Boeing 737 Biman Bangladesh Dibajak, Drama Berakhir dengan Tewasnya Pelaku

Seorang pembajak tewas setelah pesawat Biman Bangladesh Airlines mendarat di Bandara Chittagong. Penembakan tersebut terjadi lantaran seorang pria bersenjata yang diduga mencoba untuk membajak pesawat yang berangkat dari Dhaka menuju Dubai tersebut. Baca juga: Disinyalir Rindu Keluarga, Mahasiswa Paruh Waktu ini Coba Curi Pesawat! KabarPenumpang.com melansir dari laman independent.co.uk (24/2/2019), awalnya pesawat Biman Bangladesh Airlines Boeing 737 berangkat dari Dhaka menuju ke Dubai pukul 16.35 waktu setempat. Namun harus mendarat di Bandara Chittagong pukul 17.40 waktu setempat karena seorang pria berusaha membajak pesawat tersebut. Pendaratan darurat dilakukan pilot ketika mendapat kabar dari seorang awak kabin bahwa ada pria yang berperilaku mencurigakan. Ada 143 penumpang dan tujuh anggota awak diizinkan pergi setelah polisi dan pasukan militer mengepung pesawat tersebut. “Semua dari mereka telah keluar dari pesawat dengan selamat,” ujar Manajer umum Biman Bangladesh Airlines Shakil Miraj. Seorang politisi Bangladesh Moin Uddin Khan Badal yang ikut dalam penerbangan tersebut mengatakan ada penembakan. Dia juga mengklaim pembajak menuntut untuk berbicara dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina. Seorang pejabat militer yang menangani hal ini mengatakan, pelaku diketahui seorang pria Bangladesh yang berusia sekitar 25 tahun. Kemudian pasukan khusus Bangladesh menembaki tersangka saat yang bersangkutan diminta untuk menyerah. Pria yang belum dirilis namanya tersebut sempat diminta berbicara dengan sang istri dan perdana menteri. Sayang, tersangka tewas karena luka-lukanya sebelum tiba di rumah sakit. Ketua Otoritas Penerbangan Sipil Bangladesh Nayeem Hassan mengatakan tersangka tampak tidak seimbang secara mental. “Dari pembicaraan dan dialog yang kami lakukan dengannya, tampaknya ia secara psikologis gila. Aku mengatakan ini karena perilakunya. Dia ingin berbicara dengan perdana menteri,” ujar Hassan. Juru bicara militer lainnya, Abdullah Ibne Zaid, juga mengatakan calon pembajak itu diduga mengklaim memiliki senjata dan bom yang diikatkan di dadanya. Baca juga: Pembajakan Pesawat Terlama, 39 Hari Kelam Penumpang El Al Flight 426 “Pasukan khusus tentara melakukan operasi dan pria bersenjata telah dinetralkan. Situasi di bandara di bawah kendali tentara Bangladesh, ”katanya. Penerbangan ditangguhkan di bandara ketika polisi menutup area sekitar pesawat. Investigasi akan dilakukan untuk menentukan apakah penyimpangan keamanan telah terjadi, tambahnya.

Antara Mimpi AS, Ambisi Cina dan Jaringan Kereta Api Cepat Nasional

Ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump berselisih paham dengan Gubernur California Gavin Newsom atas pendanaan untuk kereta berkecepatan tinggi yang telah direncanakan negara bagian, di sisi lain, Cina malah semakin memperluas jaringan rel berkecepatan tinggi – mungkin bisa dibilang yang terpanjang di dunia. Ya, Negara Adikuasa tersebut beserta Cina pernah mengumumkan rencana ambisius untuk mendanai proyek kereta api berkecepatan tinggi seperti yang pernah dibayangkan oleh pendahulu Donald Trump, Barrack Obama. Baca Juga: Mercitalia Fast, Kereta Kargo Berkecepatan Tinggi Asal Negeri Pizza Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman yahoo.com (22/2/2019), adapun negara-negara bagian yang dipilih untuk dialirkan dana proyek kereta api berkecepatan tinggi termasuk Wisconsin, Ohio dan Florida. Ketiga contoh negara bagian ini menolak uang federal karena mereka melihat sedikit manfaat untuk memulai proyek ambisius semacam ini. Adapun satu negara yang dianggap bakalan menjadi suksesor dari proyek kereta cepat ini adalah California, dimana negara bagian ini memiliki populasi 40 juta orang dengan total pendapatan sekira US$2,5 triliun. Dengan dukungan dari mantan Gubernur Jerry Brown, California mulai membangun rel berkecepatan tinggi pertama pada 2015 – digadang-gadang mampu menembus kecepatan 160 mph atau yang setara dengan 257,5 km per jam. Namun karena satu dua hal, rencana pembangunan jaringan kereta cepat ini terpaksa meruntuhkan asa sebagian orang yang mengharapkan kehadirannya. Kondisi ini jelas berbanding terbalik dengan di Negeri Tirai Bambu. Dengan kepadatan populasi yang lebih tinggi dan tingkat kepemilikan mobil yang lebih rendah per orang, tidak mengherankan jika Beijing menunjukkan antusiasme yang lebih besar dalam membangun kereta api berkecepatan tinggi. Bagi sebagian orang di Tiongkok, ini juga menggambarkan keunggulan institusional yang dimiliki Tiongkok atas AS. Di bawah sistem satu partai, pemerintah Cina mendukung proyek kereta api dengan berinvestasi dalam inovasi teknologi dan infrastruktur, yang juga dapat mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Cina juga telah berkembang dari pembangun teknologi kereta api berkecepatan tinggi menjadi pengekspor teknologi tersebut ke negara-negara seperti Rusia dan Meksiko. Perlu digarisbawahi, panjang jalur kereta api berkecepatan tinggi di Cina telah berkembang hingga 18.000 mil, terhitung lebih dari dua per tiga dari total panjang keliling dunia dan nilai tersebut lima kali lebih panjang ketimbang yang sudah dibangun Jepang sejak 1960-an. Kendati selama masa perluasan jaringan kereta api Cina tidaklah berjalan mulus – ada saja problematika, terutama dari segi finansial, namun Cina tidak sama sekali mengendurkan ritme pengerjaannya. Dengan 6.000 mil lagi sedang dibangun, Cina bertujuan untuk mencakup 80 persen wilayah metro dengan kereta api berkecepatan tinggi pada tahun 2020. Baca Juga: Tak Mau Kalah dengan Eropa, India Kini Hadirkan Kereta Cepat “Sementara investasi satu kali dalam proyek kereta api (berkecepatan tinggi) tidaklah murah dan siklus pemulihannya terhitung cukup lama. Namun post-effect dari hadirnya kereta api tersebut juga merupakan fakta yang tidak terbantahkan,” tulis artikel yang diunggah oleh People’s Daily. Seolah enggan kalah dengan dengan mantan tandemnya, Amerika terus menggenjot rencana pengadaan jaringan kereta api berkecepatan tinggi di sana. Baru-baru ini, pemberitaan tentang pengadaan kereta api ini datang dari Green Deal yang diperkenalkan oleh anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez (D-NY) dan Senator Ed Markey (D-Mass.) pada bulan Februari kemarin. Lagi, inisiatif dari Green Deal mendesak Negeri Paman Sam untuk sesegera mungkin memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi.  

Hanya 12,3 Persen Masyarakat UEA Gunakan Sabuk Pengaman di Kursi Belakang

Penumpang kursi belakang kendaraan di Uni Emirat Arab (UEA) hanya satu yang menggunakan sabuk pengaman dari delapan kursi yang tersedia. Padahal undang-undang sabuk pengaman federal sendiri sudah mulai berlaku di UEA sejak 2017 lalu dimana sabuk pengaman wajib digunakan penumpang yang duduk di kursi belakang dan kursi anak. Baca juga:Sabuk Pengaman Juga Bisa Berakibat Fatal, Lho! Sebuah hasil studi baru menunjukkan lemahnya implementasi terhadap penggunaan sabuk pengaman di kursi belakang. Para peneliti University of Sharjah mengatakan kepatuhan dengan hukum, sabuk pengaman sudah lebih dari satu tahun diperkenalkan. Namun 1903 kendaraan dengan 3569 penumpang kursi belakang hanya 12,3 persen saja yang menggunakan sabuk pengaman. Angka terendah penggunaan sabuk pengaman kursi belakang ada di Sharjah yakni 8,8 persen, Fujairah merupakan kota tertinggi yang menggunakan sabuk pengaman kursi belakang yakni 16,2 persen. Di Dubai sendiri hanya 14,7 persen yang mengenakan sabuk pengaman di kursi belakang. Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman gulfnews.com (9/2/2019), para ahli mengungkapkan perkiraan tingkat penggunaan sabuk pengaman UEA untuk penumpang di kursi belakang lebih rendah dibandingkan negara maju dengan stastistik 89 persen di Inggris dan Skotlandia. Hasil penelitian ini sendiri didapat dari hasil pengamatan langsung di pinggir jalan terhadap penumpang di kursi belakang dan kuisioner yang dibagikan. Dari sampel 511 penumpang mobil yang dipilih secara acak untuk survei, kurang dari seperenam responden mengatakan menggunakan sabuk pengaman ataupun meminta penumpang kursi belakang untuk menggunakan sabuk pengaman. Kerugian finansial akibat kecelakaan di jalan adalah 1,3 persen dari PBD UEA atau setara dengan seluruh pertumbuhan PBD negara itu di tahun 2017. Tingkat kematian di lalu lintas jalan per 100 ribu penduduk UEA adalah 10,9 persen dibandingkan Inggris yang hanya 2,9 persen. “Hukum untuk menegakkan penggunaan sabuk pengaman belakang harus disertai dengan kampanye kesadaran yang ketat yang akan membantu dalam meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya memakai kursi belakang. sabuk untuk mengubah perilaku publik dalam hal ini,” ujar pernyataan dari peneliti DrSalah Al Din Bendak dan Sara Al Naqbi dari University of Sharjah. ketua cabang Institution of Occupational Safety and Health’s (IOSH) di UEA, Matt Jackson mengatakan, penelitian ini memberikan statistik yang mengkhawatirkan mengingat kecelakaan terkait jalan masih menjadi salah satu penyumbang terbesar kematian di UAE. Kebutuhan pengemudi agar kendaraan dimintai pertanggungjawaban adalah kuncinya. Mereka mengendalikan kendaraan dan itu adalah kewajiban mereka untuk memastikan semua penumpang mengenakan sabuk pengaman sebelum kendaraan bergerak, seperti pengemudi barang berat yang bertanggung jawab atas muatannya. “Mengenakan sabuk pengaman di mobil sama dengan menggunakan helm di sepeda motor. Ini adalah langkah perlindungan jiwa. Tubuh Anda bergerak dengan kecepatan yang sama dengan kendaraan dan jika kendaraan berhenti tiba-tiba, baik itu berhenti keras atau kecelakaan, tubuh Anda akan terus bergerak maju. Sesuatu harus menghentikan gerakan itu dan airbag biasanya tidak cukup. Apakah Anda ingin ‘itu menjadi sabuk pengaman atau kaca depan?” ujar Abdul Razaq, asisten manajer teknis Emirates Driving Institute Dubai. Dia menyarankan penegakan hukum yang ketat melalui hukuman berat sebagai langkah pertama untuk membuat orang mematuhi aturan. Baca juga: Warga UEA Setujui Aturan Penggunaan Sabuk Pengaman dan Car Seat “Kurangnya kesadaran adalah alasan orang menganggapnya enteng. Ada kebutuhan untuk berbagai jenis kampanye kesadaran untuk membuat orang memahami konsekuensi dari tidak mengenakan sabuk pengaman, ”katanya. Jika terjadi kecelakaan, sabuk pengaman membantu menghindari kontak antara penghuni dan benda lain. Sabuk pengaman secara signifikan mengurangi risiko penumpang terlempar keluar dari kendaraan dan diketahui dapat menjaga hingga 80 persen nyawa.

Tekan Limbah, Qantas Tahun Ini Stop Penggunaan Boarding Pass Berbahan Kertas

Flag carrier Negeri Kangguru, Qantas Airways dan anak perusahaannya yang menggeluti sektor penerbangan berbiaya rendah, Jetstar dikabarkan akan memberhentikan penggunaan boarding pass berbahan dasar kertas dan beralih menggunakan sistem digital pada tahun 2019 ini. Langkah yang ditempuh kedua maskapai ini merupakan perwujudan dari upaya mereka untuk meminimalisir limbah kertas. Baca Juga: Di Penerbangan Jarak Jauh, Qantas Canangkan Sensasi Bersepeda dan Relaksasi Lewat Virtual Reality Jika benar-benar rampung, maka Qantas dan Jetstar akan menjadi maskapai pertama di dunia yang mendaur ulang dan membuat kompos dari 75 persen limbahnya pada akhir tahun 2021 mendatang. KabarPenumpang.com melansir dari laman news.com.au (21/2/2019), seorang juru bicara dari Qantas mengatakan bahwa perubahan regulasi ini akan menyasar baik penerbangan domestik maupun internasional. Tidak hanya boarding pass saja ternyata yang akan diganti oleh Qantas dan Jetstar, bahkan plastik sekali pakai akan diubah dengan menggunakan alternative packaging, gelas bekas kopi akan didaur ulang, pun dengan seragam lama pegawai yang juga akan didaur ulang dan sisa makanan yang akan dijadikan kompos oleh perusahaan – setidaknya hal-hal tersebutlah yang akan diimplementasikan oleh perusahaan di tahun ini. Sejumlah pengoperasian manual pun akan mengalami digitalisasi, seiring dengan perubahan bentuk dari boarding pass seperti yang sudah disebutkan di atas. CEO dari Qantas Group, Alan Joyce mengungkapkan rencana ini bertepatan dengan pencapaian setengah tahunan perusahaan. “Jika dirata-ratakan, kami menerbangkan sekira 50 juta penumpang setiap tahunnya, dan kami menangani lebih dari 30.00 ton sampah. Angka tersebut hampir setara dengan 80 unit armada Boeing 747,” ujar Alan. “Ini benar-benar angka yang sangatlah banyak, dan kami memiliki tanggung jawab terhadap pelanggan kami, pemegang saham, dan masyarakat untuk mereduksi angka limbah tersebut,” tandasnya. Diketahui, Qantas tidak lagi menggunakan plastik pembungkus piyama dan headset – pun dengan sedotan plastik, “Bahkan kartu Frequent Flyer yang berbahan dasar plastik akan menjadi digital di masa yang akan datang,” terang Alan. Baca Juga: Semakin Terpuruk, Airbus Terima Pembatalan Pesanan A380 dari Qantas Airways Qantas memiliki rencana untuk menghentikan penggunaan dari 100 juta barang berbahan dasar plastik sekali pakai setiap tahunnya. Sementara untuk 45 juta gelas plastik, 30 juta peralatan makanan, 21 juta gelas kopi, dan empat juta headset covers akan digantikan dengan bahan alternatif yang berkelanjutan pada akhir tahun depan. “Kami akan meminta bantuan kepada kru, pelanggan, pemasok dan regulator untuk membantu kami guna mewujudkan rencana ini.” tutup Alan.  

Gunakan Celana Boxer di Kabin Pesawat, Foto Pria Ini Jadi Viral di Twitter

Tak habis akal setiap penumpang pesawat dalam sebuah penerbangan. Kali ini dalam penerbangan Air Frace dari Paris tujuan ke Los Angeles, seorang penumpang hanya mengenakan jaket tebal dan celana boxernya. Pria tersebut duduk diseberang seorang perempuan bernama Lizzie Thompson dan awak kabin hanya mengangkat bahu menyaksikan kelakuan pria tersebut. Baca juga: Telanjang di Kabin Pesawat, Pria Ini Diduga Trauma Pelecehan Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (20/2/2019), Lizzie melihat adegan dimana pria tersebut melepaskan kaus kaki dan celana panjanganya sebelum lepas landas dalam penerbangan 12 jam tersebut. Sebelum penerbangan menuju Los Angeles tersebut, Lizzie mentweet dengan caption “Pria di kursi di sebelah saya hanya menggunakan celana pendeknya dalam penerbangan.” “Pramugari sepertinya tidak peduli. Ini akan menjadi penerbangan panjang @AirFranceFR #CDG ke #LAX.” Lizzie pun menambahkan, bahwa pria tersebut juga melepas kaus kakinya. Sejumlah foto pria tersebut diunggahnya dalam akun Twitter milik Lizzie dimana pria itu duduk dengan santai hanya menggunakan boxer dan kaus kaki. Warganet yang melihat unggahan Lizzie tersebut mengatakan, bahwa itu tindakan yang kurang ajar. “Apa yang salah dengan orang ini! Dunia BUKAN ruang tamu Anda !!” komentar seorang warganet. Tetapi perilaku aneh penumpang itu tidak berakhir disana, sebab pria tersebut bertanya kepada sesama penumpang yang membawa ukulele dan bergabung serta memainkkan beberapa musik. Hal yang dilakukan pria itu banyak ditolak oleh penumpang lainnya dalam penerbangan tersebut. “Mengingatkan pramugari. Dia menawarkan untuk memindahkan saya (yang berarti kehilangan ruang kaki sekat saya) tetapi hanya mengangkat bahu ketika saya menyarankan dia meminta pria itu untuk mengenakan kembali celananya,” kata Lizzie. Untungnya penumpang pria tersebut tertidur dalam dua jam penerbangan setelah meminum empat botol anggur kecil. Namun enam jam dalam penerbangan, ia tampak kedinginan sehingga memutuskan untuk mengenakan jaket puffer tetapi tetap tak mengenakan celana panjang dan kaus kakinya. Setelah mendarat, Lizzie berkata bahwa pria itu mengenakan kembali pakaiannya sambil duduk di kursinya. Baca juga: Heboh! Pria Mirip Sinterklas Tanpa Baju dalam Kabin Pesawat Dia juga berterima kasih kepada pramugari yang “menyelipkan saya anggur ekstra dan terus memeriksa untuk memastikan saya baik-baik saja”. Tweet telah dibagikan ribuan kali sejak dibagikan di Twitter kemarin. Satu pertanyaan populer oleh banyak orang adalah kebangsaan apa dia, memaksa Lizzie untuk menjelaskan bahwa dia bukan “Amerika atau Prancis”.

Di Inggris Drone Dilarang Terbang dalam Radius 5 Km dari Bandara, Di Indonesia Dilarang Lebihi Ketinggian 150 Meter

Undang-undang memperluas zona larangan terbang bagi pesawat tanpa awak atau drone di sekitaran bandara Inggris menjadi lima kilometer dari landasan pacu akan disahkan Pemerintah Inggris pada Maret 2019. Pemerintah dan Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) membuat undang-undang tersebut untuk menghindari terjadinya kembali pelanggaran keamanan yang baru-baru ini dilakukan drone ilegal yang terbang dekat Bandara Heathrow dan Gatwick. Baca juga: Drone Muncul (Lagi) di Bandara Dubai, Operasional Penerbangan Dihentikan 30 Menit Dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (21/2/2019), pemberlakuan jarak lima kilometer tersebut akan dimulai 13 Maret 2019 dan pelanggar akan dikenakan hukuman penjara hingga lima tahun. Operator drone atau pesawat tanpa awak sebelum menerbangkan juga harus mendapat izin dari pemerintah. “Undang-undang jelas bahwa menerbangkan drone di dekat bandara adalah tindakan kriminal yang serius. Kami sekarang melangkah lebih jauh dan memperluas zona larangan terbang untuk membantu menjaga keamanan bandara kami dan langit kami. Kami juga berupaya meningkatkan kesadaran akan aturan yang berlaku. Siapa pun yang menerbangkan pesawat tanpa awak di sekitar bandara harus tahu bahwa mereka tidak hanya bertindak tidak bertanggung jawab, tetapi juga secara kriminal, dan dapat menghadapi hukuman penjara,” ujar Sekretaris Transportasi Inggris, Chris Grayling. Menteri Dalam Negeri Sajid Javid mengatakan, akan memperpanjang pemberhentian dan pencarian untuk memasukkan drone dan membantu polisi mengatasi gangguan yang belum lama terjadi di bandara Inggris dan membawa pelaku ke ranah hukum. “Polisi jelas bahwa mencari adalah salah satu alat paling ampuh yang mereka miliki untuk menargetkan dan mengganggu kejahatan dan saya tetap berkomitmen untuk memberi mereka semua dukungan yang mereka butuhkan untuk melindungi masyarakat,” ujar David. Ini aturan Inggris, bagaimana dengan Indonesia mengatur regulasi terkait drone? Dirangkum dari berbagai laman sumber, Menteri Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri No.90/2015 Tentang Pengendalian Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak Di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia. PM ini sendiri berlaku sejak 12 Mei 2015 lalu untuk menjaga keselamatan operasional penerbangan di ruang udara yang dilayani Indonesia dari kemungkinan bahaya (hazard) yang timbul karena pengoperasian drone. Dalam PM tersebut, drone tidak boleh dioperasikan di kawasan udara terlarang, kawasan terbatas dan keselamatan operasi penerbangan suatu bandara. Pesawat tanpa awak ini juga tak boleh beroperasi pada ruang udar yang dilayani yaitu controlled airspace dan uncontrolled airspace pada ketinggian lebih dari 500 kaki atau 150 meter. “Drone tidak boleh dioperasikan pada uncontrolled airspace pada ketingggian lebih dari 150 meter,” ungkap Direktur Navigasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto. Namun untuk kepentingan pemerintah seperti patroli batas wilayah negara, wilayah laut, pengamatan cuaca, aktivitas hewan dan tumbuhan di taman nasional, survei dan pemetaan maka drone boleh dioperasikan di ketinggian lebih dari 150 meter dengan izin dari Dirjen Perhubungan Udara. Aktivitas lainnya adalah pemotretan perfilman dengan izin dari institusi berwenang. Izin khusus pengoperasian drone harus dilengkapi persyaratan spesifikasi teknis airborne system, spesifikasi teknis ground system, maksud dan tujuan pengoperasian, rencana pengoperasian (flight plan) dan prosedur emergency. Baca juga: Bandara Gatwick dan Heathrow Hadirkan Teknologi Anti Drone “Izin khusus diberikan oleh Ditjen Perhubungan Udara untuk kepentingan keselamatan penerbangan. Permohonan izin disampaikan paling lambat empat belas hari kerja sebelum pelaksanaan pengoperasian drone,” jelas Novie.

GrabPet Hadir Untuk Angkut Hewan Piaraan di Singapura

Meluncurkan berbagai layanan pada aplikasinya, bagi Grab bukanlah hal baru lagi. Sebab selain untuk menjawab tantangan, Grab juga membantu untuk mempermudah dalam layanan ride hailingnya. Seperti warga Singapura yang sebentar lagi akan dimudahkan untuk mengangkut hewan piaraan mereka menggunakan aplikasi Grab. Baca juga: Siap ‘Bertarung’ di Jakarta, GrabBajay Kini Tengah Matangkan Uji Coba Pasalnya Grab baru saja meluncurkan layanan dengan mode beta untuk pilihan GrabPet pada Rabu (20/2/2019) kemarin. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (20/2/2019), Grab menghadirkan layanan ini juga tidak begitu saja dimana, pengemudi diberikan pelatihan penanganan hewan peliharaan saat mereka menaiki kendaraan.
Daftar hewan piaraan yang bisa dibawa (channelnewsasia.com)
Tarif untuk pengangkutan hewan peliharaan ini dimulai S$14 atau Rp145 ribu. Hampir semua peliharaan berbulu yang disetujui Agri-Food dan Veterinari Authority di Singapura diizinkan dalam GrabPet. Namun ada pengecualian untuk burung, karena penyegar udara yang digunakan kendaraan bisa menimbulkan risiko bagi unggas. Meski ada layanan GrabPet, pemilik atau pengasuh hewan piaraan tersebut tetap harus ikut dalam kendaraan alias hewan tidak bepergian sendiri. Untuk menggunakan layanan ini, Grab membatasi maksimal hanya dua hewan peliharaan satu berukuran sedang dan satu berukuran besar yang diizinkan dalam GrabPet. Hewan-hewan ini pun harus masuk dalam kandang atau diikatkan tali pengaman di lehernya. Pihak Grab mengatakan, ada ratusan mitra pengemudi yang sudah dilatih dalam layanan terbaru mereka tersebut. Kendaraan akan dilengkapi dengan kit di dalam mobil termasuk penutup kursi belakang, handuk serat mikro dan penyegar udara. Grab juga menyediakan perlindungan asuransi tambahan untuk hewan peliharaan, penumpang, dan mitra pengemudi di wahana GrabPet yang pertama untuk layanan transportasi hewan peliharaan di Singapura.
(channelnewsasia.com)
“Meskipun ada layanan transportasi hewan peliharaan yang ada di pasar, sebagian besar dari mereka biasanya memerlukan pemesanan atau pemesanan terlebih dahulu. Dengan GrabPet, pemilik hewan peliharaan dapat memesan tumpangan sesuai permintaan, 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu, selama ada pengemudi yang tersedia di sekitarnya,” ujar pernyataaan dari Grab. Pemilik hewan peliharaan sebelumnya dapat mengangkut hewan mereka dengan opsi naik Uber’s uberPET, yang diluncurkan pada Oktober 2017. Namun, layanan itu berhenti setelah operasi Asia Tenggara Uber dibeli oleh Grab tahun lalu. Ryde juga memiliki opsi carpool yang disebut RydePet, dengan tarif hingga 25 persen lebih tinggi daripada carpool normal. Baca juga: Grab Gandeng HOOQ, Hadirkan Video di Dalam Aplikasi Hewan yang diizinkan di RydePet termasuk anjing, kucing, kelinci, kura-kura, hamster, burung di kandang dan ikan di akuarium kecil atau kantong plastik. Untuk menandai peluncuran beta GrabPet di Singapura, Grab akan menyumbangkan S$3 atau Rp31 ribu dari setiap perjalanan GrabPet ke Masyarakat untuk Pencegahan Kekejaman terhadap Hewan (SPCA) di Singapura untuk bulan berikutnya.

Pemerintah Gothenburg Tunjuk Volvo 7900 Electric Bus Sebagai “Perpustakaan Keliling”

Perkembangan jaman ternyata tidak hanya menyasar peningkatan kenyamanan dan keamanan penumpang saja, melainkan juga tentang memudahkan keterjangkauan fungsi dari sebuah fasilitas umum. Seperti jalur yang ditempuh oleh pihak berwenang di Swedia, dimana salah satu kota besar yang ada di sana akan mulai memperkenalkan perpustakaan berjalan yang menggunakan armada bus listrik. Selain memudahkan keterjangkauan dari perpustakaan tersebut, penggunaan bus listrik di sini juga menjadi sorotan – turut berperan dalam meminimalisir polusi udara. Baca Juga: Books On a Bus, Perpustakaan Mobile yang Sambangi Daerah Berpenghasilan Minim Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman electrive.com (12/2/2019), Perpustakaan Kota Gothenburg dikabarkan akan menggunakan dua buah armada Volvo e-bus yang akan berperan sebagai perpustakaan keliling. Menurut rencana, pihak perpustakaan akan mulai mengoperasikan perpustakaan keliling ini pada musim panas 2020 mendatang. Perusahaan asal Finlandia, Kiitikori dikabarkan akan merancang interior dari dua bus listrik Volvo 7900. Perancangan itu sendiri tidak hanya sebatas interior, penyusunan rak buku, dan lain-lain, tapi juga Kiitikori akan merancang titik pertemuan antara orang tua dan anak-anak – dua dari sekian banyak target perpustakaan ini. Saat ini, Perpustakaan Kota Gothenburg mengoperasikan sejumlah bus diesel yang berhenti di sekitar 70 perpustakaan keliling dan 110 preschool. Bus listrik Volvo ini dipercaya memiliki konsumsi energi sekitar 80 persen lebih rendah ketimbang bus diesel Euro 6 yang digunakan saat ini. Bus listrik dari Volvo ini sendiri menggunakan baterai yang memiliki kapasitas 250 kWh dan menggunakan kabel CCS untuk mengisi ulang dayanya. Pihak Volvo sendiri mengaku akan menanggung perawatan dari bus Volvo 7900 Electric. “Parkir di malam hari, pengisian ulang daya, hingga perawatan akan kami lakukan di Volvo Truck Centre yang baru di Mölndal,” ujar salah satu pihak Volvo. Baca Juga: Nunggu Bus di Halte ini Bisa Bikin Tambah Pintar, Lho! Mengenai pilihan kendaraan, Anette Eliasson dari Departemen Kebudayaan Kota Gothenburg mengatakan, “Kami memilih bus listrik untuk memastikan lifetime kendaraan bisa sejalan dengan rencana pengoperasiannya, yang tidak kurang dari 12 tahun,” Bus listrik Volvo sendiri telah dijual ke beberapa kota di Swedia dan penjualan bus listrik Volvo di Eropa termasuk kota-kota di Denmark, Inggris, Luxemburg, Belanda, Norwegia, dan Polandia.

Boeing 737 Garuda Indonesia Dipasangi Livery Mitsubishi Xpander! Ada Apa?

Setelah beberapa waktu yang lalu maskapai plat merah Garuda Indonesia meluncurkan inflight meals yang bertajuk “Signature Dish of Indonesia”, kini Garuda dikabarkan baru saja menyematkan livery design decal branding Mitsubishi Xpander pada salah satu armadanya, Boeing 737-800NG. Sebelumnya, Mitsubishi dan Garuda Indonesia memang sudah menjalin kerja sama dalam hal penyediaan unit small MPV Xpander kendaraan operasional awak pesawat flag carrier Indonesia ini. Baca juga: Garuda Indonesia Pilih Mitsubishi Xpander untuk Kendaraan Awak Kabin KabarPenumpang.com merangkum dari sejumlah laman sumber, livery branding yang tersemat di pesawat Garuda Indonesia dengan nomor registrasi PK-GNU ini resmi diluncurkan pada Rabu (20/2/2019) kemarin. Pesawat tersebut langsung beroperasi mengantarkan rombongan manajemen PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), MMC, dan dealer kendaraan penumpang Mitsubishi dari Jakarta menuju Denpasar untuk agenda tahunan konvensi dealer di Pulau Dewata. “Sinergi yang terjalin baik antara Mitsubishi Motors dan Garuda Indonesia semakin menunjukkan kesamaan karakteristik antar kedua perusahaan yang tidak hanya terletak pada ciri dan karakteristik brand, namun juga persepsi dan sikap dalam menyuguhkan layanan terbaik dan memberikan kepuasan tertinggi terhadap pelanggan,” ujar Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Naoya Nakamura. Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa kedua perusahaan beda negara ini memang menjadi top of mind pilihan transportasi idaman yang menawarkan kemewahan, kenyamanan, fitur, layanan terbaik, prestise, hingga harga yang cukup kompetitif untuk konsumen. Mengutip dari laman tempo.co, saat ini Mitsubishi Motors dan Garuda Indonesia terus melakukan studi akan kemungkinan kerjasama yang akan dilakukan untuk mendukung proses bisnis dan perkembangan ekonomi di Indonesia. Tidak hanya armada Boeing 737-800NG milik Garuda Indonesia saja yang menggunakan livery branding dari Mitsubishi. Sebelumnya, sebanyak 401 unit Mitsubishi Xpander varian GLS MT dengan decal branding telah digunakan sebagai kendaraan operasional dan unit shuttle transportasi resmi untuk awak kabin Garuda Indonesia. Menanggapi kerja sama ini, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan bahwa ini merupakan kerja sama livery pertama yang melibatkan sebuah produk otomotif, dalam hal ini Mitsubishi Motors melalui sub brand Mitsubishi Xpander. Baca juga: Siap-Siap! Juni 2019 Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Langsung Makassar – Jepang “Melalui kerjasama ini, tentunya kami harapkan dapat menghadirkan nuansa penerbangan yang berbeda kepada penumpang, khususnya melalui kehadiran livery design Mitsubishi Xpander di badan pesawat Garuda Indonesia,” ujar Ari. “Kerjasama sinergi antar Garuda Indonesia dan Mitsubishi Motors ini tentunya menjadi konsep kolaborasi branding yang memiliki added value tersendiri bagi kedua perusahaan. Dengan brand Garuda Indonesia yang kuat sebagai “National Flag Carrier” serta karakteristik prestige dan exclusive dari hadirnya brand Mitsubishi Xpander di pesawat, tentunya menjadi nilai tambah tersendiri dari aspek brand engagement kedua perusahaan.” tutupnya.  

Tunjang Keselamatan Pengemudi, Vietnam Legalkan Pemasangan Sekat Pelindung di Taksi

Maraknya beragam kasus yang mengancam keselamatan dan keamanan penumpang maupun pengemudi ketika menggunakan layanan ride-hailing, ride-sharing, atau bahkan taksi sekalipun, membuat sejumlah pelaku usaha yang memiliki korelasi dengan bisnis ini memikirkan bagaimana caranya untuk bisa meminimalisir kasus dan semakin menjamin keselamatan para penumpang dan pengemudinya. Berbagai cara coba dilakukan oleh para penyedia jasa, salah satunya di Vietnam dimana mereka menggunakan sekat pelindung berbahan plastik yang memisahkan antara pengemudi dan penumpang. Baca Juga: DriveHER, Ride Sharing dengan Pengemudi Wanita dan Khusus Bagi Penumpang Wanita Namun apakah hal tersebut tidak melanggar regulasi yang berlaku? Berdasarkan lansiran KabarPenumpang.com dari laman vietnamnews.vn (20/2/2019), ternyata opsi semacam ini tidaklah ilegal di sana. Namun tidak bisa sembarangan plastik bisa digunakan untuk membatasi penumpang dan pengemudi ini, melainkan haris diperksa terlebih dahulu untuk memastikan kenyamanan baik dari segi penumpang dan pengemudi. Pernyataan itu dibuat setelah muncul kekhawatiran tentang pemasangan sekat pelindung di kursi pengemudi, yang dapat menyebabkan perubahan struktural pada kabin pengemudi, dan hal ini juga akan memengaruhi pandangan dan kemampuan pengemudi untuk mengendalikan kendaraannya.
Sekat Pelindung. Sumber: istimewa
Mundur ke tanggal 29 Januari kemarin, dimana seorang pengemudi taksi tewas dibunuh oleh penumpang yang duduk di bangku belakang, tidak terlalu jauh dari Mỹ Đình Stadium di Kota Hanoi. Pasca kejadian ini, dilaporkan ada banyak pengemudi taksi di Vietnam yang mulai memasang sekat pelindung guna memastikan keamanan si pengemudi sendiri maupun sebaliknya. Pernyataan tentang legalnya pemasangan sekat pelindung ini sendiri dilontarkan oleh Vietnam Register, Badan Negara nirlaba yang memiliki fungsi dan yurisdiksi pada organisasi dan kinerja pengawasan teknis. Vietnam Register mengatakan bahwa merujuk pada Pasal 85 Kementerian Transportasi Vietnam yang dirilis pada Oktober 2014, setiap kendaraan yang telah melewati fase modifikasi harus terlebih dahulu duji kelaikannya sebelum bisa beroperasi di jalanan. Baca Juga: Sering Tertukar, Ini Dia Perbedaan Antara Ride-Sharing dan Ride-Hailing Vietnam Register juga mengusulkan kepada pihak kementerian terkait untuk menyederhanakan prosedur pengujian sekat pelindung bagi pengemudi yang hendak menggunakannya. Namun jika dilihat dari segi teknis, pemasangan sekat pelindung ini bisa jadi ‘bumerang’ bagi pengemudi dan penumpang di kala keadaan darurat.