Mobil Otonom May Mobility Mengular dengan Proteksi Anti Covid-19

Delapan angkutan tanpa pengemudi atau otonom dari May Mobility akan mulai melanjutkan layanan reguler mereka pada 31 Agustus 2020. Mobil otonom ini akan diluncurkan kembali di Grand Rapids dengan dilengkapi perawatan sinar ultraviolet rutin, penambahan partisi untuk memisahkan kursi penumpang dengan pengemudi, larutan desinfektan dan foggers.

Baca juga: California Hadirkan AutoX, Mobil Otonom Pengantar Barang Pesanan

“Saya sangat bangga dengan tim May Mobility yang bekerja sama dengan mitra kami untuk menemukan kombinasi yang tepat dari teknologi pembersihan untuk mendapatkan kembali layanan angkutan di Grand Rapids. Ini adalah contoh sempurna tentang betapa gesit dan inovatifnya kita dapat menjadi sebuah perusahaan,” kata Edwin Olson pendiri dan CEO May Mobility dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan, program antar jemput di Grand Rapids sendiri menunjukkan misi perusahaan mereka dalam memberikan opsi transportasi aman dan efisien yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas kota. Dilansir KabarPenumpang.com dari mlive.com (24/8/2020), perusahaan yang berbasis di Ann Arbor, Michigan ini merupakan mitra utama yang menangguhkan layanannya pada 16 Maret 2020 kemarin untuk mencegah penumpang tertular Covid-19 selama perjalanan.

Mobil otonom ini akan mulai beroperasi di layanan reguler dari jam 07.00 pagi sampai 19.00 waktu setempat dari Senin sampai Jumat. Selain itu, rute DASH West kota juga akan mulai dilanjutkan kembali.

Rute DASH West memiliki panjang 3,2 mil atau 51 km dan akan membawa penumpang mengelilingi pusat kota. Mobil otonom May Mobility tersebut memiliki perhentian lebih dari sepuluh yakni David D Hunting YMCA, Sekolah Tinggi Seni dan Desain Kendall, Museum Anak-Anak Grand Rapids, Area Van Andel dan Pasar Jembatan Jalan. Layanan mobil otonom ini tidak menarik ongkos dan memiliki kecepatan 25 mph atau 40 km per jam.

“Kami senang mengembalikan (Grand Rapids Autonomous Vehicle Initiative) ke jalan dengan cara yang aman dan responsif. Pilot (Grand Rapids Autonomous Vehicle Initiative) terus menjadi pilihan inovatif dan populer bagi para pelancong sambil memajukan teknologi kendaraan otonom di Grand Rapids,” kata Josh Naramore, direktur Departemen Layanan Parkir dan Mobil Seluler Kota.

Kedelapan angkutan otonom sekarang akan menampilkan partisi antara penumpang dan petugas, yang kadang-kadang akan mengambil alih kendali manual kendaraan untuk meningkatkan perjalanan. Partisi mengurangi tempat duduk penumpang dari lima menjadi empat. Penumpang juga tidak bisa lagi berkendara dengan orang asing dan harus naik sendiri atau bersama anggota keluarga atau rombongan mereka.

Dalam perjalanan dengan mobil otonom ini, petugas dan seluruh penumpang diharuskan memakai masker. Selain langkah-langkah jarak sosial, May Mobility juga menerapkan filter AC dan langkah-langkah desinfeksi untuk membunuh patogen Covid-19 yang tersisa di antara perjalanan.

Di antara setiap perjalanan, para pejabat mengatakan mereka akan menggunakan perawatan sinar ultraviolet C. GHSP, perusahaan yang berbasis di Belanda yang membuat produk tersebut, mengklaim pengobatan lima menit dengan grenlite akan “menonaktifkan” hingga 99,9 persen kuman dan patogen, termasuk virus corona manusia, menurut May Mobility.

Baca juga: Optimus Ride, Kendaraan Self-Driving untuk Pengiriman Makanan dan Barang

Staf juga akan membersihkan seluruh interior mobil otonom setiap hari dan menggunakan fogger kering disinfektan untuk menjangkau celah dan area yang tidak dapat disemprotkan, lampu UV, dan tisu basah. Sistem fogger kering adalah produk dari Halosil International. May Mobility telah memasang filter udara MERV 13 di kedua zona AC zona ganda angkutan. Filter ini dapat dengan mudah diganti secara teratur, kata para pejabat.

“Di Michigan, ketahanan dan inovasi ada dalam DNA kami, dan itu tidak pernah lebih jelas daripada selama pandemi global ini,” Trevor Pawl, kepala petugas mobilitas untuk Negara Bagian Michigan.

 

 

Rugi Rp104 Triliun, Rolls Royce PHK 9 Ribu Karyawan dan Jual Enam Pabrik

Raksasa otomotif asal Inggris, Rolls Royce, melaporkan mengalami kerugian besar mencapai £5,4 miliar pound atau Rp104 triliun lebih (kurs 19.320) selama enam bulan terakhir. Harga dari kerugian tersebut, sebanyak 9 ribu karyawan, termasuk penutupan sebanyak dua pabrikan dan asset lainnya, dari semula 11 menjadi enam.

Baca juga: Produksi Pesawat Supersonic Setara Concorde, Virgin Galactic Gandeng Rolls Royce Hingga NASA

BBC Internasional melaporkan, PHK dan penjualan asset perusahaan ialah bagian dari program efisiensi selain mencari tambahan dana segar sebesar £2 miliar atau sekitar Rp38 triliun lebih (kurs 19.320) untuk memperkuat likuiditas perusahaan selama beberapa bulan ke depan.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Rolls Royce berkata, “Mengingat ketidakpastian yang sedang berlangsung di sektor penerbangan sipil, kami terus menilai opsi tambahan (menjual asset) untuk memperkuat neraca kami untuk memungkinkan kami keluar dari berbagai kesulitan akibat pandemi corona untuk memanfaatkan peluang jangka panjang di pasar global.”

Rolls Royce selama ini dikenal sebagai merek mobil mewah yang juga memasok mesin pesawat Boeing 787 dan Airbus A350. Khusus untuk pesawat, perusahaan yang sebelumnya memiliki karyawan sebanyak 50 ribu di seluruh dunia itu mendapatkan uang bukan dari hasil penjualan mesin, melainkan dari biaya penggunaannya. Dengan anjloknya penerbangan di seluruh dunia, praktis, pendapatan perusahaan juga ikut melorot.

Tahun ini, perusahaan awalnya menargetkan pengiriman sekitar 500 mesin jet baru ke maskapai. Setelah corona menerjang, jumlah tersebut direvisi menjadi kurang dari setengahnya.

Bak jatuh tertimpa tangga, kerugian akibat turunnya jumlah penerbangan dan pengiriman mesin juga diikuti dengan masalah yang timbul pada mesin XWB-84. Mesin Airbus A350 XWB itu belum lama ini dikabarkan mengalami keretakan setelah melalui perjalanan panjang mencapai 14 juta kilometer atau setara dengan 350 kali keliling dunia.

Pasca temuan itu, pabrikan asal Inggris tersebut mau tak mau harus menginspeksi seluruh mesin Rolls-Royce XWB-84 di fasilitas perawatan mereka, terutama bagi pesawat-pesawat dengan masa tugas serupa atau sekitar empat sampai lima tahun, sebagai bentuk pencegahan. Selama masa inspeksi tersebut, mesin Rolls-Royce XWB-84 akan disorot khususnya pada bagian bilah mesin di Kompresor Tekanan Menengah.

Baca juga: Setelah Lalui Jarak Setara 350 Keliling Dunia, Mesin Rolls-Royce Airbus A350 XWB Alami Keretakan

Di samping itu, ruang bakar di dalam mesin juga tak lepas dari sorotan. Sebab, ruang bakar di dalam mesin merupakan bagian mesin yang paling berat bebannya. Ruang bakar harus tahan setidaknya suhu 2 ribu derajat Celcius selama berjam-jam, khususnya pada saat take off dan landing, dimana pesawat mengeluarkan tenaga maksimal. Jika sedikit saja terjadi kesalahan, mesin akan mati total.

Praktis, dengan masalah mesin XWB-84, berbagai biaya untuk merecall dan mereparasi mesin makin memperberat keuangan perusahaan. Di samping itu, mesin yang seharusnya menghasilkan uang seiring penggunaan pada pesawat di seluruh dunia, justru malah membuat perusahaan merogoh kocek lebih dalam.

Demi Kejar Pesawat, Ibu Ini Nekat Kemudikan Minibus Paradep dari Siantar ke Bandara Kualanamu

Seorang ibu di Sumatera Utara menjadi viral karena aksi nekatnya mengemudikan minibus yang tengah mengangkut penumpang. Hal tersebut dilakukan karena memikirkan penumpang lain yang akan berangkat dari Bandara Kualanamu dan waktunya cukup mepet jika harus menunggu.

Baca juga: Nekat Naik ke Kereta yang Melintas, Pria Ini ‘Berputar-Putar’ Pasrah di Peron

Ibu ini bernama Novita Metty Purba yang naik Paradep (angkutan terkenal di Pematang Siantar) menuju ke Bandara Kualanamu. Dia menceritakannya di laman Facebook miliknya tentang aksi nekat mengemudikan minibus Paradep dari Tebing Tinggi menuju Kualanamu.

Dalam ceritanya di laman Facebook, Novita mengatakan, dia berencana ke Bandara Kualanamu dengan Paradep yang berangkat dari loket pukul 04.00 pagi. Namun setelah tiba di loket, dirinya masih menunggu dan hingga pukul setengah lima belum berangkat.

Novita menjelaskan pukul 05.10 semua penumpang disuruh naik, tapi setelah 15 menit belum ada tanda-tanda minibus akan jalan. Sembari menunggu, dirinya mendengar seorang penumpang tengah berduka dan hendak ke Jakarta karena bapaknya meninggal sampai turun kembali ke loket dan marah-marah.

Penumpang yang marah-marah tersebut mengatakan, pesawatnya berangkat pukul 08.00 pagi dan mengancam akan menuntut Paradep jika tiketnya hangus. Kemudian akhirnya minibus tersebut berangkat pukul 05.20 pagi.

Minibus tersebut tiba di Tebing Tinggi pukul 06.10 dan ada seorang penumpang yang hendak naik tetapi semua kursi penumpang terisi penuh. Penumpang lain pun bingung dan si supir langsung mengatakan ada penumpang gelap dan meminta tiket semuanya.

“Mana tiket katanya, ada penumpang gelap ini karena dari Siantar kursi harusnya kosong satu, ada penumpang naik di Tebing satu,” kata supir tersebut.

Novita menuliskan lagi, bahwa gadis tersebut ribut karena ingin naik juga dan merasa dirinya benar. Dia mengatakan, agar gadis itu naik dan duduk di koper.

“Dek, naik aja, duduk di koper yang penting nyampe Kualanamu,” ujar Novita.

Namun, gadis itu tidak mau dan marah-marah sedangkan penumpang yang akan ke Jakarta sudah menangis dan mengatakan mereka terlambat dan tiket pun hangus. Hingga akhirnya seorang bapak turun dan bilang ke ke supir untuk berangkat dan gadis itu biar di urus oleh loket.

Supir tak mau dan si gadis marah-marah bahkan mengancam tidak boleh ditinggalkan. Karena hal tersebut, Novita turun dan meminta supir untuk berangkat, namun supir tersebut mengaku membutuhkan waktu untuk membereskan masalah tersebut.

Karena kesal, Novita kemudian mengancam dirinya yang akan mengemudikan minibus tersebut. Dalam akun Facebooknya, Novita mengataka, supir menantangnya untuk membawa minibus dengan suara membentak.

Mengetahui mesin menyala, Novita naik ke kursi pengemudi dan mengendarainya menuju ke Kualanamu.

“Dari spion kulihat supirnya ngejar2, haaahaaaa……..nakal juga daku ya???” tulisnya di Facebook yang dikutip KabarPenumpang.com, Jumat (28/8/2020).

Tindakannya yang nekat tersebut membuat semua penumpang tepuk tangan dan tertawa. Bahkan beberapa ada yang bertanya apakah dirinya tidak takut karena mengemudikan minibus tersebut dan bagaimana dengan kendaraan itu.

Novita mengatakan, setelah tiba di Kualanamu, minibus akan diparkir dan kuncinya akan diberikan ke loket Paradep di bandara. Aksi nekatnya tersebut membuat bus tiba di Kualanamu pukul 07.25 dan semua penumpang diturunkan di terminal keberangkatan. Setelah check in, Novita turun untuk menyerahkan kunci ke loket Paradep sembari memberi tahu apa yang terjadi.

Baca juga: Akibat Kelelahan, Pengemudi Taksi Tidur, Penumpang Mengemudi Sendiri!

“Mereka semua bengong,” tulis Novita.

Ternyata, hal nekat ini bukan pertama kali dilakukan dirinya, karena dirinya beberapa kali menggantikan supir angkutan yang dia naiki baik karena mengantuk atau mabuk.

Dipenjara dan Bayar Denda, Inilah Buah Aksi Kriminal Pengemudi Grab Kepada Tiga Penumpang Wanita

Seorang pengemudi Grab diganjar hukuman penjara tiga bulan dua minggu dan harus membayar denda S$8000 pada Senin (24/8/2020). Pengemudi tersebut harus merasakan dinginnya penjara karena mengancam penumpang dan memiliki obat yang mengandung nimetazepam.

Baca juga: Di Singapura, Private Hire Car Bila Beroperasi Dianggap Ilegal dan Kena Denda $10 Ribu

KabarPenumpang.com melansir channelnewsasia.com (24/8/2020), sebelumnya pengemudi Grab bernama Nigel Lim Guan Yu ini mengangkut tiga penumpang pada hari yang sama dan berkeliling tanpa tujuan sebelum berhenti di tempat parkir mobil, jalan buntu dan mencoba mendekati penumpangnya. Korban yang pertama seorang wanita berusia 22 tahun yang dijemputnya di Bedok Utara menuju ke flat di Pasir Rais.

Ketika wanita tersebut meminta Lim berbelok ke kanan saat mendekati blok, pengemudi nakal ini mengabaikan dan berbelok ke kiri dan mengemudi ke tempat parkir bertingkat. Wanita ini terus menyuruh Lim berhenti agar dirinya bisa turun. Tetapi Lim terus melaju ke atas dan menabrak pilar kemudian turun untuk mengecek mobilnya.

Wanita itu kaget dan tak terluka serta mengambil kesempatan untuk kabur. Lim saat itu berteriak dan memintanya untuk membayar taksinya. Setelah itu, Lim mencari korban kedua, seorang konsultan kecantikan berusia sekitar 20 tahun di Pair Rais. Wanita itu akan pergi ke Paya Lebar Square, tetapi bukannya pergi, Lim justru berputar di tempat parkir.

Lim memberitahu bahwa dirinya harus mengumpulkan barang dan meminta wanita itu pindah ke depan. Lim kemudian mengemudikan kendaraan tanpa tujuan sebelum berhenti ditempat parkir mobil lain. Wanita tersebut meminta Lim membatalkan perjalanan dan mencoba turun tetapi Lim menarik tangan ketika dia membuka pintu dan kabur tanpa cedera.

Kedua wanita ini segera melapor ke polisi dan trauma sehingga berhenti menggunakan ride hailing Grab selama dua minggu serta harus ditemani selama bepergian. Kemudian di hari yang sama, Lim mengangkut gadis muda dari Pasir Rais menuju komples renang Yio Chu Kang. Bukannya pergi ke tujuan, Lim lagi-lagi membawa gadis 17 tahun tersebut ke tempat lain dan memberhentikannya di jalan buntu.

Karena hal tersebut, gadis muda itu melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi. Bisa dikatakan, ketiganya melaporkan dihari yang sama. Karena hal itu, Lim ditangkap keesokan harinya, ketika digeledah rumahnya, pihak kepolisian menemukan tablet yang mengandung nimetazepam, obat yang dikendalikan Kelas C yang juga dikenal sebagai Erimin-5.

Untuk diketahui, jaksa penuntut yang meminta hukuman tersebut mengatakan, bahwa ride hailing Grab telah menjadi moda transportasi yang di hampir seluruh penjuru Singapura dan penumpang berhak untuk mengharapkan keselamatan tertinggi dari pengemudi Grab.

“Perilaku terdakwa telah memicu keprihatinan publik tentang kesopanan dan standar pengemudi persewaan pribadi dan ‘hukuman pencegah … diperlukan dan tepat untuk meredakan keresahan publik dan kegelisahan yang ditimbulkan oleh kejahatan semacam itu’,” katanya.

Meskipun tidak ada kerusakan fisik yang ditimbulkan, korban kedua mengalami trauma dan mengalami “luka psikologis yang signifikan”. Korban pertama dan ketiga “terjebak” di dalam mobil Lim “untuk jangka waktu yang lama dan tidak realistis bagi mereka untuk melarikan diri dari kendaraan yang bergerak”.

Lim juga mengabaikan tujuan yang dimaksudkan oleh para korban ini, membawa mereka ke tempat-tempat terpencil dan membuat komentar yang mengancam perempuan muda dan rentan, katanya. Lim, yang tidak diwakili, meminta keringanan hukuman dan mengatakan dia menyesal dan merasa sangat menyesal atas perbuatannya.

Untuk setiap tuduhan menggunakan perilaku mengancam, Lim bisa didenda hingga S$5000. Karena menggunakan kekuatan kriminal, dia bisa dipenjara hingga tiga bulan, denda hingga S$1500, atau keduanya. Karena memiliki obat yang dilarang, dia bisa dipenjara hingga sepuluh tahun, denda hingga S$20 ribu, atau keduanya. Seorang juru bicara Grab mengatakan pihaknya telah menerapkan fitur keselamatan yang dapat diaktifkan penumpang saat dibutuhkan. Ini termasuk fungsi yang disebut Bagikan Perjalanan Saya, Laporkan Masalah Keamanan, dan Minta Bantuan Darurat.

Baca juga: GrabPet Hadir Untuk Angkut Hewan Piaraan di Singapura

“Penumpang dapat berbagi detail perjalanan dengan kontak mereka, mengirimkan laporan tentang perilaku mengemudi yang tidak aman atau insiden keselamatan serius dan meminta layanan polisi atau ambulans.

ANA Uji Coba Operasikan Pintu Toilet Pesawat Pakai Siku, Begini Caranya

Berbagai inovasi untuk mengurangi penyebaran virus corona di pesawat terus dilakukan maskapai. Survei membuktikan, 70 persen responden (penumpang) mengaku khawatir akan potensi penyebaran virus corona di toilet. Untuk itu, belum lama ini, maskapai Jepang, All Nippon Airways (ANA) dikabarkan tengah mengujicoba penggunaan toilet di pesawat dengan siku.

Baca juga: Cegah Penularan Corona, Japan Airlines Luncurkan Touchless Check-in di Bandara Haneda

Sebelum diterpakan di pesawat, terlebih dahulu dilakukan uji coba di toilet Bandara Internasional Haneda, Tokyo, Jepang. Berbagai masukan dari para penumpang kemudian dicatat dan dianalisis. Setelah melalui proses penilaian panjang terhadap berbagai masukan tersebut, apabila berhasil, maka ANA akan menerapkannya di setiap penerbangan.

Dikutip dari travelandleisure.com, elbow doorknob atau siku gagang pintu dirancang oleh perusahaan interior pesawat, Jamco. Cara mengoperasikannya cukup mudah, pengguna cukup mendorong siku ke gagang tambahan untuk menutup pintu toilet. Jika dirasa sudah rapat, siku dari tangan yang sama atau tangan lainnya tinggal mendorong gagang atau handle tambahan ke arah kanan untuk mengunci pintu.

Cara membukanya lebih mudah lagi. Penumpang cukup mengembalikan gagang tambahan ke arah semula untuk membuka kunci dan menarik gagang pintu tambahan di sebelah kiri dengan siku agar pintu terbuka.

Menariknya, pintu toilet bagian luar juga terdapat tanda berupa tulisan “occupied” sebagai pertanda kalau toilet sedang digunakan. Tanda tersebut bakal muncul di bagian luar pintu ketika mode kunci dalam posisi on. Ketika posisi kunci berada pada mode off, tanda “occupied” di bagian luar pintu otomatis akan berubah menjadi “vacent” atau kosong.

Desain toilet tanpa sentuh atau dengan menggunakan siku tersebut dinilai paling efektif dan efisien untuk digunakan di masa pandemi. Sebelum memilih desain itu, ANA sempat terpikir untuk menggunakan desain lainnya berbasis kaki.

Belakangan, desain pengoperasian benda berbasis kaki memang kerap dijumpai di berbagai tempat, seperti mengoperasikan lift, instalasi pencucian tangan, dan lainnya. Namun, khusus untuk di pesawat, ANA enggan melakukannya karena dinilai membahayakan penumpang, terutama saat terjadi turbulensi. Penumpang dianggap bisa kehilangan keseimbangan ketika membuka, mengunci, membuka kunci, dan membuka pintu toilet dengan kaki.

Selain inovasi toilet elbow doorknob Jamco, perusahaan interior pesawat lainnya di dunia juga melakukan melakukan berbagai inovasi. Haeco Americas, selama di masa pandemi ini telah melakukan berbagai inovasi di toilet, bukan hanya di bagian pintu toilet, melainkan juga di sudut-sudut lainnya. Perusahaan yang berbasis di Carolina Utara itu diketahui telah mengembangkan flush otomatis dengan kaki, serta tutup tempat sampah, sabun, dan pengering dengan sensor atau tanpa sentuh.

Baca juga: Heboh Maskapai Indonesia Diminta Tutup Fasilitas Toilet di Pesawat, Ternyata di India Sudah Duluan

Anak perusahaan Collins Aerospace, Raytheon Technologies juga mengembangkan lavatory touchless suite atau toilet tanpa sentuh. Selain itu, perusahaan tersebut menggabungkan bakteri untuk membunuh partikel-partikel yang ada di dalam toilet.

Sebetulnya, di akhir Mei lalu, berbagai maskapai di dunia sempat melakukan upaya pencegahan penularan virus corona di pesawat dengan melarang penggunaan toilet. Namun, ketika memasuki era New Normal, maskapai pun kembali membuka akses ke toilet di pesawat.

Gegara Pandemi, 1600 Pilot dan 8000 Awak Kabin Diberhentikan American Airlines Pada Oktober 2020

Sebanyak 1600 pilot dan lebih dari delapan ribu awak kabin American Airlines akan diberhentikan pada Oktober 2020. Hal ini dilakukan maskapai tersebut karena kesulitan finansial selama pandemi Covid-19 ini. Sebelum pandemi, maskapai asal Negeri Paman Sam ini mempekerjakan 27 ribu awak kabin dan 2700 diantaranya sudah keluar dari perusahaan secara permanen, sedangkan 4500 lainnya akan cuti secara sukarela pada Oktober mendatang.

Baca juga: 200 Awak Kabin Air India Kena PHK dan 50 Pilot Ditolak Pengunduran Dirinya

Tak hanya itu, dari 15 ribu pilot yang dimiliki American Airlines, 1200 diantaranya telah keluar dan 700 lainnya akan cuti sukarela pada Oktober mendatang bersama awak kabin. Wakil Presiden Senior Layanan Penerbangan American Airlines Jill Surdek mengatakan melalui email, pandemi Covid-19 telah menghantam industri penerbangan sangat keras dan situasi ekonomi yang diakibatkan lebih buruk daripada yang bisa dibayangkan.

“Permintaan pelanggan kembali untuk terbang jauh lebih lambat daripada yang kami perkirakan. Akibatnya, perusahaan terpaksa mengurangi jadwal penerbangan lebih lanjut,” tambah Sudrek yang dikutip KabarPenumpang.com dari local10.com (25/8/2020).

Dalam email yang ditulisnya, Sudrek menjelaskan, orang-orang yang melakukan perjalanan lebih sedikit dan jadwal perjalanan pada musim gugur perusahaan turun lebih dari 50 persen dibandingkan tahun lalu. “Jadwal yang lebih rendah ini telah meningkatkan kelebihan 14.000 pramugari,” tulis Sudrek.

Seorang awak kabin American Airlines, Jaime Amaya dari Miami yang tengah cuti mengatakan, senioritas akan membantu mempertahankan pekerjaannya saat ini. Dia mengatakan, ini seharusnya tidak mengejutkan, tetapi sejujurnya ini mengejutkan.

“Saya tidak tahu tentang hari esok, karena sekarang ini seperti, apa yang akan saya lakukan, apakah ini benar-benar terjadi,” kata Amaya.

Baca juga: Sambut New Normal, Qantas Malah Grounded 100 Pesawat dan PHK 6 Ribu Karyawan! 11 Ribu Lainnya Nyusul

Untuk diketahui, maskapai asal Amerika Serikat ini telah mempekerjakan lebih dari 13 ribu pekerja pada awal Januari di Bandara Internasional Miami. Di bandara ini, maskapai tersebut mengoperasikan lebih dari 340 penerbangan setiap hari ke hampir 130 tujuan termasuk layanan ke lebih dari 80 kota di seluruh Amerika Latin dan Karibia.

 

 

 

Mengenal “Gouverneur Generaal Loudon,” Kapal Penantang Tsunami Krakatau yang Kandas Ditelan Laut Flores

Dalam sebuah tulisan sejarawan ternama dunia, Symons, yang dimuat blog scientificamerican.com, dikisahkan, saat Gunung Krakatau meletus selama dua hari pada Minggu-Senin, 26-26 Agustus 1883, hanya ada tiga kapal yang tengah berlayar antara Jawa dan Sumatera (Selat Sunda). Satu kapal milik angkatan laut Jerman, dan dua kapal lainnya berbendera Belanda, De Radarstoomboot Barouw dan Gouverneur Generaal Loudon.

Baca juga: Hari Ini, 137 Tahun Lalu, Letusan Gunung Krakatau Berkekuatan 13 Ribu Kali Bom Hiroshima Terjadi

Kapal-kapal tersebut punya kisah heroik masing-masing dalam menghadapi tsunami setinggi 30 meter efek dari reruntuhan Gunung Krakatau pasca meletus hebat. Di antara ketiga kapal itu, kapal uap Gouverneur Generaal Loudon mungkin jadi yang paling menarik dibahas.

Dikutip dari clydeships.co.uk, kapal tersebut tercatat keluaran tahun 1875 oleh perusahaan galangan kapal asal Greenock, Skotlandia, Caird & Company dan baru dirilis secara resmi pada 18 September di tahun yang sama. Kapal yang mampu memuat hingga 1,436 ton ini pertama kali dioperasikan oleh perusahaan kapal uap Hindia Belanda, Nederlandsch Indische Stoomboot Maatschappij.

Nama kapal Gouverneur Generaal Loudon diambil disandarkan pada nama seorang politikus Belanda sekaligus Gubernur Hindia Belanda (1872-1875), James Loudon. Sampai di sini, sedikit ada beberapa pendapat, terkait penamaan. Ada yang menyebut kapal tersebut baru dinamakan Gouverneur Generaal Loudon setelah selamat dari terjaman tsunami di Selat Sunda dan sebaliknya, ada yang menyebut kapal sudah dinamai seperti itu sejak pertama kali diserahkan ke perusahaan kapal uap Belanda.

Cerita kapal Loudon menantang tsunami setinggi 30 meter dimulai saat kapal bergerak sekitar pukul 1 siang menuju Pelabuhan Anyer. Tak disebutkan dengan jelas dari mana kapal berangkat, namun, besar kemungkinan kapal berangkat dari Pelabuhan Sunda Kelapa di Batavia.

Sekitar pukul 2 siang, Minggu, 26 Agustus 1883, terjadi letusan pertama Gunung Krakatau. Saat itu, abu vulkanik tampak jelas terlihat di atas Gunung Krakatau dan air laut mengalami pasang surut tak beraturan. Tak lama kemudian, dalam tulisan karya David Bressan, yang diunggah blog scientificamerican.com, langit sekeliling Anyer dan sekitar menjadi gelap.

Kapal dengan panjang 78 meter, lebar sembilan meter lebih, dan kedalaman palka mencapai lebih dari lima meter ini akhirnya bergegas menuju Telukbetung, Sumatera, 45 menit kemudian. Dalam perjalanan ke sana, kapal ditemani oleh hujan abu vulkanik yang lama kelamaan memenuhi geladak dan seisi kapal. Berkat kerjasama penumpang dan kru, abu vulkanik berhasil dibersihkan. Di Telukbetung, kapal bersandar cukup lama sampai pagi hari.

Di pagi hari, letusan kembali terjadi dan langit makin gelap. Kapal bergegas menuju Anyer untuk melaporkan apa yang terjadi. Dalam perjalanan itulah kapal diterjang tsunami setinggi 30 meter. Beruntung, di bawah komando Kapten T. H. Lindemann, kapal berhasil melewati tsunami dengan selamat.

Baca juga: Kapten Lindemann – Sang ‘Penantang’ Gelombang Tsunami Gunung Krakatau 1883

Saat itu, ajal kapal beserta kru dan penumpang (yang tak diketahu secara persis berapa totalnya) sudah cukup dekat, mengingat kapal sudah hampir terbalik dan hujan abu vulkanik memenuhi seisi kapal. Celakanya, kru dan penumpang tak bisa membersihkan kapal, mengingat mereka sedang disibukkan untuk menghadapi tsunami. Kru berada di ruang kemudi bersama kapten dan penumpang berada di palka kapal untuk menjaga kesimbangan.

Selanjutnya, kapal uap Loudon terus beroperasi sebagai angkutan kargo hingga tahun 1898. Di tahun tersebut, kapal Loudon dikabarkan terdampar di Laut Flores, tepatnya di sebelah Selatan lepas pantai Pulau Selayar. Tak diketahui secara pasti sebab hilangnya kapal. Tak hanya itu, dari data military.wikia.org, tanggal dan bulan terjadinya insiden tersebut juga tak diketahui, termasuk titik lokasi terakhir hilangnya kapal.

Pengamat Transportasi: Bila Pesepeda Masuk Jalan Tol, Faktor Keselamatan Jadi Taruhan

Baru-baru ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengusulkan jalur Tol Wiyoto Wiyono dijadikan jalur sepeda. Usul ini disampaikan Anies melalui surat kepada Kementerian PUPR. Namun apakah aman bila harus membuka jalan tol untuk jalur sepeda? Ternyata menurut Pengamat Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno, jalan Tol dibangun dan dirancang untuk kendaraan roda empat ke atas.

Baca juga: Singapura Majukan Jalur Pesepeda Selama 5 Tahun Kedepan

Djoko mengatakan, bila sepeda masuk ke jalan Tol, faktor keselamatan menjadi perhatian utama yang mana kendaraan melintas minimal dengan kecepatan 60 km per jam. Sehingga sepeda lebih baik memiliki jalur sendiri dan diterapkan di jalan non Tol.

“Sebaiknya di jalur sepeda non Tol dibenahi, diberi pembatas fisik agar keselamatan pesepeda terjamin. Ini juga agar tidak diganggu parkir di tepi jalan,” ujar Djoko yang dihubungi KabarPenumpang.com, Kamis (27/8/2020).

Dia mencontohkan, seperti jalan layang Casablanca yang mana motor dilarang melintas. Ini karena adanya kekhawatiran terpaan angin dari samping. Hal ini kemudian mendapat kesimpulan bahwa, dibandingkan menggunakan jalan Tol untuk pesepeda, ternyata lebih baik Jakarta membenahi jalur sepeda agar lebih layak. Seperti beberapa negara berikut ini sudah memiliki jalur sepeda sendiri dan tidak mengganggu jalur transportasi lainnya.

Salah satunya adalah Beijing yang sudah memiliki jalan raya khusus sepeda. Di jalan ini ada dua jalur untuk para pesepeda dan tak mengganggu pengguna moda transportasi lainnya. Bahkan di beberapa negara Eropa, jalur pesepeda pun sudah ada dan memiliki lajur baik satu arah maupun dua arah. Di Belanda, jalan raya sepeda tidak ditentukan dalam peraturan lalu lintas dan rambu lalu lintas.

Tetapi ada pedoman untuk mengembangkan jalan raya sepeda di mana kementerian Transportasi, Pekerjaan Umum dan Manajemen Air Belanda menggambarkan jalan raya sepeda sebagai jalur sepeda yang panjang tanpa penyeberangan sehingga pengendara dapat menempuh jarak yang jauh. Rute Belanda pertama dibuka tahun 2004 antara Breda dan Etten-Leur serta tahun 2017 beberapa jalan raya super sepeda dibuka di wilayah Arnhem-Nijmegen, dengan RijnWaalpad sebagai contoh terbaik dari jenis infrastruktur bersepeda baru ini.

Sedangkan di Belgia, jenis jalur sepeda tidak disebutkan dalam kode jalan dan pemerintah provinsi serta Flemish Region yang mengambil inisiatif untuk pembangunan jalan raya sepeda. Bahkan tidak ada kecepatan maksimum untuk pesepeda kecuali ditentukan lainnya.

Jalan rasa sepeda Flemish diberi nomor dan ditandai yang mana semua rute ditunjukkan dengan angka yang dimulai dengan F dari F1 ke F791. Di Denmark, kini sudah ada jaringan jalur sepeda jarak jauh dan kecepatan tinggi yang menghubungkan daerah pinggiran kota Kopenhagen dengan pusat kota.

Baca juga: Contoh Pemerintah yang Baik, Italia Berikan Subsidi untuk Pembelian Sepeda Kayuh

Mereka juga memiliki stasiun servis dengan pompa udara terletak pada interval yang teratur dan di mana rutenya harus melintasi jalan. Bahkan proyek ini juga sudah dibangun di Jerman dan negara lainnya seperti Swedia dan London.

Kapten Lindemann – Sang ‘Penantang’ Gelombang Tsunami Gunung Krakatau 1883

Letusan dahsyat Gunung Krakatau pada Minggu-Senin, 26-27 Agustus 1883 menyisakan cerita. Reruntuhan Gunung Krakatau ke lautan, yang terdiri dari puncak Gunung Berapi Perboewatan, Danan, dan Rakata, setelah empat letusan dahsyat, juga membuat tsunami dengan ketinggian 30 meter di atas permukaan laut Selat Sunda.

Baca juga: Hari Ini, 137 Tahun Lalu, Letusan Gunung Krakatau Berkekuatan 13 Ribu Kali Bom Hiroshima Terjadi

Di antara banyak kesaksian, kisah perjuangan Kapten T. H. Lindemann bersama enam orang kru di kapal Belanda, Governeur Generaal Loudon selamat dari ‘kiamat kecil’ dampak letusan dahsyat Gunung Krakatau jadi salah satu yang menarik.

Dilansir krakatoavolcanoeruption.weebly.com, pasca letusan besar pertama Gunung Krakatau pada Minggu, 26 Agustus 1883, Kapten T. H. Lindemann berniat untuk mencari tahu kondisi yang sebenarnya terjadi.

Pasalnya kala itu, sebaran informasi belum secepat sekarang ini. Sekilas, yang paling kentara ialah, langit menjadi hitam pekat tak lama setelah ledakan keras terjadi. Bahkan, dikisahkan di laman vansandick.com, tangan yang berada di depan mata sendiri saja sampai tak terlihat. Saking gelapnya. Selain itu, dari kejauhan, Gunung Krakatau juga diselimuti asap.

Rasa penasaran Kapten T. H. Lindemann semakin menjadi seiring berjalannya waktu. Makin malam, letusan terus terjadi dengan intensitas yang kian memburuk dan membuat gendang telinga warga di sekitar jarak 40 km pecah, saking kerasnya letusan. Di sekitar Gunung Krakatau, cahaya merah tampak menyelimuti langit akibat erupsi.

Keesokan harinya, Senin 27 Agustus 1883 sekitar pukul 6 pagi, Kapten T. H. Lindemann mendapati langit tak segelap kemarin, namun, matahari masih tak muncul karena diselimuti abu vulkanik. Berbagai batuan keras juga mulai menyerang rumah-rumah warga di sekitar. Tak lama, angin kencang disertai guncangan kembali terjadi. Bahkan, beberapa rumah di sekitar roboh karenanya.

Sekitar jam 7 pagi, Kapten T. H. Lindemann yang tengah berjaga-jaga di pantai di sekitaran Telok Betong (sekarang menjadi Telukbetung, Kota Bandar Lampung), dari kejauhan melihat seperti ada ombak cukup tinggi, seperti gunung air. Ombak tersebut kemudian menghantam wilayah pesisir dan diyakini mampu memusnahkan apapun yang ada. Sadar wilayahnya juga terancam, ia bersama enam kru kapal pun berlayar menggunakan kapal Governeur Generaal Loudon menuju Anjer (Anyer) di seberang pulau.

Ilustrasi kapal Belanda Governeur Generaal Loudon yang lolos dari terjangan tsunami akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883. Foto: Wikipedia

Saat dalam perjalanan itulah, tiba-tiba gelombang tsunami setinggi 30 meter akibat letusan reruntuhan Gunung Krakatau ke lautan mendekat dengan kecepatan tinggi. Dalam keadaan terdesak namun masih cukup waktu untuk berpikir, Kapten T. H. Lindemann memutuskan untuk melawan tsunami. Ia memerintahkan agar kapal berlayar mendekat ke arah datangnya tsunami, bukan menjauh.

Walaupun sempat hampir terbalik dan membuat seluruh penumpang mabuk, kapal akhirnya berhasil masuk ke dalam pusaran gelombang dan berlayar dengan kecepatan penuh di ujung gelombang yang berada di ketinggian. Saat itu, kapal sebetulnya belum benar-benar bisa dibilang selamat. Dari ketinggian sekitar 30 meter, kapal bisa saja terhempas ke perairan dengan keras dan hancur berkeping.

Beruntung, kapal berhasil kembali perairan dengan agak mulus dan berlayar menuju Anyer. Saat itu, kesaksian Kapten T. H. Lindemann bersama kru, tak ada lagi pemukiman yang mereka lihat kecuali lautan lepas.

“Kapal melaju dengan sudut tinggi melewati puncak gelombang dan menuruni sisi lainnya. Gelombang terus berlanjut menuju darat dan awak yang lumpuh menyaksikan laut dalam satu gerakan menyapu kota. Di sana, di mana beberapa detik sebelumnya telah terbentang Kota Telok Betong, tidak ada yang tersisa kecuali laut lepas,” bunyi kesaksian Kapten T. H. Lindemann.

Baca juga: Pasca Tsunami, Trafik Lintasan Ferry Merak – Bakauheni Berlangsung Aman dan Lancar

Selain Kapten T. H. Lindemann, ada juga kisah korban selamat letusan Gunung Krakatau disusul tsunami setinggi 30 meter lainnya. Istri seorang penjaga pantai, Beyerinck, dikisahkan selamat setelah mengalami luka bakar di sekujur tubuh akibat awan panas dan air yang dibawa tsunami menerjang rumah.

Awalnya, ia dan suami sempat ingin bunuh diri dengan cara memotong tangan keduanya begitu melihat ombak setinggi gunung dihadapan mereka. Alasannya, agar tak merasakan sakit mendalam akibat mati perlahan. Beruntung, pisau tak ada dan ombak lebih dahulu menghempas mereka. Sang suami tewas sedangkan istrinya selamat meskipun dalam kondisi mengenaskan.

Stres Kehilangan Pekerjaan, Seorang Pilot Diduga Bunuh Diri

Kehilangan pekerjaan bisa menjadikan seseorang gelap mata dan melakukan tindakan bodoh pada orang sekitar atau diri sendiri. Seperti yang baru-baru ini terjadi, di mana seorang pilot asal Malaysia bunuh diri akibat stres setelah kehilangan pekerjaannya dua bulan lalu.

Baca juga: Coba Bunuh Diri, Awak Kabin Lompat dari Lantai 3 Gedung Kantor Pusat Emirates

KabarPenumpang.com melansir dari laman worldofbuzz.com (6/8/2020), pilot yang berusia 35 tahun tersebut diketahui asal Serdang, Malaysia diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 12 unit kondominium di Bandar Kinrara, Puchong, Malaysia pada Senin (3/8/2020) pukul 15.00 waktu setempat. Pilot yang diketahui bernama Sanjiv Daevin tersebut meninggal akibat luka-luka.

Kepala Polisi Serdang ACP Ismadi Borhan mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan setelah menerima telepon dari saksi mata sepeluh menit setelahnya. Ismadi bersama anggota kepolisian lainnya langsung melakukan pemeriksaan di sekitar area tersebut.

“Penyelidikan awal kami menunjukkan bahwa korban jatuh dari lantai 12 kondominiumnya. Kami juga mengesampingkan setiap kecurangan dalam kematian mendadaknya,” kata Ismadi.

Dia menambahkan, menurut keterangan dari para saksi dan orang terdekatnya, korban kehilangan pekerjaan dua bulan lalu dan dalam kondisi tertekan. Ismadi mengatakan, ketidakmampuan untuk mengatasi stres menyebabkan keputusan korban untuk melompat dari gedung kondominiumnya.

“Laporan post mortem juga menunjukkan cedera yang konsisten dengan jatuh,” tambahnya.

Sanjiv sendiri sebelum diberhentikan dari pekerjaannya merupakan seorang pilot maskapai bertarif rendah regional yang berbasis di Malaysia. Dia juga pernah menjadi bagian dari band fusion lokal bernama Aseana Percussion Unit (APU).

“Atas nama Aseana Percussion Unit dan anggota keluarga kami, dengan berat hati, kami ingin menginformasikan bahwa pemain biola, kibordis dan perkusi tersayang kami, Sanjiv Daevin telah pulang pagi ini untuk bersama Tuhannya. Tolong salatlah doa Anda untuk Sanjiv dan semoga jiwanya beristirahat dalam damai surgawi. Selalu di hati kami, Sanjiv Daevin,” tulis band ini dalam laman Facebook mereka.

Baca juga: Ikuti Diet Tak Jelas dari Google, Pria Muda Tabrakkan Diri ke Kereta di Manchester

Atas insiden ini, Ismadi mengimbau masyarakat untuk menahan diri dari spekulasi yang dapat menghambat penyelidikan dan peka terhadap perasaan keluarga. Sanjiv sendiri pada 4 Agustus kemarin di kremasi di Desa Peringatan Jing An.