Tjilik Riwut – Heroisme Putera Dayak dalam Dirgantara Indonesia

Bandara ini terletak di Ibukota Kalimantan Tengah, Palangkaraya dan tengah diusulkan untuk menjadi bandara internasional. Sebelumnya, bandara ini dikenal dengan nama Bandara Panarung, dan kini sudah berganti nama menjadi Bandara Tjilik Riwut. Bagi Anda yang belum tahu, ternyata nama Tjilik Riwut diambil dari nama seorang pahlawan nasional sekaligus Gubernur Kalimantan Tengah kedua, yaitu Marsekal Pertama TNI (Purnawirawan) Tjilik Riwut.

Baca Juga: Pratiwi Pujilestari Sudarmono – Calon Astronot Pertama Indonesia yang Terpaksa Mengubur Asanya Ke Luar Angkasa

Lahir di Kasongan, Kalimantan Tengah pada 2 Februari 1918, Tjilik Riwut dengan bangga selalu menyatakan dirinya sebagai ‘orang hutan’ karena ia lahir dan dibesarkan di belantara Kalimantan. Percaya atau tidak, ketika masih belia, Tjilik Riwut telah mengelilingi pulau Kalimantan hanya dengan berjalan kaki, naik perahu dan rakit sebanyak tiga kali. Wajar saja jika ia sangat bangga dan mencintai tanah kelahirannya tersebut.

Tjilik Riwut menamatkan pendidikan dasarnya di Kasongan dan ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Perawat di Purwakarta dan Bandung. Seselesainya ia menuntut ilmu di Tanah Pasundan, Tjilik Riwut yang menjadi satu-satunya Putera Dayak yang menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), diterjunkan ke Kalimantan untuk misi Pemerintah Republik Indonesia oleh Gubernur Borneo saat itu, Pangeran Muhammad Noor – namun ia tidak turun merebut Kalimantan.

Kendati tidak ikut terjun dalam merebut tanah kelahirannya dari penjajah, namun Tjilik Riwut berjasa dalam memimpin Operasi Penerjunan Pasukan Payung Pertama dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada tanggal 17 Oktober 1947, yang kini ditetapkan sebagai Hari Pasukan Khas TNI-AU (Paskhas). Waktu itu Pemerintah RI masih berpusat di Yogyakarta dan pangkat Tjilik Riwut kala itu adalah Mayor TNI.

Tjilik Riwut merupakan seorang yang sangat berjasa bagi bergabungnya Kalimantan ke pangkuan Republik Indonesia. Sebagai seorang putera Dayak, ia telah mewakili 185.000 rakyat terdiri dari 142 suku Dayak, 145 kepala kampung, 12 kepala adat, 3 panglima, 10 patih, dan 2 tumenggung dari pedalaman Kalimantan yang bersumpah setia kepada Pemerintah RI secara adat dihadapan Presiden Sukarno di Gedung Agung Yogyakarta, 17 Desember 1946.

Lepas dari karirnya di dunia militer, Tjilik Riwut tercatat pernah menjadi Wedana di Sampit, Bupati di Kotawaringin, sebelum akhirnya menjadi Gubernur Kalimantan Tengah dan terakhir menjadi anggota DPR RI.

Tjilik Riwut juga dikenal sebagai pribadi yang jago dalam hal tulis menulis. Keterampilannya itu mulai ia asah ketika bekerja bersama Sanusi Pane – sastrawan Indonesia angkatan Pujangga Baru, di Harian Pembangunan.

Baca Juga: Wiweko Soepono – Bapak ‘Two-Men Cockpit’ yang Sarat Pengalaman di Dunia Dirgantara

Menikah dengan Clementine Suparti, Tjilik Riwut dikaruniai enam buah hati; Emilia Enon Herjani, A.R. Hawun Meiarti, Theresia Nila A.T., Kameloh Ida Lestari, Anakletus Tarung, dan Tjandrautama Tjilik Riwut.

Namun sayang, ketika Indonesia tengah merayakan hari jadinya yang ke-42, Tjilik Riwut menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Suaka Insan akibat penyakit hepatitis di usianya yang ke 69 tahun. Tjilik Riwut dimakamkan di makam Pahlawan Sanaman Lampang, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Atas jasanya terhadap Indonesia, nama Tjilik Riwut diabadikan menjadi nama bandara di Palangkaraya dan jalan utama di kota yang sama. Terima kasih, ‘orang hutan’!

 

Delapan Kereta MRT Jakarta Uji Coba Secara Penuh dengan Headway 10 Menit

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta saat ini sudah mulai menguji coba delapan kereta Ratangga (sebutan kereta MRT) secara penuh. Uji coba secara penuh ini dilakukan dengan headway atau waktu tunggu per kereta adalah sepuluh menit.

Baca juga: MRT Jakarta Libatkan 16 UMKM di Lima Stasiun

Saat ini sudah melakukan full uji coba kereta selama 24 jam dari depo Lebak Bulus hingga ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan sebaliknya. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pihaknya menguji coba Ratangga sendiri mulai dari pengecekan platform screendoor, operation command dan ontime kedatangan kereta di stasiun MRT.

“Kita uji coba ini selama 24 jam penuh dengan otomatis, ada masinis hanya untuk bantu buka pintu. Kita akan uji coba dengan operasional emergency mulai 27 Februari hingga 11 Maret, terkait proses ini kita libatkan pemadam kebakaran, petugas gedung selama sepuluh hari,” ujar William yang ditemui Kabarpenumpang.com, Rabu (30/1/2019).

William mengatakan, untuk publik nantinya akan dibuka naik ke MRT setelah uji coba emergency tersebut. Dimana akan menggunakan semacam kartu seperti layaknya menggunakan kereta MRT semestinya saat beroperasi Maret 2019 mendatang.

“Kita akan punya sistem untuk masuk kereta karena belum ada tiket,” ujarnya.

Direktur Konstruksi Silvia Halim mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai tahap penyelesaian pintu masuk MRT. Fokus kerja saat ini, Silvia mengatakan bahwa kanopi yang ada di Stasiun Sudirman sudah terpasang dan nantinya pedestrian akan mulai dirapikan.

“Maret ini kita sudah mulai pembersihan dan penyelesaian. Kalau tiang-tiang masih banyak yang belum beres disekitaran Fatmawati, TB Simatupang dan sekitarnya kita sudah mulai merapikannya. Untuk stasiun saat ini sudah tahap finishing,” tambah Silvia.

Baca juga: MRT Jakarta Uji Coba Operasional Secara Penuh, Masyarakat Bisa Ikut Mencobanya

Silvia menjelaskan, untuk ketahanan dan kualitas bangunan elevated sendiri strukturnya sudah mengikuti stasndar di Internasional yakni Jepang dikarenakan pendanaan dari Jepang. Tak hanya itu, pihaknya juga sudah mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI) tahun 2012.

“Kita tidak menolak dari yang Indonesia seperti SNI, dimana SNI ini ketahanan gempa hingga 8 SR,” kata Silvia.

Eurostar Tambahkan Layanan Kereta Cepatnya dari London Menuju Belanda

Kereta berkecepatan tinggi Eurostar kini memperbanyak jadwal layanannya karena permintaan tinggi dari pelanggan. Eurostar sendiri merupakan layanan kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan Inggris dengan daratan Eropa dan kini tengah menjual tiket untuk layanan langsung harian ketiga dari London menuju ke Rotterdam dan Amsterdam.

Baca juga: Berbagi Pasar dengan Dunia Penerbangan, Eurostar Rilis Layanan Kereta Cepat London-Amsterdam

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman theguardian.com (4/1/2019), layanan tambahan akan diluncurkan pada 11 Juni 2019 mendatang. Ini dihadirkan sebagai tanggapan dari tingginya permintaan pelanggan tujuan Belanda yang diluncurkan pada April 2018 kemarin.

Tarif tiket ini akan mulai dari £35 atau sekitar Rp649 ribu sekali jalan dengan waktu tempuh 3 jam 13 menit dari Stasiun Pancras di London langsung ke Rotterdam dan 3 jam 52 menit hingga tiba ke Amsterdam. Untuk kembali ke Belanda, penumpang akan menghadapi perjalanan yang lebih lama dimana ketika berada di Brussel paspor akan diperiksa di keamanan hingga kedua pemerintahan menyelesaikan perjanjian yang memungkinkan pemeriksaan paspor dilakukan di Belanda.

“Rute baru kami ke Belanda telah disambut dengan permintaan kuat dari para pelanggan kami, yang semakin menghargai kemudahan, kenyamanan, dan pengalaman mulus dari kereta api berkecepatan tinggi. Kereta ketiga setiap hari akan meningkatkan kapasitas sambil menawarkan lebih banyak pilihan dan fleksibilitas bagi pelancong yang menghubungkan antara kota-kota Eropa ini,” kata kepala eksekutif Eurostar, Mike Cooper.

Eurostar menargetkan konversi potensial ke rel berkecepatan tinggi dengan mengatakan perjalanan London-Amsterdam Eurostar mengurangi karbon 80 persen lebih sedikit daripada penerbangan setara. Layanan ketiga akan membawa kapasitas Eurostar pada rute ke setara dengan 12 penerbangan sehari, lebih dari 75 penerbangan seminggu dan 3.900 per tahun.

Layanan tambahan akan meninggalkan London Stasiun Pancras pada pukul 11.04 pagi, sementara keberangkatan kereta harian pertama dimajukan dalam waktu 75 menit hingga jam 7.16 pagi, memberi para pelancong bisnis peluang hari yang lebih panjang. Kereta awal akan mencapai Amsterdam pukul 12.11 waktu setempat.

Rencana untuk layanan yang sangat dinanti-nantikan ini diumumkan pertama kali pada bulan September 2013 tetapi tanggal mulai resmi dapat ditunda sementara kontrol imigrasi dan paspor disetujui. Lebih dari empat juta penumpang per tahun terbang antara London dan Amsterdam, menjadikannya salah satu rute udara tersibuk di Eropa saat Belanda semakin populer sebagai pusat bisnis dan pariwisata utama.

Baca juga: Bersanding Dengan Trans-Siberia, Rusia Siap Bangun Jaringan Kereta Cepat Moskow-Kazan!

Sekretaris transportasi Belanda, Stientje van Veldhoven, mengatakan kepada surat kabar Belanda Algemeen Dagblad pada bulan Oktober bahwa dia antusias tentang layanan kereta api lebih lanjut dan ingin melihat sebanyak mungkin penumpang turun dari pesawat untuk jarak pendek di Eropa. Bandara Schiphol Amsterdam berada di bawah tekanan yang meningkat, dengan slot yang sulit diperoleh pada waktu puncak.

 

 

Lombok Akan Jadi Hub Ke-5 AirAsia di Indonesia

AirAsia memilih Lombok untuk menjadi hub utama dan berencana membuka layanan penerbangan internasional ke Perth, Yogyakarta dan Denpasar pada pertengahan tahun 2019. Pemilihan Lombok sendiri sudah menjadi yang kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan dan Bali.

Baca juga: Numpuk di Gudang, AirAsia Daur Ulang Jaket Keselamatan dan Seragam Awak Kabin

Dilansir KabarPenumpang.com dari flightglobal.com (25/1/2019), pemilihan Lombok sendiri sudah direncanakan sejak lama dan masuk dalam daftar tujuan pengembangan bisnis AirAsia. Sebab potensi pasar Lomok sebagai salah satu destinasi unggulan menjadi alasannya. Apalagi untuk menjadikan Lombok sebagai salah satu hub tidak selalu mulus untuk maskapai berbiaya hemat ini.

CEO AirAsia Group, Tony Fernandes mengatakan dalam beberapa bulan kedepan pihaknya akan bekerja dengan bandara dan otoritas pemerintah untuk menjadikan Lombok hub baru AirAsia di Indonesia serta menjadikannya komitmen yang nyata.

“Kami berencana menempatkan dua Airbus A320 di Lombok yang bisa diandalkan untuk pelayanan ke Kuala Lumpur selain rute-rute baru tersebut,” kata Tony.

Commercial Director AirAsia Indonesia Rifai Taberi mengatakan, pihaknya melakukan pengajian ulang karena terkait gempa yang terjadi di Lombok 2018 lalu. Namun saat melakukan hal tersebut, Gubernur NTB Zulkieflimansyah menemui pihaknya dan menanyakan perkembangan tersebut.

“Kalau dapat dukungan pemerintah pasti kita akan lebih percaya diri lagi, persiapan riil ini terjadi sejak Oktober,” ujarnya yang dikutip dari republika.co.id, Selasa (29/1/2019).

Disebutkan Rifai, untuk menjadikan Lombok sebagai hub, AirAsia sendiri menggelontorkan dana yang tidak sedikit yakni Rp60 miliar. Nantinya rute-rute baru tersebut akan mulai terbang pada Mei dan Juni dimana dari Lombok menuju Bali akan ada penerbangan sebanyak 14 kali dalam seminggu.

Untuk Lombok-Yogyakarta sebanyak tujuh kali seminggu dan Lombok-Perth sebanyak empat kali seminggu. Selain itu untuk rute yang sudah ada yakni Kuala Lumpur-Lombok yang tadinya tujuh kali menjadi 14 kali seminggu. AirAsia juga memberikan hadiah istimewa dengan memasang livery bertuliskan Lombok pada pesawat AirAsia untuk sarana promosi Lombok kepada dunia luar.

“Pemerintah sangat mendukung dan saya lihat pelaku industri juga mendukung, antusiasme mereka luar biasa dan siap sekali,” kata Rifai.

Rifai berharap, pemerintah daerah bisa menjaga pasar dengan menggencarkan promosi dan penyiapan fasilitas agar rute penerbangan yang nanti dibuka bisa bertahan lama. Rifai mendorong Pemda untuk aktif melakukan Familiarization Trip (Famtrip) atau wisata pengenalan bagi agen travel dan media dari luar negeri agar mendorong wisatawan mancanegara tertarik berkunjung ke Lombok.

Baca juga: AirAsia Malaysia Terbang Perdana ke Silangit dari Kuala Lumpur Disambut Hujan

“Yang paling penting bagaimana (penerbangan) kita bisa berkelanjutan, perlu ada komitmen bersama, mungkin kalau maskapai baru bisa raup keuntungan setelah dua tahun, saat-saat awal harus berikan banyak promosi supaya orang mau datang ke Lombok,” kata Rifai.

Bepergian Sendiri, Penyandang Disabilitas ini Dilarang Mengudara oleh Hong Kong Airlines!

Staf maskapai Hong Kong Airlines tidak mengizinkan pengguna kursi roda untuk mengudara dari Bandara Internasional Hong Kong dengan dalih ia bepergian sendirian. Hal ini lalu memicu panggilan dari anggota parlemen untuk operator penerbangan untuk membuat instruksi yang lebih jelas.

Baca Juga: Lima Maskapai Ini Dianggap Ramah Bagi Penyandang Disabilitas

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman asiaone.com (28/1/2019), adalah Shen Chengqing, seorang penumpang berusia 22 tahun yang dijadwalkan untuk mengudara bersama Hong Kong Airlines menuju Tianjin pada Jumat (25/1/2019) sekira pukul 20.40 waktu setempat. Namun setibanya di Bandara Internasional Hong Kong, Shen ditolak oleh petugas bandara lantaran ia merupakan seorang penyandang disabilitas dan bepergian seorang diri karena tanpa pendamping.

“Saya merasa sangat cemas dan marah pada saat itu. Saya tidak mengerti mengapa hal seperti ini bisa terjadi di Hong Kong,” ungkap Shen.

“Karena alasan ini (disabilitas), kami menolak untuk membiarkannya naik pesawat sendirian,” ujar salah satu petugas bandara kepada rekan Shen yang kala itu mengantarkannya ke bandara.

Shen mengatakan bahwa sebelumnya, ia telah memberikan informasi kepada pihak Hong Kong Airlines bahwasanya ia menggunakan kursi roda dan ia bersikeras bahwa pihak maskapai seharusnya memberikan informasi yang lebih detail mengenai apa saja yang harus dilakukan oleh seorang penyandang disabilitas, seperti diperlukan pendamping dan lain sebagainya.

Menurut situs web maskapai, penumpang diperbolehkan untuk melakukan check in dengan menggunakan kursi roda dan akan diberikan kursi khusus ketika berada di dalam pesawat. Sementara itu, awak kabin masih bisa memberi bantuan kepada penyandang disabilitas ini seperti mendorong kursi roda penyandang disabilitas menuju atau keluar dari seat mereka di dalam pesawat tapi tidak dengan membantu penyandang disabilitas untuk perawatan pribadi, seperti membantunya menuju toilet atau memberikan obat, karena ini menyangkut masalah keamanan.

“Untuk kebutuhan pribadi semacam ini, kami sarankan Anda untuk bepergian bersama seorang pendamping,” terang situs web tersebut.

Namun Shen tidak puas dengan alasan yang dilontarkan oleh pihak Hong Kong Airlines, “Jika ada masalah keamanan, berarti harus ada fasilitas yang lebih baik untuk memastikan keselamatan saya sebagai penumpang, bukan malah tidak mengizinkan saya untuk naik pesawat,”

Baca Juga: Berhati Malaikat, Anak ini Dampingi Penyandang Disabilitas Lewati Penerbangannya

Menanggapi hal ini, seorang juru bicara Hong Kong Airlines mengatakan bahwa penumpang yang bepergian sendiri terlepas apakah dia seorang penyandang disabilitas atau bukan, harus memiliki kemampuan untuk mengurus diri sendiri, termasuk dalam urusan makan dan minum, minum obat hingga menggunakan toilet.

Dampak dari insiden ini, Shen harus merogoh kocek lagi sebesar lebih dari 2000 yuan (HK$295) untuk membeli tiket pada hari berikutnya dari Shenzhen ke Tianjin, dan terpaksa menyusahkan teman-temannya untuk menemani perjalannya.

 

Train 18 Resmi Punya Nama ‘Vande Bharat Express’

Train 18 yang katanya akan menggantikan Shatabdi Express diberi nama Vande Bharat Express oleh Menteri Kereta Api India Puyush Goyal. Kereta ini sendiri akan berjalan di antara Delhi dan Varansi dengan kecepatan maksimum 160 km per jam.

Baca juga: India Uji Coba Train 18, Kereta Cepat Tanpa Masinis Produksi Dalam Negeri

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman economictimes.indiatimes.com (27/1/2019), kereta dengan 16 gerbong ini diproduksi selama 18 bulan dengan biaya Rs97 crore oleh Integral Coach Factory (ICF).

“Kereta 18 sekarang akan dikenal sebagai Vande Bharat Express. Ini kereta yang sepenuhnya dibangun di India oleh insinyur India, dalam rentang 18 bulan. Itu akan naik dari Delhi ke Varanasi. Ini adalah contoh yang memungkinkan untuk membuat dunia kereta kelas di bawah Make in India,” ujar Goyal.

“Itu benar-benar dibuat di India dan berbagai nama disarankan oleh masyarakat umum tetapi kami telah memutuskan untuk menamainya Vande Bharat Express. Hadiah pada kesempatan Hari Republik kepada orang-orang. Akan meminta perdana menteri untuk mengibarkannya,” katanya.

Train 18 atau Vande Bharat Express ini sendiri telah diuji coba paca 29 Oktober lalu sebelum menggantikan Shatabdi Express yang sudah mengular selama 30 tahun di India. Kereta ini sendiri dilengkapi dengan CCTV dan memiliki dua kompartemen eksekutif yang berada di tengah 16 gerbong tersebut.

Vande Bharat Express akan mampu mengangkut 1128 penumpang. Selain Sistem Informasi Penumpang berbasis GPS, kereta ini telah menghadirkan pencahayaan yang tersebar, pintu otomatis dengan langkah kaki. Tak hanya itu, toilet vakum yang ada juga ramah penyandang disabilitas serta adanya ruang untuk kursi roda.

Jejak di pintu masuk meluncur ke luar ketika kereta berhenti di stasiun yang memungkinkan penumpang untuk turun dengan aman dengan kenyamanan mengingat variasi ketinggian antara lantai kereta dan platform. Diketahui, Indian Railways telah memperkenalkan Shatabdi Express pada tahun 1988 dan kereta ini saat ini berjalan di lebih dari 20 rute yang menghubungkan metro dengan kota-kota penting lainnya di negara ini.

Baca juga: Gantikan Shatabdi Express, Inilah 10 Fakta Unik dari Train 18 di India!

Kereta menerima semua izin hukum untuk operasi komersial pada hari Jumat (1/2/2019). Kereta ber-AC sepenuhnya akan berhenti di Kanpur dan Allahabad dan akan memiliki dua mobil kursi eksekutif dan 14 mobil kursi non-eksekutif. Ongkos kereta api kemungkinan lebih tinggi dari apa yang dikenakan dalam kereta Shatabdi, yang akan mencakup makanan juga.

Jalur Labuan – Rangkasbitung, Dulunya Juga Untuk Angkut Ikan dan Garam

Jalur kereta api Labuan menuju Rangkasbitung kini masuk dalam Wilayah Aset I Jakarta. Lintasan ini sendiri mulai dibangun tahun 1908 silam dan tutup sejak 1984 karena persaingan antar moda transportasi lainnya. Lintasan sepanjang 56 km tersebut memiliki percabangan ke arah Bayah dari Stasiun Saketi.

Baca juga: Jalur Kereta Rangkasbitung-Saketi-Labuan Kembali Direaktivasi

Setelah beroperasi selama 20 tahun, lintasan ini cukup ramai, sebab ada perjalanan kereta penumpang dan barang lima kali pergi pulang dalam sehari. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kereta yang melintasi jalur ini dulunya memiliki kelas II, III dan khusus inlanders atau pribumi.

Kereta barang yang melintas jalur ini biasanya mengangkut ikan dari Labuan untuk di jual ke Jakarta dan membawa garam dari Tanah Abang untuk pembuatan ikan asin di Labuan. Mati sejak 1984, jalur Labuan-Rangkasbitung rencananya akan kembali direaktivasi.

Rencana ini sudah berjalan dimana PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai melakukan survei untuk pemetaan jalur tersebut. Reaktivasi jalur ini sendiri dikatakan Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak, Dudi Mulyadi, bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Survei pemetaan jalur itu,terkait akan dioperasikan kembali KA Rangkasbitung-Labuan sepanjang 56 kilometer. Kami mulai pemetaan dari titik jembatan Ciujung hingga melintasi Stasiun Warunggunung-Cibuah dan Citangkil yang berjarak kurang lebih 17 kilometer,” kata Dudi yang dikutip dari wartakota, Minggu (27/1/2019).

Tahun 2016 lalu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita berharap, reaktivasi jalur Labuan-Rangkasbitung bisa rampung tahun 2020 mendatang. Dia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait pengaktifan kembali jalur kereta tersebut.

“Lebih bagus kalau dalam satu-dua tahun rel kereta apa itu sudah bisa digunakan, karena dengan begitu ekonomi masyarakat akan hidup, khususnya di wilayah stasiun kereta,” kata Irna yang dikutip dari tempo.co.

Kasi Penataan Jaringan Ditlaka Ditjen Kereta Api Jumanto menyampaikan sebelum melakukan pembangunan akan dilakukan sosialiasasi terlebih dahulu. Ada dua hal juga yang harus dipersiapkan yakni penertiban dan pengadaan lahan.

“Karena jalur kereta yang mati saat ini masih dimanfaatkan oleh warga. Agar laju kereta bisa 60 km per jam harus ada pelebaran untuk jalur kereta dari yang sudah ada saat ini,” ujarnya.

Baca juga: Menjadi Saksi Sejarah Perang Kemerdekaan, Stasiun Rangkasbitung juga Sebagai Tombak Perekonomian

Untuk diketahui, ada lima stasiun di jalur Labuan-Rangkasbitung yang akan diaktifkan yakni Pandeglang, Kadukacang, Saketi, Menes dan Labuan. Selain itu ada objek wisata yang juga bisa dikunjungi selain vila dan pantai di jalur selatan tersebut.

Di Bahrain, Bakal Ada Sosok Boeing 747 di Bawah Permukaan Laut

Situs penyelaman di Indonesia diakui oleh dunia sebagai salah satu yang terbaik, namun apakah predikat tersebut akan tetap tersemat manakala Bahrain telah membuka theme park bawah lautnya pada musim panas mendatang? Ya, menurut rencana yang tersiar, pihak Negara Teluk Persia ini akan membuka underwater theme park dengan sebuah sentuhan yang unik dan niscaya akan mengundang decak kagum para penyelam. Kira-kira apa, ya?

Baca Juga: Peringati Ultah ke-100, British Airways ‘Dandani’ Boeing 747-400 dengan Livery BOAC

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adalah kehadiran dari Boeing 747 di underwater theme park tersebut yang dipercaya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta olahraga bawah air. Tentu saja, ini merupakan pesawat yang sudah tidak dioperasikan lagi. Proyek sub-aquatik ini merupakan bentuk kerja sama antara Supreme Council for Environment, Bahrain Tourism and Exhibitions Authority (BTEA) dan pihak swasta.

Diumumkan melalui Kantor Berita Bahrain yang dikelola pemerintah, lokasi penyelaman ini juga tampaknya akan menampilkan replika rumah pedagang mutiara Bahrain, terumbu karang buatan, dan beragam patung.

Mengingat Boeing 747 ini tidaklah didesain khusus yakni menggunakan pesawat bekas, lalu pertanyaan mulai muncul, apakah spot penyelaman ini ramah lingkungan?

“Daya tarik baru bagi Bahrain ini ramah lingkungan. Spot ini akan turut mempromosikan pertumbuhan kehidupan bawah laut,” ujar pihak promotor.

Namun pernyataan ini disanggah oleh Adriana Humanes, seorang ahli kelautan yang memiliki gelar PhD dari Ekologi Kelautan James Cook University. Ia mengatakan bahwa terumbu karang buatan tidak melulu berimplikasi baik jika dilihat dari sudut pandang ekologis.

“Ketika terumbu karang dalam kondisi yang sehat sudah mengalami penurunan jumlah, maka terumbu karang buatan muncul sebagai alternatif yang digunakan pemerintah dan industri pariwisata untuk menarik pengunjung,” ujar Adriana.

Wreck diving adalah salah satu metode tertua yang digunakan untuk menciptakan terumbu buatan dengan menyediakan struktur bagi biota laut,” tandasnya.

Baca Juga: Lufthansa – Jadi Operator Boeing 747-8 Hingga Konsumen Caviar Terbesar di Dunia

Sebelum ditenggelamkan ke dasar laut, Boeing 747 ini sendiri akan di sterilisasi terlebih dahulu guna menghilangkan zat-zat kimia yang terkandung di dalamnya.

“Semua permukaan pesawat akan di sterilisasi terlebih dahulu dengan menggunakan deterjen yang ramah lingkungan untuk memastikan semua lapisan, minyak, dan debu pasca produksi hilang,” ujar pihak promotor.

“Selain itu, sebagian besar waktu telah dihabiskan untuk menghilangkan kontaminan dari pesawat selama ia berada di darat, termasuk menghilangkan semua perkabelan, semua sistem hidrolik, pneumatik dan bahan bakar, dan semua perekat, isolasi, plastik, karet, bahan kimia atau zat beracun potensial lainnya,” imbuhnya.

 

Beralih Fungsi Menjadi Rumah dan Kandang Ayam, Begini Kabar Stasiun Menes

Dari kabar yang tersiar, tahun 2019 ini, jalur kereta dari Labuan menuju Rangkasbitung akan kembali beroperasi. Kemudian sepanjang jalur ini sendiri ada beberapa stasiun dan kemungkinan juga akan ikut kembali beroperasi setelah adanya reaktivasi jalur kereta tersebut.

Baca juga: Menjadi Saksi Sejarah Perang Kemerdekaan, Stasiun Rangkasbitung juga Sebagai Tombak Perekonomian

Salah satunya adalah Stasiun Menes yang masuk dalam Daerah Operasional (Daop) I Jakarta. Stasiun Menes yang sudah tak lagi aktif kini beralih fungsi sebagai rumah tinggal. Tak hanya itu, bagian ruang tunggunya pun kini berubah menjadi tempat penyimpanan kayu bakar dan kandang ayam.

Berada di lintasan yang akan direaktivasi yakni Labuan-Rangkasbitung, dulunya Stasiun Menes menjadi stasiun kedua tersibuk setelah Stasiun Labuan. Dimana tercatat sebanyak 44 ribu hingga 90 ribu penumpang diangkut per tahunnya.

Stasiun ini juga mengangkut barang dalam kapasitas sekitar 200-900 ton barang per tahunnya di antara tahun 1950-1953. Stasiun Menes sendiri dibangun tahun 1906 oleh Staatsspoorwegen (SS) salah satu perusahaan kereta api Hindia Belanda.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Stasiun Menes sama seperti stasiun di jalur Labuan-Rangkasbitung lainnya yang tutup tahun 1982 silam karena persaingan transportasi. Jalur kereta api stasiun ini sendiripun hanya tersisa besi dan di sebuah sekolah menjadi garis batas sebuah lapangan voli.

Stasiun Menes terletak diantara kota Rangkasbitung di Kabupaten Lebak dan Stasiun Labuan di Pandeglang. Penumpang dikala stasiun tersebut ramai ternyata adalah para pelajar yang menimba ilmu di berbagai kota yakni Banten dan sekitarnya serta Lampung dan Jakarta.

Meski tak lagi terlihat jelas bentuknya, penanda gedung tua tak terawat tersebut adalah sebuah stasiun yakni tulisan di bagian atas rumah yakni Menes. Dibagian dalam bekas stasiun yang sudah menjadi rumah tinggal tersebut masih terlihat ada bekas tempat penyimpangan dan ruang loket menjadi sebuah kamar. Gudang stasiun pun masih ada dan kini pun tak lagi terpakai.

Baca juga: Jalur Kereta Rangkasbitung-Saketi-Labuan Kembali Direaktivasi

Dari video yang terlihat dari Youtube, sisa dari toilet masih terlihat jelas. Rumah pengatur sinyal sendiri ada di sisi barat stasiun dan plang nama bawah tanaah juga berada di sisi yang sama dan milik PJKA.

Terkendala Masalah AC, Armada Garuda Indonesia Rute Jakarta – Bangkok Return to Base

Flag carrier Tanah Air, Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-866 terpaksa Return to Base menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (28/1/2019) kemarin. Adapun moda udara yang melayani rute penerbangan Jakarta – Bangkok ini dikabarkan mengalami kendala pada bagian Air Conditioner (AC), sehingga hal ini memaksa pilot untuk kembali mendaratkan si burung besi di bandara berkode CGK tersebut.

Baca Juga: Dianggap Pilot “Terlalu Besar,” Embraer 175 United Airlines “Return To Base” di Tengah Perjalanan Menuju Chattanooga

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Vice President Coprorate Secretary PT Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan pun membenarkan insiden yang menimpa armada berjenis Boeing 737-800NG ini.

“Pesawat dijadwalkan berangkat dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 09.35. Namun demikian setelah beberapa saat pesawat lepas landas ditemukan indikator sensor Air Conditioning yang memerlukan pengecekan lebih lanjut,” ujar Ikhsan, dikutip dari laman tribunnews.com (28/1/2019).

“Memang saat take-off, penumpang di kelas ekonomi row kedua merasa ada bau terbakar,” ujarnya.

Ikhsan menambahkan, prosedur Return to Base ini ditempuh pilot dengan alasan kenyamanan penumpang dalam penerbangan tersebut,

“Iya pilot kami mengetahui ada salah satu panel AC yang bekerja tidak ideal, jadi memutar kembali untuk dilakukan perbaikan,” jelas Ikhsan.

“Itu kan Jakarta-Bangkok, dengan waktu terbang bisa sampai 4 jam. Jadi kami mengutamakan kenyamanan penumpang, dan pilot melakukan putar balik untuk dilakukan perbaikan,” imbuhnya.

Sekira 20 menit pesawat berada di udara, sebelum akhirnya pilot memutuskan untuk melakukan Return to Base.

Setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, penumpang kembali menunggu di ruang terminal sembari petugas ground handling mereparasi bagian pesawat yang rusak tersebut. Ikhsan juga mengatakan bahwa ada prasyarat yang harus dipenuhi oleh suatu armada untuk bisa membumbung tinggi ke udara, yaitu suhu yang ideal.

“AC-nya bekerja tidak normal, kedinginannya tidak ideal. Kan itu ada prasyarat juga, suhu ideal, kalau dia tak pada dingin tertentu pesawatnya tak bisa naik ke atas,” terang Ikhsan.

Baca Juga: Bikin Ulah Pasca Keluar Toilet, Penumpang ini Paksa The Flying Kangaroo Return to Base

Akhirnya setelah teknisi selesai membetulkan AC di armada tersebut, pada pukul 12.50 WIB, pesawat itu sudah kembali mengudara.

“Komitmen Perusahaan dalam mengedepankan aspek safety dalam operasional penerbangan menjadi aspek penting dan memiliki arti tersendiri dalam memastikan value layanan Perusahaan tetap terjaga,” tutup Rosan.