Pramugari Mulai Terinfeksi Virus Corona, Lantas Pilih Tetap Pakai Masker atau Tidak?

Belum lama ini, seorang pramugari Korean Air dinyatakan positif virus corona. Akibatnya, ketakutan traveler untuk datang ke Korea Selatan pun memuncak, terlihat dari ramainya netizen yang menginginkan rencananya ke Negeri Ginseng tersebut ditunda. Sementara itu, Korean Air sendiri telah membentuk sistem khusus bekerja sama dengan Centers for Disease Control and Prevention Korea (CDCK) untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Baca juga: Ahli: Penggunaan Masker yang keliru Justru Dapat Sebarkan Virus Corona

Dengan terjangkitnya pramugari Korean Air tersebut, pembahasan terkait mekanisme pencegahan terbaik bagi awak kabin (pramugari) pun kembali menarik untuk diperbincangkan.

Pasalnya, sebelum pramugarinya terjangkit virus corona atau Covid-19, maskapai memang belum mengeluarkan peraturan yang mengharuskan pramugari memakai masker selama bertugas. Padahal, penasehat medis di dunia tidak merekomendasikan para awak kabin untuk mengenakan masker selama bertugas. Bahkan, menggunakan masker justru malah dapat menjadi penyebab terinfeksi virus corona.

Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, sebelumnya, menurut penasihat medis untuk penerbangan dunia atau International Air Transport Association (IATA), David Powell, cara terbaik dalam menghindari virus corona, termasuk virus-virus berat atau ringan lainnya, dengan sering-sering mencuci tangan. Pendapat ini tentu saja sangat bertentangan dengan pengetahuan dan stigma masyarakat luas tentang penggunaan masker dan sarung tangan karet, yang notabene justru dapat melindungi mereka.

“Virus tidak dapat bertahan lama di kursi atau sandaran tangan, sehingga kontak fisik dengan orang lain memiliki risiko infeksi terbesar dalam penerbangan. Bahkan, masker dan sarung tangan melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menyebarkan virus daripada menghentikannya,” ujarnya.

Selain itu, menggunakan masker bukanlah cara yang direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk mencegah infeksi pada orang yang sehat.

“Tidak ada banyak data untuk mendukung klaim ada manfaat menggunakan masker di tempat umum,” kata Dr. Jonathan Grein, dokter penyakit menular profesional dan Direktur Rumah Sakit Epidemiologi di Pusat Medis Cedars-Sinai di Los Angeles.

Masker digunakan, lanjutnya, oleh dokter dan perawat ketika berhadapan langsung dengan orang sakit. Selain itu, mereka (dokter dan perawat) karena dua alasan utama, yakni untuk menstimulus sekresi individu yang memiliki infeksi pernapasan dan untuk melindungi petugas kesehatan yang memberikan perawatan langsung kepada pasien.

Lantas, dengan banyaknya para ahli medis di dunia yang tidak merekomendasikan pramugari untuk mengenakan masker, baik selama bertugas maupun tidak, masihkah pendapat tersebut relevan untuk menangkal serangan virus corona? Mungkin saja iya, mungkin juga tidak. Hal itu karena hingga kini belum ada keterangan lanjutan bagaimana dan dimana pramugari tersebut terinfeksi, apakah di pesawat atau di kehidupan sehari-hari, di luar jam kerja?

Meski demikian, bila langkah-langkah dari ahli kesehatan medis dunia seperti menghindari kontak dengan orang sakit, menghindari pasar hewan (hidup atau mati), pasar hewan, dan produk yang berasal dari hewan (seperti daging mentah), hingga cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik, bahkan menjaga kebersihan masker (jika memakainya) seluruhnya sudah dilakukan, mungkin satu hal ini juga patut diperhatikan.

Baca juga: Hindari Virus Corona, Penumpang ini Kenakan Helm di Kabin Pesawat!

Menurut dr. Ratna Kumalasari, Medical & Scientific Information Manager Industri Farmasi pernah berujar bahwa menjaga sistem imun tubuh tetap prima juga jadi salah satu langkah penting dalam menghindari virus corona. Menurutnya, saat sistem ketahanan tubuh (immune system) kuat, virus tidak mudah masuk ke tubuh kita, hanya saat kondisi tubuh lemah, kita mudah terinfeksi virus.

Senada dengan Ratna, Menteri Kesehatan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) juga pernah menjadi bahan perbincangan di media sosial akibat statement-nya yang menyatakan virus corona dapat ditangkal dengan terus berdoa dan menjaga imunitas tubuh.

Dampak Lanjutan Wabah Corona, Arab Saudi Larang Masuk Jamaah Umrah dari Indonesia

Dampak virus corona kembali membuat geger, setelah industri maskapai yang dibuat lunglai akibat rute dan frekuensi penerbangan yang berkurang drastis, kini dampak virus corona mungkin akan dirasakan oleh industri travel Haji/Umrah, pasalnya tanpa pemberitahuan dan sosialisasi, Pemerintah Arab Saudi melarang masuk untuk sementara jamaah Umrah dari 22 negara, yang di dalamnya termasuk Indonesia.

Baca juga: Virus Corona Bikin Singapore Airlines Turun Kelas Jadi Maskapai LCC? 

Dikutip dari Liputan6.com (27/2/2020), Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Haji Umrah Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi tidak membantah bahwa dirinya dan asosiasi lain merasa panik akan hal ini. “Awalnya dapat kabar ini, itu pukul 5 subuh waktu Indonesia, saat mau cek status umrah, tiba-tiba visa enggak keluar, dan bahkan aplikasi visa terhapus. Tentu kita panik dan ada pengumuman bahwa tiket ditunda,” ujar Syam. Mendadaknya pemberitahuan dari pihak Arab Saudi juga berdampak tidak menyenangkan bagi calon jamaah Umrah yang telah mengudara. “Ini memang baru diterapkan dan tiba-tiba sekali, tanpa sosialisasi dan tanpa memikirkan dampaknya ke tiket dan ke hotel,” imbuh Syam.

Kemungkinan uang yang sudah masuk ke kantong maskapai untuk pembelian tiket dan pihak hotel untuk tempat menginap calon jemaah selama di Arab Saudi, akan tetap mengendap di sana untuk digunakan ketika calon jemaah sudah bisa berangkat.

Dari beberapa sumber, disebutkan pesawat Garuda Indonesia yang telah tiba di Jeddah pagi ini, diminta kembali ke Indonesia tanpa menurunkan penumpang. Sejauh ini belum ada informasi tentang larangan penerbangan ke Arab Saudi. Seperti Lion Air yang melayani penerbangan Umrah menyatakan pihaknya masih mengoperasikan layanan penerbangan Umrah atau belum mengalami pembatalan. “Lion Air berkoordinasi dengan otoritas penerbangan setempat di Arab Saudi (kota tujuan) serta akan terus mengumpulkan data dan berbagai keterangan,” ujar Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air Group dalam pesan tertulis (27/2/2020).

Baca juga: Hindari Virus Corona, Penumpang ini Kenakan Helm di Kabin Pesawat!

Sebagai informasi, operasional Lion Air di Arab Saudi meliputi Madinah – Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (MED) dan Jeddah – Bandar Udara Internasional King Abdulaziz (JED).

Jadi Heboh Setelah Serangan Virus Corona, Inilah Sosok Kapal Pesiar “World Dream”

World Dream Cruise, baru-baru ini menjadi perbincangan publik karena 1814 awak kapalnya tak bisa turun dari kapal persiar tersebut sejak 9 Februari 2020 kemarin, penyebabnya karena masalah virus corona yang menginfeksi tiga penumpangnya. Bahkan kapal pesiar ini sudah melepas jangkar di perairan internasional dekat dengan Kepulauan Bintan, Indonesia dan sebanyak 188 awak kapalnya berkewarganegaraan Indonesia.

Baca juga: Jepang Karantina Kapal Pesiar Diamond Princess Gara-gara Satu Penumpang Terinveksi Virus Corona

Sebanyak 188 awak kapal berkebangsaan Indonesia ini kemudian dipindahkan ke kapal rumah sakit TNI AL, KRI dr. Soeharso 990. Para awak ini akan dilakukan pemeriksaan kesehatan dan prosedur observasi di pulau tak berpenghuni di sekitaran Kepulauan Seribu padahal awalnya yang akan dipindahkan adalah awak kapal dari Diamond Princess di Jepang.

Nah karena menjadi perbincangan publik, sebenarnya kapal pesiar World Dream ini punya siapa dan bagaimana spesifikasinya? KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, World Dream merupakan kapal pesiar terbaru dari Dream Cruise Line. Kapal pesiar ini mulai resmi berlayar dari Hong Kong dan mengarungi Laut Cina Selatan pada 17 November 2017 lalu.

Kapal ini pertama kali mengembangkan layarnya di lautan melintasi rute Hong Kong – Manila – Boracay – Ho Cgi Minh City – Nha Trang – Hong Kong selama enam hari lima malam. Ternyata uniknya kapal pesiar World Dream memiliki saudara kembar yakni Genting Dream yang mulai berlayar setahun sebelumnya yakni 2016.

Kenapa dibilang kembar? Keduanya memiliki bentuk, desain interior hingga fasilitas yang sama. Namun bedanya adalah rute perjalanan mereka. World Dream juga menghadirkan banyak kamar mewah, fasilitas eksklusif seperti dek privat untuk berjemur, kasino, gym dan beragam restoran mewah.

World Dream sendiri memiliki berat 150.695 ton dengan panjang 335 meter dan lebar 40 meter. Kapal pesiar tersebut memiliki 18 level (tingkat) yang mampu menampung hingga 3377 penumpang.

Diketahui, Dream Cruises yang mengoperasikan kapal pesiar ini telah mengambil keputusan untuk menghentikan sementara kegiatan operasional kapal pesiar World Dream dari Hong Kong sejak 9 Februari 2020 karena penyebaran virus corona di beberapa negara. Departemen Kesehatan (Depkes) Hong Kong juga mengonfirmasi bahwa sebelumnya seluruh kru dan penumpang telah melalui pemeriksaan kesehatan dan semua sampel yang diambil dinyatakan negatif virus corona.

Baca juga: Terjebak Karantina Virus Corona di Kapal Pesiar, Pasangan ini Pesan Anggur via Drone

Tak hanya itu, Depkes Hong Kong juga memberikan sertifikasi bebas virus corona untuk kapal pesiar tersebut. Sejak pelayaran terakhir pada 9 Februari 2020 hingga saat ini, seluruh kru dan penumpang tidak menunjukkan gejala-gejala dari virus corona.

President of Dream Cruises, Michael Goh menegaskan, “Perusahaan kami telah memelihara standar kebersihan dan sanitasi tertinggi bagi armada perusahaan dan berkomitmen.”

Mewahnya Airbus A380, Sampai Punya Dua Lift untuk Manjakan Penumpang

Maskapai di seluruh dunia pada umumnya memiliki kecenderungan atau ciri khas masing-masing. Hal itulah yang kemudian dijual dan menjadi senjata andalan mereka dalam menggaet pelanggan. Bahkan, bukan sekedar menggaet pelanggan, melainkan membuat mereka tidak berpindah ke lain hati. Hal itu bisa saja selama keinginan atau konsep interior pesawat didukung oleh pabrikan pesawat.

Baca juga: Lebih Elegan dan Nyaman, Qantas Rombak Interior Airbus A380 Besar-Besaran

Lazimnya, dalam mendesain pesawat, maskapai mengikuti luas dari pesawat itu sendiri. Semakin kecil pesawat, maka ruang kreasi maskapai menjadi lebih sempit. Sebaliknya, semakin besar pesawat, maka ruang kreasi maskapai untuk memanjakan pelanggannya menjadi lebih besar. Seperti pada pesawat Airbus A380, yang notabene saat ini menyandang status sebagai pesawat komersial terbesar di dunia.

Seperti dikutip KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com, Selasa, (26/2), sebagai pesawat terbear di dunia yang mampu menampung maksimal 830 penumpang dalam sekali angkut, Airbus A380 bukan hanya sekedar besar melainkan juga memiliki fasilitas ‘wah’ di dalamnya. Tak hanya canggih di ruang navigasinya, melainkan terdapat banyak fitur di dalam kabinnya yang luas.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) pada

Berbeda dengan pesawat berbadan kecil (narrow body) yang biasa dimiliki maskapai dalam negeri, Airbus A380 memiliki layout kursi yang lebih lebar dan besar dengan interior yang berbeda pula. Interior yang ada juga berbeda-beda di setiap kelasnya, bergantung pada maskapai masing-masing. Selain itu, karena A380 memiliki dua lantai, pesawat superjumbo, dengan mesin Rolls Royce dengan 4 turbin jet dengan kapasitas bahan bakar 320 ribu liter tersebut juga menyediakan fasilitas lift atau elevator. Luar biasa bukan?

Tak hanya itu, berbagai fasilitas mewah lainnya juga dijamin bakal memanjakan pelanggan, seperti Lavish Bar yang sangat mewah layaknya hotel, double bed (first class), ada pula revamped suit yang menyediakan satu buah ranjang, sofa dengan sandaran tangan dan kaki yang dijahit oleh pengrajin Italia serta fasilitas TV berukuran 23 inch.

Baca juga: Emirates Operasikan A380 dengan Rute Terpendek di Dunia, Jaraknya Setara Jakarta – Pangandaran!

Pada kelas first class disediakan pula fasilitas private suite dan shower room. Berbeda dengan lavatory pada pesawat komersil biasa, di sini penumpang bisa menggunakan shower dan berbagai macam fasilitas toilet dengan ukuran yang luas.

Satu kelas di bawahnya yakni kelas bisnis pun tak kalah mewahnya dengan first class. Tersedia recycling seat yang bisa direbahkan hingga menjadi kasur untuk ditiduri para penumpang. Fasilitas ini dikhususkan bagi traveler kelas menengah yang menginginkan pengalaman terbang yang menyenangkan. Jadi, bagaimana, berminat untuk mencoba terbang menggunakan pesawat superjumbo terbesar di dunia?

“Wakame Beef,” Menu Baru Jiwa Toast Hasil Kolaborasi dengan Chef Willgoz

Melengkapi kesuksesan brand kopi janji jiwa yang saat ini digandrungi hampir di semua kalangan di Indonesia, Jiwa Toast, member of Jiwa Group, pun menggandeng pemenang MasterChef Indonesia Season 3, chef William Gozali atau akrab disapa Willgoz untuk menciptakan menu unik. Hasil dari kolaborasi keduanya, varian baru pun lahir, dengan nama Wakame Beef.

“Sejauh ini hasil kolaborasi kita (Jiwa Toast dan chef Willgoz) baru menghasilkan satu menu varian, yakni Wakame Beff,” kata Director of Jiwa Group William Susanto di outlet Jiwa Toast Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (26/2).

“Jiwa Toast itu dilahirkan setelah Kopi Janji Jiwa, karena kita merasa marketnya untuk menemani produk kita yang awal, yaitu Kopi Janji Jiwa. Jadi untuk memberikan satu konsep makanan dan minuman dengan harga yang kalau di-combine harga kisaran Rp30 ribu, jadi dengan harga segitu kita udah kenyang karena bisa makan dan juga minum. Karena orang Indonesia kan gitu maunya kenyang,” tambahnya.

Wakame Beef sendiri adalah sajian unik perpaduan roti, keju, ham, telur, dan rumput laut atau wakame, ditambah dengan toping saus serta mayonaise sehingga menciptakan rasa yang unik.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) pada

“Wakame adalah seaweed (rumput laut), rasanya lebih lembut, dibilang amis, nggak. Tapi ada aroma laut. Wakame salah satunya disajikan secara dingin, jadi ketika cobain ini akan berbeda dengan yang biasa kalian makan,” kata Chef Willgoz.

Selain Wakame Beef, Jiwa Toast juga menawarkan beberapa varian lainnya, di antaranya creamy shroom, crispy chicken, egg and cheese, curry tuna, thai sweet chili, spicy bulgogi, ham and cheese, tuna mayo, dan wakame beef.

Hingga kini, sudah ada sebanyak 105 outlet yang dimiliki Jiwa Toast di seluruh Indonesia. Sejak berdiri pada Oktober 2019, Jiwa Toast memang dikenal sebagai tempat berkumpul dan bertemu anak muda, mencari inspirasi dan berdiskusi. Jadi perpaduan toast dan kopi jadi perpaduan tidak terkalahkan.

Pantas Banyak ‘Skandal,’ Ternyata Pramugari Punya ‘Ruang’ Tersembunyi Bak Hotel di Pesawat

Collins Aerospace mungkin patut berbangga dengan inovasi Zero G-Attendant Seat yang disebut-sebut sebagai desain kursi paling nyaman untuk pramugari dalam gelaran Crystal Cabin Awards tahun ini. Namun, siapa sangka, di balik sudut-sudut pesawat, terdapat ‘ruang’ tersembunyi khusus untuk para awak kabin dan pilot yang tak kalah dengan hotel berbintang.

Baca juga: Inilah 20 Syarat ‘Tak Resmi’ untuk Jadi Pramugari, Nomor Dua Agak Aneh

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mirror.co.uk, Selasa, (26/2), belum lama ini seorang pramugara atau awak kabin bernama Blair, telah membuat netizen terkejut akibat sebuah postingan di laman Instagram milik Virgin Australia. Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak sang pramugara tengah berada di ruangan ‘asing’ di dalam sebuah pesawat dan berlagak seperti sedang mengintip dengan membuka sebuah tirai hitam yang menutupinya ruangan atau kamar tersebut. Sekilas, hampir tak ada bedanya dengan hotel kapsul.

Di video lainnya yang lebih lengkap, Blair tampak sedang menuju ke sebuah pintu yang hampir mirip seperti pintu toilet. Ketika ia membukannya, bukan toilet yang didapat, melainkan sebuah anak tangga untuk mengantarkan ke sebuah ruang rahasia.

Ruang rahasia itu diketahui tepat berada di atas kursi kabin kelas ekonomi dan kelas bisnis pada bagian sebelah kiri. Ia tidak menjelaskan secara detail apakah ruang atau kamar tersembunyi itu tersedia di semua jenis pesawat. Namun, pada video tersebut, ruang rahasia itu berada di pesawat Boeing 777-300ER yang notabene tergolong sebagai pesawat berbadan lebar atau widebody, dengan durasi terbang berkisar 7-15 jam lamanya. Jadi, wajar saja bila terdapat kamar tersembunyi seperti itu.

“Ada dua tempat istirahat di pesawat Boeing 777-300ER kami, yang terletak di atas kabin kelas bisnis dan ekonomi di kedua ujung pesawat dan digunakan setelah layanan makanan utama. Istirahat dialokasikan untuk memastikan bahwa jumlah kru yang tepat selalu tetap bawah (kabin) untuk membantu para tamu,” katanya dalam video tersebut.

“Area istirahat untuk awak kabin kami berada di atas kabin ekonomi, dan memiliki delapan tempat tidur (single) dengan seprai, selimut, dan bantal yang nyaman untuk memastikan awak beristirahat dengan baik begitu mereka kembali ke kabin” tambahnya.

Meskipun ada dua tempat (di atas kursi kabin kelas ekonomi dan kelas bisnis), ia menjelaskan, lazimnya, kamar rahasia di atas kabin kelas ekonomi tersebut digunakan untuk para awak kabin. Sedangkan kamar tersembunyi di atas kelas bisnis dikhususkan untuk pilot dan kru dengan fasilitas yang nyaris serupa dengan kamar tersembunyi peruntukan awak kabin.

Pramugari keluar dari ruang rahasia. Foto: Twitter @jong_pj

Baca juga: Sederet Bintang K-Pop Ini ‘Banting Setir’ jadi Pramugari dan Pramugara

Berbeda dengan cara naiknya yang harus menggunakan tangga dan melewati pintu atau lorong sempit, jalan keluar dari kamar atau ruang tersembunyi bagi para awak kabin tersebut sangat mudah. Terlebih dalam keadaan darurat. Cukup dengan membuka handel di bawah tempat tidur, maka sebuah tangga darurat akan mengantarkan awak kabin langsung ke kabin kelas ekonomi untuk segera melanjutkan tugas-tugas lainnya saat keadaaan darurat terjadi, tanpa harus repot-repot kembali ke jalur seperti saat menuju ruangan tersebut.

Ruang tersembunyi itu pun kembali mengingatkan kita dengan mindset negatif terhadap sisi lain profesi pramugari terhadap skandal percumbuan di udara entah lewat film di televisi ataupun media lainnya, baik antar awak kabin, pramugari dengan pilot, atau bahkan pramugari dengan penumpang. Terlebih setelah mengetahui adanya ruang rahasia yang hampir tak tersentuh atau terjamah oleh penumpang awam pada umumnya.

Hindari Kontak Langsung, Robot Bantu Layani Pasien Terinfeksi Virus Corona

Virus corona yang sudah menginfeksi sekitar 80 ribu orang dan hampir 2500 diantaranya meninggal dunia. Virus ini pun juga menginfeksi 1700 petugas medis di Cina. Karena hal tersebut, ada inovasi baru yang bisa membantu memerangi penyebaran virus corona yang mematikan ini.

Baca juga: Bandara Hong Kong Kucurkan Rp2,8 Triliun Guna Hadapi ‘Serangan’ Virus Corona

Dalam upaya meminimalkan kontak ke pasien terinfeksi, perangkat bertenaga kecerdasan buatan yang dilengkapi dengan termometer dan kamera mengambil tanda vital pasien dan membantu dokter mendiagnosis orang dengan penyakit dari jarak yang aman telah dibuat.

Salah satu perangkat tersebut adalah robot Temi yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan Israel, Temi tingginya tiga kaki dan memiliki layar sentuh. Dilengkapi dengan teknologi Alexa dari Amazon, Temi menghadirkan sistem suara bawaan, baki untuk mengisi baterai telepon dan sistem navigasi otonom yang memungkinkannya bergerak sendiri-sendiri sambil menghindari rintangan.

“Banyak orang di karantina. Dokter perlu mengunjungi mereka dan butuh petugas membawakan mereka makanan dan seseorang perlu mengukur suhunya semua hal ini dapat dilakukan robot. Maka Anda dapat menahan diri dari kontak dengan orang yang terinfeksi,” kata Yaron Yoels, CMO dari Robotemi yang dikutip KabarPenumpang.com dari jpost.com (24/2/2020).

Temi dianggap sebagai robot pribadi pertama yang terjangkau di dunia dengan harga pasarannya $1999. Saat ini Temi beroperasi di sejumlah sektor seperti layanan kesehatan, perusahaan, ritel hingga pendidikan.

Yoels menjelaskan, ketika berita virus corona pertama kali muncul, Robot Temi yang kini bermarkas di Shenzhen, Cina memutuskan menambah aksesoris khusus seperti termometer dan baki untuk membawa makanan serta minuman kepada pasien yang dikarantina. Tak hanya itu, Temi juga memungkinkan pasien untuk berkomunikasi dengan orang yang dicintai.

“Kami mulai memasarkannya ke rumah sakit, bandara, dan tempat lain. Segera, kami mendapat banyak permintaan dan sudah dikerahkan di beberapa rumah sakit di Hong Kong, Korea Selatan dan Cina. Ini memungkinkan dokter untuk mengunjungi pasien ini tanpa harus menghubungi mereka,” kata Yoels.

Sejauh ini, ratusan robot Temi telah dirancang untuk bekerja di rumah sakit, bandara dan rumah perawatan lansia. Menurut Yoels, robot itu juga digunakan di kantor-kantor di seluruh China untuk memeriksa kedatangan karyawan untuk demam salah satu gejala COVID-19 yang paling menonjol.

Jika masalah kesehatan terdeteksi, Temi mengarahkan karyawan ke dokter untuk menghindari infeksi pada kolega. Selain robot telepresence, yang memungkinkan komunikasi video, pemantauan dan pengiriman makanan dan obat-obatan yang aman, robot meningkatkan perjuangan melawan COVID-19 dengan mendisinfeksi sedikit pun mungkin ruang yang terkontaminasi.

Bukan hanya robot Temi, layanan Desinfeksi Xenex dari San Antonio, Texas, telah menciptakan robot UV yang digunakan di lebih dari 500 fasilitas perawatan kesehatan di seluruh Amerika Serikat.

“Studi menunjukkan bahwa kurang dari setengah permukaan di ruang rumah sakit, tempat tidur, meja nampan, kenop pintu, batang pegangan dan lainnya. Ini semua didesinfeksi dengan benar ketika ruangan sedang dibersihkan dan disiapkan untuk pasien berikutnya,” kata Melinda Hart, direktur hubungan media di Xenex.

Dia mengatakan, menggunakan robot LightStrike sebagai bagian dari program pencegahan infeksi komprehensif memungkinkan rumah sakit dengan cepat menyingkirkan patogen itu sebelum mereka dapat membahayakan pasien dan staf. Robot LightStrike menggunakan xenon (gas stabil tidak berbau) untuk membuat sinar UV yang intens yang menghancurkan bakteri, virus, jamur dan jamur pada permukaan rumah sakit. Rumah sakit menggunakan robot telah menunjukkan penurunan 50-100 persen pada bakteri Clostridium difficile, Staphylococcus aureus (MRSA) super-resistant bugis Methicillin dan tingkat infeksi situs bedah (SSI).

Robot tersebut portabel, mereka dapat digunakan di seluruh rumah sakit, termasuk kamar kecil, laboratorium, dan ruang tunggu, dan bahkan di ambulans. Kamar pasien dapat didisinfeksi hanya dalam 10-15 menit.

“Kami menganggap robot kami sebagai bagian dari tim pembersih rumah sakit dan mereka tidak mengganti karyawan. Pertama-tama, ruangan harus dibersihkan dan semua kotoran atau cairan yang terlihat dibuang, sampah dikosongkan, linen diangkat pembersihan normal. Kemudian, begitu ruangan itu bersih secara visual, robot tersebut dibawa oleh anggota tim EVS dan dengan cepat menghancurkan mikroorganisme yang mungkin terlewatkan selama proses pembersihan manual,” tegasnya.

Baca juga: Hindari Virus Corona, Penumpang ini Kenakan Helm di Kabin Pesawat!

Adapula perusahaan robotik Dimer UVC Innovations yang berbasis di California telah mengembangkan GermFalcon, robot yang dirancang untuk mendisinfeksi kabin pesawat terbang.

“Kuman bertahan selama beberapa hari di permukaan pesawat, dan maskapai saat ini tidak memiliki standar untuk kebersihan di atas kapal. Pesawat-pesawat yang berpotensi terkontaminasi yang tiba dari Tiongkok didesinfeksi sehingga penerbangan dari China ditangguhkan,” kata Elliot M. Kreitenberg, presiden dan co-founder Dimer UVC Innovations.

Bohong Liburan di Bali, YouTuber Cantik Ini Aslinya Hanya Ke Ikea

Berlibur merupakan salah satu hal yang menyenangkan ketika seseorang sudah penat dengan segala aktivitasnya baik bekerja maupun kuliah atau hal lain. Selain itu, ketika berlibur pun banyak foto atau video yang akan di unggah di akun media sosial pribadi milik Anda.

Baca juga: Youtuber Asal Jerman Dapat Ancaman Pembunuhan Usai Review Singapore Airlines

Namun bagaimana jika foto dan video liburan yang diunggah hanya kebohongan serta di ambil dalam satu tempat yang sama? Seorang YouTuber asal Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat, bernama Natalia Taylor, baru-baru ini melakukan kebohongan dan mengatakan dirinya tengah di Bali melalui postingan di akun Instagram-nya.

Ini membuat Natalia seperti tengah menikmati liburan dengan perjalanan jauh dan eksotis. Foto yang diunggah pun memperlihatkan dirinya tengah duduk santai di bak mandi mewah.

Kemudian berfoto di depan sebuah cermin dengan frame bunga. Dia memposting foto tersebut dengan caption, “Sang ratu telah tiba” dan membuat lokasi di Bali, Indonesia.

Ternyata postingan itu semua adalah palsu dan dibuat di sebuah tempat perbelanjaan. Natalia mengakuinya melalui channel YouTube-nya. Dia menjelaskan foto-fotonya diambil di Ikea.

“Kadang-kadang orang ingin berbohong tentang siapa mereka? Itu tidak sulit untuk dilakukan,” ujar Natalia dalam videonya di YouTube.

Dia mengaku, fotonya diambil oleh fotografer Ally Amodeo di berbagai ruang di Ikea. Set pertama foto menampilkan Natalia di depan cermin frame bunga dan tampak seperti kamar hotel mewah. Saat di foto, dirinya sembari memegang telepon berwarna biru yang menempel di dinding untuk mendapat cerita foto yang bagus.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (23/2/2020), foto berikutnya memperlihatkan Natalia berpose di kursi berjemur dan bak mandi dengan baju mandi putih dan handuk yang membungkus kepalanya seperti habis keramas. Disaat yang sama, dirinya memposting sebuah video singkat di Instastory-nya dengan lokasi Bali, Indonesia.

Saat dia mengungah foto di Instagram dengan caption “Sang ratu telah tiba” dan lokasi di Bali, ternyata banyak teman dan penggemarnya yang mengomentari.

“Dia benar-benar di sini menjalani kehidupan terbaiknya,” tulis seorang penggemarnya. Sedangkan yang lain mengatakan, “Putri Bali kita.”

Bahkan tak hanya itu, beberapa orang pun memperhatikan sesuatu yang salah seperti label harga Ikea di kursi yang terkena pantulan cermin. Namun itu tidak menjadi sebuah masalah, justru mendapatkan puluhan ribu suka.

Natalia menjelaskan, bahwa Bali adalah tempat yang sempurna untuk memalsukan liburan influencer dan membohongi semua pengikutnya. Tetapi dia mengaku tidak berusaha menipu mereka hanya untuk mendapatkan uang melainkan untuk menunjukkan sesuatu.

“Hari ini lebih mudah untuk menjadi siapa pun yang Anda inginkan. Itu luar biasa! Tetapi dengan kekuatan besar datang tanggung jawab besar. Seperti yang kita semua tahu, tidak semua orang transparan di media sosial. Kita semua bisa menggunakan pengingat yang menyenangkan untuk menganggap media sosial kurang serius. Dan jangan percaya semua yang kamu lihat online,” ungkapnya dalam video di YouTube.

Baca juga: Layanan First Class Emirates Undang Decak Kagum Youtuber!

Dia menambahkan, bahwa harus berhati-hati, bahwa influencer yang sedang Anda cintai melakukan perjalanan dunia mungkin tidak akan memberi tahu Anda setiap bagian dari cerita. Ada kemungkinan mereka bahkan tidak pernah meninggalkan rumah sama sekali.

Kisruh di Kabin, Penumpang Kursi Belakang Kesal Pukul Kursi Depan Karena Bersandar

Ketika dapat duduk di kursi paling belakang pesawat, biasanya penumpang hanya bisa terima nasib. Selain tak bisa memundurkan kursi, bisa juga terjebak karena tiba-tiba penumpang di depan memundurkan kursi seenaknya tanpa meminta izin sehingga membuat penumpang di belakangnya tak bisa bergerak sama sekali.

Baca juga: Dilema Seat Pitch, Maskapai Tambah Untung Penumpang Merana

Baru-baru ini sebuah video viral di mana seorang penumpang pria dalam penerbangan dengan pesawat milik American Airlines harus merasakan hal tersebut. Pria tersebut duduk di kursi paling belakang dan penumpang wanita di depannya sengaja menyandarkan kursinya ke belakang.

Pria yang kesal tersebut memukul sandaran sebagai balasannya, tapi wanita di depannya itu tidak meminta berhenti ataupun memanggil awak kabin. Bahkan seorang warganet yang memposting video tersebut dengan akun @MarinaMarraco mengatakan, bahwa kursi terakhir tidak bisa bersandar.

“Dia kesal dan meninju kursi depan tanpa henti. Siapa yang benar?! Siapa yang salah?!” tulisnya di Twitter.

Karena hal ini, CEO Delta, Ed Bastian mengatakan, yang tepat dilakukan ketika bersandar adalah bertanya bolehkan memundurkan sandaran. Bila penumpang dibelakang menyetujui mungkin tak masalah.

Tak hanya itu, karena masalah ini pun, opini terkait makin menyempitnya ruang kaki antar kursi pun makin menjadi. Bisa dikatakan hampir dua dekade terakhir ruang kaki penumpang dalam kabin pesawat hampir menghilang. Pada awal tahun 2000-an, barisan kelas ekonomi memiliki jarak kursi satu dengan yang lain sekitar 34-35 inci atau 86 cm.

Namun kini hanya 30-31 inci dan kadang ditemukan hanya 28 inci untuk penerbangan jarak dekat. Ukuran kursi pun menyempit dari 18,5 inci menjadi hanya 17 inci dan semakin buruk karena masing-masing maskapai mulai mengganti pesawat dengan tempat duduk lebih banyak daripada yang direkomendasikan pabrik.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari popularmechanics.com (13/2/2020), startup dan peneliti telah membanjiri ruang kursi pesawat, dengan saran yang dapat mengurangi ketidaknyamanan menggunakan teknologi atau “gangguan” dystopian dengan gagasan duduk. Satu kursi yang ringan, tipis, dan dapat dilipat dapat menambah ruang kaki hanya dengan menjadi lebih tipis dan profil lebih rendah daripada kursi yang ada, lebih empuk.

Pada tahun 2018, sebuah perusahaan Italia menyarankan “kursi berdiri” yang seharusnya berfungsi seperti pelana di atas kuda. Dalam materi penjualannya, perusahaan bahkan langsung mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mendapatkan lebih banyak kursi dan meningkatkan keuntungan dengan “kepadatan sangat tinggi.” Kursi tersebut dinamai Skyrider, mengisyaratkan getaran rollercoasternya. Kursi pelana yang tegak lurus membuat “pemasangan kursi pada jarak yang lebih pendek, dengan tetap mempertahankan kenyamanan yang memadai.”

Baca juga: Untuk Rute Jarak Pendek, Low Cost Carrier Tawarkan Konsep “Standing Seat”

Setiap konsep untuk tempat duduk bekerja melawan tekanan besar-besaran maskapai penerbangan untuk terus mengemas lebih banyak kursi ke dalam pesawat yang sama, sehingga solusi untuk masalah-masalah ini adalah semua Band-Aids, bukan cures. Jesse Thorn, pendiri jaringan podcast Maximum Fun, menjelaskan di Twitter bagaimana kursi bersandar ke ruang kaki yang sudah tidak ada.

 

 

Nekat Naik ke Kereta yang Melintas, Pria Ini ‘Berputar-Putar’ Pasrah di Peron

Seorang pria malang harus terputar disekitaran peron stasiun ketika dirinya mencoba naik ke kereta api yang sedang melintas. Dari video CCTV Stasiun Kharagpur-Asansoltrain di Benggala Barat, India, pria itu seperti tertarik kereta dan sempat masuk ke sela-sela peron.

Baca juga: Terpleset diantara Peron dan Kereta Api, Kaki Seorang Wanita Harus Diamputasi

Kemudian terputar kembali ke atas peron beberapa kali hingga akhirnya seorang polisi yang melihat insiden itu langsung menyelamatkan pria malang tersebut. Untungnya nyawa pria tersebut masih tertolong dan tak lama kereta tersebut berhenti.

KabarPenumpang.com melansir laman dailymail.co.uk (25/2/2020), pria yang diputar-putar kereta itu diketahui bernama Dazes Sujoy Ghosh. Saat itu dirinya mencoba naik kereta yang bergerak, namun ragu-ragu hingga akhirnya tergelincir.

Pria 44 tahun tersebut untungnya diselamatkan seorang polisi yang langsung menarik kakinya. Dalam insiden yang dialami Sujoy, dia hanya mengalami luka ringan di kepala serta kakinya.

Insiden ini mengingatkan kepada seorang penumpang pria tambun asal India yang juga tergelincir dan akhirnya jatuh ke celah peron. Sebalum tergelincir, pria tersebut sempat mengejar kereta dan memegang pegangan di samping pintu kereta sembari berusaha naik.

Sayangnya dia tergelincir dan terbentur hingga akhirnya jatuh ke peron. Penumpang lain yang di sekitar peron melihat ke celah apakah pria tersebut selamat atau tidak. Beberapa penumpang mencoba menyelamatkan tetapi gagal karena celah peron yang sempit dan kereta tengah melintas di rel.

Untungnya seorang penumpang yang melihat insiden tersebut langsung menarik rem darurat sehingga kereta berhenti. Pria tambun bernama Rakesh Talwar tersebut kemudian diselamatkan pasukan perlindungan kereta api dan membantunya naik ke kereta.

Namun usai insiden itu, tidak diketahui, apakah pria itu mengalami luka setelah kecelakaan. Pada April 2019 kemarin, seorang wanita juga tejatuh dari MRT Singapura dan kakinya terperosok ke celah peron di Stasiun Buona Vista. Wanita itu terjatuh ketika kereta penuh karena di dorong penumpang lainnya.

Baca juga: Pria Tambun Terpleset Saat Naik Kereta yang Berjalan dan Terjatuh ke Celah Peron

Kakinya terperosok masuk dari bagian lututnya di celah peron tersebut. Untungnya petugas lain cepat tanggap dan membantu wanita itu untuk dibawa ke rumah sakit mendapat pengobatan.