Tergantikan LED, “Tanda Pata Pata” di Stasiun Keikyu Bikin Penggemar Kereta Patah Hati

Teknologi saat ini sudah merubah zaman menjadi modern dan banyak hal lama yang harus hilang dan menjadi kenangan. Di Jepang juga ada hal yang harus ditinggalkan dan membuat para penggemar kereta api patah hati. Penasaran apa yang membuat tetsuota di Tokyo (sebutan penggemar kereta api dalam bahasa Jepang) ini patah hati?

Baca juga: Toilet Alam di Stasiun Itabu, Jadi yang Paling Luas di Dunia

Hal tersebut karena operator kereta di Stasiun Keikyu Kawasaki akan menggantikan “tanda pata pata” terakhirnya. Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman soranews24.com (13/1/2022), secara resmi disebut tanda gaya tutup di mana “tanda pata pata” ini adalah julukan klak cepat saat plakat tampilannya dibalik untuk menampilkan waktu keberangkatan dan tujuan kereta berikutnya.

Tanda pata pata di Stasiun Keikyu Kawasaki pertama kali dipasang pada Hari Natal 1986, itu adalah cara yang apik untuk dengan cepat mengganti informasi yang diperlukan untuk memandu penumpang dalam perjalanan mereka ke Stasiun Shinagawa Tokyo, turun ke Yokohama, keluar ke bandara Haneda, atau di mana saja lain di Garis Keikyu. Namun, teknologi terus berubah dan pada bulan Februari, papan pata pata Kawasaki akan menemui nasib papan pata pata Keikyu yang sudah ada di stasiun lain.

Yang mana ini akan digantikan oleh tampilan LED yang lebih fleksibel, lebih mudah diperbarui dan kebetulan lebih senyap. Tapi ada daya tarik nostalgia pada mekanisme pata pata, ditambah sedikit ketegangan yang menyenangkan di momen seperti drumroll yang diambil sakelarnya, dibandingkan dengan alternatif digital.

Jadi ketika Keikyu mengumumkan pada hari Rabu bahwa akhir baris untuk tanda pata pata terakhir akan datang pada bulan Februari, warganet Twitter tidak berusaha menyembunyikan kesedihan mereka. Untuk bagiannya, Keikyu menyadari bahwa penggemar akan sedih melihat tanda itu hilang, dan mereka mulai memasang poster perpisahan yang mengatakan “Saya sedih saya tidak akan dapat melihat kalian lagi” dan “ Silakan datang untuk melihat tanda pata pata untuk terakhir kalinya.”

Baca juga: Wuih, Ada Robot Desinfektan Beroperasi di Stasiun Takanawa Gateway

Untuk membantu meringankan rasa sakit, Keikyu juga akan menjual gantungan kunci memorial tanda pata pata, magnet, dan memorabilia lainnya, dan tur larut malam khusus akan diadakan setelah kereta terakhir malam pada tanggal 4 Februari dengan pemandu yang menjelaskan bagaimana tanda tersebut bekerja dan menampilkan kombinasi informasi yang diminta peserta.

Mengenai apa yang akan terjadi pada tanda itu sendiri, Keikyu belum mengumumkan rencana konkret, tetapi perusahaan memiliki museum kereta api sendiri, jadi bahkan jika penggemar tidak dapat melihat tanda itu di tempat kerja, mereka mungkin masih dapat melihatnya. di rumah pensiun akhirnya.

Airbus Buka 6.000 Lowongan Kerja di Seluruh Dunia untuk Fresh Graduate, Ini Daftar Posisinya

Airbus mengumumkan bakal merekrut 6.000 karyawan baru sepanjang paruh pertama tahun 2022. Proses rekrutmen akan dilakukan di seluruh dunia dan diutamakan lulusan baru atau fresh graduate dari beberapa jurusan yang sesuai dengan tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang perusahaan.

Baca juga: Airbus-Boeing Kompak Ingatkan AS Terkait Bahaya 5G, Pengusaha: Jangan Putar Balikkan Fakta!

Di awal masa pandemi virus Corona, tepatnya pada tahun 2020 lalu, Airbus sangat terpukul telak. Bagaimana tidak, pertama dan terbesar sepanjang sejarah perusahaan berdiri, Airbus tercatat mem-PHK sebanyak 10 persen atau 15 ribu karyawan di seluruh dunia. Ketika itu, Airbus mengaku telah kehilangan 40 persen pendapatan di sektor pesawat komersial.

Jerman menjadi negara dengan jumlah PHK karyawan Airbus terbanyak ketika itu, dengan jumlah mencapai 5.100 dari 45.500 karyawan, diikuti Perancis 5.000 dari 49.000 karyawan, Inggris 1.700 dari 11.000, Spanyol 900 dari 12.500, dan 2.100 lainnya di seluruh dunia.

Ketika itu, sebagai perusahaan multinasional yang menyerap banyak pekerja, ketika itu keputusan Airbus mem-PHK begitu banyak karyawan, dalam hal ini karyawan di Perancis, diprotes oleh negara tersebut.

Ketika itu, Juru bicara Menteri Keuangan menyebut keputusan Airbus mem-PHK sebanyak 15 ribu itu berlebihan dan tidak seharusnya dilakukan setelah pemerintah mengucurkan dana besar.

Protes dari pemerintah pun ditanggapi dingin oleh Airbus. Secara terpisah, mereka sangat mengapresiasi dukungan tersebut. Hanya saja, paket stimulus itu tak mungkin bisa bertahan selama beberapa tahun ke depan dan tak bisa menghindari Airbus dari PHK karyawan, melainkan hanya memperlambat saja. Terlebih jika kondisi seperti ini tak cepat berlalu.

Namun, seiring mengingkatnya traffic penerbangan, Airbus mulai membutuhkan banyak tenaga kerja. Total, Airbus membutuhkan sebanyak 6.000 karyawan baru secara grup alias untuk induk dan anak-cucu perusahaan.

“Airbus telah menunjukkan ketahanan selama krisis Covid-19 dan telah meletakkan dasar bagi masa depan yang berani untuk penerbangan berkelanjutan,” kata Thierry Baril, Kepala Human Resources and Workplace Officer Airbus, dalam sebuah pernyataan yang dikutip Simple Flying.

“Hal ini hanya dapat dicapai dengan memperoleh talenta yang tepat di berbagai bidang keahlian yang akan membantu kami mengembangkan kegiatan kami saat kami keluar dari krisis sambil mempersiapkan transformasi jangka panjang Perusahaan,” tambahnya.

Baca juga: Terancam Dituntut Airbus, Qatar Airways Serang Balik-Tuntut Airbus Terkait Masalah A350

Dari 6.000 karyawan baru yang akan direkrut, mereka akan difokuskan untuk mendukung upaya dekarbonisasi, transformasi digital, dan teknologi siber. Otomatis, fresh graduate yang dibutuhkan berasal dari jurusan-jurusan yang related dengan itu.

Setelah serangkaian proses sampai semester pertama tahun 2022, Airbus akan melakukan penyesuaian kembali terhadap kebutuhan karyawan baru secara grup. Termasuk memperkuat keragaman, karena proses perekrutan terbuka dari seluruh dunia, dan mendorong lingkungan kerja yang inklusif sekalipun berbeda-beda latar belakang suku, agama, dan budaya.

Kereta Peluru Fuxing Mulai Meluncur untuk Layani Olimpiade dan Paralimpiade Beijing 2022

Cina akhirnya meluncurkan kereta peluru Fuxing dengan kecepatan 350 km per jam. Pada perjalanan perdananya, kereta akan melintas di sepanjang jalur berkecepatan tinggi yang menghubungkan Beijing dengan Zhangjiakou.

Baca juga: Kebut Olimpiade Musim Dingin, Cina Produksi Massal Kereta Cepat Akhir Tahun ini

Kereta berkecepatan tinggi tersebut hadir juga untuk mendukung layanan penumpang yang akan melihat perhelatan Olimpiade Beijing 2022 dan Paralimpiade Musim dingin. Perhelatan dunia tersebut berlangsung dari 21 Januari hingga 16 Maret mendatang.

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman sumber traveldailynews.asia (19/1/2022), kereta peluru Fuxing adalah kereta berkecepatan tinggi pertama di dunia yang memiliki studio siaran langsung 5G. Yang mana nantinya akan menyiarkan setiap konten mengunakan 5G.

Kereta peluru listrik multi unit atau EMU dilengkapi dengan delapan gerbong yang akan mampu menampung lebih dari 560 orang. Bahkan untuk melengkapi Olimpiade Beijing 2022 dan Paralimpiade Musim dingin, salah satu gerbongnya akan menjadi ruang kerja media.

Kereta juga akan mencakup perangkat pembersih udara, loker untuk peralatan ski dan ruang yang dapat diakses kursi roda, serta mendukung Sistem Satelit Navigasi BeiDou. Untuk diketahui, kereta ini saat akan diproduksi diperkirakan akan memiliki kecepatan 400 km per jam.

Diproduksi secara massal di akhir tahun 2019, kereta ini akan digunakan untuk melayani Olimpiade Musim Dingin Beijing. Sebagaimana yang sudah menjadi rahasia umum, Cina selalu menggunakan produksian dalam negeri mereka untuk memberikan layanan kepada masyarakatnya.

Baca juga: Terbebas dari Status Skors, Kereta Peluru Cina Siap Mengular Kembali

Tidak jauh berbeda dengan kasus kereta cepat ini, mereka juga menggunakan karya dalam negeri dari produsen kereta yang berbasis di Jilin. Dan untuk pertama kalinya, produsen kereta ini akan mengaplikasikan BeiDou Satellite Navigation System yang dipercaya akan memberikan impresi yang mengesankan yakni embel-embel ‘pintar’ yang tersemat dibalik nama kereta tersebut.

Terungkap! Ini Alasan Tarif KRL Jabodetabek Naik Tahun Ini

Kenaikan tarif KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line Jabodetabek tak terhindarkan. Bila tak ada aral melintang, tarif KRL mulai naik per 1 April 2022 sebesar Rp2.000 per 25 km, 35 km, 45 km, 55 km pertama. Ada sejumlah alasan yang mendasari kenaikan tarif.

Baca juga: Tekan Pencurian Barang di KRL, KAI Commuter Pasang Kamera Canggih di 10 Stasiun Sibuk

VP Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter, Anne Purba, mengungkapkan, selama ini operasional KAI Commuter di masa pandemi dan sebelumnya terus-menerus disokong oleh pemerintah.

Kalau kenaikan tarif sebesar Rp2.000, lanjutnya, belum tentu cukup untuk rata-rata perjalanan satu orang penumpang. Di masa pandemi ini, Anne menyebut satu orang penumpang rata-rata disubsidi pemerintah lebih dari Rp14.000 per perjalanan.

Andai subsidi penumpang KRL Jabodetabek oleh pemerintah terus naik di tahun ini, jangkauan KAI Commuter tidak akan berkembang luas.

“Di 2022 ini kita coba cek lagi, kalau terus subsidinya naik kapan KRL kita bisa sampai Karawang, kapan KRL kita bisa lebih banyak di Rangkasbitung, kapan kita bisa melayani di luar Jabodetabek, saat ini baru ada di Jogja-Solo,” jelas Anne.

Selain itu, dari pengalaman pribadinya, Anne juga mengaku miris karena transportasi di Medan, kampung halamannya, sangat minim dan masyarakat butuh effort sangat tinggi dari dan ke suatu tempat.

Secara data, pengalaman Anne memang sejalan dengan besaran alokasi subsidi pemerintah. Menurut pengamat transportasi Djoko Setijowarno, subsidi KRL Jabodetabek cukup besar di tahun 2021 mencapai Rp1,7 triliun, jauh dibandingkan subsidi Angkutan Jalan Perintis untuk 332 rute se-Indonesia yang hanya Rp134 miliar.

Karenanya, subsidi Kereta Api, yang pada tahun ini turun atau dikurangi menjadi Rp3,2 triliun dari sebelumnya Rp3,448 triliun di tahun 2021, dinilai wajar. Semata agar rakyat Indonesia yang lainnya turut menikmati subsidi transportasi murah selain KRL.

Kembali ke persoalan kenaikan tarif KRL Jabodetabek, Anne Purba, juga menyebutkan kalau beberapa tahun ke depan kereta yang saat ini ada harus direvitalisasi.

“KRL yang ada sekarang dua, lima, 10 tahun ke depan pasti harus diganti dan ini harus disupport agar kita mendapat layana transportasi yang lebih baik,” tutup Anne.

Baca juga: Banyak Masukan, Tarif KRL Jabodetabek Ada Kemungkinan Tak Naik untuk di Bawah 25 Km

Terkait KRL yang harus diganti, itu memang benar adanya. Pada Rabu (19/1) sampai Kamis dini hari, KAI Commuter dilaporkan kontributor KabarPenumpang.com sudah mengirim beberapa KRL yang tak layak pakai atau KRL konservasi dari Depo KRL Depok ke Stasiun Pasir Bungur.

Urutan rangkaian KRL konservasi yang dibawa tahap pertama adalah Lokomotif CC 201 89 02 ( Depo Induk Tanah Abang ) + 1081 + 1082 + 1083 + 1084 + B 0 14 19 + B 0 14 29 + k1 0 99 11 + k1 0 99 02.

Pertama Kali dalam Sejarah, Qantas Akhiri Kontrak Kerja Awak Kabin Penerbangan Jarak Jauh

Tak akan ada yang pernah berpikir bahwa sebuah maskapai besar akan melakukan pengakhiran kontrak kerja sama untuk awak kabin jarak jauh. Hal ini terjadi pada maskapai Qantas Airways milik Australia. Perusahaan ini berusaha mengakhiri masa kontrak dengan awak kabin jarak jauh mereka.

Baca juga: 63 Tahun Lalu, Qantas Jadi Maskapai Pertama di Luar AS Operasikan Boeing 707

Tak hanya itu, ini juga langkah yang akan membawa pada masalah pemotongan gaji setelah anggota serikat pekerja memberi suara menentang terkait daftar yang lebih fleksiber. Dilansir KabarPenumpang.com dari reuters.com (20/1/2022), maskapai asal Australia ini mengatakan, bahwa hal ini adalah pertama kalinya dalam sejarah.

Di mana mereka berusaha untuk mengakhiri perjanjian persyaratan kerja atau kontak antara pengusaha dan serikat pekerja. Bahkan Qantas mengaku ini adalah hal yang langka dan panas dalam hubungan industrial di Australia.

Langkah ini diambil untuk menyiapkan maskapai dalam negosiasi serikat pekerja tingkat tinggi pada saat itu, yaitu guna mencapai kesepakatan dengan awak jarak pendek dalam menutup kasus bisnis pesanan pesawat berbadan sempit (narrow body) Airbus SE. Nantinya jika berhasil, gaji dan kondisi awak kabin akan kembali ke standar industri minimum Australia yang jauh lebih rendah sementara perjanjian baru dirundingkan.

Tawaran kontrak terbaru Qantas untuk pramugari jarak jauh ditolak oleh 97 persen dalam pemungutan suara pada bulan Desember tahun lalu. Asosiasi Pramugari Australia (FAAA) mengatakan kesepakatan itu berusaha untuk memangkas kondisi dan memberlakukan pembekuan gaji dua tahun diikuti oleh kenaikan gaji dua persen pada saat inflasi meningkat.

Maskapai itu mengatakan tawaran balasan serikat pekerja “tidak bisa dijalankan” karena akan menaikkan biaya sebesar A$60 juta ($43,30 juta) selama empat tahun.

“Kami meminta penghentian karena kami tidak dapat menjalankan bisnis secara efektif tanpa perubahan daftar yang kami butuhkan untuk memulai kembali layanan penerbagan internasional pasca pandemi,” uajr Andrew David, kepala eksekutif internasional Qantas dalam sebuah pernyataan.

Berdasarkan perjanjian yang ada, awak kabin pada armada A330 tidak dapat digunakan pada armada 787 dan A380, sehingga mempersulit Qantas untuk berpindah jenis pesawat. FAAA mengatakan bersedia bagi kru untuk bekerja di semua pesawat, hanya saja tidak dengan persyaratan yang diusulkan oleh perusahaan.

Baca juga: Sejarah Qantas, Maskapai Terbesar Australia dan Paling Aman di Dunia

Maskapai ini hanya menjalankan 20 persen dari kapasitas internasional pra-Covid-19 pada kuartal saat ini, karena varian Omicron mendorong pembatasan perbatasan yang lebih ketat di beberapa negara.

Tekan Pencurian Barang di KRL, KAI Commuter Pasang Kamera Canggih di 10 Stasiun Sibuk

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mulai melakukan langkah konkret dalam mencegah terjadinya pencurian barang di dalam rangkaian KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line. Salah satunya dengan memasang kamera canggih di 10 stasiun sibuk.

Baca juga: KCI Langgar Aturan Terkait CCTV di KRL? Belajar dari Kasus Pemerkosaan Wanita di Kereta Komuter AS

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, mengungkapkan, kamera canggih atau kamera analytics tersebut berfungsi untuk mempelajari gesture dan gerak-gerik penumpang. Nantinya, kamera akan mendeteksi penumpang yang mencurigakan.

Sayangnya, Anne tak terlalu jauh memaparkan terkait fitur, cara kerja, dan bagaimana prosedur penanganan terhadap penumpang yang mencurigakan tersebut. Apakah akan dipantau secara khusus melalui kamera tersebut atau bagaimana; termasuk di stasiun mana saja kamera-kamera tersebut dipasang.

Yang pasti, saat ini, kamera-kamera analytics tersebut sudah dipasang di 10 stasiun dan masih dalam tahap uji coba yang melibatkan pihak kepolisian, mengingat ini sudah masuk tindak pidana kejahatan.

Diharapkan, dengan adanya kamera-kamera analytics yang tersebar di 10 stasiun itu, para penumpang yang berniat berbuat jahat menjadi urung melakukannya.

“Ada kamera analytics. Sudah ada 10 stasiun yang dipasang video analytics untuk mempelajari gerak-gerik, gesture, dan lain-lain,” kata Anne.

“(Saat ini) sudah dipasang dan masih diuji coba dan melibatkan pihak kepolisian. (Diharapkan) mengurangi niat jahat dan meminimalisir niat pencurian,” lanjutnya.

Pencurian di KRL memang sudah bertahun-tahun terjadi di KRL. Namun tak pernah ada tindakan konkret yang dilakukan PT KCI. Hanya yang dirasakan penumpang, announcer di KRL lebih banyak melakukan imbauan untuk berhati-hati terhadap barang bawaan, termasuk yang berada di rak bagasi. Tentunya dengan penekanan bahwa kehilangan barang bukanlah tanggung jawab mereka.

Di akhir tahun lalu, aksi pencurian tas di rak bagasi KRL terekam kamera amatir penumpang. Dalam rekaman itu terlihat pelaku memakai kaus putih dilapis kemeja motif kotak-kotak. Pelaku pria bertopi itu kemudian mengambil laptop dari atas bagasi yang di depannya dan langsung turun saat kereta berhenti di Stasiun Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Narasi yang beredar di media sosial, penumpang yang merekam kejadian tersebut mengaku curiga dengan pelaku. Namun, ia hanya bisa merekamnya dan setelah penumpang menyadari tasnya hilang di rak bagasi, barulah penumpang lain yang merekam menunjukkan video tersebut dan viral di media sosial.

Saat ini, Anne Purba mengkonfirmasi, identitas pelaku pencurian di KRL yang viral di medsos itu sudah dikantongi pihak kepolisian dan sedang diburu.

Baca juga: Marak Pencurian Komponen Rel Kereta, Ternyata Sudah Jadi Momok Sejak Puluhan Tahun

Pencuri di KRL Jabodetabek tak selamanya melenggang bebas. Ada yang tertangkap. Tetapi, sekali lagi, itu bukan karena tindakan konkret dari operator, melainkan dari penumpang itu sendiri. Salah satunya insiden pencurian pada Maret 2020 lalu.

Ketika itu, seorang penumpang menaruh barangnya di rak bagasi. Sedangkan ia duduk. Lalu, ada penumpang lain mencurigakan dan penumpang yang memiliki barang tersebut menyadarinya serta langsung mengejarnya. Setelah diinterogasi, pelaku akhirnya mengakui telah mencuri tas atau barang penumpang tersebut.

Yuk, Kenalan dengan Djoko Tingkir – Sang Kereta Penolong

Tak hanya rangkaian kereta penumpang jarak jauh yang butuh penolong jika terjadi sesuatu, tapi juga rangkaian KRL mempunyai kereta khusus penolong yang jika sewaktu – waktu terjadi masalah. Namun bedanya jika kereta jarak jauh dibantu oleh lokomotif dan kereta penolong yang tak bermesin, sedangkan kereta penolong wilayah Jabodetabek yang dimiliki adalah bertenaga diesel.

Baca juga: PT KAI Luncurkan Kereta Penolong Terbaru, Sudah Dilengkapi Instalasi Gawat Darurat

Ini dia KRD NR yang biasa dipanggil Djoko Tingkir. Sekilas rangkaian ini terlihat biasa saja seperti kereta penumpang pada umumnya. Namun kereta bertenaga diesel (KRD) ini sangat banyak fungsinya. Selain untuk menolong KRL yang bermasalah seperti anjlok atau mogok kereta ini juga membantu membawa rangkaian KRL yang akan di bawa ke bengkel yang ada di Depo KRL ataupun Balai Yasa Manggarai.

KRD Djoko Tingkir ini tidak selalu berjalan – jalan keluar seperti kereta lain pada umumnya. Yang ada hanya dibutuhkan dalam keadaan darurat saja. Karena sifatnya untuk menolong dengan tentu kereta ini dipanggil jika ada sesuatu yang sangat dibutuhkan (urgent).

Awal Mula Terbentuknya Djoko Tingkir
Memgutip dari redigest.web.id, Kereta penolong Djoko Tingkir merupakan kereta penolong milik Depo Bukit Duri. Kereta ini telah ada sejak awal 2000-an dan pada awalnya memiliki nomor NR 01 dan NR 02. Kedua unit KRD ini merupakan modifikasi dari KRD penumpang buatan Jepang tahun 1987. Saat menjalani PA akhir 2010, nomornya berubah menjadi NW-87201 dan NW-87202 dan Balai Yasa Manggarai memberi nama Djoko Tingkir.

Di tahun 2012, Djoko Tingkir bertambah satu unit dengan nomor NW-82243. Unit ini berasal dari KD3-82243 yang sebelumnya mangkrak di Depo Tanah Abang. Namun kemudian jumlah unitnya kembali berkurang menjadi dua unit setelah NW-87201 tidak lagi beroperasi dan mangkrak di Balai Yasa Yogyakarta akibat mengalami bengkok pada rangka bawah.

Nah, menyambung soal pengiriman KRL untuk konservasi, Djoko Tingkir-lah yang bekerja keras untuk lakukan langsir menggandeng dan menyusun rangkaian di Depo KRL Depok. KRD NR ini selalu hilir mudik dari depo ke depo hanya untuk membantu kelancaran mekanisme yang dibutuhkan KRL. Hingga saat ini Djoko Tingkir masih dibutuhkan untuk membantu jalannya pengiriman KRL, langsir dan membawa kebutuhan peralatan KRL. Rute yang dilalui KRD ini adalah Depo KRL Depok, Bogor, Bukit Duri dan juga Balai Yasa Manggarai.

Kereta Penolong Pertama dengan Perawatan Satu Dekade
Kereta penolong Djoko Tingkir alami perawatan 24 bulanan atau dalam istilah perkeretaapian dengan sebutan P24. Kereta penolong terdiri dari 2 unit KRD ini menjalani P24 di Balai Yasa Manggarai. Logo KAI dan KAI Commuter bberada pada bagian samping kereta ini. Sementara itu emblem Wahana Daya Pertiwi ikut terpasang pada bagian muka. Meski demikian, bentuk badan kereta masih sama seperti sebelum menjalani P24. Teralis yang melindungi kaca kabin masinis sejak 2011 tampak tak lagi terpasang.

Baca juga: Kereta Api di Indonesia Masih Suka Telat, Ini Penyebabnya!

Ini merupakan kali pertama kereta penolong ini menjalani perawatan akhir (PA) dalam satu dekade terakhir. Sebelumnya, unit NW-87202 yang kini menjadi SN 3 87 01 terakhir kali menjalani PA pada akhir 2010 lalu. Sedangkan unit NW-82243 yang kini menjadi SN 3 82 01 terakhir kali menjalani PA pada tahun 2012 lalu. (PRAS – Cinta Kereta) Api






















Sopir Bus Mengalami Kejang, Penumpang Wanita Ambil Alih Kemudi

Tak akan ada seorang pun yang ingin mengalami nasib buruk ketika dalam sebuah perjalanan. Apalagi harus menggantikan posisi pengemudi karena pengemudi yang aslinya bermasalah karena sakit. Seperti seorang wanita yang mengambil alih dan mengemudikan bus untuk menyelamatkan pengemudi.

Baca juga: Tiba-Tiba Pilot Pingsan, Untungnya Penumpang Wanita Ini Berhasil Daratkan Helikopter

KabarPenumpang.com melansir dari laman cartoq.com (14/1/2022), insiden ini terjadi dalam perjalanan dari Wagholi, Pune di India yang mana sekelompok wanita tengah pergi piknik di Morachi Chincoli. Saat itu, pengemudi tiba-tiba menghentikan bus dan semua wanita di dalam bus terkejut melihat kondisi itu.

Pengemudi berusia 40 tahun menunjukkan tanda-tanda kejang, membuat penumpang panik dan tidak bisa membantunya. Untungnya tidak semuanya panik, karena seorang wanita bernama Yogita Satav langsung mengambil alih situasi. Yogitama sebenarnya tidak pernah mengemudikan bus, tetapi dia tahu cara mengemudikan mobil.

Dia duduk di kursi pengemudi dan mulai mengemudikan bus tersebut. Sementara wanita itu mengemudi menuju rumah sakit, pengemudi mendapat serangan kejang lagi. Setelah mencapai Ganegaon Khalsa, pertolongan pertama diberikan kepada pengemudi dan dipulangkan.

Pengemudi bus lain datang untuk mengambil alih bus dan menurunkan semua wanita di Wagholi. Untuk diketahui, bahwa tidak semua orang diperbolehkan mengendarai kendaraan berat seperti bus dan truk di India. Ada Surat Izin Kendaraan Bermotor Berat atau HMV khusus untuk pengemudi kendaraan berat tersebut.

Lisensi ini diberikan hanya setelah seseorang memegang SIM reguler selama enam bulan. Karena kendaraan berat ini bertindak sangat berbeda di jalan, kategori surat izin mengemudi yang berbeda diperlukan untuk mengoperasikannya. Ini bukan pertama kalinya seorang wanita mengoperasikan kendaraan berat.

Ada banyak pengemudi bus wanita yang memenuhi syarat yang bekerja untuk otoritas transportasi negara bagian. Bahkan, ada beberapa pengemudi truk wanita juga. Ini muncul sebagai masalah besar karena sebagian besar kendaraan berat tidak memiliki power steering dan sangat sulit untuk bermanuver, terutama di jalan-jalan India di mana pengendara tidak mengikuti disiplin lajur dan juga tidak memberi jalan.

Baca juga: Dianggap Terlalu Cantik Jadi Pengemudi Bus, Wanita Asal Inggris Tetap Pada Pendiriannya

Mengemudi kendaraan berat memang membutuhkan usaha dan keterampilan ekstra, tetapi ada lebih banyak wanita yang mengendarai kendaraan ini saat ini daripada sebelumnya.
Dengan truk dan bus yang ditingkatkan dengan power steering dan fitur modern dan percaya bahwa lebih banyak wanita akan bergabung dengan pengemudi kendaraan berat di masa depan. Apakah Anda tahu cerita seperti itu? Beri tahu kami dengan berkomentar.






















Layani Penerbangan Haji 2022, Garuda Indonesia Kerahkan Boeing 777-300ER dan Airbus A330-300

Garuda Indonesia menyongsong penerbangan haji tahun 2022 mendatang, sekalipun masih menunggu kebijakan dari pemerintah Arab Saudi. Flag carrier nasional Indonesia itu telah mempersiapkan armada widebody Boeing 777-300ER dan Airbus A330-300.

Baca juga: Penerbangan Haji 2019 Rampung, Garuda Indonesia Catatkan OTP 89 Persen!

“Garuda Indonesia telah mempersiapkan sejumlah armada widebody untuk melayani penerbangan Haji 2022 di antaranya armada B777-300ER hingga A330-300. Adapun jenis pesawat ini tentunya akan menyeleraskan dengan kriteria dan kebutuhan yang ditetapkan oleh regulator maupun pemangku kepentingan terkait,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, dalam keterangannya.

“Lebih lanjut, jumlah armada yang akan digunakan tentunya juga akan kami selaraskan dengan proyeksi kuota jamaah haji Indonesia yang akan yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi,” tambahnya.

“Oleh karenanya, kami akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi intensif bersama seluruh pemangku kepentingan terkait guna memastikan Garuda Indonesia senantiasa siap menjalankan mandat sebagai national flag carrier untuk terus berada di garda terdepan dalam memastikan aksesibilitas dan kebutuhan layanan penerbangan haji bagi masyarakat Indonesia dapat terpenuhi dengan optimal,” lanjutnya.

Garuda Indonesia diketahui memiliki 10 unit Boeing 777-300ER dan 17 Airbus A330-300. Di awal pandemi pada tahun 2020, kebanyakan dari pesawat tersebut digrounded. Namun, seiring berjalannya waktu, dua tipe pesawat itu dikerahkan untuk mengangkut penumpang di rute-rute domestik, dari sebelumnya beroperasi hanya di rute-rute jarak jauh.

Pada Maret 2020 lalu, Garuda Indonesia mengerahkan armada Airbus A330-300-nya ke rute gemuk maskapai antara Jakarta dan Denpasar.

Ketika itu, dari total 12 keberangkatan di bulan Maret, empat di antaranya menggunakan armada widebody (Airbus A330-300) dengan konfigurasi yang beragam, mulai dari kelas ekonomi (seluruhnya dengan total 360 penumpang) serta kelas ekonomi dan bisnis. Sisanya, masih menggunakan pesawat narrowbody atau satu lorong, dalam hal ini Boeing 737-800NG.

Akan tetapi, seiring jumlah penumpang yang terus menurun, Garuda Indonesia kembali menggrounded armada widebody-nya.

Baca juga: Performa Penerbangan Haji, Antara Level OTP dan Ketersediaan Pesawat Sewaan

Barulah mulai 22 Maret 2021, armada widebody maskapai mulai melayani rute-rute gemuk domestik kembali dan variannya pun lebih lengkap, dari semula di tahun 2020 hanya melibatkan Airbus A330-300, menjadi turut melibatkan Airbus A330-900Neo dengan kapasitas 301 penumpang, Airbus A330-200 berkapasitas 222 penumpang, dan Boeing 777-300ER yang berkapasitas 314 penumpang (triple class) dan 393 penumpang (dual class).

Terkhusus untuk Boeing 777-300ER, pesawat ini memang sudah bertahun-tahun menjadi andalan Garuda Indonesia dalam melayani penerbangan haji. Terakhir, pesawat tersebut melayani penerbangan haji pada tahun 2019 sebelum virus Corona mewabah ke seluruh dunia.

Pasang Tarif Rp375 Ribu, Damri Royal Class Hadir dari Jakarta – Surabaya – Malang

Hampir semua perusahaan otobus atau PO memiliki pilihan kelas untuk para penumpangnya. Dari ekonomi class, VVIP class hingga royal class dan semuanya tergantung pilihan setiap penumpang ingin menikmati kenyamanan yang seperti apa.

Baca juga: Damri Uji Coba Bus Listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Dan Damri baru-baru ini menghadirkan layanan bus Royal Class bagi para pelanggan. Bus ini memiliki trayek Jakarta – Surabaya – Malang dan layanan yang diberikan dalam perjalanannya adalah super eksekutif.

Kursi yang digunakan untuk DAMRI Royal Class. Foto: Pikiran Rakyat

Di mana layanan ini memberikan yang terbaik untuk kemudahan maupun kenyamanan pelanggan. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Damri Royal Class Bus ini menghadirkan kursi yang lebih besar demi kenyamanan penumpang selama perjalanan jauh tersebut.

Tak hanya itu, kursi juga dilengkapi dengan leg rest dan foot rest. Kursi yang digunakan juga dibuat reclining seat dan penumpang akan mendapat selimut serta bantal yang bisa digunakan selama perjalanan. Damri Royal Class ini dilengkapi WiFi on bus, alunan musik dan televisi seperti di bus milik PO lainnya.

Untuk tarifnya, Damri Royal Class dari Jakarta menuju ke Surabaya Rp337.500 dan dari Jakarta hingga ke Malang yakni Rp375 ribu. Damri Royal Class akan berangkat dari Pool di Kemayoran setiap pukul 18.00 WIB dan juga Terminal Pulogebang pukul 19.00 WIB.

Sedangkan keberangkatan dari Surabaya, Damri Royal Class tersedia di Terminal Bungurasih dengan jam keberangkatan 18.00 WIB. Bagi penumpang yang berangkat dari Malang, bisa naik dari Pool sekitar pukul 15.00 WIB dan Terminal Arjosari pukul 16.00 WIB.

Perjalanan Damri Royal Class ini adalah menggunakan armada bus dengan jenis Mercedes Benz OH 1626 berkapasitas 23 tempat duduk dengan konfigurasi kursi 2-1. Plt. Corporate Secretary Damri Siti Inda Suri mengatakan hadirnya layanan ini juga merupakan bagian dari pengembangan usaha Damri untuk memperkuat pelayanan pada pelanggan, serta memperluas konektivitas transportasi darat dan meningkatkan perekonomian provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Baca juga: Mudahkan Penumpang, DAMRI Kolaborasi dengan Dompet Digital ShopeePay dan DANA

“Damri senantiasa memperhatikan protokol kesehatan dengan mengacu pada standar operasional prosedur [SOP] yang mengedepankan prinsip D5K, yaitu Keselamatan, Kesehatan, Keamanan, Ketepatan, dan Kenyamanan pelanggan dan pramudi,” tutup Siti.