Pakai GrabWheels Jangan Lupa Scan Kode QR Setelah Selesai Kalau Tak Mau Didenda Rp300 Ribu

GrabWheels atau eScooter (e-skuter) menjadi salah satu layanan di aplikasi Grab yang memudahkan pengguna mengakses ke moda mobilitas pribadi. Skuter ini bisa digunakan ke kantor, kampus atau sekedar jalan-jalan untuk menikmati udara segar.

Baca juga: Grab Targetkan 50 GrabKitchen Hingga Akhir 2019 di Seluruh Indonesia

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, GrabWheels sendiri bisa ditemukan di beberapa lokasi yakni Green Office Park (BSD City), Lippo Karawaci, Bintaro, Universitas Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal 3 dan kini di daerah Gondangdia. Tak hanya itu, Grab sendiri secara bertahap akan meluncurkan eScooter di beberapa lokasi Indonesia.

Pesan GrabWheels dari aplikasi (KabarPenumpang.com)

Meski masih sedikit lokasi eScooter ini, pengguna yang ingin menggunakannya ketika dekat dengan beberapa lokasi tersebut bisa langsung membuka aplikasi Grab dan map atau peta akan memperlihatkan skuter terdekat dengan jumlah ketersediaannya. Setelah menemukan skuter, pengguna akan bertemu dengan station manajer di tempat parkir dan akan mendaftarkan salah satu eScooter yang akan digunakan.

Kemudian pengguna menscan kode QR dibagian tengah pegangan skuter. Pengguna juga harus memperhatikan baterai dan fitur keselamatan seperti helm tersedia. Untuk menggunakannya pun cukup mudah dimana pengguna hanya perlu menaiki skuter dan mendorong sekali menggunakan salah satu kaki.

Kemudian bisa menambahkan kecepatan hanya dengan menekan-nekan tombol berwarna hijau di stang kemudi sebelah kanan. Sedangkan untuk berhenti pelan-pelan, pengguna bisa menekan tombol merah di sebelah kanan atau menginjak rem kaki untuk berhenti dengan cepat.

Ketika berada di jalan tanjakan pengguna harus menuntun skuter. Bila pengguna mengendarai keluar dari area layanan, maka unit GrabWheels akan di nonaktifkan, sebab eScooter ini hanya bisa digunakan di satu area parkir GrabWheels menuju titik parkir alias point to point.

Dalam penggunaanya, eScooter ini hanya diberi waktu 30 menit dan setelah selesai jangan lupa untuk kembali menscan kode QR di lokasi parkir GrabWheels dan tekan End Trip pada aplikasi agar bisa mengonfirmasi bahwa pengguna sudah mengembalikan skuter ke tempat yang benar. Sebab bila tidak diletakkan di tempat parkir khusus GrabWheels, maka pengguna akan diinvestigasi oleh pihak kepolisian dan bisa dikenakan denda atas kasus kehilangan sebesar Rp300 ribu.

Baca juga: Tim MapsOps Grab Ternyata Ada Dibalik Kemudahan Penjemputan

Bahkan akun pengguna yang berulang kali melanggar aturan dapat diberhentikan dari GrabWheels. Tarif sewa GrabWheels sendiri saat ini dikenakan Rp5 ribu untuk 30 menit dan membayar dengan menggunakan saldo yang ada di OVO pada aplikasi Grab.

Baru Uji Coba di Sungai Seine Paris, Taksi Terbang ini Sudah Kena Tilang

Sebuah taksi terbang pertama diuji coba di Sungai Seine di Paris pada minggu ini dan dihentikan oleh Polisi sungai. Penghentian tersebut dilakukan karena taksi yang disebut SeaBubbles itu terlalu cepat melaju dari yang diperbolehkan, yakni 16-20 km per jam nya.

Baca juga: Meluncur di 2023, Uber Masih Rahasiakan Kota Ketiga Untuk Taksi Terbangnya

Padahal sebenarnya, Andreas Brngdal pendiri SeaBubbles mengatakan, taksi tersebut bisa melaju pada kecepatan 30 km per jam saat batas kecepatan melaju di sungai 12 km per jamnya.

“Kami akan melanjutkan tes pada mingu ini. Polisi sungai yang memberhentikan bukan untuk memeriksa surat-surat kelengkapan tetapi untuk memastikan keamanan selama navigasi kami,” ujar juru bicara SeaBubbles yang dikutip dari connexionfrance.com (17/9/2019) oleh KabarPenumpang.com.

Nantinya jika tes yang tersisa sesuai dengan rencana, maka diharapkan taksi SeaBubbles tersebut akan mulai beroperasi secara komersial pertama kepada publik tahun 2020 mendatang. Prototipe pengujian SeaBubbles ini diketahui hanya bisa mengangkut empat orang.

Tetapi untuk komersial di tahun 2020, taksi tersebut akan mampu mengangkut 12-32 orang dengan melakukan perjalanan sepanjang sungai dengan kecepatan 12-18 km per jamnya. Meski memiliki kecepatan yang cukup tinggi, tetapi SeaBubbles cukup stabil dan pelancong penderita mabuk laut tidak akan terpengaruh hal tersebut.

SeaBubbles dilengkapi dengan baterai lithium yang bisa diisi ulang yang mampu bertahan 2,5 jam setelah pengisian daya 40 menit. Taksi ini tidak mengeluarkan polusi suara, tidak ada gelombang karena berjalan 30 cm di atas permukaan air.

Bermanuver dengan tiga sirip, SeaBubbles berharap bisa membantu mengurangi polusi udara. Taksi terbang ini, meski berjalan dengan kecepatan tinggi, tetapi tarifnya akan sama dengan taksi reguler.

Diketahui, satu taksi SeaBubbles seharga €200 ribu atau Rp3,1 miliar. Setelah beroperasi, penumpang dengan mudah memesnnya hanya menggunakan aplikasi yang mirip dengan Uber.

Baca juga: Taksi Air, Jadi Solusi Kemacetan di Malaka

Nantinya setelah memesan dan memasukkan tujuan, tarif bisa diakses. Bahkan SeaBubbles sudah berencana menghadirkan taksi ini di beberapa kota di Perancis selain Paris yakni di Lyon dan Saint-Tropez. Bringdal menambahkan, akan ada 20 sampai 40 armada disetiap kota yang bisa digunakan sebagai taksi ataupun kendaraan wisata.

Ikuti Jejak Indonesia, Peraturan Penumpang di Kereta India Dipertegas, Ribuan Orang Terkena Sanksi

Pembenahan kereta api baik stasiun maupun di dalam kereta sudah lama dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) maupuan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Sehingga tidak ada lagi penumpang yang naik tanpa tiket dan merokok didalam gerbong ataupun stasiun.

Baca juga: KRL Jabodetabek Dulu dan Sekarang

Ini kemudian di contoh oleh India, dimana pada Agustus 2019 kemarin, Indian Railway melakukan kampanye penegakkan peraturan baru. Hal tersebut dilakukan agar penumpang tidak lagi pergi tanpa tiket dan merokok di stasiun maupun gerbong kereta.

Dilansir KabarPenumpang.om dari laman zeebiz.com (24/8/2019), penumpang akan terkena masalah ketika mereka bepergian tanpa tiket dan membawa barang terlalu banyak baik di kelas tidur maupun kelas umum. Penumpang juga tidak diperbolehkan untuk membuang sampah sembarang di stasiun dan tidak boleh merokok ketika menunggu kereta. Seperti sudah menjadi rahasia umum, bahwa penumpang transportasi umum di Negeri Anak Benua ini terkenal dengan budaya kurang bersih dan jorok.

Kampanye ini dilakukan Northern Railway di lima divisinya yakni Lucknow, Moradabad, Delhi, Ferozepur dan Ambala. Dalam kampanye yang dilakukan pada 21-22 Agustus 2019, sebanyak 8651 orang ditangkap dan harus membayar denda.

Dengan adanya kampanye ini Northern Railway selain menangkap penumpang yang melakukan kecurangan, mereka juga menerima denda lebih dari Rs38 laks. Deepak Kumar, Kepala Hubungan Masyarakat Northern Railway mengatakan, kampanye ini berlangsung di lima divisi dimana mereka melakukan penangkapan pada penumpang yang tidak memiliki tiket.

Tak hanya itu, penumpang yang membuang sampah sembarangan di stasiun dan merokok baik di stasiun ataupun di dalam kereta juga ditangkap. Pihaknya juga melakukan penyelidikan pada penumpang yang menyalahgunakan kuota darurat secara ilegal.

Pada 22 Agustus 2019, Divisi Kereta Api Delhi melakukan pengecekan tiket secara besar-besaran pada penumpang di Stasiun Delhi dan Gurgaon serta bagian Delhi-Rewari, Faridabad dan Sonipat. Dari kampanye tersebut total 162 orang ditangkap karena tidak memiliki tiket, selain itu tiket juga tidak sesuai kelas kereta hingga bagasi yang tidak terdaftar.

Baca juga: India Resmikan Terowongan Kereta Listrik Tepanjang, 6.700 Meter!

Sebanyak Rs5,6 lakh didapatkan dari denda dan 49 orang didenda dengan jumlah Rs16.320 dengan Undang-Undang Kereta Api Pasal 145B karena membuang sampah di kereta maupun di stasiun.

April 2020, Qatar Airways Terbangkan Airbus A350-900 Non-Stop dari Doha ke Osaka

Mulai 6 April 2020, Qatar Airways akan meluncurkan penerbangan non-stop dari Doha ke Osaka. Penerbangan ini akan menggunakan Airbus A350-900 dengan 36 kursi kelas bisnis dan 247 kursi di kelas ekonomi.

Baca juga: Geser Singapore Airlines, Qatar Airways Kini Jadi Maskapai Terbaik Dunia

KabarPenumpang.com melansir laman businesstraveller.com (17/9/2019), Qatar Airways awalnya akan mulai layanannya dengan lima kali penerbangan mingguan dan akan ditingkatkan menjadi layanan harian mulai 23 Juni 2020 mendatang. Rute ini akan berangkat dari Doha tepatnya dari Bandara Internasional Hamad (HIA) pukul 02.10 waktu setempat dan tiba di Bandara Kansai (KIX) pukul 17.50 waktu setempat.

Sebelum terbang kembali ke Doha, pesawat akan menghabiskan waktunya lima jam 40 menit di Bandara Kansai di Osaka. Kemudian akan berangkat kembali dari Bandara Kansai pukul 23.30 waktu setempat dan tiba di Bandara Hamad pukul 04.50 waktu setempat keesokan harinya.

Semua jam penerbangan ini dijadwalkan untuk hari Senin, Rabu, Jumat, Sabtu dan Minggu. Qatar Airways mengatakan, penerbangan tambahan di bulan Juni mendatang akan terbang pada Selasa dan Kamis. Diketahui, Osaka akan menjadi gerbang ketiga Qatar Airways ke Jepang.

“Osaka adalah tujuan yang sangat penting, dan layanan kami ke kota kosmopolitan akan memungkinkan untuk memberikan perjalanan yang mulus bagi para penumpang kami yang terhubung dari jaringan yang luas di lebih dari 160 tujuan di seluruh dunia,” kata Kepala eksekutif Qatar Ariways Group, Akbar Al Baker.

Maskapai ini memulai layanan langsung ke Tokyo Narita pada 2010 lalu dan meluncurkan penerbangannya ke Tokyo Haneda 2014 kemarin dari Bandara Internasional Hamad di Doha. Tak hanya itu, awal tahun ini, Qatar Airways menghadirkan kursi kelas bisnis baru yakni Qsuite pada penerbangan ke Bangkok.

Sedangkan pada kelas bisnis untuk penerbangan ke Osaka kursinya akan memiliki jarak lima inci dengan lebar kursi 22 inci dan bisa dimundurkan hingga 180 derajat serta konfigurasi kursi 1-2-1.

Baca juga: Bantu Cathay Pacific Lewati “Turbulensi,” Qatar Siap Tingkatkan Kepemilikan Saham

Diketahui, Qatar Airways saat ini mengoperasikan armada sekitar 250 pesawat melalui hubnya di Bandara Internasional Hamad, ke sekitar 160 tujuan di seluruh dunia. Maskapai ini mengatakan akan menambah rute ke Langkawi, Malaysiaa, Gaborone dan Botswana pada Oktober 2019 serta Luanda, Angola pada Maret 2020.

Mulai 1 Oktober, Singapore Airlines Tawarkan Ramen untuk Penumpang Kelas Satu dan Bisnis

Menikmati semangkuk ramen dalam sebuah penerbangan bakal bisa dirasakan penumpang kelas satu dan bisnis Singapore Airlines (SIA). Penumpang bisa menikmati ramen Jepang mulai 1 Oktober 2019 pada penerbangan tertentu dari Changi ke Haneda, Narita maupun Osaka.

Baca juga: Dulunya Stasiun Kini Jadi Restoran Ramen

Ramen ini sendiri hadir di SIA dengan kolaborasi selama enam bulan dengan restoran Ramen Keisuke yang didirikan oleh koki selebriti Keisuke Takeda. Akan ada empat hidangan khusus Ramen Keisuke ini yang akan menghiasi makanan penumpang kelas bisnis dan kelas satu secara bergilir.

Dilansir dari singaporeair.com (18/9/2019) oleh KabarPenumpang.com, empat ramen tradisional dan disajikan dengan kualitas terbaik adalah Keisuke Tonkotsu Ramen yang berisikan kaldu babi yang lembut dengan irisan daging babi, jamur kuping dan daun bawang. Keisuke Miso Ramen menampilkan kaldu daging babi rasa miso kental dengan irisan daging babi, jamur kuping dan daun bawang.

Dua lainnya yakni Keisuke Lobster Ramen yang berisikan kaldu lobster yang kaya dengan irisan ayam, rebung, jamur kuping, daun bawang dan yuzu. Terakhir adalah menu Keisuke Noboshi Ramen yang menghadirkan sarden kering dan kaldu babi dengan irisan daging babi, fish cake, rebung dan daun bawang.

Keempat menu ramen ini akan hadir pada Book the Cook milik SIA dari Oktober hingga pada Maret 2020 mendatang. SIA mengatakan, rasa ramen ini sudah dicoba selama enam bulan di Jepang dan Singapura untuk memastikan bahwa cita rasa asli dan otentik ramen dipertahankan dalam kondisi ketinggian dalam penerbangan.

“Untuk pertama kalinya, ramen khas Ramen Keisuke akan disajikan kepada pelanggan dengan ketinggian 30 ribu kaki, menghadirkan cita rasa makanan Jepang yang otentik dari darat ke udara. Kami merasa terhormat memiliki kesempatan menarik ini untuk menampilkan ramen kami di salah satu maskapai penerbangan terbaik di dunia, ”kata Mr Keisuke Takeda, pendiri Ramen Keisuke.

Salah satunya adalah menyempurnakan resep dan waktu blansing untuk mempertahankan tekstur kenyal dari mie ramen menggunakan sous vide cooking dan memastikan kelembutan daging ayam serta mencari bahan-bahan berkualitas tinggi seperti daging babi dari Spanyol.

“Kami sangat senang memiliki kesempatan ini untuk menyenangkan pelanggan kami dengan kreasi ramen yang sangat disukai dan memenangkan penghargaan Chef Keisuke,” kata Wakil Presiden Senior Pengalaman Pelanggan SIA, Mr Yeoh Phee Teik.

Yeoh Phee mengatakan, pihaknya memberikan perhatian khusus pada setiap detail dan tekstur mie, kekayaan rasa kaldu serta kualitas bahan yang digunakan untuk memastikan semangkuk ramen terasa enak di udara seperti di restoran Ramen Keisuke.

Baca juga: Naik Kereta Shinkansen, Jangan Lupa Beli Ekiben di Kios Stasiun untuk Bekal Makana

“Ini mewakili dedikasi kami untuk terus meningkatkan penawaran makanan dan minuman kami untuk memberi pelanggan pengalaman yang lebih berkesan dalam penerbangan,” tambahnya.

 

 

Bandara Barajas Madrid Geger, Sesosok Janin Ditemukan di Toilet Pesawat

Bayangkan jika Anda merupakan seorang penumpang pesawat yang hendak menggunakan toilet, dan ketika pintu toilet dibuka, Anda menemukan sebuah bungkusan kain yang tergeletak di samping tempat tisu. Dan setelah dibuka, ternyata itu adalah sesosok janin yang sudah dimumikan! Kira-kira, apa yang akan Anda lakukan? Lari ketakutan atau malah melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang?

Baca Juga: Don’t Worry, Ibu Hamil Tetap Aman Untuk Lakukan Penerbangan

Skema yang sama ternyata pernah menjadi topik hangat perbincangan netizen Negeri Matador, Spanyol. Dimana di salah satu bandaranya, Barajas Airport yang terletak di kota Madrid ditemukan sesosok janin yang dimumikan dari salah satu toilet pesawat yang terparkir di Terminal 4. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (19/7), pesawat tempat ditemukannya janin yang telah dimumikan ini sebelumnya melakukan perjalanan dari Kuba menuju Madrid.

Tidak disebutkan dengan rinci siapa yang menemukan bungkusan ini pertama kali, namun pihak kepolisian hingga peneliti sempat dibuat bingung oleh entitas aneh yang ditemukannya ini – apakah itu merupakan janin manusia atau seekor kera. Mengingat kasus ini cukup sensitif karena bisa menurunkan rating dari maskapai terkait, maka pihak terkait enggan membuka identitasnya.

Guna mengusut kasus ini, pihak kepolisian langsung melakukan investigasi dan melontarkan beberapa pertanyaan kepada pihak maskapai dan seluruh penumpang yang sebelumnya berada di dalam pesawat tersebut. Namun semuanya mengelak dan mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui apa-apa terkait penemuan janin yang sudah dimumikan ini.

Sebuah pengadilan di Madrid juga tampak penasaran dengan penemuan tersebut, sampai-sampai mereka melancarkan pemeriksaan yudisial. Petugas Pengawal Sipil juga masih belum bisa berkomentar lebih lanjut terkait penemuan yang terjadi pada tanggal 3 Juli 2019 lalu ini.

Baca Juga: Jepang Punya Taksi Khusus Ibu Hamil, Indonesia Punya Taksi Khusus Kaum Difabel!

“Kami belum bisa berkomentar banyak karena kami sendiri pun belum mendapatkan laporan apa-apa dari ahli forensik yang tengah meneliti janin yang dimumikan ini,” ujar salah satu diantaranya.

Hingga berita ini diturunkan, masih belum jelas diketahui mengenai kasus penemuan aneh di dalam pesawat ini.

Pernah Jadi Daerah Perangkap Pasukan Jepang, Stasiun Jurnatan Kini Menjadi Pusat Perdagangan

Dibangun tahun 1882 oleh Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), Stasiun Semarang Centraal atau Stasiun Jurnatan awalnya hanya berupa bangunan kayu sederhana. Kemudian tahun 1913 stasiun kecil tersebut dibongkar dan digantikan sebuah bangunan besar dan megah dengan konstruksi atap dari baja dan kaca.

Baca juga: Ternyata! Stasiun Juwana Dulu Disebut Orang Belanda “Joana”

Renovasi Stasiun Jurnatan ini karena semakin luasnya jaringan rel dan ramainya angkutan penumpang serta barang yang mendorong SJS untuk merombak agar bisa menampung banyak penumpang. Bangunan stasiun tersebut tidak dirancang sebagai stasiun ujung atau terminus tetapi sebagai stasiun paralel yang memiliki sejumlah peron.

Stasiun Jurnatan kini jadi ruko

Stasiun ini sangat mewah pada zamannya karena berada di pusat kota sejak dulu. Saking mewahnya, bukan hanya memiliki jalur kereta api yang banyak, Stasiun Jurnatan juga dilengkapi dipo lokomotif, dipo gerbong, bengkel dan gudang.

Berada di Kota Tua Semarang, letaknya tepat beberapa ratus meter sebelah selatan Stasiun Semarang Tawang. Stasiun Jurnatan, pada masa kejayaannya melayani pemberangkatan kereta api tujuan Demak, Kudus, Pati, Rembang, Blora dan lainnya.

Selain itu, stasiun ini juga merupakan pusat jaringan trem kota Semarang. Dirangkum dari berbagai laman sumber oleh KabarPenumpang.com, trem yang dijalankan ternyata menghubungkan Stasiun Jurnatan dengan Stasiun Samarang NIS di Tambaksari dan Pelabuhan Semarang dengan menempuh relasi Jurnatan-Bulu dan Jurnatan-Jombang.

Namun, jalur trem tersebut harus tutup tahun 1940 lalu karena kurang menguntungkan dan sisa lokomotifnya, semua dipindahkan ke Surabaya. Dalam pertempuran Lima Hari di Semarang, stasiun ini menjadi daerah perangkap oleh satuan-satuan tentara Jepang yang bersiap menghadang pasukan-pasukan pemuda yang memasuki daerah Karang Tempel.

Tahun 1974, Stasiun Jurnatan harus tutup dan semua kereta yang melintas dan dilayani dari stasiun ini dialihkan ke Stasiun Semarang Tawang. Stasiun ini masuk dalam stasiun kereta api nonaktif kelas besar yang berada di Purwodinatan, Semarang Tengah, Semarang dan termasuk dalam Wilayah Aset IV Semarang

Tutupnya Stasiun Jurnatan karena tak mampu bersaing dengan moda transportasi darat lainnya. Setelah tutup, Stasiun Jurnatan sempat terlantar dan kemudian dimanfaatkan sebagai terminal bus antar kota. Tetapi ini tidak berlangsung lama, sebab awal 1980-an, bangunan Stasiun Jurnatan dibongkan dan kini menjadi kawasan perdagangan.

Baca juga: Eks Stasiun Kudus, Pernah Jadi Pasar dan Gudangnya Jadi Lapangan Futsal

Bila mencari Stasiun Jurnatan di Semarang saat ini, Anda akan menemukan ruko-ruko terpajang sepanjang mata memandang. Bahkan ada toko yang membuat papan namanya dengan tidak melupakan sejarah dengan menuliskan Eks. Stasiun Jurnatan.

Dubai Gunakan Virtual Reality Sebagai Media Pelatihan Pengemudi Bus

Agaknya tidak terlalu berlebihan jika menyebut Dubai sebagai kota yang selalu menggunakan teknologi mutakhir dan fantastis yang seolah datang dari masa depan. Jika di Indonesia kursus mengemudi masih menggunakan kendaraan konvensional dan ditemani oleh seorang tenaga ahli, maka lain ceritanya dengan di Uni Emirat Arab ini, dimana Anda akan menggunakan teknologi virtual reality (VR) sebagai media untuk belajar mengemudi.

Baca Juga: Virtual dan Augmented Reality Ubah Pengalaman Penumpang di Udara

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman timeoutdubai.com, Road and Transport Authority’s (RTA) Public Transport Agency telah mengungkapkan rencana untuk menggunakan teknologi VR untuk melatih pengemudi angkutan penumpang. Adapun tujuan dari penggunaan konsep ini adalah untuk meningkatkan kinerja semua pengemudi, dimana hal ini juga akan tercatat sebagai daerah pertama di Timur Tengah yang memanfaatkan teknologi VR dalam melatih pengemudi.

Kelak, para pengemudi ini akan menjalani berbagai pelatihan skenario interaktif, mulai dari paparan kondisi jalan, kontrol bus yang lebih baik, hingga menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas. Guna memaksimalkan media pembelajaran ini, teknologi VR yang digunakan untuk melatih pengemudi ini akan menggunakan alat belajar 3D seperti visualisasi dan pelatihan online.

“Pengenalan teknologi VR ini adalah bagian dari rencana untuk memprivatisasi pelatihan transportasi penumpang, dan akan digeneralisasi nanti ke semua lembaga pelatihan yang dikontrak”, ungkap salah satu eksekutif dari RTA Public Transport Agency, Abdullah Al Meer.

“Fase awal teknologi VR difokuskan pada proses integrasi untuk bus, yang pada akhirnya berkontribusi pada visi RTA tentang transportasi yang aman dan lancar untuk semua,” lanjutnya.

Baca Juga: First Airlines, “Maskapai” Jepang dengan Penerbangan Virtual Reality Pertama

Selain itu, RTA juga akan menggunakan teknologi VR ini sebagai unit pelatihan dan rehabilitasi lebih lanjut untuk pengemudi yang terlibat di dalam kecelakaan lalu lintas.  Dalam berita lain, RTA juga telah mengumumkan tes mengemudi otomatis di Dubai, yang berarti pengemudi yang tengah belajar sekarang akan dinilai oleh penguji maupun sistem pelacakan cerdas.

Wujud Emansipasi? Ada Ruang Ganti Popok di Toilet Pria di Bandara India

Mengganti popok anak selalu dikaitkan dengan seorang ibu dan biasanya mereka mengganti di ruang nursery atau di toilet wanita. Tapi bila hal itu dilakukan oleh seorang pria apakah salah? Sepertinya tidak, karena pekerjaan mengganti popok bukan hanya bisa di lakukan oleh seorang wanita yang merupakan ibu anak, tetapi seorang ayah pun juga harus bisa menggantikan popok anak mereka.

Baca juga: Tujuh Bandara Ini Jadi Yang Terbaik Untuk Fasilitas Nursery Room

Hal ini baru saja diperlihatkan Bandara Internasional Kempegowda di Bangalore, India yang mengambil langkah mengancurkan stereotip gender dan mendapat pujian luar biasa di media sosial karena memiliki ruang penggantian popok di toilet pria. KabarPenumpang.com melansir dari laman scoopwhoop.com (17/9/2019), seorang penumpang dari Maladewa yakni Ali Samhaan melihat sebuah ruang di Bandara Bengaluru dan men-tweet di akunnya tentang keberadaan ruang ganti popok tersebut di toilet pria.

Ali tak hanya mengunggah foto tetapi juga menuliskan Tweet, “Melihat ini di toilet pria Bandara Internasional Bengaluru. Banyak orang terkejut bahwa perbekalan semacam ini tidak lagi hanya terbatas pada ruang wanita. Di zaman sekarang ini, baik pria maupun wanita mengurus tugas-tugas rumah seperti merawat bayi dan seharusnya tidak ada peran gender yang ditentukan sebelumnya.”

Tweet Ali ini mendapat banyak apresiasi dari warganet dan dikomentari. Komentar untuk cuitan Ali tersebut lebih banyak yang positif dan cinta karena tidak hanya seorang ibu, tetapi ayah pun bisa melakukannya.

“Pria mengganti popok dan melakukan pekerjaan rumah. Tidak ada yang salah dalam melakukan pekerjaan rumah kami. Tidak ada buku peraturan di planet ini yang mengatakan hal itu adalah pekerjaan seorang wanita. parenting dan rumah tangga harus dibagi secara adil. Saya mungkin salah dalam masyarakat patriarkal, tetapi saya tidak peduli,” ujar Sham Agasthya yang mengomentari tweet milik Ali.

Archie Hussain mengatakan bahwa hal ini sangat epik. Anusha Abdul Latheef menambahkan, “Satu bandara terbaik yang harus saya katakan.”

Anie juga mengomentari, hebat! Bagus untuk semua ayah dan orang tua tunggal. ThasSimracingGuy menambahkan, ini memecah stereotip.

Bahkan postingan ini dijawab oleh pihak otoritas bandara yang mengatakan, “Kami menerima acungkan jempol untuk ruang ganti popok di toilet pria dan wanita di #BLRairport. Di dunia di mana ibu dan ayah berbagi tanggung jawab membesarkan anak-anak, kami percaya bahwa ini adalah yang harus dimiiliki!”

Baca juga: Megaproyek Kereta Peluru India, Dilengkapi Nursery Room dan Toilet Terpisah

Meskipun fasilitas penggantian popok di bandara baru-baru ini berada di bawah sorotan, Bangalore International Airport Ltd, menunjukkan telah ada di tempat selama lebih dari lima tahun.

“Mereka dilengkapi dengan baik dan memungkinkan orang tua untuk mengubah bayi dalam privasi,” kata juru bicara bandara Bangalore.

Pilot Ketumpahan Kopi, A330 Condor Airlines Terpaksa Return to Base!

Jika selama ini citra seorang pilot yang tersaji di media hampir selalu berkenaan dengan seseorang yang professional dan penuh wibawa, namun pada kenyataannya, mereka hanyalah manusia biasa yang juga bisa membuat kekacauan. Ngomong-ngomong soal kekacauan, pernah ada seorang pilot dari maskapai Condor yang tidak sengaja menumpahkan kopi di ruang kokpit, sampai-sampai pesawat yang tengah dikemudikannya tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat. Wah, ternyata kasus Return to Base (RTB) yang sering kita dengar selama ini tidak melulu berlandaskan alasan teknis, ya!

Baca Juga: Pilot Lupa Aktifkan Pengatur Tekanan Kabin, Jet Airways Terpaksa Return to Base

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman nytimes.com (13/9), Airbus A330-243 yang dioperatori oleh Condor Airlines dikabarkan melakukan pendaratan darurat di Shannon, Irlandia pasca sang pilot tidak sengaja menumpahkan kopi di ruang kokpit. Menurut kabar yang tersiar, tumpahan kopi ini sampai-sampai membuat salah satu tombol panel di ruang kontrol pesawat tersebut meleleh. Guna menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, akhirnya sang pilot memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dari Frankfurt, Jerman menuju Cancun, Meksiko.

Diketahui, penerbangan tersebut tengah mengangkut 337 orang – termasuk 11 awak penerbangan di dalamnya. Seketika mendarat di Shannon Airport, Irlandia, beruntung semua orang yang ada di dalam penerbangan tersebut berada dalam kondisi selamat.

Menurut penuturan sang pilot yang identitasnya dirahasiakan ini, ia menyimpan kopi di atas meja nampan yang ada di ruang kokpit. Hingga seketika pesawat tinggal landas dari Frankfurt, ia secara tidak sengaja menumpahkan kopi tersebut tepat ke arah pahanya dan sebagian lainnya jatuh ke instrumen komunikasi.

“Panel kontrol audio pilot dan kopilot seketika berada dalam kondisi non-aktif setelah terkena tumpahan kopi tersebut,” ujar penyelidik.

“Bahkan, pilot menuturkan ada asap tipis yang keluar dari area yang tersiram kopi,” lanjutnya.

Penyelidik ini melanjutkan bahwa kegagalan dua panel kontrol audio menyebabkan kesulitan komunikasi antara awak kokpit dan awak pesawat.

Baca Juga: Bayi Tertinggal di Ruang Boarding, Ibu Panik dan Pesawat Terpaksa “Return to Base”

Menanggapi hal ini, pihak maskapai asal Jerman mengatakan bahwa langkah pendaratan darurat ini merupakan perwujudan dari prioritas penerbangan mereka.

“Bagi kami, keselamatan penumpang merupakan prioritas utama yang harus selalu ditegakkan,” tutur juru bicara Condor Airlines, Magdalena Hauser.

Pasca kejadian yang terjadi pada tanggal 6 Februari silam ini, pihak maskapai mengatakan bahwa ada dua hal penting yang wajib masuk ke dalam daftar periksa pilot sebelum mengudara: tutup gelas dan gelas yang dilengkapi dengan pegangan. Hal ini ditujukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang.