Wow! Las Vegas dan Los Angeles Terhubung dengan Kereta Cepat di 2023

Kereta berkecepatan tinggi yang akan menghubungkan Las Vegas dan Los Angeles sepanjang 435 kilometer akan segera diselesaikan sekitar tahun 2023 mendatang. Menurut Virgin Train, kereta ini sudah lama ditunggu-tunggu kehadirannya. Baca juga: Mercitalia Fast, Kereta Kargo Berkecepatan Tinggi Asal Negeri Pizza KabarPenumpang.com melansir laman fox5vegas.com (30/8/2019), Virgin Trains berspekulasi sekitar 12 juta orang dapat melakukan perjalanan pada sistem setiap tahunnya. Mereka mengumumkan akan memulai konstruksi pada fase pertama di tahun 2020 dengan jarak 180 mil atau 289,6 km dari Victorville, California ke Las Vegas. Perjalanan kereta ini nantinya akan memakan waktu tempuh 75 hingga 90 menit sekali jalan dengan biaya yang ditetapkan pada penumpang sekali jalan yakni US$60 atau setara dengan Rp850 ribu. Untuk investasi ini, perusahaan berencana menghabiskan US$4 miliar atau Rp56,72 triliun dari uang pribadinya. Saat ini, transportasi umum darat yang menghubungkan Los Angeles dan Las Vegas dilayani oleh jaringan bus dengan waktu tempuh sekitar 5 jam. Diketahui, rencana kereta berkecepatan tinggi ini diperkenalkan kepada publik tahun 2004 lalu di bawah Express West yang merupakan sekelompok investor swasta. Rencana pembangunan koridor ini kemudian disetujui oleh pejabat transportasi federal meski proyek tersebut tidak pernah membuahkan hasil. Hingga akhirnya Virgin Trans Amerika Serikat mengakuisisi Express West dan proyek tersebut pada April 2019 kemarin. Pejabat perusahaan mengatakan, Virgin Trains akan terus membangun rel dan menambahkan pemberhentiannya lebih dekat ke daerah Los Angeles. Meski begitu, prosesnya akan membutuhkan bertahun-tahun penelitian dan persetujuan federal tambahan. Tidak ada kata di mana di Lembah stasiun kereta api dapat dibangun, tetapi perusahaan merencanakan situs dekat dengan Strip. “Ini berbicara banyak tentang kepercayaan bahwa kepemimpinan perusahaan telah di tujuan Las Vegas,” kata Komisaris James Gibson dari Clark County. Pejabat Virgin Trains memberi tahu pemerintah daerah beberapa bulan yang lalu tentang rencana cepat untuk memulai pembangunan. Baca juga: Beijing-Guangzhou High-Speed Line, Jaringan Kereta Cepat yang Dioperasikan Dua Operator “Antara 30 dan 35 persen dari pengunjung yang datang ke Clark County berkendara ke sini,” kata Gibson, mencatat masuknya lebih banyak wisatawan dengan Kedatangan Raiders musim gugur 2020 dan ribuan kamar hotel baru sedang dibangun.

Hipotesa Baru Misteri MH370: Kopilot Sempat Ambil Kendali Penuh dan Arahkan Pesawat Kembali ke Malaysia

Setelah pada pemberitaan terakhir disebutkan bahwa pilot Malaysia Airlines MH370 sempat mengurangi tekanan di dalam kabin sebelum akhirnya ‘menjatuhkan’ pesawat bermuatan 227 penumpang di sekitaran Samudera Hindia, kini sebuah hipotesa baru kembali terungkap, dimana para peneliti mendapati kopilot sempat menerbangkan pesawat sendiri selama 30 menit. Kendati ini sifatnya masih dugaan, namun satu hal yang patut dipertanyakan terkait munculnya spekulasi ini, “Apa yang dilakukan oleh Capt. Zaharie Shah (pilot) ketika penerbangan diambil alih oleh kopilot Fariq Hamid?” Baca Juga: Pendapat Pakar: Kapten MH370 Telah Kurangi Tekanan Kabin Sebelum Jatuhkan Pesawat di Samudera Hindia Pada bulan Juni 2019 kemarin, para pakar yang meneliti misteri terbesar di dunia dirgantara ini melempar spekulasi bahwa Capt. Zaharie Shah dengan sengaja menurunkan tekanan udara di dalam kabin (depressurisation) dan membawa pesawat berjenis Boeing 777-200 ini jauh keluar jalur guna menghabiskan bahan bakar. Jika bahan bakar pesawat habis, maka setidaknya bercak avtur yang sejatinya adalah senyawa minyak tidak akan terlihat di laut (minyak dan air tidak akan pernah bisa menyatu). Spekulasi lain yang muncul adalah pilot yang sebelumnya sudah terkenal sebagai pribadi yang bermasalah dan kesepian ini dengan sengaja menukikkan pesawat ke Samudera Hindia. Spekulasi Terbaru Kini, penyelidik kecelakaan udara terkemuka, Christine Negroni mengatakan bahwa dirinya bisa dengan tepat menentukan kapan pesawat yang terbang dari Kuala Lumpur International Airport menuju Beijing Capital International Airport pada 8 Maret 2014 ini hilang dari pengawasan menara pemantau – bahkan ia juga menyebutkan bahwa mungkin saja temuannya ini mengindikasikan bahwa pesawat sempat diambil alih sepenuhnya oleh kopilot Fariq Hamid.
Christine Negroni. Sumber: istimewa
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (1/9), dalam bukunya yang berjudul “Tha Crash Detectives”, Christine menyebutkan bahwa pesawat secara mendadak mengalami depressurisation ketika Capt. Zaharie Shah tidak berada di dalam kokpit. Christine mengklaim bahwa pesawat sempat berbalik arah dan ini membuktikan bahwa jalur penerbangan tersebut berada di bawah kendali kopilot Fariq Hamid. Pasalnya, di sini, Fariq mengarahkan pesawat menuju sebuah ‘destinasi’ yang sudah tidak asing lagi. “Pada pukul 01.52 waktu setempat, Fariq mengarahkan pesawat kembali menuju Malaysia dan Penang,” tulis Christine dalam bukunya tersebut. “Di sini dapat disimpulkan bahwa kopilot Fariq mengambil keputusan lain (red: kembali menuju Malaysia) yang mungkin diambilnya dalam kondisi hipoksia (red: kondisi kurangnya pasokan oksigen di sel dan jaringan tubuh untuk menjalankan fungsi normal tubuh),” tambahnya. Pesawat Sempat Balik Arah? Christine menambahkan, dalam kondisi yang sudah minim oksigen, kopilot Fariq masih sempat berupaya untuk mendaratkan pesawat di Langkawi International Airport – tempat yang sudah tidak asing lagi bagi sang kopilot. Diketahui, Langkawi International Airport merupakan tempat dimana Fariq mengemban ilmu penerbangan. “Terlebih, landas pacu di Langkawi International Airport itu lebih panjang sekira 2000 kaki ketimbang yang ada di Penang, jadi mungkin menurutnya, akan lebih aman untuk mendaratkan pesawat di sana,” terang Christine. Baca Juga: Masih Misterius, Penyidik Perancis Curigai Adanya Peran Entitas Ketiga di Insiden Hilangnya MH370 “Selain itu, kami menduga bahwa pendaratan di Langkawi tidak akan berjalan mulus – pertama karena kurangnya pasokan oksigen di dalam pesawat, kedua karena pesawat masih mengangkut banyak bahan bakar,” imbuhnya. Namun ketika pesawat sudah mengarah kembali menuju Malaysia, MH370 tidak menunjukkan tanda-tanda akan mendekati bandara dan lalu hilang begitu saja dari radar pemantau. Mungkin di titik ini, Capt. Zaharie Shah telah mengambil alih kemudi dan melanjutkan misi “jahatnya” untuk mencelakakan semua isi pesawat dengan nomor registrasi 9M-MRO ini.    

Ikuti Jejak GoJek dan Grab, Taksi di Jepang Akan Tetapkan Tarif di Awal Perjalanan

Menikmati perjalanan tanpa lagi memikirkan tarif taksi yang membengkak karena macet sepertinya tak akan lagi dirasakan oleh masyarkat di Jepang ataupun para pelancong yang tengah bepergian ke negara tersebut. Pasalnya awal Oktober mendatang, operator taksi Jepang akan mulai menawarkan harga yang telah ditetapkan. Baca juga: Gunakan Teknologi Pengenal Wajah, Taksi Jepang Hadirkan Iklan Sesuai Jenis Kelamin dan Usia Penumpang Penetapan harga ini sendiri akan ditampilkan secara penuh pada aplikasi ketika pelanggan menggunakan aplikasi pemesanan taksi di ponsel pintar mereka. Perusahaan taksi utama Jepang berharap adanya penetapan harga dari awal ini untuk membendung penurunan jumlah penumpang yang menggunakan taksi. Operator juga meyakinkan bahwa, dengan adanya penetapan tarif di awal, penumpang yang terjebak kemacetan lalu lintas tidak akan menambah pembiayaan mereka. Langkah ini sendiri didukung pemerintah karena sudah mencabut larangan tarif yang telah ditetapkan tahun ini dalam upaya meningkatkan transparansi bagi calon pelanggan seperti pelancong dan penduduk yang tidak memiliki SIM. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nikkei.com (27/8/2019), operator taksi di area Tokyo, seperti Nihon Kotsu, Daiwa Motor Transport dan Kokusai Motorcars, serta rekan-rekan di Osaka dan Nagoya, telah mengajukan permohonan untuk menggunakan kerangka kerja tersebut. Untuk mendapatkan harga yang sudah ditetapkan penumpang memasukkan rute keberangkatan dan tujuan dalam aplikasi. Nantinya jika sudah tertera jelas penumpang bisa menerima atau menolak untuk memilih taksi. Sehingga bila penumpang menerima harga tersebut, mereka tidak akan membayar biaya tambahan ketika jalanan yang dilalui tiba-tiba macet. Tarif akan tergantung pada jarak yang harus ditempuh, serta waktu dan hari dalam seminggu. Tingkat preset datang dalam 0,6 persen dari tarif meteran dalam percobaan 2017 oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata. Baca juga: Operator Taksi Jepang Buka Lowongan Jadi Pengemudi Asing, Tertarik? “Pelanggan akan lebih bahagia jika mereka tahu rute apa yang mereka ambil dan berapa yang akan mereka bayar,” kata Ketua Nihon Kotsu Ichiro Kawanabe. Bisa dikatakan, penetapan harga sejak awal ini, Jepang seperti mengikuti beberapa perusahaan transportasi online yang ada di Indonesia yakni Grab dan GoJek (GOCar). Sistem ini, selain memudahkan, penumpang juga membayar dengan pasti berapa uang yang akan mereka keluarkan untuk tiba ditujuan.

Entrupy, Solusi Canggih Identifikasi Barang Palsu via Smartphone

Barang asli tapi palsu saat ini semakin masif pemasarannya, pihak pemalsu merek kian lihai dan lebih teliti dalam memalsukan produk fesyen dari merek-merek ternama. Alhasil banyak pembeli yang sulit untuk membedakan mana barang yang asli dan mana barang yang palsu. Nah, sebuah startup di New York meyebutkan telah memiliki teknologi yang bisa mengidentifikasi keaslian sebuah barang melalui aplikasi kamera pada smartphone. KabarPenumpang.com melansir dari thejakartapost.com (5/9/2017), bahwa solusi dari Entrupy adalah kamera mikroskop genggam yang memungkinkan seseorang dengan menggunakan smartphone bisa memeriksa aksesoris mewah dalam hitungan menit. Sejak layanan ini diluncurkan satu tahun yang lalu, perusahaan mengatakan bahwa ketepatan untuk mengeceknya telah meningkat menjadi lebih baik hingga 98 persen untuk 11 merek termasuk Louis Vuitton, Chanel dan Gucci. Baca juga: 7 Tips Belanja Indah di Bandara Changi Tag holografik, microprinting hingga tenunan yang menjadi kain telah digunakan oleh label rumah mode papan atas selama bertahun-tahun untuk membangun keaslian produk mereka. Menurut Visiongain yang berbasis di London, pembuat pakaian akan menghabiskan $6,15 miliar untuk teknologi anti pemalsuan pada tahun 2017, namun keinginan belanja internet dan semakin populernya dealer bekas membuat perang melawan palsu lebih keras. “Bahkan 10 tahun yang lalu, seorang wanita yang akan membeli tas bekas akan tahu betul bahwa Chanel, Gucci dan Prada tidak menjual di pinggir jalan. Tapi sekarang, dengan begitu banyak perdagangan sah dan tidak sah yang terjadi secara online, sangat sulit bagi konsumen untuk membedakannya,” kata direktur Fashion Law Institute di Fordham University New York Susan Scafidi. Isu ini tersorot tahun lalu saat Koalisi Anti Korporasi Internaional menangguhkan keanggotaan penjual online terbesar Cina, Alibaba Holding di tengah kritik keberadaan pasar ecommerce. Namun dengan adanya ini, justru pendiri Alibaba, Jack Ma tidak peduli saat dirinya mengungkapkan bahwa tiruan buatan Cina bisa menawarkan kualitas yang lebih baik daripada yang aslinya. Dengan adanya teknologi baru dari Entrupy ini, menjelaskan bahwa aplikasi kameranya bisa memperbesar objek 260 kali dari fitur yang tak terlihat mata manusia dan menjadi tanda keaslian suatu produk. Perangkat ini terlihat seperti senter besar dengan koneksi nirkabel dan disewakan di awal seharga US$299. Sejauh ini, sekitar 160 nama-nama industri, termasuk pegadaian, pedagang grosir dan penjual online telah terdaftar. Baca juga: Pilih Souvenir Sebagai Buah Tangan Pendiri Entrupy Vidyuth SrinivasanSrinivasan dan dua peneliti New York University, Ashlesh Sharma dan Lakshminarayanan Subramanian, memulai Entrupy pada tahun 2012. Sebuah terobosan dalam algoritma pada kompetisi sains yang disebut ImageNet sangat meningkatkan kemampuan mesin untuk mengidentifikasi objek sehari-hari dalam foto dengan menggunakan kumpulan data masif untuk menemukan pola. Ini adalah saat-saat penting untuk teknologi pembelajaran mendalam yang juga mendukung mobil yang mengemudikan diri dan perangkat lunak pengenalan suara yang lebih baik. Dengan bantuan dari Yann LeCun, direktur penelitian kecerdasan buatan Facebook Inc dan investor malaikat di Entrupy, Srinivasan dan rekan-rekannya memulai dengan memikirkan bahwa komputer dapat dilatih untuk melihat gambar barang mewah dan mengekstrak sejenis genom, esensi dari, katakanlah, tas tangan Fendi atau Hermes. Database Entrupy sekarang memiliki puluhan juta foto dari sekitar 30.000 tas dan dompet yang berbeda. Perangkat lunak ini belajar saat klien mengupload gambar baru. Srinivasan mengatakan bahwa Entrupy tidak memiliki hubungan dengan merek fesyen mana pun yang mereka autentikasi. LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton Se dan pembuat barang mewah lainnya memilih untuk tidak mengakui bahwa ada pasar bekas untuk barang dagangan mereka. Entrupy pada bulan Juli lalu berhasil mendapat sokongan dana US$2,6 juta dari Digital Garage Inc. yang berbasis di Tokyo dan Daiwa Securities Group Inc. Kucuran dana tersebut akan digunakan untuk merancang kamera yang lebih cepat dan lebih portabel dan menambahkan lebih banyak merek ke daftar Entrupy,  “Teknologi ini bekerja dengan baik dalam segala hal kecuali berlian dan porselin, karena bersifat refraksi dan kami menggunakan analisis optik,” kata Srinivasan. “Kami sudah mengujinya pada onderdil mobil, telepon, charger, headphone, jaket, sepatu, bahkan minyak mentah,” ujar Srinivasan

Warga Singapura Suka Berlibur di Bandara, Ternyata ini Alasannya!

Bandara Changi Singapura, bukan hanya dikenal sebagai hub penerbangan terbesar di Asia. Tetapi juga menjadi salah satu tempat rekreasi bagi warga Singapura untuk menikmati liburan mereka. Bahkan Bandara Changi juga digunakan untuk tempat nongkrong baik di kantin karyawan ataupun hanya duduk-duduk melihat pesawat yang mendarat. Baca juga: Jewel Changi, Berawal dari Ide Tempat Parkir Kini Menjadi Taman Spektakuler Dalam Ruangan Selain itu Skytrain yang ada pun dimanfaatkan untuk mengisi kekosongan warga Singapura dalam liburan mereka. Mungkin di negara lain, jarang warganya yang ke bandara untuk menikmati berbagai fasilitas yang ada.
Skynet (www.citylab.com)
KabarPenumpang.com merangkum laman citylab.com (28/8/2019), mungkin banyak pertanyaan bagi pelancong tentang kenapa warga Singapura senang menjadikan bandara mereka sebagai tempat rekreasi? Ternyata salah satunya karena banyak warganya yang tinggal relatif dekat dengan bandara. Apalagi Changi terbuka untuk umum tanpa batasan. Tak hanya itu, untuk tiba di Changi, warga sekitar bisa menikmati aksesibilitas yang mudah yakni MRT ataupun bus. Changi sendiri bisa dicapai dari pusat bisnis hanya dengan waktu 30 menit dan dengan tarif yang cukup murah bila menggunakan kendaraan umum yakni S$1,84 atau sekitar Rp18 ribu. Apa saja yang bisa dinikmati oleh warga dan pelancong yang tiba di bandara baik yang transit atau yang mengunjungi Singapura? Dengan memiliki empat terminal, bandara yang menjadi bandara terbaik tujuh tahun berturut menurut Skytrax ini dilengkapi mall, ritel, hotel dan tempat makan. Bahkan baru-baru ini dibuka Bandara Jewel Changi yang dirancang oleh Moshe Safdie dan timnya. Jewel Changi ini merupakan kubah yang didalamnya ada hutan hujan empat lantai yang disebut hutan lembah subur, area duduk pengunjung yang sejuk karena ada dua ribu pohon dan seratus ribu semak disekitarnya.
Giant mirror (www.citylab.com)
Daya tarik terbaru warga dan pelancong adalah kehadiran Rain Vortex tujuh lantai yang merupakan air terjun indoor tertinggi di dunia. Ditingkat atas ada Canopy Park dimana jembatan kaca, labirin hedge, bunga yang dipicu sensor gerak agar mekar ketika pelancong berjalan dan Skynet yang bisa digunakan untuk bersantai. Kolam renang di puncak gedung, bioskop, instalasi seni kinetik, taman bunga matahari, seluncuran raksasa tertinggi di dunia yang ada di bandara, taman kupu-kupu hingga food court bisa membuat setiap pelancong ataupun warga Singapura yang mengunjungi Changi bersama keluarganya nyaman. “Orang Singapura memiliki ketertarikan yang kuat terhadap bandara. Saya pikir itu dimulai dengan fakta bahwa fasilitas hiburan di bandara dapat dinikmati secara gratis selama berjam-jam, dapat diakses dengan transit, dan tentu ber-AC. Itu tradisi yang bertahan sampai saat ini,” kata Moshe Safdie. Padahal di Singapura ada Marina Bay Sands, tetapi ternyata getarannya tidak terlalu fantastis dan warga Singapura lebih betah menikmati Bandara Changi. Charu Kotate, kepala sekolah di Safdie Architects di Singapura mengatakan, pengunjung dapat berkeliaran di tengah pepohonan yang dipilih agar terasa akrab bagi penghuninya. Selain kemegahan arsitektur ruang, ada alasan lain mengapa begitu banyak orang di Bandara Changi tampak bersenang-senang. Tidak seperti bandara AS, di mana penumpang disalurkan melalui jalur pemeriksaan keamanan yang besar, di Singapura pemeriksaan keamanan dilakukan di gerbang keberangkatan individu sebelum lepas landas dengan jalur keamanan pendek hanya terdiri dari Anda dan penumpang yang naik pesawat Anda. Itu juga memungkinkan penumpang untuk bergaul dengan masyarakat umum di area umum yang luas di dalam terminal. Ditambah lagi fakta bahwa Singapura memiliki kebijakan visa yang relatif longgar, dan bahkan mungkin bagi para penerbang dengan singgah singkat untuk keluar dari keamanan dan melihat Jewel. “Kekuatan bandara Changi ada pada desain, bandara adalah tempat pertemuan antara pengunjung dan warga. Itu ide baru, bahwa Anda menciptakan sesuatu yang benar-benar menciptakan hubungan antara penumpang maskapai dan penduduk Singapura, “kata Safdie. Gagasan bahwa bandara dapat menjadi antarmuka sosial antara penduduk setempat dan wisatawan adalah sesuatu yang tidak biasa di dunia pasca-9/11 perjalanan udara, yang telah melihat pengalaman bandara menjadi semakin menegangkan dan melemahkan. Dengan membubarkan garis keamanan dan meningkatkan area untuk bermain di antaranya, penumpang yang melewati Changi didorong untuk bersantai dan menikmati berinteraksi dengan tempat itu, alih-alih dilarikan ke gerbang berikutnya. Baca juga: Megah dan Bertabur Hiburan Mewah, Jewel Bandara Changi Siap Dibuka 17 April 2019 Minggu pertama dibuka, lebih dari setengah juta penduduk Singapura mengunjungi Jewel. Bagi Safdie, kerumunan penduduk setempat itu berfungsi sebagai bukti daya tarik yang abadi dan unik. “Keluarga demi keluarga seluruh keluarga dari kakek-nenek hingga bayi-bayi mengagumi tempat itu. Ada kesenangan nyata yang dimiliki orang-orang,” tambahnya.

Sukses Uji Bus Otonom, Singapura Siap Operasionalkan di 3 Distrik Tahun Depan

Singapura menjadi negara kedua di belakang Amerika Serikat dalam kesiapan untuk menggunakan transportasi tanpa pengemudi (otonom) dalam skala besar. Bahkan rencanaya akan ada tiga distrik yang mulai menggunakan bus otonom tersebut pada 2020 mendatang. Baca juga: Kolaborasi Volvo dan NTU, Singapura Sukses Uji Coba Bus ‘Besar’ Otonom Pertama di Dunia KabarPenumpang.com melansir laman bangkokpost.com (28/8/2019), baru-baru ini Singapore Technologies Engineering (ST Engineering) mulai menguji empat kendaraan otonom mereka di distrik pantai Sentosa. Saat itu, penumpang yang ikut mencoba harus dihadapi oleh petugas bus yang memeriksa sabuk pengaman mereka. Uji coba ini akan berlangsung hingga 15 November 2019 mendatang dan diawasi ketat oleh perusahaan teknologi serta pembuat mobil di seluruh dunia setelah adanya serangkaian kecelakaan. Kementerian Transportasi Singapura mengatakan dalam pernyataannya bersama ST Engineering bahwa keselamatan publik menjadi prioritas utama. Tan Nai Kwan, kepala insinyur robotika di Sistem Tanah ST Engineering, mengatakan tes itu menegangkan, tetapi menekankan tindakan pencegahan keamanan yang diambil. Pada hari uji coba pertama, tepatnya Senin (26/8/2019), semak-semak di tepi jalan yang tertiup angin dan pelancong yang berkeliaran di pantai sudah cukup untuk memicu banyak sensor bus. Ini bahkan membuat bus berhenti saat berjalan di sepanjang jalanan yang sepi. Tan mengatakan, binatang yang paling berbahaya yang ditemukan ketika uji coba adalah burung merak yang terbang tanpa diduga ke jalanan. Tak hanya di jalanan saja, bus otonom ini pun diuji coba di sekitar kampus yang ada di Singapura. Tan mengatakan, dengan kemajuan teknologi, rencananya pengemudi pindah ke pusat kendali jarak jauh meski begitu, dirinya tidak menetapkan jangka waktu untuk hal itu. Diketahui, tahun 2016 lalu sebuah mobil otonom yang tengah diuji coba di Singapura bertabrakan dengan sebuat truk ketika tengah berganti jalur. Meski tidak ada yang terluka kala itu, tetapi kecelakaan serupa di Amerika Serikat sudah berakibat fatal. Namun, beberapa wisatawan pemberani yang berhasil menavigasi layanan berdasarkan permintaan pada hari pertama uji coba di Singapura tampaknya tidak terganggu oleh navigator robot mereka. Baca juga: ComfortDelGro Uji Coba Bus Otonomnya di National University of Singapore “Ini sangat keren tetapi pada saat yang sama rasanya mirip dengan bus normal. Kurasa itu hal yang baik, tidak terlalu mengejutkan. Mungkin lebih aman daripada berada di tangan beberapa manusia,” kata Stephen Byrne, seorang siswa berusia 20 tahun dari Irlandia.

Frontier Airlines, Maskapai LCC yang Halalkan Awak Kabin Terima Tip dari Penumpang

Bagi sebagian penumpang, nampaknya memesan minuman atau makanan di pesawat merupakan suatu ‘blunder’ yang sebisa mungkin tidak dilakukan – mengingat harganya yang begitu mencekik. Namun bagi mereka yang berkantong tebal dan kondisi yang memaksa, memesan penganan di pesawat bukanlah suatu hal yang berarti banyak – bahkan tidak sedikit dari mereka yang kadang menghadiahi tip bagi awak kabin yang melayaninya. Baca Juga: Tipping Layakkah Diberikan Pada Awak Kabin? Berbicara soal tipping, pada artikel sebelumnya sudah diberitakan bahwa awak kabin sudah mendapatkan bayaran yang cukup tinggi dari pihak maskapai – tidak seperti pegawai restoran atau kafe yang juga biasanya mendapatkan tip dari pengunjung. Namun kembali lagi, memberikan tip merupakan kebebasan dari setiap orang – selama tidak memaksa awak kabin yang bersangkutan untuk menerimanya. Seorang pengamat perjalanan, Gary Leff mengatakan, “Cara lain untuk menunjukkan penghargaan Anda terhadap sebuah pekerjaan yang dilakukan dengan baik adalah meluangkan waktu untuk menulis surat kepada pihak maskapai mereka tentang layanan mereka, yang bisa jauh lebih banyak dilihat orang daripada uang US$10 sebagai tip,” Jadi kesimpulan soal tipping ini adalah, bukan tidak boleh memberikan tip kepada awak kabin, melainkan ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengapresiasi kinerja mereka – tidak melulu dengan sejumlah uang. Tapi, jangan kira tipping semacam ini selalu diberikan terlebih dahulu oleh penumpang. Di awal tahun 2019 kemarin, maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC/Low Cost Carrier) asal Amerika Serikat, Frontier Airlines menerapkan regulasi baru pada mobile apps mereka, dimana ada fitur baru untuk memberikan tip kepada awak kabin yang bertugas. Tertera pilihan tip yang dapat disisihkan penumpang – 15 persen, 20 persen, hingga 25 persen. Persenan tip tersebut akan dikalikan dengan total nilai belanja penumpang selama penerbangan. Ambil contoh, penumpang berbelanja di atas pesawat dengan nilai US$5. Berarti opsi besaran tip yang bisa diberikan kepada awak kabin mulai dari 15 persen, 20 persen, hingga 25 persen dari US$5 tadi. Tapi, penumpang juga bisa memilih untuk tidak memberikan tip atau memberi lebih dari opsi yang tersedia tersebut. Baca Juga: Jangan Ganggu Awak Kabin Bila Tak Ingin Dapatkan Reaksi Tak Mengenakkan Menanggapi hal ini, pihak Frontier mengatakan, “regulasi ini mulai efektif per 1 Januari 2019, awak kabin berhak mendapatkan tip atas apa yang mereka jual,” Wah, ternyata kasus ‘mengemis’ seperti ini bukanlah satu-satunya yang pernah terjadi di dunia transportasi. Anda mungkin masih ingat dengan tip yang juga bisa diberikan penumpang kepada driver GoJek melalui saldo GoPay yang Anda miliki.

Miskomunikasi, Seorang Ayah Hadiahkan Dua Unit Airbus A350-1000 untuk Ultah Anaknya!

Jika Anda tidak sengaja menjatuhkan barang pecah belah di sebuah toko dan Anda terpaksa harus membelinya, mungkin itu adalah suatu kasus yang lumrah dan kerap terjadi. Namun apa jadinya jika ada orang yang secara tidak sengaja membeli pesawat? Lebih gilanya lagi, bukan hanya satu unit, melainkan dua unit sekaligus! Wah, kok bisa ya kejadian seperti ini terjadi? Baca Juga: Keren! Airbus A350 Bisa di “Restart” Guna Hindari Bug Pada Sistem Perangkat Lunak Dikabarkan, seorang ayah yang berasal dari Arab Saudi hendak membelikan model pesawat Airbus A350-1000 untuk kado buah hati tercinta yang kebetulan hendak berulang tahun. Mengutip dari laman Thin Air Today (28/8), si anak tersebut memang mencintai sektor kedirgantaraan. Guna mendapatkan kado untuk anaknya, sang ayah lalu menghubungi raksasa aviasi global, Airbus, untuk mendiskusikan model. Namun sayang, kemampuan berbahasa Inggris yang terbatas membuat komunikasi antara dirinya dan pihak perusahaan tak terlalu lancar. Singkat cerita, bill pembelian pun turun dan menunjukkan angka US$365 juta atau yang setara dengan Rp5,2 triliun – sebuah angka yang masih masuk ke hitungan budget sang ayah. Sampai sini, sang ayah masih belum mengetahui bahwa sudah terjadi miskomunikasi antara dirinya dengan pihak Airbus, dan pada akhirnya, kesalahpahaman ini terungkap beberapa bulan berselang.
Sumber: khaleejtimes.com
Di akhir cerita, sang ayah menggunakan salah satu pesawat untuk dioperasikan secara pribadi, dan satunya lagi diberikan kepada sepupunya dalam bentuk kado. Dari sini, apakah Anda mengira ini merupakan kejadian nyata? Kalau iya, selamat! Karena Anda sudah termakan berita hoax. Ya, agaknya tidak mungkin jika ada orang yang dengan sangat enteng mengeluarkan Rp5,2 triliun untuk dua buah model pesawat – kecuali ia adalah anak sultan. Keanehan kedua tampak dari proses pembelian pesawat yang terlihat sangat mudah dilakukan – padahal jika melihat proses aslinya, tidaklah semudah yang ada di cerita ini. Baca Juga: Singapore AirShow 2018: Airbus Perkenalkan A350-1000 Untuk Pasar Trans-Pasifik Lantaran cerita ini tersebar hanya dalam bentuk screenshot, tak banyak orang yang menyadari disklaimer di situs Thin Air Today. Di bagian bawah lamannya, situs tersebut menuliskan bahwa semua konten yang dituliskan merupakan semata cerita fiksi. Salah satu tulisan mereka yang juga menghebohkan adalah beberapa maskapai besar akan terbang terbalik di wilayah udara Australia. Wah, ini tandanya Anda sebagai pembaca yang arif harus lebih berhati-hati lagi dalam mencerna berita yang diterima – dan tidak sembarangan menyebarkannya kepada rekan atau keluarga Anda.  

Pintu Sydney Metro Menutup Kelewat Cepat, Banyak Bocah Terpisahkan dari Pendampingnya

Jangan pernah lepaskan dan biarkan anak-anak main sendirian ketika berada di peron kereta api. Himbauan ini cocok untuk orang tua yang bepergian dengan anak mereka saat naik kereta. Baca juga: Meski Kondang, Pantai Bondi di Sydney Tidak Terkoneksi Jaringan Kereta, Inilah Sebabnya! Pasalnya di Sydney Metro ada sepuluh insiden yang bisa dikaitkan dengan kata-kata himbauan di atas, terutama dalam tiga bulan pertama beroperasi. Ada suatu kasus dimana anak-anak bepergian terpisah dengan orang tua mereka di kereta tanpa pengemudi tersebut, dan ketika pintu otomatis tertutup, membuat para orang tua kebingungan di peron. KabarPenumpang.com melansir 9news.com.au (29/8/2019), seorang bocah lelaki berusia dua tahun minggu lalu dibiarkan naik Sydney Metro tanpa pendampingan dari ibunya lebih dari sepuluh menit. Hal ini ternyata membuat Menteri Transportasi Andrew Constance prihatin tentang insiden itu dan ingin para orang tau lebih berhati-hati ketika melihat kereta tanpa pengemudi. “Saya mengingatkan semua orang bahwa pintu-pintu di kereta metro otomatis dan orang-orang harus bergerak dengan cepat, dan orang tua dan wali harus menjaga anak-anak di dekat mereka, berpegangan tangan dan memperhatikan,” kata Andrew. Andrew menambahkan, dirinya secara alami prihatin tentang anak-anak yang terpisah dari orang tua atau wali mereka. Dari catatan ternyata lebih dari 5,3 juta penumpang yang naik Sydney Metro sejak dibuka pada akhir Mei 2019 kemarin. Adanya insiden anak-anak terpisah dari orang tua, staf Metro kemudian membantu untuk mempertemukan mereka dalam sepuluh insiden itu. Diketahui, pintu otomatis Sydney Metro akan terbuka selama 30 detik di setiap paltform. Ketika pintu mulai menutup, lampu akan berkedip, ada bunyi bip dan pengumuman terdengar. Seorang juru bicara menteri mengatakan, pengumuman itu lebih keras daripada di tempat lain di jaringan kereta NSW. Setiap kereta metro memiliki 18 pintu masuk di enam gerbongnya dan ada staf di setiap platform tetapi tidak memantau semua pintu secara langsung. Rail, Tram, dan Bus Union Sekretaris NSW (New South Wales) Alex Claassens mengatakan insiden itu sudah diperkirakan, mengingat tidak ada cukup staf untuk memastikan keselamatan penumpang. “Inilah yang terjadi ketika Anda menjalankan sistem transportasi tanpa staf yang memadai akan keselamatan penumpang” kata Alex. Baca juga: Australia, Jadi Satu-satunya Benua Tanpa Kereta Cepat! Sydney Metro yang dibangun senilai $7,3 miliar telah mengalami masalah sejak mulai beroperasi dengan lebih dari 30 gangguan signifikan, termasuk kerusakan pintu kereta, perbaikan mekanis yang mendesak, dan pekerjaan jalur.

Bantu Cathay Pacific Lewati “Turbulensi,” Qatar Siap Tingkatkan Kepemilikan Saham

Ketika pemberitaan seputar Cathay Pacific selama ini hanya berkutat pada perusahaan yang terdampak demo besar-besaran yang terjadi di Hong Kong terkait RUU Ekstradisi, kini kabar lain menyebutkan bahwa saham maskapai plat merah Hong Kong ini rencananya bakal ditingkatkan oleh raksasa kedirgantaraan asal Timur Tengah, Qatar Airways. Ya, saham Cathay Pacific selama ini diketahui dikuasai oleh tiga maskapai: Swire Pacific, Qatar Airways dan Air China. Baca Juga: Diterjang Badai “RUU Ekstradisi,” Sampai Kapan Cathay Pacific dapat Bertahan? Mengingat harga saham Cathay Pacific yang tengah anjlok pasca demo RUU Ekstradisi, wajar agaknya jika Qatar selaku salah satu pemegang saham ingin meningkatkan kepemilikannya. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (29/8), bos Qatar, Akbar al Baker menyatakan kebanggaannya dapat berafiliasi dengan maskapai sekelas Cathay. Tidak hanya saham Cathay saja yang tengah terpuruk, pun dengan citra perusahaan. Tergabungnya ribuan pekerja Cathay ke dalam massa demonstrasi tersebut tentu mencoreng image flag carrier Hong Kong ini. Kendati begitu, Ahmad al Baker justru tetap optimis dengan kondisi yang tengah menimpa Cathay. “Cathay ada di sana (Hong Kong) untuk melayani perjalanan udara dan untuk menghubungkan warga Hong Kong dan Cina dengan dunia luar, karena faktanya adalah, Hong Kong merupakan bagian integral dari Cina daratan,” ujar Ahmad al Baker. Saat ini, Qatar Airways dikabarkan memiliki 10 persen saham Cathay. Namun upaya Qatar untuk mencaplok saham Cathay lebih besar ini terhambat oleh satu dan lain hal, dan satu yang paling tampak adalah Air China dan Swire Pacific yang terlihat tidak senang dengan ide tersebut. Walaupun begitu, upaya Qatar ini dilakukan semata-mata hanya untuk membantu menavigasi Cathay untuk keluar dari ‘turbulensi’ yang kini tengah mengerjang pihak perusahaan. Baca Juga: Catat Laba Spektakuler di 2018, Cathay Pacific Berencana Akuisisi Hong Kong Express Sebagaimana yang sudah diberitakan sebelumnya, dalam pembukuan 12 Agustus 2019 kemarin, saham Cathay terjun bebas lebih dari empat persen – dimana kondisi ini mendekati level terendah saham maskapai dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Saham Cathay Pacific anjlok ke level 9,82 dollar Hong Kong pada sesi awal perdagangan. Ini merupakan level terendah sejak Oktober 2018 dan hampir mencapai level terburuk sejak krisis keuangan global pada 2009.