Pada masanya, bus antar kota antar provinsi (AKAP) pernah berjaya dan digemari oleh masyarakat pada tahun 1970 hingga awal tahun 2000-an. Pasalnya pada masa itu tiket pesawat cukup mahal untuk kantong masyarakat Indonesia, sehingga bus menjadi pilihan ideal.
Baca juga: Sejarah ALS, Perusahaan Otobus dengan Trayek Terjauh Lintas Jawa-Sumatera
Bus-bus AKAP tidak hanya dijumpai di Pulau Jawa saja, melainkan di Pulau Sumatera. Sebab, perusahaan otobus (PO) juga banyak di barat Indonesia tersebut salah satunya adalah PO ANS yang merupakan kepanjangan dari Aman Nyaman Sampai tujuan.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, PO ANS sendiri didirikan tahun 1960-an oleh Anas Sultan Jamaris di Bukittinggi, Sumatera Barat. Pada masa jayanya ANS adalah salah satu PO terbesar di Sumatera dan merupakan yang terbesar di Sumatera Barat serta masih beroperasi hingga kini.
PO ANS pernah melayani trayek dari Banda Aceh di ujung Sumatera hingga Denpasar, Bali pada tahun 1980-an hingga 1990-an. Bisa dikatakan trayek PO ANS adalah yang terjauh dijalani sebuah PO di Indonesia kala itu.
ANS melayani trayek ke arah barat, dari Jakarta ke berbagai kota tujuan di pulau Sumatera, seperti Banda Aceh, Medan, Pekan Baru, Padang, Bukittinggi, Pariaman, dan lainnya. Selain ke barat, ANS juga membuka trayek dari Jakarta ke arah timur, seperti ke Surabaya, Malang, hingga Denpasar, Bali.
Untuk trayek yang lebih dekat, ANS melayani rute dari beberapa kota di Sumatera Barat, seperti Padang, Bukittinggi, Pariaman, dan lainnya menuju beberapa kota di pulau Sumatera, seperti Banda Aceh, Medan, Pekan Baru, Dumai, Jambi, Palembang, Bengkulu, dan lainnya. Hingga pada awal tahun 2000, ANS dan pilihan PO lainnya yang memiliki trayek Sumatera-Jawa megalami masa suramnya, sebab penumpang banyak yang beralih ke transportasi udara yang tarifnya hanya sedikit lebih mahal dibandingkan bus.
Apalagi masa itu sudah banyak pesawat berbiaya hemat atau LCC yang mengudara. Pada awal perdananya meluncur di jalanan, PO ANS menggunakan Chevrolet Division 74 yang juga dikenal dengan ‘C Goreh’ karena tipenya C/150. Bahkan bus ini bisa saja menjadi generasi pertama yang menyusuri jalanan di Sumatera Barat kala itu.
Baca juga: 50 Tahun Berdiri, PO Nusantara Rilis Bus Buatan Karoserinya Sendiri
Tak hanya itu, bus ini dianggap barang mewah dan langka sehingga tidak semua orang mampu menaikinya. Pada masa itu, klakson bus di Minangkabau berbunyi mendayu-dayu dengan istilah kalason oto. Saat ini tiket bus PO ANS tersedia dengan rute satu arah dari Jakarta (Cawang UKI) tujuan Palembang, Muaro Tebo, Muaro Tembesi, Kiliran Jao, Solok, Bukittinggi dan Padang.
Sebanyak 40 orang diamankan sepanjang tahun 2018 karena mereka didakwa telah menyalahgunakan boarding pass di Bandara Internasional Changi, Singapura. Informasi ini didapat dari seorang penasihat polisi, Senin (21/1/2019) kemarin. Lalu belum lama ini, seorang wanita yang diperkirakan berusia 38 tahun ditangkap oleh petugas keamanan Bandara Changi lantaran dirinya telah menyalahgunakan boarding pass-nya ketika tengah transit.
Baca Juga: Changi Stopovers, Siap Manjakan Penumpang Transit Jelajahi Singapura
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (21/1/2019), seorang petugas kepolisian mengatakan bahwa, “Investigasi mengungkapkan bahwa wanita itu telah memasuki area transit untuk menukar barang, yang dibeli saudara perempuannya dari sebuah toko di area transit. Dia tidak berniat untuk meninggalkan Singapura,”
Karena maraknya tindak penyalahgunaan boarding pass ini, maka sebagai aparat penegak hukum, pihak kepolisian Singapura lalu turut ‘mengiklankan’ penyuluhan ini di sosial media Facebook.
“Seharusnya hanya ada di sana (area transit) untuk tujuan bepergian ke tujuan berikutnya,” tulis pihak kepolisian Singapura di laman Facebook.
Bagi mereka yang kedapatan menyalahgunakan boarding pass untuk memasuki area transit bandara, tanpa niat untuk melanjutkan ke tujuan berikutnya, akan dituntut untuk bertanggung jawab atas pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Infrastruktur.
Jika para pelanggar terbukti bersalah dalam kasus ini, maka masing-masing dari mereka akan dikenakan denda maksimal SG$20.000 (Rp209 juta) atau hukuman kurungan maksimal dua tahun. Tentu saja, hukuman ini mesti ditegakkan guna memberikan efek jera kepada para pelanggar – terlepas apakah mereka sudah mengetahui tentang aturan semacam ini sebelumnya atau tidak.
Baca Juga: Tiga Inovasi ‘Otonom’ di Bandara Internasional Changi Tuai Banyak Pujian
Kembali ke bulan Februari 2018 silam, dimana seorang gadis berusia 20 tahun terpaksa diboyong ke pos pengamanan setelah dirinya kedapatan menyalahgunakan boarding pass-nya. Kala itu, si gadis baru saja membeli tiket pesawat untuk menemui boyband Korea idolanya di area transit Bandara Internasional Changi.
Belum lagi pada April 2017, dimana dua orang remaja berusia 16 dan 19 tahun pun mengalami hal yang hampir serupa – diamankan petugas keamanan bandara setelah mereka membeli tiket pesawat guna menemui artis idolanya, seorang bintang hip-hop asal Negeri Ginseng, Korea Selatan.
Bagi Anda para pecinta kereta api, nampaknya jalur kereta yang satu ini tidak boleh dilewatkan oleh Anda sekalian. Terletak di Ekuador, jalur ini diberi nama Devil’s Nose – mungkin karena medan yang dilintasinya sangatlah ekstrem. Dapat Anda bayangkan kereta yang Anda tumpangi melintasi jurang dan tebing baru menyusuri aliran sungai yang meliuk-liuk pada bagian bawahnya. Dijamin, pengalaman Anda ketika melintasi Devil’s Nose ini akan menjadi satu pengalaman yang sangat berharga dan tidak terlupakan bagi Anda semua.
Baca Juga: Maeklong, Pasar Lipat di Lintasan Jalur KeretaKabarPenumpang.com merangkum dari sejumlah laman sumber, adapun jalur ini menghubungkan Quito dan Guayaquil. Dibangun lebih dari satu abad yang lalu, dapat Anda bayangkan bagaimana perjuangan para insiyur dan para pekerja dalam menciptakan jalur fenomenal ini – yang notabene kala itu peralatan dan teknologinya masih sangat terbatas. Namun kerja keras para pekerja tersebut seolah membuahkan hasil yang spektakuler, jalur kereta dengan pemandangan paling indah di Ekuador!
Ternyata ada kisah miris yang bertengger di balik penamaan Devil’s Nose. Semula, lokasi ini dikenal warga sekitar dengan nama Condor’s Aerie, namun karena dalam proses pembangunan jalur kereta yang dimulai pada sekitar tahun 1901 ini, ada banyak pekerja yang meninggal. Ini dikarenakan medan yang sulit, terutama antara stasiun Alausí dan Sibambe. Oleh karenanya, jalur ini dinamai Devil’s Nose. Belum lagi cerita tentang Devil’s Nose yang dibangun salah satunya oleh mendiang kakek dari seorang penyanyi asal Ekuador yang terkenal, Julio Jamarillo.
Baca Juga: Jalur Kereta Athena – Piraeus, Mimpi Para Athenians yang Jadi Kenyataan
Nah, mungkin Anda semua penasaran dengan pemandangan indah dan ketegangan yang rasakan ketika melintasi Devil’s Nose. Berikut KabarPenumpang.com cantumkan video dari jalur Devil’s Nose ini.
Bagi Anda yang ingin mencoba langsung naik layanan ini dan mendapatkan spot yang maksimal, Anda bisa terlebih dahulu menentukan tanggal keberangkatan dan memilih bangku di samping jendela via laman www.trenecuador.com. Patut diingat, kereta yang melintasi Devil’s Nose ini hanya beroperasi dari Selasa hingga Minggu, dan hari libur. Adapun harga tiket yang mesti Anda bayar untuk melintasi Devil’s Nose adalah US$33 atau yang setara dengan Rp469.500.
Lagi, lagi dan lagi, penumpang mabuk membuat penerbangan harus putar balik sebelum melanjutkan perjalanannya. Ini terjadi di penerbangan Scoot yang berangkat dari Gold Coast menuju Singapura dan harus mendarat darurat di Sydney.
Baca juga: Aniaya Awak Kabin, Penumpang Qantas Terpaksa Mendekam di Hotel Prodeo!
Dilansir KabarPenumpang.com dari brisbanetimes.com.au (22/1/2019), seorang pria diamankan setelah meninju penumpang lain di pesawat TR7 dalam penerbangan langsung selama delapan jam dari Gold Coast menuju Singapura. Penumpang tersebut mabuk dan diamankan oleh awak kabin setelah memukul penumpang lain agar tidak kembali memukul penumpang lain.
Seorang penumpang bernama Rico David Garilli mengklaim penumpang itu minum banyak sebelum memukul.
“Setelah penerbangan kami diumumkan ditunda, orang ini mulai minum banyak. Sekitar 20 menit dalam penerbangan dia mulai menjadi agresif dan harus ditahan setelah semua ini dimulai. Dua jam dalam penerbangan dari Gold Coast ke Singapura dan mereka berbalik dan menuju Sydney,” tulisnya di akun Facebook.
Ema Harrison juga mengatakan, awak kabin ikut diserang dan hal tersebut membuat heboh penumpang lainnya. Atas kejadian ini, juru bicara Scoot mengatakan, penumpang tersebut tampak normal saat lepas landas.
“Setelah sekitar 1 jam dan 20 menit dalam penerbangan, penerbangan TR7 yang mengoperasikan Gold Coast-Singapura pada 21 Januari telah dialihkan ke Bandara Sydney karena ada gangguan di dalam pesawat yang disebabkan oleh penumpang yang tidak bisa diatur,” ujar juru bicara tersebut.
Setelah lepas landas, penumpang tersebut mulai menggangu penumpang lain di sekitarnya. Kemudian awak kabin dengan cepat memindahkan penumpang yang diganggu tersebut ke kursi lain untuk meredakan situasi. Awak kabin juga diperintahkan tidak memberikan alkohol pada penumpang tersebut.
“Beberapa saat kemudian, penumpang yang tidak patuh itu meninju penumpang lain. Mengikuti prosedur keselamatan, kru kami masuk untuk memecah perkelahian, dan dibantu oleh penumpang lain. Penumpang yang susah payah itu akhirnya ditundukkan dengan dua kit penahan, dengan bantuan lima penumpang,” ujar juru bicara tersebut.
Kemudian pilot memutuskan untuk mendarat di Sydney dan menyerahkan penumpang mabuk tersebut pada pihak keamanan. Awak kabin juga melakukan pemeriksaan pada penumpang yang menjadi korban dan memastikan mereka tidak perlu perawatan medis.
“Di Sydney, kami dapat mentransfer penumpang ke penerbangan alternatif menuju Singapura, baik pada penerbangan Scoot maupun penerbangan Singapore Airlines,” ujar pernyataan dari Scoot.
Karena kejadian ini, beberapa penumpang mengungkapkan rasa tidak nyamannya, salah satunya Steph O’Laughlin di Twitter.
“Sama sekali tidak percaya pada kemampuan karyawan Scoot untuk memastikan keselamatan dan kedatangan saya ke tujuan saya,” tulisnya kepada Scoot.
Baca juga: Mabuk Berat! Pria Muda Kencingi Penumpang Lain dalam Penerbangan ke Jepang
“Saya sedang dalam penerbangan, saya tahu apa yang terjadi. Cara perusahaan Anda menangani semuanya, termasuk situasi dengan penumpang yang disebutkan, sangat menyedihkan. Penumpang itu seharusnya tidak diizinkan naik setelah penundaan, tetapi karena staf Anda mencoba untuk menjaga penundaan di bawah tiga jam, mereka tidak melakukan pekerjaan mereka dengan benar.”
Maskapai asal Inggris, British Airways rencananya akan memoles ulang salah satu armada Boeing 747-400-nya dengan livery retro yang pernah mereka gunakan pada tahun 60-an. Diketahui, ini merupakan bagian dari upaya untuk memperingati ulang tahun perusahaan yang ke-100. Pihak British juga kabarnya akan memoles sejumlah pesawat lain dalam skema vintage, namun tidak untuk saat ini. Salah satu juru bicaranya mengatakan, “rincian lebih lanjut tentang model ini akan terungkap pada waktunya kelak.”
Baca Juga: Ada DC-9 Berlivery Klasik di Hanggar Garuda Maintenance Facility, Buat Apa Ya?
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com (21/1/2019), dari sekian banyak armada yang bernaung untuk British Airways, Boeing 747-400 lah yang mendapat kehormatan untuk ‘didandani’ pertama kali. Desain yang akan digunakan adalah British Overseas Airways Corporation (BOAC), yang amat dikagumi oleh banyak orang. BOAC merupakan perusahaan pendahulu British Airways – liverynya hanya digunakan mulai tahun 1964 hingga 1974.
Jika tidak meleset, armada dengan nomor registrasi G-BYGC ini akan meninggalkan ‘bengkel permak’ yang ada di Dublin, Irlandia pada 18 Februari mendatang. Sehari berselang, rencananya pesawat dengan tampilan retro tersebut akan memasuki masa operasinya.
“Ini bertepatan dengan peringatan ke-50 tahun penerbangan perdana Boeing 747 yang jatuh beberapa hari sebelumnya – ketika pesawat masih dicat ulang,” tutur salah satu juru bicara dari Boeing.
Untuk semua armada baru yang masuk ke dalam tubuh maskapai ini akan tetap mendapatkan desain livery British Airways, namun CEO Alex Cruz mengatakan bahwa hanya ada beberapa armada saja yang dihiasi oleh livery retro. Setidaknya, lanjut Alex, ini merupakan cara yang ditempuh pihak British untuk mengakui sejarah yang telah menghiasi tubuh maskapai yang berbasis di Harmondsworth ini.
“Di luar sana ada begitu banyak pelanggan dan kolega British Airways memiliki kenangan indah bersama kami – terlihat dari cara mereka membagikan foto-foto livery klasik kami. Dari situ, kami berinisiatif untuk kembali membawa kenangan indah tersebut, salah satunya adalah desain klasik BOAC,” tutur Alex dalam sebuah pernyataan resmi.
Baca Juga: Angkut Giant Panda, Garuda Indonesia Dandani Airbus A330 dengan Tema dan Livery Khusus
“Sejarah telah membentuk diri kita di masa yang sekarang ini, jadi rasanya sangat tepat bagi kami untuk membawa kembali warisan tersebut di ulang tahun perusahaan yang ke-100,” tandasnya.
Rencananya, armada Boeing 747 berlivery khusus ini akan mengudara hingga tahun 2023. Sedangkan untuk 3 lusin armada Boeing 747 yang masih tergabung di dalam tubuh British Airways diperkirakan akan sepenuhnya pensiun pada awal 2024.
Memang, pekerjaan menjadi seorang pramugari dan awak kabin adalah membantu penumpang, tetapi bagaimana bila saat membantu penumpang justru dilecehkan? Baru-baru ini seorang pramugari maskapai EVA yang didukung serikat pekerja mengeluh karena maskapai tersebut gagal menghalangi penumpang dengan masalah yang sama. Sebab, pramugari itu dan beberapa lainnya mengalami hal yang mungkin tidak diingankan oleh awak kabin lainnya.
Baca juga: Bocah Dimasukkan dalam Bagasi Kabin, Foto Pria ini Menjadi ViralKabarPenumpang.com mengutip laman boingboing.net (21/1/2019), dia mengatakan memahami dengan benar kesulitan menggunakan toilet pesawat yang kecil dan cukup sempit tersebut. Bahkan setiap penumpang pun tidak perlu malu jika membutuhkan bantuan saat berada di dalam toilet.
Namun, bila bantuan tersebut masih bisa ditolerir mungkin tidak masalah. Tetapi bagaimana jika penumpang meminta hal yang tidak seharusnya dilakukan dan merasa dilecehkan? Pramugari yang tidak disebutkan namanya tersebut bersama dengan serikat penerbangan Taoyuan mengatakan, saat dirinya bertugas seorang pria dengan berat badan berlebih dan duduk di kursi roda membutuhkan bantuan untuk ke toilet setelah dua jam penerbangan.
Pria tersebut meminta pramugari itu dan dua awak kabin lainnya untuk membantu melepaskan pakaian dalam karena dirinya tidak dapat melakukannya sendiri.
“Saya merasa bahwa sebagai pramugari, melepaskan pakaian dalam penumpang berada di luar ruang lingkup tanggung jawab saya,” ujar pramugari tersebut.
Saat ketiganya sedang bertugas, tidak ada awak kabin pria sama sekali sehingga mereka mencoba menutupi alat kelamin pria tersebut dengan selimut saat melepas pakaian dalamnya. Pramugari tersebut mengaku, saat mereka melakukan itu, penumpang menepisnya dan dengan sengaja menjatuhkan selimut serta memperlihatkan kemaluannya.
Dia juga menuntut agar pintu toilet tidak ditutup karena dia tidak bisa bernapas. Untungnya para awak kabin berhasil menutup pintu dan ketika pria gemuk tersebut selesai dirinya menolak untuk pergi dari toilet kecuali para pramugari tersebut membatu dirinya untuk membersihakan bagian bawahnya.
Awalnya para pramugari tersebut menolak, tetapi mengingat penumpang lain yang akan menggunakan toilet maka kepala kabin akhirnya melakukan yang diminta pria tersebut. Saat pramugari membantunya, pria tersebut mulai membuat suara erangan dan berkata ‘lebih dalam’.
Baca juga: Sebelum Seperti Sekarang, Dulu Toilet Pesawat Gunakan Ember untuk Tampung Limbah Penumpang
Karena hal tersebut, serikat pekerja mengatakan, insiden ini adalah pelecehan seksual dan meminta agar EVA menuntut penumpang yang sudah menyebabkan masalah tersebut. Tak hanya itu, ternyata penumpang gemuk tersebut sempat buang air besar dipakaian dalamnya dalam penerbangan sebelumnya yakni Mei 2018 kemarin.
Tetapi meski begitu pihak maskapai EVA bahkan tidak memasukkan pria tersebut dalam daftar hitam dan membuat awak kabin berhadapan untuk berurusan dengan pria itu setiap terbang dengan maskapai.
Perilaku penumpang pesawat yang aneh dan tak masuk akan kerap kali terjadi di dalam sebuah penerbangan. Baru-baru ini, sebuah video kembali beredar dan menjadi viral, dimana seorang penumpang pria kencing di lorong pesawat dalam sebuah penerbangan Rusia.
Baca juga: Viral, Wanita Ini Pipis di Pantry Pesawat Sesaat Sebelum Lepas LandasKabarPenumpang.com melansir dari laman express.co.uk (21/1/2019), bahwa pria yang kencing di lorong kabin tersebut tengah mabuk dan dia menjawab panggilan alamnya didepan semua orang. Dalam video terlihat tumpukan tisu di lantai untuk meresap air kencing pria tersebut.
https://youtu.be/cQJv5bmaloU
Sebelum menjawab panggilan alam alias kencing, pria yang diketahui tengah mabuk tersebut membuka celananya dan menurunkan celana dalamnya hingga ke lutut. Dia menggunakan tangan kanannya untuk menopang dirinya di kursi dekat lorong.
Pria tersebut terlihat sedikit bergoyang saat melepaskan hasrat pipisnya dengan cara ektremnya itu. Salah seorang penumpang berkomentar, “Kami hanya bisa bersimpati dengan para penumpang yang dipaksa untuk menyaksikannya.”
Kasus dalam penerbangan Rusia tersebut tengah diselidiki oleh pihak berwenang. Diketahui, rekaman tersebut muncul pada minggu lalu di media Rusia dan tidak ada rincian penerbangan apa dan kapan tepatnya kejadian tersebut divideokan.
Selain itu pada penerbangan maskapai Wizz Air seorang wanita pipis di pantry pesawat saat akan lepas landas. Dia pipis disitu karena toilet tidak bisa digunakan saat akan lepas landas.
Bahkan dalam video yang beredar, wanita tersebut tidak malu berjongkok dan pipis sembari menelpon seseorang. Air kencingnya merembes dan mengaliri pantry. Sedangkan di tahun 2017 lalu, seorang penumpang Delta Airlines bernama Kima Hamilton terpaksa diturunkan dari pesawat lantaran tidak tahan untuk pergi ke toilet karena ingin buang air kecil. Padahal saat itu pesawat dalam posisi siap lepas landas dari Atlanta, Amerika Serikat.
Baca juga: Pipis di Kereta Komuter, Wanita Asal Selandia Baru Terpaksa Menahan Malu
Penerbangan Rusia lainnya menjadi berita utama pekan lalu setelah seorang penumpang pesawat yang mulai menyerang orang-orang di sekitarnya setelah dilaporkan minum dari sebotol wiski yang kemudian diamankan oleh penumpang lainnya. Pria yang diperkirakan berusia 26 tahun, berbaring di depan pesawat di lantai dapur dengan tangan di belakang. Tangannya diikat ke pergelangan kaki dengan selotip dan ikat pinggang. Menurut laporan, penumpang baru-baru ini dibebaskan dari penjara di Thailand.
Di tahun 2018, jejaring sosial Facebook mendasarkan rencananya yang ambisius untuk mengembangkan sebuah drone bertenaga surya untuk menyiarkan internet di seluruh dunia. Namun rencana tersebut nampaknya terlalu ambisius sehingga perusahaan lebih memilih untuk tidak menyelesaikannya. Raksasa media sosial itu kini bekerja sama dengan raksasa aeronautika, Airbus untuk menguji pesawat tanpa awak di Australia.
Baca Juga: Airbus A320-214 PK-GQR: Sensasi Free WiFi Perdana di Armada Citilink
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman techcrunch.com (21/1/2019), kedua perusahaan ini diketahui telah melangsungkan pembicaraan terkait proyek ini sejak tahun lalu, dan rencananya akan melakukan uji coba penerbangan pada periode November hingga Desember 2018 kemarin. Diketahui, dua raksasa ini telah berkolaborasi sebelumnya dalam sistem komunikasi untuk drone satelit.
Uji coba yang tidak diketahui kepastiannya tersebut – apakah jadi atau tidak, melibatkan penggunaan pesawat Zephyr milik Airbus, sebuah pesawat yang digunakan Airbus untuk misi pertahanan, kemanusiaan, dan pemberdayaan lingkungan. Adapun dalam kerja sama ini, Facebook akan menggunakan versi Model S, yang memiliki bentang sayap sepanjang 25 meter, dapat beroperasi di ketinggian 20.000 meter, dan menggunakan radio gelombang milimeter untuk menyiarkan sinyal ke permukaan.
“Kami terus bekerja sama dengan mitra kami dalam hal konektivitas High Altitude Platform System (HAPS). Kami tidak bisa membagikan informasi lebih lanjut mengenai hal ini,” tutur salah satu juru bicara dari perusahaan yang dirancang oleh Mark Zuckerburg ini.
Baca Juga: Airbus A220, Pesawat Narrow-Body yang Mampu Jabani Tugas Boeing 787 Dreamliner
Diketahui, Facebook memiliki segudang proyek yang ditujukan untuk meningkatkan akses internet di seluruh dunia, terutama di daerah berkembang seperti Asia, Afrika dan Amerika Latin. Namun untuk proyek drone yang satu ini, mungkin bisa dibilang yang paling berani. Karena mereka tidak hanya bertujuan untuk membawa konektivitas ke daerah-daerah terpencil, tetapi juga menggunakan perangkat lunak dan infrastruktur yang ada untuk membuat akses internet lebih terjangkau.
Ini termasuk dengan proyek Internet.org yang kontroversial, yang dilarang di India karena melanggar netralitas dari penggunaan internet bersih. Sejak berganti nama menjadi Free Basics, dimana proyek ini dinilai cukup berhasil oleh Facebook dengan catatan pengakses 100 juta hingga saat ini.
Garuda Indonesia, sebagai maskapai plat merah yang menerbangkan pesawatnya ke Silangit dari Jakarta kini kembali membuka penerbangannya ke rute tersebut. Padahal sebelumnya ada penutupan rute Jakarta – Silangit yang dimulai pada 13 Januari 2019 kemarin.
Baca juga: AirAsia Malaysia Terbang Perdana ke Silangit dari Kuala Lumpur Disambut Hujan
Namun entah kenapa juga kembali dibuka pada 27 Januari 2019 mendatang. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan mengatakan, pihaknya telah bertemu Garuda Indonesia dan dikatakan Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah bahwa ada rencana pengoperasian kembali di rute Jakarta – Silangit.
“Pengoperasian kembali rute Jakarta – Silangit direncanakan menggunakan pesawat jenis Boeing 738. Ini jenis berbeda dengan pesawat yang sebelumnya melayani rute dimaksud yakni CRJ1000 NextGen,” ujar Nikson yang dikutip dari antaranews.com (21/1/2019).
Nikson menambahkan, pihaknya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk maskapai Garuda Indonesia karena akan kembali melayani rute Silangit untuk pengembangan destinasi Danau Toba. Sebelumnya diketahui, penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari Jakarta menuju Silangit diberhentikan mulai Minggu (13/1/2019) kemarin dengan alasan ada hitungan bisnis di kawasan Danau toba.
VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, pihaknya tetap membuka rute tersebut tetapi tidak Garuda secara langsung melainkan grup perusahaannya.
“Citilink dan Sriwijaya tetap melayani penerbangan ke sana. Kita mainnya di Garuda Grup,” jelas Ikhsan.
Untuk penerbangan ke Silangit, Garuda memiliki hitungan bisnis tersendiri. Ikhsan menjelaskan, pihaknya sudah mempetakan permintaan, sehingga Garuda tidak lagi perlu kesana karena sudah ada Citilink dan Sriwijaya. Untuk diketahui, Garuda Indonesia beroperasi dan melayani penerbangan dari Silangit ke Jakarta sejak 2016 silam.
Sebelumnya diberitakan, kabar soal penutupan rute Jakarta – Silangit juga dibenarkan oleh otoritas Angkasa Pura II. Mereka juga membantah jika penutupan karena ada penurunan jumlah penumpang. Dalam catatan Bandara Silangit sendiri, ada peningkatan jumlah penumpang yang keluar masuk dari Bandara Silangit.
Baca juga: Citilink Indonesia Buka Rute Bandara Halim Perdanakusuma – Silangit
Angkanya juga cukup signifikan, mencapai 50 persen dari 2017 lalu. Hingga saat ini, ada sejumlah maskapai yang melayani penerbangan domestik yakni Sriwijaya Air, Citilink, Batik Air dan Wings. Sedangkan untuk penerbangan internasional hanya dilayani AirAsia.
Belatung merupakan larva yang biasa ditemukan pada bangkai dan pada umumnya berguna secara ekologis dalam proses dekomposisi bahan-bahan organik. Namun belatung yang satu ini berbeda dari belatung yang lain karena nama sebuah stasiun. Tapi apakah namanya diambil dari larva belatung?
Baca juga: Tidak Ada ‘Belatung’ di Stasiun Randublatung
Ternyata bukan, sebab stasiun ini berada di Desa Belatung, sehingga dinamakan Stasiun Belatung. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Stasiun Belatung, merupakan salah satu stasiun yang berada di perbatasan Desa Lubuk Batang Lama dan Desa Belatung di Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.
Papan penanda
Stasiun ini merupakan stasiun kelas III atau kecil. Terletak diketinggian +38 meter diatas permukaan laut. Stasiun Belatung sendiri masuk dalam Divisi Regional (Divre) IV Tanjung Karang. Memiliki dua jalur rel dengan jalur 1 merupakan sepur lurus.
Meski begitu, stasiun ini bukanlah untuk tempat menaik atau turunkan penumpang, tetapi hanya sebagai persilangan atau persusulan antar kereta api. Stasiun ini sendiri meski berada di Sumatera Selatan tetapi masuk dalam jajaran Divre IV Tanjung Karang wilayah kerja Provinsi Lampung.
Stasiun Belatung sendiri berada di antara Stasiun Kepayang dan Lubuk Batang. Tetapi stasiun ini tetap berada di Sumatera Selatan. Stasiun yang satu ini cukup jauh dari tempat wisata, namun untuk mencapainya ada sebuah papan petunjuk bertuliskan Stasiun Belatung yang bisa memudahkan sampai di stasiun ini.
Stasiun Belatung mengingatkan pada stasiun yang ada di Daop IV Semarang yakni Stasiun Randublatung. Seperti terisyaratkan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan nama unik yang berkaitan di dua jalur operasionalnya yakni Sumatera dan Jawa.
Tak hanya itu keduanya juga berada di jalur operasional IV dimana Stasiun Belatung berada dalam Divre IV dan Randublatung di Daop IV. Bahkan keduanya sama-sama stasiun kecil, hanya saja Randublatung masih menaik turunkan penumpang sedangkan Stasiun Belatung hanya sebagai persilangan atau persusulan.
Baca juga: Stasiun Blitar, Sejarah Panjang dari Fokker Hingga Soekarno
Unik memang, tetapi bedanya, Randublatung mendapat namanya dengan tidak pasti dan ada yang menyebut dahulu ada pohon Kapuk Randu yang sangat besar dan banyak belatungnya, tentu saja cerita tersebut belum bisa diuji kebenarannya.