Investasi di Taksi Terbang Joby Aviation, Toyota Gelontorkan Rp5,3 Triliun

Taksi terbang yang akan mulai merambah dunia dan membuat berbagai investor mulai menggelontorkan kocek mereka untuk ikut dalam segmen transportasi baru ini. Salah satunya Toyota Motor Co. yang menginvestasikan US$394 juta atau Rp5,3 triliun di Joby Aviation. Ini adalah perusahaan yang bekerja untuk membuat taksi udara dan mengantarkan orang ke jalan raya serta jalanan kota yang macet. Baca juga: Baru Uji Coba di Sungai Seine Paris, Taksi Terbang ini Sudah Kena Tilang KabarPenumpang.com melansir laman japantimes.co.jp (16/1/2020), Joby yang berbasis di Santa Cruz, Calivornia sebagai eVTOL (electronic Vertical Take-off and Landing) yang didanai terbaik dalam kategori booming, harus mengatasi rintangan peraturan yang signifikan dan kekhawatiran tentang keselamatan serta kebisingan penumpang. “Transportasi udara telah menjadi tujuan jangka panjang bagi Toyota, dan sementara kami melanjutkan pekerjaan kami di bisnis mobil, perjanjian ini mengarahkan pandangan kami ke bisnis di angkasa. Ketika kami menerima tantangan transportasi udara bersama dengan Joby, seorang inovator di ruang eVTOL yang baru muncul, kami memanfaatkan potensi untuk merevolusi transportasi dan kehidupan di masa depan,” kata Presiden dan CEO Toyota Akio Toyoda. Selain mengumumkan pendanaan, Joby merilis gambar pesawat prototipe. Kendaraan itu menggunakan enam baling-baling listrik dan mampu terbang 150 mil (241 km) dengan sekali pengisian daya, dengan kecepatan hingga 200 mph (322 kph). Ini dirancang untuk mengangkut empat penumpang dan seorang pilot, sebuah pendekatan yang berbeda dari para pesaing seperti Kitty Hawk, yang kendaraan “Cora” dua kursinya dimaksudkan untuk terbang secara mandiri tanpa pilot di dalam pesawat. “Joby akan memproduksi prototipe di fasilitas di Marina, California, dekat Monterey, dan berencana untuk memanfaatkan kemampuan Toyota untuk mengembangkan sistem perangkat keras,” kata Paul Sciarra, ketua eksekutif Joby dan salah satu pendiri dari Pinterest. Baca juga: Meluncur di 2023, Uber Masih Rahasiakan Kota Ketiga Untuk Taksi Terbangnya Sciarra dan Joeben Bevirt, pendiri dan CEO Joby, mengatakan bahwa mereka telah menghabiskan waktu yang signifikan dengan Toyoda di kota Toyota, Prefektur Aichi, serta dengan para eksekutif Toyota lainnya di kantor pusat Joby di sebuah peternakan seluas 500 acre di perbukitan utara Santa Cruz.

Unik! Di Polandia Ada Kapal Laut ‘Berjalan’ Di Atas Daratan

Kanal Elblag, mungkin tak sepopuler Terusan Suez atau Terusan Panama. Namun, dari sisi pariwisata, Kanal Elblag rasanya jauh lebih unggul dibanding kedua terusan tersebut. Terlebih, sejak tahun 1948 memang difungsikan untuk kegiatan menarik wisatawan, bukan untuk lalu lintas kapal pesiar. Baca juga: Perkeretaapian Polandia Gandeng Nokia Dalam Luncurkan Jaringan GSM-R Fenomena kapal ‘berjalan’ terjadi akibat perbedaan ketinggian antara sungai dengan daratan sebesar 9,5 kilometer atau 5,9 mil. Daratan tersebut memisahkan Danau Drużno, sungai Drwęca, dan Danau Jeziorak. Berbeda dengan Terusan Suez dan Terusan Panama yang menyiasatinya dengan membuat permukaan menjadi sama rata, di Kanal Elblag, pemerintahan kala itu justru membuat sistem ‘kerekan’ bertenaga air. Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, kapal kecil hingga kapal besar dengan bobot maksimal 50 ton, dengan spesifikasi panjang maksimum 24,48 meter, lebar maksimum 2,98 meter dan ketinggian maksimum 1,1 meter, mula-mula menyusuri sungai yang berwarna kecoklatan seperti biasa. Beberapa meter menjelang sampai di daratan, sistem kerekan bertenaga air tersebut kemudian salah satu dari empat kereta pengangkut untuk menjemputnya. Ketika kapal dan kereta sudah berada dalam posisi yang sejajar (dengan mengikuti tanda khusus), sistem kerekan tersebut kemudian diaktifkan. Saat itulah, kapal kemudian ‘berjalan’ di daratan selama dua jam, untuk melahap daratan sejauh 10 kilometer.
Kapal tengah ditarik keluar daratan oleh sistem kerekan bertenaga air. Foto: Facebook Learn Polish Daily
Selama dua jam tersebut, pengunjung setidaknya akan melewati lima daratan dengan tingkat kemiringan yang berbeda-beda. Keempat tersebut adalah Buczyniec (Buchwalde) dengan kemiringan 20,4 meter dan panjang 224,8 meter, Kąty (Kanthen) dengan kemiringan 18,83 meter dan panjang 225,97 meter, Oleśnica (Schönfeld) dengan kemiringan 21,97 meter dan panjang 262,63 meter dan Jelenie (Hirschfeld) dengan kemiringan 21,97 meter dan panjang 263,63 meter. Adapun yang kelima adalah Całuny Nowe (Neu-Kussfeld) dengan kemiringan 13,72 meter. Hingga saat ini, Kanal Elblag masih aktif digunakan terutama untuk tujuan rekreasi. Monumen ini dianggap sebagai salah satu monumen paling signifikan yang terkait dengan sejarah teknologi dan dinobatkan sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Polandia. Kanal itu juga dinobatkan sebagai salah satu monumen bersejarah nasional resmi Polandia (Pomnik historii), yang ditetapkan pada 28 Januari 2011 silam oleh Dewan Warisan Nasional Polandia. Baca juga: Terdampak Cuaca Buruk, Ryanair Terlantarkan Penumpang di Polandia Kanal Elblag sendiri dirancang antara 1825 dan 1844 oleh Georg Steenke, atas perintah Raja Prusia. Terletak di Provinsi Warmian-Masurian di Polen, Kanal tersebut menghubungkan berbagai kota, seperti Elbląg, Ostróda, dan Iława. Konstruksinya pertama kali dimulai pada 1844. Awalnya ada empat carrier kapal, dengan yang kelima ditambahkan kemudian, menggantikan lima kunci kayu. Dibangun dengan nama Oberländischer Kanal (Kanal Dataran Tinggi) dan terletak di Kerajaan Prusia, dibuka pada tanggal 29 Oktober 1860. Pasca perang dunia, Kanal Elblag sempat mengalami beberapa kerusakan. Setelah kerusakan masa perang diperbaiki, kanal kembali beroperasi pada tahun 1948 hingga saat ini.

Gaduh Ramalan Cuaca BMKG Dinilai Tak Akurat, Begini Penjelasannya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMGK) beberapa hari belakangan banyak disebut-sebut warganet di jagat media sosial Twitter. Mulanya, kegaduhan tersebut diawali oleh cuitan influencer sekaligus jurnalis senior, Karni Ilyas dan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid. Baca juga: Gandeng BMKG, UnDip dan Lion Group, KNKT Kembangkan Sistem Informasi/Peringatan Dini di Bandara Dengan total followers mencapai 3,9 juta yang dihasilkan dari keduanya, tak mengherankan bila cuitan keduanya mendorong BMKG menjadi trending topic. Cuitan dari kedua tokoh tersebut memang bernada sindiran keras terhadap prakiraan cuaca yang dalam beberapa hari terakhir dinilai meleset. Bahkan, Karni sempat membandingkan prakiraan cuaca BMKG dengan pawang hujan. Seperti dilihat KabarPenumpang.com, cuitan Karni Ilyas menyoal prakiraan cuaca yang meleset baru-baru ini sebetulnya sudah dijelaskan dengan gamblang oleh BMKG. Melalui Kepala Humasnya, Akhmad Taufan Maulana, seperti dihimpun dari berbagai sumber, BMKG menyebut bahwa yang mereka lakukan sebetulnya sudah jelas dan terukur, sebagaimana mottonya, memberikan layanan yang prima, cepat, tepat, dan akurat. Artinya, berbagai rilis yang diinformasikan ke publik berdasarkan pergerakan dan pertumbuhan awan, pergerakan angin, dan berbagai fenomena alam lainnya. Misalnya, dalam pengamatan BMKG, terdapat pergerakan angin dan awan dari Australia (Selatan) yang mengarah ke utara (melintasi Indonesia) dengan kecepatan dan besaran tertentu. Atas dasar itu, BMKG kemudian membuat perhitungan yang outputnya kemudian disampaikan ke publik. Selanjutnya, bila sewaktu-waktu terdapat perubahan akibat fenomena alam, BMKG dengan segera akan memperbaharui informasi sebelumnya yang sudah disampaikan. Di sinilah, terkadang masyarakat melewati pembaharuan informasi yang dilakukan oleh BMKG. Masyarakat cenderung sudah menelan bulat-bulat informasi awal mengenai cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG beberapa waktu belakangan. Hal itu pulalah yang terjadi dengan Karni Ilyas. Cuitannya yang mengatakan BMKG tidak memprediksi hujan ekstrem pada tanggal 1 Januari 2020 lalu mutlak terbantahkan. Seperti dilihat KabarPenumpang.com, rilis BMKG tertanggal, Senin, 23 Desember 201 dengan gamblang bahwa adanya faktor dinamika atmosfer skala regional dan lokal terkini serta adanya Monsun Asia yang menyebabkan peningkatan massa udara basah, terbentuknya pola konvergensi, perlambatan, dan belokan angin yang ujungnya menyebabkan pertumbuhan awan-awan hujan. Atas dasar itu, kemudian BMKG menghimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang mungkin akan terjadi pada natal dan tahun baru. Pada akhirnya, terjadilah huJan ekstrem tepat sebelum malam tahun baru hingga sore di hari berikutnya. Demikian juga dengan prakiraan cuaca yang menyebut bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia akan diguyur hujan dalam sepekan ke depan, tepatnya pada tanggal 15-18 Januari 2020. Semua telah dilakukan dengan terukur berdasarkan data-data. Bila ada perkembangan cuaca, entah membatalkan, merevisi, atau menguatkan informasi sebelumnya, BMKG akan menginformasikannya kepada masyarakat. Selain menimpa Karni Ilyas, kesalahan informasi terkait prakiraan cuaca atau cuaca ekstrem juga pernah menimpa Keduataan Besar (Kedubes) Amerika Serikat. Kala itu, pihak kedutaan mengeluarkan informasi terkait prakiraan cuaca untuk warga negaranya yang berada di Indonesia. “Weather forecasts indicate the greater Jakarta region will experience unusually heavy rainfall through January 12, 2020,” demikian bunyi ‘Weather Alert’ dari Kedubes AS untuk Indonesia, tertanggal 6 Januari 2020. Menurut Kedubes AS, terdapat kesalahpahaman oleh beberapa masyarakat Indonesia dalam pengartian pengumuman yang ditulis dengan bahasa Inggris itu. Masyarakat banyak yang mengartikan, 12 Januari bakal terjadi hujan deras. Padahal bukan begitu maksud Kedubes AS. Dalam Twitter resmi Kedubes AS @usembassyjkt, mengunggah tulisan penjelasan. “Mimin @usembassyjkt dibanjiri pertanyaan ttg peringatan cuaca utk warga negara AS di Indonesia. Nah, kata ‘through’ dan ‘on’ itu artinya berbeda loh! Seperti ‘sampai tanggal’ dan ‘pada’. Yuk, belajar #BahasaInggris dgn #MissUnderstanding! Hati-hati ya di musim hujan ini,” tulis @usembassyjkt, seperti dilihat KabarPenumpang.com, Jum’at (17/1). Meskipun demikian, terlepas dari perubahan atmosfer dan fenomena alam yang membuat prakiraan cuaca BMKG terkesan ‘tak akurat’ di mata netizen, sebetulnya, pemerintah telah melakukan beberapa langkah antisipatif dalam merespon cuaca ekstrem tersebut. Tercatat, melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), pemerintah telah menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Baca juga: Suhu Ekstrem Pada Musim Panas dan Dingin Ancam Pengoperasian Kereta di Inggris Operasi TMC sendiri sudah dimulai sejak 3 Januari silam, memasuki hari ke-9, Sabtu lalu, BPPT mencatat telah dilakukan sebanyak 28 sorti dengan total jam terbang lebih dari 60 jam dan total bahan semai hampir 50 ton garam. Proses penyemaian awan bertujuan untuk memindahkan hujan ke Laut Jawa dan Selat Sunda sehingga mencegah hujan di wilayah Jabodetabek. Kepala BPPT, Hammam Riza, mengklaim proses cloud seeding dapat mengurangi curah hujan sebesar 44 persen. BPPT juga dengan tegas menginformasikan bahwa pihaknya tidak bisa menghilangkan 100 persen potensi hujan. Selain karena fenomena alam, hujan sebetulnya juga dibutuhkan oleh warga.

Courchevel, Bandara Ekstrem di Adegan James Bond “Tomorrow Never Dies”

Siapa di antara pembaca sekalian yang tak kenal dengan James Bond, seorang agen intelijen M16 (Inggris) yang kerap membuat decak kagum penonton lewat adegan-adegan berbahayanya? Berbicara film, yang salah satunya dibintangi oleh aktor kawakan Pierce Brosnan tersebut, memang tidak ada habisnya. Mulai dari perlatan canggih yang kerap ditonjolkan hingga tempat-tempat ‘wow’ yang tak jarang menjadi lokasi shooting. Salah satunya Bandar Udara (Bandara) Courchevel yang digunakan dalam sekuel James Bond “Tomorrow Never Dies.” Baca juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling Ekstrim Bandara yang terletak di daerah Rhone, Alpes, Perancis tersebut menjadi salah satu destinasi dari sekian banyak destinasi favorit yang terdapat di negara yang terkenal dengan produk anggurnya tersebut. Selain terkenal karena pernah menjadi lokasi shooting film James Bond serta panoramanya yang mempesona, Bandara Courchevel terkenal juga karena lokasinya yang ekstrem untuk mendaratkan pesawat Dikatakan ekstrem, bandara yang dibuat untuk memudahkan wisatawan berkunjung ke resor-resor ski ternama di Courchevel, hanya memiliki panjang landasan sejauh 537 meter saja, cukup pendek dibanding bandara-bandara pada umumnya yang memiliki panjang landasan sejauh 1.200 atau 1.800 meter. Tak hanya itu, dikutip dari laman courchevel.com, selain berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), bandara ini juga memiliki tingkat kecuraman yang tinggi, mencapai 18,66 persen. Tak heran, dengan kecuraman tersebut, lokasi ini menjadi destinasii favorit bagi para pecinta ski dari seluruh dunia. Tetapi, untuk ukuran penerbangan, tingkat kecuraman tersebut tergolong ekstrem. Cukup ekstrem untuk membuatnya menjadi salah satu bandara paling berbahaya di dunia. Bahkan yang paling berbahaya di dunia bila dilihat dari tingkat kecuraman. Baca juga: Beken dengan ‘Atraksi’ Jet Blast, Bandara Princess Juliana Ternyata Pernah Makan Korban Jiwa Hal lainnya yang membuat bandara ini menjadi yang paling berbahaya di dunia, bersama bandara Bandara Juancho E. Yrausquin di Kepulauan Saba yang memiliki landasan terpendek di dunia dan beberapa bandara lainnya di Nepal, Bhutan, hingga Portugal, bila bandara pada umumnya pilot mendapat instruksi dan petunjuk pendaratan dari menara Air Traffic Control (ATC), di Bandara Courchevel hal-hal tersebut tidak tersedia. Tak hanya itu, sistem pencahayaan yang kurang memadai dan landasan pacu yang licin (karena salju dan embun) hingga membuat sistem pengereman menjadi tidak maksimal juga semakin menambah ‘horor’ bandara tersebut. Maka dari itu, jangan heran, bila mendarat di bandara ini saat kondisi gelap atau berkabut akan mustahil dilakukan. Meski menjadi salah satu yang paling ekstrem, menurut catatan penerbangan, nyaris belum ada laporan kecelakaan fatal yang banyak memakan korban jiwa.
 

Dear, Pilot! Airbus A350-1000 Berhasil Lepas Landas Otomatis, Loh!

Airbus tampaknya telah mengambil penerbangan jet komersial tanpa pilot satu langkah lebih maju setelah mengungkapkan bahwa salah satu pesawat uji cobanya telah berhasil lepas landas secara otomatis. Bila proses pengembangan berjalan lancar, bukan tak mungkin dalam beberapa tahun mendatang, hanya diperlukan satu pilot dalam setiap penerbangan. Baca juga: Hanya Butuh Satu Pilot, Boeing Akan Umumkan Proyek “797” New Midsize Airplane di Paris AirShow 2019 Baru-baru ini, produsen pesawat komersial yang berbasis di Toulouse, Perancis tersebut merilis beberapa foto uji coba di bandara Toulouse-Blagnac. The European planemaker menjelaskan bahwa dalam tes yang dilakukan pada 18 Desember tersebut, sebuah A350-1000, dengan dua pilot siap untuk mengambil alih (jika sewaktu-waktu uji coba gagal), melakukan delapan lepas landas dengan otomatis. Selain itu, foto lainnya juga memperlihatkan seorang pilot duduk dengan satu tangan pada posisi bebas (diam) saat pesawat mulai mengudara. “Kami memindahkan tuas throttle ke pengaturan take-off dan kami memantau pesawat. Pesawat mulai bergerak dan mempercepat secara otomatis, mempertahankan garis tengah landasan pacu, pada kecepatan rotasi, tepat seperti yang dimasukkan dalam sistem. Hidung pesawat mulai terangkat secara otomatis untuk mengambil nilai take-off pitch yang diharapkan dan beberapa detik kemudian kami mengudara, ”kata Kapten Pilot Uji Coba Airbus, Yann Beaufils, seperti dikutip dari cbnc.com, Jum’at (17/1). Menurut Airbus, teknologi dibalik uji coba tersebut berbeda dari Instrument Landing System (ILS) yang saat ini digunakan di seluruh dunia. Sebagai gantinya, perusahaan mengatakan, bahwa lepas landas otomatis dimungkinkan oleh teknologi pengenalan gambar yang dipasang langsung di pesawat. Setelah uji coba lepas landas otomatis berhasil, pada pertengahan 2020, Airbus menargetkan akan mulai mengujicoba sistem pendaratan dan parkir (taxi way) secara otomatis. Airbus sendiri mengungkapkan, bahwa lepas landas otomatis ini merupakan tonggak penting bagi proyek Autonomous Taxi, Take-Off & Landing (ATTOL)- salah satu dari beberapa yang dilakukan Airbus dalam mewujudkan otomasi di penerbangan. Meskipun uji coba dilaporkan berjalan lancar, dua kecelakaan yang melibatkan Boeing 737 Max pada akhir 2018 dan awal tahun lalu telah menimbulkan kekhawatiran tentang proyek otomatisasi dalam penerbangan tersebut. Akan tetapi, Airbus tampaknya tetap berambisi untuk terus mengembangkan teknologi tersebut. Pasalnya, kekurangan pilot dan operator maskapai penerbangan akibat penghematan yang terjadi di industri penerbangan menyebabkan The European Planemaker mencium kebutuhan otomatisasi yang lebih besar. Baca juga: Akhirnya! “Si Manis Paus Terbang” Airbus Beluga XL Resmi Mengudara Terhadap sebuah terobosan teknologi, pro-kontra memang tak terhindarkan. Namun, faktanya, Bank Swiss UBS pernah memperkirakan bahwa seorang pilot biasanya dalam kendali penuh dari pesawat jet selama rata-rata hanya tujuh menit pada setiap penerbangan. Ia juga mengklaim bahwa pesawat komersial dan kargo satu pilot dapat terwujud dalam lima tahun ke depan. Salah satu bank ternama di dunia karena tingkat keamanannya yang tinggi tersebut juga mengklaim, sistem operasi satu pilot juga akan mengarah pada peluang penghematan biaya untuk industri pesawat komersial yang lebih besar, setidaknya $15 miliar atau sekitar Rp204 triliun, yang mencakup gaji pilot tahunan, pelatihan, bahan bakar, dan asuransi. Namun, sepertinya proyek tersebut tak akan berjalan mulus. Survei tahun 2017 yang dilakukan oleh UBS menemukan bahwa 63 persen orang menentang terbang dengan pesawat tanpa pilot.

Siap Berangkat ke Bulan, 20 Ribu Wanita Melamar Jadi Pasangan Yusaku Maezawa

Seorang pengusaha asal Jepang, Yusaku Maezawa baru-baru ini mencari seorang wanita untuk mendampingi dirinya ke bulan pada 2023 mendatang. Dia bahkan membuka lamaran untuk para wanita lajang yang akan menemani dirinya dan hingga Kamis (16/1/2020) kemarin sebanyak 20 ribu pelamar sudah memasukkan data diri mereka dalam ajang pencarian jodoh tersebut. Baca juga: Jelang Wisata Ke Bulan, Yusaku Maezawa Cari Pasangan Wanita! Layanan streaming AbemaTV mengumumkan bahwa film dokumenter pencarian pasangan hidup yang disebut Full Moon Lovers akan segera dimulai. Maezawa sebagai penumpang pribadi pertama di SpaceX milik Elon Musk telah membuat gebrakan baru di media sosial dengan memberikan hadiah $9 juta kepada followersnya yang meReTweet tulisan dirinya. Situs aplikasi acara ini juga termasuk tes diagnostik cinta, di mana calon dapat menguji kompatibilitas mereka dengan Maezawa. Ada berbagai pertanyaan termasuk pilihan ganda yakni, “Jika Anda mengendarai jet pribadi ke mana Anda akan pergi?” Dan “Jika Maezawa kentut di depan Anda apa yang akan Anda katakan?” Untuk memberikan penilaian, disuguhkan foto Maezawa dari senang hingga sedih tergantung penilaian para calin tersebut. Dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (16/1/2020), AbemaTV, didukung oleh agensi iklan online CyberAgent dan penyiar TV Asahi, adalah salah satu pendukung utama Jepang dalam acara kencan realita. Diketahui, untuk mendaftar menjadi pasangan Maezawa, para wanita-wanita single itu mengisi formulir Google dengan detail pribadi, ciri-ciri kepribadian dan, akhirnya, pemohon harus mengatakan apa yang mereka pikirkan tentang Tuan Maezawa. Diketahui, mengamankan Maezawa pada ‘Full Moon Lovers’ adalah kudeta untuk layanan ini, yang bertujuan untuk menghasilkan lalu lintas media sosial dan menargetkan pemirsa yang lebih muda agar mematikan TV. Pengusaha itu akan terbang mengelilingi bulan pada tahun 2023 sebagai penumpang pribadi pertama dengan SpaceX milik Elon Musk. Maezawa, yang baru-baru ini berpisah dari pacar aktris Ayame Goriki, 27, berharap untuk membawa artis bersamanya untuk menginspirasi karya, dalam sebuah proyek yang dijuluki Dear Moon. Baca juga: SpaceX Sebut Pemilik Situs Belanja Online Terbesar di Jepang Jadi Orang Pertama Kunjungi Bulan di 2023 “Nantinya wanita yang beruntung harus ‘tertarik untuk pergi ke luar angkasa dan dapat berpartisipasi dalam persiapan untuk itu'”, kata Maezawa. Pengusaha itu mengaku ‘perasaan kesepian dan kekosongan’ perlahan-lahan mulai ‘mengisi dirinya’ di situs web di mana ia mulai menerima pelamar.

Haerul Montir Pembuat Pesawat dari Pinrang, Kisahnya Bikin Geleng-geleng Kepala

Jagat media nasional kini dihebohkan dengan kabar seorang montir yang berhasil membuat pesawat. Sekalipun sempat gagal terbang, namun, setelah melakukan beberapa perbaikan, termasuk mengubah posisi mesin, akhirnya pesawat terbang buatan Haerul berhasil mengudara selama beberapa menit di atas ketinggian sekitar 20 meter. Baca juga: Siapa Bilang Mendesain Interior Kabin Pesawat Mudah? Ini Kata Pakarnya! Dibalik keberhasilannya tersebut, tak banyak yang tahu, perjalanan Haerul sang montir pembuat pesawat tidaklah di dapat dengan instan. Selain berkorban perasaan akibat dicibir sana-sini, pria 34 tahun asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut juga berkorban uang dan tenaga. Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, jauh sebelum berhasil membuat dan menerbangkan pesawat buatannya di atas pantai, di Langga, Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Pinrang, Sulsel, ternyata ia pernah mengalami kegagalan. Pada tahun 2002 lalu, pria kelahiran 1985 tersebut pernah coba membuat helikopter. Hasilnya, bisa ditebak. Gagal total! Bila melihat dari segi klasifikasi, kegagalan Haerul dalam membuat pesawat terbang sangatlah wajar. Mengingat, dari sisi manapun, pria yang merogoh koceh sebesar Rp25 juta untuk membuat pesawat terbang tersebut memang sangat tak memenuhi syarat. Bayangkan, hanya berbekal pengalaman sebagai montir sepeda motor, ia memberanikan diri untuk coba membuat pesawat. Tak cukup sampai di situ, pendidikannya yang bahkan tak lulus SD juga membuat siapapun menggelengkan kepala. Setelah mengumpulkan barang-barang bekas layak pakai, seperti alumunium, besi, kayu, kain parasut, dan roda gerobak pengangkut pasir, pria yang mengaku belum sekalipun naik pesawat terbang ini kemudian mulai merakit pesawat. Alumunium dan besi sendiri digunakan membuat badan pesawat. Kayu untuk baling-baling. Adapun sayapnya terbuat dari pembungkus parasut mobil. Pesawat buatannya tersebut kemudian didukung oleh mesin motor yang juga bekas pakai. Langkah demi langkah dalam proses pembuatan pesawat ia dapati dari video tutorial yang ia lihat di youtube. Usai pesawat buatannya selesai, Haerul yang belum mempunyai lisensi terbang manapun kemudian melengkapi pengetahuannya lagi-lagi dari video di Youtube. Kala itu, ia melihat berbagai penjelasan dari mantan penerjun Kopassus, Kapten Halid, mengenai tips dan trik menerbangkan pesawat. Jadi, semua usahanya dilakukan dengan otodidak. Baca juga: Ada Keretakan di Boeing 737 NG, Kembali Ingatkan “Teori Habibie” Atas keberhasilannya membuat pesawat terbang sendiri, berbagai pujian pun datang dari seluruh elemen masyarakat. Tak terkecuali dari Bupati Pinrang. Bahkan, masyarakat di sana kemudian menjuluki Haerul sebagai “The Next Habibie.” Sematan tersebut bukan tak berdasar, mengingat, Kabupaten Pinrang adalah tetangga Kota Parepare, kampung halaman Presiden Indonesia ketiga, BJ Habibie; meskipun sebetulnya Haerul mengaku tidak terinspirasi dari siapapun dalam membuat pesawat. Setelah sukses membuat pesawat terbang, Haerul berencana akan membuat pesawat lainnya terbang yang lebih besar, sambil ia terus menyempurnakan pesawat terbang buatannya yang sudah ada.

Hadirkan Empat Fitur Baru, GoFood Mudahkan Pelanggan

Empat fitur baru saja dihadirkan GoJek pada layanan pesan-antar makanannya yakni GoFood. Fitur-fitur tersebut yakni GoFood Pickup, GoFood Turbo, GoFood Plus dan kolaborasi bersama Google Assistant dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan. Baca juga: GoFood dan GoPay Kini Jadi Andalan GoJek Selain “Ride Hailing” “Awal tahun ini, kami meluncurkan empat fitur sekaligus yang menjadi standar bari di industri layanan pesan-antar makanan salah satunya adalah GoFood Pickup,” kata Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, dengan kehadiran fitur terbaru ini, pelanggan bisa memesan makanan di restoran tanpa antre dengan memesan lewat aplikasi. Kemudian makanan tersebut bisa langsung diambil oleh pengemudi. “Biasanya ada pelanggan yang tak mau menunggu lama sampai makanan datang. Untuk itu, dengan fitur Pickup maka makanan bisa langsung diproses restoran, kemudian tinggal datang ambil tanpa antre,” kata Catherine. Sedangkan fitur GoFood Turbo dikatakan Catherine adalah jaminan makanan yang akan diterima pelanggan dalam waktu dekat. Tak hanya itu pelanggan juga bisa memesan berbagai jenis makanan dalam satu pesanan. Dia menjelaskan fitur GoFood Turbo sendiri saat ini masih terbatas hanya pada beberapa restoran dan merchant di GoFood Festival. “Ke depan nanti Pickup dan Turbo nantinya akan mencakup lebih banyak mitra kami,” tambah Catherine. Sedangkan fitur GoFood Plus adalah paket berlangganan potongan harga langsung agar pelanggan bisa bebas menikmati beragam kuliner dengan harga terjangkau. GoFood juga berkolaborasi dengan Google agar memudahkan pelanggan memesan makanan dan memeriksa stasus pesanan hanya dengan mengucapkan perintah ke layanan bantu Google Assistant. Menikmati GoFood Pickup, pelanggan bisa memilih opsi delivery atau pickup setelah memesan menu yang diinginkan di GoFood. Sedangkan GoFood Turbo dan GoFood Plus, pelanggan hanya memilih layanan GoFood yang ada di aplikasi GoJek dan memilih shuffle card untuk masing-masing fitur yang ingin digunakan serta merasakan kenikmatan berkuliner dengan supercepat dan hemat.  Baca juga: GoJek Beri Kemudahan, Pengguna Bisa Proteksi Saldo GoPay dengan Berbagai Cara Tiga fitur tersebut telah hadir untuk pengguna di Jabodetabek dan akan ada lebih banyak penjual yang terlibat untuk memberikan lebih banyak pilihan menu nikmat bagi pelanggan setia GoFood. Sebelumnya, GoFood telah mengembangkan sejumlah fitur, seperti Fitur Ganti Lokasi yang memungkinkan masyarakat memesan kuliner dari lokasi yang berbeda untuk orang lain. Ada pula Cloud Kitchen untuk mendekatkan pelanggan dengan penjual favorit, serta inisiatif #GoGreener yang mendorong pelanggan menjalani konsumsi ramah lingkungan dengan pilihan alat makan berbayar.

Ini Dia! Beberapa Alat Favorit Pembongkar Koper Penumpang di Bandara

Dari beragam pemberitaan, disebut bila pencuri motor kerap menggunakan kunci  ‘T’ sebagai alat utama untuk membawa kabur motor korban. Lalu dengan maraknya kabar pencurian isi bagasi koper penumpang yang terjadi di beberapa bandara, jenis alat apa yang umumnya digunakan oleh para oknum tersebut? Baca juga: Cepat Temukan dan Cegah Pencurian Bagasi, Universitas di India Hadirkan Solusi di Ban Berjalan Dirangkum dari beberapa sumber, disebut pelaku pencurian isi koper dalam bagasi ternyata menggunakan alat pemotong kotak, obeng, cutter, semacam celurit tapi bentuknya kecil dan beberapa alat lainnya. Alat-alat ini biasa digunakan oknum petugas bandara untuk membuka tas dan mengambil barang-barang milik penumpang.
alat-alat yang digunakan untuk membuka tas penumpang di bandara
Bahkan sebuah carabiner standar untuk pengait tenda ketika berkemah pun bisa digunakan untuk membuka tas. Hal ini kemudian carabiner pun dilarang untuk digunakan. Tak hanya itu, peraturan bandara menetapkan bahwa hanya karyawan teknik dan pemeliharaan yang berwenang memiliki alat-alat seperti tersebut di sisi udara. Ternyata, alat-alat ini banyak digunakan oleh petugas bandara di Afrika Selatan. Hal tersebut kemudian membuat pihak bandara melakukan operasi keamanan secara besar-besaran salah satunya di Bandara Internasional OR Tambo, Afrika Selatan. Bahkan pada musim liburan ada 33 penangkapan dn penyitaan alat-alat terlarang tersebut yang dipegang oleh petugas bandara untuk membuka tas. Samukelo Khambule, juru bicara bandara mengatakan, dari 6 Januari 2020, sebanyak 907 orang dan 101 kendaraan pengangkutan di landasan dihentikan dan digeledah. Hingga kini bila ditotal sebanyak 4400 orang dan 661 kendaraan dihentikan dan digeledah saat musim puncak dimulai. “Carabiner dilarang dari sisi udara dan tidak dapat digunakan sebagai gantungan kunci atau untuk menjepit item ke ikat pinggang. Karyawan yang ditemukan dengan barang terlarang memiliki izin keamanan udara mereka dicabut terlepas dari apakah mereka terkait langsung dengan kegiatan kriminal. Orang-orang ini tidak bisa lagi bekerja di udara, tetapi status pekerjaan mereka adalah masalah bagi kontraktor atau penyedia layanan yang bersangkutan,” kata Khambule. Dilansir KabarPenumpang.com dari businesstech.co.za (9/1/2020), pada tanggal 31 Desember seorang karyawan dari sebuah perusahaan penanganan darat ditemukan dengan kamera baru yang disembunyikan di pakaiannya selama pencarian di salah satu gerbang pintu keluar bandara untuk para karyawan dan penyedia layanan. Petugas tersebut kemudian dibawa ke stasiun SAPS bandara dan ditangkap. Pada hari yang sama, seorang karyawan dari perusahaan penanganan darat yang berbeda ditemukan mengenakan dua pasang celana panjang yang berisi enam ponsel. Seorang karyawan dari sebuah perusahaan penanganan darat ditangkap pada 6 Januari setelah ditemukan memiliki parfum selama operasi stop-and-search. Padahal botol atau wadah parfum tidak diizinkan di udara. Baca juga: Petugas Keamanan Bandara di Bangkok Curi Uang Penumpang, Diamankan Malah Tertawa Karyawan digeledah sebelum dan setelah mereka mulai bekerja di atau di sekitar pesawat terbang tertentu, pencarian di atas dan di titik kontrol akses adalah tempat yang berpotensi menjadi bagian dari operasi stop-and-search. Lebih lanjut, semua karyawan yang bekerja pada penerbangan yang dipilih secara acak dapat dikenakan pengujian integritas.

Air Austral Sulap Airbus A380 dengan Konfigurasi Total Kelas Ekonomi

Airbus A380 lumrahnya dijadikan sebagai pesawat dengan konfigurasi multiple class atau varian kelas yang beragam, mulai dari kelas satu, kelas bisnis dan kelas ekonomi.  Namun, baru-baru ini, Air Austral berencana akan memesan dua pesawat penumpang terbesar itu untuk dijadikan seluruhnya dalam konfigurasi kelas ekonomi. Baca juga: Ingin Airbus A380 Kembali Diproduksi? Kondisi Inilah yang Mutlak Diperlukan Dikutip dari laman simpleflying.com, Kamis, (16/1) selain menyulap A380 menjadi kelas ekonomi, maskapai penerbangan asal Perancis tersebut juga akan memaksimalkan kapasitas penumpang yang dapat ditampung pesawat. Menurut pihak Airbus, A380 maksimal dapat mengangkut sebanyak 868 penumpang dalam sekali jalan. Dari jumlah tersebut, tak tanggung-tanggung, Air Austral akan menyediakan hampir 93 persennya, yakni 840 kursi penumpang. Meskipun hingga kini, maskapai yang bermarkas di Bandar Udara Roland Garros di Sainte-Marie, Réunion, Perancis, tersebut tak pernah membicarakan kembali tentang pesawat kedua A380 untuk konfigurasi full kelas ekonomi, namun, hal itu diduga hanya masalah waktu saja. Sebagian pihak menilai, bukan tak mungkin maskapai tersebut secara mengejutkan akan melanjutkan pembahasan untuk pesawat A380 keduanya. Tersiarnya kabar tersebut (dijadikannya A380 dalam konfigurasi full kelas ekonomi) memang tak mengherankan. Selain karena Airbus telah mengumumkan pemberhentian produksi A380 pada 2021, faktor eksternal seperti persaingan yang semakin kompetitif sehingga membuat load factor rendah, populasi yang stagnan, hingga harga bahan bakar yang cenderung tinggi juga diduga menjadi pemicunya. Dengan mengubah model bisnis menjadi full kelas ekonomi, tingkat keterisian penumpang diharapkan dapat meningkat. Khususnya pada rute-rute favorit yang akan sangat menguntungkan bila memuat jumlah penumpang yang lebih banyak dalam sekali keberangkatan. Baca juga: Lebih Elegan dan Nyaman, Qantas Rombak Interior Airbus A380 Besar-Besaran Namun, jika dilihat dari kebanyakan maskapai yang mengoperasikan Airbus A380, tentu kabar tersebut sangatlah mengejutkan. Saat ini, di seluruh dunia, ada sekitar 14 maskapai yang mengoperasikan pesawat Airbus A380. Seperti Qantas, Air France, Etihad, Emirates, Korean Air, Singapore Airlines, hingga All Nippon Airway. Pada umumnya, mereka menyulap A380 dengan konfigurasi multiple class. Bedanya, hanya di kapasitas saja. Sebagai contoh, Qantas, maskapai asal Negeri Kanguru, menyediakan formasi 14 kursi kelas satu pada A380. Sisanya, terbagi ke dalam kelas bisnis, premium, dan ekonomi . Sedangkan maskapai lain, umumnya menyediakan slot kelas satu kurang dari 12 kursi. Selebihnya, sama dengan Qantas, dibagi ke dalam kelas bisnis, premium, dan ekonomi. Bedanya hanya terletak pada inovasi yang ditawarkan untuk memanjakan para penumpang istimewa mereka. Mulai dari menyediakan konsep fitur dalam pesawat, kamar mandi khusus, galeri seni elektronik, hingga menciptakan semacam ruang pribadi.