airshow pada tahun 2014, A330neo ditenagai oleh mesin baru Rolls-Royce Trent 7000 dan memiliki sayap yang lebih besar dengan ujung sayap “Sharklet” untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Pesawat untuk rute jarak jauh ini dapat menjangkau 13.334 km.
Selain itu, A330neo juga menerapkan konsep kabin AirSpace by Airbus, dimana pihak manufaktur menampilkan bagasi kabin, kursi, dan lorong yang lebih luas dari seri sebelumnya. Pun dengan tata pencahayaan yang baru, hingga penggunaan kolong bangku depan sebagai foot-rest penumpang.
Tentu Anda masih ingat dengan insiden penyerangan cyber yang dilakukan oleh hacker terhadap raksasa manufaktur yang bermarkas di Leiden, Belanda, Airbus. Nah, baru-baru ini tersiar kabar bahwa yang menjadi dalang dari aksi peretasan sistem informasi Bisnis Pesawat Komersial Airbus adalah hacker asal Negeri Tirai Bambu, Cina. Kendati belum terbukti kebenarannya, namun sejumlah pihak telah mengerucutkan tuduhannya tersebut.
Baca Juga: Gawat! Akses Data Divisi Pesawat Komersial Airbus Berhasil Diretas
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman mirror.co.uk (5/2/2019), pihak Airbus sendiri hingga saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mencari tahu siapa dalang di balik insiden serangan cyber ini, dan untuk memahami modus operandi dari hacker ini.
“Kami tengah menyelidiki apakah ada data spesifik yang ditargetkan oleh si hacker,” tutur salah satu juru bicara dari Airbus.
“Kami juga tidak bisa memungkiri bahwa hacker ini telah memperoleh akses ke beberapa data pribadi, terutama kontak para profesional dan rincian indentifikasi TI,” lanjutnya.
Kendati begitu, pihak Airbus masih berpegangan bahwa insiden serangan cyber ini tidak berdampak pada kegiatan komersialnya. Menanggapi insiden ini, pihak Airbus mengumumkan akan memperkuat langkah-langkah keamanan yang ada.
Sementara itu, menurut media asal Perancis yang diketahui dekat dengan Airbus, Challenges, para hacker ini yang beroperasi di Cina ini merupakan orang-orang yang menargetkan sistem informasi milik Airbus. Muncul juga spekulasi bahwa kelompok peretas APT10 lah yang ada di balik aksi peretasan ini.
Upaya peretasan diyakini sebagai salah satu upaya untuk mencoba dan mendapatkan akses ke dokumen teknis yang berkaitan dengan pesawat Eropa.
“Pola serangannya sangat dekat dengan kelompok APT10, atau mungkin bahkan lebih kompleks dan canggih daripada apa yang kami amati sejauh ini,” tutur pihak Airbus.
Baca Juga: CRAIC CR929, Kolaborasi Rusia dan Cina di Pasar Pesawat Wide-Body
Dengan dibongkarnya hipotesa dari insiden serangan cyber terhadap pihak Airbus, dimana nama Cina disudutkan oleh sejumlah pihak, maka tidak menutup kemungkinan juga jika insiden ini akan berdampak pada program kerja sama yang terjalin antara pihak Cina dan Rusia dalam pengembangan pesawat CRAIC CR929.
Atau lebih parahnya lagi, mungkinkah Cina meniru konsep pesawat wide-body yang dibangun oleh Airbus?
Penerbangan layanan penuh, biasanya memberikan makanan bagi penumpangnya baik itu jarak dekat maupun jauh. Biasanya gizi dan rasa sudah memiliki standar yang cukup untuk ditawarkan dalam sebuah penerbangan. Tetapi, bagaimana bila dalam makanan tersebut terselip seekor kecoa dalam keadaan utuh?
Baca juga: Mau Sarapan Nikmat di Kereta, Tak Tahunya Ada Cacing di Paket Makanan
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (5/2/2019), ternyata seorang penumpang bernama Rohit Raj Singh Chauhan mengatakan, dia menemukan kecoa di makanannya dalam penerbangan Air India 634 pada 2 Februari 2019 kemarin.
“Saya memberi tahu kru Air India, tetapi mereka mengabaikan saya. Karena anggota kru tidak mendengarkan, saya mengembalikannya kepada mereka. Aku bahkan menolak makanan mereka untuk orang lain, tetapi tidak berhasil,” ujar Rohit.
Tak hanya itu, gambar-gambar makanan yang menampilkan seekor kecoa tersebut kemudian menjadi viral setelah disebar melalui Twitter. Penumpang bernama Manoj Khandekar memberi caption atas foto tersebut, “Kecoa dalam makanan disajikan di Air India #Bhopal #Mumbai”.
Gambar terlihat jelas menunjukkan seekor kecoa utuh dan diangkat keluar dari tempat makanan. Bila sebelum di angkat, kecoa tersebut tidak terlihat dengan jelas karena tertutup makanan matang. Karena insiden kecoa dalam makanan tersebut, untungnya awak kabin maskapai langsung meminta maaf pada penumpang karena kejadian tersebut dan mengeluarkan pernyataannya di media sosial.
“Dengan tulus meminta maaf atas kejadian di mana penumpang kami yang berharga memiliki pengalaman yang mengecewakan dengan makanan yang disajikan pada penerbangan Bhopal-Mumbai,” katanya.
Sebenarnya sebelum insiden tersebut, Air India juga selalu berusaha untuk memastikan penumpang menikmati layanan yang diberikan. Mereka telah mencatat dengan serius insiden tersebut dan segera mengeluarkan pemberitahuan yang kuat kepada katering terkait.
“Air India memiliki kebijakan nol toleransi dalam hal ini dan telah memulai tindakan korektif secara internal,” ujarnya.
Baca juga: Maskapai di India Wajib Hadirkan Tabel Gizi di Baki Makanan
Kisah itu menyusul sebuah insiden bulan lalu ketika seorang penumpang Emirates berbagi foto-foto sandwich ayam dan keju yang sangat mengecewakan, yang nyaris tidak ada ayam di dalamnya. Tak hanya itu seorang penumpang yang membayar US$9 untuk mendapatkan sandwich di penerbangan Jetstar juga harus kecewa dimana Deli sandwich trio yang dipesannya hanya berisi margarin dan satu lembar daun selada.