Mengenal Windsock, Indikator Arah Angin yang Wajib Ada di Setiap Bandara

Di antara faktor-faktor penunjang keselamatan penerbangan, bandara merupakan salah satunya. Dengan menduduki peran vital dalam mengatur lalu lintas udara, mulai dari lepas landas, selama di udara, sampai mendarat, pada prosesnya bandara didukung oleh berbagai peralatan canggih. Namun, tak semua faktor penunjung keamanan dan keselamatan penerbangan di bandara datang dari peralatan modern; salah satunya seperti windsock.

Baca juga: Mengenal RESA, ‘Juru Selamat’ Pesawat di Bandara

Menurut Kementerian Perhubungan (Kemenhub), windsock adalah alat kelengkapan yang wajib ada di setiap bandara. Biasanya, windsock terletak di dekat ujung landasan pacu berupa kain silinder berkibar di tiang pancang. Tinggi windsock sendiri umumnya 3-6 meter dan harus bisa terlihat oleh pilot di ketinggian 60 meter lebih.

Alat ini memiliki lubang terbuka pada kedua ujungnya. Lubang berdiameter lebih besar terdapat pada ujung dekat tiang penyangganya, sementara lubang yang lebih kecil pada ujung lainnya. Windsock biasanya berwarna selang-seling oranye dan putih dengan bahan yang dapat memantulkan cahaya agar tetap berfungsi maksimal di malam hari.

Dilihat dari bahan dan bentuknya, windsock tentu sangat sederhana. Tetapi, dilihat dari fungsinya, kehadiran windsock cukup genting; terlebih bagi bandara yang tak memiliki wind display.

Windsock sendiri merupakan alat yang berfungsi untuk mengamati dan memperkirakan arah angin secara visual. Arah angin yang ditunjukkan windsock akan berkebalikan dengan arah datangnya angin. Sebagai contoh, windsock berkibar mengarah ke barat maka angin menunjukkan datang dari arah timur.

Spek dan informasi windsock. Foto: flightflight.com

Terkadang windsock tidak dilengkapi pengukur kecepatan angin (anemometer). Peletakannya memang harus di ketinggian dengan konstruksi menyesuaikan geografi sekitar bandara (sebagaimana gambar di atas) dan berada di ujung landasan pacu, agar teramati oleh petugas pengatur lalu lintas udara. Dengan begitu, petugas bisa memberi arahan kepada awak pesawat tentang pilihan landasan yang aman untuk tinggal landas maupun mendarat. Bagi pilot, hasil pengamatan windsock dipergunakan untuk memperkirakan teknis pendaratan.

Untuk pilot pesawat modern, menghitung hembusan angin sebelum mendarat cukup dengan memasukkan angka-angka ke komputer (onboard performance tool). Cukup mudah dan tanpa perlu melihat windsock. Namun, pada pesawat tua, pilot harus menghitung hembusan angin secara manual berdasarkan informasi dari petugas ATC, termasuk berdasarkan pengamatan sederhana ke windsock.

Pengamatan windsock oleh pilot sebetulnya cukup mudah. Sebab, pola yang membentuk windsock seiring ada tidaknya hembusan angin bisa diterjemahkan dalam bentuk angka-angka seperti gambar di bawah ini.

Bentuk windsock saat diterpa angin menunjukkan besaran angin yang berhembus. Foto: windsockonline.co.za

Baca juga: Ada Peran “Tabletop Airport” dalam Kecelakaan Pesawat Air India Express 1344, Apa Itu?

Di internasional, windsock diatur dengan detail. FAA (Federal Aviation Administration) menetapkan dua ukuran tinggi windsock, yakni yang memiliki tinggi maksimal 3 meter dan yang memiliki tinggi maksimum 4,8 meter. Sementara itu ICAO (International Civil Aviation Organisation) mensyaratkan tinggi windsock enam meter.

Adapun untuk ukuran windsock, FAA menetapkan dua. Ukuran pertama adalah panjang 2,5 meter dengan lubang terbesar sebagai jalan masuk angin adalah 0,45 meter. Ukuran kedua adalah panjang 3,6 meter, dan diameter lubang terbesar adalah 0,9 meter. Sementara itu ICAO mensyaratkan ukuran panjang 3,6 meter dan lebar lubang terbesar adalah 0,9 meter. Windsock juga harus didesain bisa berkibar seluruhnya jika kecepatan angin mencapai 15 knot atau 28 km per jam, warnanya harus cerah, dan bisa dilengkapi dengan sumber cahaya di bagian dalam atau di bagian luarnya.

Lampu Runway di Bandara Mati, Pesawat Berhasil Mendarat Berkat Panduan Lampu Mobil

Sebuah pesawat belum lama ini dilaporkan kalang kabut saat hendak melakukan pendaratan akibat lampu runway atau landasan pacu sebuah bandara di Amerika Serikat (AS) mati. Beruntung, sebelum pesawat kehabisan bahan bakar, sekitar 20 mobil dikerahkan dan berjajar rapi di pinggir runway untuk membantu proses pendaratan. Meskipun sempat diragukan, nyatanya cara tersebut berhasil.

Baca juga: Ada 15 Makna Lampu Warna-warni di Runway Bandara, Sudah Tahu?

Dilansir CNN International, cerita pendaratan pesawat dengan alat bantu cahaya lampu mobil bermula dari adanya laporan seorang anak yang membutuhkan bantuan medis. Mengetahui itu, tim medis dari Alaska Lifemed Medical pun bergerak dan menjemput anak tersebut melalui sebuah bandara di AS, tepatnya di desa terpencil Igiugig, Alaska, AS.

Saat itu, waktu sudah memasuki hampir tengah malam, yakni pukul 23.30 waktu setempat. Tatkala memasuki desa terpencil berpenduduk hanya sekitar 70 jiwa ini, pesawat mendapati runway gelap gulita, termasuk desa tersebut. Alhasil, dari keterangan CEO LifeMed Alaska, Russ Edwards, pesawat pun bingung sambil berputar-putar selama beberapa saat di atas desa tersebut.

Tak tinggal diam, warga coba membantu dengan menyalahkan lampu runway secara manual. Namun, tak berhasil. Dari kesaksian Ida Nelson, juru tulis suku dan editor buletin untuk Dewan Desa Igiugig, usai berkomunikasi dengan pilot, warga kemudian mengumpulkan sekitar 20 kendaraan dan menjajarkannya di pinggir landasan pacu. Sorotan dari lampu mobil ke landasan pacu diharapkan dapat menggantikan peran lampu runway yang mati.

Usai runway kembali terang berkat lampu mobil, pesawat yang tak diketahui jenisnya itu kemudian melakukan observasi dengan beberapa kali terbang rendah. Pesawat akhirnya berhasil mendarat dengan selamat tanpa adanya insiden apapun. Begitu juga saat proses pesawat lepas landas untuk mengantar anak dari desa terpencil tersebut ke Bandara Internasional Ted Stevens Anchorage yang berjarak 450 km.

Juru bicara wilayah Pantai Selatan Alaska Department of Transportation (DOT), Sam Dapcevich mengatakan lampu landasan pacu telah padam sejak Februari. Mereka telah ke bandara tiga kali tahun ini untuk melakukan sejumlah perbaikan.

“Lampu-lampu rusak selama musim dingin akibat peralatan pembersih salju kami yang dioperasikan oleh kontraktor di masyarakat,” kata Dapcevich. “Sebelumnya, kami telah pergi ke sana pada awal Mei dan memperbaiki kerusakan pada lampu yang telah rusak.”

Baca juga: 10 Pendaratan Dramatis Sepanjang Sejarah Penerbangan

Alaska DOT kemudian menemukan masalah kabel dan harus menunggu sampai tanah mencair untuk dikerjakan. Minggu lalu, mereka telah membetulkan kabel tersebut dan menemukan bahwa banyak kabel lampu yang telah dilindas.

Kru Alaska DOT kembali ke Igiugig pada Selasa untuk memperbaiki lampu, yang sekarang sudah bisa dinyalakan, kata Dapcevich.

Mengenal Bandara Tanpa ATC, Bisa Sembarang Mendarat dan Lepas Landas?

Bandara-bandara yang ada di seluruh negara di dunia, tak semuanya berstatus internasional. Jumlah bandara internasional tentu jauh lebih sedikit dibanding bandara nasional. Antara bandara internasional dan bandara nasional tentu terdapat banyak perbedaan. Namun, besar kemungkinan keduanya minimal mempunyai air traffic control (ATC) untuk mengatur traffic di bandara.

Baca juga: “Zero Mistake dan Tahan Tekanan,” Jadi Keharusan Bagi Petugas Menara ATC

Di luar keduanya, ATC rupanya tidak menjadi sebuah kewajiban. Karenanya, jumlah mereka jauh lebih banyak. Di Amerika Serikat (AS) misalnya, jumlah bandara tanpa menara kontrol atau tanpa ATC jumlahnya ada sekitar 20 ribu, berpuluh-puluh kali lipat dibanding bandara dengan menara kontrol atau ATC yang hanya sekitar 500 bandara.

Dikutip dari aopa.org, bandara tanpa menara kontrol atau tanpa ATC sebetulnya memiliki prosedur operasi yang sama dengan bandara dengan menara kontrol atau ATC, baik lepas landas maupun pendaratan. Bedanya, bila ATC atau menara kontrol hadir langsung di bandara, maka, bandara tanpa ATC mengharuskan pilot untuk berkomunikasi dengan remote air traffic control unit atau unit kendali lalu lintas udara jarak jauh.

Sebagaimana namanya, unit tersebut tidak hadir langsung di sekitar bandara, melainkan berada jauh di pusat kontrol. Pusat kontrol ini bergantung pada masing-masing negara. Kalau di Indonesia, pusat kontrol jarak jauh yang dimaksud yakni Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau biasa dikenal AirNav.

Layaknya ATC, unit tersebut akan memberikan clearance ke semua pesawat sebelum mulai lepas landas ataupun mendarat. Pola dan model komunikasinya pun juga sama, bisa melalui radio, telepon, atau melalui operator perusahaan serta melalui Flight Service Station setempat. Namun, turunan dari itu, di beberapa negara cenderung berbeda-beda. Ada yang menggunakan visual flight rules (VFR) dan ada pula yang mengadopsi instrument flight rules (IFR) sebagai syarat pilot mengoperasikan pesawat di bandara tanpa ATC.

Bandara tanpa ATC juga didukung oleh stasiun Universal Integrated Communication (UNICOM). Bersama pusat kontrol, UNICOM memegang peran vital dalam operasional bandara tanpa ATC. Stasiun komunikasi udara-darat tersebut akan memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan pilot, seperti cuaca, kondisi runway, traffic, dan berbagai informasi lainnya. Hanya saja, UNICOM tak diperkenankan memberi clearance ke pesawat. Wewenang itu hanya ada di remote air traffic control unit atau pusat kendali jarak jauh.

Ketika traffic di bandara sudah jauh meningkat, pola komunikasi seperti itu sudah tidak bisa lagi dilakukan. Selain tidak efisien dan efektif, juga membahayakan. Dalam kondisi tersebut, mau tak mau, fungsi pusat kontrol dan UNICOM harus disatukan dengan membangun menara kontrol atau ATC. Bila tidak, bahaya yang sudah mengintai bisa berubah jadi kecelakaan kapanpun.

Baca juga: “Air Navigation Charges,” Biaya Jasa Navigasi ATC Saat Pesawat Melintas di Suatu Negara

Sebagai contoh, pada tahun tahun 1996, United Express Flight 5925 bertabrakan dengan pesawat King Air akibat buruknya komunikasi dalam satu frekuensi yang sama, yakni Common Traffic Advisory Frequency di Bandara Quincy tanpa ATC di Illinois, AS. Sebetulnya, andai ATC tersedia di bandara ini, visibililtas petugas yang cukup baik di atas menara, di samping pergerakan pesawat di radar, rasanya mampu mencegah tabrakan terjadi. Entah dengan menunda proses pendaratan pesawat United Express Flight 5925 ataupun sebaliknya, menunda take off King Air.

Di dunia, bandara tanpa ATC atau menara pemandu lalu lintas udara ada di seluruh negara. Di Swedia, Bandara Pegunungan Skandinavia (Scandinavian Mountains Airport) yang baru adalah salah satunya. Di Indonesia, mayoritas bandara perintis seperti Bandara Kiwirok dan Bandara Oksibil tak mempunyai ATC. Khusus untuk timur Indonesia, umumnya, terdapat banyak bandara tanpa ATC di sana.

https://www.youtube.com/watch?v=JIMGTSaSpEc

”Taksi Gabah” Bukan Mobil Tapi Motor Diubah Untuk Angkut Gabah

Pernah dengar taksi gabah? Apakah ini mobil taksi biasa dan mengangkut gabah makanya di beri julukan taksi gabah? Ternyata bukan dan ini jangan dibayangkan seperti taksi pada umumnya. Yang dimaksudkan dengan taksi gabah adalah sepeda motor yang sudah dimodifikasi yang dikenal sebagai taksi gabah atau pengangkut hasil panen.

Baca juga: Penggunaan Partisi dalam Taksi Rusia Masih Kontroversi

Baru dengar? Ya, KabarPenumpang.com pun baru mengetahuinya, dan dirangkum dari berbagai laman sumber, taksi gabah ini sendiri sepertinya sudah ada cukup lama di Pulau Sulawesi. Sebab pada 2017 petani di Sulawesi Barat ternyata sudah ditemukan motor yang dimodifikasi dan menjadi sarana angkutan di areal persawahan.

Motor ini dimodifikasi untuk mengatasi masalah transportasi terutama ketika musim panen tiba. Apalagi ketika saat musim hujan tiba, untuk membawa gabah ini cukup kesulitan. Sehingga motor dimodifikasi di mana jok dan ban motor di desain khusus untuk menghadapi kondisi medan yang becak dan berlumpur.

Motor tersebut menjadi pengganti kuda yang merupakan alat transportasi selama puluhan tahun terakhir. Dengan taksi gabah ini, para petani mengaku mampu mengangkut seratus karung gabah per hari tergantung jarak dan kondisi medannya. Tarifnya pun cukup murah yakni Rp7 hingga Rp20 ribu tergantung jarak dan medan yang ditempuh.

Taksi gabah ini bisa dikatakan menjadi salah satu pemberi pendapatan yang cukup lumayan karena para buruh angkut gabah bisa mendapat ratusan ribu rupiah per harinya. Bagi para pengangkut gabah ini, musim panen adalah bulan berkah bagi mereka. Pasalnya pendapatan mereka bisa berkali lipat dibanding menjadi tukang ojek.

Bisa dikatakan berkat para buruh angkut dengan taksi gabahnya para petani di Polewali Mandar tak perlu cemas gabah rusak dan kehujanan karena tak diangkut selama berminggu-minggu dan dibiarkan ditengah sawah. Banyaknya petani atau buruh angkut gabah pada musim panen membuat kelompok-kelompok pengakut gabah bersaing mendapatkan pelanggan dari petani yang bersedia gabahnya diangkut ke pabrik atau ke rumah petani.

Bila musim panen tiba, ratusan kelompok pengangkut gabah berlomba mengangkut gabah petani yang sedang panen. Setiap motor bisa membawa satu karung gabah yang bobotnya mencapai satu kwintal. Awalnya motor modifikasi ini digunakan para petani di Pinrang.

Motor modifikasi yang didesain untuk medan licin dan berlumpur di tengah lahan ini bermula ketika petani di Pinrang yang ketika itu masih mengandalkan kuda kewalahan untuk menganguk hasil panen. Sehingga rangka motor diganti dan dibuat lebih tinggi agar bisa digunakan di medan berlumpur. Di bagian rangka depan dibuat lebih luas seukuran dengan satu karung gabah.

Sementara di bagian belakang dibuat sadel khusus berbentuk pipih dari besi agar mudah dikendalikan di medan sulit. Ban dan joknya juga didesain khusus, membuat kendaraan ini mampu menaklukkan medan sulit termasuk lumpur yang sukar dilalui kuda. Belakangan motor sejenis berkembang luas ke daerah sekitarnya termasuk di Polewali Mandar.

Kendaraan ini pun menggantikan peran kuda sebagai sarana angkutan andalan petani saat musim panen. Sejak sepuluh tahun terakhir trasportasi kuda yang selama ini merajai angkutan gabah di sawah nyaris tak terlihat lagi. Warga dan petani lebih memilih menggunakan sarana motor taksi.

Baca juga: Dulu Taksi Kondang dengan Cat Warna Kuning, Inilah Asal Muasalnya

Selain karena lebih mudah juga lebih cepat dari sarana kuda. Untuk memodifikasi motor menjadi motor taksi yang handal di medan berlumpur, petani hanya perlu mengeluarkan dana sekitar Rp4 juta per unit.

Bawa Tiga Kucing Dalam Kandang dari Delhi, Sampai di Mumbai Hanya Tersisa Dua

Beberapa maskapai memperbolehkan penumpang mereka untuk membawa hewan peliharaan ke dalam kabin dan lainnya mengangkut di dalam kargo. Biasanya maskapai memiliki kriteria berat hewan yang diperbolehkan masuk dalam kabin. Sehingga bila bobotnya lebih dari batas yang diberikan, maka hewan harus masuk kandang dan diletakkan di kargo.

Baca juga: Lufthansa Kehilangan Kucing Milik Penumpang di Bagasi Kargo

Di India, pada awal September ini, seekor kucing hilang dari kandangnya ketika tiba di Mumbai. Pemilik kucing tersebut mengetahui kucingnya hilang ketika dirinya menemukan hanya ada dua kucing yang ada di dalam kandang yang semestinya ada tiga ekor.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman timesofindia.indiatimes.com (2/9/2020), karena hal ini maskapai Air India yang mengangkut penumpang dan kucing yang diletakkan dalam kargo tersebut melakukan perburuan di bandara Delhi tempat mereka berangkat dan di Mumbai. Namun, perburuan tersebut belum memberikan hasil baik yang bisa diberikan pada penumpang pemilik kucing itu.

Dalam sebuah postinga di media sosial pada Selasa (1/9/2020), seorang gadis mengaku bahwa sesama penumpang telah kehilangan anak kucing berusia tujuh bulan dan menuduh kehilangan ini karena kesalahan penanganan oleh Air India dan staf kargo Indira Gandhi Worldwide Airport. Gadis tersebut mencantumkan tanggal dan waktu kehilangnya pada Selasa pukul 10.00 pagi di Bandara Delhi.

Ketika dihubungi, Air India mengklaim bahwa kejadian kehilangan kucing tersebut memang terjadi minggu lalu. Maskapai setuju bahwa penumpang melakukan perjalanan dari Delhi ke Mumbai dan sesuai dengan cakupan hewan peliharaan di sebagian besar saluran udara yang mana perjalanan anak kucing itu dipesan di awal dan akan diangkut dalam kandang sebagai bagian dari kargo umum.

Sayangnya, pekerja bandara kembali dengan kandang yang rusak di Mumbai dan tidak bisa menemukan kucing di pesawat atau lokasi bandara baik di Delhi atau mumbai. Juru bicara Air India menyebutkan bahwa penumpang tersebut bepergian dengan tiga ekor kucing. Namun, saat mendarat di Mumbai hanya ada dua ekor kucing yang ditemukan.

“Ini insiden yang tidak menguntungkan dan kami bekerja sama dengan penumpang. Kami telah berhubungan dengannya dan telah meluncurkan upaya pencarian anak kucing secara besar-besaran di setiap bandara. Pencarian kami akan dilanjutkan sampai hewan itu diposisikan,” kata juru bicara Air India.

Juru bicara tersebut menyangkal bahwa pekerja maskapai penerbangan telah salah menangani pengangkutan hewan peliharaan. Dia menyebutkan bahwa ini adalah kasus yang tidak biasa dan tidak menguntungkan. Juru bicara mengatakan maskapainya telah mengangkut seribu hewan peliharaan secara efisien setiap hari dan melanjutkan untuk mengambil tindakan dengan sangat hati-hati.

“Kami telah memberikan bantuan penuh kepada pemilik anak kucing dan melayaninya dalam setiap metode untuk mencoba menemukan hewan peliharaannya,” kata juru bicara tersebut.

Seorang pejabat Bandara Delhi menjelaskan bahwa kucing itu mungkin telah melarikan diri di terminal kargo selama perjalanan kargo. Dalam kasus lain, dia menyebutkan, sulit bagi hewan seperti itu untuk melarikan diri di lokasi bandara.

Baca juga: Gara-Gara Kucing Kelebihan Berat Badan, 370 Ribu ‘Miles’ Milik Pria Rusia Dibatalkan Aeroflot

“Kami tidak menemukan penelitian tentang kucing yang melarikan diri di bandara Delhi. Jika faktor seperti itu benar-benar terjadi, itu mungkin terjadi di sepanjang jalur transportasi kargo,” kata pejabat itu.

Mudahkan Akses ke Dataran Tinggi Tibet, Beijing Bangun Jalur Kereta Cepat Tertinggi di Dunia

Beijing membangun rel berkecepatan tinggi baru di dataran tinggi tertinggi dunia. Nantinya rel berkecepatan tinggi ini diharapkan dapat beroperasi dalam lima hingga delapan tahun kedepan untuk membuat wilayah Pegunungan Tibet lebih mudah diakses dari berbagai provinsi di Cina

Baca juga: Tanggula, Stasiun Terbengkalai di Atas Awan

Seruan untuk memulai pembanguan jalur kereta api Sichuan-Tibet dikeluarkan selama pertemuan Politbiro Partai Komunis dua hari di Tibet yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping. Jalur sepanjang 1.742 km antara Chengdu, ibukota provinsi Sichuan barat dan pusat transportasi kereta api serta ibukota Tibet, Lasha dapat membuat kedua wilayah mengembangkan infrastruktur baru.

KabarPenumpang.com melansir constructionreviewonline.com (4/9/2020), kereta ini akan melakukan perjalanan di sepanjang rel baru dengan kecepatan hampir 200 km per jam di udara yang jernih karena ketinggian pengunungan yang terjal. China Railway Construction Corp, kontraktor milik negara dari proyek senilai US$44,7 miliar, menyatakan bahwa perjalanan kereta api dari Chengdu ke Lhasa akan sama jaraknya dengan perjalanan dari Los Angeles ke Vancouver.

Bedanya terlihat pada ketinggian lebih dari 3000 meter seperti Lhasa terletak di lereng utara Himalaya, pegunungan yang memiliki banyak puncak tertinggi di dunia. Lhasa memiliki ketinggian sekitar 3200 meter lebih tinggi dari Chengdu, dan dua dari 14 gunung yang akan dilewati jalur baru lebih tinggi dari Mont Blanc setinggi 4800 meter, yang tertinggi di Pegunungan Alpen.

Banyak daerah permafrost, jurang, patahan, dan lereng curam antara Chengdu dan Lhasa harus dijembatani atau dipotong dan proyek tersebut membutuhkan waktu puluhan tahun untuk dirancang guna mengatasi semua tantangan teknik. Para pekerja di kedua ujung jalur berpacu dengan waktu yang berjalan untuk memanfaatkan musim hangat, sebelum salju dan arus dingin Himalaya membuat pekerjaan mereka tidak mungkin dilakukan.

Setelah selesai, waktu tempuh kereta dari Chengdu ke Lhasa akan dipangkas dari 36 jam saat ini menjadi sekitar sembilan jam. Untuk diketahui, terakhir kali Xi Jinping mengadakan pertemuan tingkat atas di Tibet adalah lima tahun lalu di mana ketegangan yang membara di sepanjang wilayah perbatasan Tibet, tempat terjadinya bentrokan antara pasukan China dan India dalam beberapa bulan terakhir, adalah latar belakang komitmen kembali terbaru Beijing terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Meskipun mungkin tidak akan pernah dapat menutup pengeluaran yang besar untuk proyek yang mungkin paling menantang dan ekspansif dari jenisnya, jalur baru ini mungkin akan melihat lebih banyak tentara daripada pengendara sipil saat dibuka. Ini akan sama dengan Kereta Api Qinghai-Tibet yang dibuka pada tahun 2006. Kereta api tertinggi di dunia ini segera menjadi saluran bagi militer China untuk mengirim personel dan aset ke Tibet.

Baca juga: Tembus Pegunungan Qinling, Cina Luncurkan Kereta Cepat Lintasi Wilayah Utara dan Selatan

Udara sangat tipis sehingga kereta api di sepanjang jalur Qinghai-Tibet dilengkapi dengan ventilasi oksigen, dan biasanya dibatasi hingga 100 kilometer per jam. Tetapi kereta api masa depan di sepanjang jalan pintas baru yang dialiri arus listrik dengan ketinggian tinggi antara Chengdu dan Lhasa mungkin tidak memerlukan peralatan khusus untuk sebagian besar perjalanan dan bisa lebih efektif untuk penempatan militer.

UFO Kembali Muncul di Siang Bolong, Kali Ini Gemparkan AS

Sebuah objek asing berhasil terekam jelas melesat dengan cepat di siang bolong. Objek asing berwarna biru metalik berbentuk piring terbang itu direkam oleh seorang penumpang pesawat udara di atas langit Philadelphia, Amerika Serikat (AS). Rekaman tersebut pun viral usai diunggah di Channel YouTube The Hidden Underbelly 2.0 pada awal bulan ini.

Baca juga: Ada Jejak UFO di Bali, Sempat Bikin Penerbangan Dilarang Lewat Gegara Takut Turbulensi

Umumnya, publik percaya bahwa objek asing yang terlihat sekira pukul 12 waktu sempat itu merupakan UFO (unidentified flying object). Tak hanya itu, publik juga percaya bahwa piring terbang yang direkam pada 20 Agustus 2020 itu merupakan pertanda kuat adanya alien.

Pasalnya, dengan ukuran mini, melesat cepat, dan tanpa sayap, mustahil objek asing tersebut diduga sebagai Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak. Kemudian, bila benda tersebut merupakan pantulan cahaya dari benda lain di sekitarnya, pastilah bentuk dan warna objek diduga UFO tersebut tak seperti itu. Kemungkinan video UFO itu editan juga dinilai kecil.

“Benda ini tidak terlihat seperti pesawat tak berawak, itu pasti tidak terlihat seperti pesawat, maksud saya tidak ada sayap, tidak ada apa-apa,” kata salah satu netizen, seperti dikutip dari dailystar.co.uk.

“Saya telah melihatnya berkali-kali, mereka (UFO) sering ditemukan berkeliaran di sekitar awan,” tambah netizen lainnya.

“IMO (menurut pendapat saya) ini adalah rekaman asli 100 persen. Itu (UFO yang melintas) bergerak jauh lebih cepat daripada lalu lintas udara komersial,” jelas salah satu netizen.

Namun, bagi para penyuka teori-teori konspirasi, objek asing diduga UFO tersebut merupakan pertanda nyata bahwa pesawat mata-mata asing itu ada. Desainnya sengaja dibuat mirip piring terbang agar tak teridentifikasi oleh publik. Bila pun teridentifikasi, bentuknya yang menyerupai UFO tentu akan membuat proses identifikasi jadi meleset. Pada akhirnya pesawat mata-mata bisa terus beroperasi tanpa menuai kecaman ataupun mengundang musuh.

Akan tetapi, terlepas dari perdebatan mengenai kemunculan UFO di Amerika Serikat, di samping perdebatan soal teori konspirasi yang paling mendekati fakta di lapangan, sebetulnya, UFO memang sudah sering muncul dan tertangkap kamera.

Pada tahun 2015, DailyMail pernah mewartakan peristiwa penumpang pesawat melihat UFO yang juga sempat menggemparkan publik. Saat itu, seorang penumpang maskapai American Airlines dari San Jose, California menuju Houston, Texas, dilaporkan tak sengaja memotret sebuah foto.

Baca juga: Heboh Pentagon Rilis Video UFO, Penumpang Pesawat Ini Bahkan Pernah Lihat UFO di Siang Bolong

Kala itu, ia mengaku sedang memotret pemandangan saat sedang bosan. Namun ia tak sadar bahwa ternyata pesawat yang ditumpanginya tersebut berada di sebuah wilayah perbatasan dekat pangkalan militer rahasia, Area 51.

April lalu, Pentagon (kantor utama angkatan bersenjata Amerika Serikat) merilis tiga video rahasia Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang diduga banyak pihak merupakan penampakan pesawat alien (UFO/unidentified flying object). Video yang direkam melalui kamera infrared tersebut terlihat menampilkan UFO yang terbang secara cepat. Angkatan Laut sebelumnya mengakui kebenaran video itu pada September 2019.

Landing atau Divert? Inilah Delapan Cara Pilot Terbang dengan Aman

Transportasi udara terbukti jadi moda transportasi paling aman dibanding yang lain. Capaian itu tentu, salah satunya, tak lepas dari kinerja pilot. Sebab, pilot sudah bekerja bahkan sebelum penerbangan dimulai.

Baca juga: Hard Landing Vs Soft Landing, Mana Lebih Baik?

Saat dalam penerbangan pun, pilot juga mempunyai banyak pertimbangan untuk melanjutkan perjalanan kemudian landing atau menunda pendaratan dan beralih ke bandara lain. Agar lebih jelas, dilansir thepointsguy.co.uk, berikut delapan cara pilot mendapatkan penerbangan aman; termasuk memutuskan landing atau menunda pendaratan (divert) dan beralih ke bandara terdekat.

1. Bahan bakar
Sebelum memulai penerbangan, pilot dan co-pilot biasanya akan bertemu untuk membahas berbagai hal, seperti rute yang dilalui, bahan bakar minimum (bergantung pada jumlah awak, penumpang, kargo, cuaca, dan kemungkinan rintangan selama penerbangan), informasi cuaca, dan informasi bandara tujuan serta bandara yang dilalui sepanjang perjalanan. Semua ini menjadi kewajiban pilot sebelum memulai penerbangan dan memegang peran vital terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan.

2. Ketenangan
Selama penerbangan, apalagi penerbangan kurang lebih 15 jam, rencana penerbangan yang sudah dibuat mungkin akan berubah seiring perkembangan cuaca. Perubahan itu bisa dua, memudahkan atau menyulitkan. Jika menyulitkan, ketenangan dibutuhkan pilot untuk membuat ulang perencanaan, mengingat keputusan yang dibuat saat kondisi tengah tertekan cenderung keliru.

3. Approach singkat
Jelang tiba di bandara, persiapan pendaratan dimulai. Namun, bila bandara tujuan sedang tidak bersahabat, mau tak mau pilot harus menunggu. Menunggu di sini ada dua, menunggu atas dasar saran ATC atau keputusan pilot.

Selama menunggu, tentu bahan bakar akan terkuras. Biasanya, pesawat bisa bertahan selama beberapa waktu, tergantung ketepatan pilot dalam merencanakan penerbangan. Bila kondisi tak kunjung berubah, maka pilot harus segera memutuskan untuk tetap mendarat atau mendarat di bandara lain. Bila mendarat di bandara lain jadi opsi, maka, pastikan pendaratan di sana tak ada kendala apapun mengingat stok bahan bakar terlalu sedikit untuk menunda pendaratan kembali.

4. Landing distance
Landing distance atau jarak pendaratan merupakan jarak ujung landasan ke zona touchdown. Biasanya landing distance sejauh 50 kaki. Bila lebih dari itu karena satu dan lain hal, berarti pilot telah mengurangi zona safety factor pesawat untuk berhenti sebelum mencapai ujung runway.

5. Angin
Proses landing tak lebih mudah dari yang dibayangkan. Sebelum memutuskan landing, pilot terlebih dahulu menghitung hembusan angin untuk mendapatkan required landing distance. Bila angin berhembus lebih kencang dari yang dilaporkan, maka, pilot harus menjaga margin aman pendaratan, baik pada zona touchdown maupun safety factor hingga ke ujung landasan.

6. Permukaan runway
Mendarat dalam kondisi normal, tidak terlalu panas ataupun tidak dalam posisi hujan lebat, mungkin akan mudah dilakukan. Namun, pada dua kondisi tersebut, terutama hujan lebat, proses pengereman menjadi tidak sempurna, begitupun daya cengkeram landasan dengan ban. Karenanya, pilot perlu memutuskan dengan cepat apakah tetap mendarat atau tidak berdasarkan tabel runway contition assessment di bawah ini.

Tabel runway condition assessment. Foto: ICAO

Baca juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing

7. Menghitung jarak
Proses menentukan landing distance atau jarak pendaratan berdasarkan faktor eksternal tidaklah mudah. Pada pesawat-pesawat tua, pilot harus menghitung secara manual. Namun, pada pesawat terbaru, seperti Boeing 737 Dreamliner dan Airbus A350, pilot cukup memasukkan angka-angka ke komputer (onboard performance tool) dan rekomendasi pun keluar. Dengan begitu, potensi kesalahan cenderung berkurang dibanding dengan menghitung secara manual.

8. Landing atau Divert
Pilot pesawat modern umumnya hanya perlu mengikuti rencana penerbangan yang telah dibuat sebelumnya. Jika pun ada perubahan akibat faktor eksternal, pilot hanya perlu mengatur ulang rencana bila rencana alternatif juga terhalang. Pesawat juga mumpuni untuk diajak mengubah rencana penerbangan karena ketersediaan bahan bakar yang cukup. Menunda pendaratan atau divert selalu jadi opsi terbaik bila cuaca dan runway tak mendukung.

Digugat Leasing Pesawat Rp340 Miliar dan Rugi Rp3,1 Triliun, AirAsia Diambang Kebangkrutan?

Perusahaan besutan Tony Fernandes, AirAsia dikabarkan tengah dalam situasi genting. Belum lama ini, perusahaan leasing asal Hong Kong, BOC Aviation, menggugat saudara kandung AirAsia -AirAsia X dan anak perusahaannya, AAX Leasing Two Ltd- sebesar US$23 juta atau Rp340 miliar (kurs 14.805). Gugatan tersebut keluar lantaran keduanya mengemplang kewajiban pembayaran utang selama tiga bulan beruntun.

Baca juga: Dinilai Krusial Bantu Kesuksesan Maskapai, Berikut Daftar 5 Leasing Pesawat Terbesar Di Dunia

Dilansir Simple Flying, dari laporan firma hukum London Morgan, Lewis & Bockius UK, selaku kuasa hukum BOC Aviation telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi di Pengadilan Bisnis dan Properti Inggris dan Wales pada 19 Agustus 2020.

Dalam gugatan tersebut, BOC Aviation mengungkap bahwa AAX Leasing Two Ltd telah melanggar kewajiban pembayaran hutang berdasarkan 2018 perjanjian sewa-menyewa. Senada dengan perusahannya, AirAsia X juga diduga melanggar kewajiban hutang di bawah empat jaminan perjanjian sewa.

“Seorang perusahaan mengatakan mereka menghargai hubungan mereka dengan AirAsia X. Namun, kedalaman dan luasnya hubungan itu tidak mencakup, katakanlah, membiarkan maskapai melewatkan pembayaran sewa selama tiga bulan,” kata laporan itu.

Datangnya gugatan sejumlah ratusan miliar niscaya bakal membuat keuangan maskapai penerbangan jarak jauh bertarif rendah itu lebih terpukul. Pasalnya, AirAsia X, sebelumnya sudah sangat kesulitan untuk tetap menjalankan bisnis penerbangan di tengah pandemi corona yang tak berujung. Terlebih, maskapai itu hanya menyediakan layanan internasional, yang jelas-jelas paling terpukul dibanding layanan penerbangan .

Selama dua kuartal berturut-turut, AirAsia X mencatat hasil negatif hingga Rp3,1 triliun, masing-masing, kerugian sebesar Rp2 triliun pada kuartal I dan Rp1,1 triliun pada kuartal berikutnya. Guna mencari dana segar, perusahaan pun mengaku hendak menjual dua unit Airbus A330. Tetapi, prosesnya tak begitu jelas diketahui.

Selain itu, perusahaan juga meminta keringanan kredit kepada leasing, termasuk BOC Aviation. Namun, apa mau dikata, leasing terbesar kelima di dunia itu (setelah AerCap, GECAS, Avolon, dan SMBC Aviation Capital) juga membutuhkan dana segar dan menolak keringanan kredit. Hal inilah yang pada akhirnya menjadi polemik hingga berujung gugatan oleh raja leasing di wilayah Asia-Pasifik ini.

Belakangan, santer terdengar bahwa bila AirAsia X kalah di pengadilan dan terpaksa harus membayar kewajiban pembayaran hutang, maka, besar kemungkinan perusahaan yang berdiri pada tahun 2007 lalu itu bakal bangkrut.

Baca juga: Mengapa Perusahaan Leasing ‘Diburu’ Maskapai dan Mengapa Maskapai Menyewa Pesawat? Ini Jawabannya

Namun, seorang pengamat menyebut, saat ini, AirAsia X tengah dalam posisi kuat untuk memenangkan proses di pengadilan. Sebab, dunia sudah mengetahui bahwa maskapai penerbangan sedang dalam posisi sulit dan tak memiliki kemampuan untuk membayar hutang. Jadi, sangat wajar bila maskapai meminta penundaan pembayaran kewajiban pajak sampai kondisi sepenuhnya berubah.

AirAsia X diketahui menyewa empat pesawat Airbus A330-300 ke BOC Aviation mulai tahun 2014-2018. Empat pesawat itu bergabung dengan 19 Airbus A330-300 yang terlebih dahulu bergabung ke dalam layanan. Kontrak peminjaman kemudian diperbarui di tahun terakhir perjanjian selesai dan terus berlangsung hingga kini.

Katanya Gerah, Wanita ini Buka Pintu Darurat Pesawat dan Berjalan di Sayap

Memang kelakuan penumpang tidak ada yang bisa ditebak sama sekali dan terkadang diluar nalar manusia lainnya. Seperti yang baru-baru ini terjadi, di mana seorang penumpang wanita viral di media sosial. Dirinya terlihat berada di sayap pesawat dan mondar-mandir serta duduk di atas sayap pesawat tersebut.

Baca juga: Jijay Banget, Penumpang Pesawat Jemur Sepatu di Pendingin Udara Kabin

Wanita tersebut berada di sayap pesawat setelah dirinya membuka pintu darurat dan naik ke sayap untuk menghirup udara segar tak lama setelah pesawat Boeing 737-86N milik Ukraine International Airlines (UIA) mendarat di Bandara Internasional Boryspil di Kiev, Ukraina. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kejadian tersebut terjadi pada 31 Agustus lalu.

Menurut laporan, wanita yang tak diketahui namanya tersebut berangkat dari Antalya Turki ke Kiev bersama anak dan suaminya. Saat itu, ketika pesawat tiba di Kiev, penumpang tak segera diizinkan keluar dari pesawat. Wanita itu berujar keras kepanasan dan ingin mencari udara segar. Kemudian dirinya membuka pintu darurat dan melenggang santai menyusuri sayap pesawat.

“Pesawat itu mendarat dan hampir semua penumpang turun. Dia berjalan hampir sepanjang jalan dari ekor ke deretan pintu keluar darurat, membuka pintu dan keluar,” kata seorang penumpang.

Penumpang tersebut mengatakan, saat itu kedua anaknya sudah berada di luar pesawat dan berdiri tepat disebelahnya.

“Mereka terkejut, mengatakan, ‘itu ibu kami!’”

Kejadian ini, membuat pilot pesawat tersebut menghubungi ambulans, polisi dan petugas keamanan. UIA mengatakan, wanita itu kemudian diperiksa oleh pihak kepolisian, otoritas bandara, dokter dan awak pesawat. Wanita itu mengatakan kepada polisi dirinya merasa kepanasan dan ketika menjalani tes alkohol, dirinya tidak menunjukkan mabuk atau menggunakan obat-obatan.

Karena kelakuannya tersebut, ibu dua anak tersebut dikatakan UIA masuk dalam daftar hitam maskapai. Di mana artinya wanita tersebut selamanya tidak boleh menggunakan maskapai UIA dan akan dikenakan denda yang besar namun tak disebutkan jumlahnya.

“Penumpang itu masuk daftar hitam karena pelanggaran berat terhadap aturan keselamatan penerbangan dan perilaku di dalam pesawat,” kata UIA melalui keterangan tertulis.

Baca juga: Mabuk dan Ngamuk Gegara Diputusin Pacar, Wanita ini Pukul Jendela Pesawat Sampai Retak

Maskapai itu mengecam tindakan perempuan itu, menyebutnya memberikan contoh yang buruk sebagai orangtua.