Viral! Ngadu Diperkosa Penumpang, Pramugari American Airlines Malah Dipecat

Pramugari American Airlines, Kimberly Goesling, harus menerima pil pahit dari maskapai tempatnya bekerja selama 30 tahun. Ia dipecat lantaran mengadu telah diperkosa oleh penumpang yang juga klien maskapai, Mark Sargeant, dalam sebuah perjalanan dinas ke Jerman tahun 2018 lalu.

Baca juga: [18+] Hampir Separuh Pramugari di Jerman Pernah Alami Pelecehan Seksual!

Setelah setahun lebih atau sejak Januari 2020 lalu berjuang mencari keadilan, Goesling akhirnya bisa membawa kasus ini ke pengadilan setelah ia curhat di media sosial dan viral. Senin lalu, sidang pertama sukses digelar. Agendanya ialah mendengar kesaksian korban terkait dugaan pelecehan seksual ini.

Sidang perdana ini juga sukses digelar lantaran hakim Tarrant County menolak segala permohonan American Airlines untuk membatalkan dibukanya kasus ini. Dilansir The Dallas Morning News, dalam kesaksiannya, Goesling bercerita, kasus pemerkosaan yang dialaminya bermula saat ia dan Sargeant, bersama beberapa petinggi American Airlines melakukan perjalanan dinas ke Jerman untuk mengembangkan menu internasional khusus bagi penumpang first class dan kelas bisnis.

Saat acara bebas di tengah jadwal yang padat, Sargeant dan sejumlah petinggi maskapai melakukan pesta miras di hotel. Sargeant, yang juga koki ternama Inggris, pun mabuk berat. Dari sini ia mulai menggoda Goesling melalui pesan singkat untuk melakukan hubungan terlarang dengannya, diawali dengan pesta miras bersama. Tetapi pramugari senior itu menolak dan memilih mendekam di kamar hotel.

Tak menyerah, Sargeant pun menghampiri Goesling ke kamar hotelnya. Tanpa menaruh curiga, Goesling membukanya dan disitulah penyerangan atau pelecehan seksual terjadi. Setelah kejadian itu, Goesling mengadu ke maskapai tempatnya bekerja.

Namun sayang, bukan bantuan yang ia dapat justru sebaliknya. Ia dicegah untuk melaporkan kasus ini ke kepolisian. Manajernya, yang kenal dekat dengan Sargeant, malah memberinya cuti panjang tanpa dibayar alias dipecat serta menjanjikan uang pengganti untuk biaya perawatan dirinya.

“Yang kami inginkan hanyalah kesempatan untuk menceritakan kisah kami kepada hakim, dan sekarang kami memiliki kesempatan itu,” kata pengacara Goesling Robert Miller dari firma hukum Miller Bryant di Dallas.

Menanggapi kasus lama yang viral ini, American Airlines pun buka suara. Mereka mengaku bertindak kooperatif dengan Goesling dengan memutuskan hubungan apapun saat dugaan pelecahan menyeruak.

“Segera setelah insiden itu dilaporkan, kami melakukan penyelidikan dan memutuskan hubungan bisnis kami dengan individu yang dituduh,” kata maskapai dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Usai Demo Keselamatan Penerbangan, Pramugari EasyJet Mendapat Pelecehan Seksual dari Penumpang

“Karena masalah ini melibatkan litigasi yang sedang berlangsung, kami tidak dapat berkomentar lebih jauh saat ini, selain mengatakan bahwa Ms. Goesling tetap menjadi anggota tim kami yang berharga,” tutupnya.

Bila segalanya sesuai rencana, pengadilan akan memberikan putusan terhadap skandal pemerkosaan terhadap pramugari American Airlines ini pada 24 Januari mendatang.

Terinspirasi Penumpang Berkostum Joker, Kakek Tua Nyalakan Api di Kereta Jalur Southwestern

Di dalam kereta peluru arah barat daya Jepang seorang pria diamankan oleh pihak kepolisian, pada Senin (8/11/2021). Hal ini dikarenakan pria tersebut dicurigai mencoba menyalakan api di dalam kereta peluru itu.

Baca juga: Malam Hallowen, Pria Berkostum Joker Tusuk Penumpang dan Membakar Kereta

Penumpang yang diamankan ditempat oleh pihak kepolisian adalah Kiyoshi Miyake, dari Fukuoka. KabarPenumpang.com melansir laman japantimes.co.jp (8/11/2021), penangkapan tersebut terjadi saat kereta tengah melintasi prefektur Kumamoto sekitar pukul 08.40 pagi waktu setempat.

JR Kyushu mengatakan untungnya tidak ada yang cedera dalam kereta yang tengah dalam perjalanan menuju ke Stasiun Kagoshima-Chuo. Insiden ini diketahui terjadi setelah serangan penusukan dan pembakaran di kereta Tokyo pada malam Halloween.

Menurut polisi prefektur Kumamoto, Miyake mengatakan bahwa dirinya melihat berita tentang serangan kereta api Tokyo dan “mencoba untuk menirunya”. Dia juga mengaku kepada polisi bahwa telah menyebarkan cairan ke lantai serta melemparkan kertas yang dia bakar dengan korek api.

Untuk diketahui, sejumlah serangan terhadap kereta api dan stasiun di daerah Tokyo telah terjadi baru-baru ini. Pada 31 Oktober, seorang pria berpakaian sebagai Joker, penjahat dalam film dan komik “Batman”, melukai 17 orang, termasuk satu orang serius, selama serangan penusukan dan pembakaran di kereta Keio Line.

Tersangka dalam serangan Jalur Keio telah dikutip oleh polisi yang mengatakan bahwa ia telah terinspirasi oleh serangan kereta api sebelumnya di Jalur Odakyu pada bulan Agustus, di mana sepuluh penumpang terluka dalam penusukan. Kemudian pada 15 Oktober, dua pria ditikam oleh seorang pria di Stasiun JR Ueno.

Baca juga: Hantu di MRT Singapura Sukses Ramaikan “Halloween Horror Night”

Dalam insiden terpisah, dua orang terluka di stasiun kereta bawah tanah Tokyo pada akhir Agustus setelah seorang pria menyemprotkan asam sulfat ke wajah pria lain.
Menyusul insiden Jalur Keio, kementerian perhubungan meminta semua perusahaan kereta api di Jepang untuk meningkatkan kewaspadaan untuk memastikan keselamatan.






















Kereta DENCHA Berhasil Kurangi Emisi CO2 Sebesar 2,7 Juta Kilogram Selama Lima Tahun

Kereta DENCHA JR Kyushu merupakan kereta bertenaga baterai pertama di dunia dan telah mengurangi emisi CO2 sebesar 2,7 juta kilogram selama lima tahun terakhir. Tak hanya itu, tahun ini, kereta DENCHA juga merayakan lima tahun sejak pengoperasian pertamanya pada 19 Oktober 2016 lalu oleh Perusahaan Kereta Api Kyushu (JR Kyushu) dan Kereta Api Hitachi.

Baca juga: Dayi Air Rail, Kereta Gantung dengan Baterai Lithium untuk Hubungkan Lokasi Wisata

Setelah ada hasil terlihat dari armada yang membantu mengurangi emisi karbon itu, Hitachi Rail menegaskan kembali komitmennya terhadap tawaran transportasi bahan bakar alternatif bagi penumpang dan operator di seluruh dunia. KabarPenumpang.com merangkum globalrailwayreview.com (19/10/2021), kereta DENCHA dengan seri BEC819 menyelesaikan perjalanan pertamanya pada Oktober 2016 antara Wakamatsu dengan Orion.

Kemudian, setelah itu, lebih dari lima juta kilometer dalam layanan penumpang di wilayah Kyushu utara sudah diselesaikan kereta tersebut. Kereta DENCHA beroperasi dengan kecepatan tertinggi 120 km per jam.

Berkat teknologi baterai yang inovatif, kereta DENCHA mampu berjalan dalam dua mode yakni pada bagian yang dialiri listrik dijalankan dari daya AC di atas kepala, dan pada bagian yang tidak dialiri listrik ia berjalan dalam mode baterai. Selain itu, kereta api memiliki sistem sirkuit utama dengan tingkat kehilangan energi rendah yang menggunakan kembali energi regeneratif dari pengereman dan memanfaatkan pengisian cepat saat berhenti di stasiun.

Bukan hanya mengurangi jutaan kilogram CO2, kereta DENCHA jauh lebih senyap dibandingkan kereta diesel yang mereka ganti dan tidak mengeluarkan emisi NOx. Armada DENCHA diperkenalkan ke wilayah Kyushu Jepang untuk menggantikan kereta diesel yang sudah tua.

Karena volume lalu lintas yang relatif rendah, elektrifikasi tidak dilihat sebagai solusi ideal untuk jalur tersebut, sebaliknya teknologi baterai menawarkan pengurangan biaya bahan bakar dan memenuhi misi untuk “ramah terhadap masa depan manusia dan planet ini”. Keberhasilan armada DENCHA, yang dioperasikan oleh JR Kyushu, telah menjadi titik awal pengembangan solusi transportasi bahan bakar alternatif Hitachi Rail di seluruh dunia.

Perusahaan, yang merupakan sponsor utama untuk mobilitas pada konferensi perubahan iklim PBB COP26, telah menciptakan kereta baterai regional Masaccio di Italia, trem baterai di Florence dan berencana untuk menguji coba kereta baterai hibrida antarkota di Inggris. Ini juga merupakan bagian dari kemitraan dengan JR East dan Toyota untuk mengembangkan kendaraan uji hibrida (sel bahan bakar), yang dikenal sebagai HYBARI, yang dijadwalkan mulai berjalan tahun depan di Jepang.

Mengembangkan teknologi rendah karbon baru yang inovatif merupakan bagian penting dari strategi dekarbonisasi Hitachi Rail. Ini adalah bagian inti dari misi perusahaan untuk memungkinkan perjalanan yang lebih mulus dan terhubung secara digital.

Baca juga: Desiro ML Cityjet Eco, Kereta Bertenaga Baterai Elektro-Hybrid dari Siemens Mobility

“Kereta baterai DENCHA menunjukkan posisi Hitachi Rail sebagai pemimpin global dalam menghadirkan teknologi kereta baterai. Manfaatnya jelas, dan lima tahun sejak perjalanan pertamanya, armada tersebut telah mengurangi emisi CO2 sebesar 2,7 juta kg. Solusi baterai ini memberikan cetak biru untuk ribuan kilometer rel kereta api tanpa listrik di seluruh dunia. Melalui teknologi kontrol baterai, Hitachi Rail bertekad untuk membantu mengurangi karbon pada lebih banyak jaringan transportasi sambil melanjutkan layanan penumpang yang berkualitas,” ujar Koji Agatsuma, Group COO (Rolling Stock), Hitachi Rail.






















Pernah Dioperasikan Sempati Air Tommy Soeharto, Fokker 100 Disulap Jadi Destinasi Wisata di Kroasia

Seorang pengusaha Kroasia, Robert Sedlar, membeli pesawat Fokker 100 bekas yang sudah pensiun dan disulap menjadi destinasi wisata menarik di tengah pedesaan negara Balkan itu. Meski pesawat masih dalam proses modifikasi dan ditarget baru selesai pada Juli 2022, namun beberapa acara seperti syuting video klip, film, wedding, ulang tahun, special dinner, dan lain sebagainya sudah terlaksana.

Baca juga: Pesawat Boeing 737 Misterius di Bali Kini ‘Nangkring’ di Atas Tebing Pantai Nyang Nyang

Dikutip dari Simple Flying, Sedlar mengaku terpikir untuk membeli pesawat Fokker 100 bekas setelah tahu itu mangkrak di Bandara Osijek, Kroasia. Ketika itu ia terpikir untuk menyulapnya menjadi restoran.

Setelah dibeli beberapa tahun lalu, pesawat dibongkar di bandara tersebut menjadi delapan bagian, mulai dari badan, sayap, ekor pesawat sampai landing gear.

Oktober dua tahun lalu, pesawat mulai dipindahkan ke desa Strmec Stubički menggunakan tiga truk trailer. Pesawat lantas dirakit ulang menjadi seperti semula dan dimodifikasi setelah sampai di lokasi.

Saat ini, proses modifikasinya masih berlangsung, namun bisa dibilang sudah hampir selesai. Hanya perlu melengkapi detail-detail kecil saja di interior dan eksterior.

Dari sisi eksterior, Fokker 100 berusia 30 tahun yang pernah beroperasi bersama Sempati Air Indonesia, TAM Linhas Aéreas Brasil, dan Jetran AS, dan SunAdria Airlines/TradeAir Kroasia ini mempertahankan sebagian besar bagian pesawat, seperti sayap, landing gear, badan pesawat, jendela, ekor, dan lainnya kecuali mesin dan exhaust serta livery-nya yang menampilkan deretan olahragawan terkenal Kroasia.

Berbeda dengan eksteriornya, interior Fokker 100 ini disulap sedemikian rupa, dilengkapi dengan tenis meja, table football, billiar, bar, kulkas, kamar mandi, kamar tidur, serta tiga area tempat duduk yang masing-masing dihadirkan dengan nuansa yang berbeda.

Satu area tempat duduk dibuat dari kursi kelas bisnis asli Fokker 100, satu lagi menggunakan kursi Airbus A320 bekas Kroasia Airlines, dan satu lainnya menggunakan De Havilland Canada Dash 8 bekas operator pesawat asal Swiss. Kokpit pesawat ini juga masih dipertahankan dengan baik oleh sang pemilik.

Baca juga: Deretan Maskapai Dunia yang Masih Operasikan Fokker 100, Ada Maskapai Papua

Tak hanya itu, lainnya semisal cangkir, juga asli warisan maskapai Kroasia Airlines dan masih ada brand serta logonya. Kompartemen bagas dan lantai pesawat semuanya dicopot dan lighting modifikasi ulang.

Saat ini, Party Avion -nama baru bagi pesawat Fokker 100 yang tengah dimodifikasi tersebut-sudah dalam tahap finisihing. Bila sudah rampung seluruhnya, ini dipercaya dapat mengundang banyak pengunjung.

Hanoi Operasikan Jalur Kereta Api Perkotaan Untuk Kurangi Kemacetan

Hanoi kini akhirnya mengoperasikan jalur kereta api perkotaan pertama di Vietnam. Kehadiran jalur kereta ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas di kota. Hanoi Metro Line 2A adalah jalur kereta api perkotaan baru itu, dan mulai dibuka pada Sabtu (6/11/2021) yang menghubungkan Stasiun Cat Linh dengan Yen Nghia.

Baca juga: Gunakan Bus Tingkat Berusia 20 Tahun, “Hanoi 75” Hadirkan Kuliner Khas Vietnam di Manchester

Di mana kedua stasiun tersebut berjarak sekitar 13 km dan pada 15 hari pertama tidak akan ada biaya untuk melakukan perjalanan di jalur tersebut. Nantinya, setelah dua minggu gratis akan ada biaya yakni sekali jalan di jalur itu penumpang akan merogoh kocek untuk membayar tiket antara 40 hingga 70 sen.

Dilansir KabarPenumpang.com dari nhk.or.jp (6/11/2021), kehadiran jalur tersebut karena ada peningkatan permintaan untuk transportasi kereta api perkotaan di Vietnam. Konstruksi jalur kereta ini dimulai tahun 2011 dan memiliki 12 stasiun.

Vietnam sendiri diketahui membayar sebagian proyek tersebut dengan bantuan pembangunan resmi dari Cina yakni melalui China Railway Sixth Group yang adalah anak perusahaan China Railway Group dan menangani rekayasa, pengadaan serta konstruksi jalur. Setiap kereta terdiri dari empat gerbong dan dapat mengangkut sekitar 900 penumpang.

Kereta ini memiliki kecepatan maksimum 80 km per jam. Perjalanan seluruh jalur memakan waktu sekitar 23 menit. Kereta tersebut awalnya dijadwalkan untuk memasuki layanan komersial pada tahun 2015 yang lalu.

Namun karena ada masalah dengan pembelian tanah, maka rencana pembangunan tertunda. Bahkan rencana ini telah melalui 12 evaluasi ulang dan setelah semua fasilitas hampir selesai, pemeriksaan keamanan memakan waktu lebih dari dua tahun.

Karena beroperasi jauh dari rencana awal, ini membuat biaya konstruksi membengkak dan menghabiskan biaya sebesar $900 juta. Selain itu, Vietnam juga sedang mengerjakan proyek jalan kereta api perkotaan lainnya.

Baca juga: Vietnam Buka Rute Kereta Lintas Benua, Hubungkan Hanoi dengan Liege di Belgia

Di Kota Ho Chi Minh, ibu kota komersial Vietnam selatan, Hitachi dan perusahaan Jepang lainnya membantu pembangunan jalur kereta api, sementara yang lain di Hanoi mendapat dukungan keuangan dari Prancis dan Bank Pembangunan Asia.






















Inilah Andorra, Negara Terbesar Tanpa Bandara

Andorra dinobatkan sebagai negara terbesar tanpa bandara di dunia versi Guinness World Records. Negara yang terletak di antara Perancis dan Spanyol itu memuncaki daftar negara terbesar tanpa bandara di dunia, mengungguli empat negara lain; Liechtenstein, Monako, San Marino, dan Vatikan.

Baca juga: 7 Pendaratan Bandara Paling Eksotis di Dunia, Nomor 6 Tak Disangka

Terkurung daratan antara Spanyol dan Perancis, Andorra memiliki luas sekitar 468 kilometer persegi dan memiliki populasi 77.265 pada 2020. Wisatawan yang ingin berkunjung ke Anddora bisa melalui Bandara Internasional Barcelona–El Prat di Spanyol dan Bandara Internasional Toulouse–Blagnac di Perancis yang mana keduanya berjarak tiga jam berkendara dari Andorra.

Selain kedua bandara tersebut, wisatawan juga bisa berkunjung ke Andorra melalui Bandara Perpignan – Rivesaltes, yang berjarak 160 km. Hanya saja, bandara ini memiliki akses terbatas dan hanya melayani penerbangan antara Perancis dan Inggris Raya.

Demikian juga dengan Bandara Andorra-La Seu d’Urgell. Kendati namanya mencirikan bandara nasional, nyatanya bandara ini terletak di luar wilayah Andorra padahal wisatawan bisa tiba di Andorra hanya dengan waktu 30-40 menit saja.

Tetapi, bandara ini hanya memiliki penerbangan langsung dari dan ke Madrid- Andorra-La Seu d’Urgell bersama maskapai penerbangan Spanyol, Air Nostrum, anak perusahaan Iberia. Dalam operasinya yang baru akan dimulai pada 17 Desember tahun ini, Iberia mengerahkan pesawat ATR 72-600.

Bagi wisawatan yang memiliki helikopter pribadi, Andorra memiliki tiga heliport di La Massana, Arinsal, dan Escaldes-Engordany, yang bisa digunakan. Jadi, tak perlu repot-repot naik mobil berjam-jam untuk bisa sampai ke Anddora.

Sebagaimana negara-negara lain yang tidak mempunyai bandara, Anddorra sebetulnya sudah berupaya berdikari dan mempunyai penerbangan serta bandara sendiri, termasuk jaringan perkeretaapian dan jalan tol antar kota. Hanya saja, topografi dan geografi negara yang terletak ribuan meter di atas permukaan laut membuat projek tersebut seolah tak ada ujungnya.

Terkait proyek pembangunan bandara nasional di Andorra, laporan Andorran Aeronautical Authority (AAA) menyimpulkan bahwa “Keterbatasan dan keamanan proyek diragukan dan cukup penting untuk tidak melanjutkan proyek.”

Baca juga: Memiliki Berbagai Alasan, Delapan Negara ini Tak Punya Jaringan Kereta Api

Karenanya, beberapa orang menganggap tiga proyek besar negara yang terletak di Pegunungan Pirenia bagian timur, khususnya bandara nasional, sudah dipastikan batal untuk dalam waktu dekat.

Hanya saja, seiring perkembangan teknologi, bukan tak mungkin suatu hari nanti Andorra berhasil mewujudkan mimpinya mempunyai bandara nasional dengan segala kurang lebihnya.

Penumpang Tak Dikenal Berdiri di Depan Kereta DLR dan Merekam Dirinya Sendiri Tanpa Takut

Seorang penumpang merasa dirinya pemberani baru-baru ini melakukan hal yang diluar nalar. Di mana dia keluar dan berdiri di bagian depan kereta DLR di London yang tengah melaju dalam kecepatan 50 mph atau sekitar 80,4 kpj saat melintas di terowongan.

Baca juga: Demi Ambil Barang Jatuh, Wanita Ini Nekat Turun ke Rel Lewat Celah Antara Kereta dan Peron

Penumpang yang tidak dikenal itu menempel di bagian depan kereta berkecepatan tinggi saat melintas di bawah sungai menuju ibu kota. Di awal video yang diunggah ke Youtube ‘DyingLama,’ menunjukkan penumpang itu bersiap untuk perjalanan berbahaya.

KabarPenumpang.com melansir the-sun.com (2/11/2021), dalam video, penumpang itu menggunakan pakaian gelap sembari berbincang dengan penumpang lain yang adalah temannya.

Temannya terdengar bertanya, “Apakah Anda yakin?”

Penantang menjawab, “Saya merekam video, kami harus melakukannya. Kami sedang melakukannya.”

Teman itu menambahkan bahwa mereka “benar-benar takut” seperti yang dikatakan si pemberani “sama”. Untuk diketahui, awalnya kereta itu keluar stasiun dan dia keluar jendela tanpa ragu dan berpegangan di bagian depan kereta.

Saat kereta bergerak, seorang penumpang wanita didalam mencoba memperingatkan. Namun, penumpang tersebut mengatakan padanya untuk “ssst” dan mereka mulai bergerak melalui terowongan, melewati kereta yang melaju. Saat kereta melaju kencang, penumpang yang bersemangat mulai merekam dengan takjub di dalam.

Head-cam pemberani menunjukkan tubuh mereka mencengkeram erat ke bagian depan kereta dan bergerak dengan kecepatan yang memusingkan melalui terowongan yang gelap. Tidak lama kemudian kereta berhenti di stasiun berikutnya, dengan penumpang yang kebingungan menyaksikan saat dia melambai dari depan.

Kereta berhenti dan penumpang itu dengan cepat melompat, berlari tanpa cedera ke stasiun. Warganet yang terkejut dengan cepat mengomentari klip yang menghebohkan itu.

“Menempatkan platform kecil dan pegangan di bagian depan meminta ini,” kata seorang warganet.

“Dan dia melakukan ini di DEPAN kereta, bagaimana sialnya. Saya takut hanya dengan menonton ini,” tulis yang lainnya

“Saya terkejut Anda tidak tertangkap!” tambah warganet lain.

Baca juga: Nekat Naik ke Kereta yang Melintas, Pria Ini ‘Berputar-Putar’ Pasrah di Peron

Kereta DLR tidak memiliki pengemudi, meskipun mereka memiliki kondektur di dalamnya dan petugas di stasiun untuk mengawasi berbagai hal






















Dua Tahun Mangkrak, Pesawat Boeing 757 Donald Trump Kembali Terbang

Pesawat jet pribadi Donald Trump akhirnya kembali mengudara. Pesawat lepas landas dari penyimpanan jangka panjang di Upstate New York pada hari Senin menuju Chennault International dekat Danau Charles, Louisiana, Amerika Serikat (AS) dan transit di Nashville. Pesawat diyakini akan mendapat perawatan sebelum aktif beroperasi.

Baca juga: Waduh, Pesawat Pribadi Trump Dibiarkan Mangkrak! Alasannya Bikin Geleng-geleng

Dilansir Simple Flying, pesawat lepas landas dari New York Stewart (SWF) pada 12.25 waktu setempat menuju Chennault International (CWF). Setelah dua jam mengudara, pesawat putar balik menuju Bandara Internasional Nashville yang berada di dekatnya. Ini dikarenakan pesawat mengalami keadaan darurat yang tidak disebutkan seperti apa situasinya. 

Akan tetapi, hal itu tidak terlalu parah karena selang sejam kemudian pesawat kembali terbang. Setelah satu jam 16 menit mengudara, pesawat akhirnya tiba di Chennault International Airport. Otoritas bandara tersebut mengkonfirmasi bahwa pesawat akan menjalani Maintenance, repair and overhaul (MRO) selama beberapa waktu.

“Pesawat sedang diservis di Chennault oleh salah satu penyewa penerbangan kami dan berada di sini untuk waktu yang tidak ditentukan,” jelasnya.

Sebelum dilantik menjadi Presiden AS ke-45 pada 20 Januari 2017, pesawat pribadinya, Boeing 757-200 merupakan pesawat andalan ia dan keluarga bepergian kemanapun, baik untuk tujuan bisnis maupun pariwisata.

Usai dilantik menjadi Presiden AS, pesawat yang dibeli pada tahun 2011 itu masih kerap digunakan untuk mendukung operasional binsis perusahaan milik Trump sampai tahun 2019 silam. Setelah itu, barulah, pesawat dengan nomor registrasi N757AF digrounded jangka panjang di Bandara Internasional Newburgh-Stewart di Orange County, New York, AS.

Selama digrounded cukup lama, pesawat yang oleh Trump disebut sebagai T-bird ini tak mendapat perawatan dengan baik. Sebagian pihak berpendapat bahwa Trump begitu yakin bahwa dirinya bakal kembali menempati Gedung Putih, sehingga tak begitu mempedulikan pesawat yang kerap disebut Trump Force One ini. Sebab, bila ia kembali melenggang ke Gedung Putih, otomatis, operasionalnya akan disokong oleh Boeing 747 Air Force One.

Faktanya, Trump kalah dan mau tak mau ia harus kembali didukung oleh pesawat jet pribadinya itu untuk berbagai aktivitasnya.

Baca juga: Trump Ingin Ganti Nama Bandara Ini Jadi Bandara Internasional Donald J. Trump

Walau sempat simpang siur, Donald Trump memastikan bahwa Boeing 757 kesayangannya itu akan aktif beroperasi kembali.

“Ini akan segera dibawa ke fasilitas layanan Louisiana untuk penyelesaian MRO dan pembaruan mesin Rolls-Royce, dan pekerjaan pengecatan baru. Ketika selesai, itu akan menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan digunakan lagi pada agenda mendatang!” katanya dalam sebuah pernyataan di bulan Mei lalu.

Mau Tahu 10 Menara ATC Tertinggi di Dunia, Ini Dia!

Sebagai salah satu unsur penting dalam dunia penerbangan, keberadaan Air Traffic Control (ATC) di suatu bandara kerap kali menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, sebuah menara yang berada di sekitaran infrastruktur bandara ini punya peran vital, yakni mengatur kelancaran arus lalu lintas udara, membantu pilot dalam mengendalikan keadaan darurat, dan memberikan informasi lain yang dibutuhkan pilot. Bisa dibilang, ATC merupakan rekanan pilot selama mengudara dan peran ATC sangat besar dalam tercapainya tujuan penerbangan.

Baca Juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling Ekstrim

Tapi, ada satu hal yang menarik dari menara pemandu lalu lintas udara ini, mereka memiliki ketinggiannya masing-masing. Berikut, KabarPenumpang.com himpun 10 menara ATC tertinggi di dunia dilansir dari airport-technology.com (11/12/2013)

10. Orlando International Airport, Amerika

Sumber: henselphelps.com

Menara pemandu lalu lintas udara di bandara ini masuk ke dalam jajaran 10 menara ATC tertinggi di dunia dan menara ATC tertinggi ketiga di Amerika dengan ketinggian 345ft atau setara dengan 105,16 meter. Menara yang sekarang terpampang di Orlando International Airport ini merupakan hasil penataran dari menara lama yang tingginya hanya 219ft. Menara ATC ini mulai beroperasi pada September 2002 silam.

9. Indianapolis International Airport, Amerika
Beralih ke posisi sembilan menara ATC tertinggi di dunia diraih oleh Indianapolis International Airport. Bandara yang memiliki dua landas pacu parallel dan sebuah crosswind runway ini memiliki ATC dengan tinggi 348ft atau setara dengan 106,07 meter.

8. Vienna International Airport, Austria
Peringkat kedelapan dihuni oleh bandara yang terletak 18km sebelah tenggara dari pusat kota Vienna (Wina). Bandara yang memiliki kode VIE ini memiliki menara ATC dengan ketinggian 358ft atau setara dengan 109 meter. Menara ini didesain oleh Zechner & Zechner yang bermitra dengan Thomas Lorenz, Peter Mandl, formTL, Lorenz Consult dan Dr. Pfeiler.

7.  Abu Dhabi International, United Arab Emirates

Sumber: airport-technology.com

Ada yang unik dari posisi ketujuh di deretan 10 menara ATC tertinggi di dunia ini, yaitu memiliki ketinggian yang sama dengan posisi kedelapan. Keunikan lain nampak dari bentuk menara yang bisa dibilang tidak biasa. Jika dilihat dari sudut pandang tertentu, menara ini tampak cekung, padahal jika diperhatikan dari depan, bangunan ini tampak tegak lurus.

Baca Juga: Ini Dia! 9 Tipe Orang yang Biasa Kita Temui di Bandara

6.  Cairo International Airport, Mesir
Posisi keenam dihuni oleh bandara tersibuk di Mesir. Bandara yang memiliki kode CAI ini memiliki menara ATC dengan ketinggian 361ft atau jika dikonversi ke satuan meter akan sama dengan 110 meter.

5. Guangzhou Baiyun International Airport, Cina
Bandara dengan menara ATC tertinggi di Cina ini memiliki ketinggian yang sama dengan Cairo International Airport, yaitu setinggi 361ft atau setara dengan 110 meter. Dari atas sini, Anda dapat melihat pemandangan sejauh 15km persegi.

4. Haneda International Airport, Jepang

Sumber: airport-technology.com

Menara ATC baru milik Bandara Haneda, yang dibuka pada bulan Januari 2010 ini memiliki ketinggian 115,7 meter (380ft) dan menjadikannya menara ATC tertinggi keempat di dunia. Padahal, sebelum menara baru ini dibangun, menara yang lama tercatat lebih tinggi 38m.

3. Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport, Amerika
Bandara yang tercatat sebagai bandara tersibuk dunia ini memiliki ketinggian menara ATC yang cukup fantastis, yaitu 398ft atau setara dengan 121,31 meter. Setiap harinya, menara ini memantau kurang lebih 2500 kedatangan dan keberangkatan dari berbagai provider penerbangan.

2. Kuala Lumpur International Airport, Malaysia

Sumber: airport-technology.com

Posisi kedua diisi oleh bandara dari negeri tetangga, Malaysia. Menara yang berbentuk sepeti obor olimpiade ini memiliki ketinggian 426ft. Dengan ketinggiannya yang setara dengan 130 meter ini, menara ATC mampu memantau sebanyak 120 penerbangan setiap jamnya.

Baca Juga: Wow! Bandara-Bandara Ini Memiliki Restoran Bintang 5 di Dalamnya

  1. Suvarnabhumi International Airport, Thailand
    Dan, inilah bandara yang memiliki menara ATC tertinggi di dunia. Bandara yang kerap kali disebut New Bangkok International Airport of Thailand ini memiliki ketinggian 434ft atau setara dengan 132,2 meter. Walaupun bandara ini dinominasikan sebagai empunya menara ATC tertinggi di dunia, namun jumlah penerbangan yang di-handle oleh bandara yang memiliki kode BKK ini tidak sebanyak Kuala Lumpur International Airport, yaitu hanya 76 penerbangan per-jamnya.























Divonis Idap Parkinson, Mantan Pilot 84 Tahun Minta Diajak Terbang untuk Terakhir Kali

Seorang mantan pilot berusia 84 tahun, Myrta Gage, belum lama ini menyita perhatian netizen di Facebook lantaran video aksinya saat menjadi kopilot diunggah oleh Cody Mattiello. Yang paling bikin haru, kembalinya ia ke kokpit merupakan permintaan terkahir sebelum ajal menjemputnya kelak.

Baca juga: Sadar Hidupnya Tak Lama Lagi, Nenek 104 Tahun Maksa Ingin Terbang dengan Helikopter

Dalam captionnya, Cody Mattiello menceritakan Gage dahulu adalah seorang pilot aktif. Itu terus dijalaninya sampai ia divonis mengidap parkinson. 

Parkinson sendiri merupakan penyakit yang mengganggu sistem saraf pusat yang mempengaruhi gerakan. Kerusakan sel saraf di otak menyebabkan tingkat dopamine turun, sehingga berujung pada gejala Parkinson. Parkinson sering disertai tremor di satu tangan.

Penyakit Parkinson yang diderita otomatis langsung mengubur karirnya sebagai pilot. Sejak itu, Gage tak lagi berada di kokpit, baik sebagai kopilot terlebih pilot.

Lama dinanti, Gage akhirnya bisa kembali menerbangkan pesawat sebagai kopilot sekalipun bukan pesawat komersial berkat bantuan Mattiello melalui anaknya. Disebutkan, Gage secara tidak langsung sering mengungkapkan harapannya untuk bisa kembali ke langit meski situasinya jauh berbeda dengan penerbangan sebelumnya saat ia muda.

Mattiello menyambut baik permintaan tersebut. Sesama pilot, ia sangat maklum atas apa yang diingkan Gage dan bukan tak mungkin suatu hari nanti ia akan meminta hal serupa kepada orang lain melalui anaknya.

“(Jalur penerbangan mengambil) Danau Winnipesaukee dan di sekitar Gunung Kearsarge. Penerbangan itu tentu saja menunjukkan kepada Gage warna musim gugur yang indah,” tulis Mattiello.

“Sebagai pilot kelahiran New Hampshire, saya merasa beruntung bisa berbagi kecintaan saya pada penerbangan dan menjadi bagian dari membuat kenangan seperti ini untuk orang lain,” tambahnya.

Serupa tapi tak sama, November tahun lalu, lansia lainnya di AS berusia 104 tahun, Agnes Van Put, juga pernah melakukan hal yang sama dengan Gage. Bedanya, Agnes bukan merupakan mantan pilot ataupun kopilot.

Ketika itu, Agnes memaksa diajak terbang menggunakan helikopter. Meski sempat kesulitan, permintaan Agnes akhirnya terpenuhi berkat bantuan Anggota Dewan Kota New York, Aileen Gunther.

Baca juga: Dengan Kocek Kurang dari Rp500 Juta, Nenek 78 Tahun Sulap Boeing 727 Jadi ‘Little Trump’

Dengan dibantu pilot Michael Croissant, Agnes dan Gunther diajak terbang keliling Sullivan County menggunakan helikopter milik pengusaha terkenal di wilayah tersebut.

Dalam penerbangan di ketinggian sekitar 2.000 kaki itu Agnes berkesempatan melihat keindahan alam Sullivan County sambil melihat kasino Resorts World Catskills di kota Thompson, Bethel Woods, hingga rumah Aileen Gunther di Forestburgh dari ketinggian.