Penumpang mabuk kerap kali menjadi masalah bukan hanya bagi awak kabin yang bertugas tetapi penumpang yang ada di sekitarnya. Bahkan terkadang, penumpang mabuk itu melakukan hal yang tidak baik hingga mengeluarkan kata-kata kasar meskipun ada anak kecil yang duduk disebelahnya.
Baca juga: Gara-Gara Penumpang Mabuk, Pesawat Scoot TR7 Mendarat Darurat di Sydney
Seorang penumpang mabuk di dalam penerbangan JetBlue dari Fort Lauderdale Florida menuju ke Las Vegas. Valerie Gonzalez, yang tengah mabuk sadar ketika dia duduk disebelah seorang anak dan tiba-tiba marah tanpa sebab. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (18/2/2019), tak hanya itu wanita 32 tahun tersebut juga meludahi penumpang lainnya.
“Aku tidak mau duduk disebelah bocah tiga tahun karena aku sudah minum sepanjang hari,” ujar Valerie.
Dia kemudian beranjak dari kursinya dan pindah ke kursi lain yang bukan miliknya. Bahkan dirinya pindah tanpa memberitahukan pada awak kabin yang bertugas dalam penerbangan tersebut.
Dirinya pindah karena tidak senang duduk dekat penumpang didepannya dan terus mengucapkan kata-kata kasar. Beberapa saat kemudian, amarah Valeri memuncak dan saat melihat seorang penumpang lain tengah merekamnya dia marah.
“Oh, kamu merekaam saya? Jadikan ini viral!” ujarnya.
Valerie pun ternyata tidak segan meludahi penumpang didepannya dan berteriak agar perlakuannya yang terekam menjadi viral.
“Baiklah aku akan mengambil tasku dan memindahkan diriku!”
Awak kabin yang diberitahu tentang kelakuan Valeri memintanya untuk turun dengan baik-baik sebelum memanggil petugas keamanan untuk mengawalnya. Akhirnya dia ditempatkan di kursi roda dan keluar dari terminal.
Saat dirinya diamankan, Valeri sempat mencoba kembali ke pesawat dan petugas bandara menolaknya untuk masuk. Seorang penumpang yang duduk sebaris dengannya mengaku ke awak kabin lengannya dipukul ketika diminta bertukar tempat duduk.
Baca juga: Pipis Dilorong Kabin, Pria Mabuk Ini Viral di Media
Pada Januari 2019 kemarin, seorang penumpang mabuk membuat takut awak kabin EasyJet dalam penerbangan ke Islandia. Hal tersebut membuat pesawat itu mendarat darurat di Bandara Edinburgh. Penumpang itu mematahkan iPhonenya dan menghisap eletronik cerutu dan melecehkan penumpang dibagian depan pesawat.
Bus antar kota antar provinsi (AKAP) menjadi salah satu transportasi yang kini kembali naik daun setelah naiknya tarif tiket pesawat. Ini menjadikannya sejajar dengan kereta api sebagai primadona bagi kalangan masyarakat ekonomi menengah karena memiliki tarif yang cukup terjangkau.
Baca juga: Sering Naik Kereta Api? Ini Dia Posisi yang Paling Aman Bagi Penumpang
Baru-baru ini, setelah tol Trans Jawa diresmikan Presiden Indonesia Joko Widodo Desember 2018 kemarin, bus AKAP juga berlomba untuk memberikan layanan terbaik mereka. Kehadiran tol Trans Jawa sendiri mampu menaikkan pamor bus AKAP tersebut.
Bahkan beberapa perusahaan otobus (PO) menghadirkan double decker atau bus tingkat. Meski masih belum banyak, tetapi kehadiran bus double decker sendiri menarik minat penumpang untuk menjajalnya menuju berbagai kota di Pulau Jawa.
Bagi pengguna bus tingkat ada beberapa hal yang mesti diketahui, biasanya bus bagian atas merupakan kelas AC eksekutif biasa dan bagian bawah merupakan kelas super eksekutif atau VVIP serta tarifnya lebih mahal. Namun, bagi Anda yang ingin mencoba sensasi bagian atas, KabarPenumpang.com sudah merangkum beberapa spot atau kursi yang nyaman sesuai keinginan penumpang.
1. Kursi depan
Ini pilihan yang cocok bagi penumpang yang menyukai pemandangan sepanjang perjalanan. Apalagi berada di atas sepertinya semua sudut jalanan bisa terlihat dari kursi bagian depan ini.
2. Kursi lorong
Menikmati perjalanan dan duduk di dekat lorong salah satu pilihan yang cocok bagi penumpang yang sering mondar-mandir seperti ke toilet. Sebab, selain memudahkan juga tidak mengganggu penumpang lainnya yang berada dekat lorong.
Bagian kabin bus double decker Agra Mas kelas Super Eksekutif (Kompas)3. Kursi belakang
Bila kenyamanan dan istirahat tanpa gangguan adalah pilihan Anda, maka kursi bagian belakang ini sangat cocok. Meski sedikit berisik karena tak jauh dari mesin, tetapi untuk perjalanan jauh posisi kursi ini lebih dari kata nyaman.
4. Sejajar layar televisi
Biasanya bus AKAP hampir sama dengan bus pariwisata yang memberikan fasilitas hiburan televisi. Kursi di antara lorong biasanya di barisan 5-6 cocok untuk menjadi pilihan penumpang yang senang menonton hiburan dari fasilitas yang disediakan.
Baca juga: Duduk di Kursi Belakang Bus Lebih Cepat Mabuk, Ini Dia Penyebabnya!5. Kursi bawah
Meski tarifnya berbeda dari kursi di atas, kursi di bagian bawah juga tak kalah menarik untuk dinikmati dalam perjalanan tersebut. fasilitas premium biasanya disediakan bagi Anda yang duduk di kursi bawah. Pilihannya bila duduk di kursi bawah dan sering mabuk perjalanan pilih yang jauh dari roda karena untuk mengurangi guncangan.
Sebuah pesawat Boeing 777-300ER dari maskapai Thai Airways terpaksa membuang ribuan galon bahan bakar di Selat Inggris sebelum melakukan pendaratan darurat di London Heathrow, sesaat setelah pilot mengumumkan bahwa salah satu pintu pesawat belum tertutup secara sempurna. Thai Airways dengan nomor penerbangan TG917 ini dikabarkan meninggalkan London pada Rabu (13/2/2019) sekira pukul 21.35 waktu setempat dalam penerbangannya menuju Bangkok. Namun tak lama pesawat mengudara, pilot akhirnya memutuskan untuk melakukan Return to Base (RTB).
Baca Juga: Terkendala Masalah AC, Armada Garuda Indonesia Rute Jakarta – Bangkok Return to Base
Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman zimeye.net (17/2/2019), tidak lama setelah pesawat ini meninggalkan Bandara Heathrow, lampu peringatan menyala dimana hal tersebut memperingatkan pilot bahwa pintu kargo tidaklah tertutup dengan sempurna. Radar di menara pengawas (ATC) menunjukkan bahwa pesawat berputar sebanyak beberapa kali di atas Selat Inggris guna mengosongkan tangki bahan bakar yang sebelumnya sudah diisi.
Setelah sekian ‘lap’ berputar untuk mengosongkan tangki bahan bakar, pesawat itu akhirnya bisa kembali mengudara menuju Bandara Heathrow dan melakukan pendaratan darurat. Menurut situs web Boeing, pesawat jenis 777 dapat menampung hingga 47.890 galon di tangki bahan bakarnya, yang dapat menelan biaya hingga £60.000 atau yang setara dengan Rp1,1 miliar untuk mengisi bahan bakar berdasarkan harga bahan bakar saat ini.
Penerbangan yang tengah mengangkut 344 penumpang dan 20 kru di dalam pesawat ini berhasil mendarat dengan selamat dan mereka semua langsung dievakuasi menuju gedung terminal – sementara para petugas ahli langsung mengidentifikasi masalah yang melanda penerbangan tersebut.
“Tidak dapat dipercaya, bahwa apa yang harus saya tumpangi adalah pesawat yang akan mengirim saya kembali ke Heathrow,” cuit salah satu penumpang Thai Airways TG917 di sosial media Twitter.
Setelah dilakukan pengecekkan secara menyeluruh, ternyata teknisi tidak menemukan masalah pada pintu tersebut, melainkan pada sistem lampu peringatannya.
“Sensor untuk sistem tampilan pintu kargo menunjukkan ketidaksesuaian,” ujar Wakil Presiden Departemen Keselamatan, Keamanan dan Standar Penerbangan, Letnan Penerbangan Pratana Patanasiri.
Baca Juga: Bikin Ulah Pasca Keluar Toilet, Penumpang ini Paksa The Flying Kangaroo Return to Base
“Insinyur penerbangan membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk memeriksa seluruh pesawat. Mereka menemukan masalah pada lampu notifikasi, dan tidak ada penyimpangan lain yang berbahaya,” tandasnya.
Setelah menyelesaikan masalah yang ada di pesawat, penerbangan tersebut baru bisa diberangkatkan kembali menuju Bangkok pada pukul 00.32 waktu setempat (14/2/2019), dan mendarat dengan selamat pada pukul 18.14 waktu setempat.
Tidak ada yang bisa memungkiri peran pesawat super-jumbo jet milik perusahaan Eropa, Airbus di sektor aviasi global. Pertama kali diperkenalkan pada 25 Oktober 2007 dengan menggunakan livery Singapore Airlines, pesawart yang bisa menampung hingga 800 penumpang ini terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dari segi kuantitas di hampir seluruh penjuru dunia.
Namun seiring berkembangnya jaman, lambat laun pamor dari pesawat dua dek ini mulai mengalami penurunan – terlebih saat teknologi pesawat narrow body bisa melakoni tugas yang hampir sama atau bahkan menyaingi jet penumpang komersial terbesar yang pernah dibuat ini.
Baca Juga: Setelah Qantas, Emirates Berpotensi Batalkan Pesanan Airbus A380
Ya, dalam beberapa waktu ke belakang, Qantas Airways memutuskan untuk membatalkan pemesanan delapan armada A380, yang disusul oleh potensi pembatalan armada serupa dari pengguna terbesarnya, Emirates. Tentu saja, dengan pembatalan dan wacana pembatalan yang dilayangkan oleh dua maskapai tersebut, maka ini semakin memukul telak pihak Airbus untuk menghentikan produksi dari armada yang pertama kali mengudara pada 27 April 2005 ini.
“Benda-benda ini dilahirkan untuk mati,” ujar Richard Aboulafia, analis kedirgantaraan dari perusahaan riset pasar, Teal Group, dikutip KabarPenumpang.com dari laman providencejournal.com.
“Pada saat hal ini (kebangkitan era pesawat narrow body) terjadi, era kejayaan pesawat berbadan besar jelaslah hanya akan menjadi bagian dari sejarah,” tandasnya.
Pada saat awal peluncurannya, Airbus dengan A380-nya jelas hadir untuk menggeser dominasi Boeing di sektor pesawat berbadan besar selama puluhan tahun. Tapi jalan dan visi misi yang dijalankan oleh Airbus tidaklah melulu sejalan dengan Boeing dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi produksi dari A380.
Jika Airbus dengan A380-nya sudah jelas mengincar kapasitas penumpang dengan jumlah besar dan menghubungkan penerbangan melalui hub yang kaya akan koneksi. Namun visi tersebut berbanding terbalik dengan apa yang dilihat oleh Boeing, dimana mereka lebih memilih untuk menyediakan pesawat berbadan kecil (narrow body), menerbangkan penumpang point-to-point, dan menggunakan bandara kecil. Dan terbukti, Boeing lebih jeli dalam melihat problematika di sektor aviasi global.
Baca Juga: Kendati Produksi Dihentikan, Airbus A380 Tetaplah Fenomenal
Sebagaimana yang sudah pernah disinggung pada artikel sebelumnya, kendati ‘punah’ sekalipun namun nama Airbus A380 tetaplah fenomenal dan akan selalu dikenang oleh para pelaku usaha kedirgantaraan dan para pengamat serta para pecinta sektor aviasi global.
Siapa di antara Anda yang sering menggunakan jasa ride-hailing seperti GoJek atau Grab? Bagi Anda yang kebetulan berjenis kelamin wanita dan sering menggunakan jasa Go-Car atau Grab Car, nampaknya Anda harus lebih memperhatikan sikap yang Anda lakukan terhadap pengemudi layanan tersebut, jangan sampai nasib Anda berakhir seperti seorang pengguna setia layanan ride-hailing asal San Francisco, Uber, dimana ia mendapatkan rating yang jelek sebagai penumpang hanya karena sikapnya saja.
Baca Juga: Ride-Sharing, Upaya Uber Untuk Lebih Mengerti “Perasaan” Pengguna
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman smh.com.au, wanita yang identitasnya enggan dibongkar ini bercerita bahwa dirinya mendapatkan rating buruk hanya karena dirinya mengakhiri pembicaraan dengan si pengemudi.
Kejadian ini berawal ketika si penumpang wanita menggunakan jasa Uber untuk pergi ke suatu tempat. Ketika dirinya masuk ke dalam mobil, si pengemudi dengan ramah menyapa dan menyelipkan pernyataan yang sedikit ambigu.
“Saya suka dengan parfum Anda,” ujar si pengemudi.
Padahal, kala itu si penumpang wanita ini tidak menggunakan parfum apapun. Menanggapi pernyataan si pengemudi, penumpang ini hanya melontarkan senyum dan berterima kasih atas pernyataan ambigu tersebut sebelum akhirnya ia mengeluarkan ponsel dan mengecek email yang masuk.
Kepada media, penumpang ini mengatakan bahwa dirinya bukanlah tipe orang yang tidak terlalu senang jika dipuji, dan, “itu (pernyataan si pengemudi) bukanlah komentar yang berbahaya atau buruk, namun itu membuat saya merasa tidak terlalu nyaman dan sejak saat itu, saya lebih memilih untuk mengakhiri pembicaraan dengan si pengemudi,”
Namun seketika ia memilih untuk mengakhiri pembicaraan dengan si pengemudi, pikiran bahwa dirinya akan mendapatkan rating rendah dari pengemudi begitu saja melintas.
Setelah membagikan keluh kesahnya yang ia alami di media sosial, ternyata ada banyak penumpang wanita lain yang pernah mengalami hal yang sama – kendati tidak sama persis. Hingga pada akhirnya mereka berkesimpulan bahwa rating mereka sebagai penumpang itu dipengaruhi oleh jenis kelamin mereka.
Para penumpang wanita yang mendeklamirkan diri mereka sebagai wanita baik ini merasa apa yang mereka lakukan ini sangat mempengaruhi rating mereka – terlebih kondisi ini didukung oleh mayoritas pengemudi Uber itu berjenis kelamin pria.
Bahkan, seorang direktur kreatif dalam periklanan dan panelis reguler di Gruen Transfer yang bernama Dee Madigan pernah mengalami hal serupa, dimana ia berusaha untuk bersikap defensif ketika pengemudi Uber yang kala itu ia tumpangi melontarkan gombalan-gombalan yang membuatnya tidak nyaman.
Baca Juga: Uber Berlakukan Sistem Denda Bagi Penumpang yang Terlambat
“Saya pernah mengalami saat-saat dimana diantar oleh pengemudi genit, dan itu membuat saya tidak nyaman. Anda tidak hanya berada di mobil bersama dia (pengemudi), tapi tidak sedikit dari mereka yang tahu di mana Anda tinggal. Jika saya merasa tidak nyaman saya akan menutup pembicaraan dan kemudian saya ‘ditandai’,” ujar Dee.
Tindakan seksis yang kerap dilakukan oleh pengemudi Uber ini sontak mendapat kecaman dari berbagai pihak dan bukan tidak mungkin jika hal semacam ini akan merugikan perusahaan.
Tindak kriminal berupa perampokan yang disertai kekerasan bisa menimpa siapa saja dan dimana saja, tidak memandang jenis kelamin, usia, dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang untuk terhindar dari semua itu. Jangan kira lokasi yang kita anggap aman, itu benar-benar aman. Sebut saja kejadian yang baru-baru ini menimpa seorang wanita paruh baya di Kuala Lumpur, dimana ia menjadi korban perampokan yang disertai kekerasan ketika dirinya tengah berada di dalam lift salah satu stasiun MRT.
Baca Juga: Selain Cegah Hujan, Payung Juga Bisa Lawan Tindakan Kriminal
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (16/2/2019), kejadian ini sendiri terjadi pada Kamis (14/2/2019) dan aksi brutal dari perampok ini berhasil terabadikan dalam kamera pengawas yang berada di dalam lift. Di dalam rekaman berdurasi 56 detik tersebut, tampak seorang wanita yang membawa tas jinjing masuk ke dalam lift, dan tak lama berselang, seorang pria yang mengenakan kaos oblong tampak juga masuk mengikutinya.
Kebetulan, lift kala itu berada dalam kondisi tidak ada pengguna lain kecuali korban dan tersangka ini. Sesaat setelah pintu lift menutup, pria ini langsung melayangkan bogem mentah ke arah si wanita dan saking kerasnya pukulan tersebut, si wanita langsung tersungkur tak berdaya. Kendati dalam posisi terpojok, wanita ini tampak masih berusaha untuk melindungi tas yang ia bawa, dan tindakan ini memicu si perampok untuk kembali melayangkan pukulan dan tendangan lainnya.
https://www.youtube.com/watch?v=lGwkWkVNBMg
Agar si wanita tidak bisa menjangkau tombol lift dan meminta bantuan, si perampok ini memojokkan korbannya ke arah yang berlawanan. Di tengah-tengah pertarungan tak seimbang ini, tampak pintu lift sempat terbuka di salah satu lantai stasiun. Seketika, si perampok ini langsung menekan kembali tombol tutup pintu dan melanjutkan intimidasinya terhadap wanita malang tersebut.
Tampak wanita yang identitasnya tidak dibuka tersebut memohon kepada ‘sang algojo’ untuk tidak mengambil barang-barangnya dan menghentikan aksi kejinya tersebut – namun tidak diindahkan sama sekali olehnya. Setelah berhasil ‘melumpuhkan lawannya’, si pria langsung menggeledah isi tas wanita tersebut dan mengambil dompet sebelum akhirnya meninggalkan wanita ini di dalam lift dalam kondisi kesakitan.
Baca Juga: Perkeretaapian India Bocorkan Cara Ampuh Tindak Lanjuti Aksi Kriminal
Menanggapi kejadian ini, Kepala Departemen Investigasi Kriminal, Rusdi Mohd Isa mengatakan bahwa korban mengalami sejumlah luka pada bagian tubuhnya dan memar di dahinya.
“Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan medis,” ujarnya.
“Tersangka berhasil melarikan diri dengan dompet korban yang berisikan KTP, kartu ATM, serta uang tunai senilai RM400 (sekira Rp1,4 juta),” lanjut Rusdi.
Pihak kepolisian pun tengah mendalami kasus ini dan mereka sudah berhasil mengantongi pernyataan dari tiga orang saksi yang sudah diperiksa.
Kabar baik datang dari Indonesia! Ya, Republik ini tengah berencana untuk menginvestasikan total US$7 milyar atau yang sekira Rp100 triliun untuk pembangunan bandara greenfield di Jakarta. Hal ini ditempuh sebagai salah satu upaya untuk mendukung peningkatan permintaan perjalanan udara di Tanah Air. Menanggapi hal ini, salah satu operator bandara di Indonesia yang mengelola 16 bandara, PT Angkasa Pura II akan melakukan studi kelayakan guna menindaklanjuti rencana ini.
Baca Juga: Bandara Internasional Soekarno-Hatta Menjadi Hub Kedua Terbesar di Asia Pasifik
Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (15/2/2019), operator bandara akan mempertimbangkan apakah akan membangun bandara sendiri atau bekerja sama dengan perusahaan lain setelah studi selesai, meskipun keputusan akhir akan diambil oleh Kementerian BUMN.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan situs untuk bandara greenfield bisa dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau dapat dibangun di atas tanah yang direklamasi dari laut. Jika dibangun berdekatan dengan bandara yang eksisting, struktur baru akan membutuhkan pembukaan lahan sekitar 600 hektar. Jika dibangun di lokasi baru maka reklamasi 2.000 hektar akan diperlukan.
“Jakarta dan daerah sekitarnya dengan populasi sekitar 50 juta akan membutuhkan sistem multi-bandara yang terhubung untuk memenuhi permintaan (perjalanan udara). Bandara baru akan menjadi mahakarya negara,” ujar Awaluddin.
Diperkirakan, Bandara Internasional Soekarnno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma yang sebagai mana kita ketahui bersama melayani daerah Jakarta dan sekitarnya, tidak akan mampu untuk mengelola peningkatan permintaan perjalanan udara di masa yang akan datang
Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Angkasa Pura II sudah menginvestasikan ratusan juta dolar dalam pembangunan terminal baru dan landasan pacu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta. Lalu lintas penumpang melalui bandara ini diperkirakan akan meningkat 46% menjadi 100 juta dalam satu dekade.
Pembangunan terminal baru dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2021 mendatang dan diwacanakan mampu mengelola sekitar 45 juta penumpang. Terminal yang ada juga akan dimodernisasi untuk dapat menampung 25 juta penumpang masing-masing dari hampir sembilan juta penumpang per tahun.
Baca Juga: Dalam Jumlah Pergerakan Penumpang, Bandara Soekarno-Hatta Unggul Tipis dari Changi
Angkasa Pura II juga berupaya memilih investor strategis untuk Bandara Internasional Kualanamu di Medan. Operator bandara akan mengumpulkan proposal dari 16 penawar pilihan, sebagian besar dari Asia dan Eropa, untuk menjadi mitra ekuitas. Mitra yang dipilih dapat memiliki maksimum 49% investasi dalam perusahaan patungan (Joint Venture) untuk mengoperasikan bandara Kualanamu.
Baru-baru ini sebuah boarding pass Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6183 bertulis 2015 viral di media sosial. Boarding pass rute Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta tersebut berangkat pada 15 Februari 2019 kemarin.
Baca juga: Sepanjang 2018, Bandara Changi Amankan 40 Orang yang Menyalahgunakan Boarding Pass
Berita ini sendiri sudah diwartakan oleh media lokal Makassar terkait boarding pass 2015 tersebut. Sesampai di Cengkareng, penumpang dengan inisial SEP merasa ada yang aneh terhadap boarding pass-nya, dimana ada tulisan ’15 Feb 2015′ di tiketnya dan bukan 2019. Viralnya boarding pass tersebut, membuat SEP merasa tertipu dan membuat pihak Batik Air memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
(Lion Air Group)
Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, informasi tersebut tidaklah benar, sebab penulisan 2015 yang tertera di boarding pass sendiri sebenarnya menunjukkan waktu keberangkatan penerbangan. Danang mengatakan, SEP naik pesawat Batik Air ID-6183 dan duduk di kursi 17F.
“Batik Air nomor penerbangan ID-6183, artinya pesawat Batik Air berangkat dari Makassar pukul 20.15 WITA,” ujar Danang yang dikutip dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Minggu (17/2/2019).
Danang menegaskan, terkait layanan penumpang berupa boarding pas di Makassar menggunakan sistem SITA technology, dimana penulisan waktu tidak menggunakan tanda titik (.) atau titik dua (:). Berikut ini contoh beberapa boarding pass penerbangan lainnya dari Makassar.
1. Batik Air ID-6196 Makassar – Sorong tertera 0410 artinya STD 04.10 WITA.
2. Batik Air ID-6137 Makassar – Surabaya tertera 1000 artinya STD 10.00 WITA.
3. Lion Air JT-0787 Makassar – Surabaya tertera 1735 artinya STD 17.35 WITA.
4. Lion Air JT-0786 Makassar – Ambon tertera 1210 artinya STD 12.10 WITA.
“Keterangan: WITA = Waktu Indonesia Tengah, dimana Makassar sebagai kota keberangkatan asal yang mengikuti dalam kategori pembagian waktu wilayah ini (waktu setempat/ local time),” jelas Danang.
Dia menghimbau agar penumpang bisa melakukan check in 30-45 menit sebelum keberangkatan dan tidak lupa memperhatikan dan memahami dengan teliti boarding pass yang di dapat.
Baca juga: Mulai Hari Ini, Batik Air Buka Penerbangan Jakarta – Banyuwangi
“Apabila ada hal yang belum jelas, dipersilakan dapat menanyakan kepada petugas layanan darat Batik Air,” tambah Danang.
AirAsia sejak sepekan lalu hilang dari agen perjalanan daring atau OTA (Over The Air) besar seperti Traveloka dan Tiket.com. Hal ini kemudian diindikasi oleh maskapai berbiaya hemat tersebut adanya intervensi oleh kompetitor kepada OTA.
Baca juga: Lombok Akan Jadi Hub Ke-5 AirAsia di Indonesia
Direktur Niaga AirAsia Indonesia Rifai Taberi mengatakan, pihaknya melihat ada indikasi dan perintah yang memberikan tekanan pada OTA. Dia mengaku, mengetahui kejadian itu sejak pekan lalu, karena banyak pelanggan yang menanyakan terkait hilangnya AirAsia dari dua OTA terbesar tersebut.
Dengan menghilangnya, ini KabarPenumpang.com kemudian melakukan pengecekan pada Senin (18/2/2019) dimana semua rute baik domestik maupun internasional tidak ada penerbangan dari maskapai AirAsia baik di Traveloka maupun Tiket.com yang dijual.
“Yang aneh kok secara tiba-tiba dan satu per satu tidak menjual, karena selama ini biasa saja, kita sudah klarifikasi karena kita mitra dengan para OTA, mereka secara formal menjawab ada masalah teknis,” kata RIfai yang dikutip dari Antara, Minggu (17/2/2019).
Bahkan, sistem AirAsia sendiri tidak ada masalah teknis dan di OTA lainnya pun masih menjual tiket milik AirAsia salah satunya adalah Nusatrip. Rifai menilai sangat memungkinkan mitra maskapai menekan OTA terutama dengan pasar paling besar.
“Kalau itu tergantung dari pangsa pasar, pangsa pasar kami dari OTA cuma dua sampai tiga persen. Secara hubungan kerja sama memang sebagai agency, OTA berhak untuk menjual tiket maskapai,” tambahnya.
Dia mengatakan, pihaknya juga tidak ada eksklusivitas dari OTA tertentu dalam menjual tiket.
“Kalau kompetitor seperti apa kita selalu deal dengan agen perjalanan, baik konvensional dan online selalu sama, kami sebagai menjual tiket AirAsia dan kamu juga berhak untuk menjual apapun juga dalam ruang lingkup usahanya,” ujar Rifai.
Baca juga: Numpuk di Gudang, AirAsia Daur Ulang Jaket Keselamatan dan Seragam Awak Kabin
Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, AirAsia sempat melakukan pembaruan sistem reservasi. Sehingga pada Sabtu 16 Februari-17 Februari 2019 dari pukul 02.00-15.00 AirAsia.com, aplikasi, kantor penjualan AirAsia hingga call center tidak bisa melakukan pemesanan dan pembelian tiket.
Hingga berita ini diturunkan, kedua OTA terbesar yakni Traveloka dan Tiket.com belum memberikan konfirmasi apapun terkait hal tersebut.
Piala Dunia Rugby 2019 akan digelar di Jepang dan Mobility Networks Group akan memasok electric wheelchair ramp untuk Perusahaan Bus Hato yang digunakan sebagai pilihan bus pada gelaran dunia tersebut. Ramp otomatis pada bus tersebut akan digunakan untuk menunjang aksesbilitas bagi penumpang dengan kursi roda.
Baca juga: Kenakan Busana Super Minim, Model Asal Filipina Bikin Geger Stasiun MRT Singapura
Sehingga bus dengan electric wheelchair ramp mampu mengakomodasi para wisatawan yang datang menghadiri acara dan sekaligus dapat digunakan untuk membantu kru agar terhindar dari sakit punggung dan cedera ketika mengangkat bagasi yang berat. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber thiis.co.uk (8/2/2019), model ramp otomatis ini sendiri merupakan kolaborasi antara teknisi di Passenger Lift Service atau PLS dan rekan-rekan mereka di Vanhool serta Hato Bus.
Paul Hemingway, Direktur Komersial Mobility Networks Group, mengatakan: “Kami sebagai Mobility Networks sangat bangga bekerja dengan klien bergengsi seperti Hato Bus dalam proyek ini untuk Rugby World Cup yang akan datang.
“Kami telah terlibat sejak awal dengan pelanggan dan telah menyediakan produk unik untuk memuaskan pelanggan dan persyaratan turnamen; menunjukkan fleksibilitas kami untuk memberikan solusi dan kebutuhan pasar yang tepat,” tambahnya.
Didirikan pada 2012 dan dengan kantor pusat di Kentucky, Mobility Networks Group adalah spesialis multinasional dalam produk aksesibilitas kendaraan. Selama beberapa tahun terakhir, Grup telah melihat ekspansi Eropa yang berlanjut ke pasar baru, yang dipimpin oleh strategi akuisisi.
Pada 2014, Grup mengakuisisi TMN Eropa Jerman, Sistem Caroil Italia pada 2015 dan bergabung dengan perusahaan Belanda Acdeos pada September 2017. Pada September 2018, perusahaan membeli IAV (sebelumnya CARadap), mengambil kepemilikan saham 100 persen di pabrikan Spanyol.
Baca juga: Tarif Tiket Pesawat Naik, Bus AKAP Diburu Masyarakat Pulau Sumatera
Ramp otomatis ini akan dipasang oleh Vanhool dengan bus tingkat dua Hato pada kuartal kedua tahun 2019. Diketahui, World Cup Rugby 2019 akan dimulai pada 20 September 2019 hingga 2 November 2019 mendatang di 12 tempat nasional di Jepang.