Lebih Fleksibel dan Ramah Digital, Volkswagen Rilis Logo Baru

Volkswagen yang dikenal dengan singkatan “VW” memperkelankan logo barunya di IAA International Motor Show di Frankfurt. Perilisan logo baru secara perdana ini juga menandai mulainya era baru bagi VW serta presentasi kendaraan ID.31 yang menggunakan listrik pada saat bersamaan. Logo baru VW ini didesain dua dimensi yang datar lebih jelas dan telah dikurangi menjadi elemen-elemen penting.

Baca juga: “Kurang Puas” dengan Mercedes, Lufthansa Ganti Layanan Shuttle Premium dengan Volkswagen

Desain merek dan logo bertujuan untuk fleskibilitas tinggi dan bertujuan untuk aplikasi digital. Penggantian desain merek dan logo baru tersebut akan selesai pada pertengahan 2020 mendatang. Anggota Dewan merek yang bertanggung jawab Jürgen Stackmann mengatakan desain merek baru menandakan dimulainya era baru untuk VW.

Desain merek baru ini akan ada pada mobil penumpang dan kendaraan komerisal VW. Dalam desain merek baru, VW telah menciptakan platform komunikassi otentik untuk presentasi emosional mobilitas elektronik. Ini menunjukkan VW masa depan di bawah moto digital first dan no filter.

“Kami telah menciptakan pengalaman merek global baru yang holistik di semua saluran dan di semua titik sentuh. Sebagai prinsip umum, tujuan di masa depan tidak akan menunjukkan dunia periklanan yang sempurna. Dalam presentasi kami, kami ingin menjadi lebih manusiawi dan lebih hidup, untuk mengadopsi perspektif pelanggan secara lebih luas dan untuk menceritakan kisah-kisah otentik,” kata Jochen Sengpiehl, Kepala Marketing VW yang dikutip KabarPenumpang.com dari avondhupress.ie (13/9/2019).

Bahkan fondasi strategis untuk desain merek baru ini tidak dibuat oleh lembaga eksternal tetapi oleh tim gabungan desain dan pemasaran VW. Desain diimplementasikan dengan integrasi penuh semua departemen perusahaan dalam waktu sembilan bulan dengan menggunakan konsep tenaga listrik yang dikembangkan VW khusus untuk ini.

Ada 19 tim internal dan 17 lembaga eksternal terlibat dalam proyek ini. Selain peluncuran di IAA International Motor Show di Frankfurt, sinyal awal logo baru akan bersinar di gedung tinggi yakni kantor pusat perusahaan di Wolfsburg pada waktu yang sama.

Changeover global sendiri akan diimplementasikan menggunakan pendekatan yang hemat biaya dan konservasi sumber daya. Awalnya lokasi dealer merek di Eropa akan diubah dan kemudian Cina pada Oktober mendatang.

Penggantian ini akan dilaksanakan secara bertahap di Amerika Utara dan Selatan serta seluruh dunia di awal tahun 2020. Rebranding VW menjadi salah satu proyek terbesar dari jenis ini di industri seluruh dunia.

Pada sepuluh ribu fasilitas dealer dan mitra layanan di seluruh dunia dan 70 ribu logo akan diganti. Simbol dan merek dagang akan menjadi logo baru yang lebih modern, lebih jelas dan lebih sederhana.

Hingga saat ini, logo baru itu berwarna biru dan putih dengan warna biru sudah ditambahkan dan memungkinkan varian warna tambahan. Karena aplikasi digital dengan antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan menjadi sangat penting, logo akan diposisikan secara fleksibel dengan “bingkai bergerak” yang baru di masa depan.

Alih-alih klaim merek, VW akan memiliki logo suara untuk pertama kalinya. Ini akan membuat merek VW berbeda dalam hal akustik, baik di kendaraan maupun dalam komunikasi. Bahasa visual baru dari merek akan sangat berbeda dari yang disajikan oleh Volkswagen sampai saat ini akan lebih berani dan lebih berwarna dan fokusnya adalah pada orang.

VW tidak akan lagi berkonsentrasi pada perfeksionisme dalam fotografi kendaraan. Di masa depan, tujuan utamanya adalah menghadirkan situasi realistis yang dapat diidentifikasi oleh pelanggan.

Seperti dalam kasus kendaraan, cahaya juga akan memainkan peran kunci dalam komunikasi. Cahaya adalah kromium baru, di masa depan logo akan menyala, di kendaraan, di lokasi merek dan di dealer. Di dealer juga, logo, bingkai bergerak dan cahaya akan memainkan peran kunci, dengan tujuan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan.

Baca juga: Volkswagen SEDRIC School Bus, Kendaraan Otonom dengan Balutan “Bus Sekolah”

Selama beberapa dekade, VW telah menggunakan suara pria untuk menghadirkan kendaraannya dan untuk tujuan iklan. Merek sekarang menjadi perempuan dan di hampir semua pasar, seorang wanita dengan suara yang hangat, menyenangkan dan percaya diri akan berbicara untuk VW.

Singapore Airlines Datangkan Sayur Segar dari AeroFarms di New Jersey

Menjadi salah satu maskapai mewah di dunia, Singapore Airlines (SIA) selalu mengedepankan yang terbaik untuk penumpangnya. Bahkan makanan pun, mereka selalu menyiapkan segala sesuatu yang terbaik dan segar untuk disajikan pada penumpang.

Baca juga: Penumpang Sadar Gaya Hidup Sehat, Singapore Airlines Tawarkan Makanan Sehat dalam Penerbangan

Dilansir KabarPenumpang.com dari businessinsider.sg (17/9/2019), SIA pada 2017 lalu menjadi berita utama ketika mengumumkan layanan makan farm-to-plane untuk penerbangan jarak jauh. Mereka melakukan perencanaan dan persiapan selama berbulan-bulan untuk mendapatkan bahan makanan segar yang akan disajikan dalam kabin.

(www.businessinsider.sg)

Bekerja sama dengan AeroFarms yang berada di Newark, SIA akan mendaat sayuran hijau segar untuk makanan pembuka di kelas bisnis pada Oktober mendatang. Makanan dengan sayuran lokal ini akan hadir pada penerbangan kelas bisnis dan ekonomi premium.

Dengan AeroFarms, SIA juga mendukung bisnis ramah lingkungan meski dikirim dengan pesawat yang menggunakan bahan bakar dari fosil dan menghasilkan emisi di seluruh dunia.

“Ada dua manfaat yakni memungkinkan kita sebagai gantinya sumber hijau kurang dari lima mil jauhnya yang mengurangi limbah pengiriman. Kemudian Singapura mencari untuk memperluas inisiatif pertanian ke pesawat dengan pertanian perkotaan bekerlanjutan serupa di dunia untuk mendukung bisnis ramah lingkungan,” kata kepala komunikasi Amerika Serikat di Singapura, James Boyd.

(www.businessinsider.sg)

Baru-baru ini, penelusuran fasilitas dan proses mendapatkan sayuran dari pertanian ke langit dan didapat AeroFarms yang memiliki pertanian vertikal satu hektar dengan teknologi tinggi. Ladang vertikal ini bisa ditemukan di pabrik baja tua di Newark, New Jersey.

Ladang ini menanam, memanen dan menyiapkan sayuran segar untuk penerbangan SIA. Pertanian yang menggunakan teknik aeroponik ini bisa tumbuh sekitar 390 kali lebih banyak dari pertanian normal dengan luas lahan yang sama.

Dalam penanaman sayur, AeroFarms menggunakan uap air dan udara untuk membatu tanaman tumbuh tanpa tanah, pestisida, sinar matahari ataupun hama. Pertanian ini akan menambahkan nutrisi dalam pertumbuhan sayuran saat masih berbentuk biji.

(www.businessinsider.sg)

Pengganti sinar matahari, AeroFarm menggunakan lampu LED dengan pancaran spektrum cahaya tertentu untuk menegah hama, mengoptimalkan nutrisi dan mengendalikan rasa sayuran. Waktu panennya pun lebih cepat yakni hanya 12-14 hari dibandingkan sayuran biasa yang memakan waktu 30-45 hari.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Hidangan, Singapore Airlines Gandeng Como Shambhala Hadirkan ‘Makanan Sehat’

Setelah dipanen dan dikemas, sayuran diangkut dengan truk ke Flying Food Group terdekat untuk memasok penerbangan dari Newark ke Singapura. SIA mengatakan, pada Oktober mendatang, mereka akan mulai dengan tiga makanan pembuka termasuk salah hijau, tomat heiloom ceviche dan ayam rebus kedelai.

Ketua FAA: “Jika Ingin Sertifikasi Turun, Saya Harus Terbangkan 737 MAX”

Setelah pada awal minggu ini Federal Aviation Administration (FAA) melontarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa ketuanya, Steve Dickson berencana untuk mengunjungi Seattle dalam waktu dekat berkenaan dengan proses sertifikasi varian Boeing 737 MAX, kini giliran Steve yang angkat biacara. Steve mengatakan bahwa dirinya tidak akan mengeluarkan sertifikasi untuk Boeing 737 MAX jika bukan dirinya sendiri yang mengemudikan pesawat.

Baca Juga: Uji Sertifikasi 737 MAX Jatuh Pada September Ini, FAA dan Boeing Masih Rahasiakan Tanggal, Ada Apa?

Dengan kata lain, Steve sendirilah yang harus menerbangkan varian jet penumpang ini jika Boeing ingin mendapatkan ijin untuk kembali menerbangkan burung besi ini ke angkasa luas. Selain itu, administrator FAA ini juga akan bertemu dengan eksekutif Boeing dan memberikan pengarahan terkait pembaruan peranti lunak (update software) ke sistem kontrol penerbangan 737 MAX.

“Saya adalah otoritas penandatanganan terakhir di AS, dan saya tidak akan menandatanganinya sampai pesawat itu saya terbangkan sendiri,” ujar Steve.

“Saya akan menerbangkan 737 MAX,” tandasnya.

Bukan tidak mungkin apabila Seteve akan menerbangkan pesawat ini dalam waktu dekat, mengingat Steve merupakan mantan pilot yang dimana dirinya masih memiliki lisensi untuk menerbangkan pesawat yang pernah menyabet predikat sebagai pesawat terlaris sepanjang sejarah aviasi global ini.

Sebelum menerbangkan 737 MAX, Steve dijadwalkan akan terlebih dahulu menjajal mesin simulator terlebih dahulu dan menguji update software yang telah dilakukan oleh pihak Boeing. Hadirnya Steve di balik kemudi 737 MAX merupakan pengembangan baru, dimana standarnya, uji sertifikasi ini melibatkan satu pilot dari Boeing dan satu pilot dari FAA.

Mungkin, pernyataan Steve ini merupakan sebuah gertakan dari FAA yang tidak ingin kejadian jatuhnya pesawat buatan Boeing tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Bisa juga rencana ini merupakan cara dari Steve untuk menjaga image dari FAA yang bertindak sebagai regulator udara dalam menurunkan sertifikasi.

Baca Juga: Boeing 737 Sabet Predikat Sebagai Pesawat Terlaris Sepanjang Sejarah Aviasi Global

Terlepas dari spekulasi terkait keputusan Steve untuk menerbangkan 737 MAX, juru bicara Boeing, Chaz Bickers menyebutkan bahwa pihaknya yakin dapat terus kooperatif dengan pihak regulator agar raja di kelas pesawat narrow-body ini bisa kembali mengudara sesegera mungkin.

“Kami akan bekerja untuk memenuhi permintaan administrator dan kami terus mendukung regulator global agar dapat mengembalikan pesawat ke layanan dengan aman,” ujar Chaz.

Eks Stasiun Kudus, Pernah Jadi Pasar dan Gudangnya Jadi Lapangan Futsal

Baru-baru ini PT KAI Daop IV Semarang menghadirkan angkutan terusan bagi pelancong atau masyarakat dari Demak, Kudus dan Pati menuju ke Stasiun Semarang Poncol dan Tawang. Kehadiran ini membuat banyak pertanyaan apakah tidak ada stasiun Kudus sehingga harus menggunakan angkutan terusan?

Baca juga: Jalur Mau Dihidupkan, Stasiun Demak Justru Sudah Menjadi Kafe

Ternyata dulu ada Stasiun Kudus tetapi kini sudah mati alias tak lagi beroperasi. KabarPenumpang.com  merangkum dari berbagai laman sumber, Stasiun Kudus dibangun tahun 1883 silam dan dibuka pada tahun 1919 lalu yang mempunyai cabang ke Mayong. Pada masa Hindia Belanda stasiun ini dimiliki oleh Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij.

Asal usul stasiun ini terdiri atas dua periode dimana yang pertama adalah pembangunan dua jalur kereta api yakni Jurnatan-Juwana dan Kudus-Mayong yang dibangun oleh Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij. Jalur Demak–Kudus selesai pada tanggal 15 Maret 1884 dan dilanjut menuju Juwana pada tanggal 19 April 1884. Selanjutnya, dibangun jalur cabang menuju Mayong pada tanggal 6 September 1887.

Stasiun Kudus yang juga dikenal dengan Stasiun Wergu karena terletak di Wergu Wetan, berada di ketinggian +16,37 mdpl dan merupakan stasiun kereta api nonaktif kelas besar. Nonaktifnya stasiun ini pada tahun 1986, dikarenakan sejak tahun 1980, penumpang turun drastis disebakan adanya pelebaran jalan dan makin banyaknya kendaraan pribadi serta angkutan umum.
Stasiun ini dulu mempunyai dipo lokomotif tetapi kini telah beralih fungsi menjadi kios, sementara emplasemennya berubah menjadi karoseri bak truk. Selain dipo, stasiun ini juga mempunyai sebuah gudang yang dahulu digunakan untuk menyimpan hasil bumi dan kini digunakan untuk lapangan futsal.

Di sebelah utara Stasiun Kudus masih berdiri tegak tiang sinyal mekanik. Tak hanya itu, bangunan stasiun ini pernah dijadikan sebagai pasar sejak 1993. Untuk menandai bekas stasiun, pasar ini dikenal sebagai Pasar Stasiun Wergu. Emplasemen dan peron stasiun dulu dipenuhi lapak-lapak pedagang dan kantor kepala stasiun dulu dipakai untuk kantor pengelola pasar.

Baca juga: PT KAI Sambungkan Semarang-Demak-Kudus-Pati dengan Angkutan Terusan

Namun kini keadaan stasiun berubah drastis setelah 2017 ditinggal para pedagang pasar yang sudah direlokasi ke pasar baru didekat GOR Wergu Kudus. Tak hanya itu, tahun 2018 lalu, sempat ada kabar, bekas Stasiun Kudus akan diajadikan pusat bisnis dan perekonomian oleh PT KAI. Nantinya pun bila menjadi pusat bisnis, bangunan stasiun ini harus tetap dipertahankan sebagai bagian dari cagar budaya.

Ternyata! Stasiun Juwana Dulu Disebut Orang Belanda “Joana”

Stasiun Juwana berada di kelurahan Doropayung, kecamatan Juwana, kabupaten Pati, Jawa Tengah. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api nonaktif kelas I yang masuk dalam Wilayah Aset IV Semarang dan menjadi stasiun terbesar kedua di Kabupaten Pati.

Baca juga: Jalur Mau Dihidupkan, Stasiun Demak Justru Sudah Menjadi Kafe

Stasiun ini diresmikan oleh Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) yang merupakan perusahaan dengan tujuan untuk menghubungkan wilayah Lingkar Muria Raya dengan Semarang menggunakan moda kereta api. Sesuai denga namanya, perusahaan ini membangun jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Samarang Centraal atau Jurnatan dengan melalui Demak, Kudus dan berakhir di Juwana.

Kemudian dari Stasiun Juwana dibangun jalur kelanjutan menuju Rembang yang berakhir di Jatirogo untuk menjangkau daerah lain di Lingkar Muria. Selain itu percabangan menuju Tayu juga dibuat dari Stasiun Juwana dengan semua jalur menggunakan lebar sepur 1067 mm.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber Stasiun Juwana didirikan sekitar tahun 1811 dan mulai dibuka pada 1884. Kereta yang melintas dijalur ini bukanlah kereta cepat melainkan kereta api bergandar rendah atau biasa disebut trem yang melaju dengan kecepatan tak lebih dari 50 km per jam.

Pada masa itu bukan hanya kereta yang mengangkut penumpang, tetapi kereta barang yang mengangkut bahan mentah seperti tebu, kapuk, minyak bumi, kapur dan kayu jati juga melintas di jalur dan berhenti di Stasiun Juwana. Pada masa PJKA pun, jalur ini melayani lokomotif diesel berukuran kecil relasi Rembang ke Semarang ataupun sebaliknya.

Berada di kecamatan Juwana, pada masa dulu, orang Belanda menyebutnya Joana dan bahkan nama “Joana” terdapat pada nomenklatur SJS. Jalur dan stasiun Juwana sendiri pernah beroperasi di bawah bendera DKA, PNKA hingga masa-masa emas PJKA sepanjang dekade 1970-an. Meski DKA sudah memiliki jalur ini, tetapi SJS baru dilikuidasi pada tahun 1959 bersamaan dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah RI No.40/1959.

Sayangnya Stasiun Juwana kini berstatus stasiun kereta api nonaktif kelas I setelah di tutup pada 1986 lalu karena penumpang yang turun secara drastis. Stasiun tersebut juga tutup karena tak mampu bersaing dengan angkutan pedesaan.

Meski tak lagi beroperasi, sisa-sisa bangunan Stasiun Juwana masih berdiri bahkan lemari besi peninggalan masa kejayaan Belanda yang berukuran besar masih ada. Sayangnya, bangunan ini tak lagi terawat sebagai benda peninggalan sejarah masa lampau.

Baca juga: PT KAI Sambungkan Semarang-Demak-Kudus-Pati dengan Angkutan Terusan

Bangunan bekas Stasiun Juwana dimanfaatkan warga sebagai lapangan badminton dan tempat parkir. Bahkan dijadikan tempat pengungsian warga ketika mengalami musih banjir Kali Juwana.

Dalam Kondisi Berkabut, Penggunaan ILS Bukan Jaminan Penerbangan Bakal Lebih Efisien

Bencana kabut asap yang belakangan ini tengah ramai diperbincangkan tentu membawa dampaknya tersendiri. Selain membuat kesehatan warganya menjadi terganggu, ternyata kehadiran asap-asap hasil pembakaran hutan secara masif ini juga membawa imbas terhadap dunia transportasi. Sebut saja di sektor dirgantara yang turut terdampak – jarak pandang yang terbatas menjadi salah satu kunci dari dibatalkannya puluhan penerbangan di daerah Sumatera dan Kalimantan.

Baca Juga: Terkait Kabut Asap, Inilah Tiga Pedoman Bagi Pilot untuk Tetap atau Batal Terbang

Jika ditimbang lebih jauh, ternyata bencana seperti kabut asap ini tidak hanya mengganggu ketika pesawat tengah berada di udara saja, melainkan ketika tengah di darat pun, sejumlah aktivitas yang seharusnya dijalankan secara normal juga jadi ikut dipertimbangkan. Tarik mundur ke tahun 2015 silam, tepatnya pada akhir tahun, dimana di Tanah Britania diterpa kabut tebal yang menyebabkan kelumpuhan pada sektor kedirgantaraannya.

Mengutip dari laman bbc.com, penerbangan kala itu banyak yang mengalami penundaan dan ratusan hingga ribuan penumpang terpaksa mengatur ulang jadwal penerbangan mereka – tidak sedikit juga yang memilih untuk membatalkannya. Di tengah era yang sudah serba canggih dan modern, mengapa pesawat masih bisa terdampak kabut asap atau bencana lain yang menurunkan visibilitas pilot dalam bertugas? Bukankah teknologi jaman sekarang sudah dilengkapi dengan sistem radar canggih, dimana pilot tidak melulu harus berpatokan pada apa yang dilihatnya melalui kaca depan pesawat?

Sebagai informasi, bandara-bandara di Inggris baru akan memberlakukan prosedur khusus ketika jarak pandang berada di bawah angka 600 meter.

Pada era penerbangan modern seperti sekarang ini, hampir semua pesawat penumpang dilengkapi dengan Instrument Landing System (ILS), dimana teknologi ini akan ‘membimbing’ para pilot untuk mendekati bandara dengan bantuan sinyal radio. Penggunaan ILS ini juga berfungsi ketika pesawat hendak tinggal landas.

National Air Traffic Services bandara Heathrow, Jon Proudlove mengatakan bahwa instrumen ini memiliki sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar dapat beroperasi secara optimal, salah satunya adalah, “kondisi landas pacu harus benar-benar jelas,”

“Secanggih-canggihnya alat bantu pendaratan dan tinggal landas tersebut, namum tetap saja masalah utamanya terletak di darat,” ungkap

Jon menjelaskan bahwa jika kondisinya sedang normal, maka proses taxi dari sebuah pesawat di Heathrow akan mengandalkan pilot dan arahan dari petugas ATC. Namun ketika kondisinya tidak memungkinkan seperti halnya sedang tertutup kabut, maka pilot akan menggunakan teknologi ILS untuk membantunya bermanuver selama berada di darat.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Pesawat Dihimbau Tak Mengudara Saat Turun Kabut

“Tapi taxi dengan menggunakan ILS sebenarnya malah memperlambat proses,” terang Jon.

Walhasil, karena lambatnya proses taxi dari sebuah pesawat akan berdampak pada penundaan keberangkatan dari pesawat lainnya.

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa secanggih-canggihnya teknologi yang akan membantu suatu pekerjaan, maka akan tetap lebih aman dan tepat jika pengoperasiannya dilakukan oleh tenaga manusia – bukan bertumpu semuanya pada teknologi.

Data Manifes Penumpang Bocor, Begini Penjelasan Lion Air Group

Terkait dengan bocornya data manifest penumpang Lion Air yang ramai diberitakan pada Rabu (18/9) pagi tadi, salah satu member of Lion Air Grop, Malindo Air langsung memberikan keterangan resmi terkait pemberitaan yang sudah kadung viral tersebut. Seolah tidak menampik kebenaran dari pemberitaan ini, pihak Malindo Air mengatakan bahwa beberapa data pribadi penumpang sejatinya tersimpan di lingkungan berbasis cloud – dan peran dari oknum tidak bertanggungjawablah yang menyebabkan data-data ini bocor.

Baca Juga: Inilah Penjelasan Lion Air Seputar ‘Tingginya’ Harga Tiket Multiple Flight

Tim internal Malindo Air bersama penyedia layanan data eksternal, Amazon Web Services (AWS) dan GoQuo sebagai mitra e-commerce saat ini dikabarkan tengah menyelidiki atas hal tersebut. Pihak maskapai juga mengatakan bahwa mereka juga akan bekerja sama dengan konsultan cybercrime independen guna melancarkan proses penyelidikan.

“Malindo Air sudah mengambil dan melakukan langkah-langkah tepat dalam memastikan agar data penumpang tidak terganggu, sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Malaysia 2010 (Malaysian Personal Data Protection Act 2010),” ujar PR & Communications Department Malindo Air, Andrea Liong melalui siaran pers.

Dalam kaitan tersebut, Malindo Air menyatakan tidak menyimpan rincian pembayaran setiap penumpang atau pelanggan di dalam server. Malindo Air mematuhi ketentuan Standar Kartu Pembayaran Industri dan Standar Keamanan Data (Payment Card Industry/ PCI – Data Security Standard/ DSS).

“Di sini, kami selalu patuh terhadap semua aturan, kebijakan, ketentuan dari berbagai otoritas baik lokal maupun luar negeri (internasional) termasuk CyberSecurity Malaysia dalam menjalankan bisnisnya,” tandasnya.

Selain itu, sebagai tindak pencegahan, Andrea juga menyarankan kepada setiap pengguna akun Malindo Miles untuk sesegera mungkin mengubah password mereka, “hanya jika kata sandi digunakan sama pada layanan yang lain secara online,”

Baca Juga: Masalah Manifes, Bukti Carut Marutnya Layanan Pelayaran di Tanah Air

Sebelumnya, diberitakan bahwa puluhan juta data pelanggan dari dua maskapai yang dikelola oleh Lion Air telah bocor di sebuah forum online dalam kurun waktu sebulan terakhir. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman detik.com (18/9), adapun data yang bocor ini melingkupi informasi data penduduk, alamat, nomor telepon, alamat email hingga nomor paspor.

Data yang bocor terbagi dalam dua database, pertama berisi 21 juta data, dan database lainnya berisi 14 juta data yang tersimpan dalam file backup yang dibuat pada Mei 2019 untuk Malindo Air dan Thai Lion Air.

Terkait Kabut Asap, Inilah Tiga Pedoman Bagi Pilot untuk Tetap atau Batal Terbang

Kondisi kebakaran hutan dan lahan (kahurtla) yang semakin menjadi-jadi kini tengah menjadi topik hangat perbincangan warga Indonesia. Selain melumpuhkan aktivitas di beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan, ternyata kondisi kabut asap yang menjadi imbas dari pembakaran lahan besar-besaran ini tak pelak juga mengganggu jalur transportasi, khususnya transportasi udara. Pemberitaan terakhir menyebutkan bahwa dampak dari kabut asap ini membuat 16 ribu warga Riau positif mengidap ISPA atau Infeksi Saluran Pernafasan Akut.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Pesawat Dihimbau Tak Mengudara Saat Turun Kabu

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman liputan6.com (17/9), Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti menyebutkan bahwa sejumlah penerbangan di wilayah Kalimantan terpaksa dibatalkan terkait kondisi penglihatan yang minim karena tertutup kabut asap.

“Dengan kondisi saat ini, kami akan terus berkoordinasi melalui dengan Otoritas Bandar Udara (OBU), operator penerbangan, AirNav Indonesia, pihak maskapai, dan stakeholder terkait sehingga semua tim dapat tetap memperhatikan keselamatan penerbangan,” tuturnya.

Dikabarkan, dua bandara di Kalimantan Barat, yakni Bandara Internasional Supadio dan Bandar Udara Pangsuma, Putussibau memiliki jarak pandang yang sangat terbatas – masing-masing 400 meter dan 3.000 meter.

Lepas dari kasus di atas, menerbangkan pesawat di daerah yang memiliki visibilitas rendah (sepertih halnya tertutup kabut asap seperti di Sumatera dan Kalimantan) merupakan hal yang menantang, bahkan untuk seorang pilot yang memiliki jam terbang tinggi. Mengutip dari laman weather.gov, setiap tahunnya sekitar 440 orang meninggal dalam kecelakaan pesawat karena minimnya visibilitas pilot ketika menerbangkan pesawat.

Kendati terbilang cukup fatal, namun Anda tidak perlu khawatir jika ‘terpaksa’ harus terbang di tengah kabut asap, mengingat pesawat tergolong moda transportasi yang sangat aman dengan kelengkapan berbagai pedoman dan instrumen keselamatan yang harus dipenuhi oleh pihak maskapai (termasuk pilot) ketika hendak menerbangkan penumpang.

Baca Juga: Saat Bencana Alam Tiba, Bukan Berarti Perjalanan Batal, Ikuti Tips Ini

Adapun panduan yang harus dipenuhi oleh pilot ketika hendak mengudara di daerah yang tengah dilanda oleh kabut asap melingkupi:

1. Mendapatkan update terbaru dari NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) Aviation Weather Center terkait ramalan cuaca, saran, hingga pengamatan terbaru dari lokasi yang terdampak,

2. Mempertimbangkan untuk merubah rute penerbangan semisal tidak memungkinkan untuk dilintasi,

3. Mengikuti pedoman keselamatan yang sudah diamanatkan oleh Federal Aviation Administration (FAA) dan aturan penerbangan untuk kategori penerbangan tertentu berdasarkan visibilitas dan ketinggian jelajah.

Jadi, agaknya penumpang tidak harus khawatir jika harus mengudara di daerah yang sedang ditutupi oleh kabut asap karena sudah pasti pihak maskapai dan pilot tidak akan mau gambling untuk tetap menerbangkan pesawat jika ujung-ujungnya terjadi kecelakaan.

Air India Hadirkan Makanan Khusus Rendah Lemak Bagi Pilot dan Pramugari

Air India baru-baru ini memberikan makanan khusus rendah lemak untuk awak kabin dan pilot di dalam pesawat. Seorang juru bicara Air india mengatakan, inisiatif baru ini diperkenalkan untuk membantu kru tetap sehat dan bugar dengan makanan rendah lemak serta kolesterol.

Baca juga: Direktorat Penerbangan India, Longgarkan Standar BMI untuk Awak Kabin Wanita

Adanya program diet untuk kru kabin tersebut, sebab Air India di masa lalu pernah mendapatkan kritik karena memaksa kru kabin (pramugari) yang memiliki berat badan berlebih untuk melakukan diet rendah lemak. Bahkan pada Januari 2017 lalu, hampir 60 pramugari dihadapkan dengan ancaman pemecatan dikarenakan memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi dari yang diizinkan.

Mereka yang kelebihan berat badan dinyatakan tidak layak terbang dan di grounded setidaknya selama enam bulan dan diberikan waktu 18 bulan untuk memiliki tubuh sesuai dengan aturan yang berlaku atau diberhentikan dari pekerjaan. KabarPenumpang.com melansir laman paddleyourownkanoo.com (16/9/2019), dalam inisiatif terbaru ini yang bocor dari memori internal memberitahukan kepada staf untuk mempertimbangkan faktor kesehatan kru dan  direktur operasi agar merevisi menu makanan dalam penerbangan untuk anggota kru.

“Mengingat hal-hal diatas, kru pembuat makanan diet rendah lemak khusus telah bekerja siang hari untuk menyediakan makanan ringan dan sehat dalam sentuhan makanan rumahan India,” kata isi memo internal yang bocor itu.

Makanan rendah lemak ini mulai dimuat dalam penerbangan Air india pada hari Senin (17/9/2019) yang berangkat dari Delhi dan Mumbai. Kedepannya bandara lain akan mengikuti untuk menyiapkan makanan rendah lemak bagi pilot dan awak kabin.

Adapun makanan rendah lemak yang disediakan yakni Nutri Peas Bhurji, Besan Chilla, dan Idli-Sambar atau gandum untuk vegetarian. Pilihan lain termasuk Omelet Telur Putih Jamur, Oats Frittata of Egg white dan Asparagus Egg White Frittata.

Baca juga: Sambut Hari Perempuan Internasional, Pilot dan Awak Kabin Air India Seluruhnya Adalah Perempuan

Ternyata, Air India bukan satu-satunya maskapai yang mengambil sikap untuk awak kabin dan pilot yang kelebihan berat badan, sebab tahun 2017 lalu, Malaysian Airlines memecat lima pramugari yang terus-terusan gagal mencapai berat badan ideal yang disesuaikan oleh perusahaan. Selain itu, 30 pramugari lainnya menghadapi tindakan disipliner untuk masalah yang sama.

Mesin Keluarkan Lidah Api Karena Bird Strike, Penumpang Swoop Sampai Tulis ‘Pesan Terakhir’

Tidak semua firasat atau pertanda yang hadir kepada setiap orang itu akan berakhir pada suatu hal yang buruk – seperti ditinggal meninggal oleh orang tercinta atau mengalami kecelakaan. Semua hal yang berkaitan dengan celaka dan kematian memang merupakan rahasia terbesar Ilahi, tidak ada yang bisa memprediksinya. Sama seperti salah satu penumpang yang ada di maskapai Swoop Flight WO312, dimana dampak dari matinya salah satu mesin membuat penumpang ini menuliskan surat terakhirnya. Duh!

Baca Juga: Tidak Bawa Air Bersih, Cathay Pacific CX253 Terpaksa Return to Base!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman 7news.com.au (17/9), tampak salah satu mesin dari Boeing 737-800 maskapai Swoop yang melayani rute penerbangan Abbotsford di Kanada menuju Edmonton terbakar dan dikabarkan mati. Adapun penyebab matinya salah satu mesin pesawat ini adalah karena ada burung yang terhisap oleh baling-baling mesin jet. Dalam video yang berhasil diabadikan oleh salah satu penumpang, tampak mesin pesawat mengeluarkan lidah api dan sontak hal tersebut membuat seisi kabin menjadi panik.

Kepanikan penumpang terdengar dalam video tersebut, dimana salah satu dari mereka berteriak,
“fire!”

Berpikir bahwa ini akan menjadi akhir hidup bagi para penumpang tersebut, beberapa dari mereka mulai berinisiatif untuk mengeluarkan ponsel dan menyampaikan kata-kata terakhirnya kepada orang-orang tercinta – salah satunya adalah Donna-Lee Rayner. Wanita ini malah mengunggah kata-kata terakhirnya di laman jejaring social Facebook.

“… Semuanya berjalan normal hingga kabin mulai ditutupi kepulan asap dibarengi dengan bau terbakar. Saya sangat terkejut dan mungkin ini merupakan pesan terakhir saya …” tulis Donna-Lee di Facebook, Selasa (10/9) minggu lalu.

“Interkom di dalam kabin mulai berbunyi dan mengatakan bahwa ada burung yang tidak sengaja terhisap oleh mesin, dan awak kabin mengatakan bahwa pesawat tengah berputar arah kembali ke Abbotsford,” lanjutnya.

Kendati sudah menulis dan mengunggah pesan terakhirnya, namun Tuhan memiliki rencana lain. Pesawat tersebut berhasil mendarat dengan selamat tanpa ada korban satu pun.

Baca Juga: Panel Sayap Lepas, Boeing 777-300ER China Eastern Terpaksa Return to Base

Menanggapi hal ini, pihak Swoop mengkonfirmasi kebenaran terkait insiden ini, “Kami ingin mengkonfirmasi bahwa Flight 312 telah mendarat kembali di Abbotsford dengan selamat karena adanya bird strike tak lama setelah take-off. Semua penumpang dan awak pesawat dilaporkan selamat tanpa adanya korban,” tulis pihak maskapai di jejaring sosial.