China Railway Investasikan Dana Fantastis untuk Jalur Kereta Sepanjang 6.800 Km!

Operator kereta milik negara, China Railway Corp dikabarkan telah berencana untuk berinvestasi pada jalur kereta api baru sepanjang 6.800 km tahun ini. Ini merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk meningkatkan investasi pada sektor infrastruktur. China Railway Corp juga mengatakan bahwa rencananya ini termasuk pemasangan setidaknya 3.200 km rel berkecepatan tinggi di negara Tiongkok. Baca Juga: Tarif Kereta Cepat Shenzhen – Guangzhou Akan Diturunkan 10 Persen! Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (3/1/2019), tahun 2018 lalu, China Railway Corp berinvestasi di jalur rel sepanjang 4.683 km, termasuk 4.100 km berkecepatan tinggi. Cina menginvestasikan CNY802.9 miliar atau yang setara dengan US$117,12 miliar pada infrastruktur tetap kereta api tahun 2018 silam, atau lebih tinggi daripada target sebelumnya senilai CNY732 miliar atau yang setara dengan US$106,75 miliar. Selama satu dekade terakhir, Cina telah banyak berinvestasi pada infrastruktur kereta api, termasuk kereta api berkecepatan tinggi. Sedangkan dalam beberapa tahun terakhir, jumlah investasi tersebut telah berkurang dalam upaya untuk mengatasi pembengkakan hutang pemerintah daerah. Target pendanaan China Railway Corp pada tahun lalu adalah yang terendah di negara itu terhitung sejak tahun 2013 silam. Pihak China Railway Corp sendiri masih enggan membocorkan berapa target investasi yang akan dikeluarkan pada tahun 2019 ini. Sebelumnya, National Development and Reform Commission (NDRC) telah menyetujui delapan proyek kereta api antar kota di sebelah timur provinsi Jiangsu dan Anhui, dimana delapan proyek ini melibatkan investasi gabungan dengan nilai sebesar US$33,82 miliar. Dalam sebuah pernyataan resmi, NDRC mengutarakan bahwa kedelapan proyek ini akan mencakup pembangunan jalur kereta sepanjang 1.063 km – termasuk jalur sepanjang 980km di Jiangsu. Baca Juga: Mau Bawa atau Beli Makan di Kereta Cina? Simak yang Ini Dulu! Pada akhir tahun 2018 kemarin, NDRC menyetujui proyek pembangunan jaringan kereta api perkotaan dengan nilai US$43,28 miliar di kota Shanghai. Proyek ini juga mencakup pembangunan enam jalur kereta bawah tanah (underground) dan tiga jalur kereta api antar kota. Dengan investasi besar-besaran di sektor perkeretaapiannya, muncul satu pertanyaan yang cukup menggelitik. Akankah perkeretaapian Cina mampu menyaingi atau bahkan melampaui kedigdayaan dari jaringan kereta api yang ada di Jepang?  

Telanjang di Kabin Pesawat, Pria Ini Diduga Trauma Pelecehan

Lagi-lagi penumpang pesawat kembali membuat ulah yang menggegerkan satu kabin. Pasalnya dalam penerbangan Air India Express pada Sabtu (29/12/2018) kemarin, ada laporan seorang pria telanjang bulat yang mulai berjalan mondar-mandir di lorong kabin. Baca juga: Telanjang dan Berlarian di Kabin, Pria Ini Akhirnya Diamankan di Dalam Toilet Pesawat Pria tersebut mondar-mandir dalam pesawat dengan nomor penerbangan IX-194 yang terbang dari Dubai ke Lucknow, India. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber usatoday.com (31/12/2018), karena perilakunya tersebut, awak kabin kemudian menutupi badan pria tersebut dengan selimut dan membuatnya berhenti mondar-mandir di lorong. Pria yang diketahui bernama Surendra tersebut, akhirnya di paksa duduk oleh awak kabin selama sisa penerbangan. Juru bicara Air India mengatakan saat pesawat mendarat, sesuai arahan pilot, penumpang diserahkan kepada pihak keamanan di bandara Lucknow untuk diselidiki, kenapa dirinya telanjang bulat dalam kabin. Beberapa pejabat Air India mengatakan, bahwa pria tersebut mengalami trauma mental setelah dugaan pelecehan ditempat kerjanya di Dubai yang dilakukan oleh bosnya. “Surendra mengira bahwa penerbangan itu akan mendarat di Pakistan dan karena itu ia menanggalkan protes,” ujar seorang pejabat keamanan industri sentral. Hal ini juga pernah terjadi dalam penerbangan Alaska Airlines dalam lorong kabin Boeing 737. Dimana seorang pemuda sekitar 20 tahunan melepas semua pakaiannya dan berlarian di lorong kabin. Pesawat tersebut berangkat dari Seattle menuju Anchorage. Karena perbuatannya, setelah mendarat, petugas penegak hukum di Bandara Internasional Ted Stevens Anchorage naik ke dalam pesawat dan menahan pemuda itu. Mereka membawanya ke gerbang kedatangan kemudian ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Karena perlakuan pemuda tersebut, beberapa penumpang penumpang men-tweet cuitan mereka di akun Twitter masing-masing. Dimana salah satu yang men-tweet insiden ini adalah Mantan Senator negara bagian Alaska, Johnny Ellis. “Seorang pria yang benar-benar telanjang berlarian di lorong kabin dari depan ke belakang pesawat sambil berteriak dan melambai-lambaikan tangannya,” ujar Ellis di laman Twitternya. Baca juga: Heboh! Pria Mirip Sinterklas Tanpa Baju dalam Kabin Pesawat Tak hanya itu, belum lama, seorang pria tua melepaskan pakaiannya dan hanya menggunakan celana pendek. Saat itu pria tersebut duduk di kursi tengah diantara dua penumpang dan membuat mereka tak nyaman. Foto dirinya tersebut itu mengagetkan pengguna media sosial dan banyak yang mengkritik maskapai karena pria semi bugil ada di dalam penerbangan. Beberapa warganet bahkan mengatakan, awak kabin yang bertugas saat itu harusnya memberikan pria berambut putih dengan selimut untuk menutupi sleuruh tubuhnya.

Bocah Dimasukkan dalam Bagasi Kabin, Foto Pria ini Menjadi Viral

Sebuah foto viral saat seorang pria memasukkan bocah ke dalam bagasi kabin pesawat. Ini seperti kejahatan yang dilakukan untuk membuat sang anak itu tidak bisa tersenyum ataupun bahagia selama penerbangannya. Baca juga: Viral, Wanita Ini Pipis di Pantry Pesawat Sesaat Sebelum Lepas Landas Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (2/1/2019), foto itu memperlihatkan saat pria tersebut memasukkan sang anak ke dalam bagasi kabin, kakinya mencuat keluar. Hal tersebut dilakukan saat pesawat tengah mengudara dan kabin atas kepala atau kompartemen dibuka. “Saya pribadi biasanya akan membayar US$25 dan memeriksa lelaki kecil itu. Selamat Tahun Baru semuanya!” ujar caption pada foto yang di unggah di Instagram @shoppershaming. Namun, meski foto tersebut beredar, tetapi tidak jelas apa tujuan pria itu melakukannya. Beberapa pengguna Instagram mengomentari foto tersebut. “OMG! kenapa? Ini dilakukan saat pria tersebut bepergian,” ujar akun @smithkenn. Akun @imoy2, “Apa yang terjadi?!?!” Ternyata, ulah seperti ini bukan pertama kali terjadi di dalam sebuah penerbangan. Seorang awak kabin harus diberhentikan alias dipecat dari pekerjaannya karena menempatkan seorang anak di dalam bagasi kabin dan menutupnya. Bayi berusia 17 bula tersebut terkurung dalam bagasi kabin sekitar kurang lebih sepuluh detik dan terlihat cemas serta panik. Bahkan mungkin kejadian ini bukanlah yang paling aneh. Seorang penumpang melakukan yoga saat duduk di bagian tengah kursi dan mengangkat kakinya keatas. Bahkan menjemur celana dalam di pendingin udara kabin oleh seorang ibu hingga perbuatan seorang penumpang yang berlarian di kabin sembari telanjang. Selain itu juga seorang penumpang yang duduk ditengah hanya menggunakan celana pendeknya dan melepas semua baju serta celana panjangnya alias bertelanjang dada. Baca juga: Spektakuler! Penumpang Ini Jemur Celana Dalam di Pendingin Kabin Pesawat Dan baru-baru ini seorang penumpang wanita pipis di pantry bagian depan kabin sesaat sebelum pesawat lepas landas. Hal ini dilakukan dirinya tidak bisa menggunakan toilet karena peraturan pesawat dimana semua penumpang tidak diperbolehkan.

Catat! Garuda Indonesia Operasikan Rute Solo – Madinah Mulai 9 Januari 2019

Maskapai plat merah Garuda Indonesia mengumumkan rencana pengoperasian rute penerbangan Solo – Madinah PP via Aceh yang akan mulai beroperasi pada 9 Januari 2019 mendatang. Penerbangan tersebut akan dilayani menggunakan armada Airbus A330 berkapasitas 362 penumpang dengan konfigurasi all economy class. Adapun jadwal pemberangkatannya sebanyak satu kali setiap minggunya yakni pada hari Rabu. Baca Juga: Khusus Layani Jamaah Haji Tradisional, Garuda Indonesia Andalkan Awak Kabin (Lokal) Di dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (4/1/2019), Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan, “Dibukanya rute penerbangan ini sejalan dengan peningkatkan demand pasar umrah dari Solo dan sekitarnya. Dioperasikannya rute Solo – Madinah ini kami harapkan dapat mengoptimalkan potensi pasar umrah tersebut,” Pikri memaparkan bahwa nantinya penerbangan Garuda rute Solo-Madinah akan transit di Aceh guna mengakomodasi kebutuhan jemaah yang akan berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh yang kemudian akan langsung melanjutkan penerbangan ke Madinah, Arab Saudi. Pikri menambahkan penerbangan Solo – Madinah ini nantinya kami harapkan dapat memberikan kemudahan bagi para jamaah umrah yang berasal dari Jawa Tengah dan sekitarnya tanpa harus melakukan transit penerbangan di Jakarta maupun Surabaya. “Dengan jumlah jemaah umrah dari Solo dan sekitarnya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kami optimistis dibukanya layanan penerbangan ini akan semakin memperkuat potensi pasar umrah dari wilayah Solo dan sekitarnya,” Jelas Pikri Tercatat pada tahun 2018 lalu jumlah anggota jemaah umrah dari Solo sekitar 25.000 orang. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan musim umrah tahun sebelumnya sekitar 19.000 orang Rute penerbangan Solo – Madinah akan diberangkatkan menggunakan penerbangan GA968 dari Bandara Adisumarmo pada pukul 16.45 waktu setempat dan akan tiba di Madinah keesokan harinya pada pukul 02.05 waktu setempat. Baca Juga: Garuda Indonesia Klaim ‘On Time Performance’ Embarkasi Haji 2017 Adalah Yang Terbaik Sedangkan penerbangan dari Madinah menuju Solo akan diberangkatkan dengan nomor penerbangan GA 969 yang berangkat dari Madinah pukul 04.05 waktu setempat dan tiba di Solo pada pukul 20.30 waktu setempat. Dengan dibukanya layanan penerbangan Solo – Madinah tersebut, saat ini Garuda Indonesia telah melayani penerbangan tujuan Madinah dari lima kota besar di Indonesia, antara lain dari Jakarta, Makassar, Medan dan Surabaya.  

Kendati Produksi Dihentikan, Airbus A380 Tetaplah Fenomenal

Salah satu raksasa manufaktur pesawat, Airbus memberikan tanda bahwa perusahaan akan memberhentikan proses produksi dari pesawat penumpang terbesar saat ini, Airbus A380. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Perkembangan pesawat narrow body yang mampu melakoni penerbangan jarak jauh non-stop lah yang pada akhirnya mematikan pasar dari pesawat superjumbo jet ini. Baca Juga: Dinilai Kurang Efisien, Akankah Airbus A380 Berjaya 20 Tahun Mendatang? Di awal tahun 2018 kemarin, pihak Airbus mengatakan bahwa mereka sangat bergantung pada perjanjian jangka panjang dengan maskapai Emirates untuk menyediakan pasokan armada yang stabil. Sampai-sampai, kepala penjualan Airbus, John Leahy mengatakan bahwa, “Apabila kami tidak bisa menyepakati perjanjian dengan Emirates, tidak ada pilihan lain selain menghentikan program ini,” Tidak bisa dipungkiri, Emirates merupakan salah satu kostumer terbesar dari Airbus A380. Namun jika ditelisik sejarahnya, Airbus A380 sendiri sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1980-an, dima akal aitu, Airbus memplot A380 sebagai kompetitor dari Queen of the Skies, Boeing 747 yang sangat ikonik. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (2/1/2019), jenis pesawat terbesar yang ditawarkan Airbus pada saat itu adalah A300. Sementara untuk twin-engine A330 dan four-engine A340 masih dalam tahap pengembangan. Namun, pesawat ini tidak dapat menembus segmen pesawat berdaya angkut besar. Lalu pada pertengahan tahun 1990-an, Airbus berusaha mengembangkan pesawat berdaya angkut besarnya sendiri. Kala itu, Airbus datang dengan dua proposal yang berbeda dan melabeli armada A380 dengan nama A3XX. Adapun isi dari proposal yang pertama adalah Airbus akan membuat pesawat extra-wide dengan dua fuselage dari A340. Sedangkan proposal yang satunya lagi berisikan rencana perusahaan untuk merakit pesawat double-decker. Setelah melewati serangkaian masalah dalam tahap desainnya, akhirnya Airbus berhasil meluncurkan pesawat A3XX dengan nama A380 di tahun 2000. Angka “8” dalam A380 sendiri merepresentasikan kabin double-decker yang diaplikasikan pada armada tersebut. Seketika proyek pesawat raksasa ini diluncurkan, Airbus langsung mendapatkan 50 pesanan dari lima maskapai dan perusahaan leasing: Air France, Emirates, Qantas, Singapore Airlines, Virgin Atlantic, dan International Lease Finance Corp. Baca Juga: Efisiensi Biaya Operasional Jadi Alasan Utama Anjloknya Permintaan Terhadap Airbus A380 Penerbangan perdana dari A380 ini sendiri terjadi pada 27 April 2005. Namun karena saking kompleksnya keseluruhan struktur dari A380, membuat perusahaan seolah kewalahan dalam menjabani pesanan yang sudah masuk. Keterlambatan pengiriman dari pihak Airbus ke maskapai merupakan bukti nyata dari rumitnya struktur dari A380 yang digadang-gadang harganya mencapai Rp81,4 triliun untuk 1 unitnya.
Penerbangan Perdana Airbus A380. Sumber: simpleflying.com
Dibutuhkan waktu sekira dua tahun sejak penerbangan perdana untuk Airbus mengirimkan armada A380 pertamanya kepada pelanggan pertama, Singapore Airlines. Armada A380 dengan nomor penerbangan SQ380 ini melayani rute Singapura – Sydney. Kendati isu penghentian produksi ini kian santer terdengar, namun nama Airbus A380 akan tetap fenomenal, layaknya Boeing 747.    

Penumpang yang Bayar Tiket KA Pangandaran Bandung-Banjar, Uang Akan Kembali 100 Persen Selama Promo

Kehadiran kereta api Pangandaran yang baru saja mengular di jalur Jakarta-Banjar ini sempat membuat heboh penggunanya. Pasalnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan tarif promo dari Bandung menuju Banjar atau sebaliknya Rp1, tetapi di situs pembelian online harga yang tertera Rp1000. Sehingga, PT KAI akhirnya melakukan konfirmasi terkait hal tersebut. Baca juga: KA Pangandaran Beroperasi, Kini Jakarta-Banjar Jadi Lebih Mudah Vice President Public Relation PT KAI Agus Komarudin mengatakan, persoalan ini ada di maintenance parameter ticketing sistem KAI. Dia menambahkan, PT KAI tetap menggratiskan tiket KA Pangandaran relasi Bandung-Banjar PP selama masa promosi dari tanggal 2 Januari hingga 1 Februari 2019. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. KAI tetap berkomitmen memberikan layanan gratis KA Pangandaran rute Bandung-Banjar,” yang dikutip KabarPenumpang.com dari tempo.co (3/1/2019). Dari penjelasan tertulis PT KAI, penumpang yang membeli tiket melalui aplikasi diminta tetap mengikuti pembayaran tarif yang muncul pada sistem pembelian online. Nominal Rp1000 akan muncul dalam keterangan tarif baik itu kelas eksekutif maupun ekonomi premium di KAI Access, situs KAI dan saluran eksternal lainnya. Kemudian, uang yang dibayarkan tersebut akan diganti secara tunai 100 persen di stasiun tempat penumpang berhenti. Untuk penumpang yang membeli tiket di loket stasiun, maka tidak membayar sepeserpun selama masa promo dan hanya menunjukkan kartu tanda pengenal saat boarding. PT KAI sudah menyiapkan rentang tarif untuk Kereta Pangandaran setelah masa promo tersebut. Yakni untuk kelas eksekutif di antara Rp150 ribu sampa Rp520 ribu, untuk kelas ekonomi premium Rp100 ribu sampai Rp330 ribu. Manager Humas PT KAI, Daerah Operasi II Bandung, Joni Martinus mengatakan, khusus tarif Rp1 itu untuk menyiasati pembelian online tiket kereta api lewat penyedia layanan aplikasi penjualan tiket. Baca juga: KA Galunggung Rute Kiaracondong-Tasikmalaya Mulai Beroperasi “Supaya masyarakat tidak harus antre ke stasiun maka mereka diberikan pilihan membeli lewat aplikasi seperti traveloka. Tapi transaksi di sana tidak bisa Rp0, harus ada nilainya, makanya Rp1,” kata dia. KA Pangandaran akan berangkat dari Gambir pukul 07.50 pagi dan tiba pukul 15.56, sedangkan dari Banjar berangkat pukul 13.55 dan tiba di Gambir 22.35. Pemesanan tiket KA Pangandaran bisa dilakukan mulai H-30 keberangkatan di aplikasi KAI Access, web KAI, Loket Stasiun, dan seluruh channel penjualan resmi KAI lainnya. Tiket Promo KA Pangandaran ini tidak dapat dibatalkan atau diubah jadwal, digabungkan dengan reduksi/promo lainnya, dan hanya dilayani jika tempat duduk masih tersedia.

Bagasi Cuma-cuma Hilang dari Penerbangan Domestik Lion Air, Bagaimana Reaksi Penumpang?

Penumpang maskapai berbiaya hemat (LCC) Lion Air akan merasakan kekecewaan yang cukup besar. Pasalnya Lion Air Group menghapuskan pemberian bagasi cuma-cuma atau free baggage allowance pada penumpangnya mulai pembelian tiket tanggal 8 Januari 2019 hingga seterusnya. Baca juga: Sering Naik Lion Air? Per 20 Desember 2018 Free Baggage Allowances Akan Dikurangi Namun, bagi penumpang yang sudah issued tiket sebelum tanggal 8 Januari 2019 masih tetap mendapatkan 20 kg bagasi cuma-cuma. Dari pengumuman yang didapat KabarPenumpang.com, bagasi cuma-cuma ini akan ditiadakan bagi seluruh rute domestik atau dalam negeri. Sehingga bagi calon atau penumpang maskapai terbesar di Indonesia tersebut yang membawa bagasi bisa melakukan pembelian voucher bagasi (prepaid baggage) melalui travel agent, website LIon Air atau kantor pejualan Lion Air Group. Pembelian voucher bagasi sendiri bisa dibeli sebelum atau sesudah issued tiket. Biaya voucher bagasi sendiri akan lebih murah dibandingkan kelebihan bagasi (excess baggage) di bandara. Tak hanya itu, pembelian juga bisa dibeli enam jam sebelum keberangkatan. Harganya pun cukup lumayan dimana per 5 kg akan dikenakan Rp180 ribu, 10 kg dikenakan Rp360 ribu, 15 kg senilai Rp540 ribu dan 20 kg hingga Rp720 ribu. Padahal sebelumnya Lion Air mengumumkan akan mengurangi berat bagasi yang dibawa penumpang yakni dari 20 kg menjadi sepuluh kilogram. Maskapai Wings Air juga mengalami penurunan berat bawaan gratis penumpang dimana sebelumnya sepuluh kilogram kini menjadi hanya lima kilogram saja. Sedangkan untuk maskapai Batik Air tidak ada perubahan terkait berat bagasi yakni tetap 20 kg. Hal ini, nantinya membuat penumpang hanya bisa membawa bagasi dalam kabin bila tidak ingin membayar bagasi kargo untuk barang yang dibawa. Bila dibandingkan dengan maskapai berbiaya hemat lainnya seperti Citilink dan AirAsia, FBA milik maskapai Lion Air dan Wings Air lebih rendah. Baca juga: Peluang Pendapatan Baru, LCC Mulai Kenakan Biaya Untuk Bagasi Kabin Citilink saat ini memberikan FBA pada penumpangnya yakni 20 kg. AirAsia Sendiri 15 kg untuk domestik dan penerbangan internasional 20 kg. Sedangkan untuk barang bawaan di dalam kabin, setiap maskapai hanya memperbolehkan penumpang membawa barang dengan berat tujuh kilogram. Bahkan maskapai Scoot pun memberikan FBA untuk penumpangnya 20 kg. Apakah dengan adanya penghilangan bagasi cuma-cuma rute domestik akan berpengaruh pada jumlah penumpang?

Sedih! Pencarian CVR Lion Air JT-610 oleh MPV Everest Tak Membuahkan Hasil

Lion Air berusaha keras untuk melakukan pencarian keberadaan komponen Cockpit Voice Recorder (CVR) di sepanjang perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pasalnya tanpa ditemukannya CVR, maka upaya untuk mengetahui sebab musabab terjadinya kecelakaan Boeing 737 Max 8 JT-610 yang jatuh pada 29 Oktober 2018, akan menemui kesulitan, data yang diperoleh dari Flight Data Recorder (FDR) perlu didukung CVR yang dapat mengungkap rekaman percapakan awak pesawat pada menit-menit terakhir. Baca juga: Lanjutkan Pencarian Korban dan CVR JT-610, Lion Air Kucurkan Rp38 Miliar untuk Sewa MPV Everest Sejak 19 Desember 2018, Lion Air diketahui telah menghadirkan kapal riset dan survei perairan dalam milik peruahaan Belanda, MPV Everest. Kapal dengan tonase besar ini dapat melakukan pencarian obyek di bawah laut tanpa harus lempar jangkar, dimana di area tersebut banyak tertanam pipa minyak Pertamina. Namun, ada kabar sedih, bahwa upaya pencarian CVR oleh MPV Everest ternyata tidak membuahkan hasil. MPV Everest disewa oleh Lion Air dengan nilai Rp38 miliar untuk misi pencarian selama 10 hari berturut-turut. Dan dari siaran pers yang dikeluarkan pihak Lion Air, Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro menyebutkan bahwa misi pencarian MPV Everest telah berakhir pada 29 Desember 2018, tepat pukul 23.59 WIB. Danang mengatakan, tim pencari telah bekerja keras melakukan penyisiran di 10 titik yang sesuai dengan rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Seluruh pencarian yang dilakukan juga telah sesuai dengan standar yang ada pada rescue and safety drill, survey function test, dan load test. Dengan demikian, perusahaan penerbangan itu memutuskan untuk tidak memperpanjang waktu sewa. Dengan kata lain, misi pencarian untuk mengungkap alasan di balik kecelakaan udara ini telah diakhiri oleh Lion Air. Dikutip dari Beritagar.id (4/1), juru bicara KNKT mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya kemungkinan bakal memulai lagi pencarian CVR Lion Air PK-LQP dalam waktu dekat. KNKT mengaku tengah bernegosiasi dengan TNI AL untuk pengajuan izin penggunaan kapal. “Paling cepat pekan ini. Pencariannya tidak akan memakai kapal semewah MPV Everest, namun tetap memiliki alat pendeteksi CVR,” sebut juru bicara itu, Kamis (3/1/2019). Baca juga: Laporan Investigasi Awal Lion Air JT-610: KNKT Indikasikan Sensor Angle of Attack Tidak Berlaku Normal Pencarian CVR berpacu dengan waktu, mengingat beacon yang dipancarkan CVR hanya bertahan selama 90 hari, itu artinya pencarian CVR setidaknya harus dilakukan sebelum 29 Januari 2019.

United Airlines Hadirkan Buku Resep Masakan dalam Penerbangan Kelas Satu

Makanan pesawat hadir secara gratis bagi penumpang maskapai dengan layanan penuh dan berbayar bila di maskapai berbiaya hemat atau LCC. Kehadiran makanan ini, bisa membantu penumpang mengenyangkan perut selagi dalam penerbangan mereka. Namun, rasa makanan tersebut lebih berbumbu dan aromanya cukup menyengat hidung. Baca juga: Yakin Sehat? Ini Rahasia Makanan di Pesawat Kata Mantan Pramugari KabarPenumpang.com melansir laman dailymail.co.uk (1/1/2019), bahwa United Airlines baru saja menerbitkan dan menjual Cookbook yang berisikan 40 resep makanan di ketinggian 30 ribu kaki. Ini mungkin mengejutkan, tetapi di buku ini tidak mengajarkan membuat makanan tanpa rasa yang dipanaskan di microwave atau bubur yang biasa di sajikan dalam pelatihan. Buku tersebut dijual melalui toko online maskapai dengan harga US$29,99 atau setara dengan Rp434 ribu. Bahkan United Polaris Cookbook berjanji untuk memasukkan koleksi resep lezat yang terinspirasi oleh pengalaman bersantap onboard United Polaris. Mungkin ini mengagetkan, tetapi penjualan buku tersebut merupakan salah satu layanan bisnis dan resep yang ada pun merupakan inspirasi 40 resep makanan kelas satu. Buku itu dirancang oleh koki eksekutif United serta koki dari proyek Trotter yang merupakan organisasi nirlaba yang menyediakan program pendidikan dalam seni kuliner dan industri restoran. “Buku masak United Polaris dibuat oleh koki United dalam kemitraan dengan koki dari The Trotter Project. 40 resep terinspirasi oleh pengalaman kelas bisnis United Polaris. Sebagian dari hasil akan disumbangkan ke Proyek Trotter untuk melanjutkan misinya menginspirasi generasi profesional kuliner berikutnya,” ujar perwakilan United. Koki dari The Trotter Project yang termasuk Della Gossett dari Spago Beverly Hills, Michael Armstrong dari Tao Group New York, dan Top Chef’s Richie Farina, sebelumnya koki eksekutif di Moto Restaurant yang berbintang Michelin juga berkontribusi pada makanan yang disajikan di atas kapal. Menu onboard pada penerbangan berubah setiap bulan, jadi Anda mungkin tidak dapat memesan setiap hidangan saat terbang. Hidangan dalam buku masak termasuk Sup Kelapa dengan Ayam Sambal Oelek. Bagi mereka yang benar-benar berdedikasi untuk memasak makanan kelas satu, United juga menjual hadiah yang ditetapkan seharga US$48,99 atau setara dengan Rp709 ribu yang mencakup buku masak dan celemek bermerek. Ternyata, United bukan yang pertama menerbitkan buku masaknya sendiri tetapi sudah ada beberapa yakni, American West, Hawaiian Airlines, Delta, American Airlines dan Southwest semua juga memilikinya. Southwest diterbitkan Feel the Spirit, Savor the Fare pada 2006. Baca juga: Porsi Makanan di Pesawat Tak Cukup? Jangan Khawatir, Bisa Nambah Asal Sopan Delta baru-baru ini menerbitkan Makanan Kelas Satu, yang disusun oleh pramugari, pada tahun 1987, tetapi juga mengeluarkan beberapa buku masak di tahun 60-an dan 70-an. Pada 1964, American Airlines menerbitkan My Fair Lady Cooks, buku masak untuk ‘wanita-wanita cantik’.

Layanan Ride-Hailing Dilarang, DeNA Luncurkan Taksi Gratis yang Hubungkan 23 Kota Besar di Jepang

Mungkin sebagian dari Anda masih ingat dengan DeNa, sebuah perusahaan teknologi yang berfokus pada e-commerce dan entertain yang sempat terbentur masalah regulasi dalam upayanya untuk merilis bus otonom pada pertengahan tahun 2017 silam. Kini perusahaan yang berbasis di Tokyo, Jepang tersebut dikabarkan baru saja menyelesaikan campaign yang bertujuan untuk mengejar ketertinggalan mereka dengan perusahaan sejenis di negara penghasil komik manga tersebut. Baca Juga: Hadirkan Bus Otonom, DeNA Terbentur Regulasi Tentang Bangku Pengemudi Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman asia.nikkei.com (6/12/2018), perusahaan ini menyediakan sejumlah armada yang dapat digunakan oleh penumpang secara cuma-cuma alias gratis dalam periode waktu dan wilayah tertentu. Tidak berdiri sendiri, sebanyak 50 armada cab-hailing milik DeNA yang dikerahkan untuk mengoperasikan campaign ini berbalut ‘livery’ dari sponsor mereka, yaitu Nissin Foods Holdings. Untuk ongkos yang seharusnya dikenakan kepada penumpang nantinya akan dibayar oleh pihak DeNa dan Nissin Foods Holdings sendiri. Seperti yang sudah disebutkan di atas, wilayah penjemputan taksi berbalut iklan mie instan ini hanya berada di sekitar pusat kota Tokyo namun dapat mengantarkan penumpang hingga ke lebih dari 23 kota besar di Jepang. Sejak diberlakukannya pelarangan terhadap kendaraan pribadi yang digunakan untuk layanan ride-hailing, makin banyak perusahaan yang berusaha untuk mencari langkah inovatif guna meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi di jalanan. Campaign ini sendiri tidak berhenti sampai di sini. DeNa diketahui tengah mematangkan beberapa konsep mereka, seperti menjalin kerja sama baru dengan berbagai sponsor, pengaturan armada jika ada seseorang yang telah mereservasi restoran, hingga sinkronisasi dengan jadwal bepergian para pengguna jasanya. “Campaign ini dapat menghubungkan orang-orang yang jarang sekali menggunakan fasilitas taksi,” ujar Hiroshi Nakajima, Kepala Bisnis Otomotif DeNa. “Selain itu, operator taksi juga dapat mengharapkan sumber pendapatan yang dapat diandalkan,” imbuh Hiroshi. Sistematika dari layanan taksi gratis ini seyogyanya sama persis dengan layanan ride-hailing lain, dimana penumpang hanya perlu menentukan titik penjemputan, memilih lokasi tujuan, dan segala informasi yang terkait dengan perjalanan tersebut akan terpampang di aplikasi yang harus terlebih dahulu dimiliki oleh penumpang. Baca Juga: Sering Tertukar, Ini Dia Perbedaan Antara Ride-Sharing dan Ride-Hailing Rencananya, pada paruh kedua tahun 2019, DeNA akan menampilkan sejumlah fitur baru yang ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman penumpang selama berkendara, seperti rute terbaik yang dapat ditempuh. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, layanan ride-hailing atau ride-sharing merupakan moda transportasi first and last mile yang dapat diandalkan penumpang sebagai moda pengumpan untuk moda transportasi berbasis massal. Namun dengan dilarangnya pengoperasian dari moda jenis ini di Jepang, maka wajar saja jika banyak perusahaan layanan transportasi yang mengupayakan untuk tetap memberikan layanan prima kepada para penumpangnya.