Waspada! Ini Tujuh Tempat Tempat Paling Kotor di Bandara

Tahukan, jika di kabin pesawat banyak tempat kotor yang mungkin Anda tidak ketahui. Tempat-tempat ini disebut paling kotor karena bisa dikatakan jarang dibersihkan secara sempurna. Apalagi di masa pandemi, rasanya setelah memegang sesuatu, seseorang akan membersihkannya dengan mencuci tangan atau menyemprotkan hand sanitizer.

Baca juga: (Video) Kursi Pesawat Dekat Jendela Paling Kotor Diantara yang Lainnya

Nah, ternyata tempat kotor tidak hanya ada di kabin pesawat, tetapi ternyata di bandara juga ada. Mungkin Anda akan bertanya, di mana saja? Berikut tempat terkotor di bandara yang dirangkum KabarPenumpang.com dari news.com.au (18/1/2022).

Air mancur minum di bandara untuk penumpang

1. Area bermain anak-anak
Banyak permainan di sini seperti seluncuran, jungkat jungkit atau gym untuk anak. Biasanya tempat ini akan digunakan oleh orang tua yang membawa anak mereka sembari menunggu keberangkatan pesawat. Namun, ternyata 67 persen bagian dari permainan anak terdapat bakteri setelah para peneliti menyeka dan dilakukan penelitian.

2. Baki jinjing keamanan
Ini pasti Anda gunakan untuk meletakkan jaket, tas laptop, tas kecil atau barang lainnya. Jika Anda bayangkan, berapa banyak tangan yang berkeringat membawa baki plastik abu-abu itu. Meski tidak perlu melakukannya, ternyata Tim Finlandia menemukan bahwa setengah dari baki yang mereka usap ada jejak virus pernapasan.

“Kami menemukan frekuensi tertinggi virus pernapasan pada nampan plastik yang digunakan di area pemeriksaan keamanan untuk menyimpan barang bawaan dan barang-barang pribadi,” tulis penulis penelitian.

Mereka juga mencatat bahwa virus cenderung bertahan lebih lama pada permukaan plastik yang tidak berpori.

3. Alat pembayaran ritel
Ketika Anda berbelanja dengan kartu, Apakah yakin tidak ada bakteri atau kuman? Nyatanya, saat para peneliti mengusap alat pembayaran kartu di bandara, terdapat virus setelah dilakukan penelitian.

4. Kaca sekat imigrasi
Tidak ada alasan untuk menyentuk plexiglass di imigrasi saat dokumen diperiksa. Apalagi sepertiga dari yang diperiknya peneliti ternyata kurang higienis.

5. Air mancur minum (water fountain)
Siapa yang sering minum langsung dari air mancur minum di bandara? Bila Anda sering melakukannya, ketahuilah, bahwa dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh InsuranceQuotes.com, ada sebanyak 18 tes dan di enam permukaan dari tiga bandara utama AS selama musim perjalanan liburan yang sibuk dan ditemukan bahwa tombol air minum ini adalah salah satu tempat paling kotor di dunia. Para peneliti memiliki rata-rata 19.181 bakteri hidup dan sel jamur per inci persegi. Sebagai perbandingan, sebagian besar kursi toilet rumah tangga memiliki rata-rata 172 unit pembentuk koloni (CFU) yang terdengar menakutkan.

6. Kursi ruang tunggu
Anda tahu bagaimana itu disebut ruang tunggu gerbang? Anda mungkin ingin menjadikannya sebagai gerbang. Data InsuranceQuotes.com mengungkapkan rata-rata 21.630 CFU pada sandaran tangan kursi di area boarding di gerbang.

Baca juga: Meski Terlihat Bersih, Kursi dan Meja Lipat di Kabin Pesawat Dipenuhi Bakteri

7. Kios check in yang terkomputerisasi
Jika memungkinkan, kami sarankan untuk check in di ponsel atau komputer di rumah sebelum Anda tiba di bandara. Karena begitu Anda berada di terminal, semuanya adalah layar sentuh dan jari orang asing. Hal-hal ini menjadi sangat kotor, sangat cepat dan, terlepas dari upaya terbaik mereka, maskapai penerbangan tidak dapat memastikan setiap kios dihapus setiap saat.

Boleh Benci Boleh Suka, Kendaraan Otonom Akan Terus Berkembang

Bagaimana era pengemudi mobil ketika semua kendaraan sudah otonom alias tanpa pengemudi? Apakah akan hilang begitu saja atau tetap ada pengemudi saat kendaran bermasalah agar bisa dikemudikan dengan manual? Rasanya ini bisa saja terjadi dan pengemudi tak lagi mengemudikan kendaraan mereka karena semuanya sudah otomatis.

Baca juga: Project Vektor, Mobil Otonom untuk Kota Pintar Buatan Jaguar Land Rover

Mungkin beberapa di antara Anda ada yang suka dan yang benci dengan ide ini. Namun sepertinya lebih banyak yang membenci mobil tanpa pengemudi di jalan meski masih perlu waktu sebelum mencapai otonomi tingkat 6 yang sepenuhnya direbahkan dan pengemudi bisa bersantai.

Sekarang ini, Tesla dan lainnya tengah mengumpulkan segunung data di dunia yang dihasilkan oleh mobil semi otonom yang diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut. Sedangkan para desainer juga mulai mengantisipasi hari di mana mereka akan terlepas dari kendala kemudi serta roda kemudi dengan menciptakan konsep yang mendefinisikan ulang mobil baik di bagian luar maupun dalam.

KabarPenumpang.com melansir laman newatlas.com (11/1/2022), mobil tanpa pengemudi akan mengubah cara berpikir seseorang tentang kendaraan. Pod taksi cenderung menjadi norma bagi kebanyakan orang dan anak-anak yang lahir pada tahun 2022 mungkin tidak akan belajar mengemudi sama sekali.

Namun, mereka yang memiliki kecenderungan dan sumber daya pasti akan memiliki beberapa desain ruang tamu mewah di atas roda untuk dipilih selama dekade berikutnya. Selain itu, jika bus berbentuk kotak, kereta api, dan taksi yang menjadi tulang punggung transportasi umum modern dapat digunakan, pod transportasi komunal mungkin merupakan urusan yang cukup bermanfaat.

Namun pergeseran dari kepemilikan pribadi dan efisiensi kota-kota yang terhubung di mana kemacetan lalu lintas adalah masa lalu juga dapat membebaskan desainer untuk berinovasi dengan cara yang mengejutkan. Kendaraan self driving juga akan memudahkan Anda untuk melewati jalanan kota.

Baca juga: Dikeluhkan Pengguna, Tesla Kunci Akses Video Games Saat Mobil Berjalan

Sehingga bagi siapa yang perlu menjadi pengemudi off-road berpengalaman, atau pilot dalam hal ini, ketika algoritma yang sangat terlatih dapat melakukan pekerjaan itu. Campervan akan membawa Anda ke tujuan Andadan bahkan mungkin mendaki gunung sementara di pasar taksi udara yang sedang naik daun, eHang China telah menyelesaikan puluhan ribu penerbangan uji otonom.

Pengiriman KRL Konservasi, Terima Kasih Telah Mewarnai Jalur Jabodetabek

Pengiriman KRL konservasi akhirnya tiba. Rabu (19/1) dunia Railfans kembali dihebohkan informasi tentang pengiriman KRL konservasi dari Depo KRL Depok ke Stasiun Pasir Bungur.

Baca juga: Konservasi KRL Sudah Didepan Mata

Tepat pada pukul 16.00 WIB media sosial Whatsapp mulai ramai dengan pertanyaan benar tidaknya soal pengiriman KRL konservasi. Tak hanya itu, mereka pun tetap penasaran ke lokasi dimana KRL tersebut berangkat meski informasinya tidak valid. Tak hanya Railfans dari wilayah selatan (jalur Bogor), tapi Railfans dari wilayah Jakarta, Tangerang bahkan Bekasi pun meluncur ke Stasiun Depok.

Informasi semakin kuat tatkala beberapa Railfans yang menunggu di Stasiun Depok pun berbuahkan hasil. Ternyata informasi yang mereka dapatkan soal pengiriman KRL konservasi tersebut benar – benar valid. Akhirnya segelintir Railfans mulai beradatangan ke Stasiun Depok meski malam sudah semakin larut. Entah ada berapa Railfans yang datang ke stasiun untuk tidak ketinggalan momen yang kembali mereka dapatkan.

Rangkaian KRL Konservasi Tiba di Jalur 2 Stasiun Depok
Hampir pergantian hari dari Rabu menghadap Kamis tepatnya pukul 23.58 WIB akhirnya rangkaian pun tiba. PAP (Pengawas Peron) Stasiun Depok sudah siap membawa Lampu Hansin menyambut kedatangan rangkaian KRL konservasi masuk di jalur 2. Seraya rangkaian kereta api masuk, Railfans pun sudah bersiaga dengan bidikan kamera berada di peron jalur 1 dan 2 ujung sebelah utara stasiun untuk mengambil gambar lokomotif yang membawa rangkaian. Urutan rangkaian KRL konservasi yang dibawa tahap pertama adalah Lokomotif CC 201 89 02 ( Depo Induk Tanah Abang ) + 1081 + 1082 + 1083 + 1084 + B 0 14 19 + B 0 14 29 + k1 0 99 11 + k1 0 99 02.

Sebelum rangkaian tersebut berangkat, Railfans benar – benar antusias memotret sebanyak – banyaknya seakan tak mau kehabisan momen sedikit pun yang terlewat. Tepat pukul 00.08 WIB PAP berjalan menuju arah lokomotif dan akhirnya membunyikan pluit sambil menaikkan lampu Hansin indikasi warna hijau. Feeeeng …. suara suling lokomotif dibunyikan kemudian perlahan roda baja memutar menggesek rel hingga rangkaian kereta api berjalan. Akhirnya rangkaian KRL konservasi meninggalkan Jabodetabek untuk selama – lamanya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Momen Hadir Secara Bersamaan
Disaat rangkaian KRL konservasi meninggalkan Stasiun Depok, masuk di jalur 1 terdapat KRD Penolong Djoko Tingkir. Informasi bahwa KRD Penolong ini akan menarik KRL seri 5000 ( 5817 – 5017 ). Namun Railfans tidak mengambil gambar di peron stasiun, melainkan diluar stasiun untuk mendapatkan momen yang berbeda. Diketahui bawa KRL seri 5017 ini sudah lama sekali berada di Stasiun Depok Baru tepatnya jalur 2. Karena KRL tersebut juga akan di konservasi ke Stasiun Pasir Bungur.

Baca juga: Konservasi KRL Bekas Pakai Tinggal Menghitung Hari

Dengan berjalan dibawah 30 kilometer per jam mata lampu KRD Penolong menyorot Stasiun Depok dan memasuki jalur 4. Dengan perlahan KRL tersebut berjalan sampai akhirnya masuk di Depo KRL Depok untuk disimpan terlebih dahulu sampai menunggu giliran untuk di konservasi. Diketahui bahwa nomor urutan KRL seri 5000 adalah 5817-5246-5632-1092-1093-5927-5251-5017. Masih ada beberapa rangkaian KRL lagi yang akan dikonservasi tinggal menunggu waktu selanjutnya. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















Indian Railways Ganti Jabatan Penjaga Kereta Menjadi Manajer

Di India, ada posisi penjaga kereta atau Train Guard dan saat ini akan ada penggantian pada jabatan itu. Bahkan isi perubahan penunjukkan tersebut sudah cukup lama terdengar. Hingga akhirnya, Indian Railways belum lama ini mengubahnya menjadi Train Manajer atau manajer kereta.

Baca juga: Dari Mulai Petugas Sampai Porter di Stasiun Gandhi Nagar, Semuanya Adalah Wanita!

Penunjukkan yang direvisi ini sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mereka yang ada dan akan meningkatkan motivasi pengawal menjadi manajer. Hal tersebut tertulis dalam sebuah tweet. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari zeenews.india.com (14/1/2022), perubahan pada jabatan itu diumumkan pada hari Jumat yang menyebutkan, Indian Railways menunjuk kembali jabatan penjaga sebagai manager kerta.

“Isu perubahan penunjukan Trains Guard menjadi “Train Manager” sudah berlangsung cukup lama. Permintaan itu diajukan karena sebutan ‘penjaga kereta” telah menjadi usang dan di masyarakat, orang biasa menarik referensi bahwa dia mungkin seorang penjaga dalam beberapa bentuk pribadi, dan laiinya,” demikian pernyataan dari Indian Railways.

Di GSR, Trains Guard sebenarnya adalah Train In charge dari masing-masing kereta. Oleh karena itu, sudah sepatutnya sebutan Penjaga Kereta Api yang ada diubah menjadi “Pengelola Kereta Api”, yang akan menjadi sebutan yang bermartabat bagi mereka tanpa implikasi finansial, sehingga mereka juga dapat menjalani kehidupan yang terhormat di masyarakat.

“Penunjukan yang direvisi lebih sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mereka yang ada dan akan meningkatkan tingkat motivasi Pengawal sekarang sebagai Manajer Kereta,” kata Kereta Api lebih lanjut dalam sebuah tweet.

Dalam pernyataan itu menambahkan, penunjukan yang direvisi tidak akan menyebabkan perubahan dalam tingkat gaji mereka, metode perekrutan, tugas dan tanggung jawab yang ada, senioritas dan cara promosi.

Baca juga: Pertama Kali India Lakukan Perpisahan Pensiunan Staf Kereta Api Secara Virtual

Sesuai pedoman yang direvisi, asisten penjaga sekarang akan disebut asisten manajer kereta penumpang, dan penjaga barang akan disebut manajer kereta barang. Penjaga barang senior telah ditunjuk kembali sebagai manajer kereta barang senior, penjaga penumpang senior sekarang menjadi manajer kereta penumpang senior.

Bus Listrik Dianggap Bukan Solusi Terbaik untuk India, Ini Sebabnya!

Ketika banyak negara di dunia mulai berlomba mengoperasikan bus listrik, India justru mengatakan hal itu bukanlah ide yang bagus. Pasalnya negara ini menyumbang emisi gas rumah kaca terbesar karena masih menggunakan kendaraan berbasis fosil. Meski begitu negara ini berkomitmen emisi nol pada tahun 2070.

Baca juga: Tata Ultra Electric, Revolusi Bus Listrik dari India

Untuk itu, maka diupayakan untuk mencari sumber bahan bakar alternatif di sektor transportasi perkotaan besar. NITI Aayog bahkan telah memberi dorongan besar terhadap kendaraan listrik yang beroperasi dengan baik sebagai angkutan pribadi atau umum. Sehingga pihaknya melihat sebagian besar perusahaan transportasi perkotaan sekarang menggunakan bus yang dioperasikan dengan baterai untuk mengganti bus berbasis diesel.

Namun, sistem transportasi listrik yang menggunakan baterai ternyata memiliki beberapa kelemahan. Di mana kendaraan listrik dioperasikan dengan baterai yang harganya jauh lebih mahal dibanding bahan bakar fosil. KabarPenumpang.com merangkum thehindubusinessline.com (29/12/2021), baterai juga tidak cukup lama untuk bekerja sehari penuh sehingga bus harus bolak balik keluar masuk layanan.

Selain itu masa pakai baterai yang terbatas sehingga ketika sudah bekas, ini menjadi masalah karena menjadi limbah berbahaya. Maka, tidak banyak perhatian yang diberi pada aspek ini saat melakukan dorongan kuat untuk kendaraan listrik. Tetapi nyatanya, beberapa pemain koroporat yang memiliki saham di bus listrik melobi pemerintah untuk transisi tersebut.

Sayangnya belum banyak bukti yang menunjukkan bahwa bus listrik yang dioperasikan dengan baterai adalah pilihan yang lebih disukai untuk sistem transportasi perkotaan. Sistem kereta api ringan atau trem merupakan bagian dari sistem transportasi perkotaan di sebagian besar kota besar dunia. Tentu saja, di India, trem saat ini dioperasikan di Kolkata, meskipun dalam skala terbatas.

Sistem bus listrik dioperasikan di 280 kota di seluruh dunia dan sedang dalam tren yang berkembang. Di India, dulu dioperasikan di Mumbai, tetapi dihentikan pada awal 1970-an. Dibandingkan dengan trem, pemasangan bus listrik lebih murah dan tidak memerlukan peletakan jalur atau koridor khusus. Karena bus listrik beroperasi pada pneumatik karet (tidak seperti trem) yang tidak dapat menutup sirkuit, pasokan energi listriknya harus diasuransikan oleh dua tiang troli yang selalu bersentuhan dengan dua konduktor kontak (+ dan -) di bawah tegangan searah.

Bus troli listrik modern bersih, andal dan perawatannya relatif murah, sehingga India harus mengadopsi ini karena berbagai alasan. Sebab ini merupakan teknologi yang telah terbukti memiliki masa pakai yang lama dari bus listrik dengan baterai mana pun. Jadi, sistem bus troli listrik secara signifikan lebih murah untuk dijalankan bahkan dengan memperhitungkan pemeliharaan kabel di atas kepala.

Bus troli listrik saat ini memiliki keunggulan dalam hal kapasitas, kinerja siklus hidup yang telah terbukti, kinerja harian untuk rute volume tinggi dan frekuensi tinggi. Karena, bus troli listrik tidak harus membawa baterai berat yang besar, mereka menawarkan kapasitas tempat duduk tambahan yang membuat perbedaan besar pada rute permintaan tinggi.

Baca juga: India Mulai Luncurkan Bus Bertenaga Hidrogen

Untuk diketahui, India bergantung pada baterai impor untuk kendaraan, sistem bus troli adalah pilihan yang lebih baik untuk Atmanirbhar Bharat. Selain itu, pembuangan baterai bekas merupakan masalah yang perlu dipertimbangkan saat membuat keputusan kebijakan.

Sriwijaya Air Jadi Operator All-Boeing 737 Satu-satunya di Indonesia

Maskapai Sriwijaya Air menyita perhatian publik setelah kecelakaan pesawat Boeing 737-500 PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 pada Sabtu 9 Januari 2021 lalu, di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Baca juga: Berapa Banyak Pesawat Boeing 737 All Series yang Masih Terbang dan dalam Pesanan?

Namun, terlepas dari itu, di kalangan avgeeks atau pecinta penerbangan, Sriwijaya Air dikenal sebagai satu-satunya maskapai penerbangan berjadwal di Indonesia yang mengoperasikan all-Boeing 737.

Dari data ch-aviation.com, saat ini barisan armada Sriwijaya Air berjumlah 15 pesawat dan semua itu berasal dari keluarga Boeing 737 dimana varian dominannya adalah Boeing 737-800 atau Boeing 737 Next Generation (NG). Singkatnya, Sriwijaya Air mengoperasikan dua varian Boeing 737, Boeing 737 NG dan Boeing 737 Klasik.

Boeing 737-800 menyumbang 60 persen dari total armada atau memiliki total sebanyak sembilan unit. Pesawat tersebut rata-rata berusia 15,2 tahun. Saat ini, karena efek pandemi hanya lima pesawat yang beroperasi secara aktif. Adapun empat pesawat lainnya digrounded di hub maskapai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Umumnya, pesawat-pesawat tersebut pernah digunakan maskapai lainnya alias pesawat bekas, seperti Garuda Indonesia, JetLite, Nordwind Airlines, dan Xiamen Airlines.

Sriwijaya Air disebut cocok dengan pesawat berkapasitas 189 kursi ini dari segi pola bisnis yang dibangun maskapai.

Selain Boeing 737 NG, Sriwijaya Air juga mengoperasikan Boeing 737-500 yang salah satu di antaranya terlibat kecelakaan awal tahun lalu.

Dari lima pesawat twinjet tersebut hanya satu yang aktif. Tiga dari empat sisanya digrounded di tiga titik di Jakarta; Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Pondok Cabe. Satunya lagi digrounded di Bandara Juanda, Surabaya.

Sebagaimana pesawat Boeing 737 Generasi Pertama, yang secara dimensi dan kemampuan kalah dengan Boeing 737 Klasik yang datang belakangan, Boeing 737-500 juga demikian, tak lebih mumpuni dibanding armada Boeing 737 NG Sriwijaya Air. Dari segi kapasitas, misalnya, Boeing 737-500 hanya sanggup membawa `120 penumpang.

Meski begitu, maskapai menyisiasati kabin dengan cukup baik, dimana jarak antar kursi ditingkatkan menjadi 35 inci, lebih luas dibanding Boeing 737-800 Sriwijaya Air yang menawarkan jarak antar kursi sebesar 30-32 inci.

Selain itu, dari segi konfigurasi, Sriwijaya Air menawarkan tata letak kursi 2-2, lebih sedikit dan nyaman dibanding tata letak 3-3 pada Boeing 737-800.

Baca juga: Ini Deretan Maskapai Pertama yang Operasikan Setiap Tipe Boeing 737, Ada Maskapai Indonesia!

Satu armada lain yang melengkapi formasi all-Boeng 737 Sriwijaya Air adalah Boeing 737-900ER, pesawat terbesar dan terbaru maskapai. Pesawat ini diregistrasi sebagai PK-CMP dan relatif lebih muda dibanding yang lain -Boeing 737-500 rata-rata berusia27,5 tahun dan Boeing 737-800 rata-rata berusia 15,2 tahun- yaitu 7,17 tahun.

Tak seperti pesawat Sriwijaya Air lainnya, PK-CMP adalah pesawat baru yang diterima maskapai pada Agustus 2015. Pesawat mampu mengangku sebanyak 220 penumpang dalam satu kelas dan menawarkan jara kursi 30-32 inci.

Tak Vaksin, Tak Bisa Tumpangi Semua Moda Transportasi di Manila

Vaksin saat ini seperti menjadi kunci masuk untuk melakukan atau menaiki berbagai transportasi. Hal tersebut sepertinya dilakukan oleh hampir semua negara di dunia. Salah satunya di Manila, Filipina yang memberikan kebijakan angkutan umum yakni vaksin sebagai syarat.

Baca juga: Jeepney, Angkot Khas Filipina Dengan Sejuta Ornamen Pelengkapnya

Kebijakan yang sudah mulai diberlakukan ini, menyatakan orang yang tidak vaksin maka tidak akan mendapat tumpangan di Filipina. Sehingga mereka yang tidak divaksinasi Covid-19, tidak diperbolehkan naik transportasi umum di ibu kota negara itu.

Namun, karena kebijakan tersebut memicu protes dari buruh dan pekerja yang mengakui diri mereka adalah kelompok hak asasi manusia. Untuk diketahui, Filipina melakukan pembatasan yang berlangsung hingga akhir Januari dan ini merupakan bagian dari peringatan Presiden Rodrigo Duterte.

Di mana dia menyatakan bahwa orang Filipina yang tidak divaksin dan yang menentang pemerintah untuk tinggal di rumah untuk meminimalisir penularan Covid-19 akan ditangkap serta dikenai sanksi. KabarPenumpang.com melansir aljazeera.com (17/1/2022), di bawah kebijakan Departemen Perhubungan, penumpang yang tidak sepenuhnya divaksinasi dilarang menggunakan jeepney umum (ikon transportasi umum populer Manila), taksi, bus, ferfy laut dan pesawat komersial ke dan dari dan di dalam.

Metropolitan Manila mulai Senin akan memberlakukan hal itu, kecuali jika mereka menunjukkan bukti bahwa mereka sedang dalam tugas mendesak atau tidak dapat divaksinasi karena alasan medis. Untuk diketahui, lebih dari 54 juta dari sekitar 109 juta orang Filipina telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 dalam kampanye pemerintah yang terhambat oleh penundaan dan keraguan publik.

Filipina telah mengkonfirmasi lebih dari 3,1 juta infeksi virus corona, dengan 52.858 kematian akibat Covid-19 dan termasuk yang terburuk di Asia Tenggara. Seperti di negara lain, angkanya dianggap kurang, sedangkan varian Omicron yang sangat menular telah berkontribusi pada lonjakan infeksi baru-baru ini.

Pada hari Sabtu, Departemen Kesehatan mencatat rekor lebih dari 39 ribu kasus harian naik dari kurang dari 1.000 harian baru yang terinfeksi yang tercatat selama liburan Natal. Butch Olano dari Amnesty International di Filipina mengatakan, “Memang ada alasan yang sah untuk bertujuan memvaksinasi sebanyak mungkin orang” terhadap Covid-19.

“Namun, alasan ini seharusnya tidak menghalangi orang dari kebebasan bergerak,” tambahnya.

Para ahli mengatakan legalitas kebijakan tersebut dapat dipertanyakan di hadapan Mahkamah Agung. Ada kekhawatiran bagaimana pengemudi jeepney yang buruk dapat secara efisien menegakkan pembatasan dan memeriksa sertifikat vaksinasi saat mengemudi dengan penumpang yang terus-menerus naik dan turun di pintu belakang jauh dari pandangan mereka.

Polisi memperingatkan penumpang yang menunjukkan bukti palsu vaksinasi dapat didenda atau dipenjara. Departemen Perhubungan mengatakan kebijakan itu bertujuan untuk mendorong kesehatan masyarakat dan mencegah sistem kereta komuter umum ditutup kembali seperti tahun lalu setelah banyak personel mereka terinfeksi.

Baca juga: Penumpang MRT Filipina ‘Kehujanan’ di Dalam Gerbong! Lho, Kok Bisa?

“Untuk “mereka yang mengatakan bahwa kebijakan ‘tidak ada vaksinasi, tidak ada perjalanan’ di angkutan umum adalah anti-miskin, kejam atau hukuman, kami percaya bahwa itu lebih anti-miskin dan anti-kehidupan jika kita tidak akan memaksakan intervensi yang akan mencegah kehilangan nyawa karena non-vaksinasi,” katanya.

Hindari Biaya Bagasi Tambahan, Penumpang Bagikan Tips di TikTok Gunakan Bantal Leher

Seringkali ketika seorang pelancong bepergian, barang yang mereka bawa melebihi kapasitas ketika akan kembali ke rumah. Ini biasanya karena pelancong membawa buah tangan untuk diberikan kepada keluarga maupun kerabat. Nah, dengan lebihnya berat bawaan pelancong, tak jarang mesti harus membeli bagasi tambahan.

Baca juga: Viral di TikTok, Pramugari Kasih Tips Aman Tidur di Hotel

Pasalnya berat bagasi yang diberikan secara gratis kerap kali tidak cukup untuk mengangkut semua barang bawaan pelancong. Untuk itu, banyak cara agar Anda tidak perlu membeli bagasi tambahan. Seorang penumpang maskapai belum lama ini viral setelah memberikan trik untuk menghindari biaya bagasi tambahan.

@anayotothe

Reply to @boricua.geek update on if I made it onto the flight w/o paying extra! #budgettravel #travelhacks #travelpillow #blackgirltravel #blacktravel

♬ Aesthetic Girl – Yusei

KabarPenumpang.com melansir yahoo.com (14/1/2022), penumpang ini menggunakan bantal leher untuk menghindari biaya bagasi tambahan dan mengunggah videonya di TikTok dengan akun @anayotothe. Ada banyak klip yang dibagikan penumpang ini dan pada klip pertama, @anayotothe menjelaskan dia menggunakan maskapai penerbangan murah untuk terbang ke Las Vegas. Karena ada aturan bagasi berlebih dikenakan biaya tambahan, dia menghindarinya dan mengemas di dalam bantal leher.

“Penerbanganku tiga jam lagi. Mari kita lihat bagaimana kelanjutannya,” tulisnya dalam keterangan foto.

TikTokers segera mengomentari untuk memuji peretasan dan menyebutnya “brilian.”

“Aku membutuhkan ini!” tulis salah satu pengguna.

“Sangat gila bagi saya bagaimana mereka membuat kami membayar ekstra untuk tas,” tambah yang lain.

“Aku melakukannya sepanjang waktu!” yang lain setuju.

Video yang menjadi viral tersebut membuat warganet penasaran dan sangat ingin tahu apakah @anayotothe lolos begitu saja. Adanya rasa penasaran tersebut, membuat @anayotothe membagikan di TikTok tindak lanjut untuk mengonfirmasi bahwa yang dilakukannya berhasil. Bahkan dia menjelaskan betapa mudahnya hal itu.

“Butuh waktu lima menit untuk melakukan itu,” katanya dalam video.

Baca juga: Hanya Gunakan Riasan Sederhana, Pramugari ini Bagi Rutinitas Pagi di TikTok

Triknya juga muncul hanya beberapa bulan setelah peretasan bantal leher lainnya, di mana pengguna Sidney Raz berbagi bahwa jutaan orang telah menggunakan bantal leher dengan cara yang salah. Sementara itu, TikTokers juga berbagi upaya mereka untuk menyelundupkan bagasi ekstra di dalam sarung bantal berukuran penuh.

Manly MV Baragoola, Kapal Ferry Bersejarah Sydney Tenggelam Saat Tahun Baru

Australia berencana untuk memulihkan ferry bersejarahnya. Namun rencana itu pupus setelah kapal yang sangat dicintai itu tenggelam pada Sabtu (1/1/2022) tepat pada Tahun Baru. Polisi Negara Bagian New South Wales (NSW) mengatakan dua orang menghubungi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk meminta bantuan sekitar pukul 22.30 waktu setempat setelah kapal mulai tenggelam.

Baca juga: Tenggelam di Selat Bali, Inilah Spesifikasi Kapal Ferry RoRo KMP Yunicee

Pihak kepolisian mengatakan, terlalu banyak air yang masuk dan orang yang berada di dalamnya dievakuasi sebelum kapal tenggelam.

Kapal diluncurkan pada Februari 1922. F:ot: Asosiasi Pelestarian Facebook Baragoola)

“Maritim, Otoritas Pelabuhan dan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan [hadir] dan mengamankan daerah itu,” ujar polisi NSW yang dikutip KabarPenumpang.com dari abc.net.au (2/1/2022).

Polisi mengatakan orang-orang yang membunyikan alarm selamat dan tidak terluka. Kapal ferry bersejarah itu bernama Manly MV Baragoola yang sudah berusia 99 tahun. Baragoola berlabuh di samping Pemuat Batubara di Waverton dan terakhir beroperasi pada Januari 1983.

Kapal ini diluncurkan sejak Februari 1922 silam dan dimiliki oleh beberapa pemilik swasta selama bertahun-tahun. Menurut halaman Facebook Asosiasi Pelestarian Baragoola, kapal itu baru-baru ini “diserahkan” kepada pemilik baru.

“Sayangnya, kami telah menerima kabar bahwa Baragoola tenggelam satu jam yang lalu,” ujar lama Facebook Asosiasi Pelestarian Baragoola.

Adanya hal ini membuat banyak warganet berkomentar di media sosial untuk mengingat kontribusi kapal ferry ikonik tersebut.

“Hal yang tak terhindarkan telah terjadi secara menyedihkan. Dia hanya malu dengan usianya yang keseratus,” tulis Ferries of Sydney.

Louis Trott, yang pernah tinggal di kapal, mengatakan berita itu menghancurkan hatinya.

“Saya tinggal di MV Baragoola tercinta kami, sebagai salah satu dari tiga penjaga kapal selama 1986-1988 ketika dia ditambatkan di Blackwattle Bay di ujung Glebe Point Road,” kata Trott.

Pemimpin Oposisi Australia Chris Minns mengatakan tenggelamnya ferry adalah peristiwa yang tidak menguntungkan tetapi kelangsungan hidup dalam pelayanan selama enam dekade menjadi daya tahan yang memukau.

Baca juga: Hari dalam Sejarah, Tenggelam dalam 90 Detik, Kapal Ferry “MS Herald of Free Enterprise” Tewaskan 193 Orang

“Ferry yang dibangun di luar negeri yang baru-baru ini mulai digunakan hampir tidak bertahan selama enam minggu. Kami perlu memastikan bahwa kami membangun infrastruktur transportasi penting ini di sini, di New South Wales,” kata Minns.

Konservasi KRL Sudah Didepan Mata

Informasi bahwa konservasi rangkaian KRL sepertinya sudah menghitung jam saja. Bagaimana tidak, kabar di media sosial Whatsapp sudah membanjiri grup pecinta kereta api bahwa rangkaian yang mereka sebut bandul segera dikirim dari Depo Cipinang menuju Depo Depok, Selasa (18/1). Pagi itu suasana cukup sepi di grup Whatsapp pecinta KA, namun suasana ramai mulai pukul 13.30 karena ada yang menginformasikan bahwa rangkaian bandul akan dibawa ke Depo KRL Depok.

Baca juga: Konservasi KRL Bekas Pakai Tinggal Menghitung Hari

 

Rangkaian bandul yang dimaksud adalah rangkaian kereta tambahan untuk setiap pengiriman KRL sebagai pelindung dari tragedi tabrakan. Dan biasanya rangkaian bandul ini juga berfungsi membawa pegawai teknisi kereta api yang ikut membantu jalannya pengecekan, termasuk membantu pengereman rangkaian kereta. Rangkaian bandul yang dikirim ke Depo KRL Depok terdiri dari 2 kereta eksekutif dan 4 kereta bagasi. Dan lokomotif yang menarik rangkaian kereta bandul pertama adalah lokomotif seri CC 203 98 09 milik Depo Induk Semarang Poncol (SMC).

Rute yang Dilalui Rangkaian Bandul
Karena rangkaian bandul berada di Depo Cipinang, untuk menuju ke lintas selatan Bogor biasanya melalui jalur loop atau memutar. Rute kereta bandul yang dilalui meliputi Cipinang – Jatinegara – Pasar Senen – Kampungbandan – Tanah Abang – Manggarai – Pasar Minggu – Depok. Kemudian rangkaian bandul masuk ke Depo KRL Depok untuk menggandeng rangkaian KRL yang akan dikirim ke Pasir Bungur untuk konservasi. Istilah konservasi dalam kereta api disini adalah dimana rangkaian yang sudah tidak terpakai akan dibuang atau ditumpuk karena sudah tidak layak pakai/masa dinasnya sudah habis.

Kapan Konservasi KRL Dilakukan?
Rangkaian bandul sudah dijalankan dari Depo Cipinang menuju Depo KRL Depok, dengan tentu rangkaian KRL yang siap untuk konservasi pun sudah berada dijalurnya. Tinggal penyambungan lokomotif dan kereta bandul ke rangkaian KRL saja. Jika semua sudah siap penyambungan antara rantai sambungan kereta ke KRL berarti tinggal menunggu jadwal keberangkatan dari Depo KRL Depok menuju Stasiun Pasir Bungur.

Baca juga: Ini Penyebab KRL Berjalan Perlahan di Petak Cilebut – Bojonggede

Keberangkatan konservasi dari Depok ke Pasir Bungur biasanya dilakukan pada tengah malam 30 menit setelah pergantian hari. Ini dimaksudkan agar tidak mengganggu perjalanan kereta api (PERKA) saat dilakukan pengiriman. Karen kecepatan yang ditempuh saat pengiriman antara 30 – 50 kilometer per jam. Dan informasinya bahwa pengiriman konservasi tidak sekaligus rangkaian KRL dibawa dalam sekali jalan, tapi ada tahapan – tahapan beberapa unit KRL saja yang diberangkatkan. Mengingat tidak semua rangkaian KRL yang dapat disambung dengan KRL jenis lainnya karena berbeda jenis sambungannya. (PRAS – Cinta Kereta Api)