Kisah Avro Anson RI-003, Pesawat Multirole Bekas PD II yang Tewaskan Iswahyudi dan Halim Perdanakusuma

Pasca Perang Dunia II berakhir, pesawat-pesawat bekas perang di seluruh dunia umumnya diperjualbelikan; tak terkecuali Avro Anson. Pesawat multirole bermesin ganda buatan Avro, Inggris, yang dimiliki oleh Paul H Keegan, warga negara Australia dan bekas penerbang RAF (Angkatan Udara Kerajaan Inggris) pada Perang Dunia II ini, dijual ke Republik Indonesia pada Desember 1947, sekitar setahun sebelum pesawat Dakota RI-001 Seulawah lahir.

Baca juga: PK-KKH, Sang Pendahulu N250 yang Lebih Awal Pamer Pesawat Indonesia di Eropa

Disarikan dari berbagai sumber, saat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berada di bawah tekanan Belanda pada Agresi Militer I, Wakil Presiden Mohammad Hatta kemudian mencari cara agar NKRI bisa keluar dari blokade. Kala itu, diputuskan, tak ada jalan lain menembus blokade kecuali lewat jalur udara. Dari situlah, ide membeli pesawat muncul.

Dalam tempo dua bulan, sekira 14 kg perak dan emas hasil sumbangan masyarakat Minang, mulai dari anting, kalung, gelang bahkan cincin kawin telah berpindah tangan ke Panitia Pusat Pengumpul Emas yang dibentuk Bung Hatta. Emas perhiasan tersebut kemudian dilebur dan dijadikan emas batangan. Emas batangan inilah yang kemudian dijadikan alat beli pesawat Avro Anson pada awal Desember 1947. Diketahui, Keegan setuju Avro Anson miliknya dilepas seharga 12 kg emas.

Usai beralih ke tangan NKRI dengan diantar langsung oleh Keegan dari Songkhla, Thailand Selatan ke lapangan udara Gadut, Bukittinggi, pesawat dengan kecepatan maksimum mencapai 303 km per jam dan jarak tempuh hingga 1.200 km yang pertama kali terbang pada 24 Maret 1935 ini kemudian dinamakan (nomor registrasi) RI-003 dengan kode registrasi VH-BBY.

Pesawat Avro Anson RI-003, yang belum lama ini viral setelah diungkap oleh politisi berdarah Minang, Fadli Zon, ini kemudian balik mengantarkan Keegan ke Songkhala pada 9 Desember 1947, dengan dipimpin oleh Opsir Udara I Iswahyudi sebagai pilot dan Komodor Muda Udara Halim Perdanakusuma sebagai navigator. Pesawat yang diproduksi sebanyak 11 ribu unit ini diterbangkan dari Gadut menuju Songkhla dengan transit di Pekanbaru guna mengisi bahan bakar.

Dikutip dari tni-au.mil.id, selain mengantarkan Keegan pulang, misi Avro Anson RI-003 dan beberapa delegasi yang menyertainya ialah untuk melakukan penjajakan lebih jauh tentang kemungkinan pembelian senjata dan pesawat untuk kemudian memasukan barang Singapura ke daerah RI menembus blokade Belanda.

Pada 14 Desember 1947, sesudah menyelesaikan tugas di Bangkok, pesawat berkapasitas dua kru dan empat penumpang ini kembali berangkat menuju Singapura. Namun nahas, dalam perjalanan pulang, pesawat yang belum genap dua pekan dinikmati NKRI ini tiba-tiba terjebak dalam cuaca buruk di daerah Perak, Malaysia. Pesawat Avro Anson RI-003 akhirnya diketahui jatuh di Pantai Tanjung Hantu Perak, Malaysia.

Laporan pertama tentang kecelakaan diterima oleh polisi Lumut Malaysia, dari dua orang warga Cina penebang kayu bernama Wong Fatt dan Wong Kwang pada sekitar pukul 16.30 tanggal 14 Desember 1947. Seorang petugas kepolisian berbangsa Inggris bernama Burras segera pergi ke tempat musibah. Baru pada pukul 18.00 ia tiba di lokasi kejadian. Ia tidak menemukan sesuatu, air sedang pasang naik.

Baca juga: Dari Bandung ke Paris, N250 Jadi Pesawat Buatan Asia Pertama yang Lakoni Ferry Flight Lintas Benua

Keesokan harinya, Kepala Polisi Lumut, bernama Che Wan dan seorang anggota polisi Inggris bernama Samson berangkat ke tempat kecelakaan dan tiba di tempat pukul 09.00.

Kepadanya kemudian dilaporkan tentang ditemukan sesosok jenazah yang mengapung beberapa ratus yards dari lokasi reruntuhan pesawat, yang oleh para nelayan setempat dibawa ke darat. Berdasarkan bukti yang ada dapat dipastikan bahwa jenazah ini adalah jenazah putra Madura, Halim Perdanakusuma. Sedangkan nasib pilot kelahiran Surabaya, Iswahyudi hingga saat ini jenazahnya tidak ditemukan.






















Kurangi Kencing Liar, Amsterdam Pasang Pot Urinal di Jalan Kota

Amsterdam menemukan cara inovatif untuk mengatasi orang-orang yang gemar buang air kecil di tempat umum. Di mana dewan kota telah memasang 12 pot tanaman khusus yang berfungsi ganda sebagai urinal dan sudah tersebar di berbagai tempat wisata termasuk Red Light District, Rembrandtplein dan Leidseplein.

Baca juga: Jijay! Ada Penumpang Pesawat Tinggalkan Urin di Kantung Plastik

Pemasangan ini dilakukan dewan Amsterdam karena pelancong mulai berdatangan dan pub kembali dibuka. Dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (23/8/2020), pengguna bisa buang air kecil ke lubang di sisi pot milik GreenPe tersebut.

Pot-pot ini memiliki tangki internal yang diisi dengan serat rami dari tanaman ganja. Ketika tangki di pot sudah penuh akan dikosongkan dan isinya bisa diperiksa secara manual dengan menggunakan sensor pintar yang mengirim pesan saat hampir penuh.

Nantinya campuran urin dan rami yang dikumpulkan tersebut digunakan untuk pupuk organik untuk tanaman di taman kota, taman atap serta memenuhi kebutuhan pupuk pada pertanian kota. Perusahaan Belanda GreenPee ini tidak hanya menghadirkan pot urinal di Amsterdam saja, tetapi di tiga kota lain di Belanda yakni Vlaardingen, Beekbergen serta Mechelen, dan Genk di Belgia.

Dewan kota Amsterdam pertama kali bekerjasama dengan GreenPee pada 2018 lalu dan memasang empat pot urinoir tersebut. Penemu GreenPee Richard de Vries mengatakan, empat pot pertama yang dipasang pada 2018 ternyata mengurangi kencing liar hingga 50 persen.

“Evaluasi independen menunjukkan bahwa ada 50 persen penurunan kencing liar setelah memasang GreenPees”, kata Richard.

Dia mengatakan, mengencingi dinding akan merusak bangunan bersejarah karena hal itu kotor, tidak higienis dan mengundang lalat.

“Kami mendapat ide tentang seorang penanam untuk menjaga kota tetap hijau dan menyediakan sesuatu yang dapat kami gunakan untuk membuat pupuk”, tambah Richard.

Richard mengatakan, ini tidak berbau dan menggunakan lebih sedikit air daripada urinal tradisional dan semua urin dikumpulkan secara teratur dari penanam untuk di proses dan panen fosfat.

Baca juga: Jijik! Penumpang British Airways Dapati Bangku Putrinya ‘Digenangi’ oleh Cairan Urin

Dewan Amsterdam dilaporkan menginvestasikan uang senilai £50 ribu dalam proyek tersebut karena kota itu kembali normal selama pandemi. Model terbaru telah disesuaikan berdasarkan umpan balik dari empat model pertama dengan privasi tambahan dan lebih banyak ruang untuk kencing. Perusahaan juga merancang model khusus dan lebih ramping yang dapat ditempatkan di gang-gang sempit.
.

Pixar’s Toy Story Akan Hiasi Kereta Peluru Jepang yang Melintasi Pulau Kyushu

Lagi-lagi Japan Railways menghadirkan kereta pelurunya dengan tema yang bisa menyenangkan anak-anak. Kali ini Japan Railways membuat kereta peluru bertema Pixar khusus untuk merayakan ulang tahun ke 25 tahun waralaba Pixar’s Toy Story.

Baca juga: Shinkansen Hello Kitty Resmi Mengular, Penggemar dan Penumpang Riuh Ramai Berselfie Ria

Kereta baru ini akan hadir secara eksklusif untuk wilayah selatan Jepang tepatnya di Pulau Kyushu yang nantinya akan beroperasi di antara Stasiun Hakata, Kumamoto dan Kagosihma. Uniknya tema Pixar ini juga dihadirkan pada bagian hidung kereta peluru yakni lampu ikonik.

Selain itu gambar karakter paling terkenal dari Toy Story seperti Buzz Lightyear, Woody dan Jessie akan terpampang di sepanjang badan kereta. Selain itu akan ada kumpulan warna-warni yang dinamis ditempatkan di belakang karakter alias background dari tokoh-tokoh Toy Story tersebut dan mewakili semua prefektur berbeda yang menyusun Kyushu.

KabarPenumpang.com melansir dari hypebeast.com (20/8/2020), bagian dalam kereta juga akan dihiasi dengan pola Kyushu berwarna cerah. Sarung jok kereta menampilkan karakter Pixar lainnya seperti Wall-E, Nemo dan Dory. Bagi penumpang yang naik kereta ini akan diberikan bendera asli dan sertifikat peringatan khusus.

Kereta dengan tema Pixar ini akan mulai beroperasi pada 12 September mendatang pukul 00.19 malam waktu setempat yang berangkat dari Stasiun Hakata. Selain Pixar, pada 2018 lalu, West Japan Railway atau JR West meluncurkan kereta peluru shinkansen dengan tema Hello Kitty.

Kereta ini sudah dinantikan sejak lama dan didominasi dengan warna merah muda. Kereta peluru ini beroperasi dari Osaka di sebelah barat Jepang menuju ke Fukuoka di selatan Jepang. Kereta ini ketika meluncur di rel 2018, para fans setia karakter kreasi Sanrio Co mengabadikannya dalam bentuk foto dan video.

Baca juga: Rayakan Ulang Tahun ke-100 , Kereta Ini Didandani Karakter Kartun Thomas!

Supaya lebih terkesan resmi dan mencegah terjadi tindakan yang tidak diinginkan, pihak pengelola stasiun pun memasangkan rantai pembatas di ujung peron, yang berguna untuk membatasi ruang gerak para penggemar tersebut. Ketika rantai tersebut dibuka, seolah menandakan dimulainya pengoperasian resmi dari rangkaian kereta delapan gerbong ini.

Untuk diketahui, sebelum karakter-karakter ini hadir, ada yang sudah terlebih dahulu yakni “Pokemon with you Train” dan Shinkansen 500 EVA “Evangelion”.

inDriver, Ojol Asal Rusia Hadir di Banjarmasin, Hadirkan Real-Time Deals

Setelah tahun lalu hadir di Medan, Bandung, dan Surabaya, ada kabar dari aplikasi ride hailing asal Siberia, Rusia, yaitu inDriver yang telah hadir di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan sejak 13 Agustus 2020. Di Banjarmasin inDriver menawarkan layanan yang disebut sebagai ojek pribadi. Jika merujuk pada kehadirannya di Medan, Bandung, dan Surabaya, inDriver hanya melayani transportasi mobil saja.

Baca juga: Belum Lama di Indonesia, Ojol Maxim Ternyata Berasal dari Rusia

“Kami hadir dengan sistem yang berbeda dari layanan ojek online pada umumnya, dimana inDriver menawarkan dengan fitur Tawaran Waktu Nyata (Real-Time Deals – RTD) unik yang mengembalikan kekuatan pengguna dalam menentukan tarif transportasi,” ujar Mohd Zulkarnain, Manajer Komunikasi inDriver dalam pesan tertulis kepada KabarPenumpang.com.

Dalam ilustrasi, saat memesan transportasi dengan inDriver, penumpang akan menetapkan harga untuk rute yang dipilih dan permintaan transportasi akan dikirimkan ke pengemudi terdekat. Pengemudi yang menerima pemberitahuan permintaan transportasi bebas untuk memilih menerima harga yang ditawarkan, bernegosiasi agar mendapatkan harga yang lebih menguntungkan, atau mengabaikan permintaan tersebut.

Penumpang kemudian akan menerima sejumlah tawaran balik dari para pengemudi dan dapat dengan bebas memilih pengemudi yang menawarkan tarif yang diinginkan berdasarkan kriteria pribadi mereka – peringkat pengemudi, perkiraan waktu tiba, atau model kendaraan.

Fitur unik ini membuat layanan transportasi pribadi online lebih mudah diakses, fleksibel, dan terjangkau karena fitur ini juga menanggulangi algoritme yang digunakan oleh layanan transportasi pribadi online lainnya, yang menaikkan harga karena jam sibuk, kondisi lalu lintas, dan riwayat permintaan. “Ini terbukti dengan perjalanan dari Masjid Raya Sabilal Muhtadin ke Muzium Wasaka dengan layanan ojek inDriver pada jam sibuk yang membutuhkan biaya Rp10,000, sekitar 20 persen lebih murah dibandingkan layanan lainnya,” kata Zulkarnain.

Baca juga: Respon Kisruh Tarif, Maxim Ajak Pengemudi Ojol Kompetitor untuk Bergabung

Untuk lebih menghemat biaya perjalanan, inDriver saat ini hanya menerima pembayaran tunai setelah perjalanan selesai, alasannya itu dilakukan untuk menghindari biaya tambahan yang dibebankan oleh bank jika menggunakan kartu kredit atau pembayaran online. Sampai saat ini, ada 241 pengemudi ojek di Banjarmasin yang sudah mendaftar masuk inDriver. Selama waktu yang terbatas, inDriver tidak akan memungut komisi dari pengemudi.

Aturan Baru, Singapura Wajibkan Semua Pesawat Punya Area Karantina di Dalam Kabin

Otoritas penerbangan Sipil Singapura menerapkan aturan baru, bahwa semua pesawat yang masuk dan keluar dari Singapura wajib memiliki area karantina untuk mengisolasi penumpang atau awak kabin yang kurang sehat selama perjalanan. Area ini sendiri bisa dibuat dengan mengosongkan beberapa kursi penumpang dan tak lupa menyiapkan toilet khusus penumpang di area isolasi tersebut.

Baca juga: Tiba di Canberra dari Melbourne, Penumpang Seperti Kena Prank Karena Harus Karantina

KabarPenumpang.com melansir straitstimes.com (9/9/2020), Otoritas Penerbangan Sipil Singapura atau CAAS mengatakan, bagi penumpang atau awak kabin yang tidak sehat karena demam atau gejala Covid-19 selama penerbangan harus dipindahkan ke area karantina dan diisolasi dari penumpang lainnya. Singapore Airlines atau SIA saat ini memberikan tiga baris kursi di bagian kiri belakang untuk ruang isolasi.

Bahkan SIA sudah melengkapi awak kabin mereka dengan alat pelindung diri yang lengkap ketika melayani orang sakit di pesawat. Ternyata hal ini juga dilakukan oleh Jetstar Asia di mana mereka telah mengatur zona di tiga baris kursi terakhir bagian sisi kiri atau kanan pesawat.

Persyaratan zona isolasi tersebut dipublikasikan bulan ini saat Jetstar Asia mengatakan telah menetapkan zona isolasi di pesawatnya. Direktur senior kelompok regulasi keselamatan di CAAS Alan Foo mengatakan, pihak berwenang telah mengamanatkan area karantina di atas pesawat pada Mei lalu.

“Untuk meminimalkan risiko paparan Covid-19 selama perjalanan mereka, langkah-langkah perjalanan yang aman telah diberlakukan untuk semua penerbangan yang beroperasi masuk dan keluar dari Singapura. Langkah-langkah ini telah dikembangkan oleh CAAS melalui konsultasi erat dengan Kementerian Kesehatan Singapura,” kata Foo.

Langkah-langkah tersebut termasuk mewajibkan seluruh penumpang menggunakan masker selama penerbangan dan meminta mereka yang terbang ke Singapura menjalani pemeriksaan kesehatan dasar sebelum naik pesawat. Selain itu, pelayanan makanan juga dimodifikasi guna mengurangi kontak antara penumpang dan awak kabin.

Foo menambahkan, CAAS saat ini masih meninjau berbagai langkah tersebut untuk menjadikan area karantina sebagai tindakan permanen mengingat sifat pandemi ini terus berkembang. Pakar penyakit menular Leong Hoe Nam mengatakan keputusan CAAS mewajibkan keberadaan area karantina merupakan tindakan yang masuk akal secara efektif.

“Meskipun filter udara partikulat berefsiensi tinggi (HEPA) di pesawat bekerja menyegarkan udara di dalam kabin, masih ada risiko penularan ke penumpang yang duduk dalam tiga baris di depan atau di belakang penumpang yang terinfeksi. Jika Anda tetap berada di luar zona, Anda menghilangkan risikonya,” kata Leong.

Zona karantina wajib melampaui pedoman internasional dalam mengisolasi orang yang tidak sehat saat dalam penerbangan. Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), jika seorang penumpang atau anggota awak menjadi tidak sehat di dalam pesawat, sebuah maskapai penerbangan harus mencoba merelokasi penumpang yang berdekatan sehingga ada jarak dua meter antara mereka dan orang yang tidak sehat.

Jika tidak ada kursi yang tersedia, IATA menganjurkan agar maskapai penerbangan memberikan alat pelindung diri kepada penumpang yang berdekatan. Ini juga merekomendasikan beberapa tindakan pencegahan lainnya, seperti menyimpan barang-barang kotor dari orang yang tidak sehat di dalam kantong biohazard.

Analis penerbangan independen Brendan Sobie dari Sobie Aviation mengatakan bahwa negara-negara perlu bekerja sama untuk membuat standar persyaratan keselamatan guna membantu pemulihan sektor penerbangan. Sobie mengatakan hal ini karena, kurangnya peraturan yang seragam di Asean menghambat upaya untuk memulai kembali perjalanan di kawasan itu.

Baca juga: IATA Usul Dunia Jangan Karantina Wisatawan! Ini Alasannya

“Masalahnya adalah bahwa setiap negara memiliki persyaratan yang berbeda. Sangat mengecewakan bahwa setelah berbulan-bulan, kami masih belum memiliki konvergensi untuk persyaratan ini dan banyak lainnya. Ini penting karena industri sedang mencoba untuk memulai kembali perjalanan internasional, tetapi ketika Anda memiliki peraturan yang berbeda di setiap negara, itu membuat sangat sulit bagi maskapai penerbangan,” tambah Sobie.

‘Taxi Babinsa’, Apa Lagi Sih Ini?

Beragam taksi sepertinya mewarnai kota-kota di Indonesia, baik taksi konvensional, taksi online hingga taksi yang berada di daerah. Meski sama-sama menjadi alat angkut, tetapi yang diangkut ternyata tak semuanya penumpang. Seperti taksi Gabah yang ternyata mengangkut hasil panenan gabah dari tengah sawah dengan motor.

Baca juga: ”Taksi Gabah” Bukan Mobil Tapi Motor Diubah Untuk Angkut Gabah

Namun, baru-baru ini ada lagi yang unik dari Indonesia yakni ‘Taxi Babinsa’. Penasaran ini taksi apa? Ternyata taxi babinsa ini hadir demi memperkuat ketahanan pangan di daerah pedalaman Babinsa Koramil 0909-07/Teluk Pandan dengan menggunakan mobil bak terbuka. Kehadiran taxi babinsa ini karena desa Teluk Pandan Kutai Timur merupakan lahan pertanian produktif dan warga masyarakatnya mayoritas bermata pencaharian sebagai petani.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Serka Agus Nggilu mengatakan alat transportasi ini merupakan salah satu stimulan bagi warga untuk membangkitkan sektor pertanian. Agus mengatakan hal ini juga agar para petani lebih produktif yang mana sejalan dengan program pemerintah dalam ketahanan pangan di bidang pertanian di masa pandemi Covid-19.

“Alat transportasi ini digunakan untuk mengangkut sarana dan prasarana pertanian maupun hasil panen petani. Paling tidak ini memudahkan warga untuk mengangkut hasil pertanian mereka dan alhamdulillah ini sangat membantu,” kata Agus.

Tak hanya memberikan angkutan untuk para petani, taxi babinsa sendiri gratis alias tidak dikenakan biaya sama sekali. Dengan ini warga secara bergantian bisa menggunakannya.

“Gratis, karena kami bekerja untuk masyarakat dan kami memang tidak mengharapkan imbalan,” kata Agus.

Selain itu, Agus juga menambahkan, bahwa dia terus berupaya memberikan motivasi dan dorongan, agar warga binaannya dapat terus meningkatkan hasil pertanian dan ladang mereka, untuk mendukung program ketahanan pangan yang tengah gencar digalakkan oleh pemerintah. Danramil 0909-07/Teluk Pandan Kapten Arh Muji, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Babinsanya itu.

Dia menilai anggotanya telah melaksanakan tugasnya sebagai Babinsa dengan baik, dan bertanggungjawab serta selalu dekat dengan warganya. Sehingga, kemanunggalan antara TNI dengan rakyat dapat terwujud.

Baca juga: Lampu Taksi di Seoul Bakal Dibuat Lebih Besar dan Tampilkan Informasi Kesehatan Lingkungan

“Semoga apa yang dilakukan oleh personil tersebut dapat menjadi suatu pendongkrak semangat warga binaan, untuk terus produktif,” tutup Danramil.

Indian Railways Bikin Kereta Kloning Guna Kurangi Penumpang di Daftar Tunggu

Daftar tunggu penumpang Indian Railways nyatanya cukup banyak untuk satu kali perjalanan. Mereka biasanya menunggu kursi kosong penumpang lain yang membatalkan tiket kereta mereka. Adanya masalah ini kemudian membuat Indian Railways memiliki rencana untuk mengurangi penumpang yang masuk daftar tunggu.

Baca juga: Rajdhani Express Kembali Beroperasi, Indian Railways: Tidak Ada Selimut dan Makanan

Dilansir KabarPenumpang.com dari livemint.com (8/9/2020), di mana rencananya adalah menjalankan kereta kloning khusus di rute yang memiliki lalu lintas penumpang tinggi. Indian Railways berencana memulai kereta kloning secara bertahap dalam 15 hari ke depan dan akan mengeluarkan pemberitahuan tentang hal yang sama. Dewan kereta api VK Yadav mengatakan, kereta api akan memantau semua perjalanan yang saat ini beroperasi untuk menentukan kereta mana yang memiliki daftar tunggu panjang.

“Di mana pun ada permintaan kereta tertentu, di mana daftar tunggu panjang, kami akan menjalankan kereta tiruan di depan kereta yang sebenarnya, agar penumpang bisa bepergian,” katanya.

VK Yadav mengatakan penghentian kereta klon akan lebih sedikit daripada kereta khusus. Karena idenya adalah menghentikan kereta ini di stasiun-stasiun besar untuk kereta kloning agar memenuhi permintaan penumpang.

Kereta kloning ini akan berjalan dengan nomor yang sama dengan kereta yang sebenarnya seperti 12423/12424 New Delhi-Dibrugarh Rajdhani Express memiliki semua kursi yang telah dipesan dan masih memiliki banyak permintaan penumpang dalam daftar tunggu. Jadi dalam hal ini, Indian Railways akan memasang penggerak lagi dari Rajdhani Express dengan nomor yang sama hanya untuk mengangkut pemegang tiket dalam daftar tunggu.

Selain itu, penumpang dalam daftar tunggu akan diberi tahu tentang tempat duduk mereka di kereta kloning segera setelah grafik reservasi untuk kereta terjadwal asli dibuat empat jam sebelum keberangkatan. Namun, ini akan menjadi tantangan logistik bagi Indian Railways karena akan membutuhkan penggerak tambahan untuk menjalankan kereta kloning.

Indian Railways akan mencoba menjalankan jenis kereta ini dari kota-kota besar pada awalnya di mana ada penggerak tambahan. Indian Railways juga perlu meningkatkan Sistem Reservasi Penumpang (PRS). Saat ini Indian Railways menonaktifkan pemesanan tiket kereta setelah daftar tunggu kereta menyentuh 400 di kelas sleeper, 300 di 3AC atau kereta kursi, 30 di kelas satu dan 100 di kelas dua.

Indian Railways sudah menjalankan ‘Skema Vikalp’ di mana penumpang diberikan pilihan untuk memesan tiket di kereta alternatif jika tiket dalam daftar tunggu mereka tidak dikonfirmasi di kereta yang mereka pilih. Namun kelemahan utama dari ‘Skema Vikalp’ adalah bahwa waktu perjalanan penumpang dapat meningkat jika dia diberikan reservasi di kereta lain.

Seorang pejabat senior pemerintah memberi tahu Mint bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan kereta duplikat ini karena Indian Railways sekarang akan memiliki kejelasan lebih lanjut tentang permintaan yang tepat, yang menjadi dasar untuk menawarkan rute produktif untuk kereta ini.

Baca juga: 20 Penumpang Delhi-Bhubaneswar Rajdhani Express Keracunan Makanan

“Lebih baik menjalankan kereta api pada rute-rute yang permintaannya lebih banyak, daripada membiarkan aset-aset menganggur. Kami mencoba menerapkan ini lebih awal, tetapi jalur yang tersedia tidak cukup. Kereta klon terutama kereta 3AC dan berjalan di depan kereta khusus yang sudah beroperasi. Pengoperasian kereta klon akan dipublikasikan secara luas untuk kepentingan calon penumpang. Rute sedang diselesaikan,”kata juru bicara kementerian kereta api DJ Narain.

Moving e, Inilah Bus Pemasok Listrik untuk Beragam Urusan

Ketika jaringan listrik rusak selama bencana angin topan dan hujan badai, banyak orang yang akan terkena dampaknya baik di rumah maupun di pusat evakuasi. Hal ini kemudian membuat Toyota dan Honda bekerja sama untuk menciptakan sistem pembangkit tenaga bergerak yang ditujukan pada situasi bencana.

Baca juga: Seorang Desainer Industri Rancang Halte Bus yang Dilengkapi Pengisian Daya EV Nirkabel!

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (7/9/2020), sistem ini terdiri dari bus sel bahan bakar besar yang mampu membawa banyak hidrogen, perangkat output daya portabel dan baterai. Kendaraan ini dijuluki ‘Moving e’ dan diperkirakan dapat mengalirkan listrik kapan saja dan di mana saja.

Sistem Moving e sendiri terdiri dari bus sel bahan bakar dari Toyota yang mampu membawa dua kali jumlah hidrogen sebagai basisnya bus FC, dua unit portabel Power Exporter 9000 dari Honda, 20 LiB-AID E500 dan 36 Baterai portabel Honda Mobile Power Pack, dan pengisi daya atau pelepas untuk Paket Daya Seluler.

Kedua produsen mobil ini percaya bahwa Moving e dapat melakukan lebih dari sekadar memberikan bantuan pada saat terjadi bencana. Bus juga bisa digunakan secara rutin untuk menyuplai listrik ke berbagai acara dan tentunya, semua teknologi ini masih perlu diuji. Sedangkan untuk busnya sendiri dikembangkan berdasarkan Toyota FC Bus versi sebelumnya.

Selain itu, ia hadir dengan tangki hidrogen bertekanan tinggi dua kali lebih banyak yang mampu menghasilkan sebanyak 454 kWh dengan output maksimum 18 kW. Bus tersebut juga didesain tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi yang mampu memberikan tenaga, tetapi sebagai tempat istirahat masyarakat pada saat terjadi bencana.

Toyota dan Honda akan melanjutkan untuk memverifikasi keefektifan sistem pembangkit atau keluaran listrik bergerak melalui berbagai penggunaan oleh kota dan bisnis yang bersedia bekerja sama dalam pengujian. Selama periode pengujian, bus Stasiun Pengisian Daya yang terisi penuh akan dibawa ke lokasi dunia nyata dalam jarak 100 km (62 mil) dari stasiun pengisian bahan bakar hidrogen.

Dua perusahaan ini kemudian akan menempatkan sumber daya seluler melalui langkahnya dalam berbagai skenario kasus penggunaan, untuk memastikan semuanya berfungsi seperti yang diharapkan. Jika bus tersebut kemudian dioperasikan, dan tidak ada perusahaan yang mengungkapkan rencana produksi apa pun, diharapkan ini bisa digunakan untuk menyalakan peralatan di zona bencana.

Baca juga: Desainer Ferrari Rancang Halte Bus Canggih dengan Konsep Alami

Selain itu juga menyediakan listrik untuk hal-hal seperti pusat evakuasi dan bahkan dapat berfungsi sebagai tempat penampungan sementara bagi mereka yang membutuhkan. Di antara misi membantu situasi bencana, bus juga dapat digunakan untuk menjalankan acara di luar ruangan seperti konser, pesta dan lainnya.

Jepang Hadirkan Perjalanan Bus Virtual, Penumpang Rasakan Sensasi dari Tempat yang Dituju

Jepang sepertinya tak kehilangan akal untuk membuat orang-orang bisa menikmati liburan virtual di masa pandemi. Salah satunya Jepang sampai membuat liburan online dikarenakan beberapa tempat wisata dan agen perjalanan tidak melayani para pelancong secara nyata.

Baca juga: First Airlines, “Maskapai” Jepang dengan Penerbangan Virtual Reality Pertama

Bisa dikatakan ini sesuai dengan reputasi negara sebagai tempat berteknologi tinggi dengan kecenderungan untuk bersenang-senang. Yang mana salah satu perusahaan bus di Jepang yakni Kotobus Tour menawarkan perjalanan bus online lengkap dengan sabuk pengaman palsu.

Hal ini dilakukan Kotobus Tour karena tidak ingin membiarkan pelancong Jepang terhalang krisis liburan di masa pandemi. KabarPenumpang.com melansir dari laman thestar.com.my (10/8/2020), juru bicara Kotobus Tour mengatakan, bahwa penumpang di era pandemi disambut melalui Zoom oleh seorang pramugari dan pengemudi bus muda yang ramah.

Penumpang yang berada di rumah kemudian menunggu waktu keberangkatan mereka meski tidak dengan bus yang sebenarnya dan pergi ke tujuan. Walau begitu penumpang akan menikmati pemandangan indah dari rumah dengan bantuan rekaman video dari rute perjalanan yang sesungguhnya.

Bahkan di tempat tujuan, ada perwakilan pariwisata langsung yang dengan senang hati menyambut tamu dari jauh dan menjelaskan ada atraksi lokal apa saja di tempat tersebut. Tak hanya itu, karena kuliner khas adalah salah satu incaran para pelancong di setiap perjalanan ke Jepang, maka penumpang dengan perjalanan virtual ini akan menerima paket perjalanan melalui pos sebelum memulai perjalanan virtual mereka.

Salah satu yang didapat dalam paket tersebut adalah makanan khas setempat yang bisa dimakan selama perjalanan bus virtual. Selain itu, karena keselamatan penumpang masih menjadi hal yang terpenting, dalam perjalanan virtual ini, paket yang dikirim operator bus juga berisi sabuk pengaman yang terbuat dari selembar karton.

Sabuk pengaman ini di pakai oleh penumpang saat ada instruksi menggunakannya. Dalam perjalanan virtual tersebut, penumpang pun dibatasi oleh operator bus yakni maksimal hanya 15 orang. Penasaran tarif perjalanan virtual seperti ini? Harganya cukup mengocek kantong yakni 4.980 yen atau sekitar Rp696 ribu.

Perusahaan bus saat ini menawarkan tiga perjalanan online yang berbeda, menurut juru bicara itu. Untuk diketahui, operator tur mendapatkan ide tersebut setelah tidak ada lagi perjalanan bus yang dapat dioperasikan karena pandemi.

Baca juga: Gangchon Rail Park – Sensasi Berkeliling dengan Sepeda Rel dan Virtual Reality

Karena perjalanan bus online telah diterima dengan baik, perusahaan sekarang mempertimbangkan untuk terus menawarkannya bahkan setelah pandemi berakhir. Tapi bagi Anda yang tidak mau mengocek kantong terlalu dalam dan ingin menikmati perjalanan instan dari rumah, ada banyak rekaman perjalanan kota dan pedesaan yang tersedia secara online.

Jepang saja ada, bagaimana ya kalau ini di adakan di Indonesia?

Bandara Seattle-Tacoma Kerahkan Robot Pembersih Lantai dan Teknologi Canggih Lawan Corona

Bandara Internasional Seattle-Tacoma, Washington, Amerika Serikat (AS) terus berbenah dalam mencegah penyebaran virus corona di bandara. Terbaru, bandara yang melayani 51,8 juta penumpang di tahun 2019 ini mengerahkan enam robot pembersih lantai berteknologi artificial intelligence (AI).

Baca juga: Bandara Internasional Gerald R. Ford Kerahkan Robot Berteknologi UV Guna Singkirkan Corona

Dalam prosesnya, robot-robot pembersih lantai berteknologi AI di Bandara Seattle-Tacoma ini dibekali dengan peta digital dan juga kamera. Tak hanya itu, sistem kemudian akan mengatur robot agar membersihkan lantai bandara dengan lebih efisien dan efektif dibanding manusia tanpa mengganggu pelanggan.

Selain robot pembersih berteknologi AI, sebagai bagian dari program FlyHealthy@SEA untuk memastikan kesehatan penumpang, bandara tersebut juga mengerahkan berbagai peralatan berteknologi canggih lainnya, seperti restroom stall lights (sejenis lampu di bagian atas masing-masing toilet untuk menandakan apakah siap digunakan atau tidak), penyemprot disinfektan elektrostatis, sistem pembersihan handrail eskalator, hingga robot otonom berteknologi ultraviolet germicidal irradiation (UVC).

“Fasilitas kebersihan diperlukan untuk menjamin kesehatan. Pembersihan yang ditingkatkan berarti kami melipatgandakan kenyamanan penumpang, membawa disinfektan kelas medis dan berinvestasi dalam teknologi pembersihan baru,” kata Managing Director Bandara Seattle-Tacoma, Tac Lance Lyttle, seperti dikutip dari geekwire.com.

Program FlyHealthy di Bandara Internasional Seattle-Tacoma itu juga mencakup prosedur ketat protokol kesehatan sejak pertama kali masuk ke area bandara, termasuk di pos pemeriksaan keamanan, serta mendisfeksi berbagai tempat yang berpotensi menjadi sumber penularan virus corona, tempat sampah, mangkuk, konveyor, pagar, bangku, meja, dan permukaan lainnya yang kerap disentuh banyak orang.

Bandara yang terletak di antara kota Seattle dan Tacoma ini juga telah menyediakan sekitar 2.343 instalasi pencucian tangan, 1.444 kontainer tisu anti bakteri, dan 270 paper towel dispensers tanpa sentuh di toilet bandara.

Baca juga: Bantu Petugas dan Penumpang, Bandara Changi Operasikan 47 Unit Robot

Meskipun terlihat sudah sempurna dalam menjamin kesehatan penumpang dari ancaman virus corona, bandara yang dikelola oleh Port of Seattle itu masih belum puas. Dalam waktu dekat, bandara akan mengujicoba sistem baru berteknologi tinggi yang mampu membunuh patogen berukuran kecil, termasuk Covid-19, di udara. Sistem yang disebut HVAC ini diklaim mampu menghilangkan hingga 90 persen patogen berukuran kecil.

Cara kerjanya cukup mudah dan ada kemiripan dengan cara kerja filter HEPA. Mula-mula, patogen dihisap dan disaring oleh sebuah perangkat penyaringan dari perusahaan bio teknologi CASPR. Patogen-patogen tersebut kemudian dibenturkan dengan ion positif dalam jumlah banyak dan otomatis akan membunuh patogen berbahaya dalam beberapa saat.