Insiden Penembakan Korean Air 007 Ingatkan Dunia pada ADIZ, Apa Itu?

Tepat pada hari ini, 1 September 37 tahun yang lalu, insiden penembakan Korean Air dengan nomor penerbangan KE007 terjadi. Insiden penembakan yang menewaskan 269 orang (termasuk awak dan penumpang) disebut terjadi akibat Boeing 747-200 Korean Air 007 tak patuh pada Air Defense Identification Zone (ADIZ) yang diadopsi Uni Soviet.

Baca juga: Mengenang Korean Air 007, Korban Perang Dingin Soviet-AS yang Dirudal Gegara Insiden “Mata-mata”

Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), ADIZ merupakan zona bagi keperluan identifikasi dalam sistem pertahanan udara suatu negara, dimana zona tersebut pada umumnya terbentang mulai dari wilayah teritorial negara yang bersangkutan hingga mencapai ruang udara di atas laut lepas yang berbatasan dengan negara tersebut.

Penerapan ADIZ oleh suatu negara tidak dimaksudkan untuk memperluas kedaulatan negara pemilik ADIZ tersebut, namun lebih pada kepentingan pertahanan udara bagi negara pengadopsi.

Dikutip dari Indomiliter.com, jangkauan zona ADIZ bervariasi, tergantung doktrin pertahanan dan supermasi sipil suatu negara; tepatnya antara puluhan hingga ratusan kilometer terhitung mulai dari batas terluar wilayah kedaulatan – sejauh ini tidak ada standar baku.

Sebuah dokumen Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) keluaran 16 Juli 1993 tentang Laporan Investigasi dan Temuan Fakta, menyebut baik pesawat sipil (civilian aircraft) maupun militer (state aircraft), harus mendapat clearance atau membuat rencana penerbangan seperti waktu, posisi, dan ketinggian terlebih dahulu sebelum masuk ke zona ADIZ.

Konsekuensi bagi pelanggar, disebutkan pesawat akan menjadi sasaran intersepsi Komando Pertahanan Udara sebuah negara. Namun, tak ada redaksi yang menyebut lebih dari itu, seperti yang dilakukan Uni Soviet dalam insiden penembakan Korean Air 007 di Pulau Sakhalin.

Dalam sebuah paper berjudul Air Defence Identification Zone (ADIZ) in International Law Perspective, sebagaimana dimuat jurnal researchgate.net, disebutkan ADIZ pertama kali digunakan oleh Amerika Serikat (AS) pada tahun 1950, disusul oleh Kanada pada tahun 1951 (CADIZ).

Kala itu, penerapan ADIZ oleh kedua negara tersebut dimaksudkan sebagai upaya pencegahan serangan nuklir oleh pesawat musuh, khususnya dari Uni Soviet sebagai poros utama pembentuk era perang dingin bersama AS.

Akan tetapi, seiring perkembangan teknologi, dimana rudal bisa ditembakkan dari jarak jauh, ADIZ berubah menjadi tameng dari modus intelijen memata-matai aktivitas militer sebuah negara. Dalam prosesnya, ADIZ beberapa kali menjadi dasar terjadinya perseteruan antara negara pengadopsi ADIZ dengan pesawat lain, baik sipil maupun militer.

Baca juga: Perang Dunia 3 Nyaris Pecah! Begini Kesaksian Pilot Jet Tempur Uni Soviet Pada Tragedi KAL 007

Dalam sebuah kajian International Aviation Law oleh Jeffrey D. Laveson yang dimuat core.ac.uk, ADIZ tercatat pernah membuat Perancis dan Uni Soviet bersitegang lantaran pesawat yang ditumpangi Leonid Brezhnev, mantan Presiden Uni Soviet, dicegat jet tempur Perancis dalam perjalanan ke Maroko. Tak disebutkan dengan jelas kapan insiden ini terjadi. Yang pasti, hal itu membuat tensi politik Perancis-Soviet meningkat. Namun, disebutkan, Soviet bersikukuh kalau Brenzhev terbang di wilayah internasional.

Lain halnya dengan insiden penembakan KAL 007. Menurut Jeffrey, KAL 007 cukup jelas terbukti telah memasuki zona teritorial yang tunduk pada yurisdiksi eksklusif negara. Sejatinya, hukum internasional tak berlaku dan berganti dengan penerapan hukum negara, dalam hal ini Soviet.

Mengenang Korean Air 007, Korban Perang Dingin Soviet-AS yang Dirudal Gegara Insiden “Mata-mata”

Tepat pada hari ini, Kamis, 1 September 1983, pesawat Boeing 747-200 Korean Airlines dengan nomor penerbangan 007 (flight 007), jatuh dirudal oleh jet tempur Uni Soviet akibat dikira pesawat mata-mata. Dugaan tersebut tentu sangat berdasar mengingat tensi geopolitik kala itu, antara Uni Soviet-Amerika Serikat (AS) tengah meruncing dalam balutan perang dingin.

Baca juga: Insiden Penembakan Korean Air 007 Ingatkan Dunia pada ADIZ, Apa Itu?

Insiden bermula pada Rabu, 31 Agustus 1983. Saat itu, penerbangan Korean Airlines (KAL) 007 rute New York-Seoul singgah di Bandara Anchorage, Alaska, untuk mengisi bahan bakar. Pukul 04.00, pesawat kembali melanjutkan perjalanan.

Dalam perjalanan, seharusnya rute yang ditempuh (intended path) KAL 007 melewati ruang udara internasional di atas samudera pasifik dan melintasi Jepang sebelum masuk ke Korea Selatan. Namun, entah apa yang merasuki pilot, rute rill (actual path) pesawat KAL 007 melenceng jauh 322 km ke arah Barat dan masuk ke Semenanjung Kamchatka, berlanjut ke Laut Okhotsk, sebelum tiba di atas langit Pulau Sakhalin, seperti pada gambar di bawah ini.

Rute KAL 007. Foto: CNN

Sejengkal setelah masuk ke langit Semenanjung Kamchatka, Uni Soviet, radar menangkap pergerakan pesawat dan otoritas langsung mengirim jet tempur Sukhoi Su-15 dari pangkalan angkatan laut Soviet di Petropavlovsk di Semenanjung Kamchatka. Ketika (jet tempur) hendak menyusul, anehnya, Korean Airlines flight 007 sempat balik ke ruang udara internasional. Belum sempat kembali ke pangkalan, KAL 007 terdeteksi kembali masuk ke wilayah Soviet dan seketika Sukhoi Su-15 mengambil posisi membuntuti pesawat.

Saat itu, seperti dikutip dari britannica.com, pilot jet tempur mengaku berhasil mengidentifikasi objek sebagai pesawat sipil -bukan pesawat mata-mata- melalui lampu navigasi dan strobe yang berkedip. Di CNN, Kolonel Gennadi Osipovich, salah satu pilot jet tempur yang membuntuti, juga mengaku melihat jelas bahwa pesawat tersebut adalah pesawat sipil.

Selanjutnya, KAL 007 melakukan kontak dengan ATC Jepang dan diizinkan untuk menambah ketinggian. Sebelum menambah ketinggian, pesawat sempat melambat. Di sinilah drama mulai terjadi. Dua -sumber lain mengatakan tiga- jet tempur Soviet menganggap pesawat mengelak dan melaporkan hal itu ke pangkalan militer.

Kecurigaan Soviet semakin menjadi karena KAL KE007 masuk wilayah Soviet tak lama setelah pesawat pengintai RC-135 AS melakukan hal serupa. Terlebih, wilayah yang disusupi tersebut zona militer strategis terbatas Uni Soviet.

Menurut Alexander Dallin, seorang sejarawan Amerika-Uni Soviet, di tempat ini (zona militer terbatas di sekitar Semenanjung Kamchatka) terdapat sembilan kapal selam bertenaga nuklir Soviet termasuk 29 rudal yang dibawa kapal selam. Terlebih, saat itu, kapal disebut berencana untuk melakukan uji coba rudal, tentu semakin menambah sensitivitas.

Sebelum perintah menembak jatuh datang, pilot jet tempur Soviet sempat memberi sinyal dalam kode internasional kalau mereka sudah melanggar wilayah Soviet. Namun, pilot tidak menggubris. Jet tempur kemudian mengirim rudal sebagai peringatan. Tak kunjung mendapat respon, jet akhirnya melepas dua rudal seiring datangnya perintah.

Sebelum ditembak, KAL KE007 sebetulnya sudah tidak berada dalam wilayah Soviet. Namun, karena dinilai sudah mendapat informasi sangat penting, insiden penembakan KAL 007 tak bisa dihindari. Pasca dirudal, pesawat diketahui masih bertahan 90 detik hingga 12 menit sebelum jatuh ke Laut Jepang sekitar 30 mil (48 km) dari Pulau Sakhalin.

Baca juga: Perang Dunia 3 Nyaris Pecah! Begini Kesaksian Pilot Jet Tempur Uni Soviet Pada Tragedi KAL 007

Insiden penembakan Boeing 747 Queen of the Skies Korean Airlines dengan nomor penerbangan 007 (flight 007) tersebut akhirnya mendapat respon tegas dari internasional, melalui komando AS. Sebab, insden yang menewaskan 269 orang (termasuk awak dan penumpang) tersebut merupakan kedua kalinya, setelah yang pertama terjadi pada tahun 1978 hingga menyebabkan dua orang tewas.

Pada tahun 1992, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) melakukan penyelidikan setelah Soviet mau membuka akses ke kotak hitam (black box). Hasil penyelidikan yang dirilis setahun kemudian, menyebut mode “heading” pada fitur autopilot jadi penyebab mengapa pesawat bisa melenceng jauh ke Soviet. Entah karena pilot gagal mengubah pengaturan atau pesawat sudah kadung keluar jalur ketika Inertial Navigation System (INS) diaktifkan, ICAO tak dapat menyimpulkan dengan pasti.

Yuk Kenali “Ganasnya” Laut Dengan Level Sea State

Mungkin beberapa dari Anda ada yang pernah mendengar kata sea state. Sesuai dengan morfologinya, kata ini tentu akan berhubungan dengan sesuatu yang ada di lautan. Jika diartikan, sea state merupakan ukuran yang lazim digunakan untuk mengukur “keganasan” laut pada suatu waktu tertentu.

Ukuran keganasan laut tersebut diperoleh berdasarkan pengalaman, utamanya oleh para pelaut yang telah terbiasa berlayar di lautan lepas. Maka tidak heran, jika sea state kerap kali dijadikan tolak ukur kemampuan operasi rancang bangun kapal permukaan secara global.

Baca Juga: Mengenal Inflatable Liferaft, Sosok Tabung Berwarna Putih di Geladak Kapal

Untuk menghasilkan ukuran tersebut, ada beberapa faktor yang mempengaruhi sea state level ini, diantaranya adalah kekuatan angin dan gelombang. Sea state sendiri memiliki beberapa tingkatan, dimana setiap tingkatan memiliki deskripsi dan ukurannya masing-masing. Ini artinya, setiap saat sea state level bisa terus berubah, tergantung dari faktor-faktor pendukungnya tadi. Begitu pula halnya dengan gelombang laut yang gerakannya tidak berpola akan sangat menentukan sea state level tersebut.

Ada beberapa acuan yang digunakan untuk mengukur sea state level, salah satunya adalah Beaufort Wind Force Scale, yaitu ukuran empiris yang menghubungkan kecepatan angin dengan kondisi yang diamati di laut. Nama ini diambil dari salah seorang perwira Angkatan Laut Kerajaan Irlandia yang bernama Francis Beaufort pada abad ke-19. Diketahui, Francis jugalah yang merancang perhitungan ini. Perwira laut kala itu melakukan observasi cuaca tanpa skala standard an sangatlah subjektif. Hadirnya Skala Beaufort membantu standarisasi pengamatan ini.

Skala Beaufort. Sumber: metservice.com

Walaupun Beaufort Wind Force Scale ini telah mengalami beberapa kali penyesuaian, namun skala ini masih digunakan setelah 200 tahun sejak pertama kali disahkan. Walaupun di beberapa negara menganggap ada 17 tingkatan di dalam skala Beaufort, tapi World Meteorological Organization hanya mengakui 13 kelas saja. Sea state terkecil dalam skala Beaufort adalah kondisi dimana angin laut berkecepatan kurang dari 1 knot dengan ketinggian ombak 0 (nol) meter. Sedangkan sea state level tertinggi di skala Beaufort adalah skala 12, dimana kecepatan angin melebihi 64 knots (118 km per jam), dengan ketinggian gelombang di atas 14 meter.

Skala Douglas. Sumber: metservice.com

Jika dalam skala Beaufort memasukkan unsur kecepatan angin untuk mengukur sea state level, lain halnya dengan Douglas Sea Scale. Perhitungan yang dikembangkan pada tahun 1920-an oleh Captain H. P. Douglas ini bertujuan untuk mengukur keganasan laut. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari metservice.com, World Meteorological Organization dan MetService menggunakan skala Douglas untuk menentukan keadaan di laut.

Baca Juga: Yang Harus Diingat dari Asuransi Penumpang

Skala Douglas sendiri memiliki 10 tingkatan, dimana tingkatan pertama tidak memiliki ketinggian ombak sama sekali alias 0 meter dan dideskripsikan sebagai perairan yang tenang. Sedangkan tingkatan tertinggi di skala Douglas memiliki ketinggian ombak hingga lebih dari 14 meter. Perlu diketahui, setiap kapal memiliki resistensi tersendiri dalam mengarungi lautan. Itu berarti, ketika kapal tersebut berlayar melebihi batas sea state level yang sudah ditetapkan ketika diproduksi, maka kapal tersebut berada dalam kondisi bahaya.

Mengenal “Big Bunny,” Pesawat DC-9 Mewah Peninggalan Boss Playboy

Hugh Hefner (91 tahun), sang pendiri majalah Playboy yang fenomenal telah meninggal dunia pada Rabu (27/9) waktu setempat di kediamannya The Playboy Mansion, Los Angeles, Amerika Serikat. Ibrata pepatah, “Muda Berfoya-foya, Tua Kaya Raya..,” Hefner meninggal dengan sejumlah cerita tentang kemewahan, gaya hidup jetset dan tentunya wanita-wanita cantik. Namun diantara sisi kemewahan Sang Legenda dunia hiburan ini, Ia memiliki pesawat pribadi yang super mewah, bahkan boleh jadi lebih mewah ketimbang pesawat Kepresidenan RI.

KabarPenumpang.com merangkum dari thedrive.com (28/9/2017), sebagai sosok kaya raya, di dekade 60-an Hefner telah memiliki jet narrow body Douglas DC-9 produksi McDonnell Douglas yang pada saat itu bisa dikatakan tipe pesawat jet komersial yang relatif baru. Bagi Hefner, DC-9 dipandang lebih ekonomis, handal dan yang terpenting memiliki desain seksi, seperti ada pintu di ekor pesawat, dimana ciri ini tidak terdapat pada Boeing 737.

Baca juga: DC-9 Garuda Indonesia, Andalan Penerbangan Jet Domestik Era 80-an

Merujuk ke catatan sejarah, Hefner pada 27 Januari 1969 membeli DC-9-32 langsung dari pabriknya dengan harga US$5,5 miliar dan ini bukan harga yang murah pada tahun itu. Pesawat jet ini memiliki nomor registrasi N950PB dengan interior dalamnya yang dirombak semua sebelum digunakan.

Saat itu, mungkin para pemilik jet pribadi memilih memasangkan sofa beludru dan konsol audio di dalamnya. Justru ini berbeda dengan jet Playboy memiliki desain Skandinavia yang futuristik dengan mempengaruhi interior dengan tampak seperti sesuatu di luar Space Oddyssey 2001 dengan sedikit Barbarella di dalamnya.

Body pesawat jet DC-9 ini di cat berwarna hitam dan livery sticker lambang Playboy di bagian ekor pesawatnya berwarna putih dan terpampang jelas. Dalam pesawat jet ini sendiri, ada sebuah teater, beberapa lounge, kamar mandi lengkap dengan shower dan yang jelas ada tempat tidur besar berbentuk bulat untuk playboy kelas atas.

Hefner, sepanjang hidupnya melakukan sebagian besar urusannya di atas tempat tidur dan tempat tidurnya ini bukan hanya untuk berpesta melainkan juga untuk menjadi kantor. Seprai tempat tidur terbuat dari sutera dengan berlapis manik-manik opium Tasmania.

Baca juga: Sukses di C Series, Bombardier Hadirkan Fitur Connected Cabin di Armada Berikutnya

Disamping tempat tidur semua tombol dan konektivitas yang mengatur pesawat tersebut berada dalam satu konsol melengkung di sepanjang sisi ranjang delapan kaki tersebut persis dibawah jendela. Jika dilihat seperti markas kapten kapal di Starship Enterprise.

Tak ayal bila dilihat dari luar pesawat milik bos Playboy ini seperti pada umumnya, tetapi saat berada di dalam mungkin Anda yang hidup di tahun 1969 akan merasakan masa depan seperti di tahun milenial sekarang ini. Sebab bukan hanya tempat tidur, di pesawat ini terpasang sound sistem surround delapan jalur, beberapa televisi, dua proyektor film dan sistem video yang berteknologi canggih di tahun 1969.

Lampu yang berada dalam pesawat juga di penuhi dengan tampilan seperti dalam club disko. Ada kehebatan lain yang terlihat pada jendela dimana bisa meredup dan menghitam dengan sebuah tombol.

Kerennya lagi DC-9 bisa menerima sebuah komunikasi eksklusif yang memungkinkan tuan Playboy dan tamunya bertelepon ria sambil menembus angkasa melewati stratosfer. Big Bunny adalah sebutan untuk DC-9 ini dan memiliki awak kabin khusus yang dijuluki Jet Bunnies, dimana penampilan dan kemampuan mereka dibutuhkan dalaam pelayanan awak kabin di pesawat.

Awak kabin wanita yang bertugas dalam Big Bunny di tarik dari klub milik Hefner yang berada di Los Angeles dan Chicago, kemudian dikirim untuk latihan bersama Continental Airlines. Continental Airlines menjadi salah satu sekolah untuk awak kabin yang terkenal.

Pakaian awak kabin Big Bunny dirancang oleh perancang busana Walter Holmes dengan gaun mini kulit, sepatu boots hitam, syal aviator putih dengan tambahan bando telinga kelinci putih serta ekor untuk acara khusus. Pengecatan warna DC-9 dengan warna hitam sebelumnya sudah mendapat persetujuan khusus dari Federation Aviation Administration (FAA) sebelum menjadi seperti yang Anda lihat sekarang.

Bisa dikatakan pesawat milik Hefner ini sangat menonjol dibanding milik yang lain dengan tambahan lampu sorot ekstra terang untuk menyalakan kelinci Playboy d bagian ekor. “Saya menyukai kenyamanan jet. Itu benar-benar sebuah apartemen apung dengan kamar tidur, ruang tamu, ruang makan dan area disko di belakang. Saya meminjamkannya ke Elvis Presley untuk terbang ke konser dan saya memberikannya kepada Yul Brynner. Ketika ada yang bertanya kepada saya apakah saya pernah ketinggalan pesawat, saya menjawab, ‘hanya saat saya terbang” ujar Hefner kala itu.

Jet Playboy ini sering di kunjungi orang terkenal pada masanya dan sering di sewa untuk perjalanan tur internasional hingga persiapan pesta mewah untuk menyambut tamu luar negeri. Ternyata bukan hanya untuk bersenang-senang, pesawat jet ini juga pernah mengangkut Operation Babylift ke New York untuk diterima keluarga angkatnya dari Vietnam yang saat itu perang menuju .

Big Bunny sendiri juga pernah mengangkut gorila bernama Baltimore Jack ke seluruh Amerika Serikat untuk bertemu pasangan potensial. Sayangnya tahun 1975, pesawat jet ini di jual ke Venezuela Airlines dan tahun 2004 akhirnya pensiun. Saat ini Big Bunny telah menjadi alaat pendidikan yang disumbangkan ke kota Cadereyta di Meksiko.

Boeing 737 Generasi Pertama vs Seri Klasik, Apa Perbedaannya?

Sukar dipungkiri bahwa penerbangan domestik dan internasional di seluruh dunia umumnya menggunakan pesawat narrow body. Jawaranya, siapa lagi kalau bukan Boeing 737. Selain tanpa pesaing, kehadiran Boeing 737 -yang notabene merupakan pengembangan versi murah dari Boeing 707 dan Boeing 727- dengan kapasitas dan jarak yang lebih rendah, dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan maskapai.

Baca juga: Tarung Keluarga Boeing 737 vs Keluarga Airbus A320, Siapa yang Akan Menang?

Boeing pertama kali masuk ke layanan pada 28 Desember 1967. Kala itu, generasi pertama 737-100 tersebut dioperasikan Lufthansa, disusul oleh United Airlines pada keesokan harinya menggunakan seri yang lebih panjang, 737-200. Adapun seri klasik 737-300 dan -400 pertama kali terbang mulai Februari 1984, diikuti seri klasik berikutnya Boeing 737-500.

Ditelisik dari jumlah penjualan, tentu Boeing 737 generasi pertama jauh lebih unggul. Sebab, saat itu, belum ada pesaing yang sepadan. Adapun seri klasik mulai mendapat tantangan berat dari Airbus yang lahir beberapa tahun selang seri klasik 737-300 dan -400 lahir. Namun, bila dilihat dari berbagai sudut, antara keduanya mempunyai keunggulan masing-masing. Dilansir dari Simple Flying, berikut perbedaan generasi pertama Boeing 737 dengan seri klasik.

1. Dimensi

Bentang sayap antar keduanya sedikit berbeda. Generasi pertama memiliki panjang sayap 28,34 meter, sedikit lebih pendek dibandingkan dengan seri klasik dengan 28,93 meter. Seri klasik, yang lahir belakangan juga memiliki panjang di atas generasi pertama. Varian Boeing 737 -200 yang notabene memiliki panjang 30,53 meter, lebih panjang dari varian -100, masih berada di bawah -500 yang menjadi varian terpendek dengan 31 meter lebih.

2. Kapasitas

Muatan penumpang masih dimenangkan oleh seri klasik. Lagi-lagi, karena lahir lebih akhir ketimbang generasi pertama 737, tentu banyak pengembangan dan penyesuaian kebutuhan penerbangan yang kian lama kian berkembang.

Seri klasik, Boeing 737-500, -300, dan -400 masing-masing berkapasitas 132, 149, dan 168, atau 35 persen lebih banyak muatan ketimbang generasi pertama yang hanya mengangkut rata-rata 124 penumpang dengan konfigurasi full ekonomi.

Baca juga: Masih Bingung Bedakan Boeing 737 dan Airbus A320? Simak Ini

3. Performa

Sama seperti dimensi dan kapasitas, seri klasik juga jauh lebih unggul dari segi performa. Generasi pertama Boeing 737 menggunakan mesin Pratt & Whitney JT8D dan JT8D-7, dengan jangkauan terbang mencapai 2.778 kilometer dan 2.222 kilometer untuk varian -200.

Sedangkan seri klasik, seluruhnya memiliki peningkatan mesin sekitar 47 persen dibanding generasi pertama, dengan yang terendah dari varian -500 mencapai 2.592 kilometer.

Dari berbagai penjelasan di atas, jelas seri klasik jauh lebih unggul. Namun, dengan berbagai peningkatan, seri klasik tak memiliki kemampuan mendarat di landasan pacu tak beraspal, sebagaimana Boeing 737 generasi pertama.

Teknologi Pendeteksi Mood, Yakin Akurat?

Alat pendeteksi wajah saat ini sudah mulai tersebar di berbagai belahan dunia. Bahkan sudah diuji coba untuk menggantikan paspor di beberapa bandara internasional. Namun bagaimana bila ada alat pendeteksi mood melalui ekspresi seseorang??

Baca juga: Metro Beijing Hadirkan Kamera yang Mampu Identifikasi Penumpang Tanpa Masker

Sepertinya hal ini akan menjadi menarik dan bisa digunakan untuk mengecek ekspresi mikro seseorang yang tidak terlalu kentara dengan jelas meski tetap mengekspresikan emosi seseorang. Sebab mengecek mood seseorang ketika tersenyum saat bahagia, mengernyit saat marah, mengerutkan alis saat bingung atau marah lebih mudah terlihat.

KabarPenumpang.com melansir dari laman ubergizmo.com (19/8/2020), di Inggris, tampaknya pihak kepolisian tertarik untuk menguji sistem pengenalan wajah yang ternyata memiliki kemampuan untuk mendeteksi suasana hati orang dengan memindai wajah mereka. Sayangnya belum jelas cara kerja sistem ini sendiri.

Tetapi perlu dicatat bahwa ada beberapa yang mengklaim bahwa teknologi ini benar-benar beerfungsi. Tahun 2019, lembaga penelitian AI Now telah meminta regulator untuk melarang teknologi tersebut. Halini dikarenakan teknologi tersebut dibuat dengan fondasi yang belum kokoh atau bisa dikatakan masih goyah.

Salah seorang pendiri AI Now, Profesor Kate Crawford mengatakan, pada saat teknologi ini diluncurkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tidak ada bukti substansial di mana orang-orang memiliki hubungan yang konsisten antara emosi yang seseorang rasakan dan penampilannya.

“Meskipun kami melihat peningkatan dalam penggunaan pengenalan wajah, terutama untuk tujuan keamanan, tampaknya ada banyak hal tentang teknologi yang belum kami kerjakan,” ujar Kate.

Dia menambahkan, ada beberapa contoh di masa lalu, di mana sistem seperti ini sebenarnya menyebabkan penangkapan yang salah. Bahkan beberapa kota di Amerika Serikat juga kini telah melarang penggunaannya di ruang publik.

Baca juga: Gegara Pandemi, Teknologi dan Layanan Penerbangan ini Harus Diadopsi Lebih Cepat

Tak hanya itu NYPD juga mengumumkan bahwa mereka akan menilai ulang penggunaan teknologi pendeteksi mood tersebut. Nah, kalau ini sudah di pastikan dan tersebar di seluruh dunia berarti setiap orang bisa terlihat moodnya hanya melalui sebuah alat pendeteksi ini.

Bandara Changi Hadirkan Kampanye Belanja Online

Dari pada belanja langsung ke toko, sepertinya di masa pandemi ini orang-orang akan memilih berbelanja dari online. Sehingga bisa dikatakan, pandemi Covid-19 membuat orang benar-benar tidak pergi keluar hanya untuk berbelanja selain lebih mudah, ini juga membuat lebih nyaman dan menjauhkan penularan Covid-19.

Baca juga: Penumpang Bandara Changi Gunakan Kostum Hazmat dan Tidak ada Jarak Sosial

Adanya hal ini, Bandara Internasional Changi di Singapura telah meluncurkan kampanye belanja online pertamanya. Kampanye ini akan berjalan selama tujuh minggu dari sekarang hingga 11 Oktober mendatang. Dilansir KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (24/8/2020), kampanye ini akan menampilkan penawaran mingguan untuk hampir sembilan ribu produk yang terserap pajak dan bea.

Produk-produk yang ditampilkan adalah barang elektronik, kecantikan, wine hingga minuman beralkohol. Ketika pembeli melakukan pembelanjaan, mereka mengharapkan voucher, hadiah dan penawaran dalam berbagai bentuk tergantung pada jumlah penukaran terbatas serta syarat dan ketentuan lainnya.

Misalnya, pembeli bisa mendapatkan diskon hingga 60 persen untuk produk tertentu pada hari Kamis. Kampanye ini juga melibatkan sesi streaming langsung yang akan menampilkan tokoh-tokoh seperti saluran YouTube Night Owl Cinematics ‘Aiken Chia dan Sylvia Chan, dan portal gaya hidup Xenia Tan dan Fauzi Aziz dari portal gaya hidup TheSmartLocal.

Mereka akan mengambil bagian dalam tantangan langsung sambil meninjau penawaran produk minggu ini selama setiap sesi 40 menit yang diadakan pada pukul 10 malam pada hari Kamis. Selebriti seperti aktris Joanne Peh juga akan muncul untuk berbagi tips tentang perawatan kulit dan perawatan kecantikan mereka.

Untuk mencari produk yang diinginkan, pelancong bisa melihat di situs web iShopChangi. Kampanye Bandara Changi dilakukan di tengah lingkungan ritel yang lesu yang mendorong banyak pengecer untuk beralih ke online. Penjualan ritel pada bulan Juni turun, meskipun lebih lambat dari pada dua bulan sebelumnya, menurut data dari Departemen Statistik pada 5 Agustus.

Pengambilan di kasir turun 27,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, setelah mencatat rekor 52 persen pada Mei dan 40,3 persen pada April. Di tengah iklim yang suram, lebih banyak pengecer, termasuk yang tradisional, melibatkan pembeli secara online. Pada bulan Juni, department store BHG Singapura meluncurkan toko e-commerce yang pertama dalam 26 tahun sejarahnya.

Lebih dari 170 merek rumahan dan internasional dipasarkan secara online, dengan penawaran yang mencakup kosmetik, produk rumah tangga dan kehidupan, elektronik, peralatan dapur, dan mainan. Sementara itu, Robinsons dan Marks & Spencer, yang memiliki situs web mereka sendiri, ditayangkan dengan tambahan etalase di platform e-commerce Lazada pada bulan April.

Baca juga: 80 Persen Toko F&B dan Outlet Ritel Kembali Dibuka di Bandara Changi

Pembeli dapat menelusuri produk yang diautentikasi dari berbagai macam merek toko melalui etalase LazMall. Great Singapore Sale tahunan, yang disebut-sebut sebagai acara ritel terbesar di Singapura, juga akan menjadi acara virtual tahun ini untuk pertama kalinya sejak dimulai 26 tahun lalu.

Viral di TikTok, Pramugari Kasih Tips Aman Tidur di Hotel

Pramugari kerap kali harus menghabiskan banyak malam di hotel tempat mereka mendarat di tujuan penerbangan maskapai. Biasanya mereka beristirahat di hotel sebelum kembali ke penerbangan selanjutnya. Karena hal tersebut, seorang pramugari kini menjadi viral karena videonya di TikTok.

Baca juga: Sterilkan Kamar Hotel dari Virus Corona, Tips dari Pramugari ini Layak Ditiru

Kat Kamalani, pramugari yang viral tersebut membuat video tentang cara aman di hotel. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman buzzfeed.com (27/8/2020), judul video Kat di TikTok yakni “Kiat Saat Menginap di Hotel dari Pramugari.” Dalam video tersebut Kat benar-benar menunjukkan seperti apa saat menginap aman di hotel.

Pertama ada tindakan pencegahan kemanan seperti tidak mengucapkan dengan keras nomor kamar Anda ketika di lobby atau lorong. Kemudian sebelum masuk kamar lihat sekeliling apakah ada orang yang mengikuti dari belakang atau tidak.

“Kalau-kalau ada orang disekitar dan tidak ingin mereka tahu Anda menginap tak perlu menyebut nomor kamar dengan suara keras. Pastikan juga di belakang tidak ada orang saat masuk kamar,” ujar Kat.

Dia menyebutkan, periksa juga apakah ada orang di dalam kamar. Cek belakang tirai, bawah tempat tidur atau tempat lainnya. Kat menjelaskan bila ada pengait atau gerendel pintu, maka Anda harus selalu menggunakannya ketika berada di dalam kamar. Tak hanya itu, Kat kemudian melanjutkan ke topik lainnya seperti ke kutu busuk.

Dalam hal kutu busuk, Kat merekomendasikan untuk memeriksa tempat tidur Anda secara menyeluruh. Bahkan dia menyuruh untuk melepas seprai dan memeriksa jahitan sudut kasur di mana serangga kecil suka bersembunyi. Sedangkan selimut, dan batal dekoratif dikatakan Kat untuk membuangnya ke samping segera setelah Anda masuk ke kamar.

“Mereka tidak pernah mencucinya,” kata dia.

Untuk menjaga tempat tidur Anda bersih, Kat mengatakan untuk menjauhkan barang bawaan dari situ. Dia menegaskan jangan pernah meletakkan tas di tempat tidur karena sudah melalui bandara dan itu menjijikkan. Jika ruangan tidak memiliki kulkas, Kat menyarankan untuk menggunakan ember es agar bahan makanan Anda tetap dingin dalam keadaan darurat.

“Jika Anda tidak memiliki lemari es, taruh makanan Anda dalam ember es, dan begitulah,” tambahnya.

Sejak dia mengunggah videonya ke TikTok awal bulan ini, itu menjadi sangat viral. Video tersebut telah mengumpulkan lebih dari 5,7 juta tampilan dan lebih dari satu juta suka hanya dalam beberapa minggu.

Baca juga: Ini Dia! Tips Cantik ala Pramugari

“Saya benar-benar ingin membantu audiens saya lebih aman, lebih bersih, dan lebih nyaman saat menginap di kamar hotel. Jadi saya memutuskan untuk membuat video tersebut. Saya terkejut melihat begitu banyak orang tidak melakukan semua ini. Saya bersyukur bisa membantu orang lain dan menyukai reaksi semua orang. Sangat menyenangkan melihat komentar semua orang,” kata Kat.

Dorong Warga Pakai Masker, Jerman Larang Penggunaan Deodoran di Transportasi Umum

Para pakar menilai masker berperan penting mencegah penularan virus corona. Oleh karenanya, pemerintah di seluruh dunia mendorong warganya untuk menggunakan masker; tak terkecuali Jerman. Di Negeri Bavaria, mengenakan masker memang sudah menjadi kebiasaan, namun, mengenakan masker dengan benar masih menjadi hal tabu.

Baca juga: Gegara Corona, Transportasi Umum di Israel Hanya Melayani Rute ke Kantor Pemerintahan

Tak mau hal itu terus berlanjut, Jerman berencana melarang penggunaan deodoran di transportasi umum. Hal itu dinilai menjadi senjata ampuh dalam upaya melawan penyebaran virus corona, dalam hal ini memaksa warga mengenakan masker dengan benar sampai menutupi hidung, bukan di bawahnya. Bau tak sedap yang dihasilkan dinilai akan membuat warga terpaksa menutup hidung dengan masker untuk mengurangi efek bau yang mau tak mau dihirup.

Pasalnya, selama ini, ancaman kesehatan yang digaungkan pemerintah tak kunjung menggerakkan warga untuk mengenakan masker dengan benar, seperti diberitakan Autoevolution.

“Mengingat begitu banyak orang yang berpikir bahwa mereka bisa memakai masker di bawah hidung, maka kami akan semakin ketat. Jadi, sekarang apakah masih ingin menunjukkan hidungmu?” tulis perusahaan transportasi umum di Jerman, BVG, melalui Twitter.

Rencana tersebut pun mendapat respon luar biasa dari publik Jerman. Seperti biasa, netizen terbelah, ada yang pro dan kontra. Bagi mereka yang pro, umumnya menyoroti tujuan dari pemerintah itu sendiri, yakni dalam upaya mendorong warga mengenakan masker dengan benar.

Bagi mereka yang kontra, umumnya menyoroti cara pemerintah untuk mencapai tujuan tersebut. Menurut salah satu netizen, tidak menggunakan deodoran justru sama buruknya dengan mengenakan masker di bawah hidung. Sebab, hal itu (larangan menggunakan deodoran) dapat membuat bakteri berkembang dengan cepat.

Bagi mereka yang mengambil posisi tengah, tidak pro ataupun kontra, solusi lain jadi fokus utama. Salah satu netizen, seperti dilihat di Twitter BVG @BVG_Kampagne, menyoroti pentingnya ventilasi di ruang publik, termasuk di transportasi umum.

Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Corona, Pembatasan Transportasi Publik Dilakukan Banyak Negara

Hal itu lebih relevan ketimbang mengeluarkan kebijakan larangan penggunaan deodoran ataupun memaksa wagra mengenakan masker dengan benar sampai menutup hidung. Sebab, hal itu bisa saja membuat sebagian warga tak nyaman. Terlebih di ruangan kedap seperti di kereta bawah tanah.

Terlepas dari kebijakan larangan menggunakan deodoran untuk memaksa warga mengenakan masker dengan benar, sebetulnya, warga Jerman lama dikenal malas mandi. Tak ada penjelasan ilmiah terkait hal itu, namun, sebagian netizen menilai bahwa budaya kerja menjadi alasannya. Mandi, termasuk menikah, hanya akan menghabiskan waktu. Sebagian lagi menilai, Jerman memiliki iklim yang sejuk, bahkan di musim panas, sehingga tak terlalu membuat warga berkeringat layaknya di negera-negara tropis.

Penuhi Kebutuhan Hidup, Dua Pilot Indonesia Alih Profesi Jadi Pedagang Mie Ayam dan Kopi Keliling

Maskapai penerbangan menjadi salah satu sektor yang terkena imbas paling besar di masa pandemi Covid-19 ini. Bahkan ini membuat pilot, awak kabin dan staf darat maskapai harus di rumahkan sementara dengan tak digaji atau benar-benar diberhentikan dari pekerjaan mereka. Di beberapa negara, banyak pilot yang kemudian alih profesi selama masa pandemi dan menjadikan profesi itu sebagai yang utama sebelum mereka kembali mengudara.

Baca juga: Demi Hidup di Masa Pandemi, Pilot Thai Airways Jadi Pengemudi Ojek Online

Nah, di Indonesia apakah ada pilot-pilot yang alih profesi? Ternyata di Indonesia ada pilot yang beralih profesi, baik pedagang mie ayam ataupun penjual kopi. Penasaran kisahnya? Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, seorang pilot bernama Megah Putra Perkasa menjadi salah satu pilot yang terkena imbas Covid-19.

Dia dirumahkan sejak bulan April lalu karena tidak ada penerbangan. Megah sempat tertekan dengan keadaan dan memutar otaknya untuk menghidupi keluarga di mana empat anaknya masih memerlukan biaya untuk sekolah. Awalnya Megah membantu sang istri berjualan baju online, tetapi hasilnya belum cukup untuk memenuhi kehidupan keluarganya.

Kemudian tak sengaja dirinya melihat status temannya sesama pilot menjual ikan laut keliling menggunakan boks. Akhirnya dia mencoba usaha dari hobi memasak dan mencoba berjualan mie ayam.

“Jadi awalnya saya coba jual via online, mulai dari Instagram, ada juga WhatsApp, kebetulan ada grup-grup kantor dan juga pengajian-pengajian di masjid sekitar rumah,” ujarnya yang dikutip dari kompas.com.

Kemudian Megah bertemu dengan pemilik foodcourt Majelis di Ruko Granada Square BSD Tangerang Selatan. Dia ditawarkan untuk membuka lapak dagangannya meski modal gerobak dan perlengkapan lainnya belum ada hingga akhirnya ada yang membantu.

Lapak dagangannya dibuka sejak 24 Juli lalu dengan menu mie ayam dan mie yamin yang dilengkapi dengan beberapa topping. Meski begitu,Megah mengaku ada hikmah di masa pandemi yakni lebih dekat dengan keluarga karena bisa bertemu setiap hari.

Megah juga masih aktif di dunia penerbangan dengan izin terbang 14 hari dalam sebulan sesuai dengan surat keterangan bebas Covid-19. Selain Megah, seorang pilot asal Papua, Denny Jigiblaom juga terkena dampak pandemi. Namun bedanya, Denny terkena imbas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh maskapai Trigana Air Service.

Demi mempertahankan hidup, pilot yang satu ini memutuskan berjualan kopi keliling di alun-alun kota Wamena. Kopi yang ditawarkannya memiliki sejumlah varian rasa dari Kopi Tyom yang dikelola Denny. DJ, sapaan putera asal Papua ini, mulai berjualan kopi keliling mulai puku 16.00 hingga 20.00 WIT.

Baca juga: Waduh, Pilot Ryanair Operasikan Pesawat Sambil Mainin “Ayam-ayaman”

Dia menjajakan kopi khas Pegunungan Tengah Papua dengan mengendarai mobil Landcruiser antik miliknya. Sebelum berjualan ternyata Denny sudah mulai menekuni usaha kopi sejak 1995. Denny diketahui, merupakan pilot yang menerbangkan pesawat berbadan kecil jenis Twinn Otter selama sepuluh tahun.