PO Maju Lancar, Identik dengan Trayek Wonosari – Jakarta

Usianya belum terlalu tua, yakni didirikan tahun 1986 oleh sepasang suami istri bernama H. Sutrisno dan Hj. Sri Hartati, maka terbentuklah sebuah Perusahaan Otobus (PO) Maju Lancar. Awal mulanya PO yang kini memiliki trayek Wonosari-Jakarta tersebut hanya bermodalkan dua buah bus. Baca juga: Sejarah PO Santoso, Ternyata Digawangi oleh Seorang Dokter PO Maju Lancar sendiri sebelum membuka trayek Jakarta dan kota lainnya, pertama kali melayani trayek Antar Kota Dalam Provinsi atau AKDP dari Wonosari menuju Yogyakarta PP. Seperti namanya Maju Lancar, PO bus tersebut berkembang dengan tekad dan usaha pemiliknya hingga membuka rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Tahun 1991 trayek AKAP PO Maju Lancar menggunakan empat unit bus. Kehadiran trayek Wonosari-Jakarta sendiri akhirnya menuai kesuksesan meski hanya menggunakan armada seadanya. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, karena trayek Wonosari-Jakarta terbilang sukses, PO Maju Lancar berbenah diri dan menambah armada bus miliknya. Tahun 1998 hingga awal 2000-an, PO ini kemudian meningkatkan jumlah armadanya hingga 64 unit bus. Meski sempat meranjak, PO Maju Lancar juga mengalami pasang surut seperti yang lainnya. Tahun 1998 dimana krisis moneter alias krismon terjadi, bus yang memiliki khas warna hijau tersebut mengalami penurunan penumpang secara drastis termasuk pelanggan dari wilayah Gunungkidul sendiri. Baca juga: Penguasa Jalur Selatan, PO Budiman Punya Aturan Ketat Untungnya berkat usaha sang pemiliki yakni Sutrisno dan keluarga, Maju Lancar melalui kemerosotannya dan terus mengembangkan sayapnya hingga kini. Usai krismon, bahkan, PO Maju Lancar sendiri terus menambahkan trayeknya ke berbagai wilayah lainnya. Hingga kini lebih kurang sekitar 140 armada bus sudah dimiliki PO Maju Lancar dan sekarang bahkan menjadi salah satu PO terbaik di Indonesia. Maju Lancar kini juga melayani kelas VIP dan Eksekutif dengan tarif sekitar Rp170 ribu hingga Rp250 ribu. Untuk kelas Patas seat 2-2 utama dan non AC atrif di banderol Rp135 ribu. Sedangkan kelas Patas AC toilet reguler Rp170 ribu.    

Gandeng Aerion, Boeing Siap Luncurkan Pesawat Supersonik di Tahun 2025

Boeing telah secara memasuki arus perlombaan untuk membangun pesawat komersial berkecepatan supersonik generasi berikutnya. Dalam upayanya ini, Boeing tidaklah berdiri sendiri, melainkan menjalin kemitraan baru dengan Aerion. Meskipun belum banyak rincian diberikan oleh pihak perusahaan, namun perjanjian kerja sama anyar tersebut mencakup investasi besar yang dilakukan oleh pihak Boeing – termasuk penyediaan fasilitas rekayasa, manufaktur, dan uji terbang untuk pengembangan jet bisnis supersonik yang diberi nama Aerion AS2 ini. Baca Juga: Suksesor Concorde ini Tetap Dihantui Bayangan Kelam Pendahulunya Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (6/2/2019), sebenarnya ide pengembangan pesawat berkecepatan supersonik ini terinspirasi dari berakhirnya era keemasan dari Concorde yang mengakhiri layanannya pada tahun 2003 silam. Sejak saat itu, belum ada lagi generasi penerus yang melanjutkan layanan penerbangan supersonik. Namun bukan berarti tidak ada perusahaan yang berusaha untuk menjajaki kembali penerbangan supersonik. Di luar sana, tidak sedikit perusahaan yang tengah mengembangkan pesawat berkecepatan supersonik yang ekonomis dan juga ramah lingkungan. Kelak, Aerion AS2 ini akan menggunakan mesin GE Affinity yang mampu membuat pesawat ini melesat dengan kecepatan 1.671km/jam (Mach 1,4). Menurut pihak Boeing, pesawat jet bisnis berkapasitas 12 penumpang ini akan mengudara di tahun 2023 dan memasuki layanan komersialnya dua tahun berselang. Dalam pengembangannya, Aerion juga bermitra dengan Lockheed Martin dalam urusan teknis, namun aliansi kedua perusahaan ini terputus dengan alasan yang tidak diungkapkan. Baca Juga: Tupolev “Concordski” T-114 – Jiplakan Concorde Yang Kalah Digdaya “Boeing memimpin transformasi mobilitas yang akan menghubungkan dunia dengan aman, efisien, dan lebih cepat daripada sebelumnya,” ujar Steve Nordlund, wakil presiden dan manajer umum Boeing NeXt. “Ini adalah investasi terdepan yang strategis dan disiplin dalam teknologi supersonik yang semakin matang. Melalui kemitraan bersama Aerion, yang menggabungkan keahlian supersonik Aerion dengan skala industri global Boeing dan pengalaman kami di sektor penerbangan komersial, kami memiliki tim yang tepat untuk membangun masa depan penerbangan supersonik yang berkelanjutan,” tambah Steve.  

Dinilai Bakal Rugikan Persaingan, Uni Eropa Blokir Merger Antara Siemens dan Alstom

Uni Eropa telah memblokir merger yang dilakukan oleh Siemens dan Alstom, dimana mereka akan menciptakan sebuah kereta yang setara dengan pembangkit tenaga listrik Airbus. Regulator antitrust Uni Eropa mengatakan pada hari Rabu (6/2/2019) bahwa menggabungkan bisnis manufaktur kereta api antara perusahaan Jerman dan Perancis ini akan merugikan persaingan dan menyebabkan harga yang lebih tinggi di Eropa. Baca Juga: Whoosh! Inilah Lima Kereta Tercepat di Dunia, Proyek di Indonesia Ada di Peringkat Berapa Ya? “Penggabungan ini akan menghasilkan harga yang lebih tinggi untuk sistem pensinyalan yang menjaga penumpang tetap aman dan untuk generasi berikutnya dari kereta berkecepatan sangat tinggi,” tutur Margrethe Vestager, seorang politikus asal Denmark yang juga memiliki jabatan di European Commissioner for Competition, dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (6/2/2019). Siemens (SIEGY) dan Alstom (ALSMY) berpendapat bahwa penggabungan kekuatan semacam ini diperlukan untuk mencapai skala yang diperlukan untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan dari Cina. Struktur serupa juga dipercaya dapat membantu Airbus (EADSF) untuk bersaing dengan kompetitornya asal Negeri Paman Sam, Boeing (BA). “Eropa sangat membutuhkan reformasi struktural dalam cara membentuk masa depan industrinya,” ujar CEO Siemens, Joe Kaeser. “Melindungi kepentingan pelanggan secara lokal tidak berarti bahwa Eropa tidak dapat berada pada tingkat yang sama dengan negara-negara terkemuka seperti Cina, Amerika Serikat dan lainnya,” tandasnya. Di sisi lain, Alstom mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menyesali keputusan tersebut. Perusahaan-perusahaan mengindikasikan bahwa mereka tidak akan mengajukan banding atas keputusan di tingkat pengadilan. Sebelumnya, kesepakatan yang diusulkan untuk menggabungkan Alstom Perancis dan unit transportasi Siemens Jerman diumumkan pada September 2017. Rencana itu kemudian dengan cepat mendapat dukungan dari pemerintah Perancis dan Jerman, yang ingin sekali menciptakan “juara” Eropa baru dengan kekuatan finansial yang dibutuhkan untuk bersaing di seluruh dunia. Salah satu pesaing utama dalam kompetisi ini adalah China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC), salah satu pemasok peralatan kereta api terbesar di dunia, yang telah memenangkan kontrak besar untuk memasok armada metro untuk di Boston, Chicago dan Melbourne. Baca Juga: Tuai Kontroversi Hadirkan Kereta Cepat, Akankah California Rasakan Nasib Seperti Indonesia? Skala pendapatannya juga sangat besar: Siemens dan Alstom telah menggabungkan penjualan tahunan dengan pendapatan sekira €15miliar (US$18miliar), sedikit lebih banyak dari setengah pendapatan CRRC yang menyentuh angka 207 miliar yuan (US$31miliar) pada 2017. Senada dengan suara kekecewaan lainnya, Menteri Perekonomian Perancis, Bruno Le Maire pun menelurkan statemen serupa. “Ini merupakan pilihan buruk bagi Eropa,” ujar Bruno.  

Pasca Pelecehan Pada Awak Kabin, EVA Air Siap ‘Banned’ Penumpang yang Berperilaku Tak Pantas

Tentu masih lekang dalam ingatan Anda dimana seorang awak kabin dari maskapai EVA Air yang terpaksa membantu seorang penumpang untuk melepaskan pakaian dan mencebokinya. Ya, aksi pelecehan semacam ini ternyata ditanggapi serius oleh pihak maskapai, dimana maskapai yang berbasis di Taiwan ini mengumumkan akan menolak setiap penumpang untuk mengudara bersama EVA Air semisal ia pernah kedapatan menunjukkan perilaku yang tidak pantas terhadap awak EVA Air. Baca Juga: Pelecehan Seksual, Pramugari Dipaksa ‘Nyebokin’ Penumpang Dikutip KabarPenumpang.com dari laman airlinegeeks.com (7/2/2019), awak kabin yang dilecehkan tersebut telah mengajukan tuntutan hukum kepada Biro Penerbangan Taiwan guna mengusut tuntas kasus ini. Namun upaya pihak maskapai untuk memberlakukan regulasi ini terbentur oleh peraturan Departemen Transportasi AS bagian 382 yang menyebutkan bahwa maskapai penerbangan tidak boleh menolak mobilitas penumpang atas dasar disabilitas, kecuali jika keselamatan penerbangan terancam oleh adanya penumpang yang bersangkutan. Sebuah media lokal Taiwan mengatakan, EVA Air akan kembali mempertimbangkan regulasi ini mengingat masih ada opsi lain guna mencegah tindakan pelecehan semacam ini terulang kembali. Pihak maskapai bisa saja memberlakukan aturan dimana setiap penumpang yang membutuhkan treatment khusus selama penerbangan untuk membawa serta pengurus pribadinya sendiri – kendati serikat awak kabin telah meminta pihak maskapai untuk tidak menyertakan penumpang semacam ini di dalam sebuah penerbangan. Sebelumnya, seorang penumpang EVA Air yang mengidap obesitas meminta bantuan kepada awak kabin untuk menggunakan toilet. Penumpang dengan bobot lebih ini mengaku kesulitan untuk mengakses toilet karena ukurannya yang terlalu kecil. Dua awak kabin ini diperintahkan penumpang untuk membantunya melepas celana karena ia tidak bisa melakukannya sendiri. Karena pada saat itu tidak ada awak kabin pria yang bertugas, maka dua wanita ini mau tidak mau menuruti permintaa tolong dari si penumpang. Baca Juga: Sebelum Seperti Sekarang, Dulu Toilet Pesawat Gunakan Ember untuk Tampung Limbah Penumpang Dua awak kabin ini lalu mengambil selimut untuk menutupi kemaluan dari si penumpang, namun malah ditepis olehnya seolah ingin memamerkan kemaluannya. Tidak berhenti sampai di situ, setelah selesai menggunakan toilet, si penumpang pria ini enggan keluar dari toilet jika tidak ‘diceboki’ oleh si pramugari. Terdesak oleh penumpang lain yang hendak menggunakan toilet, akhirnya awak kabin ini kembali menuruti perintah si penumpang dan erangan yang semakin memperkuat bahwa aksi tersebut masuk ke dalam ranah pelecehan seksual.  

Semakin Terpuruk, Airbus Terima Pembatalan Pesanan A380 dari Qantas Airways

Flag carrier Australia, Qantas dikabarkan telah membatalkan delapan pesanan armada Airbus A380 yang telah dipesan pada tahun 2006 silam. Dengan adanya kabar pembatalan pesanan ini, maka hal tersebut semakin menambah ketidakpastian tentang nasib pesawat penumpang terbesar di dunia saat ini. Dalam sebuah pernyataan resmi, pihak Qantas berdalih akan terlebih dahulu mengoptimalkan 12 armada A380 yang sudah ada, sebelum akhirnya mereka siap untuk mengakomodasi lebih banyak armada super jumbo jet ini. Baca Juga: Dinilai Kurang Efisien, Akankah Airbus A380 Berjaya 20 Tahun Mendatang? “Setelah melewati beberapa pertimbangan, pesawat ini (Airbus A380) belum masuk ke dalam rencana penambahan armada dan penambahan relasi penerbangan untuk sementara waktu,” ujar pihak Qantas, dikutip KabarPenumpang.com dari laman nytimes.com (7/2/2019). Sebagaimana yang sudah diketahui sebelumnya, pihak Airbus sendiri seperti sudah menyerah terhadap masa depan dari mahakarya A380-nya. Di sebuah kesempatan, pihak Airbus mengatakan bahwa mereka siap menghentikan produksi dari pesawat penumpang komersial terbesar ini semisal pelanggan utama mereka, Emirates tidak lagi memesan armada tersebut. Memang, pada mulanya Airbus A380 hadir sebagai solusi bagi pihak maskapai yang mampu menangkut banyak penumpang namun dengan slot pendaratan yang minim – akan meminimalisir aktifitas pendaratan dan lepas landas di landas pacu. Satu unit armada Airbus A380 sendiri mampu mengangkut lebih dari 500 penumpang. Namun kini era sudah berubah, dimana pandangan tentang okupansi yang banyak tidak sejalan dengan realita di lapangan, belum lagi biaya perawatan dan ongkos bahan bakar yang lebih tinggi, membuat pihak maskapai mulai membatasi penggunaan armada A380 dan mulai beralih menggunakan pesawat narrow-body yang mampu menjabani tugas yang sama seperti A380 – membuat armada ini semakin terpuruk tergerus ‘hukum alam’. Baca Juga: Kendati Produksi Dihentikan, Airbus A380 Tetaplah Fenomenal “Kami telah menyetujui amandemen kontrak yang diumumkan oleh pihak Qantas,” ujar Airbus dalam sebuah pernyataan tertulis, Kamis (7/2/2019). Mundur ke Januari 2018, dimana Kepala Penawaran Operasi Airbus, John Leahy mengatakan bahwa pihak Emirates belum ada menyinggung soal penambahan pesanan dari A380. Ini mengindikasikan bahwa Airbus harus benar-benar mengurungkan niat untuk kembali ‘menyalakan dapur’ dari A380.

Alami Kebakaran di Selat Sunda, Inilah Serba-Serbi Kapal Ferry KMP BSP 1

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) BSP 1 dikabarkan mengalami kebakaran ketika tengah melayani pelayaran dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung menuju Pelabuhan Merak, Banten, pada Kamis (7/2/2019) sore. Adapun api yang membakar salah satu bagian dari kapal yang tengah mengangkut 270 penumpang dan 39 kendaraan ini diduga berasal dari hubungan arus pendek di kamar mesin. Beruntung, api dengan cepat dapat dipadamkan sehingga tidak memakan korban. Baca Juga: KMP Athaya, Arungi Selat Sunda dengan Sensasi Hotel Berbintang Nah, patut Anda ketahui, KPM BSP 1 sendiri merupakan vessel berjenis RoRo (Roll-on/roll-off) ship yang dirakit oleh galangan Kurushima Dockyard, Jepang pada tahun 1973. Vessel dengan tonase kotor 5057 ini memiliki nomor International Maritime Organization (IMO) 7323308. Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, KMP BSP 1 ini bernaung di bawah manajemen dari PT Tri Sumaja Lines.
Kapal ini sendiri memiliki bobot mati sekira 1405 ton, dengan panjang 86 meter dan lebar sekitar 14 meter. Dengan rata-rata draught 4,6 meter, KMP BSP 1 ini bisa menempuh kecepatan maksimum hingga 11,6 knot atau yang setara dengan 21,5 km per jam. Menurut informasi yang tersaji di laman vesselfinder.com, kapal RoRo dengan callsign YFDW ini secara resmi terdaftar menjadi bagian dari PT Tri Sumaja Lines pada tahun 2013 silam. Sebelumnya, KMP BSP 1 ini juga pernah dioperasikan oleh PT Budi Samudera Perkasa sejak tahun 2000. Kapal ini juga sebelumnya pernah tercatat menggunakan nama Jatra 1 BSP ketika berada di bawah naungan PT Samudera Perkasa Wisma Budi di tahun 1995. Baca Juga: Spesifikasi KMP Port Link, Kapal Ferry Teranyar dan Terbesar Sebelum mengabdi kepada Merah-Putih, KMP BSP 1 pernah ‘mengabdi’ kepada Sungai Budy Enterprise Pte Ltd pada tahun 1995 dengan nama Happiness. Di tahun 1992, Happiness dioperasikan oleh Kato Kisen KK (Jepang), dan pertama kali kapal ini dioperasikan oleh Shikoku Chuo Ferry Boat KK (Jepang) di tahun 1973 dengan nama Niihama.    

Jatuh ke Jalur Kereta, Bocah Tiga Tahun Bisa Diselamatkan

Celah peron, salah satu tempat yang paling rawan bagi penumpang kereta api. Pasalnya ada jarak yang tidak terlalu jauh antara kereta dengan peron, namun ini cukup membuat celaka bila penumpang tidak benar-benar memperhatikan langkah mereka saat akan naik atau turun dari kereta. Baca juga: Akibat Ibu Asik Main Ponsel, Anak Jatuh Diantara Peron dan Rel Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thestar.com (4/2/2019), seorang anak laki-laki usia tiga tahun terjatuh ke jalur kereta api di salah satu stasiun kereta api Cina tengah. Sebelum terjatuh ke rel tersebut ternyata sang bocah tiga tahun di suruh berpose untuk foto oleh sang ibu. Si ibu menyuruh anak itu bergaya di depan sebuah kereta cepat di stasiun kereta api Wuchang di Wuhan ibukota provinsi Hubei. Foto itu, akan digunakan sebagai kenang-kenangan saat mereka pulang untuk liburan Tahun baru Imlek. Sayangnya saat sang ibu meminta bocah tiga tahun tersebut untuk mundur, anak itu kehilangan pijakannya dan terjatuh ke celah antara peron dan kereta. Untungnya seorang petugas langsung berlari dan turun ke jalur tersebut untuk menyelamatkan bocah laki-laki itu. Petugas mengangkat si anak dan membawanya ketempat aman. Meski begitu bocah tersebut sedikit teguncang, namun tidak mengalami luka dan bisa melanjutkan perjalanan mereka. Tak hanya itu, karena kesigapan petugas stasiun, selain keluarga tersebut bisa kembali pulang, kereta pun tidak tertunda. Diketahui, liburan Tahun Baru Imlek yang mulai dirayakan pada Selasa (5/2/2019) kemarin membuat masyarakat Cina pulang kampung layaknya Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Masyarakat kembali ke kampung halaman dalam beberapa hari terakhir yang bisa dikatakan migrasi tahunan dan dikenal sebagai chunyun dalam bahasa Cina. Chunyun sendiri berarti ada penggunaan besar-besara pada transportasi Cina. Selama minggu emas ini, diperkirakan 400 juta perjalanan dilakukan dengan kereta api dan angka tersebut akan meningkat menjadi 2,99 miliar untuk semua perjalanan baik itu kereta api, jalur darat dengan bus dan kendaraan pribadi serta pesawat. Ini sudah akan berlangsung selama 40 hari dari 21 Januari hingga 1 Maret 2019. Apalagi saat itu juga merupakan perpanjangan cuti yang diambil oleh banyak pekerja migran. Lonjakan perjalanan ini juga kerap kali menyebabkan peningkatan kecelakaan selama periode tersebut. Baca juga: Perayaan Imlek di Cina, Ratusan Juta Orang Mudik Padati Berbagai Moda Transportasi Pada tahun 2017 saja, 898 orang tewas dalam kecelakaan yang terkait dengan kereta api, dengan sebagian besar kematian disebabkan oleh orang yang ditabrak kereta api ketika mencoba untuk menyeberang jalan di tempat-tempat yang tidak ditentukan.

Ban Towing Car di Bandara Internasional Hong Kong Meledak, Nyaris Hantam Petugas Ground Handling

Sebuah video yang diambil dari Bandara Internasional Hong Kong belakangan ini tengah menjadi bahan perbincangan publik. Alih-alih menunjukkan proses take-off atau landing yang mengesankan dari berbagai maskapai yang ada di sana, tapi video berdurasi singkat tersebut menunjukkan sebuah towing car yang mengalami pecah ban ketika tengah beroperasi. Hal lain yang lebih membuat video ini semakin ramai diperbincangkan adalah eksistensi dari petugas ground handling yang berada begitu dekat dengan ban yang meledak tersebut. Baca Juga: Insiden Landing Gear Boeing 737-800 SpiceJet, Drama Pendaratan Darurat Yang Dramatis! Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman scmp.com (7/2/2019), sebuah rekaman CCTV menunjukkan detik-detik meledaknya ban dari towing car tersebut. Dalam video berdurasi kurang dari 10 detik tersebut tampak sebuah towing car berwarna putih yang tengah mendorong sebuah pesawat menuju taxiway. Namun baru beberapa meter mobil tersebut jalan, tampak ban depan sebelah kanan mobil meletus. Saking kuatnya letusan tersebut, ban dari towing car ini sampai terpental ke arah garbarata yang terletak di sebelah kanan mobil tersebut.
Diketahui, maskapai yang tengah didorong oleh towing car ini adalah maskapai Hong Kong Airlines dengan nomor penerbangan HX628. Maskapai ini sendiri hendak bertolak menuju Seoul, Korea Selatan pada hari Selasa (5/2/2019) sekira pukul 10.00 waktu setempat. Di dalam video tersebut pula tampak seorang petugas ground handling yang berada tidak jauh dari jalur lontaran ban towing car. Menurut otoritas Bandara Internasional Hong Kong, ban dari towing car tersebut terpental sekira 10m jauhnya, dan beruntung, insiden ini tidak menyita korban, baik nyawa maupun luka.
Sumber: yahoo
“Anda dapat melihat bahwa ban meledak ke arah petugas ground handling bandara. Ini merupakan prosedur standar bagi para petugas ground handling untuk mengikuti proses towing dan berdiri di dekatnya (towing car) untuk memastikan pesawat memiliki ground clearance yang cukup dari pesawat dan kendaraan lain,” ujar anggota parlemen dari Partai Sipil, Jeremy Tam Man-ho. Baca Juga: Ini Dia, Para Pekerja Ground Support System di Bandara “Jika petugas ground handling tersebut terhantam ban, maka ia akan berada di dalam rumah sakit dalam waktu yang cukup lama,” tandasnya. Atas insiden ini, pemberangkatan Hong Kong Airlines dengan nomor penerbangan HX628 sempat mengalami penundaan selama 42 menit, dan secara keseluruhan, tidak ada operasi yang terdampak atas insiden ini.

PO Rasa Sayang, Kondang Layani Bus AKAP Jakarta – Bima

Tak kenal maka tak sayang, mungkin kata-kata ini cocok menggambarkan perusahaan otobus (PO) Rasa Sayang asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). PO yang satu ini memiliki rute terjauh dari Bima hingga Jakarta. Waktu tempuh dari Bima untuk tiba di Jakarta sekitar 60 jam dengan menyeberangi tiga selat. Baca juga: Sejarah PO Santoso, Ternyata Digawangi oleh Seorang Dokter Dirunut dari sejarahnya, PO Bus Rasa Sayang sendiri mulai melayani rute Jakarta-Bima sejak tahun 1992 lalu. Bisa dikatakan menjadi salah satu operator bus yang memerhatikan perilaku masyarakat di daerah yang dilayaninya. Hal ini lah salah satu yang membuat PO Rasa Sayang bisa bertahan. Seperti yang bisa terlihat dengan masyarakat Bima, dimana saat menumpang bus mereka tidak suka yang ngebut, bahkan harus ada kenyamanan dan terpenting adalah selamat meski tiba ditujuan dengan waktu yang cukup lama. Karena memiliki perjalanan yang tidak ngebut dan membuat nyaman, maka PO Rasa Sayang memberikan nilai lebih untuk penumpangnya. Bus memberikan jarak antar kursi yang cukup lebar, disediakan ruang merokok hingga karaoke. Bus milik PO Rasa Sayang hanya bisa menampung 32 penumpang dan tiga kursi tambahan di bagian ruang merokok. Bahkan kursi ini bisa diturunkan sandarannya untuk kenyamanan saat akan tidur. Tak hanya itu, banyak peraturan ketat yang membuat kru lebih memperhatikan tugasnya yakni ada larangan menaik turunkan penumpang di luar agen, pengemudi tidak boleh berjudi dan minum alkohol serta memerhatikan kenyamanan penumpang selama di perjalanan. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, harga sekali jalan dari Jakarta-Bima atau sebaliknya tidak murah yakni Rp700 ribu sampai Rp850 ribu. Bisa dikatakan harga tidak terlalu jauh dengan pesawat tetapi waktu tempuh cukup lama bila dibandingkan dengan pesawat. Kenyamanan yang dibagikan lainnya dalam perjalanannya, bus ini akan memberikan makan lima kali bagi penumpangnya hingga tiba di tujuan. Pemilik PO Rasa Sayang adalah Arief Wijaya dan dikenal cukup perhatian pada pengemudinya. Baca juga: “Debby,” Sebutan Kesayangan untuk Bus PO Deborah Rute Depok – Lebak Bulus Dikarenakan bus-bus PO Rasa Sayang tak pernah ngebut dijalan, rata-rata umur sasis yang mereka operasikan sebelumnya berusia 10-15 tahun. Ini terlihat dari bus yang tersisa di garasi perwakilan Jakarta. Bus milik PO Rasa Sayang sempat menggunakan Karoseri Malindo dan dulunya dikenal seperti Karoseri Adiputro masa kini. Selain itu, bus juga menggunakan body Evo-C dari Karoseri Rahayu Santosa yang masih beroperasi hingga kini. Kiat lain menggaet penumpang adalah dengan mengandalkan staf-staf pemasaran asal Bima. Dimana para pelanggannya sangat senang berbahasa daerah karena nyaman dengan operator bus yang mengerti apa yang mereka sampaikan dalam bahasa daerah. Kepercayaan penumpang bahkan dimulai dengan bahasa daerah Bima.

Rilis Tisu ‘Kontroversial,’ Delta Air Lines dan Coca-Cola Minta Maaf Kepada Penumpang

Maskapai penerbangan asal Negeri Paman Sam, Delta Air Lines kini tengah menjadi perbincangan hangat setelah menyediakan tisu yang sedikit kontoversial kepada para penumpangnya. Tidak hanya pihak Delta saja yang terpaksa meminta maaf kepada para penumpang, melainkan brand minuman kenamaan Coca-Cola pun diwajibkan melakukan tindakan yang sama seperti Delta. Ini dikarenakan kedua perusahaan beda ranah ini saling bekerja sama dalam menyediakan tisu kontroversial tersebut. Baca Juga: Ini Fakta yang Mungkin Belum Anda Ketahui dari Delta Airlines Ya, mungkin Anda bertanya-tanya, “apa yang dituliskan pihak Coca-Cola di dalam tisu tersebut? Apakah berbau pornografi atau konten sensitif lainnya?” Jika dilihat dari bentuk fisiknya, tisu kontroversial ini hanyalah tisu makan biasa yang pada salah satu sisinya terdapat cetakan lambang “Diet Cola”, dan beberapa versi tulisan nyeleneh. Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, salah satu tisu kontroversial tersebut berisikan tulisan, “Ini mungkin cara kuno, tapi cobalah tulis nomor ponselmu di sini dan berikan kepada orang yang kamu taksir di pesawat ini. Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,” Lalu yang lainnya bertuliskan, “Kamu sedang berada di dalam sebuah penerbangan yang dipenuhi oleh orang-orang yang menarik dan hey … kamu tidak tahu apa yang akan terjadi selajutnya,” Bagi sebagian orang, mungkin mereka akan menanggapi tisu ini sebagai lelucon belaka – namun tidak bagi sebagian lainnya yang memandang tisu tersebut sebagai sesuatu yang ‘menyeramkan’. Mereka yang lalu menganggap bahwa tisu ini menyeramkan langsung menyuarakan pendapat mereka melalui media sosial Twitter. “Hei @Delta dan @CocaCola, tissue ini sangatlah menyeramkan. Saya sangat yakin bahwa tidak ada yang mengapresiasi siapapun yang sudah menaruh nomor ponselnya di tisu ini, tidak seperti jaman dulu,” tulis pengguna Twitter dengan nama akun @ducksauz. “Itu tidak baik untuk dilihat,” tandasnya. “#Delta #Coke hilangkan tisu-tisu ini, mereka sangat menyeramkan #TimesUp #boycottcoke,” tulis pengguna Twitter lain, @ceokeeffeaolco1. Baca Juga: Karena Masalah Sepele, Tara Reid Dikeluarkan dari Penerbangan Delta Airlines Menanggapi banyaknya pihak yang tidak setuju dengan peredaran tisu ini, maka pihak Delta dan Coca-Cola meminta maaf atas beredarnya tisu kontroversial tersebut. “Kami minta maaf untuk itu dan telah mengeluarkan tisu-tisu tersebut dari pesawat kami sejak bulan Januari kemarin,” ungkap pihak maskapai dalam sebuahh keterangan. Hal serupa juga diutarakan oleh pihak Coca-Cola, “Kami dengan tulus meminta maaf kepada siapa pun yang mungkin telah kami sakiti. Kami bekerja dengan mitra kami di Delta untuk mulai mengeluarkan tisu tersebut bulan lalu dan menggantinya dengan desain lain,”