Di Hari Valentine, Andien dan Tompi Bakal Tampil Live di Garuda Indonesia Rute Jakarta-Denpasar

Setelah pada 9 Januari lalu penyanyi Abdul melantunkan dua lagu secara akustik di ketinggian 35 ribu kaki. Rencananya dalam memeriahkan momen Valentine pada 14 Februari 2019, Garuda Indonesia akan kembali menggelar GIAcoustic. Mengusung tema “Love is in The Air,” Garuda Indonesia menghadirkan penyanyi Andien dan Tompi pada pesawat rute Jakarta – Denpasar nomor penerbangan GA 4182 yang berangkat pada pukul 12.35 WIB.

Baca juga: Abdul “Indonesian Idol” Tampil Live di Ketinggian 35 Ribu Kaki

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dalam siaran pers mengungkapkan, “Sejalan dengan animo masyarakat yang tinggi atas gelaran GIAcoustic ini, maka Garuda Indonesia pada momen hari valentine mendatang kembali menghadirkan hiburan live music acoustic yang kali ini dimeriahkan oleh Andien dan Tompi”.

“Hadirnya Andien dan Tompi dalam pagelaran GIAcoustic ini tentunya kami harapkan dapat menghadirkan nuansa berbeda khususnya bagi pengguna jasa yang ingin menikmati momen hari valentine di pesawat melalui lantunan music acoustic lagu-lagu kenamaan karya Andien dan Tompi” tambah Ari.

“Sejumlah penyempurnaan konsep gelaran GIAcoustic ini telah kami lakukan untuk memastikan aspek kenyamanan penumpang tetap terjaga, baik dari fitur teknologi penunjang hingga konsep performance yang lebih interaktif” jelas Ari.

Hadirnya GIAcoustic ini merupakan komitmen berkelanjutan maskapai dalam menghadirkan “The New Flight Experience” kepada pengguna jasa yang sekaligus memberikan nilai tambah tersendiri kepada pengguna jasa ketika menggunakan layanan penerbangan Garuda Indonesia sebagai maskapai full service.

Baca juga: Ternyata, Mendengarkan Musik Memiliki Banyak Manfaat Selama Perjalanan

Adapun layanan live music akustik tersebut telah melalui serangkaian assesment dalam memastikan aspek safety dan security yang tetap terjaga. Hal tersebut sejalan dengan komitmen maskapai dalam menghadirkan upaya peningkatan layanan yang sejalan dengan aspek ketaatan regulasi dan safety.

Startup Indonesia Tawarkan Promo Tour Melihat Peluncuran Roket Soyuz MS-12

Promo wisata ke luar negeri sudah jamak di dengar sehari-hari, mulai dari promo wisata ke Asia, Eropa, Amerika dan Timur Tengah, menjadi andalan biro-biro perjalanan untuk memikat hati pelanggan. Namun, kali ini ada promo wisata ke luar negeri yang tidak biasa, yaitu berupa tawaran paket wisata ke Rusia untuk melihat langsung proses peluncuran roket antariksa berawak Soyuz MS-12 di Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan.

Baca juga: Pratiwi Pujilestari Sudarmono – Calon Astronot Pertama Indonesia yang Terpaksa Mengubur Asanya Ke Luar Angkasa

Soyuz MS-12 sendiri merupakan roket yang dikirim ke ruang angkasa untuk memasok logistik untuk kebutuhan stasiun ruang angkasa International Space Station (ISS). Sang penggagas dan pelaksana promo unik ini adalah Antarexxa, perusahaan startup asal Indonesia yang fokus pada edukasi luar angkasa. Dan promo wisata ini pun diberi label “Promo Tour: Introduction to Russian Space Industry.”

Karena jadwal peluncuran terbilang ketat, maka kesematan ikutan promo ini pun terbatas, waktunya telah ditetapkan, yaitu berangkat dari Jakarta pada 6 Maret dan pulang 15 Maret 2019 dari Moskow, Rusia. Dikutip dari laman Instagram, paket perjalanan selama 9 hari ini mencakup kunjungan ke Russian Space Industry selama 3 hari di Moskow, kemudian 6 hari di Baikonur.

Baca juga: Virgin Galactic Sukses Terbangkan (Kembali) Pesawat Bertenaga Roketnya ke Antariksa

Biaya yang dipatok untuk bisa menikmati paket ‘luar angkasa’ ini mulai US$3.400 khusus untuk warga Indonesia. Selain menyuguhkan momen peluncuran roket, promo wisata ini juga diisi dengan kunjungan ke museum antariksa dan melihat langsung aktivitas kosmonot di Baikonur. Lepas dari jadwal perjalanan di Maret, Antarexxa juga menyiapkan paket tour antariksa di 6 Juli dan 25 September 2019.

Dua Pesawat ATR Garuda Kini Resmi Jadi “Milik” Citilink

Citilink menerima transferan sebanyak dua pesawat ATR72-212 dari PT Garuda Indonesia. Kedua pesawat ATR yang ditransfer tersebut melalui mekanisme sub-sublease atau menyewakan.

Baca juga: Angkut Petugas dan Bantuan Kemanusiaan, Garuda Indonesia Terbangkan ATR-72 600 Ke Palu

Gerry Soedjatman, Sekretaris Jaringan Penerbangan Garuda Indonesia mengatakan, pesawat jenis ATR lebih ideal dan tepat bila dioperasikan oleh maskapai dengan layanan minimun atau no frills. Sebab bila digunakan pada maskapai layanan penuh atau full service, akan membuat biaya tambahan.

“Kedua maskapai tersebut memiliki perbedaan struktur biaya dan pendapatan. Additional services akan mengakibatkan additional costs, dan itu sangat memudahkan terjadinya cost overrun untuk pengoperasian pesawat sekelas ATR,” kata Gerry.

Menurutnya, dengan cara transfer pesawat ATR ke Citilink cukup efektif jika dioperasikan dan berharap ATR lain yang digunakan Garuda Explore dilakukan spin-off menjadi maskapai sendiri atau dialihkan keselurahannya ke Citilink. Diketahui pada 11 Desember 2018 kemarin, kedua perusahaan penerbangan tersebut menandatangani perjanjian sub sewa lanjutan terkait ATR72-212 A MSN 1422 dan MSN 1438.

Awal pelaksanaan sub sewa ini sendiri lanjutan dari pesawat yang ditandai dengan penandatanganan sertifikat penerimaan oleh Citilink pada 29 Januari 2019 kemarin. Sehingga pada hari yang sama juga pesawat akan mulai dioperasikan oleh Citilink.

“Transfer armada ini diproyeksikan dapat memperbaiki kinerja operasional Perseroan secara keseluruhan dengan melakukan optimalisasi terhadap armada yang masih dimiliki oleh perseroan,” ujar Pjs VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia, M.Ikhsan Rosan yang dikutip KabarPenumpang.com dari liputan6.com.

Dengan adanya pentransferan dua armada ATR tersebut, Citilink juga harus memikirkan para pilot dan kru Garuda yang mengoperasikannya. Dikarenakan, biasanya perpindahan pesawat sendiri juga diikuti oleh kru penerbangan tersebut. Gerry menambahkan, pilot senior yang sudah lama mengabdi di Garuda belum tentu bersedia untuk berpindah ke Citilink.

Baca juga: Wings Air Resmi Buka Rute Makassar – Maumere – Labuan Bajo dengan ATR-72

“Harus dilihat lagi kontrak kerja dan peraturan kerja bersamanya,” ujarnya. Kedua pesawat tersebut merupakan tahap awal dari total 16 unit ATR 72-600 milik induk usahanya yang akan dialihoperasikan.

Klarifikasi INACA, “Harga Avtur Tidak Berpengaruh Langsung Pada Tingginya Harga Tiket Pesawat”

Selain penghapusan fasilitas free baggage allowance pada maskapai berbiaya rendah (Low Cost Carrier), dunia penerbangan komersial di Tanah Air belakangan juga tengah dihadapkan pada naiknya harga tiket pesawat secara umum. Tekanan dari harga tiket pesawat dan penguragan fasilitas pada bagasi, sedikit banyak mulai berdampak pada demand penumpang.

Baca juga: Kenali Dua Jenis Bahan Bakar Pesawat Yuk!

Ketua Ketua Indonesia Nasional Air Carrier Asociation (INACA) Ari Askhara, di situs kompas.com (15/1/2019) pernah menyebut bahwa tingginya harga avtur jadi faktor utama para maskapai menaikan harga tiketnya. “Biaya pengeluaran sebuah maskapai didominasi untuk pembelian bahan bakar. Komposisinya itu untuk fuel itu 40 sampai 45 persen di biaya operasional kita,” ujar Ari yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia.

Ari menambahkan, selain avtur komposisi terbesarnya adalah biaya leasing pesawat. Setelah itu, ada biaya perawatan pesawat dan gaji pegawai. “Struktur cost, itu banyak variabel, itu tergantung volatilitas kondisi market internasional karena pembayaran dalam bentuk dolar AS,” kata Ari. Ari menilai jika Pertamina bisa menurunkan harga avtur para maskapai juga bisa menurunkan harga tiket pesawatnya.

Dan atas isu yang berkembang, pihak INACA dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (4/2/2019), memberikan penjelasan dan klarifikasi atas kenaikan harga tiket pesawat tersebut. INACA memastikan bahwa pihaknya tidak pernah bermaksud untuk menyudutkan pihak-pihak tertentu.

Adapun keterangan yang disampaikan sepenuhnya bertujuan untuk memberikan edukasi dan penjelasan terhadap masyarakat atas kondisi perkembangan industri penerbangan nasional dewasa ini. “Mewakili seluruh anggota INACA, kami mohon maaf bila ada statemen dari INACA, atau anggota INACA lainnya yang menyampaikan tentang peningkatan harga tiket, dan dikaitkan dengan harga avtur sehingga hal tersebut menjadi polemik,” ujar Ari dalam siaran pers.

Ditambahkan, INACA memastikan bahwa harga avtur tidak secara langsung mengakibatkan harga tiket pesawat menjadi lebih mahal. Beban biaya operasional penerbangan lainnya seperti leasing pesawat, maintenance dan lain laln memang menjadi lebih tinggi ditengah meningkatnya nilai tukar dollar Amerika Serikat.

Baca juga: Ini Nih Yang Perlu Diketahui Seputar Tangki Bahan Bakar Pesawat!

Sebagai Lembaga nirlaba yang beranggotakan 34 maskapai penerbangan di Indonesia, INACA berkomitmen akan terus menjaga hubungan baik dengan semua pihak, baik relasi bisnis maupun relasi non bisnis. INACA akan terus membangun hubungan yang konstruktif dengan seluruh stakeholder untuk kesinambungan bisnis penerbangan dan untuk terus melayani masyarakat yang akan bepergian dengan pesawat terbang.

Singapore Airlines Luncurkan KrisLab, Laboratorium Ide Kreatif untuk Karyawan

Laboratorium inovasi digitalnya yang disebut KrisLab diluncurkan pada hari Selasa (29/1/2019) oleh Singapore Airlines. Laboratorium ini dihadirkan untuk memberikan karyawan ruang kerja kolaboratif untuk mengembangkan ide-ide kreatif.

Baca juga: Jadi “Penumpang Gelap,” Burung Myna Masuk Kabin A380 Singapore Airlines dan Ikut Terbang 12 Jam

Singapore Airlines mengatakan, para karyawan tersebut dapat mengajukan proposal dan diinformasikan dalam waktu lima hari kerja jika telah sampai pada tahap prototipe.

“Setelah ide disetujui, dana awal bersama dengan keahlian yang disediakan oleh tim lab inovasi digital disediakan untuk membantu mengembangkannya menjadi prototipe, sebelum pindah ke tahap implementasi,” ujar SIA yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (29/1/2019).

Hingga saat ini pihak SIA sendiri mengaku telah menerima 180 pengajuan dan sudah ada 50 diantaranya yang disetujui untuk maju ke tahap prototipe. Beberapa proyek termasuk aplikasi mobile dengan pewarnaan Augmanted Reality (AR) untuk anak-anak dan solusi pelacakan inventaris.

Adapun inovasi lain yang tengah dieksplorasi melibatkan penggunaan teknologi realitas virtual untuk memungkinkan perancangan atau mengubah konsep desain kabin masa depan dengan cepat.

“Faktanya, kami mendorong semua staf, dimana pun Anda berada, namun Anda pikir idenya bisa menyentuh, untuk mengirimkan ide karena kami pikir tidak ada ide yang terlalu kecil. Setiap ide berharga untuk dijelajahi,” ujar CEO SIA Goh Choon Phong.

Dia mengatakan, untuk mengembangkan idenya, para karyawan dapat bekerja dengan komunitas eksternal seperti perusahaan baru atau lembaga penelitian. Goh berharap ide-ide tersebut akan membantu SIA dalam semua aspek operasional maskapai, baik itu pelayanan pelanggan, pemeliharaan prediktif dan sumber daya manusia.

Diketahui, KrisLab sendri adalah bagian inovasi digital SIA yang sudah diluncurkan tahun lalu untuk membantu perusahaan menuju maskapai penerbangan digital terkemuka di dunia. SIA sejak saat itu sudah bekerja dalam empat bidang yakni pemeliharaan budaya digital dalam organisasi, memperbaiki infrastruktur IT, meningkatkan kemampuan pengiriman IT dan bermitra dengan komunitas eksternal dan industri.

Baca juga: Marak Penipuan ‘Bagi-Bagi’ Tiket Gratis, Singapore Airlines Himbau Pelanggan Lebih Waspada

Laboratorium ini dirancang oleh mahasiswa LASALLE College of the Arts melalui kompetisi desain, dan secara resmi diluncurkan oleh Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing.

Antisipasi Serangan Teror dan Bom Bunuh Diri di Stasiun, Singapura Gelar Simulasi Libatkan 120 Orang

Ada baku tembak dan ledakan bom di stasiun SMRT tampines West, Singapura pada Minggu (27/1/2019) kemarin tapi tak membuat panik penumpang. Sebab, ini bukanlah kejadiannya nyata melainkan adalah sebuah simulasi dari serangan teror yang melibatkan dua pria bersenjata dan seorang pembawa bom bunuh diri.

Baca juga: Setelah X-Ray, Kini Giliran Robot Patroli Hadir di Stasiun MRT Singapura

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (27/1/2019), simulasi ini sendiri disebut sebagai latihan Quicksand dan merupakan latihan kontingensi angkutan umum yang dilakukan oleh Singapore Police Force (SPF) yang dibantu oleh Angkatan Pertahanan Sipil Singapura, Otoritas Transportasi darat dan Transit SBS. Dalam simulasi ini melibatkan 120 orang dan pengamat dari agensi ikut andil dalam latihan tersebut.

Simulasi ini dimulai sekitar pukul 13.00 waktu Singapura dengan dua pria bersenjata dan seorang pembawa ransel besar memasuki stasiun MRT. Kemudian baku tembak terjadi saat pihak keamanan stasiun mencoba menahan pria bersenjata tersebut.

Tiga penumpang stasiun berlindung di dinding dan melaporkan serangan ke polisi melalui SMS ke 71999. Dalam simulasi satu penumpang ditembak dan dua lainnya melakukan pertolongan pertama kepada korban.

Kemudia pria ketiga yang menggunakan jaket membuntuti para pria bersenjata dan tiba di peron stasiun tanpa di sadarai. Dia meledakkan bom yang terpasang di rompinya, tetapi untungnya penumpnag sudah dievakuasi untuk meminimalisir korban.

Simulasi anti teror tersebut berlangsung selama 45 menit. Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Masagos Zulkufli yang ikut mengamati simulasi Quicksand mengatakan, hal ini penting untuk dilakukan baik dengan meminta lembaga kerja sama untuk menjalankan latihan seperti itu atau mengingatkan masyarakat bahwa serangan teror dapat terjadi kapanpun.

“Negara kita (Singapura-red) merupakan hadiah bagi setiap teroris untuk dibanggakan, kita rentan dan oleh karena itu harus dipersiapkan sebanyak mungkin. Bahkan dalam mencegah para pelaku seperti membentuk basis di Singapura untuk indoktrinasi dan pandangan ekstrem, kita harus melakukan yang terbaik,” kata Masagos.

Simulasi serangan teror ini merupakan bagian dari SGSecure, merupakan gerakan kesadaran terorisme nasional dan bertujuan untuk meningkatkan kesiapan keamanan dan tanggapan bersama antara Home Team, operator transportasi umum dan masyarakat melalui simulasi serangan teror di stasiun MRT. Komandan Komando Keamanan Transportasi Umum dan Asisten Komisaris Polisi Koh Wei Keong mengatakan hub transportasi umum memiliki lalu lintas manusia yang tinggi dan menjadi target teroris.

“Latihan ini menunjukkan bahwa ketika masyarakat dipersiapkan, dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan, itu dapat membantu menyelamatkan nyawa,” kata Keong. Area stasiun MRT di Singapura pernah diindikasikan sebagai sasaran terorisme berdasarkan informasi intelijen.

Baca juga: Tak Hanya Satu, Ada 4 Stasiun MRT Singapura yang Terkenal Angker

Polisi menyarankan bahwa dalam skenario serangan teror, masyarakat harus memasukkan informasi seperti jumlah penyerang, perincian seperti peralatan mereka dan seperti apa penampilan mereka, dan lokasi serangan, dalam SMS mereka kepada polisi.

Di Penerbangan Jarak Jauh, Qantas Canangkan Sensasi Bersepeda dan Relaksasi Lewat Virtual Reality

Maskapai asal Negeri Kangguru, Qantas Airways pada 28 Januari lalu mengatakan bahwa pelanggan meminta inovasi di dalam penerbangan seperti sepeda olahraga dan relaksasi via Virtual Reality (VR) untuk menghabiskan waktu penerbangan non-stop selama 20 jam dari Sydney ke London. Ya, memang penat rasanya jika harus menghabiskan waktu selama kurang lebih 20 jam di pesawat hanya dengan duduk saja – hal seperti ini akan membuat tubuh menjadi cepat lelah.

Baca Juga: Terima Airbus A350-900ULR, Singapore Airlines Siap Terbang ke New Jersey Non-Stop

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman the-japan-news.com (28/1/2019), menanggapi hal ini, pihak Qantas berencana untuk memesan pesawat jet Airbus SE A350 atau Boeing Co 777X, dimana kedua pesawat ini mampu mengoperasikan rute penerbangan komersial terpanjang di dunia pada akhir tahun 2019 mendatang – dengan layanan pertamanya yang dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2022.

Menurut Qantas, soal kesehatan dan kesejahteraan penumpang selama menempuh perjalanan 17 jam non-stop dari Perth ke London merupakan hal yang perlu diperhatikan secara lebih. Ini terlihat dari riset kelompok dan survei terhadap kepuasan pelanggan yang dilakukan oleh pihak maskapai. Berbagai macam saran diterima Qantas, termasuk penyediaan ruang untuk olahraga ringan selama penerbangan, penyediaan headset nirkabel untuk meminimalisir kebisingan, hingga penyediaan kafe yang menyajikan makanan dan minuman ringan, baik yang beralkohol maupun non-alkohol.

“Ya, pelanggan kami memiliki beberapa ide imajinatif yang luar biasa, dan itu semua merupakan tantangan yang menarik bagi kami, dan itu dapat membantu kami untuk berpikir out of the box,” ujar perancang industri Qantas, David Caon.

“Ini sedikit banyaknya akan berpengaruh terhadap pengalaman penumpang di masa yang akan datang,” tandasnya singkat.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Penumpang di Penerbangan Jarak Jauh, Singapore Airlines Gandeng Canyon Ranch

Berbeda dengan rival Qantas, Singapore Airlines yang lebih memilih untuk ‘mempekerjakan’ merek kesehatan, Canyon Ranch untuk meracik makanan sehat dan memandu para penumpang untuk melakukan latihan peregangan selama melakukan penerbangan jarak jauh non-stop. Adapun rute yang dilayani oleh flag carrier Singapura ini adalah Singapura – New York, dimana perjalanan tersebut memakan waktu selama kurang lebih 19 jam.

 

Kekurangan SDM, Perkeretaapian Jepang Siap Adopsi Sistem Robotika dan Kecerdasan Buatan

Ketika industri kereta api dihadapkan dengan masalah kekurangan sumber daya manusia, sebuah inovasi tengah diupayakan untuk mengeksplorasi cara-cara pengadopsian sistem robotika dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligent atau AI). Sebanyak tujuh penyedia layanan kereta api yang tergabung di dalam Japan Railways Group telah melihat bahwa penggabungan SDM dan sistem robotika ini dapat dimanfaatkan di sejumlah sektor, sebut saja sistem operasi kereta dan bagian pemeliharaan.

Baca Juga: Minimalisir Tenaga Manusia, Jepang Mulai Kembangkan Puluhan Robot di Stasiun

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman borneobulletin.com.bn (31/1/2019), langkah ini dianggap efisien mengingat adanya peningkatan dari segi jumlah penumpang, terutama di kota-kota besar. Tidak menunggu waktu lama, pada tanggal 7 Januari 2019 kemarin, pihak JR East langsung menguji coba armada kereta otonomnya dan uji coba tersebut bisa dibilang cukup berhasil. JR East merencanakan untuk memulai implementasi praktis dari kereta otonom ini pada tahun 2027 mendatang.

Selain tuntutan perkembangan jaman, alasan lain yang dilontarkan oleh JR East dalam menghadirkan kereta otonom ini adalah karena mereka kekurangan SDM yang kompeten. Penyusutan jumlah tenaga kerja ini tampak jelas dari Statistika Kereta Api di Kementerian Infratruktur, Pertanahan, Transportasi, dan Pariwisata, dimana pada tahun fiskal 2005, tercatat sekitar 100.000 tenaga kerja, dan angka tersebut turun di tahun fiskal 2016 dengan angka 85.000 tenaga kerja.

Data lain juga menyebutkan bahwa rataan tenaga kerja yang pensiun adalah 3.000 orang per tahun, atau dua kali lipat dari besaran pekerja yang mendaftarkan diri untuk bergabung bersama JR East.

Guna menunjang masa transisi dari perusahaan penyedia jasa layanan kereta api di Jepang ini, Tokyu Corp mulai bergerak untuk memasarkan sejumlah inovasi yang mampu menyanggupi requirements yang dibutuhkan oleh mereka – seperti perangkat robot untuk pemeriksaan pemeliharaan sistem kelistrikan.

Baca Juga: Robot AI Mudahkan Pelancong Asing dan Lokal di Stasiun Osaka

Belum lagi sistem robotika yang dipekerjakan di stasiun, seperti robot yang ditugaskan untuk membersihkan lantai stasiun, hingga penunjuk informasi yang akan memudahkan para penumpang untuk ‘berkelana’ di dalam bangunan stasiun. Kembali lagi, semua sistem robotika ini dihadirkan pihak manajemen kereta api Jepang bukan semata-mata untuk pamer inovasi, melainkan diterpa masalah SDM dan – tuntutan perkembangan teknologi yang semakin maju.

 

Sah! Bandara Internasional Narita Perpanjang Durasi Pengoperasian Landas Pacunya

Bandara Internasional Narita di Jepang telah mengumumkan rencana untuk memperpanjang jam operasional salah satu landasan pacunya. Upaya ini ditempuh dalam rangka efisiensi operasional untuk take-off dan landing pesawat-pesawat dengan rute penerbangan menuju Negeri Sakura. Menurut rencana, landas pacu utama di Bandara Internasional Narita ini akan beroperasi hingga tengah malam, terhitung sejak bulan Oktober 2018 kemarin.

Baca Juga: Baru Pertama ke Tokyo? Jangan Bingung, Ikuti Tips Ini Agar Tidak Keder!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (29/1/2019), penerapan kebijakan baru ini memungkinkan bandara unuk menerima para delegasi Olimpiade dan Paralimpiade Musim Panas 2020, dimana Jepang terpilih menjadi tuan rumah dari perhelatan olahraga akbar ini.

Proposal mengenai perpanjangan masa pengoperasian dari landas pacu ini juga telah disetujui oleh kota Yokoshibahikari dan kota Sammu di Prefektur Chiba, bersama dengan sembilan kota tetangga.

“Tidak bisa dihindari. Saya akan mencoba menjelaskan sejumlah hal kepada penduduk di kota terkait perpanjangan durasi pengoperasian landas pacu ini,” tutur Walikota Yokoshibahikari, Haruhiko Sato.

Sebelumnya, warga yang tinggal di sekitar landas pacu sempat menentang kebijakan perpanjangan durasi landas pacu ini dengan alasan kenyamanan. Namun setelah melewati sejumlah negosiasi hingga menemukan kesepakatan, akhirnya warga tersebut mengijinkan pihak bandara untuk menerapkan kebijakan tersebut – dengan jaminan pengurangan tingkat kebisingan yang dijanjikan oleh pihak bandara.

Adapun perjanjian hitam di atas putih ini akan sesegera mungkin ditandatangani oleh sembilan kota tersebut, kementerian infrastruktur, dan tentu saja Bandara Internasional Narita tentang perpanjangan durasi pengoperasian landas pacu sepanjang 4.000 meter ini.

Data resmi pada tahun 2016 menunjukkan bahwa Bandara Internasional Narita mengelola hampir 50% dari lalu lintas penumpang internasional di negara itu dan 60 persen dari lalu lintas kargo udara internasionalnya. Guna mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang yang diperkirakan akan terus mengalami peningkatan di masa yang akan datang, Bandara Internasional Narita berencana untuk membangun landas pacu ketiganya pada tahun 2020 mendatang.

Baca Juga: Pasar LCC Meningkat, Bandara Internasional Narita Siap ‘Upgrade’ Kapasitas Terminal 3

Bandara Internasional Narita sendiri berperan sebagai hub dari Japan Airlines, All Nippon Airways (ANA), dan Nippon Cargo Airlines. Selain itu, sejumlah maskapai berbiayta rendah seperti Jetstar Jepang, Peach dan Vanilla Air juga menggunakan bandara ini sebagai hub mereka.

Dengan diperpanjangnya durasi pengoperasian landas pacu Bandara Internaisonal Narita ini, bukan tidak mungkin jika flag carrier Garuda Indonesia akan meningkatkan jumlah penerbangannya menuju bandara tersebut.

Duh! Penumpang Norwegian Cruise Dapati Awak Kapal Tengah Lakukan Adegan Ranjang

Apa yang akan Anda lakukan ketika secara tidak sengaja memergoki dua sejoli tengah berhubungan seksual di hadapan mata Anda? Tentu saja yang pertama Anda rasakan adalah kaget, selanjutnya? Biarlah Anda yang tentukan cerita selanjutnya! Tapi inilah yang menimpa sepasang paruh baya yang tengah bepergian dengan menggunakan Norwegian Cruise beberapa waktu yang lalu. Bukan penumpang yang mereka lihat tengah berhubungan intim, melainkan kru kapal itu sendiri.

Baca Juga: Istilah ‘Chikan’ Masuk Kamus Internasional Berkat Tingginya Angka Pelecehan Seksual di Kereta Jepang

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (22/1/2019), adalah Bobby, 64 tahun dan Mary Jackson, 62 tahun yang tengah berada di dalam pelayaran dari Singapura menuju Thailand secara tidak sengaja memergoki seorang kru kapal yang tengah berhubungan intim dengan seorang wanita yang tidak mereka ketahui di kamarnya.

“Saya ngeri, apa yang saya lihat waktu itu sangat tidak menyenangkan,” tutur Ny. Mary Jackson.

“Saya melihat seorang pria dan wanita tengah berhubungan intim di kamar yang sudah kami tandai sebelumnya,” lanjutnya singkat.

Bobby dan Mary Jackson. Sumber: Daily Mail

Sontak setelah melihat adegan dewasa tersebut, Ny. Jackson langsung menutup kembali pintu kamar tersebut dan tidak lama berselang ada seorang awak kapal yang menghampiri Ny. Jackson. Ia langsung melaporkan apa yang baru saja ia lihat dan ‘Eugene’ langsung melaporkan keluhan Ny. Jackson kepada atasannya.

“Kami bukan orang yang terlalu sopan, tapi ini merupakan hal yang sangat konyol bagi kami,” tandas Ny. Jackson.

Kendati konyol di pandangan Ny. Jackson, namun sebenarnya apa yang barusan ia lihat itu hanyalah menambah kekesalannya saja pada perjalanan yang ia idam-idamkan tersebut. Pasalnya, seluruh penumpang kapal Noregian Cruise dipaksa menunggu selama kurang lebih setengah jam di Marina Bay Singapura karena masalah teknis dari pihak penyedia jasa layanan.

Baca Juga: Duh! Pilot Delta Airlines Kirim Pesan ‘Menggoda’ Kepada Penumpang via Aplikasi Grindr

Dikabarkan, Ny. Jackson sempat mengalami sakit pasca melihat kejadian tersebut – entah dilatarbelakangi oleh hal yang membuatnya terkejut itu atau memang kondisi fisiknya yang kurang sehat kala itu.

Atas ketidanyamanan yang menimpa Ny. Jackson bersama suaminya ini, pihak Norwegian Cruise lalu memberikan kompensasi berupa voucher berbelanja di dalam kapal senilai US$180 atau yang setara dengan Rp2,5 juta kurs sekarang.