Masih Perlukah Pilot Mengenakan Jam Tangan Khusus Saat Bertugas?

Kendati di setiap gadget sudah tersedia fitur jam yang sangat presisi, tampaknya jam tangan masih menjadi satu kebutuhan primer bagi sebagian orang. Dengan beragam dalih, mulai dari: lebih mudah untuk dilihat, hingga hanya untuk sekedar penunjang penampilan saja, masih banyak orang di luar sana yang enggan untuk melepaskan jam tangannya. Nah, di antara semua pekerjaan yang membutuhkan ketepatan waktu yang sangat presisi, pilot merupakan salah satu pekerjaan yang masuk ke dalam daftar tersebut. Baca Juga: Inilah Penyebab Ketika Pilot Benar-Benar Kelelahan! Ada banyak merek di luar sana yang membubuhkan embel-embel “jam pilot” untuk menambah nilai jual dari produk terkait. Tapi sebelum membahas perihal jam tangan pilot lebih lanjut, tahukah Anda apa nilai tambah dari jam tangan pilot sendiri? Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara jam tangan pilot dengan jam tangan konvensional di luaran sana, hanya saja jam tangan pilot dilengkapi oleh beberapa fitur tambahan, seperti altimeter, barometer, dan kompas (walaupun fitur kompas sudah dapat dengan mudah ditemukan pada jam tangan konvensional).
Salah satu jam tangan pilot yang modern. Sumber: indomiliter.com
Tapi, apakah pilot masih membutuhkan fitur-fitur pada jam tangan ini, sementara di pesawat sendiri sudah tercantum fitur serupa – bahkan lebih canggih dari yang ada di jam tangan? Jawabannya tentu saja tentatif – ada yang akan menjawab butuh, ada yang tidak, tergantung kebutuhan dan sudut pandang masing-masing pilot. Fitur ketepatan waktu yang amat sangat dibutuhkan oleh pilot dalam menjalani tugas hariannya menjadi salah satu poin paling penting di balik hadirnya jam tangan pilot – sementara fitur-fitur lainnya hanyalah berperan sebagai fungsi pelengkap dari jam tangan pilot. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman gearpatrol.com, banyak dari jam tangan pilot dewasa ini yang diperuntukan bagi masyarakat sipil biasa – dimana ini diperuntukan bagi mereka yang ingin menunjang penampilan, bukan melulu fungsinya. Baca Juga: Ketika Penerbangan Jarak Jauh, Apa Saja Sih Yang Dilakukan Pilot? Jika menarik benang merah dari fungsi dan peruntukannya, tidak semua pilot memerlukan jam tangan pilot yang dilengkapi dengan berbagai fitur canggih yang sudah disebutkan di atas, melainkan fungsi utamanya saja dari layaknya kebanyakan jam, yaitu fungsi ketepatan waktu agar dapat lebih optimal dalam menjalankan tugasnya.

Manjakan Rute ke Maladewa, Singapore Airlines Gunakan Boeing 787-10 Dreamliner

Sempat mendapatkan protes keras dari warganet perihal kontrak kerja samanya dengan Malaysia Airlines beberapa waktu yang lalu, Singapore Airlines seolah tidak terlalu mengambil pusing terkait kekecewaan warganet tersebut. Pembuktian visi pihak maskapai untuk selalu memberikan yang terbaik bagi penumpang ini terbukti dengan diluncurkannya rute penerbangan baru menuju Maladewa. Ya, sebagaimana yang diketahui bersama, Maladewa memang merupakan salah satu destinasi wisata paling favorit di dunia karena keindahan pantainya. Baca Juga: Sah! Singapore Airlines Terima Boeing 787-10 Perdananya Rute penerbangan langsung dari Bandara Internasional Changi (SIN) menuju Bandara Internasional Velana (MLE) ini akan dioperasikan oleh pesawat Boeing 787-10 Dreamliner – dimana perjalanan Anda akan semakin terasa sangat special. Selain itu, akses menuju Maladewa juga akan semakin mudah dijangkau dengan hadirnya rute penerbangan dari kawasan Asia Tenggara ini. Ya, seperti yang sudah diketahui sebelumnya, lokasi dai Maladewa yang terpencil pada akhirnya sedikit menyulitkan para pelancong untuk menyambangi pulau yang terkenal dengan pantai putih dan iklimnya yang luar biasa bersahabat ini. Ternyata tidak hanya si induk perusahaan saja yang membuka rute baru ini, pun dengan anak perusahaannya yang bergerak di sektor penerbangan berbiaya rendah, Scoot, juga dikabarkan telah membuka rute penenerbangan yang sama guna menjangkau pasar ekonomi menengah ke bawah. Jika Anda mengecek di laman google flight, maka akan tampak perbandingan harga yang ditawarkan oleh pihak Singapore Airlines Group.
Perbandingan harga tiket Singapura – Maladewa dengan menggunakan Scoot dan Singapore Airlines. Sumber: pinterest
Penerbangan Perdana Setelah… Mengutip dari laman simpleflying.com (12/7), sebenarnya pihak Singapore Airlines sudah membuka layanan penerbangan langsung menuju Maladewa sejak tahun 1984 silam, namun ini adalah kali pertama pihak maskapai mengoperasikan rute di bawah perjanjian langit terbuka dan dengan menggunakan varian Boeing 787-10 Dreamliner. Perjanjian antara pihak Singapura dan Maladewa ini sendiri ditandatangani pada tanggal 1 Juli 2019 kemarin dimana hal tersebut memungkinkan pihak Singapura untuk membuka rute perjalanan sebanyak-banyaknya (termasuk penerbangan kargo). Moda Pengangkut Jika menilik dari segi modanya, Singapore Airlines mempercayakan Boeing 787-10 yang sudah berada di Singapura sejak Maret tahun lalu untuk mengoperasikan sejumlah rute potensial seperti Bangkok – Kuala Lumpur, Singapura – Osaka, hingga Singapura – Perth. Sebagaimana yang diakui pihak Boeing pada pemberitaan sebelumnya, Boeing 787-10 Dreamliner merupakan pesawat paling efisien di kelasnya. Efisiensi tersebut dipadu-padankan dengan biaya operasi per kursi paling rendah diantara pesawat berbadan lebar lainnya. Dengan kapasitas maksimal 330 penumpang dan ukuran kargo yang 15 persen lebih besar, tidak berarti pesawat ini menjadi lebih boros bahan bakar. Pihak Boeing mengaku 787-10 mampu menghemat 25 persen penggunaan bahan bakar ketimbang 787-9. Padahal, kedua mahakarya Boeing ini memiliki tingkat kesamaan hingga 95 persen. Baca Juga: Singapore Airlines Borong 39 Unit Boeing ‘Wide Body’ Senilai US$13,8 Miliar Dengan kecepatan jelajah maksimum mencapai 913 km per jam, Boeing 787-10 Dreamliner yang menggunakan dua pilihan mesin – Rolls-Royce Trent 1000 atau General Electric Genx ini siap mengantarkan penumpang Singapore Airlines hingga jarak maksimal 12.964km! Jadi, sudah siap untuk berlibur ke Maladewa?  

Di Inggris, Penyandang Disabilitas Tak Terlayani dengan Baik di Stasiun dan Kereta

Penumpang dengan keterbatasan tubuh atau disabilitas kerap kali tak mendapat hak yang sama dengan penumpang umum lainnya. Bahkan penyandang disabilitas kesulitan menggunakan mesin tiket dan toilet ramah disabilitas yang kurang di dalam gerbong kereta. Baca juga: Lantaran Tak Diberikan Kursi Roda, Penumpang Disabilitas Alami Patah Tulang Saat Ke Toilet Selain itu perilaku antisosial dari penumpang lain dan beberapa masalah lainnya kerap kali dirasakan penyandang disabilitas.  Hal ini kemudian membuat City Charity Scope di Inggris untuk mensurvei penyandang disabilitas terkait fasilitas yang diberikan Departemen transportasi di stasiun maupun gerbong kereta api. Survei yang ditanyakan kepada para penyandang disabilitas hasilnya ialah bahwa mereka mendapat masalah dalam perjalanan kereta api dimana 37 persen mengatakan pengumuman dalam gerbong tidak jelas. Sebanyak 29 persen mengaku berada dalam kereta yang toiletnya tidak bisa digunakan oleh penyandang disabilitas. Kepala Kebijakan City Charity Scope, James Taylor mengatakan, masalah seperti wahana yang sulit diakses, layanan pelanggan yang buruk dan kurangnya informasi dapat membuat penyandang disabalitas sulit untuk bekerja, bersosialisasi dan hidup mandiri. “Yang mengkhawatirkan, penelitian ini telah menemukan setengah dari orang-orang cacat mengantisipasi mengalami masalah sebelum itu terjadi ketika menggunakan jaringan kereta api,” ujar Taylor. Adapula 31 persen penumpang disabilitas yang pernah mengalami perilaku antisosial atau diskriminatif dari penumpang lainnya seperti tanggapan agresif setelah meminta kursi prioritas. Beberapa mengatakan persepsi “hierarki” kebutuhan dalam hal prioritas tempat duduk di kereta seringkali berada di belakang konflik semacam itu, dengan mereka yang memiliki disabilitas yang kurang terlihat kadang-kadang dianggap kurang membutuhkan. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman theguardian.com (8/7/2019), karena masalah seperti stasiun yang tidak dapat diakses dan kurangnya tempat duduk prioritas di kereta, banyak penumpang penyandang disabilitas mengatakan mereka juga harus merencanakan perjalanan dengan cermat. Hal ini dilakukan dengan bepergian pada waktu yang tidak sibuk, memesan di awal dan memastikan mereka menyisakan cukup waktu untuk memungkinkan antisipasi kejadian yang tidak direncanakan seperti seperti menghadapi lift yang rusak. Meskipun 20 persen responden mengatakan mereka memesan bantuan penumpang terlebih dahulu sebelum bepergian dengan kereta, layanan ini tidak tersedia di beberapa stasiun dan secara keseluruhan kesadarannya rendah. Beberapa penumpang juga melaporkan masalah aksesibilitas di stasiun, dengan satu tantangan adalah jumlah tiket fisik, termasuk slip reservasi kursi, yang diperlukan untuk perjalanan. Penyandang disabilitas lain mengatakan bahwa jika konter tiket ditutup, mesin otomatis bisa menyulitkan bagi pengguna kursi roda atau mereka yang memiliki kekurangan, disleksia, ketidakmampuan belajar atau gangguan penglihata. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan ada lebih dari 1.550 responden, yang memiliki berbagai kecacatan termasuk kondisi kesehatan mental, masalah mobilitas dan penglihatan atau gangguan pendengaran. “Kami sangat menyadari kesulitan yang dihadapi oleh penumpang cacat menggunakan kereta api kami, dan kami bekerja keras untuk memberikan peningkatan yang dibutuhkan. Karena penelitian ini dilakukan lebih dari dua tahun lalu, strategi transportasi inklusif kami telah memberikan akses bebas langkah di sekitar 1.500 stasiun,” ujar Departemen Transportasi. Pada hari Senin (8/7/2019), departemen mengumumkan akan menghabiskan tambahan £20 juta untuk meningkatkan aksesibilitas bagi penumpang kereta api penyandang disabilitas. Baca juga: Bepergian Sendiri, Penyandang Disabilitas ini Dilarang Mengudara oleh Hong Kong Airlines! “Sangat positif bahwa pemerintah menanggapi masalah ini dengan serius dengan menempatkan dana untuk membuat jaringan kereta api lebih mudah diakses oleh orang-orang cacat. Namun, pekerjaan lebih lanjut diperlukan dari pemerintah, perusahaan transportasi dan kelompok penumpang untuk memastikan orang-orang cacat dapat memiliki tingkat layanan yang sama dengan orang lain,” tambah Taylor.

Dengan Teknologi SCOOT, Lampu Lalu Lintas Bisa Kurangi Waktu Keterlambatan Bus

Masih banyak masyarakat yang menggunakan bus dalam kota untuk melakukan perjalanan mereka ke tujuan. Tetapi sayangnya perjalanan bus terkadang tidak pernah tepat waktu atau bisa dikatakan terlambat baik saat kedatangan maupun keberangkatannya. Baca juga: EzMetr, Platform Teknologi Transportasi Baru yang Berkembang di Amerika Serikat Hal ini bukan hanya terjadi pada bus kota biasa, di Jakarta bus TransJakarta pun kerap kali mengalami keterlambatan meski memiliki jalur tersendiri. Namun apa saja sih penyebabnya? Biasanya karena macet dan traffic light atau lampu lalu lintas yang sudah menyala merah menandakan berhenti ketika bus akan lewat. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman theboltonnews.co.uk (11/7/2019), untuk mengurangi keterlambatan bus, Transport fot Greater Manches (TfGM) baru-baru ini melakukan uji coba melihat ketepatan waktu yang ditingkatkan di beberapa rute tersibuk. Karena hal ini, kemungkinana bis mengurangi keterlambatan yang biasa dirasakan penumpang. Nantinya dalam empat minggu pihak TtGM akan melihat teknisi menguji teknologi Split Cycle Offset Optimization (SCOOT). Dalam uji coba ini yang akan dianalisis lainnya adalah data lalu lintas dimana waktu nyata untuk mengoordinasi penentuan waktu sinyal lalu lintas. Teknologi ini sendiri akan berupa sebuah pemancar yang bisa ditemukan di sebagaian besar bus modern. Dimana sistem mengidentifikasi layanan berjalan terlambat mendekati dan memperpanjang nyalanya lampu hijah ketika bus mendekati lampu. Bahkan secara efektif akan memungkinkan layanan berjalan terlambat untuk melewati persimpangan tanpa perlu berhenti ataupun menunggu. Sehingga bisa mengurangi waktu keterlambatan atau bahkan menepatkan waktu kedatangan bus itu. Baca juga: Scania Rancang Bus Otonom Multiguna, Dipercaya Mampu Reduksi Tingkat Pencemaran Udara “Mengatasi kemacetan dan meningkatkan kualitas udara adalah dua prioritas bagi kami saat ini dan jelas langkah-langkah yang meningkatkan keandalan transportasi umum adalah salah satu cara mendorong lebih banyak orang untuk meninggalkan mobil di rumah,” kata Kepala  Layanan Bus di TfGM Alison Chew.

Saat Tarif Tiket Melambung, AirAsia Justru Tidak Turunkan Tarif, Ini Alasannya!

Tarif penerbangan maskapai berbiaya rendah (LCC) kini tengah melambung tinggi. Karena itu pemerintah mengupayakan berbagai cara untuk menurunkan tarif tersebut, salah satunya dengan menurunkan tarif batas atas tiket pesawat. Baca juga: Alokasikan 3.348 Kursi di 62 Penerbangan, Citilink Resmi ‘Turunkan’ 50 Persen Harga Tiket Bahkan pemerintah membuat kebijakan diskon tarif hingga 50 persen untuk tiket pesawat berbiaya hemat di rute dan jadwal penerbangan tertentu. Permintaan penurunan tarif tiket ini diberlakukan untuk Citilink dan Lion Air pada waktu-waktu tertentu yang dimulai pada Kamis (11/7/2019) kemarin. Namun, penurunan harga tiket dan diskon 50 persen tidak dimintakan kepada maskapai berbiaya hemat AirAsia. Pasalnya maskapai ini memiliki jumlah rute dan jadwal penerbangan yang tergolong dalam kategori diskon sangat sedikit. Dirangkum dari berbagai laman sumber oleh KabarPenumpang.com, selain itu ternyata tiket AirAsia masih dibawah 50 persen dari tarif batas atas. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, meski tarif tiket AirAsia sudah berada dibawah 50 persen dari tarif batas atas, dia meminta maskapai tersebut tidak menaikkan harga tiketnya lagi. “Kita cuma bilang, you (AirAsia) jangan mentokkan ke 50 persen loh. Karena you sudah di bawah itu. Nanti jangan gara-gara ini, ‘ah aku ambil 50 aja sekalian sekarang’. Kita udah ingatkan itu,” ujar Darmin yang dikutip dari kompas.com (9/7/2019). Head of Communications AirAsia Group Audrey Progastama Petriny mengkonfirmasi hal tersebut dan mengatakan, yang disampaikan pemerintah betul adanya dimana AirAsia tidah termasuk yang harus memberikan diskon karena sejak awal tidak menaikkan tarif tiket pesawat. Meski pangsa pasar AirAsia di penerbangan domestik Indonesia baru dua persen, tetapi efisiensi besar-besaran menjadi strategi maskapai asal Malaysia ini untuk menjaga harga tiket tetap murah. “Satu pesawat kami bisa diutilisasi 12-13 jam per hari, relatif lebih tinggi dibandingkan maskapai lain,” kata dia. Tak hanya itu, AirAsia sejak awal juga hanya menggunakan satu tipe pesawat yang sama atau single-type operations, yaitu Airbus. Saat ini AirAsia Indonesia mengoperasikan 25 unit pesawat Airbus A320-200. Dengan menerapkan prinsip tersebut, biaya yang terkait dengan lisensi dan pelatihan awak pesawat, awak kabin, staf darat, teknisi perawatan pesawat serta staf operasi menjadi sangat minim. Selain itu, pengoperasian satu jenis pesawat juga membuat pengelolaan suku cadang AirAsia juga menjadi lebih efisien. “Grup kami juga mengoperasikan lebih dari 200 pesawat. Secara economy of scale, kami bisa membeli dengan negosiasi harga yang lebih murah,” lanjut Audrey. Sebelumnya, pemerintah meminta Citilink dan Lion Air menurunkan harga tiketnya pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu untuk jam penerbangan pukul 10.00 hingga 14.00. Kedua maskapai itu harus menjual tiketnya 50 persen dari TBA yang telah ditentukan. Baca juga: Per 10 Juli, Lion Air Berikan Tarif Promo 50 Persen Mulai Rp1,4 Jutaan untuk Rute ke Indonesia Timur Namun, diskon itu hanya berlaku untuk 30 persen dari total keseluruhan kursi yang tersedia dalam satu pesawat. Kebijakan ini berlaku mulai 11 Juli 2019 di seluruh bandara yang ada di Indonesia. Aturan ini hanya berlaku untuk penerbangan yang menggunakan pesawat bermesin jet saja.

Zipair Tokyo, Maskapai Berbiaya Murah Terbaru dari Jepang, Mengudara 14 Juli 2020!

Negeri Sakura sebentar lagi akan memiliki maskapai berbiaya rendah baru dimana maskapai ini merupakan anak perusahaan dari Japan Airlines. Adalah Zipair Tokyo, maskapai yang baru didirikan pada bulan Februari 2019 silam ini rencananya akan mulai mengoperasikan pesawat-pesawatnya pada tahun 2020 mendatang. Kelak, Zipair Tokyo tidak akan menggunakan embel-embel Japan Airlines, dan siap untuk mengecoh siapapun yang tidak mengetahui tentang fakta ini. Baca Juga: Japan Airlines Terjun Ke Segmen Low Cost Carrier Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (10/7), Bandara Internasional Narita Jepang menuju Bangkok akan menjadi penerbangan perdana Zipair Tokyo yang rencananya akan terbang pada tanggal 14 Mei 2020. Lalu pada tanggal 1 Juli 2020, Zipair Tokyo mulai melayani rute penerbangan Jepang menuju Seoul, Korea Selatan. Maskapai ini tergolong cepat dalam memulai usahanya. Seperti yang sudah disebutkan di atas, Zipair Tokyo didirikan pada Februari 2019, lalu secara resmi mendaftarkan merk dagangnya pada bulan Maret, dan meluncurkan liverynya pada bulan April. Itu berarti, hanya butuh tiga bulan saja bagi Japan Airlines untuk menciptakan saingan baru di sektor aviasi Jepang. Untuk urusan pesawat, Japan Airlines menghibahkan Boeing 787-8 yang mereka miliki kepada Zipair Tokyo dengan konfigurasi padat penumpang (290 penumpang) – padahal ketika masih menggunakan livery Japan Airlines, Boeing 787-8 ini hanya berisikan 186 kursi saja. Pihak perusahaan berharap agar Zipair Tokyo ini bisa beroperasi tepat waktu, agar tujuan utama mereka dapat terpenuhi – mengangkut penumpang yang membludak akibat Olimpiade Tokyo pada tahun 2020. Zipair Tokyo digadang-gadang sebagai satu-satunya maskapai berbiaya rendah yang mengoperasikan rute penerbangan menuju Bangkok – namun ketika terbang menuju Korea, Zipair Tokyo harus berkompetisi melawan lima maskapai berbiaya rendah yang sudah terlebih dahulu memiliki nama: Air Seoul, Eastar Jet, Jeju Air, Jin Air, dan T’way Air. Baca Juga: Japan Airlines Terima Airbus A350-900, Tapi Justru Layani Penerbangan Domestik Alih-alih merasa tersaingi oleh kelima maskapai di atas, Presiden Zipair Tokyo, Shingo Nishida mengaku lebih tertantang dengan anak perusahaan dari All Nippon Airlines (ANA), Peach Aviation. Adapun salah satu goal yang harus dicapai Zipair Tokyo adalah menawarkan penerbangan Trans-Pasifik dan penerbangan menuju Eropa – dimana rute-rute ini kurang terlayani dengan baik oleh Japan Airlines. Selama ini di Jepang sudah ada beberapa maskapai berbiaya murah yang telah lebih dulu eksis, seperti AirAsia Japan, JetStar Japan, Peach, Spring Airlines Japan dan Vanilla Air.

Seru! Ada Perosotan Menuju Boarding Room di Terminal 4 Bandara Changi

Bandara kian lama tak hanya menjadi gerbang keberangkatan dan kedatangan pelancong dari dan ke suatu tempat. Kini bandara juga menjadi tempat wisata bagi masyarakat ataupun pelancong yang tengah menunggu keberangkatan mereka dan menghabiskan masa transit sebelum berpindah pesawat ke tujuan baru. Baca juga: Jewel Changi, Berawal dari Ide Tempat Parkir Kini Menjadi Taman Spektakuler Dalam Ruangan Seperti halnya Bandara Internasional Changi Singapura yang belum lama membuka Jewel Changi dengan menghadirkan air terjun raksasa dalam ruangan dengan tinggi mencapai 40 meter. Bernama HSBC Rain Vortex, digadang-gadang air terjun ini menjadi yang tertinggi di dunia dan berada di dalam gedung. Namun ternyata, pengelola Bandara Changi tak kehabisan ide yakni menghadirkan slide atau perosotan untuk memudahkan penumpang menuju ke gerbang penerbangan mereka. Dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (5/7/2019), seorang penumpang bernama Yusuf El Askary yang tengah melakukan perjalanan dengan pesawat melalui Terminal 4 Bandara Changi dikejutkan karena adanya perosotan. Dia menemukan hal baru tersebut pada 8 Juni 2019 kemarin dan memvideokannya. Dalam video tersebut Yusuf menscan boarding passnya di gate untuk melewati penghalang. Kemudian di depannya terlihat sebuah perosotan yang bisa mengantar ke lantai bawah. Setelah melalui gate boarding pass, Yusuf menggunakan perosotan tersebut dan bergerak merosot turun dengan cepat sembari berteriak. “Aku belum pernah melihat yang seperti ini di bandara. Aku tidak percaya itu benar sampai aku benar-benar mencobanya!” ujarnya usai menggunakan perosotan tersebut. Dalam Terminal 4 Bandara Changi di lantai bawah terdapat Chandelier yang merupakan jaring dengan bagian dalamnya ada tiang panjat untuk meluncur ke bawah. Chandelier ini diresmikan pada Agustus 2018 lalu dan mampu menampung 50 orang sekaligus. Ternyata sebelum di Terminal 4, perosotan seperti ini sudah ada di Terminal 3 dan disebut sebagai seluncuran tertinggi di dunia dalam sebuah bandara. Diresmikan pada 2010 lalu, perosotan ini setinggi 12 meter dan mencakup empat lantai dari level 1 hingga ke basement 3. Tetapi untuk tinggi perosotan di Terminal 4 sendiri tidak diketahui. Baca juga: Terminal 4 Bandara Changi Kini Dilengkapi 14 Pemindai Tubuh dengan Teknologi X-CT Scan Kehadiran perosotan seperti ini menarik perhatian pelancong dan mungkin bila diberikan pilihan dengan ekalator atau tangga, banyak yang akan memilih luncuran sebagai jalan tercepat. Selain itu, perosotan seperti ini bisa menjadi solusi baru untuk orang-orang yang sering terlambat karena dinilai lebih cepat.

Mulai Agustus 2019, MetroTrans Gantikan “Bikun” di Kampus UI Depok

Mulai Agustus 2019 mendatang, bus TransJakarta akan mulai melayani kawasan Universitas Indonesia (UI). Hal ini setelah adanya nota kesepahaman yang telah disepakati oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan UI. Baca juga: “Bikun,” Bus Kampus Yang Kadung Jadi Legend Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono mengatakan, layanan bus TransJakarta rute Lebak Bulus ke UI dan Manggarai menuju UI akan diperpanjang hingga ke dalam kompleks Kampus UI Depok. “Layanan TransJakarta di area UI gratis bagi setiap orang,” kata Agung. Bus yang digunakan adalah MetroTrans milik TransJakarta dengan kapasitas 68 orang baik duduk maupun berdiri. Agung menambahkan, pihaknya akan terus mengevaluasi operasional TransJakarta untuk pelayanan yang lebih optimal. Pihaknya pun merencanakan menambah rute TransJakarta dalam melayani aktivitas di UI. Adapun rute baru tersebut yakni Kampung Rambutan-UI via Lenteng Agung, Kampung Rambutan-UI via Bogor dan Margonda-UI. Hal ini pun sudah disampaikan kepada Dishub DKI Jakarta untuk disetuju. Agung berharap dengan layanan baru ini semakin membantu dan memudahkan masyarakat serta menambah pelanggan TransJakarta. Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, beberapa hari sebelum adanya nota kesepahaman antara TransJakarta dengan UI terjadi penghadangan bus TransJakarta rute Pasar Minggu-Tanah Abang oleh Metromini. Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan melakukan setop operasi dan metromini penghadang tersebut sudah dikandangkan. “Kemarin kita langsung operasi dan kita dapatkan kendaraan yang bersangkutan. Kita setop operasi dari baik itu Metromini, Kopaja dan lainnya yang melakukan pelanggaran termasuk kendaraan satu ini yang kemarin melakukan penghadangan TransJakarta B7094NP,” ujarnya. Adanya hal ini Agung mengapresiasi langkah Dishub dalam menindaklanjuti penghadangan yang diterima oleh TransJakarta. Dia berharap adanya kejadian ini memberi efek jera sehingga kejadian serupa tidak terulang. “Tindakan ini menjadi bukti bahwa setiap pelanggaran akan mendapatkan sanksi. Ini akan menjadi pelakaran bagi semua agar ke depannya hal ini tidak terjadi lagi karena pemerintah bersikap tegas menegakkan peraturan,” ujar Agung dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/7/2019 ). Sebelumnya, dilaporkan bahwa sebuah bus TransJakarta dengan rute Pasar Minggu-Tanah Abang dihalang sebuah metromini pada Jumat (5/7/2019 ) sekitar pukul 18.35 WIB. Pengadangan dilakukan saat proses menaik dan menurunkan penumpang di titik Komdak arah Pasar Minggu. Baca juga: TransJakarta Punya Rute Baru Setiap Bulan, Bagaimana Integrasi dengan Mikrolet? Sopir dan kondektur Metromini sempat mengancam pramudi dan supir bis TransJakarta. Kejadian ini sempat menganggu pelayanan saat itu.

Kereta Api Mutiara Malam 4 Kali Berubah Rangkaian Sejak 1970

Kereta Api (KA) Mutiara Selatan relasi Malang-Surabaya Gubeng-Bandung merubah rangkaian gerbongnya dengan kereta jenis baru stainless steel buatan PT INKA. Kereta rangkaian baru tersebut berubah menjadi tiga gerbong kereta eksekutif, empat gerbong ekonomi dan satu gerbong kereta makan plus pembangkit listrik dengan daya tampung menjadi 470 kursi per gerbongnya. Baca juga: PT INKA Raih Pesanan Kereta Rel Diesel Untuk Jaringan Metro Manila Sebelumnya KA Mutiara Selatan memiliki rangkaian yang terdiri dari tiga gerbong eksekutif, empat gerbong bisnis dan satu gerbong makab serta pembangkit listrik dan mampu menampung 406 penumpang per gerbong. KA rangkaian baru ini sendiri mulai di gunakan sejak 1 April 2019 kemarin. Executive Vice President PT KAI Daop VIII Surabaya, Suryawan Putra Hia berharap pergantian rangkaian gerbong ini bisa meningkatkan okupansi penumpang KA Mutiara Selatan. “Tercatat pada 2017, volume penumpang KA Mutiara Selatan mencapai 241.670 penumpang. Tahun 2018 meningkat 18 persen menjadi 285.252 penumpang,” ujar Suryawan yang dikutip dari memontum.com (11/7/2019). Pada gerbong terbaru ini, akan ditemukan beragam fasilitas baru seperti bodi rangkaian yang lebih tahan karat dan cat stripping yang minimalis. Dua toilet duduk pada masing-masing gerbong yang letaknya bersebelahan dan dilengkapi indikator ada orang atau tidak. Kursi yang lembut dan dilengkapi lampu tidur, meja mini yang bisa di lipat di sandaran tangan serta bagasi kabin dengan pembatas untuk tiap-tiap penumpang. Ada pula empat layar monitor 32 inci dan 19 inci di setiap gerbong, audio jack earphone di setiap tempat duduk untuk mendengarkan tayangan televisi, smoke detector dan mushola yang luas dalam restorasi KAI dengan dilengkapi sarung, mukena dan cermin. Bahkan kini ada CCTV untuk menjaga keselamatan penumpang. KA Mutiara Selatan pertama kali beroperasi pada 1970-an bersamaan dengan KA Turangga yang sama-sama memiliki kombinasi kelas bisnis dan eksekutif. Namun pada 11 Oktober 1999 rangkaian KA Mutiara Selatan diganti dengan kelas bisnis. Tak hanya sekali perubahan kelas, 28 September 2016, KA Mutiara Selatan diganti seluruhnya dengan kereta ekonomi new image dan susunan rangkaiannya diperpanjang rutenya sampai Malang. Namun akhirnya rangkaian KA Mutiara Selatan kembali menggunakan rangkaian lamanya demi kenyamanan penumpang. Baca juga: [Tips] Kehabisan Tiket Kereta Lebaran? Jangan Keburu Loyo Susunan tersebut terdiri dari tujuh kereta bisnis, satu kereta makan dan pembangkit serta kereta bagasi. Kemudian 13 Maret 2017 rangkaian KA ini kembali menjadi campuran kelas bisnis dan eksekutif.

Dilanda Hujan Badai, Pesawat British Airways Alami Kebocoran di Ruang Kabin!

Apa yang akan Anda rasakan jika pesawat yang Anda tumpangi mengalami kebocoran ketika tengah mengudara? Mungkin pikiran yang terlintas pertama kali di benak Anda adalah bencana yang diakibatkan oleh proses dekompresi. Namun tidak pada kasus bocor yang dialami oleh maskapai British Airways, dimana kejadian yang hampir serupa terjadi di dalam sebuah penerbangannya. Baca Juga: Lagi Enak Duduk, Penumpang Lufthansa Terkena ‘Hujan Lokal’ dari Arah Lampu Baca Dikutip KabarPenumpang.com dari laman The Sun (10/7), sepasang penumpang yang baru saja pulang dari Orlando, Nicola Agiu dan suami mendapati pesawat yang mereka tumpangi mengalami kebocoran. Kejadian ini bermula ketika Nicola dan sang suami duduk tepat di belakang pintu darurat ketika hendak pulang menuju London Gatwick. Kebetulan, cuaca di Orlando sedang hujan badai ketika Nicola dan penumpang lainnya boarding.
Sumber: istimewa
Proses taxi, take-off, hingga mengudara masih berjalan lancar kendati cuaca di luar sana sedang tidak bersahabat. Namun tak lama berselang, Nicola melihat ada tetesan air yang rembes melalui celah pintu darurat. Karena panik, Nicola langsung memanggil awak kabin untuk melaporkan temuannya tersebut. Guna menenangkan Nicola, awak kabin tersebut mengatakan bahwa kebocoran di dalam pesawat merupakan hal yang normal. Namun entah dilandaskan oleh apa, tak berselang lama datang lima awak kabin lain bersama sang pilot untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Karena air terus menetes, salah satu awak kabin langsung berinisiatif untuk menggunakan selimut supaya air tidak rembes.
Sumber: istimewa
“Kami belum pernah menemukan kasus semacam ini sebelumnya,”ujar salah satu awak kabin. Rasa panik semakin menyelimuti perasaan Nicola karena penerbangan masih menyisakan waktu sembilan jam lagi. Beruntung karena pesawat berada dalam kondisi tidak terlalu penuh pada saat itu, dan Nicola pun akhirnya dipindahkan ke bangku lain. Baca Juga: Terpaksa Gunakan Kantung Muntah? Baca Dulu Tips Ini Menanggapi pemberitaan ini, pihak British Airways lalu memberikan keterangan: “Karena hujan yang sangat deras di Orlando, pesawat kami berada di landasan untuk waktu yang lama dan air hujan berhasil masuk melalui segel pintu. Meskipun jarang, ini normal ketika sebuah pesawat berada dalam kondisi tertekan saat berada di tanah dalam cuaca yang sangat buruk. Keselamatan dan keamanan pelanggan kami adalah prioritas utama kami, dan kami tidak akan mengoperasikan penerbangan kecuali itu aman untuk dilakukan.”