Profil Leasing Nordic Aviation Capital yang Tersangkut Kasus 12 Pesawat Bombardier Garuda

Nordic Aviation Capital (NAC) belakangan ramai jadi perbicangan publik Indonesia lantaran terseret masalah Garuda Indonesia. Maskapai pelat merah itu diketahui secara sepihak mengakhiri kontrak perjanjian sewa 12 pesawat CRJ-1000 yang semestinya baru akan jatuh tempo pada 2027 mendatang. Baca juga: Garuda Indonesia Berencana Jual CRJ1000, Ternyata Ini Alasannya Pihak Garuda dan pemerintah berdalih, keputusan tersebut diambil berdasarkan keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta penyelidikan oleh Serious Fraud Office (SFO) Inggris ihwal indikasi tidakpidana suap dari pihak pabrikan kepada oknum pimpinan Garuda Indonesia saat proses pengadaan pesawat tahun 2011 silam. Terlepas dari perkara keputusan mengakhiri kontrak perjanjian sewa 12 pesawat Bombardier CRJ-1000 secara sepihak oleh Garuda, sebetulnya lessor Nordic Aviation Capital bukanlah pemain baru di Indonesia. Dikutip dari laman resminya, NAC tercatat pernah dan masih bekerjasama dengan beberapa maskapai penerbangan Indonesia lainnya, mulai dari Trigana Air, Pelita Air, dan TransNusa; melengkapi 75 maskapai lainnya di 51 negara. Dengan jumlah klien sebesar itu, ditambah kepemilikan pesawat dan nilai bisnis, perusahaan yang berdiri pada tahun 1990 itu mengklaim sebagai perusahaan leasing pesawat regional terbesar di dunia. Perjalanan NAC mengklaim sebagai lessor pesawat regional terbaik di dunia tentu bukan tanpa data dan sekonyong-konyong melakukan hal itu tanpa melalui perjalanan panjang. Satu dekade setelah NAC berdiri, laporan Flight Global, perusahaan bahkan belum tercatat dalam daftar 40 leasing pesawat terbesar di dunia. Di dekade berikutnya, NAC mulai mengambil segmentasi leasing pesawat yang lebih kecil, dalam hal ini pesawat-pesawat regional. Sejak saat itu, masa depan bisnis pendanaan atau penyewaan pesawat NAC mulai terlihat cerah. Prospek cerah tersebut kemudian semakin diperkuat dengan strategi bisnis terbarukan di sepanjang dekade ketiga setelah perusahaan berdiri, atau sejak tahun 2010 silam. Hasilnya, pada tahun 2018 lalu, NAC berhasil mengembangkan total armadanya, dari semula hanya 131 pesawat pada tahun 2010 menjadi 356 atau tumbuh hampir 172 persen. Dengan hanya fokus pada pembiayaan dan penyewaan pesawat-pesawat regional saja, seperti ATR 72, E190/195, Dash 8, ATR 42, E170/175, CRJ900/1000, hingga Airbus A220, NAC disebut menjadi salah satu leasing paling menguntungkan di dunia. Memasuki tahun 2021, NAC terus menatap masa depan bisnisnya dengan kepemilikan 500 pesawat dengan nilai total sebesar US$8 miliar. Sekalipun sudah besar, NAC mengklaim tetap menjunjung tinggi integritas. Oleh karena itu, munculnya kasus pengembalian 12 pesawat Bombardier CRJ-1000 sungguh mengejutkan perusahaan yang memiliki kantor di Irlandia, Denmark, AS, Singapura, dan Hong Kong tersebut. Baca juga: Telat Bayar Motor Didatangi Debt Collector, Maskapai Telat Bayar Utang Juga Didatangi? NAC sendiri mengaku sudah berdiskusi dengan Garuda Indonesia. Namun, sampai saat ini masih menemui jalan buntu. “NAC telah melanjutkan diskusi ini tetapi belum ada kesepakatan sampai saat ini, dan tidak ada pemberitahuan penghentian yang diterima. Perjanjian sewa dengan demikian tetap berlaku penuh dan NAC mengharapkan Garuda untuk terus memenuhi komitmen kontraktualnya,” kata Eavan Gannon, Direktur NAC.

Empat Kali Lebih Cepat dan 10 Persen Lebih Hemat, Inilah Mesin Turbofan Besutan NASA

Lembaga Penerbangan dan Antarikasa Nasional Amerika Serikat (NASA) dikabarkan tengah sibuk mengembangkan mesin turbofan generasi terbaru. Mesin ini disebut dapat mencapai tingkat ekstraksi daya hingga empat kali lipat dari tingkat ekstraksi daya mesin pesawat tercanggih saat ini. Tak hanya itu, pada saat yang sama, mesin itu juga membakar bahan bakar hingga 10 persen lebih sedikit atau 10 persen lebih hemat. Baca juga: Kabar Baik, Rolls-Royce Mulai Uji Mesin 100 Persen Ramah Lingkungan! Cara terbaik untuk melakukan ini, kata NASA, dengan meningkatkan rasio bypass, yaitu membuat kipas di depan mesin lebih besar untuk memungkinkan peningkatan aliran udara, tetapi pada saat yang sama mengurangi ukuran inti mesin untuk mengurangi konsumsi. Dilansir autoevolution.com, mesin turbofan generasi terbaru di bawah proyek Hybrid Thermally Efficient Core (HyTEC) tersebut saat ini masih berjalan bersama mitra teknologi juga dari Amerika Serikat (AS), Honeywell. Bersama Honeywell, NASA fokus untuk “melakukan pengembangan dan pengujian teknologi pada turbin bertekanan rendah yang canggih”. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk “menetapkan dasar ekstraksi daya turbofan sambil juga mengembangkan alat prediksi komputasi.” Selain Honeywell, di tempat terpisah, NASA juga menggandeng General Electric dan menandatangani kontrak kerjasama untuk “mendemonstrasikan dan menilai ekstraksi tenaga turbofan dan mengintegrasikan mesin listrik seperti motor dan generator.” “Setelah HyTEC dan mitranya (GE dan Honeywell) melakukan ekstraksi daya, mesin baru ini dapat dikombinasikan dengan komponen megawatt-class lain yang kami kembangkan untuk propulsi pesawat listrik,” kata Barbara Esker, wakil direktur program AAVP NASA. “Bersama dengan kemajuan dalam pembuatan pesawat komposit berkualitas tinggi dan konfigurasi inovatif seperti transonic truss-based wing, NASA dapat mengubah keberlanjutan jangka panjang pesawat komersial,” lanjutnya. Sebagaimana namanya, NASA memang tidak hanya fokus pada bidang antariksa saja, melainkan juga dunia penerbangan secara umum. Di antara berbagai proyek garapan NASA di bidang penerbangan, proyek menghidupkan kembali penerbangan komersial supersonik adalah salah satunya. Di penghujung tahun 2019 lalu, NASA secara mengejutkan menyebut bahwa pihaknya telah menuntaskan uji terbang terakhir pesawat supersonik X-59 QueSST. Menariknya, uji penerbangan itu berjalan lancara dan sesuai rencana. Pesawat hasil pengembangan NASA-Lockheed ini dirancang untuk bisa mereduksi efek dari ‘sonic boom’ dan meminimalisir suara yang dihasilkan oleh mesin pesawat. Baca juga: NASA Luncurkan Aplikasi untuk Teliti Kelelahan dalam Penerbangan, FAA: Cocok untuk Pilot Terobosan yang coba dibawa oleh X-59 QueSST ini merupakan kebalikan dari penerbangan supersonik era Concorde, dimana salah satu variabel yang menurunkan tahta Concorde dari jagad aviasi global adalah ‘sonic boom’ yang dihasilkan oleh pesawat. Secara agenda, tahun 2021 seharusnya pesawat sudah bisa diproduksi. Namun, seiring virus Corona mewabah di seluruh dunia dan membuat industri penerbangan global berantakan, proyek peluncuran pesawat supersonik X-59 QueSST belum terdengar kembali.

Di Masa Mendatang, Pesawat Bakal Tanpa Jendela! Layar OLED Jadi Gantinya

Seiring berjalannya waktu, teknologi di dalam kabin kian berkembang. Di masa lalu, butuh tirai untuk menghalau sinar matahari masuk ke dalam kabin melalui jendela pesawat. Namun, saat ini jendela pesawat tidak lagi perlu tirai karena kemunculan kaca elektrokromik. Baca juga: Manjakan Mata Penumpang, LG Display Luncurkan Teknologi OLED di Kabin Pesawat Meskipun belum semua maskapai atau pesawat dilengkapi dengan kaca elektrokromik, tetapi bukan tak mungkin kedepan seluruh pesawat yang dioperasikan maskapai dunia akan dilengkapi kaca model ini untuk kenyamanan penumpang. Menariknya, belum juga itu terjadi, tren konsep penggunaan kaca atau layar Organic- Light Emitting Diode (OLED) kian meningkat. Kehadirannya bukan hanya akan membuat penerbangan jauh lebih nyaman dan memanjakan mata penumpang, melainkan juga membuat jendela, baik itu jendela biasa ataupun jendela dengan kaca elektrokromik, menjadi usang. Bahkan, pesawat di masa mendatang bukan tak mungkin akan terbang tanpa jendela. Setidaknya, itulah menurut pandangan perusahaan pengusung layar OLED di kabin pesawat, Yasava.
Sayangnya, layar OLED hanya bisa dipasang di pesawat baru, bukan pesawat yang sudah ada. Foto: Yasava
“Di masa depan, jendela pesawat mungkin menjadi usang,” kata perusahaan yang berbasis di Lausanne, Swiss tersebut. Pada tahun 2018 lalu, Emirates juga pernah meramal bahwa di masa depan jendela di pesawat mungkin akan menghilang alias pesawat tidak lagi dilengkapi dengan jendela. Menurut Yasava, seperti dikutip dari Daily Mail, layar OLED bisa diaplikasikan di bagian manapun di pesawat, utamanya di kabin penumpang. Tampilan pada layar OLED tersebut bisa berubah-ubah dalam sekejap seiring pergerakan pesawat. Tampilannya pun bisa berupa banyak pemandangan, entah itu hutan, langit, lanskap pengunungan, laut, dan lain sebagainya. Tak cukup sampai di situ, layar OLED juga bisa disetting untuk memutar berbagai hal lainnya, seperti acara TV, film, dan banyak lagi.
Layar OLED bisa berubah seiring pergerakan pesawat, tergantungan settingan yang diinginkan maskapai. Foto: Yasava
Di berbagai kesempatan, pesawat yang sudah dilengkapi dengan OLED terbukti membuat penumpang takjub dan sangat ingin merasakan kembali sensai terbang seperti itu. Sayangnya, bagi maskapai atau operator pesawat, itu bukan pilihan mudah. Layar OLED tidak bisa diaplikasikan pada pesawat bekas melainkan harus pada pesawat baru. Ini tentu jadi persolan baru untuk maskapai dan butuh riset lebih agar ketika mulai mengaplikasikan layar OLED di kabin pesawat penumpang betul-betul menikmatinya dan menghasilkan keuntungan finansial untuk maskapai. Baca juga: AERQ Tawarkan Pendekatan Holistik untuk Digitalkan Kabin Pesawat Lagi pula, saat ini, layar OLED -dalam hal ini proyek yang dikerjakan oleh Yasava- masih terbatas pada pesawat-pesawat jet bisnis, seperti Gulfstreams, Bombardier Global and Challenger, Dassault Falcons, Boeing Business Jets, dan Airbus Corporate Jets. Adapun untuk pesawat jet komersial, baik itu narrowbody maupun widebody, belum diketahui secara pasti kapan akan dimulai. Selain bisa memanjakan penumpang lewat berbagai tampilan pada layar OLED di kabin utama, dari segi bobot pesawat disebut akan menjadi lebih ringan. Itu berarti, pesawat akan menjadi lebih hemat bahan bakar, lebih kuat, cepat, dan mampu terbang lebih tinggi dari biasanya.

KMP Kaldera Toba Lengkapi Transportasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Danau Toba menjadi salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan kini mulai dibenahi fasilitas serta akses transportasinya. Salah satu yang akan mengarungi Danau Toba adalah KMP Kaldera Toba yang akan dioperasikan di rute perintis Muara – Onan Runggu. Baca juga: KMP Ihan Batak, Kapal Ferry Ro-Ro Mewah di Danau Toba KMP Kaldera Toba sendiri sudah melakukan sea trial pada Desember 2020 kemarin dan direncanakan akan mulai mengarungi Danau Toba pada April 2021. Saat ini, perizinan operasionalnya tengah diurus. KMP Kaldera Toba akan dioperasikan ASDP di bawah koordinasi Cabang Sibolga
Menteri Koordinator Bidan Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan naiki Kaldera Toba tinjau fasilitas DPSP (PT ASDP Indonesia Ferry)
KMP Kaldera Toba merupakan kapal ferry RoRo yang berukuran 200 GT dengan kapasitas penumpang 152 orang dan 24 unit kendaraan campuran. Kapal ferry ini dibangun oleh PT Dok Bahari Nusantara, namun pembangunanya belum dipastikan dibuat di galang kapal di Medan atau di Cirebon seperti pembangunan KMP Ihan Batak yang sudah lebih dahulu mengarungi Danau Toba pada 2018 lalu. Belum lama ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menaiki KMP Kaldera Toba untuk melakukan peninjauan infrastruktur terkait pembangunan Danau Toba. Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, Luhut mengunjungi berbagai sejumlah lokasi untuk melihat perkembangan secara menyeluruh progres dan kesiapan pengembangan kawasan Toba sebagai salah satu DPSP yang menjadi fokus pemerintah. Kunjungan pertamanya dimulai dengan site visit ke Dermaga Porsea untuk melihat progres pembangunan galangan kapal dan mengecek dua unit Bus Air yang akan segera beroperasi. Kemudian melakukan kunjungan ke Dermaga Balige dan Desa Wisata Lintong Ni Huta. Selain itu Shelvy mengatakan, Luhut melakukan peninjauan ke Pantai Bebas Parapat untuk melihat penataan kawasan atraksi wisata yang sedang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). Selanjutnya, Luhut juga melakukan kunjungan ke calon Creative Hub di Dolok Sipiak. “Dalam kunjungannya kali ini, Menteri Luhut juga sempat menjajal KMP Kaldera Toba, menuju Pulau Samosir melalui Pelabuhan Ajibata sekaligus meninjau pembangunan yang ada. Kapal ini merupakan kapal penyeberangan kedua yang akan dioperasikan ASDP di kawasan Danau Toba,” tutur Shelvy melalui keterangan tertulis, Minggu (14/2/2021). Kehadiran layanan ASDP dalam mendukung konektivitas dapat lebih meningkatkan kemajuan sektor pariwisata Danau Toba agar semakin ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Sejak tahun 2018, ASDP hadir melayani lintasan Ajibata – Ambarita dengan mengoperasikan KMP Ihan Batak. “Dengan adanya penambahan KMP Kaldera Toba diharapkan tidak hanya  memperlancar konektivitas antarpulau, tetapi juga meningkatkan pelayanan transportasi penyeberangan serta peningkatan pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan Danau Toba. Apalagi Danau Toba diarahkan menjadi destinasi pariwisata yang bertaraf internasional,” kata Shelvy. Menteri Luhut mengatakan banyak potensi wisata di Toba yang tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, budaya dan adat istiadat saja tetapi mampu menjadi daya pikat yang luar biasa bagi wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara. Baca juga: Di Balik Tragedi Danau Toba, Inilah Profil KM Sinar Bangun “Diharapkan, kawasan pembangunan Danau Toba sebagai salah satu daerah Destinasi Pariwisata Super Prioritas, dapat segera rampung dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat,” katanya.

Inggris Hapuskan Toko Bebas Bea di Bandara, Maskapai AS Hapus Penjualannya Saat di Udara

Bebas bea menjadi salah satu hal yang paling menarik bagi pelancong internasional. Apalagi banyak negara yang menawarkan kesempatan pada pelancong untuk membeli barang tanpa harus membayar pajak. Seperti di Inggris Raya, pelancong dapat menghindari pajak pertambahan nilai (PPN) 20 persen untuk barang. Baca juga: 80 Persen Toko F&B dan Outlet Ritel Kembali Dibuka di Bandara Changi Caranya adalah pelancong meminta formulir bebas bea di perusahaan ritel yang menawarkan belanja bebas bea seperti Harrods di London. Sayangnya skema ini berakhir di Inggris Raya pada 1 Januari 2021 lalu, menyusul keputusan Kanselir Rishi Sunak untuk membatalkan skema tersebut. Dilansir KabarPenumpang.com dari simpleflying.com (22/12/2020), hal ini membuat banyak yang takut bila Inggris tidak lagi menawarkan belanja bebas pajak pada pelancong internasional. Pelancong kaya dari Timur Tengah dan Cina akan mencoret London dari daftar mereka dan pergi ke Paris atau Milan sebagai gantinya. Untuk diketahui, toko bebas bea lebih banyak ditemukan di sisi udara tepatnya di bandara. Toko bebas bea pertama di dunia dibuka di Bandara Shannon Irlandia pada 1947 oleh Brendan O’Regan. Konsep toko tersebut adalah menyediakan belanja bebas pajak bagi penumpang maskapai transatlantik yang biasanya bepergian antara Eropa dan Amerika Utara yang pesawatnya harus mendarat di Irlandia untuk mengisi bahan bakar. Toko itu langsung sukses dan telah diikuti di bandara di seluruh dunia. Toko bebas bea di bandara bisa dikatakan cukup sukses dan maskapai melihat konsep ini kemudian menawarkan belanja bebas bea untuk menghasilkan pendapatan tambahan. Dulu sebelum adanya WiFi dalam pesawat dan banyak film serta acara televisi untuk ditonton, penumpang tidak akan memiliki banyak hal selain menatap ke luar jendela, membaca majalah milik maskapai atau berbelanja dari katalog SkyMall. Biasanya penjualan bebas bea di dalam pesawat ini dilakukan di sela waktu makan. Saat itu awak kabin awak kabin akan mengumumkan bahwa mereka akan datang melalui kabin dengan pilihan item bebas bea untuk dijual sambil menggembar-gemborkan satu item atau lainnya. Maskapai menawarkan penghematan besar kepada konsumen ketika dibeli tanpa membayar pajak. Terkadang pajak atas produk berkualitas tinggi bisa mencapai 40 persen, tergantung negaranya. Sebelum konektivitas dalam pesawat tiba dan orang-orang mulai menggunakan ponsel cerdas mereka untuk mengetahui waktu di dalam pesawat, pendapatan penjualan bebas bea lebih dari $3 miliar setahun. Selain maskapai bertarif rendah seperti Ryanair, easyJet, dan Jet2 yang sering melayani wisatawan, maskapai yang lebih besar mengabaikan penjualan bebas bea. Baca juga: Tiga Maskapai Besar Ini Kompak Bebaskan “Change Fees” di Tengah Wabah Covid-19 Memiliki stok barang bebas bea untuk dijual kepada penumpang membutuhkan ruang untuk menyimpannya dan menambah bobot ekstra pada pesawat, sesuatu yang selalu ingin dikurangi oleh maskapai penerbangan. Tidak ada maskapai penerbangan utama AS yang sekarang menawarkan belanja bebas bea dan banyak maskapai penerbangan internasional juga mengikuti dengan menyingkirkan layanan yang telah melewati tanggal penjualannya.

Memahami Penyebab Mabuk Laut dan Cara Mengatasinya

Mabuk, bisa saja dirasakan oleh semua orang saat menggunakan transportasi darat, laut maupun udara. Dan salah satu yang lumayan sering dialami adalah mabuk laut ketika kita sedang berada di kapal, tak mesti kapal besar atau kapal kecil, mabuk laut dapat menerjang kapan dan dimana saja, menjadikan perjalanan yang seharusnya menyenangkan jadi terganggu. Mabuk laut biasanya terjadi ketika badan, telinga dalam, dan mata kita mengirimkan sinyal yang berlainan pada otak. Karena sinyal yang dikirimkan berbeda, membuat otak mengalami kekacauan dan stimulasi visual menjadi keliru ketika melihat barang yang tak bergerak seakan seperti berayun-ayun. Pada fase mabuk, akibat kehilangan keseimbangan dari perintah otak, seseorang akan merasa mengantuk, pusing, mual dan akhirnya muntah. Biasanya semua ini bisa terjadi karen tubuh seseorang belum benar-benar beradaptasi dengan situasi yang tiba-tiba seperti gejala tersebut. Ada beberapa hal yang membuat seseporang mabuk laut yakni seperti posisi duduk yang dipilih, kekenyangan ataupun perut kosong hingga sugesti. Untuk menghindari semua itu, lebih baik memilih tempat duduk di bagian tengah kapal di bandingkan di depan atau paling belakang. Biasanya bagian depan atau belakang kapal akan terkena goncangan yang lebih kuat dibanding duduk di tengah. Untuk pengguna kapal laut atau transportasi laut lainnya, biasakan makan secukupnya jangan sampai terlalu kosong atau terlalu kekenyangan. Sedangkan seseorang yang mabuk karena tersugesti karena orang disebelahnya mabuk dan muntah, lebih baik untuk berpindah duduk. Karena dengan melihat mimik seseorang yang mabuk dan mencium bau muntah akan membuat kita menjadi mual. Tak hanya itu, kita juga disarankan untuk tidak fokus pada benda yang diam seperti membaca buku, chatting, memakai teropong dan duduk di dekat mesin kapal. Sebaliknya disarankan untuk melihat garis yang berbentuk horisontal, ini bisa mengirimkan sinyal ke otak bahwa kita berada di kapal yang sedang berayun di terpa gelombang air laut. Bila seseorang mabuk, bila membawa obat anti mabuk segerakan diminum agar menghilangkan mual. Bila tidak membawa, kita bisa merendam kaki dengan air es ataupun memasang karet pada pergelangan tangan sembari tiduran. Selamat mencoba.

Saking Nyamannya, 9 Bandara Ini Buat Penunjungnya Lupa Pulang

Anggapan orang tentang bandara sebagak tempat yang membosankan telah pupus seiring adopsi konsep airport city dan airport mall. Pasalnya, kenyamanan, kelengkapan dan fasilitas bandara kini telah dibuat setara atau bahkan melebihi dari mall yang ada di pusat kota sekalipun. Alhasil banyak bandara kini berperan ekstra sebagai lokasi wisata belanja dan hiburan. Baca juga: Lima Bandara Ini Punya Jalur Kereta Terbaik KabarPenumpang.com merangkum dari nationalpost.com (28/8/2017), ada sembilan bandara yang membuat Anda ingin berlama-lama. Sebab, biasanya di bandara ini memberikan fasilitas seperti bioskop, kolam renang, ruang seni dan musik, tempat golf, tur gratis keliling bandara dan hal lainnya yang bisa membuat Anda lupa bila ingin kembali ke negara asal. 1. Bandara Changi Singapura Changi mendapat pengharagaan tertinggi dan menjadi alasan yang baik untuk dipilih menjadi tempat mengasyikkan. Bandara ini memiliki kolam renang di bagian atasnya dan ada jacuzzi yang berada di Aerotel Airport Transit Hotel. Biasanya pengunjung yang bukan tamu hotel akan dikenakan US$12. Tak hanya berenang, Anda juga bisa mengelilingi kebun yang memiliki banyak tema yang bisa ditemukan di beberapa konsevatorium seperti taman bar kaktus, taman bunga bakung, taman anggrek dan taman kupu-kupu. Adapula bioskop 24 jam, area hiburan dengan Xbox 360 dan Kinect, taman bermain anak seperti slide tertinggi di Singapura dengan tinggi empat lantai dan tempat spa. Biasanya untuk penumpang transit yang lebih dari lima setengah jam akan rela menggunakan fasilitas ini.
Slide dengan ketinggian empat lantai di Changi Singapore Airport
2. Bandara Internasional Hong Kong Melengkapi dirinya dengan Imax 3D dan 2D di Terminal 2 dengan daya tampung hingga 350 orang, ini menjadi teater terbesar di Hong Kong. Pegolf berada di GreenAir yang menawarkan permainan dengan 18 lubang. HKIA sendiri dilengkapi dengan “Dream Come True Education Park” untuk tempat anak-anak belajar pekerjaan profesional seperti dokter, pilot dan polisi. Disini anak-anak bisa menjadi pekerja profesionalnya dengan menggunakan seragam masing-masing profesi. Selama masa transit, Anda bisa berjalan-jalan di kebun mini, bagi pengunjung perempuan bisa merasakan fasilitas salon manikur, pedikur dan potong rambut hingga mandi. Untuk penyuka benda-benda langit, ada teropong di dek langit luar untuk melihat pesawat saat lepas landas atau mendarat. Bandara ini memiliki ratusan toko dengan merek terkenal dan pilihan restoran dengan berbagai makanan. 3. Bandara Internasional Incheon Ice skating, bisokop, berbagai taman, area untuk tidur siang, driving range, lapangan golf dan binatu hadir di bandara Korea Selatan ini. Di Incheon juga menampilkan pertunjukkan lagu, tarian, konser musikal dan proses sejarah untuk menghormati keluarga kerajaan Dinasti Joseon yang pernah memerintah Korea. Wiasatawan juga bisa membuat souvenir unuk dibawa pengunjung. Bandara ini juga di lengkapi dengan rumah sakit dan klinik gigi. 4. Bandara Munich Bandara yang ada di Jerman ini, saat Oktober fest bisa mengumpulkan banyak pengunjung. Apalagi kota Munich terkenal dengan tempat pembuatan bir nya. Airbräu adalah restoran dan taman bir yang menyajikan bir buatan mereka sendiri. Wisata pembuatan bir bisa terjadi bila ada permintaan. Bila Anda datang pada waktu yang tepat, biasanya akan merasakan hiburan langsung dan bisa melihat langsung pesawat lepas landas dan mendarat di sudut tertentu bandara ini. Ada pula teras dan dek observasi serta Visitor’s Park dengan memberikan tampilan taman bermain, lapangan golfm simulator penerbangan, dan pameran interaktif. 5. Bandara Amsterdam Schipol Memiliki perpustakaan permanen pertama di dunia ini, membantu pengunjung untuk mengakses buku-buku yang dimiliki. Koleksi perpustakaan ini ada 1200 buku, dilengkapi dengan iPads yang penuh dengan musik. Bandara ini juga memiliki ruang pameran seni dan budaya mini. Selama berada di terminal, Anda bisa menemukan taman indoor dengan kicauan burung pipit, ruang hijau, kursi santai. Dilengkapi dengan lounge yang memberikan jaringan internet dan komputer desktop yang bisa digunakan dengan biaya tambahan. Toko souvenir, pakaian pria Belanda Suitsupply, restoran, pusat meditas dan penjual bunga tulip. Bandara ini bisa ditempuh sekitar 20 menit dari kota dengan kereta api.
Amsterdam Schipol Airport
6. Bandara Internasional Vancouver Selain karya seni yang dipajang di bandara, Vancouver juga memiliki aquarium yang berisikan lebih dari 5000 makhluk laut. Bandara Kanada ini memiliki tempat berolahraga dan berenang tepatnya di Fairmont Vanccouver Airport Health Club.
Aquarium dengan isi 5000 mahkluk laut di Bandara Vancouver
7. Bandara Internasional Portland Memberikan suasana nyama dengan bioskop yang hanya berisi 17 kursi. Ada juga buku-buku yang bisa di baca di Powell’s Book dan pertunjukkan musik live. Bandara ini juga menyediakan gerai makanan lokal dan minuman termasuk kopi Stumptown Roasters dan toko Made in Oregon. 8. Bandara Internasional San Francisco Bandara SFO memiliki dua studio yoga, pilahan tur dengan pemandu yang bisa Anda pilih sendiri, ruang meditasi, area bermain anak, perpustakaan dan museum. Ada bar anggur dengan berbagai pilihan dengan botol yang bisa Anda bawa pulang. Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler 9. Bandara Internasional Chicago O’Hare Berbagai restoran ada di ORD, koktail dan gastroupun, pecinta tortas dan margarita juga bisa menuju Tortas Frontera. Pelancong yang ingin merasakan masakan Chicago bisa mampir di Garrett Popcorn untuk mendapatkan campuran keju dan karamel.

KRL BN-Holec Pernah Beroperasi Sebagai “Prameks,” Ternyata Sering Bermasalah

Mengingat kembali masa perjuangan Prambanan Ekspres (Prameks) yang kerap kali berganti kereta ketika beroperasi. Ada berbagai kereta seperti kereta rel diesel (KRD), rangkaian kereta yang ditarik lokomotif hingga kereta rel diesel elektrik (KRDE) pernah beroperasi menjadi Prambanan Ekspres. Baca juga: KA Prameks (Prambanan Ekspres) Berhenti Operasi, Ini Dia Sejarahnya Salah satu yang menarik dan digunakan sampai akhir adalah KRDE yang dikenal sebagai KRL BN-Holec. KRL BN-Holec merupakan kereta listrik non-AC buatan Indonesia yang bukan hanya melintas Yogyakarta menuju ke Kutoharjo tetapi ternyata juga pernah digunakan di lintas KRL Jabodetabek. Dirangkum KabarPenumpang.com dari beberapa laman sumber, KRL BN-Holec diproduksi oleh PT INKA yang bekerja sama dengan La Brugeoise et Nivelles (BN)-Bombardier serta Brush HMA (HOLEC) Ridderkerk.NV. Pada masa beroperasinya, KRL yang satu ini seringkali bermasalah, meski begitu BN-Holec memiliki teknologi penggerak Variable Voltage Variable requency–Thyristor Gate Turn-Off (VVVF-GTO) serta penggerak traksi tipe: DMKT 52/24. BN-Holec sendiri dibangun dalam tujuh generasi dengan pembuatan dimulai tahun 1994, 1996, 1997, 1998, 1999, 2000 dan terakhir 2001. KRL BN-Holec dibangun setelah PT INKA mendapat pesanan KRL dari Departemen Perhubungan Indonesia. Dari awal beroperasi, KRL BN-Holec sudah menjadi kereta kelas ekonomi (KL3) meski sebagian rangkaian keluaran tahun 1994 ada yang dioperasikan sebagai kereta kelas bisnis. Dari semua rangkaian KRL ekonomi yang ada, BN-Holec menjadi yang sulit dirawat karena selain masalah suku cadang yang langka, KRL ini sering mogok akibat kelebihan beban atau overload. Selain non-AC, KRL BN-Holec juga hadir dengan yang AC dan dioperasikan di lintas Jabodetabek. KRL yang juga diproduksi PT INKA ini merupakan refurbishment dari KRL BN-Holec non-AC. Meskipun tidak lagi mengusung komponen dari BN-Bombardier dan Holec Ridderkerk, KRL ini tetap disebut sebagai KRL Holec AC. Karena beberapa masalah teknis, KRL ini dan KRL KfW sempat ditarik ke PT INKA untuk diperbaiki, tetapi untuk KRL BN-Holec AC, rangkaiannya sudah diletakkan di PT INKA layaknya KRL lain yang afkir di Stasiun Cikaum alias sudah diletakkan ditanah, bedanya hanya bogie yang masih terpasang disetiap rangkaiannya. Untuk diketahui, KRL ini awalnya menggunakan warna biru pada livery dengan bagian bulat yang mengelilingi kaca depan dicat warna hitam. Pada KRL BN-Holec yang diproduksi kurang lebih tahun 1996 keatas, garis di bodi samping KRL sudah ada berwarna merah-putih-biru, yang menandakan bahwa KRL ini adalah kelas ekonomi (KL3). Sejak KRL ini turun kelas menjadi kelas ekonomi (KL3), livery biru ini tetap dipertahankan namun dengan garis di bodi samping KRL berwarna merah-putih-biru pada seluruh armada KRL Holec yang ada. Terdapat logo Perumka di antara pintu kabin masinis dan pintu penumpang paling depan sejak awal hingga akhir KRL ini beroperasi, dan logo Kemenhub di bagian depan sampai perubahan livery menjadi merah-kuning. Baca juga: Prambanan Ekspres, KRD Pertama yang Gunakan Aplikasi KAI Access untuk Pembelian Tiket Pasca pemeliharaan akhir, wajah KRL dicat dengan warna orange dan bagian bulat yang mengelilingi kaca depan dicat warna putih. Garis di body samping KRL berwarna orange-kuning, agar semakin terlihat bahwa KRL ini adalah kelas ekonomi. Livery ini bertahan lama, dan ang merupakan livery terakhir hingga akhir masa dinasnya.  

Habiskan Rp10 Juta, Pria Asal Malaysia Ubah Daihatsu Hijet S85 Jadi Campervan

Mobil van saat ini banyak yang diubah bagian dalamnya dan digunakan sebagai campervan atau mobil camping. Biasanya di Bali atau beberapa daerah di Indonesia ada yang menyewakan campervan ini untuk pelancong yang ingin menikmati alam tetapi tidak mau repot mendirikan tenda. Baca juga: Butuh Kabin Mobil Tambahan untuk Piknik? Kabin Pop-Up CARSULE Mungkin Bisa Jadi Solusi Nah, seorang pria bernama Mohd Asri Mohd Nawawi, mengubah mobil mini van Daihatsu Hijet S85 hijaunya. Dulunya mobil milik Asri digunakan untuk menjual barang di pasar malam dan kini menjadi campervan. Dilansir KabarPenumpang.com dari nst.com.my (7/2/2021), Pria asal Kroh, Perak, Malaysia ini mengatakan membangun campervannya dari nol setelah mempelajari trik dari YouTube.
Bagian dalam campervan Mohd Asri Mohd Nawawi
“Saya suka menonton orang-orang di negara lain membuat konversi campervan di YouTube. Ini menginspirasi saya untuk membuatnya, tetapi harus sesuai dengan kondisi kehidupan kita. Ketika saya membeli van ini secara online di Kajang pada bulan November, van itu kosong dan mesin serta pintunya harus diperbaiki sebelum dapat dibawa kembali ke Perak,” ujar Asri. Tak hanya mengubah mini van miliknya, dia pun membuat video berjul “CamperHijet” yang dibagikan di Aceyie Channel di YouTube untuk memberikan semangat dan ide kepada para pecinta campervan serta mengenalkannya sebagai hobi kepada orang lain. “Saya menikmati pertukangan, meskipun saya tidak memiliki pengalaman di dalamnya. Tergantung bujet Anda, pemakaiannya dan seberapa nyaman yang Anda inginkan,” ujar Asri yang berprofesi sebagai pemandu wisata di Pulau Perhentian, Terengganu sejak 2014. Pria berambut gondrong ini mengaku, campervan miliknya dibangun dengan menghabiskan dana senilai RM3.000 atau sekitar Rp10,3 juta. Campervan miliknya ini seperti rumah mobil karena memiliki ruang santai, tempat tidur, lemari, tirai, kipas ventilasi, sistem tenaga surya untuk menghasilkan listrik dan penyimpanan kargo di atap. Asri mengatkan, bagian belakang campervan miliknya dilengkapi dengan lantai kayu lapis dan kursi penumpang belakang yang portabel. “Saya lebih suka layout yang simpel dan rapi karena saya suka traveling solo. Tapi, van ini bisa menampung dua orang,” katanya. Baca juga: Damri Camper Site Resort, Hotel Unik dari Bus Tua Asri mengaku, membutuhkan waktu selama enam minggu untuk memodifikasi van miliknya tersebut. Dia mengatakan, bermaksud melakukan perjalanan sendirian ke seluruh negeri dengan campervannya. Untuk diketahui, Daihatsu Hijet s85 merupakan generasi ketujuh Hijet.

Kedapatan Tertidur Saat Kemudikan Kereta, Penumpang Videokan Masinis Jepang

Jepang dikenal dengan kebersihan, efisien dan keamanannya. Namun kenyataannya tidak selalu seperti itu. Sebab baru-baru ini di jalur kereta api Tokyo seorang masinis ketahuan tidur oleh penumpangnya. Saat itu ada 700 penumpang di dalam kereta yang dikemudikan masinis tersebut. Baca juga: Gawat! Pilot Ini Tertidur Setelah Lepas Landas Dilansir KabarPenumpang.com dari laman soranews24.com (10/2/2021), masinis itu diketahui tidur tepat sebelum jam satu siang pada 9 Februari, ketika seorang penumpang yang turun di Stasiun Ikebukuro melihatnya tertidur diruang kemudi. Insiden ini dilihat secara langsung oleh penumpang kereta api Seibu itu dan merekamnya dalam kereta semi-ekspres di Jalur Seibu Ikebukuro tersebut. Karena hal ini, masinis tersebut kemudian diinterogasi oleh staf perusahaan. Masinis berusia dua puluhan tersebut mengaku tertidur beberapa kali selama sekitar 17 menit. Dia mengatakan tertidur diantara pukul 12.35 hingga 12.52 di mana kereta itu dari Stasiun Hoya menuju ke Stasiun Ikebukuro di Tokyo. Insiden ini kemduian membuat Seibu Railway yang mengatakan, suara peringatan terdengar di dalam ruang kemudi setiap kereta mendekati stasiun perhentian dan masinis mengoperasikan kereta dengan baik di tiga stasiun di sepanjang jalur dari Hoya ke Ikebukuro tanpa masalah. Sehingga bisa diktakan tidak ada dampak negatif pada operasional kereta tersebut selama masinis tertidur. Namun, perkataan Seibu Railway tetap tidak cukup menghilangkan kekhawatiran masyarakat yang menggunakan kereta. “Ini menakutkan. Sekarang saya akan bertanya-tanya apa yang dilakukan pengemudi saat saya naik kereta besok. Dengan 700 orang di dalamnya? Itu terlalu berbahaya. Masinis memiliki peran terpenting dalam tim, jadi saya berharap perusahaan memberi mereka istirahat yang cukup. Penumpang seharusnya menjadi satu-satunya yang tertidur di kereta, bukan supirnya! Beberapa orang mudah mengantuk karena gerakan kereta yang bergoyang, jadi saya harap mereka mengawasi pengemudinya untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi,” seruan dari masyarakat pengguna kereta. Seibu Railway mengeluarkan permintaan maaf atas insiden tersebut kemarin, mengatakan mereka telah menegur pengemudi secara lisan, dan mengeluarkan panduan ketat tentang “bobot tanggung jawab dalam menjaga kehidupan pelanggan”. Meskipun mereka tidak menyebutkan apakah pengemudi akan diizinkan untuk terus memikul tanggung jawab tersebut di kontrol kereta Seibu Railway di masa mendatang, perusahaan meyakinkan kami bahwa mereka telah mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk memastikan insiden ini tidak terjadi lagi. Baca juga: Dalam Bahasa Ceko, ‘SMRT’ Ternyata Punya Arti ‘Kematian’ “Semoga ini tidak terjadi lagi, karena pengemudi yang tertidur jauh lebih serius daripada pengemudi yang menyesap air di sela-sela perhentian kereta,“ ujar Seibu Railway.