Pesawat twin jet Boeing 787-900 berbalutkan livery Virgin Atlantic yang mengudara dari Los Angeles menuju London dikabarkan mampu merengkuh kecepatan 801 mph atau yang setara dengan 1.289 km per jam di ketinggian sekira 35.000 kaki (10.668 meter) ketika pesawat melintasi Pennsylvania. Sebagaimana yang telah diketahui bersama, pesawat yang bertenagakan jet, yang dikombinasikan dengan tingkat ketinggian jelajah yang optimal akan membuat pesawat mampu menembus kecepatan yang fantastis.
Baca Juga: Virgin Atlantic Sukses Terbangkan Boeing 747 dengan Bahan Bakar Ramah LingkunganKabarPenumpang.com melansir dari laman seattletimes.com (20/2/2019), pada hari Senin (18/2/2019) kemarin, pesawat jet milik Virgin Atlantic VS8 dengan rute penerbangan Los Angeles menuju London Heathrow berhasil menembus top speed jelajah di angka 1.289 km per jam. Namun kecepatan tersebut tidaklah bertahan lama. Ketika pesawat mulai mengudara di atas Samudera Atlantik, kecepatannya turun ke angka 710 mph atau yang berkisar 1.142 km per jam.
Dengan kecepatan yang mencapai 1.289 km per jam, maka Boeing 787-900 Virgin Atlantic berhasil mencapai level kecepatan supersonic, yaitu di Mach 1, dimana Mach 1 setara dengan 1.234 km per jam.
Sumber: dailymail.co.uk
Tentu saja, kendati hanya sementara, namun kecepatan jelajah tersebut telah membawa dampak yang cukup signifikan terhadap penerbangan antar benua itu. Menurut data yang diperoleh dari Bandara Internasional Heathrow, Virgin Atlantic VS8 mendarat 48 menit lebih awal daripada yang telah dijadwalkan sebelumnya. Estimasi gate-to-gate flight yang dijadwalkan sebelumnya membutuhkan waktu sembilan jam 34 menit. Namun Virgin Atlantic VS8 berhasil mendarat di Terminal 3 Bandara Heathrow pada Selasa (19/2/2019) pukul 08.22 waktu setempat.
Kendati ramai digembar-gemborkan, Boeing tidak dapat mengkonfirmasi lebih lanjut apakah kecepatan yang dicapai oleh pesawat Virgin Atlantic VS8 ini merupakan rekor untuk jet mesin ganda karena tidak melacak kecepatan pesawat. Menurut raksasa manufaktur asal Amerika ini, biasanya kecepatan jelajah dari Boeing 787 Dreamliner berada di level 561 mph atau yang sekira 902 km per jam.
Baca Juga: Serba-Serbi Soal Virgin Atlantic, Merek Dagang Milik Sir Richard Branson yang Mendunia!
“Penerbangan Virgin Atlantic dari Los Angeles menuju London mencapai kecepatan 801mph berkat aliran jet yang mendorong pesawat di atas kecepatan normal sekitar 550 mph. Sekali lagi ini adalah ground speed dan bukan kecepatan udara, tapi masih sangat mengesankan,” ujar seorang ahli meteorologi, Kevin Lighty.
Namun, penerbangan antar benua ini masih belum bisa mengalahkan rekor yang sebelumnya dicatat oleh British Airways. Pada tahun 1996, dengan menggunakan armada supersonik Concorde, British Airways berhasil mengantarkan penumpang dari New York menuju London dengan catatan waktu dua jam 52 menit dan 59 detik.
Memang, pamor ‘Queen of the Skies’, Boeing 747 belumlah bisa tergantikan – kendati A380 yang menyandang predikat sebagai jet penumpang komersial terbesar di dunia sekalipun, belum bisa menyaingi pamor dari pesawat yang terkenal dengan ‘benjolan’ pada bagian depannya ini. Mulai dari bentuknya yang berbeda dengan kebanyakan pesawat, hingga julukannya yang seolah melambangkan keagungannya di sektor aviasi global.
Baca Juga: 9 Februari 1969, Memperingati 50 Tahun Penerbangan Perdana Boeing 747
Tapi, tahukah Anda bahwa ada segelintir ‘rahasia’ yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang tentang armada yang pertama kali mengudara dalam sebuah uji coba pada 9 Februari 1969 ini. Penasaran? Berikut KabarPenumpang.com beberkan rahasia tersebut, mengutip dari laman forbes.com.
Membangun Pabrik Khusus Untuk Merakit Boeing 747
Mengingat Boeing 747 kala itu merupakan pesawat jet komersial terbesar yang pernah ada, maka Boeing sempat kebingungan untuk menyediakan lokasi guna merakit “Sang Ratu”. Hingga suatu saat mereka menunjuk Paine Field, bekas pangkalan udara Perang Dunia II sekitar 30 mil sebelah utara Seattle, sebagai lokasi pabrik perakitan Boeing 747. Sampai pada akhirnya di tahun 1966, Boeing membangun pabrik seluas 200juta kaki kubik – dan hingga kini masih digunakan (setelah mengalami perluasan) untuk perakitan 767, 777, dan 787.
Dituding Menyalip Concorde
Di akhir tahun 1960-an, Boeing dituding oleh sebagian oknum telah mengambil alih pasar penerbangan global, terutama penerbangan supersonik yang kala itu tengah dikembangkan oleh perusahaan Anglo/Perancis, Concorde. Jelas tudingan ini tidak jelas pangkalnya, karena di awal peluncurannya, Boeing menargetkan 747 sebagai pesawat kargo, dan Boeing telah menguji coba 747 terlebih dahulu sebelum Concorde menguji coba armada kebanggaannya.
Tudingan ini semakin santer terdengar manakala Boeing dengan 747-nya berhasil mencuri perhatian kebanyakan pengunjung di acara Paris AirShow yang diadakan pada tahun 1969.
Desain Awal yang Tidak Sama
Di awal ide pembangunan 747, Boeing menargetkan armada ini akan menjadi ‘burung besi’ double-deck dengan single aisle. Berbeda dengan desain yang selama ini kita lihat, dimana double-deck yang ada di Boeing 747 tidaklah penuh seperti yang diterapkan pada Airbus A380.
Baca Juga: Inilah Fakta di Balik Berhentinya Produksi Boeing 747-8 IntercontinentalBerhasil Menghadapi Gangguan Udara Dengan Sangat Baik
Ya, pernyataan ini dilontarkan langsung oleh pilot yang menerbangkan Boeing 747 untuk pertama kalinya, Brien Wygle.
“Kami menyadari bahwa pesawat itu (Boeing 747) sangat responsif dan berkinerja sangat sukses,” ujar Brien.
“Tampaknya, Boeing 747 dapat mengatasi turbulensi yang kami hadapi di udara dengan sangat baik,” tandasnya sembari bernostalgia.
Ingat kemiri jadi ingat bumbu masakan yang biasa minyaknya digunakan untuk mempertebal rambut. Tapi, kemiri yang satu ini bukan bumbu masakan melainkan sebuah stasiun kereta api yang berada di Jawa Tengah.
Baca juga: Sempat Jadi Tempat Persusulan Kereta, Stasiun Wojo Direaktivasi Untuk Transit Kereta Bandara
Stasiun Kemiri merupakan stasiun kereta api kelas III atau kecil yang letaknya di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar. Masuk dalam Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta, Stasiun Kemiri berada di ketinggian +98 mdpl dan letaknya agak masuk dari Jalan Raya Tasikmadu-Kebakkramat.
Dulunya Stasiun Kemiri lebih dikenal dengan nama Halte Kemiri. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Stasiun ini memiliki tiga jalur dengan jalur 1 sebagai sepur lurus menuju ke Stasiun Palur ke arah selatan dan Stasiun Masaran ke arah utara.
Jalur 2 digunakan sebagai tempat perhentian kereta jika adanya persusulan dan jalur 3 pun di gunakan sebagai persusulan. Dulunya jalur 3 Stasiun Kemiri ini terhubung dengan jalur lori atau decauville menuju ke Pabrik Gula Tasikmadu untuk sarana angkutan tetes tebu dan gamping sebagai salah satu bahan pendukung industri gula.
Sebagai salah satu peninggalan Hindia Belanda, pada saat pembangunannya pun diperkirakan bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api dari Madiun-Paron-Sragen-Solobalapan. Pengerjaan stasiun ini sendiri dilakukan oleh Staatsspoorwegen (SS) diperkirakan dari tahun 1883 hingga 1884. Jalur sepanjang 97 kilometer ini, pengerjaannya dimulai dari Madiun di sebelah timur menuju ke Solobalapan di sebelah barat.
Kini nasib Stasiun Kemiri hanya sebagai stasiun persilangan serta persusulan kereta api saja bukan lagi untuk menaik turunkan penumpang. Menurut data grafik perjalanan kereta api atau Gapeka 2017 yang direvisi Desember 2018, persilangan dan persusulan kereta api di Stasiun Kemiri adalah KA Logawa, KA Pasundan, KA Singasari, KA Matarmaja dan KA Sancaka.
Baca juga: Sempat Vakum 2 Tahun, Stasiun Kertosono Kembali Beroperasi Sejak 2015
Saat ini sedang dibangun jalur ganda dari Solobalapan hingga Kertosono yang dalam perkembangan selanjutnya akan sampai di Surabaya. Terkait adanya pembangunan jalur ganda lintas selatan jawa, Stasiun Kemiri ikut juga dalam renovasi besar-besaran. Meski begitu stasiun tersebut tetap menjadi persusulan dan nantinya bangunan lama akan dirobohkan digantikan dengan bangunan baru.
Jika Anda merupakan tipe orang yang selalu menutupi kamera di komputer atau laptop dengan menggunakan selotip – seperti yang dilakukan Mark Zuckerberg, maka Anda mungkin tidak akan terlalu senang jika Anda menemukan sebuah kamera ‘tersembunyi’ di layar yang terletak di belakang bangku penumpang di sebuah penerbangan. Sudah barang tentu perasaan seperti dimata-matai akan senantiasa mendampingi perjalanan Anda hingga sampai di terminal bandara yang Anda tuju.
Baca Juga: Terima Airbus A350-900ULR, Singapore Airlines Siap Terbang ke New Jersey Non-Stop
Ya, gambaran peristiwa di atas ternyata dialami oleh maskapai asal negeri tetangga, Singapore Airlines, dimana flag carrier Singapura tersebut mendapat keluhan dari sejumlah penumpang terkait kehadiran kamera pada layar di belakang bangku penumpang ini. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman digitaltrends.com (19/2/2019), pihak Singapore Airlines menjelaskan bahwa kamera tersebut terhubung dengan sejumlah perangkat perekaman atau pengambilan gambar apapun.
Penjelasan Singapore Airlines tersebut dilontarkan setelah seorang penumpang layanan tersebut mengunggah cuitan – lengkap dengan beberapa foto dan mengunggahnya ke jejaring sosial Twitter. Adalah Vitaly Kamluk, seorang pengguna Twitter yang mengunggah cuitan tersebut, dan tidak lupa ia juga me-mention akun Twitter resmi Singapore Airlines, @SingaporeAir dalam cuitannya tersebut.
“Saya baru saja menemukan sebuah sensor yang seolah menatap saya dari bagian belakang bangku yang berada di depan saya. Adakah penjelasan lebih lanjut mengenai benda yang menyerupai sebuah kamera ini? Apakah @SingaporeAir bisa memberikan klarifikasi terkait hal ini?” tulis Vitaly Kamluk di Twitter pada Minggu (17/2/2019).
Menanggapi cuitan dari Vitaly tersebut, pihak Singapore Airlines menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menggunakan kamera tersebut dan tidak memiliki rencana untuk mengaktifkannya. Anggota dari aliansi penerbangan Star Alliance ini juga menjelaskan bahwa kamera tersebut sudah ada sejak pertama kali pesawat terkait datang, alias tidak ada permintaan khusus dari Singapore Airlines untuk menambahkan fitur tersebut.
Sementara itu menurut situs berita Singapura, The Strait Times, sistem hiburan dalam penerbangan yang dimaksud dibuat hasil kerja sama Panasonic dan perusahaan transportasi dan teknologi Thales, dan telah dipasang pada pesawat Airbus A350/A380, Boeing 777-300ER, dan Boeing 787-10, dimana totalnya ada 84 unit pesawat yang memiliki kamera tidak aktif tersebut.
Baca Juga: Jaga Kesehatan Penumpang di Penerbangan Jarak Jauh, Singapore Airlines Gandeng Canyon Ranch
Dampak dari kejadian ini adalah penumpang banyak yang khawatir karena mungkin saja data visual mereka ‘diambil’ oleh pihak maskapai selama mereka mengudara.
Kendati pihak Singapore Airlines telah menegaskan bahwa kamera tersebut tidaklah aktif, namun satu langkah preventif yang bisa Anda lakukan jika kebetulan Anda hendak mengudara menggunakan Singapore Airlines dalam waktu dekat ini adalah, siapkan selotip untuk menutup kamera tersebut.
Lombok di Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu destinasi incaran para pelancong baik domestik maupun mancanegara kini akan menghadirkan penerbangan langsungnya menuju ke Australia. Kehadiran penerbangan langsung ini akan dioperasikan oleh maskapai berbiaya hemat AirAsia. Rute baru dari Perth menuju Lombok tersebut akan mulai pada Juni 2019 mendatang.
Baca juga: Lombok Akan Jadi Hub Ke-5 AirAsia di Indonesia
“AirAsia rute Perth-Lombok akan terbang perdana pada 9 Juni 2019. Penjualan tiket akan dijual pada awal Maret nanti akan kita launching bersama AirAsia,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB Mohammad Faozal yang dikutip Kabarpenumpang.com dari republika.co.id, Kamis (21/2/2019).
Dia mengatakan bahwa Kemenpar akan memfasilitasi para pelaku industri wisata di Lombok untuk menjual paket perjalanan wisata mereka kepada pelancong Australia pada Maret 2019 mendatang.
“Ini mimpi besar kita, sekarang sudah hampir di depan kita. Kami juga memastikan Lombok yang akan menjadi salah satu hub terbesar AirAsia setelah Jakarta, Surabaya, Medan dan Bali,” kata dia.
Sebagai salah satu hub, AirAsia sendiri menempatkan dua pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 180 penumpang di Lombok. Tak hanya itu, salah satu pesawat ditambahkan livery yang bertuliskan Lombok.
“Nanti di salah satu pesawat Air Asia ada tulisan Lombok-nya, dan itu gratis. Kalau bayar mungkin APBD kita juga tidak sanggup,” kata Faozal.
Sebelumnya rute internasional dengan penerbangan langsung yang dilakukan oleh AirAsia sendiri dari Lombok menuju Kuala Lumpur dan Singapura. Kasubdit Area IA Regional IV Kemnpar, Arya Galih Anindita mengatakan, pihaknya akan membantu memasarkan promosi pariwisata Lombok ke pasar Australia.
“Selain secara offline, Kemenpar juga akan masifkan promosi lewat online agar semakin banyak wisatawan Australia yang datang ke Lombok,” ujar Arya.
Baca juga: Dengan Santan, AirAsia Tawarkan ‘Restoran’ Cepat Saji dalam Penerbangan
Station Manager AirAsia Lombok Didit Indra mengatakan pengoperasian rute Perth-Lombok tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat dalam hal ini Kemenpar, pemerintah daerah, dan juga para pelaku industri wisata.
“Kami berharap rute ini bisa memberikan kontribusi bagi perkembangan pariwisata Lombok ke depan,” kata Didit.
Pada debat calon presiden yang dilaksanakan pada 17 Februari 2019 kemarin, salah satu calon yakni Prabowo Subianto mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, Malaysia dan Singapura lebih efisien dibandingkan Indonesia. Dia juga mengatakan bila dibandingkan dengan indeks per kilometer infrastruktur baik tol, Light Rail Transit (LRT) atau kereta api di negara tetangga hingga Maroko dua kali lebih efisien dan lebih murah dibanding dengan Indonesia.
Baca juga: Load Factor Rendah, Akankah LRT Palembang Senasib dengan MRT Malaysia?
Namun apakah pernyataan tersebut benar? Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membantah pernyataan calon presiden nomor urut dua tersebut terkait mahalnya pembangunan infrastruktur Indonesia. Terkait proyek LRT, Budi Karya mengatakan, pembangunan di Indonesia lebih murah ketimbang di Singapura ataupun Malaysia.
“Enggak ada (LRT) di Maroko. Kita sudah bandingkan dengan Malaysia dan Singapura, (LRT) kita paling murah,” ujar Budi Karya yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber.
Sedangkan sepinya LRT Palembang yang bahkan dinilai tidak efisin, Budi Karya mengatakan semua hal tersebut butuh waktu. Dimana perilaku masyarakat dari bepergian menggunakan kendaraan pribadi berpindah ke moda transportasi massal seperti LRT.
“Kesadaran orang menggunakan LRT itu memang harus dibangun, harus ada kebanggaan dan kemudahan,” jelas Budi Karya.
Budi menambahkan terkait pembangunan LRT, dimana pemerintah tidak ingin membangun prasarana transportasi setelah kota terlanjut padat dengan kendaraan. Hal ini pastinya akan menyebabkan kemacetan.
“Apa mau Palembang seperti Jakarta? Kan tidak begitu, kalau bisa kota ditata sebelum mengalami kemacetan,” kata Budi Karya.
Baca juga: Nantinya, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Terintegrasi LRT Bandung Raya
Terkait pembangunan infrastruktur proyek bandara, Budi juga mengatakan dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang, Bandara Kertajati, bersama pelabuhan Patimban dan wilayah Cirebon akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Apalagi tiga titik ini berlokasi di wilayah yang berdampingan yakni Subang, Majalengka, dan Cirebon.
Sementara data Bank Dunia menyebutkan, indeks infrastruktur negara-negara di dunia pada 2018, yaitu Maroko 2.43, Indonesia 2,89, Vietnam 3,01, Thailand 3,14, dan Malaysia 3,15.
Sebuah rangkaian kereta komuter di Stasiun MRT Dhoby Ghaut terpaksa dievakuasi pada Selasa (19/2/2019), setelah kepulan asap terlihat keluar dari ponsel seorang penumpang. Adapun penyebab ponsel penumpang ini mengeluarkan asap adalah adanya gangguan kelistrikan. Menurut sebuah laporan dari sumber terpercaya, tidak ada kebakaran lebih lanjut atau korban dalam insiden yang terjadi di North-East Line.
Baca Juga: Stasiun Raffles Place Jadi ‘Saksi’ Cinta Dua Petugas MRT Singapura
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (19/2/2019), sebagai tindak pencegahan lebih lanjut, senior vice-president corporate communication SBS Transit, Ms Tammy Tan mengatakan bahwa penumpang langsung dievakuasi tidak lama setelah insiden ini terjadi. Tidak hanya itu, Singapore Civil Defense (SCDF) dan Public Transport Security Command juga diturunkan guna menindaklanjuti insiden ini.
Menurut salah seorang saksi yang enggan menyebutkan namanya, ia kebetulan berada tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian – hanya berjarak satu meter saja dari ponsel yang mengeluarkan asap tersebut. Ketika si pemilik memasukkan ponselnya tersebut ke dalam saku belakang, tak lama berselang kepulan asap pun mulai keluar dan membuat seisi kereta panik.
“Pemilik ponsel (yang mengeluarkan asap) hanya tampak berbincang dengan dua rekannya. Namun secara tiba-tiba, ia langsung mengeluarkan ponselnya kembali sebelum melemparkannya ke lantai gerbong,” ujar saksi mata.
“Asap tebal mulai keluar dari ponsel, namun tidak terlihat ada api yang membakarnya,” tambahnya.
Pasca insiden ini, tampak saku belakang dari si pemilik ponsel bolong yang diperkirakan akibat tersambar panasnya ponsel yang mengeluarkan asap tersebut. Pun dengan detik-detik si pemilik melempar ponselnya ke lantai, di duga ia merasakan panas dari ponselnya.
Petugas keamanan di Stasiun MRT Dhoby Ghaut langsung membantu proses evakuasi penumpang dan mensterilkan lokasi dimana ponsel tersebut tergeletak.
Baca Juga: Tak Hanya Satu, Ada 4 Stasiun MRT Singapura yang Terkenal Angker
Pengakuan lain dituturkan oleh Larry Yeung, 31 tahun, yang kala itu juga berada di dalam rangkaian kereta.
“Semuanya tampak normal, namun tak lama pintu kereta ditutup, operator lalu membukanya kembali dan meminta semua penumpang untuk keluar dari kereta,” ujar Larry.
Menurut penuturan Larry, penumpang tampak tenang ketika pengumuman tersebut dilontarkan oleh pihak operator kereta. Lalu penumpang yang berada di dalam rangkaian tersebut bisa kembali melanjutkan perjalanan mereka setelah kurang lebih 11 menit menunggu rangkaian berikutnya datang.
Setelah mengakuisis Uber di Asia Tenggara, kini Grab sebagai startup layanan transportasi mengembangkan layanannya di jenis Bajaj dengan menguji GrabBajay. Kehadiran GrabBajay sendiri untuk menjawab tantangan bidang transportasi untuk masyarakat khususnya Ibukota Jakarta.
Baca juga: Grab Gandeng HOOQ, Hadirkan Video di Dalam Aplikasi
Dirangkum dari berbagai laman sumber oleh KabarPenumpang.com, Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno mengatakan untuk saat ini pihaknya masih melakukan uji coba untuk layanan GrabBajay. Dalam uji coba juga pihak Grab berkoordinasi penuh dengan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dan badan lainnya yang terkait.
“GrabBajay merupakan layanan baru yang tengah diuji coba secara beta. Dalam prosesnya, Grab berkoordinasi penuh dengan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dan badan lain yang terkait,” ujar Tri Sukma.
Alasan lain adanya layanan GrabBajay, Tri Sukma mengatakan kehadiran GrabBajay juga untuk memperkenalkan solusi inklusif dalam masalah transportasi dari kearifan lokal dan disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing kota.
“Kami bertekad untuk menjadikan transportasi masyarakat di Jakarta lebih baik dengan menggunakan moda transportasi favorit yang biasa mereka gunakan,” tambah Tri Sukma.
Namun untuk peluncurannya sendiri, Tri Sukma mengatakan akan resmi diumumkan di kemudian hari. Grab sebelumnya membuka layanan Bajaj di Myanmar dan transportasi lokal lainnya seperti betor (becak motor) di Pematang Siantar dan Medan, Sumatera Utara yang sudah beroperasi sejak tahun 2017 lalu serta Tuk Tuk di Thailand.
Kehadiran layanan GrabBajay ini menambah deretan layanan tumpangan atau ride hailing Grab semakin luas. Saat ini layanan GrabBike untuk kendaraan roda dua, GrabCar, Grab Gerak untuk pelanggan kebutuhan khisis dan Grab Taxi.
Selain Grab, Gojek menyediakan layanan transportasi yang berbasis kearifan lokal yakni Gojek Becak Motor atau Bentor di Gorontalo pada Mei 2018. Vice President Corporate Communications Gojek Michael Say mengklaim, layanan Bentor melalui aplikasi ini adalah yang pertama di Indonesia. Dengan penyesuaian ini, ia berharap mitra pengemudi Bentor lebih mudah mendapatkan penumpang dan pesanan lainnya.
Baca juga: GoJek Kalah Saing, Grab Maju Selangkah Hadirkan Fitur Asuransi
“Mereka salah satu yang memegang peranan penting perekonomian rakyat (Gorontalo),” ujar dia.
Seorang penumpang paruh baya melepaskan celananya di kereta Greater Anglia yang beroperasi dari London menuju ke Southend Greater Anglia. Pria tersebut berdiri membelakangi penumpang lain di lorong kereta penumpang tersebut. Karena hal itu penumpang yang ada disekitarnya berpindah ke bagian depan.
Baca juga: Kenakan Busana Super Minim, Model Asal Filipina Bikin Geger Stasiun MRT SingapuraKabarPenumpang.com melansir dari laman mirror.co.uk (18/2/2019), insiden pria tersebut membuka bajunya terekam sebuah video. Awalnya pria usia 57 tahun tersebut membuka celana panjang dan pakaian dalamnya serta menurunkannya hingga sebatas mata kaki dengan punggung menghadap lorong.
Kemudian penumpang yang melihat hal tersebut berpindah ke bagian ujung kereta yang satunya dan beberapa penumpang terlihat menyeringai sementara yang lainnya merasakan khawatir. Dalam rekaman tersebut juga terlihat dua petugas kepolisian naik ke kereta dan menyuruh pria itu mengenakan kembali celananya.
Seorang juru bicara kepolisian mengatakan, mereka dipanggil karena ada laporan seorang pria telanjang dan buang air besar di dalam kereta api yang tengah melaju. Seorang penumpang bernama Ellie Bekir yang naik kereta Anglia Raya pukul 5.45 sore waktu setempat dari London Liverpool Street ke Southend Victoria pada Jumat (16/2/2019) kemarin menyaksikan adegan tersebut.
Bekir itu mengaku dirinya saat itu bersama seorang teman naik seperti biasa ke dalam kereta. Kemudian melihat beberapa orang maju kearah bagian kereta dimana dirinya berada.
“Kami melihat sekeliling dan melihat pria itu. Dia mengenakan bajunya tetapi celananya turun. Dia kencing ke dalam botol. Dia menghadap jauh dari kita dan dia tidak pernah melihat sekeliling,” ujar Bekir.
Dia mengaku saat adegan itu terjadi dalam kereta, ada sekitar 20 orang dalam gerbong itu. PA legal dari Rochford, Essex mengatakan, semua orang panik melihat hal tersebut. Bahkan ada dua anak laki-laki di kereta dan penumpang lain khawatir.
“Hal berikutnya yang kamu tahu, dia melepas bajunya. Dia benar-benar telanjang pada saat ini. Dia terus membungkuk ke depan sehingga kamu bisa melihat semuanya. Aku terkejut. Itu benar-benar aneh. Kami tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis,” ujarnya.
Polisi Transportasi Inggris mengatakan, seorang pria berusia 57 tahun akan muncul sebelum pengadilan didakwa sehubungan dengan insiden tidak senonoh di atas kereta di stasiun Stratford.
Baca juga: Duuh! Awak Kabin Paksa Perempuan Ini Buang Air Kecil di Cangkir
“Malcolm Hines, dari Bravington Road, London, didakwa dengan satu penghinaan kesopanan publik, dia akan muncul di Highbury Corner Magistrates ‘pada 11 Maret. Tuduhan itu terkait dengan laporan tentang seorang pria yang telanjang dan buang air besar di atas kereta api sebelum pukul 18.00,” ujar pihak kepolisian.
Sebuah perusahaan desain, Layer telah mengembangkan material tekstil pintar untuk digunakan sebagai bahan dasar kursi kelas ekonomi di manufaktur pesawat asal Eropa, Airbus. Nantinya dengan Inovasi ini memungkinkan para penumpang untuk memantau dan mengontrol kondisi kursi mereka menggunakan ponsel mereka.
Adapun konsep tempat duduk yang bernama “Move” ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman mengudara para penumpang di kelas ekonomi pada penerbangan jarak pendek hingga menengah.
Baca Juga: Dilema Seat Pitch, Maskapai Tambah Untung Penumpang Merana
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dezeen.com (18/2/2019), saat ini kursi rajut yang berdiri di atas material komposit ringan masih dalam tahap prototipe. Rajutan digital dari bahan campuran wol poliester dengan benang konduktif terintegrasi dan terhubung ke serangkaian sensor ini digembar-gemborkan mampu mendeteksi tubuh si penumpang yang mendudukinya. Pendeteksian tersebut mencakup suhu tubuh, ketegangan kursi, tekanan, dan gerakan – beberapa gerakan yang dilakukan oleh penumpang dan kursi ini juga dapat dikonfigurasi melalui ponsel penumpang dengan menggunakan aplikasi Layer’s Move.
Sumber: dezeen.com
Aplikasi Move ini mampu menganalisis data yang dikumpulkan oleh sensor tersebut, dan mengirimkan pesan kepada penumpang tentang apa-apa saja yang dapat dilakukan penumpang untuk meningkatkan kenyamanan mereka selama mengudara. Ini juga termasuk sugesti terhadap penumpang untuk bangkit dari tempat duduk dan melakukan sejumlah gerakan ringan guna peregangan tubuh atau tetap terhidrasi.
Penumpang juga ‘memerintah’ kursi untuk melakukan pemijatan, dan sejumlah mode lain yang dapat meningkatkan kenyamanan dan pengalaman penumpang.
“Di Layer, kami percaya bahwa desain yang baik harus dapat diakses oleh semua orang,” ujar pendiri Layer, Benjamin Hubert.
“Kami sangat senang dapat mengambil proyek ini dengan Airbus, dimana kami dapat menemukan cara untuk meningkatkan dan menambah nilai bagi pengalaman di kelas ekonomi – untuk penumpang dan maskapai,” lanjutnya.
Baca Juga: FAA Menolak Aturan Pembatasan Jarak Kursi di Kabin Pesawat
Selama penerbangan, kursi otomatis ini mampu menyesuaikan dirinya berdasarkan berat, ukuran, dan pergerakan penumpang dengan mengalirkan arus melalui benang konduktif untuk mengubah ketegangan kursi. Selain itu, ada juga tempat penyimpanan laptop di antara kursi, memberikan penumpang tempat yang aman untuk menyimpan perangkat mereka saat lepas landas dan mendarat.
Baik pihak Airbus maupun Layer masih enggan merinci kapan produk ini bisa dirilis.