Bus otonom EasyMile EZ10 kembali melakukan uji coba. Kali ini uji coba perdana tersebut dilakukan di Australia setelah sebelumnya diuji coba di Singapura, California, Swiss dan Finlandia. Nantinya EZ10 akan digunakan dalam program pemerintah BusBot New South Wales yang berlangsung di kota Coffs Harbour.
Baca juga: ComfortDelGro Uji Coba Bus Otonomnya di National University of Singapore
Program ini sendiri akan dimulai dengan kendaraan membawa penumpang di sepanjang jalan Coffs Harbour Marina. Pada 8 April lalu, fase kedua percobaan dimulai dimana bus otonom digunakan untuk mengangkut penumpang di sekitar Desa Pensiun Marian Grove.
KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (13/7/2019), pengguna bisa mulai memanggil kendaraan melalui aplikasi di ponsel pintar yang dibuat oleh perusahaan angkutan umum. Aplikasi tersebut akan merespon dengan memberi tahu penumpang untuk menuju ke halte bus terdekat dimana akan dijemput.
Bus otonom akan tiba dan penumpang naik serta akan diantar ke halte tujuan mereka di desa. BusBot juga merupakan layanan bebagi perjalanan yang dimana beberapa penumpang akan mengambil shuttle ke berbagai tujuan secara bersamaan.
Karena hal ini, maka tidak akan mengikuti rute yang telah ditentukan, tetapi sebaliknya menentukan setiap putaran berdasarkan dimana dan kapan penumpang harus dijemput dan diturunkan.
Layanan ini masih ditawarkan secara gratis dan akan berlangsung selama 22 minggu. Kemudian nantinya dalam fase uji coba ketiga, bus otonom tersebut akan digunakan di kawasan pusat bisnis Coffs Harbour.
Sebelumnya, pada Maret 2019, bus antar jemput otonom ini sudah di uji coba di kampus Ken Ridge National University of Singapore (NUS). Uji coba bus otonom tersebut berlangsung selama satu tahun dan akan di danai oleh Inchcape Singapore.
Bus tersebut diketahui hanya mampu mengangkut 15 penumpang dan melakukan perjalanan sepanjang rute 1,6 km di NUS antara Hang Mui Keng Terrace dan Business Link. Tetapi pada awal uji coba, bus tidak akan membawa penumpang melainkan fokus pada pengumpulan data untuk pemetaan dan sistem navigasi.
Baca juga: Scania Rancang Bus Otonom Multiguna, Dipercaya Mampu Reduksi Tingkat Pencemaran Udara
Selain itu petugas keselamatan juga akan berada di dalam bus untuk memastikan pengoperasian kendaraan yang aman. Bus shuttle akan beroperasi dalam kondisi seperti mengemudi bersama kendaraan lain di jalan. Bus antar-jemput otonom EZ10, berjalan sepenuhnya pada listrik dan memiliki teknologi kendaraan otonom (AV) yang menggabungkan robot dan kecerdasan buatan.
Perusahaan kereta api Jepang berupaya untuk meningkatkan kenyamanan para penumpang – menanggapi keluhan terkait suhu panas yang mereka rasakan ketika berada di dalam kereta dan di stasiun. Upaya ini juga merupakan salah satu bentuk persiapan pihak perusahaan kereta api dalam menghadapi Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo yang akan dihelat tahun 2020 mendatang. Dengan menggunakan teknologi yang mutakhir, perusahaan berharap dapat mengentaskan masalah ini.
Baca juga: Suhu Ekstrem Pada Musim Panas dan Dingin Ancam Pengoperasian Kereta di Inggris
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (12/7), perusahaan kereta api telah menggunakan salah satu teknologi mutakhir yaitu kaca jendela khusus yang dapat mencegah sinar ultraviolet merangsek masuk ke dalam rangkaian kereta.
Selain kaca khusus tersebut, perusahaan kereta api Jepang juga telah menggunakan sistem pendingin ruangan yang dapat ‘membaca’ jumlah kepadatan penumpang – baik di dalam kereta maupun di stasiun. Sederhananya seperti ini, suhu di dalam kereta akan otomatis menjadi lebih dingin ketika hendak memasuki stasiun dengan tingkat kepadatan penumpang yang tinggi.
Selain itu, suhu pendingin ruangan juga oromatis akan menjadi lebih dingin ketika jumlah penumpang yang berada di dalam rangkaian dinilai cukup banyak. Parameternya adalah total keseluruhan berat penumpang yang ada di dalam satu rangkaian kereta.
Adapun operator yang sudah mengaplikasikan teknologi pendingin udara otomatis tersebut adalah Tokyo Metro Co., Odakyu Electric Railway Co., dan Hankyu Corp.
Sedangkan JR East dan Seibu Railway Co. telah mengaplikasikan kaca yang dilengkapi dengan logam khusus dan filter yang berfungsi untuk menyerap sinar ultraviolet dan inframerah.
Ya, masalah tingkat kepanasan yang tinggi (dan tentu saja tingkat kepadatan penumpang) di dalam rangkaian kereta merupakan salah satu penyebab di balik keterlambatan dari setiap jadwal keberangkatan kereta. Dapat Anda bayangkan apabila ada penumpang yang terhimpit penumpang lain di dalam sebuah rangkaian kereta, dan membutuhkan pertolongan medis, maka kereta akan berhenti lebih lama untuk melakukan evakuasi – dan ini akan berimbas pada keterlambatan pemberangkatan kereta terkait.
Baca juga: Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, Korea Selatan Turunkan Laju Kecepatan Kereta
“Lebih banyak penumpang yang membutuhkan bantuan medis ketika kondisi kereta penuh sesak di musim panas,” ujar salah satu pejabat kereta api.
Guna mengantisipasi kejadian di luar kehendak, selain menggunakan teknologi mutakhir tersebut, JR East akan mengaplikasikan pendeteksian kesehatan penumpang dengan menggunakan videophone, dimana rencana ini berada di bawah kerja sama dengan sejumlah rumah sakit yang ada di Tokyo.
Tak salah mempertahankan ruang pribadi di dalam kendaraan umum, tapi bila hal itu bisa menyakiti penumpang lain bagaimana? Baru-baru ini seorang wanita di Singapura menghadirkan dilema moral dalam sebuah foto yang dibagikan warganet.
Baca juga: Ketahuan Mondar-Mandir di Gate, Dua Penumpang MRT Ternyata Ikut Uji Coba SimplyGo
Pasalnya wanita di dalam foto yang beredar di medsos terlihat mengulurkan sebuah tusuk gigi ke arah seorang anak yang tertidur disebelahnya. Fotonya tersebut bahkan sudah diunggah dalam reddit di sebuah grup bernama trashy yang berisikan 1,4 juta anggota internasional.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman asiaone.com (8/7/2019), foto asli tersebut dikonfirmasi diambil di MRT Singapura. Dari tulisan unggahan pada reddit tersebut, disebutkan anak itu berusia sekitar empat atau lima tahun dan tengah tertidur pulas saat itu.
Kemudian setelah melihat anak tertidur tersebut, sang suami meminta bertukar tempat, tetapi wanita itu memilih untuk memegang sebuah tusuk gigi tepat dekat kepala anak itu saat menyender di lengannya. Melihat tusuk gigi itu, wali sang anak kemudian memindahkannya ke kursi lain.
Pada unggahan foto, caption yang diberikan adalah “Respons wanita sampah terhadap seorang anak kecil yang tertidur di lengannya beberapa kali”. Awalnya ini untuk mempermalukan wanita itu tetapi tidak semua warganet menanggapi hal itu.
Bahkan ada yang mengatakan bahwa wali anak itu yang salah karena tidak menahan sang anak yang tertidur hingga mengganggu orang lain. Adapula yang mengatakan, bahwa wanita itu berhak melindungi area pribadinya meski dalam angkutan umum.
Tak hanya itu, ada juga yang menyalahkan sang anak dan menyebutnya aneh serta mengkritik perilakunya. Meski begitu banyak juga yang mengomentari bila perilaku wanita itu salah karena tidak ada alasan untuk mencoba menusuk anak dengan tusuk gigi.
Baca juga: “Citizens on Patrol” Bantu Polisi Patroli di MRT Singapura
Para warganet juga mengatakan, seharusnya wanita itu mengatakan pada wali anak tersebut ketika tidur bersandar di lengannya. Hingga ada yang mengatakan wanita itu harusnya bisa memahami seorang anak. Hal ini pun menjadi perdebatan hingga akhirnya mengingatkan agar tidak tidur dan bersandar pada orang lain, tetapi juga tidak dibenarkan menunjukkan benda tajam seperti tusuk gigi kepada anak-anak yang mengantuk.
Siapa yang menyangka saat naik taksi ternyata pengemudinya orang bule? Ini mungkin menjadi biasa bila pelancong tengah berlibur ke Eropa atau Amerika, tetapi bagaimana jika ini terjadi di Jepang? Baru-baru ini, seorang pengemudi taksi di Jepang adalah seroang berkebangsaan Perancis.
Baca juga: Gunakan Teknologi Pengenal Wajah, Taksi Jepang Hadirkan Iklan Sesuai Jenis Kelamin dan Usia Penumpang
Penumpang pun kaget karena taksi yang mereka tumpangi dikemudikan bukan orang Jepang melainkan bule. Hal ini pun membuat penumpang bertanya “Dari mana asalmu?” ketimbang memberitahu tujuan mereka.
Dilansir KabarPenumpang.com dari asahi.com (29/6/2019), pengemudi taksi asal Perancis itu bernama Millet Martial Claude Marcel. Setiap ada penumpang yang naik taksinya dan bertanya asal darimana, Marcel menjelaskan dirinya berasal dari Perancis. Dia juga mengaku masih ada beberapa hal yang asing dari dirinya dan mengatakan pada penumpang jika tidak ada masalah dirinya akan mengunakan sistem navigasi mobil untuk mengatar ke tujuan.
Marcel diketahui memulai karir sebagai pengemudi taksi di Tokyo sejak tiga bulan lalu dan mulai terbiasa ketika ada yang bertanya dirinya berasal dari mana. Dia mendapat pekerjaan sebagai pengemudi taksi setelah program status visa baru untuk pekerja asing yang mulai berlaku pada bulan April dimana sebanyak 300 ribu warga negara asing diharapkan berbondong-bondong ke Jepang untuk bekerja di 14 bidang pekerjaan.
Sebelum mengemudi taksi, Marcel pernah menikahi gadis Jepang tahun 2005 lalu yang ditemuinya selama perjalannya di Negeri Sakura tersebut. Kemudian pindah ke Yagatama tempat tinggal keluarga sang istri dan memiliki tiga anak.
Awalnya dia bekerja sebagai pengirim personel di Yonezawa dan bekerja di pabrik. Karena kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dia berpikir untuk mencari pekerjaan lain. Tahun 2017 lalu, Marcel menceraikan sang istri dan pindah ke Tokyo dimana dirinya bisa menggunakan keterampilan bahasa dengan lebih baik.
Dia kemudian mendapat kabar operator taksi Hinomari Kosto Co. mempekerjakan orang asing dan melamarnya pada September lalu. Bukan waktu sebentar untuk bisa di terima, karena selama enam bulan dirinya mendapatkan pelatihan baik tentang rambu dan bahasa Jepang untuk lulus ujian SIM.
“Ada banyak orang Jepang yang baik jadi saya menikmati pekerjaan saya. Jika yang saya miliki hanyalah kemampuan bahasa Jepang, satu-satunya jenis pekerjaan yang tersedia adalah tenaga kerja tidak terampil. Itu berarti upah rendah. Saya berharap lebih banyak pemerintah daerah akan menyediakan program dukungan untuk memungkinkan kita mendapatkan berbagai lisensi dan sertifikasi,” kata Marcel.
Sementara ia didorong oleh meningkatnya jumlah warga negara asing yang bekerja di Jepang, Marcel juga memiliki kekhawatiran tentang masa depannya, terutama karena ia berasal dari Perancis, yang telah lama diizinkan di banyak imigran. Dia mengutip hambatan bahasa dan kesenjangan ekonomi di tanah kelahirannya yang telah memaksa banyak orang tidak dapat menemukan pekerjaan untuk menjadi tunawisma.
“Jika lebih banyak imigran diizinkan masuk ke Jepang, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada saya. Aku harus terus melakukan upaya yang lebih besar,” tambahnya.
Diketahui, Hinomaru Kotsu telah secara aktif merekrut pengemudi asing selama dua tahun terakhir. Bahkan membuat situs web bahasa Inggris untuk calon karyawan. Mengingat peningkatan tajam dalam wisatawan asing, perusahaan menganggap ada permintaan yang kuat untuk pengemudi asing.
Sekarang ada 38 pengemudi asing dari 22 negara dalam catatanntya. Perusahaan mendapat antara 50 dan 60 aplikasi setiap bulan. Mereka yang memiliki keterampilan percakapan Jepang yang memadai dipekerjakan. Bisa dikatakan melatih pengemudi asing itu mahal, meski rata-rata orang Jepang membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk mendapatkan lisensi yang dibutuhkan dan menyelesaikan pelatihan di rumah, dibutuhkan waktu antara tiga dan enam bulan untuk pengemudi asing.
Kazumi Otsu, kepala seksi perusahaan yang bertugas mempekerjakan warga negara asing, mengatakan, “Dengan mengajar mereka dengan rajin, kemampuan berbahasa Jepang mereka serta cara mereka menangani penumpang akan meningkat. Mereka membantu menambah kekurangan supir. Dengan meningkatnya dalam turis asing menjelang Olimpiade Tokyo, kami ingin mempekerjakan sekitar 100 orang asing sehingga kami dapat menangani berbagai bahasa.”
Baca juga: Ternyata Dua Faktor Ini Menjadi Alasan Wisatawan Jepang Terkesan Angkuh Ketika Mengudara
Perusahaan juga telah meningkatkan jumlah taksi yang disewa untuk tujuan wisata. Semakin banyak turis asing memesan taksi seperti itu dan meminta pengemudi yang berbicara dalam bahasa mereka.
Tanggung jawab ketika menjalankan pekerjaan memang harus dijunjung tinggi – terlepas jenis dari pekerjaan itu sendiri. Terlebih ketika pekerjaan tersebut berkaitan erat dengan nyawa ratusan orang, seperti pilot. Momen dramatis sempat terekam mata kamera terkait pembukaan di atas, dimana pilot maskapai Montenegro Airlines terserang sakit ketika tengah bertugas, dan imbas dari kejadian ini adalah pendaratan darurat yang cukup dramatis.
Baca Juga: 10 Pendaratan Dramatis Sepanjang Sejarah Penerbangan
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (11/7), penerbangan Montenegro Airlines menuju Moskow awalnya berjalan lancar, hingga salah satu pria keluar dari ruang kokpit dan langsung ambruk di lorong kabin. Butuh beberapa waktu bagi para penumpang untuk menyadari bahwa pria yang keluar dari ruang kokpit tersebut adalah kapten penerbangan. Sontak, semua penumpang yang ada di dalam kabin histeris melihat kejadian tersebut.
Penumpang semakin dibuat ketar-ketir ketika manuver yang dibuat oleh pesawat tersebut seperti kehilangan kendali.
“Wajah sang pilot membiru seketika ia jatuh pingsan di lorong kabin,” ujar salah satu penumpang.
“Awak kabin langsung meminta bantuan kepada penumpang, barangkali ada diantara kami yang berprofesi sebagai dokter – namun sayangnya tidak ada,” lanjutnya.
Beruntung, ada seorang wanita yang segera lari ke arah pilot dan berusaha untuk memberikan pertolongan pertama kepadanya. Keberuntungan kedua berasal dari ko-pilot yang langsung mengambil inisiatif untuk melakukan pendaratan darurat di bandara terdekat dengan posisinya kala itu.
“Satu yang saya ingat, pesawat meluncur dengan sangat cepat dan semua penumpang menangis sejadi-jadinya – termasuk saya,” ujar penumpang lain, Nastya.
“Saya hanya mengkhawatirkan keluargaku yang ada di penerbangan itu,” tandasnya.
Ko-pilot yang kala itu menjadi kapten penerbangan dadakan langsung menghubungi menara kontrol tentang kejadian yang saat itu dialaminya, dan meminta ijin untuk melakukan pendaratan darurat di Kaluga, sekitar 120 mil sebelah barat daya kota Moskow.
Baca Juga: Mengenal Ditching, Pendaratan Darurat Pesawat di Atas Permukaan Air
Seketika mendapatkan ijin, sang ko-pilot langsung melakukan pendaratan darurat yang tidak mulus. Setibanya di darat, ambulans langsung menghampiri pesawat dan memboyong sang kapten menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Beruntung, sebanyak 85 penumpang dan lima awak pesawat pada penerbangan tersebut berada dalam kondisi aman dan selamat. Menurut laporan terkait kondisi pilot, pihak rumah sakit menyangkal bahwa sang pilot terkena serangan jantung.
Penumpang Montenegro Airlines dengan nomor penerbangan YM610 lalu dibawa menuju Bandara Domodedovo, Moskow (titik pendaratan pesawat sesungguhnya) dengan menggunakan bus.
Duduk di bangku sebelah jendela pesawat memang menawarkan sensasi tersendiri bagi penumpang. Selain bisa terhindar dari rasa bosan karena melihat gang kabin terus-terusan, penumpang juga bisa melihat keindahan pemandangan yang tersaji selama perjalanan. Tapi pada kenyataannya, tidak melulu duduk di samping jendela ini akan memberikan pemandangan yang melulu indah, bayangkan jika salah satu mesin pesawat mengalami kendala, dan Anda bisa melihat kejadian tersebut secara jelas. Menyeramkan, bukan?
Baca Juga: Ini Fakta yang Mungkin Belum Anda Ketahui dari Delta Airlines
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman washingtonpost.com (10/7), maskapai Delta Airlines dengan nomor penerbangan 1425 yang hendak bertolak dari Atlanta menuju Baltimore mengalami kendala pada bagian mesinnya pada hari Senin (8/7) kemarin. Sialnya, masalah pada bagian paling penting dalam sebuah penerbangan ini terjadi ketika pesawat sudah berada di ketinggian. Sontak, kejadian ini membuat seisi kabin ketakutan bukan main.
“Setelah kami mendengar sebuah ledakan, kami melihat asap mulai masuk ke dalam kabin dan di saat itulah kami semua benar-benar merasa takut setengah mati,” ujar salah satu penumpang, Avery Porch.
“Yang saya rasa, pesawat mulai melambat dan suhu di kabin mulai memanas,” tandasnya.
Sementara itu rekan dari Avery, Tyler Kreuger yang tepat duduk di sebelahnya hanya bisa terdiam dan merenungkan kemungkinan yang terburuk.
“Saya mengeluarkan ponsel dan mengirimi pesan kepada kedua orang tuaku, ‘saya mencintai kalian,’” ujar Tyler.
Dalam sebuah video yang sempat diabadikan oleh salah seorang penumpang, tampak salah satu penutup mesin bagian kanan lepas dan terjebak di ‘ceruk’ mesin.
Menyadari pesawatnya tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju Baltimore, kapten penerbangan langsung meminta ijin kepada menara pengawas terdekat untuk melakukan pendaratan darurat.
Pesawat berjenis MD-88 tersebut langsung melakukan pendaratan darurat di Raleigh, ibu kota North Carolina. Menanggapi insiden yang hampir saja membunuh semua penumpang beserta awak pesawat yang kala itu bertugas, pihak Delta Airlines meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan memberikan kompensasi kepada penumpang terkait keterlambatan yang dibuat.
Baca Juga: Rilis Tisu ‘Kontroversial,’ Delta Air Lines dan Coca-Cola Minta Maaf Kepada Penumpang
“Kami meminta maaf atas insiden yang terjadi,” ujar pihak maskapai dalam sebuah keterangan.
Penumpang yang ‘terdampar’ di Raleigh lalu diberikan kompensasi berupa voucher makan senilai US$30 masing-masing.
Pihak Delta Airlines lalu menambahkan bahwa sebenarnya pesawat jenis MD-88 ini sudah terlalu tua untuk beroperasi, “dan kami harus sesegera mungkin mengakhiri pengoperasian dari MD-88,”
Bagi Anda yang menyandarkan mobilitas sehari-harinya pada kereta komuter, pasti Anda pernah mengalami kondisi dimana ada penumpang yang mengharapkan tempat duduk Anda – padahal ia bukanlah seorang penumpang prioritas (Ibu hamil, penyandang disabilitas, orang tua, dan Ibu yang membawa anak kecil). Tak ayal, tingkah laku penumpang seperti ini memang membuat Anda naik pitam, bukan? Nah, bisakah Anda bayangkan penumpang yang mengharapkan tempat duduk Anda ini melakukan hal ekstrem yang malah membuat Anda takut?
Baca Juga: Tak Puas dengan Layanan Kereta , Pria ini Nekat Tato Permanen, Konsepnya ‘Nyeleneh’
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman sputniknews.com (13/7), seorang penumpang wanita di jaringan Metro Moskow nekat membuka celana dalam yang ia kenakan hanya demi mendapatkan bangku. Kisah ini berawal ketika seorang wanita yang mengenakan rok berusaha untuk mencari bangku untuk duduk selama perjalanan.
Sebagai fakta tambahan, jaringan Metro Moskow setiap harinya mengangkut rata-rata tujuh juta penumpang, dan angka tersebut tidak sebanding dengan kapasitas bangku yang tersedia di setiap armada kereta bawah tanahnya.
Ketika masuk ke rangkaian kereta, wanita dengan perawakan kurus ini langsung berjalan menghampiri salah seorang penumpang pria yang tengah duduk. Besar kemungkinan, wanita ini mengharapkan sang penumpang pria mengalah dan memberikan bangkunya itu kepada wanita ini.
“Mengapa aku harus repot-repot melakukannya?” ujar penumpang pria tersebut.
Sialnya, pria ini enggan memberikan tempat duduknya dan hal tersebut memicu sang penumpang wanita untuk melakukan aksi di luar perkiraan.
Wanita ini lalu mengangkat rok yang ia kenakan dan menanggalkan celana dalam yang ia kenakan. Sembari menunjuk ke organ vitalnya, wanita ini berteriak, “inilah alasannya, karena saya adalah seorang wanita!”
Namun aksi nekat yang ia lakukan ini malah semakin membuat penumpang lain enggan untuk memberikan bangkunya – bahkan bergeming dari bangkunya saja sama sekali tidak.
Ia tetap mempertahankan “gaya berpakaiannya” tersebut selama kereta melintasi beberapa stasiun. Bahkan di satu masa, ia berpindah menuju sebuah panel kaca yang terletak di dekat pintu dengan kondisi rok tetap mengangkat dan organ vitalnya tersebut terumbar bebas.
https://www.youtube.com/watch?v=VHA57u4ua3U
Sontak, penumpang yang hendak masuk ke rangkaian kereta menjadi ketakutan karena melihat aksi dari wanita yang diperkirakan masih muda tersebut. Di sepanjang perjalanan, wanita ini terus berceloteh perihal tindakan tidak adil (menurutnya) yang baru saja ia terima.
Baca Juga: Duduk di Bangku Orang Lain, Penumpang Kereta Cepat ini Kena Cekal
Terlepas dari kondisi yang tengah wanita tersebut alami, agaknya tindakan yang dilakukannya tersebut sangatlah berlebihan. Risiko tidak mendapatkan tempat duduk ketika menggunakan sarana transportasi umum merupakan hal yang sangat wajar – terkecuali Anda merupakan seorang penumpang prioritas yang harus duduk.
Masa suram Boeing pasca dua kecelakaan maut yang masing-masing melibatkan Lion Air dan Ethiopian Airlines dan menewaskan lebih dari 300 orang ini ternyata masih belum enggan beranjak. Ya, buntut dari kecelakaan yang hanya berselang lima bulan ini ternyata masih memanjang sampai sekarang. Kabar terbaru menyebutkan bahwa salah satu varian dari produsen pesawat asal Negeri Paman Sam ini (Boeing 737 MAX) akan diperpanjang ‘masa hukumannya’ hingga tahun 2020 mendatang – padahal dalam laporan sebelumnya, Boeing 737 MAX ini boleh kembali mengudara pada bulan September mendatang.
Baca Juga: Sepanjang Mei 2019, Boeing Tak Dapat Orderan (Lagi)
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman businessinsider.sg (14/7), dalam sebuah laporan yang dirilis oleh Wall Street Journal pada Sabtu (13/7), disebutkan bahwa perbaikan perangkat lunak (yang menjadi penyebab utama dari dua kecelakaan maut tersebut) dan pelatihan terhadap pilot telah berulang kali ditunda oleh pihak produsen pesawat. Padahal jika ditelaah lebih jauh, ada banyak maskapai di luar sana yang terpaksa harus mengisi kekosongan armada akibat grounded massal terhadap model pesawat ini.
Maskapai asal Negeri Paman Sam, American Airlines mengatakan bahwa mereka terpaksa menelan kerugian hingga US185 juta (hanya) pada kuartal kedua tahun 2019 ini – salah satu penyebabnya adalah grounded massal dari varian Boeing 737 MAX. Kendati pihak Boeing dan beberapa pihak terkait yang pro dengan perusahaan mengatakan bahwa mereka percaya kalau Boeing 737 MAX akan kembali mengudara pada musim gugur 2018 ini, tapi laporan dari Wall Street Journal agaknya lebih masuk akal ketimbang kepercayaan pihak Boeing cs.
Salah satu alasan yang paling masuk akal mengapa tahun 2020 merupakan waktu yang paling tepat bagi Boeing untuk kembali menerbangkan varian 737 MAX-nya kembali adalah perbaikan dan pengecekan secara menyeluruh. Ini dimaksudkan agar kecelakaan nahas seperti yang menimpa Lion Air dan Ethiopian Airlines tidak kembali terjadi di masa yang akan datang.
Baca Juga: Duh! Tidak Ada Pesanan yang Masuk ke Boeing Sepanjang April 2019
Sebelumnya, Boeing juga sempat menelan pil pahit akibat tidak adanya pesanan yang masuk ke perusahaan selama rentang bulan April – Mei 2019 kemarin.
Baru saja viral mengenai menu kelas bisnis yang menggunakan selembar kertas dan bertulis tangan oleh seorang Youtuber. Bahkan Youtuber tersebut pun mejelaskan kenapa Garuda Indonesia menggunakan kertas untuk menu yang dibagikan kepada penumpang.
Baca juga: Jadi Viral, Menu Kelas Bisnis Ditulis Tangan, Garuda Indonesia Minta Maaf Pada Vloger
Karena hal ini, maskapai tersebut mengeluarkan surat larangan mengambil gambar di dalam pesawat mereka. Dari surat yang beredar tersebut, larangan yang dikeluarkan Garuda Indonesia tertanggal 14 Juli 2019 dan ditanda tangani oleh ditandatangi oleh Pjs SM FA Standarization & Development Garuda Indonesia, Evi Oktaviana.
Surat larangan pengambilan gambar dalam pesawat yang dikeluarkan Garuda Indonesia
Dalam larangan tersebut tertuang tiga poin yakni tidak diperbolehkan mendokumentasikan segala kegiatan di pesawat, baik berupa foto ataupun video oleh awak kabin maupun penumpang. Poin kedua, awak kabin harus menggunakan bahasa yang assertive dalam menyampaikan keterangan kepada penumpang untuk poin nomor 1 diatas kecuali sudah mendapatkan surat izin dari perusahaan.
“Perusahaan akan memberi sanksi jika pelanggaran terhadap ketentuan di atas,” ujar pernyataan yang dikutip KabarPenumpang.com, Selasa (16/7/2019).
Dari pernyataan ini, kemudian menjadi tanda tanya, apakah diperbolehkan mengambil gambar atau video dalam pesawat? Sebab batasan dalam melakukan pengambilan gambar di maskapai penerbangan sendiri masih berada di area ‘abu-abu’. Hal ini dikarenakan belum ada undang-undang federal yang memberi larangan secara langsung.
Untuk di luar negeri seperti Amerika Serikat, pengambilan gambar di dalam pesawat tidak diatur di dalam regulasi Federal Aviation Administration (FAA). Dikutip dari kumparan.com, terdapat peraturan 49 U.S.C. 46504 yang melarang penumpang untuk mengganggu kru pesawat yang bertugas.
Tetapi, ada beberapa maskapai di Negeri Paman Sam tersebut yang melarang penumpang untuk memotret awak kabin saat berada di atas pesawat karena pertimbangan privasi. Sementara merujuk aturan di tanah air, Peraturan Menteri Perhubungan No.80/2017 Tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, memang ada larangan pengambilan gambar di area tertentu seperti di Daerah Keamanan Terbatas.
Namun, pengambilan gambar bisa dilakukan atas seizin Kepala Bandara. Dari regulasi ini, kabin pesawat tidak termasuk ke dalam Daerah Keamanan Terbatas yang diatur di dalam PM No.80/2017 itu. Terkait hal in, Garuda Indonesia melalui siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com menyatakan bahwa pengumuman tersebut adalah edaran internal perusahaan yang belum final dan seharusnya bellum dikeluarkan serta tidak untuk dipublikasikan.
Pihak Garuda Indonesia juga telah menyempurnakan surat edaran yang dimaksud yang berisi himbauan agar penumpang menghormati privasi penumpang lain dan awak kabin yang bertugas.
“Himbauan tersebut dimaksudkan untuk memastikan seluruh operasi penerbangan Garuda Indonesia comply dengan aturan dan perundangan–undangan yang berlaku termasuk UU Penerbangan dan UU ITE, dan UU terkait lainnya,” ujar VP. Corporate Secretary M. Ikhsan Rosan.
Garuda Indonesia berkomitmen untuk menjaga privasi seluruh penumpang dan awak pesawat. Himbauan ini juga didasarkan atas laporan, saran dan masukan pelanggan/penumpang yang merasa tidak nyaman dan terganggu dengan adanya pengambilan gambar dan kegiatan dokumentasi tanpa izin sebelumnya dari yang bersangkutan.
Hal ini juga wujud komitmen Garuda Indonesia terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku dan sebagai upaya untuk melindungi hak kenyamanan dan hak privasi seluruh penumpang dalam pesawat.
Baca juga: Solusi Ramah Lingkungan, Mulai 1 Agutus Kargo Garuda Indonesia Gunakan Kemasaan dari Bahan Daur Ulang
Penumpang tetap dapat melakukan pengambilan gambar untuk kepentingan pribadi misalnya melakukan swaphoto selama tidak mengganggu kenyamanan atau merugikan penumpang lain.
Belum lama ini beredar sebuah capture Instastory seorang Youtuber dan pengusaha terkait menu makanan di kelas bisnis Garuda Indonesia yang menggunakan tulisan tangan. Menu ini didapat Rius Vernandes dan Elwi tungangannya saat dalam perjalanan dari Sydney – Denpasar – Jakarta.
Baca juga: Tukang Gorengan ini Gunakan ‘Kantung Muntah’ Garuda Indonesia Sebagai Bungkusnya
Karena hal ini Rius menjadi bahan perbincangan baru para warganet yang merasa Youtuber satu ini menjelek-jelekkan maskapai milik Indonesia tersebut. Bahkan dikatakan menu tulisan tangan itu adalah catatan pramugari yang dimintanya secara paksa.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Rius kemudian menggunggah video dengan judul ‘Yang Sebenarnya Terjadi Di Balik Menu Tulisan Tangan Garuda Business Class’. Video berdurasi 21 menit tersebut menjelaskan apa yang dirasakan Rius ketika mendapat menu dengan kerta yang bertuliskan tangan.
“Hari ini gue bakal ngeriview penerbangan gue dari Sydney ke Denpasar. Gue mau meluruskan apa yang lagi ramai di media sosial tentang menu yang gue post kemarin di Instagram gue,” kata rius dalam video yang diunggah dirinya ke Youtube.
Dalam video itu juga dirinya menjelaskan pramugari Garuda Indonesia yang membagikan menu tersebut sempat mengakui padanya terkait hal ini. “Maaf untuk menu cardnya kita lagi dalam proses percetakan. Jadi saya ada menuliskan, jelek tulisannya pak. Bisa pilih salah satu,” kata pramugari dalam video Rius tersebut.
Dia juga meluruskan bila ada yang mengatakan catatan pramugari diambil secara paksa dan difoto, hal itu tidak benar dan memang diberikan.
“Ada yang bilang itu catatan pramugarinya yang gue ambil secara paksa terus gue foto. Nggak itu emang dikasih, penumpang lain jiga dikasih menu itu,” jelasnya.
Rius mengaku saat diberikan kartu menu tulisan tangan itu pun pramugari bersikap sopan meski dirinya dan sang tunangan merasa hal tersebut ganjil. Menangapi hal ini, garuda Indonesia melalui akun Twitternya membalas kicauan seorang warganet @arieparikesit di twitter yang menggunggah daftar menu itu.
“Dapat kami sampaikan bahwa itu bukan kartu menu untuk penumpang, melainkan catatan pribadi awak kabin yang tidak untuk disebarluaskan. Terimakasih,” ujar akun itu.
Karena hal ini, pihak Garuda Indonesia meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi dan memastikan bahwa pihaknya telah menyediakan kartu menu sesuai standar kelas bisnis. Selain itu, Rius Vernandes juga mengunggah foto yang menunjukkan ruang customer service milik Garuda Indonesia. Ia menyebutkan, pihak Garuda Indonesia telah meminta maaf.
Baca juga: Solusi Ramah Lingkungan, Mulai 1 Agutus Kargo Garuda Indonesia Gunakan Kemasaan dari Bahan Daur Ulang
“Intinya Garuda Indonesia minta maaf soal ini. Aduh asli gue juga enggak marah atau gimana. Gue cuma sedang menjalankan job gue sebagai reviewer pesawat. Share apapun yang terjadi di pesawat, gitu doang,” tulis Rius.
Hingga tulisan ini diturunkan, KabarPenumpang.com yang mengonfirmasi pihak Garuda Indonesia belum mendapatkan jawaban apapun.