Penguasa Jalur Selatan, PO Budiman Punya Aturan Ketat

Menikmati pemandangan jalur selatan yang memiliki tikungan tajam akan dirasakan pelancong ketika menggunakan bus atau kendaraan pribadi. Karena, jalur selatan sendiri mulai menampakkan tantangannya seusai dari pintu tol Cileunyi. Dimana setelah melalui dataran tinggi Bandung Raya, pelancong dan pecinta bus atau biasa disebut busmania akan merasakan jalur menanjak dan menurun yang terbilang curam.

Baca juga: “Debby,” Sebutan Kesayangan untuk Bus PO Deborah Rute Depok – Lebak Bulus

Jalur yang terkenal adalah Nagrek dan Gentong (berada di Tasikmalaya Kabupaten). Mungkin tak banyak perusahaan otobus (PO) yang meluncurkan armadanya melalui jalur ini. Namun ada satu PO bus asal Tasikmalaya yakni PO Budiman yang mampu melewati jalur ini. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, armada PO Budiman sendiri lebih dikenal para busmania adalah bus cepat Budiman.

PO Budiman sendiri didirikan sejak tahun 1992 oleh Saleh Budiman. Awalnya PO Budiman hanya memiliki empat armada yakni Mercedes Benz OF 1113 dengan mesin yang berada di depan. Keempat armada ini diberi nomor sesuai urutannya yakni OF 001, OF 002, OF 003 dan OF 04.

Namun kini keempat bus pertama yang digunakan oleh PO itu sudah tua dan tertinggal dan tidak dijual untuk mengenang sejarah awalnya. Berjalan hampir 27 tahun, kini bus yang bisa dikatakan penguasa jalur selatan Jawa Barat ini sudah memiliki 700 armada yang tersebar di Pulau Jawa.

PO Budiman kini sudah menggunakan Mercedes Benz 1518/XBC EURO3 dengan body RS Evolution dan beberapa menggunakan karoseri Adi Putro New Travego. Tak hanya itu, armada bus ini juga menggunakan karoseri dari Laksana dan sudah menggunakan AC dengan formasi kursi 2-3.

Namun, PO Budiman sendiri kini sudah diwariskan kepada Dede Sudrajat yang merupakan putra kedua Saleh Budiman. Bus ini sendiri masih melayani trayek yang cukup berat yakni Pangandaran menuju Bandung dan sebaliknya.

Tak berbeda jauh dari PO lainnya yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpangnya, PO Budiman sendiri dikenal dengaan peraturan yang ketat dan positif. Salah satunya adalah dilarang merokok dalam armada dan ini berlaku untuk semua penumpang tak terkecuali pengemudi dan kondektur.

Baca juga: PO Sinar Jaya, Tawarkan Kenyamanan dengan Harga Bersahabat

Bagi umat muslim yang menjadi penumpang armada bus ini diwajibkan untuk melaksanakan sholat. Bahkan pengemudi dihimbau untuk mampir ke masjid terdekat untuk melaksanakan sholat sebelum melanjutkan perjalanan. Trayek PO Budiman sendiri dari Tasikmalaya ke berbagai kota di Pulau Jawa yakni Serang, Jakarta, Bogor, Depok, Yogyakarta, Sukabumi, Semarang, Wonosobo, Bandung, Pangandaran dan beberapa kota lainnya.

Mungkin beberapa armada bus tidak mempermasalahkan tatto pada tubuh pekerjanya, tetapi PO Budiman tidak memperbolehkan hal tersebut. Tak hanya itu ada satu hal yang unik, bila armada bus memiliki body yang unik, PO Budiman hanya berwarna abu-abu biasa dan tulisan Budiman berwarna-warni seperti pelangi.

Tidak Sesuai Gambar, Inilah yang Disajikan Emirates Kepada Penumpang!

Apa yang akan Anda lakukan jika saat Anda kelaparan dan memutuskan untuk memesan makanan di dalam sebuah pesawat, namun makanan yang datang sama sekali jauh dari apa yang Anda bayangkan? Tentu Anda akan kesal, bukan?

Baca Juga: Tidak Puas Dengan Popso Nasi Goreng Parahyangan, Penumpang Layangkan Petisi ke PT KAI dan PT RMU

Ya, kurang lebih hal seperti inilah yang menimpa salah satu penumpang dari maskapai asal Timur Tengah, Emirates, dimana seorang penumpang yang tengah dalam perjalanan dari Dublin menuju Brisbane disuguhi makanan yang sangat berbeda dengan yang ada di foto.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (31/1/2019), adalah Paul Carline yang kecewa terhadap makanan yang ia terima dari pihak Emirates. Di dalam selembaran yang menampilkan varian makanan, Paul memutuskan untuk memesan Cajun Chicken Sandwich.

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya penganan yang dipesan Paul datang dan ia langsung kaget ketika melihat makanan yang datang sangatlah jauh dengan apa yang digambarkan oleh pihak Emirates dalam selembaran tersebut.

Merasa kesal dengan pelayanan yang Paul dapatkan, ia langsung berinisiatif untuk mengambil foto dan membagikannya di laman Facebook pribadinya. Ini merupakan tanggapan yang Paul lakukan untuk memberi tahu orang lain bahwa pelayanan yang diberikan oleh maskapai Emirates tidaklah prima.

“Tidaklah seburuk makanan yang diberikan Emirates kepada saya saat melakoni perjalanan dari Dubin menuju Brisbane,” tulis Paul dalam laman Facebooknya.

Di dalam selembaran yang Paul lihat, Cajun Chicken Sandwich yang ia pesan tersebut tercantum deskripsi, “Cajun ayam dan keju,” yang dibalut oleh roti gulung. Namun makanan yang tiba ke Paul sama sekali berbeda dengan apa yang dituliskan oleh pihak Emirates – hanyalah roti burger tipis, sebuah keju lembaran, dan sepotong ayam berukuran mini pada bagian tengahnya.

Sontak, setiap pengguna Facebook yang melihat unggahan Paul ini ‘menelurkan’ komentar sinis terhadap roti sandwich tersebut.

“Apa itu?! Terlihat seperti beberapa iris keju berjamur,” tulis salah seorang netizen di kolom komentar.

“Lalu, dimanakah letak ayamnya,” tanya pengguna Facebook lain.

Dari sekian banyak komentar yang masuk, Paul menanggapi salah satu pertanyaan netizen.

“Saya tidak bisa menyebut ini sebagai makanan. Bahkan ini (Cajun Chicken Sandwich) tidak akan mampu mengisi lubang di gigi saya,” kata Paul.

Baca Juga: Sajian Makanan di Pesawat Wajib Ekstra Bumbu, Inilah Alasannya!

Tapi tidak sedikit juga yang menganggap unggahan Paul ini hanyalah sekedar ajang untuk mencari sensasi.

“Terlihat seperti Anda telah menggigit ayamnya terlebih dahulu, Anda adalah seorang pembohong!”

Terlepas dari komentar para netizen tersebut, kejadian seperti ini bisa dianggap sebagai satu teguran terhadap pihak maskapai agar mereka bisa lebih memperhatikan standar penyajian kepada para konsumennya.

 

Gawat! Akses Data Divisi Pesawat Komersial Airbus Berhasil Diretas

Grup kedirgantaraan asal Benua Biru, Airbus, dikabarkan mengalami serangan cyber pada Rabu (30/1/2019) kemarin. Serangan ini berimbas pada akses tidak sah ke data yang ada di divisi pesawat komersial mereka. Hingga saat ini, masih belum diketahui secara detail, siapa yang telah berusaha untuk meretas data di raksasa manufaktur pesawat tersebut, namun salah satu juru bicara dari Airbus mengatakan, insiden ini tidak berdampak terhadap operasi komersial di tubuh Airbus sendiri.

Baca Juga: Gandeng Airbus, Facebook Akan Jalani Proyek Penyiaran Internet dari Udara

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Colin Bastable selaku CEO dari Lucy Security mengatakan bahwa Airbus harus sesegera mungkin untuk mengambil tindakan pasca insiden ini. Sementara itu, para ahli dari Airbus diketahui tengah meneliti secara menyeluruh insiden percobaan peretasan data ini.

“Sedang diselidiki secara menyeluruh oleh para ahli Airbus” ujar juru bicara Airbus.

“Investigasi sedang berlangsung untuk memahami apakah ada data spesifik yang ditargetkan,” lanjutnya.

Divisi pesawat komersial Airbus sendiri berisikan sekitar 10.000 orang Inggris, yang terbagi ke dalam dua lokasi. Namun pihak Airbus sendiri menyebutkan bahwa hanya sektor Eropa saja yang terdampak serangan cyber ini.

“Kami tahu beberapa data pribadi diakses,” ujar pihak Airbus.

“Sebagian besar kontak profesional dan rincian identifikasi TI dari beberapa karyawan Airbus di Eropa,” imbuhnya.

Perusahaan pembuat jet komersial, pesawat militer, dan material kedirgantaraan lainnya ini bekerja sejalan dengan General Data Protection Regulation (GDPR) Uni Eropa yang mengharuskan perusahaan untuk melaporkan serangan tersebut dalam waktu 48 jam setelah temuan pertama.

Insiden “akses tidak sah ke data” seperti ini menimbulkan kecurigaan tentang spionase industri kedirgantaraan yang dijalankan oleh Airbus. Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa nama Airbus di sektor kedirgantaan internasional sudah tidak bisa diragukan lagi.

Baca Juga: Kendati Produksi Dihentikan, Airbus A380 Tetaplah Fenomenal

Perkembangan sayap bisnis yang tengah digenjot perusahaan, hingga kerja sama dengan sesama manufaktur pesawat. Mungkin hal inilah yang membuat sebagian orang iri terhadapnya dan berusaha untuk berlaku curang kepadanya – dengan cara meretas.

Tidak menutup kemungkinan juga jika insiden ini merupakan upaya untuk mengambil data pribadi seorang pegawai Airbus (target individu), untuk masuk ke dalam jaringan perusahaan untuk eksploitasi lebih lanjut.

Prambanan Ekspres, KRD Pertama yang Gunakan Aplikasi KAI Access untuk Pembelian Tiket

Prambanan Ekspres atau yang sering disebut Prameks relasi Yogyakarta-Solo-Kutoarjo PP tersebut, kini tiketknya bisa dibeli melalui aplikasi KAI Access. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghadirkan kemudahan ini untuk meningkatakan pelayanan kepada masyarakat yang menggunakan kereta rel diesel (KRD) itu.

Baca juga: Kereta Lokal Daerah Seperti Tak Terurus, Bahkan Terkesan Diabaikan PT KAI

Bisa dikatakan KA Prameks merupakan KRD pertama yang pembelian tiketnya melalui aplikasi. Sebab kereta Bandung Raya yang merupakan kereta komuter masih menggunakan kereta ekonomi biasa meski tiketnya bisa dibeli melalui aplikasi yang sama.

Pembelian tiketnya sudah bisa dibeli per hari ini yakni 1 Februari 2019 sehingga penumpang tak lagi perlu membeli di loket stasiun. Cara pembeliannya pun mudah, bagi pengguna baru wajib mengunduh aplikasi KAI Access dan mendaftarnya. Bila sudah memiliki aplikasi, akan lebih mudah dengan memilik menu kereta lokal.

KAI Access layanin pembelian tiket KA Prameks (KabarPenumpang.com)

Dilansir KabarPenumpang.com dari kai.co.id (31/1/2019), pemesanan tiket KA Prameks dapat dilakukan tujuh hari hingga lima menit sebelum keberangkatan. Pembelian tiket KA Prameks dalam satu kali transaksi hanya satu tiket dan dalam satu hari dibatasi maksimal 15 kali transaksi per hari melalui aplikasi. Pembelian tiket ini akan berbeda ketika penumpang datang langsung ke loket stasiun, maka berlaku satu orang bisa memesan hingga empat tiket.

Setelah berhasil melakukan transaksi pembelian tiket KA, maka nama dan nomor ID pemilik akun akan muncul di data e-ticket. Perlu diketahui juga bahwa anak usia tiga tahun sudah wajib membeli tiket. Untuk pembayaran, cukup melalui dompet elektronik (e-wallet). Sedangkan batas waktu pembayaran transaksi tiket tergantung dari masing-masing dompet elektronik (e-wallet) yang dipilih.

Bagi calon penumpang KA Prameks yang akan melakukan pembatalan dan ubah jadwal hanya dapat dilakukan di loket stasiun. Dan bagi penumpang yang sudah melakukan proses ubah jadwal pembatalan di loket maka e-tiket pada aplikasi KAI Access dinyatakan tidak berlaku dan tidak valid.

Untuk melakukan proses boarding, penumpang cukup menunjukkan e-tiket (bukti transaksi) di menu My Trips aplikasi KAI Access dengan memilih halaman Local Train dan petugas akan melakukan proses boarding dengan scan QR code pada e-tiket dan validasi visual mencocokan e-tiket dengan bukti identitas asli penumpang.

Di atas KA, penumpang yang menggunakan e-tiket akan diperiksa oleh Kondektur, dan masing masing penumpang diperiksa dengan cara menyetuh layar smartphone untuk memastikan barcode penumpang berdetak dan e-tiket sesuai dengan perjalanan kereta apinya.

Baca juga: KA Komuter Prameks, Rencana Hingga Ke Sragen dan Pembangunan Jalur Listrik Yogya-Solo

“Layanan pemesanan tiket KA Prameks melalui aplikasi KAI Access ini kami berikan kepada pelanggan setia kereta api sebagai wujud konkret bahwa KAI selalu mendengar masukan dari konsumen. Kami berharap bertambahanya kemudahan pemesanan tiket ini menjadikan moda kereta api sebagai pilihan utama masyarakat pelaju dari Yogya, Solo, dan Kutoarjo,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.

Body Shaming di Pesawat, Wanita ini Dikatakan Punya Berat Dua Ton

Seorang wanita turun meramaikan jejaring sosial Facebook dengan sebuah unggahan surat terbuka yang ditujukan kepada seorang pria yang diduga mempermalukan dirinya dalam sebuah penerbangan Delta Airlines pada pertengahan Januari 2019 kemarin. Di dalam unggahan yang sudah dihapus tersebut, seorang penumpang yang bernama Katie Kiacz bercerita bahwa seorang penumpang pria telah melontarkan ujaran yang mengandung body shaming kepada dirinya.

Baca Juga: Pilu! Inilah Curhatan Savannah Phillips, Penumpang Pesawat yang di Bully Karena Tubuhnya

Cerita ini berawal ketika Katie tengah berada dalam penerbangan dari Orlando menuju Detroit dengan menggunakan maskapai asal Negeri Paman Sam, Delta Airlines. Ketika tengah mengudara, ia melihat seorang pria yang tidak ia kenal sedang menulis pesan teks kepada rekannya yang berisikan ‘hinaan’ terhadap berat badan Katie. Sekilas. Katie melihat bahasa pria ini mendeskripsikan Katie dengan sebutan ‘wanita dua ton’.

“Kepada pria yang berada di dalam penerbangan Delta Airlines Flight DL1723, Anda telah menyebut saya sebagai ‘wanita dua ton’ dan memberi tahu rekan Anda melalui pesan teks,” tulis Katie dalam laman Facebooknya, dikutip KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (29/1/2019).

“Tidakkah Anda tahu bahwa itu merupakan suatu hal yang buruk?” lanjut Katie kesal kepada pria yang mengejeknya tersebut.

Katie lalu mengklarifikasi kepada pria tersebut bahwa, “saya baru saja melahirkan,”

Setelah mendapatkan ‘teguran’ langsung dari Katie, pria yang disinyalir duduk di samping Katie tersebut langsung pergi ke kamar mandi lalu meminta kepada awak kabin untuk memindahkan tempat duduknya secara diam-diam.

“Saya sangat senang dia bisa pindah tempat duduk,” ujar Katie.

Alih-alih meminta maaf atau mencoba untuk mengklarifikasi ejekannya tersebut, pria ini lebih memilih untuk diam selama sisa penerbangannya menuju Detroit.

Melanjutkan pernyataan terbukanya tersebut, Katie mengatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan klarifikasi dari si pria, atau Katie tidak akan meminta sepeserpun uang dari kocek si pria, melainkan dirinya hanya ingin publik tahu bahwa ungkapan body shaming itu sangatlah tidak baik.

Baca Juga: Inilah Beberapa Tipe Penumpang Pesawat, Anda Masuk Kategori Yang Mana?

“Jika setelah dikonfrontasi Anda masih beranggapan bahwa Anda tidak merasa bersalah, maka Anda tidak perlu meminta maaf,” tulisnya dalam pernyataan terbuka tersebut.

Di akhir cerita, Katie membubuhkan frasa, “panggil atau tegur dia,” yang ditujukan bagi para korban body shaming ketika mendengar sebuah pernyataan yang menyinggung mereka. Ia hanya ingin setiap orang untuk lebih berhati-hati sebelum berbicara.

Sebelum dihapus, unggahan Katie ini dibagikan lebih dari 102.000 kali dengan sekira 85.000 komentar yang semuanya mendukung aksi Katie dalam memerangi masalah body shaming ini.

 

 

Tahun 2020, Roller Coaster Hadir di Kapal Pesiar Untuk Jelajahi Laut

Kapal pesiar yang dilengkapi dengan kemewahan selalu menjadi sorotan, seperti kolam renang mewah, kasino, ruang pertunjukkan, slider atau perosotan dengan tema Disney dan banyak lagi. Tapi, apakah mungkin sebuah roller coaster yang biasanya ada di taman bermain kemudian ada di sebuah kapal pesiar yang tengah mengarungi laut dan samudera?

Baca juga: Loncat Bebas dari Ketinggian 30 Meter, Penumpang Ini Dilarang Naik Kapal Pesiar Selamanya

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nypost.com (14/12/2019), Carnival Cruise Line mengumumkan rencana pembuatan roller coaster di kapal pesiar milik mereka. Roller coaster sendiri akan hadir di tahun 2020 mendatang dan menjadi yang pertama di lautan.

Nama roller coaster ini yakni Ultimate Sea Coaster yang akan menjadi wahana terbuka dengan ratusan meter tikungan, belokan dan pengguna akan merasakan kecepatan permaianan ini hingga 40 meter per jam di atas kapal Mardi Gras terbaru dari Carnival Cruise Line. Selain itu roller coaster tersebut akan menggunakan teknologi listrik dari Bolt.

Penumpang kapal pesiar dengan roller coaster ini bisa melambung dengan ketinggian 190 kaki atau sekitar 57,9 meter diatas permukaan laut dan menikmati pemandangan 360 derajat dari lingkungan kapal. Foto mereka selama perjalanan akan diabadikan oleh sebuah kamera yang dikembangkan oleh perusahaan Jerman Maurer Rides, untuk mendokumentasikan sensasi dan foto mereka akan diposting setelah menyelesaikan perjalanan.

“Mardi Gras akan menjadi kapal paling inovatif kami dengan fitur dan daya tarik yang benar-benar istimewa, disoroti oleh BOLT, roller coaster pertama di laut,” kata Presiden Carnival Cruise Line Christine Duffy dalam sebuah pernyataan.

“BOLT akan melanjutkan tradisi Karnaval yang menyediakan cara-cara baru yang menarik bagi para tamu untuk ‘Memilih Kesenangan.’ Kami sangat senang memperkenalkan objek wisata yang unik, mengubah permainan, dan menggembirakan ini sehingga para tamu kami akan menyukainya.”

Maurer Rides menyebut desain yang digunakan dalam roller coaster baru, Spike Coaster, yang tidak mengandalkan energi kinetik dan gravitasi, tetapi sebaliknya memiliki daya cengkeram pada 100 persen trek. Akselerasi dimungkinkan di mana saja di trek, bahkan di kurva, dan dapat dikontrol dengan tepat.

Baca juga: Tak Hanya Pesawat dan Kereta Api, Penumpang Kapal Pesiar Juga Punya Tipe Tersendiri

Mardi Gras akan menjadi kapal terbesar yang pernah dibangun untuk Karnaval dengan 180.000 gross-ton, panjang 1.130 kaki, dan kapasitas 6.500 penumpang. Ini enam kali lebih besar dari tahun 1972 senama, kapal pertama Carnival Cruise Line. Kapal akan berbasis di Port Canaveral, Florida.

 

Awak Media Coba MRT Jakarta, Perjalanan Terlambat 10 Menit dan Tiba Tepat Waktu di Stasiun Akhir

Awak media bersama dengan para direktur PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mencoba menggunakan kereta MRT yang tengah melakukan uji coba secara keseluruhan dengan automatic operation atau pengoperasian dari OCC di Depo Lebak Bulus. Meski begitu saat uji coba pun masih ada masinis namun hanya untuk membuka dan menutup pintu saat berhenti di setiap stasiun MRT.

Baca juga: Delapan Kereta MRT Jakarta Uji Coba Secara Penuh dengan Headway 10 Menit

Pada uji coba yang mengangkut sekitar 50 awak media tersebut MRT Jakarta melakukan dengan percobaan kereta datang terlambat sepuluh menit dan mencoba ketertinggal waktu tersebut.

“Kita coba dengan perjalanan kereta yang terlambat sepuluh menit untuk tiba tepat waktu di Stasiun Lebak Bulus dengan keberangkatan dari Bundaran HI,” ujar William Sabandar, Direktur PT MRT Jakarta yang ikut bersama dalam uji coba tersebut.

Awak media bisa menikmati MRT Jakarta di dalam kereta 2 dan 3 sebab kereta 1, 4 dan seterusnya ditutup. KabarPenumpang.com yang ikut mencoba kereta tersebut, merasakan seperti menikmati MRT yang ada di Singapura, tidak berisik dan sebagai penumpangnya tidak merasakan goncangan saat kereta melaju di rel.

Bahkan saat kereta menanjak menuju elevated dari undergrownd, setelah melewati Stasiun Senayan pun tidak berasa. Namun kecepatan kereta saat itu bisa dikatakan lumayan cepat karena mengejar waktu tiba atas keterlambatan sepuluh menit dari keberangkatan.

Didalam MRT, kereta 3 dan 4 ada tempat khusus untuk disabilitas yang menggunakan kursi roda dan digadang-gadang juga akan digunakan untuk kereta khusus perempuan saat jam sibuk. Saat menikmati kereta, William mengatakan, setiap stasiun kini sudah dilengkapi dengan jadwal keberangkatan kereta.

Sehingga penumpang bisa melihat dengan jelas jam berapa kereta akan berangkat dari stasiun tersebut. Seperti saat berangkat dari Stasiun Bundaran HI di uji coba kemarin, kereta berangkat pukul 14.03 dan tiba di Stasiun Lebak Bulus 14.30 dan tepat waktu.

“Kita tiba di Stasiun Lebak bulus tepat waktu dari keterlambatan,” kata William.

Dalam perjalanan bolak-balik tersebut, announcer atau pemberitahuan perhentian tiap stasiun pun sudah mulai diaktifkan meski belum sesuai dengan standar alias masa uji coba. Tak hanya itu, display pemberitahuan buka pintu, nama stasiun dan ada di kereta berapa penumpang naik pun terlihat jelas.

Baca juga: MRT Jakarta Libatkan 16 UMKM di Lima Stasiun

“Semua sudah dijalankan saat operasional, jadi pemberitahuan kereta akan tiba di stasiun mana dan keberangkatan dari stasiun itu juga sudah jelas. CCTV pun sudah dipasang,” tutup William

MRT Jakarta Buka Naming Right Tahap 2, Semua Perusahaan Indonesia Bisa Ambil Bagian

Naming right atau penamaan stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sudah ada tiga yang dikomersilkan, yakni Dukuh Atas, Setiabudi dan Istora. Selain itu juga Sisingamangaraja dengan naming right Stasiun Sisingamangaraja Asean, dan ini tidak dikomersilkan melainkan penjualan secara diplomatik.

Baca juga: Delapan Kereta MRT Jakarta Uji Coba Secara Penuh dengan Headway 10 Menit

Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis PT MRT Jakarta, Gamal Peris mengatakan, akan membuka naming right di tahap kedua. Di tahap ini, untuk Stasiun Benhil, Senayan, Blok M dan Lebak Bulus.

“Kalau tahap pertama kita buka untuk perkantoran yang dekat dengan stasiun MRT dimana jarak terjauh 700 meter. Kali ini kita buka untuk semua perusahaan di Indonesia sehingga semua bisa ikut,” ujar Gamal yang ditemui KabarPenumpang.com, Rabu (30/1/2019).

Gamal menjelaskan, untuk tahap kedua ini sendiri rulenya adalah penamaan oleh perusahaan akan dikontrak selama lima tahun dan akan diperpanjang lima tahun berikutnya. Apalagi penamaan ini juga tidak menghilangkan nama aslinya, hal ini dilakukan agar penumpang tidak bingung.

“Kita tetap pakai nama asli stasiun, penamaan perusahaan akan ada di belakangnya, jadi kalau sewaktu-waktu berganti penumpang tidak bingung,” jelas Gamal.

Dia mengatakan, saat ini pun pihak MRT tengah membuat kartu single dan multi trip dengan tipe C. Gamal menjelaskan, kartu tipe C ini cepat untuk dibaca oleh alat pemindai di gate dan berbeda dengan kartu perjalanan atau e-money lainnya yang memiliki tipe E.

“Kita punya kartu tapi ini nanti tidak akan terintegrasi dengan lainnya, maksudnya adalah tidak terintegrasi dalam tarif sehingga bila naik MRT misal Rp8500 untuk ongkos, saat pindah ke TransJakarta tetap kena Rp3500,” jelas Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar.

Baca juga: Tiga Stasiun MRT Jakarta Kini Telah Miliki “Naming Right”

Dia mengatakan, saat ini juga pihkanya tengah bekerja sama dengan beberapa bank yang mengeluarkan kartu uang elektronik yang bisa digunakan semua moda transportasi. William menambahkan saat ini pihaknya sudah mulai mencari lokasi-lokasi terkait dengan integrasi dengan TransJakarta untuk memudahkan penumpang.

Perluas Jaringan, Citilink Buka Rute Internasional Surabaya – Kuala Lumpur

Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia kembali memperluas konektivitas dengan menambah jaringan penerbangan internasionalnya di Asia, yaitu dengan membuka rute Surabaya – Kuala Lumpur mulai Rabu, 30 Januari 2019.

Baca juga: Kadung Bawa Bagasi ‘Dadakan’ Pasca Penghapusan Free Baggage, Ini Regulasi Ala Citilink!

“Pembukaan rute ini merupakan salah satu strategi perusahaan untuk memperluas jaringan penerbangan internasional sehingga memantapkan eksistensi Citilink Indonesia sebagai maskapai berbiaya hemat terkemuka di kancah internasional khususnya di kawasan Asia,” kata Pjs. VP Sales & Distribution Citilink Indonesia, Amalia Yaksa di Jakarta, Kamis (30/1).

Amalia menambahkan bahwa dengan adanya rute penerbangan baru ini diharapkan dapat meningkatkan antusiasme wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga dapat mendukung akselerasi pertumbuhan sektor pariwisata dan juga meningkatkan aksesibilitas di kedua wilayah tersebut.

Pembukaan rute penerbangan Surabaya – Kuala Lumpur ini membidik para wisatawan regional serta business travelers serta para pelajar yang hendak berangkat ke Kuala Lumpur atau kembali ke Surabaya.

Adapun target keterisian untuk rute internasional ke 4 ini diharapkan dapat mencapai 84 persen. Seperti diketahui bersama, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur sebelumnya telah menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur sebanyak 1 juta orang sepanjang tahun 2019.

Surabaya juga dinobatkan sebagai kota terbaik untuk pengembangan pariwisata oleh Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018, maka dari itu, momen pembukaan rute Surabaya-Kuala Lumpur diharapkan mampu membantu pemenuhan target tersebut dan menjadikan Surabaya semakin dikenal oleh masyarakat internasional.

Jadwal penerbangan Surabaya – Kuala Lumpur beroperasi setiap hari dengan nomor penerbangan QG 522 akan berangkat dari Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya pada pukul 11:55 dan tiba di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur pukul 15:30 waktu setempat.

Baca juga: Airbus A320-214 PK-GQR – Sensasi Free WiFi Perdana di Armada Citilink

Untuk rute sebaliknya, pesawat dengan nomor penerbangan QG 523 akan berangkat dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur pada pukul 16:35 waktu setempat dan kembali tiba di Bandar Udara Internasional Juanda pukul 18:30. Penerbangan Surabaya – Kuala Lumpur akan menggunakan pesawat ukuran sedang Airbus A320 dengan kapasitas angkut sebanyak 180 penumpang.

Di Jepang, Bisa Makan Mie Gratis Asalkan Datang ke Stasiun Lebih Awal!

Bukanlah satu pemandangan yang aneh jika jaringan kereta bawah tanah di Jepang selalu dipenuhi oleh para komuter. Layaknya di kota-kota besar di seluruh dunia, terutama pada jam-jam sibuk (peak hours), orang-orang ‘dikemas’ layaknya ikan sarden ke dalam kereta, dipaksa berdesak-desakan dengan orang asing yang mungkin sebelumnya belum pernah mereka temui sebelumnya, dan kejadian ini terjadi hampir setiap hari – terutama hari-hari kerja.

Baca Juga: Ekinaka, Booth Working Space untuk Pekerja Mobile di Stasiun Kereta Jepang

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman qz.com (24/1/2019), Metro Tokyo menawarkan sebuah tawaran dimana penumpang bisa mengurungkan niatnya untuk bepergian menggunakan kereta di kala peak hours – ya, mie soba dan tempura gratis. Upaya ini ditempuh pihak Metro Tokyo guna mereduksi kepadatan yang selama ini terjadi di Tozai Line di Ibukota Jepang. Tozai Line diketahui sebagai salah satu jalur paling ramai di Tokyo yang menghubungkan distrik bisnis kota ke pinggiran kota Chiba.

Menurut salah satu juru bicara dari Metro Tokyo, tawaran ini berlaku sejak 21 Januari hingga 1 Februari 2019, dimana setiap penumpang yang datang sebelum jam sibuk di stasiun pada pagi hari dan melakukannya selama 10 hari berturut-turut, maka ia akan mendapatkan voucher mie soba gratis yang disajikan di restoran setempat.

Awalnya, para pejabat dari Metro Tokyo berharap bisa meyakinkan 2.000 komuter untuk mengubah waktu perjalanan mereka dengan imbalan makan tempura gratis – cemilan yang digoreng khas Jepang. Namun pada akhirnya Metro Tokyo menambahkan 1.000 meni mie soba ke dalam tawaran tersebut. Itu berarti, para komuter akan bisa mendapatkan tiga keuntungan sekaligus: tempura, mie soba, dan kereta yang tidak terlalu penuh.

Tidak sia-sia, rencana ini terbilang sukses karena pada 22 Januari kemarin, atau berselang dua hari setelah upaya penurunan tingkat komuter dilakukan, Tokyo Metro melaporkan ada sekitar 7.000 orang yang berpartisipasi dalam kampanye ini. Dukungan aktif dari para komuter juga menjadi salah satu kunci suksesnya kampanye ini.

Baca Juga: Stasiun di Jepang Akan Uji Coba Alat Deteksi Benda Berbahaya

“Mari kita makan mie soba gratis bersama-sama!”

“Mari bergabung dengan kampanye ini mulai besok!”

Begitulah kira-kira yang disuarakan oleh para komuter di jejaring sosial Twitter setiap harinya, tertanggal 21 Januari.

“Ini adalah jalur kami yang paling padat. Kami selalu berusaha mengurangi kepadatan penumpang di kala peak hours,” tutur juru bicara MetroTokyo, Takeshi Yamashita.

“Kami berharap ini bisa mendorong orang-orang untuk melanjutkan (naik kereta api awal) untuk membantu meringankan situasi crowded pada jam-jam sibuk,” tutupnya.