KAI Luncurkan KA Argo Dwipangga “New Generation”, Serba Canggih dan Nyaman

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengoperasikan KA Argo Dwipangga relasi Gambir – Solo Balapan pp dengan menggunakan jenis Kereta Eksekutif New Generation dan Kereta Luxury New Generation, terhitung mulai Rabu (13/12/2023). Kereta New Generation tersebut merupakan bagian dari pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation periode 2023 sampai dengan 2026 yang didatangkan dari PT INKA (Persero).

Baca juga: PT KAI Luncurkan Priority Class di KA Argo Muria, Ini Dia Rinciannya!

“Pengoperasian Kereta Eksekutif New Generation dan Kereta Luxury New Generation ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada seluruh pelanggan menyambut liburan Natal dan Tahun Baru, khususnya pelanggan KA Argo Dwipangga. Selanjutnya, Kereta New Generation ini akan kami operasikan untuk KA-KA lainnya secara bertahap,” ungkap VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangannya, Rabu (13/12/2023).

Keunggulan Kereta Eksekutif dan Luxury New Generation ini di antaranya pintu masuk kereta dan pintu penghubung antar kereta sudah menggunakan pintu elektrik otomatis. Hal ini akan semakin memudahkan pelanggan dalam membuka ataupun menutup pintu tanpa mengeluarkan banyak energi. Suara aktivitas buka-tutup pintu pun menjadi lebih senyap.

Di samping itu, Passenger Information Display System (PIDS) yang tersedia di masing-masing kereta dapat menampilkan informasi stasiun terdekat, kecepatan, dan suhu ruangan. PIDS tersebut membantu menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik dan menyediakan informasi yang penting bagi pelanggan selama perjalanan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KAI121 (@kai121_)

Jendela Kereta Eksekutif dan Luxury New Generation juga telah di-upgrade menjadi tempered double glass dari sebelumnya tempered glass. Sehingga tingkat keamanan lebih tinggi, membantu mengurangi masuknya panas berlebih dan sinar UV ke dalam ruangan, serta mereduksi kebisingan lebih baik.

Untuk kebutuhan mengecas gadget pelanggan, KAI menambah USB charger port pada masing-masing kursi, di samping stop kontak yang telah tersedia di dinding kereta. Adanya tambahan fasilitas pengisian daya tersebut membuat penumpang dapat terus menggunakan perangkat HP, laptop, dan smart watch mereka tanpa khawatir kehabisan daya, sesuai dengan kebutuhan modern.

Keunggulan lain pada Kereta Luxury New Generation ada penambahan toilet dari Kereta Luxury sebelumnya dari 1 toilet menjadi 2 toilet dan dipisahkan menjadi toilet pria dan wanita.

Baca juga: Misteri Kereta Mewah Orient Express Terpecahkan, Gerbong yang Hilang Berhasil Ditemukan

Kereta Makan di rangkaian New Generation ini juga turut diperbarui menjadi lebih mewah dengan interior dan furnitur premium. Kereta Makan tersebut didominasi sentuhan kayu serta kursi makan yang lebih empuk dan lembut. PIDS yang sama juga tersedia di Kereta Makan.

“Upgrade kenyamanan kereta yang sedang KAI lakukan ini diharapkan dapat membuat transportasi perkeretaapian semakin maju. Sehingga dapat lebih menarik animo masyarakat untuk tetap setia menggunakan jasa kereta api,” tutup Joni.

Stasiun Krenceng, Kecil Namun Memiliki Keunikan

Masih di wilayah Daop (Daerah Operasi) 1 Jakarta kita coba berkunjung ke stasiun kecil tapi memiliki keunikan disekitarnya, yaitu Stasiun Krenceng (KEN). Stasiun kecil/kelas III ini merupakan jalur KA yang satu petak berakhir ke Stasiun Merak.

Baca juga: Stasiun Merak, Pilihan Integrasi Lintas Moda Penumpang Kapal Ferry

Berlokasi di Kebonsari, Citangkil, Cilegon dan hanya memiliki ketinggian +16,15 M dpl. Stasiun ini memiliki 3 jalur. Jalur 1 merupakan jalur utama dengan perjalanan lurus, kemudian jalur 2 digunakan jika kereta api menunggu pergantian perjalanan atau istilahnya persilangan dan jalur 3 sudah tidak diaktifkan karena jarang digunakan namun uniknya sinyal elektrik masih terpasang kemungkinan digunakan jika dalam keadaan darurat.

Memang terlihat sebagai bangunan stasiun, tapi jika pertama kali berkunjung ke stasiun ini terlihat mengherankan karena letak stasiun ini diimpit oleh bangunan permanen dan semi permanen warga. Bagian depan stasiun saja sudah terlihat jalan raya penghubung antara Cilegon – Anyer – Merak. Dan bagian belakang stasiun atau seberang rel kereta terdapat rumah warga yang terlihat padat.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Keunikan lainnya, stasiun ini juga melayani kereta penumpang maupun kereta barang. Untuk kereta penumpang Stasiun Krenceng melayani KA Lokal Merak – Rangkasbitung dengan tarif sangat murah yaitu Rp 3 ribu saja. Kemudian untuk KA angkutan barang stasiun ini melayani keberangkatan KA batu bara dan KA baja coil. Tak heran jika melihat ke arah barat dari Stasiun Krenceng terdapat 3 jalur KA yang terpisah. Jalur lurus mengarah ke Stasiun Cigading tempat dimana khusus pengisian batu bara menggunakan kereta api sampai dengan Stasiun Nambo. Lalu jalur tengah menuju pabrik baja coil yang siap muat menuju Surabaya dan jalur ke-3 khusus perjalanan berakhir ke Stasiun Merak.

Baca juga: Stasiun Labuan, Pernah Jadi Stasiun di Paling Ujung Barat Pulau Jawa

Penumpang yang naik dari Stasiun Krenceng juga cukup banyak, apalagi penumpang ingin melakukan aktivitas ke Cilegon, Serang maupun Rangkasbitung pada pagi hari. Meski stasiun kecil tak menutup kemungkinan stasiun ini selalu rama akan penumpang yang setia menggunakannya setiap hari. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Terbang Perdana Ke Luar Cina Daratan, COMAC C919 Sukses Mendarat di Hong Kong

Gegara sertifikasi penerbangan yang tidak didapatkan dari Amerika Serikat dan Uni Eropa, menjadi pesawat penumpang produksi Cina sulit untuk terbang ke luar negeri, terutama ke negara yang menganut standar sertifikasi penerbangan dari FAA. Namun pada 12 Desember kemarin ada kejutan, COMAC C919 untuk pertama kalinya mendarat di Hong Kong dalam penerbangan perdananya di luar wilayan Cina daratan (China Mainland).

Baca juga: COMAC Luncurkan Varian C919 “Shortened/Plateau” untuk Beroperasi di Bandara Dataran Tinggi

Pemimpin Tiongkok Xi Jinping mengatakan Tiongkok tidak akan dianggap sebagai ‘kekuatan sejati’ sampai mereka mengembangkan maskapai penerbangannya sendiri Dua pesawat jet penumpang buatan Cina tersebut mendarat di Hong Kong pada hari Selasa, menandai tonggak penting dalam upaya negara tersebut untuk memasuki pasar pesawat terbang yang didominasi negara Barat.

C919 adalah pesawat narrow body yang mampu mengangkut hingga 168 penumpang. C919 berhasil mendarat di Bandara Internasional Hong Kong pada penerbangan pertamanya di luar Cina daratan. C919 adalah pesawat bermesin ganda yang dipandang oleh Beijing sebagai penantang model asing seperti Boeing 737 MAX dan Airbus A320.

C919 diproduksi oleh Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC), sebuah produsen kedirgantaraan milik negara Tiongkok, meskipun banyak suku cadangnya bersumber dari luar negeri. Mesin C919 berasal dari CFM International, perusahaan patungan antara GE Aerospace dari AS dan Safran Aircraft Engines dari Perancis. Sementara itu, ban C919 bersumber dari raksasa ban Peerancis Michelin.

Pendaratan terjadi sekitar tujuh bulan setelah pesawat melakukan penerbangan komersial perdananya. Pesawat ini telah dikembangkan selama 16 tahun dan telah mengalami penundaan beberapa kali.

Dikutip dari Wall Street Journal, pemimpin Cina Xi Jinping berencana untuk mengakhiri ketergantungan negaranya pada teknologi asing di industri strategis seperti penerbangan. Xi mengatakan Cina tidak akan dianggap sebagai “kekuatan sejati” sampai mereka mengembangkan pesawat terbangnya sendiri, dan pemerintah telah memberikan bantuan negara ke dalam proyek C919.

Berkah Zhuhai AirShow Cina, COMAC Terima Pesanan 330 Pesawat Made in China C919 & ARJ21

Awal tahun ini, China Eastern Airlines membeli 100 pesawat C919 seharga $10 miliar yang merupakan kesepakatan terbesar hingga saat ini. Pesawat-pesawat tersebut akan dikirim secara bertahap mulai tahun 2024 hingga 2031. GallopAir, maskapai penerbangan baru yang berbasis di Brunei Darussalam, berencana membeli 30 pesawat tersebut dalam kesepakatan senilai total $2 miliar.

Air India Luncurkan Seragam Baru untuk Pilot dan Awak Kabin, Padukan Esensi Budaya dan Tradisi India

Air India baru saja meluncurkan seragam awak kabin (pramugari/pramugara) dan pilot barunya, yang merupakan bagian dari upaya maskapai nasional Negeri Bollywood untuk mengubah citra menjadi maskapai kelas dunia. Menurut Air India, pakaian baru ini akan menandai datangnya “era baru busana dalam penerbangan.” Maskapai tersebut merinci bahwa seragam tersebut dibuat oleh Manish Malhotra, seorang couturier selebriti India yang berbasis di Mumbai, India.

Baca juga: Air India Kini Dimiliki Tata Group, Pembenahan Postur Awak Kabin Jadi Prioritas

Dikutip dari Simple Flying, seragam tersebut menampilkan “berbagai macam warna dan desain yang tak lekang oleh waktu,” mencerminkan “perpaduan yang langka dan harmonis antara kekayaan warisan dan estetika India dengan gaya, keanggunan, dan kenyamanan abad ke-21.”

Air India mencatat bahwa seragam tersebut akan diperkenalkan secara bertahap selama beberapa bulan ke depan, dengan penerbangan pertama yang menampilkan seragam tersebut dilakukan pada Airbus A350-900 pertama milik maskapai tersebut.

Pesawat tersebut diluncurkan dengan corak baru Air India pada bulan Oktober 2023, seiring dengan persiapan Air India untuk pengiriman pesawat pertamanya yang sejenis. Airbus A350-900 pertama harus dikirimkan pada akhir tahun ini.

Menjelaskan proses pemikirannya, Malhotra pertama kali mengatakan bahwa dia merasa terhormat karena Air India memberinya kesempatan untuk merancang seragam baru. “Tujuan saya adalah menciptakan seragam yang mencerminkan esensi budaya dan tradisi India yang beragam sekaligus mewujudkan tampilan modern dan canggih,” tambahnya.

Palet warna seragamnya menampilkan warna merah tua, merah anggur, terong, dan aksen emas, yang memberi penghormatan kepada warisan negara. Air India juga menyoroti bahwa mereka “praktis dan cocok untuk melakukan tugas dalam penerbangan dengan kemudahan pergerakan” karena dikembangkan melalui konsultasi erat dengan karyawan maskapai, yang juga menguji desain baru. Sementara itu, seragam pilot memiliki “setelan double-breasted hitam klasik dengan motif yang terinspirasi oleh Vista, yang melambangkan profesionalisme, keabadian, dan semangat profesi penerbangan.”

Air India Hadirkan Makanan Khusus Rendah Lemak Bagi Pilot dan Pramugari

Berbicara tentang alas kaki awak kabin dan kokpit, maskapai ini merinci bahwa para kru akan memiliki sepatu yang memadukan gaya dan kenyamanan, “memungkinkan setiap langkah selaras dengan keanggunan dan ketenangan yang melekat dalam perombakan busana Air India.” Awak kabin wanita akan mengenakan sepatu hak tinggi dengan warna ganda, sedangkan awak kabin pria akan mengenakan sepatu Brogue hitam, dengan anting mutiara dan tas selempang yang disertakan dalam seragam pramugari wanita.

Tahukah Anda, Naik Kereta Api Jakarta – Bandung Seberangi 21 Jembatan Besar

Liburan menggunakan kereta api ke berbagai destinasi wisata di beberapa kota di Pulau Jawa memang sungguh menarik. Selain nyaman, perjalanan pun cukup cepat untuk estimasi waktunya. Destinasi paling dekat dan paling cepat, mayoritas pengguna kereta api memilih Kota Bandung.

Baca juga: Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia

Selain banyaknya tempat wisata, memilih Bandung dengan kereta api lebih mudah apalagi jadwal perjalanannya yang cukup banyak. Nah, saat di perjalanan naik kereta api dari Jakarta ke Bandung ataupun sebaliknya (bukan jalur kereta cepat), tak luput dari pandangan mata untuk melihat pemandangan dari dalam kereta. Nah, kabarpenumpang.com akan mengajak melihat panorama dari dalam kereta api yang sayang kalo tidak disimak.

Menggunakan kereta api dari Jakarta – Bandung pp tentu sangat efisien dan cepat. Mau kelas ekonomi sampai kelas eksekutif, jalur yang dilalui pun sama. Bedanya hanya kecepatan dan waktu yang ditempuh. Pemandangan yamg disuguhi pun beragam, ada bukit, sawah, sungai, pedesaan, bahkan pegunungan. Jalur kereta api pun saat menyeberang perbukitan di hubungkan dengan jembatan. Nah, kalian tentu merasakan dong saat naik kereta mendekati Kota Bandung. Ada beberapa jembatan yang diseberangi oleh kereta api di petak Stasiun Padalarang – Cilame – Sasaksaat. Kalau dihitung, berjumlah 21 jembatan yang memiliki ketinggian dan panjang yang berbeda – beda.

Saat kabarpenumpang.com menelusuri area sekitar jembatan, menurut warga sekitar tiap jembatan ternyata memiliki nama. Akhirnya nama – nama jembatan tersebut berhasil didapat sebanyak 21 jembatan. Dimulai dari arah Stasiun Padalarang hingga Stasiun Cilame:
1. Cirengge
2. Cimeta
3. Gandasoli
4. Cibodas
5. Cikadongdong
6. Cibisoro
7. Tarengtong
8. Sinapeul
9. Ciroyom
10. Cikurutug

Baca juga: Cirahong, Jembatan Double Deck Satu-Satunya di Indonesia

Kemudian berlanjut dari Stasiun Cilame ke Stasiun Sasaksaat:
11. Cilame
12. Taneuh Beureum
13. Panglaksaan
14. Legok Garing
15. Cipada
16. Citeureup
17. Lebak Leungsir
18. Cimenteng
19. Batu Karut
20. Cikubang
21. Cirangrang
(PRAS – Cinta Kereta Api)

Dari Jepang Hingga Bandung Tawarkan Sensasi Makan di Atas Bus

Mungkin sebagian besar dari Anda pernah merasakan sensasi makan di atas moda yang sedang berjalan, baik itu moda darat, laut, maupun udara. Fasilitas tersebut biasanya tersedia bagi Anda yang melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan umum. Beragam menu yang disediakan pun seakan siap untuk mengatasi urusan perut dari para penumpangnya.

Baca juga: Gunakan Bus Tingkat Berusia 20 Tahun, “Hanoi 75” Hadirkan Kuliner Khas Vietnam di Manchester

Namun pernahkah terlintas di benak Anda tentang moda yang khusus di desain sebagai restoran dengan beragam pilihan menu khas tempat makan kelas wahid? Di Jepang, ada sebuah bus yang menyediakan layanan khas restoran bintang 5. Ide ini memang terbilang cukup unik karena para tamu restoran tersebut akan merasakan sensasi makan makanan mewah di atas bus yang berjalan, tentu saja dengan rasa yang jauh lebih menggugah selera daripada menu yang ditawarkan oleh para penyedia jasa layanan transportasi lainnya.

Sebuah perusahaan bus asal Jepang, Willer Travel menyediakan layanan fine dining di atas bus yang akan membawa Anda berkeliling ke beberapa lokasi dengan pemandangangan indah di Jepang. Bus tingkat atau double decker dipilih sebagai moda yang dirasa tepat untuk mewujudkan salah satu terobosan yang menggabungkan unsur transportasi dan kuliner ini. Adapun tema yang diterapkan oleh penyedia jasa ini adalah Matsuri atau festival, dimana interior dalam bus ini dihiasi oleh lentera dan bendera tradisional.

Bus ini masih menjalani tahap uji coba di Tokyo dan akan resmi diluncurkan di prefektur Niigata pada rentan April hingga Juni tahun ini. Bus yang pada bagian atasnya tidak memiliki atap ini didesain sedemikian rupa sehingga dapat meminimalisir guncangan yang dapat mengganggu kenyamanan para tamu yang datang. Bus ini mampu menampung hingga 25 orang, dengan bagian bawah sebagai dapurnya.

Sumber: lifestyle.inquirer.net
Sumber: lifestyle.inquirer.net

Untuk lebih menunjang kenyamanan, pihak penyedia jasa ini juga menggunakankan meja khusus yang dilengkapi dengan lubang seukuran gelas dan peralatan makan lainnya untuk menghindari resiko jatuh saat dihidangkan. Selama masa uji coba, para tamu dapat mencicipi beberapa hidangan tradisional khas Jepang, seperti Sake khas Niigata, Black Pork dari Pulau Sado, Deep Fried Northern Shrimp dari perairan di Jepang, beragam sayuran tumis yang masih segar dari perkebunan masyarakat Jepang, dan Risotto yang menggunakan beras dari Koshihikari. Nantinya akan tersedia pula beberapa menu tambahan, salah satunya adalah Tartlet yang pada bagian atasnya dilengkapi dengan strawberry dari perkebunan Echigohime.

Para pengunjung dari luar dapat melihat pilihan menu yang tersedia pada website Willer versi bahasa Inggris. Untuk harga yang ditawarkan untuk perjalanan wisata kuliner ini berkisar antara 15.210 yen atau setara dengan Rp1.800.000 per orang. Para pengunjung yang berminat untuk mencoba pengalaman unik ini akan berangkat dari stasiun Niigata, dan perjalanan ini hanya tersedia pada hari Sabtu.

Sumber: len-diary.com
Sumber: len-diary.com

Berbeda dengan Jepang, dalam negeri juga memiliki tempat makan yang konsepnya hampir sama dengan restoran berjalan di negeri sakura tersebut. Street Gourmet, sebuah inovasi yang dilakukan oleh sekumpulan orang di Bandung yang menginginkan adanya penggabungan antara wisata kota dan sensasi makan di dalam bus. Dengan kapasitas mencapai 24 orang, bus ini siap mengantar Anda untuk berkeliling kota selama kurang lebih 2 jam dengan kecepatan hanya 30 km/jam.

Inilah Rumah Makan Favorit Khas Bus AKAP di Sepanjang Pantura

Perbedaan yang mencolok antara Street Gourmet yang ada di Bandung dengan Jepang adalah pada busnya. Street Gourmet Bandung tidak menggunakan bus tingkat, hanya memanfaatkan bus biasa yang disulap sebagai restoran berjalan. Apabila Anda tertarik untuk mencobanya, silakan Anda datang ke Mister Komot café yang terletak di jalan Cilaki Bandung dan Anda dapat merasakan sensasi baru dalam menikmati sajian hidangan khas nusantara. Jangan lupa untuk membookingnya terlebih dahulu.

Leyland Atlantean – Nostalgia Bus Tingkat Jakarta Era 80-an

Setelah lebih dari satu dekade tak mengenal bus tingkat, kini dibawah manajemen TransJakarta warga DKI Jakarta bisa menikmati kembali sosok bus tingkat modern berstandar Eropa. Namun flashback ke pertengahan 90-an, sebagian dari Anda mungkin masih teringat bus tingkat milik Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) dengan warna biru abu-abu, inilah Leyland Atlantean, generasi kedua bus tingkat yang beroperasi di Jakarta.

Bus Tingkat di Indonesia, Transformasi dari Moda Angkutan dan Wisata

Berbeda dengan bus tingkat TransJakarta yang kini digadang untuk melayani rute wisata, maka PPD mengerahkan Leyland Atlantean benar-benar untuk transportasi komuter, terutama pada jalur Blok M – Salemba – Pasar Senen. Dari sejarahnya, Leyland Atlantean masuk ke Indonesia pada tahun 1983. Asal muasalnya berasal dari program hibah Pemerintah Inggris. Ada yang menyebut bahwa hibah armada Atlantean terkait imbal balik pengadaan jet latih tempur Hawk M53 untuk TNI AU yang dibeli dari Inggris pada tahun 1980.

Dibandingkan bus reguler, maka Atlantean dapat membawa 106 penumpang sekali jalan. Jenis yang masuk ke Indonesia adalah tipe Leyland Atlantean An 68/2R dengan karoseri Alexander (diproduksi antara tahun 1972-1984). Bus dengan panjang 10.2 meter ini masuk ke Indonesia secara bertahap baik itu langsung dari inggris maupun bekas pakai Singapura.

Kenalan dengan Parex, Legenda Bus Jakarta-Bandung Via Puncak

Di Inggris, Leyland Atlantean merupakan bus tingkat yang mempunyai masa produksi cukup lama yaitu 1958 hingga tahun 1986. Atlantean merupakan pioner bus tingkat yang berpintu masuk depan serta penempatan mesin mesin belakang .Tentang dapur pacu, Atlantean menggunakan Diesel 6 silinder seri 0680 bertenaga 150 hp, tenaga dari mesin kemudian disalurkan via transmisi matik Voith pneumolyc, elistrikan bus menggunakan system 24 v, dilengkapi dengan boster baterai, sistem kemudi sudah menggunakan power steering, sehingga memudahkan manuver bus. Di jamannya bus ini sudah tergolong canggih, sistem buka tutup pintunya sudah otomatis dengan sistem pneumatis yang diatur oleh sang pengemudi.

Selain di Jakarta, Leyland Atlantean diketahui juga dioperasikan di Surabaya dan Semarang. Diluar Jakarta bus ini dioperasikan oleh Perum Damri (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia). Total ada 108 unit Atlantean yang didatangkan ke Indonesia.

Makin Ribet, Warga Rusia yang Dilarang Ke Luar Negeri Harus Serahkan Paspor dalam Waktu 5 Hari

Warga Rusia yang dilarang bepergian ke luar negeri harus menyerahkan paspor mereka kepada pihak berwenang dalam waktu lima hari setelah diberitahu, hal itu disampaikan menurut keputusan pemerintah yang mulai berlaku pada hari Senin.

Baca juga: Warga Sipil Punya Dua Paspor, Inilah yang Unik dari Rusia

Dikutip dari reuters.com (11/12/2023), menurut undang-undang Rusia, pihak berwenang dapat memberlakukan larangan perjalanan antara lain terhadap wajib militer, pegawai Dinas Keamanan Federal (FSB), narapidana, atau orang yang memiliki akses terhadap rahasia negara atau informasi penting.

Paspor yang dikembalikan akan disimpan oleh otoritas yang menerbitkannya, seperti otoritas Kementerian Dalam Negeri atau Kementerian Luar Negeri. Setelah larangan bepergian dicabut, paspor dapat dikembalikan setelah melengkapi permohonan, sesuai dengan keputusan pemerintah.

Mereka yang hak bepergiannya untuk sementara dibatasi berdasarkan wajib militer atau dinas sipil alternatif juga harus memberikan tanda pengenal militer sebagai bukti bahwa mereka telah menyelesaikan dinas, kata resolusi tersebut.

Baca juga: Serba-Serbi Empat Warna Pada Cover Paspor

Pada bulan Maret, Financial Times melaporkan, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang dekat dengan masalah ini, bahwa Dinas Keamanan Rusia menyita paspor pejabat senior dan eksekutif perusahaan negara untuk mencegah perjalanan ke luar negeri.

Ngeri, Semakin Banyak Pesawat Penumpang di Rusia Mengalami Malfungsi

Sanksi internasional yang dikenakana kepada Rusia telah berdampak pada layanan penerbangan. Seperti dukungan suku cadang menjadi salah satu tantangan yang mengemuka, tatkala mitra aviasi Barat rama-ramai meninggilkan Rusia pasca invasi ke Ukraina pada Februari 2022. Dalam aspek lain, keselamatan penerbangan juga akan terpengarun pada situasi tersebut. Seperti kabar bahwa mulai banyak pesawat penumpang di Rusia yang mengalami malfungsi baik saat di darat dan udara.

Baca juga: Di Tengah Sanksi, Aeroflot (Rusia) Terpaksa Kirim Pesawat ke Iran untuk Perbaikan

Mengutip dari akun X NEXTA @nexta_tv (11/12/2023), disebut bahwa sebuah pesawat dengan zat radioaktif di dalamnya melakukan pendaratan darurat. Ini merupakan kejadian ke-14 di bulan Desember 2023.

Pesawat-pesawat Rusia terus melakukan pendaratan darurat dengan frekuensi yang mengkhawatirkan. Hari ini sebuah penerbangan yang berangkat dari Moskow dengan membawa zat radioaktif seberat 19 kilogram melakukan pendaratan darurat di bandara Vnukovo segera setelah lepas landas, tulis Shot. Di dalam pesawat, selain muatan berbahaya, terdapat 104 penumpang. Pesawat mengirimkan sinyal bahaya tentang tidak berfungsinya roda pendaratan.

Pagi ini juga diketahui bahwa pesawat An-24 buatan tahun 1960 terpaksa return to base karena rusaknya indikator kecepatan. Pada bulan ini saja, setidaknya ada empat belas kasus pesawat Rusia mogok selama penerbangan yang telah dilaporkan:

🔹 10 Desember – Superjet SSJ-100 kembali ke bandara karena ketidakmampuan menarik roda pendaratan.

🔹 Pada tanggal 8 Desember, sebuah Airbus A319-111 melakukan pendaratan darurat karena penurunan tekanan kabin.

🔹 Pada pagi hari yang sama Boeing 737 milik perusahaan S7 kembali ke bandara karena kerusakan mesin.

🔹 Pada tanggal 7 Desember, mesin kargo Tu-204 terbakar.

🔹 Pada tanggal 6 Desember, sebuah Aeroflot Boeing 777 terbakar karena korsleting.

🔹 Pada tanggal 5 Desember, sistem kendali kemudi An-12 gagal, dan penerbangan Moskow-Kazan juga melakukan pendaratan darurat karena kegagalan kendali sistem stabilisasi.

🔹 Pada tanggal 2 Desember, Airbus A321 Aeroflot mendarat darurat di Sheremetyevo karena kerusakan mesin kiri. Pada hari yang sama, Superjet 100 mendarat di Tyumen karena alasan teknis.

🔹 Pada tanggal 1 Desember, tiga penerbangan melakukan pendaratan darurat sekaligus. Airbus A321 milik Aeroflot mendarat di Pulkovo karena ada masalah pada sistem pendingin udara. Boeing 737 milik Aeroflot melakukan pendaratan darurat di Yuzhno-Sakhalinsk karena penurunan tekanan penyangga roda pendaratan.

Baca juga: Hadapi Sanksi AS dan Barat, Maskapai Rusia S7 Bakal Memproduksi, Menguji dan Mensertifikasi Suku Cadang Pesawat

Lebih dari 180 kasus malfungsi dalam penerbangan telah tercatat sejak awal tahun, dibandingkan dengan 60 insiden serupa pada tahun 2022, berdasarkan perhitungan Newsweek.

Hari Ini, 108 Tahun Lalu, Junkers J1 Pesawat Pertama di Dunia yang Seluruhnya Terbuat dari Logam Terbang Perdana

Pada hari ini, 108 tahun lalu, bertepatan dengan 12 Desember 1915, 12 tahun setelah Wright Brothers pertama kali menerbangkan biplane “Flyer I” pada bulan Desember 1903, pesawat pertama di dunia yang seluruhnya terbuat dari logam (all-metal), Junkers J1, berhasil terbang perdana. Tak hanya itu, pesawat karya Insinyur Jerman, Hugo Junkers, tersebut dinilai sedikit lebih baik dari pesawat manapun di zamannya.

Baca juga: Hari Ini, 81 Tahun Lalu, Heinkel He 178 Nazi Jerman Pelopori Era Penerbangan Turbojet di Dunia

Dikutip dari Military Factory, gagasan membuat pesawat full logam dimaksudkan untuk mengurangi kebutuhan penyangga eksternal yang rumit dan memicu drag, desain yang cukup aneh di masa Perang Dunia 1 (1914-1918).

Meski demikian, gagasan tersebut tak lantas terkubur hidup-hidup. Malah, dengan menggunakan teknik memotong lembaran baja bergelombang melalui struktur bawah baja, prospek pembuatan pesawat serba logam pertama di dunia, Junkers J1, jadi semakin cerah. Sekalipun sempat dilirik untuk dijadikan pesawat andalan Jerman di PD I pada musim panas 1914, namun karena satu dan lain hal, rencana itu batal.

Di tengah tensi tinggi akibat peperangan, proyek pengembangan Junkers J1 terus berlangsung. Pada bulan Juli 1915, Junkers diizinkan untuk mengembangkan pesawat yang seluruhnya terbuat dari logam dengan kapasitas dua tempat duduk, berkembang dari konsep sebelumnya yang hanya berupa kursi tunggal; termasuk di dalamnya peningkatan kecepatan maksimum menjadi lebih dari 80 mil per jam.

Dengan spesifikasi tersebut, Junkers J1 mengalami beberapa perubahan dengan menggabungkan elemen pesawat tradisional, seperti mesin serta baling-baling dua bilah di bagian hidung pesawat (biplane), kokpit terbuka, serta sepasang sayap kembar tanpa penyangga.

Pesawat dengan lebar sayap sekitar 13 meter, panjang 8,5 meter, dan tinggi 3 meter, ini memiliki berat kosong mencapai 920 kg serta MTOW sebesar 1 ton lebih. Pesawat ini ditenagai oleh Mercedes D.II mesin piston segaris enam silinder berpendingin air berkekuatan 120 tenaga kuda.

Setelah persiapan dirasa cukup, pada tanggal 12 Desember 1915, Leutnant Theodor Mallinckrodt dari tim penguji ditugaskan untuk taxiing, meluncur, dan sukses terbang setinggi hampir 3 m. Saat berada di udara, pesawat tiba-tiba pesawat dihempas angin hingga menyebabkan konstruksi sayap kanan berubah dan membuat pesawat tak stabil. Akibatnya, proses uji coba pun dihentikan.

Pada 18 Januari 1916, uji coba kedua sukses dilakukan. Pesawat mampu terbang lebih tinggi hingga 80 meter sejauh 200 meter. Hanya saja, pada titik ini, pesawat masih mengalami kegagalan desain pada bagian vertikal stabilizer.

Usai desain diperbaiki, pesawat mampu terbang lebih tinggi mencapai 900 m. Di sini, penerbangan dilaporkan stabil dan bisa dibilang berhasil. Bahkan, pada pengujian keesokan harinya, Junkers J1 mampu terbang lebih tinggi dan melaju hingga kecepatan 170 km per jam. Karenanya, Junkers mendapat lampu hijau untuk mengembangkan konsep Junkers J2.

Baca juga: Kisah Douglas A-20 Havoc, Petarung Malam Terbaik Amerika Sekaligus Pesawat Pertama yang Berhasil Tembus Badai

Namun, seiring bobot beratnya akibat material logam pada akhirnya dinilai menjadi penyebab pesawat terlalu lambat dibanding pesawat lainnya yang terbuat dari kayu. Pada akhirnya pesawat dihina sedemikian rupa oleh publik Jerman.

Meski dihina habis-habisan di Jerman, Junkers J1 mendapat apresiasi tinggi dari perintis penerbangan Belanda, Anthony Fokker. Tetapi, pujian dari Fokker tak mampu mendorong Junkers melanjutkan pengembangan Junkers J1 dan J2. Januari 1916 dipercaya menjadi penerbangan terakhir J1. Walau sempat terhindar dari bom sekutu di PD I, Junkers J1 akhirnya hancur berkeping saat Jerman dibombardir saat PD II dan tak menyisakan bekas J1 apapun untuk dikenang saat ini.