Alitalia, Meski Sempat Terseok-seok, Inilah Maskapai Kebanggaan Negeri Pizza

Memang, nama maskapai ini tidaklah setenar Etihad, Emirates, atau KLM Royal Dutch  – dan Italia juga tidak memiliki maskapai yang namanya tersohor di pasar dunia. Adalah Alitalia, maskapai penerbangan nasional Italia yang sempat terseok-seok ketika menjalankan roda bisnisnya. Hayo, berapa diantara Anda semua yang pernah mendengar nama maskapai ini? Agaknya pamor dari Alitalia sudah kalah telak dibanding maskapai-maskapai lain dari Benua Biru.

Baca Juga: Bermula Dari DC-9, Inilah Rentetan Fakta Unik Seputar Turkish Airlines

Didirikan pasca Perang Dunia II, yaitu pada 19 September 1946, Alitalia membutuhkan waktu sekitar delapan bulan untuk bisa memulai pengoperasian perdananya – tepatnya pada 5 Mei 1947. Alitalia terdaftar sebagai anggota dari dua aliansi penerbangan, Skyteam dan Trans-Atlantic Joint Venture yang dibangun oleh Air France, Delta Airlines, dan KLM Royal Dutch Airlines. Layaknya Garuda Indonesia yang memiliki Citilink sebagai pemain di ranah Low-Cost Carrier, Alitalia juga memiliki anak perusahaan yang bermain di ranah penerbangan berbiaya murah, Air One.

Dengan segala kesiapannya ini, Alitalia didapuk siap untuk ikut berpartisipasi dalam persaingan transportasi jalur udara global.

Di awal perjalanannya, Alitalia menggunakan pesawat Fiat G-12 untuk melayani rute penerbangan Torino-Roma menuju Catania, dan dua bulan berselang setelah pengoperasian resminya, Alitalia meluncurkan penerbangan internasional perdananya menuju Oslo, Norwegia dengan menggunakan pesawat Savoia Marchetti SM 95 yang mampu mengangkut sebanyak 38 penumpang.

Sayap bisnis Alitalia terus melebar seiring berjalannya waktu – sampai di tahun 1960-an, Alitalia ditunjuk oleh Pemerintah Italia sebagai partner resmi maskapai penerbangan Olimpiade Roma 1960. Di tahun yang sama, Alitalia juga mencatat pencapaian mengangkut satu juta penumpang – dimana ini menjadi salah satu angka tertinggi yang pernah diangkut oleh sang flag carrier.

Ketika masuk era milenium, masalah demi masalah mulai menggerogoti tubuh maskapai, terutama dari segi finansial. Hingga pada akhirnya penyakit kronis setiap perusahaan ini menutup umur dari maskapai pada tahun 2009. Namun dengan segenap upaya yang dilakukan oleh stakeholders membuat perusahaan ini kembali bangkit dari jurang keterpurukan dan mengubah ‘wajah’ dari maskapai penerbangan ini.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Tentang Qatar Airways yang Mungkin Baru Anda Tahu!

Satu fakta unik tentang maskapai ini adalah Alitalia merupakan maskapai yang paling sering menggunakan konsultan desainer pakaian untuk para awak kabin pesawat. Tercatat, sepanjang 5 dekade lebih. Alitalia hampir 9 kali mengundang para desainer terkenal Italia dan beberapa diantaranya sempat digunakan selama beberapa tahun.

Siapa sangka, maskapai Alitalia ini juga ternyata membuka rute penerbangan menuju Jakarta. Hanya saja, tidak ada penerbangan langsung yang mereka layani, persisnya Alitalia melakukan code sharing dengan Etihad untuk penerbangan ke Jakarta.

Bagi-bagi Hadiah Model A350-900, Blogger ini Buka Kontes Menulis Tentang Singapore Airlines

Seorang blogger akan membagikan hadiah model Singapore Airlines Airbus A350-900. Dia membuka bagi siapa saja yang menuliskan cerita dan membagikan foto tentang jenis pesawat Singapore Airlines favorit masing-masing. Bahkan dia tidak menutup kemungkinan untuk penulis yang akan memilih pesawat bersejarah, pesawat kargo bahkan SilkAir. Dia akan menutup kontes ini pada 2 Oktober 2019 pukul 17.00 waktu Seattle.

Baca juga: Sepanjang Agustus 2019, Kinerja Singapore Airlines Naik Tipis, SilkAir dan Scoot Hadapi Tekanan

Cara pemilihannya pun akan menggunakan generator nomor acak dan memilih pemenang yang memenuhi syarat. Kompetisi ini terbuka untuk semua orang kecuali penulis AR atau dirinya sendiri. Para peserta wajib untuk membuka tulisan mereka untuk dipamerkan dan tidak menyimpannya sendiri. Dia mengaku, membagikan modal A350-900 ini untuk para pemenang meski dirinya pun belum pernah naik pesawat yang berangkat dari Bandara Internasional Seattle-Tacoma ke Bandara Internasional Changi Singapura.

Singapore Airlines mulai melayani penerbangan langsung dari Bandara Internasional Seattle-Tacoma ke Bandara Internasional Changi Singapura. Pada penerbangan tersebut Singapore Airlines menggunakan armada pesawat terbarunya, Airbus A350-900.

Ini bukan penerbangan terpanjang di dunia, tetapi memakan waktu selama 16 jam dengan jarak tempuh 8070 mil. Seattle sendiri menjadi tujuan Amerika Serikat keempat setelah LAX, EWR dan SFO yang dilayani oleh maskapai Negeri Singa tersebut. Singapore Airlines akan menerbangakn armadanya tiga kali dalam seminggu sebelum meningkat menjadi empat kali seminggu pada Oktober 2019.

Dilansir KabarPenumpang.com dari airlinereporter.com (24/9/2019), kehadiran rute ini tidak hanya menjadi tambahan pelayanan yang bagus di rute Singapura-Amerika Serikat, tetapi juga merupakan perluasan internasional yang hebat bagi Seattle. Seattle-Singapura menjadi layanan internasional ke-12 sejak 2017 lalu.

Saat ini Seattle sendiri menjadi hub ke-10 yang terhubung ke Amerika Serikat dan bandara kedelapan di Amerika Serikat yang paling sering dilalui. Ini bagus untuk opsi penerbangan yang beragam, tetapi akan membuat bandara menjadi lebih sibuk.

Penerbangan ini mungkin cukup panjang, tetapi setidaknya penumpang akan menikmati perjalanan dengan Airbus A350-900 dan tidak perlu berganti pesawat sebanyak dua kali hanya untuk menuju Singapura dari Seattle, Amerika Serikat. Tahun 2013 lalu, penerbangan langsung dari LAX-SIN-EWR menggunakan pesawat jenis A340-500 dengan menempuh penerbangan selama 18 jam.

Pesawat Singapore Airlines A350-900 yang mengoperasikan rute ini dikonfigurasikan dengan 42 kursi kelas bisnis, 24 kursi kelas ekonomi premium dan 187 kursi kelas ekonomi.

Baca juga: Mulai 1 Oktober, Singapore Airlines Tawarkan Ramen untuk Penumpang Kelas Satu dan Bisnis

Diketahui, kehadiran A350 di rute Seatle-Singapura ternyata juga diikuti dibukanya kembali layanan Singapore Airlines ke LAX dan EWR yang menggunakan armada Airbus A350-900ULR. Pesawat tersebut dikonfigurasi dengan 67 kursi kelas bisnis dan 94 kursi kelas ekonomi premium.

Hacker Cina Manfaatkan Airbus Guna Dapatkan Dokumen Beberapa Perusahaan Dirgantara

Mungkin Anda semua masih ingat dengan insiden peretasan yang menimpa pabrikan pesawat asal Eropa, Airbus yang terjadi sekitar bulan Februari 2019 kemarin. Ya, kala itu Airbus langsung menduga bahwa Cina yang berada di balik layar upaya peretasan ini. Kendati kala itu tim investigasi khusus langsung diterjunkan Airbus guna menemukan sang hacker, namun nyatanya insiden peretasan ini tidaklah hanya sekali terjadi.

Baca Juga: Airbus Duga Cina Jadi Dalang di Balik Insiden Serangan Cyber

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman gulfnews.com (26/9), pihak Airbus mengatakan ada empat serangan cyber yang mengarah kepada perusahaan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Sejatinya, grup ini telah lama dianggap sebagai target yang menggoda karena teknologi mutakhir yang menjadikannya salah satu produsen pesawat komersial terbesar di dunia, serta pemasok militer strategis.

Kuat dugaan, pihak peretas menargetkan pembuat mesin asal Inggris, Rolls-Royce dan konsultan dan pemasok teknologi asal Perancis Expleo, serta dua kontraktor Perancis lainnya. Namun ketika dikonfirmasi terkait pernyataan tersebut, baik pihak Airbus maupun Rolls-Royce enggan mengomentarinya – apakah mereka membenarkan atau menyangkal pernyataan tersebut.

Namun seorang spesialis keamanan kedirgantaraan dari BoostAerospace, Romain Bottan mengatakan bahwa, “perusahaan sebesar Airbus tentu saja menggunakan pengamanan ekstra ketat, akan sangat sulit bagi orang diluar sana untuk meretas Airbus,”

Menurut beberapa sumber terpercaya, peretas tampaknya tertarik pada dokumen teknis yang terkait dengan proses sertifikasi untuk berbagai bagian pesawat Airbus. Mereka juga mengatakan bahwa beberapa dokumen curian terkait dengan mesin pesawat angkut militer Airbus A400M, yang memiliki beberapa mesin baling-baling paling kuat di dunia. Tidak berhenti sampai di situ, para peretas juga tertarik dengan sistem propulsi untuk jet penumpang Airbus A350, serta sistem avionik yang mengendalikan pesawat.

Baca Juga: Gawat! Akses Data Divisi Pesawat Komersial Airbus Berhasil Diretas

Kendati diklaim dilindungi oleh sistem yang sangat ketat, namun tetap saja ancaman serangan cyber semacam ini memang terbilang salah satu yang paling membahayakan. Banyak peretas yang didukung negara dan independen diketahui menggunakan alat untuk menyamarkan jejak mereka, atau mereka dapat meninggalkan petunjuk yang dimaksudkan untuk membingungkan penyelidik atau membuat mereka menyalahkan orang lain. Namun hingga saat ini, pihak Airbus masih menduga Cina di balik aksi peretasan ini.

Penumpang Tandai Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta dengan Stempel Anti-Groping

Pelecehan seksual kerap kali terjadi pada penumpang perempuan di moda transportasi umum baik bus ataupun kereta. Jepang, sebagai negara yang penumpang perempuannya sering mengalami pelecehan baru-baru ini meluncurkan perangkat anti-groping. Perangkat tersebut sebuah stempel yang memungkinkan korban untuk menandai pelaku dengan men-stempelnya.

Baca juga: Tingkat Pelecehan Seksual Tinggi, Kepolisian Jepang Rilis Aplikasi yang Bisa Teriak!

Uniknya, stempel tersebut tidak sama dengan yang lain, sebab tinta tidak akan terlihat dengan jelas di tangan kecuali menyalakan sinar dari perangkat untuk pelaku yang sudah ditandai. KabarPenumpang.com melansir laman bbc.com (29/8/2019), perusahaan pembuat stempel ini menghadirkan perangkat tersebut mengatakan, ingin membantu menangani kejahatan seksual itu.

Tetapi adanya perangkat baru, justru membuat salah satu badan amal pelecehan seksual khawatir teknologi ini dapat menambah beban pada korban. Tak hanya itu, sebelumnya Perusahaan Jepang Shachihata mengaku sudah mengembangkan stempel untuk membantu mencegah penumpang diraba-raba oleh pelaku pelecehan seksual ketika berada di kereta api.

Perusahaan tersebut pertama kali mengumumkan pengembangan stempel pada Mei lalu, karena melihat sebuah video di mana sepasang siswi Jepang mengejar pelaku yang melakukan kejahatannya di platform stasiun. Seorang juru bicara Shachihata mengatakan, perangkat ini adalah langkah kecil menuju dunia yang bebas dari kejahatan seksual.

Adanya hal ini membuat juru bicara Rape Crisis Inggris dan Wales mengatakan, prihatin dengan perusahaan-perusahaan yang menghasilkan uang karena ketakutan akan perkosaan dan pelecehan seksual serta menempatkan tanggung jawab pada calon korban.

“Sementara para penemu dan produsen produk seperti ini tidak diragukan lagi berniat baik, ada sesuatu yang bermasalah tentang siapa pun yang mengambil untung dari ketakutan orang-orang terutama perempuan dan anak perempuan terhadap kekerasan dan pelecehan seksual,” kata Katie Russell.

Dia mengatakan, mungkin yang lebih penting produk pencegahan seperti ini tampaknya menempatkan tanggung jawab pada korban dan calon korban untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain dari kekerasan seksual.

“Ketika sebenarnya tanggung jawab itu terletak sepenuhnya dan sepenuhnya pada para pelaku kejahatan ini, seperti halnya kekuatan untuk mengakhirinya,” tambah Katie.

Polisi Metropolitan Tokyo mengatakan 2620 kejahatan seksual dilaporkan pada tahun 2017, termasuk 1750 kasus meraba-raba, sebagian besar di kereta atau di stasiun. Perangkat ini terbatas hanya ada 500 dan dijual dengan harga 2500 yen dan terjual habis dalam 30 menit.

Kehadiran stempel ini menandai yang terbaru dari serangkaian upaya untuk mencegah groper di negara ini, dan datang hanya beberapa bulan setelah rilis aplikasi anti-pelecehan Digi Police. Aplikasi ini memungkinkan korban memperingatkan sesama penumpang bahwa mereka dalam bahaya dengan menampilkan pesan tertulis.

“Ada keranjang di sini. Tolong bantu.”

Baca juga: Jadi Korban Pelecehan Seksual di LRT, Wanita ini Malah Kena Bully Warganet

Tak hanya itu, kereta komuter Tokyo sudah memasang kamera pengintai untuk membantu menangani keluhann pelecehan seksual sejak tahun 2009 lalu. Lebih dari enam ribu orang ditangkap karena dicurigai melakukan kegiatan tersebut atau mengambil foto yang tidak diminta pada tahun yang sama.

Gerakan #MeToo sejauh ini lambat ditiru di Jepang, yang menempati urutan ke-110 dari 149 negara dalam indeks World Economic Forum yang mengukur kesetaraan gender.

Tak Mau Duduk Dekat Penumpang Bawa Anak, Japan Airlines Hadirkan Peta dengan Ikon

Tak semua penumpang senang ketika mereka terbang dengan penumpang lain yang membawa bayi atau anak usia dibawah dua tahun. Hal ini biasanya dikarenakan bayi bisa tiba-tiba menangis selama penerbangan dan anak-anak berteriak.

Baca juga: Bentak Bayi Menangis di Penerbangan, PNS Wanita Ini Terancam Kehilangan Pekerjaan!

Tetapi untungnya Japan Airlines (JAL) mengerti akan masalah penumpang seperti itu. Di mana kemudian JAL menghadirkan peta untuk membantu penumpang yang tidak ingin duduk di sebelah penumpang lain yang membawa bayi atau anak mereka.

Ikon bayi pada kursi penumpang (Newshub)

Penumpang bisa melihat kursi mana saja yang diduduki bayi dalam website Japan Airlines. KabarPenumpang.com melansir dari laman newshub.co.nz (27/9/2019), penumpang yang akan memilih kursi mereka bisa masuk ke dalam website Japan Airlines dan nanti akan ada ikon anak muncul dikursi yang sudah dipilih oleh penumpang dengan bayi atau anak mereka.

Ikon ini bisa terlihat ketika penumpang yang membawa bayi dan anak memesan melalui situs web mereka. Japan Airlines mengatakan, situs web mereka tidak mencatat kursi bayi yang dipesan pada penerbangan melalui situs web atau agen pembelian tiket lainnya.

Karena hal yang dilakukannya ini, JAL bahkan dipuji karena memudahkan pelanggan yang bisa duduk tanpa harus terganggu tangisan atau terikan bayi dan anak-anak. Tak hanya itu, beberapa pengguna Japan Airlines bahkan merayakannya dengan memposting di beberapa media sosial sementara penumpang lain mendesak agar bisa toleran terhadap bayi dan anak-anak yang bepergian dengan orang tua mereka.

“Terima kasih Japan Airlines (@JAL_Official)jp) karena telah memperingatkan saya tentang di mana bayi berencana berteriak dan berteriak selama perjalanan 13 jam. Ini benar-benar harus menjadi kewajiban di seluruh penerbangan,” kata akun Twitter Rahat Ahmed.

Dia menambahkan di dalam tweet-nya, “Harap perhatikan @qatarairways, saya berada di sekitaran tiga bayi yang berteriak di sebelah saya dalam penerbangan JFK ke DOH dua minggu lalu.”

Karena cuitannya ini, seorang penumpang yang juga seorang ayah meminta Ahmed untuk santai menghadapi masalah dengan anak-anak.

“Sebagai ayah dari lima anak dan telah bepergian ketika mereka masih bayi, pada satu titik atau yang lain, saya mencoba melakukan semua yang saya bisa untuk mencegah mereka menangis,” ujar David Walker yang ikut mengomentari postingan Ahmed.

Dia menambahkan, ini pun sulit untuk orang tua, “Dan ingat, hanya satu hari kami akan selamat dari penerbanganmu”.

Beberapa warganet lainnya menyarankan menggunakan headphone peredam bising menjadi salah satu cara untuk mendapatkan kedamaian dan ketenangan dalam penerbangan. Warganet lainnya yang mengomentari mengatakan, bahwa mereka bisa datang dengan peringatan nafas yang keras, pemakan yang berisik dan hoggers sandaran tangan.

Baca juga: Bayi Tertinggal di Ruang Boarding, Ibu Panik dan Pesawat Terpaksa “Return to Base”

“Lebih bagus lagi jika kita juga memiliki aplikasi yang menunjukkan di mana, napas yang nyaring, pemakan yang berisik, hoggers sandaran tangan, dan bau toilet. Atau Anda bisa saja bekerja lebih keras atau mungkin menjual jiwa Anda lebih dalam untuk menyewa pesawat jet Anda sendiri,” kata akun Twitter @lulusmithed (Lucy Murray).

MRT Jakarta Segera Luncurkan QR Code untuk Tiket, Provider Uang Elektronik Mulai Bersaing

Sebagai moda trasportasi baru di ibukota, Moda Raya Terpadu alias MRT Jakarta mulai mengembangkan dirinya dengan mempersiapkan berbagai macam cara pembayaran selain menggunakan kartu single trip. Saat ini, pihak PT MRT Jakarta tengah melakukan seleksi atau beauty contest untuk provider sistem pemindai kode respon cepat atau QR Code pembayaran tiket.

Baca juga: Aksi Demo Tolak RUU KUHP Bikin Rekor Penumpang MRT Jakarta Tembus 121 Ribu

“Saat ini kami melakukan beauty contes untuk penyedia provider QR Code dan dalam proses penentuan,” ujar Direktur PT MRT Jakarta William Sabandar di kantornya, Kamis (26/9/2019).

Sabandar menargetkan sistem pembayaran dengan QR Code ini akan go live pada akhir Oktober dan paling lambat akhir tahun 2019. Ia mengatakan, pihaknya juga sudah mulai melakukan uji coba pada Juli-Agustus 2019 kemarin.

Nantinya QR Code ini bisa digunakan penumpang melalui aplikasi MRT Jakarta dan menjadi salah satu kemudahan untuk pembayaran. Saat ini MRT Jakarta tengah menyiapkan perangkat lunak dan perangkat keras seperti QR Gate untuk mendukung pembayaran melalui QR Code tersebut.

“Penumpang masuk ke aplikasi MRT Jakarta, kemudian pilih stasiun keberangkatan dan tujuan. Misalnya dari Lebak Bulus ke Bundaran HI dan harga akan keluar, kemudian penumpang masuk ke menu pembayaran yang akan ada banyak provider, tinggal pilih,” kata Dia.

Tak hanya melakukan pembayaran dengan QR Code, Sabandar menjelaskan penerbitan kartu MRT Jakarta Multi Trip akan hadir pada November 2019 ini. Dia menyebutkan, pihaknya kini tengah melakukan proses perizinan dari Bank Indonesia.

“Selama ini kartu multi trip itu kan dari bank-bank yang bekerja sama, punya MRT sendiri baru ada single trip dan multi trip ini akan hadir November kalau perizinannya selesai,” jelasnya.

 Baca juga: Tambah Ruas Ganjil Genap, MRT Jakarta Optimis Jumlah Penumpang Meningkat

Orang nomer satu di PT MRT Jakarta ini menambahkan, untuk QR Code pihaknya tidak akan berurusan dengan Bank Indonesia tetapi pihak porvider yang akan mengurus hal tersebut. Sabandar menambahkan, akan ada sejumlah provider penyedia QR COde baik kecil maupun besar yang akan bersaing dalam proyek ini seperti GoPay, Ovo, dan LinkAja.

Digoyang Isu Stop Beroperasi, Sriwijaya Air Group Keluarkan Bantahan

Setelah merajut kerjasama pada akhir 2018, Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Group kini telah pecah kongsi, sebagai buntutnya logo “Garuda Indonesia” di armada Sriwijaya Air telah dicopot. Menanggapi perkembangan yang ada, pihak Sriwjaya Air Group lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) telah merombak susunan direksi dan komiraris. Melihat gejokak yang tak kondusif, muncul serangkaian kabar bahwa Sriwijaya Air Group telah berhenti beroperasi.

Baca juga: Buntut Pencabutan Logo “Garuda Indonesia,” Sriwijaya Air Group Rombak Susunan Direksi dan Komisaris

Menaggapi berita yang beredar di masyarakat, Direktur Komersial PT Sriwijaya Air Rifai Taberi dalam keterangan resmi menyebutkan, bahwa sampai saat ini PT Sriwijaya Air Group (Sriwijaya Air dan NAM Air) dalam keadaan baik dan masih beroperasi secara normal. Ia menambahkan, PT Sriwijaya Air Group masih tetap berkomitmen menjaga iklim operasional agar tetap kondusif dengan terus mengedepankan safety and security dalam setiap penerbangan.

Srijaya Air mengimbau kepada seluruh masyarakat maupun mitra kerja dan mitra usaha agar tidak resah dalam memilih pelayanan penerbangan bersama Sriwijaya Air dan NAM Air.

Sebelumnya, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menyebut bahwa pencabutan logo Garuda Indonesia pada armada Sriwijaya Air merupakan upaya dalam menjaga brand Garuda Indonesia Group, khususnya mempertimbangkan konsistensi layanan Sriwijaya Air Group yang tidak sejalan dengan standardisasi layanan Garuda Indonesia Group sejak adanya dispute kerja sama manajemen (KSM).

Baca juga: Ada Logo Garuda Indonesia di Sriwijaya Air, Gabung Seutuhnya Atau Tetap KSO?

KSM yang diketahui akan berlaku selama tiga tahun, dimana Garuda Indonesia Group akan terdiri dari empat maskapai yakni Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air dan NAM Air. Semua pesawat yang dioperasikan Sriwijaya akan menggunakan logo ‘Member of Garuda Indonesia’ sejak 16 Desember 2018.

Penumpang Buka Pintu Darurat Karena Pengap, Xiamen Airlines Delay Satu Jam!

Ada-ada saja memang tingkah laku penumpang di dalam sebuah penerbangan. Pernah ada yang melakukan gerakan yoga kabin, mabuk ketika pesawat hendak lepas landas, hingga yang sering terjadi adalah penumpang tidak sengaja membuka pintu darurat. Judulnya saja sudah pintu darurat, otomatis pintu ini boleh dibuka hanya jika keadaan mendesak atau darurat. Namun apa jadinya jika ada seorang penumpang yang membuka pintu darurat hanya karena kondisi di dalam kabin terlalu pengap?

Baca Juga: Bikin Panik! Pemuda Ini Berusaha Buka Pintu Darurat Yang Ia Kira Sebagai Pintu Toilet

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (26/9), kejadian ini terjadi pada Xiamen Airlines Flight 8215 yang akan mengudara dari Wuhan Tianhe International Airport pada tanggal 23 September silam – dimana salah seorang penumpangnya yang berjenis kelamin wanita dengan santai membuka pintu darurat ketika pesawat masih berada di tarmac. Alasan dari wanita ini juga cukup menggelikan – kondisi di dalam kabin sangat pengap.

Menurut penuturan salah satu awak kabin, kejadian ini terjadi manakala proses boarding hampir rampung. Selayaknya Anda duduk di dekat pintu darurat, awak kabin akan menghampiri Anda dan berkata untuk tidak menyentuh tuas pintu hanya jika situasi darurat. Namun agaknya penumpang wanita yang identitasnya disamarkan ini tidak mengindahkan omongan si awak kabin.

Dengan dalih pengap, ia lalu dengan santainya membuka pintu darurat tersebut hanya untuk mendapatkan udara segar dari tarmac. Sontak, penerbangan yang akan bertolak menuju kota Lanzhou, Ibukota Provinsi Gansu tersebut mengalami keterlambatan pemberangkatan. Penumpang yang berada di dalam kabin pun diminta untuk menunggu sementara petugas keamanan bandara setempat dikabarkan langsung bersiap untuk mengarah menuju pesawat guna menciduk wanita yang berbuat seenaknya ini.

Baca Juga: Penasaran, Apa Sih Fungsi Penanda Pada Pintu Darurat di Kabin Pesawat?

Benar saja, setibanya polisi bandara di dalam kabin, wanita ini langsung diringkus karena dinilai telah melakukan pelanggaran yang merugikan pihak maskapai dan penumpang lain. Kini, penumpang wanita ini mendekap di balik sel besi.

Menanggapi insiden ini, pihak maskapai Xiamen Airlines mengatakan bahwa Flight 8215 mengalami keterlambatan penerbangan sekita satu jam lamanya.

“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan dan keterlambatan penerbangan yang terjadi,” tulis pihak Xiamen Airlines.

Aksi Demo Tolak RUU KUHP Bikin Rekor Penumpang MRT Jakarta Tembus 121 Ribu

Aksi demo menolak RUU KUHP yang terjadi pada 24-25 September 2019 kemarin ternyata memberikan dampak baik bagi Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Di mana jumlah penumpang MRT melonjak tinggi dan menembus rekor terbarunya.

Baca juga: Tambah Ruas Ganjil Genap, MRT Jakarta Optimis Jumlah Penumpang Meningkat

Hal ini didapatkan MRT Jakarta, karena terkena imbas ketika stasiun Palmerah tak bisa beroperasi akibat tertutup masa pendemo. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pada 24 dan 25 September kemarin penumpang MRT naik dua kali lipat dari hari biasa.

“Kemarin angka paling tinggi selama enam bulan beroperasi komersial sejak 24 Maret. Di 24 September penumpang mencapai 113.560 orang dan tanggal 25-nya menembus rekor 121.076 orang,” kata Sabandar, Kamis (26/9/2019).

Sabandar mengatakan, kenaikan ini karena adanya pendemo yang mencari alternatif lain ketika Commuter Line tidak beroperasi. Menurutnya, rata-rata ini melebihi penumpang pada hari Jumat yang sudah 105 ribu.

Tak hanya itu, kebijakan ganjil genap yang diberlakukan pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membantu meningkatkan penumpang. Sabandar mengatakan, jumlah penumpang yang sudah diangkut penumpang hingga September 2019 sebanyak 2,2 juta dengan rata-rata perhari 90.386 orang atau sekitar 12 persen.

“Rata-rata ini kita hitung ikut hari Sabtu dan Minggu. Bila tidak ikut sudah lebih dari 100 ribu penumpang per hari. Karena Sabtu dan Minggu penumpang tidak sebanyak hari kerja,” tambahnya.

Dia menyebutkan, kebijakan ganjil genap yang berlaku memang menambah penumpang, tetapi pihak MRT Jakarta juga terus melakukan upaya untuk mempertahankan penumpang reguler dan menambah jumlah penumpang per harinya. Sabandar mengatakan, pihak MRT Jakarta memberikan diskon atau memberikan pengobatan gratis beberapa waktu lalu di beberap stasiun untuk mempertahankan penumpang reguler.

“Kalau penumpang non reguler, kita buat wisata edukasi, kita juga buat ruang baca Jakarta di beberapa stasiun dan sudah ada rak-rak buku di Bundaran HI dan Lebak Bulus dengan kotak donasi buku di 13 stasiun yang ada,” jelasnya.

Baca juga: PT MRT Jakarta dan PT KCIC Lakukan Kerja Sama Transfer of Knowledge

Sabandar menambahkan, meski saat ini penumpang sudah mencapai target 100 ribu, tetapi pihak MRT tidak akan merubah target penumpang hingga akhir tahun 2019 ini.

“Meski sudah mencapai 100 ribu penumpang per hari, target kita akan tetap sama tidak ada perubahan.”

Bila Ada Penumpang Pipis di Kursi, Inilah Prosedur Penanganan dari Awak Kabin!

Ketika tanda kenakan sabuk pengaman menyala, setiap penumpang di dalam kabin pesawat wajib mengenakannya tanpa terkecuali. Sehingga dalam kondisi apapun Anda tidak boleh melepasnya sebelum lampu itu padam. Apalagi bila kebelet pipis untuk menuju toilet, hal itu pun terpaksa harus ditunda hingga lampu padam dan baru bisa melepas hajat saat kondisi telah kondusif.

Baca juga: Pipis Dilorong Kabin, Pria Mabuk Ini Viral di Media

Nah, bagaimana jika hasrat pipis sudah diujung tanduk dan tanda kenakan sabuk pengaman masih menyala? Yang jelas Anda tidak akan bisa ke toilet apapun alasannya. Ya, karena itu apakah Anda harus menahan hasrat dan merasa sakit di kandung kemih atau memilih mengeluarkannya di kursi alias ngompol (pipis dicelana)?

KabarPenumpang.com merangkum laman melmagazine.com, mungkin banyak yang akan memilih menahan hasrat pipis ketimbang malu karena mengompol dan ketahuan oleh penumpang lain.

Namun ketika seorang penumpang pipis di celana, apakah awak kabin tahu akan hal itu dan apa yang mereka lalukan ketika itu terjadi? Pasalnya kursi yang dipipisi penumpang itu pasti akan digunakan penumpang lainnya pada penerbangan selanjutnya. Lepas dari kesibukan tim awak kabin, mungkin mereka tidak pernah tahu ada penumpang yang pipis di celana ketika lampu kenakan sabuk pengaman menyala. Tetapi beberapa lainnya pun mengakui adanya hal itu.

“Saya hanya pernah melihat satu orang yang pipis dan itu karena dia pingsan setelah kejang. Tidak pernah ada orang yang pipis sendiri karena mereka tidak mau atau tidak bisa bangun untuk pipis. Mungkin anak-anak, karena itulah yang dilakukan anak-anak,” kata seorang awak kabin yang tak mau disebutkan namanya.

Sedangkan seorang pilot mengakui bahwa anaknya pernah pipis di celana ketika dalam penerbangan dan mengatakan ada satu pria tua lain yang pipis di celana dan itu karena darurat medis.

“Secara teknis saya yakin itu terjadi. Tapi aku belum pernah melihatnya,” kata seorang awak kabin bernama Adrienne.

Adrienne mengatakan, ketika seorang penumpang pipis di kursi, hal ini tidak akan dianggap enteng oleh kru kabin.

“Ini cairan tubuh, jadi saya akan memberitahu pilot dan memberitahu pihak operasional di darat (ground crew) untuk menanganinya lebih lanjut,” jelasnya.

Dia mengakui, kru di darat akan naik ke kabin dan mengganti bantalan kursi. Hal ini dikarenakan, awak kabin tidak akan mengeringkannya dan juga berharap tidak ada akan ada penumpang yang duduk disana sampai kursi diganti.

“Saya tidak ingin duduk di kursi yang terkena air kencing dan saya tidak akan mengharapkan penumpang juga,” tambah Adrienne.

Jadi, tenanglah, hanya ada kemungkinan kecil bahwa ada orang yang mengencingi kursi sebelum Anda duduk, karena pramugari akan membersihkan kekacauan, ada kemungkinan lebih baik mereka akan melihat dan mengganti kursi dengan yang baru.

Baca juga: Viral, Wanita Ini Pipis di Pantry Pesawat Sesaat Sebelum Lepas Landas

Bahkan Adrienne menyarankan, jangan merasa malu untuk buang air kecil ketika Anda memiliki kesempatan selama penerbangan.

“Kencing saja. Bangun dan pergi, jadi Anda tidak mendapatkan posisi ini. Dan jika ini benar-benar darurat, lacak petugas. Selama Anda sopan, mereka akan dengan senang hati membantu Anda,” tambahnya.