Hari Ini, 108 Tahun Lalu, Junkers J1 Pesawat Pertama di Dunia yang Seluruhnya Terbuat dari Logam Terbang Perdana

Pada hari ini, 108 tahun lalu, bertepatan dengan 12 Desember 1915, 12 tahun setelah Wright Brothers pertama kali menerbangkan biplane “Flyer I” pada bulan Desember 1903, pesawat pertama di dunia yang seluruhnya terbuat dari logam (all-metal), Junkers J1, berhasil terbang perdana. Tak hanya itu, pesawat karya Insinyur Jerman, Hugo Junkers, tersebut dinilai sedikit lebih baik dari pesawat manapun di zamannya.

Baca juga: Hari Ini, 81 Tahun Lalu, Heinkel He 178 Nazi Jerman Pelopori Era Penerbangan Turbojet di Dunia

Dikutip dari Military Factory, gagasan membuat pesawat full logam dimaksudkan untuk mengurangi kebutuhan penyangga eksternal yang rumit dan memicu drag, desain yang cukup aneh di masa Perang Dunia 1 (1914-1918).

Meski demikian, gagasan tersebut tak lantas terkubur hidup-hidup. Malah, dengan menggunakan teknik memotong lembaran baja bergelombang melalui struktur bawah baja, prospek pembuatan pesawat serba logam pertama di dunia, Junkers J1, jadi semakin cerah. Sekalipun sempat dilirik untuk dijadikan pesawat andalan Jerman di PD I pada musim panas 1914, namun karena satu dan lain hal, rencana itu batal.

Di tengah tensi tinggi akibat peperangan, proyek pengembangan Junkers J1 terus berlangsung. Pada bulan Juli 1915, Junkers diizinkan untuk mengembangkan pesawat yang seluruhnya terbuat dari logam dengan kapasitas dua tempat duduk, berkembang dari konsep sebelumnya yang hanya berupa kursi tunggal; termasuk di dalamnya peningkatan kecepatan maksimum menjadi lebih dari 80 mil per jam.

Dengan spesifikasi tersebut, Junkers J1 mengalami beberapa perubahan dengan menggabungkan elemen pesawat tradisional, seperti mesin serta baling-baling dua bilah di bagian hidung pesawat (biplane), kokpit terbuka, serta sepasang sayap kembar tanpa penyangga.

Pesawat dengan lebar sayap sekitar 13 meter, panjang 8,5 meter, dan tinggi 3 meter, ini memiliki berat kosong mencapai 920 kg serta MTOW sebesar 1 ton lebih. Pesawat ini ditenagai oleh Mercedes D.II mesin piston segaris enam silinder berpendingin air berkekuatan 120 tenaga kuda.

Setelah persiapan dirasa cukup, pada tanggal 12 Desember 1915, Leutnant Theodor Mallinckrodt dari tim penguji ditugaskan untuk taxiing, meluncur, dan sukses terbang setinggi hampir 3 m. Saat berada di udara, pesawat tiba-tiba pesawat dihempas angin hingga menyebabkan konstruksi sayap kanan berubah dan membuat pesawat tak stabil. Akibatnya, proses uji coba pun dihentikan.

Pada 18 Januari 1916, uji coba kedua sukses dilakukan. Pesawat mampu terbang lebih tinggi hingga 80 meter sejauh 200 meter. Hanya saja, pada titik ini, pesawat masih mengalami kegagalan desain pada bagian vertikal stabilizer.

Usai desain diperbaiki, pesawat mampu terbang lebih tinggi mencapai 900 m. Di sini, penerbangan dilaporkan stabil dan bisa dibilang berhasil. Bahkan, pada pengujian keesokan harinya, Junkers J1 mampu terbang lebih tinggi dan melaju hingga kecepatan 170 km per jam. Karenanya, Junkers mendapat lampu hijau untuk mengembangkan konsep Junkers J2.

Baca juga: Kisah Douglas A-20 Havoc, Petarung Malam Terbaik Amerika Sekaligus Pesawat Pertama yang Berhasil Tembus Badai

Namun, seiring bobot beratnya akibat material logam pada akhirnya dinilai menjadi penyebab pesawat terlalu lambat dibanding pesawat lainnya yang terbuat dari kayu. Pada akhirnya pesawat dihina sedemikian rupa oleh publik Jerman.

Meski dihina habis-habisan di Jerman, Junkers J1 mendapat apresiasi tinggi dari perintis penerbangan Belanda, Anthony Fokker. Tetapi, pujian dari Fokker tak mampu mendorong Junkers melanjutkan pengembangan Junkers J1 dan J2. Januari 1916 dipercaya menjadi penerbangan terakhir J1. Walau sempat terhindar dari bom sekutu di PD I, Junkers J1 akhirnya hancur berkeping saat Jerman dibombardir saat PD II dan tak menyisakan bekas J1 apapun untuk dikenang saat ini.

Galangan di Cina Luncurkan Desain ‘Megamax’ – Kapal Kontainer Bertenaga Nuklir

Selain kapal induk yang bertenaga nuklir, rupanya kapal kontainer dengan tonase raksasa juga tengan diincar untuk ditenagai menggunakan reaktor nuklir. Seperti belum lama ini, Cina meluncurkan desain kapal kontainer bertenaga nuklir, Megamax.

Baca juga: Inilah MSC Tessa, Kapal Kontainer Terbesar, Punya Luas Dek Seukuran Empat Lapangan Sepak Bola

Desain Megamax menjadi berita utama pada pameran Marintec China tahun ini di Shanghai. Desain Megamax dibuat oleh Jiangnan Shipyard milik pemerintah, disebut baha Megamax adalah kapal kontainer dengan kekuatan 24.000 teu yang menggabungkan teknologi reaktor garam cair.

“Kapal kontainer nuklir ultra-besar dirancang untuk benar-benar mencapai nol emisi selama siklus operasi kapal,” ujar induk galangan kapal tersebut China State Shipbuilding Corporation (CSSC), mencatat dalam sebuah postingan di media sosial.

Sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan oleh Kamar Pelayaran Internasional menunjukkan 9 persen dari anggota C-suitenya mengharapkan adanya kapal nuklir dalam satu dekade.

Baca juga: Airbus Perbarui Armada Kapal ‘Sewaan’ Pengangkut Komponen Pesawat dengan Teknologi Rendah Emisi

Marintec China, pameran pelayaran terbesar di Asia, kembali menempati delapan aula di Shanghai New International Expo Center setelah empat tahun absen akibat pandemi. Ruang pameran digunakan sebagai pusat karantina darurat dengan lebih dari 15,000 tempat tidur pada puncak krisis Covid-19 di Shanghai.

Bukan Concorde, Bell X-1A Jadi Pesawat Pertama di Dunia Tembus Kecepatan Mach 2

Tepat hari ini, 70 tahun lalu, bertepatan dengan 12 Desember 1953, Bell X-1A resmi jadi pesawat terbang supersonik pertama yang melampaui dua kali kecepatan suara (Mach 2). Saat itu, pesawat berhasil mencatat rekor kecepatan baru diangka Mach 2,44 atau 2.608 km per jam pada ketinggian 22.800 meter.

Baca juga: X-59 QueSST, Pesawat Supersonik Rancangan NASA, Siap Unjuk Gigi Pada 2021

Dilansir NASA, Bell X-1A sendiri merupakan rangkaian pesawat uji teknologi baru besutan National Advisory Committee for Aeronautics (NACA), Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), dan Bell Aircraft. Sejak program uji coba teknologi baru (supersonik) dimulai pada 1946-1958, ia telah berhasil membangun beberapa pesawat supersonik, seperti X-1, X-1A, X-1B, X-1D, dan X-1E.

Pesawat-pesawat supersonik pertama di dunia yang berhasil melampaui kecepatan suara itu total berhasil melakukan 214 penerbangan dalam rentang waktu tersebut.

Program uji teknologi baru oleh NACA, USAF, dan Bell sendiri pertama kali dimulai pada 14 Oktober 1947 melalui pesawat uji Bell-X1, sebuah pesawat terbang supersonik pertama yang melampaui kecepatan suara mencapai Mach 1,06 atau 1.126 km per jam di ketinggian 13.000 meter

Seiring berjalannya waktu, program lanjutan dari Departemen Aviation Inggris atas proyek rahasia pesawat pertama di dunia yang mampu memecahkan hambatan suara ini, terus mencari formulasi terbaik, sampai akhirnya Bell X-1A lahir pada 2 April 1948.

Saat itu, X-1A (nomor seri 48-1384) dimaksudkan untuk menggali informasi terkait fenomena aerodinamis dengan kecepatan lebih dari Mach 2 atau sekitar 2.451 km per jam, di ketinggian lebih dari 27 km, yang secara khusus menekankan stabilitas dinamis dan beban udara.

Meski memiliki desain lebih panjang dan lebih berat dari X-1 versi awal serta posisi kokpit yang lebih baik, X-1A didukung oleh mesin roket XLR-11 Reaction Motors, mesin yang sama dengan versi sebelumnya. Setelah diuji, hasilnya, pesawat tak sesuai ekspektasi.

Meski demikian, tim peneliti tak patah arang. Selang bertahun-tahun kemudian, X-1A berhasil melesat dengan kecepatan tinggi di bawah “Operation NACA Weep” di awal-awal Desember 1953. Pesawat penelitian supersonik bertenaga roket yang dipiloti oleh Chuck Yeager ini pun mencapai puncaknya pada 12 Desember 1953. Ketika itu, pesawat berhasil mematahkan rekor penelitian sekaligus rekor kecepatan suara sebelumnya saat melesat di kecepatan Mach 2,44 atau 2.608 km per jam saat pada ketinggian nyaris 23 km.

Meskipun sempat lepas kendali saat mencapai kecepatan maksimum, Bell X-1A akhirnya bisa dikuasai oleh pilot.

Sayangnya, pada 8 Agustus 1955 atau kurang dari dua tahun pasca mencatat rekor kecepatan supersonik, Bell X-1A harus menerima kenyataan pahit, ludes terbakar akibat ledakan di bagian tangki bahan bakar saat tengah parkir di kapal induk milik AS, RB-50. Pesawat ini menjadi satu-satunya pesawat model X dalam penelitian tersebut yang keluar dari barisan akibat hangus terbakar.

Baca juga: Apa yang Terjadi Bila Pesawat Melesat di Kecepatan Supersonik?

Penelitian kemudian dilanjutkan dengan kehadiran X-1B, X-1D, dan X-1E. Karena satu dan lain hal, proyek penelitian pesawat supersonik bertenaga roket ini pun harus terhenti. Namun, deretan pesawat model X itu sukses memberikan banyak informasi terkait wind-tunnel di udara untuk dicocokkan dengan data penerbangan aktual. Kolaborasi itu sangat berguna untuk merancang pesawat terbang berperforma tinggi atau supersonik di kemudian hari.

Terbukti, bebertapa tahun kemudian, Inggris, yang memprakarsai penerbangan pesawat supersonik pertama seantero bumi, mengguncang dunia usai meluncurkan pesawat supersonik komersial atau berpenumpang, Concorde, pada 2 Maret 1969.

Cerdik! Orang Ini Pernah Terbang Dengan Tiket Senilai Rp17 Ribu

Kesalahan tarif yang muncul di dunia maya memang pernah terjadi, walaupun tidaklah sering. Sedikit tidak masuk akal memang, ketika seorang hacker berhasil memangkas harga sebuah tiket penerbangan, namun menurut pengakuan seorang hacker, ia pernah melakukan hal itu dan berhasil mengudara dengan harga yang sangat murah. Dapat dibayangkan berapa besar kerugian yang mesti ditanggung oleh pihak maskapai jika ada banyak orang yang melakukan hal serupa, tidak menutup kemungkinan perusahaan tersebut akan bangkrut jika kasusnya tidak diusut.

Baca Juga: Mau Berburu Tiket Penerbangan Murah, Simak Tips Disini

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari news.com.au, hacker ini pernah melakukannya beberapa kali, pertama ketika ia berhasil menghemat 600 poundseterling dengan mengganti harga penerbangan menuju Meksiko menjadi 197 pounsterling. Yang lebih menarik adalah ketika ia pernah memesan tiket penerbangan menuju Denmark hanya dengan harga 1 pounsterling, atau senilai Rp17 ribuan. Dengan banyaknya penerbangan yang terjadi di udara setiap harinya, Tom Church selaku founder dari LatestDeals.co.uk, mengakatakan bahwa hal tersebut kerap kali terjadi, bahkan diskonnya bisa mencapai 90 persen.

Pria berusia 26 tahun tersebut mengatakan bahwa ada sebuah komunitas rahasia yang berisikan para “pecandu” perjalanan yang tergabung di sebuah forum online, dan biasanya mereka berbagi kesalahan tarif kepada sesama anggotanya. Dan untuk mengelabuhi tindakannya dari pihak maskapai, para pemburu tiket murah ini menggunakan kode rahasia ketika berinteraksi satu sama lain.

“Proses pemesanan untuk tiket penerbangan sangat rumit. Ada banyak aspek yang terlibat, mulai dari mesin pemesanan, hingga agen perjalanan online, database tarif, dan perusahaan penerbangan itu sendiri, ” tutur Tom. “Pada setiap fase ada kesempatan untuk sebuah kesalahan. Dengan lebih dari 100.000 penerbangan per hari, Anda akan selalu menemukan sesuatu yang tidak beres,” tambahnya. Ironisnya adalah, setiap tarif ngawur tidak selalu mudah dikenali, dan terkadang peran ‘Dewi Fortuna’ juga berpengaruh kepada siapa saja yang mendapatkan tiket dengan harga miring tersebut.

Baca Juga: Buntut Kisruh Diplomatik, Sejumlah Maskapai Penerbangan Lalukan Refund Tiket Dari dan Ke Qatar

“Tidak bisa dipungkiri, untuk menemukan tiket dengan harga miring membutuhkan waktu pencarian yang tidak sebentar, butuh berhari-hari. Dan biasanya mereka yang menemukan harga tiket murah enggan untuk membagikannya kepada rekanannya,” tambah Tom. Ambil contoh dari kasus yang terjadi pada seorang pria bernama Jack Sheldon, yang lebih memilih untuk meninggalkan pekerjaannya demi menjadi seorang pemburu tiket murah. Kepada awak media, ia mengaku perusahaannya kini, Jack’s Flight Club memiliki lebih dari 110.000 subscribers.

Ketika ditanya mengenai bagaimana cara yang ia lakukan dalam hunting tiket dengan harga error, ia mengaku melakukan pencarian luas dengan menggunakan aplikasi khusus. “Semisal, cek tarif penerbangan dari Birmingham ke seluruh Amerika Selatan untuk bulan Agustus dan lihat apakah ada tarif dengan harga miring muncul. Selain itu, cara lainnya adalah dengan membuat keberangkatan dan kedatangan bandara berbeda (ini disebut open-jaw route),” terangnya.

Baca Juga: “Jual Tiket Berdiri” di Pesawat, Awak Maskapai Pakistan Diperkerakan

“Metode ini kerap kali menunjukkan beberapa kesalahan yang tidak terduga. Saya pernah menemukan penerbangan menuju Tokyo, berangkat dari Paris dan kembali ke Bandara Heathrow dengan tarif hanya 250 poundsterling untuk pulang pergi,” ungkap Jack. “Namun, kadang-kadang memesan tarif error seperti ini, berarti Anda mungkin harus pergi ke bandara alternatif, jadi jenis ini tidak selalu menjadi opsi yang paling nyaman,” tutupnya.

Gawat, Perusahaan Inggris Pasok Suku Cadang Palsu Mesin CFM56, Banyak Digunakan di Boeing 737 dan Airbus A320

Seorang pria ditangkap setelah sebuah perusahaan di London dituduh memasok suku cadang pesawat palsu yang digunakan oleh maskapai penerbangan di seluruh dunia. Serious Fraud Office (SFO) mengatakan penyelidiknya melakukan penggerebekan dini hari di sebuah lokasi di London yang digunakan oleh AOG Technics dan menangkap satu orang.

Baca juga: Diamuk Putin, Cina Akhirnya Tegas Bantu Rusia Lawan Barat, Kirim Pasokan Suku Cadang Pesawat

Dikutip dari Airlive.net, AOG disebut menjual sebagian besar menjual suku cadang mesin pesawat ke perusahaan luar negeri yang memasang suku cadang untuk maskapai penerbangan. Namun beberapa maskapai penerbangan Inggris juga terkena dampaknya, kata SFO dalam sebuah pernyataan.

Buntut dari temuan ini, SFO mengatakan beberapa pesawat telah dilarang terbang di Inggris dan Amerika Serikat.

AOG Technics dituduh memasok suku cadang yang didokumentasikan secara palsu untuk digunakan pada mesin jet penumpang yang paling banyak terjual di dunia, yakni CFM56. Mesin CFM56 selama ini banyak digunakan sebagai dapur pacu pada Boeing 737 generasi lama dan sekitar setengah dari Airbus A320.

Awal tahun ini, Otoritas Penerbangan Sipil Inggris – Civil Aviation Authority (CAA) dan mitranya di Uni Eropa dan AS (FAA) mengeluarkan peringatan yang memperingatkan dunia mengenai suku cadang palsu yang dijual oleh AOG Technics.

Maskapai yang terkena dampak termasuk Tui, Ryanair, American Airlines, Delta Air Lines, United Airlines, Southwest Airlines, TAP dan Virgin Australia Airlines.

Baca juga: Singapore Airlines Bongkar Dua Airbus A380, Suku Cadangnya Didaur Ulang

Direktur SFO Nick Ephgrave mengatakan: “Investigasi ini berkaitan dengan tuduhan penipuan yang sangat serius yang melibatkan pasokan suku cadang pesawat, yang konsekuensinya berpotensi berdampak luas. Dugaan pemalsuan ini terungkap setelah adanya laporan yang dibuat oleh perusahaan pemeliharaan pesawat asal Portugal pada bulan Juni lalu.

Agar Perjalanan Nyaman, Packing Pakaian Itu Harus Efisien

Urusan mengemas atau packing pakaian ke dalam tas atau koper sepertinya sederhana, tapi packing bisa bikin penat bila waktu keberangkatan ternyata mepet. Alhasil bila terburu-buru, bakal ada item pakaian atau perlengkapan yang tertinggal, atau bisa jadi pakaian yang Anda bawa tidak terkemas dengan baik, sehingga posisi muatan dalam koper berantakan dan tidak efisien.

Baca juga: 10 Kesalahan Pelancong dalam Mengepak Koper

Dilansir dari independenttraveler.com, ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk mem-packing pakaian di dalam tas atau koper yang akan dibawa saat traveling.

Pisahkan pakaian
Bila tempat traveling sudah pasti, pilih baju dan pisahkan sesuai kebutuhan. Atasan, bawahan, baju renang dan baju tidur. Ini akan memudahkan Anda untuk menggunakan baju yang sesuai kebutuhan saat di tempat tujuan Anda.

hipwee
hipwee

Lipat atau gulung pakaian
Biasaya pakaian yang sudah dipisahkan bisa dilipat atau digulung. Untuk memuat banyak pakaian, hal tersimpel adalah menggulung pakaian tersebut. Tetapi tidaak semua bisa di gulung, untuk kaos, dress kasual dan pakaian yang tidak mudah kusut baiknya di gulung. Sedangkan untuk pakaian formal seperti kemeja, jaket, dan yang berbahan tebal baiknya dilipat dan diletakkan di bagian bawah atau atas koper dan tas Anda. pakaian yang digulung dan diletakkan rapat, bisa menghemat tas atau koper yang Anda gunakan sehingga ada ruang sisa untuk peralatan lainnya. Jangan lupa, saat menggulung, baju bisa diikat agar tidak mudah lepas dari gulungannya.

Masukkan dalam tas packing atau plastik vacum
Setelah digulung atau dilipat, pakaian yang Anda bawa bisa dimasukkan kedalam tas packing. Tas ini memudahkan Anda memilah pakaian dan keperluan lainnya dan memuat keperluan Anda lainnya di dalam tasa atau koper. Atau plastic vacum juga bisa Anda gunakan, selain menghindari pakaian basah,plastik ini membuat pakaian Anda tertata rapid an menyisakan banyak ruang di tas atau koper yang digunakan.

hipwee
hipwee

Posisi pakaian dalam tas atau koper
Ini sangat perlu Anda perhatikan. Posisi pakaian di dalam koper baiknya yang paling berat seperti yang berbahan tebal dan jeans diletakkan dekat roda dan yang ringan seperti kaos diletakkan di atasnya. Sama dengan menggunakan tas, baiknya pakaian terberat di letakkan di bagaian bawah agar pakaian lainnya tidak terhimpit dan kusut.

Baca juga: Tips Kemas Barang Saat Melancong dengan Koper Kecil

Isi ruang kosong
Setelah semua pakaian Anda masuk ke dalam tas atau koper, masukkan barang-barang lain seperti kaos kaki, sarung tangan, pakaian dalam dan tas kecil tempat peralatan mandi di sela-sela atau ruang kosong koper atau tas Anda.

10 Desember 2023, Penerbangan Vietjet Rute Jakarta-Hanoi Resmi Dibuka

Setelah sukses membuka rute penerbangan langsung antara Jakarta dan Ho Chi Minh pada bulan Agustus 2023 lalu, Vietjet kini resmi membuka rute langsung terbarunya yang menjembatani keindahan budaya Hanoi dengan kehidupan penuh warna di Jakarta. Penerbangan perdana yang bersejarah pada tanggal 10 Desember 2023 mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya layanan langsung antara dua destinasi yang mempesona ini.

Baca juga: Kham Thien Street, Sebuah Cerita dari Pemukiman Pinggir Rel di Vietnam

Rute penerbangan Jakarta-Hanoi akan beroperasi dengan jadwal empat kali pulang-pergi setiap minggu, yaitu pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu, untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan. Penerbangan dari Jakarta ke Hanoi, dengan durasi perjalanan sekitar 4 jam 20 menit, akan berangkat pukul 14.00 dan tiba di Hanoi pukul 18.15. Sementara itu, penerbangan kembali dari Hanoi akan berangkat pukul 08.40 dan mendarat di Jakarta pukul 13.00 (waktu setempat).

Sebagai penerbangan langsung keempat antara kedua negara, pembukaan rute langsung Jakarta – Hanoi ini menandai peningkatan signifikan dalam jaringan penerbangan Vietjet yang terus berkembang.

Baca juga: Hanoi Operasikan Jalur Kereta Api Perkotaan Untuk Kurangi Kemacetan

Untuk merayakan pencapaian ini sekaligus menyambut datangnya musim liburan, Vietjet menawarkan jutaan tiket dengan harga mulai Rp0/sekali jalan atau Rp900.000/sekali jalan, termasuk pajak dan biaya lainnya. Penawaran menarik ini berlaku untuk periode penerbangan mulai 5 Januari 2024 hingga 31 Oktober 2024.

Airbus Flight Academy Mulai Gunakan Pesawat Latih Elixir yang Lebih Hemat Bahan Bakar

Ada yang unik dari Airbus, yakni manufaktur dirgantara dari Eropa ini ternyata juga mempunyai sekolah penerbang, yakni Airbus Flight Academy Europe, yang 100 persen merupakan anak perusahaan Airbus menyediakan pelatihan bagi pilot sipil dan militer. Dan terkait Airbus Flight Academy, ada kabar bahwa sekolah penerbang itu telah menerima gelombang pertama pesawat latih Elixir yang lebih hemat bahan bakar dan lebih senyap sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutannya.

Baca juga: Airbus Buka Kursus Pelatihan Drone untuk Usia 18 – 65 Tahun

Empat pesawat pertama, dari total delapan pesawat yang akan dikirimkan, dilengkapi dengan kokpit yang dirancang khusus untuk Airbus Flight Academy, termasuk dua Electronic Flight Instrument Systems (EFIS) untuk mempersiapkan pilot kadet menghadapi teknologi pesawat komersial tercanggih saat ini.

Airbus Flight Academy Europe didirikan pada tahun 2006 untuk menyediakan fasilitas dan layanan pelatihan guna mendukung pelatihan awal, dasar, dan lanjutan bagi pilot sipil dan militer. Airbus Flight Academy Europe telah mengembangkan kemampuan pelatihan pilotnya sendiri dan telah menyelenggarakan Program Pelatihan Kadet Pilot Airbus sejak tahun 2019.

Terletak di Angoulême, barat daya Perancis, pusat pelatihan ini menawarkan semua fasilitas dan aset pelatihan yang diperlukan untuk memberikan kondisi pelatihan terbaik untuk taruna kita.

Program Pelatihan Kadet Pilot Airbus terbuka untuk lulusan sekolah menengah atas berusia di atas 18 tahun di seluruh dunia. Kandidat akan menjalani tes penyaringan online dan di tempat sebelum memenuhi syarat untuk mengikuti pelatihan yang mencakup 800+ jam sekolah dasar, dan 200 jam pelatihan praktik (penerbangan dan simulator). Sekitar 80 taruna dilatih di Airbus Flight Academy Europe setiap tahunnya.

Baca juga: Cessna 172 Skyhawk, Pesawat Latih Terpopuler Sejagad, Pencetak Berjuta Pilot

Airbus Flight Academy Europe memiliki armada Diamond DA42, Cirrus SR20, Grob 120 A-F dan sekarang empat pesawat Elixir, semuanya didedikasikan untuk pelatihan kadet. Selain itu, Airbus Flight Academy Europe mengoperasikan armada dua simulator berkualifikasi FNPT II di lokasi dan lokasi pelanggannya untuk menawarkan solusi pelatihan terbaik bagi siswa pilot.

Gegara Promo Tarif, LRT Jabodebek Kebanjiran Penumpang

LRT Jabodebek mencatat terjadinya peningkatan jumlah pengguna jasa pasca penambahan perjalanan serta penerapan tarif promo off peak hour. Pada periode 1 s.d 7 Desember 2023 LRT Jabodebek telah melayani 218.607 pengguna, jumlah tersebut naik 10 persen dibandingkan dengan periode yang sama bulan lalu sebanyak 198.558 pengguna.

Baca juga: Sambut Nataru 2024, Promo Tarif Baru LRT Jabodebek Jadi Rp3 – 10 Ribu, Headway 7-15 Menit

Manager Public Relations Mahendro Trang Bawono mengungkapkan peningkatan ini dipengaruhi faktor penambahan jumlah perjalanan dan penerapan tarif promo terbaru. Peningkatan jumlah pengguna ini tentunya juga tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi dengan Pemerintah melalui DJKA sehingga dapat memberikan pelayanan maksimal.

“Kami mengapresiasi pelanggan yang telah menggunakan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi untuk bermobilisasi sehari-hari. Peningkatan ini dapat diartikan sebagai tanggapan positif serta menunjukkan minat dan peningkatan kepercayaan terhadap layanan LRT Jabodebek,” ujar Mahendro.

Baca juga: Catat! di Luar Peak Hour Jam 10.00-15.00, Headway LRT Jabodebek per 1 Jam

LRT Jabodebek tetap berkomitmen untuk menjunjung standar pelayanan dan keselamatan tertinggi bagi pengguna sehingga semakin banyaknya masyarakat yang terbantu dengan hadirnya LRT Jabodebek sebagai transportasi publik.

“Prioritas kami adalah secara konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Seiring dengan peningkatan jumlah pelanggan, KAI yang dipercaya sebagai operator LRT Jabodebek oleh pemerintah akan menjaga momentum ini dengan meningkatkan layanan kami dan mengoptimalkan pengalaman perjalanan bagi pelanggan,” tutup Mahendro.

Bandara Dhoho Kediri Memasuki Tahap Kalibrasi, Target Beroperasi Komersial Awal Tahun 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Jumat (8/12), meninjau kesiapan Bandara Internasional Dhoho Kediri jelang beroperasi secara komersial pada awal tahun 2024. Menhub menyaksikan langsung proses kalibrasi bandara yang tengah dilakukan Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara.

Baca juga: Gandeng Gudang Garam, PT Angkasa Pura I Bangun Bandara “Dhoho” di Kediri

“Kalibrasi adalah tahap awal dari assesment suatu bandara, yang akan dilanjutkan dengan sejumlah assessment lainnya terkait keselamatan dan keamanan penerbangan,” tutur Menhub.

Menhub menjelaskan, pada minggu depan akan dilakukan pra operasi Bandara Dhoho dengan mengadakan tes take off landing beberapa pesawat. “Setelah seluruh assessment selesai, kami akan mengeluarkan rekomendasi yang akan ditindaklanjuti oleh pihak pengelola bandara,” ucapnya.

Setelah semua rekomendasi ditindaklanjuti, langkah selanjutnya adalah pengajuan dari pihak maskapai untuk melayani penerbangan dari dan ke Bandara Dhoho. Kemudian, akan ditetapkan maskapai serta rutenya oleh Kemenhub. “Bandara Dhoho ditargetkan bisa beroperasi secara komersial pada akhir Januari atau Februari 2024,” tutur Menhub.

Lebih lanjut Menhub mengharapkan peran aktif pemerintah daerah di Kediri untuk turut mempromosikan keberadaan Bandara Dhoho. Menhub meyakini Bandara Dhoho akan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kediri.

“Jawa Timur adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia dan memang dibutuhkan bandara yang ada di sisi selatan. Apa yang dibangun ini sangat signifikan, dengan runway sepanjang 3300 meter dan lebar 45 meter yang dapat didarati segala jenis pesawat,” ujar Menhub.

Bandara ini juga potensial untuk melayani penerbangan umroh dan haji. “Kami sudah akan memberikan izin penerbangan umroh haji di bandara ini, Di sekitar bandara ini juga sudah memiliki fasilitas penunjang seperti, hotel dan fasilitas lainnya,” kata Menhub.

Kemudian, Menhub memberikan apresiasi kepada PT Surya Dhoho Investama (SDHI), anak usaha dari PT Gudang Garam, yang telah berinvestasi untuk membangun Bandara Dhoho Kediri, dengan total investasi mencapai Rp 13 Triliun.

“Ini adalah proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) unsolicited (pemrakarsa dan pendanaan dari pihak swasta/non APBN) pertama di Indonesia, yang dari awal kita desain bersama-sama sampai selesai. Ini adalah satu contoh bahwa Indonesia memiliki pihak swasta yang punya komitmen untuk membangun konektivitas di Indonesia. Ini juga bisa jadi contoh swasta yang lain untuk berinvestasi di bandara,” tutupnya.

Baca juga: Di Tahun ini, PT Angkasa Pura I Tuntaskan Pengembangan Empat Bandara, Salah Satunya Tunjang MotoGP 2021

Pada tahap awal, saat ini Bandara Dhoho memiliki kapasitas terminal 1,5 juta/tahun. Pembangunan tahap 2, kapasitas akan meningkat mencapai 4,5 juta penumpang/tahun, dan kapasitas ultimate mencapai 10 juta penumpang/tahun. Nantinya, Bandara ini akan dikelola oleh PT Angkasa Pura I (AP I).

Turut menghadiri kegiatan tersebut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Maria Kristi Endah, Direktur PT SDHI Maksin Arisandi, Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi.