Media Sosial, Seberapa Besar Peranannya di Sektor Aviasi Global?

Media sosial dewasa ini sudah mengalami pergeseran fungsi. Memang, dulu media sosial hanya dijadikan instrumen untuk ‘memamerkan’ aktifitas keseharian mereka, namun kini, media sosial sudah mengambil alih fungsi promosi – sebut saja dalam ajang jual beli barang. Lalu ditinjau dari segi lain, media sosial juga kini sudah berperan sebagai penyebar berita yang sangat andal – terlepas itu dari berita hoax atau nyata, namun yang satu ini, tidak bisa dianggap sepele.

Baca Juga: Manfaatkan Medsos Sebagai Wadah Promosi, Tokyu Corp. Sukses Jaring Banyak Wisman

Salah satu contoh dari poin terakhir fungsi media sosial sebagai penyebar berita adalah kegagalan sistem IT di Bandara Internasional Gatwick, Inggris pada pertengahan bulan Agustus 2018 silam. Amarah penumpang yang geram dengan insiden ini ditumpah-ruahkan melalui berbagai platform media sosial, dan voila! – berita tersebut menjadi viral. Lalu berdasarkan contoh di atas, pertanyaan muncul, “Seberapa besar pengaruh media sosial terhadap perkembangan sebuah industri aviasi – misalnya?”

Untuk menjawab pertanyaan ini, KabarPenumpang.com melansir dari laman airport-technology.com (5/2/2019), dimana CEO dan CTO dari Orlo (sebelumnya perusahaan manajemen media sosial SocialSignIn), Ben Nimmo mengatakan bahwa media sosial adalah sebuah wadah yang akan menampung setiap orang untuk mengeluh atau untuk mencari informasi terbaru.

“Sebut saja Twitter, media sosial yang sudah dipatri sebagai tempat ‘berita yang diberitakan’,” tutur Ben.

“Sudah tidak bisa dipungkiri lagi jika media sosial memegang peranan yang sangat besar dalam penyebaran informasi tentang sebuah krisis atau gangguan,” tandasnya singkat.

Di lain pihak, International Air Transport Association’s (IATA) menyebutkan bahwa ada tiga poin pendorong untuk menjalin komunikasi di balik evolusi media sosial. Pertama adalah konektivitas (sepertiga populasi dunia secara aktif menggunakan berbagai macam platform media sosial), lalu yang kedua mobilitas (diperkirakan pada tahun 2020, sekitar 80 persen orang dewasa secara global akan memiliki smartphone pribadi), dan yang terakhir adalah streaming video (ambil contoh Facebook Live, dimana pengguna dapat menyiarkan secara langsung insiden yang tengah terjadi di suatu lokasi).

Sementara untuk Twitter, IATA mengkategorikan media sosial ini sebagai layanan ‘micro-blogging’ yang paling banyak digunakan. Selain tersedia dalam berbagai varian bahasa, para pengguna Twitter juga dapat melaporkan sebuah insiden secara langsung. IATA juga mencatat bahwa cuitan dari korban selamat pada sebuah insiden atau saksi mata dari sebuah kejadian mampu dilihat oleh puluhan ribu pengguna Twitter di seluruh dunia, ‘termasuk para jurnalis yang senantiasa memantau aktifitas di Twitter,”

Baca Juga: Antara Garuda Indonesia, Berita Hoax, dan Media Sosial

Tidak berhenti sampai di situ, media sosial juga, tambah Ben, dapat dijadikan sebagai garda terdepan oleh sebuah organisasi untuk bekerja secara proaktif – ajang kampanye menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan.

Ya, kadung digandrungi oleh banyak orang, sampai-sampai sebuah survei yang dilakukan oleh Société Internationale de Télécommunications Aéronautiques (SITA) pada tahun 2017 silam menunjukkan bahwa sebanyak 74 persen penumpang menginginkan update informasi terbaru dari dunia penerbangan melalui aplikasi seluler – yang ujung-ujungnya merujuk pada media sosial.

Maleo, Proyek Mobil Nasional Garapan BJ Habibie yang Tak Pernah Mengaspal

Gembar-gembor mengenai produksi mobil hasil rakitan siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan dari seluruh penjuru Indonesia, Esemka kini tengah menjadi sorotan – terutama menjelang Pilpres 2019. Tercatat, sudah ada beberapa varian dari produk Esemka sendiri, sebut saja Esemka Rajawali (SUV), Esemka Rawajali R2, Esemka Digdaya I (Pick-Up Double Cabin), Esemka Bima 1.5 (tengah dirakit oleh SMK Negeri 6 Malang), hingga Esemka Pasti (model MPV hasil kerja sama dengan Subaru).

Baca Juga: Bus Listrik Untuk TransJakarta, Antara Harapan dan Realita

Ngomong-ngomong soal mobil rakitan dalam negeri, pernahkah Anda mendengar nama Mobil Maleo? Bagi yang belum tahu, Mobil Maleo merupakan mobil produksi nasional perdana yang dkembangkan bersama dengan produsen mobil legendaris asal Inggis, Rover. Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, pengembangan mobil yang dibidani oleh Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng (BJ Habibie) ini rencananya akan mengaspal pada tahun 1994 dan diproduksi massal tiga tahun berselang.

Mengutip dari goodnewsfromindonesia.id, menurut rencana, pihak Rover akan mengirim mobil tersebut langsung dari pabriknya di Inggris dengan platform mobil sedan Rover, dan oleh Indonesia nantinya akan dirancang bangun dengan komponen-komponen dalam negeri yang dikembangkan oleh sejumlah perusahaan lokal, seperti Pindad, IPTN, INTI, LEN, dan Krakatau Steel.

Adapun sedan yang menggunakan mesin berkapasitas 1.200CC ini direncanakan menggunakan komponen lokal sebanyak 60 persen dan dibanderol dengan harga Rp25 juta kala itu. Sebagai salah satu orang yang berperan penting dalam pengembangan Maleo, BJ Habibie yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Riset Teknologi (Menristek) memiliki visi untuk mengubah penggunaan bahan bakar bensin menjadi hidrogen di masa yang akan datang.

Lebih lanjut, BJ Habibie juga pernah menyampaikan bahwa Maleo akan menggunakan engine dari Ford dan General Motor untuk menggarap engine yang bisa dikendalikan secara elektrik – kendati penerapannya baru terjadi di Indonesia baru-baru ini, tapi ternyata wacana untuk membangun Electric Vehicle (EV) sudah ada dari tahun 1990-an ya!

Baca Juga: Palembang Dapat Bantuan Mobil Listrik Hidrogen, Ini Dia Bedanya dengan Mobil Listrik Biasa!

Proyek pengembangan Maleo semakin santer terdengar, terlebih ketika proyek ini sudah mendapatkan ‘restu’ dari Komisi X DPR RI. BJ Habibie yang terkenal memiliki otak sangat encer ini terus mengembangkan proyek mobil nasional ini, sampai-sampai ia melakukan kajian iptek guna merealisasi hadirnya Maleo di jalanan.

Namun sayang, rezim orde baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto yang jatuh pada tahun 1998 pun turut menenggelamkan hasrat BJ Habibie untuk membawa Maleo mengaspal di Bumi Pertiwi. Sempat juga tersiar kabar bahwa dana yang harusnya dialirkan untuk pengembangan mobil Maleo ini tersedot oleh proyek mobil nasional Timor yang tengah dikembangkan oleh anak bungsu dari Presiden Soeharto, Tommy Soeharto.

 

 

 

Terbang 4 Jam 45 Menit Hanya dengan Satu Mesin, Airbus A330-900 Raih Sertifikasi ETOPS

Raksasa manufaktur kedirgantaraan asal Eropa, Airbus baru saja mendapatkan sertifikasi Extended-range Twin-engine Operational Performance Standards (ETOPS) untuk armada A330-900-nya. Sertifikasi ETOPS 285min ini sendiri diperoleh Airbus dari European Aviation Safety Agency (EASA), dimana memungkinkan armada A330-900 mengudara selama empat jam 45 menit (285 menit) hanya dengan menggunakan satu mesin saja. Ini merupakan skema tanggap darurat semisal A330-900 mengalami kerusakan mesin.

Baca Juga: ETOPS – Sertifikasi Darurat Pesawat Twin Engine Agar Layak Mengudara dengan Satu Mesin

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman australianaviation.com.au (5/2/2019), sebelumnya, Airbus menggunakan ETOPS 180min untuk armada A330-nya, namun kini diperpanjang hingga 285min dengan pertimbangan, “penerbangan tak terbatas,”

“Sementara itu, operator yang terbang pada rute yang ada (saat ini diterbangkan oleh armada ETOPS 180min) akan dapat melintasi jalur yang lebih lurus, lebih cepat dan lebih efisien bahan bakar, dan juga memiliki akses ke lebih banyak – dan mungkin armada dapat dilengkapi dengan perlengkapan yang lebih baik,” lanjut pihak Airbus.

Lalu, siapakah maskapai yang beruntung mendapatkan armada A330-900 yang sudah tersertifikasi ETOPS 285min perdana ini? Bukanlah nama maskapai besar yang muncul, melainkan flag carrier Portugal, TAP Air Portugal. Ya, TAP Air Portugal menjadi maskapai pertama yang menerima pengiriman keluarga pesawat A330neo setelah menerima A330-900 CS-TUB di markas Airbus di Toulouse pada akhir November kemarin.

Maskapai ini diketahui memiliki jumlah pesanan armada A330-900 sebanyak 21 armada, dengan konfigurasi 34 kursi kelas bisnis, 96 kursi ekonomi plus dan 168 kursi kelas ekonomi dengan total 298 kursi.

Baca Juga: Kreatif! Pilot ini Sulap Bangkai Airbus A330 Menjadi Sebuah Museum

Diluncurkan di Farnborough Airshow pada tahun 2014, A330neo ditenagai oleh mesin baru Rolls-Royce Trent 7000 dan memiliki sayap yang lebih besar dengan ujung sayap “Sharklet” untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Pesawat untuk rute jarak jauh ini dapat menjangkau 13.334 km.

Selain itu, A330neo juga menerapkan konsep kabin AirSpace by Airbus, dimana pihak manufaktur menampilkan bagasi kabin, kursi, dan lorong yang lebih luas dari seri sebelumnya. Pun dengan tata pencahayaan yang baru, hingga penggunaan kolong bangku depan sebagai foot-rest penumpang.

 

Airbus Duga Cina Jadi Dalang di Balik Insiden Serangan Cyber

Tentu Anda masih ingat dengan insiden penyerangan cyber yang dilakukan oleh hacker terhadap raksasa manufaktur yang bermarkas di Leiden, Belanda, Airbus. Nah, baru-baru ini tersiar kabar bahwa yang menjadi dalang dari aksi peretasan sistem informasi Bisnis Pesawat Komersial Airbus adalah hacker asal Negeri Tirai Bambu, Cina. Kendati belum terbukti kebenarannya, namun sejumlah pihak telah mengerucutkan tuduhannya tersebut.

Baca Juga: Gawat! Akses Data Divisi Pesawat Komersial Airbus Berhasil Diretas

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman mirror.co.uk (5/2/2019), pihak Airbus sendiri hingga saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mencari tahu siapa dalang di balik insiden serangan cyber ini, dan untuk memahami modus operandi dari hacker ini.

“Kami tengah menyelidiki apakah ada data spesifik yang ditargetkan oleh si hacker,” tutur salah satu juru bicara dari Airbus.

“Kami juga tidak bisa memungkiri bahwa hacker ini telah memperoleh akses ke beberapa data pribadi, terutama kontak para profesional dan rincian indentifikasi TI,” lanjutnya.

Kendati begitu, pihak Airbus masih berpegangan bahwa insiden serangan cyber ini tidak berdampak pada kegiatan komersialnya. Menanggapi insiden ini, pihak Airbus mengumumkan akan memperkuat langkah-langkah keamanan yang ada.

Sementara itu, menurut media asal Perancis yang diketahui dekat dengan Airbus, Challenges, para hacker ini yang beroperasi di Cina ini merupakan orang-orang yang menargetkan sistem informasi milik Airbus. Muncul juga spekulasi bahwa kelompok peretas APT10 lah yang ada di balik aksi peretasan ini.

Upaya peretasan diyakini sebagai salah satu upaya untuk mencoba dan mendapatkan akses ke dokumen teknis yang berkaitan dengan pesawat Eropa.

“Pola serangannya sangat dekat dengan kelompok APT10, atau mungkin bahkan lebih kompleks dan canggih daripada apa yang kami amati sejauh ini,” tutur pihak Airbus.

Baca Juga: CRAIC CR929, Kolaborasi Rusia dan Cina di Pasar Pesawat Wide-Body

Dengan dibongkarnya hipotesa dari insiden serangan cyber terhadap pihak Airbus, dimana nama Cina disudutkan oleh sejumlah pihak, maka tidak menutup kemungkinan juga jika insiden ini akan berdampak pada program kerja sama yang terjalin antara pihak Cina dan Rusia dalam pengembangan pesawat CRAIC CR929.

Atau lebih parahnya lagi, mungkinkah Cina meniru konsep pesawat wide-body yang dibangun oleh Airbus?

Menjijikan, Ada Kecoa di Makanan ‘Bersegel’ Pada Penerbangan Full Service Air India

Penerbangan layanan penuh, biasanya memberikan makanan bagi penumpangnya baik itu jarak dekat maupun jauh. Biasanya gizi dan rasa sudah memiliki standar yang cukup untuk ditawarkan dalam sebuah penerbangan. Tetapi, bagaimana bila dalam makanan tersebut terselip seekor kecoa dalam keadaan utuh?

Baca juga: Mau Sarapan Nikmat di Kereta, Tak Tahunya Ada Cacing di Paket Makanan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (5/2/2019), ternyata seorang penumpang bernama Rohit Raj Singh Chauhan mengatakan, dia menemukan kecoa di makanannya dalam penerbangan Air India 634 pada 2 Februari 2019 kemarin.

“Saya memberi tahu kru Air India, tetapi mereka mengabaikan saya. Karena anggota kru tidak mendengarkan, saya mengembalikannya kepada mereka. Aku bahkan menolak makanan mereka untuk orang lain, tetapi tidak berhasil,” ujar Rohit.

Tak hanya itu, gambar-gambar makanan yang menampilkan seekor kecoa tersebut kemudian menjadi viral setelah disebar melalui Twitter. Penumpang bernama Manoj Khandekar memberi caption atas foto tersebut, “Kecoa dalam makanan disajikan di Air India #Bhopal #Mumbai”.

Gambar terlihat jelas menunjukkan seekor kecoa utuh dan diangkat keluar dari tempat makanan. Bila sebelum di angkat, kecoa tersebut tidak terlihat dengan jelas karena tertutup makanan matang. Karena insiden kecoa dalam makanan tersebut, untungnya awak kabin maskapai langsung meminta maaf pada penumpang karena kejadian tersebut dan mengeluarkan pernyataannya di media sosial.

“Dengan tulus meminta maaf atas kejadian di mana penumpang kami yang berharga memiliki pengalaman yang mengecewakan dengan makanan yang disajikan pada penerbangan Bhopal-Mumbai,” katanya.

Sebenarnya sebelum insiden tersebut, Air India juga selalu berusaha untuk memastikan penumpang menikmati layanan yang diberikan. Mereka telah mencatat dengan serius insiden tersebut dan segera mengeluarkan pemberitahuan yang kuat kepada katering terkait.

“Air India memiliki kebijakan nol toleransi dalam hal ini dan telah memulai tindakan korektif secara internal,” ujarnya.

Baca juga: Maskapai di India Wajib Hadirkan Tabel Gizi di Baki Makanan

Kisah itu menyusul sebuah insiden bulan lalu ketika seorang penumpang Emirates berbagi foto-foto sandwich ayam dan keju yang sangat mengecewakan, yang nyaris tidak ada ayam di dalamnya. Tak hanya itu seorang penumpang yang membayar US$9 untuk mendapatkan sandwich di penerbangan Jetstar juga harus kecewa dimana Deli sandwich trio yang dipesannya hanya berisi margarin dan satu lembar daun selada.

Jelang Operasional Penuh, MRT Jakarta Perkenalkan ‘Kartu Jelajah’ untuk Transaksi

Pada akhir Maret 2019, MRT Jakarta dijadwalkan mulai operasi penuh. Serangkaian uji coba penuh telah dilakukan untuk memantapkan layanan kereta komuter bawah tanah pertama di Indonesia ini. Nah, sebagian dari Anda mungkin bertanya, bagaimana cara pembayaran saat naik MRT Jakarta?

Baca juga: Awak Media Coba MRT Jakarta, Perjalanan Terlambat 10 Menit dan Tiba Tepat Waktu di Stasiun Akhir

Selain nantinya dapat menggunakan kartu tap seperti e-money, PT MRT Jakarta juga menghadirkan kartu khusus, seperti halnya PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang merilis kartu multi trip dan kartu sekali jalan.

Kartu yang akan digunakan MRT Jakarta bernama Kartu Jelajah, yakni kartu dengan uang elektronik yang bisa digunakan disemua stasiun MRT. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin mengatakan, untuk ‘menemani’ Kartu Jelajah, kartu uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank juga bisa digunakan penumpang nantinya.

“Kami masih menunggu persetujuan dari Bank Indonesia,” ujar Kamaludin yang dikutip KabarPenumpang.com dari thejakartapost.com (4/2/2019).

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, nantinya pada 12 Maret 2019 uji coba secara penuh yang bisa dirasakan masyarakat akan ada penggunaan Kartu Jelajah secara resmi.

“Kita akan uji coba untuk masyarakat yang sudah mendaftar di website MRT Jakarta dengan kartu. Tapi ini kartu sementara, sebelum kartu yang akan digunakan setelah MRT beroperasi pada akhir Maret 2019 ini,” ujar William.

Kamaludin menambahkan, setiap masyarakat yang akan mengikuti uji coba kereta MRT tidak semuanya melalui Bundaran HI, melainkan akan naik dari setiap stasiun MRT.

“Masyarakat yang akan ikut uji coba nantinya akan dibagi-bagi sesuai daerah terdekat mereka yakni di semua stasiun. Sehingga tidak hanya naik dari Bundaran HI saja. Kita lakukan ini juga untuk uji coba fasilitas di semua stasiun,” kata dia.

Ada 13 stasiun MRT Jakarta akan mulai beroperasi pada Maret 2019 mendatang. Saat ini jalur sepanjang 16 km tersebut sudah dilakukan uji coba selama 24 penuh oleh kereta MRT dengan otomatis. Uji coba dengan operasional emergency akan mulai pada 27 Februari 2019 hingga 11 Maret 2019.

Dalam uji coba tersebut akan melibatkan pemadam kebakaran dan petugas serta karyawan gedung sekitaran stasiun MRT Jakarta. Sementara itu, pembangunan MRT tahap kedua harus ditunda, menunggu persetujuan dari Sekretariat Negara Fase kedua, menghubungkan lingkaran lalu lintas Hotel Indonesia ke Stasiun Kota di Jakarta Barat, telah didorong mundur dari rencana awal untuk mulai bekerja pada Desember 2018.

Baca juga: MRT Jakarta Buka Naming Right Tahap 2, Semua Perusahaan Indonesia Bisa Ambil Bagian

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, keterlambatan persetujuan Sekretariat Negara terkait dengan masalah tata guna lahan terkait wilayah Medan Merdeka di Jakarta Pusat. Manajemen juga mempertimbangkan apakah akan menawarkan mobil penumpang khusus wanita di MRT.

Ernest Junction, Bekas Terowongan Kereta yang Kondang Jadi Obyek Grafiti

Terowongan kereta api tua tak hanya ada di Indonesia, di Australia tepatnya di Gold Coast juga ada satu terowongan tua yang sudah dibangun sejak tahun 1888. Terowongan kereta api ini bernama Ernest Junction di Molendinar yang merupakan sisa kejayaan kereta South Coast yang menghubungkan antara Brisbane dan Gold Coast hingga 1964.

Baca juga: Hanya Cerita yang Tersisa dari Terowongan KA Wilhelmina di Pangandaran

Kini, terowongan tersebut sering dikunjungi oleh para bikers dan kelompok klandestin Gold Coast, kemudian dirapikan oleh penduduk serta seniman tempat untuk menjadi lebih baik lagi. Dirangkum KabarPenumpang.com dari abc.net.au, Judith deBoer mengatakan, dirinya pernah melewati terowongan tersebut dimasa mudanya.

“Saya biasanya naik kereta api dari Brisbane ke Southport pada waktu Natal untuk mengunjungi bibiku dan saya menyadari itu melalui terowongan ini,” kata dia.

Hingga lima tahun lalu Judith dan sang suami Ted, mencari lokasi untuk konser musik dan membayangkan terowongan untuk tempatya. Kemudian dirinya menuju ke Ernest Junction dan saat itu, terowongan sepanjang 110 meter tersebut di kedua pintu masuk sudah ditumbuhi rumput-rumput luar.

Bagian dalamnya digenangi lumpur semata kaki, banyak kaleng cat semprot bekas dan sampah yang berserakan. Keduanya kemudian ke bagian cagar budaya dan meminta bantuan masyarakat untuk membersihkan terowongan tersebut.

Setiap minggu mereka memotong rumput, membersihkan sampah dan kini terowongan tersebut menjadi aset bagi beragam komunitas. Dimana kini dinding terowongan sudah penuh dengan coretan hasil lukisan semprot dengan pesan yang baik dan terowongan tetap bersih.

“Kami tidak menyebut karya mereka sebagai grafiti dan itu satu-satunya tempat di Gold Coast, atau saya pikir di Queensland tenggara, di mana mereka benar-benar dapat membuat dan tidak mendapat masalah. Semua usaha kreatif dipersilakan. Banyak syuting, hal-hal indah terjadi di sini,” kata Judith.

Bahkan seorang fotografer Ness Stretton yang dulunya menaiki motorcross untuk melewati terowongan di masa mudanya, kini menggunakan Ernest Junction sebagai latar belakang fotografinya

“Anda dapat melakukan hal-hal di siang hari yang biasanya hanya bisa Anda lakukan di malam hari seperti pemintalan wol baja,” kata Ness.

Bahkan universitas menggunakan untuk latihan membuat film dan banyak fotografer independen membawa model ke tempat itu untuk pemotretan. Diketahui, jalur kereta api yang satu ini pernah digunakan kereta South Coast untuk mengangkut penumpang dan barang dan ditutup tahun 1964 lalu.

Peter Jones seorang sejarawan mengatakan, terowongan ini adalah salah satu sisa jalur kereta api dan Stasiun Nerang ada di museum Mudgeeraba. Dia mengatakan jalur kereta terputus karena berat kereta terus meningkat dan duluar dari rekayasa pembuatan rel.

Terowongan tersebut telah ditempatkan di Gold Coast Heritage Register, tetapi Judith deBoer, dan sekelompok penduduk setempat yang berkomitmen, sekarang menginginkannya ditempatkan pada Daftar Warisan Budaya Queensland untuk memberikan lapisan perlindungan lain dari pengembangan di masa depan di Molendinar. Anggota Dewan Divisi, Dawn Crichlow, mengatakan terowongan itu memiliki dua pemilik dan diperlukan kesepakatan.

Baca juga: “Terowongan Cinta” di Ukraina, Salah Satu Jalurnya Menuju Pangakalan Militer Rahasia

“Kami punya masalah sebelumnya karena setengah dimiliki oleh dewan dan setengah dimiliki oleh negara. Sekarang negara dengan senang hati menyerahkannya kepada dewan dan dewan telah mendukung ke Daftar Warisan Budaya. Aku merasa sangat percaya diri,” ujar Dawn.

Friends of the Ernest Junction Tunnel berharap terowongan itu akan ditambahkan ke Daftar Warisan Queensland pada pertengahan 2019.

Tidur Selonjoran di Kelas Ekonomi Jarak Jauh, Garuda Indonesia Tawarkan Economy Sleeping Comfort

Penerbangan langsung jarak jauh Jakarta – London kini menjadi kebanggan bagi maskapai nasional Garuda Indonesia, dengan armada Boeing 777-300ER (Extended Range), penerbangan Jakarta – London dapat ditempuh dalam 16 jam 45 menit. Untuk melayani rute jarak jauh tersebut, Garuda Indonesia menawarkan kursi di kelas bisnis dan kelas ekonomi.

Baca juga: 22 Januari 2019, Garuda Indonesia Terbang Langsung ‘One Way’ dari London ke Denpasar

Di kelas bisnis berkapasitas 26 kursi, sementara kapasitas di kelas ekonomi dengan 367 kursi. Yang menjadi tantangan saat ini adalah, tingkat kerisian dalam penerbangan 3x seminggu ini, load factor harus memadai agar didapat keuntungan dalam penerbangan yang tanpa transit ini.

Nah, guna memaksimalkan tingkat keterisian kursi, sekaligus juga menawarkan kenyamanan ‘lebih’ bagi penumpang di kelas ekonomi, Garuda Indonesia baru-baru ini membuat terobosan dengan menghadirkan inovasi layanan baru yang disebut ESCort (Economy Sleeping Comfort) dan Premium untuk rute Jakarta-London serta Bali-London. Apa saja sih yang didapat dengan memilih dua kelas ini?

Layanan ESCort dihadirkan untuk penumpang dengan pengalaman yang lebih nyaman selama penerbangan jarak jauh. Dimana penumpang bisa berbaring di satu baris kursi (terdiri dari 3 kursi) kelas ekonomi yang ditambahkan dengan kasur matras, bantal dan selimut yang dipilih secara khusus.

Tak hanya itu, penumpang juga diberikan bagasi gratis hingga 40 kg, pelayanan yang didapat pun setara kelas bisnis yakni makanan, perlengkapan, penanganan bagasi, voucher WiFi senilai US$5 atau Rp696 ribu. Kemudian juga akan mendapat miles khusus sebanyak 200 persen dari yang biasanya didapat di kelas-kelas lainnya.

Sedangkan untuk layanan Premium penumpang tetap duduk di kelas ekonomi, namun ruang kursi lebih luas. Untuk ukuran berat barang bagasi, pelayanan dan lainnya juga hampir sama dengan kelas ESCort. Tetapi yang berbeda adalah miles yang didapat yakni 150 persen.

“Pelayanan yang mulai dihadirkan pada Selasa (5/2/2019) merupakan layanan baru dan merupakan terobosan bagi maskapai dserta bagian dari upaya untuk memenuhi permintaan pelanggan sambil tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat di antara perusahaan penerbangan,” kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan mengatakan yang dikutip dari thejakartapost.com (5/2/2019).

Baca juga: Mulai 13 Desember, Garuda Indonesia (Kembali) Buka Penerbangan Langsung Jakarta-London

Ikhsan mengatakan, Garuda akan terus menjadi kreatif dan inovatif dalam merebut pasar terutama untuk rute London. Layanan telah tersedia untuk pemesanan melalui semua saluran langsung maskapai, termasuk situs web, aplikasi seluler dan call center, sejak 26 Januari dengan sekitar 24 kursi yang tersedia untuk ESCort dengan harga Rp28 juta (U$2.001) ke atas, dan 30 kursi tersedia untuk ekonomi Premium, dengan harga mulai dari Rp21 juta.

Namun, beberapa netizen justru mempertanyakan aspek safety pada tiga kursi yang disatukan sebagai ‘tempat tidur,’ meski penumpang diberi alas berupa matras, tapi bagaimana dengan safety belt-nya? Sebab meski dalam posisi tidur safety belt dianjurkan tetap harus dipasang untuk mengantisipasi dampak turbulensi yang bisa datang sewaktu-waktu.

TransMilenio, BRT dari Bogota yang Menjadi Benchmark TransJakarta

TransMilenio merupakan desain yang dicontoh oleh TransJakarta yang kini berseliweran meluncur di jalanan Ibu Kota Jakarta. Bus Rapid Transit (BRT) yang sukses di Bogota Kolombia ini hingga Juni 2007 lalu melayani delapan jalur yakni Av. Caracas, Calle 80. Av. Autopista Norte, Av. Jiménez, NQS (“Norte Quito Sur”), Calle 13, Av. de las Américas, dan Av. Suba.

Baca juga: Yuk Mampir di Halte Karet, TransJakarta Siapkan Mushola Untuk Calon Penumpang

Dirangkum KabarPenumpang.com dari Wikipedia, TransMilenio meluncur di Bogota sejak Desember 2000 dan terbagi atas tujuh fase. Dimana fase ke 3 pada Agustus 2007 dengan koridor 10 dan Av. El Dorado masih harus dikontrak.

TransMilenio sendiri punya halte unik yang berada di tengah jalan utama, yang di kemudian hari diikuti oleh desain halte TransJakarta. Dimana penumpang naik ke halte dengan membayar karcis kemudian menunggu kedatangan bus yang mana pintu kaca akan terbuka saat bus tiba.

Bus yang digunakan TransMilenio menggunakan mesin diesel yang dibeli dari pabrik perusahaan Kolombia-Brasil Marcopolo-Superior, Jerman (Mercedes Benz) dan yang berbasis di Skandinavia seperti Volvo serta Scania. Agustus 2007, TransMilenio kini memiliki 1.027 armada bus dan tarif sekali menggunakan BRT ini 1400 peso atau US$0,70.

(Wikipedia)

Tak hanya itu pada tahun 2007, BRT ini sudah menggunakan kartu yang tinggal di scan untuk pembayaran bernama Mifare. Saat peluncuran perdana kartu pembayaran ini ada masalah dan bisa diatasi dengan baik sehingga sistem pembayaran berjalan dengan baik.

Seperti halnya TransJakarta yang memiliki bus pengumpan (feeder), maka TransMilenio juga memiliki bus pengumpan berwarna hijau, sedangkan TransMilenio berwarna merah dan tidak ada biaya tambahan untuk menggunakan bus tersebut. Meski halte bus TransMilenio ini mudah diakses dan memiliki jalur pejalan kaki, tetapi jalur untuk difabel tidak ada. Bahkan tahun 2004 lalu sudah ada aturan untuk memberikan kemudahan bagi difabel tetapi belum terlaksana.

Pada Mei 2006, jalur TransMilenio berubah drastis dengan penambahan beberapa bagian. Dimana rutenya menerapkan kombinasi nomor dan huruf untuk penamaannya dan mengatasi kurangnya informasi. TransMilenio memberikan petunjuk interaktif yang meliputi rute, halte, jalur terdekat dan kombinasi rute.

Ada 26 rute dari pusat kota ke bandara sisi barat dan sepuluh koridor dari pusat kota ke selatan. Sencillas, merupakan halte layanan lokal, terletak setiap 500 meter. De transferencia (Transfer), tempat berpindah jalur dalam suatu terowongan.

Sin intercambio (Non transfer), bukan tempat transfer dari jalur utara-selatan ke jalur selatan-utara, terletak di sepanjang Autopista Norte. Intermedias (Penghubung), layanan meliputi pengumpan dan jalur utama dan Cabecera (Portal), dekat pintu masuk kota.

Baca juga: 15 Tahun Beroperasi, TransJakarta Targetkan 236 Rute di Akhir Tahun 2019

Sebagai tambahan bagi pengumpan dan bus gandeng, bus antarkota dari area metropolitan juga tiba di stasiun ini. Semua stasiun memiliki papan elektronik yang memberi jadwal kedatangan bus dan peta sistem. Terdapat juga stasiun yang memberikan layanan pendamping bagi penumpang. TransMilenio memiliki 114 halte yang tersebar di berbagai area kota

Bayi Macan Tutul Lemas Setelah Disembunyikan di Dalam Tas Bagasi Kargo

Membawa hewan piaraan ke dalam penerbangan mungkin diperbolehkan oleh beberapa maskapai. Biasanya hewan piaraan maupun hewan pembantu penghilang trauma ini memiliki izin dari pihak maskapai dan otoritas bandara. Tetapi apa jadinya jika yang dibawa adalah satwa liar dan merupakan yang dilindungi?

Baca juga: Nekad! Penumpang Paruh Baya Selundupkan Tikus “Gerbil” di Dalam Rok

Baru-baru ini, di India ditemukan seekor anak macan tutul berusia satu bulan yang disembunyikan dalam tas penumpang di penerbangan internasional dari Thailand ke India. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman abc.net.au (3/2/2019), anak macan tutul betina tersebut ditemukan di Bandara Chennai oleh petugas keamanan yang bertindak karena mendapat informasi.

Awal penangkapannya yakni saat seorang pria berjalan dengan mencurigakan. Kemudian terdengar suara samar-samar asalnya dari dalam tas yang baru diambil di claim bagasi kargo Bandara Chennai. Tas tersebut diperiksa petugas dan ditemukan sebuah keranjang plastik berwarna merah muda dengan seekor anak macan tutul di dalamnya. Anak macan tutul seberat 1,1 kg tersebut memperdengarkan suara gemetar dan tampak sangat lemah.

“Petugas bea cukai yang menemukan anak macan tutul tersebut kemudian memberikan satu botol susu kepada para petugas yang menangani satwa liar tersebut hingga petugas Biro Pengendalian Kejahatan Margasatwa tiba,” ujar Komisaris Bea Cukai Bandara Chennai Rajan Chaundhary.

Bayi satwa liar dan pria berusia 45 tahun tersebut diserahkan kepada Departemen Kehutanan Tamin Nadu untuk ditindak lebih lanjut lagi. Chaundhary mengatakan anak maca tutul itu akan diamankan dan dikarantina kembali di Taman Zoologi Aringa Anna setelah mengalami masa yang berat.

Saat ini pihak berwenang tengah menyelidiki penumpang yang membawa anak macan tutul tersebut, apakah penumpang itu merupakan bagian dari jaringan penyelundupan internasional. Diketahui, kejahatan terhadap satwa liar telah marak dan bertumbuh menjadi area signifikan dari kejahatan transnasional terorganisir.

Baca juga: Selundupkan Bayi Boa, Seorang Penumpang Terancam Pidana Denda!

Nilai penjualan dari penyelundupan tersebut ditaksir bernilai hingga Rp29 miliar per tahun di seluruh dunia dan pihak berwenang di Thailand telah berupaya untuk menindak perdagangan tersebut.