Chenab, Jadi Kondang Karena Ada Jembatan Kereta Tertinggi di Dunia

Dengan kontur geografis yang berbukit dan lembah, mengharuskan perusahaan kereta api di suatu negara untuk berpikir keras untuk menghadirkan jembatan rel kereta api (KA) yang memadai, tak jarang akibat medan yang dihadapi begitu menantang, terciptalah “maha karya” berupa jembatan yang eksentrik, salah satunya adalah jembatan KA di ketinggian.

Di Indonesia ada jembatan kereta Cisomang yang dikenal sebagai jembatan kereta tertinggi di Indonesia. Sedangkan di Tiongkok juga memiliki jembatan kereta yang tepatnya berada di Guizhou dengan melintasi sungai Beipanjiang dengan tinggi 275 meter. Namun keduanya dikalahkan oleh tinggi jembatan rel kereta tertinggi yang dimiliki India yakni jembatan Chenab.

India Bikin Jembatan Kereta Api Tertinggi (Lagi), Tapi Bukan Tertinggi di Dunia

Dengan ketinggian 359 meter ini, di klaim lebih tinggi 25 meter dibanding menara Eiffel di Paris, Perancis. Tahun 2008 lalu, pembangunan jembatan kereta ini sempat terhenti karena kontraktor tidak bisa memasang konstruksi landasan setelah 6 tahun berjalan pembangunan. Tak lama kemudian yakni 9 bulan setelah pemberhentian pembangunan, komite pembanguanan jembatan kereta tertinggi ini melanjutkan lagi proyek tersebut sebagai awal kebangkitan kembali pembangunan jembatan kereta tertinggi Chenab.

www.aniruddhafriend-samirsinh.com/dailymail.co.uk
www.aniruddhafriend-samirsinh.com/dailymail.co.uk

Jembatan kereta ini akan melalui kawasan pegunungan Utara India dan tepat berada di atas sungai Chenab. Jembatan kereta tertinggi ini akan menghubungkan wilayah Jammu dan Kashmir. Nantinya dari kawasan Baramulla ke Jammu di Himalaya, jarak yang ditempuh hanya sekitar 6,5 jam dan lebih cepat dari jarak tempuh awal sekitar 13 jam lamanya.

Jembatan kereta ini pun di bangun dengan perhitungan yang tepat, yakni tahan angin yang kencang dan gempa. Konstruksi bangunan memiliki teknik yang mengagumkan dengan lengkungan-lengkungan baja untuk konstruksi jembatan rel ini. kemudian akan ditahan oleh kabel raksasa di kedua sisi jembatan untuk menahan guncangan pada jembatan tersebut saat kereta melaluinya.

Bahan-bahan konstruksi yang diperlukan untuk pembangunan jembatan kereta Chenab dikirim menggunakan helikopter. Hal ini dikarenakan sulitnya akses truk-truk besar untuk mengirimkan bahan bangunan menuju ke lokasi pembangunan. Tak hanya itu, pembangunan jembatan ini tidak boleh mengganggu arus dan aliran sungai Chenab.

Cisomang, Serba-Serbi Jembatan Kereta Tertinggi di Indonesia

Jembatan ini memiliki panjang 1315 meter dan dirancang dengan menggunakan konstruksi baja 25 ribu ton dan bahan material lainnya. Pembangunan jembatan kereta tertinggi di dunia ini di lakukan oleh Kokan Railyways Corporation. Diperkirakan dana yang dihabiskan untuk membangun jembatan kereta tertinggi di dunia ini sekitar $92 juta atau sekitar Rp1,06 triliun.

Pembangunan jembatan ini selain menghubungakan Jammu-Baramulla, kota-kota lainnya yang akan dilalui yakni Udhampur, Katra dan Qazigund. Diperkirakan, jembatan Chenab ini selesai tahun 2016 lalu dan mulai beroperasi.

Inilah Daftar Stasiun Tersibuk di Indonesia

Sebagai tempat berkumpulnya penumpang, wajar adanya bila stasiun menjadi titik yang sibuk karena dipadati banyak orang dengan beragam keperluan. Belum lagi ada beberapa stasiun yang karena histori yang kuat juga menyandang sebagai tempat wisata yang menarik. Di Indonesia ada dua pembagian jalur milik PT KAI, Daop (Daerah Operasi) untuk Pulau Jawa dan Divre (Divisi Regional) untuk Pulau Sumatera. Dan dari kedua daerah operasional ada banyak stasiun tersibuk di Indonesia dan semuanya berada di Pulau Jawa dengan sebagian besar seperti sudah bisa ditebak, ada di Jakarta.

Mengenal Kereta Api Gajayana

Stasiun Kejaksaan, Cirebon
Stasiun ini dinamai Kejaksaan kerena terletak di Kecamatan Kejaksaan Cirebon. Dikatakan tersibuk karena, hampir semua kereta pasti melalui stasiun ini kecuali kereta relasi Bandung – Kroya. Dulu semua kereta ekonomi, bisnis hingga eksekutif diwajibkan berhenti di stasiun ini, namun jadwal kereta semakin padat dan perluasan stasiun Cirebon Prujakan selesai sehingga stasiun ini hanya untuk perhentian kereta ekonomi dan eksekutif.

Stasiun Jatinegara
Stasiun yang berada di Jakarta Timur ini menjadi jalur keluar masukknya kereta baik yang menuju atau keluar Jakarta. Selain sebagai jalur keluar masuk, stasiun ini sibuk juga adanya Commuter Line yang bolak balik melintasi dan berhenti di stasiun ini. Selain sibuk, stasiun yang termasuk salah satu yang terbesar di Jakarta ini juga menjadi dipo atau tempat peristirahatan dan perawatan lokomotif. Dikatakan sibuk juga karena stasiun jatinegara memiliki 6 jalur dan semua kereta ekonomi dan eksekutif berhenti di sini.
5035340586_131fa13652_zStasiun Manggarai
Stasiun ini terlihat sibuk karena banyak Commuter Line yang wara wiri melintas dan berhenti di sini baik rute menuju Bogor maupun Bekasi. Sayangnya tak banyak kereta ekonomi ataupun eksekutif yang berhenti di sini, biasanya hanya melintas saja, kalaupun ada hanya yang dari Tanah Abang. Stasiun ini akan menjadi sibuk juga di waktu berangkat dan pulang kerja dan terlihat sangat padat jam-jam tersebut.

Stasiun Surabaya Pasar Turi
Stasiun yang menjadi tiga percabangan jalur Pantura (Semarang dan Cirebon), Pelabuhan Tanjung Perak dan Staiun Sidotopo, Surabaya Gubeng yang menuju Malang dan Banyuwangi pastinya sibuk karena terletak di pembagian ini. Seluruh kereta yang melewati jalur utara ini pasti berhenti di Stasiun Surabaya Pasar Turi.

Stasiun Jakarta Kota
Stasiun yang sering disebut stasiun Beos ini berada di paling ujung yang tidak memiliki jalur lagi selain ke Kampung Bandan. Stasiun yang mirip dengan Stasiun Semut di Surabaya ini, menjadi stasiun pojok di Jakarta. Memiliki 12 jalur baik luar kota dan Commuter Line, membuat stasiun ini menjadi stasiun yang kedatang kereta dalam setiap waktu walaupun berada di pojok. Banyak penumpang yang pada jam pulang kantor akan naik kereta menuju stasiun ini demi mendapat tempat duduk.

Stasiun Tugu Yogyakarta
Stasiun ini menjadi stasiun tersibuk di Yogyakarta, karena setiap jam ada saja kereta eksekutif dan Bisnis yang lewat dan berhenti di stasiun ini. Selain itu KRD Prameks juga sudah pasti berhenti dan melintas di stasiun ini, sehingga makin sibuklah stasiun di pusat kota Yogya ini.

Stasiun Semarang Tawang
Stasiun dengan 7 jalur ini dikatakan sibuk karena menjadi jalur percabangan menuju Demak dan Kudus ke arah utaranya dan Cepu serta Surabaya Pasar Turi di jalur tengah.

Stasiun Gambir
Stasiun yang berada di pusat Ibukota ini, memiliki 4 jalur. Banyaknya wisatawan mancanegara yang akan melanjutkan perjalanan ke daerah lainnya di Pulau Jawa membuat stasiun ini sangat sibuk. Ditambah lagi setiap beberapa waktu pasti ada Commuter Line yang hanya sekedar melintas tanpa berhenti.

Stasiun Pasar Senen
Stasiun yang mengangkut penumpang kereta bisnis dan ekonomi ini, setiap hari pasti dipadati penumpang. Selain yang akan bepergian keluar kota Jakarta, di stasiun ini melintas juga Commuter Line menuju Bogor dari Jatinegara sedangkan untuk arah sebaliknya hanya untuk melintas saja.

Satu Layanan Bisa Beda Tarif, Kenali Sub Class di Kereta Api

Stasiun Madiun
Menjadi salah satu stasiun besar di Indonesia, stasiun Madiun bisa dikatakan pusat perkeretaapian Indonesia sama dengan stasiun Jakarta Kota dan Surabaya Pasar Turi. Stasiun ini juga memiliki jalur yang banyak dan seluruh kereta yang menuju jalur selatan arah Surabaya dan Malang diwajibkan berhenti di stasiun ini. Setiap kereta ekonomi, bisnis dan eksekutif yang berhenti dan KRD yang menuju daerah-daerah Jawa Timur juga berhenti daan melintas di sini, membuat stasiun Madiun ramai dan sibuk dengan penumpang yang berangkat atau turun di sini.

Survei: 22 Persen Pelancong Gunakan Jasa AI untuk Pelajari dan Rencanakan Perjalanan Wisata

Pelancong yang ingin berlibur sering kali merasa kesulitan dalam memutuskan ke mana akan bepergian. Dengan ratusan destinasi populer dan beragam pilihan penerbangan, memutuskan ke mana harus bepergian bisa menjadi sebuah tantangan.

Bagi sebagian pelancong, pilihan mereka ditentukan oleh keluarga dan teman di negara asing atau semata-mata karena daftar keinginan mereka. Dalam kasus terakhir, menentukan tujuan kunjungan untuk bersantai bisa jadi sulit.

10 Kesalahan Pelancong dalam Mengepak Koper

Sementara, aplikasi ponsel telah membuatnya sedikit lebih mudah dengan memungkinkan pengguna memilih berdasarkan jenis kelompok (usia, minat, dll.) dan waktu dalam setahun. Laporan Skyscanner Horizons tahun 2023 menunjukkan bahwa penggunaan ponsel adalah hal yang umum di kalangan pelancong yang melakukan penelitian tentang tujuan yang akan dikunjungi. Laporan tersebut menunjukkan temuan dari survei terhadap lebih dari 18.000 wisatawan global yang memilih pilihan perjalanan dan pengeluaran mereka.

Dikutip dari Simple Flying, laporan tahunan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di seluruh dunia tertarik menggunakan berbagai platform online untuk melakukan penelitian mengenai destinasi mereka, membandingkan penerbangan dan hotel, dan dalam banyak kasus, memesan melalui platform online.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa lebih dari 48 persen orang melakukan riset destinasi melalui ponsel sebelum merencanakan perjalanan udara mereka. Selain itu, hampir 47 persen orang membandingkan penerbangan ke destinasi berbeda sebelum mengambil keputusan. Laporan tersebut juga menyoroti bahwa lebih dari 40 persen peserta survei memesan perjalanan melalui perangkat seluler.

Menggunakan perangkat seluler untuk riset tujuan perjalanan juga bisa berarti menggunakan Kecerdasan Buatan – Artificial intelligence (AI) saat membuat rencana. Chatbot online, umumnya tersedia di perangkat genggam, dapat membuat keputusan tersebut lebih mudah dengan memberikan ringkasan komprehensif tentang tempat-tempat berdasarkan minat seseorang.

Orang dapat meminta chatbot untuk membuat daftar tujuan teratas untuk minat tertentu. Demikian pula, pilihan destinasi tertentu dapat dipersempit berdasarkan jenis atraksi yang tersedia bagi wisatawan selama waktu perjalanan yang diinginkan. Menurut laporan itu,

“Menurut survei, lebih dari seperlima (22 persen) pelancong di seluruh dunia telah meminta bantuan chatbot AI untuk merencanakan dan meneliti ke mana mereka harus pergi. Wisatawan Amerika dan India jauh di atas rata-rata global, sedangkan wisatawan dari UEA dan Arab Saudi juga berada di atas rata-rata. Negara-negara yang paling sedikit menggunakan AI adalah Jepang, Inggris, Belanda, dan Australia.”

Tips Penerbangan: Bahaya, Jangan Terlalu Banyak Muat Informasi di Label Koper Bagasi

Penggunaan perangkat seluler untuk penelitian dan pemesanan tujuan perjalanan udara sebagian besar terlihat di belahan dunia timur, termasuk Asia-Pasifik dan Timur Tengah. Meskipun wisatawan Amerika Utara dan Eropa juga menggunakan AI ketika merencanakan perjalanan udara mereka, wilayah di mana industri penerbangan berkembang memiliki skala yang lebih besar.

Banyak aplikasi seluler dan chatbot AI menyediakan berbagai tujuan, penerbangan, dan hotel untuk dibandingkan. Daripada mengunjungi situs individual untuk melakukan riset destinasi, calon wisatawan dapat mengakses chatbot pintar yang menyediakan semua informasi di satu tempat. Demikian pula, pemesanan penerbangan dan hotel melalui AI menjadi jauh lebih mudah.

Double Decker, Kompetisi Baru di Layanan Bus AKAP

Ditengah persaingan dengan moda angkutan udara dan kereta api, animo penumpang bus AKAP (Antar Kota Antar Propinsi), terutama untuk rute jarak jauh terus mengalami penurunan. Selain didera persoalan kemacetan lalu lintas, aspek kenyamanan penumpang kian berkurang dengan kualitas bus yang ikut merosot lantaran kurangnya perawatan. Namun, bukan berarti bisnis bus AKAP bakal terjun bebas, sejumlah PO (Perusahaan Otobus) masih cukup kreatif untuk memanjakan penumpang, salah satu terobosannya adalah menghadirkan bus tingkat AKAP.

Baca juga: Ada Pramugari di Bus AKAP, Perjalanan Lintas Darat Jadi Terasa Eksklusif

Bus tingkat pastinya sudah jamak kita kenal, tapi di Indonesia umumnya keberadaan double decker ini untuk menunjang angkutan dalam kota dan aktivitas terkait wisata. Dipelopori oleh PO Nusantara, sejak 2014 sudah mulai beroperasi bus AKAP double decker, kemudian menysul PO Putera Mulya, PO Efisiensi, dan terakhir PO Lorena. Tak hanya menawarkan sensasi baru bagi penumpangnya, double decker yang digadang tiap PO rata-rata menyuguhkan kemewahan fasilitas laksana penerbangan kelas bisnis di maskapai udara. Untuk menjamin kenyamanan, bus tingkat AKAP yang dibangun oleh perusahaan karoseri nasional, kesemuanya menggunakan sasis dan mesin bus dari merek-merek ternama yang proven sebagai pemasok teknologi bus dunia.

Bus tingkat AKAP PO Nusantara. (Foto: Tribunsolo)
Bus tingkat AKAP PO Nusantara. (Foto: Tribunsolo)

019409800_1482451549-Bus_tingkat_PO_Putera_Mulya3

IMG-20161220-WA00141

Bicara tentang fasilitas, umunnya PO penyedia double decker membagi dua kelas dalam satu bus, di lantai dua menjadi kabin untuk kelas eksekutif, ada water dispenser, reclining seat yang nyaman, hingga smoking room di bagian belakang. Sementara di lantai bawah, umumnya di setting untuk kelas yang lebih mewah, disini tersedia electric adjustable seat, jadi traveler bisa mengatur kenyamanan kursi secara otomatis, sandaran kursinya bisa diatur dengan memencet tombol yang ada di sisi dalam sandaran tangan. dan menarik juga disiapkan coffee maker. Benar-benar tak kalah dengan fasilitas di pesawat terbang, masing-masing kursi sudah dilengkapi stop kontak listrik dan satu monitor LCD yang berisi hiburan film dan musik yang bisa dipilih. Karena menyasar rute jarak jauh, dipastikan ada fasilitas toilet di bus double decker ini.

Fasilitas saja dipandang tak cukup untuk memikat calon penumpang, jenis bus yang digunakan jelas ikut menentukan. Setidaknya dalam kompetisi di segmen bus AKAP double decker ini nama Scania dari Swedia MAN dan Mercedes Benz dari Jerman. Contohnya bus tingkat dari PO Nusantara yang menggunakan sasis MAN R37. Dengan mengacu pada desain MAN Neoplan, bus yang dibangun perusahaan karoseri Nusantara Gemilang ini punya kapasitas 19 kursi. Sementara PO Putera Mulya memilih sasis dari Maxibus dari Scania K410IB mengandalkan mesin 13 liter DC13 yang sudah memenuhi standar emisi Euro 5. Untuk proses pembangunan bodi, POI Putera Mulya memilh karoseri Adiputro. Untuk PO Efisiensi memilih teknologi sasis dari Mercedes Benz OC500RF 2542, sementara pihak karoseri yang terlibat adalah Adiputro.

015260000_1482460892-DSC_0038

012098800_1482460891-DSC_0069__1_

Baca juga: Inilah Deretan Fasilitas Nyaman di Bus AKAP, Siap Memanjakan Pemudik

PO Lorena meski hadir belakangan, perusahaan bus yang terbilang senior di Tanah Air ini sudah menyiapkan 10 unit bus tingkat AKAP yang akan meluncur di 2017. Yang dipilih Lorena adalah sasis Mercedes Benz OC500RF 2542, dan mitra karoseri Adiputro.

Meski beda-beda manufaktur, bus tingkat AKAP punya ciri yang sama dengan bus tingkat pada umumnya, yakni ground clearance yang terbilang rendah, bahkan bisa dikata mirip dengan ground clearance bus bandara yang kerap membawa/mengantar penumpang menuju tangga pesawat. Dan sampai saat ini bus tingkat AKAP dengan tiga sumbu roda baru disasar untuk rute di Pulau Jawa.

wp-1486010204041

Riyadh Air dan Turkish Air Jalin Kerja sama Codeshare dan Interline

Dua maskapai yang punya pengaruh kuat di kawasan Timur Tengah dan Mediterania, Riyadh Air dari Arab Saudi dan Turkish Airlines dari Turki telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk potensi kemitraan codeshare dan interline.

Baca juga: Saudi Arabian Airlines dan Garuda Indonesia Perluas Perjanjian Codeshare

Riyadh Air dan Turkish Airlines telah menandatangani MoU kerja sama strategis dengan menawarkan banyak manfaat bagi pelanggan yang melakukan perjalanan antara Arab Saudi, Turki, dan tujuan penerbangan kedua maskapai tersebut. MoU tersebut juga mencakup potensi perluasan kemitraan kedua operator.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip Simple Flying, Riyadh Air dan Turkish Airlines akan memulai “perjanjian interline dan codeshare yang komprehensif,” yang memungkinkan penumpang untuk terhubung dan menggabungkan sektor-sektor yang dioperasikan oleh salah satu maskapai penerbangan.

Kedua maskapai penerbangan tersebut berencana bahwa perjanjian tersebut akan dilaksanakan “sesegera mungkin” setelah Riyadh Air meluncurkan operasinya pada pertengahan tahun 2025. Namun, kemitraan kedua operator masih menunggu persetujuan peraturan dari otoritas terkait, yang berarti ketentuannya masih bisa berubah.

Sebelum “Mengudara”, Kenali Dulu Yuk Kode Penerbangannya!

Namun, Riyadh Air dan Turkish Airlines merinci bahwa anggota program loyalitas masing-masing maskapai akan mendapatkan poin/kredit saat bepergian dengan layanan codeshare. Kedua operator juga menjajaki peluang untuk mengembangkan perjanjian loyalitas yang lebih luas yang mencakup kedua jaringan.

“Dari Airport Jadi Seaport” – Ini Sebab Apron dan Landasan di Bandara Bisa Sampai Kebanjiran

Beberapa hari lalu viral di media sosial tentang kondisi Bandara Chennai di India yang mengalami kebanjiran parah, termasuk pada bagian apron dan landasan, mengubahnya dari airport menjadi “seaport”. Meski bukan peristiwa yang pertama kali terjadi, sejatinya bandara sebagai wilayah ring satu seharusnya tidak boleh mengalami insiden ‘kebanjiran.’

Baca juga: Bandara Auckland Kebanjiran, Airbus A380 Emirates Terbang 13 Jam dari Dubai ke Dubai

Area penting di bandara, seperti apron atau tarmac, dapat mengalami kebanjiran karena beberapa penyebab yang melibatkan kondisi cuaca ekstrem, desain infrastruktur, dan sistem drainase yang tidak memadai. Beberapa penyebab umumnya meliputi:

1. Curah Hujan Ekstrem
Curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat dapat menyebabkan genangan air atau banjir di area apron atau tarmac. Drainase yang tidak dapat menangani volume air yang tinggi dapat memperburuk situasi ini.

Kasus yang terjadi di Bandara Chennai adalah akibat curah hujan yang tinggi sebagai imbas dari Topan Michaung. Buntut dari kebanjiran, otoritas bandara membatalkan 70 penerbangan dan mengalihkan lebih dari 30 penerbangan lainnya ke Bandara Kempegowda di kota tetangga Bengaluru.

2. Tinggi Muka Tanah Rendah
Beberapa bandara mungkin terletak di area dengan tinggi muka tanah rendah atau di daerah yang rentan terhadap banjir. Air dari curah hujan atau kenaikan air sungai dapat memasuki area apron atau tarmac jika tinggi muka tanah tidak memadai atau jika tanggul perlindungan tidak cukup.

3. Saluran Pembuangan yang Tersumbat
Saluran pembuangan yang tersumbat oleh sampah, lumpur, atau material lainnya dapat menghambat aliran air, menyebabkan air tergenang di area apron atau tarmac.

4. Kerusakan atau Kegagalan Saluran Air
Infrastruktur saluran air yang rusak atau gagal dapat menyebabkan air tidak dapat dialirkan dengan baik, meningkatkan risiko kebanjiran.

5. Air Laut atau Gelombang Badai
Bandara yang terletak dekat dengan pantai atau permukaan air dapat mengalami risiko banjir akibat pasang surut tinggi, gelombang badai, atau badai tropis.

5. Kondisi Salju dan Es
Pada bandara yang berada di iklim dingin, kondisi salju dan es dapat menyebabkan air cair ketika salju mencair, dan sistem drainase yang tidak efisien dapat menyebabkan air tergenang.

100 Bandara Bakal Tenggelam Gegara Perubahan Iklim, Mayoritas di Asia

Untuk mengatasi risiko kebanjiran, bandara umumnya dilengkapi dengan sistem drainase yang efisien, pompa pemompaan air, dan infrastruktur perlindungan banjir. Perencanaan dan pemeliharaan yang baik dari sistem drainase dan infrastruktur bandara sangat penting untuk mengurangi kemungkinan kebanjiran dan memastikan operasi bandara berjalan lancar.

Skybridge Bojonggede Resmi Beroperasi, Pintu Selatan Stasiun Bojonggede Ditutup

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan uji coba operasionalisasi Skybridge Bojonggede mulai Selasa, 5 Desember 2023. Pada hari Jumat, 8 Desember mendatang, Skybridge Stasiun Bojonggede akan beroperasi penuh dan pintu selatan stasiun akan ditutup permanen.

Baca juga: Ini Penyebab KRL Berjalan Perlahan di Petak Cilebut – Bojonggede

Tahap pertama pada Hari Selasa, 5 Desember 2023 pintu selatan tidak akan ditutup, namun penumpang selalu diinformasikan terkait rencana penutupan.

Tahap kedua, Pada Hari Rabu dan Kamis (6 dan 7 Desember 2023) pintu selatan akan ditutup 2 kali. Pertama dilakukan pada jam 09.00 sampai dengan jam 11.00 dan kedua dilakukan pada jam 14.00 sampai dengan 16.00.

Tahap ketiga, pada Hari Jum’at, 8 Desember 2023 pintu Selatan akan ditutup sepanjang jam operasional stasiun atau jam 04.00 s.d. 24.00.

Dengan pemberlakuan tersebut, maka akses dari dan menuju Stasiun Bojonggede dialihkan melalui pintu hall Skybridge yang berada di Terminal Bojonggede.

Dalam rangka mempersiapkan uji coba tersebut, PLT. Kepala BPTJ, Suharto telah melakukan kunjungan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dan PT. KCI pada Hari Senin, 4 Desember 2023.

Dalam kunjungan dimaksud, Suharto menyampaikan pengoperasian Skybridge Bojonggede ini diharapkan akan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di sekitar Stasiun Bojonggede seperti yang terjadi saat ini.

“Skybridge Bojonggede ini merupakan wujud nyata dari upaya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mencari solusi permasalahan kemacetan dan kesemrawutan di sekitar Stasiun Bojonggede yang sudah sejak lama menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

“Diperlukan penataan yang baik pada lingkungan sekitar kawasan stasiun, seperti penataan PKL, penertiban angkutan yang berhenti sembarangan, parkir liar, serta pembangunan park and ride dan jalan akses melalui belakang terminal Bojonggede untuk mendukung Sistem Satu Arah (SSA) yang mana hal ini menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Daerah setempat,” jelasnya.

Selain itu Suharto menambahkan dukungan masyarakat juga akan menjadi faktor penting efektivitas Skybridge Bojonggede sebagai fasilitas integrasi antarmoda. “Kami berharap masyarakat akan dapat memanfaatkan Skybridge Bojonggede ini dengan baik, tidak naik dan turun dari angkutan umum ataupun ojek online di pinggir jalan sehingga menimbulkan kemacetan.” kata Suharto.

Pada kesempatan yang sama Bupati Bogor yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Deni Humaedi menyampaikan terima kasih kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang telah membangun prasarana Skybridge Bojonggede.

“Stasiun Bojonggede merupakan Stasiun terpadat ketiga di Indonesia, pergerakan yang padat dan masih banyaknya masyarakat yang naik dan turun depan pintu Stasiun menyebabkan kemacetan. Dengan adanya Skybridge ini maka akan menuntun masyarakat lebih tertib dan nyaman berjalan kaki,” ujarnya.

Direktur Operasional dan Pemasaran PT. KCI Broer Rizal menambahkan, dengan adanya Skybridge ini maka mendukung perbaikan kesemrawutan yang sudah terjadi lama di Stasiun Bojong Gede. “Kami yakin dengan perubahan yang akan segera diberlakukan ini akan memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna jasa KRL,” katanya.

Baca juga: Secercah Cerita di Balik Jembatan Cincin Yang Melegenda

Berkaitan dengan rencana penutupan pintu Selatan dan pengalihan ke skybridge bojonggede, Broer menyampaikan bahwa dirinya yakin dengan lancarnya aksesibilitas penumpang melalui skybridge maka jumlah penumpang kereta commuter juga akan meningkat. “Kami memprediksi akan lebih banyak penumpang yang menggunakan KRL kami,” tutupnya.

Skybridge yang telah selesai 100 persen dibangun BPTJ ini membentang sepanjang 243 meter dengan lebar 3 meter menghubungkan Stasiun Bojonggede dan Terminal Bojonggede. Nantinya jembatan layang ini akan dihibahkan kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Adapun untuk pengoperasian Skybridge Bojonggede akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor bekerja sama dengan PT. KAI (Persero).

Hidupkan Sejarah, Gerbong Tua di Stasiun Rockwood Dijadikan Glamping Mewah

Banyak orang yang peduli dengan sejarah kota di mana mereka tinggal dan beberapa diantaranya bahkan sudah membangkitkan pesona tersendiri. Salah satunya kereta di Stasiun Rockwood yang seperti sudah ada selama beberapa dekade padahal baru dibuka tahun ini.

Baca juga: Gerbong Kereta Tua Dikonversi Jadi Hotel Mewah di Pinggir Pantai Inggris

Dilansir KabarPenumpang.com dari stuff.co.nz (23/8/2021), setelah beberapa tahun melakukan renovasi gerbong kereta bersejarah, pemiliknya yakni Ben dan Cheryl telah menghidupkan kembali sepotong sejarah yang bisa dinikmati para pelancong yang penasaran. Glamping mewah ini berada di kawasan Windwhistle yang sangat peduli dengan tanah dan sejarah dibaliknya.

Fasilitas alam di glamping mewah Selandia Baru. Foto: Stuff

Di mana glamping tersebut letaknya ada di hamparan hutan seluas 40 hektar di belakang wisma dengan jalur yang memungkinkan pelancong menikmati ketenangan di tempat tersebut. Bahkan pelancong bisa mendengarkan burung gereja bernyanyi saat senja atau mungkin melihat kererū atau ekor kipas/pīwakawaka menukik di sekitar pepohonan.

Di belakang gerbong kereta yang dijadikan glamping ini terdapat Sungai Hororata dengan lubang renang alami dan cocok untuk bersantai di musim panas atau menjelajah bersama anak-anak di musim dingin. Tak hanya itu, jika Anda cukup berani, bisa turun sedikit untuk menikmati mandi air panas di luar ruangan.

Adanya landscape peternakan pedesaan di pedesaan Canterbury, menjadi sangat spektakuler dan perbukitan bergulung-gulung ditumbuhi oleh pegunungan bersalju yang luas dan gletser. Bahkan, semakin banyak dari mereka telah mengembangkan hiruk-pikuk pariwisata butik, menyambut pengunjung ke tanah yang mungkin tidak umum sebaliknya.

Saat dunia berputar dan perbatasan tetap tertutup, penting untuk berkembang dan tumbuh, tetapi juga menjaga bisnis lokal. Faktanya, tidak pernah ada waktu yang lebih baik untuk berada di Selandia Baru. Di sini akan menemukan bahwa Anda memiliki tempat untuk diri sendiri yang mungkin belum pernah dialami sebelum pandemi, dan juga akan mendukung keluarga dan usaha kecil yang menawarkan pengalaman kreatif.

Bisa dikatakan, lupakan karavan yang diperbarui dan nikmati kereta tua yang menjadi tren baru. Untuk diketahui, Selandia Baru memiliki begitu banyak sejarah, tetapi sering diabaikan mengingat tempat-tempat seperti Eropa.

Baca juga: Lama Tak Terpakai, Gerbong Tua Ini Disulap Jadi Kamar Hotel Mewah

Sejarah kereta api di Pulau Selatan sangat luas dan mendalam, tetapi sayangnya dilupakan. Dek luar yang menyerap semua sinar matahari, hal pertama yang kami lakukan setelah tiba adalah menyalakan barbekyu dan tertawa dengan kegembiraan yang tak terkendali melihat betapa istimewanya tempat ini.

Stasiun Klaten, Jadi Stasiun Pertama yang Dibangun Antara Jalur Solo-Yogyakarta

Klaten merupakan kabupaten yang berada di Jawa Tengah dan berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sini, ada stasiun kereta yang kini bahkan melayani kereta rel listrik atau KRL relasi Yogyakarta menuju Solo. Ya, stasiun tersebut adalah Stasiun Klaten yang letaknya di Jalan KH Samanhudi 53.

Baca juga: Pernah Ditutup Tahun 2011, Stasiun Ceper Kini Beroperasi dengan Persinyalan Elektrik

Stasiun Klaten masuk dalam pengelolaan PT KAI Daerah Operasional (Daop) 6 Yogyakarta. Letaknya juga dekat dengan jalan by pass yang melingkari wilayah kota Klaten. Berada diketinggian +151 meter di atas permukaan laut, Stasiun Klaten merupakan stasiun kelas I yang memiliki enam jalur di mana jalur 1 dan 2 sebagai sepur lurus.


Stasiun Klaten tempo dulu (wikipedia)

Sedangkan jalur 5 dan 6 yang mengarah ke gudang kini sudah diperbaiki dan digunakan kembali agar dapat mengakomodasi kereta yang parkir. Karena letaknya berada di antara Yogyakarta dan Surakarta, membuat banyak kereta yang melintas di jalur Solo – Yogyakarta berhenti di stasiun ini.

Tak hanya kereta KRL, tetapi kereta jarak jauh dari kelas ekonomi, bisnis bahkan eksekutif juga berhenti di Stasiun Klaten. KabarPenumpang.com menghimpun beberapa laman sumber menyebutkan bahwa, per 10 Februari 2021, kereta api penumpang yang melintas langsung/tidak berhenti di stasiun ini adalah KA Argo Wilis, Gajayana, Bima, Turangga, Malabar, Mutiara Selatan dan Sancaka.

Stasiun Klaten dibangun pada masa kolonial Belanda tahun 1910 yang mana catatan sejarah lain menuliskan bahwa stasiun ini dibangun antara tahun 1903 – 1910. Ternyata stasiun ini merupakan stasiun pertama yang dibangun di jalur antara Surakarta dengan Yogyakarta.

Pembanunan ini dilakukan mengingat semakin berkembangnya perekonomian karena kemajuan dibidang industri perkebunan terutama gula. Dulunya di masa pemerintahan kolonial Belanda, Stasiun Klaten merupakan salah satu jalur kereta api vortelanden yang menghubungkan Yogyakarta dengan Surakarta dan berlanjut menuju Semarang.

Jalur ini dikelola oleh NIS yang mulanya hanya difokuskan untuk mengangkut hasil industri perkebunan tebu, kopi, tembakau dan lainnya yang akan diekspor melalui pelabuhan Semarang. Saat ini, untuk mendukung operasional jalur ganda, sistem persinyalan mekanik di stasiun ini diganti dengan sistem persinyalan elektrik buatan PT Len Industri (Persero) yang sudah dipasang sejak tahun 2013 dan baru dioperasikan mulai tanggal 12 Februari 2019.

Baca juga: Stasiun Maguwo Lama – Pernah Jadi ‘Saksi’ Agresi Militer Belanda ke II di Yogyakarta

Sehubungan dengan pembangunan KRL Yogyakarta–Solo, stasiun ini menjadi titik awal pemancangan tiang listrik aliran atas. Seperti pada stasiun umumnya, di sini tersedia alat cetak boarding pass, parkir kebdaraan, toilet dan yang utama loket pemesanan KA jarak jauh dan lokal, pelayanan tiket di layani mulai jam 08.00 hingga jam 16.00 untuk KA lokal sedangkan KA jarak jauh di layani hingga pukul 20.00 WIB.

Ini Sebab Anda Tidak Merasakan ‘Posisi Miring’ Saat Pesawat Berbelok

Pesawat dalam penerbangannya dipastikan akan melakukan serangkaian manuver, seperti berbelok. Namun yang kerap menjadi pertanyaan, mengapa penumpang pesawat tidak merasakan posisi miring saat pesawat berbelok?

Baca juga: Apakah Pilot Simulator Pesawat Boleh Melakukan Manuver Berbahaya?

Ketika pesawat berbelok atau melakukan manuver lainnya, seperti miring atau mengubah arah, sebagian besar penumpang tidak merasakan posisi miring tersebut dengan kuat. Nah, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk efek gravitasi, percepatan sentrifugal, dan kemampuan tubuh manusia untuk beradaptasi dengan perubahan gerakan.

1. Efek Gravitasi
Gaya gravitasi selalu bekerja ke arah bawah, menuju pusat bumi. Oleh karena itu, sepanjang belokan pesawat, penumpang dan benda di dalamnya tetap merasakan kekuatan gravitasi ini menuju bawah, sehingga memberikan perasaan kestabilan.

2. Percepatan Sentrifugal
Saat pesawat berbelok, ada percepatan sentrifugal yang bekerja ke arah samping. Namun, karena pesawat dan semua benda di dalamnya, termasuk penumpang, ikut bergerak bersama, mereka tetap merasakan gaya sentrifugal tersebut sebagai bagian dari gerakan keseluruhan. Ini dapat memberikan perasaan seolah-olah gaya gravitasi “berpindah” ke samping, dan tubuh manusia cenderung beradaptasi dengan perubahan ini.

3. Adaptasi Tubuh
Manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan gerakan dan perubahan orientasi tubuh. Sistem vestibular di dalam telinga memberikan umpan balik tentang posisi dan pergerakan kepala, membantu tubuh untuk memahami perubahan arah dan orientasi.

Lima Manuver Pesawat yang Membentuk Gambar di Langit Selama Pandemi Covid-19, Nomor 4 “Jorok”

Sementara banyak penumpang mungkin tidak merasakan miring atau perubahan arah dengan kuat, beberapa orang mungkin tetap merasa tidak nyaman selama manuver tertentu, terutama jika mereka cenderung rentan terhadap mabuk perjalanan atau jika gerakan pesawat berubah secara tiba-tiba dan ekstrem.

Perlu diingat bahwa setiap orang merespons perubahan gerakan pesawat dengan cara yang berbeda, dan beberapa penumpang mungkin lebih peka terhadap perubahan posisi atau gerakan pesawat daripada yang lain.