Tahun 2020, Roller Coaster Hadir di Kapal Pesiar Untuk Jelajahi Laut

Kapal pesiar yang dilengkapi dengan kemewahan selalu menjadi sorotan, seperti kolam renang mewah, kasino, ruang pertunjukkan, slider atau perosotan dengan tema Disney dan banyak lagi. Tapi, apakah mungkin sebuah roller coaster yang biasanya ada di taman bermain kemudian ada di sebuah kapal pesiar yang tengah mengarungi laut dan samudera? Baca juga: Loncat Bebas dari Ketinggian 30 Meter, Penumpang Ini Dilarang Naik Kapal Pesiar Selamanya Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nypost.com (14/12/2019), Carnival Cruise Line mengumumkan rencana pembuatan roller coaster di kapal pesiar milik mereka. Roller coaster sendiri akan hadir di tahun 2020 mendatang dan menjadi yang pertama di lautan. Nama roller coaster ini yakni Ultimate Sea Coaster yang akan menjadi wahana terbuka dengan ratusan meter tikungan, belokan dan pengguna akan merasakan kecepatan permaianan ini hingga 40 meter per jam di atas kapal Mardi Gras terbaru dari Carnival Cruise Line. Selain itu roller coaster tersebut akan menggunakan teknologi listrik dari Bolt. Penumpang kapal pesiar dengan roller coaster ini bisa melambung dengan ketinggian 190 kaki atau sekitar 57,9 meter diatas permukaan laut dan menikmati pemandangan 360 derajat dari lingkungan kapal. Foto mereka selama perjalanan akan diabadikan oleh sebuah kamera yang dikembangkan oleh perusahaan Jerman Maurer Rides, untuk mendokumentasikan sensasi dan foto mereka akan diposting setelah menyelesaikan perjalanan. “Mardi Gras akan menjadi kapal paling inovatif kami dengan fitur dan daya tarik yang benar-benar istimewa, disoroti oleh BOLT, roller coaster pertama di laut,” kata Presiden Carnival Cruise Line Christine Duffy dalam sebuah pernyataan. “BOLT akan melanjutkan tradisi Karnaval yang menyediakan cara-cara baru yang menarik bagi para tamu untuk ‘Memilih Kesenangan.’ Kami sangat senang memperkenalkan objek wisata yang unik, mengubah permainan, dan menggembirakan ini sehingga para tamu kami akan menyukainya.” Maurer Rides menyebut desain yang digunakan dalam roller coaster baru, Spike Coaster, yang tidak mengandalkan energi kinetik dan gravitasi, tetapi sebaliknya memiliki daya cengkeram pada 100 persen trek. Akselerasi dimungkinkan di mana saja di trek, bahkan di kurva, dan dapat dikontrol dengan tepat. Baca juga: Tak Hanya Pesawat dan Kereta Api, Penumpang Kapal Pesiar Juga Punya Tipe Tersendiri Mardi Gras akan menjadi kapal terbesar yang pernah dibangun untuk Karnaval dengan 180.000 gross-ton, panjang 1.130 kaki, dan kapasitas 6.500 penumpang. Ini enam kali lebih besar dari tahun 1972 senama, kapal pertama Carnival Cruise Line. Kapal akan berbasis di Port Canaveral, Florida.  

Awak Media Coba MRT Jakarta, Perjalanan Terlambat 10 Menit dan Tiba Tepat Waktu di Stasiun Akhir

Awak media bersama dengan para direktur PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mencoba menggunakan kereta MRT yang tengah melakukan uji coba secara keseluruhan dengan automatic operation atau pengoperasian dari OCC di Depo Lebak Bulus. Meski begitu saat uji coba pun masih ada masinis namun hanya untuk membuka dan menutup pintu saat berhenti di setiap stasiun MRT. Baca juga: Delapan Kereta MRT Jakarta Uji Coba Secara Penuh dengan Headway 10 Menit Pada uji coba yang mengangkut sekitar 50 awak media tersebut MRT Jakarta melakukan dengan percobaan kereta datang terlambat sepuluh menit dan mencoba ketertinggal waktu tersebut. “Kita coba dengan perjalanan kereta yang terlambat sepuluh menit untuk tiba tepat waktu di Stasiun Lebak Bulus dengan keberangkatan dari Bundaran HI,” ujar William Sabandar, Direktur PT MRT Jakarta yang ikut bersama dalam uji coba tersebut. Awak media bisa menikmati MRT Jakarta di dalam kereta 2 dan 3 sebab kereta 1, 4 dan seterusnya ditutup. KabarPenumpang.com yang ikut mencoba kereta tersebut, merasakan seperti menikmati MRT yang ada di Singapura, tidak berisik dan sebagai penumpangnya tidak merasakan goncangan saat kereta melaju di rel. Bahkan saat kereta menanjak menuju elevated dari undergrownd, setelah melewati Stasiun Senayan pun tidak berasa. Namun kecepatan kereta saat itu bisa dikatakan lumayan cepat karena mengejar waktu tiba atas keterlambatan sepuluh menit dari keberangkatan. Didalam MRT, kereta 3 dan 4 ada tempat khusus untuk disabilitas yang menggunakan kursi roda dan digadang-gadang juga akan digunakan untuk kereta khusus perempuan saat jam sibuk. Saat menikmati kereta, William mengatakan, setiap stasiun kini sudah dilengkapi dengan jadwal keberangkatan kereta. Sehingga penumpang bisa melihat dengan jelas jam berapa kereta akan berangkat dari stasiun tersebut. Seperti saat berangkat dari Stasiun Bundaran HI di uji coba kemarin, kereta berangkat pukul 14.03 dan tiba di Stasiun Lebak Bulus 14.30 dan tepat waktu. “Kita tiba di Stasiun Lebak bulus tepat waktu dari keterlambatan,” kata William. Dalam perjalanan bolak-balik tersebut, announcer atau pemberitahuan perhentian tiap stasiun pun sudah mulai diaktifkan meski belum sesuai dengan standar alias masa uji coba. Tak hanya itu, display pemberitahuan buka pintu, nama stasiun dan ada di kereta berapa penumpang naik pun terlihat jelas. Baca juga: MRT Jakarta Libatkan 16 UMKM di Lima Stasiun “Semua sudah dijalankan saat operasional, jadi pemberitahuan kereta akan tiba di stasiun mana dan keberangkatan dari stasiun itu juga sudah jelas. CCTV pun sudah dipasang,” tutup William

MRT Jakarta Buka Naming Right Tahap 2, Semua Perusahaan Indonesia Bisa Ambil Bagian

Naming right atau penamaan stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sudah ada tiga yang dikomersilkan, yakni Dukuh Atas, Setiabudi dan Istora. Selain itu juga Sisingamangaraja dengan naming right Stasiun Sisingamangaraja Asean, dan ini tidak dikomersilkan melainkan penjualan secara diplomatik. Baca juga: Delapan Kereta MRT Jakarta Uji Coba Secara Penuh dengan Headway 10 Menit Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis PT MRT Jakarta, Gamal Peris mengatakan, akan membuka naming right di tahap kedua. Di tahap ini, untuk Stasiun Benhil, Senayan, Blok M dan Lebak Bulus. “Kalau tahap pertama kita buka untuk perkantoran yang dekat dengan stasiun MRT dimana jarak terjauh 700 meter. Kali ini kita buka untuk semua perusahaan di Indonesia sehingga semua bisa ikut,” ujar Gamal yang ditemui KabarPenumpang.com, Rabu (30/1/2019). Gamal menjelaskan, untuk tahap kedua ini sendiri rulenya adalah penamaan oleh perusahaan akan dikontrak selama lima tahun dan akan diperpanjang lima tahun berikutnya. Apalagi penamaan ini juga tidak menghilangkan nama aslinya, hal ini dilakukan agar penumpang tidak bingung. “Kita tetap pakai nama asli stasiun, penamaan perusahaan akan ada di belakangnya, jadi kalau sewaktu-waktu berganti penumpang tidak bingung,” jelas Gamal. Dia mengatakan, saat ini pun pihak MRT tengah membuat kartu single dan multi trip dengan tipe C. Gamal menjelaskan, kartu tipe C ini cepat untuk dibaca oleh alat pemindai di gate dan berbeda dengan kartu perjalanan atau e-money lainnya yang memiliki tipe E. “Kita punya kartu tapi ini nanti tidak akan terintegrasi dengan lainnya, maksudnya adalah tidak terintegrasi dalam tarif sehingga bila naik MRT misal Rp8500 untuk ongkos, saat pindah ke TransJakarta tetap kena Rp3500,” jelas Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar. Baca juga: Tiga Stasiun MRT Jakarta Kini Telah Miliki “Naming Right” Dia mengatakan, saat ini juga pihkanya tengah bekerja sama dengan beberapa bank yang mengeluarkan kartu uang elektronik yang bisa digunakan semua moda transportasi. William menambahkan saat ini pihaknya sudah mulai mencari lokasi-lokasi terkait dengan integrasi dengan TransJakarta untuk memudahkan penumpang.

Perluas Jaringan, Citilink Buka Rute Internasional Surabaya – Kuala Lumpur

Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia kembali memperluas konektivitas dengan menambah jaringan penerbangan internasionalnya di Asia, yaitu dengan membuka rute Surabaya – Kuala Lumpur mulai Rabu, 30 Januari 2019. Baca juga: Kadung Bawa Bagasi ‘Dadakan’ Pasca Penghapusan Free Baggage, Ini Regulasi Ala Citilink! “Pembukaan rute ini merupakan salah satu strategi perusahaan untuk memperluas jaringan penerbangan internasional sehingga memantapkan eksistensi Citilink Indonesia sebagai maskapai berbiaya hemat terkemuka di kancah internasional khususnya di kawasan Asia,” kata Pjs. VP Sales & Distribution Citilink Indonesia, Amalia Yaksa di Jakarta, Kamis (30/1). Amalia menambahkan bahwa dengan adanya rute penerbangan baru ini diharapkan dapat meningkatkan antusiasme wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga dapat mendukung akselerasi pertumbuhan sektor pariwisata dan juga meningkatkan aksesibilitas di kedua wilayah tersebut. Pembukaan rute penerbangan Surabaya – Kuala Lumpur ini membidik para wisatawan regional serta business travelers serta para pelajar yang hendak berangkat ke Kuala Lumpur atau kembali ke Surabaya. Adapun target keterisian untuk rute internasional ke 4 ini diharapkan dapat mencapai 84 persen. Seperti diketahui bersama, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur sebelumnya telah menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur sebanyak 1 juta orang sepanjang tahun 2019. Surabaya juga dinobatkan sebagai kota terbaik untuk pengembangan pariwisata oleh Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018, maka dari itu, momen pembukaan rute Surabaya-Kuala Lumpur diharapkan mampu membantu pemenuhan target tersebut dan menjadikan Surabaya semakin dikenal oleh masyarakat internasional. Jadwal penerbangan Surabaya – Kuala Lumpur beroperasi setiap hari dengan nomor penerbangan QG 522 akan berangkat dari Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya pada pukul 11:55 dan tiba di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur pukul 15:30 waktu setempat. Baca juga: Airbus A320-214 PK-GQR – Sensasi Free WiFi Perdana di Armada Citilink Untuk rute sebaliknya, pesawat dengan nomor penerbangan QG 523 akan berangkat dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur pada pukul 16:35 waktu setempat dan kembali tiba di Bandar Udara Internasional Juanda pukul 18:30. Penerbangan Surabaya – Kuala Lumpur akan menggunakan pesawat ukuran sedang Airbus A320 dengan kapasitas angkut sebanyak 180 penumpang.

Di Jepang, Bisa Makan Mie Gratis Asalkan Datang ke Stasiun Lebih Awal!

Bukanlah satu pemandangan yang aneh jika jaringan kereta bawah tanah di Jepang selalu dipenuhi oleh para komuter. Layaknya di kota-kota besar di seluruh dunia, terutama pada jam-jam sibuk (peak hours), orang-orang ‘dikemas’ layaknya ikan sarden ke dalam kereta, dipaksa berdesak-desakan dengan orang asing yang mungkin sebelumnya belum pernah mereka temui sebelumnya, dan kejadian ini terjadi hampir setiap hari – terutama hari-hari kerja. Baca Juga: Ekinaka, Booth Working Space untuk Pekerja Mobile di Stasiun Kereta Jepang Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman qz.com (24/1/2019), Metro Tokyo menawarkan sebuah tawaran dimana penumpang bisa mengurungkan niatnya untuk bepergian menggunakan kereta di kala peak hours – ya, mie soba dan tempura gratis. Upaya ini ditempuh pihak Metro Tokyo guna mereduksi kepadatan yang selama ini terjadi di Tozai Line di Ibukota Jepang. Tozai Line diketahui sebagai salah satu jalur paling ramai di Tokyo yang menghubungkan distrik bisnis kota ke pinggiran kota Chiba. Menurut salah satu juru bicara dari Metro Tokyo, tawaran ini berlaku sejak 21 Januari hingga 1 Februari 2019, dimana setiap penumpang yang datang sebelum jam sibuk di stasiun pada pagi hari dan melakukannya selama 10 hari berturut-turut, maka ia akan mendapatkan voucher mie soba gratis yang disajikan di restoran setempat. Awalnya, para pejabat dari Metro Tokyo berharap bisa meyakinkan 2.000 komuter untuk mengubah waktu perjalanan mereka dengan imbalan makan tempura gratis – cemilan yang digoreng khas Jepang. Namun pada akhirnya Metro Tokyo menambahkan 1.000 meni mie soba ke dalam tawaran tersebut. Itu berarti, para komuter akan bisa mendapatkan tiga keuntungan sekaligus: tempura, mie soba, dan kereta yang tidak terlalu penuh. Tidak sia-sia, rencana ini terbilang sukses karena pada 22 Januari kemarin, atau berselang dua hari setelah upaya penurunan tingkat komuter dilakukan, Tokyo Metro melaporkan ada sekitar 7.000 orang yang berpartisipasi dalam kampanye ini. Dukungan aktif dari para komuter juga menjadi salah satu kunci suksesnya kampanye ini. Baca Juga: Stasiun di Jepang Akan Uji Coba Alat Deteksi Benda Berbahaya “Mari kita makan mie soba gratis bersama-sama!” “Mari bergabung dengan kampanye ini mulai besok!” Begitulah kira-kira yang disuarakan oleh para komuter di jejaring sosial Twitter setiap harinya, tertanggal 21 Januari. “Ini adalah jalur kami yang paling padat. Kami selalu berusaha mengurangi kepadatan penumpang di kala peak hours,” tutur juru bicara MetroTokyo, Takeshi Yamashita. “Kami berharap ini bisa mendorong orang-orang untuk melanjutkan (naik kereta api awal) untuk membantu meringankan situasi crowded pada jam-jam sibuk,” tutupnya.  

Tjilik Riwut – Heroisme Putera Dayak dalam Dirgantara Indonesia

Bandara ini terletak di Ibukota Kalimantan Tengah, Palangkaraya dan tengah diusulkan untuk menjadi bandara internasional. Sebelumnya, bandara ini dikenal dengan nama Bandara Panarung, dan kini sudah berganti nama menjadi Bandara Tjilik Riwut. Bagi Anda yang belum tahu, ternyata nama Tjilik Riwut diambil dari nama seorang pahlawan nasional sekaligus Gubernur Kalimantan Tengah kedua, yaitu Marsekal Pertama TNI (Purnawirawan) Tjilik Riwut. Baca Juga: Pratiwi Pujilestari Sudarmono – Calon Astronot Pertama Indonesia yang Terpaksa Mengubur Asanya Ke Luar Angkasa Lahir di Kasongan, Kalimantan Tengah pada 2 Februari 1918, Tjilik Riwut dengan bangga selalu menyatakan dirinya sebagai ‘orang hutan’ karena ia lahir dan dibesarkan di belantara Kalimantan. Percaya atau tidak, ketika masih belia, Tjilik Riwut telah mengelilingi pulau Kalimantan hanya dengan berjalan kaki, naik perahu dan rakit sebanyak tiga kali. Wajar saja jika ia sangat bangga dan mencintai tanah kelahirannya tersebut. Tjilik Riwut menamatkan pendidikan dasarnya di Kasongan dan ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Perawat di Purwakarta dan Bandung. Seselesainya ia menuntut ilmu di Tanah Pasundan, Tjilik Riwut yang menjadi satu-satunya Putera Dayak yang menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), diterjunkan ke Kalimantan untuk misi Pemerintah Republik Indonesia oleh Gubernur Borneo saat itu, Pangeran Muhammad Noor – namun ia tidak turun merebut Kalimantan. Kendati tidak ikut terjun dalam merebut tanah kelahirannya dari penjajah, namun Tjilik Riwut berjasa dalam memimpin Operasi Penerjunan Pasukan Payung Pertama dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada tanggal 17 Oktober 1947, yang kini ditetapkan sebagai Hari Pasukan Khas TNI-AU (Paskhas). Waktu itu Pemerintah RI masih berpusat di Yogyakarta dan pangkat Tjilik Riwut kala itu adalah Mayor TNI. Tjilik Riwut merupakan seorang yang sangat berjasa bagi bergabungnya Kalimantan ke pangkuan Republik Indonesia. Sebagai seorang putera Dayak, ia telah mewakili 185.000 rakyat terdiri dari 142 suku Dayak, 145 kepala kampung, 12 kepala adat, 3 panglima, 10 patih, dan 2 tumenggung dari pedalaman Kalimantan yang bersumpah setia kepada Pemerintah RI secara adat dihadapan Presiden Sukarno di Gedung Agung Yogyakarta, 17 Desember 1946. Lepas dari karirnya di dunia militer, Tjilik Riwut tercatat pernah menjadi Wedana di Sampit, Bupati di Kotawaringin, sebelum akhirnya menjadi Gubernur Kalimantan Tengah dan terakhir menjadi anggota DPR RI. Tjilik Riwut juga dikenal sebagai pribadi yang jago dalam hal tulis menulis. Keterampilannya itu mulai ia asah ketika bekerja bersama Sanusi Pane – sastrawan Indonesia angkatan Pujangga Baru, di Harian Pembangunan. Baca Juga: Wiweko Soepono – Bapak ‘Two-Men Cockpit’ yang Sarat Pengalaman di Dunia Dirgantara Menikah dengan Clementine Suparti, Tjilik Riwut dikaruniai enam buah hati; Emilia Enon Herjani, A.R. Hawun Meiarti, Theresia Nila A.T., Kameloh Ida Lestari, Anakletus Tarung, dan Tjandrautama Tjilik Riwut. Namun sayang, ketika Indonesia tengah merayakan hari jadinya yang ke-42, Tjilik Riwut menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Suaka Insan akibat penyakit hepatitis di usianya yang ke 69 tahun. Tjilik Riwut dimakamkan di makam Pahlawan Sanaman Lampang, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Atas jasanya terhadap Indonesia, nama Tjilik Riwut diabadikan menjadi nama bandara di Palangkaraya dan jalan utama di kota yang sama. Terima kasih, ‘orang hutan’!  

Delapan Kereta MRT Jakarta Uji Coba Secara Penuh dengan Headway 10 Menit

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta saat ini sudah mulai menguji coba delapan kereta Ratangga (sebutan kereta MRT) secara penuh. Uji coba secara penuh ini dilakukan dengan headway atau waktu tunggu per kereta adalah sepuluh menit. Baca juga: MRT Jakarta Libatkan 16 UMKM di Lima Stasiun Saat ini sudah melakukan full uji coba kereta selama 24 jam dari depo Lebak Bulus hingga ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan sebaliknya. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pihaknya menguji coba Ratangga sendiri mulai dari pengecekan platform screendoor, operation command dan ontime kedatangan kereta di stasiun MRT. “Kita uji coba ini selama 24 jam penuh dengan otomatis, ada masinis hanya untuk bantu buka pintu. Kita akan uji coba dengan operasional emergency mulai 27 Februari hingga 11 Maret, terkait proses ini kita libatkan pemadam kebakaran, petugas gedung selama sepuluh hari,” ujar William yang ditemui Kabarpenumpang.com, Rabu (30/1/2019). William mengatakan, untuk publik nantinya akan dibuka naik ke MRT setelah uji coba emergency tersebut. Dimana akan menggunakan semacam kartu seperti layaknya menggunakan kereta MRT semestinya saat beroperasi Maret 2019 mendatang. “Kita akan punya sistem untuk masuk kereta karena belum ada tiket,” ujarnya. Direktur Konstruksi Silvia Halim mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai tahap penyelesaian pintu masuk MRT. Fokus kerja saat ini, Silvia mengatakan bahwa kanopi yang ada di Stasiun Sudirman sudah terpasang dan nantinya pedestrian akan mulai dirapikan. “Maret ini kita sudah mulai pembersihan dan penyelesaian. Kalau tiang-tiang masih banyak yang belum beres disekitaran Fatmawati, TB Simatupang dan sekitarnya kita sudah mulai merapikannya. Untuk stasiun saat ini sudah tahap finishing,” tambah Silvia. Baca juga: MRT Jakarta Uji Coba Operasional Secara Penuh, Masyarakat Bisa Ikut Mencobanya Silvia menjelaskan, untuk ketahanan dan kualitas bangunan elevated sendiri strukturnya sudah mengikuti stasndar di Internasional yakni Jepang dikarenakan pendanaan dari Jepang. Tak hanya itu, pihaknya juga sudah mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI) tahun 2012. “Kita tidak menolak dari yang Indonesia seperti SNI, dimana SNI ini ketahanan gempa hingga 8 SR,” kata Silvia.

Eurostar Tambahkan Layanan Kereta Cepatnya dari London Menuju Belanda

Kereta berkecepatan tinggi Eurostar kini memperbanyak jadwal layanannya karena permintaan tinggi dari pelanggan. Eurostar sendiri merupakan layanan kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan Inggris dengan daratan Eropa dan kini tengah menjual tiket untuk layanan langsung harian ketiga dari London menuju ke Rotterdam dan Amsterdam. Baca juga: Berbagi Pasar dengan Dunia Penerbangan, Eurostar Rilis Layanan Kereta Cepat London-Amsterdam Dilansir KabarPenumpang.com dari laman theguardian.com (4/1/2019), layanan tambahan akan diluncurkan pada 11 Juni 2019 mendatang. Ini dihadirkan sebagai tanggapan dari tingginya permintaan pelanggan tujuan Belanda yang diluncurkan pada April 2018 kemarin. Tarif tiket ini akan mulai dari £35 atau sekitar Rp649 ribu sekali jalan dengan waktu tempuh 3 jam 13 menit dari Stasiun Pancras di London langsung ke Rotterdam dan 3 jam 52 menit hingga tiba ke Amsterdam. Untuk kembali ke Belanda, penumpang akan menghadapi perjalanan yang lebih lama dimana ketika berada di Brussel paspor akan diperiksa di keamanan hingga kedua pemerintahan menyelesaikan perjanjian yang memungkinkan pemeriksaan paspor dilakukan di Belanda. “Rute baru kami ke Belanda telah disambut dengan permintaan kuat dari para pelanggan kami, yang semakin menghargai kemudahan, kenyamanan, dan pengalaman mulus dari kereta api berkecepatan tinggi. Kereta ketiga setiap hari akan meningkatkan kapasitas sambil menawarkan lebih banyak pilihan dan fleksibilitas bagi pelancong yang menghubungkan antara kota-kota Eropa ini,” kata kepala eksekutif Eurostar, Mike Cooper. Eurostar menargetkan konversi potensial ke rel berkecepatan tinggi dengan mengatakan perjalanan London-Amsterdam Eurostar mengurangi karbon 80 persen lebih sedikit daripada penerbangan setara. Layanan ketiga akan membawa kapasitas Eurostar pada rute ke setara dengan 12 penerbangan sehari, lebih dari 75 penerbangan seminggu dan 3.900 per tahun. Layanan tambahan akan meninggalkan London Stasiun Pancras pada pukul 11.04 pagi, sementara keberangkatan kereta harian pertama dimajukan dalam waktu 75 menit hingga jam 7.16 pagi, memberi para pelancong bisnis peluang hari yang lebih panjang. Kereta awal akan mencapai Amsterdam pukul 12.11 waktu setempat. Rencana untuk layanan yang sangat dinanti-nantikan ini diumumkan pertama kali pada bulan September 2013 tetapi tanggal mulai resmi dapat ditunda sementara kontrol imigrasi dan paspor disetujui. Lebih dari empat juta penumpang per tahun terbang antara London dan Amsterdam, menjadikannya salah satu rute udara tersibuk di Eropa saat Belanda semakin populer sebagai pusat bisnis dan pariwisata utama. Baca juga: Bersanding Dengan Trans-Siberia, Rusia Siap Bangun Jaringan Kereta Cepat Moskow-Kazan! Sekretaris transportasi Belanda, Stientje van Veldhoven, mengatakan kepada surat kabar Belanda Algemeen Dagblad pada bulan Oktober bahwa dia antusias tentang layanan kereta api lebih lanjut dan ingin melihat sebanyak mungkin penumpang turun dari pesawat untuk jarak pendek di Eropa. Bandara Schiphol Amsterdam berada di bawah tekanan yang meningkat, dengan slot yang sulit diperoleh pada waktu puncak.    

Lombok Akan Jadi Hub Ke-5 AirAsia di Indonesia

AirAsia memilih Lombok untuk menjadi hub utama dan berencana membuka layanan penerbangan internasional ke Perth, Yogyakarta dan Denpasar pada pertengahan tahun 2019. Pemilihan Lombok sendiri sudah menjadi yang kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan dan Bali. Baca juga: Numpuk di Gudang, AirAsia Daur Ulang Jaket Keselamatan dan Seragam Awak Kabin Dilansir KabarPenumpang.com dari flightglobal.com (25/1/2019), pemilihan Lombok sendiri sudah direncanakan sejak lama dan masuk dalam daftar tujuan pengembangan bisnis AirAsia. Sebab potensi pasar Lomok sebagai salah satu destinasi unggulan menjadi alasannya. Apalagi untuk menjadikan Lombok sebagai salah satu hub tidak selalu mulus untuk maskapai berbiaya hemat ini. CEO AirAsia Group, Tony Fernandes mengatakan dalam beberapa bulan kedepan pihaknya akan bekerja dengan bandara dan otoritas pemerintah untuk menjadikan Lombok hub baru AirAsia di Indonesia serta menjadikannya komitmen yang nyata. “Kami berencana menempatkan dua Airbus A320 di Lombok yang bisa diandalkan untuk pelayanan ke Kuala Lumpur selain rute-rute baru tersebut,” kata Tony. Commercial Director AirAsia Indonesia Rifai Taberi mengatakan, pihaknya melakukan pengajian ulang karena terkait gempa yang terjadi di Lombok 2018 lalu. Namun saat melakukan hal tersebut, Gubernur NTB Zulkieflimansyah menemui pihaknya dan menanyakan perkembangan tersebut. “Kalau dapat dukungan pemerintah pasti kita akan lebih percaya diri lagi, persiapan riil ini terjadi sejak Oktober,” ujarnya yang dikutip dari republika.co.id, Selasa (29/1/2019). Disebutkan Rifai, untuk menjadikan Lombok sebagai hub, AirAsia sendiri menggelontorkan dana yang tidak sedikit yakni Rp60 miliar. Nantinya rute-rute baru tersebut akan mulai terbang pada Mei dan Juni dimana dari Lombok menuju Bali akan ada penerbangan sebanyak 14 kali dalam seminggu. Untuk Lombok-Yogyakarta sebanyak tujuh kali seminggu dan Lombok-Perth sebanyak empat kali seminggu. Selain itu untuk rute yang sudah ada yakni Kuala Lumpur-Lombok yang tadinya tujuh kali menjadi 14 kali seminggu. AirAsia juga memberikan hadiah istimewa dengan memasang livery bertuliskan Lombok pada pesawat AirAsia untuk sarana promosi Lombok kepada dunia luar. “Pemerintah sangat mendukung dan saya lihat pelaku industri juga mendukung, antusiasme mereka luar biasa dan siap sekali,” kata Rifai. Rifai berharap, pemerintah daerah bisa menjaga pasar dengan menggencarkan promosi dan penyiapan fasilitas agar rute penerbangan yang nanti dibuka bisa bertahan lama. Rifai mendorong Pemda untuk aktif melakukan Familiarization Trip (Famtrip) atau wisata pengenalan bagi agen travel dan media dari luar negeri agar mendorong wisatawan mancanegara tertarik berkunjung ke Lombok. Baca juga: AirAsia Malaysia Terbang Perdana ke Silangit dari Kuala Lumpur Disambut Hujan “Yang paling penting bagaimana (penerbangan) kita bisa berkelanjutan, perlu ada komitmen bersama, mungkin kalau maskapai baru bisa raup keuntungan setelah dua tahun, saat-saat awal harus berikan banyak promosi supaya orang mau datang ke Lombok,” kata Rifai.

Bepergian Sendiri, Penyandang Disabilitas ini Dilarang Mengudara oleh Hong Kong Airlines!

Staf maskapai Hong Kong Airlines tidak mengizinkan pengguna kursi roda untuk mengudara dari Bandara Internasional Hong Kong dengan dalih ia bepergian sendirian. Hal ini lalu memicu panggilan dari anggota parlemen untuk operator penerbangan untuk membuat instruksi yang lebih jelas. Baca Juga: Lima Maskapai Ini Dianggap Ramah Bagi Penyandang Disabilitas Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman asiaone.com (28/1/2019), adalah Shen Chengqing, seorang penumpang berusia 22 tahun yang dijadwalkan untuk mengudara bersama Hong Kong Airlines menuju Tianjin pada Jumat (25/1/2019) sekira pukul 20.40 waktu setempat. Namun setibanya di Bandara Internasional Hong Kong, Shen ditolak oleh petugas bandara lantaran ia merupakan seorang penyandang disabilitas dan bepergian seorang diri karena tanpa pendamping. “Saya merasa sangat cemas dan marah pada saat itu. Saya tidak mengerti mengapa hal seperti ini bisa terjadi di Hong Kong,” ungkap Shen. “Karena alasan ini (disabilitas), kami menolak untuk membiarkannya naik pesawat sendirian,” ujar salah satu petugas bandara kepada rekan Shen yang kala itu mengantarkannya ke bandara. Shen mengatakan bahwa sebelumnya, ia telah memberikan informasi kepada pihak Hong Kong Airlines bahwasanya ia menggunakan kursi roda dan ia bersikeras bahwa pihak maskapai seharusnya memberikan informasi yang lebih detail mengenai apa saja yang harus dilakukan oleh seorang penyandang disabilitas, seperti diperlukan pendamping dan lain sebagainya. Menurut situs web maskapai, penumpang diperbolehkan untuk melakukan check in dengan menggunakan kursi roda dan akan diberikan kursi khusus ketika berada di dalam pesawat. Sementara itu, awak kabin masih bisa memberi bantuan kepada penyandang disabilitas ini seperti mendorong kursi roda penyandang disabilitas menuju atau keluar dari seat mereka di dalam pesawat tapi tidak dengan membantu penyandang disabilitas untuk perawatan pribadi, seperti membantunya menuju toilet atau memberikan obat, karena ini menyangkut masalah keamanan. “Untuk kebutuhan pribadi semacam ini, kami sarankan Anda untuk bepergian bersama seorang pendamping,” terang situs web tersebut. Namun Shen tidak puas dengan alasan yang dilontarkan oleh pihak Hong Kong Airlines, “Jika ada masalah keamanan, berarti harus ada fasilitas yang lebih baik untuk memastikan keselamatan saya sebagai penumpang, bukan malah tidak mengizinkan saya untuk naik pesawat,” Baca Juga: Berhati Malaikat, Anak ini Dampingi Penyandang Disabilitas Lewati Penerbangannya Menanggapi hal ini, seorang juru bicara Hong Kong Airlines mengatakan bahwa penumpang yang bepergian sendiri terlepas apakah dia seorang penyandang disabilitas atau bukan, harus memiliki kemampuan untuk mengurus diri sendiri, termasuk dalam urusan makan dan minum, minum obat hingga menggunakan toilet. Dampak dari insiden ini, Shen harus merogoh kocek lagi sebesar lebih dari 2000 yuan (HK$295) untuk membeli tiket pada hari berikutnya dari Shenzhen ke Tianjin, dan terpaksa menyusahkan teman-temannya untuk menemani perjalannya.