Mulai Hari ini, AirAsia Indonesia Hentikan Layanan Penerbangan Selama Satu Bulan

Ibarat tak ingin menanggung kerugian akibat anjloknya jumlah penumpang, maskapai LCC AirAsia Indonesia mulai hari ini, Selasa (6/7/2021) resmi memberhentikan sementara layanan penerbangan berjadwalnya, dalam hal ini termasuk seluruh penerbangan rute domestik dan internasional. Penghentian sementara layanan penerbangan ini berlangsung selama satu bulan, yaitu akan berakhir pada 6 Agustus 2021.

Baca juga: Covid-19 Belum Usai, AirAsia Kian Terpuruk! Hanya Terbang 19 Persen dari Kapasitas

Dalam siaran pers, disebutkan Keputusan penghentian layanan penerbangan itu dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam menekan penyebaran Covid-19. Meski layanan penerbangan berjadwal rute domestik dan internasional tidak beroperasi sementara, AirAsia Indonesia tetap melayani penerbangan charter dan kargo.

Dengan demikian, misi repatriasi (pemulangan kembali WNI dari luar negeri), pengiriman barang, dan kepentingan lainnya tetap bisa dilayani dengan penerapan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat.

Bagi calon penumpang AirAsia yang terdampak atas penghentian layanan ini, bisa melakukan rescheduling atau mengubah tanggal keberangkatan sampai 31 Oktober 2021. Selain itu, pembelian tiket juga dapat diubah menjadi akun kredit yang berlaku hingga 2 tahun untuk pembelian tiket berikutnya. Semua itu bisa dilakukan tanpa ada biaya tambahan.

Kemudian apabila calon penumpang ingin membatalkan penerbangan, mereka bisa mengajukan pengembalian dana. Calon pengumpang dapat menghubungi layanan pelanggan setiap hari pukul 09.00-18.00 WIB di situs resmi AirAsia Indonesia.

Baca juga: Wow, Harga Tiket Super Air Jet Lebih Murah dari Lion Air dan AirAsia! Ini Detailnya

AirAsia Indonesia dengan kode penerbangan QZ selama ini melayani Jakarta – Medan, Jakarta – Lombok, Surabaya – Lombok, Jakarta – Surabaya, Jakarta – Sorong, Jakarta – Belitung, Jakarta – Bali, Jakarta – Yogyakarta, Surabaya – Bali,, Bali – Yogyakarta, Bali – Solo, Bali – Bandung, Medan – Yogyakarta, Jakarta – Padang, Jakarta – Palembang, Jakarta – Pekanbaru dan Jakarta – Pontianak.

Bus Bumel, Punya Aturan Naik dan Turun yang Unik serta Penumpang Tak Terbatas

Pernah dengar kata bumel atau tahu apa itu? Dalam dunia transportasi bumel ini adalah sebuah istilah bus. Di mana istilah tersebut merujuk pada bus dengan kelas ekonomi. Bus bumel juga melayani trayek Antar Kota Dalam Provinsi atau AKDP dan biasanya ada di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca juga: Inilah Parade PO Bus AKAP yang Usianya Tembus Setengah Abad

Tak hanya itu, bus bumel merupakan transportasi bus yang digunakan penumpang untuk jarak dekat. Konfigurasi kursi penumpang di dalam bus bumel adalah 3-2 dengan total kursi yang tersedia rata-rata 60 tempat duduk dan belum termasuk yang duduk di bangku ekstra, di kap mesin dan berdiri.

Biasanya bus bumel dinaiki penumpang per meteran, di mana setiap beberapa puluh meter akan ada penumpang naik atau turun. Peminatnya adalah mereka yang akan pergi ke pasar atau anak sekolah yang berangkat maupun pulang. Di wilayah Jawa, bus bumel trayek Yogyakarta ke Semarang dan Yogyakarta ke Purwokerto masih banyak yang beroperasi.

Penasaran perusahaan otobus atau PO apa saja yang melayani trayek bus bumel ini? Ada PO Sumber Waras yang melayani trayek Jogja ke Semarang, PO Mulyo dari Purwokerto ke Semarang, PO Purwo Widodo dan Gajah Mungkur trayek ke Solo dengan bus bumel non AC.

Bumel sendiri berasal dari bahasa Belanda boemeltrin yang artinya kereta lambat. Di mana kereta akan berhenti di setiap stasiun untuk menaik turunkan penumpang. Sehingga bus bumel mengacu pada bus yang menaik turunkan penumpang di setiap perhentian di sepanjang jalur trayek.

Bahkan bus bumel sering diplesetkan menjadi mlebu kumel. Sebutan ini digunakan karena penumpang yang naik masih tampak rapi, tampan dan cantik tetapi ketika turun berubah jadi acakadul.

Bus bumel biasanya menggunakan bus tua dengan kondisi bodi yang sudah tampak tidak terawat. KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, meski kelas ekonomi, tak jarang dilengkapi dengan pendingin udara atau AC dan disebut bukan bus bumel tetapi bus ATB yakni AC Tarif Biasa.

Baca juga: PO Sumber Alam, Bus AKAP Kebanggaan Warga Purworejo

Yang perlu diketahui sebagai seorang penumpang bus bumel, baiknya siapkan uang receh untuk memberi pengamen yang bernyanyi di dalam bus. Kemudian aturan berlaku ketika baik bus bumel adalah, saat hendak turun baiknya ke pintu dan katakan pada kernet agar tidak mendadak. Setelahnya turunlah dengan kaki kiri terlebih dahulu.

Nakal! Meski Dilarang, Mahasiswa India ‘Kabur’ ke Kanada Lewan ‘Jalan Tikus’

Dunia tentu tahu bahwa India belakangan ini tengah menjadi sorotan akibat kasus Corona yang melonjak drastis. Pada awal Mei lalu, kasus India mencetak rekor 412.262 kasus baru Covid-19 dan rekor kematian harian nyaris empat ribu kasus. Oleh karenanya, orang-orang kaya atau paling tidak memiliki kocek tebal bergegas ‘melarikan diri’ ke tempat-tempat aman, termasuk Kanada.

Baca juga: Fenomena Aneh Pramugari Pakistan, Manfaatkan ‘Layover’ untuk Kabur dan Minta Suaka di Negara Maju

Baru-baru ini, mahasiswa India berhasil melarikan diri dari India dan masuk ke Kanada dengan merogoh kocek sampai Rp57 jutaan. Biaya sebesar itu semata untuk mengakali otoritas Kanada.

Dilansir Economictimes Indiatimes, Kanada sudah sejak Corona mengganas di India melarang penerbangan langsung dari sana ke negaranya. Tetapi, entah otoritas Kanada yang lengah atau penumpang asal India yang terlampau ‘pintar’ nyatanya ia bisa lolos.

Caranya, tentu dengan menghindari penerbangan langsung (direct) dari India ke Kanada mengingat itu dilarang. Tetapi, pada penerbangan lain, itu tidak dilarang. Celah itulah yang dimanfaatkan oknum penumpang.

Mahasiswa India yang tak disebutkan namanya ini diketahui terbang dari India ke Doha (Qatar) dan Addis Ababa (Ethiopia) sebelum masuk ke Kanada. Cara tersebut terbukti berhasil meski konsekuensinya harus membayar biaya sangat mahal.

“Penumpang dari India sebagian besar menggunakan titik transit bandara ini untuk mendarat di Kanada karena mereka dapat melakukan rapid test Covid-19 di bandara dan naik penerbangan selanjutnya,” kata seorang agen perjalanan di Toronto.

Selain ‘jalur’ tersebut, penumpang nakal asal India yang tetap ingin ke Kanada bisa juga melalu rute lain, seperti Beograd (Serbia), Mexico City (Meksiko via Eropa), dan Muscat (Oman).

Kalau via Muscat, penumpang diharuskan stay selama kurang lebih 14 jam sebelum mengikuti tes PCR Covid-19 dan terbang ke Kanada.

Di Addis Ababa dan Beograd, penumpang pesawat diwajibkan menjalani karantina mandiri selama tiga hari di hotel sebelum mengikuti tes PCR Covid-19 dan terbang ke Kanada.

Adapun lewat Meksiko City via Eropa, penumpang diharuskan menjalani karantina mandiri selama dua hari, mengikuti tes PCR Covid-19, dan mendarat di Kanada.

“Warga India mendarat di Mexico City melalui Eropa. Setelah tinggal dua hari di sana, mereka mendapatkan tes Covid, naik pesawat dan mendarat di Toronto,” lanjut sumber dari salah satu travel agent tersebut.

Meski demikian, jalan masuk menuju Kanada bisa pupus andai penumpang yang bersangkutan terinfeksi Covid-19 saat transit di negara-negara tersebut. Sebetulnya bukan pupus melainkan hanya memperlambat saja mengingat setelah sekitar tiga hari, penumpang sudah bisa mengikuti tes Covid-19 dan terbang ke Kanada jika hasilnya negatif.

Baca juga: Hubungkan Cina, Rusia, Kanada dan AS, Bagaimana Nasib Proyek Terowongan Kereta Bawah Laut Sepanjang 200 Km?

Pihak Kanada sendiri sudah mengonfirmasi hal itu. Melalui juru bicaranya, otoritas Kanada mengakui celah yang ada dan menyebut bahwa 27 persen kasus Corona di Ontario berasal dari varian Delta.

“Gejala mereka muncul tepat sebelum atau setelah mendarat di Kanada. Itulah berapa banyak penerbangan internasional yang membawa kasus Covid, termasuk varian Delta, ke Kanada karena orang telah menemukan cara untuk mengalahkan larangan Kanada,” tutupnya.

Bikin Sensasi, Idola Muda Jepang Pamer Kekuatan Tarik dan Lepas Kereta di Stasiun

Ketika mengunjungi suatu daerah atau negara tak perlu kaget dengan perilaku setiap masyarakatnya. Terkadang Anda akan melihat hal menarik hingga aneh yang mungkin bagi masyarakat lainnya adalah hal biasa.

Baca juga: Totoro, Stasiun Kereta Tanpa ‘Raksasa Hutan’

Seperti di Jepang, jika Anda melancong ke Negeri Sakura ini bila beruntung akan melihat penumpang kereta yang melakukan hal aneh hingga unik. KabarPenumpang.com melansir dari soranews24.com (2/7/2021), belum lama ini di salah satu stasiun Jepang, seorang wanita muda mempertunjukkan kekuatannya menggendalikan kereta.

Dalam sebuah video yang merekam aksi wanita tersebut ada caption, “Memindahkan kereta adalah pekerjaan sampinganku“. Wanita tersebut adalah seorang idola Jepang, Tenka no Chan Yuki yang seolah-olah menggunakan kekukatannya agar kereta berhenti dan mendorong kereta supaya kembali berjalan.

Dalam video yang di unggah ke akun Twitter @yuki_banamon, Tenka terlihat menarik kereta yang melaju kencang ke stasiun sebelum dia mulai mengantarnya melewati serangkaian gesekan yang kuat dan ditempatkan dengan baik. Kemudian dia melepaskananya dari cengkeraman saat lewat meninggalkan twintailnya terbang tertiup angin saat kereta meninggalkan stasiun.

Video ini membuat penggemar Tenka dan kereta melompat untuk memberi tepuk tangan meriah kepada idola tersebut. Bahkan banyak yang memberikan komentar seperti yang terlihat dibawah ini.

“Gerakan lengan yang bagus!”

“Ilusi yang luar biasa! Pengemudi kereta pasti ditarik oleh kekuatan tak kasat mata Anda. ”

“Kami berhutang budi kepada Anda atas kerja keras Anda dengan kereta api!”

“Aku suka si terhuyung-huyung lucu di akhir!”

“Terhuyung itu membuatnya terlihat sangat nyata!”

“Ini pekerjaan yang sulit tetapi seseorang harus melakukannya!”

Performa Tenka yang kuat tentu saja mengesankan, dan kemampuannya untuk mengubah momen sehari-hari menjadi sesuatu yang ajaib benar-benar merupakan pekerjaan sehari-hari baginya. Bahkan saat dia menyebut dirinya sebagai “Write, Make, Create idol”.

Baca juga: Eksentrik, Stasiun Nagatoshi Punya “Torii” di Atas Rel

Tak hanya itu, ternyata, akun media sosialnya pun dipenuhi dengan berbagai macam video menarik. Di mana dia menampilkan bakat dalam seni dan humor yang membuat mendaptkan cinta serta dukungan dari 22 ribu penggemar.

Qatar Airways Uji Coba IATA Travel Pass, Klaim Jadi yang Pertama di Dunia! Benarkah?

Qatar Airways mengklaim jadi maskapai pertama di dunia yang menguji penggunaan aplikasi IATA Travel Pass untuk otentikasi (autentikasi) kartu vaksinasi dan hasil tes PCR. Dengan begitu, penumpang tak perlu lagi repot-repot membawa keduanya untuk mengurangi adanya interaksi dan sentuhan. Tetapi, benarkah mereka yang pertama?

Baca juga: Tak Perlu Bawa Surat Hasil Test Covid-19 atau Vaksin, Emirates Gandeng IATA Hadirkan Travel Pass

Dari keterangan resmi maskapai yang diterima KabarPenumpang.com, uji coba IATA Travel Pass ini dimulai dari kalangan internal, dalam hal ini kru kabin. Teknisnya, seluruh kru kabin yang hendak kembali ke Doha dari Kuwait, London, Los Angeles, New York, Paris, dan Sydney wajib mengunggah hasil tes PCR dan sertifikat vaksinasi ke aplikasi tersebut sebagai syarat.

Sesampainya di Doha, kru kabin dapat melenggang bebas setelah menunjukkan unggahan tersebut ke petugas imigrasi.

“Meskipun ada tantangan signifikan yang ditimbulkan pandemi pada penerbangan internasional, kami terus menjadi pemimpin dalam mengadopsi teknologi dan inovasi baru untuk memastikan pengalaman perjalanan yang aman, terjamin, dan lancar. untuk penumpang kami,” kata CEO Qatar Airways, Akbar Al Baker

“Qatar Airways dengan bangga memimpin dengan menjadi maskapai pertama yang menguji otentikasi vaksin COVID-19 melalui Aplikasi Seluler ‘Paspor Digital’ IATA Travel Pass,” lanjutnya.

“Saya ingin berterima kasih secara khusus kepada Kementerian Kesehatan Masyarakat Qatar, Kementerian Dalam Negeri, Primary Health Care Corporation and Hamad Medical Corporation, yang tanpa dukungan mereka, percobaan ini tidak akan mungkin terjadi,” tambahnya.

Sementara itu, Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA, mengkonfirmasi bahwa salah satu dari tiga maskapai terbesar asal Timur Tengah itu benar sebagai maskapai pertama di dunia yang menguji verifikasi sertifikat vaksinasi dan hasil tes PCR melalui IATA Travel Pass. Ini diharapkan dapat menjadi win-win solution bagi traveler, pemerintah, maupun maskapai.

Hanya saja, IATA juga mengungkapkan bahwa saat ini, ada sekitar 70 maskapai lain yang mengujicoba aplikasi tersebut. Tak disebutkan dengan rinci memang, tetapi salah satunya ialah Emirates.

Baca juga: 1 Mei 2021, Singapura Resmi Gunakan IATA Travel Pass untuk Data Covid-19 Pelancong 

Kompetitor terberat Qatar Airways dari Timur Tengah itu diketahui sudah berencana menguji verifikasi sertifikasi vaksinasi dan hasil tes PCR Covid-19 melalui IATA Travel Pass.

Bahkan, Emirates menawarkan lebih dimana penumpang secara otomatis masuk ke dalam sistem check in. Meski dimudahkan dengan Travel Pass, penumpang tetap harus membawa dokumen mereka seperti paspor dan visa yang relevan serta yang lainnya. Jika sudah begini, siapa sebetulnya yang pertama, Qatar Airways atau Emirates?

BYD Perluas Jaringan Pelayanan Bus Listrik di Jepang

Lepas dari sengketa perbatasan, antara Cina dan Jepang terlibat persaingan yang ketat di lini industri transportasi. Salah satu yang begitu kentara adalah kompetisi dalam lingkup inovasi kereta cepat dan teknologi pendukungnya. Meski begitu, Jepang rupanya harus mengakui keunggulan Cina dalam adopsi bus listrik.

Baca juga: BYD, Keihan Bus dan Kansai Electric Power Bangun Jalur Bus Listrik Pertama di Jepang

Disebut demikian lantaran bus listrik asal Cina justru telah masuk ke pasar Jepang yang dikenal ketat. Seperti belum lama ini produsen otomotif asal Cina, BYD, kembali mengukuhkan taringnya di pasar Jepang, terutama guna memperkuat layanan purna jual. BYD hadir untuk menjual lebih banyak bus listrik dan menganggap pasar sudah matang untuk mengadopsi kendaraan bertenaga listrik secara luas.

Dilansir KabarPenumpang.com dari asia.nikkei.com (24/6/2021), masuknya BYD sendiri terlihat dari unit bus BYD yang diproduksi di Jepang. Sejauh ini, BYD telah memasok lebih dari 50 bus listrik di Negeri Sakura itu.

Karena hal ini, maka BYD akan meningkatkan pemasaran untuk perusahaan transportasi dan berupaya dalam meningkatkan jumlah penjualan menjadi sekitar 4000 unit pada tahun 2030 mendatang.

Seiring pertumbuhan permintaan, infrastruktur layanannya juga akan ditingkatkan. Saat ini, BYD Jepang memiliki jaringan sekitar 20 mitra, termasuk mekanik yang menyediakan layanan mulai dari operator jasa perbaikan dan pemeliharaan.

Nantinya jaringan ini akan bertambah menjadi 200 hingga 300 anggota di seluruh negeri. BYD Jepang juga akan sepenuhnya meluncurkan kemampuan telematika untuk manajemen armada nirkabel, termasuk memantau lokasi kendaraan dan kondisi baterai.

Baca juga: Mampu Angkut 250 Penumpang, BYD Automobile Luncurkan Bus Listrik Terpanjang di Dunia

Program percontohan sudah dilakukan pada tahun 2020 kemarin. Yang mana teknologi ini dilengkapi dengan bus listrik yang dijalankan oleh anggota grup Michinori Holdings, Bus Aizu, yang beroperasi di Prefektur Fukushima.

Corona Melonjak, Australia Batasi Penumpang Internasional! Tiket Melonjak Sampai Rp400 Jutaan

Australia resmi mengurangi jumlah kedatangan penumpang internasional mulai pertengahan Juli mendatang. Lewat kebijakan barunya, Negeri Kanguru hanya menerima 3.035 penumpang internasional per pekan. Itupun dengan catatan disesuaikan dengan kapasitas karantina mandiri yang masih tersedia.

Baca juga: Lawan Covid-19, Argentina Batasi Hanya 600 Penumpang Internasional Per Hari

Kebijakan ketat tersebut tentu kembali mengubur impian maskapai untuk bangkit setelah setahun ini mengarungi masa-masa sulit. Tetapi, maskapai tak ingin menyerah begitu saja. Disebutkan, rata-rata dari mereka memasang tarif sangat tinggi semata untuk paling tidak mencapai level break even load factor (tidak untung dan rugi) di setiap penerbangan.

Walau begitu, puluhan ribu warga Australia yang ingin kembali ke negaranya tak peduli dengan tarif tersebut asalkan mereka bisa kembali pulang dan mendapat tempat yang aman di sana.

Dilansir Simple Flying, pada 12 Juli lalu, misalnya, dari data Google Flights, penerbangan London – Sydney hanya tersedia satu flight.

Itupun harus transit terlebih dahulu ke San Fransisco, Amerika Serikat, menggunakan British Airways, dan lanjut ke Sydney, Australia dengan Boeing 787 United Airlines, memakan waktu total 31 jam. Tak ada kursi kelas ekonomi yang tersedia. Penumpang mau tak mau harus membeli tiket minimal kelas bisnis seharga Rp200 jutaan. Luar biasa, bukan?

Itu belum seberapa. Di weekend, harganya bisa melonjak sampai dua kali lipat, menjadi sekitar Rp412 jutaan.

Bagi mereka yang berminat pun, sekali lagi, belum tentu diizinkan mengingat adanya pembatasan penumpang internasional tiga ribuan per pekan atau sekitar 400-an penumpang internasional per hari; dengan catatan mengikuti kapasitas karantina yang ada di masing-masing lokasi tujuan. Sangat ketat dan terukur sekali.

Australia memang masih mewajibkan setiap penumpang internasional, termasuk pejabat sekalipun, menjalani karantina mandiri selama 14 hari dengan biaya sendiri. Di beberapa negara bagian, otoritas menanggung biaya karantina tersebut.

Usai menjalani karantina, penumpang tersebut wajib menjalani test PCR. Bila negatif, mereka bisa langsung melenggang bebas. Bila positif, harus menjadi prosedur lebih lanjut.

Sampai saat ini, penerbangan internasional ke Australia masih dilayani oleh beberapa maskapai, mulai dari tiga maskapai besar AS, Singapore Airlines, dan tiga maskapai besar Timur Tengah. Selain mengandalkan penerbangan kargo, mereka juga mengandalkan penerbangan rapatriasi. Ini menjadi andalan tersebut bagi maskapai.

Baca juga: Begini Potret Karantina Mandiri sambil Berlibur ala Australia

Di samping jumlah warga Australia yang ingin kembali ke negaranya cukup banyak, penerbangan repatriasi juga lebih bebas dibanding penumpang internasional pada umumnya.

Sebab, penumpang dari penerbangan ini memiliki fasilitas karantina khusus di luar fasilitas karantina penumpang internasional pada umumnya dan tak termasuk dalam tiga ribuan penumpang yang diizinkan masuk.

PPKM Darurat: TransJakarta dan MRT Jakarta Lakukan Pembatasan Penumpang serta Jam Operasional

Dua moda transportasi yang berada di bawah Badan Usah Milik Daerah (BUMD) melakukan penyesuaian kebijakan operasional pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa- Bali. PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mulai melakukan kebijakan tersebut pada 4 Juli kemarin hingga tanggal 20 Juli 2021 mendatang.

Baca juga: PPKM Darurat Wajibkan Penumpang Tunjukkan Kartu Vaksin Saat Bepergian dengan Bus, Pesawat dan Kereta Api

Tak hanya itu, jam operasional untuk layanan umum mulai pukul 05.00 – 20.30 WIB dan untuk layanan kesehatan akan beroperasi mulai 20.30 – 21.30. Direktur Operasional PT TransJakarta Prasetia Budi mengatakan, pihaknya tetap memberlakukan pembatasan kapasitas angkut yakni 50 persen dari kapasitas normal.

Di mana bus gandeng hanya akan diisi maksimal 60 penumpang, bus sedang 30 penumpang dan bus kecil maksimal 15 dan lima penumpang. Dalam memastikan ini semua berjalan lancar, Prasetia mengatakan TransJakarta menurunkan sebanyak 72 orang satgas Covid.

Transjakarta tidak pernah lengah dalam memastikan semua armada yang beroperasi sudah sesuai dengan prokes yakni dibersihkan menggunakan cairan disinfektan secara berkala, terpasang tanda jarak aman baik di halte dan dalam bus hingga ketersediaan hand sanitizer yang dapat dimanfaatkan pelanggan.

“Kami menghimbau kepada seluruh pelanggan kami untuk dapat bekerjasama dan mematuhi setiap aturan yang berlaku. Mari bersama-sama kita lawan Covid-19,” tutupnya.

Selain itu, PT MRT Jakarta melakukan perubahan waktu operasional dan penutupan sementara beberapa entance stasiun yang akan diberlakukan mulai hari ini 5 Juli 2021. MRT Jakarta akan mulai beroperasi dari Senin Hingga Minggu mulai pukul 06.00 – 20.30 WIB dengan waktu tunggu sepuluh menit flat.

Nantinya dalam setiap kereta hanya akan ada 65 penumpang baik yang duduk maupun berdiri. Tak hanya itu akan ada kebijakan penutupan sementara entrance gate stasiun yakni Fatmawati, Cipete Raya dan Istora Mandiri.

1. Fatmawati
a) Entrance B, lokasi terdekat: Escalator dekat taman Cilandak, Astra BMW, South Quarter (Jl.
RA Kartini, South Quarter)
b) Entrance D, lokasi terdekat: Entrance depan BPJS, SPBU Pertamina (Jl. RA Kartini, RSUP
Fatmawati)

2. Cipete Raya
a) Entrance A, lokasi terdekat: Holland Bakery, Toyota (Jl. Terogong Raya, RS Setia Mitra)
b) Entrance D, lokasi terdekat: Pusdiklat Kemensetneg (Jl. BDN Raya, Pusdiklat Kemensetneg)
c) Entrance E, lokasi terdekat: Showroom Honda (Jl. RS Fatmawati)

3. Istora Mandiri
a) Entrance B, lokasi terdekat: Hotel Sultan, GBK pintu 7 (Jl. Pintu Gelora 7, Hutan Kota
Senayan)
b) Entrance D, lokasi terdekat: SCBD, Polda Metro Jaya (Jl. Jend. Sudirman, Polda Metro Jaya)

Baca juga: MRT Jakarta Lakukan Penetanan Status Emergency di Masa PPKM Mikro

Sedangkan untuk stasiun MRT Jakarta lainnya beroperasi seperti biasa dan untuk selanjutnya penumpang bisa mengecek pada lama media sosial MTR Jakarta.






















Ini Cara Jadi Penumpang Pesawat yang Menyebalkan

Banyak hal yang bisa mengganggu perjalanan dalam penerbangan. Salah satunya adalah sikap dan perilaku penumpang itu sendiri, di mana melakukan hal menyebalkan dan membuat penerbangan menjadi tidak nyaman untuk semua orang.

Baca juga: Survei: Penumpang “Pengganggu” Terbanyak dari Belakang Kursi

Namun tahukah,  bahwa Anda juga bisa menjadi seorang penumpang yang menyebalkan? Dilansir KabarPenumpang.com dari thenationalnews.com (1/7/2021), berikut ini ada beberapa hal yang bisa membuat Anda menjadi penumpang yang menyebalkan.

Penumpang terlambat, yang dimaksudkan bukanlah penumpang yang berlari dari penerbangan lanjutan melalui bandara ramai demi tepat waktu. Tetapi mengenai penumpang yang naik pada menit terakhir dan penuh dengan tas belanjaan bebas bea tanpa memiliki perasaan bersalah terhadap penumpang lainnya.

Mungkin ini terlihat menyebalkan ketika Anda duduk di kursi tengah. Di mana sulit mendapatkan berbagai hal bahkan hingga sandaran tangan. Padahal penumpang yang duduk di dekat jendela mendapatkan pemandangan keluar, penumpang duduk dekat lorong bisa meluruskan kaki mereka. Sedangkan penumpang tengah tidak mendapatkan sandaran tangan padahal seharusnya lebih leluasa dengan mendapat sandaran tangan.

Jika Anda tahu Anda harus pergi beberapa kali selama penerbangan, tidak apa-apa, tetapi setidaknya pesan kursi di lorong. Pada catatan yang sama, jika Anda telah memesan lorong maka jangan berencana untuk pingsan selama perjalanan. Pada Boeing 777 rata-rata, ada sekitar 12 kamar mandi dan hingga 396 penumpang, ditambah kru, itu sekitar satu kamar mandi untuk setiap 30 atau 40 penumpang, jadi ini bukan tempat atau waktu untuk memperbaiki riasan wajah lengkap Anda, lakukan beberapa yoga atau selfie.

Masih banyak penumpang yang menyalahgunakan bagasi di dalam kabin. Mereka memasukkan barang bawaan ke bagasi secara horizontal atau orang-orang yang menggunakan ruang itu untuk barang-barang yang bisa dengan mudah jatuh ke lantai, hingga para pelancong yo-yo yang sepertinya tidak bisa duduk di kursi mereka selama lebih dari 20 menit setiap kali.

Yang paling menyebalkan adalah penumpang menaikkan kaki mereka ke sandaran atau ke atas kursi penumpang di depannya. Sementara bayi mendapatkan tiket masuk gratis, orang tua yang membiarkan anak-anak mereka bermain tablet selama berjam-jam tanpa memberi mereka headphone untuk dipakai tidak.

Baca juga: Kerap Dilecehkan, Awak Kabin Beberkan Kelakuan Penumpang Mabuk

Semua yang dikatakan, kehormatan penumpang paling menyebalkan di dunia harus diberikan kepada wanita yang duduk di seberang saya dalam penerbangan dari Dubai ke Jenewa. Segera setelah tanda sabuk pengaman dimatikan, dia melepas kaus kakinya, menjejakkan kakinya di meja nampan di sebelahnya dan mencabut gunting kuku untuk ditancapkan di kuku kakinya, tanpa menyadari tatapan tajam yang diarahkan padanya. jalan oleh semua orang di sekitarnya.






















Rylaxo, Bukan Hanya Pemijat Leher Tapi Juga Penghilang Stres

Bekerja seharian di depan komputer, bisa membuat leher kaku dan pegal. Apalagi bila ditambah harus naik kendaraan umum dan berdesak-desakan. Ini akan menambah kelelahan di tubuh Anda.

Baca juga: Bantu Relaksasi Para Pelancong, Bandara Helsinki Tawarkan Pengalaman Hutan yang Unik

Nah untuk mengurangi kelelahan cara yang paling efektif adalah dengan The Rylaxo Neck Massager atau Pijat Leher Multifungsi Rylaxo. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (27/6/2021), ternyata alat pijat leher ini bukan hanya sekedar alat pijat.

Tetapi juga alat penyelamat dan penghilang stres saat harus bekerja menatap layar komputer sepanjang hari. Alat ini memiliki dua pilihan untuk kontrol kecepatan. Di mana bisa menggunakan tombol di samping perangkat atau menggunakan remote super tipis dan ultra ringan yang disertakan untuk relaksasi hands-free.

Bahkan alat pemijat leher ini memberikan kenyamanan saat Anda menggunakannya. Saat Anda mengalami hari yang sangat menegangkan, maka hanya perlu menggosok cepat. Anda juga bisa memilih empat dari teknik pijat yang dikendalikan kecepatan yang berbeda.

Di mana ini meliputi mengetuk, memijat, menekan jari dan menguleni. Selain itu ada tiga mode pijat termasuk otomatis, uleni serta getaran. Jika itu tidak cukup kustomisasi untuk Anda, U-ring neck flow fit dirancang untuk memperbaiki masalah vertebra serviks dengan cara yang ergonomis.

Rylaxo sangat kompak, ringan, dan portabel, jadi apakah Anda selalu bepergian atau benar-benar nyaman saat diam, Anda dapat mengemas bantuan genggam ini di mana pun Anda mau sehingga tidak memakan terlalu banyak ruang. Pijat Leher Multifungsi Rylaxo dengan Pengontrol Kecepatan, mencakup pengisi daya USB, pengontrol jarak jauh dan panduan pengguna.

Baca juga: Di Penerbangan Jarak Jauh, Qantas Canangkan Sensasi Bersepeda dan Relaksasi Lewat Virtual Reality

Pijat Leher Multifungsi Rylaxo ini berkisar seharga $68,95 atau sekitar Rp1 juta, atau diskon sembilan persen. Itu harga kecil yang harus dibayar untuk kelegaan setelah seharian bekerja.