Mungkin sebagian dari Anda masih ingat dengan kabar dari British Airways yang akan memoles sejumlah armadanya dalam rangka peringatan ulang tahun perusahaan yang ke-100. Di akhir Januari 2019 kemarin, British Airways sempat membocorkan bahwa mereka akan menggunakan kembali livery yang sempat mereka gunakan di tahun 1964 hingga 1974. Tidak bisa dipungkiri, desain yang kala itu digunakan oleh British Overseas Airways Corporation (BOAC) – pendahulu British Airways, sangatlah digemari dan dikagumi oleh banyak orang.
Baca Juga: Peringati Ultah ke-100, British Airways ‘Dandani’ Boeing 747-400 dengan Livery BOAC
Kali ini, flag carrier dan maskapai terbesar di Tanah Britania ini telah secara resmi mendatangkan armada Boeing 747-400 yang sudah menggunakan livery vintage nan sederhana ini. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (19/2/2019), armada Boeing 747-400 yang sudah dilapisi livery vintage ini memiliki basis warna putih, dengan tulisan BOAC berwarna biru pada bagian sisi depan, plus strip dengan warna yang sama yang memanjang ke arah ekor.
Tentu saja, penggunaan livery ini seolah membangkitkan kenangan bagi siapa saja yang pernah mengudara bersama BOAC di rentang waktu 1964 hingga 1974.
Pesawat yang sudah menggunakan livery vintage ini mendarat di Bandara Internasional Heathrow pada Senin (18/2/2019), dan disambut oleh sekumpulan orang yang sangat antusias menantikan armada ini. Dalam sebuah pernyataan resmi, British Airways akan menggunakan livery ini hingga periode 2023 mendatang. Lalu pada Selasa (19/2/2019) kemarin, armada Boeing 747 berlivery vintage ini melakukan perjalanan perdananya (dengan tampilan baru) menuju John F. Kennedy International Airport dengan nomor penerbangan BA117.
British Airways menjelaskan bahwa penerbangan ini sangat penting karena ini adalah rute pertama Boeing 747 mengudara dengan menggunakan livery BOAC.
“Minat besar yang ditunjukkan oleh masyarakat menunjukkan ketertarikan mereka terhadap sejarah dari British Airways,” ujar CEO British Airways, Alex Cruz.
“Di ulang tahun yang ke-100 ini, kami sangat senang bisa menghadirkan nuansa sejarah yang cukup kental melalui livery vintage ini, dan juga melihat masa depan sektor aviasi global,” tandasnya.
Sebagaimana yang sudah diberitakan sebelumnya, Alex juga mengatakan bahwa tidak hanya armada Boeing 747-400 ini saja yang akan didandani dengan livery retro, melainkan masih ada sejumlah armada lain yang akan diterapkan livery serupa.
Baca Juga: Fakta Unik! Penerbangan Perdana British Airways Ternyata Hanya Membawa Satu Penumpang
Selain British Airways, maskapai asal Belanda KLM dan Avancia asal Spanyol juga akan memperingati dirgahayu perusahaan yang ke-100 tahun di tahun 2019 ini. Wah, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh dua maskapai ini untuk memperingati hari jadinya yang ke-100 ya?
Seorang awak kabin Emirates melompat dari balkon lantai tiga kantor pusat maskapai tersebut. Disebut-sebut apa yang dilakukan oleh awak kabin keturunan Lebanon ini sebagai upaya percobaan bunuh diri.
Baca juga: Pramugari Emirates Lompat dari Pesawat, Akhirnya Tewas Sehari Setelah Jalani Perawatan
Dilansir KabarPenumpang.com dari paddleyourownkanoo.com (18/2/2019), awak kabin tersebut hanya mengalami luka serius dan sudah mendapatkan perawatan oleh pihak Emirates. Kini dirinya sudah dibawa ke rumah sakit Dubai untuk pemulihan lebih lanjut.
Awak kabin yang tidak disebutkan namanya itu sebelum melompat diduga merekam pesan suara yang menjelaskan motifnya bunuh diri. Dia mengatakan maskapai tidak peduli dengan karyawan mereka.
Awak kabin yang terjatuh dari lantai 3 (paddleyourownkanoo.com)
“Saya melompat dari lantai tiga karena itu tidak adil. Saya tertindas. Tidak ada yang membantu saya di Emirates, tidak ada. Saya melakukan ini sebagai pelajaran bagi semua orang yang berjuang di perusahaan ini. Saya ingin Anda semua mengirim ini dan saya ingin semua media menulis tentang itu karena tidak adil apa yang terjadi pada kami. Ini tidak adil,” ujar awak tersebut dalam rekaman suaranya.
Awak kabin tersebut diduga pergi ke Emirates Group Headquarters (EGHQ) untuk megundurkan diri. Sayangnya pengunduran dirinya tersebut ditangguhkan selama pertemuan dengan manajer dan perwakilan SDM.
Terkait aksi percobaan bunuh diri tersebut, memo internal di EGHQ bocor dan berisikan, bahwa seorang rekan mereka terluka dalam insiden di atrium EGHQ. Dia menerima perawatan di rumah sakit dan pihak Emirates melakukan pertolongan pada korban.
“Ini adalah waktu yang sulit dan sensitif untuk semua orang di EGHQ, terutama untuk rekan kami yang terluka, dan mereka yang menyaksikannya dan bergegas untuk membantu. Mereka semua membutuhkan dukungan kami sekarang dan kami harus menghormati kebutuhan mereka akan privasi,” kata pihak EGHQ.
Bahkan mereka mengatakan kepada seluruh staf untuk tidak menyebarkan informasi yang cenderung sensitif atau membahayakan rekan kerja dengan cara apapun. Semua staf juga diperintahkan untuk tidak mengklik/ memfilmkan atau memposting foto/ video yang terkait dengan kejadian tersebut dan berhati-hatilah dengan apa yang dituliskan di media sosial.
Dalam upaya nyata untuk membungkam desas-desus itu, Emirates telah menonaktifkan grup Facebook populer selama setidaknya 24 jam. Insiden tersebut mengingatkan pada bunuh diri awak kabin tragis tahun lalu di bandara Entebbe di mana seorang anggota perempuan awak kabin Emirates tampaknya melompat dari pintu terbuka Boeing 777 yang diparkir.
Anggota kru itu diduga memegang botol kaca di lehernya ketika dia melompat agar menyebabkan cedera fatal. Dalam hal itu, sumber menyatakan bahwa anggota kru ditempatkan di bawah tekanan yang meningkat dari bos di maskapai. Kebijakan kontroversial termasuk “program manajemen penampilan” dan kebijakan pensiun dini yang disorot menjadi faktor utama dalam keputusan anggota kru untuk mengakhiri hidupnya.
Baca juga: Pramugari Air India Jatuh dari Pesawat, “Untung” Hanya Patah Tulang
Insiden terbaru ini akan kembali menyoroti budaya tempat kerja Emirates. Sebuah acara forum baru-baru ini di maskapai ini menyoroti betapa banyak awak kabin yang tidak bahagia saat ini dan ada banyak kekhawatiran tentang pendekatan baru terhadap disiplin yang telah melihat anggota kru dipecat karena ketidakpercayaan kecil.
Sebagai maskapai yang memiliki hub terbesarnya di Asia Tenggara, AirAsia berencana menghadirkan makanan dengan bumbu khas Asia Tenggara baik makanan melayu ataupun makanan resep dengan rasa khas dan akan dihadirkan dalam menu penerbangan. Maskapai berbiaya hemat tersebut, akan menghadirkan makanan yang akan diberi nama menu Santan.
Baca juga: AirAsia ‘Hilang’ dari Traveloka dan Tiket.com, Alasan Teknis atau Ada Tekanan?
Santan sendiri merupakan cairan yang didapat dari perasan kelapa dan biasanya digunakan untuk makanan masakan daerah di Indonesia atau makanan Melayu. CEO Group AirAsia, Tony Fernandes mengatakan, AirAsia berencana membuka ‘restoran’ cepat sajinya sendiri dalam penerbangan mereka.
“Makanan kami fantastis. Kami sangat meyakininya, kami akan memulai restoran cepat saji,” kata Fernandes yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com (19/2/2019).
(AirAsia.com)
Fernandes mengatakan, menu makanan tersebut adalah Santan dan juga ada dalam menu penerbangan yang saat ini termasuk makanan seperti nasi lemak, telur, ikan teri, kacang tanah, sambal dan saus serta daging. Adapula tambahan daging ayam bumbu masal, ayam mentega, ayam teriyaki dan tahu mapo.
“Dinamai berdasarkan santan yang sangat dicintai, menu Santan kami menawarkan berbagai pilihan pilihan selera Asia Tenggara, internasional, dan vegetarian untuk semua orang,” jelas Fernandes.
Berikut ini menu Santan yang dihadirkan dalam penerbangan AirAsia, Pak Nasser’s Nasi Lemak, Uncle Chin’s Chicken Rice, Chicken Teriyaki with Rice, Golden Butter Chicken with Rice, Chicken Tikka Masala with Garlic Naan. Ada pula Vegetable Rice Bowl, Pumpkin Kootu and Vegetable Jalfrezi with Jeera Rice, Mapo Tofu with Rice, Sweet and Sour Lychee Chicken with Rice, Spiral Pasta with Chicken Sausage, Roasted Chicken with Pesto Cream Sauce, Nasi Kandar with Chicken Varuval, Bukhara Chicken Biryani, Kung Pao Chicken with Rice, Gourmet Croissant Sandwich, Assorted Sandwiches.
Baca juga: Kecewa Makanan Tak Sesuai Harga Tiket, Penumpang Tak Lagi Mau Naik British Airways
Menu makanan dalam penerbangan tersebut bisa dipesan minimal 24 jam sebelum penerbangan. Nantinya untuk menukarkan makanan tersebut, penumpang pesawat menunjukkan boarding pass milik mereka ke awawk kabin. Makanan pesanan tersebut juga sudah bersama dengan air mineral.
Di tengah riuhnya pemberitaan soal penghapusan kebijakan bagasi gratis yang diberlakukan oleh sejumlah maskapai nasional, flag carrier Garuda Indonesia justru malah terkesan santai dan fokus meningkatkan kualitas pelayanannya. Bertempat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Garuda Indonesia hari ini meluncurkan varian inflight meals terbaru yang bertajuk “The Signature Dish of Indonesia.”
Baca juga: Gandeng HokBen, Garuda Indonesia Hadirkan New Inflight Menu di Penerbangan Domestik
Dari namanya saja sudah jelas, maskapai plat merah ini ingin lebih menonjolkan penganan khas nusantara dengan segala rempah yang tercampur di dalamnya. Tidak berdiri sendiri, Garuda Indonesia menggaet salah satu resto kenamaan, Sari Mande dalam upayanya untuk menghadirkan penganan baru kepada para penumpangnya ini.
Berdasarkan pantauan langsung KabarPenumpang.com di lapangan, Director of Commercial Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan bahwa dalam upayanya untuk memperkenalkan dan mempromosikan kuliner nusantara ini, Garuda Indonesia juga menggandeng Kementerian Pariwisata.
“Komitmen Garuda Indonesia untuk mengembangkan pariwisata, dan juga untuk mengembangkan UMKM,” ujar Pikri. “Ini juga sebagai salah satu bentuk komitmen kami untuk terus memperkuat posisi perusahaan sebagai market leader dengan salah satunya adalah peningkatan loyalitas, kepuasan, dan kecintaan pelanggan,” tandasnya.
Selain itu, adapun misi lain Garuda Indonesia dalam peluncuran inflight meals adalah untuk mendukung program Pemerintah untuk mempromosikan kuliner nusantara kepada dunia.
Sementara untuk menu makanannya, Garuda Indonesia menawarkan sejumlah makanan yang dijamin bakal menggugah selera Anda, seperti Nasi Goreng, Nasi Rendang, Sate Ayam plus Lontong, Lontong Medan, Nasi Campur Bali, Nasi Kuning Nusantara, Nasi Kuning Manado, Nasi Gudeg Jogja, Nasi Pesmol Ikan, Nasi Liwet Solo, Nasi Krawu, Nasi Uduk Betawi, Nasi Tutug Oncom, Nasi Ulam, dan Nasi Langgi.
Untuk ke-15 menu tersebut, Garuda Indonesia meraciknya secara khusus di Aerofood Catering Service (ACS). Sementara untuk menu yang dihasilkan berkat kerja samanya dengan Sari Mande, Garuda Indonesia akan meluncurkan Rendang Daging, Dendeng Batokok, Dendeng Batu Sangkar, Ayam Bakar, Ayam Kalio, dan Ayam Takicuah.
Baca juga:HokBen Pasok Menu Baru di Garuda Indonesia, Bagaimana Quality Control-nya?
Inflight meals Sari Mande sendiri akan mulai disajikan per-tanggal 22 Februari 2019 mendatang di rute-rute penerbangan tertentu, yaitu rute Jakarta – Batam, Jakarta – Banjarmasin, Jakarta – Pontianak, Jakarta – Banda Aceh, Jakarta – Denpasar, Jakarta – Medan dan Jakarta – Lombok, khususnya di jam makan siang dan makan malam.
Sriwijaya Air kini ikut ambil bagian dalam penyesuaian jumlah bagasi gratis bagi para penumpangnya. Penyesuaian itu tertuang dalam surat pemberitahuan dari internal maskapai tersebut terkait penyesuaian bagasi gratis yang akan diberikan.
Baca juga: Kadung Bawa Bagasi ‘Dadakan’ Pasca Penghapusan Free Baggage, Ini Regulasi Ala Citilink!
Aturan baru penyesuaian bagasi maskapai Sriwijaya Air akan mulai berlaku tanggal 1 Maret 2019 mendatang. Adapun penyesuaian bagasi tersebut bukan peniadaan bagasi gratis melainkan pengurangan bobot barang yang dibawa penumpang yakni untuk kelas eksekutif 25 kg, ekonomi dari 20 kg menjadi 15 kg serta ATR dari 15 kg menjadi sepuluh kilogram.
“Aturan ini hanya berlaku untuk bagasi sedangkan barang yang dibawa ke kabin tidak ada perubahan. Kami tetap menerapkan aturan yang kompetitif,” ujar Distrik Manajer Sriwijaya Area Batam Dedi Zulkarnain yang dikutip KabarPenumpang.com dari tribunnews.com, Selasa (19/2/2019).
Dia mengatakan, meski begitu maskapai Sriwijaya Air tetap menyediakan prepaid baggage yang dilakukan di kantor penjualan Sriwijaya Air, travel agen hingga di website. Pembelian prepaid bagasi sendiri bisa dilakukan sebelum dan sesudah tiket issued atau tersebut hingga empat jam sebelum waktu keberangkatan pesawat.
Hal ini pula dibenarkan oleh Direktur Badan Usaha Bandara Hang Nadim Suwarso. Penyesuaian jumlah bagasi gratis sendiri sebelumnya sudah dilakukan maskapai terbesar yakni Lion Air dengan mengurangi jumlah bagasi penumpang. Tetapi pada Januari 2019, maskapai tersebut menghilangkan bagasi gratis dan hanya memberikan barang yang dibawa ke dalam kabin secara gratis dengan berat maksimal tujuh kilogram.
Pemberlakuan peniadaan bagasi gratis dilaksanakan maskapai berlambang singa tersebut sejak 22 Januari 2019 kemarin. Tak hanya itu, anak perusahaan Garuda Indonesia, Citilink juga akan melakukan peniadaan bagasi gratis bagi penumpangnya dan tertunda.
Baca juga: Ikuti Jejak Lion Air Hilangkan Bagasi Gratis, Citilink Siapkan Sosialisasi
Sebelumnya maskapai hijau tersebut akan memberlakukan pada 8 Februari 2018 kemarin, namun hal itu ditunda karena akan dilakukan kajian atau evaluasi terhadap semua aturan mulai dari PM 14/2016 sampai PM 185/2015. Meski nantinya peraturan tersebut dimulai, bagi penumpang yang terdaftar menjadi Supergreen atau yang memiliki garuda miles dan melakukan pembelian melalui website serta aplikasi akan mendapat bagasi gratis sepuluh kilogram.
Salah satu kendaraan yang paling ikonik di dunia dan dicintai oleh golongan tertentu, Volkswagen (VW) baru-baru ini menjadi sorotan publik. Alih-alih merilis model retro baru, VW berjenis T2 Camper Van ini dibuat dari sekiranya 400.000 keping Lego berukuran kecil! Sudah jelas, model yang dibuat dengan perbandingan 1:1 (ukuran realistis) ini bukan untuk dikendarai melainkan hanya dipajang saja – dan memiliki atap pop-up.
Baca Juga: Panasonic SPACe_C, Konsep Moda Otonom dengan Struktur Bertingkat
Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (19/2/2019), VW T2 Camper Van versi Lego ini memiliki berat sekitar 700kg, dengan panjang yang hampir mencapai 5m. Hal lain yang lebih mmembanggakannya lagi adalah, ini merupakan sebuah mahakarya terbesar yang terbuat dari kepingan Lego hingga saat ini, mengalahkan trailer teardrop Lego yang dibuat pada tahun 2015 silam.
Interior VW T2 Camper Van versi Lego. Sumber: newatlas.com
VW T2 Camper Van versi Lego ini diletakkan bersebelahan dengan yang versi aslinya, dan detail yang ada pada versi Lego ini sangatlah mirip dengan yang ada di versi aslinya – baik eksterior maupun interior. Adalah Rene Hoffmeister dan rekannya, Pascal Lenhard yang berada di balik proyek pembuatan VW T2 Camper Van versi Lego ini. Rene sendiri merupakan satu dari 12 pembangun model Lego resmi yang ada di seluruh dunia.
Setelah menggunakan gambar 3D untuk membuat rencana pembangunan, Rene dan Pascal langsung menghitung perkiraan keping Lego yang akan digunakan dan mereka mulai membangun VW T2 Camper Van ini. Dibutuhkan waktu sekira enam minggu untuk menghidupkan kembali VW jenis ini, hanya saja menggunakan material Lego. Tidak perduli weekdays atau weekend, Rene dan Pascal terus membangun model VW versi Lego ini tanpa lelah.
Baca Juga: Volkswagen SEDRIC School Bus, Kendaraan Otonom dengan Balutan “Bus Sekolah”
“Pada dasarnya, kami membutuhkan sembilan hari dalam seminggu,” ujar Rene.
“Namun karena mereka itu tidak ada, terpaksa kami mengambil shift malam,” tandasnya sembari mengenang.
Kreasi Lego yang luar biasa ini F.R.E.E Fair yang dimulai pada hari Rabu besok. Di sana, pengunjung dapat melihat langsung kreasi dari Rene dan Pascal ini dari jarak dekat. Mereka juga bisa mengabadikan foto dari VW T2 Camper Van karya Rene dan Pascal ini.
Jatuh cinta berjuta rasanya, ya apalagi cinta pada pandangan pertama, tetapi sepertinya hanya sedikit yang bisa lanjut ke jenjang pernikahan. Bahkan cinta pada pandangan pertama tak selalu berjalan mulus atau hanya sekedar cinta monyet belaka.
Baca juga: Kenakan Busana Super Minim, Model Asal Filipina Bikin Geger Stasiun MRT Singapura
Namun ada sepasang petugas MRT Singapura yang merasakan cinta pada pandangan pertama tersebut. Kedua petugas ini bertemu pertama kali di stasiun MRT Raffles Place tahun 2003 lalu ketika mereka ditugaskan di stasiun yang sama.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mothership.sg (15/2/2019), Baharudin bin Johan seorang manager stasiun SMRT bertemu dengan sang asisten manajer senior Zulaila binti Dollah. Saat itu Baharudin ditempatkan di stasiun Raffles Place dan mengatakan Zulaila sebagai gadis paling lucu yang pernah dilihatnya.
Sedangkan Zulaila yang memperhatikan Baharudin dari dalam pusat layanan penumpang sempat bertanya kepada rekannya siapa lelaki kurus tersebut. Keduanya akhirnya mejalin kasih dan ketika berpacaran sepertinya setiap istirahat makan siang mereka tak pernah terpisah.
“Kami makan bersama dan selama makan kami berbicara dan saling tertarik,” ujar Baharudin.
Hingga akhirnya kedua petugas SMRT tersebut menikah, tetapi sayangnya mereka tak di satukan lagi dalam stasiun yang sama seperti saat pacaran dulu. Kini Baharudin dipindahkan tugas ke stasiun MRT Boon Lay dan Zulaila tetap di stasiun Raffles Place. Tetapi meski begitu Zulaila masih menyimpan sebagian kenangan masa-masa mereka pacaran dahulu yakni sebuah cangkir minuman.
“Kami belum pernah bekerja di stasiun yang sama sejak kami menikah. Tetapi saya masih menyimpan cangkirnya di sini sehingga saya akan selalu ingat ketika dia bekerja di sisiku,” kata Zulaila.
Baca juga: Fase Uji Coba, Komuter SMRT Akan Lewati Skrining Keamanan di Beberapa Stasiun
Saat sebelum menikah keduanya juga sering kali pulang bersama dan Baharudin mengantar kekasihnya hingga dirumah. Namun, kini setelah keduanya menikah untuk pulang bersama hanya bertemu di tengah jalan yakni stasiun MRT Jurong Timur hingga tiba bersama di rumah.
“Setelah kami menikah, Baha akan datang dari barat, dan kami akan bertemu di tengah di stasiun MRT Jurong Timur sehingga kami bisa pulang bersama,” ujar Zulaila.
Setelah resmi menggunakan nama Vande Bharat Express yang disahkan oleh Perdana Menteri India Narendra Modi, Train 18 ini akan mengular perdana. Kereta yang mampu melaju dengan kecepatan 160 km per jam atau disebut semi high speed train ini akan beroperasi di rute New Delhi-Kanpur-Allahabad-Varanasi.
Baca juga: Train 18 Resmi Punya Nama ‘Vande Bharat Express’
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (18/2/2019), kereta yang akan mulai mengular tersebut melaju dari New Delhi menuju ke Varanasi dengan waktu tempuh delapan jam. Nantinya kereta Vande Bharat Express akan menghubungkan kedua kota ini selama lima hari dalam seminggu.
Memiliki 16 gerbong kereta ber-AC, Vande Bharat Express mampu mengangkut hingga 1128 penumpang. Semua gerbong dilengkapi kursi yang nyaman, pintu otomatis, sistem informasi penumpang baik audio maupun visual berbasis GPS, pencahayaan mode ganda dan layanan WiFi on board.
Kereta sebanyak 16 gerbong ini, dua diantaranya untuk kursi eksekutif dan 14 gerbong kursi non-eksekutif. Selain itu, kereta semi berkecepatan tinggi ini juga dilengkapi dengan satu gerbong yang digunakan untuk dapur atau restorasi.
Tak hanya itu, gerbong dilengkapi dengan toilet vakum yang ramah pada penyandang disabilitas, serta tak ketinggalan ada ruang untuk kursi roda. Kereta ini memiliki sistem pengereman regeneratif yang bisa menghemat 30 persen energi listrik dan perlindungan isolasi untuk mengurangi tingkat panas dan kebisingan. Kehadirannya ini sendiri bisa membuat penumpang lebih nyaman.
“Saya berterima kasih kepada para perancang dan insinyur di belakang Vande Bharat Express, yang akan melakukan perjalanan pertamanya dari Delhi ke Varanasi hari ini. Dengan ketulusan dan kerja keras kami dalam empat setengah tahun terakhir, kami telah berusaha meningkatkan kereta api,” ujar Narendra.
Baca juga: India Uji Coba Train 18, Kereta Cepat Tanpa Masinis Produksi Dalam Negeri
Vande Bharat Express sendiri dikembangkan oleh Integral Coach Factory (ICF), sebuah unit produksi kereta api di Chennai. Kereta ini sendiri dibuat dalam waktu 18 bulan dan akan menggantikan Shatabdi Express. Tarif tiket kereta ini sendiri juga kemungkinan lebih tinggi dari Shatabdi Express karena mencakup tambahan layanan makanan.
Sebuah drone mencurigakan kembali membuat aktivitas bandara internasional berhenti dan menunda pengoperasian seluruh pesawatnya. Kali ini drone tersebut ditemukan di Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Drone yang dicurigai tersebut terlihat pada 15 Februari 2019 setelah dilihat terbang di dekat area bandara.
Baca juga: Bandara Gatwick dan Heathrow Hadirkan Teknologi Anti DroneKabarPenumpang.com melansir dari laman airport-technology.com (18/2/2019), dalam sebuah pernyataan pihak bandara mengatakan bahwa penerbangan sempat terhenti dari pukul 10.13 hingga 10.45 waktu setempat. Penghentian sementara ini dilakukan untuk pencegahan dan melindungi keselamatan para penumpang pesawat yang akan terbang dari Bandara Dubai.
“Bandara Dubai telah bekerja sama dengan pihak berwenang yang tepat untuk memastikan bahwa keselamatan operasi bandara dipertahankan setiap saat,” ujar juru bicara Bandara Dubai.
Bandara ini juga pernah menghentikan sementara pengoperasiannya pada 2015 lalu karena masalah drone. Penghentian tersebut selama 55 menit setelah ada drone ilegal yang terbang di dekat bandara dan tahun 2016 lalu ada tiga drone yang mendekati bandara.
Kejadian ini mengingatkan pada dua drone yang ditemukan dekat Bandara Gatwick London pada Rabu (19/12/2018) kemarin. Kehadiran dua drone misterius itu membuat bandara di London harus menunda keberangkatan mereka hingga hampir 24 jam dan 657 penerbangan dibatalkan serta puluhan ribu penumpang terdampar.
Sempat buka pukul 03.00 pagi waktu setempat, Bandara Gatwick mau tak mau tutup kembali selama 45 setelah drone mendekati bandara. Untuk menangani drone misterius tersebut, pihak militer Inggris dipanggil untuk membatu dan mengerahkan peralatan khusus untuk menangani situasi tersebut.
Baca juga: Bandara Gatwick dan Heathrow Hadirkan Teknologi Anti Drone
Akibat insiden drone misterius, Bandara Gatwick dan Heathrow akan menerapkan peralatan anti drone dengan standar militer. Kehadiran teknologi ini untuk menangani munculnya drone ilegal di dekat lapangan udara yang bisa mengganggu lalu lintas penerbangan.
Polisi lakukan pengejaran terhadap seorang pengendara moped yang melebihi batas kecepatan adalah hal yang biasa. Apalagi pengendara terlihat mabuk dan membonceng seorang penumpang di jalan sepi saat tengah malam.
Baca juga: Sering Ngantuk Padahal Cukup Tidur, Mungkin Inilah Sebabnya!
Kantor Sheriff Berkeley County mengatakan, mereka melakukan pengejaran dan merekam aksi pengendara moped tersebut. Saat itu si pengendara meninggalkan penumpangnya ketika mencoba kabur dan melarikan diri dari kejaran pihak kepolisian.
KabarPenumpang.com melansir dari laman live5news.com (11/2/2019), kejadian ini terjadi sekitar satu bulan lalu dimana para penyelidik mengatakan seorang bernama Leander Bland Holems berusaha melarikan diri dari para petugas di Gose Creek. Hingga ada laporan menyatakan Holmes tengah berada di Red Bank Road saat penumpang mopednya berjuang untuk membuat Holmes berhenti dan menepo.
Dalam pengejaran tersebut, pengendara mopel itu terlihat menyerang salah satu bagian mobil petugas patroli yang akan menangkapnya.
“Begitu Holmes meninggalkan penumpangnya, dia terus berkendara menyusuri Garwood Road menuju Sedgefield Intermediate School,” kata pejabat BCSO.
Pihak berwenang mengatakan pengejaran itu berakhir setelah Holmes berusaha untuk berkendara di jalan masuk dan sampai ke daerah berhutan di mana ia jatuh dan lari dari para petugas.
“Para petugas K-9 mulai mengejar Holmes melalui hutan dan setelah pengejaran singkat, dia ditahan,” kata pejabat BCSO.
Sebuah laporan menyatakan Holmes mengatakan kepada para deputi bahwa dia menelan kokain dalam jumlah yang tidak diketahui.
“EMS dipanggil ke tempat kejadian dan Holmes diangkut ke rumah sakit daerah. Di rumah sakit, Holmes secara medis dibersihkan dan akhirnya dipindahkan ke Pusat Penahanan Hill-Finklea,” ujar pejabat tersebut.
Baca juga: Bukan Paus Pembunuh, Orca Mark adalah Skuter Listrik Canggih Rilisan Voro Motors
Holmes dikeluarkan tiga kartu lalu lintas dimana SIM tidak memiliki kepemilikan moped pelanggaran pertama, kegagalan untuk berhenti untuk lampu biru, dan tidak ada rompi moped reflektif. Holmes juga menghadapi dakwaan dari Departemen Keamanan Publik Carolina Selatan karena mengemudi di bawah pengaruh.
“Jika Anda bertanya-tanya tentang penumpang, kami tidak berpikir dia sedang berbicara dengan Holmes saat ini,” kata pejabat BCSO.