Undang-undang Emisi di India, Singkirkan Taksi Ikonik “Premier Padmini”

Di akhir 2019, aktivis lingkungan berusia 16 tahun membuat isu lingkungan kembali hangat diperbincangkan. Lewat pidato kerasnya di markas PBB dalam sidang KTT Perubahan Iklim, Greta Thunberg mengecam para pebisnis dan pemerintah yang gagal bertindak lebih atas perubahan iklim. Aksi tersebut pun menuai pujian dari warga internasional. Salah satunya artis Hollywood yang juga aktivis lingkungan, Leonardo DiCaprio.

Baca juga: Di India, Suzuki Ertiga Hadir Dalam ‘Setelan’ Taksi Lho!

Terlepas dari pidato viral Greta Thunberg, beberapa tahun belakangan berbagai negara memang sedang berlomba-lomba untuk menerapkan energi hijau (red: ramah lingkungan) terbarukan. Langkah tersebut kemudian juga didukung dengan diterapkannya undang-undang emisi guna menciptakan udara bersih dan sehat. Salah satunya di India.

Sebagai bagian dari langkah sadar lingkungan untuk memerangi polusi, pada tahun 2008, pemerintah di Mumbai, Maharashtra, India, melarang semua taksi berusia 25 tahun ke atas. Pada 2013, peraturan tersebut diubah menjadi 20 tahun. Dalam setiap putusannya, ribuan taksi Premier Padmini, sebuah mobil ikonik yang mengangkut orang-orang Mumbai selama beberapa dekade, telah menghilang dari sudut-sudut jalan.

Pada akhir tahun 2019, diperkirakan sekitar 50 Padminis masih bisa beroperasi, dan pada Juni 2020, taksi ikonik India yang telah menghiasi jalan-jalan selama beberapa dekade dipastikan akan berakhir.

“Aku rindu Padmini. Dia mobil yang tangguh,” kata Maurya, supir taksi Ram Vilas, seperti dilansir npr.org, Senin (13/01). Ia pun kemudian membandingkan, bahwa mobil modern yang dia kendarai saat ini mengalami penyok bahkan pada tabrakan sekecil apa pun. Menurutnya, Padmini tidak seperti itu.

Asal-usul Premier Padmini sendiri dimulai pada tahun 60-an dalam bentuk Fiat 1100D, yang juga dikenal sebagai Delight 1100. Model Fiat mulanya berfungsi sebagai ikon dari Premier Automobiles. Kemudian berganti nama menjadi Premier Padmini setelah mobil asal Italia tersebut dibuat di India.

Baca juga: Tingkatkan Keselamatan, Otoritas Transportasi India Siap Sodorkan QR Code untuk Penumpang

Mobil menjadi sangat populer dan penjualan melonjak karena menjadi taksi pilihan. Otoritas setempat memperkirakan sekitar 60.000 Padminis berada di Mumbai pada puncak keemasannya. Sayangnya, pasar terbuka dan masuknya mobil modern di tahun 90-an menghancurkan taksi dengan warna khas hitam dan kuning tersebut hingga akhirnya produksi dihentikan pada tahun 2000.

Akibat Kebocoran Freon, Asap Putih Mengepul dan Bikin Panik Penumpang MRT Singapura

Semua penumpang MRT dalam kereta yang tengah berhenti di Stasiun Raffles Place harus turun untuk dievakuasi. Pasalnya kereta yang mereka tumpangi mengeluarkan asap putih karena kompresor pendinging udara (AC) bocor. Insiden ini terjadi pada Jumat (10/1/2020) sekitar pukul 12.45 waktu setempat di platform timur stasiun.

Baca juga: Manajer Stasiun SMRT Baik Hati, Penumpang Diberi $100

KabarPenumpang.com melansir dari laman straitstimes.com (10/1/2020), kepala komunikasi SMRT Margaret Teo mengatakan pihaknya telah mengkonformasi bahwa asap itu disebabkan oleh kompresor pendingin udara yang bocor dan melepaskan gas freon.

“Sebagai tindakan pencegahan keselamatan, semua penumpang di dalam kereta yang terkena dampak diminta untuk turun dan naik kereta berikutnya,” kata Margaret.

Dia menambahkan kereta yang bermasalah tersebut ditarik dari layanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untungnya insiden ini tidak menyebabkan kebakaran dan cedera pada penumpang. “Kami minta maaf karena insiden ini memengaruhi perjalanan Anda,” ujar Margaret.

Seorang penumpang yang juga saksi dari kejadian mengatakan dirinya berada di kereta dan menuju Stasiun Raffles Place dari Staisun Tanjong Pagar ketika melihat asap di kabin dan merasakan bau terbakar.

“Baunya sangat kuat dan penumpang turun setelah kereta mencapai Raffles Place. Pengumuman yang ada dalam kereta pun mengatakan, kereta akan berhenti di stasiun untuk sementara waktu. Tidak ada kekacauan, hanya beberapa kecemasan di antara penumpang,” ujar Benny Ong.

Tak hanya itu, Pearly Hoon yang naik dari Staisun Outram Park mengatakan, kereta mulai dipenuhi asap di antara Stasiun Tanjong Pagar dan Raffles Place. Dia mengatakan, asap tersebut memiliki bau yang sangat kuat mirip dengan asap fumigasi dan menyebabkan sedikit keributan.

Baca juga: MRT Singapura Larang Pengguna PMD untuk Gunakan Layanan!

“Seorang wanita di sampingku mengeluarkan masker dan mengenakannya. Beberapa orang di gerbong lain berjongkok dan yang lainnya mulai menutupi hidung dan mulut serta mulai batuk,” ujar Hoon.

Sebelumnya pada Juni 2018, kebocoran gas freon di kereta menuju ke timur memaksa para penumpang untuk turun di stasiun MRT Tanjong Pagar.

Jelang Wisata Ke Bulan, Yusaku Maezawa Cari Pasangan Wanita!

Perjalanan wisata perdana SpaceX ke bulan direncanakan tahun 2023 dan misi tersebut menjadi perjalanan bulan pertama oleh manusia setelah tahun 1972 lalu. Dalam perjalanan ini, Yusaku Maezawa terpilih menjadi penumpang sipil pertama yang terbang di sekitar bulan dengan roket Starship.

Baca juga: SpaceX Sebut Pemilik Situs Belanja Online Terbesar di Jepang Jadi Orang Pertama Kunjungi Bulan di 2023

Sebagai orang yang terpilih untuk menikmati perjalanan wisata perdana SpaceX ke bulan, membuat Maezawa mencari pendamping hidup. Dia bahkan mengatakan ingin berbagi pengalaman terbang ke bulan ini bersama dengan wanita spesial tersebut.

“Ketika perasaan kesepian dan kekosongan perlahan mulai menggelora pada saya, ada satu hal yang saya pikirkan yaitu terus mencintai seorang wanita,” tulis Maezawa dalam website yang dikutip KabarPenumpang.com dari bbc.com (13/1/2020).

Dia mengatakan, ingin menemukan pasangan hidup dan mau meneriakkan cinta dan kedamaian dunia dari luar angkasa. Dalam situs web tersebut, ada daftar dan jadwal aplikasi pencarian pasangan hidup yang akan diproses selama tiga bulan. Kriteria yang diinginkan pria 44 tahun itu adalah pelamar harus wanita lajang dengan usia diatas 20 tahun. Selalu positif dan juga punya minat untuk pergi ke luar angkasa.

Batas pendaftaran pencarian calon pasangan hidup ini hingga 17 Januari 2020 mendatang dan keputusan akhirnya akan diumumkan pada akhir Maret. Pendiri situs belanja online Jepang Zozo Inc ini, bahkan berjanji membagikan 100 juta Yen pada 100 orang yang dipilih secara acak bila berbagi salah satu tweet miliknya.

“Untuk berpartisipasi, yang harus Anda lakukan adalah mengikuti saya dan re-tweet pesan saya ini,” jelasnya.

Maezawa diperkirakan memiliki kekayaan pribadi hampir US$3 miliar dan banyak dihabiskan untuk seni. Dia menjadi terkenal di luar negeri pada akhir tahun lalu setelah dinobatkan sebagai penumpang pribadi pertama yang akan terbang ke bulan bersama SpaceX.

Baca juga: WARR Hyperloop Pertahankan Gelar Juara di Kompetisi Besutan SpaceX Hyperloop

SpaceX sendiri diketahui milik miliander terkenal Elon Musk. Untuk terbang ke bulan ini, belum diketahui berapa banyak uang yang akan dikeluarkan oleh Maezawa. Tak hanya dengan pendamping hidup, Maezawa juga berencana membawa sekelompok seniman dalam pejelajahannya ke bulan.

Ikuti Seleksi Pengelolaan Bandara Hang Nadim, Angkasa Pura I Gandeng Incheon dan WIKA

PT Angkasa Pura I (AP I) menggandeng Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Kary Tbk (WIKA). untuk mengikuti seleksi pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Hal tersebut ditandai dengan pendatanganan perjanjian konsorsium yang dilakukan oleh Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Presiden & CEO IIAC Koo Bon Hwan, serta Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana, Senin (13/1/2020) malam di Jakarta.

Baca juga: Kelola Bandara-bandara Potensial di Dalam dan Luar Negeri, Angkasa Pura I Gandeng Incheon

Sebagai pemimpin konsorsium, Angkasa Pura I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum. Sementara IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum. Sedangkan Wijaya Karya selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya bertanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.

“Kerja sama ini merupakan salah satu strategi perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya sekaligus menegaskan komitmen Angkasa Pura I untuk memperluas jaringan pengelolaan bandara di Indonesia. Kami optimistis berpeluang lebih besar untuk mendapatkan kontrak kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam dengan menggandeng Incheon dan Wijaya Karya sebagai mitra strategis, mengingat kemampuan dan pengalaman global di sektor kebandarudaraan dan konstruksi bandar udara yang konsorsium ini miliki,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi yang dikutip KabarPenumpang.com  dari siaran pers.

Sebelumnya, pada 14 Agustus 2019 lalu Angkasa Pura I telah menandatangani nota kesepakatan dengan IIAC untuk menjajaki peluang kerja sama pengelolaan bandara-bandara potensial di dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya adalah peluang pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam ini. Selain itu sebagai bentuk pengakuan atas kualitas pengelolaan operasional yang dimiliki Angkasa Pura I di mata internasional, IIAC secara resmi juga menggandeng Angkasa Pura I dalam rencana pengelolaan Terminal 4 Bandara Internasional Kuwait.

Angkasa Pura I akan mengirimkan tenaga ahli yang dimilikinya pada periode 2021-2023. Kemudian dilanjutkan dengan keikutsertaan Angkasa Pura I – IIAC dalam seleksi pengelolaan Terminal 2 Kuwait Bandara Internasional Kuwait dan Bandara Internasional Jeddah di Arab Saudi pada masa yang akan datang.

Baca juga: Liburan Nataru 2020, Angkasa Pura I Akui Adanya Penurunan Jumlah Penumpang

Sebagai informasi, saat ini Angkasa Pura I mengelola 15 bandara komersial di Indonesia dengan total penumpang yang dilayani sebanyak 96,7 juta penumpang di tahun 2018 atau meningkat sebesar 7,8 persen dari 89,7 juta penumpang yang dilayani di tahun sebelumnya. Di bawah pengelolaan Angkasa Pura I, tiga belas bandara berhasil memperoleh sejumlah pengukuran terbaik Airport Service Quality dari Airport Council International (ACI) dengan rata-rata skor 4,6 pada tahun 2018.

“Trump Shuttle,” Maskapai Milik Donald Trump yang Hanya Berusia 18 Bulan!

Siapa yang tak kenal Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS) yang kehidupan pribadinya nyeleneh, plus kebijakannya yang serba kontroversial,  hampir setiap hari menjadi trending topix bahasan di jagad global. Namun tahukah Anda, bahwa sosok Trump juga dikenal sebagai pengusaha sukses di berbagai bidang. Mulai dari real estate, hotel, lapangan golf, kasino, agensi model, minyak wangi, media, hingga maskapai penerbangan.

Baca juga: Berikan Dukungan Pada Boeing, Donald Trump Usulkan Rebrand 737 MAX

Yang disebut terakhir rupanya sedikit terlupakan, yaitu bisnis penerbangan, tak banyak publik yang mengetahui bisnis yang digeluti mulai tahun 1989 tersebut. hal itu tentu sangat wajar mengingat Trump Shuttle telah lama bubar, tepatnya sejak 1992.

Bisnis penerbangan milik Donald Trump kembali hangat diperbincangkan setelah ia memberikan komentarnya yang membangun guna merespon berbagai insiden yang menimpa Boeing. Lewat twitter-nya, sebagaimana dilansir businessinsider.com, Trump menyebut bahwa dalam menyikapi berbagai insiden yang menimpa Boeing 737 MAX, sudah seharusnya Boeing menambah beberapa fitur hebat tambahan dan membuat pesawat dengan nama baru dan model baru.

Awalnya publik mengira bahwa cuitan tersebut hanya sebatas arahan presiden untuk membantu perusahaan di negaranya agar tetap eksis atau memberi masukan dari kacamata bisnis, mengingat Trump adalah pebisnis ulung. Nyatanya, lebih dari sekedar itu.

Disebutkan, ide awal Trump membeli maskapai didasari oleh asetnya yang semakin menggunung. Kala itu (1988), Surat kabar New York Times menyebutnya sebagai salah satu orang terkaya di dunia, dengan kekayaan bersih diperkirakan US$3 miliar. Setelah membeli Plaza Hotel yang mewah dengan harga US$390 juta, ia pun mulai berpikir untuk menancapkan gurita bisnisnya di bidang lain, selain menyalurkan asetnya yang terus menggunung, yakni dengan membeli maskapai.

Bak gayung bersambut, ide Trump tersebut pun dibarengi dengan keadaan maskapai Eastern Airlines yang tengah dalam kesulitan finansial pada akhir 1980-an. Setelah serangkaian proses yang alot, kesepakatan pun tercapai. Usai bertemu Trump di sebuah pesta, Presiden Eastern Airlines, Frank Lorenzo mengumumkan bahwa telah terjadi kesepakatan dengan Trump senilai US$365 juta. Dengan angka sebesar itu, Trump berhak mendapat banyak hal, seperti 17 armada Boeing 727, fasilitas pendaratan di masing-masing dari tiga kota yang diterbangkan maskapainya, dan hak untuk menempatkan namanya di perusahaan dan pesawatnya.

Usai beroperasi secara resmi pada 8 Juni 1989, Trump langsung tancap gas. Pada akhir Agustus, Trump Shuttle, yang menyediakan jasa penerbangan cepat bagi para pelancong bisnis antara New York, Boston, dan Washington, telah kembali ke pangsa pasar yang kuat dikisaran 40-50 persen di industri penerbangan nasional. Selain itu, Trump Shuttle juga menciptakan lebih dari 1.000 pekerjaan. Banyak di antaranya diisi oleh karyawan Eastern Airlines yang kehilangan pekerjaan karena mogok kerja.

Dalam perjalanannya, Trump tak henti-hentinya berinovasi. Di samping itu, Trump juga mendorong untuk membuat pesawat ulang-alik baru dengan layanan mewah. Pesawat barunya dicat dengan corak putih dan interiornya didekorasi ulang dengan fitur-fitur seperti veneer kayu maple, kait sabuk pengaman krom, dan perlengkapan toilet berwarna emas.

Trump Shuttle juga merupakan pemimpin dalam penerapan teknologi canggih. Terbukti dari gebrakannya dengan memperkenalkan beberapa kios check-in swalayan penumpang pertama, berkoordinasi dengan Kinetics di pangkalan LaGuardia dan bermitra dengan LapStop, sebuah perusahaan pemula yang menyewakan komputer laptop kepada para penumpang. Maskapai ini juga merupakan pengguna awal sistem telepon dalam pesawat GTE Airfone.

Baca juga: Langkahi FAA, Trump Putuskan Temporary Grounded Boeing 737 MAX 8 di Amerika Serikat

Inovasi lainnya juga tak kalah menarik. Dalam setiap penerbangannya, maskapai menawarkan makanan gratis, termasuk ayam dan steak di beberapa penerbangan, serta sampanye, bir, dan anggur gratis. Baik Trump maupun mitra bisnisnya, kala itu, sama-sama menghabiskan jutaan dolar untuk kampanye iklan pada media 1989 untuk menarik minat publik.

Meskipun sempat mengalami sentimen positif di awal kemunculan, pada akhirnya, setelah 18 bulan beroperasi, maskapai mengaku kehilangan lebih dari US$125 juta. Pada tahun 1992, Trump pun memutuskan untuk mengakhiri bisnisnya di dunia penerbangan.

KA Argo Parahyangan Excellence Beri Snack Gratis dan Bagasi Sepeda

Melancong ke Bandung bisa menggunakan bus ataupun kendaraan pribadi. Tapi banyak yang lebih memilih kereta api karena bisa menikmati pemandangan yang dilintasi kereta tersebut sebelum tiba di tujuan. Pada 1 Januari 2020, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan tambahan layanan bagi penumpang kereta api Argo Parahyangan.

Baca juga: Metode Penyimpanan Beda-Beda di Kereta, Yakin Sepeda Bisa Keangkut?

Kereta ini disebut dengan KA Argo Parahyangan Excellence di mana dalam layanannya diberikan snack dan minuman gratis. Bagi pelancong yang membawa sepeda pun ada fasilitas bagasi sepeda. Dilansir KabarPenumpang.com dari kai.id, KA Argo Parahyangan Excellence menawarkan perjalanan yang lebih cepat karena pemberhentiannya hanya di Gambir dan Bandung.

Ini membuat perjalanan lebih singkat dan kereta tersebut hanya ada dua kali perjalanan yakni dari Bandung pukul 04.20 WIB dan dari Gambir pukul 15.40 WIB. Bila di total untuk perjalanan KA Argo Parahyangan Excellence ini menempuh waktu dua jam 50 menit atau lebih cepat 30 menit dari KA Argo Parahyangan biasa yang menempuh waktu tiga jam 20 menit.

Untuk pembagian snack dan minuman gratis ini sepuluh menit setelah kereta berangkat. Sedangkan untuk fasilitas bagasi sepeda, penumpang dapat menambahkan maksimal satu sepeda saat memesan tiket KA Argo Parahyangan Excellence melalui aplikasi KA Access versi terbaru. Saat ini, fasilitas baru tersebut masih dalam uji coba dan KAI memberikannya secara cuma-cuma pada penumpang.

“Kedua tambahan layanan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang saat menggunakan kereta api. Pada tahap awal layanan tambahan ini diberikan di KA Argo Parahyangan Excellence,” kata VP Public Relations KAI Yuskal Setiawan.

Yuskal menambahkan adanya fasilitas Bagasi Sepeda ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah penumpang kereta api, khususnya yang terbiasa menggunakan sepeda untuk bepergian setelah menggunakan transportasi umum.

Baca juga: Jadi Kapan Indonesia Punya Kereta yang Bisa Bawa Sepeda Tanpa Masuk Logistik?

“Fasilitas ini juga mengakomodir permintaan para penumpang yang selama ini telah setia menggunakan layanan kereta api,” tambahnya.

Diketahui, dalam setiap perjalanan KA Argo Parhyangan Excellence, sepeda yang dapat diangkut sebanyak enam unit

Festival Musim Semi di Cina, Kereta Berikan Tarif Murah Jelang Imlek

Perjalanan Festival Musim Semi (Spring Rush) atau disebut juga dengan chūn yùn merupakan periode perjalanan yang sibuk di sekitar Tahun Baru Cina atau Imlek. Biasanya saat ini lalu lintas padat dan dimulai 15 hari sebelum Tahun Baru Imlek serta berlangsung selama 40 hari.

Baca juga: Perayaan Imlek di Cina, Ratusan Juta Orang Mudik Padati Berbagai Moda Transportasi

Dalam sekitaran 40 hari ini, akan ada tiga miliar penumpang yang akan melakukan perjalanan dan menjadikan chūn yùn adalah migrasi manusia tahunan terbesar di dunia. Spring Rush pada tahun 2020 akan dari 10 Januari hingga 19 Februari, di mana tiket kereta api dan bus akan sangat diminati.

Ada tiga alasan utama untuk musim perjalanan gaya Cina ini yakni tradisi, ekonomi dan liburan. Tradisi karena festival Musim Semi adalah hari libur paling penting di Tiongkok. Ekonomi karena banyak pekerja dari desa ke kota dan ketika Festival Musim Semi ini mereka kembali untuk berbagi dengan keluarga.

Sedangkan untuk liburan digunakan bepergian bersama keluarga untuk bersenang-senang atau mengunjungi kerabat dan teman. Festival Musim Semi ini bahkan memberi tekanan besar pada sistem transportasi karena perjalanan terburu-buru. Apalagi dengan menjadi jaringan kereta api terbesar di dunia, Cina masih belum bisa sepenuhnya memenuhi permintaan lalu lintas di sekitar Tahun Baru Cina.

Namun, meski begitu, kereta bisa memberikan penawaran pilihan alternatif bagi penumpang untuk bepergian dengan tarif murah di Gansu. Dilansir KabarPenumpang.com dari xinhuanet.com (11/1/2020), kereta No. 7505 di Provinsi Gansu, Barat Laut Cina melakukan perjalanan dari Lanzhou ke Wuwei. Kereta ini menarik empat gerbong dan menghubungkan lebih dari selusin stasiun kecil di antara Lanzhou dan Wuwei.

Kereta tersebut berjalan di sepanjang 290 km dengan waktu yang ditempuh sekitar lima jam 27 menit. Dikatakan tarif murah karena seorang penumpang yang membayar tiket penuh hanya membayar 18,5 Yuan atau sekitar US$2,7 atau Rp36 ribu. Bahkan tarif terendahnya hanya satu Yuan. Kereta ini ternyata sudah beroperasi hampir 40 tahun sejak 1980-an dengan membawa hampir sepuluh juta penumpang.

Baca juga: Sampai Berhari-Hari! Inilah Lima Macet Terparah di Dunia

Tiket murah ini ditawarkan selama musim perjalanan Festival Musim Semi. Dari foto-foto yang beredar pada 10 Januari 2020, kereta No. 7505 ini memperlihatkan seorang penumpang dengan cucunya, konduktor kereta yang membantu penumpang turun, kepadatan penumpang dalam kereta, penumpang yang memberikan susu pada bayinya hingga petugas kabin yang membantu meletakkan barang penumpang di atas kursi.

Seorang Ibu Lahirkan Bayi Kembar di Kereta, Suami: Ini Tidak Akan Terlupakan

Melahirkan di moda transportasi bisa menjadi berita yang mengejutkan dan menghebohkan seluruh penumpangnya. Sebab, tidak akan ada yang menyangka seorang ibu yang hamil akan melahirkan bayinya dalam kereta yang tengah berjalan ke tujuan.

Baca juga: Wanita Muda Melahirkan di Peron Saat Akan Masuk ke Lift

Baru-baru ini, seorang ibu melahirkan anak kembarnya di dalam kereta ketika dia dan suaminya akan kembali Uttar Pradesh. Bahkan keduanya tidak pernah berharap anak mereka akan lahir di dalam kereta dan mengaku kelahiran ini tidak akan pernah mereka lupakan.

Saat itu Jyoti Devi tengah bersama sang suami Hridesh dan akan kembali ke Uttar Pradesh naik kereta Poorva Express pada Sabtu, (11/1/2020). KabarPenumpang.com melansir dari laman gulfnews.com (12/1/2020), Devi tiba-tiba merasakan sakit seperti ingin bersalin ketika kereta baru saja melintasi Stasiun Ara di Bihar, setelah menepuh jarak 432 km dari Dirgapur.

Karena Devi mengerang kesakitan dan akan melahirkan, para petugas di dalam kereta tergesa-gesa menginformasikan masalah tersebut ke ruang kontrol lokal dan meminta dokter bersiap di Stasiun Buxur yang jauhnya 68 km. Kemudian para petugas kereta membuat ruang darurat di sekitar kursi mereka agar Devi bisa melahirkan anak kembarnya.

Ketika tiba di Stasiun Buxur, ibu dan bayi kembar itu sudah ditunggu oleh seorang dokter dan perawat untuk memeriksa kondisi mereka. Kemudian kereta dihentikan selama 30 menit untuk pemeriksaan kesehatan mereka dan ketiganya langsung di bawa ke rumah sakit pemerintah setempat untuk perawatan lanjutan. Setelah ketiganya dipindahkan ke rumah sakit, kereta kemudian melanjutkan perjalanan dan diketahui ketiganya aman dan selamat.

“Kami sangat senang melihat bayi kembar di keluarga. Saya sangat cemas tentang nasib istri saya dan bayi yang baru lahir, tetapi syukurlah semuanya aman. Kami tidak akan pernah melupakan perjalanan kereta ini dalam hidup kami,” ujar Hridesh.

Dia mengatakan mereka memiliki empat anak perempuan tetapi tidak memiliki anak lelaki sebelumnya.

“Tapi hari ini kita dikaruniai bayi laki-laki. Kami tidak bisa mengungkapkan kegembiraan kami dengan kata-kata,” katanya.

Baca juga: Air Ketuban Pecah, Seorang Ibu Melahirkan di Kereta Cepat Cina Timur

Hridesh menambahkan, bahwa dokter yang merawat ketiganya mengatakan semuanya aman dan sehat, tetapi memerlukan perawatan. Ketiganya akan dipulangkan setelah beberapa hari.

Gambar dan Tulisan Tak Sama, “Mockup Signage” di Stasiun MRT Jakarta Jadi Viral

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta selalu berupaya untuk memberikan layanan terbaiknya bagi penumpang. Salah satunya adalah memasang mockup signage (maket rambu-rambu) terbaru di Stasiun Blok M.

Baca juga: Perusahaan Patungan PT MRT Jakarta dan PT KAI Buat Empat Stasiun Integrasi

Pemasangan ini gunanya untuk memberikan kemudahan penumpang terkait aturan dan larangan yang diberikan oleh MRT. Salah satunya adalah larangan duduk dilantai dan membuang ludah serta meludah sembarangan hingga makan di area peron.

(Instagram MRT Jakarta)

Mockup signage yang ada di Stasiun Blok M, baru-baru ini menjadi viral karena gambar dan tulisan yang terbalik atau tidak sesuai. Di mana gambar orang duduk yang dilingkari dan dicoret merah harusnya bertulisakan dilarang duduk malahan bertuliskan dilarang membuang sampah atau meludah.

Ini pun sebaliknya gambar orang membuang sampah bertuliskan dilarang duduk di lantai. Kemudian KabarPenumpang.com yang mendapat kabar ini langsung menghubungi pihak PT MRT Jakarta dan dibenarkan bahwa ada kesalahan tersebut.

Pihak PT MRT Jakarta mengakui kesalahan tersebut dan untuk itu, ternyata sejak 12 November 2019 kemarin pihaknya sudah membuka masukan dari eksternal yakni penumpang dan saat ini tengah melakukan proses penyaringan. Masukan itu bisa diberikan penumpang melalui tautan http://bit.ly/signageMRTJ.

“Kami sudah mengidentifikasi ini dan segera kami perbaiki,” ujar Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin yang dihubungi KabarPenumpang.com, Senin (13/1/2020).

Baca juga: Tak Jadi Dicoba, QR Code Ticketing MRT Jakarta Tertunda Beberapa Hari

Pihak PT MRT Jakarta juga mengatakan, pembetulan rambu-rambu di Stasiun Blok M juga akan diseragamkan dengan stasiun-stasiun MRT Jakarta lainnya baik di layang maupun di bawah tanah. Hal ini agar semua sama dan tidak ada yang berbeda setiap stasiunnya.

Diketahui, viralnya mockup tersebut melalui sebuah video pendek yang diunggah ke akun Facebook.

Saat Masker Oksigen Turun, Ini yang Penumpang Wajib Tahu!

Kendati memiliki fungsi yang sebenarnya bisa menyelamatkan nyawa penumpang, namun kehadirannya di hadapan mata tentu enggan diharapkan. Ya, masker oksigen yang ada di atas panel tempat duduk memang menjadi satu benda yang amat tidak diharapkan dilihat oleh penumpang – dengan munculnya masker oksigen ini, itu berarti pesawat tengah mengalami kendala yang cukup serius, seperti kabin kehilangan tekanan udara.

Baca Juga: Perlu Anda Tahu! Masker Darurat di Kabin Hanya Pasok Oksigen Selama 15 Menit

Nah, ngomong-ngomong soal masker oksigen di kabin, tahukah Anda serba-serbi dari instrumen keselamatan yang satu ini? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk, masker oksigen penumpang memiliki lifetime-nya sendiri – biasanya itu hanya 15 menit saja, terhitung sejak masker turun dari kompartemen kabin.

Jika suatu waktu pesawat mengalami masalah di sekitar ketinggian 30.000 kaki dan hal tersebut menyebabkan masker oksiden keluar dari ‘sangkarnya’, maka kapten penerbangan harus sesegera mungkin menurunkan ketinggian sebelum pasokan oksigen di tangki habis – setidaknya pesawat harus berada di ketinggian dimana manusia bisa bernafas secara normal. Sebagai informasi tambahan, tangki oksigen yang dibawa oleh sebuah pesawat ini disimpan di bagian lambung.

Dalam rentang waktu yang cukup singkat tersebut, dan tentu saja menegangkan, kapten harus dengan cekatan mencari jalur yang aman dan tidak menginterupsi penerbangan lainnya, sembari juga berkomunikasi dengan menara pengawas (ATC) untuk meminta ijin melakukan pendaratan darurat.

Mungkin ini terdengar sangat klise dan tidak akan berpengaruh banyak pada Anda yang tengah berada dalam kondisi terdesak seperti ini. Tapi sejatinya, seorang pilot sudah terlatih untuk menangani situasi darurat semacam ini. Pasalnya, jika seorang pilot tidak mengoptimalkan upayanya untuk menangani kondisi darurat semacam ini, maka bisa jadi bukan hanya nyawa penumpang saja yang akan melayang – begitupun dengan dirinya. Ya, siapa yang ingin mengalami suatu hal tragis ketika tengah bertugas?

Baca Juga: Meski Membosankan, Demo Keselamatan Penerbangan Jangan Dilupakan!

Seorang ahli di dunia penerbangan, Dr Gregory Pinnell, mengatakan bahwa, “Pilot akan menurunkan (ketinggian jelajah) lebih cepat sebelum kehabisan oksigen; mereka tahu cara terbaik untuk menangani situasi seperti ini.”