Bisa berkeliling dunia tanpa harus membayar, atau mendapatkan gaji yang besar mungkin merupakan bayangan tentang advantage yang akan Anda dapatkan jika bekerja sebagai awak kabin. Memang, untuk masalah tersebut, Anda akan mendapatkan kedua hal tersebut seiring dengan waktu mengabdi Anda sebagai awak kabin. Tapi apakah pernah terbesit di pikiran Anda tentang kekesalan awak kabin dalam setiap penerbangannya?
Baca Juga: Inilah 14 Tugas Awak Kabin Pesawat Yang Jarang Diketahui
Menganggap dirinya sebagai raja atau ratu, tidak sedikit penumpang yang alih-alih berlaku sopan, malah membuat jengkel awak kabin yang mendampinginya selama penerbangan. Mulai dari tidak mengindahkan sapaan yang mereka lontarkan tiap kali penumpang masuk atau keluar kabin, hingga tidak menyiram bekas toilet yang penumpang gunakan, berikut KabarPenumpang.com himpun sejumlah tingkah-polah penumpang yang diharapkan dapat diubah selama mengudara, dikutip dari laman news.com.au (21/1/2019).
Mengambil Barang di Bagasi Kabin
Seorang awak kabin dari penerbangan yang dianonimkan bernama Haley Fox menyampaikan bahwa mengambil barang di bagasi atas ketika pesawat mengudara merupakan hal yang harus diubah dari setiap penumpang. Alih-alih enggan untuk memanggil awak kabin untuk membantunya mengambil barang, tidak sedikit penumpang yang malah mengganggu kenyamanan penumpang lain dengan cara melangkahinya – apabila si penumpang duduk di bangku tengah atau di dekat jendela.
Ada baiknya Anda mempersiapkan segala sesuatunya sebelum pesawat tinggal landas.
Mengindahkan Sapaan
Anda akan mendapati sejumlah awak kabin berdiri di depan pintu pesawat ketika boarding atau sesampainya Anda ditujuan. Jika melihat dari norma kesopanan, sudah selayaknya Anda membalas sapaan yang mereka lontarkan dengan cara melemparkan senyuman kepada mereka atau berterima kasih secara langsung kepada mereka.
Siapa tahu, bagi Anda yang masih single, bisa mendapatkan pasangan seorang pramugari dengan cara menerapkan norma kesopanan semacam ini.
Baca Juga: Inilah yang Bakal Dilakukan Awak Kabin untuk Mengatasi Penumpang yang Bau Badan!Menyiram Toilet
Biasanya ini sering terjadi di penerbangan jarak jauh – namun tidak sedikit juga penumpang yang ‘beser’ di penerbangan jarak dekat. Nah, mengingat toilet pesawat merupakan fasilitas umum yang digunakan oleh orang banyak, maka seyogyanya Anda mesti berperan serta dalam menjaga kebersihannya – cara yang paling sederhana adalah menyiram (fliush) setiap kali Anda menggunakan toilet.
Berjalan-jalan Tanpa Mengenakan Alas Kaki
Penjelasannya sederhana saja, karena lantai pesawat – kendati dilapisi oleh karpet, berada dalam kondisi kotor. Walaupun lantai atau karpet pesawat selalu dibersihkan ketika pesawat tengah berada di darat, namun tetap saja tindakan ‘nyeker’ ini seyogyanya tidak dilakukan selama pesawat mengudara.
Kilas balik di tahun 1956, atau tepat satu tahun pasca Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika di Bandung, flag carrier Garuda Indonesia membuat satu terobosan yang kala itu dipandang sebagai sesuatu yang sangat mewah – penerbangan Haji perdana. Bagaimana tidak, saat itu masih banyak terjadi pemberontakan di dalam negeri, namun maskapai plat merah ini sudah berhasil memperkenalkan layanan penerbangan menuju Tanah Suci.
Baca juga: Di 1965, Garuda Indonesia dengan Convair CV-990 Lakoni Penerbangan Jakarta – Amsterdam
Ya, pada tahun 1956, Garuda Indonesia telah memperkenalkan layanan penerbangan ini yang kala itu masih dibanderol dengan harga di bawah Rp20.000 saja. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman Kompas.com, adapun biaya yang mesti dikeluarkan oleh para jemahaan Haji untuk melakukan perjalanan menuju Tanah Suci dengan menggunakan moda transportasi udara hanyalah sebesar Rp16.691 – atau dua kali lipat dari harga menggunakan moda transportasi laut yang hanya berkisar Rp7.500 saja.
Nah, Garuda Indonesia sendiri menggunakan armada Convair 340 untuk melayani para tamu Allah ini. Convair 340 sendiri mulanya dirakit atas permintaan United Airlines, dan pada akhirnya turut digunakan oleh flag carrier Belanda, KLM, dan juga Garuda Indonesia.
Convair 340 merupakan ‘perpanjangan’ dari Convair 240, dimana memungkinkan para maskapai penggunanya untuk menambahkan empat kursi tambahan di dalam setiap penerbangannya.
Bentang sayap yang jauh lebih lebar dari Convair 240, memungkinkan armada ini untuk mengudara lebih tinggi dan menyumbangkan kinerja yang lebih baik – kendati masih menggunakan tenaga baling-baling (dua buah mesin Pratt & Whitney Double Wasp R-2800-CB16)
Mengutip dari laman sumber lain, Convair 340 mampu merengkuh kecepatan hingga 270 mph atau yang setara dengan 434,5 km per jam. Tidak seperti kebanyakan armada penerbangan dewasa ini, kala itu Convair 340 hanya mampu menerbangkan maksimal 44 penumpang saja.
Baca Juga: Garuda Indonesia Klaim ‘On Time Performance’ Embarkasi Haji 2017 Adalah Yang Terbaik
Adapun ukuran dari pesawat ini adalah 24,07 meter untuk panjang dengan bentang sayap 32 meter dan tinggi 8,5 meter.
Karena perkembangan jaman dan inovasi yang terus bertumbuh di sektor kedirgantaraan internasional, akhirnya Convair 340 dinilai tidak lagi mampu bersaing dengan para kompetitornya yang notabene sudah mulai menggunakan mesin jet dan last retirement Convair 340 jatuh pada tahun 1970.
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya jika sebuah kereta yang Anda tumpangi melintasi bibir pantai? Wah, mungkin yang pertama kali terbesit di pikiran Anda adalah pemandangan yang indah nan romantis ya! Namun apa jadinya jika pantai yang Anda lalui tersebut berpotensi untuk menciptakan sebuah gelombang besar yang sewaktu-waktu bisa saja membahayakan perjalanan Anda? Alih-alih mau romantis, malah berubah jadi sebuah perjalanan yang memicu adrenalin.
Baca Juga: Dari Mulai Tanjakan, Hingga Jembatan, 10 Jalur Ekstrim Ini Ada Di Indonesia
Ya, bagi Anda yang penasaran dengan deskripsi perjalanan kereta di atas, Anda mungkin bisa mengujungi Devon, Inggris, dimana di sana Anda akan menemukan Stasiun Dawlish. Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, stasiun yang berada di bawah otoritas Teignbridge ini tepat berada di pesisir laut yang hanya dibatasi oleh tembok saja. Wow, cukup ekstrem bukan?
Stasiun Dawlish sendiri merupakan bagian dari Exeter – Plymouth Line, atau yang biasa disebut South Devon Main Line, merupakan sebuah jalur kereta bagian tengah antara London Paddington dan Penzance yang berada di Inggris bagian selatan.
Karena lokasinya yang benar-benar berada di bibir laut, maka baik stasiun berkode DWL maupun jalur keretanya kerap kali mengalami kerusakan akibat badai maupun terpaan ombak. Ya, sifat korosif yang dihasilkan oleh air laut memang dapat merusak komponen rel yang notabene terbuat dari besi.
Stasiun Dawlish sendiri dibuka oleh South Devon Railway pada 30 Mei 1846. Mulanya, stasiun ini hanya memiliki satu platform saja, dengan garis loop yang lebih dekat ke arah laut. Namun 12 tahun berselang, pihak operator lalu menambahkan satu platform lagi – tepatnya pada 1 Mei 1858.
Tercatat, ada dua insiden mematikan yang pernah terjadi di stasiun ini. Pertama pada 22 September 1921, dimana kereta penumpang tujuan Plymouth – Crewe bertabrakan dengan kereta barang Exeter St Davids – Newton Abbot yang tengah lansir di Stasiun Dawlish.
Baca Juga: “Mauritania Railway,” Inilah Jalur Kereta Ekstrem yang Belah Gersangnya Gurun Sahara
Lalu pada 4 Februari 2014, Stasiun Dawlish sempat mengalami kerusakan hebat pasca diterjang oleh angin kencang dan gelombang laut yang besar. Sekitar 40 meter dinding laut dan ballast rel hanyut oleh sapuan gelombang air laut yang ganas. Membutuhkan waktu tepat dua bulan lamanya untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.
Bagi Anda yang penasaran dengan ekstremnya stasiun dan jalur ini, berikut KabarPenumpang.com cantumkan video yang bisa bikin jantung Anda dag-dig-dug!
Sejak penggabungan Air France-KLM pada tahun 2004 silam, grup maskapai penerbangan ini tercatat sebagai yang terbesar di Eropa – dan ‘gelar’ itu masih tersemat hingga tahun lalu. Namun kini gelar maskapai terbesar di Eropa tersebut sudah diambil alih oleh maskapai asal Negeri Bavaria, Lufthansa.
Baca Juga: Lufthansa – Jadi Operator Boeing 747-8 Hingga Konsumen Caviar Terbesar di Dunia
Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa Lufthansa telah melewati tahun 2018 dengan predikat sangat baik. Ini tidak bisa terlepas dari pengambil-alihan sejumlah perusahaan penerbangan yang pada akhirnya membuat maskapai ini berhasil menyalip Air France-KLM, grup penerbangan Franco-Dutch tersebut dalam menyabet predikat sebagai maskapai penerbangan terbesar di Eropa.
Sudah sekira 14 tahun sejak Air France-KLM mempertahankan gelar sebagai maskapai terbesar di Eropa, pada akhirnya mereka harus mengakui bahwa Lufthansa, maskapai yang pada tahun 2017 silam tercatat memperkerjakan 129.424 pekerja ini berhasil menyabet gelar sebagai maskapai terbesar di Eropa – dengan catatan impresif, menerbangkan kurang lebih 142 juta penumpang di tahun 2018 kemarin.
Namun perbandingan antara Air France-KLM dan Lufthansa ini akan semakin terlihat timpang pada tahun 2019, karena ada patokan nilai ukur yang dinamakan Revenue Passenger Kilometers (RPK). Tidak diragukan lagi, pertumbuhan Lufthansa sebagai maskapai terbesar di Eropa ini tidak lepas dari konflik internal yang terjadi di dalam tubuh Air France-KLM. Ya, perubahan manajemen di dalam tubuh maskapai yang berbasis di Tremblay-en-France ini membuat pendapatan mereka turun 81,6 persen di paruh pertama tahun 2019.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (14/1/2019), kekhawatiran Air France-KLM untuk kembali merebut titel sebagai maskapi terbesar di Eropa ternyata bertambah besar manakala perusahaan penerbangan Anglo-Spanish yang berbasis di London, International Airlines Group (IAG) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di tahun 2018 kemarin. IAG terdiri dari maskapai-maskapai besar, seperti British Aiways, Iberia, Aer Lingus, Level, Vueling dan Anisec.
Sumber: Bloomberg
Sebagaimana yang dapat Anda lihat pada diagram di atas, IAG terus menunjukkan tren positif terhitung sejak tahun 2014 silam – bahkan sempat mengungguli Lufthansa pada tahun 2015 dan 2015. Di tahun 2018, Lufthansa berhasil mengungguli 0,2 persen dari Air France-KLM dan IAG dalam hal RPK. Ya, persaingan tiga maskapai ini diprediksi akan semakin memanas di tahun 2019.
Pertumbuhan Lufthansa sebagai maskapai terbesar di Eropa dari segi jumlah angkut penumpang ini tidak lepas dari peran anak perusahaan mereka yang bergerak di sektor Low Cost Carrier (LCC), Eurowings. Di tahun 2018, Eurowings menyumbang rata-rata 18 persen pendapatan perusahaan. Belum lagi ekspansi besar-besaran yang dilakukan oleh Lufthansa, dimana itu juga memberikan sumbangsih besar dalam pencapaiannya ini.
Baca Juga: Jerman Datangkan Saksi Bisu Pembajakan Lufthansa 1977, Indonesia Juga Punya Sejarah Yang Mirip
Khusus untuk Lufthansa, mereka telah menyiapkan sejumlah rencana strategis agar bisa mempertahankan titel yang kini bersandar di perusahaan – seperti membuka rute baru ke Austin, Texas dan Bangkok hingga penambahan 27 armada Airbus A320 baru.
Terlepas dari itu setiap rencana yang akan diterapkan oleh tiga maskapai ini, akankah Lufthansa berhasil mempertahankan gelar sebagai maskapai terbesar di Eropa pada tahun 2019 ini?
PT INKA, pabrik kereta api milik Indonesia ini tengah memproduksi 438 kereta api yang dipesan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk digunakan dalam pengoperasiannya mengangkut penumpang di dalam negeri. Saat ini dari 438 kereta sudah dikirim sebanyak 288 dan kurang sekitar 150 kereta lagi yang akan dikirim.
Baca juga: Gelontorkan Rp2 Triliun, PT KAI Pesan 438 Kereta dari PT INKA
Presiden Direktur PT INKA Budi Noviantoro mengatakan, PT KAI dalam pemesanannya tidak hanya untuk kereta jarak jauh, tetapi juga untuk keerta Light Rail Transit (LRT). Adapun sebanyak 31 trainset untuk digunakan pada LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi).
“Nilai kontrak untuk LRT Jabodebek mencapai Rp3,9 triliun dengan total 31 sirkuit atau 186 kereta. Setiap kereta atau seri memiliki enam gerbong yang recananya akan dikirim pada pertengahan 2019,” ujar Budi yang dikutip KabarPenumpang.com dari antaranews.com, Senin (21/1/2019).
Menteri perindustrian Indonesia Airlangga Hartanto memuji PT INKA karena mampu menghasilkan kereta api berkualitas tinggi. Dia mengatakan, ini merupakan bukti keahlian teknik dan teknologi yang baik. Kedepannya, Airlangga mengatakan, kementrian akan terus mendorong ekspor berbasis manufaktur yang memiliki daya tahan lebih baik dan lebih sedikit terpengaruh oleh fluktuasi harga komoditas.
Diketahui, PT INKA sendiri tengah memproduksi kereta yang dipesan oleh negara tetangga yakni Filipina. Ada enam seri kereta diesel (KRD), tiga lokomotif dan 15 kereta penumpang yang benilai kontrak 485 juta peso atau Rp127,3 miliar. Kontrak ini sendiri didapat dari pemerintah Filipina awal 2018 lalu melalui operator kereta api Philippine National Railways (PNR)
Selain Filipina, pada 31 maret 2016 lalu PT INKA mendaptakan tender kereta api dari Bangladesh, India sebanyak 250 unit. Pada tender tersebut PT INKA memenangkannya dari produsen kereta Cina dan India dan menggandeng PT Pindad, Krakatau Steel dan Barata untuk membuat kereta tersebut.
Sedangkan tahun 2017 lalu, PT INKA telah menandatangani kontrak dengan pihak Taiwan Rolling Stock co. (TRSC) dalam pengadaan 400 unit kereta listrik multi-unit berbahan dasan stasinless steel (EMUs). Pada pertengahan 2012 silam, PT INKA mendapat pesanan 16 gerbong kereta dari pihak Malaysia.
Baca juga: Sepak Terjang PT INKA di Mancanegara yang Harumkan Nama Ibu Pertiwi
Nilai kontrak 16 kereta pesanan Malaysia tersebut mencapai sekitar US$4,8 juta atau yang setara dengan Rp45,6 miliar. Di tahun yang sama, PT INKA kembali menerima orderan dari pihak Singapura yang memesan 20 gerbong barang dengan nilai kontrak yang enggan dibongkar.
Sebagai layanan kereta bawah tanah pertama di Republik ini, tentu kehadiran MRT Jakarta menberi warna tersendiri dalam sejarah transportasi di Indonesia. Dan jelang peluncuran penuh pada bulan Maret mendatang, setiap netizen ramai membicarakan wahana transportasi masa depan ini. Setelah sebelumnya hanya media dan beberapa pejabat negara yang berkesempatan menjajal MRT Jakarta, kini giliran warga masyarakat luas diberi kesempatan mencoba komuter ini sebelum beroperasi penuh.
Baca juga: Tiga Stasiun MRT Jakarta Kini Telah Miliki “Naming Right”
Lantas yang jadi pertanyaan, bagaimana caranya untuk merasakan sensasi naik MRT fase 1 jurusan Lebak Bulus Bundaran HI? Corporate Secretary Divison Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin mengatakan, kesempatan ini diberikan untuk maskarakat selama tahap fase full trail run atau uji coba operasional secara penuh yang akan dimulai 26 Februari 2019 mendatang. Namun, dia menambahkan untuk masyarakat yang akan mencoba masih terbatas dan PT MRT Jakarta akan membuka pendaftaran yang bisa dilakukan melalui website MRT Jakarta.
“Saat uji coba nanti, kami menerapkan sistem kuota atau akan ada pembatasan jumlah orang yang bisa mengikuti uji coba kereta MRT Jakarta setiap hari,” ujar Kamaludin yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Jumat (18/1/2019).
Tak hanya itu, setiap harinya hingga masa pengoperasian secara komersial, kuota yang ditetapkan akan mengalami peningkatan secara bertahap. Kamaludin menjelaskan, bahwa masyarakat yang berminat harus memasukkan data diri ke website seperti nama, alamat dan nomor identitas.
Sedangkan untuk batas usia minimal mengikuti uji coba tersebut pun akan ditetapkan. Kamaludin mengatakan, batas usia akan diinformasikan kepada masyarakat setelah pendaftaran melalui website dibuka.
“Sepuluh hari pertama mulai tanggal 26 Februari 2019 itu peserta yang naik kereta MRT akan ikut dalam simulasi situasi emergency. Sehingga kuota akan ada pembatasan dari segi usia,” uhar Kamaludin.
Sebab dari tanggal 26 Februari hingga 7 Maret 2019 mendatang, MRT akan uji coba dengan skenario keadaan darurat yang akan diawasi oleh instansi berwenang. Kamaludin menegaskan, setelah sepuluh hari uji coba dengan skenario keadaan darurat, pendaftaran akan kembali dibuka untuk umum tanpa ada batasan umur.
Baca juga: MRT Jakarta: Pemberlakuan Gerbong Khusus Wanita Hanya di Jam Tertentu
Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat terus memantau akun media sosial serta webite resmi PT MRT Jakarta untuk mendapat informasi terbaru untuk uji coba kereta MRT. Saat ini diketahui, pihak MRT Jakarta tengah menyempurnakan pengoperasian website pendaftaran uji coba sehingga masyarakat belum bisa mengakses website untuk mendaftar.
Momen tahun baru Imlek tak lama lagi akan dijelang, Holiday Inn Express Jakarta Wahid Hasyim sebagai bagian dari jaringan hotel internasional Intercontinental Hotel Group (IHG) menawarkan promo tahun baru Pay 1 For 2 Nights dengan harga paket Rp1.399.000 net.
Harga sudah termasuk sarapan pagi untuk 2 orang, late check out sampai jam 4 sore dan diskon 20% untuk menu Chinese New Year Set Menu.Periode reservasi mulai dari 21 Januari sampai dengan 23 Februari dan promo ini berlaku hanya untuk diakhir pekan selama bulan Februari. Untuk tamu yang melakukan reservasi sebelum tanggal 31 Januari akan mendapatkan voucher makan malam di Great Room Restoran.
Perayaan tahun baru Imlek tidak lengkap rasanya tanpa makanan. Great Room Restorant, Holiday Inn Express Jakarta Wahid Hasyim mempersembahkan dua paket Chinese menu yaitu paket Gold dan paket Red seharga Rp150.000 nett per paket. Paket Gold terdiri dari Xo fried rice, chicken salted egg, pao, orange juice dan paket Red terdiri yang chow fried rice, prawn salted egg, pao, guava juice. Paket berlakudi Great Room restoran mulai 28 Januari – 28 Februari 2019. Dapatkan kesempatan mendapatkan gratis “Menu of the Day” di Great Room Restoran dengan upload promo di Instagram.
“Promo menarik ini dapat menjadi pilihan tepat untuk tamu yang ingin merasakan suasana tahun baru imlek di Jakarta, Selama bulan Februari kami menawarkan promo terbaik mulai dari promo kamar hingga promo F&B” imbuh Koko Baskoro General Manager Holiday Inn Express Jakarta Wahid Hasyim.
Berlokasi di sepanjang Jalan K.H. Wahid Hasyim yang strategis, Holiday Inn Express Jakarta Wahid Hasyim memiliki akses mudah ke kawasan bisnis utama kota di Jalan M.H Thamrin dan area utama lainnya seperti Jalan Jendral Sudirman dan kawasan Kuningan yang terletak di Segitiga Emas Jakarta. Selain akses yang mudah ke kantor besar, bank, kedutaan besar dan bangunan pemerintah, hotel ini menawarkan akses Wi-Fi gratis dan cepat serta ruang kerja yang fleksibel, menjadikannya pilihan cerdas bagi pelancong bisnis yang ingin mengoptimalkan waktunya di Jakarta.
Untuk informasi dan reservasi, silahkan hubungi +62 21 8064 2600 atau alamat e-mail rsvn.jktwh@ihg.com.
Sering naik kereta listrik atau KRL di Jakarta? Pastinya tahu kalau ada tempat duduk khusus lansia, ibu hamil dan orang tua yang membawa anak. Ya, sepertinya ini berlaku hampir di seluruh kereta dunia. Namun, kerap kali justru kursi prioritas ini diduduki oleh bukan yang semestinya alias anak muda dan orang yang masih sehat.
Baca juga: Meski Difabel, Bukan Halangan Bagi Wanita ini Menjadi Pengantar GrabFood
Tetapi para lansia yang naik KRL biasanya memang dipersilahkan duduk dan mereka mau untuk menduduki kursi tersebut baik di prioritas maupun biasa. Namun yang menarik akan dibahas justru lansia yang menoloak duduk di kursi MRT Singapura. Dilansir KabarPenumpang.com dari theindependent.sg (9/1/2019), berdasarkan temuan seorang lelaki tua yang berada di dalam kereta MRT ditawarkan tempat duduk.
Tetapi kakek tersebut ragu-ragu untuk duduk dan akhirnya menyerah setelah dibujuk. Kemudian kejadian lainnya adalah saat seorang kakek berdiri sembari memegang tiang dan berada dekat kursi prioritas dirinya sama sekali tidak duduk meski kosong. Sampai seorang penumpang perempuan mulai memaksanya untuk duduk di kursi agar duduk daripada berdiri.
kakek tersebut menolak karena takut melepaskan tiang yang dipegangnya. Ini seperti sebuah kesenjangan dimana bila dirinya duduk di kursi prioritas tersebut sulit untuk berdiri tanpa bantuan orang lain. Dari sini terlihat jelas bahwa tidak semua lansia menginginkan tempat duduk tersebut. Bahkan seorang warganet yang menulis di laman Redditnya membagikan pada dunia maya.
Dalam tulisan yang diunggahnya dia berkata, “Kita tidak mengerti masalah orang tua karena kita tidak pernah berada di posisi mereka dan kita melihat hal tersebut dari kacamata kita saja.”
Memiliki seorang ibu yang berusia sepuh dan takut melakukan semuanya sendiri, bahkan hingga di dalam kereta pun dirinya harus berpegangan pada tiang. Ini bahkan membuat warganet menyadari bahwa orang tua benar-benar rapuh dan harus dibantu.
Baca juga: Remajakan Armada, MRT Singapura Adopsi Kursi Lipat Guna Antisipasi Lonjakan Penumpang
Setiap pengguna kereta tidak hanya memaksa dan meminta para lansia untuk duduk, tetapi baiknya pegang tangan mereka dan bantu untuk duduk ataupun turun dari kereta. Hal ini bisa dilakukan semua penumpang, sebab terkadang para lansia malu untuk mengakui membutuhkan pertolongan sederhana seperti berjalan di gerbong dan bangun untuk berdiri. Hal ini pun bahkan berlaku untuk lansia yang naik bus, dimana pengemudi dengan sabar menunggu mereka duduk dengan benar sebelum kembali melajukan bus di jalanan.
Pada bulan November 2018 kemarin, operator kereta api milik negara Italia Ferrovie dello Stato Italiane meresmikan layanan kereta berkecepatan tinggi pertama di dunia yang didedikasikan untuk pengiriman barang (angkutan kargo), yang akan mengular antara Caserta di sebelah Selatan Italia dan Bologna. Kendati masih permulaan, namun di luar sana ada sekelompok orang yang mempertanyakan seputar layanan ini. Tapi tidak sedikit juga yang malah memuji inisiatif yang akan berpengaruh besar ke sektor pengiriman barang di masa yang akan datang.
Baca Juga: Dari London, Kereta Kargo East Wind Sampai di Yiwu Setelah 19 Hari!
Jika menilik standar yang diterapkan oleh Uni Eropa pada tahun 2011 lalu, mereka menyerukan bahwa sebanyak 30 persen angkutan kargo akan dialihkan dari darat menuju transportasi kereta api dan juga air pada tahun 2030 mendatang. Kendati angkutan kargo di negara-negara di Eropa tidaklah sebesar AS yang mencapai 30 persen, atau Rusia yang mencapai angka 80 persen – Eropa hanya 11 sampai 12 persen saja, namun langkah visioner yang diambil oleh Ferrovie dello Stato Italiane terbilang cukup inovatif.
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (15/1/2019), kereta kargo berkecepatan tinggi yang mampu mengular di atas rel existing ini digadang-gadang mampu menghubungkan Caserta dan Bologna, salah satu pusat logistik terpenting di Italia hanya dalam waktu tiga jam 30 menit saja.
Rangkaian kereta ini sendiri ditarik oleh trainset ETR 500 yang dimodifikasi (yang juga dikenal dengan nama Frecciarossa) akan terdiri dari dua belas gerbong – setara dengan 18 truk atau dua pesawat kargo.
Terlepas dari gambaran keberhasilannya di masa yang akan datang, Mercitalia Fast – nama dari kereta kargo ini, diluncurkan dengan tujuan untuk meningkatkan operasi logistik yang berkelanjutan dan sejalan dengan fokus kuat Pemerintah Italia pada antar moda transportasi.
Transportasi antar moda berpotensi mengurangi biaya operasional dan kehilangan barang, meskipun hanya dapat berfungsi jika didukung oleh jaringan yang cepat dan efisien. Mercitalia Fast datang dengan menawarkan solusi untuk hal tersebut, setelah menjadi salah satu dari sedikit layanan di Italia yang keterlambatannya dapat diukur hanya dalam hitungan menit saja.
Baca Juga: Kirim Motor Lewat Kereta, Baca Dulu Tipsnya!
Manajer dari Mercitalia Logistics, Marco Gosso mengatakan bahwa proyek ini akan membuka pintu bagi banyak layanan kereta api berkecepatan tinggi lainnya di seluruh Eropa. “Kami berada di garis depan layanan revolusioner yang memproyeksikan industri angkutan kereta api Italia ke milenium ketiga,” ujar Marco.
“Ini hanyalah langkah pertama yang bertujuan menjadikan transportasi kargo berkecepatan tinggi menjadi model garda terdepan di benua ini (dalam urusan antar-kirim barang),” tandasnya.
Selain itu, hadirnya layanan kereta kargo berkecepatan tinggi semacam ini juga secara otomatis akan mereduksi waktu pengiriman barang – yang pada akhirnya akan berujung pada kepuasan para pelanggan. Inovatif, bukan?
Kementerian Transportasi Jepang telah meminta bantuan dari pihak Amerika Serikat untuk meningkatkan inspeksi keamanan bandara. Hal ini dilakukan setelah seorang penumpang secara tidak sengaja membawa pistol yang berisikan peluru di dalam penerbangan menuju Bandara Internasional Narita pada 3 Januari 2019 lalu. Sehari berselang, Kementerian Transportasi langsung menyurati Transportation Security Administration (TSA) sebagai langkah tindak lanjut.
Baca Juga: Terdampak Shutdown Nasional, Penumpang Delta Air Lines ‘Loloskan’ Senpi di Penerbangan Internasional
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman www3.nhk.or.jp (11/1/2019), penumpang yang kedapatan membawa senjata api (senpi) tersebut mengaku keliru ketika membawa benda terlarang tersebut. Penumpang yang identitasnya disamarkan tersebut lalu digelandang menuju pos keamanan setibanya ia dari Atlanta. Kepada petugas, ia mengaku turut membawa serta senjata tersebut dengan tujuan untuk menjaga diri.
Setelah diamankan, senjata tersebut lalu diamankan dan sang penumpang dilarang masuk ke Jepang oleh pejabat Imigrasi dan Bea Cukai Bandara Internasional Narita. “Ia (penumpang pembawa senpi) tidak diterima masuk ke wilayah Jepang dan di deportasi menuju Atlanta,” ujar sang pejabat.
Menanggapi hal ini, para pejabat di Jepang percaya bahwa petugas keamanan pra-boarding di Atlanta telah gagal menjalankan tugasnya – gagal mendeteksi senpi yang notabene terbuat dari bahan besi, dan sangat mudah untuk terdeteksi oleh mesih X-Ray. Tersiar kabar bahwa insiden lolosnya senpi ini di dalam penerbangan dari Bandara Internasional Hartsfield-Jackson, Atlanta merupakan dampak dari shutdown nasional yang dilakukan oleh para petugas bandara.
Sekedar mengingatkan, senpi yang dibawa oleh penumpang ini tidaklah disimpan di dalam bagasi, melainkan di hand-luggage atau bagasi kabin.
Baca Juga: Bandara di AS Kian Ketat, TSA Wajibkan Pemeriksaan Terpisah Pada Perangkat Elektronik
Diketahui, ini bukan kali pertama pihak Jepang meminta bantuan kepada Amerika Serikat terkait peningkatan keamanan bandara-bandara yang ada di Negeri Sakura. Dan kejadian seperti ini bukanlah yang pertama terjadi.
Pada tahun 2017 silam, di beberapa kesempatan, sejumlah penumpang yang mengudara dari Amerika Serikat menuju Jepang kedapatan membawa senjata api di dalam penerbangannya – lengkap dengan beberapa butir peluru di dalamnya.