Kisah Naila, Pramugari Emirates yang Banting Setir Jadi Barista Starbucks

Garis tangan tak pernah ada yang pernah tahu kemana seseorang dibawa berlabuh. Seperti yang terjadi pada Naila Hosni. Memiliki passion di bidang marketing dan berharap bisa merintis karir sebagai konsultan desain interior, garis tangan justru membawanya menjadi pramugari. Bagaimana bisa?

Baca juga: Inilah Maria, Dokter Gigi Jadi Pramugari dan Kembali ke Profesi Semula Gegara Corona

“Saya tidak memiliki rencana untuk menjadi pramugari pada awalnya, tetapi Emirates melakukan open day rekrutmen di Paris, kota asal saya. Saya tidak bisa membayangkan menjadi pramugari sebelumnya, tetapi setelah itu saya menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang dimaksudkan untuk saya,” jelas Naila ketika ditanya terkait perjalanannya menjadi pramugari Emirates.

Beberapa pekan setelah rekrutmen, ia pun diundang interview sampai akhirnya diterima bekerja di sana. Setelah diterima, ia kemudian dipindahkan ke Dubai dan memulai karir sebagai pramugari selama dua tahun. Sampai di sini, ia merasa hidupnya sangat berharga, bertemu dengan banyak orang dari latar belakang budaya yang berbeda, sampai berkeliling dunia sesering mungkin.

Tetapi, sebagaimana kisah pilu pramugari lainnya di dunia, semua itu harus berakhir setelah pandemi virus Corona menghantam.

“Saya tinggal (di Dubai) selama dua tahun dan itu luar biasa. Saya sangat menikmati interaksi dengan orang-orang. Hubungan antara awak pesawat dan penumpang sangat luar biasa. Saya menemukan tempat-tempat baru dan budaya baru setiap hari,” katanya.

“Meskipun saya sudah pernah ke negara tertentu sebelumnya, setiap kali itu adalah perjalanan baru bagi saya dan saya merindukan perasaan itu. Saya akan mengatakan (saya telah mengunjungi) lebih dari 20 tujuan berbeda di seluruh dunia. Itu adalah pengalaman hidup yang luar biasa,” tambahnya.

“Kisah lucunya adalah (karir saya) dimulai di Paris dan penerbangan terakhir yang saya lakukan adalah ke Paris. Sudah aneh dalam perjalanan kembali, pergi ke Dubai, sementara kami mengoperasikan penerbangan dengan sangat sedikit orang di dalam pesawat. Saya tidak menyadari itu adalah penerbangan terakhir saya saat itu,” lanjutnya.

“Saya sangat terkejut setelah kehilangan pekerjaan! Saya bertanya pada diri sendiri Mengapa saya? Mengapa bukan orang lain? Apa yang akan aku lakukan? Pada saat yang sama, saya menemukan bahwa semuanya masuk akal. Mungkin memang dimaksudkan seperti ini,” ujarnya.

Setelah ia berpikir jernih untuk melanjutkan hidup tanpa harus menyalahkan keadaan, ia pun menemukan pekerjaan baru sebagai barista Starbucks di Jenewa. Tetapi tak disebutkan dengan jelas bagaimana informasi rekrutmen barista Starbucks bisa sampai padanya.

Baca juga: Kisah Pilu Pramugari Emirates Gegara Corona, Jualan Sabun Demi Sambung Hidup

“Dalam pekerjaan saya saat ini sebagai barista, saya suka membuat seseorang bahagia dengan memberi mereka minuman terbaik yang bisa saya buat. Saya sedang dalam masa training dan menurut saya kopi saya tidak lebih baik dari barista yang telah bekerja di sana selama lima tahun. Tapi saya selalu belajar, memperbaiki diri, menjadi lebih baik setiap hari,” tegasnya.

“Sama seperti di pesawat, saya menyukai interaksi dengan pelanggan. Banyak orang datang ke Swiss, berbicara bahasa Inggris dan beberapa dari mereka memiliki aksen seperti yang biasa saya dengar di penerbangan ketika saya menjadi pramugari – saya sangat menyukainya,” tutupnya, seperti dikutip dari Aerotime Aero.

Di Korea Selatan, Buang Air Besar Justru Dibayar!

Di fasilitas umum, tak jarang untuk buang air besar (BAB) dikenakan tarif untuk penggunaan toilet. Namun ada yang unik di Korea Selatan, pasalnya orang yang BAB justru mendapatkan uang. Lho kok bisa?

Baca juga: Unik, Bangunan Beton Diapit Jalan Layang dan Pintu Stasiun ini Ternyata Toilet

Dilansir KabarPenumpang.com dari interestingengineering.com (11/7/2021), di sebuah universitas di Korea Selatan, kotoran manusia digunakan untuk membantu menggerakkan bangunan dan proses ini juga mengubah kotoran menjadi mata uang digital. Di mana kotoran yang dibuang manusia ke toilet diubah menjadi energi dan memungkinkan mahasiswa untuk membeli berbaga macam keperluan dengan jumlah tinja yang mereka hasilkan.

Toilet Beevi di Universitas Korea Selatan (interestingengineering.com)

Toilet tersebut bernama Beevi yang dibuat oleh Cho Jae-weon, seorang profesor teknik perkotaan dan lingkungan di Institut Sains dan Teknologi Nasional Ulsan (UNIST). Yang mana ketika orang membuang kotoran mereka, maka itu akan menghasilkan biogas.

Toilet ini menggunakan pompa vakum untuk menarik limbah ke bioreaktor bawah tanah yang berisi mikroorganisme untuk memecah limbah menjadi mentana. Kemudian ini akan menjadi sumber energi bagi gedung universitas seperti menyalakan kompor gas, boiler air panas dan sel bahan bakar oksida padat.

Buang kotoran bisa beli barang di kampus dengan uang virtual Ggool (interestingengineering.com)

Bahkan dengan menggunakan pompa khusus, toilet ini pun mengurangi penggunaan air. Cho sebagai penemu toilet ini juga membuat mata uang virtual yang disebut Ggool. Sehingga setiap mahasiswa yang menggunakan toilet akan mendapat sepuluh Ggool sehari yang bisa digunakan untuk membeli produk universitas seperti kopi seduh, mie instan, buah dan buku.

“Tinja memiliki nilai berharga untuk dijadikan energi dan pupuk. Saya telah memasukkan nilai ini ke dalam sirkulasi ekologis,” kata Cho.

Secara keseluruhan, ini adalah toilet ramah lingkungan unggul yang memungkinkan mahasiswa di universitas mendapatkan uang dari buang air besar untuk membeli produk di universitas.

“Saya hanya pernah berpikir bahwa tinja itu kotor, tetapi sekarang itu adalah harta yang sangat berharga bagi saya. Saya bahkan berbicara tentang kotoran selama waktu makan untuk berpikir tentang membeli apapun. buku yang saya inginkan,” ujar mahasiswa pascasarjana Heo Hui-jin yang membeli barang di pasar Ggool.

Baca juga: Toilet Bandara di Cina Jadi Objek Wisata Baru Usai Ditemukan Fosil Berusia Ratusan Juta Tahun

Cho berspekulasi bahwa rata-rata orang membuang tinja sekitar 500 gram (atau lebih dari satu pon) sehari, yang dapat diubah menjadi 50 liter gas metana. Ini menghasilkan 0,5 kWh listrik, yang cukup untuk menjalankan satu beban piring dalam mode “penghemat energi” mesin pencuci piring Anda atau dapat menyalakan mobil sejauh tiga perempat mil.






















Begini Prosedur Pemeriksaan Pesawat untuk Capai Tingkat Keselamatan Tertinggi

Prosedur pemeliharaan setiap pesawat bisa berbeda-beda, tergantung pada yuridiksi tempat pesawat diregistrasi. Entah itu Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA), Otoritas Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat, Direktorat Penerbangan Sipil Transportasi Kanada (TCCA), ataupun Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) Inggris.

Baca juga: Bagaimana Perawatan Mesin Pesawat Dilakukan? Ini Jawabannya

Tetapi, usai kehadiran Boeing 707 dan Douglas DC-8 pada tahun 1954, yang mampertegas munculnya era pesawat jet, produsen pesawat mulai secara menetapkan batasan waktu untuk melakukan inspeksi secara berkala. Itu dilakukan semata demi mempertahankan tingkat keselamatan tertinggi.

Tak lama setelah tahun tersebut, produsen pesawat mulai menerapkan apa yang disebut sebagai Hard-Time (HT), yaitu menghentikan seluruh komponen pesawat yang sudah melewati batas maksimum penggunaan.

Pada tahun 1960, FAA melihat bahwa itu tak efektif mempertahankan tingkat keselamatan penerbangan tertinggi. Menurut FAA, maskapai maupun produsen harus melakukan pengecekan secara berkala dan mengganti komponen bila diperlukan, tidak harus menunggu sampai batas maksimum penggunaannya habis. Dari sini kemudian muncullah prosedur pemeriksaan pesawat A, B, C, dan D.

Dilansir dari Aerotime Aero, jalur pemeriksaan A dan B bisa dibilang lebih ringan dibanding C dan D, yang kadang kala disebut Base atau Heavy maintenance. A dan B biasanya merupakan inspeksi sehari-hari sedangkan C dan D tidak serta membutuhkan waktu untuk melakukan pemeriksaan.

Pada umumnya, line maintenance atau jalur pemeriksaan A dan B dilakukan setiap 400 sampai 600 jam terbang atau antara 200 sampai 300 siklus terbang, dimana lepas landas dan mendarat dihitung sebagai satu siklus. Pemeriksanaan model ini umumnya berupa pemeriksaan visual badan pesawat, powerplant, landing gear, avionik, rem dan peralatan darurat termasuk inflatable slides, dan lain sebagainya.

Line maintenance juga termasuk mengecek level cairan pesawat, seperti oli dan hidrolik di samping open inspection panel dan penutup mesin. Perlu dicatat, semua itu tergantung pada manual book atau buku petunjuk manual pabrikan. Jadi, tergantung pesawatnya, itu bisa berbeda-beda. Tetapi, baik Boeing maupun Airbus bisanya menggabung check task list B untuk membentuk pemeriksaan A.

Lanjut ke pemeriksaan C, di sini maskapai harus merelakan armadanya tiga pekan berada di hanggar untuk pemeriksaan.

Ini dilakukan setiap sekitar 20-24 bulan sekali. Sebelum mulai melakukan ini, teknisi biasanya mengecek dahulu pemeriksaan A dan B ditambah pemeriksaan struktur komponen penahan beban pada badan pesawat dan sayap, pelumasan mendalam lengkap dari alat kelengkapan jet dan kabel, menguji mekanisme internal, sampai program pencegahan korosi.

Berbeda dengan line maintenance A dan B yang masing-masing hanya membutuhkan 60 sampai 150 jam kerja, heavy maintenance C biasanya membutuhkan 6.000 jam kerja. Tergantung pada tipe dan jenis pesawat, waktu pemeriksaannya bisa berbeda-beda.

Program Pemeliharaan Keluarga Airbus A320, misalnya, pemeriksaan dapat dilakukan setiap 36 bulan, atau 12.000 jam terbang, atau 8000 siklus penerbangan, tergantung pada periode mana yang lebih dulu. Sebagai perbandingan, interval waktu pemeriksaan C yang ditentukan untuk jet klasik Boeing 737 adalah 4.000 jam terbang atau maksimal mencapai 7.500 jam terbang.

Adapun pemeriksaan paling mahal dan sulit serta menyita waktu adalah pemeriksaan D atau Heavy Maintenance Visit (HMV). Ini biasanya terjadi setiap enam sampai 10 tahun atau setiap 20 ribu jam terbang.

Di sini, teknisi dan insinyur membongkar dan merakit kembali pesawat. Di beberapa kondisi bahkan cat harus dikupas terlebih dahulu untuk pemeriksaan lebih lanjut pada kulit logam badan pesawat guna memastikan tidak korosi. Tergantung tipe pesawat, pemeriksaan D biasanya bisa mencapai 50 ribu jam kerja atau dua bulan sampai selesai.

Baca juga: Begini Proses Sertifikasi Pesawat Baru, Panjang dan Mahal

Selama pemeriksaan ini, interior kabin pesawat juga dilepas, termasuk kursi, dapur, toilet, dan kompartemen bagasi, sehingga para insinyur dapat memeriksa logam kulit jet dari dalam dan luar.

Sementara itu, semua sistem pesawat dibongkar, diperiksa, dan diperbaiki sesuai kebutuhan, sebelum dipasang kembali. Tindakan yang sama berlaku untuk roda pendaratan dan mesin, yang juga dilepas dan dibongkar.

Peneliti Mulai Uji Coba Vaksin Hirup Pada Manusia

Banyak orang yang tak mau disuntik vaksin Covid-19 bukan karena takut efek samping yang mereka rasakan. Namun mereka ketakutan dengan jarum suntik yang digunakan untuk menyuntikkan cairan vaksin ke dalam tubuh. Tapi bagi orang dengan alasan takut jarum suntik, rasanya kehadiran vaksin yang dihirup akan lebih mudah.

Baca juga: Terus Ditambah, Kini 11 Stasiun Kereta Jarak Jauh Layani Vaksinasi Gratis

KabarPenumpang.com merangkum newatlas.com (11/7/2021), sebuah studi baru dalam jurnal Science Advance menyajikan penelitian baru yang menunjukkan efektivitas vaksin Covid-19 yang dapat dihirup. Vaksin ini adalah salah satu dari beberapa vaksin yang sedang dikembangkan yang dirancang untuk diberikan melalui semprotan hidung.

“Vaksin yang tersedia saat ini untuk melawan Covid-19 sangat berhasil, tetapi mayoritas populasi dunia masih belum divaksinasi dan ada kebutuhan kritis untuk lebih banyak vaksin yang mudah digunakan dan efektif dalam menghentikan penyakit dan penularan,” jelas Paul McCray, seorang peneliti dari University of Iowa.

Vaksin khusus ini menggunakan virus yang disebut parainfluenza virus 5 (PIV5), yang dioptimalkan untuk mengekspresikan protein lonjakan dari SARS-CoV-2. PIV5 tidak berbahaya pada manusia dan percobaan sebelumnya dengan virus sebagai sistem pengiriman vaksin telah efektif dalam penelitian hewan terhadap MERS, virus corona lain.

“Kami telah mengembangkan platform vaksin ini selama lebih dari 20 tahun, dan kami mulai mengerjakan formulasi vaksin baru untuk memerangi Covid-19 selama masa-masa awal pandemi. Data praklinis kami menunjukkan bahwa vaksin ini tidak hanya melindungi terhadap infeksi, tetapi juga secara signifikan mengurangi kemungkinan penularan,” kata salah satu pemimpin penelitian, Biao He, dari Universitas dari Georgia.

Vaksin tradisional biasanya diberikan melalui suntikan intramuskular. Tetapi suntikan datang dengan banyak rintangan yang membuat kampanye vaksinasi yang meluas menjadi rumit dan mahal. Vaksin yang disuntikkan seringkali membutuhkan penyimpanan dingin dan harus diberikan oleh profesional medis. Jarum suntik juga merupakan sumber daya yang terbatas dan masalah pasokan telah menyebabkan masalah besar dengan peluncuran vaksin Covid-19.

Di samping kemudahan pemberian vaksin semprot hidung, ada hipotesis kuat yang menyatakan bahwa pemberian vaksin langsung ke jaringan mukosa di saluran pernapasan bagian atas dapat menawarkan perlindungan lokal yang lebih baik dari infeksi.

“Dalam beberapa kasus, vaksin yang diberikan pada otot dapat menimbulkan kekebalan pada permukaan mukosa, tetapi ada prinsip umum bahwa jika Anda memvaksinasi melalui permukaan mukosa, Anda cenderung memperoleh perlindungan yang lebih kuat di tempat tersebut. Sayangnya, kami belum memiliki teknologi hebat untuk memasang respons imun yang secara khusus melindungi permukaan mukosa tersebut,” kata Darrell Irvine, seorang bioengineer dari MIT.

Pada awal tahun 2021, para peneliti dari Universitas Oxford memulai uji coba manusia Fase 1 untuk versi semprotan hidung dari vaksin ChAdOx1 nCoV-19 (vaksin AstraZeneca Covid-19). Sandy Douglas, kepala penyelidik dalam percobaan tersebut, mengatakan bahwa mereka awalnya mempelajari profil keamanan semprotan hidung pada sukarelawan muda yang sehat.

Secara keseluruhan ada sekitar tujuh vaksin Covid-19 intranasal yang saat ini dalam tahap uji coba manusia awal tetapi masih belum jelas apakah rute pemberian ini akan bekerja secara efektif untuk SARS-CoV-2. Baru-baru ini, perusahaan farmasi Altimmune menghentikan pekerjaan pada kandidat vaksin yang dapat dihirup setelah uji coba manusia Fase 1 menunjukkan respons kekebalan yang lemah.

Baca juga: Mau Vaksin Pfizer Gratis Sambil Jalan-jalan ke Los Angeles? Cek Di Sini

“Tidak banyak vaksin mukosa berlisensi. Vaksin ini efektif untuk patogen tertentu, tetapi ini mungkin benar atau tidak untuk SARS-CoV-2,” kata Richard Kennedy, seorang peneliti kekebalan di Mayo Clinic.

Gegara Satu Penumpang Terinfeksi Covid-19, Kapal Pesiar World Dream Kembali ke Marina Bay Cruise Center

Kapal pesiar World Dream kembali ke Marina Bay Cruise Center setelah ditemukan kasus dugaan Covid-19. World Dream kembali pada Rabu (14/7/2021) sekitar pukul 06.30 pagi waktu setempat. Kembalinya kapal pesiar ini lebih cepat beberapa jam sebelum dijadwalkan kembali pada pukul 09.00 di hari yang sama.

Baca juga: Kembali Berlayar, Seorang Penumpang Kapal Pesiar Asuka II Positif Covid-19 Varian Baru

Dilansir KabarPenumpang.com dari channelnewsasia.com (14/7/2021), World Dream diketahui meninggalkan Singapura Minggu (11/7/2021) pukul 21.00 untuk perjalanan selama empat hari. Seorang penumpang yang ikut dalam perjalanan tersebut mengatakan, bahwa sekitar pukul 01.00 pagi, mereka mendapat pengumuman bahwa seorang penumpang telah dites positif Covid-19.

Penumpang menunggu antrian turun di balkon kabin masing-masing (Jeremy Long/channelnewsasia.com)

Karena hal ini, semua penumpang harus kembali ke kamar dan semua aktivitas di kabin kapal dihentikan. Penumpang kemudian diberitahu sekitar pukul 03.00 pagi bahwa kontak dekat dari kasus di atas kapal telah diidentifikasi dan dites negatif.

“Semua orang tetap di kapal. Penumpang yang terinfeksi dan kontak dekat akan meninggalkan kapal terlebih dahulu,” kata penumpang tersebut.

Setelah World Dream bersandar, sebuah ambulans terlihat di Marina Bay Cruise Center untuk menjemput penumpang yang terinfeksi Covid-19. Kemudian penumpang lainnya menunggu di balkon kamar mereka untuk turun setelahnya. Pihak World Dream mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa, kasus dugaan Covid-19 yang terjadi dalam kapal pesiar mereka telah melakukan kontak dekat dengan kasus lain yang dikonfirmasi sebelum naik.

Karena adanya hal ini, penumpang tersebut akan diperiksa lebih lanjut dan diuji oleh pihak berwenang di darat. Penumpang telah menerima kedua dosis vaksin Covid-19, dan dites negatif dalam tes cepat antigen pada hari keberangkatan.

“Teman perjalanan yang teridentifikasi dan kontak dekat juga telah menjalani tes Covid-19 di kabin kapal pesiar dengan hasil negatif,” kata World Dream Cruise.

World Dream kini sedang menjalani pembersihan dan disinfeksi penuh, termasuk semua area dan tempat yang sebelumnya dikunjungi oleh tamu yang dilaporkan.

“Karena keselamatan adalah yang terpenting, kami berterima kasih sebelumnya atas pengertian Anda tentang pembatalan yang diperlukan ini mengingat situasinya,” kata perusahaan itu.

Dream Cruises ‘World Dream melanjutkan operasi pelayarannya dengan kapasitas penumpang 50 persen pada 14 Juni. Dream Cruises dan Royal Caribbean mulai menawarkan pelayaran ke mana-mana pada bulan November dan Desember tahun lalu masing-masing sebagai bagian dari skema percontohan yang memungkinkan perjalanan pulang pergi tanpa pelabuhan panggilan.

Baca juga: Berada di Yunani, Kanal Korintus Tak Bisa Bebas Dilalui Kapal Modern

Pada bulan Desember, pelayaran Quantum of the Seas Royal Caribbean dihentikan ketika kembali lebih cepat dari jadwal setelah seorang penumpang dinyatakan positif Covid-19. Penumpang tersebut akhirnya dinyatakan negatif setelah kapal kembali ke Singapura.

Nyaris Bangkrut, Thai Airways Mulai Bangkit! Kini Terbang ke 10 Negara

Sambil terus menjalani proses anti bangkrut di Pengadilan Kepailitan Bangkok, Thai Airways mulai serius menghadapi masa depan industri penerbangan. Belum lama ini, maskapai nasional Thailand itu dilaporkan mulai menerbangi 13 bandara di 10 negara sampai akhir September tahun ini.

Baca juga: Demi ‘Bertahan Hidup,’ Thai Airways Jual Makanan Khas Pesawat di Supermarket

Dilansir dari Simple Flying, 13 bandara di 10 negara itu mulai dari Filipina, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Australia, Inggris, Perancis, Jerman, Swiss, dan Denmark, direct baik dari Bangkok ataupun Phuket.

Penerbangan antara Phuket dan Eropa akan beroperasi setiap pekan. Empat penerbangan internasional sejauh ini sudah ada dalam jadwal, termasuk layanan mingguan Bangkok – Phuket – London (LHR), Bangkok – Paris (CDG) – Phuket – Bangkok, Bangkok – Zurich (ZRH) – Phuket – Bangkok, dan Bangkok – Phuket – Frankfurt (FRA).

Itu semua merupakan bagian dari program mendukung Project Sandbox, sejenis program Vaccine Tourism Hub atau pusat hub vaksinasi bagi wisatawan di Thailand tanpa perlu menjalani karantina mandiri terlebih dahulu; sesuatu yang hampir mustahil dilakukan di luar Project Sandbox Thailand.

Thai Airways diketahui juga melayani penerbangan dua kali dalam sepekan, antara Bangkok dan London, Bangkok dan Frankfurt, serta Bangkok dan Kopenhagen (CPH). Penerbangan Kopenhagen dan Frankfurt didapuk menggunakan pesawat Airbus A350-900 Thai Airways, sementara penerbangan ke London menggunakan Boeing 777-300ER.

Thai Airways juga menggencarkan penerbangan ke Asia. Salah satunya ke Jepang. Bila Eropa satu sampai dua flight dalam sepekan, penerbangan ke Jepang bahkan sampai 14 kali dalam sepekan. Disebutkan, penerbangan ke Nagoya dan Tokyo Haneda masing-masing akan dilayani dua kali dalam sepekan dari Bangkok.

Sedangkan penerbangan antara Bangkok dan Osaka akan ditawarkan sebanyak empat kali dalam sepekan serta penerbangan antara Bangkok dan Tokyo Narita akan beroperasi enam kali dalam sepekan.

Penerbangan ke Seoul dan Manila dari Bangkok akan dioperasikan Thai Airways tiga kali dalam sepekan menggunakan pesawat Boeing 777-300ER. Itu jauh lebih banyak dibanding penerbangan Bangkok-Sydney yang hanya dioperasikan dua kali dalam sepekan menggunakan pesawat yang sama.

Baca juga: Flight To Nowhere Ala Thai Airways, Terbang Sambil Ziarah ke 99 Tempat Suci Umat Buddha

Yang paling tinggi tentu penerbangan Thai Airways ke Hong Kong, dimana penerbangan tersedia setiap hari dalam sepekan menggunakan pesawat Airbus A350-900.

Dibandingkan dengan masa-masa sebelum Thai Airways krisis, penerbangan ke 13 bandara di 10 negara tersebut tentu tak ada apa-apanya. Tetapi, langkah ini tentu merupakan awal yang baik dalam upaya menghidupkan lagi bisnis maskapai yang sudah setahun lebih bak mati suri.

Dekorasi Bertuliskan “Hari Raya Aidilfitri” di MRT Viral, SBS Transit Meminta Maaf

Hari Raya Idul Fitri sudah lewat dua bulan lalu namun hiasan atau dekorasi bertuliskan “Hari Raya Aidilfitri” masih terpampang di salah satu kereta MRT Singapura tepatnya di Jalur Timur Laut. Karena hal ini, SBS Transit meminta maaf karena belum melepaskannya dari kereta tersebut.

Baca juga: Bawa Sepeda Besar, Penumpang MRT Singapura Viral di TikTok

Permintaan maaf tersebut diawali dari seorang penumpang Syed Mahdzar Al-Shahab yang sedang bepergian melalui kereta Jalur Timur Laut baru-baru ini ketika dia melihat beberapa stiker perayaan Hari Raya Aidilfitri menghiasi interior kereta.

“Ini karena kekhilafan. Sejak itu kami telah menghapus stiker yang sudah usang dan meminta maaf atas kesulitan yang ditimbulkan,” kata operator layanan kereta dan bus itu dalam sebuah posting di Facebook yang dikutip KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (13/7/2021).

Adanya permintaan maaf SBS mengikuti postingan Facebook dari Syed yang menunjukkan adanya dekorasi itu. Syed mengatakan bahwa dirinya berada di kereta dan hiasan Idul Fitri ada di mana-mana.

“Serius, Aidilfitri? Saya tidak mencoba menjadi ahli, saya seorang Muslim dan kami baru saja melewati Aidilfitri pada bulan Mei! Jadi siapa pun yang memasang hiasan ini, saya harap Anda memeriksa kembali pekerjaan Anda lain kali. SBS Transit Ltd… Ini Aidiladha bukan Aidilfitri!?” tulis Syed di Facebook.

Namun sebelum postingan SBS tersebut tidak jelas dekorasi itu ketinggalan zaman atau merujuk pada festival Muslim lainnya yakni Hari Raya Aidiladha yang juga dikenal sebagai Hari Raya Haji. Hari Raya Haji, yang memperingati ketaatan Nabi Ibrahim kepada Tuhan melalui kesediaannya untuk mengorbankan putranya Ismail, jatuh pada 20 Juli tahun ini.

Dalam posting Facebook berikutnya, Syed Mahdzar juga menunjukkan bahwa dekorasi tersebut menampilkan sepeda, yang tidak memiliki hubungan yang jelas dengan makna keagamaan dari festival tersebut. Ini terjadi setelah insiden pada bulan Mei, ketika Asosiasi Rakyat meminta maaf karena menggunakan foto pernikahan pasangan Melayu/Muslim sebagai standee untuk dekorasi Hari Raya Aidilfitri tanpa izin mereka.

Baca juga: Di 2030, MRT Singapura Perpanjang Jaringan Hingga 360 Km, Bagaimana dengan MRT Jakarta?

Standee ditempatkan di Perumahan Dewan di Tiong Bahru dan membawa sebuah foto di mana pasangan itu mengenakan pakaian tradisional Melayu dengan elemen simbol pernikahan di samping platform dekoratif dan spanduk yang menggambarkan Melvin Yong, MP untuk Radin Mas, dan ucapan hari raya nya untuk warga.

Corona RI Makin Gawat, Jepang Evakuasi Warganya dari Indonesia!

Pemerintah Jepang mendukung penerbangan khusus atau repatriasi untuk memfasilitasi warganya yang ingin menyelamatkan diri dari Indonesia; mengingat kasus virus Corona di sini sudah membludak dan terus mencetak rekor tertinggi sepanjang pandemi Covid-19 berlangsung.

Baca juga: Ngenes, Jerman Larang Masuk Wisatawan Indonesia, Padahal Singapura dan Thailand Boleh

“Dari sudut pandang melindungi warga negara Jepang, kami telah memutuskan untuk mengambil tindakan (repatriasi) sehingga orang Jepang yang ingin kembali dapat kembali ke Jepang sesegera mungkin, dan sebanyak mungkin orang,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato, dikutip dari Nikkei Asia.

Lebih lanjut, Kato menginformasikan, kepulangan warga negara Jepang sendiri sudah diatur pada Rabu waktu setempat, menggunakan pesawat dari maskapai Jepang. Tak disebutkan maskapai apa itu. Tetapi kemungkinan besar menggunakan Japan Airlines.

Setelah sukses memulangkan warga Jepang pada batch pertama hari ini, selanjutnya pemerintah akan terus mengerahkan penerbangan repatriasi, sebagaimana disebutkan di awal, sesegera mungkin dan sebanyak mungkin warga Jepang akan diangkut pulang ke Jepang guna menyelamatkan diri dari virus Corona yang mengganas di Indonesia.

Disebut mengganas, sebab setiap hari trennya terus meningkat. Kementerian Kesehatan mengumumkan adanya penambahan kasus 47.899 pasien pada Selasa (13/7). Dengan begitu, maka total terkonfirmasi positif di Indonesia sudah menembus 2.615.529 kasus.

Dengan kasus kesembuhan bertambah 20.123 orang, total ada sebanyak 2.139.601 orang. Kemudian ada 864 orang meninggal dunia dalam sehari. Total angka kematian Covid-19 menjadi 68.219 orang.

Berdasarkan laporan ‘Situasi Covid-19 di Indonesia’ yang disampaikan BNPB, ada 181.043 orang suspek Corona pada Selasa (13/7) kemarin dan terdapat 227.083 spesimen yang diperiksa.

Kendati warga Jepang nantinya berhasil melarikan diri dari ancaman varian Delta yang membuat berbagai RS di Pulau Jawa penuh, tetapi, di Jepang sendiri sebetulnya juga sedang mengalami lonjakan kasus virus Corona.

Masih dikutip dari Nikkei Asia, Tokyo disebut tengah memasuki masa keadaan darurat keempat saat Olimpiade sudah semakin dekat. Semua bar dan restoran di kota itu berhenti menyajikan minuman beralkohol dan tutup pada pukul 8 malam hingga 22 Agustus.

Status darurat sebelumnya dicabut hanya tiga minggu lalu. Summer Games, nama lain dari Olimpiade musim panas, yang akan dibuka 23 Juli besok dan berakhir 8 Agustus, akan diadakan secara tertutup alias tanpa penonton, tak seperti gelaran EURO 2020, di hampir semua tempat.

Baca juga: Corona RI Mengganas, Negara-negara Ini Kompak Stop Penerbangan dari dan ke Indonesia

Jepang sendiri saat ini masih terus berjuang untuk mengembangkan vaksin Covid-19 sendiri selain fokus mendapatkan vaksin dari produsen yang sudah ada, salah satunya AstraZeneca. Bahkan, Jepang juga aktif mendonasikan vaksin yang diterimanya ke sejumlah negara, seperti Indonesia, Taiwan, Myanmar, dan lain sebagainya.

Disebutkan, saat ini, perusahaan farmasi Jepang, Daiichi Sankyo, berencana memulai uji klinis Fase 3 vaksin virus corona buatannya. Bila segalanya lancar, vaksin sudah bisa diproduksi massal pada 2022 dan lebih diutamakan untuk program vaksinasi nasional terlebih dahulu sebelum diekspor di seluruh dunia.

Jadi Viral, Burung Myna Duduk di Kursi Penumpang Bus dengan Tatapan Lelah Tak Berarti

Apakah hanya manusia yang bisa merasa lelah dan duduk menikmati keindahan alam tanpa ekspresi? Rasanya tidak, karena binatang juga bisa melakukannya ketika mereka kelelahan dan melihat sekitar dengan tatapan kosong tanpa arti.

Baca juga: Viral! Burung Hantu Masuk ke dalam Kokpit Saat Mengudara

Mungkin Anda tidak berpikir bahwa binatang bisa merasa lelah. Tetapi seekor burung di Singapura merasakan hal itu dan duduk terdiam di bangku sebuah bus yang tengah beroperasi mengangkut penumpang.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mothership.sg (12/7/2021), pukul 10.39 pagi waktu Singapura dan tertera jelas pada foto, memperlihatkan seekor burung yang duduk di kursi penumpang. Saat itu adalah hari Minggu dan semua orang tahu bahwa itu adalah hari terburuk kedua setelah hari Senin dalam seminggu.

Dalam foto memperlihatkan ekspresi burung seperti ingin berkata cukup sudah. Foto yang diunggah di laman Facebook tersebut diberi keterangan burung itu “lelah terbang” dan malah naik bus.

Meskipun memiliki kursi dengan pemandangan jendela yang bagus, ia tampaknya tidak terlalu tertarik untuk menikmati pemandangan, juga tidak jelas apa yang sebenarnya dilihat burung itu. Mungkinkah merenungkan dari mana asalnya? Atau kemana arahnya? Siapa tahu?

Setidaknya ia tidak buang air besar sendiri, tidak seperti rekan merpatinya yang menumpang MRT.Burung ini adalah Myna Jawa, salah satu dari dua spesies Myna yang paling umum di Singapura.

Berbeda dengan Common Myna (yang ironisnya tidak biasa seperti Myna Jawa di sini), Javan Myna bukan asli Singapura, dan sebenarnya merupakan spesies invasif. Dan jika Anda bertanya-tanya, Myna Biasa dibedakan dari Myna Jawa dengan tubuhnya yang cokelat, serta kulit kuning di sekitar matanya.

Baca juga: Jadi “Penumpang Gelap,” Burung Myna Masuk Kabin A380 Singapore Airlines dan Ikut Terbang 12 Jam

Menurut Wikipedia, Myna Jawa agak berani, tidak terlalu takut pada manusia, dan seperti yang diketahui sekarang, ternyata diketahui juga naik bus.

Kontroversi, di India Kotoran Sapi Jadi ‘Obat’ Oles Penangkal Covid-19

Berbagai macam obat belakangan diklaim bisa menyembuhkan pasien yang terpapar Covid-19 dan belum jelas kebenarannya karena masih dalam penelitian. Hal ini juga terjadi di India, di mana banyak masyarakatnya yang menggunakan kotoran sapi sebagai obat atau pengobatan pencegahan terhadap virus tersebut.

Baca juga: Dekat Perbatasan Cina-India, Kereta Peluru Pertama Mengular di Tibet

Karena hal ini, para dokter di India memperingatkan orang-orang agar tidak melakukan praktik tersebut. Sebab orang-orang di negara bagian Gujarat dilaporkan mengunjungi tempat penampungan sapi seminggu sekali untuk membaluri tubuh mereka dengan kotoran dan urin (air kencing) sapi.

Ini dilakukan, pasalnya masyarakat berharap bisa meningkatkan kekebalan meraka melawan Covid-19. Sebelum adanya Covid-19, kotoran sapi diketahui juga digunakan untuk pengobatan Ayurveda dan beberapa tradisi pengobatan tradisional yang disebut-sebut memiliki sifat anti bakteri dan jamur. Atas dasar tersebut, pengobatan dengan kotoran sapi juga dikaitkan dengan pencegahan penyakit serius, tak terkecuali Covid-19.

“Tidak ada bukti ilmiah konkret bahwa kotoran sapi atau urin bekerja untuk meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19, itu sepenuhnya didasarkan pada kepercayaan. Ada juga risiko kesehatan yang terlibat dalam mengolesi atau mengonsumsi produk ini dan penyakit lain dapat menyebar dari hewan ke manusia,” kata Dr JA Jayalal, presiden nasional di Asosiasi Medis India.

Dilansir KabarPenumpang.com dari iflscience.com, Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Amerika Serikat telah meminta para pelancong untuk tidak memasukkan kotoran sapi ke dalam bagasi mereka setelah menemukan dua bola kotoran sapi dalam koper yang hilang di bandara. Paket misterius itu ditemukan pada 4 April lalu di sebuah koper yang ditinggalkan di Bandara Internasional Washington Dulles oleh seorang penumpang dari penerbangan Air India.

Baca juga: Gegara Tsunami Covid di India, Boeing 777 Emirates dari Mumbai ke Dubai Hanya Bawa Satu Penumpang

Perhatian utama di sini adalah penyakit, yaitu penyakit mulut dan kuku yang dapat menyebar melalui tinja dan dapat berdampak buruk pada ternak. Untuk diketahui, tsunami Covid-19 yang terjadi beberapa waktu lalu di India membuat kasus harian meningkat hingga rata-rata 378 ribu kasus per hari dan total setidaknya 222 ribu kematian. Ini membuat India kehabisan oksigen, tempat tidur di rumah sakit dan kapasitas tempat kremasi.